Siaran Pers

Sambutan Ketua Yayasan Tazkia Cendekia

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Acara sambutan yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tamu undangan, baik dari pemerintah daerah yang telah bekerjasama dengan Institut TAZKIA maupun keluarga besar Institut TAZKIA yang telah bersama-sama membangun Tazkia hingga hari ini.

Beliau mengatakan bahwa Tazkia hadir berdasarkan keinginan untuk memperbaiki perekonomian bangsa terutama kemiskinan maupun kondisi pasar yang cenderung tidak baik.

“Maka dari itu, Tazkia ini diharapkan dapat melahirkan SDM ekonomi yang berkualitas untuk membangun ekonomi bangsa Indonesia, baik dari sektor perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, dan sektor-sektor ekonomi kecil lainnya.” Ujar Ketua Yayasan Tazkia Cendekia

Beliau menekankan juga bahwa tantangan Indonesia sangatlah banyak seiring dengan perkembangan era industri 4.0. Oleh karena itu, Tazkia tidak ingin terpisah dari bagian perjuangan menghadapi tantangan ini karena beliau menyakini dengan pembangunan secara kolektif tersebut dapat menyongsong perekonomian Indonesia menjadi lebih baik dan berdaya saing melalui pembangunan SDM ekonomi syariah.

Di akhir sambutan, beliau mengharapkan kembali dengan adanya transformasi nama Tazkia ini yang bermula dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam menjadi Institut TAZKIA dapat berubah kembali menjadi lebih baik, yaitu dengan nama Universitas TAZKIA yang mendunia.

Miftahul AnwarSambutan Ketua Yayasan Tazkia Cendekia
read more

Menjelang Pembukaan Acara Seminar Indonesia Islamic Economics Forum 2019

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Pada hari Selasa, 12 November 2019 mengadakan acara seminar Indonesia Islamic Economics Forum 2019 sekaligus Grand Launching nama Institut TAZKIA yang digelar di Aula Auditorium Al-Hambra, Masjid Andalusia, Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

Acara ini terbagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama akan dimulai pukul 10.00-11.45 WIB dengan dihadiri oleh Pembina  Institut TAZKIA, Bpk. Drs. Muhammad Syafii Antonio, Rektor Institut TAZKIA, Ibu Drs. Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP, Gubernur Riau yang diwakilkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau, Bpk. Drs. H. Masrul Kasmy, M. Si. Kemudian Gubernur Kalimantan Timur yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Bpk. Anwar Sanusi, M. Pd. Kelima, Bupati Kabupaten Siak yang diwakilkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Siak, Bpk. H. Hendrisan, S. Sos, M. Si. Keenam, Bupati Kabupaten Bangka Tengah yang akan diwakilkan oleh Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bangka Tengah, Bpk. Ahmad Syarifullah Nizam, S. E, M. Ap. Terakhir, Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakilkan oleh Direktur Utama Bank NTB Syariah, Bpk. H. Kukuh Rahardjo

Kemudian, dilanjutkan ke acara sesi kedua pada pukul 13.00-14.30 WIB yang dihadiri kembali oleh Pembina Institut TAZKIA, Bpk. Drs. Muhammad Syafii Antonio, Rektor Institut TAZKIA dan Ibu Drs. Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP. Kemudian Gubernur Bangka Belitung, Bpk. Dr. H. Erzaldi Rosman, SE, MM serta Ketua Umum Oke Oce Indonesia, Bpk. Lim Rusyamsi, S. T, MM

Miftahul AnwarMenjelang Pembukaan Acara Seminar Indonesia Islamic Economics Forum 2019
read more

Apakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?

No comments

Penulis: Naufal Rizqullah Al Banjari

Sentul City, TAZKIA TV – Indonesia sedang bersiap diri untuk menghadapi tantangan perekonomian kedepan dimana selain melawan ketidakstabilan perekonomian global, juga sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk merespon peluang dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri. Dalam hal ini, Institut TAZKIA kembali menggelar agenda Monday Forum edisi 11 November 2019 dengan bertemakan “Islam, Ekonomi Kreatif, & Wisata Halal” yang dihadiri dan diisi langsung oleh seorang akademisi sekaligus Kepala Jurusan Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Tantan Hermansah, M. Si dengan dimoderatori oleh Dr. Indra, M. Si selaku Direktur Pusat Studi Halal Institut TAZKIA.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, dan beberapa akademisi yang telah mengikuti secara khidmat sejak pukul 09.30-11.40 WIB di International Class lantai 3. Sejumlah pembahasan yang disampaikan oleh Dr. Tantan hari ini adalah bagaimana ekonomi kreatif di Indonesia dapat hidup dan berkembang secara terus seiring dengan sumber daya manusianya juga dibangun dan dibina dalam mencapai tujuan strategis Indonesia, yaitu Pariwisata Halal.

Dikatakan oleh akademisi yang berasal dari Garut ini bahwa dua variabel tersebut memiliki peluang yang amat menguntungkan untuk mendongkrak pendapatan negara, mulai dari devisa negara, produk domestik bruto (PDB), dan sebagainya.

“Tetapi semua itu (wisata halal & ekonomi kreatif) baru dapat tercapai ketika SDM nya sudah dibangun dan dibina tentang pengelolaan kawasan pariwisata yang dimaksud” Ujar Kajur Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain itu, ekonomi kreatif dapat selalu ada dan berkembang secara terus menerus tentunya berasal dari ide yang dikeluarkan dari para pelaku ekonomi kreatif. Nantinya ide-ide tersebut dapat dikolaborasikan dengan wisata halal setelah dikeluarkannya _roadmap_ tentang Pariwisata Halal oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Maka dari itu, perlu dibuat kembali forum-forum diskusi seperti ini agar kita selaku akademisi dapat menyiasati peluang ini dengan baik dan juga dapat mendorong pemerintah untuk segera menetapkan dan mengeluarkan _roadmap_
Pariwisata Halal dengan memberikan hasil-hasil diskusi yang membahas tentang perihal ini” kata Dr. Tantan.

Dalam sesi diskusi kali ini, beliau memaparkan sejumlah cara untuk menilai pencapaian pengembangan ekonomi kreatif, diantaranya:

1) Penciptaan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,
2) Peningkatan jumlah dan daya saing ekonomi kreatif,
3) Peningkatan devisa dan kontribusi terhadap neraca perdagangan,
4) Peningkatan konsumsi Republik Indonesia terhadap produk kreatif.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Miftahul AnwarApakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?
read more

Institut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

No comments

Banjarmasin, 1 November 2019/3 Rabiul Awwal 1441H

Telah diadakannya dialog akademik antara Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Prof. Dr. H. Ahmad Khairuddin, M.Ag beserta jajaran. Diakhir dialog kedua rektor berkenan menandatangani kerjasama Tridharma.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
read more

Perkuat Ukhuwah Antar Sesama LDK se-Priangan Barat, LDK Al-Iqtishod Mengadakan Kegiatan Mabit Spesial FSLDKD

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Bicara pergerakan dakwah memang tak pernah luput dari mahasiswa Institut TAZKIA. Kali ini datang dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Iqtishod Institut TAZKIA yang pada akhir pekan lalu menggelar acara LDK Regional Priangan Barat dengan konsep kegiatan berupa Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT).

 

Kegiatan tersebut dilakukan selama 2 hari, yakni Sabtu-Ahad, 19-20 Oktober 2019 di Masjid Andalusia, Sentul City.

 

Dihadiri sekitar 160 delegasi atau 15 LDK dari berbagai kampus di wilayah Priangan Barat, acara ini diadakan untuk membangun ukhuwah antar Civitas TAZKIA dengan para tamu yang dikirim dari masing-masing LDK.

 

Pada momentum spesial ini, panitia mengusung tema “Membangun Karakter Islami Untuk Menjadi Negarawan yang Sejati”. Turut mengundang Ustadz Abu Fakhri Nabhah Rabbani sebagai pembicara yang selama ini dikenal ahlinya dalam memberikan materi yang berkaitan dengan tema tersebut.

 

 

Beliau menyampaikan tentang akhlak apa saja yang harus dimiliki oleh seorang muslim saat ini. Diantaranya yang disebutkan olehnya, ialah tidak boleh cepat marah, tidak boleh cepat tersinggung, tidak mudah kecewa, tidak mudah merendahkan orang lain, dan tidak mudah putus asa dalam melakukan sesuatu.

 

Tidak ketinggalan, beliau juga menyebutkan kelemahan muslim milenial saat ini yang cenderung mengarah ke wilayah yang terlalu negatif. Seperti mental lemah, perasaan lemah, larut dalam perasaan, sering menyalahkan keadaan, dan membalas keburukan dengan keburukan.

 

Dalam mengakhiri sesi penyampaian materi olehnya, beliau berpesan agar setiap muslim dapat memiliki sifat qurani atau berakhlak sesuai dengan Al-Quran demi terwujudnya karakter islami secara _kaffah_ sebagai negarawan yang sejati.

 

Acara ini kemudian ditutup dengan agenda sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan ketua LDK Regional Priangan Barat yang dilakukan pada hari Ahad pagi. (Anisa Syahidah Mujahidah & Naufal Rizqullah Al Banjari)
Miftahul AnwarPerkuat Ukhuwah Antar Sesama LDK se-Priangan Barat, LDK Al-Iqtishod Mengadakan Kegiatan Mabit Spesial FSLDKD
read more

Menyiapkan Kader Dakwah Ekonomi Islam Terbaik, KSEI Progres Mengadakan LBT Jilid I

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Kabar kembali datang dari Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Progres Institut TAZKIA dimana pada akhir pekan kemarin telah dilaksanakan kegiatan _Leadership Basic Training_ Jilid 1 dengan berbalut kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang dilakukan di Gedung Abdurrahman bin ‘Auf Masjid Andalusia Sentul.

 

Acara tersebut diselenggarakan tepat pada hari Sabtu-Ahad, 19-20 November 2019 dengan menghadirkan pembicara, yakni Ustadz Ardhy Surya Nugraha, Ketua Ikatan Mubaligh Indonesia dan Kak Thufeil Muhammad Tyansyah, Pengurus Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Nasional bidang Keilmuan.

 

Rangkaian acara pun dimulai pada hari Sabtu sore pukul 16.00 WIB. Sesuai dengan tema acara yang berlaku, yaitu Urgensi Merajut Ukhuwah Dalam Dakwah Bernuansa Ilmiah, pada kesempatan kali ini, kak Thufeil menyampaikan materi tentang FoSSEI secara umum. Forum tersebut mulai didirikan pada tanggal 13 Mei 2000 dengan tujuan utamanya, yaitu menguatkan sinergi peran dakwah ekonomi Islam setiap KSEI pada masyarakat.

 

Dia menjelaskan bahwa FoSSEI yang ada saat ini adalah seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi mewadahi para KSEI dalam berkontribusi membumikan ekonomi syariah. Lebih lanjut lagi, keberadaan FoSSEI saat ini telah membawa perubahan pada arus pertumbuhan ekonomi Islam Indonesia dimana selama ini para pengurus dan kader FoSSEI telah berjuang dalam mendorong pemerintah pusat untuk menjadikan ekonomi Islam sebagai fundamental perekonomian masyarakat melalui jalur diplomasi.

 

Beliau menambahkan, dengan memiliki 3 _spirit_ yang terdiri dari Ukhuwah, Dakwah, & Ilmiah dalam berperan sebagai Ekonom Rabbani, maka segala tujuan dan cita-cita kita sebagai kader FoSSEI dapat tercapai dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai jalan menuju kesejahteraan.

 

Pada malam harinya, dilanjutkan kembali materi kajian tentang Taman Surga Ukhuwah yang dipersembahkan oleh Ustadz Ardhy Surya Nugraha. Beliau mengatakan bahwasanya hidup itu berorganisasi setiap harinya. Setiap bagian tubuh kita memiliki peran masing-masing dalam memaksimalkan kenikmatan yang sudah diberikan oleh Allah SWT.

