Pascasarjana

Tazkia Postgraduate Program Islamic Economics Webinar “International Benchmarking on Covid-19; Economic Policy”

No comments

Today Tazkia Postgraduate Program Islamic Economics Webinar

International Benchmarking on Covid-19; Economic Policy dengan Pemateri Wiku Suryomurti (PhD Student, Glasgow University)

⏰ 16.00 – 17.30

More info Klik Link :

Bit.ly/JoinWebinarTazkia

(Group Kedua, Karena Grup Pertama Sudah Full)

Google Meet Link :

http://meet.google.com/net-ommr-vxm

CP : wa.me/6282161877704

Held By :

Magister Ekonomi Syariah Institut Tazkia

Silahkan dishare ke Relasi Sekalian

———————

www.tazkia.ac.id

www.instagram.com/tazkiaofficial

Postgraduate Tazkia Enrollment : spmb.tazkia.ac.id

Miftahul AnwarTazkia Postgraduate Program Islamic Economics Webinar “International Benchmarking on Covid-19; Economic Policy”
read more

Ikuti Seminar Bisnis Online Live Instagram Institut Tazkia, Menjadi Milenial Sholeh Milyarder

No comments

Ikuti Seminar Bisnis Online Live Instagram Institut Tazkia, Menjadi Milenial Sholeh Milyarder

Bersama : Revardi Syahputra, S.E. (Founder Digiclass, Alumni 2019 Institut Tazkia) IG : @revardysyahp

Dengan Moderator : Fakhry Barly, S.E. ( Jajaka Bogor 2017, Alumni 2019 Institut Tazkia ) IG : @fakhrybarly

Ikut Live di Instagram Institut Tazkia : www.instagram.com/tazkiaofficial
Hari / Tanggal : Jum’at 20 Maret 2020 / 26 Rajab 1441
Waktu : 20.00 – 21.00

Ikuti & dapatkan Tips Menjadi Pengusaha dengan Omset Milyaran di Usia Muda.

Segera Follow IG Institut Tazkia.

NB :
😎 Pemateri kita baru lulus Tazkia lho… Tpi Omsetnya dah milyaran Alhamdulillah.. 😊
💡 Bonus Paket Data / Pulsa Total 300K bagi yang beruntung

Share ya ke Kawan2.

#ProduktifDiRumah
#PJJSoftskill
#revardisyahputra
#fakhrybarly
#InstitutTazkia
#MilenialSholehMilyarder

Miftahul AnwarIkuti Seminar Bisnis Online Live Instagram Institut Tazkia, Menjadi Milenial Sholeh Milyarder
read more

Tazkia Terapkan Sistem Work From Home dengan Tugas Tambahan Hafalan Al Quran

No comments

Demi mencegah penyebaran wabah virus Corona di lingkungan kampus, Institut Tazkia Memberlakukan Work From Home (WFH) kepada seluruh karyawan dan dosen tetap hingga 28 Maret 2020. Ini diketahui dari surat edaran nomor 003-B/SE/Institut-Tazkia/3/2020 Tentang Penerapan Work From Home (WFH) Bagi Karyawan Selama Pandemi Virus Corona (COVID-19), pada Selasa (17/3).

“Seluruh Wakil Rektor dan para pimpinan sampai setingkat Kepala Bagian bertangunggjawab terhadap berjalannya proses WFH dengan mengacu pada program kerja yang telah ditetapkan,” tulis Rektor Institut Tazkia, Murniati Mukhlisin dalam surat edaran tersebut, Rabu (18/3).

Kendati demikian Institut Tazkia memiliki ketentuan tersendiri terkait sistem WFH yang diterapkan. Di antaranya, adab dan tata cara, mulai dengan 4T sendiri-sendiri. Memakai baju kerja seperti biasa, dilengkapi dengan teknologi yang memadai (bisa pinjam dari kampus).

“Karyawan dan dosen tetap wajib mengajukan request attendance di sistem https://www.talenta.co/ yang wajib dilengkapi deskripsi kerjaan yang dilakukan pada hari tersebut. Bukti/hasil pekerjaan harian wajib dikirimkan ke email atasan masing-masing,” tambahnya.

