Pengumuman

Research Outlook Keuangan Islam 2020

No comments

Konferensi dan penelitian keuangan Islam dinilai kian marak dilakukan pada 2019. Namun, Rektor Institut Tazkia,  Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, menilai, bahwa harus dilakukan penelitian perkembangan keuangan syariah yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional. “Beberapa konferensi dan penelitian yang sudah dilakukan di Indonesia masih bersifat umum dan belum terfokus pada permasalahan perkembangan keuangan syariah secara khusus”, kata Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP dalam keterangan tertulis “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia”.

Berikut ini dokumen “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia” dimaksud. 

RESEARCH OUTLOOK 2020

  1. Dukungan politik dari tingkat tertinggi. Presiden Joko Widodo sendiri menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk mempromosikan keuangan syariah di Indonesia.
  2. Fakta bahwa Indonesia adalah ekonomi terbesar pada Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Indonesia memiliki kekuatan ekonomi terbesar pada Oranisasi Kerjasama Islam (OKI) baik dari segi jumlah penduduk dan PDB, serta dukungan pemerintah terhadap pasar perbankan dan keuangan Islam.
  3. Perkembangan regulasi di bidang perbankan dan keuangan Islam. Hal ini juga sangat membantu negara ini menjadi pasar perbankan dan keuangan Islam menjadi tingkat teratas.
  4. Ekosistem untuk perbankan dan keuangan Islam telah meningkat secara signifikan Beberapa contoh Industri perbankan dan keuangan Islam yang meningkat secara signifikan di antaranya, industri pariwisata halal, pengumpulan dan distribusi zakat, obligasi wakaf/ sukuk, dan kerangka kerja peraturan terkait.
  5. Sektor swasta juga memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan perbankan dan keuangan Islam. Bank Syariah Mandiri (BSM) kini telah muncul sebagai pemimpin global dalam perbankan dan keuangan Islam, meskipun fokus utamanya tetap pada pasar nasional / domestik.

Berikut ini merupakan konferensi ekonomi syariah terbesar yang diadakan pada 2019, di antaranya:

  1. Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) yang mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Keuangan Syariah Melalui Inovasi dan Sinergi Menuju Responsible Finance and Investment dalam rangka Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional” pada tanggal 15-16 Oktober 2019 di Yogyakarta.
  2. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang mengusung tema “Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth” pada 12-17 November 2019 di Grand City, Surabaya.
  3. ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) yang mengusung tema “Revival of Islamic Social Finance to Strengthen Economic Development Towards A Global Industrial Revolution” pada 3- 5 Desember 2019 di UNIDA Gontor, Jawa Timur.

Berita positif lainnya, beberapa jurnal ekonomi Islam seperti International Sharia Research Academy (ISRA), Journal of Islamic Economic Studies yang diprakarsai oleh Islamic Research and Training Institute (IRTI) Islamic Development Bank (IDB), dan Emerald Publishing yang di sponsori oleh Bank Negara Malaysia sudah terindeks baik. Selain itu, adapun jurnal-jurnal yang bertemakan etika dan Islam sudah berperingkat baik, di antaranya:

  • Journal of Islamic Accounting and Business Research by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan ABS, menempati quartile 2 (Q2)
  • International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management Information by Emerald Publishing
  • Humanomics by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Journal of Islamic Marketing by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Asian Journal of Middle Eastern and Islamic Studies by Shanghai International Studies University
  • Journal of Economic Behavior and Organization by Elsevier BV, terindeks Scopus dan menempati quartile 1 (Q1)

Adapun informasi lain yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa Secara umum, pada triwulan III-2019 Perbankan syariah memiliki ketahanan modal yang terjaga, ditunjukkan oleh rasio CAR BUS sebesar 20,39%. Fungsi intermediasi perbankan syariah juga berjalan baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso memaparkan bahwa kinerja ekonomi global masih cukup dinamis. Pertumbuhan perekonomian global kembali direvisi turun oleh IMF dan Bank Dunia sebagai dampak dari masih tingginya ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok. Leading indicators perekonomian global triwulan III-2019 juga masih menunjukkan tren melambat. Sejalan hal tersebut, beberapa bank sentral dunia merespon dengan menjalankan kebijakan akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.

Walaupun demikian, kondisi sektor jasa keuangan nasional terjaga dengan baik. Kinerja intermediasi perbankan walaupun termoderasi namun secara umum masih dalam keadaan solid dengan kredit yang tumbuh sehat dan tingkat risiko yang terjaga. Sejalan dengan kinerja perbankan, pembiayaan non-bank dapat tumbuh secara gradual dengan risiko yang cukup stabil. Sementara itu, industri pasar modal mengalami koreksi tipis ditandai dengan melemahnya IHSG.

Miftahul AnwarResearch Outlook Keuangan Islam 2020
read more

Ratusan Mahasiswa Hadiri Acara Big Seminar Himmah & Closing SDS 2019

No comments

Selasa, 17 Desember 2019 Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Syariah (Himmah) Institut Tazkia mengadakan Big seminar dan pasar rakyat Tazkia.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan pasar rakyat yang langsung dibuka oleh Rektor Tazkia. Pasar rakyat ini merupakan sebuah kegiatan yang ditujukan sebagai wadah bagi para mahasiswa yang sudah memiliki usaha untuk mengenalkan produk-produknya ke seluruh masyarakat Tazkia.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan seminar dengan tema “We Are The Moslem Entrepreneur” yang diisi oleh dua pengusaha muda yang juga lulusan Institut Tazkia, yaitu Trissa Kurnia D.K.R, selaku owner Bebek Santri sekaligus founder dari Milenial Bebas Finansial dan yang kedua adalah Al Ghiffary Muhammad, selaku CEO dari muslimah beauty care, yang juga sedang menggandrungi usaha lain seperti Leather Boots, Khalel Barber & Warkop, dan lainnya.

Dalam sesi pertama Trissa menyampaikan bahwa kita sebagai generasi milenial jika ingin memulai suatu usaha harus didahului dari pembentukan mental, pemikiran, dan harus membangun diri menjadi pribadi yang sesuai dengan target yang ingin dicapai.

Kemuudian dilanjut pada sesi kedua dalam penyampaian materinya, Ghiffary menyatakan bahwa jika ingin memulai suatu usaha, mulai dari satu usaha yang memang sesuai dengan fashion, dan carilah mentor agar fokus dan konsisten dalam membangun usaha tersebut, dan yang terakhir harus berani mengambil resiko dan tidak memulai bisnis dengan modal berhutang.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan seminar sekaligus closing SDS yang di isi oleh Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, Wakil Rektor 1, Andang Heryahya, M.Pd.I., dan pemateri yang berasal dari alumni Tazkia, yaitu Dicky Ryandi.

Dalam penyampaian Dicky Ryandi menceritkan tentang awal mula memulai mendirikan fintech syariah yang diberi nama Urun Modal. Sebuah fintech yang menjadi wadah / mempertemukan antara pemilik modal dan pelaku usaha.

Penyampaian materi disambut dengan penuh antusias oleh seluruh peserta yang hadir, yang diharapkan mampu memberikan motifasi kepada seluruh peserta untuk berani memulai usaha sejak dini.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penutupan SDS tahun ajaran 2019/2020, yang langsung ditutup oleh Rektor Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin. (Himmah & M. Anwar)

Miftahul AnwarRatusan Mahasiswa Hadiri Acara Big Seminar Himmah & Closing SDS 2019
read more

LDK AL Iqtishod Tazkia Adakan SEMINAR KEMUSLIMAHAN 2019

No comments

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS.Ali Imran: 110)

Aliqtishod.com–Sentul, 10 Desember 2019. Alhamdulillah, telah terlaksana seminar kemuslimahan dalam rangka pembelajaran seputar dunia kemuslimahan yang mengusung tema “The Inspiring Future of Millennial Muslimah” dengan pemateri dr. Davrina Rianda, dokter yang memiliki minat pada kesehatan perempuan dan kecerdasan anak, serta dunia penulisan dan moderator Nadia Sophia Lubis, B.Sc, seorang entrepreneur yang memiliki bisnis bernama Sophia Diamond, Alumni IIUM, dan GIA Diamond Graduate. Seminar  dilaksanakan di Alhamra hall, Masjid Andalusia, IAI Tazkia, Sentul City, pada hari Selasa 10 Desember 2019.

Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, menyanyikan Indonesia Raya dan Tazkia Value dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana, Putri Ananda dan Rektor IAI Tazkia, Dr. Muniarti Mukhlisin, M. Acc, QWP.

Acara yang dihadiri kurang lebih 250 peseta dari mahasiswi institut tazkia, tazkia matrikulasi dan juga umum, mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari ibu rektor karena dapat menjadi wadah bagi muslimah millenial untuk mendapatkan wawasan dan keilmuan seputar permasalahan yang muslimah hadapi saat ini. Acara ini juga membangun kesadaran kepada para peserta yang hadir, bahwa setiap muslimah harus memiliki komitmen yang kuat agar setiap langkah apapun yang dilakukan dalam kehidupan tidak menyimpang dari syariat Islam.

Setiap muslimah juga harus menghargai setiap potensi dan bakat yang dimiliki serta dapat berpikir positif, mempunyai visi dan misi yang jelas untuk masa yang akan datang.

Acara mulai menarik saat sesi penyampaian materi oleh dr. Davrina Rianda. Davrina menyampaikan bahwa seorang muslimah dituntut untuk tegas terhadap diri sendiri dan lingkungannya dengan tantangan yang semakin banyak seiring perkembangan zaman. Seorang muslimah hendaklah selalu aktif dan produktif dalam Islam sesuai dengan Surah Ali Imran ayat 110.

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah.” (HR. Muslim)

Davrina juga mengatakan bahwa para muslimah harus mendukung terciptanya generasi yang maju dan mampu menjawab tantangan peradapan, seperti :

  1. Menuju generasi high-achiever di mana seorang anaj harus mempunyai daya saing global (IQ, EQ);
  2. Modernisasi sains dan budaya barat, tetapi Allah tetap di hati (SQ);
  3. Critial-Thinking dan Post-Truth Era.

Adapun kemuliaan khusus muslimah dijelaskan dalam hadis riwayat Ahmad yaitu, istri shalihah yang mentaati suaminya. Satu sisi ini adalah sebuah tuntutan sikap bagi para istri terhadap suami.

”.. Seorang wanita (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya bagi anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang (perbuatan) mereka..”

Dari hadis tersebut, ketaatan pada suami yang dimaksud adalah hal yang tidak melanggar perintah Allah atau bukan hal yang maksiat. Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah bersabda:

“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya,dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya).

Sebagai seorang muslimah, bukan hanya berdiam diri ataupun mencari potensi diri tapi juga berusaha untuk memunculkan potensi diri itu sendiri seperti, berkompetisi dengan diri sendiri dan belajar dari kebaikan orang lain untuk mendidik diri sendiri, Never aim for 2nd best, dan menggeser tujuan bukan untuk diri sendiri tapi untuk kebaikan di dunia demi mendapatkan rahmat Allah Swt dengan tujuan yang berorientasi pada kebaikan di masyarakat dan memiliki dampak yang lebih besar. So, remember to be the very best version of you.

Sesi penyampaian materi pun ditutup dengan dua pertanyaan dari peserta dan pemberian cinderamata kepada pembicara. Suasana SKN semakin bertambah seru dengan special performance nasyid  dan pengumuman lomba esai SKN 2019 tingkat se-Jabodetabek dan didilanjutkan dengan pembagian door prize, pembacaan puisi sebelum acara SKN 2019 pada hari ini berakhir.

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah: 269).

Aamiin…Aamiin ya rabba ‘alamiin

Semoga Bermanfaat

Barakallhu fiikum

 

Tim Pers,

Syiar Creative

 

Miftahul AnwarLDK AL Iqtishod Tazkia Adakan SEMINAR KEMUSLIMAHAN 2019
read more

Ratusan Mahasiswa se-Jabodetabek Hadiri Rakereg 2019 di KSEI Progres Institut Tazkia

No comments

Perkembangan Ekonomi Islam pada saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik kajian akademis di perguruan tinggi maupun dalam praktik operasionalnya. Hal tersebut tidak terlepas dari peranan mahasiswa yang tergabung dalam FoSSEI dalam berdiskusi tentang Ekonomi Islam. Untuk terus menjaga kemajuan Ekonomi Islam, FoSSEI Regional Jabodetabek insya Allah akan menyelenggarakan agenda Rapat Kerja Regional (Rakereg) FoSSEI Jabodetabek 2019

Alhamdulillah atas izin Allah Ta’ala, pada hari Sabtu hingga Ahad, 30 November hingga 1 Desember 2019, sekitar 200 mahasiswa yang tergabung dalam KSEI dari seluruh kampus di Jabodetabek datang ke KSEI Progres Institut Tazkia dalam rangka menghadiri agenda tersebut.