 

 

Sebagai contoh, tangan digunakan untuk mengambil barang, kaki digunakan untuk berjalan, dan organ-organ lainnya yang memiliki peran yang berbeda daripada yang sudah disebutkan sebelumnya. Sehingga perlu adanya kejelasan komunikasi antar sesama organ tubuh agar terciptanya harmonisasi fungsi dari setiap organnya. Begitu juga dengan di Progres.

 

Beliau pun menegaskan bahwa Progres ini adalah rumah bagi keluarga yang harmonis. Maka dari itu, Ustadz Ardy mengajak para peserta mabit saat itu untuk menjadikan rumah kecil ini menjadi lebih bermakna karena dakwah ekonomi Islam yang disemarakkan oleh para Ekonom Rabbani. Mengakhiri perjumpaan dengannya, beliau berpesan:

 

 _Menjadi lebih baik itu harus dan wajib, tetapi merasa lebih baik itu tidak boleh karena dapat menggelincirkan segala amalan kebaikan._

 

Keesokan harinya, dilanjutkan kembali serangkaian kegiatan LBT dengan sesi pengenalan Progres lebih dalam dengan melakukan tanya jawab di pos-pos yang telah disediakan oleh panitia. Setelah itu, acara kemudian berlanjut dengan kegiatan pengenalan ekonomi syariah kepada masyarakat melalui metode wawancara sebagai upaya mewujudkan dakwah ekonomi Islam ke lingkup yang lebih luas.

 

 

Perlu diketahui bahwa kegiatan LBT Jilid I ini merupakan kegiatan penguatan bagi para calon pengurus Progres angkatan 18 yang selalu dilakukan setiap tahunnya dengan dihadiri sekitar 30 orang.

 

Berbagai harapan dipanjatkan agar para pengurus nantinya dapat mengemban amanah yang didapatkannya dengan baik dan penuh tanggung jawab seusai acara ini.

 

Acara tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dengan para panitia penyelenggara. (Naufal Rizqullah Al Banjari)
Miftahul AnwarMenyiapkan Kader Dakwah Ekonomi Islam Terbaik, KSEI Progres Mengadakan LBT Jilid I
read more

Ustadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Ada yang tahu dengan kegiatan _Student Dynamic Session_ (SDS)? Kali ini, Institut TAZKIA kedatangan seorang ulama karismatik yang datang jauh dari Riau untuk mengisi kegiatan Student Dynamic Session ketiga secara akbar. Berbeda dengan SDS sebelumnya yang diisi oleh Prof. Muhammad Nuh dan seorang pembisnis dari kalangan millenial, ulama yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah Ustadz Abdul Somad.

Acara ini diselenggarakan di Auditorium Al-Hambra Masjid Andalusia pada hari Senin, 21 Oktober 2019. Dihadiri sekitar lebih dari 1000 orang yang didominasi oleh seluruh mahasiswa dan kalangan jamaah umum tidak membuat acara ini berjalan dengan terhambat. Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP turut meramaikan kajian SDS ini dengan memberikan kata sambutan kepada jamaah dengan ditemani Wakil Rektor I Bidang Akademik, Bapak Andang Heryahya, M. Pd. I, M. Pd sebagai moderator acara kemarin sore.

Pada SDS pekan ini, Institut TAZKIA mengangkat tema “Integration of Islamic Economics Knowledge”. Tema ini dipilih setelah melihat kondisi di masyarakat dimana para sarjana akuntansi syariah, ekonomi syariah, hukum ekonomi syariah, manajemen bisnis syariah, dan pendidikan ekonomi syariah masih fokus pada bidangnya masing-masing. Sehingga timbulah permasalahan, yaitu belum bersatunya rumpun disiplin ilmu dalam memajukan ekonomi syariah.

Pada kesempatan kali ini, UAS diberikan keleluasaan untuk menjelaskan bagaimana caranya untuk dapat mengintegrasikan rumpun keilmuan dalam ilmu ekonomi Islam. Beliau menjelaskan bahwa perubahan segala aspek kehidupan berawal dari ekonomi. Semuanya bertumpu pada sektor tersebut.

“Lantas, mengapa para sarjana ekonomi Islam tidak dapat bersatu apalagi lulusan dari Institut TAZKIA?” Tanya UAS.

Lebih lanjut, UAS menghimbau para mahasiswa untuk mau membangkitkan ekonomi masyarakat kecil dimulai dari gerakan membeli kebutuhan keluarga di warung milik masyarakat kita karena pada dasarnya kebangkitan ekonomi harus dibangkitkan hingga ke akar rumputnya.

Selain itu, beliau kembali mengingatkan kepada mahasiswa bahwa kedepannya mereka akan dihadapkan pada dua kriteria orang. Pertama, orang yang mengerti ekonomi tetapi syariahnya tidak paham dan satu lagi ialah orang yang mengerti syariahnya atau muamalahnya tetapi tidak paham dengan ekonominya. Sehingga inilah yang harus diwaspadai oleh mahasiswa TAZKIA dalam memahami dinamika di tengah masyarakat.

Mengakhiri kajian SDS kemarin sore, beliau menyampaikan 3 pesan. _Pertama_, jangan pisahkan ilmu, akidah, dan akhlak. _Kedua_, berusaha menyampaikan ilmu dengan banyak bahasa. _Ketiga_, walaupun sudah berada di puncak bukit tetapi kaki harus di tanah. Sehingga pesan-pesan itulah yang harus dijadikan wasilah para Ekonom Rabbani dalam mengintegrasikan semangat membumikan ekonomi syariah di seluruh tanah air Indonesia. (Naufal Rizqullah Al Banjari)

Miftahul AnwarUstadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?
read more

Demi Memasifkan Gerakan Investasi Saham Syariah dan Digital Marketing, KSEI Progres Institut TAZKIA Menggelar Seminar Nasional Untuk Millenials

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Pada hari Ahad, 13 Oktober 2019 telah dilaksanakan acara Seminar Nasional bertajuk “Stock Exchange and Digital Marketing Education for Millenials” yang digelar di Hall Lantai 3 Institut TAZKIA. Seminar nasional ini merupakan seminar akbar perdana yang diadakan di kampus ekonomi Islam rintisan Bapak Syafi’i Antonio setelah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) atas kenaikan tingkat dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam menjadi Institut.

Tujuan dari keberadaan seminar ini adalah merespon peluang-peluang yang ada di sekitar kita terutama potensi digital marketing dan investasi saham syariah yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan oleh generasi muda.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin dan 2 pembicara utama yang sangat bergengsi saat itu ialah Bang Revardi Syaputra dan Kak Frisca Devi Choirina dengan ditemani moderator yang langsung dipimpin oleh Ketua KSEI Progres periode 2018/2019, Bang Thufeil. Tak luput dari itu, terdapat delegasi perwakilan KSEI Kampus wilayah Jabodetabek, Mahasiswa Asrama TAZKIA, dan juga beberapa anggota komunitas Investor Saham Pemula sebanyak 250 peserta.

Dalam pemaparan yang dijelaskan oleh Founder DigiClass, Bang Revardi, ia menyampaikan tips and trick kepada peserta tentang bagaimana langkah awal setiap pembisnis dalam membangun bisnis digital yang mulai marak saat ini. Selain itu, ia juga menyampaikan pesan bahwa kegiatan berbisnis yang dilakukan oleh generasi muda saat ini dapat menjadi penggerak ekonomi dunia.

Pada sesi lainnya, Kak Frisca yang juga merupakan Founder Investor Saham Pemula turut menyampaikan materi tentang Nabung Saham Syariah yang semakin mulai digemari oleh lapisan masyarakat kita. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus turut ikut andil dalam memanfaatkan kesempatan berinvestasi sehingga perlu mindset yang baru untuk mencapai titik peluang dalam melakukan investasi saham syariah.

Dalam kesempatan event Progres kali ini disponsori oleh Urunmodal, Hotel Alana, Nitrogen, Anand Catering, Ny. JAB, dan Economichannel. Acara tersebut kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan plakat kepada pembicara sebagai bentuk apresiasi panitia atas kesediannya dalam berbagi ilmu dan inspirasi kepada generasi millenials.

Harapannya, semoga digital marketing dan investasi saham syariah di Indonesia dapat berkembang lebih pesat berkat tangan anak muda saat ini. (Naufal Rizqullah Al Banjar)

Miftahul AnwarDemi Memasifkan Gerakan Investasi Saham Syariah dan Digital Marketing, KSEI Progres Institut TAZKIA Menggelar Seminar Nasional Untuk Millenials
read more

Lokakarya Penyusunan Roadmap Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Tazkia

No comments

Pada hari Senin, 30 September 2019 M/ 01 Shafar 1441 H, LPPM Tazkia mengadakan workshop terkait penyusunan roadmap penelitian dan pemberdayaan masyarakat. Trainer pada acara ini adalah Bapak Dr. Mukhamad Yasid, M.Si selaku Direktur LPPM.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat roadmap arah penelitian dan pemberdayaan masyarakat Institut Tazkia selama 5 tahun ke depan. Metode yang digunakan adalah Logical Framework Approach (LFA). Peserta terdiri dari dosen tetap dan jajaran manajemen Institut Tazkia.

Miftahul AnwarLokakarya Penyusunan Roadmap Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Tazkia
read more

Wakaf Goes to Campus ; Institut Tazkia Menghadirkan BWI & MoU BNI Syariah

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Pada hari ini, Selasa (24/9), Institut TAZKIA kedatangan tamu dari Badan Wakaf Indonesia dan BNI Syariah pada acara Studium Dynamic Student (SDS) yang dilaksanakan di Aula Al-Hambra Masjid Andalusia, Sentul.

Dalam kesempatan ini, dihadiri pula sekaligus diisi oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Wakaf Indonesia. Terdapat juga General Manager (GM) Funding Division BNI Syariah, Bambang Sutrisno dan Rektor Institut TAZKIA, Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc.

Dalam sambutan wanita yang sehari-harinya dipanggil Madam Ani ini, menekankan bahwa generasi muda, terutama mahasiswa harus mengembangkan wakaf menjadi sarana perekonomian yang mampu mengentaskan permasalahan kemiskinan di Indonesia. Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa setiap generasi muda hari ini harus memetik banyak pelajaran dari adanya praktik wakaf karena dapat menjadikan manusia untuk selalu bersyukur akan hal tersebut.

Dalam pemaparan materi pada acara SDS ini yang berjudul Waqf: Digital Native Life Style, Kepala Badan Wakaf Indonesia menyampaikan bahwa wakaf harus dijadikan sebagai gaya hidup baru setiap generasi muda. Beliau menekankan bahwa wakaf itu adalah kesempurnaan dalam keabadian karena praktik tersebut dapat memberikan nilai kebahagiaan yang lebih daripada lainnya. Beliau juga menjelaskan prinsip dari adanya wakaf ini adalah menahan asalnya dan mengalirkan hasilnya sehingga wakaf dikatakan lebih produktif dibandingkan dengan zakat, infak, dan sadaqah. Beliau pun berpesan agar setiap mahasiswa harus selalu beradaptasi dan berinovasi dalam mengembangkan potensi wakaf.

Di sesi pembicara lain, Bambang Sutrisno menyampaikan pandangannya terhadap pengelolaan wakaf di Indonesia ini yang cenderung masih kurang diminati oleh kebanyakan orang. Selain itu, beliau juga memaparkan inovasi wakaf yang dibuat oleh BNI Syariah atau program Hasanah Way sebagai bentuk upaya merespon terhadap disrupsi teknologi yang terjadi hari ini.

Kegiatan SDS tersebut kemudian diakhiri dengan penandatanganan MoU antara Institut TAZKIA dengan BNI Syariah untuk kerjasama pengembangan wakaf di Indonesia yang disaksikan langsung oleh Kepala Badan Wakaf Indonesia dan jajaran dari karyawan BNI Syariah.

 

Journalist: Naufal Rizqullah Al Banjar

Rizqi ZakiyaWakaf Goes to Campus ; Institut Tazkia Menghadirkan BWI & MoU BNI Syariah
read more