Seputar Kampus

Seminar The Experience of Islamic Finance in The USA : Succes Story of LARIBA Bank of Whittier

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Kamis, 17 Rabiul Awal 1441 H atau bertepatan 14 November 2019 M Institut Tazkia menggelar Seminar dengan Tema The Experience of Islamic Finance in the USA : Succes Story of LARIBA Bank of Whittier dengan menghadirkan pembicara yang luar biasa yaitu Dr. Yahia Abdul Rahman selaku CEO of LARIBA Bank. Seminar ini bertempat di International Class Room Institut Tazkia.

Narasumber pada seminar ini berasal dari U.S.A dan tentunya seminar ini bernuansa internasional dimana bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Bukan hanya narasumber, pembawa acara yang merupakan mahasiswa Institut Tazkia serta moderator dari Civitas Tazkia yang menuntun jalannya seminar ini juga menggunakan bahasa inggris.

Seperti biasa, Seminar ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Pembacaan Tazkia Value yang di ikuti oleh seluruh  peserta yang hadir.

Dr. Yahia menyampaikan bahwa terdapat banyak inovasi dari LARIBA Bank. ” Innovation not only in Technology. For US, at LARIBA, in the US it was : How to Innovate to bring FR ( Riba Free ) Banking to market.” Imbuhnya.

Banyak poin penting yang bisa di ambil dari seminar ini. Selain menambah wawasan tentang Perbankan Syariah juga bisa meng-Improve kemampuan berbahasa Inggris seluruh peserta.

Seminar ini di hadiri kurang lebih sebanyak 100 peserta dimana yang menjadi peserta adalah para dosen, Mahasiswa/i Institut Tazkia dan Civitas Tazkia lainnya dan tentunya Seminar ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta.

Dengan Adanya seminar ini harapannya kita lebih semangat untuk berinovasi pada ekonomi syariah terutama dalam bidang perbankan syariah. Dan semoga bisa menjadi motivasi untuk memajukan perbankan syariah di Indonesia, serta menambah semangat untuk menggaungkan larangan riba tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia.

==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarSeminar The Experience of Islamic Finance in The USA : Succes Story of LARIBA Bank of Whittier
read more

Grand Launching Institut Tazkia

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Agenda dari Indonesia Islamic Economics Forum 2019 salah satunya adalah Grand Launching Institut Tazkia. Tazkia yang awalnya merupakan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) beralih menjadi Institut Agama Islam (IAI).

 

Grand Launching Institut Tazkia ini di awali dengan Countdown mulai dari angka Sepuluh sampai Nol dan Pemutaran Video Profil Institut Tazkia karya dari Team Tazkia Tv.

 

Perubahan Dari STEI menjadi Institut ini diresmikan oleh Dr. H. Muhammad Syafii Antonio, M.Sc selaku Founder Institut Tazkia dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku Rektor Institut Tazkia dan Gubernur Bangka Belitung Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M.
dan dihadiri oleh Civitas Tazkia, Mahasiswa/i Tazkia dan seluruh keluarga besar Tazkia.

 

Pemutaran Video Profil Institut Tazkia ini disambut meriah oleh seluruh pihak, dimana terdapat inovasi baru yang ditampilkan dan terdapat beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lainnya yang ada di Tazkia.

 

Harapannya semoga dengan perubahan nama dari STEI menjadi Institut bisa menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa/i, Civitas, dan seluruh keluarga besar Tazkia untuk menjadi lebih baik lagi dan lebih semangat untuk Menggaungkan Ekonomi Syariah.

 

==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarGrand Launching Institut Tazkia
read more

Institut Tazkia Gelar Special Student Dynamic Session X Indonesia Islamic Economics Forum 2019

No comments

 

Sentul City, Tazkia TV – Alhamdulillah, Institut Tazkia telah menyelenggarakan Indonesian Islamic Economics Forum 2019 yang disinergikan dengan Special Student Dynamic Session (SDS) yang rutin diadakan setiap ba’da Dzuhur hari Selasa.

 

Acara ini diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Asril, Mahasiswa Institut Tazkia jurusan Hukum Ekonomi Syariah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh peserta yang terdiri dari Civitas dan Mahasiswa Institut Tazkia, pembacaan corporate value Institut Tazkia, Pembacaan Hymne dan Mars Institut Tazkia oleh Paduan Suara Tazkia.

 

Rektor Institut Tazkia, Madam Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc memberikan sambutan dengan memberikan motivasi kepada mahasiswa Institut Tazkia bahwa dalam beberapa tahun kedepan, Badan Pusat Statistik memprediksikan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2020-2030 dimana jumlah penduduk usia produktif mendominasi masyarakat.

 

Kita saat ini berada di Era Revolusi Industri 4.0 dan mengalami ketidakpastian global. Dalam rangka menjadikan Ekonomi Syariah sebagai solusi permasalahan ekonomi yang ada saat ini, diperlukan adanya penggerak yang terdiri dari sumber daya manusia yang memahami ilmu ekonomi dan ilmu agama secara komprehensif.
Para mahasiswa Tazkia sudah seharusnya menjadi salah satu pelopor ekonomi syariah di Indonesia, menjadi mahasiswa yang luar biasa, memiliki Karakter unggul dan siap berkontribusi di kancah global. Salah satunya dengan menerapkan gaya hidup halal dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pembicara Pertama yaitu Gubernur Bangka Belitung, Dr. H. Erzaldi Rosman, SE., M.M. Beliau menyampaikan bahwa potensi pasar terbesar adalah umat Islam, 83% dari penduduk Indonesia adalah Muslim. Sistem ekonomi syariah sudah terbukti sebagai sistem ekonomi yang terbaik. Nabi kita, Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, selain mengajarkan agama, beliau juga seorang pedagang. Berapa banyak orang Islam yang memahami Ayat dan Hadits yang berkaitan dengan ekonomi.

 

Mari kita buktikan integritas kita sebagai seorang Muslim, pahami dan amalkan juga, perhatikan bagaimana kehalalan produk yang kita konsumsi sehari-hari, bayangkan potensi Ziswaf dikembangkan untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat. Apa ayatnya, apa haditsnya, bagaimana implementasinya.

 

Beliau sempat memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk mengemukakan inovasi mereka dalam mengembangkan ekonomi syariah. Beliau menyimpulkan bahwa menjadi mahasiswa harus berani mengambil resiko, menghadapi kesulitan dan lain sebagainya agar terbentuk Karakter yang tangguh dan unggul. Beliau mengakhiri penyampaiannya dengan bercerita tentang kisah hidupnya dan disimpulkan dengan kutipan Ayat Al-Quran, bahwa apa yang menurut kita baik boleh jadi sebenarnya buruk, boleh jadi apa yang menurut kita buruk sebenarnya baik, hanya Allah yang Maha Mengetahui.

 

Pembicara kedua, Ketua Umum OK OC Indonesia, Iim Rusyamsi, S. T, MM menyatakan bahwa anak millenial di Indonesia ada 83 juta, sekitar 43%. Dan kita harus mempersiapkan menghadapi bonus demografi, pasar halal dan potensi penduduk Muslim yang berkisar antara 170 juta orang kelas menengah dengan pengeluaran rata-rata 2 juta per bulan, dengan jumlah 300 jutaan uang yang beredar di antara kaum muslimin yang bisa membangun ekonomi umat kita.

 

OK OCE adalah gerakan pembukaan lapangan kerja basisnya entrepeneurship. Orang-orang diajak berwirausaha untuk menurunkan angka pengangguran di Indonesia melalui 4 tahapan.

 

Acara diakhiri dengan menampilkan video profil Institut Tazkia yang disambut dengan antusias oleh seluruh mahasiswa dan Civitas Institut Tazkia.

 

==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarInstitut Tazkia Gelar Special Student Dynamic Session X Indonesia Islamic Economics Forum 2019
read more

Indonesia Islamic Economics Forum 2019

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Pada hari Selasa, 12 November 2019 mengadakan acara seminar Indonesia Islamic Economics Forum 2019 sekaligus Grand Launching nama Institut TAZKIA yang digelar di Aula Auditorium Al-Hambra, Masjid Andalusia, Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

 

Acara ini terbagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama akan dimulai pukul 10.00-11.45 WIB dengan dihadiri oleh Pembina  Institut TAZKIA, Bpk. Drs. Muhammad Syafii Antonio, Rektor Institut TAZKIA, Ibu Drs. Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP, Gubernur Riau yang diwakilkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau, Bpk. Drs. H. Masrul Kasmy, M. Si. Kemudian Gubernur Kalimantan Timur yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Bpk. Anwar Sanusi, M. Pd. Kelima, Bupati Kabupaten Siak yang diwakilkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Siak, Bpk. H. Hendrisan, S. Sos, M. Si. Keenam, Bupati Kabupaten Bangka Tengah yang akan diwakilkan oleh Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bangka Tengah, Bpk. Ahmad Syarifullah Nizam, S. E, M. Ap. Terakhir, Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakilkan oleh Direktur Utama Bank NTB Syariah, Bpk. H. Kukuh Rahardjo

 

Kemudian, dilanjutkan ke acara sesi kedua pada pukul 13.00-14.30 WIB yang dihadiri kembali oleh Pembina Institut TAZKIA, Bpk. Drs. Muhammad Syafii Antonio, Rektor Institut TAZKIA dan Ibu Drs. Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP. Kemudian Gubernur Bangka Belitung, Bpk. Dr. H. Erzaldi Rosman, SE, MM serta Ketua Umum Oke Oce Indonesia, Bpk. Lim Rusyamsi, S. T, MM

 

==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarIndonesia Islamic Economics Forum 2019
read more

Pemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Salah Satu agenda dari Indonesia Islamic Economics Forum 2019 adalah Pemberian Award dari Institut Tazkia kepada Pemberi Beasiswa Mahasiswa/i Institut Tazkia dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Ada beberapa Kategori Penghargaan yang di berikan pada sesi pertama, diantaranya :

 

1.The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Dinar. Kategori ini diberikan kepada Gubernur Prov. Kalimantan Timur yang di wakilkan oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi kalimantan timur Bapak Anwar sanusi, M.pd.

 

 

2. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance kategori Jauhar. Kategori ini di berikan kepada Gubernur prov. Riau yang di wakilkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau yaitu Bapak Drs.H.Mashrul Kasmy,Msi.

 

3. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. Kategori ini diberikan kepada Bupati kab. Siak yang di wakilkan oleh Asisten Perekonomian dan pembangunan Setda Kab.Siak bapak H.Hendrisan, S.Sos,M.Si

 

4. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. kategori ini juga di berikan kepada Gubernur Bangka Belitung yang hadir langsung dalam acara Indonesia Islamic Economics Forum 2019 Bapak Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M.

 

 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. M. Syafii Antonio dan Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Pembina Yayasan dan Rektor Institut Tazkia.

 

Dengan Adanya Penghargaan ini, semoga menjadi motivasi untuk Tetap mempertahankan dan lebih memajukan ekonomi syariah dan menjadi motivasi juga untuk daerah lain untuk mengembangkan Ekonomi Syariah.
==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarPemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance
read more

Apakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?

No comments

Penulis: Naufal Rizqullah Al Banjari

Sentul City, TAZKIA TV – Indonesia sedang bersiap diri untuk menghadapi tantangan perekonomian kedepan dimana selain melawan ketidakstabilan perekonomian global, juga sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk merespon peluang dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri. Dalam hal ini, Institut TAZKIA kembali menggelar agenda Monday Forum edisi 11 November 2019 dengan bertemakan “Islam, Ekonomi Kreatif, & Wisata Halal” yang dihadiri dan diisi langsung oleh seorang akademisi sekaligus Kepala Jurusan Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Tantan Hermansah, M. Si dengan dimoderatori oleh Dr. Indra, M. Si selaku Direktur Pusat Studi Halal Institut TAZKIA.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, dan beberapa akademisi yang telah mengikuti secara khidmat sejak pukul 09.30-11.40 WIB di International Class lantai 3. Sejumlah pembahasan yang disampaikan oleh Dr. Tantan hari ini adalah bagaimana ekonomi kreatif di Indonesia dapat hidup dan berkembang secara terus seiring dengan sumber daya manusianya juga dibangun dan dibina dalam mencapai tujuan strategis Indonesia, yaitu Pariwisata Halal.

Dikatakan oleh akademisi yang berasal dari Garut ini bahwa dua variabel tersebut memiliki peluang yang amat menguntungkan untuk mendongkrak pendapatan negara, mulai dari devisa negara, produk domestik bruto (PDB), dan sebagainya.

“Tetapi semua itu (wisata halal & ekonomi kreatif) baru dapat tercapai ketika SDM nya sudah dibangun dan dibina tentang pengelolaan kawasan pariwisata yang dimaksud” Ujar Kajur Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain itu, ekonomi kreatif dapat selalu ada dan berkembang secara terus menerus tentunya berasal dari ide yang dikeluarkan dari para pelaku ekonomi kreatif. Nantinya ide-ide tersebut dapat dikolaborasikan dengan wisata halal setelah dikeluarkannya _roadmap_ tentang Pariwisata Halal oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Maka dari itu, perlu dibuat kembali forum-forum diskusi seperti ini agar kita selaku akademisi dapat menyiasati peluang ini dengan baik dan juga dapat mendorong pemerintah untuk segera menetapkan dan mengeluarkan _roadmap_
Pariwisata Halal dengan memberikan hasil-hasil diskusi yang membahas tentang perihal ini” kata Dr. Tantan.

Dalam sesi diskusi kali ini, beliau memaparkan sejumlah cara untuk menilai pencapaian pengembangan ekonomi kreatif, diantaranya:

1) Penciptaan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,
2) Peningkatan jumlah dan daya saing ekonomi kreatif,
3) Peningkatan devisa dan kontribusi terhadap neraca perdagangan,
4) Peningkatan konsumsi Republik Indonesia terhadap produk kreatif.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Miftahul AnwarApakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?
read more

Institut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

No comments

Banjarmasin, 1 November 2019/3 Rabiul Awwal 1441H

Telah diadakannya dialog akademik antara Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Prof. Dr. H. Ahmad Khairuddin, M.Ag beserta jajaran. Diakhir dialog kedua rektor berkenan menandatangani kerjasama Tridharma.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
read more

Perkuat Ukhuwah Antar Sesama LDK se-Priangan Barat, LDK Al-Iqtishod Mengadakan Kegiatan Mabit Spesial FSLDKD

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Bicara pergerakan dakwah memang tak pernah luput dari mahasiswa Institut TAZKIA. Kali ini datang dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Iqtishod Institut TAZKIA yang pada akhir pekan lalu menggelar acara LDK Regional Priangan Barat dengan konsep kegiatan berupa Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT).

 

Kegiatan tersebut dilakukan selama 2 hari, yakni Sabtu-Ahad, 19-20 Oktober 2019 di Masjid Andalusia, Sentul City.

 

Dihadiri sekitar 160 delegasi atau 15 LDK dari berbagai kampus di wilayah Priangan Barat, acara ini diadakan untuk membangun ukhuwah antar Civitas TAZKIA dengan para tamu yang dikirim dari masing-masing LDK.

 

Pada momentum spesial ini, panitia mengusung tema “Membangun Karakter Islami Untuk Menjadi Negarawan yang Sejati”. Turut mengundang Ustadz Abu Fakhri Nabhah Rabbani sebagai pembicara yang selama ini dikenal ahlinya dalam memberikan materi yang berkaitan dengan tema tersebut.

 

 

Beliau menyampaikan tentang akhlak apa saja yang harus dimiliki oleh seorang muslim saat ini. Diantaranya yang disebutkan olehnya, ialah tidak boleh cepat marah, tidak boleh cepat tersinggung, tidak mudah kecewa, tidak mudah merendahkan orang lain, dan tidak mudah putus asa dalam melakukan sesuatu.

 

Tidak ketinggalan, beliau juga menyebutkan kelemahan muslim milenial saat ini yang cenderung mengarah ke wilayah yang terlalu negatif. Seperti mental lemah, perasaan lemah, larut dalam perasaan, sering menyalahkan keadaan, dan membalas keburukan dengan keburukan.

 

Dalam mengakhiri sesi penyampaian materi olehnya, beliau berpesan agar setiap muslim dapat memiliki sifat qurani atau berakhlak sesuai dengan Al-Quran demi terwujudnya karakter islami secara _kaffah_ sebagai negarawan yang sejati.

 

Acara ini kemudian ditutup dengan agenda sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan ketua LDK Regional Priangan Barat yang dilakukan pada hari Ahad pagi. (Anisa Syahidah Mujahidah & Naufal Rizqullah Al Banjari)
Miftahul AnwarPerkuat Ukhuwah Antar Sesama LDK se-Priangan Barat, LDK Al-Iqtishod Mengadakan Kegiatan Mabit Spesial FSLDKD
read more

Menyiapkan Kader Dakwah Ekonomi Islam Terbaik, KSEI Progres Mengadakan LBT Jilid I

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Kabar kembali datang dari Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Progres Institut TAZKIA dimana pada akhir pekan kemarin telah dilaksanakan kegiatan _Leadership Basic Training_ Jilid 1 dengan berbalut kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang dilakukan di Gedung Abdurrahman bin ‘Auf Masjid Andalusia Sentul.

 

Acara tersebut diselenggarakan tepat pada hari Sabtu-Ahad, 19-20 November 2019 dengan menghadirkan pembicara, yakni Ustadz Ardhy Surya Nugraha, Ketua Ikatan Mubaligh Indonesia dan Kak Thufeil Muhammad Tyansyah, Pengurus Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Nasional bidang Keilmuan.

 

Rangkaian acara pun dimulai pada hari Sabtu sore pukul 16.00 WIB. Sesuai dengan tema acara yang berlaku, yaitu Urgensi Merajut Ukhuwah Dalam Dakwah Bernuansa Ilmiah, pada kesempatan kali ini, kak Thufeil menyampaikan materi tentang FoSSEI secara umum. Forum tersebut mulai didirikan pada tanggal 13 Mei 2000 dengan tujuan utamanya, yaitu menguatkan sinergi peran dakwah ekonomi Islam setiap KSEI pada masyarakat.

 

Dia menjelaskan bahwa FoSSEI yang ada saat ini adalah seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi mewadahi para KSEI dalam berkontribusi membumikan ekonomi syariah. Lebih lanjut lagi, keberadaan FoSSEI saat ini telah membawa perubahan pada arus pertumbuhan ekonomi Islam Indonesia dimana selama ini para pengurus dan kader FoSSEI telah berjuang dalam mendorong pemerintah pusat untuk menjadikan ekonomi Islam sebagai fundamental perekonomian masyarakat melalui jalur diplomasi.

 

Beliau menambahkan, dengan memiliki 3 _spirit_ yang terdiri dari Ukhuwah, Dakwah, & Ilmiah dalam berperan sebagai Ekonom Rabbani, maka segala tujuan dan cita-cita kita sebagai kader FoSSEI dapat tercapai dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai jalan menuju kesejahteraan.

 

Pada malam harinya, dilanjutkan kembali materi kajian tentang Taman Surga Ukhuwah yang dipersembahkan oleh Ustadz Ardhy Surya Nugraha. Beliau mengatakan bahwasanya hidup itu berorganisasi setiap harinya. Setiap bagian tubuh kita memiliki peran masing-masing dalam memaksimalkan kenikmatan yang sudah diberikan oleh Allah SWT.

 

 

Sebagai contoh, tangan digunakan untuk mengambil barang, kaki digunakan untuk berjalan, dan organ-organ lainnya yang memiliki peran yang berbeda daripada yang sudah disebutkan sebelumnya. Sehingga perlu adanya kejelasan komunikasi antar sesama organ tubuh agar terciptanya harmonisasi fungsi dari setiap organnya. Begitu juga dengan di Progres.

 

Beliau pun menegaskan bahwa Progres ini adalah rumah bagi keluarga yang harmonis. Maka dari itu, Ustadz Ardy mengajak para peserta mabit saat itu untuk menjadikan rumah kecil ini menjadi lebih bermakna karena dakwah ekonomi Islam yang disemarakkan oleh para Ekonom Rabbani. Mengakhiri perjumpaan dengannya, beliau berpesan:

 

 _Menjadi lebih baik itu harus dan wajib, tetapi merasa lebih baik itu tidak boleh karena dapat menggelincirkan segala amalan kebaikan._

 

Keesokan harinya, dilanjutkan kembali serangkaian kegiatan LBT dengan sesi pengenalan Progres lebih dalam dengan melakukan tanya jawab di pos-pos yang telah disediakan oleh panitia. Setelah itu, acara kemudian berlanjut dengan kegiatan pengenalan ekonomi syariah kepada masyarakat melalui metode wawancara sebagai upaya mewujudkan dakwah ekonomi Islam ke lingkup yang lebih luas.

