Berita Terbaru

Institut Tazkia Gelar Special Student Dynamic Session X Indonesia Islamic Economics Forum 2019

No comments

 

Sentul City, Tazkia TV – Alhamdulillah, Institut Tazkia telah menyelenggarakan Indonesian Islamic Economics Forum 2019 yang disinergikan dengan Special Student Dynamic Session (SDS) yang rutin diadakan setiap ba’da Dzuhur hari Selasa.

 

Acara ini diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Asril, Mahasiswa Institut Tazkia jurusan Hukum Ekonomi Syariah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh peserta yang terdiri dari Civitas dan Mahasiswa Institut Tazkia, pembacaan corporate value Institut Tazkia, Pembacaan Hymne dan Mars Institut Tazkia oleh Paduan Suara Tazkia.

 

Rektor Institut Tazkia, Madam Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc memberikan sambutan dengan memberikan motivasi kepada mahasiswa Institut Tazkia bahwa dalam beberapa tahun kedepan, Badan Pusat Statistik memprediksikan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2020-2030 dimana jumlah penduduk usia produktif mendominasi masyarakat.

 

Kita saat ini berada di Era Revolusi Industri 4.0 dan mengalami ketidakpastian global. Dalam rangka menjadikan Ekonomi Syariah sebagai solusi permasalahan ekonomi yang ada saat ini, diperlukan adanya penggerak yang terdiri dari sumber daya manusia yang memahami ilmu ekonomi dan ilmu agama secara komprehensif.
Para mahasiswa Tazkia sudah seharusnya menjadi salah satu pelopor ekonomi syariah di Indonesia, menjadi mahasiswa yang luar biasa, memiliki Karakter unggul dan siap berkontribusi di kancah global. Salah satunya dengan menerapkan gaya hidup halal dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pembicara Pertama yaitu Gubernur Bangka Belitung, Dr. H. Erzaldi Rosman, SE., M.M. Beliau menyampaikan bahwa potensi pasar terbesar adalah umat Islam, 83% dari penduduk Indonesia adalah Muslim. Sistem ekonomi syariah sudah terbukti sebagai sistem ekonomi yang terbaik. Nabi kita, Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, selain mengajarkan agama, beliau juga seorang pedagang. Berapa banyak orang Islam yang memahami Ayat dan Hadits yang berkaitan dengan ekonomi.

 

Mari kita buktikan integritas kita sebagai seorang Muslim, pahami dan amalkan juga, perhatikan bagaimana kehalalan produk yang kita konsumsi sehari-hari, bayangkan potensi Ziswaf dikembangkan untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat. Apa ayatnya, apa haditsnya, bagaimana implementasinya.

 

Beliau sempat memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk mengemukakan inovasi mereka dalam mengembangkan ekonomi syariah. Beliau menyimpulkan bahwa menjadi mahasiswa harus berani mengambil resiko, menghadapi kesulitan dan lain sebagainya agar terbentuk Karakter yang tangguh dan unggul. Beliau mengakhiri penyampaiannya dengan bercerita tentang kisah hidupnya dan disimpulkan dengan kutipan Ayat Al-Quran, bahwa apa yang menurut kita baik boleh jadi sebenarnya buruk, boleh jadi apa yang menurut kita buruk sebenarnya baik, hanya Allah yang Maha Mengetahui.

 

Pembicara kedua, Ketua Umum OK OC Indonesia, Iim Rusyamsi, S. T, MM menyatakan bahwa anak millenial di Indonesia ada 83 juta, sekitar 43%. Dan kita harus mempersiapkan menghadapi bonus demografi, pasar halal dan potensi penduduk Muslim yang berkisar antara 170 juta orang kelas menengah dengan pengeluaran rata-rata 2 juta per bulan, dengan jumlah 300 jutaan uang yang beredar di antara kaum muslimin yang bisa membangun ekonomi umat kita.

 

OK OCE adalah gerakan pembukaan lapangan kerja basisnya entrepeneurship. Orang-orang diajak berwirausaha untuk menurunkan angka pengangguran di Indonesia melalui 4 tahapan.

 

Acara diakhiri dengan menampilkan video profil Institut Tazkia yang disambut dengan antusias oleh seluruh mahasiswa dan Civitas Institut Tazkia.

 

==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarInstitut Tazkia Gelar Special Student Dynamic Session X Indonesia Islamic Economics Forum 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *