Institut Agama Islam Tazkia Gelar Audiensi Dengan Badan Riset Dan Inovasi Nasional (BRIN)

Institut Agama Islam Tazkia Gelar Audiensi Dengan Badan Riset Dan Inovasi Nasional (BRIN)

user

Humas Tazkia

TAZKIA NEWS – Menindaklanjuti surat permohonan dan inisiasi kerjasama Institut Agama Islam Tazkia kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Murniati Mukhlisin, selaku Rektor Institut Tazkia beserta tim diantaranya para Kaprodi, LPPM, Dosen Program Magister dan peneliti telah melaksanakan agenda audiensi yang diterima langsung oleh Deputi BRIN Mego Pinandito di Ruang Rapat Pimpinan lantai 2. Gedung Sasana Widya Sarwono. Kampus BRIN Gatot Subroto.Jalan Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan. Agenda audiensi tersebut dihadiri juga oleh perwakilan dari Kemenag dan KNEKS.

Deputi BRIN menjelaskan bahwa BRIN selalu membuka kesempatan untuk kolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya dengan perguruan tinggi, pemda dan pemprov. Khususnya untuk perguruan tinggi adalah bagaimana mengembangkan konsep percepatan pengembangan SDM. BRIN juga mempunyai beberapa program Organisasi Riset (OR), diantaranya; OR Kebumian dan Maritim, OR Hayati dan Lingkungan, OR Pertanian dan Pangan, OR Kesehatan, OR Arkeologi Bahasa dan Sastra, OR Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, OR Tenaga Nuklir, OR Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, OR Energi dan Manufaktur, OR Nanoteknologi dan Material, OR Elektronika dan Informatika, OR Penerbangan dan Antartika
BRIN juga ingin menyiapkan dan mengembankan konsorsorium laboratoium halal dengan para perguruan tinggi. Karena pengembangan tersebut membutuhkan banya tenaga baik mahasiswa mupun dosen.

“Tantangan kedepan adalah agama Islam dengan keterbukaan internet sehingga dunia itu pindah ke HP dan kita bisa memanfaatkannya dengan mengisi konten-konten keagamaan melalui internet tersebut. karena saat ini hanya 20% konten Indonesia, selebihnya konten luar negeri. Itulah yang dinamakan dengan konsep digital transformation. Seharusnya Indonesia bisa melakukannya karena kita adalah negara yang dengan keanekaragaman hayati dan budaya lebih dari 400 sampai 500 suku,” ujar Mego

Murniati mengatakan bahwa nilai-nilai syariah sangat sejalan dengan nilai butir-butir Pancasila yang kalau benar-benar diterapkan akan membawa Indonesia lebih sejahtera inshaaAllah. “Syariah harus hadir di setiap lini baik itu di bidang pertanian, kelautan, pertahanan negara” ujarnya.”

Pertemuan diakhiri dengan foto bersama.
Imaroh-YTC