Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Akuntansi

No comments

Program Studi Akuntansi Syariah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia mengadakan rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Akuntansi Pesantren pada tanggal 19-20 Januari 2022.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. Ibu Murniati Mukhlisin menyampaikan bahwa penting mengajarkan akuntansi sejak dini kepada para siswa dan santri. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Achmad Firdaus, M.Si. Bapak Achmad Firdaus menyampaikan bahwa kunci keberhasilan pendidikan akuntansi syariah ada di pesantren. Pesantren sebagai lembaga yang mengajarkan nilai-nilai Islam, sudah selayaknya juga mempraktikkan pencatatan laporan keuangan berdasarkan metode dalam akuntansi syariah. Tidak hanya itu, sistem yang berjalan di pesantren seharusnya juga tetap bisa bertahan, walaupun pendiri awal pesantren sudah meninggal atau berganti. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren berhasil melanjutkan kemaslahatan yang terus mengalir dan membawa banyak manfaat.

Pedoman akuntansi pesantren merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Bank Indonesia dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Seperti yang disampaikan oleh narasumber pertama Bapak Dr Sigid Eko Pramono, SE Ak, MIBA, CA, penguatan ekonomi syariah di Indonesia salah satunya dimulai dari Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren. Pada umumnya, pesantren memiliki aliran dana dari iuran pendidikan yang dibayarkan oleh para santri, usaha mandiri pesantren, dan juga wakaf. Pedoman ini dibuat untuk memudahkan pengelolaan asset dan juga transaksi operasional pesantren. Seringkali pesantren menghadapi kesulitan ketika ingin mengetahui mengenai berapa total dana yang diterima, berapa total dana yang dikeluarkan untuk kegiatan pendidikan, bahkan berapa jumlah total utang dan piutang yang dimiliki pesantren.

Pedoman Akuntansi Pesantren disusun sebagai hasil kerja sama antara Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia pada tahun 2017 dan diperbaharui di tahun 2020. Pada tahun 2018, Bank Indonesia menginisiasi aplikasi SANTRI (Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia). Aplikasi ini adalah sistem pencatatan transaksi keuangan pesantren berbasis pedoman akuntansi pesantren. Tujuannya adalah untuk mengelola transaksi keuangan dan administrasi siswa pesantren serta memudahkan proses kontrol transaksi keuangan dari sisi unit bisnis dan pembayaran biaya pendidikan santri.

Dr. Sigid Eko Pramono, yang juga selaku inisiator Pedoman Akuntansi Pesantren dan aplikasi SANTRI menambahkan, jika kunci sukses penerapan pedoman ini ada pada pimpinan pondok pesantren. Pimpinan pondok pesantren harus berkomitmen untuk melakukan pemisahan harta yayasan/pesantren dan harta pimpinan pondok. Tanpa komitmen yang kuat, pelaksanaan penerapan pedoman ini akan sulit dilakukan.

Pedoman Akuntansi Pesantren mengacu pada PSAK 112 mengenai akuntansi wakaf dan ISAK 35 mengenai penyajian laporan keuangan entitas berorientasi non laba. Dalam paparannya, narasumber kedua Ibu Dr. Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Buss. Acc., CMA. CIBA menyampaikan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi wakaf, merujuk pada PSAK 112. Pesantren sejak dulu hidup dan berkembang berkat dukungan masyarakat. Lahan tanah yang di atasnya didirikan bangunan umumnya tanah-tanah wakaf. Lebih lanjut, badan hukum yang menaungi pesantren, pada umumnya adalah yayasan. Menilik dari tujuannya, yayasan tidak mencari profit atau keuntungan, namun demikian diperbolehkan memperoleh pendapatan dari badan usaha yang didirikan. ISAK 35 mengatur mengenai penyajian Laporan Keuangan Entitas yang berorientasi Nonlaba.

Dalam kaitannya dengan standar keuangan, pesantren sebagai suatu entitas, harus memahami tiga hal penting berikut ini. Pertama mengenai Pengakuan (Recognition). Pesantren harus memahami kapan sebuah transaksi boleh dicatat dan diakui dalam laporan keuangan. Berikutnya, mengenai Pengukuran (Measurement). Setelah mengidentifikasi transaksi yang akan dilaporkan, pesantren diharapkan mampu mengukur besaran transaksi yang akan dicatat, khususnya transaksi berupa asset non moneter/bukan berbentuk uang. Yang terakhir adalah bagaimana cara melaporkan dan menyajikan transaksi tersebut sesuai standar (disclosure). Pada paparannya, Ibu Sugiyarti Fatma Laela menjelaskan mengenai pengakuan, pengukuran, dan penyajian sebagaimana yang telah diatur dalam PSAK 122. Kemudian beliau melanjutkan dengan penjelasan lima (5) jenis laporan keuangan entitas nonlaba menurut ISAK 35. Laporan keuangan tersebut terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Penghasilan Komprehensif, Laporan Perubahan Aset Neto, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Materi selanjutnya dilanjutkan oleh Bapak Grandis Imama Hendra, M.Sc. Acc., SAS yang membahas mengenai teknis akuntansi pesantren. Dalam materinya, Bapak Grandis memaparkan dengan detail mengenai pesantren sebagai entitas pelapor, penyajian laporan keuangan, akuntansi asset pesantren, akuntansi liabilitas, akuntansi liabilitas pesantren, akuntansi asset netto pesantren, akuntansi penghasilan dan beban, akuntansi arus kas, dan catatan atas laporan arus kas. Pada paparannya,beliau juga menyampaikan jika pesantren harus menyimpan dengan baik dokumentasi bukti-bukti transaksi untuk memudahkan pencatatan keuangan. Selanjutnya, juga diperlukan  komitmen dan disiplin dalam melakukan pencatatan berdasarkan bukti-bukti transaksi untuk menyusun laporan keuangan

Rangkaian acara ini, tidak hanya berhenti sampai acara webinar pada tanggal 19-20 Januari 2022, namun insya Allah akan dilanjutkan hingga pendampingan pelaksanaan pedoman Akuntansi Pesantren pada pesantren yang terpilih. Rangkaian kegiatan hari pertama ini akan dilanjutkan esok hari, Kamis 20 Januari 2022 dengan materi pengenalan Aplikasi SANTRI kepada para peserta.

Hari I – Rabu, 20 Januari 2022

 

melvinaSosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Akuntansi

Leave a Reply

Your email address will not be published.