Artikel

Tazkia Kerja Sama dengan Pemkab Bogor Entaskan Kemiskinan

No comments

 

Bupati Kabupaten Bogor, Ade Yasin memberikan kuliah umum di Kampus Tazkia yang bertemakan “Implementasi Ekonomi Syariah Menuju Kabupaten Bogor Termaju dan Terproduktif di Indonesia”. Karena itu, Bogor yang strategis dengan konsep Smart City, Smart Village, dihimbau oleh Rektor Tazkia Murniati Mukhlisin, agar berlandaskan Alquran dan mengedepankan akhlak.

“Hal ini, dikarenakan pergaulan remaja yang perlu dibimbing dengan pendekatan agama jika ingin Bogor merealisasikan semboyannya ‘Bogor Tegar Beriman’,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Selasa (18/2).

Saat ini, kata Murniati, Kampus Tazkia sudah menjalankan kerja sama dengan Kabupaten Bogor dalam bidang pengentasan kemiskinan. Kata dia, ada 2.000 keluarga yang sudah dibina oleh Tazkia selama kurun 10 tahun ini, mengajak mereka bebas riba dan mengembangkan usaha UMKM berbasis syariah.

Ke depannya, Tazkia berharap, agar kerja sama ditingkatkan dengan memberikan beasiswa yatim dhuafa untuk mengikuti program S1 Tahfiznomist atau Tahfizpreneur. Ini program pertama di Indonesia yang memberikan bekal wirausaha syariah dan lulusan wajib hafal 30 Juz Alquran.

Murniati bersyukur, bahwa Kampus Tazkia merupakan kampus di Bogor yang membuka kelas internasional. Bahasa Inggris dan Bahasa Arab digunakan sebagai medium pembelajaran yang akan melahirkan lulusan berwawasan internasional dalam bidang ekonomi, hukum dan pendidikan. (Repeublika.co.id)

Miftahul AnwarTazkia Kerja Sama dengan Pemkab Bogor Entaskan Kemiskinan
read more

Grand Opening SDS dan Kuliah Umum Bupati Bogor

No comments

Selasa, 18 Februari 2020 / 24 Jumadil Akhir 1441. Institut Tazkia mendapat kunjungan istimewa dari Bupati Bogor Bu Hj. Ade Yasin dalam Agenda Kuliah Umum & Grand Seminar Student Dynamic Session dengan tema “Implementasi Ekonomi Syari’ah menuju kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia”.

Rektor Institut Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, CFP. Menjelaskan besarnya potensi Ekonomi Syariah di Indonesia. Dalam sambutannya Bu rektor menjelaskan “Allah Call Yaa Ayyuhannas in Quran for everyone not just to Moslem but also non Moslem to eat halal & Thoyyib” Bu rektor juga mengungkapkan bahwa Institut Tazkia memiliki pusat Study halal sebagai komitmen Tazkia mempersiapkan wadah pengkajian potensi industri halal di Indonesia. Halal menjadi isu penting dimana sekarang banyak orang non muslim bahkan mencari makanan halal karena virus corona yang diakibatkan (menurut ahli) pasca konsumsi kelelawar sebagai salah satu makanan yang tidak dihalalkan dalam Islam.

Selepas Bu Rektor, Bupati Bogor Bu Hj. Ade Yasin memberikan kuliah umum,
“Diharapkan Kampus mampu menjadi bagian dalam mendukung program Kabupaten Bogor untuk mensosialisasikan Pariwisata Halal, Keuangan Syariah dan perkembangan program Ekonomi Syariah di Bogor” Begitu Harapan Bu Ade Yasin selaku Bupati Bogor.

Kabupaten Bogor menjadi salah satu destinasi wisata global. Setidaknya data menunjukkan 7,3 juta Wisatawan telah mengunjungi Bogor pada 2019 dengan Target 10 juta wisatawan pada 2020 ini oleh pemerintah Kabupaten Bogor.

Bogor juga telah mengeskpor produk petani mulai dari manggis, Ikan, bunga, dan bahkan berencana ekspor Produk elektronik ke Amerika di tahun ini.

