All posts tagged: institut tazkia

Institut Tazkia Sukses Selenggarakan 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2020

No comments

BOGOR, 27 November 2020. 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF) telah sukses terselenggara pada tanggal 24 hingga 26 November 2020. Penyelenggaraan 8th AICIF merupakan wadah bertukar pikiran, ide serta gagasan dari berbagai perguruan tinggi negara-negara ASEAN yang bergerak di bidang keuangan syariah. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi lahirnya inovasi untuk pemulihan keuangan syariah global dan membangkitkan optimisme bagi pelaku keuangan syariah terutama di wilayah ASEAN.

Di tahun ini, 8th AICIF 2020 mengusung tema “Islamic Finance’s Contribution to Sustainable Human Development in ASEAN”. 8th AICIF 2020 merupakan kegiatan keuangan syariah internasional yang dihadiri oleh para ahli dan pakar keuangan syariah dari berbagai perguruan tinggi di ASEAN.

Penyelenggaraan 8th AICIF 2020 dilakukan dengan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan pembukaan pada 24 November 2020 oleh Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec (Ketua Yayasan Tazkia Cendekia yang menaungi Institut Tazkia), Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc (Rektor Institut Tazkia) dan Prof. Al Makin, MA, Ph.D (Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec. mengatakan bahwa kegiatan 8th AICIF 2020 ini adalah wujud peran negara-negara ASEAN dalam upaya untuk menciptakan pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan dengan strategi triangle of success (segitiga kesuksesan).

Saat puncak acara, 8th AICIF 2020 menghadirkan berbagai kegiatan, seperti webinar panel bersama para pakar keuangan syariah, kolokium dan konferensi virtual, rector’s talk, hingga kompetisi video ekonomi syariah.

Tahun ini, gelaran 8th AICIF 2020 dihadiri oleh lebih dari dari 300 partisipan dan 100 presenter konferensi. Selain, sejumlah pihak yang terlibat diantaranya perwakilan dari International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE), International Islamic University Malaysia, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Mindanao State University Filipina dan Universitas Darussalam Gontor.

Acara penutupan 8th AICIF 2020 dilaksanakan pada 26 November 2020 oleh Nurizal Ismail selaku ketua panitia, kemudian pengumuman pemenang kompetisi video yang dimenangkan oleh Institut Tazkia dan Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam sebagai runner up.

Selain itu diumumkan pula paper terbaik 8th AICIF 2020; (1) Ken Sudarti, Olivia Fachrunnisa (UNISSULA), (2) Nur Amirah Mohd Razin, Romzie Rosman (IIUM), (3) Bandar Mohammed Saif, Ashurov Sharofuddin, Razali Haron (IIUM), (4) M. Alfan Rumasukun, Ahmad Lukman Nugraha (UNIDA), (5) Assoc. Prof. Dr. Salina Kasim, Prof. Dr. Engku Rabiah Adawiah Engku Ali, Dr. Syed Marwan Mujahid Syed Azman, Dr. Roziha Che Haron, Norizan Satar (IIUM), (6) Abdul Qoyum, Hadri Kusuma, Ibnu Qizam (UIN SUKA), (7) Erlina Dewi, Endah Amaliyah, Sri Hartono (UNISSULA)

Dengan diberikannya penghargaan tersebut, diharapkan dapat menjadi apresiasi bagi para partisipan yang mendapatkannya dan motivasi agar lebih semangat berkontribusi untuk keuangan syariah yang lebih baik. 8th AICIF 2020 diakhiri dengan doa serta sesi foto bersama.

Rizqi ZakiyaInstitut Tazkia Sukses Selenggarakan 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2020
read more

Apakah Anda Tahu Peran Perbankan Islam bagi Pembangunan Masyarkat?

No comments

Alhamdulillah, setelah sesi panel 1 di hari ke-2 sukses diselenggarakan, rangkaian kegiatan 8th AICIF pada hari Rabu, 25 November 2020 M/10 Rabiul Akhir 1442 H dilanjutkan dengan sesi panel ke dua. Terdapat dua sub-tema di sesi panel ke dua ini. Sub-tema pertama iala “The Role Of Islamic Banking In Community Development” dan yang kedua ialah “Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals “  Panel ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan ditayangkan secara live YouTube Tazkia TV. Panel ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.30 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan ditayangkan secara live YouTube Tazkia TV.

