News Update

Tazkia Tandatangani Kerjasama Dengan Bahrain Istitute of Banking and Finance

No comments

 

Bahrain Institute of Banking and Finance adalah lembaga di bawah Central Bank of Bahrain yang didirikan 38 tahun yang lalu.

Lembaga ini menawarkan 400 lebih jenis sertifikasi dan program pelatihan untuk mahasiswa dan profesional yang fokus di lembaga perbankan dan keuangan. BIBF juga bekerjasama dengan kampus-kampus terkemuka yang menawarkan program S1 dan S2. Kampus yang telah menjalankan kerjasamanya antara lain adalah University of Bangor dan University of London, UK.

Mahasiswa yang kuliah di kampus-kampus tersebut hanya membayar sekitar BD 12,000 selama 3 tahun studi dengan memakai tempat kuliah di BIBF, Bahrain. Hal ini cukup hemat dibandingkan kalau harus ke Inggris dengan biaya yang bisa mencapai lebih dari 3 kali lipat. Setelah selesai studi, mahasiswa program ini akan dapat mengikuti wisuda di Inggris dan menerima ijazah dari kampus di Inggris.

Murniati Mukhlisin, Ketua STEI Tazkia dan Ahmed A. Hameed A. Ghani A-Shaikh sebagai Direktur BIBF pada tanggal 2 Januari yang lalu telah menandatangani memorandum kerjasama yang bertempat di Manama, ibukota Bahrain. Harapannya setelah penandatangan memorandum kerjasama ini, BIBF dan Tazkia dapat menjalankan program yang sama di Manama, Bahrain dan Bogor, Indonesia.

Murniati saat diwawancara mengatakan bahwa kerjasama dengan Bahrain sebagai negara Gulf Cooperation Council ini sangat strategis dimana keuangan syariah tumbuh pesat. Menurut Global Islamic Finance Report (GIFR) 2018, Bahrain sendiri menduduki peringkat sepuluh besar bersama-sama dengan negara teluk lainnya seperti Saudi Arabia, UAE, Qatar dan Kuwait. Dari peringkat ranking yang sama Indonesia menduduki posisi keenam pada tahun 2018 dengan jumlah aset senilai 81,8 juta dolar AS.

Dengan menambah wawasan global dan sertifikasi asal negara Teluk ini, alumni Tazkia dapat nantinya bersaing di level internasional.

Kebutuhan SDM perbankan dan keuangan syariah masih tumbuh sesuai dengan proyeksi aset keuangan syariah global yang saat ini berjumlah lebih dari 2,4 trilyun dolar AS diharapkan tumbuh menjadi 3,8 trilyun dolar AS pada tahun 2022 mendatang.

Hardiyono Kurniawan selaku First Secreta Economic Section/Head of Chancery KBRI Manama yang turut menyaksikan penandatangan kerjasama tersebut mengatakan bahwa Bahrain adalah salah satu negara yang paling banyak mendukung perkembangan keuangan syariah. Hal ini ditandai dengan telah didirikannya organisasi – organisasi arsitektur keuangan syariah seperti Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI), International Islamic Financial Market (IIFM), dan Council for Islamic Banks and Institutions (CIBAFI). Kerjasama tersebut turut disaksikan juga oleh Sutan Emir Hidayat selaku Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) yang juga dosen di University College of Bahrain. Emir yang sudah cukup lama di Bahrain ini akan berkhidmat di tanah air kendati baru saja dilantik menjadi Direktur Bidang Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah – Komite Nasional Keuangan Syariah Republik Indonesia.

Turut hadir Luqyan Tamanni dosen STEI Tazkia yang saat ini sedang menjadi dosen terbang di University of Bangor, UK dan BIBF, Alfatih Gessan Pananjung selaku Business Development Manager, Amal A. Talal Al Sorani Head of Marketing and Corporate Communication, dan Ahmad As’ad selaku Principal Lecturer Islamic Finance Centre, BIBF.

 

 

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kerjasama Dengan Bahrain Istitute of Banking and Finance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *