Siaran Pers

LPPM Tazkia Dukung Pengabdian Dosen

No comments
Sabtu & Minggu, 13-14 Juli 2019 Berlokasi di Aula Kampus Tazkia, Bogor, LPPM Tazkia menggelar program pengabdian dosen dengan konsep Sakinah Finance Business Clinic For Kids yakni sebuah acara sosial yang ditujukan untuk mengajarkan dan mengenalkan sedini mungkin mengenai Ekonomi Islam, Pengelolaan Keuangan dan menanamkan Jiwa Bisnis kepada anak-anak. Sebagai catatan, acara ini juga menghadirkan 110 peserta anak-anak kurang mampu yang tinggal disekitar area Kampus Tazkia, Bogor.
Pada hari pertama, acara diawali dengan pengenalan materi mengenai Ekonomi Islam dasar kepada anak-anak yang disampaikan dengan metode Fun Learning oleh Dr. Murniati Mukhlisin dan Putri Syifa Amalia, M.Sc.
Murniati mengajak anak-anak untuk mengenal sifat-sifat Rasullah SAW dalam berbisnis dan konsep halal dan haram. Anak-anak juga diajak untuk memahami pentingnya zakat, infak, sedekah, wakaf sebagai media berbagi dengan sesama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan materi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Murniati dibantu Tim Sakinah Finance mengajak anak-anak untuk mencatatkan setiap jenis pemasukan dan pengeluaran mereka sehari-hari. Kemudian anak-anak diajak untuk mencatatkan rencana dan impian mereka dalam jangka pendek dan jangka panjang dan bagaimana cara mereka mengatur keuangan mereka untuk meraih hal tersebut.
Anak-anak diajarkan bahwa untuk meraih rencana jangka pendek dan panjang mereka, ada dua hal yang bisa mereka lakukan, yang pertama menabung (menyisihkan uang jajan mereka), dan yang kedua menambah pendapatan mereka dengan cara menjalankan bisnis mereka masing-masing. Syifa juga mengenalkan lembaga keuangan syariah dan non keuangan syariah dari bank, asuransi, lembaga zakat dan wakaf.
Acara kemudian dilanjutkan dengan simulasi perencanaan bisnis yang dipandu oleh Hayyan (putra kedua Murniati). Pada sesi ini, Hayyan membagikan pengalamannya berjualan bakso buatannya sendiri selama tinggal di UK dan dilanjutkan membuka kedainya sendiri di Bogor (Tamanni Shop) sebagai inspirasi bagi anak-anak untuk mulai berani merencanakan bisnisnya sendiri. Setelah itu Anak-anak diajak untuk merencanakan bisnis mereka masing-masing, dimulai dengan estimasi biaya (modal awal), biaya produksi, sampai ke harga penjualan untuk memperoleh keuntungan.
Beranjak ke rangkaian acara selanjutnya, anak-anak diajak untuk menciptakan produk atau kreasi mereka sendiri dari barang-barang bekas seperti kardus, koran bekas, sedotan dan gelas plastik setelah sebelumnya mendapatkan materi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pemanfaatan barang-barang bekas yang dipandu oleh Layyina (putri pertama Murniati). Layyina juga menceritakan peranan Kawasan Perumahan Sentul City dalam hal penanggulangan sampah dan menjadikan kawasan itu zero waste.
Motivasinya luar biasa, diluar dugaan tanpa banyak dibimbing anak-anak bisa menciptakan kreasi-kreasi (produk) yang sangat kreatif. Mayoritas kelompok anak laki-laki menciptakan mobil-mobilan, perahu, pesawat terbang bahkan mobil tank yang semuanya berbahan kardus dan atau gelas plastik. Sedangkan anak-anak perempuan lebih memilih untuk menciptakan karya-karya yang cantik yang biasa dipergunakan sehari-hari seperti pot bunga lengkap dengan bunganya, bingkai foto, pernak-pernik, dan yang paling mengejutkan ada kelompok yang berhasil menciptakan lemari pakaian dari bahan kardus. Acara hari pertama kemudian diakhiri dengan memajang seluruh karya anak-anak pada tempat yang telah disediakan.
Pada hari kedua acara diisi dengan lebih banyak permainan dan materi ringan yang mengajak anak-anak untuk lebih banyak aktif bergerak, mengajarkan arti kepemimpinan dan kekompakan tim yang dipandu langsung oleh Tim Sakinah Finance.
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing kelompok mengenai produk-produk yang mereka hasilkan pada hari sebelumnya. Masing-masing kelompok bergantian maju kedepan untuk menjelaskan apa nama produk atau kreasi mereka, bagaimana cara membuatnya, bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan, biaya yang diperlukan untuk membuat produk tersebut, hingga berapa harga yang mereka tetapkan untuk produk yang mereka hasilkan. Masing-masing kelompok mempresentasikan produk mereka dengan cara yang unik, polos dan jenaka khas anak-anak seusia mereka yang  membuat seluruh dewan juri dan peserta yang lain tidak mampu menahan tawa.
Kemudian acara dilanjutkan dengan simulasi jual beli produk-produk yang mereka hasilkan. Masing-masing kelompok mengirimkan perwakilan mereka untuk mengisi stand jual beli yang bertugas untuk menawarkan (menjual) produk mereka agar mau dibeli oleh kelompok yang lainnya. Masing-masing kelompok mempunyai cara mereka masing-masing agar produk mereka terjual, bahkan ada yang memberikan promo-promo khusus pada produk mereka layaknya penjual profesional.
Akhirnya acara ditutup dengan pengumuman juara untuk produk-produk terbaik dan paling kreatif yang berhasil diciptakan anak-anak.
Ditemui selesai acara, Murniati menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mengajarkan dan mengenalkan sedini mungkin mengenai ekonomi Islam, pengelolaan keuuangan dan menanamkan jiwa bisnis kepada anak-anak. “Acara ini ditujukan untuk mengajarkan dan mengenalkan sedini mungkin mengenai ekonomi islam, pengelolaan keuangan dan menanamkan jiwa bisnis terhadap anak-anak, dengan harapan mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan ekonomi Islam yang kuat, mahir dalam pengelolaan keuangan dan memiliki jiwa bisnis yang mantap dan mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan yang mampu memberdayakan masyarakat”, ujar Murniati.
“Kedepannya acara-acara seperti ini akan kami adakan di daerah-daerah lain agar mampu menginspirasi anak-anak lain diluar sana”. tutupnya.
Miftahul AnwarLPPM Tazkia Dukung Pengabdian Dosen
read more

