
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan ada dua hal utama yang diputuskan dalam rapat tersebut. Pertama, adalah perubahan nama BVIS menjadi Bank Syariah Nasional. Kedua, adalah penyesuaian anggaran dasar perusahaan agar sesuai dengan standar bank-bank BUMN milik negara.
RUPSLB juga menyetujui perubahan jajaran pimpinan. Akan ada direksi dan komisaris baru yang akan memimpin Bank Syariah Nasional.
"Direktur Utamanya adalah Pak Alex Sofjan Noor dari BTN. Sedangkan Komisaris Utamanya adalah Pak Bahrullah Akbar, yang sebelumnya berasal dari BPK," jelas Nixon.
Dengan adanya bank syariah baru ini, Nixon berharap BSN dapat menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia. Saat ini, posisi terbesar pertama dipegang oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan gabungan bank syariah dari tiga bank BUMN (Himbara).
Nixon juga mengungkapkan bahwa nama "Bank Syariah Nasional" telah dikomunikasikan dan mendapatkan dukungan dari Presiden.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Victoria Syariah, Dery Januar, menyambut baik akuisisi dan rencana spin off ini. Menurutnya, bisnis Bank Victoria Syariah akan menjadi jauh lebih besar dengan kolaborasi ini.
Proses ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian BUMN, serta izin dari Presiden Prabowo Subianto.
Peran Tazkia Consulting dalam Pendirian BSN
Pendirian BSN ini juga turut didukung oleh Tazkia Consulting dan beberapa dosen dari Tazkia. Kontribusi nyata mereka dalam memberikan konsultasi dan keahlian di bidang keuangan syariah membuktikan bahwa Tazkia merupakan institusi yang sangat relevan dan berkontribusi besar bagi pengembangan perbankan syariah nasional.
Dery Januar optimis bahwa kolaborasi antara BTN Syariah dan Bank Victoria Syariah akan melahirkan bank baru yang kuat dan memiliki daya saing tinggi. Pangsa pasarnya dipastikan akan lebih besar, dan memiliki potensi untuk menjadi bank besar di Indonesia.