Kemudian, karyawan yang mendapat perlakuan WFH tidak diperbolehkan meninggalkan kediaman/tempat tinggal kecuali untuk kondisi darurat atau meminta izin kepada atasannya. Prosedur WFH berlaku untuk semua bagian di tiga kampus, kecuali untuk bagian tertentu. Seperti di kampus utama Sentul, bagian keamanan dan umum tetap masuk untuk memastikan kondisi kebersihan dan keamanan kampus.

“Kampus Dramaga dan Cilember: Bagian Keamanan, Umum, Pembina, Dapur, Ibu Cuci tetap masuk untuk memastikan kondisi kebersihan, keamanan dan pasokan sandang pangan di kampus,” ujarnya.

Selain itu, Institut Tazkia juga memberikan tugas tambahan selama WFH diterapkan. Di antaranya, tambahan hafalan Alquran (pilih salah satu). Muraja’ah 30 Juz, Juz 30, Juz 1, Surah Ar-Rahman, Surah Al-Mulk, Surah Yasin. Setoran dilakukan hari Jumat di akhir WFH via voice note ke atasan masing-masing. Perbaikan Prosedur Kerja dan Instruksi ISO 9001:2015 oleh unit kerja.

“Mekanisme disampaikan oleh bagian lembaga penjaminan mutu Tazkia, dengan laporan status per unit kerja oleh atasan yang bersangkutan dan bukti screenshoot di akhir WFH,” katanya.

Selanjutnya bagi yang berstatus dosen tetap, membuat draft penelitian dan pemberdayaan yang diserahkan ke LPPM Tazkia di Monday Forum tanggal 23 atau 30 Maret 2020. Semua dosen membuat rekaman sendiri tentang subjek kuliah durasi 30-60 menit, dikirim ke it@tazkia.ac.id, untuk bahan e-learning. Untuk memastikan CTTB, koordinasi secara daring (online) sangat dianjurkan dengan menggunakan Zoom, GoogleMeet, FacebookLive dan lain-lainnya.

“Bagi karyawan yang secara darurat harus datang ke kampus selama prosedur WFH diwajibkan berkoordinasi dengan bagian SDM dengan pengawasan dari pihak keamanan,” tandasnya. (republika.co.id)

Miftahul AnwarTazkia Terapkan Sistem Work From Home dengan Tugas Tambahan Hafalan Al Quran
read more

Sebagai Upaya Pencegahan Virus Corona, Tazkia Lakukan Penyemprotan Cairan Desinfektan Di Seluruh Area Kampus

No comments

Setelah sebelumnya telah memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH) untuk seluruh kegiatan mahasiswa dan civitasnya, Institut Tazkia kembali melakukan tindakan lanjutan pencegahan penyebaran Virus Corona dengan melakukan penyemprotan cairan desinfektan dan fogging di seluruh area kampus dan sekitarnya.

Dalam kegiatan penyemprotan cairan desinfektan ini, Institut Tazkia bekerjasama dengan Rumah Sakit Ummi dan para relawan dari Indonesia Humanity Care (IHC).

Diaharpkan dengan penyeprotan cairan desinfektan ini, Institu Tazkia dapat terhindar dari dampak penyebaran Virus Corona dan tidak ada satupun mahasiswa atau civitas yang terjangkit virus mematikan ini.

Ditemui Pada saat kegiatan, Dr. Sugiarti Fatma Laela selaku Wakil Rektor 2 Bagian SDM dan Keuangan Institut Tazkia mengatakan bahwa kegiatan penyemprotan cairan desinfektan ini merupakan bentuk pencegahan penyebaran Virus Corona dan bukti kepedulian akan keselamatan jiwa seluruh keluarga besar Tazkia.

“Penyemprotan cairan desinfektan ini dilakukan sebagai bukti keseriusan Institut Tazkia dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona dengan harapan tidak ada satupun keluarga besar Tazkia yang terjangkit Virus Corona. Penyemprotan ini juga dilakukan untuk mensterilakan seluruh areal kampus, agar saat kegiatan kampus berjalan normal kembali seuluruh mahasiswa dan civitas dapat melakukan seluruh kegiatan dengan aman dan nyaman.” Ujar Fatma Laela. (Anwar G)

Miftahul AnwarSebagai Upaya Pencegahan Virus Corona, Tazkia Lakukan Penyemprotan Cairan Desinfektan Di Seluruh Area Kampus
read more

Pemkot Padang Gandeng Tazkia Wujudkan Kota Padang Sebagai Kota Ekonomi Syariah

No comments

Kamis, 12 Maret 2020 Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin.