 

Mr. Romy Buchari

PT Maybank Indonesia, tbk

The Role Of Islamic Banking In Community Development: Highlight from Maybank Indonesia

 

Sesi panel 2 dimoderatori oleh Widya Puspita Sari, mahasiswi Institut Tazkia.  Adapun Pembicara pertama pada subtema “The Role Of Islamic Banking In Community Development” adalah Bapak Romy Buchari, perwakilan dari PT Maybank Indonesia, tbk. Pada presentasinya, beliau menjelaskan terkait peran perbankan Islam untuk kemajuan masyarakat dari perspektif Maybank Indonesia. Menurutnya, perkembangan Indonesia dalam konteks aset perbankan semakin berkembang dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2014, Maybank Syariah mulai mengadopsi Sharia First yang mengacu pada strategi kunci yang mengandung nilai-nilai syariah kepatuhan terhadap komersialitas layanannya. Menurutnya, inilah yang menjadi preferensi konsumen mayoritas Indonesia. Maybank Syariah menyediakan produk yang tersedia dan masuk akal bagi pelanggan dan masih dapat diterima (syariah). Strategi kunci ini membutuhkan dukungan dari semua tingkatan bank. Selain itu, beliau menyatakan strategi utama lain yang membantu Maybank Indonesia menjadi ukuran substansial yang cukup besar adalah mereka tidak bergantung pada siklus perbankan ritel. Maybank Syariah juga mengembangkan perbankan komersial, korporasi, dan grosir (perbankan global dan bisnis).

Dalam presentasinya, ia mengatakan Maybank Syariah benar-benar berusaha untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar dan berusaha untuk terlibat dengan berbagai komunitas agar dapat membantu & memberikan nilai positif. Strategi inovasi berbasis komunitas ini bertujuan untuk menjangkau pelanggan atau komunitas melalui smartphone. Karena Maybank  tidak menyediakan ribuan cabang di seluruh Indonesia, ini bisa menjadi cara efektif bagi mayoritas masyarakat yang mayoritas memiliki smartphone. Maybank Syariah bekerjasama dengan banyak komunitas di Indonesia yang juga memiliki platform online seperti komunitas modest fashion dan komunitas sepeda. Maybank Syariah juga melihat sisi komersialitas (manfaat ekonomi aktual) produk-produk dengan nilai syariah yang bisa ditawarkan kepada pelanggannya. Misalnya: Maybank Syariah menyediakan fitur asuransi takaful gratis dari rekening tabungan nasabah. Untuk meningkatkan produktivitas, Maybank Syariah membangun kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terpercaya dan bereputasi serta kolaborasi strategis dalam proyek pemerintah untuk mendukung SDGs.

Menurutnya, sifat pasar di Indonesia yang tertarik pada aspek syariah namun tetap memperhatikan pada komersialitas produk. Untuk menyikapi hal tersebut, Maybank Indonesia bekerja memenuhi permintaan masyarakat, misalnya: membuat produk lebih menarik. Menurutnya, dia berharap pemerintah memberikan perhatian pada pembangunan. Misalnya, saat ia berargumen, “Mengapa tidak meminta sivitas akademika untuk memiliki rekening bank syariah? Itu bisa dimulai oleh kementerian agama. Ini adalah kemenangan cepat yang dengan mudah dapat meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia ” sahutnya.

Ia menyatakan bahwa ekonomi Islam adalah sebuah perjalanan, meskipun tidak sempurna jika dibandingkan dengan perbankan konvensional. Dalam konteks Perbankan Syariah, ia berharap pangsa pasar Perbankan Syariah bisa naik lebih dari 6%.

 

Dr. Ken Sudarti M.Si,

Universitas Islam Sultan Agung sebagai

Strategi Pembangunan Manusia dalam Emerging Economies Islamic Vanguard Spirit (IVS)

 

Pembicara kedua pada tema “The Role Of Islamic Banking In Community Development” adalah Dr. Ken Sudarti M.Si, dari Universitas Islam Sultan Agung.  Pada sesi ini, beliau menyampaikan terkait bidang yang sedang ia teliti dan tekuni yakni Islamic Vaniguard Spirit. Menurutnya, Islamic Vanguard Spirit (IVS) adalah semangat individu untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik, memperbaiki diri terus menerus, juga meminta dan membantu yang lain bersedia dan melakukan aktivitas kerja terbaik. Ada tiga macam keunikan dari kebaruan ini: 1. hubungan ganda (HabluminAllah dan Habluminannas), 2. dimensi ganda tepat waktu (di dunia dan akhirat), dan 3. Pemberdayaan ganda (self-empowering dan empowering others).

 

Terdapat empat dimensi IVS; Excellence Achievement Spirit (EAS), Long-Life Learning Spirit (3LS), Voluntary Asking Spirit (VAS), dan Voluntary Helping Spirit (VHS). Setiap dimensi memiliki beberapa indikator. Pertama, indikator EAS yaitu: melakukan yang terbaik berdasarkan ibadah, optimalisasi sumber daya, kemitraan yang adil, dan profesionalisme. Kedua, indikator 3LS, yaitu: perbaikan berkelanjutan, pembelajaran dari pengalaman masa lalu, pembelajaran observasional, dan lebih baik tanpa menghilangkan orang lain. Ketiga, indikator VAS yaitu: intensitas dakwah, komunikasi dakwah, kepribadian dakwah. Keempat, indikator VHS yaitu: semangat membantu sesama, inisiatif membantu secara spontan, inisiatif membantu tanpa mengharapkan balasan dan inisiatif membantu peran ekstra. Ini adalah strategi pembangunan manusia yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai kemanusiaan lembaga keuangan Islam.

Beliau menyimpulkan beberapa poin. Pertumbuhan lembaga keuangan Islam bergantung pada manusia, oleh karena itu manusia harus memiliki jiwa khilafah (penerus) yang baik. Selain itu, melalui pemberdayaan ganda (self-empowering and empowering others), setiap individu mampu memotivasi dirinya sendiri untuk mencapai hasil terbaik, sekaligus memberdayakan rekan kerja. Beliau juga mengemukakan bahwa untuk mewujudkan IVS, pelatihan dan pendampingan yang meliputi pemahaman nilai dan konsep dasar ekonomi Islam perlu terus dilakukan peningkatan kapasitas dan kualitas hasil.

 

Dr. Yurizal Djamaluddin Sanergo, M.Ec

Universitas Darusasalam Gontor (UNIDA)

Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals

 

Sesi panel ke-2 ini dilanjutkan dengan tema kedua, yaitu: “Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals”. Pembicara pertama pada tema ini ialah Dr. Yurizal Djamaluddin Sanergo, M.Ec, dari Universitas Darusasalam Gontor (UNIDA)

 

Di awal pemaparannya, beliau membuka topik terkait Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, latar belakang SDGs: terinspirasi dari konsep Triple Bottom Line (TBL) atau dalam istilah lain disebut 3P (profit, people and planet). Tujuan pembangunan baru ini menegaskan kembali komitmen internasional untuk mengakhiri kemiskinan. Ada empat pilar SDGs, yaitu: 1. Pembangunan Sosial, 2. Pembangunan Ekonomi, 3. Pembangunan Lingkungan, dan 4. Pembangunan Hukum dan Pemerintahan. SDGs akan mempengaruhi para praktisi untuk berkerja sama guna mencapai pembangunan berkelanjutan.

Sebelum SDGs, PBB memiliki Millenium Development Goals (MDGs). Beberapa agenda MDGs yang belum tercapai akan dilanjutkan dalam pelaksanaan pencapaian SDGs hingga tahun 2030. Beliau menyatakan ada beberapa perbaikan SDGs seperti: kerangka SDGs disusun menggunakan isu negara berkembang, perluasan sumber pendanaan, mengedepankan HAM dan inklusivitas, melibatkan semua pihak untuk berkontribusi, dan memiliki target untuk menyelesaikan semua tujuan (zero goal).

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa beberapa inisiatif atau regulasi di Indonesia telah dirumuskan SDGs dalam rangka mempromosikan SDGs. Namun sekali lagi, ia menegaskan bahwa semua inisiatif besar tidak bisa tercapai kecuali ada cara partisipatif atau inklusif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Berbicara tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM), ia menyatakan peran LKM penting untuk mendukung SDGs. Namun, beliau juga berpendapat bahwa karena LKM adalah pasar yang sepenuhnya berbasis, apa yang mereka lakukan hanyalah “membiayai kemiskinan” dan tidak ada hubungannya dengan mempromosikan pencapaian SDGs.

Masalah kemiskinan sangat terkait dengan inklusi sosial. Dan pendekatan yang dapat digunakan untuk mewujudkan inklusi sosial adalah melalui pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini mencakup perantara sosial dan perantara komersial. Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas dan kebutuhan sosial untuk mengatasi kemiskinan di antara anggota masyarakat marjinal. Metode ini harus diadopsi di beberapa LKM.

Ia menutup presentasinya dengan menyebutkan beberapa sambutan. Pertama, tujuan pemberdayaan masyarakat. Kedua, meningkatkan komitmen pemerintah untuk terlibat penuh dalam mewujudkan SDGs. Dan terakhir, diperlukannya pengembangan produk yang kreatif dan inovatif dalam kerangka “Paradigma Maslahah”.

 

Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail,

Universitas Sains Islam Malaysia

Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals

 

Sesi panel ke 2 diakhir dengan pembicar dari Universitas Sains Islam Malaysia, Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail. Ia mengawali presentasinya dengan topik yang sama yaitu Susutainabale Development Goals (SDGs). Menurutnya SDGs merupakan sebuah kerangka tujuan yang ambisius dan juga membutuhkan upaya yang mencakup semua pihak dan membutuhkan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan: pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Ini sangat penting bagi negara-negara berkembang yang jauh di belakang target.

Lebih lanjut, ia melanjutkan presentasinya tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Menurutnya, karakter LKMS yang bersifat sosial ekonomi dapat menciptakan upaya sinergis dalam pencapaian SDGs.

