Ekonomi Syariah

Research Outlook Keuangan Islam 2020

No comments

Konferensi dan penelitian keuangan Islam dinilai kian marak dilakukan pada 2019. Namun, Rektor Institut Tazkia,  Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, menilai, bahwa harus dilakukan penelitian perkembangan keuangan syariah yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional. “Beberapa konferensi dan penelitian yang sudah dilakukan di Indonesia masih bersifat umum dan belum terfokus pada permasalahan perkembangan keuangan syariah secara khusus”, kata Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP dalam keterangan tertulis “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia”.

Berikut ini dokumen “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia” dimaksud. 

RESEARCH OUTLOOK 2020

  1. Dukungan politik dari tingkat tertinggi. Presiden Joko Widodo sendiri menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk mempromosikan keuangan syariah di Indonesia.
  2. Fakta bahwa Indonesia adalah ekonomi terbesar pada Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Indonesia memiliki kekuatan ekonomi terbesar pada Oranisasi Kerjasama Islam (OKI) baik dari segi jumlah penduduk dan PDB, serta dukungan pemerintah terhadap pasar perbankan dan keuangan Islam.
  3. Perkembangan regulasi di bidang perbankan dan keuangan Islam. Hal ini juga sangat membantu negara ini menjadi pasar perbankan dan keuangan Islam menjadi tingkat teratas.
  4. Ekosistem untuk perbankan dan keuangan Islam telah meningkat secara signifikan Beberapa contoh Industri perbankan dan keuangan Islam yang meningkat secara signifikan di antaranya, industri pariwisata halal, pengumpulan dan distribusi zakat, obligasi wakaf/ sukuk, dan kerangka kerja peraturan terkait.
  5. Sektor swasta juga memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan perbankan dan keuangan Islam. Bank Syariah Mandiri (BSM) kini telah muncul sebagai pemimpin global dalam perbankan dan keuangan Islam, meskipun fokus utamanya tetap pada pasar nasional / domestik.

Berikut ini merupakan konferensi ekonomi syariah terbesar yang diadakan pada 2019, di antaranya:

  1. Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) yang mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Keuangan Syariah Melalui Inovasi dan Sinergi Menuju Responsible Finance and Investment dalam rangka Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional” pada tanggal 15-16 Oktober 2019 di Yogyakarta.
  2. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang mengusung tema “Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth” pada 12-17 November 2019 di Grand City, Surabaya.
  3. ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) yang mengusung tema “Revival of Islamic Social Finance to Strengthen Economic Development Towards A Global Industrial Revolution” pada 3- 5 Desember 2019 di UNIDA Gontor, Jawa Timur.

Berita positif lainnya, beberapa jurnal ekonomi Islam seperti International Sharia Research Academy (ISRA), Journal of Islamic Economic Studies yang diprakarsai oleh Islamic Research and Training Institute (IRTI) Islamic Development Bank (IDB), dan Emerald Publishing yang di sponsori oleh Bank Negara Malaysia sudah terindeks baik. Selain itu, adapun jurnal-jurnal yang bertemakan etika dan Islam sudah berperingkat baik, di antaranya:

  • Journal of Islamic Accounting and Business Research by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan ABS, menempati quartile 2 (Q2)
  • International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management Information by Emerald Publishing
  • Humanomics by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Journal of Islamic Marketing by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Asian Journal of Middle Eastern and Islamic Studies by Shanghai International Studies University
  • Journal of Economic Behavior and Organization by Elsevier BV, terindeks Scopus dan menempati quartile 1 (Q1)

Adapun informasi lain yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa Secara umum, pada triwulan III-2019 Perbankan syariah memiliki ketahanan modal yang terjaga, ditunjukkan oleh rasio CAR BUS sebesar 20,39%. Fungsi intermediasi perbankan syariah juga berjalan baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso memaparkan bahwa kinerja ekonomi global masih cukup dinamis. Pertumbuhan perekonomian global kembali direvisi turun oleh IMF dan Bank Dunia sebagai dampak dari masih tingginya ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok. Leading indicators perekonomian global triwulan III-2019 juga masih menunjukkan tren melambat. Sejalan hal tersebut, beberapa bank sentral dunia merespon dengan menjalankan kebijakan akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.

