Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin, Muhamad Husyaini, S.Pd., M.Si., hadir langsung mewakili pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa perubahan internal di tubuh dinas tidak akan menghentikan komitmen Pemkab dalam mendukung putra-putri terbaik Musi Banyuasin yang sedang berjuang di bangku kuliah. Kepada para mahasiswa, ia menitipkan pesan yang tegas namun penuh harap. "Saya berharap adik-adik dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Tunjukkan bahwa mahasiswa Musi Banyuasin mampu berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa yang akan datang," ujarnya.

Usai menyaksikan langsung berbagai program pembinaan yang diterapkan, Husyaini mengaku yakin Universitas Tazkia merupakan tempat yang tepat tidak hanya dalam membangun kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter. Di sisi lain, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Tazkia, Dr. Nur Hendrasto, M.Si., memaparkan tiga pilar pembinaan yang menjadi prioritas kampus: peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah, pengembangan kepemimpinan dan soft skills, serta penguatan kemampuan bahasa. Ia tidak menampik bahwa proses pembinaan kerap bukan perjalanan yang mudah ada mahasiswa yang butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi, bahkan sesekali merasa jenuh. Namun seluruh proses itu, tegasnya, dirancang sebagai tempaan karakter dan kedisiplinan agar mahasiswa benar-benar siap menghadapi dunia nyata.

Kegiatan Monev berlangsung secara interaktif melalui dialog tiga pihak: perwakilan Dinas Pendidikan Musi Banyuasin, pimpinan Universitas Tazkia, dan para mahasiswa penerima beasiswa. Capaian, masukan, hingga kendala yang dihadapi mahasiswa selama perkuliahan menjadi bahan evaluasi bersama demi perbaikan program ke depan. Melalui forum ini, sinergi antara Pemkab Musi Banyuasin dan Universitas Tazkia kembali dipertegas demi melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan siap menjadi agen perubahan bagi daerahnya.