Rangkaian acara dimulai sejak Sabtu sore (30/11/2019) dengan registrasi di kampus utama Institut Tazkia, Sentul City. Kegiatan pertama adalah sharing keorganisasian bersama Koordinator Regional FoSSEI Jabodetabek, kak Hadi Aufa dari KSEI Lisensi UIN Jakarta hingga menjelang Maghrib.

Setelah istirahat, shalat dan makan. Kegiatan selanjutnya adalah kajian ba’da Isya bersama peneliti senior bank Indonesia, Dr. Ali Sakti dengan tema: Satukan Langkah, Bumikan Ekonomi Syariah.

Selesai kajian Ba’da Isya, seluruh KSEI berkumpul untuk sharing perkembangan antar KSEI dengan dipandu oleh Koordinator Regional FoSSEI Jabodetabek, kak Hadi Aufa hingga pukul setengah sepuluh malam, dilanjutkan dengan istirahat di tempat yang telah disediakan oleh panitia.

Pada hari kedua (Ahad, 1/12/2019), Rakereg kembali dimulai dengan agenda kegiatan salat tahajud secara berjamaah di Masjid Andalusia. Kegiatan ini dimulai pukul 03.30 WIB hingga 10 menit menjelang azan subuh yang diimami oleh saudara Muhammad Rijal Anshorulloh, Mahasiswa Semester 3 Jurusan Ekonomi Syariah.

Seusai kegiatan salat subuh berjamaah, terdapat kajian subuh spesial sebagai penutup kegiatan MABIT para delegasi KSEI seluruh wilayah Jabodetabek. Kajian ini diisi dan dibawakan oleh ustadz Ardhy Surya Nugraha, Da’i Muda Nasional selama hampir 2 jam. Tema yang dibawakan sangatlah istimewa, yakni “Dari Masjid, Ekonom Rabbani Bangkit”. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan agenda sesi foto bersama dengannya dan kegiatan olahraga pagi hingga pukul 07.00 WIB.

Memasuki acara inti dengan diawali oleh pembukaan Master of Ceremony (MC) beserta sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Muhammad Syihabudin selaku ketua acara Rapat Kerja Regional FoSSEI Jabodetabek 2019. Dilanjutkan setelahnya, yaitu Koordinator Regional FoSSEI Jabodetabek, Hadi Aufa dan terakhir adalah Ustadz Rizqi Zakiya yang mewakili manajemen Institut Tazkia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi hasil RAKERNAS 2019 yang dilakukan di Madura pada awal bulan November yang dipresentasikan oleh Agus Sulaeman, Presidium Nasional FoSSEI bagian Kaderisasi. Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa tema nasional FoSSEI untuk 1 tahun kedepan adalah Optimalisasi Manajemen dan Keuangan Masjid serta ZISWAF dalam Pembangunan Sosial Ekonomi Indonesia.

Usai sosialisasi dilakukan, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus FoSSEI Jabodetabek periode 2019/2020 yang dilantik langsung oleh Hadi Aufa. Rangkaian acara berikutnya adalah ice breaking dan coffee break dengan bermain games kahoot.

Selanjutnya adalah sidang komisi yang terbagi menjadi 3, yaitu komisi kaderisasi, keilmuan, dan media dimana masing-masing komisi tersebut membahas program kerja untuk dilakukan selama 1 tahun kedepan. Sidang tersebut berlangsung 1 jam dengan menghasilkan Key Performance Indicator sebagai pedoman kerja FoSSEI Jabodetabek satu tahun kedepan. KPI tersebut kemudian disahkan, ditetapkan, dan ditandatangani oleh Hadi Aufa pada sidang pleno dengan disaksikan langsung oleh delegasi-delegasi yang menghadiri acara ini. Acara tersebut diakhiri dengan pembacaan doa, sesi foto bersama, dan jumpa lepas delegasi KSEI.

Dengan dilaksanakannya acara ini, diharapkan dapat menjadi wadah ukhuwah bagi seluruh KSEI se-Jabodetabek dan motivasi agar lebih semangat berkontribusi bagi pengurus masa amanah 2019-2020 yang akan melanjutkan estafet dakwah ekonomi Syariah di Indonesia.

_Kami ucapkan Syukran Jazakumullahu Khairan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, semoga dapat berjumpa kembali di kesempatan berikutnya, Insya Allah.._

Ekonom Rabbani.. Bisa❗
Progres.. Ceria❗

Miftahul AnwarRatusan Mahasiswa se-Jabodetabek Hadiri Rakereg 2019 di KSEI Progres Institut Tazkia
read more

Dua Mahasiswa Tahfidz Economic Tazkia Juara MTQ Provinsi Riau

No comments

Alhamdulillah wa syukulilla dua mahasiswa Institut Agama Islam Tazkia lewat sua wakilnya berhasil menjadi pemenang Musabaqah Tilatul Al Quran (MTQ) tingkat provinsi Riau. Kedua mahasiswa tercatat di program Tahfiednomic Tazkia Cilember, Bogor tersebut adalah
Ismail Ihsan pada cabang 30 juz sebagai juara kedua, dan rekan sekampusnya
Rian Asmawi pada kriteria 5 juz merebut juara ketiga.

MTQ tingkat provinsi Riau ke 38 di kabupaten Kampar selama satu minggu, dari tanggal 23-30 November 2019 diikut seluruh khafid dan qoriah terbaik putera puteri Riau yang antara lain tersebar di beberapa kampus Indonesia.

Direncanakan kedua mahasiswa terbaik Tahfiednomic Tazkia akan kembali ke Bogor hari Selasa, tanggal 2 Desember 2019 jam 3 siang di bandara Soekarno hlHatta di terminal 3 Cengkareng-Tanggerang, Banten.

Kami mengucapkan terima kasih dan jazaakumullah kepada semua keluarga Institut Tazkia yang telah mendukung dan mendoakan mereka sehinggga bisa menjadi ambasador Tazkia, khususnya dalam ketaatan dan kecintaan pada al Quran al Karim. AR

Miftahul AnwarDua Mahasiswa Tahfidz Economic Tazkia Juara MTQ Provinsi Riau
read more

Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA

No comments

Alhamdulillah wa asy-syukru lillah pada hari Rabu, 27 November 2019 Institut Agama Islam TAZKIA kembali menggelar acara istimewa yang paling ditunggu-tunggu oleh calon sarjana, pascasarjana dan diploma. Tidak lain dan tidak bukan adalah Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA dalam rangka Wisuda ke-XV yang berlangsung di Gedung Puri Bengawan, Kota Bogor, Jawa Barat. Inilah kegiatan pamungkas dari agenda Indonesia Islamic Economics Forum 2019 setelah dua acara sebelumnya yaitu Grand Launching Institut Tazkia dan Funwalk Ekonomi Syariah.

Hadir pula dalam acaara ini jajaran manajemen kampus Institut TAZKIA, orang tua wisudawan, wisudawan dan wisudawati angkatan 15, Prof. Dr. Mohammed Rougi (Dewan Pengawas Syariah Islamic Development Bank Jeddah), Rektor Universitas Ibnu Khaldun, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Perwakilan Pemerintah Daerah yang telah bekerja sama dengan Institut TAZKIA, dan lembaga-lembaga keuangan syariah lainnya.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, lantunan ayat suci Al-Quran oleh saudara Muhammad Rijal Anshorulloh dan saritilawah oleh saudara Iqommudien Muhammad, sambutan Dr. Syafi’i Antonio, M. Ec selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, sambutan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku Rektor Institut Agama Islam TAZKIA, orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Mohammed Rougi (Dewan Pengawas Syariah Islamic Development Bank Jeddah), Grand Launching Institut Agama Islam TAZKIA dan diakhiri dengan prosesi wisuda.

Dr. Syafi’i Antonio, M. Ec dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan ke-XV Institut Agama Islam TAZKIA bahwasanya ini adalah the end of beginning, akhir dari sebuah permulaan, awal dari Rihlah al-‘Ilmiyyah, ijazah dan sertifikat bukan segalanya tetapi itu adalah tanda sudah menyelesaikan perjalanan intelektual. Di tengah zaman distruptif ini, para alumni dituntut untuk memiliki keilmuan yang luas dan mumpuni secara akademik. Tak lupa, beliau memimpin Tazkia Strategic Value, T.A.Z.K.I.A, dan berpesan untuk tidak melupakan 6 basic principal ini untuk mengantarkan kita Sa’adah fii ad-Dunya wa al-Akhirat yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor Institut TAZKIA yang disampaikan oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP mengatakan bahwa acara wisuda tahun ini adalah pertama kalinya menggunakan logo baru Institut TAZKIA setelah adanya surat keputusan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama. Diharapkan bahwa 7 tahun lagi Institut TAZKIA akan bertransformasi menjadi Universitas TAZKIA yang mendunia sesuai visi kampus yang ditetapkan hingga tahun 2025. Beliau juga menyampaikan bahwa Institut TAZKIA meraih penghargaan sebagai kampus pertama dan teraktif dalam mempromosikan ekonomi syariah di Indonesia. Ada beberapa pesan yang diberikan oleh Madam Ani_sapaan sang rector_ bahwa para sarjana kita yang baru lulus saat ini harus peka terhadap perubahan industri dan lapangan pekerjaan yang semakin lama semakin memiliki banyak tantangan untuk kita hadapi, terutama masalah ekonomi. Sehingga masalah ekonomi ini harus kita selesaikan secara bersama-sama. Tak lupa beliau memohon doa kepada para tamu undangan agar program Magister in Islamic Accounting dan PhD in Islamic Economics dapat secara dibuka dalam waktu dekat.

Selanjutnya, orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Mohammed Rougi dan diterjemahkan oleh Dr. Arip Rahman, Lc. Dalam orasinya, ia memberikan ucapan selamat kepada rektor dan jajarannya yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik. Ia menyampaikan bahwa belajar ekonomi syariah itu terdapat ciri-ciri nilai yang berlandaskan Al-Quran dan hadits, seperti keadilan, kemaslahatan, dan kemakmuran bagi orang-orang yang melakukan dan mendapatkannya. Selain itu, beliau menegaskan bahwa ilmu ekonomi adalah penting untuk kita pelajari. Sehingga dengan adanya pernyataan ini, diharapkan kita sebagai umat Islam dapat memberikan sikap moderatnya dalam mengurusi perekonomian di sekitar kita. Moderat itulah yang menjadi ciri utama ekonom Islam.

Wisuda kali ini meluluskan sebanyak 415 orang wisudawan wisudawati yang terdiri dari program studi Akuntansi Syariah 143 orang, Ekonomi Syariah 46 orang. Hukum Ekonomi Syariah 25 orang, Manajemen Bisnis Syariah 161 orang, D3 9 orang, dan Pasca Sarjana 31 orang. Dan untuk lulusan terbaik program studi:

– Magister Ekonomi Syariah : Diva Azka Karimah, IPK 3,79
– Manajemen Bisnis Syariah : Irni Nuraini, IPK 3,72
– Akuntansi Syariah : M. Wahyudi Pranata,IPK 3,88
– Ekonomi Syariah : Dila Pujanah Herman, IPK 3,86
– Hukum Ekonomi Syariah : Hari Afrila Aji, IPK 3,91
– Manajemen Keuangan Mikro Syariah: Dewi Masita Santi, IPK 3,88

Untuk mahaiswa terbaik umum dengan apresiasi umrah diraih oleh M. Wahyudi Pranata dengan IPK 3,88

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembacaan ikrar mahasiswa yang dipimpin perwakilan wisudawan disampaikan oleh Tito Ikhsan Rozak, S,E. Dan diakhiri persembahan lagu dari perwakilan wisudawan yang ditujukan sebagai bentuk terimakasih untuk kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidik putra putrinya dengan penuh kasih sayang sehingga bisa sampai pada prosesi kelulusan jenjang kuliah S1 di Institut Tazkia.

Miftahul AnwarSidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA
read more

Penyelenggaraan Fun Walk Ekonomi Syariah Pada Grand Launching Institut Tazkia

No comments

 

Alhamdulillah atas izin Allah Ta’ala, pada hari Ahad, 24 November 2019, Institut Tazkia sukses menyelenggarakan kegiatan Fun Walk Ekonomi Syariah di sekitaran kampus, Jl. Ir. H. Djuanda No. 78, Sentul City, Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai kelanjutan dari rangkaian Grand Launching Institut Tazkia yang telah dimulai sejak 12 November 2019 lalu.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar seribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari manajemen kampus Institut Tazkia, civitas, berbagai komunitas sosial, mahasiswa dan tak lupa masyarakat sekitar Sentul City. Acara ini disponsori oleh Koperasi Syariah 212, Asuransi Syariah Asyki, Bank Mandiri Syariah, Kosika Tazkia, Air Minum 212, Baba Water, Rumah Sakit EMC, Tazkia Baitul Mal, dan Tamanni Shop.

Kegiatan Fun Walk dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan oleh Dr. Syafi’i Antonio dan Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. Pemberangkatan dimulai pada pukul 07.00 WIB dan tiba dua jam kemudian pada pukul 09.00 WIB.

Setelah mengitari komplek Sentul City sekitar 5 kilo meter, seluruh peserta antusias menyantap aneka sarapan yg dapat ditukarkan gratis dengan kupon yang telah dibagikan saat registrasi bersama dengan pembagian seragam kaos Tazkia. Selain berbagai jenis sarapan yang disediakan mulai dari bubur ayam, mie goreng, mie ayam bakso, terdapat beberapa stand jualan mahasiswa; produk herbal dan aneka jenis jajanan halal.

Di akhir acara, peserta semakin heboh menantikan undian kupon dorprize total senilai 100 juta rupiah. Hadiah terdiri dari berbagai macam peralatan rumah tangga; panci, tempat makan, kontainer, elektronik; hair dryer, kipas angin, pemanggang roti, dan lain sebagainya, hadiah runner up berupa satu set sprei selimut dan hadiah utama yaitu satu unit sepeda.

Beberapa media partner seperti Rumah Wakaf turut berpartisipasi membuka stand truk minimarket wakaf dan NGO (Non Government Organization) Aksi Cepat Tanggap Bogor membuka peluang infak bagi peserta yang hadir.

Dengan dilaksanakannya acara ini, diharapkan dapat menjadi sarana untuk berolahraga, memahami kembali pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan ruhani serta wadah ukhuwah bagi seluruh elemen yang terlibat di kampus Institut Tazkia dan masyarakat sekitar kampus.

Institut Tazkia ucapkan Syukran Jazakumullahu Khairan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, semoga dengan diresmikannya Institut Tazkia, akan dapat berkontribusi lebih bagi dalam menyediakan pendidikan Ekonomi Syariah bagi ummat, Insya Allah.

==========
Supported By:

*Tazkia TV*
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv

Miftahul AnwarPenyelenggaraan Fun Walk Ekonomi Syariah Pada Grand Launching Institut Tazkia
read more

Seminar Business Innovation for Inclusive Development : The Fourth Industrial Revolution and Islamic Finance

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Kamis, 23 Rabiul Awal 1441 H atau 21 November 2019 M Institut Tazkia kembali mengadakan seminar internasional. Dengan menghadirkan pembicara luar biasa yaitu Prof. Hassanuddeen Bin Abd. Aziz selaku Professor Kulliyah of Economics and Management Sciences, International Islamic University Malaysia (IIUM). Seminar ini dilaksanakan pukul 13:00-15:00 WIB bertempat di Internasional Class Institut Tazkia.
Tema yang di usung pada seminar kali ini adalah Business Innovation for Inclusive Development : The Fourth Industrial Revolution and Islamic Finance.

Seminar yang diorganisir oleh Post Graduate, Internasional Program dan Partnership Office ini dihadiri sekitar 50 mahasiswa yang mana mereka merupakan mahasiswa Pascasarjana, dan Mahasiswa Undergraduate International Class Program Institut Tazkia. Tak hanya itu, Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc selaku Rektor Institut Tazkia turut hadir dalam acara ini.

Prof. Hassanuddeen menyampaikan ” The Fourth Industrial Revolution and Islamic Finance are Steam Machine, Communication, Internet and Intellegance Machine” beliau juga menambahkan ” We should emphasize in our journey, Inclusive innovations – innovations that directly serve the welfare of lower-income and excluded groups can contribute to development and create work opportunities integrating marginalized groups into circuits of economic activity must be emphasized.”

Seminar berjalan dengan lancar dan ditutup dengan sesi tanya jawab. Tak hanya mahasiswa pascasarjana yang aktif bertanya, namun diantaranya mahasiswa undergraduate semester 3 pun ikut aktif dalam seminar ini. Tak hanya itu, Rektor Institut Tazkia juga ikut meramaikan diskusi pada seminar ini.

Dengan adanya seminar ini, semoga banyak inovasi-inovasi baru yang bisa dihasilkan untuk memajukan ekonomi syariah terutama dalam bidang keuangan syariah dan juga revolusi industri. Dan semoga menjadi motivasi untuk terus belajar dan semangat mencari wawasan baru bidang ekonomi syariah.

==========
Supported By:

Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv

Miftahul AnwarSeminar Business Innovation for Inclusive Development : The Fourth Industrial Revolution and Islamic Finance
read more

Seminar Pelatihan Siap Kerja : Persiapan Diri dalam Menghadapi Dunia Kerja di Era Milenial

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Institut Tazkia berkolaborasi dengan Jakarta international Customer Service Institute (JICSI) menyelenggarakan seminar pelatihan siap kerja dengan tema yang di usung adalah “Persiapan Diri dalam Menghadapi Dunia Kerja di Era Milenial.” Seminar ini berlangsung pada Rabu, 21 Rabiul Awal 1441 H atau bertepatan 18 November 2019 M bertempat di International Class Room Tazkia Islamic University.

Seminar ini diperuntukkan bagi para alumni dan mahasiswa/i Institut Tazkia angkatan 15 yang akan wisuda dan akan segera terjun kedunia kerja. Adapun peserta yang hadir dalam acara ini sekitar 50 orang dimana beberapa diantaranya adalah mahasiswa/i yang masih semestar 3 dan 5 yang sudah tertarik dan penasaran tentang dunia kerja.

Seminar ini disampaikan dengan sangat baik oleh bapak Dr. Rudyanto H.P Manullang selaku CEO & Founder JICSI beliau sudah lebih dari 25 tahun berpengalaman di dunia HRD. Beliau mengatakan bahwa “Semua orang adalah berharga, sekalipun seorang pengangguran dia tetap berharga dengan titipan Tuhan berupa aset yang ada dalam tubuh kita.”
Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan bahwa pentingnya Self branding sebelum terjun ke dunia kerja.

Banyak pelajaran dan tips penting yang disampaikan pembicara pada seminar ini. Tak hanya itu, peserta di perkenankan bertanya permasalahan-permasalahan yang ada didunia kerja seperti cara melamar pekerjaan, cara membuat CV yang baik, cara meyakinkan HRD dan lain-lain sehingga tercipta suasana diskusi yang menarik.

Harapannya dengan diadakan seminar ini, seluruh peserta sudah siap dan mantap pada saatnya nanti masuk dalam dunia kerja dan lebih termotivasi bahwa dirinya bisa dan berharga sehingga perasaan tidak percaya pada diri sendiri bisa di hapus dan diganti dengan semangat untuk melangkah dan siap untuk berubah.

==========
Supported By:

Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv

Miftahul AnwarSeminar Pelatihan Siap Kerja : Persiapan Diri dalam Menghadapi Dunia Kerja di Era Milenial
read more

KSEI Progres Institut Tazkia: Leadership Basic Training Tahap II

No comments

Sentul City – Tazkia TV

Alhamdulillah atas izin Allah Ta’ala, pada hari Sabtu hingga Ahad, 16-17 November 2019, KSEI Progres Institut TAZKIA sukses selenggarakan kegiatan Leadership Basic Training tahap II di Villa Insani, Cisarua, Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pembekalan lanjutan kepada pengurus baru KSEI Progres angkatan 18 melalui sharing bersama alumni-alumni KSEI Progres.

Rangkaian acara dimulai sejak Sabtu sore dengan kuis ekonomi syariah antar divisi KSEI Progres: Kastrat, RnD, PnP, Dear, Neon dan Wirus. Dilanjutkan dengan sharing bersama beberapa alumni KSEI Progres, diantaranya adalah :
1. Kak Jabbar Sambudi
2. Kak Rikza Adhia
3. Kak Muhammad Kowi
4. Kak Sudrajat Wibisono
_Dan masih banyak lagi.._

Keesokan paginya, dilaksanakan senam bersama, sharing divisi, games teamwork, lingkaran komitmen dan menuliskan harapan serta tanda tangan di banner yang telah disediakan dan diakhiri dengan foto bersama.

Dengan dilaksanakannya acara ini, diharapkan dapat menjadi wadah ukhuwah bagi seluruh alumni KSEI Progres dan motivasi agar lebih semangat berkontribusi bagi pengurus masa amanah 2019-2020 yang akan melanjutkan estafet dakwah ekonomi Syariah di Institut Tazkia pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

_Kami ucapkan Syukran Jazakumullahu Khairan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, semoga dapat berjumpa kembali di kesempatan berikutnya, Insya Allah.._

Ekonom Rabbani.. Bisa❗
Progres.. Ceria❗

==========
Supported By:

Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv

Miftahul AnwarKSEI Progres Institut Tazkia: Leadership Basic Training Tahap II
read more