Siaran Pers

Institut Tazkia Kembali Dipercaya Pemprov Kalimantan Timur Untuk Mendidik Putra-Putri Terbaik Daerahnya

No comments

Bogor, Jum’at 02 September 2020, bertempat di Gedung Aula Kampus Utama, Institut Tazkia mengadakan acara pelepasan dan serah terima mahasiswa beasiswa utusan daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah tahun sebelumnya mendapat kepercayaan untuk mendidik putra/i terbaik daerah Kaltim, tahun ini Tazkia kembali mendapatkan kepercayaan untuk menerima angkatan kedua yang kelak akan menjadi ahli Ekonomi Syariah yang mampu membantu perkembangan sektor-sektor industri halal di Provinsi Kalimantan Timur.

Acara pelepasan dan serah terima ini langsung dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi dan Ketua Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas Iman Hidayat beserta jajaran staff nya.

Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Iman Hidayat kemudian Murniati Mukhlisin selaku rektor Institut Tazkia yang menekankan kepada seluruh mahasiswa/i penerima beasiswa untuk bersungguh-sungguh dan mengerahkan usaha yang maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran selama di Tazkia baik di dalam kelas maupun di luar kelas sebagai bentuk syukur atas beasiswa yang telah diberikan oleh Pemprov Kaltim.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa utusan daerah Kalimantan Timur agar bersungguh-sungguh dan mengerahkan usaha yang maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran selama di Tazkia baik di dalam kelas maupun di luar kelas sebagai bentuk syukur atas beasiswa yang telah diberikan oleh Pemprov Kaltim. Sehingga ketika nanti kalian lulus dan kembali ke daerah masing-masing, kalian mampu menjadi agen terdepan dalam dakwah Ekonomi Syariah dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya (Kalimantan Timur)” Tegas Murniati.

“Kampus Tazkia insya Allah akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mahasiswa baik dalam pendidikan keilmuan maupun pendidikan karakter (keislaman) agar seluruh mahasiswa dapat menjadi pribadi yang santun, tangguh dan siap berkontribusi dalam perkembangan Ekonomi Indonesia (terutama Provinsi Kaltim).” Lanjut Murniati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi. Beliau mengucap terima kasih banyak kepada Institut Tazkia yang sudah kembali berkenan menerima dan mendidik putra putri utusan daerah Kalimantan Timur. Hadi juga berjanji akan berusaha mengirimkan kembali 145 mahasiswa dari Kalimantan Timur ke Institut Tazkia pada tahun depan sebagai bentuk kepercayaan akan kualitas dan komitmen Tazkia dalam pendidikan dan penyiapan SDM dalam bidang ekonomi syariah.

“Saya berpesan kepada 55 putra/i terbaik daerah yang hadir disini, tentang 3 hal yang harus adik-adik pegang selama mengikuti perkuliahan di Tazkia, yaitu kerja keras, cinta, dan doa. Kerja keras yang dimaksud adalah kerja keras yang didasari rasa tulus, ikhlas, profesional dan memiliki cita-cita jauh kedepan. Kemudian, cinta yang mendeskripsikan bagaimana setiap mahasiswa/i dapat selalu mencintai apa yang dikerjakan. Terakhir, berdoa terutama doa dan restu dari orangtua (ibu) kita, karena doa itulah yang menjadikan Allah ridho atas segala kerja keras dan usaha yang kita lakukan berbuah manfaat dan kesuksesan.” Pesan Hadi kepada seluruh mahasiswa utusan daerah.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak sebagai tanda program ini mulai berjalan untuk pertama kali bagi kedua institusi ini dan juga motivasi dan doa yang secara spesial langsung disampaikan oleh Muhammad Syafii Antonio selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia.

“Beasiswa ini adalah sebuah hal yang harus sangat disyukuri oleh para mahasiswa dengan cara mengikuti proses pembalajaran di Tazkia dengan maksimal. Bapak doakan semua mahasiswa dapat mengemban amanah beasiswa ini dengan baik dan kedepannya para mahasiswa dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi dan menjadi insan yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat (khususnya dalam bidang Ekonomi Islam).” Pesan dan doa Syafii sebagai penutup acara. (Miftahul Anwar)

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Kembali Dipercaya Pemprov Kalimantan Timur Untuk Mendidik Putra-Putri Terbaik Daerahnya
read more

Terpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia

No comments

Alhamdulillah, Institut Agama Islam (IAI) Tazkia berhasil mendapatkan penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarTerpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia
read more

Institut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, PAKISTAN — Institut Agama Islam (IAI) Tazkia mendapat penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia
read more

Ustadz Abdul Somad : “Solusi Kebankitan Ekonomi, Pelajari & Terapkan Ekonomi Syariah”

No comments

Mari kita simak nasihat Guru kita kita tercinta “Ustadz Abdul Somad” tentang anjuran bahkan keutamaan mempelajari Ekonomi Islam, sebagai satu-satunya solusi kebangkitan Ekonomi Ummat (Nasional)…

Miftahul AnwarUstadz Abdul Somad : “Solusi Kebankitan Ekonomi, Pelajari & Terapkan Ekonomi Syariah”
read more

Webinar Nasional “Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Ibu Kota Baru Penajam”

No comments

Senin, 10 Agustus 2020 Institut Agama Islam Tazkia telah mengadakan Webinar Nasional Seri Bincang Bincang Pimpinan dengan tema:

“Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Ibu Kota Baru Penajam”

Yang menghadirkan langsung pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya, yaitu:

~ Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (Pakar Ekonomi Syariah Global );

~ H. Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si (Wakil Gubernur Kalimantan Timur);

~ Ir. Rudy Soeprihadi Prawiradinata, MCRP, Ph.D (Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional).

______________________________

Simak video Webinar lengkapnya pada link YouTube Tazkia TV dibawah ini:

Miftahul AnwarWebinar Nasional “Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Ibu Kota Baru Penajam”
read more

Tazkia Adakan Dialog Ringan Dengan Bupati Bogor Terkait Dunia Perkuliahan Pada Masa New Normal

No comments

Kamis, 02 Juli 2020 Institut Tazkia yang diwakili oleh Rektor dan jajaran manajemen kampus melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Bogor untuk bertemu langsung bersama Ibu Ade Yasin (Bupati Bogor).

Kunjungan Tazkia kali ini ditujukan untuk konsultasi dan pengajuan permohonan ijin langsung kepada Bupati agar Tazkia dapat segera memulai kembali kegiatan perkuliahan secara normal mulai bulan September. Dengan catatan bahwa yang dimulai pada bulan september adalah kegiatan perkuliahan untuk program Hafidznomic dan juga program reguler khusus tahun pertama yang kebetulan mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk tinggal di asrama (seluruh kegiatan perkuliahan dilaksanakan d dalam area asrama kampus).

Hal ini ditanggapi positif oleh Bupati Ade Yasin.

“kalau memang kegiatan perkuliahan kampus Tazkia bisa dipusatkan seluruhnya di dalam kawasan kampus (asrama) dan tetap menjaga prosedur kesehatan, insya Allah pihak Kabupaten Bogor akan senantiasa mendukung dan memberikan ijin kegiatan perkuliahan Tazkia segera dilaksanakan kembali. Hal ini kami sesuaikan dengan kebijakan terkait pemberian ijin pelaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk Pondok Pesantren dan lembaga sejenis”. Sambut Ade Yasin

Hal ini tentu menjadi kabar bahagia untuk seluruh elemen kampus Tazkia. Kedepannya hal ini akan dirapatkan kembali pada level manajemen Tazkia sampe akhirnya dikeluarkan keputusan resmi terkait dimulainya kembali jadwal perkuliahan Tazkia terutama program Hafiznomic dan Matrikulasi.

Miftahul AnwarTazkia Adakan Dialog Ringan Dengan Bupati Bogor Terkait Dunia Perkuliahan Pada Masa New Normal
read more

Penyerahan Beasiswa BSM untuk Mahasiswa asal Papua di IAI Tazkia

No comments

Menjelang bulan Ramadahan, tepatnya pada tanggal 22 Maret 2020 yang bertepatan dengan 28 Sya’ban 1441 H, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) dan Laznas BSM Umat meyerahkan beasiswa senilai Rp100.000.000,-  kepada Institut Agama Islam (IAI) Tazkia. Beasiswa ini secara simbolis diserahkan langsung oleh Bapak Tamaruddin sebagai Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri Cabang Sentul kepada Ibu Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc, CFP, Rektor IAI Tazkia. Penyerahan bantuan beasiswa tersebut disaksikan oleh rekan rekan karyawan BSM dengan tetap mengikuti social distancing sesuai dengan anjuran pemerintah.

Beasiswa yang diberikan oleh BSM dikhususkan untuk mahasiswa dan mahasiswi asal Papua yang menimba ilmu di IAI Tazkia. Kampus Tazkia selama ini telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) binaan KH. MZ. Fadzlan Rabbani Garamatan yang telah berkecimpung dalam pendidikan muslim muslimah asal Papua.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Tamaruddin menyampaikan harapan bahwa setelah lulus nanti para mahasiswa tersebut akan kembali ke Papua dan mengembangkan sumber daya alam Papua dengan sistem ekonomi syariah. Ibu Rektor pun menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur kepada PT BSM. Beliau juga mendoakan agar para karyawan serta nasabah BSM selalu diberikan keberkahan rezeki. Semoga kerjasama PT BSM dan IAI Tazkia selalu memberikan kemaslahatan untuk ummat.

By: Melvina Syahnum Lubis

Miftahul AnwarPenyerahan Beasiswa BSM untuk Mahasiswa asal Papua di IAI Tazkia
read more

المحاضرة الدولية عبر الانترنت في التزكيا مع الدكتور وصفي عاشور

No comments

.قد أقيمت محاضرة بمناسبة تفشي فيروس كورونا التي أصابت العالم بأجمعها، فنحن كالمسلمين نزن دائما كل واقعة بميزان الشرع والتكييف الفقه لكي نقف أمام هذه الظاهرة موقا صحيحا

الجامعة الاسلامية التزكيا كأحد مرجع للدراسة الاسلامية في الجمهورية الاندونيسية بالفعل يصدر رأيا وأسهم في حل هذه المصائب، فأقيمت محاضران وندوات في مختلف المجلات كالاقتصاد والاجتماع والتاريخ ، تكلم فيها الاساتذة والدكاترة والخبراء الافاضل بقصد توضيح الاحكام الصحيحة والموقف الصحيح

ففي يوم الاربعاء 28 شعبان 1441 هـ الموافق 22 إبريل 2020 م تشرفت الجامعة بإقامة محاضرة عبر الانترنت بعنوان (منهجية الإفتاء في نازلة فيروس كورونا )  تكلم فيها ثلاثة اساتيذ افاضل هم الشيخ الدكتور وصفي عاشور أبو زيد المصري والشيخ الدكتور عارف رحمن والشيخ فهمي سالم حفظهم الله

من هذه المحاضرة نعرف عظمة وظيفة المفتي وخطورة الافتاء والضوابط والاخلاق التي لا بد ان يتحلاها المفتي في فتاواه. وكذلك نظرية اسلامية في أن المفتي لا بد ان يكون له كفاية علمية عالية ونظرة واسعة في مسالة ما، ولا بد ان يتعاون مع العلماء في مختلف العلوم كالطب والاجتماع والبيولوجيا

