Rektor Tazkia : Awas Terlilit Hutang Seperti Serial Squid Game

No comments

https://rri.co.id/bogor/warta-bogor-kiwari/1249518/rektor-tazkia-awas-terlilit-hutang-seperti-serial-squid-game?nbframe=true

KBRN, Bogor :  Sejak diliris serentak di seluruh dunia pada tanggal 17 September 2021, serial drama survival Squid Game telah menarik jutaan penonton dan menjadi salah satu serial Netflix terlaris.

Diceritakan terdapat sekelompok orang yang ingin memperbaiki hidupnya dengan mendapatkan hadiah sebesar ₩45.6 miliar (US$38,7 juta) meskipun dengan mempertaruhkan diri mereka sendiri.Sejak viralnya serial ini, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian masyarakat.

Dimana pada serial ini mencerminkan bagaimana sejumlah orang bisa terlilit utang yang merebutkan harta instan dengan taruhan nyawa. Diceritakan pemicu utang muncul karena desakan berjudi, ditipu, gaji yang tidak dibayar, biaya anak sekolah, dan gengsi konsumsi.

Rektor Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan No free lunch man! Tidak ada makan siang gratis, jadi saat mudahnya berutang maka harus menanggung akibat dari utang tersebut yaitu membayarnya dengan cara apapun. Terutama utang konsumtif dengan riba maka bukan hanya utang pokok yang harus dibayar, tapi juga riba bunga berbunga yang semakin berlipat.

“Hingga lama-kelamaan “ghalabatid dayn” ini melilit dan menyesakkan pengutang.Saat ini dengan berkembangnya teknologi, berutang bisa menjadi lebih mudah,” ujarnya, Sabtu (6/11/2021).

Fasilitas-fasilitas market place untuk membayar nanti dibelakang atau iklan pinjol dengan syarat mudah menjadikan berutang bisa menjadi daya tarik luar biasa.

Bagaimana jika seorang mukmin sudah terlanjur terjerat utang? Apakah harus menyerah, kabur lari dari kewajiban membayar utang? Tidak! Utang dalam bentuk apapun tetap wajib dibayar bahkan dalam suatu hadits amalan seorang manusia akan ditangguhkan sampai dia membayar utang-utangnya. “Ruh seorang mukmin (yang sudah meninggal) terkatung-katung karena utangnya sampai utangnya dilunasi.” (HR. At Tirmidzi no. 1079, ia berkata, “(Hadits) hasan”, disahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Berikut adalah tips bagaimana merapikan administrasi utang dan cara menyelesaikannya:Berniat untuk menyelesaikannya dengan segera dengan cara melafazkan atau ikrar bersama dengan anggota keluarga, pasangan dan anak – anak.

Menurunkan gaya hidup dari yang berlebihan menjadi sederhana dan berhemat.

Memindahkan utang riba kepada transaksi akad syariah, bisa dilakukan dengan individu, koperasi atau bank syariah (takeover).

Meminta penghapusan bagian riba dari utang yang ada sebelumnya. Mengusulkan waktu yang lebih panjang (restrukturisasi) untuk pelunasan utang supaya tidak terlalu menjadi beban terlalu berat. Menjual aset yang ada dan mencari pekerjaan atau bisnis halal yang hasilnya dapat menutupi utang yang ada.Banyak sedekah dan berdoa.

Salah satu doa yang sangat baik dilantunkan setiap pagi dan petang yaitu: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia..” (HR. Abu Dawud)Selain menyuguhkan realita kehidupan berutang, serial ini juga memperlihatkan bagaimana Sebagian manusia yang mempunyai kelebihan harta bingung dengan bagaimana cara menghabiskan hartanya. Seperti yang dilakukan oleh pencipta permainan Squid Game ini, dan ia baru menyadari kekeliruan hidupnya sampai mendekati ajalnya.

Padahal banyak sekali hal kebaikan yang bisa dilakukan dengan harta seseorang jangan sampai kita disebut seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam QS At-Takatsur (102): 1-2 yang artinya: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur..” dan QS An-Nisa (4): 29 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, Jangan kamu memakan harta-harta saudaramu dengan cara yang batil, kecuali harta itu diperoleh dengan jalan dagang yang ada saling kerelaan dari antara kamu. Dan jangan kamu membunuh diri-diri kamu, karena sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepadamu”.Berutang boleh? Berlebihan harta boleh? Apapun keadaan kita pada hari ini, akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak dengan harus menjawab empat pertanyaan, dan pada bagian harta ada dua sub pertanyaan: dari mana asal harta kita dan bagaimana kita habiskan: Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.” (HR. Tirmidzi).

Oleh karena itu perlunya pengetahuan dalam bagaimana mengelola harta baik harta orang lain maupun kita sendiri baik pengelolaan harta saat terjadi defisit maupun surplus. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan secara Islami ini bisa didapatkan salah satunya dengan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Sakinah Finance. Rekamannya bisa didapatkan di berbagai media cetak atau tayangan. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarRektor Tazkia : Awas Terlilit Hutang Seperti Serial Squid Game
read more

Peran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

No comments



Jumat, 6 Agustus 2021/ 27 Dzulhijjah 1443 H. Pusat Studi Fintech Syariah (PSFS) Hadir dalam Agenda Rapat Anggota Tahunan 2021 yang diadakan oleh Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). PSFS yang diketuai oleh Bpk. Yaser Taufik Syamlan, SE, ME, CIFP merupakan salah satu Center of Excellence dalam bidang keuangan digital di bawah Naungan Lembaga Penelitian & Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IAI Tazkia.


Acara dihadiri oleh berbagai kalangan yang memiliki satu perjuangan untuk memajukan fintech Syariah di Indonesia. Hadir dalam acara ini Bapak Dr. Adiwarman Karim & Dr. Sandiaga Uno selaku Dewan Penasihat AFSI, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP., selaku Dewan Pengawas AFSI, juga Bapak Triono Gani selaku GIKD Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketiga nya memberikan sambutan, apresiasi, dukungan serta masukan untuk AFSI sebagai Asosiasi yang memiliki peran besar mendukung perputaran keuangan syariah, khususnya di masa Pandemi.

Agenda ini merupakan langkah nyata Tazkia berperan serta dalam potensi pengembangan keuangan syariah dalam kondisi apapun, khususnya di masa Pandemi, saat banyak orang tidak banyak memiliki pilihan, diantaranya yang terbuka lebar adalah dengan memanfaatkan fintech yang ada untuk kebutuhan dan pengembangan bisnis yang diharapkan. Tanpa adanya fintech Syariah, maka jeratan rentenir online, lintah darah digital, para pelaku riba dunia maya akan semakin merebak dan menjerumuskan banyak muslim dalam jeratan riba yang merupakan salah satu dosa besar yang banyak dilupakan. Semoga Kiprah PSFS bersama AFSI dapat terus semakin besar dan membuka mata Dunia khususnya muslim untuk sadar betapa besar potensi pengembangan keuangan syariah yang ada dengan berbagai tantangan seiring kemajuan teknologi yang semakin masif belakang ini. Aamiin

Ref :
https://tazkia.ac.id/dosen/assoc-prof-dr-murniati-mukhlisin-m-acc/ https://tazkia.ac.id/dosen/yaser-taufik-syamlan-m-e-cifp/ https://fintechsyariah.id/id/about dan https://sharianews.com/posts/memupuk-semangat-idealisme-perjuangan-afsi
@afsi.id : https://www.instagram.com/p/CSWXKiFBH06/

Penulis/Kontributor: Afrad Arifin, S.IP, M.E.Sy, CIPA (AAOIFI)
https://tazkia.ac.id/dosen/afrad-arifin-m-e-sy/
https://id.linkedin.com/in/afrad-arifin-cipa-aaoifi-ba842437

Rizqi ZakiyaPeran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia
read more

Progres Sharia Economics Event 2021 : Wadah Pemuda Muslim Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

No comments

 

Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Progres mengadakan kegiatan Progres Sharia Economics Event 2021 sebagai event nasional yang diselenggarakan pada hari Rabu, 16 Juni 2021 sebagai Webinar Grand Opening,  dan berakhir pada hari Rabu, 23 Juni 2021 sebagai Grand Closing, pengumuman pemenang, serta webinar bersakala nasional. Acara tersebut berlangsung secara daring dengan mengusung tema “Optimizing The Role of Muslim Youth In Developing Sharia Creative Economy for The Post Pandemic Economic Recovery”. Tak hanya itu, rangkaian acara juga dilengkapi dengan diselenggarakannya 2 kategori lomba, yakni lomba olimpiade ekonomi islam serta lomba kepenulisan esai.

Antusiasme dalam acara ini sangat terasa walaupun dilakukan secara daring, bahkan sejak awal Grand Opening hingga berakhirnya acara yakni Grand Closing. Agenda webinar Grand Opening menghadirkan 2 pembicara dari sisi akademisi dan praktisi, yakni Bapak Bazari Azhar Azizi, S.E.I, M.Sc selaku principal analyst di KNEKS dan alumni KSEI Progres, serta Bapak Fahmi Hendrawan, S.KPM, MBA selaku Founder dan CEO dari Fatih Indonesia.

Webinar grand opening PRESENT 2021 mengusung tema “Ekonomi Kreatif sebagai Wadah Karya Generasi Pemuda Muslim”. Selaku pemateri dari bidang akademisi, Bapak Bazari Azhar Azizi memaparkan bahasan mengenai kebijakan ekonomi dan keuangan Syariah serta industri kreatif di Indonesia. Perkembangan ekonomi Syariah serta industri halal global dengan cakupan sektor makanan halal, modest fashion, media & kreasi, moslem friendly travel, serta farmasi dan kosmetik memacu pemerintah untuk menentukan kebijakan ekonomi melalui penguatan kegiatan usaha Syariah. Hal ini juga didukung dengan hadirnya industri kreatif  yang ditopang oleh keuangan Syariah seperti perbankan Syariah, multifinance Syariah, dan pasar modal Syariah. Selain itu, selaku praktisi bisnis, Bapak Fahmi Hendrawan membagikan sedikit kisah perjalanan beliau dalam membangun Fatih Indonesia. Faith Indonesia merupakan sebuah bisnis yang bergerak di bidang fashion muslim dengan mengkreasikan motif batik sebagai motif utamanya. Bisnis ini juga memberikan pengaruh terhadap sosial seperti menggunakan batik lokal dari Garut, merekrut beberapa anak yatim piatu sebagai pegawai, serta membuka workshop production yang mempekerjakan lebih dari 6 orang di Garut. Beliau juga membagikan tips menjadi seorang entrepereneur, seperti atur tujuan bisnis, fokus terhadap apa yang ingin dikembangkan, serta pertimbangkan segala resiko. Oleh karena itu, perjalanan bisnis yang Bapak Fahmi Hendrawan sampaikan dapat mendorong para pemuda dalam mendukung ekonomi kreatif melalui peran sebagai entrepreneur.

Pelaksanaan lomba baik itu olimpiade maupun esai diadakan dari tanggal 7 Juni 2021 sebagai pendaftaran awal hingga tanggal 19 Juni sebagai penutupan pendaftaran. Sebanyak 18 tim dari seluruh SMA di Indonesia mendaftar sebagai peserta olimpiade yang kemudian melalui proses seleksi dan hanya 10 tim yang lolos ke semifinal. Sedangkan untuk lomba esai, sebanyak 14 peserta mengirimkan karyanya namun hanya 6 peserta yang masuk ke babak final. Setelah melalui tahap semifinal, hanya 5 tim olimpiade yang terpilih menuju babak final dan dari masing-masing kategori lomba akan dipilih 3 pemenang yang diumumkan pada acara Webinar sekaligus Grand Closing PRESENT 2021

 

 

Pada akhir kegiatan atau webinar Nasional sekaligus Grand Closing yang bertemakan “Kontribusi Pemuda dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Syariah dan Pariwisata Halal Indonesia” dihadiri oleh lebih dari 200 orang partisipan dengan dua narasumber. Narasumber pertama yaitu Bapak Dr. Indra, M. Si, seorang akademisi yang juga merupakan Direktur Pusat Studi Halal IAI Tazkia menyampaikan sejak satu dekade terakhir, Indonesia telah memasuki era bonus demografi, dimana kondisi ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga 1-2 dekade ke depan. Bonus demografi berperan penting dan strategis dalam percepatan pembangunan Nasional dengan catatan perlu diimbangi peningkatan kualitas SDM yang memadai. Oleh karena itu, menjadikan bonus demografi benar-benar memiliki peran nyata untuk pembangunan Nasioanal adalah tantangan untuk kita sebagai pemuda. Pemuda memiliki peluang besar dalam proses pembangunan ekonomi nasional, melalui ekonomi/industri kreatif. Dengan adanya kekuatan (strength) yang dimiliki oleh para pemuda menjadikan terbukanya peluang (opportunity) yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru. Dalam upaya mewujudkan seluruh potensi tersebut, pemuda tentunya harus mampu berpikir kreatif serta mampu merefleksikannya dan merealisasikan kreativitasnya dalam pengembangan usaha-usaha (bisnis) baru terutama disektor ekonomi kreatif. Sementara narasumber kedua, yakni Bapak Taufan Rahmadi, seorang praktisi dan konseptor strategi kreatif yang juga dikenal sebagai penulis buku Protokol Destinasi ini mengemukakan bahwa Halal tourism adalah berbicara tentang melayani, halal tourism adalah berbicara tentang lifestyle, Keislaman dalam pariwisata adalah bagaimana memberikan yang terbaik bagi tamunya, memuliakan yang datang, tanpa harus menggadaikan agama kita. Beliau adalah salah satu contoh pemuda yang luar biasa. Berkat tangan dingin dan tangan kreatifnya di dalam mengkonsepkan pariwisata di NTB, Lombok meraih penghargaan prestisius dunia, World Best Halal Tourism Destination yang sekaligus membawa pariwisata lombok mendunia melesat menjadi destinasi pariwisata andalan Indonesia.

Penyusun Press Release,

 

Nisrina Zalfa Salsabil

Siti Khofifah

Anggota KSEI Progres serta Panitia PRESENT 2021

melvinaProgres Sharia Economics Event 2021 : Wadah Pemuda Muslim Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif
read more

Program Internasional Institut Tazkia lakukan inisiasi kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Afghanistan untuk Indonesia

No comments

Oleh : Ria Marsella, S.H

JAKARTA – Dalam rangka mencapai visi World Class University dengan menghadirkan mahasiswa yang berasal dari mancanegara, IAI Tazkia melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia di Jakarta pada Rabu, 9 Juni 2021/28 Syawal 1442H. Pihak IAI Tazkia diwakili oleh Rektor, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, Direktur Internasional Program, Anita Priantina, M.Ec, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah, Dr. Achmad Firdaus, M.Si, Kepala Bagian Humas, Melvina Syahnum Lubis, M.E.Sy dan tim. Kunjungan ini disambut langsung oleh Duta Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia H.E Faizullah Zaki dan segenap jajaran.

Pertemuan ini merupakan silaturahmi dan penjajakan kerjasama perguruan tinggi antara kedua belah pihak, khususnya dibidang pertukaran pelajar antara mahasiswa dari Tazkia dan mahasiswa dari Afghanistan. “Kami sangat mendukung IAI Tazkia menerima banyak mahasiswa dari Afghanistan untuk studi di kampus IAI Tazkia”, tukas Dubes Afghanistan. Senada dengan Dubes Afghanistan, Rektor IAI Tazkia mengatakan “Tazkia sudah siap untuk menerima mahasiswa Afghanistan untuk melanjutkan studi di IAI Tazkia pada tahun ajaran 2021/2022, Agustus mendatang”

IAI Tazkia juga menawarkan program beasiswa bagi mahasiswa Afghanistan untuk melanjutkan studi di kampus Tazkia. Inisiasi kerjasama lainnya yang usulkan, yakni penelitian industri halal di Afghanistan yang nantinya akan dilakukan oleh mahasiswa dan dosen IAI Tazkia. Hal ini disambut dengan baik oleh Pihak Kedutaan Afghanistan. Dubes Afghanistan menjelaskan bahwa industri halal di Afghanistan tumbuh dengan baik dalam 20 tahun terakhir dan siap menjadi bagian dari industri halal dunia.

Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan antara dua belah pihak. Pertemuan sebelumnya dilakukan oleh Kedubes Afghanistan yang hadir ke kampus IAI Tazkia pada tanggal 3 Juni 2021/22 Syawal 1442 H. Hasil dari pertemuan hari ini akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani antara para pihak. (Anwar)

Miftahul AnwarProgram Internasional Institut Tazkia lakukan inisiasi kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Afghanistan untuk Indonesia
read more

Institut Tazkia Melatih Para Karyawan untuk Sertifikasi Halal

No comments

Bogor, 30 Mei 2021

“Institut Tazkia – Kampus Halal, Kampus Syariah, Allahu Akbar”, begitulah gema suara para karyawan yang mengikuti pelatihan sertifikasi halal pada hari Sabtu. 29 Mei 2021 yang dilaksanakan di kampus matrikulasi Dramaga Institut Agama Islam Tazkia. Pelatihan tersebut diberikan untuk mensosialisasikan halal para karyawan dapur kampus matrikulasi Institut Agama Islam Tazkia. Dihadiri oleh direktur Pusat Studi Halal Tazkia, Dr. Indra, M.Si. serta Bapak H. Syaripudin, direktur Andalusia Islamic Center Sentul City yang merupakan penyelia halal resmi tersertifikasi oleh LSP-MUI. Dan diikuti oleh tiga orang staf kantor matrikulasi, lima belas juru masak matrikulasi, dan vendor pengadaan bahan untuk produksi dapur matrikulasi Institut Agama Islam Tazkia.

Acara tersebut berlangsung selama enam jam, dari pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB di aula Ibnu Khaldun, Institut Agama Islam Tazkia.Para karyawan dibekali pengetahuan tentang sertifikasi halal. Mulai dari pengenalan tentang halal, standar halal untuk dapur, sistem jaminan halal, hingga pemantauan dan evaluasi langsung kondisi dapur matrikulasi Institut Agama Islam Tazkia. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai prasyarat pendaftaran sertifikasi halal ke BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia.

Selama acara berlangsung, antuasiasme para karyawan sangat tinggi. Sehingga banyak pertanyaan teknis mengenai standar halal di dapur yang ditanyakan oleh para karyawan utamanya juru masak dan staf penanggungjawab dapur. Materi yang disampaikan oleh para pembicara dibawa dengan penyampaian yang santai namun tepat. Sehingga para peserta pelatihan tidak merasa bosan dengan materi yang disampaikan. Materi yang disampaikan terdiri dari sepuluh modul dasar halal yang disingkat menjadi tiga sesi pelatihan, yaitu;
1. Pengenalan Sertifikasi Halal dan Urgensinya yang disampaikan oleh Staf Pusat Studi Halal Tazkia, M. Yusuf Ibrahim, S.E.
2. Regulasi dan Ketentuan Sertifikasi Halal di Indonesia yang disampaikan oleh Direktur Pusat Studi Halal Tazkia, Dr. Indra, M.Si.
3. Penerapan Sistem Jaminan Halal yang dijelaskan oleh Direktur Andalusia Islamic Center Sentul City, H. Syaripudin, S.E.

Setelah pemaparan materi selama kurang lebih empat jam, acara dilanjutkan dengan sidak dapur dan diskusi dengan para karyawan perihal pengembangan infrastruktur dapur, vendor halal, hingga menu guna persiapan menjelang pengajuan sertifikasi halal dan audit eksternal. Acara tersebut ditutup dengan sesi dokumentasi dan doa bersama.

Penyusun Press Release,
Muhammad Yusuf Ibrahim
Staf Pusat Studi Halal Tazkia
@halalcenter_tazkia
hsc.tazkia@gmail.com
(+62)888-9049-997

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Melatih Para Karyawan untuk Sertifikasi Halal
read more

Tazkia lakukan inisiasi Kerjasama dengan Bank Riau Kepri

No comments

Oleh : Ria Marsella & Miftahul Anwar

PEKANBARU – Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc melakukan kunjungan ke Bank Riau Kepri pada Jumat, 28 Mei 2021/16 Syawwal 1442 H. Kunjungan tersebut disambut oleh Direktur Operasional Bank Riau Kepri, Said Syamsuri.

Tujuan Pihak Tazkia melakukan kunjungan adalah untuk inisiasi kerjasama dibidang SDM, penelitian dan pengabdian masyarakat, sinergi kerjasama ini disambut baik oleh Pihak Bank Riau Kepri.

Rektor IAI Tazkia menawarkan program peningkatan kualitas SDM melalui training, sertifikasi dan pendidikan program Hafizpreneur. Lulusan program hafizpreneur diharapkan menjadi bankir di bank syariah termasuk di Bank Riau Kepri.

Rektor Tazkia menjelaskan “Kita perlu memiliki Bankir yang Hafiz Al-Quran dan berakhlak kharimah, agar dapat berlaku jujur dan profesional dan Tazkia siap mencetak SDM unggul hafiz Al-Qur’an tersebut. Karena pada saat ini banyaknya kasus fraud yang menimpa para bankir, yang salah satunya disebabkan oleh degradasi akhlak”.

Selain itu, Tazkia menawarkan tim khusus yang akan membantu Bank Riau Kepri mengkonversikan diri dari Bank Konvensional ke Bank Syariah sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Riau. Tawaran ini diterima dengan baik dan akan langsung dikoordinasikan oleh Pihak Bank Riau Kepri, mengingat Tazkia sebelumnya telah memiliki pengalaman mengkonversi beberapa bank, seperti Bank Syariah Mandiri (kini menjadi Bank Syariah Indonesia) dan yang terbaru adalah konversi Bank NTB Syariah.

Program inisiasi kerjasama terakhir adalah dibidang industri halal, UMKM halal dan sertifikasi halal. Tazkia siap memberikan training dan sertifikasi penyelia halal, serta membantu UMKM di Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan sertifikat halal. Gayung pun bersambut, inisiasi ini disambut dengan baik, Said Syamsuri mengatakan “Bank Riau Kepri memiliki program UMKM Award, yakni penghargaan bagi UMKM binaan Bank Riau Kepri. Tazkia dapat membantu dalam mendampingi UMKM binaan tersebut”. Beliau menambahkan, program Tazkia sejalan dengan program Gubernur Riau yang ingin menjadikan Riau sebagai daerah wisata halal.

Sebelumnya, Tazkia telah bekerjasama dengan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kepri Riau. Hasil inisiasi ini akan dituangkan di dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani oleh Pihak Tazkia dan Bank Riau Kepri.

Miftahul AnwarTazkia lakukan inisiasi Kerjasama dengan Bank Riau Kepri
read more

Rektor IAI Tazkia Bogor Kunjungi Pemkab dan BAZNAS Siak

No comments

SIAK, Oketimes.com – Rektor IAI Tazkia Bogor Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. dan rombongan melakukan kunjungan ke Baznas Kabupaten Siak. Kunjungan Rektor IAI Tazkia ini disambut baik oleh Bupati Siak H Alfedri M.Si, yang didampingi Kadis Pendidikan H Lukman M.Pd, dan Komisioner Baznas Siak, Kamis (27/05/21).

Tujuan kunjungan IAI Tazkia Bogor ke Siak adalah untuk mempererat hubungan silaturrahmi dengan Pemkab Siak khususnya Baznas Kab Siak sekaligus melakukan penjajakan kerjasama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Disamping itu juga pihak Tazkia juga memberikan sosialisasi dan pelatihan Halal bagi UMKM yang ada di Siak khususnya dalam pengembangan industri halal di Indonesia dan kabupaten Siak dengan tujuan agar para UMKM yang ada di Siak mendapat sertifikasi halal.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor IAI Tazkia menyampaikan informasi mengenai kondisi di IAI Tazkia baik yang berkaitan dengan pengembangan program studi baru, tata kelola perguruan tinggi dan International Program sebagai sharing kepada Pemkab dan Baznas.

Selain itu Rektor IAI Tazkia Bogor juga menyampaikan harapan agar kerjasama yang sudah beberapa tahun berjalan dapat membantu pengembangan IAI Tazkia Bogor dan Pemkab Siak sendiri.

Terpisah, Ketua Baznas Siak H Abdul Rasyid menyampaikan bahwa Pemkab Siak dan Baznas Siak telah menjalin kerjasama dengan pihak Tazkia Bogor sejak 3 tahun terakhir, khususnya yang berkenaan dengan pengiriman anak-anak Siak untuk belajar di Tazkia.

Tahun ajaran 2019/2020 pemkab Siak melalui dinas Pendidikan dan Baznas telah membelajarkan anak Siak sebanyak 100 orang, 84 orang dari Dinas Pendidikan Siak, 14 dari Baznas Kabupaten Siak dan 2 orang dari Permodalan Siak.

“Bantuan biaya pendidikan perkuliahan dari Baznas Kabupaten Siak ini khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu yang kita biaya full sampai menamatkan pendidikan di Tazkia Bogor,” katanya.

“Ke depan kita berharap kepada para peserta didik yang kita biayai dapat mengabdi di kabupaten Siak setelah selesai studynya nanti,” tutup Rasyid. (www.oketimes.com)

Miftahul AnwarRektor IAI Tazkia Bogor Kunjungi Pemkab dan BAZNAS Siak
read more

Institut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau

No comments

Demi mewujudkan visi “Menghalalkan Indonesia”, Pusat Studi Halal LPPM Tazkia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak melaksanakan pelatihan sertifikasi halal kepada seratus UMKM yang memiliki beragam jenis usaha. Mulai dari restoran, katering, cemilan khas Riau, kue-kue, bahkan depot air. Acara tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 27 Mei 2021 di Balairung Datuk Empat Suku, Perumahan Komplek Abdi Praja, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Acara tersebut berlangsung secara meriah dan penuh antusias selama lima jam, mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Siak, Drs. H. Alfedri, M.Si. untuk memberikan sambutan pada acara tersebut, H. Luqman S.Sos, M.Pd selaku kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Siak, serta kepala dinas lainnya, baik dari dinas kesehatan, dinas koperasi dan umkm, kepala kantor kementerian agama Republik Indonesia, kepada bagian adm kesejahteraan masyarakat, hingga kepala Baznaz Kabupaten Siak. Dilengkapi oleh pemateri ahli, Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP yang telah tersertifikasi resmi oleh LSP-MUI sebagai penyelia halal serta perwakilan dari Pusat Studi Halal Tazkia, M. Yusuf Ibrahim, S.E.

Output dari acara tersebut adalah pengetahuan singkat para umkm mengenai sertifikasi halal, urgensinya, proses, dan sistem jaminan halal. Pelatihan yang singkat itu menyebabkan para UMKM semakin berminat untuk melakukan sertifikasi halal serta meminta pelatihan tambahan. Namun karena agenda tersebut berlangsung cukup singkat, maka materi yang disampaikan hanya sebagai pengenalan awal mengenai sertifikasi halal. Selain penyampaian materi mengenai sertifikasi halal, para pemateri pun memberikan simulasi pelatihan mengenai cara membuat nomor induk berusaha (NIB), nomor pokok wajib pajak (NPWP) pribadi, dan tata cara membuat akun SiHalal untuk pengajuan halal. Hal tersebut merupakan prasyarat wajib yang harus diketahui oleh para UMKM dalam mengajukan sertifikasi halal.

Testimoni dari para peserta pelatihan yang terdiri dari para pemilik UMKM di sekitar Siak, bahwa mereka merasa pelatihan ini masih belum cukup. Bahkan meminta adalah pelatihan tambahan secara menyeluruh dan bukan hanya pengenalan. Meskipun harus dilaksanakan selama tujuh atau sepuluh hari berturut-turut. Bahkan beberapa diantara mereka meminta untuk segera ada pendampingan khusus untuk sertifikasi halal bagi mereka dari Pusat Studi Halal Tazkia. Hal ini menunjukkan tingkat antusiasme para peserta yang cukup tinggi. Sebagai bentuk lanjutan dari pelatihan tersebut, pihak dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Siak membuat forum diskusi online via Whatsapp yang melibatkan Pusat Studi Halal Tazkia dan para UMKM yang telah menerima pelatihan awal tersebut.

Penyusun Press Release,

Muhammad Yusuf Ibrahim

Staf Pusat Studi Halal Tazkia

@halalcenter_tazkia

hsc.tazkia@gmail.com

(+62)888-9049-997

Miftahul AnwarInstitut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau
read more

Rektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga

No comments

KBRN, Bogor :  Forum nasional FoSSEI menggelar talkshow selama dua jam mengenai Financial Planning dan Literasi Keuangan Syariah.

Acara tersebut mengundang pembicara utama, Murniati Mukhlisin yang merupakan Rektor Institut Agama Islam Tazkia sekaligus Pendiri Sakinah Finance.

Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) merupakan forum mahasiswa – mahasiswi yang belajar Ekonomi Islam di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program studi tidak terbatas pada bidang ekonomi saja tapi siapapun yang berminat untuk aktif dalam kegitan Ekonomi Islam yang diadakan baik di dalam maupun di luar kampus.

Di level kampus, FoSSEI disebut sebagai Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). Hingga akhir tahun 2017, telah ada lebih dari 160 KSEI yang tergabung dalam organisasi FoSSEI, baik KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri umum, KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri Islam maupun KSEI yang berada di perguruan tinggi swasta.

Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan ciri khas mahasiswa-mahasiswi yang aktif di KSEI adalah teguh menjalankan syariat, aktif mengadakan acara seputar Ekonomi Islam, berprestasi dalam perkuliahan serta banyak berpartisipasi dalam perlombaan Ekonomi Islam baik di level nasional dan internasional.

Talkshow yang didakan berkenaan dengan pentingnya pengaturan keuangan sejak dini dan bagaimana syariah dapat memberikan solusi kepada masalah ekonomi di level individu dan keluarga. “Bagi mahasiswa hal ini sangat penting karena mereka akan segera memasuki tahap pernikahan dan pengembangan karir” ujar Murniati, Senin (23/5/2021),

Murniati menghimbau para mahasiswa – mahasiswi FoSSEI untuk aktif menyampaikan pesan – pesan pengaturan keuangan berbasis syariah di semua komunitas karena literasi dalam bidang ini masih sangat terbatas. Hingga saat ini menurut Murniati, Sakinah Finance telah menggelar hampir 200 acara dan diikuti oleh 25000 peserta di 20 negara, dalam kurun waktu 8 tahun. Puncaknya adalah di masa pandemi tahun 2020 ketika masyarakat menyadari kesulitan ekonomi dampak pandemi.

Tidak dipungkiri permasalahan keluarga saat ini hampir 70 persen dipenuhi dengan masalah ekonomi dan keuangan yang banyak berakhir dengan perceraian. “Perceraian boleh namun dibenci agama, alasan perceraian harus syar’i, talak cerai seharusnya tidak mudah dilafazkan apalagi kalau hanya sebatas cekcok ekonomi rumah tangga.” Ungkapnya.

Saat ini sering terjadi karena tidak terciptanya manajemen ekonomi rumah tangga yang baik, seperti sumber pendapatan suami dan istri bukan berasal dari yang halal dan baik, tidak adanya transparansi, dan mengelolanya tidak dengan nilai-nilai agama. (www.rri.co.id)

Miftahul AnwarRektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga
read more

Ekonomi Islam di Indonesia

No comments

INDONESIA  merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yaitu 87,2 % dari total penduduk di Indonesia. Dengan hal ini, tidak asing lagi bagi Indonesia terhadap ekonomi Islam. Dari segi perkembangannya, ekonomi Islam di Indonesia masih jauh di bawah ekonomi konvensional. Akan tetapi, umat Islam terus berusaha dalam mengembangkan ekonomi Islam, khususnya di Indonesia.

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai ekonomi Islam, terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari berdirinya ekonomi Islam. Ekonomi dalam Islam, bersumber dari Alquran dan sunnah rasulullah. Hal ini tentu berbeda dengan ekonomi konvensional yang memiliki prinsip untuk memaksimalkan profit, sedangkan ekonomi Islam lebih mementingkan mashlahah. Dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992, praktik ekonomi Islam di Indonesia terus bertumbuh pesat. Tidak hanya di sektor perbankan, ekonomi Islam juga berkembang di berbagai sektor yang salah satunya pada asuransi syariah seperti PT Asuransi Takaful, PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, dan lain sebagainya. Selain itu, ekonomi Islam juga berkembang di sektor Pasar Modal Syariah, Pegadaian Syariah, Obligasi Syariah, Reksadana Syariah, dan lain sebagainya.

Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu faktornya yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang ekonomi Islam, hal ini sangat berpengaruh karena ekonomi konvensional dinilai memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan ekonomi Islam. Pada dasarnya, keuntungan yang diperoleh dalam ekonomi Islam sebenarnya sama saja dengan ekonomi konvensional. Hanya saja, dalam ekonomi Islam tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh Allah Swt, contohnya seperti riba. Dalam ekonomi Islam lebih mementingkan terhadap akad-akad ketika melakukan transaksinya. Meskipun sudah mengetahui ekonomi Islam secara mendalam, para nasabah banyak yang enggan berpindah ke bank syariah dengan alasan hilangnya penghasilan tetap dari bunga karena sistem bagi hasil dinilai kurang menguntungkan. Dan juga kurangnya minat masyarakat dalam memahami ilmu ekonomi Islam karena sudah terlalu nyaman dengan apa yang telah diberikan oleh ekonomi konvensional.

Permodalan juga menjadi salah satu permasalahan yang serius dalam mendirikan suatu usaha. Sebagai contoh, setiap rencana untuk mendirikan bank syariah sering tidak terwujud karena tidak adanya modal. Hal ini tidak terlepas dari kaitan dengan pihak pemilik dana. Para pemilik dana belum mempunyai keyakinan yang kuat akan keberhasilan bank syariah tersebut dan takut bahwa dana tersebut akan hilang. Ekonomi Islam juga mengalami hambatan di bidang SDM. Untuk bersaing dengan ekonomi konvensional, ekonomi Islam harus memiliki SDM yang tidak kalah dengan ekonomi konvensional.

Banyak dari SDM ekonomi syariah yang tidak benar-benar memahami ekonomi syariah karena banyaknya praktisi-praktisi ekonomi konvensional yang langsung berpindah ke ekonomi syariah, sehingga menyebabkan lemahnya pemahaman terhadap ekonomi syariah. Peran perguruan tinggi sangat penting untuk keseragaman standar ekonomi Islam. Saat ini, masih sangat terbatas perguruan tinggi yang menyediakan Jurusan Ekonomi Islam. Diperlukan SDM yang memahami dua bidang, yaitu ekonomi keuangan konvensional dan ilmu syariah. Sering dijumpai SDM yang mempelajari ekonomi Islam hanya unggul di satu bidang. Unggul pada ilmu syariah, tetapi tidak memahami ilmu ekonomi keuangan. Begitu pun sebaliknya, unggul pada ilmu ekonomi keuangan, tetapi tidak memahami ilmu syariah. Sangat sulit bagi masyarakat di pedesaan untuk mengakses bank syariah, serta sulit ditemukan ATM bank syariah di beberapa daerah. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih bank konvensional karena mudah diakses dan ada di mana saja. Memperluas jaringan kantor dan meningkatkan pelayanan akan menjadi salah satu solusi untuk membumikan ekonomi Islam pada sektor perbankan. Berbagai tantangan inilah diharapkan bisa menjadi motivasi untuk tetap memperluas ekonomi islam di Indonesia. Perlu sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat luas untuk menanamkan paham ekonomi islam. Dalam mewujudkan pemahaman yang lebih terhadap ekonomi syariah kepada masyarakat, perlu adanya iven-iven berbasis syariah yang bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat. Selain itu, diperlukan adanya tenaga pendidik sehingga bisa menciptakan SDM yang kuat pondasinya dalam memahami ekonomi Islam. Serta dibutuhkan pengelola yang benar-benar memahami prinsip-prinsip syariah dalam praktiknya dan harus mempunyai komitmen dalam penerapannya secara konsisten. Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan untuk membuat fatwa yang menjadi standar dalam menjalankan sistem ekonomi Islam.

Terdapat 138 fatwa DSN-MUI tentang ekonomi Islam yang menjadi bimbingan bagi umat.  Tetapi fatwa-fatwa ini sangat bergantung pada ekonomi klasik karena memadukan transaksi modern dengan akad-akad, sehingga fatwa hanya sebagai alat untuk membenarkan transaksi konvensional. Perlu adanya penelitian tentang perkembangan ekonomi Islam untuk menemukan kendala yang dihadapi umat Islam dalam membumikan ekonomi Islam di Indonesia, sehingga bisa menemukan solusi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Baiknya para peneliti melibatkan pakar ushul fikih dalam penelitiannya, karena ilmu ushul fikih sangat penting dalam ilmu-ilmu syariah. Melalui ilmu inilah kita dapat mengetahui maksud dalil baik dari Alquran maupun hadis, karena ilmu ushul fikih menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui hukum syariah. Pengawasan pada bank syariah sangat diperlukan agar pada praktiknya tidak hanya sebagai formalitas, tetapi benar-benar mengikuti prinsip dan sistem ekonomi Islam. Apalagi pada bank konvensional yang membuka cabang bank syariah, tidak menutup kemungkinan bahwa sistemnya juga menganut ekonomi konvensional. Bank syariah yang tidak patuh dan luput dari pengawasan akan merusak kepercayaan masyarakat pada bank syariah. Bukan hanya pengawasan, pembinaan terhadap pegawai bank syariah juga diperlukan. Sehingga ekonomi Islam hadir bukan untuk kesengsaraan umat, melainkan kesejahteraan umat.***

Nurul Azizah Surury adalah mahasiswi asal Kabupaten Siak yang kini sedang kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah  IAI Tazkia, Bogor, Jawa Barat.

Sumber: www.riaupos.jawapos.com > Opini – Ekonomi Islam di Indonesia – Nurul Azizah Surury

Link:
https://riaupos.jawapos.com/6023/opini/04/05/2021/ekonomi-islam-di-indonesia.html

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Rizqi ZakiyaEkonomi Islam di Indonesia
read more