Gemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta

No comments

Tahun 2020 ini dibatasi dengan pandemi, meski begitu banyak produk fashion yang launching di tahun ini. Beberapa diantaranya adalah produk yang cukup viral sehingga menyedot banyak perhatian.

Seperti produk fashion Zaemerci yang menggunakan bahana dasar kain denim ini banyak disoroti oleh kalangan millenial.

Zaki CEO Zaemerci mengatakan, bahwa selama pandemi covid 19 menggunakan promosi lewat sosial media.

“Alhamdulillah kita dimasa pandemi ini mendapat keberkahan, yang biasa kita omset hanya puluhan juta, namun dimasa pandemi omset kita bisa mencapai ratusan juta, ini sebabnya karena banyak millenial yang berbelanja dengan cara online,” ucap Zaki ketika diwawancara Budi Mawardi dalam sebuah acara Podcast Siaran Santri di Bandung.

Pria yang sempat menjadi santri di Pondok Gontor selama 4 Tahun dan Pondok Alumni Gontor Al Ikhlash Kuningan ini mungungkapkan, bahwa kehidupan kita di Pesantren sangat berharga.

“Saat pandemi ini kita diuji kesabaran, ilmu sabar yang saya dapati di Gontor dan Al Ikhlas saya terapkan dalam berbisnis,” ucap Zaki.

Zaki mengatakan dalam 5 Bulan terakhir selalu menarapkan membaca tilawah Al Quran pada awal jam kerja.

“Kita selalu baca Al Quran dahulu agar pekerjaan kita selalu diberkahi dan pastinya kita tidak hanya mencari dunia saja, namun akhirat juga,” ungkap Zaki.

Zaki mengatakan, di tengah pandemi, Zaemerci terus eksis melakukan produksi. Brandnya, hadir di industri denim lokal dengan memberikan pesona baru.

Ada hal yang beda dengan denim lainya dibanding dengan Zaemerci.

Salah satu keunikan yang diangkat dalam denimnya adalah kearifan lokal Indonesia.

Ia menggabungkan, desain denim yang selama ini polos dengan corak batik maupun tenun khas Indonesia. Ia juga menamai produknya Denim Nusantara.

“Ada formula dan teknis khusus yang kami lakukan sehingga mampu menghasilkan corak motif di atas kain denim,” ujar Zaki.

Teknik tersebut dinamai cabut warna. Yakni proses mengurangi warna dasar denim, sehingga efeknya lebih permanen. Berbeda dengan sablon, yang ditempelkan di atas kain.

Motif yang diangkat pun beragam, dari mulai parang hingga corak dayak.

Ada pula motif yang terinspirasi dari bangunan cagar budaya di Jawa Barat, Gedung Sate atau Jembatan Pasupati Bandung.

“Sampai sekarang sudah ada 30 artikel, ada kemeja denim, jaket denim kimono denim, outer denim, blazer, kaos denim, masker denim all about denim,” ucap zaki yang pengurus pusat Forum Bisnis (Forbis) Alumni Gontor ini dan Hipmi Kota Bandung.

Produk Zaemerci dapat dibeli langsung dengan mengunjungi web.

“Kita menggunakan promosi lewat digital (Medsos, website & marketplace) Web www.zaemerci.com dan Instgram @zaemerci,” katanya.

Kabar kembira juga bagi keluarga Pondok Modern Gontor dan Pondok Al Ikhlash Kuningan.

“Insyallah saya berikan discount 10 Persen bagi keluarga besar IKPM Gontor seluruh dunia dan keluarga besar Pesantren Al Ikhlash Kuningan dengan menghubungi customer service di 081908812742,” ucap Zaki. (kataindonesia.com)

Miftahul AnwarGemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *