webinar

Tazkia Adakan Webinar “Dua Belas Purnama Menggantang Asa: Refleksi dan Proyeksi Setahun Pandemi di Indonesia”. Join Now!!!

No comments
#tazkia #ekonomi #ekonomisyariah #economy #bussiness #indonesia
 
Bismillahirrahmanirrahiim
 
📌Mengundang Bapak Ibu semua dalam acara kajian ilmu Webinar Pascasarjana Tazkia pada:
🗓 Date : Friday, 26 February 2021 / 14 Rajab 1442 H
⏰Time : 16.00 – 17.30
 
Bersama:
👨🏻‍🏫 Dr. Ir. Rahmat Mulyana, MM (Koordinator Prodi Magister Ekonomi Syariah)
👨🏻‍🏫 Dr. Eng. Syaiful Anwar, SE, Ak. M.Si, CA (Dosen Pascasarjana Institut Tazkia)
 
Dengan Tema : “Dua Belas Purnama Menggantang Asa: Refleksi dan Proyeksi Setahun Pandemi di Indonesia”
 
silahkan klik link berikut :
 
⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/81803239480?pwd=NGZKZEdMMm5lWEV4bjhhdzNqTDlBZz09
 
Held By :
Magister Ekonomi Syariah Institut Tazkia
Magister Akuntansi Syariah Institut Tazkia
 
Silahkan dishare ke Relasi Bapak/Ibu
———————
 
Enroll Now :
👨🏻‍🎓 Online Postgraduate Program IAI Tazkia :
✅ Master in Islamic Accounting
✅ Master in Islamic Economics
 
👨🏻‍🎓 Undergraduate Program in Islamic Economics – Law – Education – Accounting – Business Management
 
CP (Call/WA) :
📱 085711910191 / wa.me/6285711910191 (Postgraduate & Webinar)
📱 08159551299 / wa.me/628159551299 ( Undergraduate & Webinar)
Miftahul AnwarTazkia Adakan Webinar “Dua Belas Purnama Menggantang Asa: Refleksi dan Proyeksi Setahun Pandemi di Indonesia”. Join Now!!!
read more

KOORDINASI DOSEN PRODI PENDIDIKAN EKONOMI SYARIAH “BERKREASI DITENGAH PANDEMI MERAIH RIDHO ILAHI”

No comments

Setelah berjibaku pada semester ganjil 2020-2021 kini kembali Prodi Tadris IPS menatap dengan penuh harapan di Semester Genap 2020-2021, kegiatan koordinasi dosen-dosen yang akan mendapat amanah mengajar di Tadris IPS di semester genap ini dilakukan tepatnya pada hari Rabu 10 februari 2021/27 Jumadil Akhir 1442 H mengambil tema “Berkreasi ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi”.

Acara diawali dengan sambutan Dekan Fakukltas Tarbiyah, Dr Andang menegaskan perlunya inovasi dan kreasi agar pembelajaran dimasa pandemi lebih menyenangkan dan berkualitas utk menjawab tuntutan stake holder. Sementara itu Koordinator Tadris IPS Asnan Purba, Lc. M.Pd.i menyampaikan evaluasi mahasiswa selama semester ganjil dan masukan perbaikan terhadap pembelajaran di semester genap nanti, selain itu juga mengingatkan kepada seluruh Dosen utk mulai fokus kepada bahan ajar yg berkualitas, dengan membuat inovasi dan kreasi dalam pembelajaran e learning. Kegiatan koordinasi ini dilanjutkan dgn diskusi yg lebih detil ttg bagaimana memberikan pelayanan dan pembelajaran yg efektif kepada mahasiswa seraya terus berusaha membuat kreasi berkualitas yang tentunya bermuara kepada kepuasan stake holder.

Maju Terus Tadris IPS sesuai dgn mottonya Aktif, Kreatif, Amanah!!!….

Miftahul AnwarKOORDINASI DOSEN PRODI PENDIDIKAN EKONOMI SYARIAH “BERKREASI DITENGAH PANDEMI MERAIH RIDHO ILAHI”
read more

Workshop Dan Koordinasi Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Genap 2020-2021

No comments

Menghadapi Semester Genap 2020-2021 Prodi Tadris IPS fakultas Tarbiyah IAI Tazkia selaku Koordinator Mata kuliah Bahasa Indonesia di kampus Institut Agama Islam Tazkia melaksanakan  Workshop dan koordinasi dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia semester genap 2020-2021 secara daring melalui zoom pada hari Senin 8 Februari 2021 yang bertepatan dengan 25 Jumadil Akhir 1442 H.

Workshop ini sangat membantu para dosen pengampu mata kuliah ini karena di workshop ini para pengampu mata kuliah ini memebdah dan menganalisa Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) Bahasa Indonesia yang akan diajarkan di Institut Agama Islam Tazkia mereka menyatukan serta mempertajam  visi dan misi dalam pendidikan dan pengajaran Bahasa Indonesia agar peserta didik dan dosen pengampu mempunyai visi dan misi yang sama ketika mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia.Workshop ini dihadiri oleh seluruh pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia di kampus IAI Tazkia yang mengampu pada semester ini. Workshop yang mengusung tema Berkreasi Ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi dibuka oleh sambutan KPS Tadris IPS IAI Tazkia ustadz Asnan Purba Lc.,M.Pd.I selaku KPS Tadris IPS yang menaungi mata kuliah Bahasa Indonesia.

Workshop ini ditutup dengan foto bersama dan berdoa agar pengajaran dan pendidikan semester ini khususnya di mata kuliah berjalan dengan lancar walaupun di tengah pandemic dan dilakukan secara daring sesuai dengan tema workshop dan koordinasi dosen ini yaitu Berkreasi Ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi

Miftahul AnwarWorkshop Dan Koordinasi Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Genap 2020-2021
read more

WEBINAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN TIPS MENJADI MC YANG HANDAL

No comments

WEBINAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN TIPS MENJADI MC YANG HANDAL

Dengan pemateri : Heppy Chandrayana M.I.Kom

(Mc Istana Negara-Tv Voice Over-Motivator-Public Speaking Coach Parenting Speaker)

Webinar kali ini merupakan urutan webinar ke 24 dari Prodi Tadris IPS, yang menjadi mc dan moderator dari mahasiswa Tadris IPS sendiri yaitu dari angkatan 2019. Tujuan dari webinar ini yaitu memberikan materi dasar untuk para mahasiswa agar dapat menjadi pembicara yang baik dan handal

Webinar pada malam selasa kemarin, di buka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan pengucapan motto Tadris IPS bersam-sama. Webinar kali ini sangat memberi kesan yang berbeda dari webinar-webinar sebelumnya, dimana pematerinya seorang mc yang luar biasa yaitu mc dari istana negara – tv voice over – motivator – public speaking coach parenting speaker. Webinar ini di hadiri kurang lebih oleh 99 partisipan melalui zoom meeting.

Yang membuat webinar kali ini berbeda dari webinar-webinar sebelumnya yaitu, webinar ini tanpa ada slide ppt yang di tampilkan, tetapi materi secara langsung di berikan oleh para peserta dan ada hubungan sosial timbal balik antar pemateri dan para peserta. Seperti pemateri sering bertanya kepada peserta dan menunjuk salah satu peserta untuk memberikan contoh bagaimana berbicara yang baik di depan umum dan di komentari lansung oleh pemateri.

Ada salah satu kutipan yang di ambil dari Bapak Heppy Chandrayana, yang berbunyi “bicara itu penting jangan yang penting bicara”. Ini maksudnya menjadi pembicara pun perlu mengetahui adab dan tata cara berbicara di depan umun agar pendengar mengerti dan tertarik untuk merespon apa yang kita ucapkan bukan hanya sekedar berbicara tetapi kita sendiri pun tak tahu apakah orang lain mengerti ataupun tidak.

Webinar ini di tutup dengan sesi foto bersama pemateri dengan semua paserta webinar. (red.Novi/18)

Miftahul AnwarWEBINAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN TIPS MENJADI MC YANG HANDAL
read more

Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah Tazkia Sukses Gelar Webinar Literasi pendidikan ekonomi syariah untuk guru dan masyarakat umum

No comments

Program studi Tadris IPS Institute Agama Islam Tazkia bekerjasama dengan Asosiasi Guru Ekonomi Syariah Indonesia menyelenggarakan webinar dan workshop “Literasi Pendidikan Ekonomi Syariah”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada hari selasa dan rabu pada tanggal 22 dan 23 Desember 2020. Acara yang berisi 10 sesi pemateri ini diikuti oleh 100 lebih peserta dari seluruh daerah di Indonesia baik dari guru SMP, SMA, SMK, MA bahkan sampai perguruan tinggi serta terdapat dari kalangan masyarakat umum ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Materi hari pertama sangat berbobot karena diisi oleh pemateri-pemateri yang sangat konsen akan pendidikan ekonomi syariah, dibuka dengan sambutan oleh KPS Pendidikan Tadris IPS yakni Bapak Asnan Purba Lc, M.Pd. , Presiden AGESI (Asosiasi Guru Ekonomi Syariah Indonesia) Ibu Yui Rahayu, S. Pd., dan Dekan Fakultas Tarbiyah Bapak Dr. Andang Heryahya, M.Pd. sekaligus membuka cara webinar dan workshop. Materi pertama diisi oleh Sekretaris Jendral MUI yakni Dr. Amirsyah Tambunan yang mengangkat tema “ Peran MUI dalam Pengembangan Pendidikan Ekonomi Syariah”. Buya menjelaskan bahwa pendidikan menjadi pilar utama dalam meningkatkan SDM untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Materi kedua dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan kebudayaan yang disampaikan oleh Bapak Arie Wibowo Khurniawan yang memaparkan “Peluang dan Tantangan SMK Perbankan Syariah Menghadapi Era Disrupsi”, Pak arie begitu beliau disapa mengungkapkan bahwa sebaran SMK Kompetensi Keahlian Perbankan Syariah diseluruh Indonesia terdapat 248 SMK dengan total siswa 10.683 per 24 Juli 2020 ini merupakan peluang dan tantangan. Beliau memaparkan bagaimana seharusnya SMK Perbankan Syariah menghadapi industry 4.0, era disrupsi dan megatrend dunia 2045.

Materi ketiga dipaparkan oleh Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) yang menjelaskan bagaimana peran Bank Indonesia mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Beliau mengungkapkan yakni pertama, potensi Indonesia dan urgensi pengembangan ekonomi syariah, kedua kerangka pikir, visimisi dan strategi pengembangan ekonomi syariah Bank Indonesia serta ketiga yakni implementasi program ekonomi syariah Bank Indonesia dan posisi Indonesia di Internasional.

Materi keempat disampaikan oleh Rektor Institute Agama Islam Tazkia yaitu Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP yang menyampaikan bagaimana kontribusi Tazkia terhadap Pendidikan Ekonomi Syariah Kepada Masyarakat menuju Visi Tazkia 2025 juga merupakan meteri penutup dihari pertama pelaksanaan webinar dan workshop ini.

Pada hari kedua pelaksanaan webinar dan workhop, dimulai dengan materi tentang Fintech Syariah oleh Bapak Yaser taufik Syamlan, M.E. CIFP, disini beliau memaparkan apa itu fintech syariah? . Materi kedua  datang dari praktisi perbankan syariah yakni Bapak Deden Durachman, S.E., S.H., M.M. dari CEO Regional Jakarta Bank Syariah Mandiri yang membawakan materitentang perbankan syariah.

Materi ketiga adalah Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah oleh Bapak Grandis Imama Hendra, MSc. Acc., SAS., beliau adalah Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah, Materi keempat yakni Fiqih Muamalat oleh Bapak Thuba Jazil, M.Sc. (Fin), materi kelima adalah Koperasi Syariah oleh Bapak Dr. Mukhamad Yasid, M.Si., materi keenam dihari kedua atau materi kesepuluh untuk acara webinar dan workshop Literasi Pendidikan Ekonomi Syariah disampaikan oleh Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec., yang mengangkat tema tentang Sakinah Finance (Mengelola Keuangan Keluarga) yang mana beliau sebagai penulis buku dan direktur Sakinah Finance, beliau memaparkan bagaimana keuangan syariah dalam keluarga dari mulai persiapan, perencanaan dan pengelolaan keuangan syariah dalam keluarga.

Miftahul AnwarProdi Pendidikan Ekonomi Syariah Tazkia Sukses Gelar Webinar Literasi pendidikan ekonomi syariah untuk guru dan masyarakat umum
read more

Webinar IKA Tazkia: Alumni IAI Tazkia Berbicara Tentang Keuangan Mikro Syariah

No comments

BOGOR, 12 Desember 2020. Ikatan Alumni (AKA) Tazkia didukung oleh Alumni Career Development Center, Tazkia menggelar webinar Keuangan Mikro Syariah via aplikasi Zoom, Sabtu, (12/12/2020/ 26 Rabiul Akhir 1442 H).

Mewabahnya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 berdampak pada lembaga keuangan mikro syariah. Oleh karenanya, keuangan mikro harus mampu belajar beradaptasi dengan situasi yang terjadi. Webinar menghadirkan pembicara para akadamisi dan praktisi di bidang keuangan mikro syariah dengan dipandu oleh Nurizal Ismail, M.A selaku moderator.

Pemateri pertama yaitu Abdussalam ME, Manager Keuangan KSPPS BMT UGT Sidogiri. Beliau mengatakan bahwa koperasi dan lembaga keuangan mikro syariah harus terus mengimbangi kemajuan teknologi keuangan, agar tidak terancam dengan berbagai inovasi teknologi finansial konvensional. Hal ini sejalan dengan penyampaian pemateri kedua, Abdul Haris ME sebagai manager Tazkia Islamic Microfinance, Baytu Tamkin Tazkia Madani (BTTM). Menurutnya, lembaga keuangan mikro syariah berperan penting dalam memberikan pembiayaan usaha yang sangat kecil, bahkan dimulai dari nol, sehingga lebih banyak diwarnai kegiatan sosial dibandingkan komersil.

Materi ketiga disampaikan oleh Fiqih Afriadi, S.E.I,. M.E.Sy, dosen Tetap Universitas Pamulang yang menjelaskan tentang perkembangan penelitian mikro, dimana banyak penelitian keuangan mikro yang berasal dari Indonesia. Meski sitasinya masih sedikit, namun dari sisi lembaga keuangan Islam, tema ini masih menarik dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Dengan dilaksanakannya webinar ini, diharapkan mampu mendorong seluruh akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang keuangan mikro syariah di Indonesia agar mampu mengembangkan berbagai inovasi dan mengoptimalisasi perannya agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

(Aisyah As-Salafiyah)

Rizqi ZakiyaWebinar IKA Tazkia: Alumni IAI Tazkia Berbicara Tentang Keuangan Mikro Syariah
read more

Apakah Anda Tahu Peran Perbankan Islam bagi Pembangunan Masyarkat?

No comments

Alhamdulillah, setelah sesi panel 1 di hari ke-2 sukses diselenggarakan, rangkaian kegiatan 8th AICIF pada hari Rabu, 25 November 2020 M/10 Rabiul Akhir 1442 H dilanjutkan dengan sesi panel ke dua. Terdapat dua sub-tema di sesi panel ke dua ini. Sub-tema pertama iala “The Role Of Islamic Banking In Community Development” dan yang kedua ialah “Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals “  Panel ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan ditayangkan secara live YouTube Tazkia TV. Panel ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.30 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan ditayangkan secara live YouTube Tazkia TV.

Mr. Romy Buchari

PT Maybank Indonesia, tbk

The Role Of Islamic Banking In Community Development: Highlight from Maybank Indonesia

Sesi panel 2 dimoderatori oleh Widya Puspita Sari, mahasiswi Institut Tazkia.  Adapun Pembicara pertama pada subtema “The Role Of Islamic Banking In Community Development” adalah Bapak Romy Buchari, perwakilan dari PT Maybank Indonesia, tbk. Pada presentasinya, beliau menjelaskan terkait peran perbankan Islam untuk kemajuan masyarakat dari perspektif Maybank Indonesia. Menurutnya, perkembangan Indonesia dalam konteks aset perbankan semakin berkembang dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2014, Maybank Syariah mulai mengadopsi Sharia First yang mengacu pada strategi kunci yang mengandung nilai-nilai syariah kepatuhan terhadap komersialitas layanannya. Menurutnya, inilah yang menjadi preferensi konsumen mayoritas Indonesia. Maybank Syariah menyediakan produk yang tersedia dan masuk akal bagi pelanggan dan masih dapat diterima (syariah). Strategi kunci ini membutuhkan dukungan dari semua tingkatan bank. Selain itu, beliau menyatakan strategi utama lain yang membantu Maybank Indonesia menjadi ukuran substansial yang cukup besar adalah mereka tidak bergantung pada siklus perbankan ritel. Maybank Syariah juga mengembangkan perbankan komersial, korporasi, dan grosir (perbankan global dan bisnis).

Dalam presentasinya, ia mengatakan Maybank Syariah benar-benar berusaha untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar dan berusaha untuk terlibat dengan berbagai komunitas agar dapat membantu & memberikan nilai positif. Strategi inovasi berbasis komunitas ini bertujuan untuk menjangkau pelanggan atau komunitas melalui smartphone. Karena Maybank  tidak menyediakan ribuan cabang di seluruh Indonesia, ini bisa menjadi cara efektif bagi mayoritas masyarakat yang mayoritas memiliki smartphone. Maybank Syariah bekerjasama dengan banyak komunitas di Indonesia yang juga memiliki platform online seperti komunitas modest fashion dan komunitas sepeda. Maybank Syariah juga melihat sisi komersialitas (manfaat ekonomi aktual) produk-produk dengan nilai syariah yang bisa ditawarkan kepada pelanggannya. Misalnya: Maybank Syariah menyediakan fitur asuransi takaful gratis dari rekening tabungan nasabah. Untuk meningkatkan produktivitas, Maybank Syariah membangun kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terpercaya dan bereputasi serta kolaborasi strategis dalam proyek pemerintah untuk mendukung SDGs.

Menurutnya, sifat pasar di Indonesia yang tertarik pada aspek syariah namun tetap memperhatikan pada komersialitas produk. Untuk menyikapi hal tersebut, Maybank Indonesia bekerja memenuhi permintaan masyarakat, misalnya: membuat produk lebih menarik. Menurutnya, dia berharap pemerintah memberikan perhatian pada pembangunan. Misalnya, saat ia berargumen, “Mengapa tidak meminta sivitas akademika untuk memiliki rekening bank syariah? Itu bisa dimulai oleh kementerian agama. Ini adalah kemenangan cepat yang dengan mudah dapat meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia ” sahutnya.

Ia menyatakan bahwa ekonomi Islam adalah sebuah perjalanan, meskipun tidak sempurna jika dibandingkan dengan perbankan konvensional. Dalam konteks Perbankan Syariah, ia berharap pangsa pasar Perbankan Syariah bisa naik lebih dari 6%.

Dr. Ken Sudarti M.Si,

Universitas Islam Sultan Agung sebagai

Strategi Pembangunan Manusia dalam Emerging Economies Islamic Vanguard Spirit (IVS)

 

Pembicara kedua pada tema “The Role Of Islamic Banking In Community Development” adalah Dr. Ken Sudarti M.Si, dari Universitas Islam Sultan Agung.  Pada sesi ini, beliau menyampaikan terkait bidang yang sedang ia teliti dan tekuni yakni Islamic Vaniguard Spirit. Menurutnya, Islamic Vanguard Spirit (IVS) adalah semangat individu untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik, memperbaiki diri terus menerus, juga meminta dan membantu yang lain bersedia dan melakukan aktivitas kerja terbaik. Ada tiga macam keunikan dari kebaruan ini: 1. hubungan ganda (HabluminAllah dan Habluminannas), 2. dimensi ganda tepat waktu (di dunia dan akhirat), dan 3. Pemberdayaan ganda (self-empowering dan empowering others).

 

Terdapat empat dimensi IVS; Excellence Achievement Spirit (EAS), Long-Life Learning Spirit (3LS), Voluntary Asking Spirit (VAS), dan Voluntary Helping Spirit (VHS). Setiap dimensi memiliki beberapa indikator. Pertama, indikator EAS yaitu: melakukan yang terbaik berdasarkan ibadah, optimalisasi sumber daya, kemitraan yang adil, dan profesionalisme. Kedua, indikator 3LS, yaitu: perbaikan berkelanjutan, pembelajaran dari pengalaman masa lalu, pembelajaran observasional, dan lebih baik tanpa menghilangkan orang lain. Ketiga, indikator VAS yaitu: intensitas dakwah, komunikasi dakwah, kepribadian dakwah. Keempat, indikator VHS yaitu: semangat membantu sesama, inisiatif membantu secara spontan, inisiatif membantu tanpa mengharapkan balasan dan inisiatif membantu peran ekstra. Ini adalah strategi pembangunan manusia yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai kemanusiaan lembaga keuangan Islam.

Beliau menyimpulkan beberapa poin. Pertumbuhan lembaga keuangan Islam bergantung pada manusia, oleh karena itu manusia harus memiliki jiwa khilafah (penerus) yang baik. Selain itu, melalui pemberdayaan ganda (self-empowering and empowering others), setiap individu mampu memotivasi dirinya sendiri untuk mencapai hasil terbaik, sekaligus memberdayakan rekan kerja. Beliau juga mengemukakan bahwa untuk mewujudkan IVS, pelatihan dan pendampingan yang meliputi pemahaman nilai dan konsep dasar ekonomi Islam perlu terus dilakukan peningkatan kapasitas dan kualitas hasil.

 

Dr. Yurizal Djamaluddin Sanergo, M.Ec

Universitas Darusasalam Gontor (UNIDA)

Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals

 

Sesi panel ke-2 ini dilanjutkan dengan tema kedua, yaitu: “Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals”. Pembicara pertama pada tema ini ialah Dr. Yurizal Djamaluddin Sanergo, M.Ec, dari Universitas Darusasalam Gontor (UNIDA)

 

Di awal pemaparannya, beliau membuka topik terkait Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, latar belakang SDGs: terinspirasi dari konsep Triple Bottom Line (TBL) atau dalam istilah lain disebut 3P (profit, people and planet). Tujuan pembangunan baru ini menegaskan kembali komitmen internasional untuk mengakhiri kemiskinan. Ada empat pilar SDGs, yaitu: 1. Pembangunan Sosial, 2. Pembangunan Ekonomi, 3. Pembangunan Lingkungan, dan 4. Pembangunan Hukum dan Pemerintahan. SDGs akan mempengaruhi para praktisi untuk berkerja sama guna mencapai pembangunan berkelanjutan.

Sebelum SDGs, PBB memiliki Millenium Development Goals (MDGs). Beberapa agenda MDGs yang belum tercapai akan dilanjutkan dalam pelaksanaan pencapaian SDGs hingga tahun 2030. Beliau menyatakan ada beberapa perbaikan SDGs seperti: kerangka SDGs disusun menggunakan isu negara berkembang, perluasan sumber pendanaan, mengedepankan HAM dan inklusivitas, melibatkan semua pihak untuk berkontribusi, dan memiliki target untuk menyelesaikan semua tujuan (zero goal).

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa beberapa inisiatif atau regulasi di Indonesia telah dirumuskan SDGs dalam rangka mempromosikan SDGs. Namun sekali lagi, ia menegaskan bahwa semua inisiatif besar tidak bisa tercapai kecuali ada cara partisipatif atau inklusif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Berbicara tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM), ia menyatakan peran LKM penting untuk mendukung SDGs. Namun, beliau juga berpendapat bahwa karena LKM adalah pasar yang sepenuhnya berbasis, apa yang mereka lakukan hanyalah “membiayai kemiskinan” dan tidak ada hubungannya dengan mempromosikan pencapaian SDGs.

Masalah kemiskinan sangat terkait dengan inklusi sosial. Dan pendekatan yang dapat digunakan untuk mewujudkan inklusi sosial adalah melalui pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini mencakup perantara sosial dan perantara komersial. Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas dan kebutuhan sosial untuk mengatasi kemiskinan di antara anggota masyarakat marjinal. Metode ini harus diadopsi di beberapa LKM.

Ia menutup presentasinya dengan menyebutkan beberapa sambutan. Pertama, tujuan pemberdayaan masyarakat. Kedua, meningkatkan komitmen pemerintah untuk terlibat penuh dalam mewujudkan SDGs. Dan terakhir, diperlukannya pengembangan produk yang kreatif dan inovatif dalam kerangka “Paradigma Maslahah”.

 

Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail,

Universitas Sains Islam Malaysia

Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals

 

Sesi panel ke 2 diakhir dengan pembicar dari Universitas Sains Islam Malaysia, Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail. Ia mengawali presentasinya dengan topik yang sama yaitu Susutainabale Development Goals (SDGs). Menurutnya SDGs merupakan sebuah kerangka tujuan yang ambisius dan juga membutuhkan upaya yang mencakup semua pihak dan membutuhkan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan: pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Ini sangat penting bagi negara-negara berkembang yang jauh di belakang target.

Lebih lanjut, ia melanjutkan presentasinya tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Menurutnya, karakter LKMS yang bersifat sosial ekonomi dapat menciptakan upaya sinergis dalam pencapaian SDGs.

Dalam presentasinya, ia menampilkan data tentang pencapaian SDGs di negara-negara di dunia. Secara keseluruhan, hanya SDG no 1, 12, 13 yang telah tercapai. Sebagian besar negara muslim atau negara Organisation Kerjasama Islam (OKI) belum mencapai SDG no 1 (pengentasan kemiskinan). Ia berpendapat bahwa untuk mencapai dan menyukseskan SDGs, kita bisa mulai dengan menganalisis keselarasan rencana nasional (kebijakan moneter selaras dengan indikator SDG), termasuk peran LKMS.

Apa yang telah dilakukan LKMS? Menurutnya, LKMS telah membuktikan dampaknya terhadap pembangunan sosial-ekonomi, pemberdayaan perempuan, pengembangan sumber daya manusia dan modal sosial pedesaan, pengentasan kemiskinan, pengembangan pendidikan peminjam, pengembangan kewirausahaan dan UKM, kesehatan dan kesejahteraan, inovasi dan pengembangan produk baru, keberlanjutan finansial, dan keberlanjutan kelembagaan. Dampak tersebut sejalan dengan poin-poin dalam SDGs.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mengetahui pelaporan kegiatan LKMS. Hal ini bertujuan untuk menilai dampaknya terhadap SDGs dan juga sebagai kebijakan intervensi pembangunan sosial ekonomi melalui LKMS. Ia mencontohkan beberapa kegiatan  yang berdampak pada SDGs melalui pembiayaan dan shadaqah.

Terakhir, karena latar belakang SDGs adalah konsep 3P, ia mengkritisi bahwa pandangan dunia SDGs hanya berfokus pada People (Manusia) dan Planet saja tetapi tidak melihat konteks Pencipta (Manusia) dan Planet (Allah Ta’ala).

Rizqi ZakiyaApakah Anda Tahu Peran Perbankan Islam bagi Pembangunan Masyarkat?
read more

Yuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!

No comments

Bogor, 24 November 2020. Bank Indonesia (BI) menilai, 8th AICIF merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek dari krisis ekonomi saat ini. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Prijono dalam keynote speech-nya.

 

“8th AICIF ini merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek krisis setelah pandemi melalui perbaikan ekonomi dengan sudut pandang Islam, sejalan dengan Bank Indonesia yang sudah membuat blueprint berisi rencana perkembangan ekonomi Islam, keuangan Islam hingga riset dan pendidikan”, kata Prijono dalam gelaran 8th AICIF, Selasa (24/11/ 9 Rabiul Akhir 1442 H).

 

Prijono juga melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor ekonomi syariah, sehingga sangat potensial untuk terus dikembangkan.

 

Potensi besar ekonomi syariah ini juga bisa dilihat dari perkembangan industri halal di kawasan ASEAN. Dalam panel 1 dengan sub-tema “ASEAN Halal Industry and Islamic Finance in Sustainable Development Programs”, pembicara pertama yaitu Assoc. Prof. Dr. Nurul Aini Muhamed dari University Sains Islam Malaysia. Beliau menyampaikan materi tentang perkembangan industri halal dan keuangan Islam di Malaysia.

 

Industri Halal di Malaysia

Menurut Nurul Aini Muhamed, kepatuhan syariah yang menyeluruh dalam industri halal harus termasuk di dalamnya bidang bisnis, keuangan, rantai nilai halal, hingga ekosistem. “Sektor sektor halal saat ini variatif dan sangat besar, dan tidak terbatas pada negara-negara mayoritas Muslim. Pasar halal juga sangat potensial, meski keuangan syariah belum termasuk dalam sektor industri halal”, kata Nurul Aini menjelaskan.

 

Dalam Panel 1 yang dimoderatori oleh Mutia Mustafa, mahasiswi Institut Tazkia ini, Nur Aini juga menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan industri halal adalah kesadaran muslim, populasi, faktor ekonomi dan kerangka regulasi yang kuat. Tak lupa, Nur Aini mengisahkan, perkembangan sertifikasi halal di Malaysia sendiri dimulai pada tahun 1974 dan regulasinya terus mengalami perkembangan, meski pendekatan setifikasi halal masih bersifat sukarela dan belum bersifat wajib.

 

Adapun perkembangan dari perbankan Syariah di Malaysia dimulai sejak tahun 1983 dengan didirikannya Bank Negara Malaysia (BNM), regulasinya mulai dibentuk pada tahun 2013 dan diperbarui pada tahun 2019 dengan Shariah Governance Policy Document. Kepatuhan Syariah diatur dengan lisensi yang dikeluarkan oleh BNM. Nur Aini mengakhiri materinya dengan menyatakan bahwa ketika industri halal dan perbankan syariah berkolaborasi, industri syariah dan keuangan Islam dapat berkembang lebih luas lagi, Insya Allah.

 

Panel 1 ini berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live via YouTube Tazkia TV.

 

Industri Halal di Brunei

Lain di Malaysia, lain di Brunei Darussalam. Pembicara kedua, asisten profesor senior di Fakultas Ekonomi & Keuangan Islam Universitas Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam, Dr. Hakimah Yaacob berpendapat bahwa perbankan dan keuangan syariah memiliki lapisan yang berbeda dengan perbankan konvensional yang memiliki tiga lapisan: dimulai dari bank lokal kemudian bank sentral dan terakhir hukum AS, OECD dan entitas internasional.

 

“Berbeda dengan perbankan, industri halal cenderung memiliki model lain yang diusulkan, dan berisi SOP, Standar, hukum halal, halal regional/ASEAN dan standar internasional. Namun selain sistem struktural tersebut, terdapat beberapa tantangan dalam standardisasi global di bidang halal, seperti perbedaan madzhab, pemberi sertifikasi halal, islamophobia global, kampanye anti halal, isu halal dan thayyiba serta hak-hak hewan,” kata Hakimah Yaacob menjelaskan.

 

Hakimah pun menyimpulkan, halal tidak hanya sebatas produk, tetapi juga cara termasuk produksi dan pengolahannya, hal ini berkaitan dengan konsep thayyiba, dimana sertifikasi halal pada sebagian negara perlu diteliti kembali jika produk tersebut ternyata didapati tidak aman atau berkualitas rendah, karena sejatinya halal dan thayyiba harus ditetapkan dengan komprehensif di tingkat internasional.

 

Peran Sertifikat Halal untuk Ekonomi Bangsa

Bagaimana dengan Indonesia? Pembicara terakhir pada Panel 1 ini adalah Dr. Indra, M.Si yang merupakan ketua Halal Center dari Institut Agama Islam Tazkia, Indonesia. Dalam materinya, Indra mengulas tentang Industri halal Indonesia dan urgensi sertifikasi halal bagi UKM. “Berdasarkan data, Indonesia saat ini masuk dalam peringkat 5 besar terkait perkembangan industri halal, dan keluarnya undang-undang jaminan produk halal (UUJPH) sebagai pendukung perkembangan tersebut kemudian mengharuskan adanya sertifikasi halal untuk semua produk, namun masih ada tantangan yang kita hadapi, salah satunya adalah minimnya jumlah produk usaha kecil yang memiliki sertifikat halal, terutama UMKM yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi bangsa”, kata Indra menjelaskan.

 

Padahal menurutnya, dengan adanya sertifikasi halal, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh UMKM. Karenanya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM dengan memberikan mentoring serta menyediakan pengawas/supervisor bagi para pelaku UMKM.

 

Saat ini, Institut Tazkia di bawah LPPM Tazkia telah berinisiatif membentuk Tazkia Halal Center yang salah satu proyeknya adalah membuat kantin halal dan kedepannya berupa sosialisasi dan training terkait sertifikasi halal bagi masyarakat.

Rizqi ZakiyaYuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!
read more

Institut Tazkia Resmi Membuka 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF)

No comments

BOGOR, 24 November 2020. Meski dunia kini tengah dilanda pandemi Covid 19, perkembangan riset dan training tentang ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat, terutama di beberapa negara ASEAN.  Meskipun masih banyak tantangannya.

 

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP., “Namun, kita masih menghadapi banyak tantangan sehingga perlu bersama-sama berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang”, kata Murniati di saat pembukaan rangkaian 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF), Selasa (24/11/ 9 Rabiul Akhir 1442 H) di Institut Tazkia, Bogor.

 

Gelaran 8th AICIF kali ini, bertema “Islamic Finance’s Contribution to Sustainable Human Development in ASEAN”. Acara dilaksanakan secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live via YouTube Tazkia TV dengan lebih dari 250 partisipan dari berbagai negara.

 

Ketua Yayasan Tazkia Cendekia yang menaungi Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec Dalam pidato pembukaan 8th AICIF ini, menjelaskan tentang triangle of success yang merupakan strategi untuk menciptakan pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan. Institut Tazkia sendiri, bertindak sebagai host untuk 8th AICIF.

 

Pidato pembukaan Muhammad Syafii Antonio ini sekaligus, secara resmi membuka rangkaian 8th AICIF.

 

Selanjutnya adalah pidato dari Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP. Bu Rektor memulai pidatonya dengan memimpin pembacaan Tazkia value.

 

Islam Selalu Diwarnai oleh Aktifitas Bisnis

Pembukaan terakhir disampaikan oleh co-host 8th AICIF, rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Al Makin, MA, Ph.D. Al Makin menceritakan tentang urgensi perdagangan dan kisah tentang jual beli dalam sejarah Islam sejak periode Makkah, di mana Islam selalu diwarnai dengan aktivitas bisnis, bahkan Islam masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Kita harus terus belajar untuk mencapai kemakmuran.

 

Gelaran 8th AICIF ini disponsori oleh Bank Maybank Syariah Indonesia dan merupakan hasil kolaborasi Institut Tazkia dengan International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE) dan beberapa perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, di antaranya yaitu International Islamic University Malaysia, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Mindanao State University Filipina serta Universitas Darussalam Gontor.

 

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB oleh moderator, Raihan Agra Dharana Kanz selaku mahasiswa Program Internasional  Institut Tazkia. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat Al-Quran oleh Tegar Iman dan Fatih Ulwan. Kemudian ditampilkan video dari 8th AICIF, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Tazkia.

 

Institut Tazkia sendiri berharap, dengan dilaksanakannya 8th AICIF ini, diharapkan dapat menjadi ajang bagi para praktisi, akademisi maupun regulator untuk terus belajar dan berinovasi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah di seluruh dunia.

Rizqi ZakiyaInstitut Tazkia Resmi Membuka 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF)
read more

Webinar Tazkia – “Revisi UU BI dari Perspektif Ekonomi : Quo Vadis OJK?” (Video)

No comments

Pascasarjana Tazkia Mempersembahkan Webinar Ekonomi Syariah, Dengan Tema :

” Revisi UU BI dari Perspektif Ekonomi : Quo Vadis OJK? “

Pembicara 1 :
Dr. Rizal Taufikurrahman (Center for Macroeconomics and Finance INDEF).

Pembicara 2 :
Dr. Ir. Ascarya. (BI Institute)

Moderator : Dr. Rahmat Mulyana ( Direktur Magister Ekonomi Syariah Institut Tazkia )

>Video lengkapnya..klik link dibawah ini.

Miftahul AnwarWebinar Tazkia – “Revisi UU BI dari Perspektif Ekonomi : Quo Vadis OJK?” (Video)
read more