Dalam pertemuan ini Pemerintah Kota Padang sepakat untuk menjalin kerjasama dengan Institut Agama Islam Tazkia.

Ada beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan ini, Mulai dari pariwisata halal, industri halal, hingga rencana mewujudkan Pemerinta Kota Padang sebagai kota ekonomi syariah.

Dr. Murniati Mukhlisin Menyampaikan bahwa “Kota Padang memiliki potensi yang cukup besar setelah diumumkan Bank Nagari untuk konversi syariah. Gerakan ini akan diikuti oleh pendirian atau konversi bank dan koperasi syariah. Untuk mewujudkan itu, Kota Padang butuh persiapan SDM dengan kompetensi yang tepat dan Tazkia siap untuk itu”.

Sepakat dengan pendapat Rektor Institut Agama Islam Tazkia Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa “Pemerintah Kota Padang siap bekerja keras demi membuat Kota padang yang lebih baik”. Hal ini dipertegas dengan ditanda tangani nya MoU antara Pemerintah Kota Padang dengan Institut Agama Islam Tazkia. Isi dari MoU ini mencakup tiga hal yakni pendidikan, penelitian dan pengembangan masyarakat.

Ibu Rektor menyampaikan kesiapannya untuk membantu program kerja Pemerintah Kota Padang“Alhamdulillah, rakyat padang patut bersyukur dipimpin walikota yang punya ide dan keinginan yang sangat baik untuk Kota Padang seperti Buya Mahyeldi ini, insyaaAllah Institut Tazkia siap membantu kerja-kerja Buya Mahyeldi untuk Kota Padang yang lebih baik”. Ahmad Abdullah Rahil, Hubungan Kerjasama Institut Tazkia menyampaikan.

Terakhir Walikota Padang meminta tindaklanjut dari Institut Tazkia untuk membantu Pemerintah Kota Padang terutama dalam menyiapkan SDM, “kami tunggu tindaklanjut Tazkia dalam membantu program-program kami” imbuh beliau selesai proses penandatangan kerjasama. (Rahil)

Miftahul AnwarPemkot Padang Gandeng Tazkia Wujudkan Kota Padang Sebagai Kota Ekonomi Syariah
read more

Research Outlook Keuangan Islam 2020

No comments

Konferensi dan penelitian keuangan Islam dinilai kian marak dilakukan pada 2019. Namun, Rektor Institut Tazkia,  Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, menilai, bahwa harus dilakukan penelitian perkembangan keuangan syariah yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional. “Beberapa konferensi dan penelitian yang sudah dilakukan di Indonesia masih bersifat umum dan belum terfokus pada permasalahan perkembangan keuangan syariah secara khusus”, kata Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP dalam keterangan tertulis “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia”.

Berikut ini dokumen “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia” dimaksud. 

RESEARCH OUTLOOK 2020

  1. Dukungan politik dari tingkat tertinggi. Presiden Joko Widodo sendiri menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk mempromosikan keuangan syariah di Indonesia.
  2. Fakta bahwa Indonesia adalah ekonomi terbesar pada Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Indonesia memiliki kekuatan ekonomi terbesar pada Oranisasi Kerjasama Islam (OKI) baik dari segi jumlah penduduk dan PDB, serta dukungan pemerintah terhadap pasar perbankan dan keuangan Islam.
  3. Perkembangan regulasi di bidang perbankan dan keuangan Islam. Hal ini juga sangat membantu negara ini menjadi pasar perbankan dan keuangan Islam menjadi tingkat teratas.
  4. Ekosistem untuk perbankan dan keuangan Islam telah meningkat secara signifikan Beberapa contoh Industri perbankan dan keuangan Islam yang meningkat secara signifikan di antaranya, industri pariwisata halal, pengumpulan dan distribusi zakat, obligasi wakaf/ sukuk, dan kerangka kerja peraturan terkait.
  5. Sektor swasta juga memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan perbankan dan keuangan Islam. Bank Syariah Mandiri (BSM) kini telah muncul sebagai pemimpin global dalam perbankan dan keuangan Islam, meskipun fokus utamanya tetap pada pasar nasional / domestik.

