Tadris IPS

KOORDINASI DOSEN PRODI PENDIDIKAN EKONOMI SYARIAH “BERKREASI DITENGAH PANDEMI MERAIH RIDHO ILAHI”

No comments

Setelah berjibaku pada semester ganjil 2020-2021 kini kembali Prodi Tadris IPS menatap dengan penuh harapan di Semester Genap 2020-2021, kegiatan koordinasi dosen-dosen yang akan mendapat amanah mengajar di Tadris IPS di semester genap ini dilakukan tepatnya pada hari Rabu 10 februari 2021/27 Jumadil Akhir 1442 H mengambil tema “Berkreasi ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi”.

Acara diawali dengan sambutan Dekan Fakukltas Tarbiyah, Dr Andang menegaskan perlunya inovasi dan kreasi agar pembelajaran dimasa pandemi lebih menyenangkan dan berkualitas utk menjawab tuntutan stake holder. Sementara itu Koordinator Tadris IPS Asnan Purba, Lc. M.Pd.i menyampaikan evaluasi mahasiswa selama semester ganjil dan masukan perbaikan terhadap pembelajaran di semester genap nanti, selain itu juga mengingatkan kepada seluruh Dosen utk mulai fokus kepada bahan ajar yg berkualitas, dengan membuat inovasi dan kreasi dalam pembelajaran e learning. Kegiatan koordinasi ini dilanjutkan dgn diskusi yg lebih detil ttg bagaimana memberikan pelayanan dan pembelajaran yg efektif kepada mahasiswa seraya terus berusaha membuat kreasi berkualitas yang tentunya bermuara kepada kepuasan stake holder.

Maju Terus Tadris IPS sesuai dgn mottonya Aktif, Kreatif, Amanah!!!….

Miftahul AnwarKOORDINASI DOSEN PRODI PENDIDIKAN EKONOMI SYARIAH “BERKREASI DITENGAH PANDEMI MERAIH RIDHO ILAHI”
read more

Workshop Dan Koordinasi Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Genap 2020-2021

No comments

Menghadapi Semester Genap 2020-2021 Prodi Tadris IPS fakultas Tarbiyah IAI Tazkia selaku Koordinator Mata kuliah Bahasa Indonesia di kampus Institut Agama Islam Tazkia melaksanakan  Workshop dan koordinasi dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia semester genap 2020-2021 secara daring melalui zoom pada hari Senin 8 Februari 2021 yang bertepatan dengan 25 Jumadil Akhir 1442 H.

Workshop ini sangat membantu para dosen pengampu mata kuliah ini karena di workshop ini para pengampu mata kuliah ini memebdah dan menganalisa Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) Bahasa Indonesia yang akan diajarkan di Institut Agama Islam Tazkia mereka menyatukan serta mempertajam  visi dan misi dalam pendidikan dan pengajaran Bahasa Indonesia agar peserta didik dan dosen pengampu mempunyai visi dan misi yang sama ketika mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia.Workshop ini dihadiri oleh seluruh pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia di kampus IAI Tazkia yang mengampu pada semester ini. Workshop yang mengusung tema Berkreasi Ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi dibuka oleh sambutan KPS Tadris IPS IAI Tazkia ustadz Asnan Purba Lc.,M.Pd.I selaku KPS Tadris IPS yang menaungi mata kuliah Bahasa Indonesia.

Workshop ini ditutup dengan foto bersama dan berdoa agar pengajaran dan pendidikan semester ini khususnya di mata kuliah berjalan dengan lancar walaupun di tengah pandemic dan dilakukan secara daring sesuai dengan tema workshop dan koordinasi dosen ini yaitu Berkreasi Ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi

Miftahul AnwarWorkshop Dan Koordinasi Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Genap 2020-2021
read more

(VIDEO) 4 ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM ???

No comments

Bisnis & Perniagaan merupakan salah satu pintu terbaik dalam mencari nafkah / rezeki.

Namun pertanyaan besarnya, sudahkah Bisnis / Perniagaan yang kita lakukan sesuai dengan etika & aturan Islam???

Mari kita kaji bersama dalam video dibawah ini:

“ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM”

Bersama: Ustadz Asnan Purba, Lc. M. Pd.I.QWP

 

Miftahul Anwar(VIDEO) 4 ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM ???
read more

WEBINAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN TIPS MENJADI MC YANG HANDAL

No comments

WEBINAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN TIPS MENJADI MC YANG HANDAL

Dengan pemateri : Heppy Chandrayana M.I.Kom

(Mc Istana Negara-Tv Voice Over-Motivator-Public Speaking Coach Parenting Speaker)

Webinar kali ini merupakan urutan webinar ke 24 dari Prodi Tadris IPS, yang menjadi mc dan moderator dari mahasiswa Tadris IPS sendiri yaitu dari angkatan 2019. Tujuan dari webinar ini yaitu memberikan materi dasar untuk para mahasiswa agar dapat menjadi pembicara yang baik dan handal

Webinar pada malam selasa kemarin, di buka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan pengucapan motto Tadris IPS bersam-sama. Webinar kali ini sangat memberi kesan yang berbeda dari webinar-webinar sebelumnya, dimana pematerinya seorang mc yang luar biasa yaitu mc dari istana negara – tv voice over – motivator – public speaking coach parenting speaker. Webinar ini di hadiri kurang lebih oleh 99 partisipan melalui zoom meeting.

Yang membuat webinar kali ini berbeda dari webinar-webinar sebelumnya yaitu, webinar ini tanpa ada slide ppt yang di tampilkan, tetapi materi secara langsung di berikan oleh para peserta dan ada hubungan sosial timbal balik antar pemateri dan para peserta. Seperti pemateri sering bertanya kepada peserta dan menunjuk salah satu peserta untuk memberikan contoh bagaimana berbicara yang baik di depan umum dan di komentari lansung oleh pemateri.

Ada salah satu kutipan yang di ambil dari Bapak Heppy Chandrayana, yang berbunyi “bicara itu penting jangan yang penting bicara”. Ini maksudnya menjadi pembicara pun perlu mengetahui adab dan tata cara berbicara di depan umun agar pendengar mengerti dan tertarik untuk merespon apa yang kita ucapkan bukan hanya sekedar berbicara tetapi kita sendiri pun tak tahu apakah orang lain mengerti ataupun tidak.

Webinar ini di tutup dengan sesi foto bersama pemateri dengan semua paserta webinar. (red.Novi/18)

Miftahul AnwarWEBINAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN TIPS MENJADI MC YANG HANDAL
read more

Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah Tazkia Sukses Gelar Webinar Literasi pendidikan ekonomi syariah untuk guru dan masyarakat umum

No comments

Program studi Tadris IPS Institute Agama Islam Tazkia bekerjasama dengan Asosiasi Guru Ekonomi Syariah Indonesia menyelenggarakan webinar dan workshop “Literasi Pendidikan Ekonomi Syariah”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada hari selasa dan rabu pada tanggal 22 dan 23 Desember 2020. Acara yang berisi 10 sesi pemateri ini diikuti oleh 100 lebih peserta dari seluruh daerah di Indonesia baik dari guru SMP, SMA, SMK, MA bahkan sampai perguruan tinggi serta terdapat dari kalangan masyarakat umum ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Materi hari pertama sangat berbobot karena diisi oleh pemateri-pemateri yang sangat konsen akan pendidikan ekonomi syariah, dibuka dengan sambutan oleh KPS Pendidikan Tadris IPS yakni Bapak Asnan Purba Lc, M.Pd. , Presiden AGESI (Asosiasi Guru Ekonomi Syariah Indonesia) Ibu Yui Rahayu, S. Pd., dan Dekan Fakultas Tarbiyah Bapak Dr. Andang Heryahya, M.Pd. sekaligus membuka cara webinar dan workshop. Materi pertama diisi oleh Sekretaris Jendral MUI yakni Dr. Amirsyah Tambunan yang mengangkat tema “ Peran MUI dalam Pengembangan Pendidikan Ekonomi Syariah”. Buya menjelaskan bahwa pendidikan menjadi pilar utama dalam meningkatkan SDM untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Materi kedua dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan kebudayaan yang disampaikan oleh Bapak Arie Wibowo Khurniawan yang memaparkan “Peluang dan Tantangan SMK Perbankan Syariah Menghadapi Era Disrupsi”, Pak arie begitu beliau disapa mengungkapkan bahwa sebaran SMK Kompetensi Keahlian Perbankan Syariah diseluruh Indonesia terdapat 248 SMK dengan total siswa 10.683 per 24 Juli 2020 ini merupakan peluang dan tantangan. Beliau memaparkan bagaimana seharusnya SMK Perbankan Syariah menghadapi industry 4.0, era disrupsi dan megatrend dunia 2045.

Materi ketiga dipaparkan oleh Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) yang menjelaskan bagaimana peran Bank Indonesia mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Beliau mengungkapkan yakni pertama, potensi Indonesia dan urgensi pengembangan ekonomi syariah, kedua kerangka pikir, visimisi dan strategi pengembangan ekonomi syariah Bank Indonesia serta ketiga yakni implementasi program ekonomi syariah Bank Indonesia dan posisi Indonesia di Internasional.

