Lompat ke isi
Sistem
Universitas Tazkia
Talkshow & Seminar

Monday Forum 360 - Pentingnya Peran Dosen dan Teman Sebaya bagi Kesehatan Mental Mahasiswa

Kehidupan kuliah tidak hanya soal tugas dan ujian. Di balik rutinitas akademis yang padat, menjaga kesehatan mental adalah hal yang tidak kalah penting. Guna membahas fenomena ini, kegiatan Monday Forum 360 Universitas Tazkia hadir dengan topik menarik: "Peran Dosen dan Teman Seb...

Universitas Tazkia Penulis
·2 menit baca

Kehidupan kuliah tidak hanya soal tugas dan ujian. Di balik rutinitas akademis yang padat, menjaga kesehatan mental adalah hal yang tidak kalah penting. Guna membahas fenomena ini, kegiatan Monday Forum 360 Universitas Tazkia hadir dengan topik menarik: "Peran Dosen dan Teman Sebaya dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Mahasiswa".

Diskusi inspiratif yang dilaksanakan pada 13 Juli 2026 ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Putri Ria Angelina (Kepala Unit Layanan BK UIKA) dan Nabella Dananier (Dosen Universitas Tazkia).

Berikut adalah poin-poin penting dan esensial dari pembahasan mereka:

1. Menjadi Support System yang Sehat

Sebagai mahasiswa, dinamika perkuliahan sering kali memicu stres atau kecemasan. Di sinilah peran dosen dan teman sebaya menjadi sangat krusial. Nabella Dananier menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekitar yang suportif.

"Kita harus menjadi teman yang sehat untuk mendengarkan," ujarnya.

Mendengarkan tanpa menghakimi (active listening) adalah langkah awal untuk membantu teman yang sedang merasa tertekan atau butuh tempat bercerita.

2. Definisi Sehat Mental Menurut WHO

Sehat itu tidak melulu soal tubuh yang bugar. Merujuk pada standar World Health Organization (WHO), konsep sehat yang seutuhnya mencakup dua aspek yang saling berkesinambungan, yaitu:

  • Sehat Fisik

  • Sehat Mental

Keduanya harus berjalan seimbang agar seseorang dapat berfungsi dan beraktivitas dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

3. Bahaya Self-Diagnosing (Mendiagnosis Diri Sendiri)

Saat merasa cemas atau sedih, tak jarang mahasiswa langsung mencari gejala di internet dan menyimpulkan sendiri gangguan mental yang mereka alami. Praktik self-diagnosing ini sangat tidak dianjurkan oleh para ahli.

Putri Ria Angelina mengingatkan, jika Anda merasakan ada sesuatu yang kurang nyaman pada diri sendiri, atau ketika kondisi emosional tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, itu adalah alarm bahwa Anda membutuhkan bantuan profesional.

"Kunci sehat mental adalah tahu kapan harus mencari bantuan. Jika sudah mengganggu aktivitas, segera hubungi helper atau psikolog," jelas Putri Ria Angelina.

Kesimpulan Menjaga kesehatan mental di lingkungan kampus adalah tanggung jawab bersama. Dosen yang peduli dan teman sebaya yang mau mendengarkan bisa menjadi penolong pertama bagi mahasiswa yang sedang kesulitan. Ingat, jangan mendiagnosis diri sendiri, dan jangan ragu untuk mencari bantuan ke unit konseling kampus jika kehidupan perkuliahan terasa mulai terlalu berat!