Bekerjasma Dengan Manulife, LPPM TAZKIA Selenggarakan Training Investasi Syariah

No comments


Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) STEI Tazkia bekerjasama dengan PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) selenggarakan
Training Investasi Syariah bagi para pelaku dan analis investasi di PT. Taspen dan PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu-minggu (29-30) Juli 2019 lalu di hotel Aston Lake Sentul City, Bogor.

Kegiatan kali ini dibuka langsung oleh Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., dan disambung dengan sepatah kata dari Ibu Justitia Tripurwasani selaku Direktur & Chief Legal, Risk Management and Compliance PT. MAMI dan Ibu Ries Wulandari selaku Direktur LPPM STEI TAZKIA.

Hari pertama berlangsung kegiatan dari pukul 9 pagi hingga 9.30 malam. Kemudian dilanjut esok harinya dari pukul 8 hingga pukul 12 siang dan diakhiri dengan foto bersama. Acara kali ini disambut antusias oleh para peserta. Banyak peserta yang mengemukakan pertanyaan di setiap sesi yang dibimbing oleh pemateri berbeda setiap sesinya.

Pada training kali ini pemateri berasal dari dosen-dosen dan praktisi di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA. materi yang disuguhkan yakni mulai dari pengantar dan jenis investasi, aspek syariah, saham syariah dan reksadana syariah, pasar modal syariah, perencanaan keuangan hingga sharia online trading system yang dipraktikkan langsung oleh praktisi pasar modal syariah.

Miftahul AnwarBekerjasma Dengan Manulife, LPPM TAZKIA Selenggarakan Training Investasi Syariah
read more

Millennials Movements Tazkia with Kemenpora

No comments

(Senin, 21 Juni 2019) STEI Tazkia bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga gelar kuliah umum kewirausahaan pemuda tahap 1 yang diberi judul “Millennials Movements”.

Acara dibuka dengan pemberian materi oleh Prof. Dr. Nurul Taufiqurrochman,  M. Eng. PhD. (Profesor di bidang nanotechnology). Taufiq memaparkan mengenai peluang Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2050 dengan mengoptimalkan economic driver yang dimiliki Indonesia, yaitu Demography, Natural Resources, Infrastructure, dan Rise of Consumer Spending Power.

Taufiq kemudian melanjutkan materi dengan menceritakan pengalaman dan hasil kerjanya tentang mengoptimalkan teknologi nano yang mampu mengubah 1 Kg kunyit dengan harga 2000 menjadi produk yang memiliki nilai Jual tinggi dengan kisaran harga 2.5 juta/kg.

Sesi kedua dilanjut dengan workshop dari Krisna Satria Gunawan selaku founder CIBO SYARFI. Perusahaan ini bergerak di bidang fintech peer to peer landing syariah yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki kelebihan dana, yang mengangkat nilai cepat, mudah, aman, halal, dan anti magrib (maysir, gharar, riba).

Mengakhiri pembicaraanya, Krisna berpesan kepada para peserta bahwa kunci kesuksesan adalah tentang bagaimana kita menemukan passion, menggali dan memaksimalkan passion tersebut.

“Tidak semua orang berbakat jadi pengusaha, jadi dosen, dan lain-lain. Untuk itu carilah passion dalam diri kita, terus gali, geluti, dalami, dan profesionalitas, Insya Allah sukses beriringan”. Tegas Krisna.

Sesi kedua diisi pula oleh Co-founfer Nussa & Rara, Aditya Triantoro. Dengan mengusung konsep yang berbeda dalam industri hiburan yang terbukti mampu menarik pasar. Hanya dengan animasi yang berdurasi tidak lebih dari 3 menit, mampu menonjolkan konten yang ever green, lifetime, dan forever. Dalam kata lain Tidak hanya bisa dinikmati saat ini, tapi bisa dinikmati kapanpun, relevan untuk anak Dan cucu kita di masa depan, itulah konsep yang memiliki nilai educating sekaligus entertaining.

Adit bepesan kepada seluruh peserta yang hadir bahwa berbisnis itu bukan hanya untuk kepentingan dunia saja tapi harus ada nilai manfaat dan keberkahan didalamnya.

“Jangan hanya berbisnis untuk tujuan dunia semata, tapi buatlah perubahan, niat lillah everlasting, bangunlah sebuah produk yang punya nilai dan manfaat”. Pesan Adit. (Isna & Anwar)

Miftahul AnwarMillennials Movements Tazkia with Kemenpora
read more

MoU dengan BPJPH, STEI Tazkia Luncurkan Pusat Studi Halal!

No comments

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia resmi meluncurkan Pusat Studi Halal (PSH), Senin (17/6/2019). Peresmian ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tentang jaminan produk halal dan pengembangan kelembagaan.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Kepala BPJPH, Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D dan Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. Turut hadir menyaksikan, Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Direktur Pusat Studi Halal STEI Tazkia, Dr. Indra, M.Si.

Pada kesempatan ini, STEI Tazkia juga mengadakan acara Monday Forum STEI Tazkia bertema “Urgensi Sertifikasi Halal dalam Mendukung Industri Halal di Indonesia”.

Dalam sambutannya, Murniati Mukhlisin mengatakan salah satu fokus dari PSH ini adalah pengembangan keilmuan seputar industri halal dan kompetensi pelaku industri halal. Selain itu, PSH diharapkan menjadi kontribusi nyata dari STEI Tazkia dalam mendukung implementasi sistem jaminan halal di Tanah Air.

Sementara, Sukoso menyambut baik adanya kerjasama ini. Ia menyebut kerjasama ini sebagai sebuah refleksi untuk proses sertifikasi halal sekaligus mempersiapkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna memenuhi standard halal.

“Harapannya Pusat Studi Halal ini nantinya ikut berperan dalam pembinaan, bimbingan, dan pendampingan dalam sertifikasi halal. Jadi ke depannya, STEI Tazkia ini punya hak untuk memberikan penjelasan kepada pelaku UMKM tentang halal. Kenapa harus halal, standard halal itu apa, dan sebagainya,” ujarnya.

Sukoso menambahkan, setelah MoU ini, STEI Tazkia berhak mengajukan calon auditor halal untuk ditraining atas biaya dari Negara. BPJPH, kata dia, sudah memberikan training kepada hampir 120 orang dalam empat batch yang dilaksanakan guna menyiapkan calon auditor halal.

“Persyaratan di UU ini ada tiga komponen institusi yakni BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). LPH ini, isinya auditor halal. Auditor harus dilakukan pembekalan oleh BPJPH. Kemudian akan diuji kompetensi dan diputuskan bersama MUI apakah layak menjadi auditor halal,” jelasnya.

Di sisi lain, yang masih menjadi prinsip, ketika melakukan proses produksi halal, harus ada namanya Penyelia Halal. Perusahaan besar wajib memiliki Penyelia Halal. “Lalu bagaimana dengan UMKM? Itu jawabannya diekspresikan dengan harus adanya Halal Center di Perguruan Tinggi atau Yayasan Islam yang menjadi pendamping untuk proses produksi halal (PPH),” ungkapnya. (gontornews.com)

Miftahul AnwarMoU dengan BPJPH, STEI Tazkia Luncurkan Pusat Studi Halal!
read more

Disaksikan Presiden RI, STEI Tazkia tanda tangan kerjasama dengan KNKS

No comments

Hari ini, 14 Mei 2019 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1440H, Rektor Kampus Tazkia, Murniati Mukhlisin menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Rahardjo Soedigno. Isi kerjasamanya adalah dalam bidang akademik dan riset ekonomi syariah.

Murniati menjelaskan bahwa penandatanganan ini sangat strategis bagi keduabelah pihak. Kampus Tazkia dapat terlibat secara langsung dalam mengembangkan ekonomi syariah secara lebih masif lagi baik di level nasional maupun internasional.

KNKS didirikan berdasarkan Keputusan Presiden No. 91/2016 dan diluncurkan pada tanggal 27 Juli 2017 di Istana Negara.

Selain Kampus Tazkia, KNKS juga mengandeng lima kampus besar lainnya yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Islam Syarif Hidayatullah, dan UIN Ar-Raniry.

Dalam sambutannya Presiden menyebutkan potensi keuangan syariah global pada tahun 2023 nanti sebesar 3 triliun dolar Amerika atau setara dengan 45 ribu triliun rupiah. Nilai yang sangat besar dibandingkan dengan nilai APBN Indonesia yang hanya sebesar 2.000 triliun rupiah.

Dengan potensi sebesar itu maka sudah jelas kebutuhan SDM ekonomi dan keuangan syariah sangat dibutuhkan. Kampus Tazkia saat ini sudah mengembangkan program studi yang lebih beragam untuk menyiapkan SDM dari bidang keuangan, digital ekonomi hingga industri halal.

Murniati menambahkan bahwa mahasiswa juga dapat kuliah di kelas-kelas internasional yang sudah bekerjasama dengan kampus-kampus di UK, Jepang, Turki, Yordania, Maroko, Bahrain, Brunei, Malaysia, dan Rusia.

Miftahul AnwarDisaksikan Presiden RI, STEI Tazkia tanda tangan kerjasama dengan KNKS
read more

Sikapi Kondisi Nasional Pasca Pemilu, ini 7 Pesan Rektor se-Bogor

No comments

Kondisi nasional yang memanas pasca perhelatan Pemilu Serentak 2019, mengundang respon dari berbagai pihak. Termasuk elemen akademisi di Bogor.

Ya, hari ini para rektor perguruan tinggi se-Bogor menyampaikan pernyataan sikap mereka terhadap kondisi nasional saat ini. Pernyataan sikap itu disampaikan pada konferensi pers di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Kamis (9/5/2019).

Ada tujuh rektor se-Bogor yang bergabung dalam pernyataan sikap itu. Di antaranya, Rektor IPB Dr. Arif Satria, Rektor Unpak Prof. Dr. Bibin Rubini, Rektor UIKA Dr. Ending Baharuddin, Rektor Unida Dr. Ir. Dede Kardaya, Rektor UNB Dr. Ir. Yunus Arifien,  Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor Dr. H. Edi Sukardi dan Ketua STEI TAZKIA Dr. Murniati Mukhlisin.

Rektor IPB Dr. Arif Satria mengatakan, Pemilu Presiden dan anggota legislatif secara serentak  2019 telah selesai dan berjalan lancar. Tinggal menunggu hasilnya, yang saat ini prosesnya sedang berjalan di KPU. Berdasarkan jadwal tahapan Pemilu 2019, KPU akan mengumumkan hasilnya secara resmi pada 22 Mei nanti.

Akan tetapi, lanjutnya, selama masa kampanye sampai dengan saat ini, telah terjadi banyak hal di berbagai daerah di seluruh Indonesia yang berpotensi menganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, para rektor perguruan tinggi di Bogor Raya memandang perlu menyampaikan tujuh pesan.

Pertama, mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga,” tutur Arif.

Pihaknya juga mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk  setelah pemilu 2019.

“Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial.

Serta, mengajak elite kedua pihak dan seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis.

“Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini,” tandasnya.

Tujuh Pernyataan Sikap Rektor se-Bogor

  1. Kami mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan;
  1. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga.
  1. Kami mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk setelah pemilu 2019;
  1. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku;
  1. Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial;
  1. Kami mengajak elite kedua pihak beserta seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis;
  1. Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini. (http://www.radarbogor.id/2019/05/09/sikapi-kondisi-nasional-pasca-pemilu-ini-7-pesan-rektor-se-bogor/)
Miftahul AnwarSikapi Kondisi Nasional Pasca Pemilu, ini 7 Pesan Rektor se-Bogor
read more

Studi Manajemen Kekayaan dalam Pandangan Pemikir Muslim Klasik

No comments

“Ulama-ulama Terdahulu sudah banyak yang meneliti tentang manajemen kekayaan, hal ini bisa dilihat dari karangan-karangan para ulama dalam kitab-kitab yang dikarangnya. Masa Kejayaan ilmu kaum muslimin yakni pada masa “Golden Age” dimana ilmu-ilmu pengetahuan dari ilmuwan muslim berkembang pesat pada era dinasti Abbasiyah” Ujar Direktur Pusat Studi Kitab Klasik LPPM STEI TAZKIA.

Dalam Monday Forum kali ini Sharing Session diisi oleh Nurizal Ismail selaku direktur pusat studi kitab klasik yang menjelaskan tentang konsep-konsep terkait manajemen kekayaan yang dikemukakan oleh ekonom muslim terdahulu.

Dalam forum mingguan akademik kali ini para peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai manajemen kekayaan yang ditelaah langsung dari kitab-kitab yang ditulis oleh ilmuwan muslim.

Ilmuwan muslim yang membahas tentang konsep manajemen kekayaan antara lain As-Syaibani yang mengarang kitab dengan judul “Al-Kasb” dimana kitab tersebut ditulis pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dinasti Abbasiyah. Dalam kitab tersebut beliau menjelaskan mengenai dasar Wealth Management, yakni Al-Iktisab (Earning/Wealth Creation) dan Al Infaq (Spending). Selain itu As-Syaibani menjelaskan bahwa pendapatan itu didapat dari 4 hal: merekrut pekerja (Ijarah), Perdagangan (al Tijarah), Agrikultur (Al Zira’ah) dan keahlian (sina’ah).

Ulama lain yang membahas tentang manajemen kekayaan yakni Ibnu Sina. Selain beliau terkenal dalam filsafat kedokteran, ternyata beliau juga membahas mengenai ‘ilm Tadbir Al Manzir yakni sebuah disiplin ilmu untuk memelihara anggota keluarga dengan cara yang benar, dimana peran keluarga mulai dari suami, istri, anak hingga pembantu sangat berperan dalam pengaturan keuangan keluarga.

Ibnu Sina juga membagi manajemen kekayaan menjadi 2, Kasb (Earning Wealth) dan Infaq. Beliau juga membagia pekerjaaan menjadi perdagangan (tijarah) dan keahlian (sina’at).

Pemikir muslim lain yakni Abu Ja’far Al Dimasqi, dimana harta menurut beliau adalah sesuatu yang banyak ataupun sedikit. Jenis harta dibagi menjadi harta diam/tidak bergerak, harga bergerak, real estate, dan merchandise. (Rizal)

Miftahul AnwarStudi Manajemen Kekayaan dalam Pandangan Pemikir Muslim Klasik
read more

STEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia

No comments
Salah satu perguruan tinggi Islam di Bogor, Jawa Barat, menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Rusia (RIU). Perguruan tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia. Kerja sama dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani di RIU, Kazan, Rabu (24/4/2019).
Perjanjian ditandatangani oleh para Rektor perguruan tinggi tersebut, yaitu Rafik Mukhametahin dari RIU dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dari STEI Tazkia.
Para pihak sepakat untuk mempromosikan, mengembangkan, dan memperkuat kerja sama pendidikan dan ilmu pengetahuan yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama antara lain pertukaran staf, pengajar dan mahasiswa, penelitian dan publikasi bersama, penyelenggaraan seminar, konferensi dan workshop bersama, serta kerja sama lainnya yang menjadi perhatian bersama.
Rektor RIU menyampaikan kegembiraannya dapat menjalin dan mengembangkan kembali kerja sama dengan perguruan tinggi Islam di Indonesia setelah beberapa tahun terakhir terhenti. Menurut Rektor RIU, kerja sama dengan Indonesia sangat penting, seperti yang telah dirintis sejak tahun 2009.
Pada tahun 2009 Rafik Mukhametshin berkunjung ke Indonesia menjalin kerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu kerja sama yang dicapai adalah pengiriman mahasiswa RIU untuk belajar di Indonesia dalam program magister, antara lain di UIN Malang. Dua orang lulusan UIN Malang tersebut saat ini bekerja sebagai pengajar di RIU.
https://1.bp.blogspot.com/-HIxpzFQrtOc/XMJZC42gEDI/AAAAAAAALqQ/AjijWnStlQU4vTx-vNPCHzzlpm1biYOvwCLcBGAs/s1600/1%2B%25285%2529.jpg
Rektor STEI Tazkia mengatakan kerja sama antar perguruan tinggi ini dilandasi pada Tridharma Pendidikan, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rektor STEI Tazkia berharap terdapat pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, bimbingan mahasiswa dan riset bersama, termasuk pendidikan ekonomi syariah.
“Kami siap menerima mahasiswa dari RIU untuk belajar di STEI Tazkia, bahkan mulai tahun pelajaran baru mendatang,” kata Rektor STEI Tazkia.
Rektor STEI Tazkia sangat terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Kazan. Menurutnya, industri halal terutama makanan halal, pakaian muslim, dan keuangan syariah sedang menjadi perhatian di Rusia. Ditambahkan bahwa selaku pionir dalam pergerakan keuangan syariah di Indonesia, STEI Tazkia siap bekerja sama dengan Rusia dalam edukasi, sosialisasi dan persiapan SDM untuk pengembangan keuangan syariah dan industri halal lebih lanjut.
RIU adalah salah satu perguruan tinggi Islam di Rusia yang didirikan tahun 1998. Saat ini RIU terdapat Fakultas Teologi yang didalamnya memiliki jurusan teologi, linguistik, jurnalistik Islam, ekonomi Islam, dan pembelajaran jarak jauh. Di RIU belajar sekitar 1.200 mahasiswa tidak hanya berasal dari Tatarstan dan berbagai wilayah Rusia, tetapi juga dari negara lain, khususnya negara pecahan Uni Soviet.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi yang hadir menyaksikan penandatanganan perjanjian ini mendorong pengembangan kerja sama antar perguruan tinggi kedua negara, termasuk perguruan tinggi Islam. Kerja sama tersebut dapat turut mendekatkan hubungan kedua bangsa yang pada gilirannya tidak hanya mencakup bidang pendidikan, tetapi juga ekonomi dan sosial budaya. Dubes Wahid menekankan pentingnya tindak lanjut dan realisasi dari kesepakatan-kesepakatan kedua pihak.

Beberapa jam sebelum penandatanganan dengan RIU, STEI Tazkia juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kazan (Volga Region) Federal University (KFU) yang diwakili oleh Linar Latypov, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional KFU.
Delegasi STEI Tazkia Republik Tatarstan, Federasi Rusia dalam rangka mengikuti “Russia Halal Expo 2019”. Expo tersebut merupakan bagian dari The XI International Economic Summit “Russia-Islamic World: KazanSummit 2019” yang berlangsung tanggal 24-26 April 2019. (hajimakbul.com)
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia
read more

Sharia Finance Training, Institute of Research and Community Empowerment-PT. Bank DKI

No comments

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The Institute of Research and Community Empowerment (IRCE) STEI Tazkia, in collaboration with Bank DKI, have organized a Sharia Finance Training for Credit Analyst Officer and Risk Business Unit. This training already held at Ibis Style Hotel, Jakarta, from 13 to 14 April 2019.
The training is designed to provide the needs and expectations of the participants.
The major concern is deeepening the sharia aspects and understanding the implementation of sharia finance in accordance wih Islamic values.

The main material is Fundamental of Islamic Economics and the application of muamalah contracts in Islamic banking financing products.
IRCE’s experts, composed by lecturers and practitioners, share their knowledge with and train participants on a wide-range of subjects including; Maqashid Asy-Sharia and the Muamalah Rules for Sharia Banking Operations, Muamalah Application for Sharia Financing Products, Muamalah Application on Product Funding and Calculation of Yields, Analysis of Financing , Legal Aspects and Financing Guarantee and Risk Management of Islamic Bank Financing.

Miftahul AnwarSharia Finance Training, Institute of Research and Community Empowerment-PT. Bank DKI
read more