Materi keempat disampaikan oleh Rektor Institute Agama Islam Tazkia yaitu Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP yang menyampaikan bagaimana kontribusi Tazkia terhadap Pendidikan Ekonomi Syariah Kepada Masyarakat menuju Visi Tazkia 2025 juga merupakan meteri penutup dihari pertama pelaksanaan webinar dan workshop ini.

Pada hari kedua pelaksanaan webinar dan workhop, dimulai dengan materi tentang Fintech Syariah oleh Bapak Yaser taufik Syamlan, M.E. CIFP, disini beliau memaparkan apa itu fintech syariah? . Materi kedua  datang dari praktisi perbankan syariah yakni Bapak Deden Durachman, S.E., S.H., M.M. dari CEO Regional Jakarta Bank Syariah Mandiri yang membawakan materitentang perbankan syariah.

Materi ketiga adalah Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah oleh Bapak Grandis Imama Hendra, MSc. Acc., SAS., beliau adalah Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah, Materi keempat yakni Fiqih Muamalat oleh Bapak Thuba Jazil, M.Sc. (Fin), materi kelima adalah Koperasi Syariah oleh Bapak Dr. Mukhamad Yasid, M.Si., materi keenam dihari kedua atau materi kesepuluh untuk acara webinar dan workshop Literasi Pendidikan Ekonomi Syariah disampaikan oleh Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec., yang mengangkat tema tentang Sakinah Finance (Mengelola Keuangan Keluarga) yang mana beliau sebagai penulis buku dan direktur Sakinah Finance, beliau memaparkan bagaimana keuangan syariah dalam keluarga dari mulai persiapan, perencanaan dan pengelolaan keuangan syariah dalam keluarga.

Miftahul AnwarProdi Pendidikan Ekonomi Syariah Tazkia Sukses Gelar Webinar Literasi pendidikan ekonomi syariah untuk guru dan masyarakat umum
read more

Perkuat Kurikulum Ekonomi Syariah, STEI Ar Risalah Belajar ke Institut Tazkia

No comments

Kamis, 17 Desember 2020/ 2 Jumadil Awwal 1442. Bogor. Institut Tazkia kembali mendapat tamu daring melalu aplikasi zoom untuk studi banding terkait pengembangan kurikulum ekonomi syariah.

Pada kali ini yang mengajukan studi banding adalah Kampus STEI Ar Risalah Sumatera Barat. Pertemuan diadakan melalui aplikasi zoom dengan dihadiri oleh Manajemen Ar Risalah terdiri dari:

  • Ketua STEI Ar Risalah Bapak H. Ulyadi, Lc., M.A., Puket I
  • Bapak Doni Eka Putra, S.E.I., M.E
  • Puket III Bu Radia Fitri, S.E.I., M.E.
  • Ketua Prodi Ekonomi Islam Bu Afriyanti, S.H.I., M.E.

Dari Institut Tazkia hadir dalam studi banding online ini beberapa perwakilan Manajemen Institut Tazkia terdiri dari:

  • Rektor Institut Tazkia Bu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP.;
  • Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Andang Heryahya, M.Pd;
  • Wakil Rektor III Bidang Humas, Kemahasiswaan dan Alumni Bapak Faried Kurnia Rahman, M.Sc. (Fin);
  • Dekan FEBI Bapak Dr. Afif Zaerofi, MM,;
  • Koordinator Prodi Ekonomi Syariah Bapak Nashr Akbar, M.Ec.;
  • Serta Kabag Kemahasiswaan & Alumni Bapak Rizqi Zakiya, M.E.

STEI Ar Risalah yang baru memiliki 2 angkatan hingga saat ini, meminta nasihat kepada Institut Tazkia sebagai Kampus Terbaik Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Global dalam pengembangan kurikulum Ekonomi Syariah di STEI Ar Risalah. Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pengalaman yang bisa menjadi informasi berharga bagi STEI Ar Risalah dalam melangkah ke depan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kurikulum serta persiapan kebutuhan proses akreditasi maupun pengembangan program lainnya.

Studi banding ini merupakan studi banding kesekian kalinya bagi Institut Tazkia, setelah sebelumnya dari awal Tazkia berdiri menjadi rujukan dan Inspirasi bagi kampus Negeri maupun swasta untuk pengembangan kurikulum maupun Implementasi Ekonomi Islam baik kancah nasional maupun global. Semoga peran ini dapat terus ditingkatkan oleh Institut Tazkia sehingga Visi Tazkia dapat tercapai di 2025 sebagai kampus rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual tingkat Global berkarakter T-A-Z-K-I-A ( Tauhid, Amanah, Zero Defect Quality, Knowledge & Competence, Innovative Istiqomah, Achievement Through Teamwork).

Rizqi ZakiyaPerkuat Kurikulum Ekonomi Syariah, STEI Ar Risalah Belajar ke Institut Tazkia
read more

Institut Tazkia Kembali Dipercaya Pemprov Kalimantan Timur Untuk Mendidik Putra-Putri Terbaik Daerahnya

No comments

Bogor, Jum’at 02 September 2020, bertempat di Gedung Aula Kampus Utama, Institut Tazkia mengadakan acara pelepasan dan serah terima mahasiswa beasiswa utusan daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah tahun sebelumnya mendapat kepercayaan untuk mendidik putra/i terbaik daerah Kaltim, tahun ini Tazkia kembali mendapatkan kepercayaan untuk menerima angkatan kedua yang kelak akan menjadi ahli Ekonomi Syariah yang mampu membantu perkembangan sektor-sektor industri halal di Provinsi Kalimantan Timur.

Acara pelepasan dan serah terima ini langsung dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi dan Ketua Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas Iman Hidayat beserta jajaran staff nya.

Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Iman Hidayat kemudian Murniati Mukhlisin selaku rektor Institut Tazkia yang menekankan kepada seluruh mahasiswa/i penerima beasiswa untuk bersungguh-sungguh dan mengerahkan usaha yang maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran selama di Tazkia baik di dalam kelas maupun di luar kelas sebagai bentuk syukur atas beasiswa yang telah diberikan oleh Pemprov Kaltim.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa utusan daerah Kalimantan Timur agar bersungguh-sungguh dan mengerahkan usaha yang maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran selama di Tazkia baik di dalam kelas maupun di luar kelas sebagai bentuk syukur atas beasiswa yang telah diberikan oleh Pemprov Kaltim. Sehingga ketika nanti kalian lulus dan kembali ke daerah masing-masing, kalian mampu menjadi agen terdepan dalam dakwah Ekonomi Syariah dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya (Kalimantan Timur)” Tegas Murniati.

“Kampus Tazkia insya Allah akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mahasiswa baik dalam pendidikan keilmuan maupun pendidikan karakter (keislaman) agar seluruh mahasiswa dapat menjadi pribadi yang santun, tangguh dan siap berkontribusi dalam perkembangan Ekonomi Indonesia (terutama Provinsi Kaltim).” Lanjut Murniati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi. Beliau mengucap terima kasih banyak kepada Institut Tazkia yang sudah kembali berkenan menerima dan mendidik putra putri utusan daerah Kalimantan Timur. Hadi juga berjanji akan berusaha mengirimkan kembali 145 mahasiswa dari Kalimantan Timur ke Institut Tazkia pada tahun depan sebagai bentuk kepercayaan akan kualitas dan komitmen Tazkia dalam pendidikan dan penyiapan SDM dalam bidang ekonomi syariah.

“Saya berpesan kepada 55 putra/i terbaik daerah yang hadir disini, tentang 3 hal yang harus adik-adik pegang selama mengikuti perkuliahan di Tazkia, yaitu kerja keras, cinta, dan doa. Kerja keras yang dimaksud adalah kerja keras yang didasari rasa tulus, ikhlas, profesional dan memiliki cita-cita jauh kedepan. Kemudian, cinta yang mendeskripsikan bagaimana setiap mahasiswa/i dapat selalu mencintai apa yang dikerjakan. Terakhir, berdoa terutama doa dan restu dari orangtua (ibu) kita, karena doa itulah yang menjadikan Allah ridho atas segala kerja keras dan usaha yang kita lakukan berbuah manfaat dan kesuksesan.” Pesan Hadi kepada seluruh mahasiswa utusan daerah.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak sebagai tanda program ini mulai berjalan untuk pertama kali bagi kedua institusi ini dan juga motivasi dan doa yang secara spesial langsung disampaikan oleh Muhammad Syafii Antonio selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia.

“Beasiswa ini adalah sebuah hal yang harus sangat disyukuri oleh para mahasiswa dengan cara mengikuti proses pembalajaran di Tazkia dengan maksimal. Bapak doakan semua mahasiswa dapat mengemban amanah beasiswa ini dengan baik dan kedepannya para mahasiswa dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi dan menjadi insan yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat (khususnya dalam bidang Ekonomi Islam).” Pesan dan doa Syafii sebagai penutup acara. (Miftahul Anwar)

 

By : Anwar G

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Kembali Dipercaya Pemprov Kalimantan Timur Untuk Mendidik Putra-Putri Terbaik Daerahnya
read more

Terpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia

No comments

Alhamdulillah, Institut Agama Islam (IAI) Tazkia berhasil mendapatkan penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarTerpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia
read more

Institut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, PAKISTAN — Institut Agama Islam (IAI) Tazkia mendapat penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia
read more