webinar

Apakah Anda Tahu Peran Perbankan Islam bagi Pembangunan Masyarkat?

No comments

Alhamdulillah, setelah sesi panel 1 di hari ke-2 sukses diselenggarakan, rangkaian kegiatan 8th AICIF pada hari Rabu, 25 November 2020 M/10 Rabiul Akhir 1442 H dilanjutkan dengan sesi panel ke dua. Terdapat dua sub-tema di sesi panel ke dua ini. Sub-tema pertama iala “The Role Of Islamic Banking In Community Development” dan yang kedua ialah “Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals “  Panel ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan ditayangkan secara live YouTube Tazkia TV. Panel ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.30 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan ditayangkan secara live YouTube Tazkia TV.

 

Mr. Romy Buchari

PT Maybank Indonesia, tbk

The Role Of Islamic Banking In Community Development: Highlight from Maybank Indonesia

 

Sesi panel 2 dimoderatori oleh Widya Puspita Sari, mahasiswi Institut Tazkia.  Adapun Pembicara pertama pada subtema “The Role Of Islamic Banking In Community Development” adalah Bapak Romy Buchari, perwakilan dari PT Maybank Indonesia, tbk. Pada presentasinya, beliau menjelaskan terkait peran perbankan Islam untuk kemajuan masyarakat dari perspektif Maybank Indonesia. Menurutnya, perkembangan Indonesia dalam konteks aset perbankan semakin berkembang dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2014, Maybank Syariah mulai mengadopsi Sharia First yang mengacu pada strategi kunci yang mengandung nilai-nilai syariah kepatuhan terhadap komersialitas layanannya. Menurutnya, inilah yang menjadi preferensi konsumen mayoritas Indonesia. Maybank Syariah menyediakan produk yang tersedia dan masuk akal bagi pelanggan dan masih dapat diterima (syariah). Strategi kunci ini membutuhkan dukungan dari semua tingkatan bank. Selain itu, beliau menyatakan strategi utama lain yang membantu Maybank Indonesia menjadi ukuran substansial yang cukup besar adalah mereka tidak bergantung pada siklus perbankan ritel. Maybank Syariah juga mengembangkan perbankan komersial, korporasi, dan grosir (perbankan global dan bisnis).

Dalam presentasinya, ia mengatakan Maybank Syariah benar-benar berusaha untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar dan berusaha untuk terlibat dengan berbagai komunitas agar dapat membantu & memberikan nilai positif. Strategi inovasi berbasis komunitas ini bertujuan untuk menjangkau pelanggan atau komunitas melalui smartphone. Karena Maybank  tidak menyediakan ribuan cabang di seluruh Indonesia, ini bisa menjadi cara efektif bagi mayoritas masyarakat yang mayoritas memiliki smartphone. Maybank Syariah bekerjasama dengan banyak komunitas di Indonesia yang juga memiliki platform online seperti komunitas modest fashion dan komunitas sepeda. Maybank Syariah juga melihat sisi komersialitas (manfaat ekonomi aktual) produk-produk dengan nilai syariah yang bisa ditawarkan kepada pelanggannya. Misalnya: Maybank Syariah menyediakan fitur asuransi takaful gratis dari rekening tabungan nasabah. Untuk meningkatkan produktivitas, Maybank Syariah membangun kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terpercaya dan bereputasi serta kolaborasi strategis dalam proyek pemerintah untuk mendukung SDGs.

Menurutnya, sifat pasar di Indonesia yang tertarik pada aspek syariah namun tetap memperhatikan pada komersialitas produk. Untuk menyikapi hal tersebut, Maybank Indonesia bekerja memenuhi permintaan masyarakat, misalnya: membuat produk lebih menarik. Menurutnya, dia berharap pemerintah memberikan perhatian pada pembangunan. Misalnya, saat ia berargumen, “Mengapa tidak meminta sivitas akademika untuk memiliki rekening bank syariah? Itu bisa dimulai oleh kementerian agama. Ini adalah kemenangan cepat yang dengan mudah dapat meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia ” sahutnya.

Ia menyatakan bahwa ekonomi Islam adalah sebuah perjalanan, meskipun tidak sempurna jika dibandingkan dengan perbankan konvensional. Dalam konteks Perbankan Syariah, ia berharap pangsa pasar Perbankan Syariah bisa naik lebih dari 6%.

 

Dr. Ken Sudarti M.Si,

Universitas Islam Sultan Agung sebagai

Strategi Pembangunan Manusia dalam Emerging Economies Islamic Vanguard Spirit (IVS)

 

Pembicara kedua pada tema “The Role Of Islamic Banking In Community Development” adalah Dr. Ken Sudarti M.Si, dari Universitas Islam Sultan Agung.  Pada sesi ini, beliau menyampaikan terkait bidang yang sedang ia teliti dan tekuni yakni Islamic Vaniguard Spirit. Menurutnya, Islamic Vanguard Spirit (IVS) adalah semangat individu untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik, memperbaiki diri terus menerus, juga meminta dan membantu yang lain bersedia dan melakukan aktivitas kerja terbaik. Ada tiga macam keunikan dari kebaruan ini: 1. hubungan ganda (HabluminAllah dan Habluminannas), 2. dimensi ganda tepat waktu (di dunia dan akhirat), dan 3. Pemberdayaan ganda (self-empowering dan empowering others).

 

Terdapat empat dimensi IVS; Excellence Achievement Spirit (EAS), Long-Life Learning Spirit (3LS), Voluntary Asking Spirit (VAS), dan Voluntary Helping Spirit (VHS). Setiap dimensi memiliki beberapa indikator. Pertama, indikator EAS yaitu: melakukan yang terbaik berdasarkan ibadah, optimalisasi sumber daya, kemitraan yang adil, dan profesionalisme. Kedua, indikator 3LS, yaitu: perbaikan berkelanjutan, pembelajaran dari pengalaman masa lalu, pembelajaran observasional, dan lebih baik tanpa menghilangkan orang lain. Ketiga, indikator VAS yaitu: intensitas dakwah, komunikasi dakwah, kepribadian dakwah. Keempat, indikator VHS yaitu: semangat membantu sesama, inisiatif membantu secara spontan, inisiatif membantu tanpa mengharapkan balasan dan inisiatif membantu peran ekstra. Ini adalah strategi pembangunan manusia yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai kemanusiaan lembaga keuangan Islam.

Beliau menyimpulkan beberapa poin. Pertumbuhan lembaga keuangan Islam bergantung pada manusia, oleh karena itu manusia harus memiliki jiwa khilafah (penerus) yang baik. Selain itu, melalui pemberdayaan ganda (self-empowering and empowering others), setiap individu mampu memotivasi dirinya sendiri untuk mencapai hasil terbaik, sekaligus memberdayakan rekan kerja. Beliau juga mengemukakan bahwa untuk mewujudkan IVS, pelatihan dan pendampingan yang meliputi pemahaman nilai dan konsep dasar ekonomi Islam perlu terus dilakukan peningkatan kapasitas dan kualitas hasil.

 

Dr. Yurizal Djamaluddin Sanergo, M.Ec

Universitas Darusasalam Gontor (UNIDA)

Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals

 

Sesi panel ke-2 ini dilanjutkan dengan tema kedua, yaitu: “Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals”. Pembicara pertama pada tema ini ialah Dr. Yurizal Djamaluddin Sanergo, M.Ec, dari Universitas Darusasalam Gontor (UNIDA)

 

Di awal pemaparannya, beliau membuka topik terkait Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, latar belakang SDGs: terinspirasi dari konsep Triple Bottom Line (TBL) atau dalam istilah lain disebut 3P (profit, people and planet). Tujuan pembangunan baru ini menegaskan kembali komitmen internasional untuk mengakhiri kemiskinan. Ada empat pilar SDGs, yaitu: 1. Pembangunan Sosial, 2. Pembangunan Ekonomi, 3. Pembangunan Lingkungan, dan 4. Pembangunan Hukum dan Pemerintahan. SDGs akan mempengaruhi para praktisi untuk berkerja sama guna mencapai pembangunan berkelanjutan.

Sebelum SDGs, PBB memiliki Millenium Development Goals (MDGs). Beberapa agenda MDGs yang belum tercapai akan dilanjutkan dalam pelaksanaan pencapaian SDGs hingga tahun 2030. Beliau menyatakan ada beberapa perbaikan SDGs seperti: kerangka SDGs disusun menggunakan isu negara berkembang, perluasan sumber pendanaan, mengedepankan HAM dan inklusivitas, melibatkan semua pihak untuk berkontribusi, dan memiliki target untuk menyelesaikan semua tujuan (zero goal).

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa beberapa inisiatif atau regulasi di Indonesia telah dirumuskan SDGs dalam rangka mempromosikan SDGs. Namun sekali lagi, ia menegaskan bahwa semua inisiatif besar tidak bisa tercapai kecuali ada cara partisipatif atau inklusif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Berbicara tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM), ia menyatakan peran LKM penting untuk mendukung SDGs. Namun, beliau juga berpendapat bahwa karena LKM adalah pasar yang sepenuhnya berbasis, apa yang mereka lakukan hanyalah “membiayai kemiskinan” dan tidak ada hubungannya dengan mempromosikan pencapaian SDGs.

Masalah kemiskinan sangat terkait dengan inklusi sosial. Dan pendekatan yang dapat digunakan untuk mewujudkan inklusi sosial adalah melalui pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini mencakup perantara sosial dan perantara komersial. Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas dan kebutuhan sosial untuk mengatasi kemiskinan di antara anggota masyarakat marjinal. Metode ini harus diadopsi di beberapa LKM.

Ia menutup presentasinya dengan menyebutkan beberapa sambutan. Pertama, tujuan pemberdayaan masyarakat. Kedua, meningkatkan komitmen pemerintah untuk terlibat penuh dalam mewujudkan SDGs. Dan terakhir, diperlukannya pengembangan produk yang kreatif dan inovatif dalam kerangka “Paradigma Maslahah”.

 

Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail,

Universitas Sains Islam Malaysia

Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals

 

Sesi panel ke 2 diakhir dengan pembicar dari Universitas Sains Islam Malaysia, Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail. Ia mengawali presentasinya dengan topik yang sama yaitu Susutainabale Development Goals (SDGs). Menurutnya SDGs merupakan sebuah kerangka tujuan yang ambisius dan juga membutuhkan upaya yang mencakup semua pihak dan membutuhkan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan: pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Ini sangat penting bagi negara-negara berkembang yang jauh di belakang target.

Lebih lanjut, ia melanjutkan presentasinya tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Menurutnya, karakter LKMS yang bersifat sosial ekonomi dapat menciptakan upaya sinergis dalam pencapaian SDGs.

Dalam presentasinya, ia menampilkan data tentang pencapaian SDGs di negara-negara di dunia. Secara keseluruhan, hanya SDG no 1, 12, 13 yang telah tercapai. Sebagian besar negara muslim atau negara Organisation Kerjasama Islam (OKI) belum mencapai SDG no 1 (pengentasan kemiskinan). Ia berpendapat bahwa untuk mencapai dan menyukseskan SDGs, kita bisa mulai dengan menganalisis keselarasan rencana nasional (kebijakan moneter selaras dengan indikator SDG), termasuk peran LKMS.

Apa yang telah dilakukan LKMS? Menurutnya, LKMS telah membuktikan dampaknya terhadap pembangunan sosial-ekonomi, pemberdayaan perempuan, pengembangan sumber daya manusia dan modal sosial pedesaan, pengentasan kemiskinan, pengembangan pendidikan peminjam, pengembangan kewirausahaan dan UKM, kesehatan dan kesejahteraan, inovasi dan pengembangan produk baru, keberlanjutan finansial, dan keberlanjutan kelembagaan. Dampak tersebut sejalan dengan poin-poin dalam SDGs.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mengetahui pelaporan kegiatan LKMS. Hal ini bertujuan untuk menilai dampaknya terhadap SDGs dan juga sebagai kebijakan intervensi pembangunan sosial ekonomi melalui LKMS. Ia mencontohkan beberapa kegiatan  yang berdampak pada SDGs melalui pembiayaan dan shadaqah.

Terakhir, karena latar belakang SDGs adalah konsep 3P, ia mengkritisi bahwa pandangan dunia SDGs hanya berfokus pada People (Manusia) dan Planet saja tetapi tidak melihat konteks Pencipta (Manusia) dan Planet (Allah Ta’ala).

Rizqi ZakiyaApakah Anda Tahu Peran Perbankan Islam bagi Pembangunan Masyarkat?
read more

Yuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!

No comments

Bogor, 24 November 2020. Bank Indonesia (BI) menilai, 8th AICIF merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek dari krisis ekonomi saat ini. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Prijono dalam keynote speech-nya.

 

“8th AICIF ini merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek krisis setelah pandemi melalui perbaikan ekonomi dengan sudut pandang Islam, sejalan dengan Bank Indonesia yang sudah membuat blueprint berisi rencana perkembangan ekonomi Islam, keuangan Islam hingga riset dan pendidikan”, kata Prijono dalam gelaran 8th AICIF, Selasa (24/11/ 9 Rabiul Akhir 1442 H).

 

Prijono juga melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor ekonomi syariah, sehingga sangat potensial untuk terus dikembangkan.

 

Potensi besar ekonomi syariah ini juga bisa dilihat dari perkembangan industri halal di kawasan ASEAN. Dalam panel 1 dengan sub-tema “ASEAN Halal Industry and Islamic Finance in Sustainable Development Programs”, pembicara pertama yaitu Assoc. Prof. Dr. Nurul Aini Muhamed dari University Sains Islam Malaysia. Beliau menyampaikan materi tentang perkembangan industri halal dan keuangan Islam di Malaysia.

 

Industri Halal di Malaysia

Menurut Nurul Aini Muhamed, kepatuhan syariah yang menyeluruh dalam industri halal harus termasuk di dalamnya bidang bisnis, keuangan, rantai nilai halal, hingga ekosistem. “Sektor sektor halal saat ini variatif dan sangat besar, dan tidak terbatas pada negara-negara mayoritas Muslim. Pasar halal juga sangat potensial, meski keuangan syariah belum termasuk dalam sektor industri halal”, kata Nurul Aini menjelaskan.

 

Dalam Panel 1 yang dimoderatori oleh Mutia Mustafa, mahasiswi Institut Tazkia ini, Nur Aini juga menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan industri halal adalah kesadaran muslim, populasi, faktor ekonomi dan kerangka regulasi yang kuat. Tak lupa, Nur Aini mengisahkan, perkembangan sertifikasi halal di Malaysia sendiri dimulai pada tahun 1974 dan regulasinya terus mengalami perkembangan, meski pendekatan setifikasi halal masih bersifat sukarela dan belum bersifat wajib.

 

Adapun perkembangan dari perbankan Syariah di Malaysia dimulai sejak tahun 1983 dengan didirikannya Bank Negara Malaysia (BNM), regulasinya mulai dibentuk pada tahun 2013 dan diperbarui pada tahun 2019 dengan Shariah Governance Policy Document. Kepatuhan Syariah diatur dengan lisensi yang dikeluarkan oleh BNM. Nur Aini mengakhiri materinya dengan menyatakan bahwa ketika industri halal dan perbankan syariah berkolaborasi, industri syariah dan keuangan Islam dapat berkembang lebih luas lagi, Insya Allah.

 

Panel 1 ini berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live via YouTube Tazkia TV.

 

Industri Halal di Brunei

Lain di Malaysia, lain di Brunei Darussalam. Pembicara kedua, asisten profesor senior di Fakultas Ekonomi & Keuangan Islam Universitas Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam, Dr. Hakimah Yaacob berpendapat bahwa perbankan dan keuangan syariah memiliki lapisan yang berbeda dengan perbankan konvensional yang memiliki tiga lapisan: dimulai dari bank lokal kemudian bank sentral dan terakhir hukum AS, OECD dan entitas internasional.

 

“Berbeda dengan perbankan, industri halal cenderung memiliki model lain yang diusulkan, dan berisi SOP, Standar, hukum halal, halal regional/ASEAN dan standar internasional. Namun selain sistem struktural tersebut, terdapat beberapa tantangan dalam standardisasi global di bidang halal, seperti perbedaan madzhab, pemberi sertifikasi halal, islamophobia global, kampanye anti halal, isu halal dan thayyiba serta hak-hak hewan,” kata Hakimah Yaacob menjelaskan.

 

Hakimah pun menyimpulkan, halal tidak hanya sebatas produk, tetapi juga cara termasuk produksi dan pengolahannya, hal ini berkaitan dengan konsep thayyiba, dimana sertifikasi halal pada sebagian negara perlu diteliti kembali jika produk tersebut ternyata didapati tidak aman atau berkualitas rendah, karena sejatinya halal dan thayyiba harus ditetapkan dengan komprehensif di tingkat internasional.

 

Peran Sertifikat Halal untuk Ekonomi Bangsa

Bagaimana dengan Indonesia? Pembicara terakhir pada Panel 1 ini adalah Dr. Indra, M.Si yang merupakan ketua Halal Center dari Institut Agama Islam Tazkia, Indonesia. Dalam materinya, Indra mengulas tentang Industri halal Indonesia dan urgensi sertifikasi halal bagi UKM. “Berdasarkan data, Indonesia saat ini masuk dalam peringkat 5 besar terkait perkembangan industri halal, dan keluarnya undang-undang jaminan produk halal (UUJPH) sebagai pendukung perkembangan tersebut kemudian mengharuskan adanya sertifikasi halal untuk semua produk, namun masih ada tantangan yang kita hadapi, salah satunya adalah minimnya jumlah produk usaha kecil yang memiliki sertifikat halal, terutama UMKM yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi bangsa”, kata Indra menjelaskan.

 

Padahal menurutnya, dengan adanya sertifikasi halal, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh UMKM. Karenanya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM dengan memberikan mentoring serta menyediakan pengawas/supervisor bagi para pelaku UMKM.

 

Saat ini, Institut Tazkia di bawah LPPM Tazkia telah berinisiatif membentuk Tazkia Halal Center yang salah satu proyeknya adalah membuat kantin halal dan kedepannya berupa sosialisasi dan training terkait sertifikasi halal bagi masyarakat.

Rizqi ZakiyaYuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!
read more

Institut Tazkia Resmi Membuka 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF)

No comments

BOGOR, 24 November 2020. Meski dunia kini tengah dilanda pandemi Covid 19, perkembangan riset dan training tentang ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat, terutama di beberapa negara ASEAN.  Meskipun masih banyak tantangannya.

 

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP., “Namun, kita masih menghadapi banyak tantangan sehingga perlu bersama-sama berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang”, kata Murniati di saat pembukaan rangkaian 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF), Selasa (24/11/ 9 Rabiul Akhir 1442 H) di Institut Tazkia, Bogor.

 

Gelaran 8th AICIF kali ini, bertema “Islamic Finance’s Contribution to Sustainable Human Development in ASEAN”. Acara dilaksanakan secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live via YouTube Tazkia TV dengan lebih dari 250 partisipan dari berbagai negara.

 

Ketua Yayasan Tazkia Cendekia yang menaungi Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec Dalam pidato pembukaan 8th AICIF ini, menjelaskan tentang triangle of success yang merupakan strategi untuk menciptakan pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan. Institut Tazkia sendiri, bertindak sebagai host untuk 8th AICIF.

 

Pidato pembukaan Muhammad Syafii Antonio ini sekaligus, secara resmi membuka rangkaian 8th AICIF.

 

Selanjutnya adalah pidato dari Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP. Bu Rektor memulai pidatonya dengan memimpin pembacaan Tazkia value.

 

Islam Selalu Diwarnai oleh Aktifitas Bisnis

Pembukaan terakhir disampaikan oleh co-host 8th AICIF, rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Al Makin, MA, Ph.D. Al Makin menceritakan tentang urgensi perdagangan dan kisah tentang jual beli dalam sejarah Islam sejak periode Makkah, di mana Islam selalu diwarnai dengan aktivitas bisnis, bahkan Islam masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Kita harus terus belajar untuk mencapai kemakmuran.

 

Gelaran 8th AICIF ini disponsori oleh Bank Maybank Syariah Indonesia dan merupakan hasil kolaborasi Institut Tazkia dengan International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE) dan beberapa perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, di antaranya yaitu International Islamic University Malaysia, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Mindanao State University Filipina serta Universitas Darussalam Gontor.

 

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB oleh moderator, Raihan Agra Dharana Kanz selaku mahasiswa Program Internasional  Institut Tazkia. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat Al-Quran oleh Tegar Iman dan Fatih Ulwan. Kemudian ditampilkan video dari 8th AICIF, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Tazkia.

 

Institut Tazkia sendiri berharap, dengan dilaksanakannya 8th AICIF ini, diharapkan dapat menjadi ajang bagi para praktisi, akademisi maupun regulator untuk terus belajar dan berinovasi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah di seluruh dunia.

Rizqi ZakiyaInstitut Tazkia Resmi Membuka 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF)
read more

Webinar Tazkia – “Revisi UU BI dari Perspektif Ekonomi : Quo Vadis OJK?” (Video)

No comments

Pascasarjana Tazkia Mempersembahkan Webinar Ekonomi Syariah, Dengan Tema :

” Revisi UU BI dari Perspektif Ekonomi : Quo Vadis OJK? “

Pembicara 1 :
Dr. Rizal Taufikurrahman (Center for Macroeconomics and Finance INDEF).

Pembicara 2 :
Dr. Ir. Ascarya. (BI Institute)

Moderator : Dr. Rahmat Mulyana ( Direktur Magister Ekonomi Syariah Institut Tazkia )

>Video lengkapnya..klik link dibawah ini.

Miftahul AnwarWebinar Tazkia – “Revisi UU BI dari Perspektif Ekonomi : Quo Vadis OJK?” (Video)
read more

Webinar Nasional “Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Ibu Kota Baru Penajam”

No comments

Senin, 10 Agustus 2020 Institut Agama Islam Tazkia telah mengadakan Webinar Nasional Seri Bincang Bincang Pimpinan dengan tema:

“Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Ibu Kota Baru Penajam”

Yang menghadirkan langsung pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya, yaitu:

~ Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (Pakar Ekonomi Syariah Global );

~ H. Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si (Wakil Gubernur Kalimantan Timur);

~ Ir. Rudy Soeprihadi Prawiradinata, MCRP, Ph.D (Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional).

______________________________

Simak video Webinar lengkapnya pada link YouTube Tazkia TV dibawah ini:

Miftahul AnwarWebinar Nasional “Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Ibu Kota Baru Penajam”
read more

Open House Pascasarjana Institut Agama Islam Tazkia (Video Rekaman Webinar Zoom)

No comments

Sabtu, 25 Juli 2020 Tazkia telah mengadakan Webinar Spesial ‘Open House Pascasarjana Institut Agama Islam Tazkia’ dengan tema:

“Current Issues in Islamic Economics and Islamic Accounting in Indonesia”

Bersama para Dosen Tazkia & Pakar Ekonomi Islam Indonesia:

  • Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (Pakar Ekonomi Syariah Global)
  • Bayu Taufiq Possumah, Ph.D (Dekan Pascasarjana)
  • Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP (Pakar Akuntansi Syariah)
  • Dr. Erwandi Tarmizi, MA (Pakar Fiqh Muamalah Kontemporer)
  • Dr. Ir. Rahmat Mulyana, MM (Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah)
  • Rifki Ismal, Ph.D (Pakar Keuangan Syariah)
  • Dr. Sigid Eko Pramono, SE., Ak., MIBA., CA (Expert in Social Financial Accounting)
  • Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Buss., Acc., CMA., CIBA (Ketua Program Studi Magister Akuntansi Syariah)

>>> Sakiskan Video Lengkap Webinarnya Pada Link Dibawah Ini:

 

Enroll Now :
👨🏻‍🎓 Postgraduate Program IAI Tazkia :
✅ Magister of Islamic Accounting
✅ Magister of Islamic Economics

Untuk info lebih lanjut hubungi
📲 0815 9551 299 (Irma)
📲 0812 1066 1284 (Vina)

Web : www.tazkia.ac.id
Instagram : www.instagram.com/institut_tazkia
Daftar Kuliah : spmb.tazkia.ac.id

Miftahul AnwarOpen House Pascasarjana Institut Agama Islam Tazkia (Video Rekaman Webinar Zoom)
read more

CDC Entrepreneur Talk Edisi Spesial Bersama Sandiaga Uno

No comments

Mari Bergabung dalam acara CDC Entrepreneur Talk Edisi Spesial..

Bersama:

👨‍🏫 Speaker : H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A (Founder OK OC & Pengusaha Nasional)*Tazki

👨‍🏫 Moderator : Fauzul Azmi Zen (Business Owner Pojok Banget Daycare, Direktur Utama PT. Indonesia Kreatif Nusantara) Alumni S1 Institut Tazkia Angkatan 5, Mahasiswa Pascasarjana Institut Tazkia.

Dengan Tema:

📌”Kiat Mengoptimalkan Peluang Bisnis di Tengah Krisis Ekonomi bagi Pengusaha Muda”📌

🗓 Date :
Saturday, 6 Juni 2020 M/ 14 Syawal 1441 H
⏰Time: 13.00- selesai
_______________________

>> Mari Bergabung dengan acara CDC Entrepreneur Talk nya melalui aplikasi Zoom Meeting:

Zoom Klik Join Meeting, dan masukkan kode ID: 882 1865 9346 / password: 553152

https://us02web.zoom.us/j/88218659346?pwd=UUMraFk3dFBRRndGRVBiLzhVNjdZUT09

>> Atau tonton live streaming nya di official YouTube Channel Tazkia TV..dengan klik link dibawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=618O9RcVOw0&feature=youtu.be
_______________________

>>> Mari Bergabung dalam acara keeen ini ya..jangan lupa Subscribe Channel YouTube Tazkia TV nya ya!!! 🙏😇
_______________________

#tazkia #instituttazkia #webinar #kampus #sandiagauno #bogor #amandirumah #idulfitri #bisnis #entrepeneur #dagang #indonesia #ekonomiislam

Miftahul AnwarCDC Entrepreneur Talk Edisi Spesial Bersama Sandiaga Uno
read more

Berduet Bersama Ibu Menteri Keuangan, Rektor Tazkia Jadi Pembicara Webinar Women In Islamic Finance

No comments

Kamis, 30 April 2020 / 7 Ramadan 1441 H, Dr. Murniarti Mukhlisin Selaku Rektor Tazkia berkesempatan untuk bersanding bersama Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menjadi pembicara dalam Webinar Women in Islamic Finance “Peran Wanita dalam Ekonomi Syariah di Masa Pandemi” yang diadakan oleh IAEI.

Inilah Daftar Lengkap Pembicara acara Webinar Women in Islamic Finance :

  • Sri Mulyani Indrawati, Ph.D (Ketua Umum IAEI / Menteri Keuangan RI)
  • Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc.
  • Prof. Dian Masyita, Ph.D
  • Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag.
  • Rahmatina Awaliah Kasri, Ph.D

>> Saksikan Video Webinar Lengkapnya pada link Youtube dibawah ini :

Miftahul AnwarBerduet Bersama Ibu Menteri Keuangan, Rektor Tazkia Jadi Pembicara Webinar Women In Islamic Finance
read more

المحاضرة الدولية عبر الانترنت في التزكيا مع الدكتور وصفي عاشور

No comments

.قد أقيمت محاضرة بمناسبة تفشي فيروس كورونا التي أصابت العالم بأجمعها، فنحن كالمسلمين نزن دائما كل واقعة بميزان الشرع والتكييف الفقه لكي نقف أمام هذه الظاهرة موقا صحيحا

الجامعة الاسلامية التزكيا كأحد مرجع للدراسة الاسلامية في الجمهورية الاندونيسية بالفعل يصدر رأيا وأسهم في حل هذه المصائب، فأقيمت محاضران وندوات في مختلف المجلات كالاقتصاد والاجتماع والتاريخ ، تكلم فيها الاساتذة والدكاترة والخبراء الافاضل بقصد توضيح الاحكام الصحيحة والموقف الصحيح

ففي يوم الاربعاء 28 شعبان 1441 هـ الموافق 22 إبريل 2020 م تشرفت الجامعة بإقامة محاضرة عبر الانترنت بعنوان (منهجية الإفتاء في نازلة فيروس كورونا )  تكلم فيها ثلاثة اساتيذ افاضل هم الشيخ الدكتور وصفي عاشور أبو زيد المصري والشيخ الدكتور عارف رحمن والشيخ فهمي سالم حفظهم الله

من هذه المحاضرة نعرف عظمة وظيفة المفتي وخطورة الافتاء والضوابط والاخلاق التي لا بد ان يتحلاها المفتي في فتاواه. وكذلك نظرية اسلامية في أن المفتي لا بد ان يكون له كفاية علمية عالية ونظرة واسعة في مسالة ما، ولا بد ان يتعاون مع العلماء في مختلف العلوم كالطب والاجتماع والبيولوجيا

ونحن نوافق ما قررت الحكومة باصدار قرار التباعد الاجتماعي والحجر الصحي المحلي ونسال الله ان يحمي بلاد المسلمين والعالم جميعا وان يرد الامن كما كان

Miftahul Anwarالمحاضرة الدولية عبر الانترنت في التزكيا مع الدكتور وصفي عاشور
read more

International Webinar Spesial Series Hadirkan Ulama Mesir dan Indonesia

1 comment

Oleh : Aisyah As-Salafiyah (Mahasiswa Tazkia Angkatan 17)

Alhamdulillah atas izin Allah Ta’ala, pada hari Rabu, 22 April 2020, Institut Tazkia kembali menyelenggarakan Webinar Series, namun sore ini edisi Spesial, karena merupakan Webinar Internasional berbahasa Arab dengan para pakar dari Mesir dan MUI. Webinar dengan tema “Metodologi Fatwa dalam Menyikapi Virus Corona” atau “منهجية الإفتاء في نازلة فيروس كورونا” dilaksanakan via Google Meet dan beberapa media sosial Institut Tazkia.

Acara dimulai pada pukul 16.30 WIB oleh moderator, Ust. Arip Rahman, Lc, MA selaku dekan fakultas Syariah Institut Tazkia. Beliau menyatakan bahwa pada masa sekarang ini, virus Corona telah menyebar ke seluruh dunia, sehingga dampaknya banyak fatwa hukum syariah yang dikeluarkan terkait ibadah.

Agenda utama yaitu penyampaian materi oleh Dr. Washfi Ashur Abu Zaid, seorang Ulama Mesir, komite Tazkia dan pakar Ushul Fiqh dan Maqashid Syariah. Beliau menyampaikan tentang urgensi pembentukan fatwa, fatwa yang dikeluarkan mestilah melalui metodologi yang benar, karena seorang mufti ibarat seorang dokter, ia harus tahu bagaimana cara pengobatan yang terbaik sesuai dengan keadaan penyakit.

Diantara metode yang harus dipenuhi oleh dalam penentuan fatwa adalah:
🔹 Mufti haruslah seseorang yang ahli.
🔹 Mufti harus memahami betul pokok permasalahannya.
🔹 Mufti harus memiliki pengetahuan tentang hukum Syar’i yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi.
🔹 Menjaga maqashid syariah.
🔹 Mempertimbangkan akibat yang maslahat.

Materi dilanjutkan oleh KH. Fahmi Salim, Lc.MA yang merupakan salah satu anggota MUI pusat dan sekertaris dewan pakar JATTI. Beliau menyampaikan tentang urgensi seorang mufti memahami ilmu agama dan ilmu dunia (termasuk ilmu kedokteran).

Selain itu, beliau sebagai anggota MUI juga menyampaikan beberapa fatwa yang telah dikeluarkan terkait prosedur tata cara beribadah selama masa pandemi Corona ini, setelah tentunya melalui berbagai metodologi fatwa yang Insya Allah terpercaya. Diantaranya adalah fatwa hukum shalat dan wudhu bagi tenaga medis rumah sakit, tentang prosedur penguburan jenazah hingga tentang tata cara ibadah.

Pada Webinar kali ini, Ketua Yayasan Tazkia, Dr. Syafii Antonio dan Rektor Institut Tazkia, Madam Murniati Mukhlisin, M.Acc turut bergabung menghadiri dan menyimak ilmu yang disampaikan oleh kedua narasumber.

Dengan dilaksanakannya Webinar ini, diharapkan dapat menjadi bekal bagi mufti, hakim dan ahli ilmu agar dapat mengetahui bagaimana urgensi metodologi pengambilan fatwa yang baik, langsung dari kedua pakar ulama Mesir dan Indonesia. Semoga kedepannya kita akan dapat banyak menghasilkan fatwa yang benar dan maslahat bagi ummat, Insya Allah.

> Untuk kajian lengkapnya bisa diakses di channel youtube Tazkia TV:

Sampai jumpa di Webinar Series selanjutnya!

==========
Held By :

International Program & Prodi Hukum Ekonomi Syariah Tazkia

Supported By:

Tazkia TV

#webinar #ulama #mesir #MUI #dirumahaja #workfromhome #socialdistancing #stayathome #tazkia #tazkiatv #nstituttazkia #ekonomi #ekonomiislam #ekonomisyariah

Miftahul AnwarInternational Webinar Spesial Series Hadirkan Ulama Mesir dan Indonesia
read more