Wakil Rektor II Universitas Tazkia Ingatkan Pentingnya Integritas dan Muraqabah dalam Mengelola Risiko di Universitas Tazkia
Bogor, 20 Juli 2026 - Universitas Tazkia kembali menyelenggarakan Monday Briefing yang dirangkaikan dengan apel pagi bagi seluruh sivitas akademika pada Senin (20/7). Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor II Universitas Tazkia dan Dosen Universitas Tazkia Dina Diana menyampaikan...
Bogor, 20 Juli 2026 - Universitas Tazkia kembali menyelenggarakan Monday Briefing yang dirangkaikan dengan apel pagi bagi seluruh sivitas akademika pada Senin (20/7). Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor II Universitas Tazkia dan Dosen Universitas Tazkia Dina Diana menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga integritas dalam menghadapi berbagai risiko di dunia kerja, khususnya pada lembaga keuangan ataupun perusahaan.

Mengawali pemaparannya, Dina menyoroti fenomena maraknya kasus fraud dan korupsi di Indonesia. Menurutnya, berbagai kasus tersebut bukan hanya disebabkan oleh lemahnya sistem, tetapi juga karena hilangnya integritas serta berkurangnya kesadaran bahwa setiap perbuatan selalu berada dalam pengawasan Allah SWT.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak mempelajari studi kasus mengenai kegagalan penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko pada sejumlah lembaga keuangan. Dari berbagai contoh tersebut, Dina menekankan bahwa risiko merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari setiap organisasi.
"Risiko tidak pernah bisa dihilangkan, tetapi bisa dikelola."
Ia menjelaskan bahwa salah satu bentuk pengelolaan risiko yang paling penting adalah operational risk, khususnya yang berkaitan dengan internal process. Setiap organisasi memerlukan proses kerja yang terstandarisasi agar seluruh aktivitas berjalan sesuai prosedur, meminimalkan kesalahan, serta mencegah penyimpangan dari aturan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, sistem yang baik memang menjadi fondasi penting dalam organisasi. Namun, sistem saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan karakter dan nilai spiritual yang kuat dari setiap individu.
Oleh karena itu, Wakil Rektor II Universitas Tazkia Dina Diana mengajak seluruh peserta untuk selalu mengingat nilai-nilai ma'iyatullah (merasakan kebersamaan dengan Allah), muraqabah (meyakini bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap perbuatan), serta ihsan, yaitu bekerja dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik karena Allah SWT.
Dengan menanamkan ketiga nilai tersebut, seseorang akan memiliki dorongan untuk bekerja secara profesional, menjaga amanah, serta menghindari segala bentuk korupsi maupun penyimpangan dalam menjalankan tugas.
Melalui Monday Briefing ini, Universitas Tazkia berharap seluruh sivitas akademika tidak hanya memahami pentingnya manajemen risiko dan tata kelola yang baik, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas kerja. Dengan demikian, budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berlandaskan nilai spiritual dapat terus tumbuh di lingkungan kampus.