Progres Sharia Economics Event 2021 : Wadah Pemuda Muslim Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

No comments

 

Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Progres mengadakan kegiatan Progres Sharia Economics Event 2021 sebagai event nasional yang diselenggarakan pada hari Rabu, 16 Juni 2021 sebagai Webinar Grand Opening,  dan berakhir pada hari Rabu, 23 Juni 2021 sebagai Grand Closing, pengumuman pemenang, serta webinar bersakala nasional. Acara tersebut berlangsung secara daring dengan mengusung tema “Optimizing The Role of Muslim Youth In Developing Sharia Creative Economy for The Post Pandemic Economic Recovery”. Tak hanya itu, rangkaian acara juga dilengkapi dengan diselenggarakannya 2 kategori lomba, yakni lomba olimpiade ekonomi islam serta lomba kepenulisan esai.

Antusiasme dalam acara ini sangat terasa walaupun dilakukan secara daring, bahkan sejak awal Grand Opening hingga berakhirnya acara yakni Grand Closing. Agenda webinar Grand Opening menghadirkan 2 pembicara dari sisi akademisi dan praktisi, yakni Bapak Bazari Azhar Azizi, S.E.I, M.Sc selaku principal analyst di KNEKS dan alumni KSEI Progres, serta Bapak Fahmi Hendrawan, S.KPM, MBA selaku Founder dan CEO dari Fatih Indonesia.

Webinar grand opening PRESENT 2021 mengusung tema “Ekonomi Kreatif sebagai Wadah Karya Generasi Pemuda Muslim”. Selaku pemateri dari bidang akademisi, Bapak Bazari Azhar Azizi memaparkan bahasan mengenai kebijakan ekonomi dan keuangan Syariah serta industri kreatif di Indonesia. Perkembangan ekonomi Syariah serta industri halal global dengan cakupan sektor makanan halal, modest fashion, media & kreasi, moslem friendly travel, serta farmasi dan kosmetik memacu pemerintah untuk menentukan kebijakan ekonomi melalui penguatan kegiatan usaha Syariah. Hal ini juga didukung dengan hadirnya industri kreatif  yang ditopang oleh keuangan Syariah seperti perbankan Syariah, multifinance Syariah, dan pasar modal Syariah. Selain itu, selaku praktisi bisnis, Bapak Fahmi Hendrawan membagikan sedikit kisah perjalanan beliau dalam membangun Fatih Indonesia. Faith Indonesia merupakan sebuah bisnis yang bergerak di bidang fashion muslim dengan mengkreasikan motif batik sebagai motif utamanya. Bisnis ini juga memberikan pengaruh terhadap sosial seperti menggunakan batik lokal dari Garut, merekrut beberapa anak yatim piatu sebagai pegawai, serta membuka workshop production yang mempekerjakan lebih dari 6 orang di Garut. Beliau juga membagikan tips menjadi seorang entrepereneur, seperti atur tujuan bisnis, fokus terhadap apa yang ingin dikembangkan, serta pertimbangkan segala resiko. Oleh karena itu, perjalanan bisnis yang Bapak Fahmi Hendrawan sampaikan dapat mendorong para pemuda dalam mendukung ekonomi kreatif melalui peran sebagai entrepreneur.

Pelaksanaan lomba baik itu olimpiade maupun esai diadakan dari tanggal 7 Juni 2021 sebagai pendaftaran awal hingga tanggal 19 Juni sebagai penutupan pendaftaran. Sebanyak 18 tim dari seluruh SMA di Indonesia mendaftar sebagai peserta olimpiade yang kemudian melalui proses seleksi dan hanya 10 tim yang lolos ke semifinal. Sedangkan untuk lomba esai, sebanyak 14 peserta mengirimkan karyanya namun hanya 6 peserta yang masuk ke babak final. Setelah melalui tahap semifinal, hanya 5 tim olimpiade yang terpilih menuju babak final dan dari masing-masing kategori lomba akan dipilih 3 pemenang yang diumumkan pada acara Webinar sekaligus Grand Closing PRESENT 2021

 

 

Pada akhir kegiatan atau webinar Nasional sekaligus Grand Closing yang bertemakan “Kontribusi Pemuda dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Syariah dan Pariwisata Halal Indonesia” dihadiri oleh lebih dari 200 orang partisipan dengan dua narasumber. Narasumber pertama yaitu Bapak Dr. Indra, M. Si, seorang akademisi yang juga merupakan Direktur Pusat Studi Halal IAI Tazkia menyampaikan sejak satu dekade terakhir, Indonesia telah memasuki era bonus demografi, dimana kondisi ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga 1-2 dekade ke depan. Bonus demografi berperan penting dan strategis dalam percepatan pembangunan Nasional dengan catatan perlu diimbangi peningkatan kualitas SDM yang memadai. Oleh karena itu, menjadikan bonus demografi benar-benar memiliki peran nyata untuk pembangunan Nasioanal adalah tantangan untuk kita sebagai pemuda. Pemuda memiliki peluang besar dalam proses pembangunan ekonomi nasional, melalui ekonomi/industri kreatif. Dengan adanya kekuatan (strength) yang dimiliki oleh para pemuda menjadikan terbukanya peluang (opportunity) yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru. Dalam upaya mewujudkan seluruh potensi tersebut, pemuda tentunya harus mampu berpikir kreatif serta mampu merefleksikannya dan merealisasikan kreativitasnya dalam pengembangan usaha-usaha (bisnis) baru terutama disektor ekonomi kreatif. Sementara narasumber kedua, yakni Bapak Taufan Rahmadi, seorang praktisi dan konseptor strategi kreatif yang juga dikenal sebagai penulis buku Protokol Destinasi ini mengemukakan bahwa Halal tourism adalah berbicara tentang melayani, halal tourism adalah berbicara tentang lifestyle, Keislaman dalam pariwisata adalah bagaimana memberikan yang terbaik bagi tamunya, memuliakan yang datang, tanpa harus menggadaikan agama kita. Beliau adalah salah satu contoh pemuda yang luar biasa. Berkat tangan dingin dan tangan kreatifnya di dalam mengkonsepkan pariwisata di NTB, Lombok meraih penghargaan prestisius dunia, World Best Halal Tourism Destination yang sekaligus membawa pariwisata lombok mendunia melesat menjadi destinasi pariwisata andalan Indonesia.

Penyusun Press Release,

 

Nisrina Zalfa Salsabil

Siti Khofifah

Anggota KSEI Progres serta Panitia PRESENT 2021

melvinaProgres Sharia Economics Event 2021 : Wadah Pemuda Muslim Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *