Profil STEI TAZKIA

Profil STEI TAZKIA

STEI TAZKIA merupakan perguruan tinggi yang lahir dalam kondisi krisis ekonomi tahun 1997 – 1998. Keterpurukan ekonomi dan runtuhnya industri perbankan nasional pada satu sisi dan bertahannya bank syariah pada sisi yang lain merupakan milestone dalam pengembangan ekonomi syariah sebagai ’systemof choice’.

 

Setelah menyelenggarakan berbagai pelatihan tentang perbankan syariah bagi para bankir dan pejabat di lingkungan Bank Indonesia serta terlibat dalam proses konsultasi dalam konversi bank umum menjadi bank syariah,Tazkia termotivasi untuk mendirikan lembaga pendidikan guna menghasilkan sumber daya insani yang kompeten untuk mengembangkan perbankan syariah pada khususnya dan ekonomi syariah pada umumnya. Upaya ini diwujudkan dalam bentuk pendirian Sekolah Tinggi Ekonomi Islam – STEI Tazkia melalui pendirian Yayasan Tazkia Cendekia pada pertengahan tahun 1999.

 

Faktor utama yang mendorong pendirian yayasan adalah adanya kelangkaan sumber daya insani untuk mengembangkan industri keuangan syariah. Sumber daya insani yang dimaksud adalah sumberdaya insani yang menguasai secara seimbang dan mendalam baik teori–teori perbankan dan ekonomi konvensional maupun perbankan dan ekonomi Islam (syariah).

Berdasarkan diskusi dengan berbagai pihak dan pakar, maka diperoleh suatu kesimpulan bahwa sumber daya insani perbankan syariah dan ekonomi syariah pada umumnya, tidak bisa dihasilkan melalui pelatihan-pelatihan atau kursus jangka pendek (short course) tetapi harus melalui pendidikan yang sistematis dengan jumlah waktu yang  relatif panjang.

 

Atas dasar kebutuhan ini maka Sekolah Tinggi Ekonomi Islam – STEI Tazkia didirikan dibawah pengelolaan Yayasan Tazkia Cendekia yang didirikan berdasarkan Akta No.5 Notaris Syarif Tanudjaja tanggal 11 Maret 1999.

 

STEI Tazkia meyakini bahwa hanya sistem ekonomi yang dipandu oleh hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah SWT-lah yang mampu mensejahterakan masyarakat  secara adil.  Sesuai dengan namanya yaitu Tazkia (Tazkiyyah), STEI Tazkia berusaha mendorong perekonomian umat untuk tumbuh (growth) secara bersih (purification). Upaya ini dilakukan melalui inovasi-inovasi yang produktif, efektif, dan efisien diiringi dengan upaya menyuburkan zakat dan sedekah sehingga membuahkan hasil yang berlipat ganda  untuk kesejahteraan  masyarakat.

Tazkia berusaha mendidik dan menghasilkan generasi muslim yang memiliki kompetensi dan komitmen untuk berbisnis dan berkreasi dengan tetap menjaga kesucian input, kesucian proses, dan kesucian output. Dengan semangat ‘growing and purifying’ ini Insya Allah Umat Islam mampu berjaya dalam bidang ekonomi dan bisnis.

 

Profile of STEI TAZKIA

STEI TAZKIA is a college established after the turbulent economic crisis in 1997-1998. The deterioration of the economy and the collapse of the national banking industry on one side and the resilience of Islamic banks on another is a milestone in the development of Islamic economy as a ‘system of choice’.

 

After conducting a variety of training about Islamic banking for bankers and officials within Bank Indonesia as well as being involved as a consultant in the conversion of commercial banks into Islamic banks, Tazkia went on to establish an educational institution to produce competent human resources in Islamic Economics particularly to develop Islamic banks. These efforts materialized in the form of the establishment of the Tazkia University College of Islamic Economics-STEI Tazkia by the founding of the Tazkia Cendekia Foundation in the middle of 1999.

 

The main factor that prompted the establishment of the foundation is the scarcity of human resources to develop the Islamic financial industry. Human resources needed are those who can equally master conventional banking and economics theory as well as Islamic theories of banking and economics.

 

Building on discussions with certain parties and experts, it had been concluded that the required human resources to develop Islamic banking and economics may not be yielded from trainings or short courses, but through a long systematic education period.

 

On the basis of such requirement, the Tazkia University College of Islamic Economics was established under the management of Tazkia Cendekia Foundation which had been founded based on the Notarial Deed No. 5 Sharif Tanudjaja on March 11, 1999.

STEI Tazkia firmly believes that an economic system under the guidance of laws and provisions of Allah can prosper the society. Based on the name of ‘tazkia’ (tazkiyyah), STEI Tazkia consistently tries to empower the economy of the society to grow in purity. This effort is made through innovations that are productive, effective, and efficient, together with efforts to encourage optimum management of zakat and charity so it may create multiplied results for the welfare of the community.

 

Tazkia strives to educate and produce Muslim generations who have the competencies and the commitment to run a business by maintaining the sanctity of the input, the sanctity of the process, and the sanctity of the output. In the spirit of ‘growing and purifying’, Muslims will be able to succeed in the field of economics and business. Insya Allah.

Ahmad BukhoriProfil STEI TAZKIA