Syiar Ekonomi Islam

Apakah Anda Tahu Peran Perbankan Islam bagi Pembangunan Masyarkat?

No comments

Alhamdulillah, setelah sesi panel 1 di hari ke-2 sukses diselenggarakan, rangkaian kegiatan 8th AICIF pada hari Rabu, 25 November 2020 M/10 Rabiul Akhir 1442 H dilanjutkan dengan sesi panel ke dua. Terdapat dua sub-tema di sesi panel ke dua ini. Sub-tema pertama iala “The Role Of Islamic Banking In Community Development” dan yang kedua ialah “Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals “  Panel ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan ditayangkan secara live YouTube Tazkia TV. Panel ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.30 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan ditayangkan secara live YouTube Tazkia TV.

 

Mr. Romy Buchari

PT Maybank Indonesia, tbk

The Role Of Islamic Banking In Community Development: Highlight from Maybank Indonesia

 

Sesi panel 2 dimoderatori oleh Widya Puspita Sari, mahasiswi Institut Tazkia.  Adapun Pembicara pertama pada subtema “The Role Of Islamic Banking In Community Development” adalah Bapak Romy Buchari, perwakilan dari PT Maybank Indonesia, tbk. Pada presentasinya, beliau menjelaskan terkait peran perbankan Islam untuk kemajuan masyarakat dari perspektif Maybank Indonesia. Menurutnya, perkembangan Indonesia dalam konteks aset perbankan semakin berkembang dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2014, Maybank Syariah mulai mengadopsi Sharia First yang mengacu pada strategi kunci yang mengandung nilai-nilai syariah kepatuhan terhadap komersialitas layanannya. Menurutnya, inilah yang menjadi preferensi konsumen mayoritas Indonesia. Maybank Syariah menyediakan produk yang tersedia dan masuk akal bagi pelanggan dan masih dapat diterima (syariah). Strategi kunci ini membutuhkan dukungan dari semua tingkatan bank. Selain itu, beliau menyatakan strategi utama lain yang membantu Maybank Indonesia menjadi ukuran substansial yang cukup besar adalah mereka tidak bergantung pada siklus perbankan ritel. Maybank Syariah juga mengembangkan perbankan komersial, korporasi, dan grosir (perbankan global dan bisnis).

Dalam presentasinya, ia mengatakan Maybank Syariah benar-benar berusaha untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar dan berusaha untuk terlibat dengan berbagai komunitas agar dapat membantu & memberikan nilai positif. Strategi inovasi berbasis komunitas ini bertujuan untuk menjangkau pelanggan atau komunitas melalui smartphone. Karena Maybank  tidak menyediakan ribuan cabang di seluruh Indonesia, ini bisa menjadi cara efektif bagi mayoritas masyarakat yang mayoritas memiliki smartphone. Maybank Syariah bekerjasama dengan banyak komunitas di Indonesia yang juga memiliki platform online seperti komunitas modest fashion dan komunitas sepeda. Maybank Syariah juga melihat sisi komersialitas (manfaat ekonomi aktual) produk-produk dengan nilai syariah yang bisa ditawarkan kepada pelanggannya. Misalnya: Maybank Syariah menyediakan fitur asuransi takaful gratis dari rekening tabungan nasabah. Untuk meningkatkan produktivitas, Maybank Syariah membangun kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terpercaya dan bereputasi serta kolaborasi strategis dalam proyek pemerintah untuk mendukung SDGs.

Menurutnya, sifat pasar di Indonesia yang tertarik pada aspek syariah namun tetap memperhatikan pada komersialitas produk. Untuk menyikapi hal tersebut, Maybank Indonesia bekerja memenuhi permintaan masyarakat, misalnya: membuat produk lebih menarik. Menurutnya, dia berharap pemerintah memberikan perhatian pada pembangunan. Misalnya, saat ia berargumen, “Mengapa tidak meminta sivitas akademika untuk memiliki rekening bank syariah? Itu bisa dimulai oleh kementerian agama. Ini adalah kemenangan cepat yang dengan mudah dapat meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia ” sahutnya.

