All posts tagged: SDM Syariah

Roadmap KNKS, Berkah untuk Ekonomi Syariah

No comments

Dalam webinar yang diadakan BRI Corporate University, pakar ekonomi syariah ini menilai, roadmap Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan lebih mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam webinar berjudul “Peran Islamic Finance dalam Menunjang Perekonomian Indonesia”, ketua STEI Tazkia mengabarkan, peta jalan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sebenarnya sudah diterbitkan, namun belum bisa diakses oleh publik. Dalam peta jalan tersebut, di antaranya disebutkan, keuangan syariah diharapkan lebih bisa bersinergi dengan industri halal seperti makanan dan wisata halal.

Webinar kali ini diisi oleh, Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc sebagai pembiaya kunci. Dibuka oleh Asisten Deputi Manajemen SDM Eksekutif Kementerian BUMN, Imam Bustomi, dan sebagai tuan rumah adalah CLO BRI Corporate University, Retno Wahyuni Wijayanti dan CLO B & FS BUMN Corporate University, Lugiyem.

konomi syariah sejalan dengan SDG. Kalau melihat kepada maqasid syariah (tujuan syariah), program sustainable development goal (SDG’s) sejatinya sejalan dengan maqasid syariah. Misalnya, dalam pengembangan keuangan syariah, harus memikirkan kebermanfaatannya untuk pendidikan manusianya, atau hisbun nafs. “Juga dengan harta, bagaimana melindungi aset, rumah, harta, itu di hisbun al maal”, kata Murniati menjelaskan.

Namun, perkembangan keuangan syariah juga menghadapi tantangan. Salah satunya perlambatan, pertanyaan dari pemirsa webinar tentang melambatnya pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia.

Dijawab oleh Murniati, kurang komprehensifnya sosialisasi menjadi penyebabnya. Belum ada sosialisasi ekonomi syariah yang lengkap. Padahal, hampir 24 jam kita berurusan dengan masalah ekonomi, dan yang namanya ekonomi harusnya dijalankan secara syariah. “kita harus taklukan godaan iblis dengan ekonomi syariah, karena sudah dikatakan dalam kitab suci, iblis akan terus menggoda manusia, dengan dari harta dan anak”, kata Murniati menjelaskan.

Untuk mempercepat perkembangan ekonomi syariah, sebenarnya, Pemerintah telah memiliki roadmap. Ada beberapa roadmap yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan juga yang sudah diluncurkan di ISEF kemarin, roadmap-nya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

“Ini menjadi keseriusan dari pemerintah kita. Dengan adanya roadmap, menjadi lebih jelas arah pengembangannya dan akan ada perangkat di dalam KNKS. Dalam roadmap itu dari tahun ke sudah ada ukuran pencapaiannya yang diiginkan. Keuangan syariah adalah salah satu dari industri halal. Kita malu, kita mayoritas Muslim, tapi bukan pemain utama keuangan syariah, masih banyak negara non Muslim yang menjadi pemain utama”, kata Murniati menjelaskan.

Ke depan, menurutnya penting juga untul menjadikan industri keuangan syariah bisa membantu pengembangan industri makanan halal dan wisata.

Miftahul AnwarRoadmap KNKS, Berkah untuk Ekonomi Syariah
read more

Bank Syariah Diharapkan Memiliki Corporate University

No comments

Kementerian BUMN menilai, sebaiknya lembaga keuangan syariah yang masih menjadi anak perusahaan BUMN, dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dengan membangun Corporate University.

Sudah 26 tahun ekonomi syariah berkembang di Indonesia. Diawali , sejak Bank Muamalat Indonesia (BMI) pertama kali berdiri. Sudah sejauh mana perkembangannya? Dan terutama apa kontribusinya kepada perekonomian Indonesia? Inilah topik webinar BRI Corporate University hari ini, Kamis (20/12), yaitu “Peran Islamic Finance dalam Menunjang Perekonomian Indonesia”.

Webinar kali ini diisi oleh, Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc sebagai pembiaya kunci. Dibuka oleh Asisten Deputi Manajemen SDM Eksekutif Kementerian BUMN, Imam Bustomi, dan sebagai tuan rumah adalah CLO BRI Corporate University, Retno Wahyuni Wijayanti dan CLO B & FS BUMN Corporate University, Lugiyem.

Dari sisi pemerintah Imam Bustomi mengatakan, Kementerian BUMN masih dalam roadmapnya, menjadikan BUMN-BUMN Indonesia pemain global. Karena itu, holding di tiap sektor sejenis harus dibentuk. “Karena syariah selama ini menjadi anak perusahaan, pembinaan memang ada di induknya. Misalnnya BRI Syariah itu ada di Bank BRI dan BSM ada di Bank Mandiri. Usulannya menjadi menarik apakah Kementerian BUMN akan mendorong, kami juga ingin mempertemukan semua pelaku tadi, BSM, BRIS, BTN Syariah, BNI Syariah, dan asuransi syariah yang semuanya masih menjadi anak perusahaan dari BUMN, untuk bersama-sama mendorong perkembangannya, seperti apa”, kata Imam menjelaskan.

Dari sisi pengembangan SDM, Imam menjelaskan pihaknya juga menginginkan upaya pengembangan SDM harusnya terintegrasi dan semua pihak ada. “Sekarang ini yang kita lakukan, kita mau membangun corporate university yang selama ini hanya dimiliki oleh Bank Konvensional. Kami juga ingin mendorong mendorong pembelajaran khusus yang syariah untuk memiliki sendiri, saya telah mendorong BSM, BRI Syariah untuk membangung corporate university, khusus untuk yang syariah”, kata Imam lagi.

Sementara kini banyak pakar bicara tentang industri 4.0, mungkin pekerjaan manusia akan mulai banyak diganti oleh robot. Tapi, yang tidak bisa diganti adalah ahli syarioah. Oleh karena itu, menurut Murniati Mukhlisin, ketika kita membangun menuju industri 4.0, kita jangan melupakan yang syariah-syariah ini. “Saya berharap yang tadi disampaikan pak Imam, kalau bisa BUMN lebih serus menggarap syariah”, kata Murniati berharap.

Ia menambahkan, mengutip keterangan pendiri STEI Tazkia, Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec di Surabaya, dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018 pada 11-15 Desember 2018. Syafii Antonio berharap, suatu saat saat, Bank Indonesia (BI) akan bernama Bank Indonesia Syariah. Di saat itu, “Akan ada divisi konvensional dari Bank Indonesia Syariah tersebut. Apakah tidak mungkin? Wallahuallam, apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin bagi Allah”, kata Murniati mengutip Syafii Antonio.

Miftahul AnwarBank Syariah Diharapkan Memiliki Corporate University
read more