Dalam presentasinya, ia menampilkan data tentang pencapaian SDGs di negara-negara di dunia. Secara keseluruhan, hanya SDG no 1, 12, 13 yang telah tercapai. Sebagian besar negara muslim atau negara Organisation Kerjasama Islam (OKI) belum mencapai SDG no 1 (pengentasan kemiskinan). Ia berpendapat bahwa untuk mencapai dan menyukseskan SDGs, kita bisa mulai dengan menganalisis keselarasan rencana nasional (kebijakan moneter selaras dengan indikator SDG), termasuk peran LKMS.

Apa yang telah dilakukan LKMS? Menurutnya, LKMS telah membuktikan dampaknya terhadap pembangunan sosial-ekonomi, pemberdayaan perempuan, pengembangan sumber daya manusia dan modal sosial pedesaan, pengentasan kemiskinan, pengembangan pendidikan peminjam, pengembangan kewirausahaan dan UKM, kesehatan dan kesejahteraan, inovasi dan pengembangan produk baru, keberlanjutan finansial, dan keberlanjutan kelembagaan. Dampak tersebut sejalan dengan poin-poin dalam SDGs.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mengetahui pelaporan kegiatan LKMS. Hal ini bertujuan untuk menilai dampaknya terhadap SDGs dan juga sebagai kebijakan intervensi pembangunan sosial ekonomi melalui LKMS. Ia mencontohkan beberapa kegiatan  yang berdampak pada SDGs melalui pembiayaan dan shadaqah.

Terakhir, karena latar belakang SDGs adalah konsep 3P, ia mengkritisi bahwa pandangan dunia SDGs hanya berfokus pada People (Manusia) dan Planet saja tetapi tidak melihat konteks Pencipta (Manusia) dan Planet (Allah Ta’ala).

Rizqi ZakiyaApakah Anda Tahu Peran Perbankan Islam bagi Pembangunan Masyarkat?
read more

Yuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!

No comments

Bogor, 24 November 2020. Bank Indonesia (BI) menilai, 8th AICIF merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek dari krisis ekonomi saat ini. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Prijono dalam keynote speech-nya.

 

“8th AICIF ini merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek krisis setelah pandemi melalui perbaikan ekonomi dengan sudut pandang Islam, sejalan dengan Bank Indonesia yang sudah membuat blueprint berisi rencana perkembangan ekonomi Islam, keuangan Islam hingga riset dan pendidikan”, kata Prijono dalam gelaran 8th AICIF, Selasa (24/11/ 9 Rabiul Akhir 1442 H).

 

Prijono juga melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor ekonomi syariah, sehingga sangat potensial untuk terus dikembangkan.

 

Potensi besar ekonomi syariah ini juga bisa dilihat dari perkembangan industri halal di kawasan ASEAN. Dalam panel 1 dengan sub-tema “ASEAN Halal Industry and Islamic Finance in Sustainable Development Programs”, pembicara pertama yaitu Assoc. Prof. Dr. Nurul Aini Muhamed dari University Sains Islam Malaysia. Beliau menyampaikan materi tentang perkembangan industri halal dan keuangan Islam di Malaysia.

 

Industri Halal di Malaysia

Menurut Nurul Aini Muhamed, kepatuhan syariah yang menyeluruh dalam industri halal harus termasuk di dalamnya bidang bisnis, keuangan, rantai nilai halal, hingga ekosistem. “Sektor sektor halal saat ini variatif dan sangat besar, dan tidak terbatas pada negara-negara mayoritas Muslim. Pasar halal juga sangat potensial, meski keuangan syariah belum termasuk dalam sektor industri halal”, kata Nurul Aini menjelaskan.

 

Dalam Panel 1 yang dimoderatori oleh Mutia Mustafa, mahasiswi Institut Tazkia ini, Nur Aini juga menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan industri halal adalah kesadaran muslim, populasi, faktor ekonomi dan kerangka regulasi yang kuat. Tak lupa, Nur Aini mengisahkan, perkembangan sertifikasi halal di Malaysia sendiri dimulai pada tahun 1974 dan regulasinya terus mengalami perkembangan, meski pendekatan setifikasi halal masih bersifat sukarela dan belum bersifat wajib.

 

Adapun perkembangan dari perbankan Syariah di Malaysia dimulai sejak tahun 1983 dengan didirikannya Bank Negara Malaysia (BNM), regulasinya mulai dibentuk pada tahun 2013 dan diperbarui pada tahun 2019 dengan Shariah Governance Policy Document. Kepatuhan Syariah diatur dengan lisensi yang dikeluarkan oleh BNM. Nur Aini mengakhiri materinya dengan menyatakan bahwa ketika industri halal dan perbankan syariah berkolaborasi, industri syariah dan keuangan Islam dapat berkembang lebih luas lagi, Insya Allah.

 

Panel 1 ini berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live via YouTube Tazkia TV.