 

 

Perlu diketahui bahwa kegiatan LBT Jilid I ini merupakan kegiatan penguatan bagi para calon pengurus Progres angkatan 18 yang selalu dilakukan setiap tahunnya dengan dihadiri sekitar 30 orang.

 

Berbagai harapan dipanjatkan agar para pengurus nantinya dapat mengemban amanah yang didapatkannya dengan baik dan penuh tanggung jawab seusai acara ini.

 

Acara tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dengan para panitia penyelenggara. (Naufal Rizqullah Al Banjari)
Miftahul AnwarMenyiapkan Kader Dakwah Ekonomi Islam Terbaik, KSEI Progres Mengadakan LBT Jilid I
read more

Ustadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Ada yang tahu dengan kegiatan _Student Dynamic Session_ (SDS)? Kali ini, Institut TAZKIA kedatangan seorang ulama karismatik yang datang jauh dari Riau untuk mengisi kegiatan Student Dynamic Session ketiga secara akbar. Berbeda dengan SDS sebelumnya yang diisi oleh Prof. Muhammad Nuh dan seorang pembisnis dari kalangan millenial, ulama yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah Ustadz Abdul Somad.

Acara ini diselenggarakan di Auditorium Al-Hambra Masjid Andalusia pada hari Senin, 21 Oktober 2019. Dihadiri sekitar lebih dari 1000 orang yang didominasi oleh seluruh mahasiswa dan kalangan jamaah umum tidak membuat acara ini berjalan dengan terhambat. Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP turut meramaikan kajian SDS ini dengan memberikan kata sambutan kepada jamaah dengan ditemani Wakil Rektor I Bidang Akademik, Bapak Andang Heryahya, M. Pd. I, M. Pd sebagai moderator acara kemarin sore.

Pada SDS pekan ini, Institut TAZKIA mengangkat tema “Integration of Islamic Economics Knowledge”. Tema ini dipilih setelah melihat kondisi di masyarakat dimana para sarjana akuntansi syariah, ekonomi syariah, hukum ekonomi syariah, manajemen bisnis syariah, dan pendidikan ekonomi syariah masih fokus pada bidangnya masing-masing. Sehingga timbulah permasalahan, yaitu belum bersatunya rumpun disiplin ilmu dalam memajukan ekonomi syariah.

Pada kesempatan kali ini, UAS diberikan keleluasaan untuk menjelaskan bagaimana caranya untuk dapat mengintegrasikan rumpun keilmuan dalam ilmu ekonomi Islam. Beliau menjelaskan bahwa perubahan segala aspek kehidupan berawal dari ekonomi. Semuanya bertumpu pada sektor tersebut.

“Lantas, mengapa para sarjana ekonomi Islam tidak dapat bersatu apalagi lulusan dari Institut TAZKIA?” Tanya UAS.

Lebih lanjut, UAS menghimbau para mahasiswa untuk mau membangkitkan ekonomi masyarakat kecil dimulai dari gerakan membeli kebutuhan keluarga di warung milik masyarakat kita karena pada dasarnya kebangkitan ekonomi harus dibangkitkan hingga ke akar rumputnya.

Selain itu, beliau kembali mengingatkan kepada mahasiswa bahwa kedepannya mereka akan dihadapkan pada dua kriteria orang. Pertama, orang yang mengerti ekonomi tetapi syariahnya tidak paham dan satu lagi ialah orang yang mengerti syariahnya atau muamalahnya tetapi tidak paham dengan ekonominya. Sehingga inilah yang harus diwaspadai oleh mahasiswa TAZKIA dalam memahami dinamika di tengah masyarakat.

Mengakhiri kajian SDS kemarin sore, beliau menyampaikan 3 pesan. _Pertama_, jangan pisahkan ilmu, akidah, dan akhlak. _Kedua_, berusaha menyampaikan ilmu dengan banyak bahasa. _Ketiga_, walaupun sudah berada di puncak bukit tetapi kaki harus di tanah. Sehingga pesan-pesan itulah yang harus dijadikan wasilah para Ekonom Rabbani dalam mengintegrasikan semangat membumikan ekonomi syariah di seluruh tanah air Indonesia. (Naufal Rizqullah Al Banjari)

Miftahul AnwarUstadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?
read more