Pengumuman

Riau dan Tazkia Lanjutkan Kerja Sama Sarjana Hafizpreneur

No comments

PEKANBARU — Institut Agama Islam Tazkia melakukan silaturrahim dengan Pemerintah Provinsi Riau sekaligus melakukan diskusi kelanjutan kerja sama. Salah satunya, terkait dengan kelanjutan kerja sama sarjana hafizpreneur.

Silaturrahim dan diskusi ini dihadiri oleh Gubernur Riau Syamsuar, Kepala Dinas Pendidikan Zul Ikram, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Zulkifli Syukur dan jajaran masing-masing. Sedangkan dari IAI Tazkia dihadiri oleh Rektor IAI Tazkia Murniati Mukhlisin, Wakil Rektor 3 Faried Kurnia Rahman dan Asisten Rektor Bagian Kerjasama Ahmad Abdullah Rahil.

Dalam diskusi tersebut Pemprov Riau dan IAI Tazkia membahas kelanjutan kerja sama yang selama ini sudah berjalan. Dan tahun ini, akan ada lagi putra/i terbaik daerah Riau yang akan diberikan beasiswa oleh Pemprov RIAU untuk Program Sarjana Hafidzpreneur di IAI Tazkia. Dalam proses seleksi tahap pertama ada kurang lebih 400 peserta yang telah mengikuti seleksi.

“Dengan ramainya peminat program beasiswa ini semoga banyak pula putra/i daerah Riau yang bisa berkuliah dan menghafalkan Alquran. Sehingga, bisa kembali ke Riau dan membangun Riau menjadi lebih baik,” kata Gubernur Riau Syamsuar.

Kerja sama Pemerintah Provinsi Riau dengan Institut Agama Islam Tazkia sudah memasuki tahun kedua. Rektor IAI Tazkia Murniati  mengatakan, pihaknya terus berusaha meningkatkan dan memaksimalkan pelayanan agar mahasiswa bisa maksimal dalam studinya.

“Alhamdulillah kondisi mahasiswa/i Riau di Kampus Tazkia sangat baik. Semoga tahun ini makin banyak putra/i Riau yang bisa berkuliah di IAI Tazkia, kami sangat senang bisa membantu merealisasikan program Pak Gubernur terutama dalam penigkatan kualitas SDM,” ujar Murniati.

Saat ini sedang dilakukan seleksi untuk Beasiswa Utusan Daerah Riau tahun kedua di IAI Tazkia. Asisten Rektor bagian kerja sama Ahmad Abdullah Rahil yang juga menjadi ketua tim seleksi menyampaikan, sedang melakukan seleksi untuk tahun kedua.

“Saat ini sedang dilakukan seleksi online bagi yang tidak bisa mengikuti seleksi secara langsung yang sudah kita laksanakan beberapa waktu lalu. Sampai saat ini ada kurang lebih 400 orang yang sudah mengikuti seleksi, targetnya kami akan menyeleksi 600 orang,” ujarnya. (REPUBLIKA.CO.ID)

 

Miftahul AnwarRiau dan Tazkia Lanjutkan Kerja Sama Sarjana Hafizpreneur
read more

(Video) G.U.A – Gerebek Usaha Alumni : “Gerebek Usaha coffee shop hits di Bogor”

No comments

Tazkia TV Mempersembahkan Program Baru dengan Judul:

“G.U.A (Gerebek Usaha Alumni)”

Sebuah program yang ditujukan untuk mengapresiasi seluruh mahasiswa & alumni Tazkia yang telah sukses mendirikan atau menjalankan bisnisnya masing-masing.

Selain itu program ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada seluruh penonton terutama mahasiswa Tazkia untuk berani memulai bisnisnya sendiri (menumbuhkan jiwa entrepreneur)
——————————————–
Hope You Enjoy This Video…Salam Tazkia TV!!!
——————————————–
Kritik & Saran boleh langsung tulis dikolom komentar ya!!! atau kalo kalian ada masukan usaha atau bisnis apalagi yang harus digerebek Tazkia TV, tulis d kolom komentar juga ya!!!
___________________________
Please Follow & Subscribe:
YouTube : https://www.youtube.com/channel/UCgYgEX95uEHoljswnmiDvYA

Official Website: https://tazkia.ac.id/
Instagram: https://www.instagram.com/tazkiaofficial/
Facebook : https://www.facebook.com/institut.tazkia

Miftahul Anwar(Video) G.U.A – Gerebek Usaha Alumni : “Gerebek Usaha coffee shop hits di Bogor”
read more

Interactive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia

No comments

Thanks Progres Tazkia for a very interactive session on Sandwich Generation and Islamic Economics.