Ia menyatakan bahwa ekonomi Islam adalah sebuah perjalanan, meskipun tidak sempurna jika dibandingkan dengan perbankan konvensional. Dalam konteks Perbankan Syariah, ia berharap pangsa pasar Perbankan Syariah bisa naik lebih dari 6%.

 

Dr. Ken Sudarti M.Si,

Universitas Islam Sultan Agung sebagai

Strategi Pembangunan Manusia dalam Emerging Economies Islamic Vanguard Spirit (IVS)

 

Pembicara kedua pada tema “The Role Of Islamic Banking In Community Development” adalah Dr. Ken Sudarti M.Si, dari Universitas Islam Sultan Agung.  Pada sesi ini, beliau menyampaikan terkait bidang yang sedang ia teliti dan tekuni yakni Islamic Vaniguard Spirit. Menurutnya, Islamic Vanguard Spirit (IVS) adalah semangat individu untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik, memperbaiki diri terus menerus, juga meminta dan membantu yang lain bersedia dan melakukan aktivitas kerja terbaik. Ada tiga macam keunikan dari kebaruan ini: 1. hubungan ganda (HabluminAllah dan Habluminannas), 2. dimensi ganda tepat waktu (di dunia dan akhirat), dan 3. Pemberdayaan ganda (self-empowering dan empowering others).

 

Terdapat empat dimensi IVS; Excellence Achievement Spirit (EAS), Long-Life Learning Spirit (3LS), Voluntary Asking Spirit (VAS), dan Voluntary Helping Spirit (VHS). Setiap dimensi memiliki beberapa indikator. Pertama, indikator EAS yaitu: melakukan yang terbaik berdasarkan ibadah, optimalisasi sumber daya, kemitraan yang adil, dan profesionalisme. Kedua, indikator 3LS, yaitu: perbaikan berkelanjutan, pembelajaran dari pengalaman masa lalu, pembelajaran observasional, dan lebih baik tanpa menghilangkan orang lain. Ketiga, indikator VAS yaitu: intensitas dakwah, komunikasi dakwah, kepribadian dakwah. Keempat, indikator VHS yaitu: semangat membantu sesama, inisiatif membantu secara spontan, inisiatif membantu tanpa mengharapkan balasan dan inisiatif membantu peran ekstra. Ini adalah strategi pembangunan manusia yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai kemanusiaan lembaga keuangan Islam.

Beliau menyimpulkan beberapa poin. Pertumbuhan lembaga keuangan Islam bergantung pada manusia, oleh karena itu manusia harus memiliki jiwa khilafah (penerus) yang baik. Selain itu, melalui pemberdayaan ganda (self-empowering and empowering others), setiap individu mampu memotivasi dirinya sendiri untuk mencapai hasil terbaik, sekaligus memberdayakan rekan kerja. Beliau juga mengemukakan bahwa untuk mewujudkan IVS, pelatihan dan pendampingan yang meliputi pemahaman nilai dan konsep dasar ekonomi Islam perlu terus dilakukan peningkatan kapasitas dan kualitas hasil.

 

Dr. Yurizal Djamaluddin Sanergo, M.Ec

Universitas Darusasalam Gontor (UNIDA)

Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals

 

Sesi panel ke-2 ini dilanjutkan dengan tema kedua, yaitu: “Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals”. Pembicara pertama pada tema ini ialah Dr. Yurizal Djamaluddin Sanergo, M.Ec, dari Universitas Darusasalam Gontor (UNIDA)

 

Di awal pemaparannya, beliau membuka topik terkait Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, latar belakang SDGs: terinspirasi dari konsep Triple Bottom Line (TBL) atau dalam istilah lain disebut 3P (profit, people and planet). Tujuan pembangunan baru ini menegaskan kembali komitmen internasional untuk mengakhiri kemiskinan. Ada empat pilar SDGs, yaitu: 1. Pembangunan Sosial, 2. Pembangunan Ekonomi, 3. Pembangunan Lingkungan, dan 4. Pembangunan Hukum dan Pemerintahan. SDGs akan mempengaruhi para praktisi untuk berkerja sama guna mencapai pembangunan berkelanjutan.

Sebelum SDGs, PBB memiliki Millenium Development Goals (MDGs). Beberapa agenda MDGs yang belum tercapai akan dilanjutkan dalam pelaksanaan pencapaian SDGs hingga tahun 2030. Beliau menyatakan ada beberapa perbaikan SDGs seperti: kerangka SDGs disusun menggunakan isu negara berkembang, perluasan sumber pendanaan, mengedepankan HAM dan inklusivitas, melibatkan semua pihak untuk berkontribusi, dan memiliki target untuk menyelesaikan semua tujuan (zero goal).

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa beberapa inisiatif atau regulasi di Indonesia telah dirumuskan SDGs dalam rangka mempromosikan SDGs. Namun sekali lagi, ia menegaskan bahwa semua inisiatif besar tidak bisa tercapai kecuali ada cara partisipatif atau inklusif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Berbicara tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM), ia menyatakan peran LKM penting untuk mendukung SDGs. Namun, beliau juga berpendapat bahwa karena LKM adalah pasar yang sepenuhnya berbasis, apa yang mereka lakukan hanyalah “membiayai kemiskinan” dan tidak ada hubungannya dengan mempromosikan pencapaian SDGs.

Masalah kemiskinan sangat terkait dengan inklusi sosial. Dan pendekatan yang dapat digunakan untuk mewujudkan inklusi sosial adalah melalui pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini mencakup perantara sosial dan perantara komersial. Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas dan kebutuhan sosial untuk mengatasi kemiskinan di antara anggota masyarakat marjinal. Metode ini harus diadopsi di beberapa LKM.

Ia menutup presentasinya dengan menyebutkan beberapa sambutan. Pertama, tujuan pemberdayaan masyarakat. Kedua, meningkatkan komitmen pemerintah untuk terlibat penuh dalam mewujudkan SDGs. Dan terakhir, diperlukannya pengembangan produk yang kreatif dan inovatif dalam kerangka “Paradigma Maslahah”.

 

Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail,

Universitas Sains Islam Malaysia

Islamic Micro Finance and Sustainable Development Goals

 

Sesi panel ke 2 diakhir dengan pembicar dari Universitas Sains Islam Malaysia, Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail. Ia mengawali presentasinya dengan topik yang sama yaitu Susutainabale Development Goals (SDGs). Menurutnya SDGs merupakan sebuah kerangka tujuan yang ambisius dan juga membutuhkan upaya yang mencakup semua pihak dan membutuhkan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan: pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Ini sangat penting bagi negara-negara berkembang yang jauh di belakang target.

Lebih lanjut, ia melanjutkan presentasinya tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Menurutnya, karakter LKMS yang bersifat sosial ekonomi dapat menciptakan upaya sinergis dalam pencapaian SDGs.

Dalam presentasinya, ia menampilkan data tentang pencapaian SDGs di negara-negara di dunia. Secara keseluruhan, hanya SDG no 1, 12, 13 yang telah tercapai. Sebagian besar negara muslim atau negara Organisation Kerjasama Islam (OKI) belum mencapai SDG no 1 (pengentasan kemiskinan). Ia berpendapat bahwa untuk mencapai dan menyukseskan SDGs, kita bisa mulai dengan menganalisis keselarasan rencana nasional (kebijakan moneter selaras dengan indikator SDG), termasuk peran LKMS.

Apa yang telah dilakukan LKMS? Menurutnya, LKMS telah membuktikan dampaknya terhadap pembangunan sosial-ekonomi, pemberdayaan perempuan, pengembangan sumber daya manusia dan modal sosial pedesaan, pengentasan kemiskinan, pengembangan pendidikan peminjam, pengembangan kewirausahaan dan UKM, kesehatan dan kesejahteraan, inovasi dan pengembangan produk baru, keberlanjutan finansial, dan keberlanjutan kelembagaan. Dampak tersebut sejalan dengan poin-poin dalam SDGs.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mengetahui pelaporan kegiatan LKMS. Hal ini bertujuan untuk menilai dampaknya terhadap SDGs dan juga sebagai kebijakan intervensi pembangunan sosial ekonomi melalui LKMS. Ia mencontohkan beberapa kegiatan  yang berdampak pada SDGs melalui pembiayaan dan shadaqah.

Terakhir, karena latar belakang SDGs adalah konsep 3P, ia mengkritisi bahwa pandangan dunia SDGs hanya berfokus pada People (Manusia) dan Planet saja tetapi tidak melihat konteks Pencipta (Manusia) dan Planet (Allah Ta’ala).

Rizqi ZakiyaApakah Anda Tahu Peran Perbankan Islam bagi Pembangunan Masyarkat?
read more

TAZKIA JALIN KERJASAMA DENGAN GLOBAL ZAKAT INDONESIA UNTUK TINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA MEMBAYAR ZAKAT

No comments

Rabu, 25 November 2020 Tazkia resmi Menjalin Kerjasama (Penandatanganan MoU Kerjasama) Dengan Global Zakat Indonesia Untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Pentingnya Membayar Zakat.

By : Anwar G

Miftahul AnwarTAZKIA JALIN KERJASAMA DENGAN GLOBAL ZAKAT INDONESIA UNTUK TINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA MEMBAYAR ZAKAT
read more

Inilah 4 Kelebihan Kampus Tazkia yang Tidak dimilki Kampus lain!!!

No comments

Ditemui di kediamannya pada hari minggu, 01 November 2020 dalam sesi wawancara bersama tim media Tazkia, Rifki Ismal yang merupakan pegawai Bank Indonesia dan juga Assistant Secretary General (ASG) – Islamic Financial Services Board (IFSB) Kuala Lumpur, Malaysia. mengatakan bahwa ada 4 kebelihan kampus Tazkia yang tidak dimiliki oleh kampus lainnya:

  • Pertama, Tazkia adalah kampus yang memiliki tenaga pengajar yang pakar di bidang ekonomi keuangan syariah, ada regulator, praktisi & pelaku bisnis dan juga ulama yang sangat ahli di bidang ekonomi keuangan syariah
  • Kedua, Tazkia adalah kampus yang memiliki program ekonomi dan keuangan syariah yang sangat komprehensif, mata kuliahnya sangat bermanfaat, sangat up to date dan sangat menunjang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia di masa sekarang dan juga di dunia ekonomi keuangan syariah global.
  • Ketiga, Tazkia Institute adalah kampus yang didirikan oleh icon ekonomi syariah Indonesia bahkan global, yaitu Doktor Syafii Antonio. Di Indonesia beliau sangat terkenal sebagai ahli di bidang ekonomi dan keuangan syariah di dunia beliau adalah anggota dari dewan Syariah Islamic Development Bank atau Bank Pembangunan Islam.
  • Terakhir, Tazkia Institute adalah kampus yang mendapatkan penghargaan GIFA Award satu penghargaan tertinggi di dunia di bidang ekonomi dan keuangan syariah sebagai kampus terbaik di dunia yang mengajarkan ekonomi dan keuangan syariah.
Pada akhir sesi wawanaca, Rifky Ismal juga mengajak seluruh masyarakat untuk mempelajari Ekonomi Islam lebih giat lagi dan bergabung bersama Program Magister Ekonomi Syariah Tazkia.
“Oleh karena itu mari rekan-rekan sekalian kita belajar ekonomi dan keuangan syariah di Tazkia Institut. Insya Allah anda akan mendapatkan ilmu pengetahuan, keberkahan dan manfaat dalam ilmu ekonomi dan keuangan syariah!.” Tutup Rifky Ismal.
> Simak Video Wawancara lengkapnya pada link dibawah ini:
By : Anwar G
Miftahul AnwarInilah 4 Kelebihan Kampus Tazkia yang Tidak dimilki Kampus lain!!!
read more

Tazkia adakan Sosialiasi UMKM Halal Dengan Tema “Mewujudkan UMKM Bersatu, Halal, Dan Profesional”

No comments

Minggu, 15 November 2020 / 29 Rabi’ul Awal 1442 H, Tazkia adakan Sosialiasi UMKM Halal Dengan Tema “Mewujudkan UMKM Bersatu, Halal, Dan Profesional”.

Acara dimulai pada pukul 08:00-12:00 dengan sambutan oleh Dr. Indra, M.Si selaku Direktur Pusat Studi halal Tazkia.

Kemudaian acara dilanjutkan dengan pemberian materi “URGENSI SERTIFIKASI HALAL BAGI UMKM” yang akan di bawakan oleh para mentor yang sebelumnya telah mendapaykan pelatihan dari tim Tazkia.

Para mentor terdiri dari beberapa perwkilan Tazkia Grup. Diantaranya :

  • Amril Aham ( Andalusia Islamic center )
  • Siti syarifah ( Andalusia Islamic Center)
  • Derry ( Institut Agama Islam Tazkia )
  • Usnaeni ( Institut Agama Islam Tazkia )
  • Jhonson Abdul hadi ( Institut Agama Islam Tazkia )
  • Usnaeni ( Institut Agama Islam Tazkia )
  • Juheri ( Fakultas Institut Agama Islam Tazkia )
  • Sahlan ( Fakultas Institut Agama Islam Tazkia )
  • Farhan ( Fakultas Institut Agama Islam Tazkia )
  • Gunawan ( Fakultas Institut Agama Islam Tazkia )

Dalam proses penyampaian materi para peserta dibagi kedalam beberapa kelompok disesuaikan dengan bisnisnya masing-masing, yang setiap kelompoknya akan dibina oleh 1 mentor.

Selanjutnya peserta UMKM dari sabang sampai maruke akan disaring menjadi 50 UMKM terpilih untuk mendapatkan pelatihan tahap berikutnya.

 

By : Anwar G

Miftahul AnwarTazkia adakan Sosialiasi UMKM Halal Dengan Tema “Mewujudkan UMKM Bersatu, Halal, Dan Profesional”
read more

Tazkia Friday Literacy “Ihya Ulumuddin” (Video)

No comments

LPPM Tazkia Mempersambahkan:

Friday Literacy “Ihya Ulumuddin” Bersama : Ust. Thuba Jazil, M.Sc., (Fin) ~ (Lecturer of Tazkia Islamic University College – Head of Management Business Sharia Study Program of Tazkia Islamic University College

Selamat Menyaksikan…Semoga Video ini bermanfaat…Jangan lupa like, comment & share video ini ya…
——————–
Join Group Info Kajian, Klik Link :
https://chat.whatsapp.com/BjHGcq4YCbwLCZcY6ighYd
————
* Info: Telah dibuka pendaftaran Mahasiswa Baru Program S1 Insitut Tazkia…For More Info:
https://spmb.tazkia.ac.id/
________
SUBSCRIBE:
https://www.youtube.com/channel/UCgYgEX95uEHoljswnmiDvYA

FOLLOW US ON SOCIAL MEDIA & WEBSITE
Official Website:

Home


Instagram: https://www.instagram.com/tazkiaofficial/
Facebook : https://www.facebook.com/institut.tazkia

Miftahul AnwarTazkia Friday Literacy “Ihya Ulumuddin” (Video)
read more

Institut Tazkia Kembali Dipercaya Pemprov Kalimantan Timur Untuk Mendidik Putra-Putri Terbaik Daerahnya

No comments

Bogor, Jum’at 02 September 2020, bertempat di Gedung Aula Kampus Utama, Institut Tazkia mengadakan acara pelepasan dan serah terima mahasiswa beasiswa utusan daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah tahun sebelumnya mendapat kepercayaan untuk mendidik putra/i terbaik daerah Kaltim, tahun ini Tazkia kembali mendapatkan kepercayaan untuk menerima angkatan kedua yang kelak akan menjadi ahli Ekonomi Syariah yang mampu membantu perkembangan sektor-sektor industri halal di Provinsi Kalimantan Timur.

Acara pelepasan dan serah terima ini langsung dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi dan Ketua Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas Iman Hidayat beserta jajaran staff nya.

Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Iman Hidayat kemudian Murniati Mukhlisin selaku rektor Institut Tazkia yang menekankan kepada seluruh mahasiswa/i penerima beasiswa untuk bersungguh-sungguh dan mengerahkan usaha yang maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran selama di Tazkia baik di dalam kelas maupun di luar kelas sebagai bentuk syukur atas beasiswa yang telah diberikan oleh Pemprov Kaltim.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa utusan daerah Kalimantan Timur agar bersungguh-sungguh dan mengerahkan usaha yang maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran selama di Tazkia baik di dalam kelas maupun di luar kelas sebagai bentuk syukur atas beasiswa yang telah diberikan oleh Pemprov Kaltim. Sehingga ketika nanti kalian lulus dan kembali ke daerah masing-masing, kalian mampu menjadi agen terdepan dalam dakwah Ekonomi Syariah dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya (Kalimantan Timur)” Tegas Murniati.

“Kampus Tazkia insya Allah akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mahasiswa baik dalam pendidikan keilmuan maupun pendidikan karakter (keislaman) agar seluruh mahasiswa dapat menjadi pribadi yang santun, tangguh dan siap berkontribusi dalam perkembangan Ekonomi Indonesia (terutama Provinsi Kaltim).” Lanjut Murniati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi. Beliau mengucap terima kasih banyak kepada Institut Tazkia yang sudah kembali berkenan menerima dan mendidik putra putri utusan daerah Kalimantan Timur. Hadi juga berjanji akan berusaha mengirimkan kembali 145 mahasiswa dari Kalimantan Timur ke Institut Tazkia pada tahun depan sebagai bentuk kepercayaan akan kualitas dan komitmen Tazkia dalam pendidikan dan penyiapan SDM dalam bidang ekonomi syariah.

“Saya berpesan kepada 55 putra/i terbaik daerah yang hadir disini, tentang 3 hal yang harus adik-adik pegang selama mengikuti perkuliahan di Tazkia, yaitu kerja keras, cinta, dan doa. Kerja keras yang dimaksud adalah kerja keras yang didasari rasa tulus, ikhlas, profesional dan memiliki cita-cita jauh kedepan. Kemudian, cinta yang mendeskripsikan bagaimana setiap mahasiswa/i dapat selalu mencintai apa yang dikerjakan. Terakhir, berdoa terutama doa dan restu dari orangtua (ibu) kita, karena doa itulah yang menjadikan Allah ridho atas segala kerja keras dan usaha yang kita lakukan berbuah manfaat dan kesuksesan.” Pesan Hadi kepada seluruh mahasiswa utusan daerah.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak sebagai tanda program ini mulai berjalan untuk pertama kali bagi kedua institusi ini dan juga motivasi dan doa yang secara spesial langsung disampaikan oleh Muhammad Syafii Antonio selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia.

“Beasiswa ini adalah sebuah hal yang harus sangat disyukuri oleh para mahasiswa dengan cara mengikuti proses pembalajaran di Tazkia dengan maksimal. Bapak doakan semua mahasiswa dapat mengemban amanah beasiswa ini dengan baik dan kedepannya para mahasiswa dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi dan menjadi insan yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat (khususnya dalam bidang Ekonomi Islam).” Pesan dan doa Syafii sebagai penutup acara. (Miftahul Anwar)

 

By : Anwar G

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Kembali Dipercaya Pemprov Kalimantan Timur Untuk Mendidik Putra-Putri Terbaik Daerahnya
read more

Webinar Tazkia – “Revisi UU BI dari Perspektif Ekonomi : Quo Vadis OJK?” (Video)

No comments

Pascasarjana Tazkia Mempersembahkan Webinar Ekonomi Syariah, Dengan Tema :

” Revisi UU BI dari Perspektif Ekonomi : Quo Vadis OJK? “

Pembicara 1 :
Dr. Rizal Taufikurrahman (Center for Macroeconomics and Finance INDEF).

Pembicara 2 :
Dr. Ir. Ascarya. (BI Institute)

Moderator : Dr. Rahmat Mulyana ( Direktur Magister Ekonomi Syariah Institut Tazkia )

>Video lengkapnya..klik link dibawah ini.

Miftahul AnwarWebinar Tazkia – “Revisi UU BI dari Perspektif Ekonomi : Quo Vadis OJK?” (Video)
read more

Terpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia

No comments

Alhamdulillah, Institut Agama Islam (IAI) Tazkia berhasil mendapatkan penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarTerpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia
read more

Institut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, PAKISTAN — Institut Agama Islam (IAI) Tazkia mendapat penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia
read more

Mengambil Hikmah Dibalik Kisah Kekayaan dan Keta’atan Nabi Sulaiman

No comments

Oleh: Rizqy Zakiya

Bismillah..Para pembaca yang saya cintai karena Allah. Pada kesempatan kali ini ijinkan saya mengajak seluruh pembaca untuk mengambil hikmah dari kisah Nabi Sulaiman yang tercatat dalam ayat Al-Quran surat An-Nahl ayat 15, 16 dan 17. Tentang kisah bagaimana seorang Nabi Sulaiman yang Allah berikan seluruh kelebihan yang tidak dimiliki Nabi lainnya dan ummat manusia secara keseluruhan, namun tidak membuat Nabi Sulaiman lupa diri dan berpaling dari jalan Allah dan sebaliknya membuat Nabi Sulaiman menjadi salah satu hamba yang paling bersyukur, bertaqwa dan isitqomah dalam jalan dakwah.

Sebagai pengawal mari kita bahas segala kelebihan yang Allah ta’ala berikan kepada Nabi Sulaiman, yang 4 diantaranya tercatat dalam surat An-Nahl ayat 16 & 17:

Pertama, Nabi Sulaiman Alaihissalam memiliki Glorious Throne atau singgasana yang Mulia. Syaikh Ali Ash Shabuni menyebutkan dalam kitabnya yang berjudul mukhtashar ibnu katsir menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman tidak hanya mewarisi kerajaan dari Ayahandanya Nadi Daud, tapi juga mewarisi keNabian.

Kedua, kemampuan yang tidak tertandingi atau Unparalleled Skill. Nabi Sulaiman memiliki beberapa kemampuan yang tidak Allah berikan kepada para Nabi yang lain diantaranya mampu berkomunikasi (memehami bahasa) dengan burung dan binatang lainnya.

Ketiga, Nabi Sulaiman dianugerahi Harta yang Berlimpah.

Keempat, Nabi Sulaiman Allah berikan kekuasaan untuk memimpin pasukan yang tidak tertandingi atau Unmatch Army. Dalam lanjutan surat An-Nahl ayat 17 dijelaskan bahwa Allah berikan kekuasaan terhadap Nabi Sulaiman untuk memimpin pasukan yang terdiri dari Manusia, Burung & Jin.

Para Pembaca yang saya cintai karena Allah, bisa dibayangkan jika kita memiliki segala kelebihan yang Allah titipkan kepada Nabi Sulaiman, bisa kita bayangkan seberapa sombong dan lupa dirinya kita dengan seluruh kelebihan tersebut. Jangankan harta kekuasaan dan kelebihan yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, harta yang kita miliki saat ini pun yang tidak apa-apanya jika kita berkaca kepada Nabi Sulaiman, telah membuat kita lalai kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan tidak jarang hal tersebut justru menjerumuskan kita kepada kekufuran dan tidak mendatangkan manfaat sama sekali untuk kehidupan kita di dunia bahkan apalagi kehidupan kita nanti di akhirat.

Lalu bagaimana seorang manusia yang Allah berikan segalanya seperti Nabi Sulaiman bisa tetap tunduk dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Pada Quran surat An-Nahl ayat 15 Allah ta’ala menjelaskan bahwa kuncinya adalah ilmu. Ilmu inilah yang menjadi kunci utama yang membuat Nabi Sulaiman tetap istiqomah dalam ketundukannya terhadap Allah ta’ala, sehingga semakin banyakan kelebihan yang Allah berikan kepadanya dengan keutamaan ilmu itulah yang membuat Nabi Sulaiman semakin bersyukur dan tunduk terhadap kekuasaan Alla ta’ala bukan sebaliknya.

Inti pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Sulaiman ini adalah bahwa seluruh harta dan kelebihan yang Allah berikan kepada kita adalah sebagai ujian untuk melihat bagaimana respon kita dengan segala kelebihan atau harta tersebut, apakah akan membuat kita bersyukur dan semakin bertaqwa kepada Allah ta’ala atau malah membuat kita terlena, sombong dan semakin menjauh dari hidayah Allah ta’ala. Kuncinya mintalah kepada Allah untuk dikaruniakan ilmu dan pemahaman agar kita bisa menjadi orang yang semakin bersyukur dengan segala kelebihan yang Allah ta’ala berikan kepada kita dan bukan sebaliknya. (Anwar G)

Miftahul AnwarMengambil Hikmah Dibalik Kisah Kekayaan dan Keta’atan Nabi Sulaiman
read more