 

Industri Halal di Brunei

Lain di Malaysia, lain di Brunei Darussalam. Pembicara kedua, asisten profesor senior di Fakultas Ekonomi & Keuangan Islam Universitas Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam, Dr. Hakimah Yaacob berpendapat bahwa perbankan dan keuangan syariah memiliki lapisan yang berbeda dengan perbankan konvensional yang memiliki tiga lapisan: dimulai dari bank lokal kemudian bank sentral dan terakhir hukum AS, OECD dan entitas internasional.

 

“Berbeda dengan perbankan, industri halal cenderung memiliki model lain yang diusulkan, dan berisi SOP, Standar, hukum halal, halal regional/ASEAN dan standar internasional. Namun selain sistem struktural tersebut, terdapat beberapa tantangan dalam standardisasi global di bidang halal, seperti perbedaan madzhab, pemberi sertifikasi halal, islamophobia global, kampanye anti halal, isu halal dan thayyiba serta hak-hak hewan,” kata Hakimah Yaacob menjelaskan.

 

Hakimah pun menyimpulkan, halal tidak hanya sebatas produk, tetapi juga cara termasuk produksi dan pengolahannya, hal ini berkaitan dengan konsep thayyiba, dimana sertifikasi halal pada sebagian negara perlu diteliti kembali jika produk tersebut ternyata didapati tidak aman atau berkualitas rendah, karena sejatinya halal dan thayyiba harus ditetapkan dengan komprehensif di tingkat internasional.

 

Peran Sertifikat Halal untuk Ekonomi Bangsa

Bagaimana dengan Indonesia? Pembicara terakhir pada Panel 1 ini adalah Dr. Indra, M.Si yang merupakan ketua Halal Center dari Institut Agama Islam Tazkia, Indonesia. Dalam materinya, Indra mengulas tentang Industri halal Indonesia dan urgensi sertifikasi halal bagi UKM. “Berdasarkan data, Indonesia saat ini masuk dalam peringkat 5 besar terkait perkembangan industri halal, dan keluarnya undang-undang jaminan produk halal (UUJPH) sebagai pendukung perkembangan tersebut kemudian mengharuskan adanya sertifikasi halal untuk semua produk, namun masih ada tantangan yang kita hadapi, salah satunya adalah minimnya jumlah produk usaha kecil yang memiliki sertifikat halal, terutama UMKM yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi bangsa”, kata Indra menjelaskan.

 

Padahal menurutnya, dengan adanya sertifikasi halal, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh UMKM. Karenanya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM dengan memberikan mentoring serta menyediakan pengawas/supervisor bagi para pelaku UMKM.

 

Saat ini, Institut Tazkia di bawah LPPM Tazkia telah berinisiatif membentuk Tazkia Halal Center yang salah satu proyeknya adalah membuat kantin halal dan kedepannya berupa sosialisasi dan training terkait sertifikasi halal bagi masyarakat.

Rizqi ZakiyaYuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!
read more

Institut Tazkia Resmi Membuka 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF)

No comments

BOGOR, 24 November 2020. Meski dunia kini tengah dilanda pandemi Covid 19, perkembangan riset dan training tentang ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat, terutama di beberapa negara ASEAN.  Meskipun masih banyak tantangannya.

 

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP., “Namun, kita masih menghadapi banyak tantangan sehingga perlu bersama-sama berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang”, kata Murniati di saat pembukaan rangkaian 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF), Selasa (24/11/ 9 Rabiul Akhir 1442 H) di Institut Tazkia, Bogor.

 

Gelaran 8th AICIF kali ini, bertema “Islamic Finance’s Contribution to Sustainable Human Development in ASEAN”. Acara dilaksanakan secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live via YouTube Tazkia TV dengan lebih dari 250 partisipan dari berbagai negara.

 

Ketua Yayasan Tazkia Cendekia yang menaungi Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec Dalam pidato pembukaan 8th AICIF ini, menjelaskan tentang triangle of success yang merupakan strategi untuk menciptakan pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan. Institut Tazkia sendiri, bertindak sebagai host untuk 8th AICIF.

 

Pidato pembukaan Muhammad Syafii Antonio ini sekaligus, secara resmi membuka rangkaian 8th AICIF.

 

Selanjutnya adalah pidato dari Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP. Bu Rektor memulai pidatonya dengan memimpin pembacaan Tazkia value.

 

Islam Selalu Diwarnai oleh Aktifitas Bisnis

Pembukaan terakhir disampaikan oleh co-host 8th AICIF, rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Al Makin, MA, Ph.D. Al Makin menceritakan tentang urgensi perdagangan dan kisah tentang jual beli dalam sejarah Islam sejak periode Makkah, di mana Islam selalu diwarnai dengan aktivitas bisnis, bahkan Islam masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Kita harus terus belajar untuk mencapai kemakmuran.

 

Gelaran 8th AICIF ini disponsori oleh Bank Maybank Syariah Indonesia dan merupakan hasil kolaborasi Institut Tazkia dengan International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE) dan beberapa perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, di antaranya yaitu International Islamic University Malaysia, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Mindanao State University Filipina serta Universitas Darussalam Gontor.

 

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB oleh moderator, Raihan Agra Dharana Kanz selaku mahasiswa Program Internasional  Institut Tazkia. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat Al-Quran oleh Tegar Iman dan Fatih Ulwan. Kemudian ditampilkan video dari 8th AICIF, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Tazkia.

 

Institut Tazkia sendiri berharap, dengan dilaksanakannya 8th AICIF ini, diharapkan dapat menjadi ajang bagi para praktisi, akademisi maupun regulator untuk terus belajar dan berinovasi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah di seluruh dunia.

Rizqi ZakiyaInstitut Tazkia Resmi Membuka 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF)
read more

Dihadiri Sri Mulyani, Institut Agama Islam Tazkia Gelar Wisuda ke-16

No comments

Bogor, 28 Oktober 2020 / 11 Rabiul Awwal 1442 –  Institut Agama Islam (IAI) Tazkia menggelar wisuda ke-16 di Auditorium Institut Tazkia, Sentul City, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (28/10/2020). Prosesi acara digelar secara offline dan online dengan protokol kesehatan.

Jumlah wisudawan angkatan tahun 2019-2020 ini sebanyak 195 orang, terdiri dari program Studi Ekonomi Syariah sebanyak 17 orang wisudawan, dari program Studi Akuntansi Syariah sebanyak 47 orang, dari program Hukum Ekonomi Syariah sebanyak 22 orang, dari program Manajemen Bisnis Syariah sebanyak 84 orang, dari program Pasca Sarjana sebanyak 16 orang dan dari program diploma Keuangan Mikro Syariah sebanyak 9 orang wisudawan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendikia, Dr. Muhammad Syafii Antonio M.Ec menyampaikan bagaimana sejarah pendirian IAI Tazkia. Ia menjelaskan bahwa IAI Tazkia lahir dari suatu urgensi bagaimana memadukan nilai-nilai spiritual dengan kebutuhan majemen dan profesionalisne serta bisnis.

“Bagaimana mengaplikasikan hukum-hukum Allah yang tercermin dalam Al-Qur’an dan sunnah dalam kehidupan nyata yang diisiasi para ekonom dengan ahli syariah dan ahli fikih,” kata Syafii dalam sambutannya.

Karena itulah, kata dia, IAI Tazkia hadir untuk bisa mengintergrasikan kedua disiplin ilmu tersebut dalam suatu tatanan silabus dan prodi-prodi yang harapannya menghasilkan insan-insan bertakwa yang unggul. “IAI Tazkia hadir untuk bisa membangun bersama anak bangsa lainnya agar Indonesia menjadi negara adil, makmur dan sejahtera,” kata Syafii Antonio menjelaskan.

Syafii mengingatkan bahwa momen wisuda ini adalah akhir dari sebuah awal untuk melangkah ke tahap berikutnya. “Mudah-mudahan para wisudawan berhasil dalam kiprahnya saat terjun di tengah-tengah masyarakat, namun yang harus selalu diingat adalah nilai-nilai tauhid harus selalu hadir, karena kita semua ada dan akan kembali kepada Allah Swt,” kata Syafii menegaskan.

Sementara itu, Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin MAcc CFP mengungkapkan bahwa visi misi Tazkia akan mengalami perubahan. “Kita sedang merencanakan mengubah visi misi menuju perguruan kelas dunia berbais digital dengan karakter Tazkia,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Murniati memaparkan kerjasama Tazkia dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah di berbagai wilayah di Indonesia, dengan lembaga keuangan hingga lembaga pendidikan internasional di berbagai negara.

Selama ini, kata Murniati, sudah banyak prestasi mahasiswa yang membanggakan baik dari level nasional maupun internasioanal. “Sementara dari tenaga pengajar, saat ini sudah 22 dosen Institut Tazkia sudah bergelar doktor dan 17 sedang menempuh pendidikan doktor, dan ada dua orang (Muhammad Syafii Antonio dan Murniati Mukhlisin) yang akan menjadi guru besar Institut Agama Islam Tazkia,” kata Murniati menjelaskan.

Institut Tazkia selama ini juga banyak menerima penghargaan dari berbagai pihak, yang terakhir Institut Tazkia menjadi kampus keuangan syariah terbaik di dunia.

Meski demikian, kata Murniati, dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih, sikap akhlakul kharimah dengan program karakter yang dibangun oleh Institut Tazkia harus selalu menjadi landasan dalam bersikap.

Dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani

Wisuda IAI Tazkia tahun ini menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D yang memberikan sambutan sekaligus orasi ilmiah secara online.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani mengucapkan selamat atas keberhasilan para wisudawan dalam menempuh jenjang pendidikan di IAI Tazkia. Ia berharap wisudawan bisa sukses dalam karir dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat dalam membangun bangsa.

