Siaran Pers

Resmi..Institut Tazkia Luncurkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

No comments

Institut Tazkia resmi meluncurkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa pada jenjang Strata Satu (S1).

Dalam peluncuran itu juga melakukan Webbinar bersama Tokoh Ekonomi Syaffi Antonio dan Kalangan Media Massa.

Rektor Institut Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan, kehadiran Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam ini merupakan bagian Tri Darma Perguruan Tinggi sehingga bisa menambah kekayaan ilmu pengetahuan.

Banyak keuntungan saat Mahasiswa mengikuti Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam seperti bisa melakukan publikasi berbagai tata cara pola kehidupan seperti adanya standar Halal dalam berbagai produk kehidupan masyarakat.

“Dalam pengembangan keilmuan Komunikasi dan Penyiaran Islam itu bisa memberikan wawasan kepada masyarakat untuk bisa mengenal Wajah Islam yang Indah sesuai ajaran Agama, bukan Wajah Islam yang Radikal dan Teroris,” Katanya, Rabu (31/3/2021).

Dalam Komunikasi dan Penyiaran Islam Mahasiswa akan mendapatkan pengajaran dari Dosen pengajar dari berbagai Perguruan Tinggi Nasional dan Internasional sehingga bisa menambah sumber ilmu untuk kemajuan Iptek dan Ketaqwaan Bangsa Indonesia.

Miftahul AnwarResmi..Institut Tazkia Luncurkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
read more

UBAHLAH DUNIA DENGAN TULISANMU

No comments

Kembali Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah (Tadris IPS) bersama Himpunan Mahasiswa (HIMTAS) mengadakan kegiatan yang penuh inspirasi yaitu Pelatihan Menulis Cerpen Islami Pada hari Senin 15 Maret 2021 M bertepatan dengan 1 Syaban 1442 H dengan Tema Ubahlah Dunia dengan Tulisanmu.

Dalam Sambutannya KPS Pendidikan Ekonomi Syariah Asnan Purba, Lc.M.Pd.I Mengucapkan terima kasih dan Apresiasi kepada Kang Abik atas kesediaannya berbagi pengalaman dan kisah dalam menuangkan ide dan gagasan penulisan Cerpen Islami.

Dalam Penyampaian materinya Kang Abik menegaskan Semua Penulis punya karakter dan ciri khas masing-masing, dan tidak ada penulis yang hebat kalau dia tidak menulis dan menghasilkan karya.

Lalu beliau memberikan tips beberapa langkah untuk membuat cerpen islami, yaitu:

1. Pencelupan
• Yaitu bahasa Steohen J. Spignesi mencelupkan diri kedalam subjek kita, hampir pada keseluruhan poin
• Mark Twain mengatakan dapatkan fakta-fakta kemudian kita bisa mengubahnya sebanyak yang kita inginkan
• Enam pertanyaan yang ditambah satu pertanyaan. Yaitu siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana, dan yang satu lagi adalah anehkah.

2. Catatan-catatan
• Kita harus memandu diri untuk mencatat hal-hal penting dan terpenting dari data-data yang telah didapat.
• Pilihlah yang terbaik dari semua data dan informasi kasar yang telah ditemukan

3. Tinjau ulang dan Berpikir
• Merupakan langkah baik. Kita meninjau ulang bahan-bahan dan catatan-catatan yang telah dipilih dan yang tidak dipilih.
• Kita lihat kembali, pikirkan kembali dari apa yang telah kita pelajari dan amati.
• Kemudian kita pikir ulang visi asli kita untuk produk yang akan ditulis.

4. Daftar isi
• Pada tahap ini kita mengatur kekacauan. Susun kerja kita. Buat garis besar apa yang ditulis bahkan jika bisa sampai sub-sub yang paling kecil.
• Lihat dengan seksama bagian perbagian, pembukaan, tengah, akhir. Lalu buat jadwal kerjanya.

5. Bab demi Bab
• Gabungkan bahan-bahan itu sesuai garis yang telah dibuat.
• Kemudian tulislah sesuai alur yang sudah kita susun.

6. Tinjau ulang dan Perbaikan secara menyeluruh
• Teliti kembali dan tulis ulang dengan perbaikan, revisi dan pengembangan.
• Bahkan Jika perlu pemangkasan hal-hal yang dianggap mengganggu
• Lalu saatnya mengedit naskah.

Peserta sangat bersemangat dan dengan seksama mengikuti acara demi acara dalam webinar ini, hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan dan komentar yg masuk kepada moderator melalui kolom chat diantaranya: Pertanyaan Salwa tentang bagaimana cara kita konsisten/istiqomah terhadap karya yang sudah kita buat, dikarenakan terkadang pada pertengahan jalan muncul ide membuat karya baru lagi. Padahal karya yang sebelumnya belum selesai ?

Kang Abik langsung merespon yang intinya pertama kita harus Istiqomah dengan satu judul tulisan kita. Kemudian jika ada ide baru yang tiba-tiba terpikirkan, kita filter lagi apakah ide itu sesuai dengan tema tulisan atau tidak. Jika sesuai maka ide itu bisa kita masukkan ke tulisan sebagai pendorong atau pelengkap.

Diakhir Acara Moderator Novitasari menyimpulkan pentingnya keberanian dan semangat tinggi dalam menuangkan ide dan gagasan kita sebagai mahasiswa.

Tadris IPS Aktif, Kreatif dan Amanah

Miftahul AnwarUBAHLAH DUNIA DENGAN TULISANMU
read more

DAFTAR SEGERA!!! PELATIHAN ILMU WARIS : “Serba Serbi Hukum Waris di Indonesia dan Hukum Waris Islam”

No comments

🎉 KABAR GEMBIRA 🎉
PELATIHAN ILMU WARIS

🔷 Serba Serbi Hukum Waris di Indonesia dan Hukum Waris Islam 🔷

📝 Tujuan Pelatihan Ilmu Waris

1. Mengenalkan berbagai jenis hukum waris yang ada di Indonesia kepada peserta, yang difokuskan pada praktik hukum waris Islam (faraidh), contoh kasusnya, dan cara pendistribusian harta waris;

2. Memberikan bekal agar lebih cerdas dalam perencanaan keuangannya dan kaitannya dengan hukum waris di Indonesia dan hukum faraidh;

3. Mengupas kasus sengketa dan solusinya untuk menjadi bahan rujukan bagi peserta dan keluarga.

⏰ Setiap Sabtu dan Ahad pukul 08.00 – 12.00 WIB

Catat tanggal dan waktunya

🔅 11 April 2021 M/ 28 Sya’ban 1442 H
🔅 17 – 18 April 2021 M/ 5- 6 Ramadhan 1442 H
🔅 24- 25 April 2021 M/ 12- 13 Ramadhan 1442 H

🔍 Narasumber
💡 Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP
(Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Founder Sakinah Finance)
💡 Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec, CFP
(Dosen Institut Agama Islam Tazkia, Founder Sakinah Finance)
💡 Ust. Muhammad Isa Mustafa, M.E.I
(Direktur Pusat Studi Waris Tazkia)
💡 Dr (C) Rochania Ayu Yunanda, S.E.I., M.Sc. Acc, CFP
(Direktur Pusat Studi Manajemen Harta Islam Tazkia)
💡 Naning Humaida, CFP
(Edukator Keuangan Syariah/Alumni Sakinah Finance)

👨🏻‍🏫 Pembicara Tamu
💫 Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
💫 Tri Djoko Santoso, CFP
(Chairman, FPSB Indonesia)
💫 Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec
(Pakar Ekonomi Syariah)
💫 Dr. Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.Hum., M.M.
(Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia)

📍LINK PENDAFTARAN
*http://bit.ly/FormPelatihanWaris*

☎️ Informasi lebih lanjut
CP: wa.me/6285781350559 (Nuie)

Organized by:
💠 Pusat Studi Harta Waris, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Tazkia dan Sakinah Finance

Miftahul AnwarDAFTAR SEGERA!!! PELATIHAN ILMU WARIS : “Serba Serbi Hukum Waris di Indonesia dan Hukum Waris Islam”
read more

(Video) Podcast Tazkia TV : “Hukum Syariah VS Hukum Positif”

No comments

Podcast Tazkia TV:

“Hukum Syariah VS Hukum Positif”

[Mengenal Lebih Dekat Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Tazkia]

—————————————–
Please Like, Comment & SUbscribe!!!

Miftahul Anwar(Video) Podcast Tazkia TV : “Hukum Syariah VS Hukum Positif”
read more

Islamic finance starts at home, not at the bank, says university head and financial management coach Dr. Murniati Mukhlisin

No comments

JAKARTA – Indonesia is home to the world’s biggest Muslim population but Islamic finance comprises only around 10% of financial assets. The government wants Islamic banks, as a sub-sector, to reach at least 15% of total banking assets by 2023 (it was 6.47% last year) and it has a national masterplan to drive growth.

Considering the low uptake of Islamic finance, one woman believes Muslims need a different approach. Dr. Murniati Mukhlisin has been on a mission to teach finance the Islamic way through families, not banks.

“I feel that 90% of Indonesians, whether on campus, in the industry or at the grassroots or family level, don’t really embrace Shariah as their lifestyle,” the Rector of Islamic university Institut Tazkia told Salaam Gateway.

Dr. Murniati became Rector of the university in 2017. She started her career at Uni Bank in Jakarta and also worked at Ernst & Young in Kuala Lumpur. She moved into academia in 2002 when she was a lecturer in Islamic accounting and finance and later became an affiliate staff at the University of Glasgow after completing her PhD in 2014. Before joining Tazkia she was at the Essex Business School at the University of Essex.

What the educator considers to be an issue is that young people are driven to view Islamic finance as a career goal, and that degrees are only a pathway to a good job.

“For me, a good job is an additional goal; the main goal is practising Shariah as a lifestyle. In this context, Islamic financial planning or management is a daily need.”

She has the privilege of practising what she preaches at the university where the finance curriculum blends in Quran and Islamic scholarship. At the same time, away from Tazkia, Dr. Murniati runs a company that coaches individuals and families on Islamic financial management. In the last eight years alone, Sakinah Finance has trained 23,173 participants from 28 countries. The company, which she opened with her husband Dr. Luqman Tamanni in 2008, started with a blog that grew into a bestselling book.

In many ways, Dr. Murniati was compelled to start Sakinah Finance not only because of what she wanted to change at the industry level but more so due to her own personal struggles.

“At the industry level, from my personal experience when I started work at Uni Bank in 1991—where our office was next to Bank Muamalat (Indonesia’s first Islamic bank)—I saw at the time that Bank Muamalat only introduced Islamic banking products without training their human capital first.

“The staff promoted the products without actually having them in their minds or their hearts.”

At the family level, she sees people from high school to higher education to the workplace with poor understanding of the concept of Islamic financial management.

“For instance on zakat, they only know zakat, infaq and sadaqah when they put their money in the charity box. But beyond that—who are the beneficiaries, how do we manage zakat, how can we advance beneficiaries to make a better living using the funds—they have no clue.

“Most young people preparing for marriage also don’t know much about Islamic financial planning.”

All these observations form layers over the initial core driver of her motivation that goes back three decades—the woman who now leads an Islamic university was not always a Muslim. She was born into a Christian family in South Sumatra and given the name Mu Kim Ni. Her parents were well-off business people who taught her the value of work.

“I learned to become a cashier at my parents’ shop, calculating using an abacus. I made my own ice-cream and sold them in front of the shop, and many other things.”

In her final year of high school she chose to become a Muslim, a decision that fractured the relationship with her family. Rejected, she moved to Jakarta at the age of nineteen and was adopted by foster parents after a recommendation by the Indonesian Chinese Muslim Association.

Perhaps in spite of this painful personal experience, her view of the sanctity of family remains strong.

“As new Muslims, we should maintain a relationship not only with Allah but also with our family. We can’t just break relationships just because we are of different religions.

“My mom, my younger sister and my aunt are Christians but I always try to be close to them. I sent them gifts, food or money at different occasions and alhamdulillah they slowly accepted my new religion.

“The hardest time was when I ran away from home and eventually became independent and able to manage my life.”

She did more than manage. After three years at the conventional Uni Bank she received a scholarship to study at the International Islamic University Malaysia, where she earned her undergraduate degree.

“My intention was to become as good as possible and I was very jealous seeing many clever people. I kept building my knowledge and networking. Later, I saw how it was useful for my life when I took on several positions in industry or on campus – people trust me.”

Dr. Murniati’s other professional contributions make for a long list. She is head of Islamic accounting at the Indonesia Institute of Accountants, a consultant for the central bank (BI), the financial services authority (OJK), and the National Sharia Economy and Finance Committee (KNEKS), expert member of the Indonesian Association of Islamic economics (IAEI), a board member of the Indonesian Economist Association (ISEF), and advisor to the Association of Islamic Fintech Indonesia (AFSI).

Through her personal and professional journey she has maintained her line of truth: “The main message that I want to tell people is that a Muslim wife and husband, or a family, can start to implement financial planning that focuses on Islamic values.”

This has never been more the case than during the pandemic, she believes.

Last year, Sakinah Finance trained and coached more than 10,000 people, three times more than in a “normal” year.

“There is a wife and husband of around 80-years-old attending our eight-hour class a day. Participants from Japan are also curious about preparation for marriage and Islamic financial planning for after marriage life, and there is also enthusiasm from a young wife in the UK.”

Sakinah Finance is also preparing to train more than 1,000 participants, from state-owned companies, in planning for their pensions.

As the economy struggles to recover and continues to inflict joblessness and lower incomes for a lot of Indonesians, Dr. Murniati advises that instead of rushing to find other sources of income or starting a new business, people should stop to first take a moment to self-reflect.

“Is our income all halal? What if some of our income came from sources that weren’t Shariah-compliant? Have we done zakat, infaq and sadaqah? After considering all these, then we can try to find a new solution. This is the basic knowledge in Islam.

“But to implement this is another thing altogether.” (salaamgateway.com)

https://www.salaamgateway.com/story/islamic-finance-starts-at-home-not-at-the-bank-says-university-head-and-financial-management-coach-d?utm_source=Salaam+Gateway+Weekly+Newsletters&utm_campaign=705189be86-EMAIL_CAMPAIGN_2019_11_24_06_09_COPY_01&utm_medium=email&utm_term=0_c1e2a0613b-705189be86-229618912

Miftahul AnwarIslamic finance starts at home, not at the bank, says university head and financial management coach Dr. Murniati Mukhlisin
read more

PRODI TADRIS IPS ADAKAN PELATIHAN MENULIS DI MEDIA

No comments

Mengangkat Tema Berkreasi Tanpa Batas Ditengah Pandemi Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah (Tadris IPS) bersama Himtas menyelenggarakan Pelatihan Menulis Media bersama Redaktur Senior Repubkika.co.id Pada Hari Senin tanggal 08 Maret 2021 M bertepatan dengan 24 Rajab 1442 H.

Webinar ini dimaksudkan untuk mengasah lebih baik lagi kemampuan para Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Syariah dalam menulis dan mendakwahkan ekonomi syariah. Dalam Kesempatan ini Koordinator Program Studi, Asnan Purba, Lc. M.Pd.I. menegaskan pentingnya kekuatan Media dalam mengedukasi Pendidikan Ekonomi Syariah dengan redaksi yang sederhana dan menarik pembaca, sekaligus juga berterima kasih kepada Pemateri M. Nasih Nashrulloh atas kesediaannya berbagi ilmu dalam webinar ini.

Pemateri memaparkan bahwa ada empat komponen penting dalam dunia jurnalistik yaitu: informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi dan media massa. Selain itu tidak kalah penting memperhatikan kaedah jurnalistik dalam pembuatan berita diantaranya, aktualisasi, unsur 5W +1H dan informasi yang singkat, padat dan jelas.

Selain itu pemateri juga menjelaskan perbedaan prinsip antara buzzer, wartawan infotainment dengan jurnalis yg sesungguhnya, dimana mereka dibawah perlindungan UU Pers dan Asosiasi Wartawan serta bersifat netral dalam setiap pemberitaan dengan fakta dan data yang bisa dipertanggung jawabkan.

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini dilihat dari banyak sekali pertanyaan yang masuk ke panitia diantaranya dari Dewi Sartika yang menanyakan apa hal paling menyenangkan selama menjadi Seorang jurnalistik?

Pertanyaan langsung dijawab pemateri bahwa menjadi seorang jurnalistik sangatlah menarik/menyenangkan karena jurnalistik/ wartawan adalah dunia dengan penuh wawasan dan kita bisa memiliki jaringan yang kuat kepusat sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat.

Moderator Raudhotul Jannah menutup acara webinar ini dengan doa dan harapan agar setelah ini seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi syariah mulai menulis dan menuangkan idenya.

TADRIS IPS.
Aktif, Kreatif, Amanah.

Miftahul AnwarPRODI TADRIS IPS ADAKAN PELATIHAN MENULIS DI MEDIA
read more

Riau dan Tazkia Lanjutkan Kerja Sama Sarjana Hafizpreneur

No comments

PEKANBARU — Institut Agama Islam Tazkia melakukan silaturrahim dengan Pemerintah Provinsi Riau sekaligus melakukan diskusi kelanjutan kerja sama. Salah satunya, terkait dengan kelanjutan kerja sama sarjana hafizpreneur.

Silaturrahim dan diskusi ini dihadiri oleh Gubernur Riau Syamsuar, Kepala Dinas Pendidikan Zul Ikram, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Zulkifli Syukur dan jajaran masing-masing. Sedangkan dari IAI Tazkia dihadiri oleh Rektor IAI Tazkia Murniati Mukhlisin, Wakil Rektor 3 Faried Kurnia Rahman dan Asisten Rektor Bagian Kerjasama Ahmad Abdullah Rahil.

Dalam diskusi tersebut Pemprov Riau dan IAI Tazkia membahas kelanjutan kerja sama yang selama ini sudah berjalan. Dan tahun ini, akan ada lagi putra/i terbaik daerah Riau yang akan diberikan beasiswa oleh Pemprov RIAU untuk Program Sarjana Hafidzpreneur di IAI Tazkia. Dalam proses seleksi tahap pertama ada kurang lebih 400 peserta yang telah mengikuti seleksi.

“Dengan ramainya peminat program beasiswa ini semoga banyak pula putra/i daerah Riau yang bisa berkuliah dan menghafalkan Alquran. Sehingga, bisa kembali ke Riau dan membangun Riau menjadi lebih baik,” kata Gubernur Riau Syamsuar.

Kerja sama Pemerintah Provinsi Riau dengan Institut Agama Islam Tazkia sudah memasuki tahun kedua. Rektor IAI Tazkia Murniati  mengatakan, pihaknya terus berusaha meningkatkan dan memaksimalkan pelayanan agar mahasiswa bisa maksimal dalam studinya.

“Alhamdulillah kondisi mahasiswa/i Riau di Kampus Tazkia sangat baik. Semoga tahun ini makin banyak putra/i Riau yang bisa berkuliah di IAI Tazkia, kami sangat senang bisa membantu merealisasikan program Pak Gubernur terutama dalam penigkatan kualitas SDM,” ujar Murniati.

Saat ini sedang dilakukan seleksi untuk Beasiswa Utusan Daerah Riau tahun kedua di IAI Tazkia. Asisten Rektor bagian kerja sama Ahmad Abdullah Rahil yang juga menjadi ketua tim seleksi menyampaikan, sedang melakukan seleksi untuk tahun kedua.

“Saat ini sedang dilakukan seleksi online bagi yang tidak bisa mengikuti seleksi secara langsung yang sudah kita laksanakan beberapa waktu lalu. Sampai saat ini ada kurang lebih 400 orang yang sudah mengikuti seleksi, targetnya kami akan menyeleksi 600 orang,” ujarnya. (REPUBLIKA.CO.ID)

 

Miftahul AnwarRiau dan Tazkia Lanjutkan Kerja Sama Sarjana Hafizpreneur
read more