Berikut ini merupakan konferensi ekonomi syariah terbesar yang diadakan pada 2019, di antaranya:

  1. Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) yang mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Keuangan Syariah Melalui Inovasi dan Sinergi Menuju Responsible Finance and Investment dalam rangka Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional” pada tanggal 15-16 Oktober 2019 di Yogyakarta.
  2. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang mengusung tema “Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth” pada 12-17 November 2019 di Grand City, Surabaya.
  3. ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) yang mengusung tema “Revival of Islamic Social Finance to Strengthen Economic Development Towards A Global Industrial Revolution” pada 3- 5 Desember 2019 di UNIDA Gontor, Jawa Timur.

Berita positif lainnya, beberapa jurnal ekonomi Islam seperti International Sharia Research Academy (ISRA), Journal of Islamic Economic Studies yang diprakarsai oleh Islamic Research and Training Institute (IRTI) Islamic Development Bank (IDB), dan Emerald Publishing yang di sponsori oleh Bank Negara Malaysia sudah terindeks baik. Selain itu, adapun jurnal-jurnal yang bertemakan etika dan Islam sudah berperingkat baik, di antaranya:

  • Journal of Islamic Accounting and Business Research by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan ABS, menempati quartile 2 (Q2)
  • International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management Information by Emerald Publishing
  • Humanomics by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Journal of Islamic Marketing by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Asian Journal of Middle Eastern and Islamic Studies by Shanghai International Studies University
  • Journal of Economic Behavior and Organization by Elsevier BV, terindeks Scopus dan menempati quartile 1 (Q1)

Adapun informasi lain yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa Secara umum, pada triwulan III-2019 Perbankan syariah memiliki ketahanan modal yang terjaga, ditunjukkan oleh rasio CAR BUS sebesar 20,39%. Fungsi intermediasi perbankan syariah juga berjalan baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso memaparkan bahwa kinerja ekonomi global masih cukup dinamis. Pertumbuhan perekonomian global kembali direvisi turun oleh IMF dan Bank Dunia sebagai dampak dari masih tingginya ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok. Leading indicators perekonomian global triwulan III-2019 juga masih menunjukkan tren melambat. Sejalan hal tersebut, beberapa bank sentral dunia merespon dengan menjalankan kebijakan akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.

Walaupun demikian, kondisi sektor jasa keuangan nasional terjaga dengan baik. Kinerja intermediasi perbankan walaupun termoderasi namun secara umum masih dalam keadaan solid dengan kredit yang tumbuh sehat dan tingkat risiko yang terjaga. Sejalan dengan kinerja perbankan, pembiayaan non-bank dapat tumbuh secara gradual dengan risiko yang cukup stabil. Sementara itu, industri pasar modal mengalami koreksi tipis ditandai dengan melemahnya IHSG.

Miftahul AnwarResearch Outlook Keuangan Islam 2020
read more

Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA

No comments

Alhamdulillah wa asy-syukru lillah pada hari Rabu, 27 November 2019 Institut Agama Islam TAZKIA kembali menggelar acara istimewa yang paling ditunggu-tunggu oleh calon sarjana, pascasarjana dan diploma. Tidak lain dan tidak bukan adalah Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA dalam rangka Wisuda ke-XV yang berlangsung di Gedung Puri Bengawan, Kota Bogor, Jawa Barat. Inilah kegiatan pamungkas dari agenda Indonesia Islamic Economics Forum 2019 setelah dua acara sebelumnya yaitu Grand Launching Institut Tazkia dan Funwalk Ekonomi Syariah.

Hadir pula dalam acaara ini jajaran manajemen kampus Institut TAZKIA, orang tua wisudawan, wisudawan dan wisudawati angkatan 15, Prof. Dr. Mohammed Rougi (Dewan Pengawas Syariah Islamic Development Bank Jeddah), Rektor Universitas Ibnu Khaldun, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Perwakilan Pemerintah Daerah yang telah bekerja sama dengan Institut TAZKIA, dan lembaga-lembaga keuangan syariah lainnya.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, lantunan ayat suci Al-Quran oleh saudara Muhammad Rijal Anshorulloh dan saritilawah oleh saudara Iqommudien Muhammad, sambutan Dr. Syafi’i Antonio, M. Ec selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, sambutan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku Rektor Institut Agama Islam TAZKIA, orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Mohammed Rougi (Dewan Pengawas Syariah Islamic Development Bank Jeddah), Grand Launching Institut Agama Islam TAZKIA dan diakhiri dengan prosesi wisuda.

Dr. Syafi’i Antonio, M. Ec dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan ke-XV Institut Agama Islam TAZKIA bahwasanya ini adalah the end of beginning, akhir dari sebuah permulaan, awal dari Rihlah al-‘Ilmiyyah, ijazah dan sertifikat bukan segalanya tetapi itu adalah tanda sudah menyelesaikan perjalanan intelektual. Di tengah zaman distruptif ini, para alumni dituntut untuk memiliki keilmuan yang luas dan mumpuni secara akademik. Tak lupa, beliau memimpin Tazkia Strategic Value, T.A.Z.K.I.A, dan berpesan untuk tidak melupakan 6 basic principal ini untuk mengantarkan kita Sa’adah fii ad-Dunya wa al-Akhirat yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor Institut TAZKIA yang disampaikan oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP mengatakan bahwa acara wisuda tahun ini adalah pertama kalinya menggunakan logo baru Institut TAZKIA setelah adanya surat keputusan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama. Diharapkan bahwa 7 tahun lagi Institut TAZKIA akan bertransformasi menjadi Universitas TAZKIA yang mendunia sesuai visi kampus yang ditetapkan hingga tahun 2025. Beliau juga menyampaikan bahwa Institut TAZKIA meraih penghargaan sebagai kampus pertama dan teraktif dalam mempromosikan ekonomi syariah di Indonesia. Ada beberapa pesan yang diberikan oleh Madam Ani_sapaan sang rector_ bahwa para sarjana kita yang baru lulus saat ini harus peka terhadap perubahan industri dan lapangan pekerjaan yang semakin lama semakin memiliki banyak tantangan untuk kita hadapi, terutama masalah ekonomi. Sehingga masalah ekonomi ini harus kita selesaikan secara bersama-sama. Tak lupa beliau memohon doa kepada para tamu undangan agar program Magister in Islamic Accounting dan PhD in Islamic Economics dapat secara dibuka dalam waktu dekat.

Selanjutnya, orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Mohammed Rougi dan diterjemahkan oleh Dr. Arip Rahman, Lc. Dalam orasinya, ia memberikan ucapan selamat kepada rektor dan jajarannya yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik. Ia menyampaikan bahwa belajar ekonomi syariah itu terdapat ciri-ciri nilai yang berlandaskan Al-Quran dan hadits, seperti keadilan, kemaslahatan, dan kemakmuran bagi orang-orang yang melakukan dan mendapatkannya. Selain itu, beliau menegaskan bahwa ilmu ekonomi adalah penting untuk kita pelajari. Sehingga dengan adanya pernyataan ini, diharapkan kita sebagai umat Islam dapat memberikan sikap moderatnya dalam mengurusi perekonomian di sekitar kita. Moderat itulah yang menjadi ciri utama ekonom Islam.

Wisuda kali ini meluluskan sebanyak 415 orang wisudawan wisudawati yang terdiri dari program studi Akuntansi Syariah 143 orang, Ekonomi Syariah 46 orang. Hukum Ekonomi Syariah 25 orang, Manajemen Bisnis Syariah 161 orang, D3 9 orang, dan Pasca Sarjana 31 orang. Dan untuk lulusan terbaik program studi:

– Magister Ekonomi Syariah : Diva Azka Karimah, IPK 3,79
– Manajemen Bisnis Syariah : Irni Nuraini, IPK 3,72
– Akuntansi Syariah : M. Wahyudi Pranata,IPK 3,88
– Ekonomi Syariah : Dila Pujanah Herman, IPK 3,86
– Hukum Ekonomi Syariah : Hari Afrila Aji, IPK 3,91
– Manajemen Keuangan Mikro Syariah: Dewi Masita Santi, IPK 3,88

Untuk mahaiswa terbaik umum dengan apresiasi umrah diraih oleh M. Wahyudi Pranata dengan IPK 3,88

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembacaan ikrar mahasiswa yang dipimpin perwakilan wisudawan disampaikan oleh Tito Ikhsan Rozak, S,E. Dan diakhiri persembahan lagu dari perwakilan wisudawan yang ditujukan sebagai bentuk terimakasih untuk kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidik putra putrinya dengan penuh kasih sayang sehingga bisa sampai pada prosesi kelulusan jenjang kuliah S1 di Institut Tazkia.

Miftahul AnwarSidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA
read more

Pemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Salah Satu agenda dari Indonesia Islamic Economics Forum 2019 adalah Pemberian Award dari Institut Tazkia kepada Pemberi Beasiswa Mahasiswa/i Institut Tazkia dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Ada beberapa Kategori Penghargaan yang di berikan pada sesi pertama, diantaranya :

 

1.The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Dinar. Kategori ini diberikan kepada Gubernur Prov. Kalimantan Timur yang di wakilkan oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi kalimantan timur Bapak Anwar sanusi, M.pd.

 

 

2. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance kategori Jauhar. Kategori ini di berikan kepada Gubernur prov. Riau yang di wakilkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau yaitu Bapak Drs.H.Mashrul Kasmy,Msi.

 

3. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. Kategori ini diberikan kepada Bupati kab. Siak yang di wakilkan oleh Asisten Perekonomian dan pembangunan Setda Kab.Siak bapak H.Hendrisan, S.Sos,M.Si

 

4. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. kategori ini juga di berikan kepada Gubernur Bangka Belitung yang hadir langsung dalam acara Indonesia Islamic Economics Forum 2019 Bapak Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M.

 

 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. M. Syafii Antonio dan Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Pembina Yayasan dan Rektor Institut Tazkia.

 

Dengan Adanya Penghargaan ini, semoga menjadi motivasi untuk Tetap mempertahankan dan lebih memajukan ekonomi syariah dan menjadi motivasi juga untuk daerah lain untuk mengembangkan Ekonomi Syariah.
==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarPemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance
read more

Apakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?

No comments

Penulis: Naufal Rizqullah Al Banjari

Sentul City, TAZKIA TV – Indonesia sedang bersiap diri untuk menghadapi tantangan perekonomian kedepan dimana selain melawan ketidakstabilan perekonomian global, juga sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk merespon peluang dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri. Dalam hal ini, Institut TAZKIA kembali menggelar agenda Monday Forum edisi 11 November 2019 dengan bertemakan “Islam, Ekonomi Kreatif, & Wisata Halal” yang dihadiri dan diisi langsung oleh seorang akademisi sekaligus Kepala Jurusan Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Tantan Hermansah, M. Si dengan dimoderatori oleh Dr. Indra, M. Si selaku Direktur Pusat Studi Halal Institut TAZKIA.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, dan beberapa akademisi yang telah mengikuti secara khidmat sejak pukul 09.30-11.40 WIB di International Class lantai 3. Sejumlah pembahasan yang disampaikan oleh Dr. Tantan hari ini adalah bagaimana ekonomi kreatif di Indonesia dapat hidup dan berkembang secara terus seiring dengan sumber daya manusianya juga dibangun dan dibina dalam mencapai tujuan strategis Indonesia, yaitu Pariwisata Halal.

Dikatakan oleh akademisi yang berasal dari Garut ini bahwa dua variabel tersebut memiliki peluang yang amat menguntungkan untuk mendongkrak pendapatan negara, mulai dari devisa negara, produk domestik bruto (PDB), dan sebagainya.

“Tetapi semua itu (wisata halal & ekonomi kreatif) baru dapat tercapai ketika SDM nya sudah dibangun dan dibina tentang pengelolaan kawasan pariwisata yang dimaksud” Ujar Kajur Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain itu, ekonomi kreatif dapat selalu ada dan berkembang secara terus menerus tentunya berasal dari ide yang dikeluarkan dari para pelaku ekonomi kreatif. Nantinya ide-ide tersebut dapat dikolaborasikan dengan wisata halal setelah dikeluarkannya _roadmap_ tentang Pariwisata Halal oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Maka dari itu, perlu dibuat kembali forum-forum diskusi seperti ini agar kita selaku akademisi dapat menyiasati peluang ini dengan baik dan juga dapat mendorong pemerintah untuk segera menetapkan dan mengeluarkan _roadmap_
Pariwisata Halal dengan memberikan hasil-hasil diskusi yang membahas tentang perihal ini” kata Dr. Tantan.

Dalam sesi diskusi kali ini, beliau memaparkan sejumlah cara untuk menilai pencapaian pengembangan ekonomi kreatif, diantaranya:

1) Penciptaan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,
2) Peningkatan jumlah dan daya saing ekonomi kreatif,
3) Peningkatan devisa dan kontribusi terhadap neraca perdagangan,
4) Peningkatan konsumsi Republik Indonesia terhadap produk kreatif.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Miftahul AnwarApakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?
read more

Ustadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Ada yang tahu dengan kegiatan _Student Dynamic Session_ (SDS)? Kali ini, Institut TAZKIA kedatangan seorang ulama karismatik yang datang jauh dari Riau untuk mengisi kegiatan Student Dynamic Session ketiga secara akbar. Berbeda dengan SDS sebelumnya yang diisi oleh Prof. Muhammad Nuh dan seorang pembisnis dari kalangan millenial, ulama yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah Ustadz Abdul Somad.

Acara ini diselenggarakan di Auditorium Al-Hambra Masjid Andalusia pada hari Senin, 21 Oktober 2019. Dihadiri sekitar lebih dari 1000 orang yang didominasi oleh seluruh mahasiswa dan kalangan jamaah umum tidak membuat acara ini berjalan dengan terhambat. Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP turut meramaikan kajian SDS ini dengan memberikan kata sambutan kepada jamaah dengan ditemani Wakil Rektor I Bidang Akademik, Bapak Andang Heryahya, M. Pd. I, M. Pd sebagai moderator acara kemarin sore.

Pada SDS pekan ini, Institut TAZKIA mengangkat tema “Integration of Islamic Economics Knowledge”. Tema ini dipilih setelah melihat kondisi di masyarakat dimana para sarjana akuntansi syariah, ekonomi syariah, hukum ekonomi syariah, manajemen bisnis syariah, dan pendidikan ekonomi syariah masih fokus pada bidangnya masing-masing. Sehingga timbulah permasalahan, yaitu belum bersatunya rumpun disiplin ilmu dalam memajukan ekonomi syariah.

Pada kesempatan kali ini, UAS diberikan keleluasaan untuk menjelaskan bagaimana caranya untuk dapat mengintegrasikan rumpun keilmuan dalam ilmu ekonomi Islam. Beliau menjelaskan bahwa perubahan segala aspek kehidupan berawal dari ekonomi. Semuanya bertumpu pada sektor tersebut.

“Lantas, mengapa para sarjana ekonomi Islam tidak dapat bersatu apalagi lulusan dari Institut TAZKIA?” Tanya UAS.

Lebih lanjut, UAS menghimbau para mahasiswa untuk mau membangkitkan ekonomi masyarakat kecil dimulai dari gerakan membeli kebutuhan keluarga di warung milik masyarakat kita karena pada dasarnya kebangkitan ekonomi harus dibangkitkan hingga ke akar rumputnya.

Selain itu, beliau kembali mengingatkan kepada mahasiswa bahwa kedepannya mereka akan dihadapkan pada dua kriteria orang. Pertama, orang yang mengerti ekonomi tetapi syariahnya tidak paham dan satu lagi ialah orang yang mengerti syariahnya atau muamalahnya tetapi tidak paham dengan ekonominya. Sehingga inilah yang harus diwaspadai oleh mahasiswa TAZKIA dalam memahami dinamika di tengah masyarakat.

Mengakhiri kajian SDS kemarin sore, beliau menyampaikan 3 pesan. _Pertama_, jangan pisahkan ilmu, akidah, dan akhlak. _Kedua_, berusaha menyampaikan ilmu dengan banyak bahasa. _Ketiga_, walaupun sudah berada di puncak bukit tetapi kaki harus di tanah. Sehingga pesan-pesan itulah yang harus dijadikan wasilah para Ekonom Rabbani dalam mengintegrasikan semangat membumikan ekonomi syariah di seluruh tanah air Indonesia. (Naufal Rizqullah Al Banjari)

Miftahul AnwarUstadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?
read more