Syiar Ekonomi Islam

Ekonomi Islam di Indonesia

No comments

INDONESIA  merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yaitu 87,2 % dari total penduduk di Indonesia. Dengan hal ini, tidak asing lagi bagi Indonesia terhadap ekonomi Islam. Dari segi perkembangannya, ekonomi Islam di Indonesia masih jauh di bawah ekonomi konvensional. Akan tetapi, umat Islam terus berusaha dalam mengembangkan ekonomi Islam, khususnya di Indonesia.

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai ekonomi Islam, terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari berdirinya ekonomi Islam. Ekonomi dalam Islam, bersumber dari Alquran dan sunnah rasulullah. Hal ini tentu berbeda dengan ekonomi konvensional yang memiliki prinsip untuk memaksimalkan profit, sedangkan ekonomi Islam lebih mementingkan mashlahah. Dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992, praktik ekonomi Islam di Indonesia terus bertumbuh pesat. Tidak hanya di sektor perbankan, ekonomi Islam juga berkembang di berbagai sektor yang salah satunya pada asuransi syariah seperti PT Asuransi Takaful, PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, dan lain sebagainya. Selain itu, ekonomi Islam juga berkembang di sektor Pasar Modal Syariah, Pegadaian Syariah, Obligasi Syariah, Reksadana Syariah, dan lain sebagainya.

Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu faktornya yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang ekonomi Islam, hal ini sangat berpengaruh karena ekonomi konvensional dinilai memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan ekonomi Islam. Pada dasarnya, keuntungan yang diperoleh dalam ekonomi Islam sebenarnya sama saja dengan ekonomi konvensional. Hanya saja, dalam ekonomi Islam tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh Allah Swt, contohnya seperti riba. Dalam ekonomi Islam lebih mementingkan terhadap akad-akad ketika melakukan transaksinya. Meskipun sudah mengetahui ekonomi Islam secara mendalam, para nasabah banyak yang enggan berpindah ke bank syariah dengan alasan hilangnya penghasilan tetap dari bunga karena sistem bagi hasil dinilai kurang menguntungkan. Dan juga kurangnya minat masyarakat dalam memahami ilmu ekonomi Islam karena sudah terlalu nyaman dengan apa yang telah diberikan oleh ekonomi konvensional.

Permodalan juga menjadi salah satu permasalahan yang serius dalam mendirikan suatu usaha. Sebagai contoh, setiap rencana untuk mendirikan bank syariah sering tidak terwujud karena tidak adanya modal. Hal ini tidak terlepas dari kaitan dengan pihak pemilik dana. Para pemilik dana belum mempunyai keyakinan yang kuat akan keberhasilan bank syariah tersebut dan takut bahwa dana tersebut akan hilang. Ekonomi Islam juga mengalami hambatan di bidang SDM. Untuk bersaing dengan ekonomi konvensional, ekonomi Islam harus memiliki SDM yang tidak kalah dengan ekonomi konvensional.

Banyak dari SDM ekonomi syariah yang tidak benar-benar memahami ekonomi syariah karena banyaknya praktisi-praktisi ekonomi konvensional yang langsung berpindah ke ekonomi syariah, sehingga menyebabkan lemahnya pemahaman terhadap ekonomi syariah. Peran perguruan tinggi sangat penting untuk keseragaman standar ekonomi Islam. Saat ini, masih sangat terbatas perguruan tinggi yang menyediakan Jurusan Ekonomi Islam. Diperlukan SDM yang memahami dua bidang, yaitu ekonomi keuangan konvensional dan ilmu syariah. Sering dijumpai SDM yang mempelajari ekonomi Islam hanya unggul di satu bidang. Unggul pada ilmu syariah, tetapi tidak memahami ilmu ekonomi keuangan. Begitu pun sebaliknya, unggul pada ilmu ekonomi keuangan, tetapi tidak memahami ilmu syariah. Sangat sulit bagi masyarakat di pedesaan untuk mengakses bank syariah, serta sulit ditemukan ATM bank syariah di beberapa daerah. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih bank konvensional karena mudah diakses dan ada di mana saja. Memperluas jaringan kantor dan meningkatkan pelayanan akan menjadi salah satu solusi untuk membumikan ekonomi Islam pada sektor perbankan. Berbagai tantangan inilah diharapkan bisa menjadi motivasi untuk tetap memperluas ekonomi islam di Indonesia. Perlu sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat luas untuk menanamkan paham ekonomi islam. Dalam mewujudkan pemahaman yang lebih terhadap ekonomi syariah kepada masyarakat, perlu adanya iven-iven berbasis syariah yang bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat. Selain itu, diperlukan adanya tenaga pendidik sehingga bisa menciptakan SDM yang kuat pondasinya dalam memahami ekonomi Islam. Serta dibutuhkan pengelola yang benar-benar memahami prinsip-prinsip syariah dalam praktiknya dan harus mempunyai komitmen dalam penerapannya secara konsisten. Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan untuk membuat fatwa yang menjadi standar dalam menjalankan sistem ekonomi Islam.

Terdapat 138 fatwa DSN-MUI tentang ekonomi Islam yang menjadi bimbingan bagi umat.  Tetapi fatwa-fatwa ini sangat bergantung pada ekonomi klasik karena memadukan transaksi modern dengan akad-akad, sehingga fatwa hanya sebagai alat untuk membenarkan transaksi konvensional. Perlu adanya penelitian tentang perkembangan ekonomi Islam untuk menemukan kendala yang dihadapi umat Islam dalam membumikan ekonomi Islam di Indonesia, sehingga bisa menemukan solusi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Baiknya para peneliti melibatkan pakar ushul fikih dalam penelitiannya, karena ilmu ushul fikih sangat penting dalam ilmu-ilmu syariah. Melalui ilmu inilah kita dapat mengetahui maksud dalil baik dari Alquran maupun hadis, karena ilmu ushul fikih menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui hukum syariah. Pengawasan pada bank syariah sangat diperlukan agar pada praktiknya tidak hanya sebagai formalitas, tetapi benar-benar mengikuti prinsip dan sistem ekonomi Islam. Apalagi pada bank konvensional yang membuka cabang bank syariah, tidak menutup kemungkinan bahwa sistemnya juga menganut ekonomi konvensional. Bank syariah yang tidak patuh dan luput dari pengawasan akan merusak kepercayaan masyarakat pada bank syariah. Bukan hanya pengawasan, pembinaan terhadap pegawai bank syariah juga diperlukan. Sehingga ekonomi Islam hadir bukan untuk kesengsaraan umat, melainkan kesejahteraan umat.***

Nurul Azizah Surury adalah mahasiswi asal Kabupaten Siak yang kini sedang kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah  IAI Tazkia, Bogor, Jawa Barat.

Sumber: www.riaupos.jawapos.com > Opini – Ekonomi Islam di Indonesia – Nurul Azizah Surury

Link:
https://riaupos.jawapos.com/6023/opini/04/05/2021/ekonomi-islam-di-indonesia.html

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Rizqi ZakiyaEkonomi Islam di Indonesia
read more

#16 Ramadan : “Renungan keikhlasan dalam kesulitan” | Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec

No comments

Tazkia mempersembahkan:

Kuliah 5 Menit (Sebelum Berbuka) Tazkia Spesial Ramadan hari ke-16:

“Renungan keikhlasan dalam kesulitan” | Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec

Sembari menunggu waktu berbuka..mari kita simak videonya🙏

 

Miftahul Anwar#16 Ramadan : “Renungan keikhlasan dalam kesulitan” | Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec
read more

DAFTAR SEGERA!!! PELATIHAN ILMU WARIS : “Serba Serbi Hukum Waris di Indonesia dan Hukum Waris Islam”

No comments

🎉 KABAR GEMBIRA 🎉
PELATIHAN ILMU WARIS

🔷 Serba Serbi Hukum Waris di Indonesia dan Hukum Waris Islam 🔷

📝 Tujuan Pelatihan Ilmu Waris

1. Mengenalkan berbagai jenis hukum waris yang ada di Indonesia kepada peserta, yang difokuskan pada praktik hukum waris Islam (faraidh), contoh kasusnya, dan cara pendistribusian harta waris;

2. Memberikan bekal agar lebih cerdas dalam perencanaan keuangannya dan kaitannya dengan hukum waris di Indonesia dan hukum faraidh;

3. Mengupas kasus sengketa dan solusinya untuk menjadi bahan rujukan bagi peserta dan keluarga.

⏰ Setiap Sabtu dan Ahad pukul 08.00 – 12.00 WIB

Catat tanggal dan waktunya

🔅 11 April 2021 M/ 28 Sya’ban 1442 H
🔅 17 – 18 April 2021 M/ 5- 6 Ramadhan 1442 H
🔅 24- 25 April 2021 M/ 12- 13 Ramadhan 1442 H

🔍 Narasumber
💡 Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP
(Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Founder Sakinah Finance)
💡 Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec, CFP
(Dosen Institut Agama Islam Tazkia, Founder Sakinah Finance)
💡 Ust. Muhammad Isa Mustafa, M.E.I
(Direktur Pusat Studi Waris Tazkia)
💡 Dr (C) Rochania Ayu Yunanda, S.E.I., M.Sc. Acc, CFP
(Direktur Pusat Studi Manajemen Harta Islam Tazkia)
💡 Naning Humaida, CFP
(Edukator Keuangan Syariah/Alumni Sakinah Finance)

👨🏻‍🏫 Pembicara Tamu
💫 Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
💫 Tri Djoko Santoso, CFP
(Chairman, FPSB Indonesia)
💫 Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec
(Pakar Ekonomi Syariah)
💫 Dr. Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.Hum., M.M.
(Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia)

📍LINK PENDAFTARAN
*http://bit.ly/FormPelatihanWaris*

☎️ Informasi lebih lanjut
CP: wa.me/6285781350559 (Nuie)

Organized by:
💠 Pusat Studi Harta Waris, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Tazkia dan Sakinah Finance

Miftahul AnwarDAFTAR SEGERA!!! PELATIHAN ILMU WARIS : “Serba Serbi Hukum Waris di Indonesia dan Hukum Waris Islam”
read more

Rektor Institut Tazkia dan peneliti University of Warwick Bahas Perkembangan SDM Ekonomi dan Keuangan Syariah di Sharia Economic Talk

No comments

Bismillah.

Sumber daya manusia merupakan investasi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan keuangan Syariah. SDM menjadi salah satu kunci faktor produksi untuk mencapai sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Dr. Lena Rethel, peneliti ekonomi politik di University of Warwick, telah meneliti ekonomi dan keuangan Islam selama 15 tahun, dimulai sejak tahun 2007 ketika menghadiri Global Islamic Finance Forum di Malaysia, beliau merasa tertarik untuk mempelajari lebih lanjut, terutama ketika terjadi krisis ekonomi dimana mulai dikenal sistem ekonomi Syariah yang berbeda dan mengutamakan etika dan keberlanjutan, sedangkan sistem ekonomi yang ada belum dapat menyelesaikan permasalahan ini.

Menurut Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, rektor Institut Tazkia, tantangan sumber daya manusia dalam pertumbuhan ekonomi Syariah di Indonesia adalah kurangnya kekuatan dasar Syariah dalam rangka komitmen pada tujuan mensejahterakan masyarakat yang saat ini masih berkembang. Terutama ketika kita melihat keadaan lembaga keuangan Syariah yang berperan dalam bidang komersil dan sosial dalam memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Institut Tazkia, sebagai kampus yang diketuai oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, dlam upayanya membentuk SDM yang berkualitas, banyak mengundang para stakeholder ekonomi Syariah ke kampus untuk mengajarkan mahasiswa dan berbagi pengalaman praktisnya di samping ilmu-ilmu akademis, agar para mahasiswa mengetahui peluang dan tantangan di dunia kerja. Selain itu, Institut Tazkia juga sering mengajak mahasiswa untuk mengunjungi berbagai lembaga ekonomi Syariah untuk berdiskusi langsung dengan para pelaku bisnis.

Adapun di The University of Warwick, sebagaimana disampaikan oleh Dr. Lena Rethel, kualitas yang diharapkan dari mahasiswa adalah pemahaman holistik terhadap permasalahan ekonomi Syariah, termasuk di dalamnya sejarah, politik dan hukum dari praktik ekonomi kontemporer.

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP menambahkan bahwa kita membutuhkan lulusan yang berkualitas dan tentunya harus memahami hukum Syariah, isu-isu keuangan hingga isu-isu politik ekonomi Syariah, serta tantangan dalam praktik kedepannya. Sehingga ketika lulus, para mahasiswa memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah kontemporer.

Saat ini, Inggris menjadi salah satu negara yang juga konsen dalam mengulas ekonomi Syariah, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP antusias mendapati bahwa pemerintah Inggris sangat mendukung ekonomi dan keuangan Islam, salah satunya dengan penerbitan Sukuk pada tahun 2014. Selain bermanfaat dalam pengembangan komunitas Islam, dukungan ini juga bagi pengusaha dan profesional yang ingin memasuki industri keuangan Islam di Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa Inggris merupakan salah satu negara yang sangat terbuka dalam menerima ekonomi dan keuangan Islam, tentunya menjadi harapan bersama, negara-negara lain juga akan mengikutinya.

Sepakat dengan pendapat Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, Dr. Lena Rethel menyatakan bahwa pemerintan Inggris memang sangat mendukung ekonomi Syariah dibanding negara non Muslim lainnya. Keuangan Islam sendiri telah menjadi bagian dari pusat keuangan Inggris selama 50 tahun sejak 1970 an, seiring dengan ketertarikan masyarakat terhadap ekonomi Syariah yang berkelanjutan. Aset keuangan Syariah di Inggris juga berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan permintaannya juga terus meningkan.

Ketika berbicara tentang ekonomi Syariah dalam ruang lingkup negara, Dr. Lena Rethel merasa bahwa apa yang terjadi di Indonesia sangat menarik, mengingat Indonesia merupakan negara dengan masyarakat mayoritas Muslim, dapat dikatakan Indonesia cukup terlambat dalam hal ekonomi Syariah, namun sekatang ini sudah maju pesat dan memiliki posisi dalam ekonomi Syariah global, bahkan memiliki kesempatan sebagai ketua negara G20 untuk mempromosikan dan mengambil manfaat dari para ahli ekonomi Syariah.

Meski memiliki potensi, masih ada missing link antara kualitas dan harapan industri ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia. Menurut Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, ada dua strategi yang dapat digunakan, yaitu dosen di kampus harus terbuka dan memproyeksikan tantangan masa depan agar mahasiswa terus berkembang dan kerjasama antara akademis dan industri agar para lulusan dapat memiliki ilmu yang dapat memenuhi ekspektasi industri kedepannya.

Jika saat ini, masih banyak karyawan non Muslim dan industri keuangan Syariah, maka perlu ada pendekatan berbeda dalam menanggapinya. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP menjelaskan bahwa industri perlu dipastikan menjunjung tinggi nilai Islam, yaitu tidak hanya mengutamakan tujuan komersil, namun juga memenuhi tujuan sosial. Semua karyawan harus memahami Syariah guna memastikan pedoman utamanya yaitu mencapai kesejahteraan dan keadilan semua manusia. Barulah selanjutnya bahasan tentang produk, fitur, fasilitas, layanan usaha dan lain sebagainya dapat dilakukan.

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP juga melihat bahwa pemerintah Indonesia sangat mendukung ekonomi dan keuangan Syariah, bahkan memiliki cita-cita menjadi pusat ekonomi dan keuangan Islam dunia di tahun 2024, ditambah dengan dukungan dari regulasi yang menunjukkan dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan ekonomi Syariah. Harapan ini dapat diwujudkan dengan fokus pada seluruh sektor industri Syariah, yaitu industri halal.

Perkembangan ekonomi Syariah di Inggris lebih banyak datang dari sektor swasta dan rakyat sipil, sebagaimana disampaikan Dr. Lena Rethel. Indonesia mendapat kelebihan dengan dukungan yang lebih luas dari masyarakat dan pemerintah. Menurut beliau, tantangan Indonesia adalah memastikan koordinasi yang baik antar lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan Syariah dalam negeri dan global. Berbeda dengan Indonesia, Inggris sendiri, meski terdapat dukungan dari pemerintah, namun belum ada rencana atau harapan besar ekonomi Syariah kedepannya.

Melihat peluang besar, ini tentunya kualitas sumber daya manusia perlu dipersiapkan dengan baik. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP berpendapat bahwa antusiasme masyarakat terhadap ekonomi Syariah terus berkembang secara masif, sehingga perlu adanya kerjasama antara berbagai pihak, disertai dukungan kebijakan terhadap industri ini agar harapan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan Syariah dunia dapat tercapai. Dr. Lena Rethel juga mengafirmasi pendapat Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, menurutnya Indonesia perlu membangun pemerintahan berkapasitas global dalam ekonomi Syariah.

Pada akhirnya, Gunawan Yasni, tuan rumah acara Sharia Economic Talk menyimpulkan bahwa orang-orang terbaik dalam ekonomi dan keuangan Syariah adalah mereka yang memiliki pengetahuan dan mampu mengamalkannya dalam praktik industri halal bagi semua manusia, bukan hanya kaum Muslim. (Aisyah)

Miftahul AnwarRektor Institut Tazkia dan peneliti University of Warwick Bahas Perkembangan SDM Ekonomi dan Keuangan Syariah di Sharia Economic Talk
read more

(VIDEO) 4 ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM ???

No comments

Bisnis & Perniagaan merupakan salah satu pintu terbaik dalam mencari nafkah / rezeki.

Namun pertanyaan besarnya, sudahkah Bisnis / Perniagaan yang kita lakukan sesuai dengan etika & aturan Islam???

Mari kita kaji bersama dalam video dibawah ini:

“ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM”

Bersama: Ustadz Asnan Purba, Lc. M. Pd.I.QWP

 

Miftahul Anwar(VIDEO) 4 ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM ???
read more