Rektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga

No comments

KBRN, Bogor :  Forum nasional FoSSEI menggelar talkshow selama dua jam mengenai Financial Planning dan Literasi Keuangan Syariah.

Acara tersebut mengundang pembicara utama, Murniati Mukhlisin yang merupakan Rektor Institut Agama Islam Tazkia sekaligus Pendiri Sakinah Finance.

Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) merupakan forum mahasiswa – mahasiswi yang belajar Ekonomi Islam di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program studi tidak terbatas pada bidang ekonomi saja tapi siapapun yang berminat untuk aktif dalam kegitan Ekonomi Islam yang diadakan baik di dalam maupun di luar kampus.

Di level kampus, FoSSEI disebut sebagai Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). Hingga akhir tahun 2017, telah ada lebih dari 160 KSEI yang tergabung dalam organisasi FoSSEI, baik KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri umum, KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri Islam maupun KSEI yang berada di perguruan tinggi swasta.

Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan ciri khas mahasiswa-mahasiswi yang aktif di KSEI adalah teguh menjalankan syariat, aktif mengadakan acara seputar Ekonomi Islam, berprestasi dalam perkuliahan serta banyak berpartisipasi dalam perlombaan Ekonomi Islam baik di level nasional dan internasional.

Talkshow yang didakan berkenaan dengan pentingnya pengaturan keuangan sejak dini dan bagaimana syariah dapat memberikan solusi kepada masalah ekonomi di level individu dan keluarga. “Bagi mahasiswa hal ini sangat penting karena mereka akan segera memasuki tahap pernikahan dan pengembangan karir” ujar Murniati, Senin (23/5/2021),

Murniati menghimbau para mahasiswa – mahasiswi FoSSEI untuk aktif menyampaikan pesan – pesan pengaturan keuangan berbasis syariah di semua komunitas karena literasi dalam bidang ini masih sangat terbatas. Hingga saat ini menurut Murniati, Sakinah Finance telah menggelar hampir 200 acara dan diikuti oleh 25000 peserta di 20 negara, dalam kurun waktu 8 tahun. Puncaknya adalah di masa pandemi tahun 2020 ketika masyarakat menyadari kesulitan ekonomi dampak pandemi.

Tidak dipungkiri permasalahan keluarga saat ini hampir 70 persen dipenuhi dengan masalah ekonomi dan keuangan yang banyak berakhir dengan perceraian. “Perceraian boleh namun dibenci agama, alasan perceraian harus syar’i, talak cerai seharusnya tidak mudah dilafazkan apalagi kalau hanya sebatas cekcok ekonomi rumah tangga.” Ungkapnya.

Saat ini sering terjadi karena tidak terciptanya manajemen ekonomi rumah tangga yang baik, seperti sumber pendapatan suami dan istri bukan berasal dari yang halal dan baik, tidak adanya transparansi, dan mengelolanya tidak dengan nilai-nilai agama. (www.rri.co.id)

Miftahul AnwarRektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *