Lompat ke isi
Sistem
Universitas Tazkia
Talkshow & Seminar

Studium Generale Universitas Tazkia Bahas Ekonomi Syariah untuk Indonesia Emas 2045

BOGOR - Universitas Tazkia bersama Bank Muamalat Indonesia menyelenggarakan Studium Generale for Master’s and Doctoral Programs di International Program Room Universitas Tazkia, Sabtu (26/9). Kegiatan ini mengangkat tema “Sharia Economics for a Golden Indonesia 2045: Strengthening Stability, Competitiveness, and National Economic Transformation.”

Universitas Tazkia Penulis
Studium Generale Universitas Tazkia Bahas Ekonomi Syariah untuk Indonesia Emas 2045

BOGOR – Universitas Tazkia bersama Bank Muamalat Indonesia menyelenggarakan Studium Generale for Master’s and Doctoral Programs di International Program Room Universitas Tazkia, Sabtu (26/9). Kegiatan ini mengangkat tema “Sharia Economics for a Golden Indonesia 2045: Strengthening Stability, Competitiveness, and National Economic Transformation.”

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Dr. Ir. Imam Teguh Saptono, MM, sebagai pembicara. Sementara itu, pembukaan kegiatan disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec.

Dalam pemaparannya, Imam Teguh Saptono menyoroti pentingnya membangun pemahaman ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan, stabilitas, dan kemaslahatan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah memiliki landasan yang bersumber dari dua dimensi pengetahuan, yakni qauliyah dan kauniyah. Keduanya perlu berjalan beriringan agar ilmu ekonomi tidak berhenti pada teori, tetapi mampu menjawab persoalan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Pembahasan juga menyinggung tantangan ekonomi Indonesia, termasuk persoalan utang, pola konsumsi, serta kebutuhan untuk mengarahkan sumber daya kepada sektor-sektor produktif yang dapat memperkuat pembangunan nasional.

Dalam perspektif ekonomi syariah, pembangunan tidak semata-mata diukur melalui pertumbuhan ekonomi. Orientasinya juga mencakup terciptanya kesejahteraan, keadilan, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat melalui pendekatan Maqashid-Based Economic Transformation.

Hal tersebut menjadi relevan dalam menghadapi visi Indonesia Emas 2045, ketika Indonesia dituntut tidak hanya memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga fondasi ekonomi yang stabil, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan Studium Generale ini, Universitas Tazkia kembali memperkuat perannya dalam membangun perspektif akademik sekaligus praktis mengenai ekonomi syariah. Kehadiran Bank Muamalat Indonesia juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana prinsip-prinsip ekonomi syariah diterapkan dalam industri keuangan dan pembangunan ekonomi nasional.

Kegiatan ini turut memperkuat kolaborasi antara Universitas Tazkia dan Bank Muamalat Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang pengembangan pendidikan, riset, serta kontribusi nyata bagi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Dengan menghubungkan perspektif akademik, industri, dan nilai-nilai syariah, Studium Generale ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang tidak hanya memahami ekonomi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari transformasi ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.