Artikel

Research Outlook Keuangan Islam 2020

No comments

Konferensi dan penelitian keuangan Islam dinilai kian marak dilakukan pada 2019. Namun, Rektor Institut Tazkia,  Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, menilai, bahwa harus dilakukan penelitian perkembangan keuangan syariah yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional. “Beberapa konferensi dan penelitian yang sudah dilakukan di Indonesia masih bersifat umum dan belum terfokus pada permasalahan perkembangan keuangan syariah secara khusus”, kata Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP dalam keterangan tertulis “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia”.

Berikut ini dokumen “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia” dimaksud. 

RESEARCH OUTLOOK 2020

  1. Dukungan politik dari tingkat tertinggi. Presiden Joko Widodo sendiri menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk mempromosikan keuangan syariah di Indonesia.
  2. Fakta bahwa Indonesia adalah ekonomi terbesar pada Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Indonesia memiliki kekuatan ekonomi terbesar pada Oranisasi Kerjasama Islam (OKI) baik dari segi jumlah penduduk dan PDB, serta dukungan pemerintah terhadap pasar perbankan dan keuangan Islam.
  3. Perkembangan regulasi di bidang perbankan dan keuangan Islam. Hal ini juga sangat membantu negara ini menjadi pasar perbankan dan keuangan Islam menjadi tingkat teratas.
  4. Ekosistem untuk perbankan dan keuangan Islam telah meningkat secara signifikan Beberapa contoh Industri perbankan dan keuangan Islam yang meningkat secara signifikan di antaranya, industri pariwisata halal, pengumpulan dan distribusi zakat, obligasi wakaf/ sukuk, dan kerangka kerja peraturan terkait.
  5. Sektor swasta juga memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan perbankan dan keuangan Islam. Bank Syariah Mandiri (BSM) kini telah muncul sebagai pemimpin global dalam perbankan dan keuangan Islam, meskipun fokus utamanya tetap pada pasar nasional / domestik.

Berikut ini merupakan konferensi ekonomi syariah terbesar yang diadakan pada 2019, di antaranya:

  1. Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) yang mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Keuangan Syariah Melalui Inovasi dan Sinergi Menuju Responsible Finance and Investment dalam rangka Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional” pada tanggal 15-16 Oktober 2019 di Yogyakarta.
  2. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang mengusung tema “Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth” pada 12-17 November 2019 di Grand City, Surabaya.
  3. ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) yang mengusung tema “Revival of Islamic Social Finance to Strengthen Economic Development Towards A Global Industrial Revolution” pada 3- 5 Desember 2019 di UNIDA Gontor, Jawa Timur.

Berita positif lainnya, beberapa jurnal ekonomi Islam seperti International Sharia Research Academy (ISRA), Journal of Islamic Economic Studies yang diprakarsai oleh Islamic Research and Training Institute (IRTI) Islamic Development Bank (IDB), dan Emerald Publishing yang di sponsori oleh Bank Negara Malaysia sudah terindeks baik. Selain itu, adapun jurnal-jurnal yang bertemakan etika dan Islam sudah berperingkat baik, di antaranya:

  • Journal of Islamic Accounting and Business Research by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan ABS, menempati quartile 2 (Q2)
  • International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management Information by Emerald Publishing
  • Humanomics by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Journal of Islamic Marketing by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Asian Journal of Middle Eastern and Islamic Studies by Shanghai International Studies University
  • Journal of Economic Behavior and Organization by Elsevier BV, terindeks Scopus dan menempati quartile 1 (Q1)

Adapun informasi lain yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa Secara umum, pada triwulan III-2019 Perbankan syariah memiliki ketahanan modal yang terjaga, ditunjukkan oleh rasio CAR BUS sebesar 20,39%. Fungsi intermediasi perbankan syariah juga berjalan baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso memaparkan bahwa kinerja ekonomi global masih cukup dinamis. Pertumbuhan perekonomian global kembali direvisi turun oleh IMF dan Bank Dunia sebagai dampak dari masih tingginya ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok. Leading indicators perekonomian global triwulan III-2019 juga masih menunjukkan tren melambat. Sejalan hal tersebut, beberapa bank sentral dunia merespon dengan menjalankan kebijakan akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.

Walaupun demikian, kondisi sektor jasa keuangan nasional terjaga dengan baik. Kinerja intermediasi perbankan walaupun termoderasi namun secara umum masih dalam keadaan solid dengan kredit yang tumbuh sehat dan tingkat risiko yang terjaga. Sejalan dengan kinerja perbankan, pembiayaan non-bank dapat tumbuh secara gradual dengan risiko yang cukup stabil. Sementara itu, industri pasar modal mengalami koreksi tipis ditandai dengan melemahnya IHSG.

Miftahul AnwarResearch Outlook Keuangan Islam 2020
read more

LDK AL Iqtishod Tazkia Adakan SEMINAR KEMUSLIMAHAN 2019

No comments

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS.Ali Imran: 110)

Aliqtishod.com–Sentul, 10 Desember 2019. Alhamdulillah, telah terlaksana seminar kemuslimahan dalam rangka pembelajaran seputar dunia kemuslimahan yang mengusung tema “The Inspiring Future of Millennial Muslimah” dengan pemateri dr. Davrina Rianda, dokter yang memiliki minat pada kesehatan perempuan dan kecerdasan anak, serta dunia penulisan dan moderator Nadia Sophia Lubis, B.Sc, seorang entrepreneur yang memiliki bisnis bernama Sophia Diamond, Alumni IIUM, dan GIA Diamond Graduate. Seminar  dilaksanakan di Alhamra hall, Masjid Andalusia, IAI Tazkia, Sentul City, pada hari Selasa 10 Desember 2019.

Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, menyanyikan Indonesia Raya dan Tazkia Value dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana, Putri Ananda dan Rektor IAI Tazkia, Dr. Muniarti Mukhlisin, M. Acc, QWP.

Acara yang dihadiri kurang lebih 250 peseta dari mahasiswi institut tazkia, tazkia matrikulasi dan juga umum, mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari ibu rektor karena dapat menjadi wadah bagi muslimah millenial untuk mendapatkan wawasan dan keilmuan seputar permasalahan yang muslimah hadapi saat ini. Acara ini juga membangun kesadaran kepada para peserta yang hadir, bahwa setiap muslimah harus memiliki komitmen yang kuat agar setiap langkah apapun yang dilakukan dalam kehidupan tidak menyimpang dari syariat Islam.

Setiap muslimah juga harus menghargai setiap potensi dan bakat yang dimiliki serta dapat berpikir positif, mempunyai visi dan misi yang jelas untuk masa yang akan datang.

Acara mulai menarik saat sesi penyampaian materi oleh dr. Davrina Rianda. Davrina menyampaikan bahwa seorang muslimah dituntut untuk tegas terhadap diri sendiri dan lingkungannya dengan tantangan yang semakin banyak seiring perkembangan zaman. Seorang muslimah hendaklah selalu aktif dan produktif dalam Islam sesuai dengan Surah Ali Imran ayat 110.

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah.” (HR. Muslim)

Davrina juga mengatakan bahwa para muslimah harus mendukung terciptanya generasi yang maju dan mampu menjawab tantangan peradapan, seperti :

  1. Menuju generasi high-achiever di mana seorang anaj harus mempunyai daya saing global (IQ, EQ);
  2. Modernisasi sains dan budaya barat, tetapi Allah tetap di hati (SQ);
  3. Critial-Thinking dan Post-Truth Era.

Adapun kemuliaan khusus muslimah dijelaskan dalam hadis riwayat Ahmad yaitu, istri shalihah yang mentaati suaminya. Satu sisi ini adalah sebuah tuntutan sikap bagi para istri terhadap suami.

”.. Seorang wanita (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya bagi anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang (perbuatan) mereka..”

Dari hadis tersebut, ketaatan pada suami yang dimaksud adalah hal yang tidak melanggar perintah Allah atau bukan hal yang maksiat. Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah bersabda:

“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya,dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya).

Sebagai seorang muslimah, bukan hanya berdiam diri ataupun mencari potensi diri tapi juga berusaha untuk memunculkan potensi diri itu sendiri seperti, berkompetisi dengan diri sendiri dan belajar dari kebaikan orang lain untuk mendidik diri sendiri, Never aim for 2nd best, dan menggeser tujuan bukan untuk diri sendiri tapi untuk kebaikan di dunia demi mendapatkan rahmat Allah Swt dengan tujuan yang berorientasi pada kebaikan di masyarakat dan memiliki dampak yang lebih besar. So, remember to be the very best version of you.

Sesi penyampaian materi pun ditutup dengan dua pertanyaan dari peserta dan pemberian cinderamata kepada pembicara. Suasana SKN semakin bertambah seru dengan special performance nasyid  dan pengumuman lomba esai SKN 2019 tingkat se-Jabodetabek dan didilanjutkan dengan pembagian door prize, pembacaan puisi sebelum acara SKN 2019 pada hari ini berakhir.

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah: 269).

Aamiin…Aamiin ya rabba ‘alamiin

Semoga Bermanfaat

Barakallhu fiikum

 

Tim Pers,

Syiar Creative

 

Miftahul AnwarLDK AL Iqtishod Tazkia Adakan SEMINAR KEMUSLIMAHAN 2019
read more

Pemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Salah Satu agenda dari Indonesia Islamic Economics Forum 2019 adalah Pemberian Award dari Institut Tazkia kepada Pemberi Beasiswa Mahasiswa/i Institut Tazkia dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Ada beberapa Kategori Penghargaan yang di berikan pada sesi pertama, diantaranya :

 

1.The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Dinar. Kategori ini diberikan kepada Gubernur Prov. Kalimantan Timur yang di wakilkan oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi kalimantan timur Bapak Anwar sanusi, M.pd.

 

 

2. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance kategori Jauhar. Kategori ini di berikan kepada Gubernur prov. Riau yang di wakilkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau yaitu Bapak Drs.H.Mashrul Kasmy,Msi.

 

3. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. Kategori ini diberikan kepada Bupati kab. Siak yang di wakilkan oleh Asisten Perekonomian dan pembangunan Setda Kab.Siak bapak H.Hendrisan, S.Sos,M.Si

 

4. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. kategori ini juga di berikan kepada Gubernur Bangka Belitung yang hadir langsung dalam acara Indonesia Islamic Economics Forum 2019 Bapak Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M.

 

 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. M. Syafii Antonio dan Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Pembina Yayasan dan Rektor Institut Tazkia.

 

Dengan Adanya Penghargaan ini, semoga menjadi motivasi untuk Tetap mempertahankan dan lebih memajukan ekonomi syariah dan menjadi motivasi juga untuk daerah lain untuk mengembangkan Ekonomi Syariah.
==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarPemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance
read more

Apakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?

No comments

Penulis: Naufal Rizqullah Al Banjari

Sentul City, TAZKIA TV – Indonesia sedang bersiap diri untuk menghadapi tantangan perekonomian kedepan dimana selain melawan ketidakstabilan perekonomian global, juga sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk merespon peluang dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri. Dalam hal ini, Institut TAZKIA kembali menggelar agenda Monday Forum edisi 11 November 2019 dengan bertemakan “Islam, Ekonomi Kreatif, & Wisata Halal” yang dihadiri dan diisi langsung oleh seorang akademisi sekaligus Kepala Jurusan Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Tantan Hermansah, M. Si dengan dimoderatori oleh Dr. Indra, M. Si selaku Direktur Pusat Studi Halal Institut TAZKIA.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, dan beberapa akademisi yang telah mengikuti secara khidmat sejak pukul 09.30-11.40 WIB di International Class lantai 3. Sejumlah pembahasan yang disampaikan oleh Dr. Tantan hari ini adalah bagaimana ekonomi kreatif di Indonesia dapat hidup dan berkembang secara terus seiring dengan sumber daya manusianya juga dibangun dan dibina dalam mencapai tujuan strategis Indonesia, yaitu Pariwisata Halal.

Dikatakan oleh akademisi yang berasal dari Garut ini bahwa dua variabel tersebut memiliki peluang yang amat menguntungkan untuk mendongkrak pendapatan negara, mulai dari devisa negara, produk domestik bruto (PDB), dan sebagainya.

“Tetapi semua itu (wisata halal & ekonomi kreatif) baru dapat tercapai ketika SDM nya sudah dibangun dan dibina tentang pengelolaan kawasan pariwisata yang dimaksud” Ujar Kajur Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain itu, ekonomi kreatif dapat selalu ada dan berkembang secara terus menerus tentunya berasal dari ide yang dikeluarkan dari para pelaku ekonomi kreatif. Nantinya ide-ide tersebut dapat dikolaborasikan dengan wisata halal setelah dikeluarkannya _roadmap_ tentang Pariwisata Halal oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Maka dari itu, perlu dibuat kembali forum-forum diskusi seperti ini agar kita selaku akademisi dapat menyiasati peluang ini dengan baik dan juga dapat mendorong pemerintah untuk segera menetapkan dan mengeluarkan _roadmap_
Pariwisata Halal dengan memberikan hasil-hasil diskusi yang membahas tentang perihal ini” kata Dr. Tantan.

Dalam sesi diskusi kali ini, beliau memaparkan sejumlah cara untuk menilai pencapaian pengembangan ekonomi kreatif, diantaranya:

1) Penciptaan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,
2) Peningkatan jumlah dan daya saing ekonomi kreatif,
3) Peningkatan devisa dan kontribusi terhadap neraca perdagangan,
4) Peningkatan konsumsi Republik Indonesia terhadap produk kreatif.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Miftahul AnwarApakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?
read more

Institut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

No comments

Banjarmasin, 1 November 2019/3 Rabiul Awwal 1441H

Telah diadakannya dialog akademik antara Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Prof. Dr. H. Ahmad Khairuddin, M.Ag beserta jajaran. Diakhir dialog kedua rektor berkenan menandatangani kerjasama Tridharma.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
read more

Demi Memasifkan Gerakan Investasi Saham Syariah dan Digital Marketing, KSEI Progres Institut TAZKIA Menggelar Seminar Nasional Untuk Millenials

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Pada hari Ahad, 13 Oktober 2019 telah dilaksanakan acara Seminar Nasional bertajuk “Stock Exchange and Digital Marketing Education for Millenials” yang digelar di Hall Lantai 3 Institut TAZKIA. Seminar nasional ini merupakan seminar akbar perdana yang diadakan di kampus ekonomi Islam rintisan Bapak Syafi’i Antonio setelah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) atas kenaikan tingkat dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam menjadi Institut.

Tujuan dari keberadaan seminar ini adalah merespon peluang-peluang yang ada di sekitar kita terutama potensi digital marketing dan investasi saham syariah yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan oleh generasi muda.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin dan 2 pembicara utama yang sangat bergengsi saat itu ialah Bang Revardi Syaputra dan Kak Frisca Devi Choirina dengan ditemani moderator yang langsung dipimpin oleh Ketua KSEI Progres periode 2018/2019, Bang Thufeil. Tak luput dari itu, terdapat delegasi perwakilan KSEI Kampus wilayah Jabodetabek, Mahasiswa Asrama TAZKIA, dan juga beberapa anggota komunitas Investor Saham Pemula sebanyak 250 peserta.

Dalam pemaparan yang dijelaskan oleh Founder DigiClass, Bang Revardi, ia menyampaikan tips and trick kepada peserta tentang bagaimana langkah awal setiap pembisnis dalam membangun bisnis digital yang mulai marak saat ini. Selain itu, ia juga menyampaikan pesan bahwa kegiatan berbisnis yang dilakukan oleh generasi muda saat ini dapat menjadi penggerak ekonomi dunia.

Pada sesi lainnya, Kak Frisca yang juga merupakan Founder Investor Saham Pemula turut menyampaikan materi tentang Nabung Saham Syariah yang semakin mulai digemari oleh lapisan masyarakat kita. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus turut ikut andil dalam memanfaatkan kesempatan berinvestasi sehingga perlu mindset yang baru untuk mencapai titik peluang dalam melakukan investasi saham syariah.

Dalam kesempatan event Progres kali ini disponsori oleh Urunmodal, Hotel Alana, Nitrogen, Anand Catering, Ny. JAB, dan Economichannel. Acara tersebut kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan plakat kepada pembicara sebagai bentuk apresiasi panitia atas kesediannya dalam berbagi ilmu dan inspirasi kepada generasi millenials.

Harapannya, semoga digital marketing dan investasi saham syariah di Indonesia dapat berkembang lebih pesat berkat tangan anak muda saat ini. (Naufal Rizqullah Al Banjar)

Miftahul AnwarDemi Memasifkan Gerakan Investasi Saham Syariah dan Digital Marketing, KSEI Progres Institut TAZKIA Menggelar Seminar Nasional Untuk Millenials
read more

Bedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer, Buku Karya Dosen Tazkia Peraih Penghargaan Islamic Book Fair 2019

No comments

Rabu 18 September 2019 bertempat di ruang International Program, Institut Tazkia menggelar acara “Bedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer” yang diisi oleh Nashr Akbar, S.E.I., M.Ec. (Penulis Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer & Kaprodi Ekonomi Syariah Tazkia) dan Nurizal Ismail, M.A (Direktur Pusat Studi Kitab Klasik & Kabag Pengabdian Masyarakat LPPM Tazkia).

Acara yang dihadiri oleh civitas akademik dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek, mengupas habis tentang buku yang menjadi karya pertama dari Nashr Akbar yang ditulis bersama rekannya Abdul Wahid Al-Faizin (Alumni Tazkia Angkatan 5). Meskipun merupakan hasil karya pertama, Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer Karya mereka berhasil mendapatkan penghargaan dari Islamic Book Fair 2019 dengan kategori Non Fiksi Dewasa Terbaik yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center. Sebuah penghargaan yang diberikan kepada para penulis buku Islam terbaik di Indonesia.

Nashr Akbar menjelaskan bahwa bukunya yang diterbitkan oleh Gema Insani ini disusun menggunakan 2 metode Tafsir, yakni Tafsir Bi al-Ra’yi (logika) dan Tafsir Bi al-Riwayah (Qur’an & Hadits).

“Buku ini kami susun menggunakan 2 metode Tafsir, yakni Tafsir Bi al-Ra’yi (logika) dan Tafsir Bi al-Riwayah (Qur’an & Hadits). Keistimewaan lain dari buku ini adalah kami menggunakan metode tafsir mudui, dimana penjelasan isi bukunya disusun dalam satu tema tentang Ekonomi Islam.” Jelas Nashr Akbar

Pada sesi lain, Nurizal Ismail selaku Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Institut TAZKIA menjelaskan bahwa ilmu tafsir adalah ilmu yang paling luas karena di dalamnya membahas berbagai macam disiplin ilmu yang berperan sebagai sumber ilmu syariah dan juga alat ukur untuk memahami ayat-ayat Al-Quran, khususnya terkait dengan ide-ide ekonomi.

Beliau berharap buku karangan Nashr Akbar bersama temannya ini dapat menjadi khazanah ilmu bagi pengemban amanah ekonomi Islam dan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris agar dapat dibaca juga oleh seluruh penggerak ekonomi Islam di berbagai mancanegara. (Naufal & Anwar Tazkia TV)
Miftahul AnwarBedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer, Buku Karya Dosen Tazkia Peraih Penghargaan Islamic Book Fair 2019
read more

Tazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu

No comments


Oleh : Nurizal Ismail (Dosen Tetap Tazkia & Kabag Pemberdayaan Masyarakat LPPM)

14 September 2019/ 15 Muharram H, Rektor Institut Agama Islam Tazkia dalam sesi tanya jawab di acara silaturrahim manajemen Tazkia dengan para wali Mahasiswa baru mengatakan bahwa Tazkia dalam proses pendidikannya mengedepankan adab sebelum ilmu. Apa yang ia katakan menurut penulis telah sejalan dengan apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW dan ulama-ulama Muslim dahulu telah lakukan.

Muhammad bin Muflih al-Muqaddasi dalam kitabnya ‘Al-Adab al-Syar’iyyah’ mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata, dalam firman Allah Ta’ala Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (al-Tahrim: 6). Dengan apa? Kemudian ia melanjutkan dan berkata:” ajarkan adab dan ilmu kepada mereka!” Dalam kitab ‘Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Imam Malik bin Anas mengatakan bawah ibunya memerintahkan kepadanya untuk belajar adab sebelum ilmunya. Selanjutnya, Al-Jazari seorang ulama Damaskus ahli qiraat al-Qur’an diAbad ke-14 dalam kitabnya ’Ghayat al-Nihaya fi Thabaqat al-Qurra’ mengatakan bahwa Imam Abdullah bin Mubarak Radiyallah ’anhu mengatakan tentang pentingnya adab sebelum ilmu yaitu para ulama mempelajari adab 30 tahun dan ilmu 20 tahun, dan mereka mencari adab sebelum ilmu.

Apa yang diakukan Tazkia perlu diapresiasi ditengah krisis adab yang tengah menghampiri umat saat ini. Prof Dr. S.M. Al-Attas dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah mencetak manusia yang baik (beradab). Maka sudah seyogyanya perguruan tinggi Islam itu harus mengedepankan adab sebelum ilmu. Para orang tua mahasiswa yang hadir pun sepakat dengan itu, sehingga mereka berharap bagaimana akhlak para mahasiswa dapat dijaga diantaranya dengan program tahfidz, sistem asrama 24 jam dan mentoringnya oleh para pembina. Sesungguhnya bangsa yang beradab akan menghasilkan peradaban yang tingggi, dan Islam telah mencontohkan itu 1400 tahun lalu. Karena peradaban itu sendiri berasal dari kata adab. Selamat datang para mahasiswa baru calon pemimpin bisnis dan intelektual Muslim di Institut Agama Islam Tazkia.

Miftahul AnwarTazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu
read more

Institut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM

No comments


Selasa, 27 Agustus 2019 M. 26 Dzulhijjah 1440 H. Jajaran Manajemen Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM), Jogyakarta, mengunjungi Institut Tazkia untuk mengadakan Studi Banding pengembangan kurikulum Magister Akuntansi Syariah

Rombongan UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Halim MBA, Ak, CA selaku ketua Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM. Ketua Departemen Akuntansi FEB UGM, yaitu Bapak Sony Warsono, MAFIS, Ak, CA, Ph.D, dan Dr. Aprilia Beta Sunadi, SE., M.Ec. Dosen Departemen Akuntasi FEB UGM serta Bapak M. Luthfi Ansori, SE selaku Koordinator Bidang IT dan Akademik Magister Akuntasi FEB UGM.

Dari Institut Tazkia hadir menyambut rombongan; Dr. Sugiarti Fatma Laela, M.Buss. Acc. CMA. CIBA. Selaku Wakil Rektor 2, Dr. Muhammad Yasid, M.Si. selaku Direktur Pascasarjana, Muhammad Maulana Hamzah, M.M. selaku Sekretaris Pascasarjana, dan Afif Zaerofi, M.M. selaku Direktur SPMI Institut Tazkia.

Pertemuan berlangsung kurang lebih 2 jam, membahas terkait integrasi keilmuan dan Profil Lulusan. Tindak lanjut dari  pertemuan ini diantaranya adalah pengiriman dosen fiqih muamalat dan maqoshid syariah Tazkia ke Magister Akuntansi FEB UGM   juga sepakat untuk selalu bersinergi dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya di bidang Akuntansi Syariah. (Rizqi Z)

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM
read more

Institut Tazkia is awarded by IAEI as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country

No comments

Tazkia Campus is awarded by IAEI (The Indonesian Association of Islamic Economists) as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country. May Allah bless Tazkia founders, students, alumni, management, lecturers and staff, and guide them to contribute more to the ummah.

The award was given away by IAEI Chairman, Prof Bambang Brodjonegoro, who also serves as Minister of National Development Planning of Indonesia. Thank you to DIKTIS-Ministry of Religious Affairs RI, Kopertais I DKI Jakarta, BAN-PT Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic Indonesia and the rest of the stakeholders for their constant supervision.

Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia memberikan penghargaan kepada Institut Tazkia, Bogor sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan teraktif dalam memberikan edukasi ekonomi syariah di tanah air. Semoga Allah memberkahi segenap pendiri Kampus Tazkia, mahasiswa, alumni, manajemen, dosen dan staf, serta membimbing kami semua untuk berbuat lebih banyak lagi untuk ummat.

Penghargaan disampaikan langsung oleh Ketua Umum IAEI, Prof Bambang Brodjonegoro yang saat ini menjabat sebagai Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Terima kasih kepada DIKTIS Kementerian Agama RI, Kopertais I DKI Jakarta, BAN-PT Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dan semua pihak atas bimbingannya.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia is awarded by IAEI as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country
read more