We will do more sessions in the future ان شاء الله.

Nuhun Kang May for the joining us and for the gifts.

@eoagold.official @tazkiaofficial @progrestazkia #murniatimukhlisin #instituttazkia #progrestazkia

Miftahul AnwarInteractive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia
read more

Dampak Miras pada Keuangan Keluarga dan Ekonomi Syariah

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Murniati Mukhlisin dan Ratna Komalasari (Institut Agama Islam Tazkia/Sakinah Finance)

Saat ini para netizen sedang membicarakan tentang Peraturan Presiden (PP) No. 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang salah satunya mengatur soal penanaman modal untuk minuman beralkohol. Dalam PP No 10 Tahun 2021, terdapat izin permodalan untuk bidang usaha tersebut di beberapa daerah seperti Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Papua. Beragam tulisan netizen yang secara umum menggambarkan respon dari masyarakat terhadap peraturan tersebut, ada yang pro dan ada yang kontra.

Secara umum opini masyarakat memandang disahkannya kebijakan tersebut terbagi pada dua alasan. Pertama adalah tidak sesuainya dengan norma yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia dan kedua adalah dari segi hitung-hitungan keuntungan dengan disahkannya kebijakan tersebut. Tapi bagaimana respons Sakinah Finance atas kebijakan tersebut?

Miras atau minuman keras adalah salah satu wujud benda haram yang dilarang selain berjudi karena lebih banyak dosa besar dibandingkan manfaatnya (lihat QS Al-Baqarah (2): 219). Dalam Tafsir Al-Muyassar, miras dapat menjadikan seseorang kehilangan akal dan harta bendanya, bahkan dapat memicu kepada kasus kriminal lain. Misalnya permusuhan, perselisihan, penghalang zikir dan sholat, bahkan bisa memperkosa dan membunuh. Di ayat lain, QS Al-Maidah (5): 91, Allah SWT menegaskan untuk menghentikan kedua perbuatan itu.

Dari landasan syariah tersebut dapat diketahui bahwa idealnya sebagai seorang Muslim menolak unsur apapun yang dapat melegalisasi miras karena merupakan dari bagian yang dilarang dalam Islam. Lalu, apakah ada hubungannya antara di sahkannya peraturan tersebut dengan keuangan keluarga?

Minimal ada tiga aspek bagaimana miras ini dapat merusak keuangan keluarga: 1. Menganggu pendapatan keluarga. Kepala rumah tangga yang wajib mencari nafkah tapi kecanduan mengkonsumsi miras tidak akan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Penghasilannya baik dari bekerja atau berbisnis dapat terancam. Untuk Indonesia sendiri masih kurang umum ditemukan bagaiman miras mampu mempengaruhi keluarga, namun di negara seperti India misalnya isu ini merupakan hal yang serius dan telah banyak dibahas dalam penelitian. Isu tersebut merupakan analisa tentang bagaimana jika salah satu anggota keluarga khususnya yang bertugas mencari nafkah ketika memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman keras, dari berbagai studi tersebut ditemukan ada kecenderungan para pencari nafkah akan menghabiskan pendapatannya untuk minuman keras bahkan hingga mengabaikan pengeluaran rumah tangga yang seharusnya diprioritaskan.

2. Memerlukan biaya kesehatan lebih tinggi.  Secara umum diketahui bahwa miras mengakibatkan ancaman pada kesehatan. Dari beberapa sumber medis diketahui bahwa miras mengganggu sistem pencernaan, merusak hati, menurunkan fungsi otak dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Dari risiko-risiko kesehatan tersebut secara logika dapat berdampak pada peningkatan pengeluaran untuk biaya kesehatan.

3. Menganggu investasi keluarga. Investasi sendiri untuk masyarakat secara umum masih belum menjadi tren. Masyarakat masih berasumsi bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh mereka yang tergolong ‘the have’, padahal investasi bisa dilakukan dalam jumlah yang kecil. Dalam konsep Sakinah Finance, secara umum pendapatan akan dibagi pada beberapa hal pertama adalah zakat dan sumbangan, konsumsi, proteksi asuransi syariah, dan investasi syariah. Pada poin satu sebelumnya, miras dapat menyebabkan bengkaknya biaya kesehatan. Jika dari sisi pendapatan sudah berkurang maka aspek-aspek keuangan keluarga lainnya seperti investasi akan terancam.

Ekonomi Syariah

Netizen cukup gembira karena per 2 Maret kemarin, karena Presiden Jokowi telah resmi mencabut lampiran III yang mengatur investasi baru Industri Minuman Keras mengandung Alkohol.

Jelas saja kalau lampiran PP ini dibiarkan, akan sangat berlawanan dengan misi Presiden sendiri yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Kiblat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia pada tahun 2024. Semua sektor ekonomi dan keuangan syariah jelas menentang kehadiran miras di dalam semua lini bisnisnya. Misalnya, lembaga keuangan syariah dilarang menyalurkan pembiayaan untuk perusahaan miras. Sektor makanan dan minuman halal jelas tidak memasukan miras dalam bisnisnya. Pariwisata halal tidak menawarkan miras untuk tamunya. Media Islami dilarang mempromosikan miras.

Namun seyogyanya pencabutan lampiran pada PP tersebut belum ideal karena masih ada ketidakjelasan dari konteks PP keseluruhan. Mengutip pernyataan Sonny Zulhuda, dosen senior bidang Hukum Islam di International Islamic University Malaysia, dia mengusulkan perubahan pasal 77 ayat 2, UU no 11/2020 tentang Cipta Kerja untuk memasukkan Bidang Usaha Minuman Keras ke dalam daftar Bidang Usaha yang Tertutup. Kedua, usulan perubahan terhadap pasal 14 huruf a, pada Perpres No 10/2021 agar tidak membatalkan Perpres No 76/2007 tentang Kriteria dan Persyaratan Penyusunan Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Semoga permasalahan ini akan mendapatkan solusi yang lebih baik dan berkepihakan kepada semua lapisan masyarakat yang sudah tidak kuat lagi menghadapi dampak miras dalam kehidupan mereka.  Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarDampak Miras pada Keuangan Keluarga dan Ekonomi Syariah
read more

Pelatihan Media Sosial Pendidikan Ekonomi Syariah Dan Himtas

No comments

Program studi Tadris IPS Pendidikan ekonomi syariah bekerjasama dengan Himpunan Mhasiswa Tadris IPS (HIMTAS) IAI Tazkia mengadakan pelatihan media sosial pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2021 M yang bertepatan dengan tanggal 13 Rajab 1442 H secara daring melalui aplikasi zoom pada pukul 20.00 WIB bertemakan mengasah kompetensi, mengukir prestasi dan mengokohkan jati diri pelatihan ini diadakan guna memberikan bekal kepada para mahasiswa/i Tadris IPS dalam bermedia sosial di era 4.0, acara yang dihadiri oleh mahasiswa serta stakeholder Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah ini dibuka oleh Koordinator Program Studi Tadris IPS IAI Tazkia ustadz Asnan Purba.,Lc., M.Pd.I. Beliau menerangkan bahwa kita di Prodi Tadris IPS sebagai guru harus bisa menjadi guru yang milenial dan juga diharapkan setelah acara ini mahasiswa bisa menggunakan media sosialnya untuk berdakwah dan mempromosikan prodinya.

Selanjutnya acara diserahkan ke moderator yang merupakan mahasiswa angkatan 2018 Prodi Tadris Ananda Sahdan Rabbo yang memandu acara yang diisi oleh founder Tazkia TV dan juga pengelola media sosial Institut Agama Islam Tazkia Kang Miftahul anwar S.E.I, dalam materinya kang anwar menjelaskan bahwa memasuki bonus demografi mahasiswa harus melek media sosial dan jika ingin menjadi konten kreator yang handal harus membuat konten yang sesuai passion serta menjadi diri sendiri ketika membuat konten. Selain itu Seorang konten kreator harus konsisten dan selalu mengupdate informasi pengetahuan yang dimiliki.

Dalam kesempatan ini juga, Prodi Tadris IPS memberikan Apresiasi kepada Mahasiswa berprestasi dengan Indeks Prestasi Semester (IPS) tertinggi pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 yang diraih oleh Ananda salwa mahasiswi angakatan 2019 dengan nilai IPS 3.90. Sebelumnya juga telah diberikan Apresiasi kepada IPS tertinggi Semester Ganjil 2019/2020 Ananda Gunawan angkatan 2018 dengan nilai IPS 3,80 dan pada Semester Genap 2019-2020 diraih oleh Ananda Ayu Astiani angkatan 18 dengan nilai IPS 3,84. Mereka yang berprestasi setiap semesternya mendapatkan apresiasi dari prodi berupa Sertifikat dan Buku.

Prodi Tadris akan selalu memberikan apresiasi untuk mahasiswa yang berprestasi di Prodi Tadris IPS tiap tahunnya sesuai dengan Motto prodi tadris Aktif Kreatif Amanah.

Miftahul AnwarPelatihan Media Sosial Pendidikan Ekonomi Syariah Dan Himtas
read more