Bupati berharap Ekonomi Syariah berkembang di Kabupaten Bogor tidak hanya keuangan syariah tapi ekonomi syariah di semua sektor wilayah potensi Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan ini juga Bupati memberikan Beasiswa Pendidikan Langsung Senilai 1 juta Rupiah kepada Masing-masing Mahasswa Terbaik kepada 5 Mahasiswa/i terbaik Program Study.

Rizqi ZakiyaGrand Opening SDS dan Kuliah Umum Bupati Bogor
read more

Yakin dengan Tazkia, Pemprov Kaltim utus Beasiswa Ratusan Putra-Putri Daerah Kuliah Tazkia

No comments

5 Februari 2020 / 12 Jumadil Akhir 1441, Samarinda.

Institut Tazkia kembali hadir di Samarinda untuk melakukan kunjungan ke Wakil Gubernur Kalimantan Timur Bapak H. Hadi Mulyadi, S.Si., M.Si. beserta jajaran Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kalimantan Timur. Komunikasi berlangsung hangat berkenan dengan rencana persiapan seleksi putra/i Daerah Kalimantan Timur dalam Program Beasiswa Kaltim Tuntas SDM Ekonomi Syari’ah. Pada kesempatan ini, Pihak Tazkia juga melakukan sosialisasi Program Beasiswa Melalui Media yang ada di Kalimantan Timur. Diantara nya dengan melalui RRI & TVRI Kalimantan Timur.

Semoga dengan ini, Allah hadirkan lebih banyak lagi SDM Ekonomi Syari’ah yang membawa nama besar Kalimantan Timur dengan menimba ilmu di kampus terbaik ekonomi syariah Institut Tazkia

Miftahul AnwarYakin dengan Tazkia, Pemprov Kaltim utus Beasiswa Ratusan Putra-Putri Daerah Kuliah Tazkia
read more

Seleksi Beasiswa Provinsi Kalimantan Timur – Institut Tazkia

1 comment

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

SEGERA DAFTAR !!!

Seleksi Beasiswa Provinsi Kalimantan Timur SDM Ekonomi Syariah & Hafiznomist
Kerja sama antara Pemprov Kalimantan Timur dan  Institut Agama Islam Tazkia

Syarat pendaftaran :

  • Kelas 12 yg akan lulus jenjang SMA atau sederajat di 2020
  • Lulusan SMA atau sederajat
  • Mengirimkan Scan/ raport kelas 10 n 11, Kartu Keluarga (KK) dan Sertifikat Prestasi / hafalan (Jika Ada)  kebeasiswa@tazkia.ac.id Subject ( Berkas BKT 2020 atas nama …..  )
  • Memiliki KTP/Asli Kalimantan Timur

Beasiswa ini terbuka untuk laki-laki dan perempuan yang ingin menjadi Sarjana Ekonomi Syariah juga  Penghafal Quran

Pendaftaran melalui link:
http://bit.ly/BeasiswaProvinsiKaltim

CP WA Klik : wa.me/6282161877704
————————–
www.tazkia.ac.id

Miftahul AnwarSeleksi Beasiswa Provinsi Kalimantan Timur – Institut Tazkia
read more

kunjungan kerja sinergi dan studi komparatif tadris ips fakultas tarbiyah Institut Tazkia Bogor ke Pendidikan ips FIS Universitas Negri Malang

No comments

SINERGI DALAM PENINGKATAN KUALITAS

Dalam rangka menambah nilai jual dan kualitas prodi dan lulusannya, Tadris IPS Institut Tazkia Bogor mengadakan kunjungan studi komparatif ke FIS Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negri Malang.

Kunjungan ini diwakili oleh kps dan sekpro tadris IPS

Dalam pengantarnya Dekan FIS dan KaProdi IPS Universitas Negri Malang sangat mengapresiasi kunjungan dan studi ini untuk mendalami teknik pengelolaan prodi dan beberapa perkembangan terkini dari dunia pendidikan ips.

Juga kami mengunjungi laboratorium pendidikan ips untuk melihat langsung proses dan sistem pemanfatannya

Diakhir kunjungan Kaprodi Pendidikan IPS UNM, I Dewa Putu Eka Sasnanda, S.Ant., MA dan Kaprodi Tadris IPS Tazkia, Syamsul Hadi,S.Pd.,M.Si menanda tangani kerjasama antar prodi untuk peningkatan kualitas penelitian dan pengajaran dosen dan mahasiswa…

Tadris IPS, Siap Berlomba, Berkarya dan Berkontribusi Nyata

Miftahul Anwarkunjungan kerja sinergi dan studi komparatif tadris ips fakultas tarbiyah Institut Tazkia Bogor ke Pendidikan ips FIS Universitas Negri Malang
read more

kunjungan kerja dan studi banding tadris ips fakultas tarbiyah Institut Tazkia ke pendidikan ips FTIK UIN Malang

No comments

BELAJAR ITU PERLU

Dalam rangka meningkatkan kualitas prodi dan lulusan Tadris IPS Institut Tazkia mengadakan kunjungan studi banding ke Pendidikan IPS UIN Malang..kunjungan ini diwakili oleh kps dan sekpro tadris IPS

Dalam pengantarnya Dekan FTIK dan kaprodi IPS UIN Malang sangat mengapresiasi kunjungan ini dan saling bertukar pengalaman dalam mengelola prodi ips..juga beberapa perkembangan terkini dari pendidikan ips..

Juga kami mengunjungi lab microteaching dan laboratorium ips serta himjur ips guna berbagi ilmu dan pengalaman.

Diakhir kunjungan kaprodi IPS Dr Alfiyana Yuli Elfianti, MA akan mengusulkan tadris ips institut tazkia masuk kedalam asosiasi pendidikan ips nasional baik yg dikti dan diktis agar bisa mendapatkan info terkini dan terupdate nantinya…

Tadris IPS, Siap Maju dengan Motto: Aktif Kreatif dan Amanah

Miftahul Anwarkunjungan kerja dan studi banding tadris ips fakultas tarbiyah Institut Tazkia ke pendidikan ips FTIK UIN Malang
read more

Research Outlook Keuangan Islam 2020

No comments

Konferensi dan penelitian keuangan Islam dinilai kian marak dilakukan pada 2019. Namun, Rektor Institut Tazkia,  Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, menilai, bahwa harus dilakukan penelitian perkembangan keuangan syariah yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional. “Beberapa konferensi dan penelitian yang sudah dilakukan di Indonesia masih bersifat umum dan belum terfokus pada permasalahan perkembangan keuangan syariah secara khusus”, kata Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP dalam keterangan tertulis “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia”.

Berikut ini dokumen “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia” dimaksud. 

RESEARCH OUTLOOK 2020

  1. Dukungan politik dari tingkat tertinggi. Presiden Joko Widodo sendiri menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk mempromosikan keuangan syariah di Indonesia.
  2. Fakta bahwa Indonesia adalah ekonomi terbesar pada Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Indonesia memiliki kekuatan ekonomi terbesar pada Oranisasi Kerjasama Islam (OKI) baik dari segi jumlah penduduk dan PDB, serta dukungan pemerintah terhadap pasar perbankan dan keuangan Islam.
  3. Perkembangan regulasi di bidang perbankan dan keuangan Islam. Hal ini juga sangat membantu negara ini menjadi pasar perbankan dan keuangan Islam menjadi tingkat teratas.
  4. Ekosistem untuk perbankan dan keuangan Islam telah meningkat secara signifikan Beberapa contoh Industri perbankan dan keuangan Islam yang meningkat secara signifikan di antaranya, industri pariwisata halal, pengumpulan dan distribusi zakat, obligasi wakaf/ sukuk, dan kerangka kerja peraturan terkait.
  5. Sektor swasta juga memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan perbankan dan keuangan Islam. Bank Syariah Mandiri (BSM) kini telah muncul sebagai pemimpin global dalam perbankan dan keuangan Islam, meskipun fokus utamanya tetap pada pasar nasional / domestik.