Saat ini, kata dia, pandemi wabah Covid-19 mengubah kehidupan masyarakat di seluruh dunia, pandemi menyebabkan dampak yang luar biasa, khususnya aspek kesehatan dan ekonomi. Bangsa Indonesia sendiri telah melalui berbagai tantangan di masa lalu, dan tantangan saat ini salah satunya adalah bagaimana kemampuan mengelola keuangan.

Sri Mulyani berharap, alumni Institut Tazkia akan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusinya sebagai ikhtiar kita bersama dalam rangka mewujudkan Indonesia yang maju. “Kompetensi Anda dalam keuangan Islam bisa dikembangkan dan ditingkatkan secara luas karena pemerintah juga terus melakukan inovasi dalam bidang keuangan syariah,” jelasnya.

“Saya berharap alumni Institut Tazkia menjadi mutiara-mutiara yang mampu membangun bangsa dan memperkuat pondasi ekonomi Indonesia termasuk ekonomi Islam,” tandas Sri Mulyani. [ ]

Rizqi ZakiyaDihadiri Sri Mulyani, Institut Agama Islam Tazkia Gelar Wisuda ke-16
read more

Selamat Jalan Pejuang Sejati Kebanggaan Umat: Gurunda KH Abdullah Syukri Zarkasi

No comments

Institut Tazkia sebagai Kampus Terbaik Ekonomi Syariah tidak lepas dari Kontribusi Alumni Gontor, banyak alumni nya melanjutkan studi di Tazkia dan menorehkan tinta emas membawa harum nama besar Tazkia di Manapun berada. Maka wafatnya Ayahanda, Gurunda Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasi menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Institut Tazkia.

Semoga alumni-alumni Gontor yang telah berkiprah dimanapun, menjadi untaian amal jariyah menghiasi alam qubur dan akhirat beliau selanjutnya. Tinggal tanggung jawab kita yang masih hidup untuk melanjutkan perjuangan beliau sebagaimana pesan beliau : “Hidup adalah Perjuangan”

Kami yang Berduka
*Keluarga Besar Institut Tazkia*

Rizqi ZakiyaSelamat Jalan Pejuang Sejati Kebanggaan Umat: Gurunda KH Abdullah Syukri Zarkasi
read more

Pelantikan Pengurus Himtas 2020/2021

No comments

Senin (12/10) berlangsung Kegiatan Pelantikan Ketua, Wakil dan Struktur Kepengurusan Baru HIMTAS (Himpunan Mahasiswa Tadris) periode 2020-2021 yang dilaksanakan secara Online melalui Google meet. Acara pelantikan tersebut dihadiri Oleh Pak fadhili Suko Wiryanto, M. Si selaku perwakilan dari Koordinator Program Studi Tadris IPS, Delegasi dari Organisasi T-Smart dan Himmah serta Mahasiswa Tadris IPS.

Acara Pelantikan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara utama berupa pembacaan SK dan dilanjutkan dengan pelantikan Ketua dan wakil oleh Kaprodi serta pengambilan sumpah pengurus baru Himpunan Mahasiswa Tadris IPS.

Sahlan Abbas selaku ketua HIMTAS yang dilantik dalam sambutannya menyampaikan bahwa akan berusaha menjalankan amanahnya sebaik mungkin dengan membangun kerjasama yang solid dengan semua pengurus HIMTAS.

Dengan dilantiknya pengurus HIMTAS periode 2020/2021 diharapkan akan membawa perubahan bagi Prodi Tadris IPS untuk menjadi lebih baik kedepannya. Lewat HIMTAS, mahasiswa/mahasiswi Tadris IPS mampu menyalurkan minat, bakat, serta menambah pengalaman dalam berorganisasi.
Meskipun dalam masa pandemi ini kegiatan akan sangat terbatas, tapi Himtas akan bersinergi secara maksimal dalam melaksanakan program-programnya.

Semua program atau kegiatan tidak akan berjalan baik tanpa dukungan dari semua pihak khususnya Mahasiswa Prodi Tadris IPS itu sendiri. Oleh karena itu semua pihak harus bekerjasama dan bersinergi demi Prodi Tadris IPS yang lebih baik.

Rizqi ZakiyaPelantikan Pengurus Himtas 2020/2021
read more

Targetkan Terakreditasi AACSB di Tahun 2023, Intitut Tazkia Jalin Kerjasama dengan FEB UGM

No comments

Institut Tazkia, menargetkan terakreditasi international AACSB di tahun 2023. Hal tersebut disampaikan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., pada acara pelatihan “AACSB awareness”, Senin 28 September 2020. Acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Institut Tazkia dan dihadiri oleh Rektor, wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, Sekprodi dan Dosen di lingkungan Institut Tazkia, menghadirkan nara sumber Kepala Unit Jaminan Mutu (UJM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada, Dr. Suyanto, S.E., M.B.A sebagai narasumber. FEB UGM adalah salah satu dari 2 Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah terakredreditasi AACSB.

Dr. Suyanto, S.E., M.B.A, memulai paparan dengan pentingnya menyusun misi fakultas dan prodi. “misi yang telah ditetapkan menjadi rujukan utama dalam setiap aktifitas atau program kerja fakultas/ prodi. Setiap kata dalam misi, harus tergambarkan atau dipertanggung jawabkan dalam program kerja”, tegasnya. Lebih lanjut, Dr. Suyanto, S.E., M.B.A menguraikan 9 standar akreditasi AACSB yang harus dipersiapkan dengan baik, yaitu; 1). strategic planning, 2). physical, virtual and financial resources, 3). faculty and professional staff resources, 4). curriculum, 5). assurance of learning, 6). learner progression, 7). teaching effectiveness and impact, 8). Impact of scholarship and 9). Engagement and societal impact.

Pelatihan yang dipandu oleh Dr. Afif Zaerofi, M.M (LPM Institut Tazkia) berlangsung hangat dan produktif. Saat ditanya salah satu peserta, kunci sukses akreditasi AACSB, menurut Dr. Suyanto, S.E., M.B.A, akreditasi adalah kerja tim. Tanpa komitmen tim (manajemen, dosen, tenaga kependidikan), akreditasi tidak akan berhasil (AZ).

Rizqi ZakiyaTargetkan Terakreditasi AACSB di Tahun 2023, Intitut Tazkia Jalin Kerjasama dengan FEB UGM
read more

Bersama KIFEZ, Kemahasiswaan Institut Tazkia mengadakan Lomba di Masa PJJ

No comments

Kamis, 10 September 2020 / 24 Muharram 1442 H. Masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai penyesuaian pembelajaran perkuliahan kondisi Pandemi Covid-19 dioptimalkan oleh Kemahasiswaan Institut Tazkia bersinergi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di Bidang Photography yang bernama KIFEZ untuk Mengadakan lomba bertema PJJ.

Lomba ini tidak hanya untuk mahasswa, tapi untuk seluruh civitas Institut Tazkia sebagai wadah ekspresi aktivitas online selama masa pandemi.

Lomba ini juga sebagai dukungan pihak Tazkia mengembangkan kreativitas mahasiswa selama pandemi, juga memfasilitasi hadiah yang bisa menjadi suplement PJJ masa pandemi.

Program ini juga menjadi komitmen awal sinergitas Kemahasiswaan bersama Organisasi Mahasiswa Institut Tazkia untuk terus menjalankan prinsip I dalam Fundamental TAZKIA yaitu Innovative & Istiqomah.

Lomba ini diadakan hingga Tanggal 15 September 2020, sangat baik diikuti untuk menjadi media eksplorasi Soft Skill yang berguna sebagai bekal di kondisi New Normal ini.

Rizqi ZakiyaBersama KIFEZ, Kemahasiswaan Institut Tazkia mengadakan Lomba di Masa PJJ
read more

Musyawarah Besar & LPJ HIMTAS 2019-2020 serta Pemilihan Ketua HIMTAS 2020-2021

No comments

Jumat, 4 September dan Selasa 8 september 2020 / 16 dan 20 Muharram 1442 H

Musyawarah Besar kali ini sangat spesial dan berbeda karena dilaksanakan dengan daring, tetapi tidak mengurangi antusias peserta yang hadir baik angkatan 18 maupun 19 dihari jumat yg penuh berkah, diskusi dan sharing dalam LPJ pengurus berjalan seru dan dinamis.

Setelah diterima LPJ pengurus masa bhakti 2019-2020 secara mutlak maka penjaringan bakal calon dilakukan dgn penuh antusias dan semangat. Karena serunya kampanye bakal calom Himtas, pemilihan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya tepatnya hari Selasa, terdapat dua kandidat yang dicalonkan sebagai ketua dalam hal ini saudara Sahlan yang merupakan mahasiswa semester 5 dan saudara Beni yang merupakan mahasiswa semester 3.

Dalam penyampaian visi misi dan hasil wawancara oleh panitia kemudian diadakan voting untuk memilih 1 yang terbaik diantara kedua kandidat.

Voting menghasilkan kandidat Sahlan sebagai ketua Himtas terpilih periode 2020-2021. Mubes yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa Tadris IPS dan Pembina dari Prodi berjalan dengan lancar, diakhir Mubes kandidat terpilih menyampaikan harapan besar untuk Himtas kedepan menjadi lebih baik lagi.

Mari bersama kita bersatu memberikan yang terbaik untuk Himtas, buktikan bahwa walau kita baru 2 generasi kita mampu bersaing dengan Himpunan Jurusan lainnya.

#Tadris IPSAktifKreatifAmanah#

Rizqi ZakiyaMusyawarah Besar & LPJ HIMTAS 2019-2020 serta Pemilihan Ketua HIMTAS 2020-2021
read more