ونحن نوافق ما قررت الحكومة باصدار قرار التباعد الاجتماعي والحجر الصحي المحلي ونسال الله ان يحمي بلاد المسلمين والعالم جميعا وان يرد الامن كما كان

Miftahul Anwarالمحاضرة الدولية عبر الانترنت في التزكيا مع الدكتور وصفي عاشور
read more

International Webinar Spesial Series Hadirkan Ulama Mesir dan Indonesia

1 comment

Oleh : Aisyah As-Salafiyah (Mahasiswa Tazkia Angkatan 17)

Alhamdulillah atas izin Allah Ta’ala, pada hari Rabu, 22 April 2020, Institut Tazkia kembali menyelenggarakan Webinar Series, namun sore ini edisi Spesial, karena merupakan Webinar Internasional berbahasa Arab dengan para pakar dari Mesir dan MUI. Webinar dengan tema “Metodologi Fatwa dalam Menyikapi Virus Corona” atau “منهجية الإفتاء في نازلة فيروس كورونا” dilaksanakan via Google Meet dan beberapa media sosial Institut Tazkia.

Acara dimulai pada pukul 16.30 WIB oleh moderator, Ust. Arip Rahman, Lc, MA selaku dekan fakultas Syariah Institut Tazkia. Beliau menyatakan bahwa pada masa sekarang ini, virus Corona telah menyebar ke seluruh dunia, sehingga dampaknya banyak fatwa hukum syariah yang dikeluarkan terkait ibadah.

Agenda utama yaitu penyampaian materi oleh Dr. Washfi Ashur Abu Zaid, seorang Ulama Mesir, komite Tazkia dan pakar Ushul Fiqh dan Maqashid Syariah. Beliau menyampaikan tentang urgensi pembentukan fatwa, fatwa yang dikeluarkan mestilah melalui metodologi yang benar, karena seorang mufti ibarat seorang dokter, ia harus tahu bagaimana cara pengobatan yang terbaik sesuai dengan keadaan penyakit.

Diantara metode yang harus dipenuhi oleh dalam penentuan fatwa adalah:
🔹 Mufti haruslah seseorang yang ahli.
🔹 Mufti harus memahami betul pokok permasalahannya.
🔹 Mufti harus memiliki pengetahuan tentang hukum Syar’i yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi.
🔹 Menjaga maqashid syariah.
🔹 Mempertimbangkan akibat yang maslahat.

Materi dilanjutkan oleh KH. Fahmi Salim, Lc.MA yang merupakan salah satu anggota MUI pusat dan sekertaris dewan pakar JATTI. Beliau menyampaikan tentang urgensi seorang mufti memahami ilmu agama dan ilmu dunia (termasuk ilmu kedokteran).

Selain itu, beliau sebagai anggota MUI juga menyampaikan beberapa fatwa yang telah dikeluarkan terkait prosedur tata cara beribadah selama masa pandemi Corona ini, setelah tentunya melalui berbagai metodologi fatwa yang Insya Allah terpercaya. Diantaranya adalah fatwa hukum shalat dan wudhu bagi tenaga medis rumah sakit, tentang prosedur penguburan jenazah hingga tentang tata cara ibadah.

Pada Webinar kali ini, Ketua Yayasan Tazkia, Dr. Syafii Antonio dan Rektor Institut Tazkia, Madam Murniati Mukhlisin, M.Acc turut bergabung menghadiri dan menyimak ilmu yang disampaikan oleh kedua narasumber.

Dengan dilaksanakannya Webinar ini, diharapkan dapat menjadi bekal bagi mufti, hakim dan ahli ilmu agar dapat mengetahui bagaimana urgensi metodologi pengambilan fatwa yang baik, langsung dari kedua pakar ulama Mesir dan Indonesia. Semoga kedepannya kita akan dapat banyak menghasilkan fatwa yang benar dan maslahat bagi ummat, Insya Allah.

> Untuk kajian lengkapnya bisa diakses di channel youtube Tazkia TV:

Sampai jumpa di Webinar Series selanjutnya!

==========
Held By :

International Program & Prodi Hukum Ekonomi Syariah Tazkia

Supported By:

Tazkia TV

#webinar #ulama #mesir #MUI #dirumahaja #workfromhome #socialdistancing #stayathome #tazkia #tazkiatv #nstituttazkia #ekonomi #ekonomiislam #ekonomisyariah

Miftahul AnwarInternational Webinar Spesial Series Hadirkan Ulama Mesir dan Indonesia
read more

Syakir Daulay Berbagi Kiat Menyambut Ramadhan Ala Milenial dalam SDS Institut Tazkia 

No comments

Oleh : Aisyah As-Salafiyah (Mahasiswa Tazkia Angkatan 17)

Alhamdulillah atas izin Allah Ta’ala, pada hari Selasa, 21 April 2020, Institut Tazkia menyelenggarakan Student Dynamic Session, kegiatan pekanan yang dilaksanakan setiap hari Selasa yang kali ini berupa Sharing Discussion dengan tema “Kiat Millenial Muslim Menyambut Ramadhan” via Google Meet dan beberapa media sosial Institut Tazkia.

Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, 4T dan pembacaan Tazkia Value bersamaa moderator, Asril Suwandi, mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah. Dilanjutkan dengan pembukaan oleh Wakil Rektor Institut Tazkia, Pak Andang Heryahya, M.PD.

Kemudian dilanjutkan dengan agenda utama yaitu sharing bersama Syakir Daulay, Influencer Muslim yang juga seorang hafidz Qur’an. Beliau menyampaikan bahwa hendaknya kita mempersiapkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya sebagaimana kita akan menemui kekasih, karena Ramadhan adalah bulan terbaik, bulan yang mulia nan penuh rahmat sehingga menjadi kesempatan bagi kita untuk terus menambah amal kebaikan, diantaranya dengan memperbanyak membaca dan menghafalkan Al-Qur’an.

Syakir juga menyampaikan bahwa, sebagai seorang Muslim, janganlah kita dikendalikan oleh keadaan, seharusnya diri kita yang mengendalikan keadaan tersebut. Untuk menjadi seseorang yang sukses, kuncinya adalah berani melangkah disaat yang lain menunda. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, persiapkan Ramadhan dengan baik. Karena kita akan memetik apa yang kita tanam. Semakin cepat menanam, akan semakin cepat memetik. Semakin baik yang ditanam, semakin baik pula yang dipetik.

Pada akhir sesi, Rektor Institut Tazkia, Madam Murniati Mukhlisin, M.Acc ikut bergabung dalam diskusi menyapa Syakir, dan menyampaikan salam kepada seluruh keluarga. Syakir juga merekomendasikan Institut Tazkia sebagai kampus pilihan untuk mempelajari Ekonomi Syariah sebagaimana kakak Syakir, Hamimi Daulay juga pernah menimba ilmu menjadi mahasiswa Institut Tazkia.

Dengan dilaksanakannya SDS ini, diharapkan dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan Ramadhan serta menjadi ajang silaturrahim dengan beberapa mahasiswa kampus lain di seluruh Indonesia.

> Untuk kajian lengkapnya bisa diakses di channel youtube Tazkia TV:

Sampai jumpa di SDS selanjutnya!

==========
Held By :

Podi Hukum Ekonomi Syariah Tazkia

Supported By:

Tim Warek 1 Institut Tazkia

Tazkia TV

#syaqirdaulay #tazkiatv #webinar #sds #corona #covid19 #tazkia #istituttazkia #ekonomiislam #ekonomi #ekonomisyariah #ramadan #ramadhan

Miftahul AnwarSyakir Daulay Berbagi Kiat Menyambut Ramadhan Ala Milenial dalam SDS Institut Tazkia 
read more