Walaupun demikian, kondisi sektor jasa keuangan nasional terjaga dengan baik. Kinerja intermediasi perbankan walaupun termoderasi namun secara umum masih dalam keadaan solid dengan kredit yang tumbuh sehat dan tingkat risiko yang terjaga. Sejalan dengan kinerja perbankan, pembiayaan non-bank dapat tumbuh secara gradual dengan risiko yang cukup stabil. Sementara itu, industri pasar modal mengalami koreksi tipis ditandai dengan melemahnya IHSG.

Miftahul AnwarResearch Outlook Keuangan Islam 2020
read more

LDK AL Iqtishod Tazkia Adakan SEMINAR KEMUSLIMAHAN 2019

No comments

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS.Ali Imran: 110)

Aliqtishod.com–Sentul, 10 Desember 2019. Alhamdulillah, telah terlaksana seminar kemuslimahan dalam rangka pembelajaran seputar dunia kemuslimahan yang mengusung tema “The Inspiring Future of Millennial Muslimah” dengan pemateri dr. Davrina Rianda, dokter yang memiliki minat pada kesehatan perempuan dan kecerdasan anak, serta dunia penulisan dan moderator Nadia Sophia Lubis, B.Sc, seorang entrepreneur yang memiliki bisnis bernama Sophia Diamond, Alumni IIUM, dan GIA Diamond Graduate. Seminar  dilaksanakan di Alhamra hall, Masjid Andalusia, IAI Tazkia, Sentul City, pada hari Selasa 10 Desember 2019.

Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, menyanyikan Indonesia Raya dan Tazkia Value dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana, Putri Ananda dan Rektor IAI Tazkia, Dr. Muniarti Mukhlisin, M. Acc, QWP.

Acara yang dihadiri kurang lebih 250 peseta dari mahasiswi institut tazkia, tazkia matrikulasi dan juga umum, mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari ibu rektor karena dapat menjadi wadah bagi muslimah millenial untuk mendapatkan wawasan dan keilmuan seputar permasalahan yang muslimah hadapi saat ini. Acara ini juga membangun kesadaran kepada para peserta yang hadir, bahwa setiap muslimah harus memiliki komitmen yang kuat agar setiap langkah apapun yang dilakukan dalam kehidupan tidak menyimpang dari syariat Islam.

Setiap muslimah juga harus menghargai setiap potensi dan bakat yang dimiliki serta dapat berpikir positif, mempunyai visi dan misi yang jelas untuk masa yang akan datang.

Acara mulai menarik saat sesi penyampaian materi oleh dr. Davrina Rianda. Davrina menyampaikan bahwa seorang muslimah dituntut untuk tegas terhadap diri sendiri dan lingkungannya dengan tantangan yang semakin banyak seiring perkembangan zaman. Seorang muslimah hendaklah selalu aktif dan produktif dalam Islam sesuai dengan Surah Ali Imran ayat 110.

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah.” (HR. Muslim)

Davrina juga mengatakan bahwa para muslimah harus mendukung terciptanya generasi yang maju dan mampu menjawab tantangan peradapan, seperti :

  1. Menuju generasi high-achiever di mana seorang anaj harus mempunyai daya saing global (IQ, EQ);
  2. Modernisasi sains dan budaya barat, tetapi Allah tetap di hati (SQ);
  3. Critial-Thinking dan Post-Truth Era.

Adapun kemuliaan khusus muslimah dijelaskan dalam hadis riwayat Ahmad yaitu, istri shalihah yang mentaati suaminya. Satu sisi ini adalah sebuah tuntutan sikap bagi para istri terhadap suami.

”.. Seorang wanita (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya bagi anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang (perbuatan) mereka..”

Dari hadis tersebut, ketaatan pada suami yang dimaksud adalah hal yang tidak melanggar perintah Allah atau bukan hal yang maksiat. Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah bersabda:

“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya,dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya).

Sebagai seorang muslimah, bukan hanya berdiam diri ataupun mencari potensi diri tapi juga berusaha untuk memunculkan potensi diri itu sendiri seperti, berkompetisi dengan diri sendiri dan belajar dari kebaikan orang lain untuk mendidik diri sendiri, Never aim for 2nd best, dan menggeser tujuan bukan untuk diri sendiri tapi untuk kebaikan di dunia demi mendapatkan rahmat Allah Swt dengan tujuan yang berorientasi pada kebaikan di masyarakat dan memiliki dampak yang lebih besar. So, remember to be the very best version of you.

Sesi penyampaian materi pun ditutup dengan dua pertanyaan dari peserta dan pemberian cinderamata kepada pembicara. Suasana SKN semakin bertambah seru dengan special performance nasyid  dan pengumuman lomba esai SKN 2019 tingkat se-Jabodetabek dan didilanjutkan dengan pembagian door prize, pembacaan puisi sebelum acara SKN 2019 pada hari ini berakhir.

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah: 269).

Aamiin…Aamiin ya rabba ‘alamiin

Semoga Bermanfaat

Barakallhu fiikum

 

Tim Pers,

Syiar Creative

 

Miftahul AnwarLDK AL Iqtishod Tazkia Adakan SEMINAR KEMUSLIMAHAN 2019
read more

Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA

No comments

Alhamdulillah wa asy-syukru lillah pada hari Rabu, 27 November 2019 Institut Agama Islam TAZKIA kembali menggelar acara istimewa yang paling ditunggu-tunggu oleh calon sarjana, pascasarjana dan diploma. Tidak lain dan tidak bukan adalah Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA dalam rangka Wisuda ke-XV yang berlangsung di Gedung Puri Bengawan, Kota Bogor, Jawa Barat. Inilah kegiatan pamungkas dari agenda Indonesia Islamic Economics Forum 2019 setelah dua acara sebelumnya yaitu Grand Launching Institut Tazkia dan Funwalk Ekonomi Syariah.

Hadir pula dalam acaara ini jajaran manajemen kampus Institut TAZKIA, orang tua wisudawan, wisudawan dan wisudawati angkatan 15, Prof. Dr. Mohammed Rougi (Dewan Pengawas Syariah Islamic Development Bank Jeddah), Rektor Universitas Ibnu Khaldun, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Perwakilan Pemerintah Daerah yang telah bekerja sama dengan Institut TAZKIA, dan lembaga-lembaga keuangan syariah lainnya.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, lantunan ayat suci Al-Quran oleh saudara Muhammad Rijal Anshorulloh dan saritilawah oleh saudara Iqommudien Muhammad, sambutan Dr. Syafi’i Antonio, M. Ec selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, sambutan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku Rektor Institut Agama Islam TAZKIA, orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Mohammed Rougi (Dewan Pengawas Syariah Islamic Development Bank Jeddah), Grand Launching Institut Agama Islam TAZKIA dan diakhiri dengan prosesi wisuda.

Dr. Syafi’i Antonio, M. Ec dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan ke-XV Institut Agama Islam TAZKIA bahwasanya ini adalah the end of beginning, akhir dari sebuah permulaan, awal dari Rihlah al-‘Ilmiyyah, ijazah dan sertifikat bukan segalanya tetapi itu adalah tanda sudah menyelesaikan perjalanan intelektual. Di tengah zaman distruptif ini, para alumni dituntut untuk memiliki keilmuan yang luas dan mumpuni secara akademik. Tak lupa, beliau memimpin Tazkia Strategic Value, T.A.Z.K.I.A, dan berpesan untuk tidak melupakan 6 basic principal ini untuk mengantarkan kita Sa’adah fii ad-Dunya wa al-Akhirat yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor Institut TAZKIA yang disampaikan oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP mengatakan bahwa acara wisuda tahun ini adalah pertama kalinya menggunakan logo baru Institut TAZKIA setelah adanya surat keputusan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama. Diharapkan bahwa 7 tahun lagi Institut TAZKIA akan bertransformasi menjadi Universitas TAZKIA yang mendunia sesuai visi kampus yang ditetapkan hingga tahun 2025. Beliau juga menyampaikan bahwa Institut TAZKIA meraih penghargaan sebagai kampus pertama dan teraktif dalam mempromosikan ekonomi syariah di Indonesia. Ada beberapa pesan yang diberikan oleh Madam Ani_sapaan sang rector_ bahwa para sarjana kita yang baru lulus saat ini harus peka terhadap perubahan industri dan lapangan pekerjaan yang semakin lama semakin memiliki banyak tantangan untuk kita hadapi, terutama masalah ekonomi. Sehingga masalah ekonomi ini harus kita selesaikan secara bersama-sama. Tak lupa beliau memohon doa kepada para tamu undangan agar program Magister in Islamic Accounting dan PhD in Islamic Economics dapat secara dibuka dalam waktu dekat.

Selanjutnya, orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Mohammed Rougi dan diterjemahkan oleh Dr. Arip Rahman, Lc. Dalam orasinya, ia memberikan ucapan selamat kepada rektor dan jajarannya yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik. Ia menyampaikan bahwa belajar ekonomi syariah itu terdapat ciri-ciri nilai yang berlandaskan Al-Quran dan hadits, seperti keadilan, kemaslahatan, dan kemakmuran bagi orang-orang yang melakukan dan mendapatkannya. Selain itu, beliau menegaskan bahwa ilmu ekonomi adalah penting untuk kita pelajari. Sehingga dengan adanya pernyataan ini, diharapkan kita sebagai umat Islam dapat memberikan sikap moderatnya dalam mengurusi perekonomian di sekitar kita. Moderat itulah yang menjadi ciri utama ekonom Islam.

Wisuda kali ini meluluskan sebanyak 415 orang wisudawan wisudawati yang terdiri dari program studi Akuntansi Syariah 143 orang, Ekonomi Syariah 46 orang. Hukum Ekonomi Syariah 25 orang, Manajemen Bisnis Syariah 161 orang, D3 9 orang, dan Pasca Sarjana 31 orang. Dan untuk lulusan terbaik program studi:

– Magister Ekonomi Syariah : Diva Azka Karimah, IPK 3,79
– Manajemen Bisnis Syariah : Irni Nuraini, IPK 3,72
– Akuntansi Syariah : M. Wahyudi Pranata,IPK 3,88
– Ekonomi Syariah : Dila Pujanah Herman, IPK 3,86
– Hukum Ekonomi Syariah : Hari Afrila Aji, IPK 3,91
– Manajemen Keuangan Mikro Syariah: Dewi Masita Santi, IPK 3,88

Untuk mahaiswa terbaik umum dengan apresiasi umrah diraih oleh M. Wahyudi Pranata dengan IPK 3,88

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembacaan ikrar mahasiswa yang dipimpin perwakilan wisudawan disampaikan oleh Tito Ikhsan Rozak, S,E. Dan diakhiri persembahan lagu dari perwakilan wisudawan yang ditujukan sebagai bentuk terimakasih untuk kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidik putra putrinya dengan penuh kasih sayang sehingga bisa sampai pada prosesi kelulusan jenjang kuliah S1 di Institut Tazkia.

Miftahul AnwarSidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA
read more

Pemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Salah Satu agenda dari Indonesia Islamic Economics Forum 2019 adalah Pemberian Award dari Institut Tazkia kepada Pemberi Beasiswa Mahasiswa/i Institut Tazkia dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Ada beberapa Kategori Penghargaan yang di berikan pada sesi pertama, diantaranya :

 

1.The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Dinar. Kategori ini diberikan kepada Gubernur Prov. Kalimantan Timur yang di wakilkan oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi kalimantan timur Bapak Anwar sanusi, M.pd.

 

 

2. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance kategori Jauhar. Kategori ini di berikan kepada Gubernur prov. Riau yang di wakilkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau yaitu Bapak Drs.H.Mashrul Kasmy,Msi.

 

3. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. Kategori ini diberikan kepada Bupati kab. Siak yang di wakilkan oleh Asisten Perekonomian dan pembangunan Setda Kab.Siak bapak H.Hendrisan, S.Sos,M.Si

 

4. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. kategori ini juga di berikan kepada Gubernur Bangka Belitung yang hadir langsung dalam acara Indonesia Islamic Economics Forum 2019 Bapak Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M.

 

 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. M. Syafii Antonio dan Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Pembina Yayasan dan Rektor Institut Tazkia.

 

Dengan Adanya Penghargaan ini, semoga menjadi motivasi untuk Tetap mempertahankan dan lebih memajukan ekonomi syariah dan menjadi motivasi juga untuk daerah lain untuk mengembangkan Ekonomi Syariah.
==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarPemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance
read more

Apakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?

No comments

Penulis: Naufal Rizqullah Al Banjari

Sentul City, TAZKIA TV – Indonesia sedang bersiap diri untuk menghadapi tantangan perekonomian kedepan dimana selain melawan ketidakstabilan perekonomian global, juga sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk merespon peluang dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri. Dalam hal ini, Institut TAZKIA kembali menggelar agenda Monday Forum edisi 11 November 2019 dengan bertemakan “Islam, Ekonomi Kreatif, & Wisata Halal” yang dihadiri dan diisi langsung oleh seorang akademisi sekaligus Kepala Jurusan Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Tantan Hermansah, M. Si dengan dimoderatori oleh Dr. Indra, M. Si selaku Direktur Pusat Studi Halal Institut TAZKIA.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, dan beberapa akademisi yang telah mengikuti secara khidmat sejak pukul 09.30-11.40 WIB di International Class lantai 3. Sejumlah pembahasan yang disampaikan oleh Dr. Tantan hari ini adalah bagaimana ekonomi kreatif di Indonesia dapat hidup dan berkembang secara terus seiring dengan sumber daya manusianya juga dibangun dan dibina dalam mencapai tujuan strategis Indonesia, yaitu Pariwisata Halal.

Dikatakan oleh akademisi yang berasal dari Garut ini bahwa dua variabel tersebut memiliki peluang yang amat menguntungkan untuk mendongkrak pendapatan negara, mulai dari devisa negara, produk domestik bruto (PDB), dan sebagainya.

“Tetapi semua itu (wisata halal & ekonomi kreatif) baru dapat tercapai ketika SDM nya sudah dibangun dan dibina tentang pengelolaan kawasan pariwisata yang dimaksud” Ujar Kajur Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain itu, ekonomi kreatif dapat selalu ada dan berkembang secara terus menerus tentunya berasal dari ide yang dikeluarkan dari para pelaku ekonomi kreatif. Nantinya ide-ide tersebut dapat dikolaborasikan dengan wisata halal setelah dikeluarkannya _roadmap_ tentang Pariwisata Halal oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Maka dari itu, perlu dibuat kembali forum-forum diskusi seperti ini agar kita selaku akademisi dapat menyiasati peluang ini dengan baik dan juga dapat mendorong pemerintah untuk segera menetapkan dan mengeluarkan _roadmap_
Pariwisata Halal dengan memberikan hasil-hasil diskusi yang membahas tentang perihal ini” kata Dr. Tantan.

Dalam sesi diskusi kali ini, beliau memaparkan sejumlah cara untuk menilai pencapaian pengembangan ekonomi kreatif, diantaranya:

1) Penciptaan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,
2) Peningkatan jumlah dan daya saing ekonomi kreatif,
3) Peningkatan devisa dan kontribusi terhadap neraca perdagangan,
4) Peningkatan konsumsi Republik Indonesia terhadap produk kreatif.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Miftahul AnwarApakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?
read more

Institut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

No comments

Banjarmasin, 1 November 2019/3 Rabiul Awwal 1441H

Telah diadakannya dialog akademik antara Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Prof. Dr. H. Ahmad Khairuddin, M.Ag beserta jajaran. Diakhir dialog kedua rektor berkenan menandatangani kerjasama Tridharma.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
read more

Ustadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Ada yang tahu dengan kegiatan _Student Dynamic Session_ (SDS)? Kali ini, Institut TAZKIA kedatangan seorang ulama karismatik yang datang jauh dari Riau untuk mengisi kegiatan Student Dynamic Session ketiga secara akbar. Berbeda dengan SDS sebelumnya yang diisi oleh Prof. Muhammad Nuh dan seorang pembisnis dari kalangan millenial, ulama yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah Ustadz Abdul Somad.

Acara ini diselenggarakan di Auditorium Al-Hambra Masjid Andalusia pada hari Senin, 21 Oktober 2019. Dihadiri sekitar lebih dari 1000 orang yang didominasi oleh seluruh mahasiswa dan kalangan jamaah umum tidak membuat acara ini berjalan dengan terhambat. Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP turut meramaikan kajian SDS ini dengan memberikan kata sambutan kepada jamaah dengan ditemani Wakil Rektor I Bidang Akademik, Bapak Andang Heryahya, M. Pd. I, M. Pd sebagai moderator acara kemarin sore.

Pada SDS pekan ini, Institut TAZKIA mengangkat tema “Integration of Islamic Economics Knowledge”. Tema ini dipilih setelah melihat kondisi di masyarakat dimana para sarjana akuntansi syariah, ekonomi syariah, hukum ekonomi syariah, manajemen bisnis syariah, dan pendidikan ekonomi syariah masih fokus pada bidangnya masing-masing. Sehingga timbulah permasalahan, yaitu belum bersatunya rumpun disiplin ilmu dalam memajukan ekonomi syariah.

Pada kesempatan kali ini, UAS diberikan keleluasaan untuk menjelaskan bagaimana caranya untuk dapat mengintegrasikan rumpun keilmuan dalam ilmu ekonomi Islam. Beliau menjelaskan bahwa perubahan segala aspek kehidupan berawal dari ekonomi. Semuanya bertumpu pada sektor tersebut.

“Lantas, mengapa para sarjana ekonomi Islam tidak dapat bersatu apalagi lulusan dari Institut TAZKIA?” Tanya UAS.

Lebih lanjut, UAS menghimbau para mahasiswa untuk mau membangkitkan ekonomi masyarakat kecil dimulai dari gerakan membeli kebutuhan keluarga di warung milik masyarakat kita karena pada dasarnya kebangkitan ekonomi harus dibangkitkan hingga ke akar rumputnya.

Selain itu, beliau kembali mengingatkan kepada mahasiswa bahwa kedepannya mereka akan dihadapkan pada dua kriteria orang. Pertama, orang yang mengerti ekonomi tetapi syariahnya tidak paham dan satu lagi ialah orang yang mengerti syariahnya atau muamalahnya tetapi tidak paham dengan ekonominya. Sehingga inilah yang harus diwaspadai oleh mahasiswa TAZKIA dalam memahami dinamika di tengah masyarakat.

Mengakhiri kajian SDS kemarin sore, beliau menyampaikan 3 pesan. _Pertama_, jangan pisahkan ilmu, akidah, dan akhlak. _Kedua_, berusaha menyampaikan ilmu dengan banyak bahasa. _Ketiga_, walaupun sudah berada di puncak bukit tetapi kaki harus di tanah. Sehingga pesan-pesan itulah yang harus dijadikan wasilah para Ekonom Rabbani dalam mengintegrasikan semangat membumikan ekonomi syariah di seluruh tanah air Indonesia. (Naufal Rizqullah Al Banjari)

Miftahul AnwarUstadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?
read more

Lokakarya Penyusunan Roadmap Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Tazkia

No comments

Pada hari Senin, 30 September 2019 M/ 01 Shafar 1441 H, LPPM Tazkia mengadakan workshop terkait penyusunan roadmap penelitian dan pemberdayaan masyarakat. Trainer pada acara ini adalah Bapak Dr. Mukhamad Yasid, M.Si selaku Direktur LPPM.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat roadmap arah penelitian dan pemberdayaan masyarakat Institut Tazkia selama 5 tahun ke depan. Metode yang digunakan adalah Logical Framework Approach (LFA). Peserta terdiri dari dosen tetap dan jajaran manajemen Institut Tazkia.

Miftahul AnwarLokakarya Penyusunan Roadmap Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Tazkia
read more

Institut Tazkia Jalin Kerjasama Dengan Universitat Jaume I Spanyol

No comments



Rabu 18 September 2019, Institut Tazkia mengadakan kerjasama dengan Universitat Jaume I yang berlokasi di Castellon, derah timur Spanyol, tutur Humas Institut Tazkia.

Provinsi Castellon merupakan provinsi di bawah regional Valencia yang berdekatan dengan Provinsi Alicante. Kampus Jaume I didirikan pada tahun 1991, memiliki kampus seluas 18 hektar dan 15.000 mahasiswa. Jarak kampus ini ke Granada dimana terletak istana AlHambra di masa kejayaan Andalusia adalah lima jam dengan mobil menyisiri pantai.

Rektor Jaume I, Eva Alcon Soler mengatakan bahwa kampusnya memang sedang melebarkan sayap ke dunia internasional. Dia sangat mendukung kalau dosen dan mahasiswa di kampusnya mengadakan riset yang berkenaan dengan keuangan atau industri beretika (keuangan syariah dan industri halal).

Emili Tortosa-Ausina yang merupakan guru besar di kampus tersebut mengungkapkan bahwa walaupun dia bukan Muslim tapi dia sudah lama menekuni penelitian tentang keuangan korporasi syariah sejak tahun 2012 yang lalu. Baginya, penelitian di bidang syariah sangat bermanfaat dan dibutuhkan.

Dalam pesan elektroniknya dari Spanyol, Murniati Mukhlisin mengharapkan kerjasama ini dapat memberikan peluang bagi dosen dan mahasiswa supaya dapat berinteraksi dalam Tridharma pendidikan di level internasional. Kerjasama yang digagas meliputi joint student’s supervision, joint-research, joint-conference, dan double degree serta Erasmus scholarship.

Murniati menghimbau agar para peneliti keuangan syariah meluaskan konteksnya di luar Indonesia, baiknya disandingkan dengan studi kasus negara lain supaya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia.

Untuk anggaran tahun ajaran baru di Kampus Tazkia, Murniati mengatakan bahwa ada peningkatan yang cukup signifikan terutama dalam bidang penelitian guna memperbaiki kualitas menuju SDM Unggul.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Jalin Kerjasama Dengan Universitat Jaume I Spanyol
read more

Tazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu

No comments


Oleh : Nurizal Ismail (Dosen Tetap Tazkia & Kabag Pemberdayaan Masyarakat LPPM)

14 September 2019/ 15 Muharram H, Rektor Institut Agama Islam Tazkia dalam sesi tanya jawab di acara silaturrahim manajemen Tazkia dengan para wali Mahasiswa baru mengatakan bahwa Tazkia dalam proses pendidikannya mengedepankan adab sebelum ilmu. Apa yang ia katakan menurut penulis telah sejalan dengan apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW dan ulama-ulama Muslim dahulu telah lakukan.

Muhammad bin Muflih al-Muqaddasi dalam kitabnya ‘Al-Adab al-Syar’iyyah’ mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata, dalam firman Allah Ta’ala Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (al-Tahrim: 6). Dengan apa? Kemudian ia melanjutkan dan berkata:” ajarkan adab dan ilmu kepada mereka!” Dalam kitab ‘Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Imam Malik bin Anas mengatakan bawah ibunya memerintahkan kepadanya untuk belajar adab sebelum ilmunya. Selanjutnya, Al-Jazari seorang ulama Damaskus ahli qiraat al-Qur’an diAbad ke-14 dalam kitabnya ’Ghayat al-Nihaya fi Thabaqat al-Qurra’ mengatakan bahwa Imam Abdullah bin Mubarak Radiyallah ’anhu mengatakan tentang pentingnya adab sebelum ilmu yaitu para ulama mempelajari adab 30 tahun dan ilmu 20 tahun, dan mereka mencari adab sebelum ilmu.

Apa yang diakukan Tazkia perlu diapresiasi ditengah krisis adab yang tengah menghampiri umat saat ini. Prof Dr. S.M. Al-Attas dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah mencetak manusia yang baik (beradab). Maka sudah seyogyanya perguruan tinggi Islam itu harus mengedepankan adab sebelum ilmu. Para orang tua mahasiswa yang hadir pun sepakat dengan itu, sehingga mereka berharap bagaimana akhlak para mahasiswa dapat dijaga diantaranya dengan program tahfidz, sistem asrama 24 jam dan mentoringnya oleh para pembina. Sesungguhnya bangsa yang beradab akan menghasilkan peradaban yang tingggi, dan Islam telah mencontohkan itu 1400 tahun lalu. Karena peradaban itu sendiri berasal dari kata adab. Selamat datang para mahasiswa baru calon pemimpin bisnis dan intelektual Muslim di Institut Agama Islam Tazkia.

Miftahul AnwarTazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu
read more