Artikel

Terpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia

No comments

Alhamdulillah, Institut Agama Islam (IAI) Tazkia berhasil mendapatkan penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarTerpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia
read more

Institut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, PAKISTAN — Institut Agama Islam (IAI) Tazkia mendapat penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia
read more

Mengambil Hikmah Dibalik Kisah Kekayaan dan Keta’atan Nabi Sulaiman

No comments

Oleh: Rizqy Zakiya

Bismillah..Para pembaca yang saya cintai karena Allah. Pada kesempatan kali ini ijinkan saya mengajak seluruh pembaca untuk mengambil hikmah dari kisah Nabi Sulaiman yang tercatat dalam ayat Al-Quran surat An-Nahl ayat 15, 16 dan 17. Tentang kisah bagaimana seorang Nabi Sulaiman yang Allah berikan seluruh kelebihan yang tidak dimiliki Nabi lainnya dan ummat manusia secara keseluruhan, namun tidak membuat Nabi Sulaiman lupa diri dan berpaling dari jalan Allah dan sebaliknya membuat Nabi Sulaiman menjadi salah satu hamba yang paling bersyukur, bertaqwa dan isitqomah dalam jalan dakwah.

Sebagai pengawal mari kita bahas segala kelebihan yang Allah ta’ala berikan kepada Nabi Sulaiman, yang 4 diantaranya tercatat dalam surat An-Nahl ayat 16 & 17:

Pertama, Nabi Sulaiman Alaihissalam memiliki Glorious Throne atau singgasana yang Mulia. Syaikh Ali Ash Shabuni menyebutkan dalam kitabnya yang berjudul mukhtashar ibnu katsir menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman tidak hanya mewarisi kerajaan dari Ayahandanya Nadi Daud, tapi juga mewarisi keNabian.

Kedua, kemampuan yang tidak tertandingi atau Unparalleled Skill. Nabi Sulaiman memiliki beberapa kemampuan yang tidak Allah berikan kepada para Nabi yang lain diantaranya mampu berkomunikasi (memehami bahasa) dengan burung dan binatang lainnya.

Ketiga, Nabi Sulaiman dianugerahi Harta yang Berlimpah.

Keempat, Nabi Sulaiman Allah berikan kekuasaan untuk memimpin pasukan yang tidak tertandingi atau Unmatch Army. Dalam lanjutan surat An-Nahl ayat 17 dijelaskan bahwa Allah berikan kekuasaan terhadap Nabi Sulaiman untuk memimpin pasukan yang terdiri dari Manusia, Burung & Jin.

Para Pembaca yang saya cintai karena Allah, bisa dibayangkan jika kita memiliki segala kelebihan yang Allah titipkan kepada Nabi Sulaiman, bisa kita bayangkan seberapa sombong dan lupa dirinya kita dengan seluruh kelebihan tersebut. Jangankan harta kekuasaan dan kelebihan yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, harta yang kita miliki saat ini pun yang tidak apa-apanya jika kita berkaca kepada Nabi Sulaiman, telah membuat kita lalai kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan tidak jarang hal tersebut justru menjerumuskan kita kepada kekufuran dan tidak mendatangkan manfaat sama sekali untuk kehidupan kita di dunia bahkan apalagi kehidupan kita nanti di akhirat.

Lalu bagaimana seorang manusia yang Allah berikan segalanya seperti Nabi Sulaiman bisa tetap tunduk dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Pada Quran surat An-Nahl ayat 15 Allah ta’ala menjelaskan bahwa kuncinya adalah ilmu. Ilmu inilah yang menjadi kunci utama yang membuat Nabi Sulaiman tetap istiqomah dalam ketundukannya terhadap Allah ta’ala, sehingga semakin banyakan kelebihan yang Allah berikan kepadanya dengan keutamaan ilmu itulah yang membuat Nabi Sulaiman semakin bersyukur dan tunduk terhadap kekuasaan Alla ta’ala bukan sebaliknya.

Inti pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Sulaiman ini adalah bahwa seluruh harta dan kelebihan yang Allah berikan kepada kita adalah sebagai ujian untuk melihat bagaimana respon kita dengan segala kelebihan atau harta tersebut, apakah akan membuat kita bersyukur dan semakin bertaqwa kepada Allah ta’ala atau malah membuat kita terlena, sombong dan semakin menjauh dari hidayah Allah ta’ala. Kuncinya mintalah kepada Allah untuk dikaruniakan ilmu dan pemahaman agar kita bisa menjadi orang yang semakin bersyukur dengan segala kelebihan yang Allah ta’ala berikan kepada kita dan bukan sebaliknya. (Anwar G)

Miftahul AnwarMengambil Hikmah Dibalik Kisah Kekayaan dan Keta’atan Nabi Sulaiman
read more

Ustadz Abdul Somad : “Solusi Kebankitan Ekonomi, Pelajari & Terapkan Ekonomi Syariah”

No comments

Mari kita simak nasihat Guru kita kita tercinta “Ustadz Abdul Somad” tentang anjuran bahkan keutamaan mempelajari Ekonomi Islam, sebagai satu-satunya solusi kebangkitan Ekonomi Ummat (Nasional)…

Miftahul AnwarUstadz Abdul Somad : “Solusi Kebankitan Ekonomi, Pelajari & Terapkan Ekonomi Syariah”
read more

Tazkia Adakan Dialog Ringan Dengan Bupati Bogor Terkait Dunia Perkuliahan Pada Masa New Normal

No comments

Kamis, 02 Juli 2020 Institut Tazkia yang diwakili oleh Rektor dan jajaran manajemen kampus melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Bogor untuk bertemu langsung bersama Ibu Ade Yasin (Bupati Bogor).

Kunjungan Tazkia kali ini ditujukan untuk konsultasi dan pengajuan permohonan ijin langsung kepada Bupati agar Tazkia dapat segera memulai kembali kegiatan perkuliahan secara normal mulai bulan September. Dengan catatan bahwa yang dimulai pada bulan september adalah kegiatan perkuliahan untuk program Hafidznomic dan juga program reguler khusus tahun pertama yang kebetulan mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk tinggal di asrama (seluruh kegiatan perkuliahan dilaksanakan d dalam area asrama kampus).

Hal ini ditanggapi positif oleh Bupati Ade Yasin.

“kalau memang kegiatan perkuliahan kampus Tazkia bisa dipusatkan seluruhnya di dalam kawasan kampus (asrama) dan tetap menjaga prosedur kesehatan, insya Allah pihak Kabupaten Bogor akan senantiasa mendukung dan memberikan ijin kegiatan perkuliahan Tazkia segera dilaksanakan kembali. Hal ini kami sesuaikan dengan kebijakan terkait pemberian ijin pelaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk Pondok Pesantren dan lembaga sejenis”. Sambut Ade Yasin

Hal ini tentu menjadi kabar bahagia untuk seluruh elemen kampus Tazkia. Kedepannya hal ini akan dirapatkan kembali pada level manajemen Tazkia sampe akhirnya dikeluarkan keputusan resmi terkait dimulainya kembali jadwal perkuliahan Tazkia terutama program Hafiznomic dan Matrikulasi.

Miftahul AnwarTazkia Adakan Dialog Ringan Dengan Bupati Bogor Terkait Dunia Perkuliahan Pada Masa New Normal
read more

المحاضرة الدولية عبر الانترنت في التزكيا مع الدكتور وصفي عاشور

No comments

.قد أقيمت محاضرة بمناسبة تفشي فيروس كورونا التي أصابت العالم بأجمعها، فنحن كالمسلمين نزن دائما كل واقعة بميزان الشرع والتكييف الفقه لكي نقف أمام هذه الظاهرة موقا صحيحا

الجامعة الاسلامية التزكيا كأحد مرجع للدراسة الاسلامية في الجمهورية الاندونيسية بالفعل يصدر رأيا وأسهم في حل هذه المصائب، فأقيمت محاضران وندوات في مختلف المجلات كالاقتصاد والاجتماع والتاريخ ، تكلم فيها الاساتذة والدكاترة والخبراء الافاضل بقصد توضيح الاحكام الصحيحة والموقف الصحيح

ففي يوم الاربعاء 28 شعبان 1441 هـ الموافق 22 إبريل 2020 م تشرفت الجامعة بإقامة محاضرة عبر الانترنت بعنوان (منهجية الإفتاء في نازلة فيروس كورونا )  تكلم فيها ثلاثة اساتيذ افاضل هم الشيخ الدكتور وصفي عاشور أبو زيد المصري والشيخ الدكتور عارف رحمن والشيخ فهمي سالم حفظهم الله

من هذه المحاضرة نعرف عظمة وظيفة المفتي وخطورة الافتاء والضوابط والاخلاق التي لا بد ان يتحلاها المفتي في فتاواه. وكذلك نظرية اسلامية في أن المفتي لا بد ان يكون له كفاية علمية عالية ونظرة واسعة في مسالة ما، ولا بد ان يتعاون مع العلماء في مختلف العلوم كالطب والاجتماع والبيولوجيا

ونحن نوافق ما قررت الحكومة باصدار قرار التباعد الاجتماعي والحجر الصحي المحلي ونسال الله ان يحمي بلاد المسلمين والعالم جميعا وان يرد الامن كما كان

Miftahul Anwarالمحاضرة الدولية عبر الانترنت في التزكيا مع الدكتور وصفي عاشور
read more

Webinar Series “Pengalaman Mahasiswa Indonesia di Negeri China, Sebelum Corona Menyerangg”

No comments

WEBINAR Tazkia Alumni Talk

📌 Pengalaman Mahasiswa Indonesia di Negeri China, Sebelum Pandemi Corona 📌

🗓 Date :
Saturday, 4 April 2020 M/ 10 Sya’ban 1441 H
⏰Time: 10. 00- 12.00 AM
🔍Speaker : Sitti Khadijah, S.E.I
_Penerima beasiswa dari Chinese Government Scholarship, sedang menempuh S2 di Zhejiang University of Technology (Alumni Tazkia Angkatan 12 Ekonomi Syariah)

Silakan persiapkan diri dengan baik ya Kakak:
1. Aplikasi google meet pada handphone atau laptop
2. Klik Join Meeting, Meeting ID meet.google.com/qmw-peff-pvd
3. Aktifkan video dan audio dengan klik ikon di kiri bawah

Join google meet:
Meeting ID
meet.google.com/qmw-peff-pvd
PIN: ‪964 137 157#‬

Organized by:
Ikatan Alumni (IKA) Tazkia

Supported by:
Alumni Career Development Center, Tazkia

Tazkia Islamic University College
.
🔍 more information 🔍
+62 857-1943-4500 (Rizqi Zakiya)

See You on Air 💫
*#iloveikatazkia
*#careerdevelopmentcenter

Miftahul AnwarWebinar Series “Pengalaman Mahasiswa Indonesia di Negeri China, Sebelum Corona Menyerangg”
read more

Kebijakan Penanggulangan Wabah Umar bin Khattab

No comments

Oleh Nurizal Ismail (Kepala Unit Pemberdayaan Masyarakat LPPM dan Direktur Pusat Studi Klasik Islami Tazkia)

Umar bin Khattab memberikan pengalaman kepemimpinannya kala menghadapi wabah dan ancaman ekonomi masyarakatnya. Sejumlah negara seperti India, Jepang dan Malaysia seolah menyontoh bagaimana Umar mengeluarkan kebijakan yang berorientasi masyarakat dalam situasi COVID-19.

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia, WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengapresiasi langkah India yang menggelontorkan dana 22,5 Miliar Dollar untuk stimulus ekonomi. Tedros pun mengamini langkah India karena COVID-19 membawa permasalahan ekonomi tersendiri terkhusus bagi negara-negara berkembang.

Angka pengangguran berisio meningkat. Ekonomi dunia pun berpotensi melambat. Suplai rantai makanan antar negara pun terancam ambyar. Kabupaten penghasil Sayuran segar seperti Magetan pun terpaksa gigit jari karena pemerintah daerah membatasi pengiriman ke Kabupaten tetangga seperti Madiun, Ponorogo dan Ngawi. Di lain sisi, ketiga Kabupaten sekitar Magetan itu mengalami kekurangan pasokan dan mengakibatkan harga sayuran membumbung tinggi.

India mengalokasikan dana sebesar senilai 379 Triliun Rupiah untuk membantu puluhan juta warga berpenghasilan rendah selama karantina atau lockdown.

Senada dengan India, Jepang mengalokasikan sekitar 69 Triliun Rupiah untuk membantu perusahaan kecil dan menengah dalam mengajukan pinjaman tanpa bunga. Termasuk di dalamnya subsisi langsung kepada warga.

Negeri Jiran Malaysia juga tidak mau ketinggalan dalam membantu masyarakat dalam situasi COVID-19. Mereka menggelontorkan hampir 494 Triliun Rupiah untuk menjaga kesejahteraan rakyat, 377 Triliun bagi kalangan bisnis dan pelaku usaha serta 7 Triliun Rupiah untuk memperkuat ekonomi.

Kebijakan yang digelorakan oleh India, Jepang dan Malaysia tidak lepas dari prediksi pengamat yang menyebut COVID-19 memicu krisis ekonomi global.

Secara umum, warga tentu saja berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Masyarakat sudah kadung percaya dengan keberadaan pemerintah. jika tidak, mana mungkin masyarakat tunduk terhadap aturan lockdown atau semacamnya.

Karenanya, kaidah Tasarrafu al-imām manūṭan bi al-maṣlaḥaḥ tentu harus betul-betul dipertimbangkan oleh pemimpin sebuah negara. Kebijakan pemimpin harus dan wajib berorientasi pada kemaslahatan warga bukan kemaslahatan golongan, atau bahkan kemaslahatan pribadi pemimpin negara.

Saat itu, Madinah dilanda bencana kelaparan selama 9 bulan akibat perubahan cuaca. Dalam catatan Ibnu Katsir, bencana yang terjadi pada tahun 18 Hijriyah itu membuat tanah menghitam karena minimnya hujan. Warna tanah pun berangsur-angsur menjadi warna abu-abu. Para ulama pun sepakat menamakan kondisi saat itu sebagai ‘am ramadha atau tahun kekeringan.

Belum selesai dengan ‘Am Ramadha, wabah ‘Taūn Amwās menerjang wilayah Syam. Dalam sejarah Islam, wabah pertama yang terkonfirmasi di di zaman khalifah tersebut mengakibatkan 30 Ribu kematian. Umar bin Khattab pun diceritakan sangat sedih karena sahabat-sahabatnya seperti Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, dan Suhail bin Amr meninggal dunia akibat wabah tersebut.

Demi menanggulangi ‘Ta’un Amwās dan ‘Am Ramadha, Umar bin Khattab pun mengeluarkan sejumlah kebijakan: 1) Meminta kepada rakyat agar senantiasa berdoa kepada Allah swt; 2) mengirimkan kebutuhan dasar pokok masyarakat; 3) menghimbau masyarakat agar bersikap hemat dalam mengonsumsi makanan yang tersedia dan; 4) penangguhan zakat peternakan.

Terkait hal pertama, Umar berkata: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dalam diri kalian, dan dalam urusan kalian yang tidak terlihat oleh manusia. Karena sesungguhnya aku diuji dengan kalian dan kalian diuji denganku. Aku tidak tahu apakah kemurkaan itu ditujukan kepada diriku dan bukan kepada kalian atau kemurkaan itu ditujukan kepada kalian dan bukan kepada diriku atau kemurkaan itu berlaku umum kepadaku dan juga kepada kalian. Karenanya, marilah marilah kita senantiasa berdo’a kepada Allah agar Dia memperbaiki hati-hati kita, merahmati kita, dan mengangkat bencana ini dari kita.”

Terkait hal kedua, Umar juga mengeluarkan sejumlah kebijakan ekonomi untuk meringankan beban masyarakat. Ia mengirimkan surat ke beberapa Gubernurnya di beberapa daerah seperti Abu Musa di Basrah,  ’Amru bin Ash di Mesir, Mu’awiyah bin Abu Sufyan di Syam dan Sa’ad bin Waqs di Iraq, untuk mengirimkan bantuan kebutuhan pokok ke Madinah. Solidaritas antar daerah ini diberikan masyarakat guna mendukung kehidupan warga Madinah selama ‘Am Ramadha.

Hal ketiga yang diusahakannya adalah dengan menghimbau masyarakat untuk hemat dalam konsumsi. Kalifah Umar melarang warganya di tahun itu untuk menyajikan minyak samin dan daging dalam satu hidangan. Sekalipun Umar yang dulu terbiasa menyantap susu, samin, dan daging dalam keadaan normal dan stabil namun, sejak musim paceklik hanya, menyantap minyak zaitun. Bahkan tak jarang pengganti Khalifah Abu Bakar As-Siddiq justru mengalami kelaparan.

Kebijakan keempat yang diberlakukan oleh Umar adalah penangguhkan zakat peternakan. Muhammad bin Umar menceritakan, Ṭalḥaḥ bin Muhammad meriwayatkan dari Hausyab bin Basyar al-Fazari, dari ayahnya, bahwa dia berkata, “Kami melihat pada tahun ramadha (kerusakan/ paceklik), paceklik menghanguskan ternak kami, sehingga tersisa pada banyak orang, sesuatu (harta) yang tidak ada artinya. Maka Umar pun tidak mengutus para petugas pengumpul zakat pada tahun itu.”

”Tahun setelahnya, dia mengutus para petugas untuk mengambil dua zakat dari pemilik hewan, lalu separuhnya diberikan kepada orang-orang yang miskin di antara mereka dan separuh lainnya dibawa kepada Umar. Lalu tidaklah diperoleh dari semua zakat yang berasal dari Bani Fazarah melainkan enam puluh kambing, lalu yang tiga puluh dibagikan, sedangkan tiga puluh yang lain dibawa kepada Umar. Dan Umar mengutus petugas zakat kemudian memerintahkan para petugas zakat untuk mendatangi manusia yang sekiranya masih ada.”

Dalam situasi COVID-19 saat ini, Umar bin Khattab menekankan tentang pengurangan pajak guna membantu meringankan beban rakyat.

Ibrah dari upaya Umar bin Khattab dalam mencukupi kebutuhan pangan bagi rakyatnya merupakan tanggungjawab kepemimpinan seorang Khalifah. Umar pun menyadari bahwa kebijakan yang dikeluarkan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Saat ini, kebijakan paket ekonomi oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi COVID-19 ini sangat dinanti oleh masyarakat. Rakyat pun berharap bahwa dikeluarkan oleh pemerintah memberikan manfaat dan kemaslahatan besar bagi masyarakat.

Teladan Umar bin Khattab ini juga mengingatkan akan arti penting peningkatan iman dalam setiap bencana atau musibah yang mendera. Di lain sisi, tingkat imunitas masyarakat juga harus ditingkatkan dengan ketersedian pasokan makanan bagi masyarakat.

Terakhir, pemerintah harus menjamin rasa aman kepada masyarakat dalam situasi COVID-19 dengan tidak membuat hal-hal yang menimbulkan  kepanikan. Wallāhu alam bi al-ṣawāb!

 

Miftahul AnwarKebijakan Penanggulangan Wabah Umar bin Khattab
read more

Tazkia Postgraduate Program Islamic Economics Webinar “International Benchmarking on Covid-19; Economic Policy”

No comments

Today Tazkia Postgraduate Program Islamic Economics Webinar

International Benchmarking on Covid-19; Economic Policy dengan Pemateri Wiku Suryomurti (PhD Student, Glasgow University)

⏰ 16.00 – 17.30

More info Klik Link :

Bit.ly/JoinWebinarTazkia

(Group Kedua, Karena Grup Pertama Sudah Full)

Google Meet Link :

http://meet.google.com/net-ommr-vxm

CP : wa.me/6282161877704

Held By :

Magister Ekonomi Syariah Institut Tazkia

Silahkan dishare ke Relasi Sekalian

———————

www.tazkia.ac.id

www.instagram.com/tazkiaofficial

Postgraduate Tazkia Enrollment : spmb.tazkia.ac.id

Miftahul AnwarTazkia Postgraduate Program Islamic Economics Webinar “International Benchmarking on Covid-19; Economic Policy”
read more

Dampak Covid-19 Pada Ekonomi dan Keuangan Keluarga Kita

No comments

Oleh Dr. Murniati Mukhlisin (Pendiri Sakinah Finance

Tidak ada seorangpun menyangka akan cobaan yang Allah SWT berikan seperti pandemi Covid-19 yang sudah merambak ke seluruh antero dunia. Sebagai Muslim dan Mukmin kita harusnya waspada karena hampir setiap waktu sudah baca atau ingat QS Al-Baqarah (2): 155 yang artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Jadi tidak seharusnya kita mengeluh karena sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT telah berikan kepada kita selama ini. Lihat saja pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurunnya jumlah kemiskinan, maraknya pembangunan fisik dan meningkatnya gaya hidup di berbagai kota, termasuk jumlah jamaah umrah yang meningkat drastis dari tahun ke tahun bak pergi bertamasya. Menurut Kompas 27 Februari 2020, Pada 2014-2015, jumlah jamaah umrah Indonesia mencapai 649.000 orang. Sementara pada 2018-2019, jumlahnya mencapai 974.650 jamaah. Suatu angka yang cukup signifikan, lantas patutkah kita mengeluh?

Menghadapi pandemi ini, pertama yang harus kita lakukan adalah seperti yang telah dijelaskan di ayat 153 di surah yang sama yaitu: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Dilanjutkan dengan ayat 156 setelahnya yaitu: “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” – makna lanjutan adalah: sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali, yakni ke akhirat, di sana kita akan diberi-Nya balasan. Maka dari itu, mari kita hadapi pandemi ini dengan selalu mengingat Allah SWT.

Kedua, ikhtiar yang harus kita lakukan adalah mendengarkan arahan pemerintah untuk banyak tinggal di rumah (Work From Home (WFH)/Study From Home (SFH)), jaga jarak (social distancing), tingkatkan hidup sehat namun tetap hemat. Untuk itu kita perlu kiat – kiat bagaimana menghadapi dampak dari pandemi ini yang tentu ada kaitannya dengan keuangan keluarga kita.

Menurut diskusi para alumni Sakinah Finance yang terdiri dari Febi, Sandra, Amoy, Renata, Dita, Cucu, Diana (yang semuanya memiliki pengalaman kerja dan kepedulian tentang syariah), berikut adalah dampak pandemi saat ini terhadap ekonomi dan keuangan keluarga kita, baik positif maupun negatif.

Dampak positif:
1. Meningkatkan dana darurat;
2. Memikirkan proteksi asuransi jiwa;
3. Memprioritaskan makanan sehat bergizi dan hidup bersih;
4. Hemat biaya transportasi karena aktifitas di rumah saja;
5. Berfikir lebih kreatif untuk mendapatkan pendapatan baru;
6. Rancang ulang prioritas keuangan;
7. Meningkatkan kepedulian berbagi dengan sesama;

Dampak negatif:
1. Kalap menimbun makanan;
2. Harga barang naik terutama masker, sanitizer, pengukur suhu hingga obat dan sereh;
3. Daya beli turun, hutang meroket;
4. Tingkat pengembalian investasi rendah;
5. Omset bisnis banyak menurun, pendapatan menurun;
6. Tidak bisa bayar cicilan ke bank tepat waktu;
7. Biaya sekolah dan kuliah bertambah untuk menunjang belajar dengan teknologi.

Masing – masing tujuh dampak di atas mungkin tidak bisa mewakili permasalahan kita semua, namun yang jelas mari kita hadapi semua dengan doa, karena Allah SWT berfirman di QS Ghafir (40): 60: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” Juga jangan berhenti ikhtiar untuk mendapatkan solusi terbaik dari musibah ini. Mari bagi yang punya keahlian dan kelebihan harta segera turun tangan;

1. Niat jadi bagian “khoirunnas anfa’uhum linnas” – sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat untuk yang lain” (HR Ahmad dan Thabrani);

2. Tingkatkan ide, inovasi dan kreatifitas kita dengan banyak belajar dari orang sukses, situs-situs online dan buku;

3. Buka lapangan kerja apa yang bisa dibuat selama WFH dan SFH di rumah;

4. Gunakan keahlian kita untuk dapat disebar melaui online karena tingkat pengguna internet meningkat ratusan persen mulai bulan ini hingga tiga bulan mendatang;

5. Tingkatkan atau mulai dakwah dan bisnis online kita;

6. Tetap beri insentif kepada pegawai/bibik walau harus dirumahkan untuk menghindari tingginya tingkat kriminal;

7. Sedekah makanan tiap hari atau paling tidak tiap Jumat karena kemungkinan besar angka kemiskinan bertambah sejak bulan ini hingga tiga bulan ke depan.

Teruslah berbuat dan jangan kwatir kalau kita akan jatuh miskin karena sedekah. Jika sedekah dengan niat dan dikerjakan di jalan Allah SWT, insyaaAllah akan tergantikan 700 kali lipat (Al-Baqarah (2): 261) atau lebih. Akankah kita jatuh miskin? Tentu, pastikan niat dan adab sedekah dan ingat janji Allah SWT adalah benar. Mari teruslah berbuat. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarDampak Covid-19 Pada Ekonomi dan Keuangan Keluarga Kita
read more