Berikut ini merupakan konferensi ekonomi syariah terbesar yang diadakan pada 2019, di antaranya:

  1. Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) yang mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Keuangan Syariah Melalui Inovasi dan Sinergi Menuju Responsible Finance and Investment dalam rangka Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional” pada tanggal 15-16 Oktober 2019 di Yogyakarta.
  2. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang mengusung tema “Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth” pada 12-17 November 2019 di Grand City, Surabaya.
  3. ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) yang mengusung tema “Revival of Islamic Social Finance to Strengthen Economic Development Towards A Global Industrial Revolution” pada 3- 5 Desember 2019 di UNIDA Gontor, Jawa Timur.

Berita positif lainnya, beberapa jurnal ekonomi Islam seperti International Sharia Research Academy (ISRA), Journal of Islamic Economic Studies yang diprakarsai oleh Islamic Research and Training Institute (IRTI) Islamic Development Bank (IDB), dan Emerald Publishing yang di sponsori oleh Bank Negara Malaysia sudah terindeks baik. Selain itu, adapun jurnal-jurnal yang bertemakan etika dan Islam sudah berperingkat baik, di antaranya:

  • Journal of Islamic Accounting and Business Research by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan ABS, menempati quartile 2 (Q2)
  • International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management Information by Emerald Publishing
  • Humanomics by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Journal of Islamic Marketing by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Asian Journal of Middle Eastern and Islamic Studies by Shanghai International Studies University
  • Journal of Economic Behavior and Organization by Elsevier BV, terindeks Scopus dan menempati quartile 1 (Q1)

Adapun informasi lain yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa Secara umum, pada triwulan III-2019 Perbankan syariah memiliki ketahanan modal yang terjaga, ditunjukkan oleh rasio CAR BUS sebesar 20,39%. Fungsi intermediasi perbankan syariah juga berjalan baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso memaparkan bahwa kinerja ekonomi global masih cukup dinamis. Pertumbuhan perekonomian global kembali direvisi turun oleh IMF dan Bank Dunia sebagai dampak dari masih tingginya ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok. Leading indicators perekonomian global triwulan III-2019 juga masih menunjukkan tren melambat. Sejalan hal tersebut, beberapa bank sentral dunia merespon dengan menjalankan kebijakan akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.

Walaupun demikian, kondisi sektor jasa keuangan nasional terjaga dengan baik. Kinerja intermediasi perbankan walaupun termoderasi namun secara umum masih dalam keadaan solid dengan kredit yang tumbuh sehat dan tingkat risiko yang terjaga. Sejalan dengan kinerja perbankan, pembiayaan non-bank dapat tumbuh secara gradual dengan risiko yang cukup stabil. Sementara itu, industri pasar modal mengalami koreksi tipis ditandai dengan melemahnya IHSG.

Miftahul AnwarResearch Outlook Keuangan Islam 2020
read more

LDK AL Iqtishod Tazkia Adakan SEMINAR KEMUSLIMAHAN 2019

No comments

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS.Ali Imran: 110)

Aliqtishod.com–Sentul, 10 Desember 2019. Alhamdulillah, telah terlaksana seminar kemuslimahan dalam rangka pembelajaran seputar dunia kemuslimahan yang mengusung tema “The Inspiring Future of Millennial Muslimah” dengan pemateri dr. Davrina Rianda, dokter yang memiliki minat pada kesehatan perempuan dan kecerdasan anak, serta dunia penulisan dan moderator Nadia Sophia Lubis, B.Sc, seorang entrepreneur yang memiliki bisnis bernama Sophia Diamond, Alumni IIUM, dan GIA Diamond Graduate. Seminar  dilaksanakan di Alhamra hall, Masjid Andalusia, IAI Tazkia, Sentul City, pada hari Selasa 10 Desember 2019.

Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, menyanyikan Indonesia Raya dan Tazkia Value dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana, Putri Ananda dan Rektor IAI Tazkia, Dr. Muniarti Mukhlisin, M. Acc, QWP.

Acara yang dihadiri kurang lebih 250 peseta dari mahasiswi institut tazkia, tazkia matrikulasi dan juga umum, mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari ibu rektor karena dapat menjadi wadah bagi muslimah millenial untuk mendapatkan wawasan dan keilmuan seputar permasalahan yang muslimah hadapi saat ini. Acara ini juga membangun kesadaran kepada para peserta yang hadir, bahwa setiap muslimah harus memiliki komitmen yang kuat agar setiap langkah apapun yang dilakukan dalam kehidupan tidak menyimpang dari syariat Islam.

Setiap muslimah juga harus menghargai setiap potensi dan bakat yang dimiliki serta dapat berpikir positif, mempunyai visi dan misi yang jelas untuk masa yang akan datang.

Acara mulai menarik saat sesi penyampaian materi oleh dr. Davrina Rianda. Davrina menyampaikan bahwa seorang muslimah dituntut untuk tegas terhadap diri sendiri dan lingkungannya dengan tantangan yang semakin banyak seiring perkembangan zaman. Seorang muslimah hendaklah selalu aktif dan produktif dalam Islam sesuai dengan Surah Ali Imran ayat 110.

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah.” (HR. Muslim)

Davrina juga mengatakan bahwa para muslimah harus mendukung terciptanya generasi yang maju dan mampu menjawab tantangan peradapan, seperti :

  1. Menuju generasi high-achiever di mana seorang anaj harus mempunyai daya saing global (IQ, EQ);
  2. Modernisasi sains dan budaya barat, tetapi Allah tetap di hati (SQ);
  3. Critial-Thinking dan Post-Truth Era.

Adapun kemuliaan khusus muslimah dijelaskan dalam hadis riwayat Ahmad yaitu, istri shalihah yang mentaati suaminya. Satu sisi ini adalah sebuah tuntutan sikap bagi para istri terhadap suami.

”.. Seorang wanita (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya bagi anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang (perbuatan) mereka..”

Dari hadis tersebut, ketaatan pada suami yang dimaksud adalah hal yang tidak melanggar perintah Allah atau bukan hal yang maksiat. Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah bersabda:

“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya,dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya).

Sebagai seorang muslimah, bukan hanya berdiam diri ataupun mencari potensi diri tapi juga berusaha untuk memunculkan potensi diri itu sendiri seperti, berkompetisi dengan diri sendiri dan belajar dari kebaikan orang lain untuk mendidik diri sendiri, Never aim for 2nd best, dan menggeser tujuan bukan untuk diri sendiri tapi untuk kebaikan di dunia demi mendapatkan rahmat Allah Swt dengan tujuan yang berorientasi pada kebaikan di masyarakat dan memiliki dampak yang lebih besar. So, remember to be the very best version of you.

Sesi penyampaian materi pun ditutup dengan dua pertanyaan dari peserta dan pemberian cinderamata kepada pembicara. Suasana SKN semakin bertambah seru dengan special performance nasyid  dan pengumuman lomba esai SKN 2019 tingkat se-Jabodetabek dan didilanjutkan dengan pembagian door prize, pembacaan puisi sebelum acara SKN 2019 pada hari ini berakhir.

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah: 269).

Aamiin…Aamiin ya rabba ‘alamiin

Semoga Bermanfaat

Barakallhu fiikum

 

Tim Pers,

Syiar Creative

 

Miftahul AnwarLDK AL Iqtishod Tazkia Adakan SEMINAR KEMUSLIMAHAN 2019
read more

Pemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Salah Satu agenda dari Indonesia Islamic Economics Forum 2019 adalah Pemberian Award dari Institut Tazkia kepada Pemberi Beasiswa Mahasiswa/i Institut Tazkia dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Ada beberapa Kategori Penghargaan yang di berikan pada sesi pertama, diantaranya :

 

1.The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Dinar. Kategori ini diberikan kepada Gubernur Prov. Kalimantan Timur yang di wakilkan oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi kalimantan timur Bapak Anwar sanusi, M.pd.

 

 

2. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance kategori Jauhar. Kategori ini di berikan kepada Gubernur prov. Riau yang di wakilkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau yaitu Bapak Drs.H.Mashrul Kasmy,Msi.

 

3. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. Kategori ini diberikan kepada Bupati kab. Siak yang di wakilkan oleh Asisten Perekonomian dan pembangunan Setda Kab.Siak bapak H.Hendrisan, S.Sos,M.Si

 

4. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. kategori ini juga di berikan kepada Gubernur Bangka Belitung yang hadir langsung dalam acara Indonesia Islamic Economics Forum 2019 Bapak Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M.

 

 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. M. Syafii Antonio dan Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Pembina Yayasan dan Rektor Institut Tazkia.

 

Dengan Adanya Penghargaan ini, semoga menjadi motivasi untuk Tetap mempertahankan dan lebih memajukan ekonomi syariah dan menjadi motivasi juga untuk daerah lain untuk mengembangkan Ekonomi Syariah.
==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarPemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance
read more

Apakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?

No comments

Penulis: Naufal Rizqullah Al Banjari

Sentul City, TAZKIA TV – Indonesia sedang bersiap diri untuk menghadapi tantangan perekonomian kedepan dimana selain melawan ketidakstabilan perekonomian global, juga sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk merespon peluang dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri. Dalam hal ini, Institut TAZKIA kembali menggelar agenda Monday Forum edisi 11 November 2019 dengan bertemakan “Islam, Ekonomi Kreatif, & Wisata Halal” yang dihadiri dan diisi langsung oleh seorang akademisi sekaligus Kepala Jurusan Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Tantan Hermansah, M. Si dengan dimoderatori oleh Dr. Indra, M. Si selaku Direktur Pusat Studi Halal Institut TAZKIA.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, dan beberapa akademisi yang telah mengikuti secara khidmat sejak pukul 09.30-11.40 WIB di International Class lantai 3. Sejumlah pembahasan yang disampaikan oleh Dr. Tantan hari ini adalah bagaimana ekonomi kreatif di Indonesia dapat hidup dan berkembang secara terus seiring dengan sumber daya manusianya juga dibangun dan dibina dalam mencapai tujuan strategis Indonesia, yaitu Pariwisata Halal.

Dikatakan oleh akademisi yang berasal dari Garut ini bahwa dua variabel tersebut memiliki peluang yang amat menguntungkan untuk mendongkrak pendapatan negara, mulai dari devisa negara, produk domestik bruto (PDB), dan sebagainya.

“Tetapi semua itu (wisata halal & ekonomi kreatif) baru dapat tercapai ketika SDM nya sudah dibangun dan dibina tentang pengelolaan kawasan pariwisata yang dimaksud” Ujar Kajur Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain itu, ekonomi kreatif dapat selalu ada dan berkembang secara terus menerus tentunya berasal dari ide yang dikeluarkan dari para pelaku ekonomi kreatif. Nantinya ide-ide tersebut dapat dikolaborasikan dengan wisata halal setelah dikeluarkannya _roadmap_ tentang Pariwisata Halal oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Maka dari itu, perlu dibuat kembali forum-forum diskusi seperti ini agar kita selaku akademisi dapat menyiasati peluang ini dengan baik dan juga dapat mendorong pemerintah untuk segera menetapkan dan mengeluarkan _roadmap_
Pariwisata Halal dengan memberikan hasil-hasil diskusi yang membahas tentang perihal ini” kata Dr. Tantan.

Dalam sesi diskusi kali ini, beliau memaparkan sejumlah cara untuk menilai pencapaian pengembangan ekonomi kreatif, diantaranya:

1) Penciptaan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,
2) Peningkatan jumlah dan daya saing ekonomi kreatif,
3) Peningkatan devisa dan kontribusi terhadap neraca perdagangan,
4) Peningkatan konsumsi Republik Indonesia terhadap produk kreatif.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Miftahul AnwarApakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?
read more