Articles

Bekerjasma Dengan Manulife, LPPM TAZKIA Selenggarakan Training Investasi Syariah

No comments


Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) STEI Tazkia bekerjasama dengan PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) selenggarakan
Training Investasi Syariah bagi para pelaku dan analis investasi di PT. Taspen dan PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu-minggu (29-30) Juli 2019 lalu di hotel Aston Lake Sentul City, Bogor.

Kegiatan kali ini dibuka langsung oleh Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., dan disambung dengan sepatah kata dari Ibu Justitia Tripurwasani selaku Direktur & Chief Legal, Risk Management and Compliance PT. MAMI dan Ibu Ries Wulandari selaku Direktur LPPM STEI TAZKIA.

Hari pertama berlangsung kegiatan dari pukul 9 pagi hingga 9.30 malam. Kemudian dilanjut esok harinya dari pukul 8 hingga pukul 12 siang dan diakhiri dengan foto bersama. Acara kali ini disambut antusias oleh para peserta. Banyak peserta yang mengemukakan pertanyaan di setiap sesi yang dibimbing oleh pemateri berbeda setiap sesinya.

Pada training kali ini pemateri berasal dari dosen-dosen dan praktisi di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA. materi yang disuguhkan yakni mulai dari pengantar dan jenis investasi, aspek syariah, saham syariah dan reksadana syariah, pasar modal syariah, perencanaan keuangan hingga sharia online trading system yang dipraktikkan langsung oleh praktisi pasar modal syariah.

Miftahul AnwarBekerjasma Dengan Manulife, LPPM TAZKIA Selenggarakan Training Investasi Syariah
read more

Disaksikan Presiden RI, STEI Tazkia tanda tangan kerjasama dengan KNKS

No comments

Hari ini, 14 Mei 2019 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1440H, Rektor Kampus Tazkia, Murniati Mukhlisin menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Rahardjo Soedigno. Isi kerjasamanya adalah dalam bidang akademik dan riset ekonomi syariah.

Murniati menjelaskan bahwa penandatanganan ini sangat strategis bagi keduabelah pihak. Kampus Tazkia dapat terlibat secara langsung dalam mengembangkan ekonomi syariah secara lebih masif lagi baik di level nasional maupun internasional.

KNKS didirikan berdasarkan Keputusan Presiden No. 91/2016 dan diluncurkan pada tanggal 27 Juli 2017 di Istana Negara.

Selain Kampus Tazkia, KNKS juga mengandeng lima kampus besar lainnya yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Islam Syarif Hidayatullah, dan UIN Ar-Raniry.

Dalam sambutannya Presiden menyebutkan potensi keuangan syariah global pada tahun 2023 nanti sebesar 3 triliun dolar Amerika atau setara dengan 45 ribu triliun rupiah. Nilai yang sangat besar dibandingkan dengan nilai APBN Indonesia yang hanya sebesar 2.000 triliun rupiah.

Dengan potensi sebesar itu maka sudah jelas kebutuhan SDM ekonomi dan keuangan syariah sangat dibutuhkan. Kampus Tazkia saat ini sudah mengembangkan program studi yang lebih beragam untuk menyiapkan SDM dari bidang keuangan, digital ekonomi hingga industri halal.

Murniati menambahkan bahwa mahasiswa juga dapat kuliah di kelas-kelas internasional yang sudah bekerjasama dengan kampus-kampus di UK, Jepang, Turki, Yordania, Maroko, Bahrain, Brunei, Malaysia, dan Rusia.

Miftahul AnwarDisaksikan Presiden RI, STEI Tazkia tanda tangan kerjasama dengan KNKS
read more

Sikapi Kondisi Nasional Pasca Pemilu, ini 7 Pesan Rektor se-Bogor

No comments

Kondisi nasional yang memanas pasca perhelatan Pemilu Serentak 2019, mengundang respon dari berbagai pihak. Termasuk elemen akademisi di Bogor.

Ya, hari ini para rektor perguruan tinggi se-Bogor menyampaikan pernyataan sikap mereka terhadap kondisi nasional saat ini. Pernyataan sikap itu disampaikan pada konferensi pers di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Kamis (9/5/2019).

Ada tujuh rektor se-Bogor yang bergabung dalam pernyataan sikap itu. Di antaranya, Rektor IPB Dr. Arif Satria, Rektor Unpak Prof. Dr. Bibin Rubini, Rektor UIKA Dr. Ending Baharuddin, Rektor Unida Dr. Ir. Dede Kardaya, Rektor UNB Dr. Ir. Yunus Arifien,  Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor Dr. H. Edi Sukardi dan Ketua STEI TAZKIA Dr. Murniati Mukhlisin.

Rektor IPB Dr. Arif Satria mengatakan, Pemilu Presiden dan anggota legislatif secara serentak  2019 telah selesai dan berjalan lancar. Tinggal menunggu hasilnya, yang saat ini prosesnya sedang berjalan di KPU. Berdasarkan jadwal tahapan Pemilu 2019, KPU akan mengumumkan hasilnya secara resmi pada 22 Mei nanti.

Akan tetapi, lanjutnya, selama masa kampanye sampai dengan saat ini, telah terjadi banyak hal di berbagai daerah di seluruh Indonesia yang berpotensi menganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, para rektor perguruan tinggi di Bogor Raya memandang perlu menyampaikan tujuh pesan.

Pertama, mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga,” tutur Arif.

Pihaknya juga mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk  setelah pemilu 2019.

“Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial.

Serta, mengajak elite kedua pihak dan seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis.

“Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini,” tandasnya.

Tujuh Pernyataan Sikap Rektor se-Bogor

  1. Kami mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan;
  1. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga.
  1. Kami mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk setelah pemilu 2019;
  1. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku;
  1. Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial;
  1. Kami mengajak elite kedua pihak beserta seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis;
  1. Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini. (http://www.radarbogor.id/2019/05/09/sikapi-kondisi-nasional-pasca-pemilu-ini-7-pesan-rektor-se-bogor/)
Miftahul AnwarSikapi Kondisi Nasional Pasca Pemilu, ini 7 Pesan Rektor se-Bogor
read more

Studi Manajemen Kekayaan dalam Pandangan Pemikir Muslim Klasik

No comments

“Ulama-ulama Terdahulu sudah banyak yang meneliti tentang manajemen kekayaan, hal ini bisa dilihat dari karangan-karangan para ulama dalam kitab-kitab yang dikarangnya. Masa Kejayaan ilmu kaum muslimin yakni pada masa “Golden Age” dimana ilmu-ilmu pengetahuan dari ilmuwan muslim berkembang pesat pada era dinasti Abbasiyah” Ujar Direktur Pusat Studi Kitab Klasik LPPM STEI TAZKIA.

Dalam Monday Forum kali ini Sharing Session diisi oleh Nurizal Ismail selaku direktur pusat studi kitab klasik yang menjelaskan tentang konsep-konsep terkait manajemen kekayaan yang dikemukakan oleh ekonom muslim terdahulu.

Dalam forum mingguan akademik kali ini para peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai manajemen kekayaan yang ditelaah langsung dari kitab-kitab yang ditulis oleh ilmuwan muslim.

Ilmuwan muslim yang membahas tentang konsep manajemen kekayaan antara lain As-Syaibani yang mengarang kitab dengan judul “Al-Kasb” dimana kitab tersebut ditulis pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dinasti Abbasiyah. Dalam kitab tersebut beliau menjelaskan mengenai dasar Wealth Management, yakni Al-Iktisab (Earning/Wealth Creation) dan Al Infaq (Spending). Selain itu As-Syaibani menjelaskan bahwa pendapatan itu didapat dari 4 hal: merekrut pekerja (Ijarah), Perdagangan (al Tijarah), Agrikultur (Al Zira’ah) dan keahlian (sina’ah).

Ulama lain yang membahas tentang manajemen kekayaan yakni Ibnu Sina. Selain beliau terkenal dalam filsafat kedokteran, ternyata beliau juga membahas mengenai ‘ilm Tadbir Al Manzir yakni sebuah disiplin ilmu untuk memelihara anggota keluarga dengan cara yang benar, dimana peran keluarga mulai dari suami, istri, anak hingga pembantu sangat berperan dalam pengaturan keuangan keluarga.

Ibnu Sina juga membagi manajemen kekayaan menjadi 2, Kasb (Earning Wealth) dan Infaq. Beliau juga membagia pekerjaaan menjadi perdagangan (tijarah) dan keahlian (sina’at).

Pemikir muslim lain yakni Abu Ja’far Al Dimasqi, dimana harta menurut beliau adalah sesuatu yang banyak ataupun sedikit. Jenis harta dibagi menjadi harta diam/tidak bergerak, harga bergerak, real estate, dan merchandise. (Rizal)

Miftahul AnwarStudi Manajemen Kekayaan dalam Pandangan Pemikir Muslim Klasik
read more

STEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia

No comments
Salah satu perguruan tinggi Islam di Bogor, Jawa Barat, menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Rusia (RIU). Perguruan tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia. Kerja sama dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani di RIU, Kazan, Rabu (24/4/2019).
Perjanjian ditandatangani oleh para Rektor perguruan tinggi tersebut, yaitu Rafik Mukhametahin dari RIU dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dari STEI Tazkia.
Para pihak sepakat untuk mempromosikan, mengembangkan, dan memperkuat kerja sama pendidikan dan ilmu pengetahuan yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama antara lain pertukaran staf, pengajar dan mahasiswa, penelitian dan publikasi bersama, penyelenggaraan seminar, konferensi dan workshop bersama, serta kerja sama lainnya yang menjadi perhatian bersama.
Rektor RIU menyampaikan kegembiraannya dapat menjalin dan mengembangkan kembali kerja sama dengan perguruan tinggi Islam di Indonesia setelah beberapa tahun terakhir terhenti. Menurut Rektor RIU, kerja sama dengan Indonesia sangat penting, seperti yang telah dirintis sejak tahun 2009.
Pada tahun 2009 Rafik Mukhametshin berkunjung ke Indonesia menjalin kerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu kerja sama yang dicapai adalah pengiriman mahasiswa RIU untuk belajar di Indonesia dalam program magister, antara lain di UIN Malang. Dua orang lulusan UIN Malang tersebut saat ini bekerja sebagai pengajar di RIU.
https://1.bp.blogspot.com/-HIxpzFQrtOc/XMJZC42gEDI/AAAAAAAALqQ/AjijWnStlQU4vTx-vNPCHzzlpm1biYOvwCLcBGAs/s1600/1%2B%25285%2529.jpg
Rektor STEI Tazkia mengatakan kerja sama antar perguruan tinggi ini dilandasi pada Tridharma Pendidikan, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rektor STEI Tazkia berharap terdapat pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, bimbingan mahasiswa dan riset bersama, termasuk pendidikan ekonomi syariah.
“Kami siap menerima mahasiswa dari RIU untuk belajar di STEI Tazkia, bahkan mulai tahun pelajaran baru mendatang,” kata Rektor STEI Tazkia.
Rektor STEI Tazkia sangat terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Kazan. Menurutnya, industri halal terutama makanan halal, pakaian muslim, dan keuangan syariah sedang menjadi perhatian di Rusia. Ditambahkan bahwa selaku pionir dalam pergerakan keuangan syariah di Indonesia, STEI Tazkia siap bekerja sama dengan Rusia dalam edukasi, sosialisasi dan persiapan SDM untuk pengembangan keuangan syariah dan industri halal lebih lanjut.
RIU adalah salah satu perguruan tinggi Islam di Rusia yang didirikan tahun 1998. Saat ini RIU terdapat Fakultas Teologi yang didalamnya memiliki jurusan teologi, linguistik, jurnalistik Islam, ekonomi Islam, dan pembelajaran jarak jauh. Di RIU belajar sekitar 1.200 mahasiswa tidak hanya berasal dari Tatarstan dan berbagai wilayah Rusia, tetapi juga dari negara lain, khususnya negara pecahan Uni Soviet.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi yang hadir menyaksikan penandatanganan perjanjian ini mendorong pengembangan kerja sama antar perguruan tinggi kedua negara, termasuk perguruan tinggi Islam. Kerja sama tersebut dapat turut mendekatkan hubungan kedua bangsa yang pada gilirannya tidak hanya mencakup bidang pendidikan, tetapi juga ekonomi dan sosial budaya. Dubes Wahid menekankan pentingnya tindak lanjut dan realisasi dari kesepakatan-kesepakatan kedua pihak.

Beberapa jam sebelum penandatanganan dengan RIU, STEI Tazkia juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kazan (Volga Region) Federal University (KFU) yang diwakili oleh Linar Latypov, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional KFU.
Delegasi STEI Tazkia Republik Tatarstan, Federasi Rusia dalam rangka mengikuti “Russia Halal Expo 2019”. Expo tersebut merupakan bagian dari The XI International Economic Summit “Russia-Islamic World: KazanSummit 2019” yang berlangsung tanggal 24-26 April 2019. (hajimakbul.com)
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia
read more

STEI Tazkia Emban Amanah Tingkatkan Kualiatas SDM Syariah Provinsi Riau

No comments

Penandatangan MoU antara Tazkia dan Provinsi Riau. Miftakhus Surur selaku Pembantu Ketua 3 TAzkia (samping kiri), Dr. M. Syafii Antonio selaku Ketua Pembina Yayasan Tazkia (tengah kiri), Dr. Murniati Mukhlisin selaku ketua Tazkia (tengah kanan), Dr. H. Syamsuar selaku Gubernur Provinsi Riau (samping kanan).

Kamis 28 Maret 2019, STEI Tazkia yang diwakili langsung oleh Dr. Murniati Mukhlisin (Ketua STEI Tazkia) menandatangani kesepakatan kerjasama bersama Provinsi Riau yang diwakili langsung Drs. H. Syamsuar (Gubernur Provinsi Riau).

Setelah sebelumnya telah berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah diantaranya Provinsi Bangka Belitung, NTB, Kalimantan Timur; STEI Tazkia kembali berhasil menjalin kerjasama dengan Provinsi Riau. Kerjasama yang dibangun diantara kedua belah pihak berfokus pada pengembangan SDM Syariah untuk kemajuan sektor Ekonomi Islam Provinsi Riau. Dalam keberlangsungannya, Pemerintah Provinsi Riau akan mengirimkan putra-putri terbaik daerahnya untuk belajar ilmu Ekonomi Islam dan juga penggemblengan karakter keislaman di STEI Tazkia.

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Riau sangat menyambut baik program kerjasama ini, karena menurut-Nya program-program yang ditawarkan STEI Tazkia sangat sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

“Saya sangat menyambut program kerjasama dengan Tazkia ini, karena Tazkia memiliki program-program yang sesuai dengan kebutuhan Provinsi Riau. Selain itu juga memang beberapa Program masih belum ada disini, seperti Bisnis Manajemen Islam & Ilmu Ekonomi Islam. Harapannya Tazkia dapat mendidik Putra-Putri daerah kami menjadi SDM Ekonomi Islam yang handal.” Ujar Drs. Syamsuar.

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Emban Amanah Tingkatkan Kualiatas SDM Syariah Provinsi Riau
read more

Daerah Dengan Jumlah Institusi Islam Yang Lebih Banyak Cenderung Memiliki Risiko Konflik Yang Rendah?

No comments

Indra, M.Si. salah satu dosen STEI Tazkia baru saja selesai melakukan penelitian tentang pengaruh jumlah institusi Islam di suatu daerah terhadap Tingkat/resiko terjadinya konflik fisik. Penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk melihat bagaimana sejatinya pengaruh jumlah institusi Islam dalam suatu daerah terhadap tingkat konflik fisik daerah tersebut, dimana nantinya hasil penelitian ini akan menjadi referensi penulis terhadap badan terkait dalam penentuan strategi dalam upaya menurunkan tingkat konflik fisik antar warga.

Berdasarkan Penelitian yang dilakukan ini, diperoleh kesimpulan bahwa Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah Institusi Islam lebih banyak, yang ditunjukkan oleh rasio jumlah masjid dan jumlah pondok pesantren per jumlah populasi penduduk, memiliki kecenderungan tingkat konflik yang lebih rendah.

Menurut peneliti dan dosen yang merupakan Direktur Pusat Studi Halal LPPM STEI Tazkia ini juga ditemukan adanya pengaruh yang signifikian dari beberapa variabel kontrol sosial-ekonomi dalam mengurangi dan mendorong eskalasi konflik.

“Tingkat Pengangguran dan rata-rata lama sekolah merupakan dua indikator yang ditemui memiliki pengaruh terhadap peningkatan konflik. Pada lain sisi, tingkat pertumbuhan PDRB perkapitah dan share PDRB pertanian ternyata berperan penting dalam menurunkan tingkat risiko konflik di wilayah kabupaten/kota.” Ujar Indra.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan struktur data cross-section tingkat kabupaten di Indonesia. Keseluruhan variabel yang digunakan oleh peneliti bersumber dari data Statistik Potensi Desa (PODES) dan publikasi yang dilakukan oleh BPS lainnya pada tahun 2014. (Rijal N. F. & M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarDaerah Dengan Jumlah Institusi Islam Yang Lebih Banyak Cenderung Memiliki Risiko Konflik Yang Rendah?
read more

Pemprov Kaltim MoU dengan STEI Tazkia

No comments
BOGOR – Pemprov Kaltim memastikan kerjasama bidang pendidikan dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Sentul City, Bogor Jawa Barat direalisasikan. Kepastian berlanjutnya MoU ke Perjanjian Kerjasama (PKS) setelah dilakukannya kunjungan silaturahmi dan rapat tindak lanjut oleh tim Kaltim ke perguruan tinggi tersebut.
Tim dipimpin Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim HM Sa’bani didampingi staf ahli gubernur Prof Dr H Zein Heflin.
Hadir pula Plt Kepala Biro Humas Setdaprov Kaltim Hj Riawati dan Kepala Bagian Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Biro Kesejahteraan Rakyat Edi Suhaedi.
Rombongan diterima Rektor STEI Tazkia Bogor Dr Murniati Mukhlisin didampingi Pembantu Ketua III Bagian Kemahasiswaan Miftakhus Surur.
Sa’bani mengemukakan kerjasama di bidang pendidikan ekonomi Syariah guna menghasilkan putra putri daerah yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan syariah. “Kerjasama kita dengan STEI guna menghasilkan generasi yang memiliki marketing skill tinggi,” katanya, Jumat (1/3).
Menurut dia, MoU berlanjut ke PKS untuk bidang ekonomi syariah guna memperdalam sekaligus memantapkan kemampuan marketing di masing-masing  individu peserta didik.
Hal senada disampaikan Heflin akan pentingnya jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang ekonomi syariah ini bagi generasi Kaltim. “Putra-putri daerah memiliki potensi dan kegiatan bisa didukung melalui program Beasiswa Kaltim Tuntas,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor STIE Tazkia Bogor Murniati Mukhlisin menyambut baik dan sangat mengapresiasi berlanjutnya MoU ke perjanjian kerjasama dengan Pemprov Kaltim. “Saya yakin komitmen pemerintah mampu membentuk sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing untuk menyukseskan pembangunan daerah,” ucapnya.
Dirinya berharap rapat penindaklanjutan PKS antara Pemprov Kaltim dengan STEI Tazkia Bogor segera berlanjut pada implementasi kerjasama. (yans/her/fat/humasprovkaltim)
Miftahul AnwarPemprov Kaltim MoU dengan STEI Tazkia
read more

Tazkia Adakan Audiensi Dengan Pemprov Kalimatan Utara

No comments

(Kiri Tengah) Gubernur Pemerintah Pemprov Kaltara Dr. Ir. H. Irianto Lambrue, M.M. (Kanan Tengah) Dr.Murniati Mukhlisin. M.Acc Rektor STEI Tazkia

Senin, 18 Maret 2018 STEI Tazkia mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi langsung sekaligus mengadakan audiensi terkait program kerjasama dengan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara yang langsung dipimpin oleh Guberur langsung Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M. Program kerjasama yang ditawarkan pengembangan sumberdaya ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat guna menanggulangi kemiskinan dan kerjasama Beasiswa untuk putra putri terbaik Kalimantan Utara.

Tidak hanya dihari langsung oleh Gubernur, audiensi ini juga dihadiri langsung oleh:

  • Disdikbud Prov. Kaltara;
  • Bappeda Prov. Kaltara;
  • Biro Pemerintahan Umum Setda Prov. Kaltara;
  • Kanwil Kemenag Prov. Kaltara;
  • Baznaz Prov. Kaltara;
  • PGRI Prov. Kaltara;
  • Dewan Pendidikan Prov. Kaltara;
  • Kepala SMA/SMK di Wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya;
  • PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PT. PKN);
  • Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (FTJSP).

Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Kampus STEI Tazkia mengawali pembicaraan dengan pemaparan singkat mengenai profil kampus STEI Tazia dan penjelasan singkat tetang Ekonomi Islam dan perkembangannya di Idonesia. Kemudia Dr. Murniati melanjutkan pembicaraan terkait peluang kerjasama yang bisa dibangun antara STEI Tazkia dengan Pemprov Kalimantan Utara terutama terkait Beasiswa untuk Putra Putri terbaik Kalimantan Utara.

Pembicaraan ini disambung hangat dan antusias oleh Dr. Irianto Lambrie selaku Gubernur Kalimantan Utara. Dr. Irianto menyebutkan bahwa selama ini STEI Tazkia lah lembaga yang dicari-cari oleh Pemprov Kalimantan Utara dalam upaya untuk mendalami Ekonomi Islam dan juga lembaga yang diharapkan mampu mendidik Putra Putri terbaik Kalimantan Utara dalam upaya menghasilkan sumber daya yang tidak hanya kompeten (ahli) dalam bidangnya namun juga memiliki karakter keIslaman yang kuat dan berakhlakul karimah.

“Memang lembaga seperti ini yang selama ini kami cari, yang insya Allah mengedepankan Akhlaq.” Ungkap Dr. Irianto. (M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarTazkia Adakan Audiensi Dengan Pemprov Kalimatan Utara
read more

Seminar Kebangsaan “Islam, Pancasila, dan Karakter Bangsa”

No comments

“Sila pancasila apabila dikaji lebih dalam memiliki nilai yang selaras dengan Rukun Islam” – (Zaim Uchrowi, 2019)

Pancasila yang selama ini dikenal sebagai dasar negara memiliki sejarah panjang dalam perumusannya. Dimulai dari munculnya istilah Pancasila (Panca: lima, Sila: sendi) sampai dengan ditetapkannya dalam rumusan Piagam Jakarta. Kehadiran Pancasila menjadi grundnorm dalam setiap penyelenggaraan kegiatan berbangsa dan bernegara, dimana setiap warga negara diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 18 Maret 2019 bertempat di Kampus STEI Tazkia, diadakan Seminar Kebangsaan dengan tema “Islam, Pancasila dan Karakter Bangsa” dengan narasumber Dr. Zaim Uchrowi. Diawal pemaparannya, beliau mengungkapkan fakta menarik terkait keselarasan antara teori karakter manusia dengan karakter Rasulullah SAW. Teori Karakter Manusia yang dikemukakan oleh Hipocrates dan Galenus pada era sebelum masehi membagi 4 karakter manusia menjadi Plegmatis, Melankonis, Koleris dan Sanguinis. Pembicara yang merupakan lulusan program Doktor di Insitut Pertanian Bogor ini merelevansikan teori Hipocrates dan Galenus tersebut dengan 4 karakter Rasulullah SAW yakni :

– Fathonah = Melankolis;

– Siddiq=Plegmatis;

– Amanah=Choleric;

– Tablig=Sanguinis.

Pembahasan menarik terkait adanya keselarasan antara Pilar Karakter, Sila Pancasila, dan Rukun Islam yang kemudian disebut Framework Pilar Karakter. Framework Pilar Karakter diawali dengan Sila Ketuhanan (Pancasila) yang selaras dengan Syahadat (Rukun Islam) sebagai belief / keyakinan awal (Pilar Karakter) yang terletak dalam hati manusia. Sila Keadilan Sosial (Pancasila) yang selaras dengan Haji (Rukun Islam) sebagai Result/hasil (Pilar Karakter) dari keempat pelaksanaan karakter sebelumnya.

“Kelemahan dari sistem pendidikan  karakter yang ada saat ini adalah tidak memasukkan komponen Belief atau keyakinan sebagai dasar karakter anak, sehingga dalam perjalanannya seorang anak mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar. Berbeda dengan anak yang telah memiliki unsur belief, keyakinan kuat dalam dirinya sebagai benteng dalam menghadapi pengaruh lingkungan sekitar”. Jelas Dr. Zaim

Seminar yang dimoderatori oleh Dr. Mukhamad Yasid, M.Si ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta. (Ria Marsella & M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarSeminar Kebangsaan “Islam, Pancasila, dan Karakter Bangsa”
read more