Siaran Pers

Tazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu

No comments

Oleh : Nurizal Ismail (Dosen Tetap Tazkia & Kabag Pemberdayaan Masyarakat LPPM)

14 September 2019/ 15 Muharram H, Rektor Institut Agama Islam Tazkia dalam sesi tanya jawab di acara silaturrahim manajemen Tazkia dengan para wali Mahasiswa baru mengatakan bahwa Tazkia dalam proses pendidikannya mengedepankan adab sebelum ilmu. Apa yang ia katakan menurut penulis telah sejalan dengan apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW dan ulama-ulama Muslim dahulu telah lakukan.

Muhammad bin Muflih al-Muqaddasi dalam kitabnya ‘Al-Adab al-Syar’iyyah’ mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata, dalam firman Allah Ta’ala Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (al-Tahrim: 6). Dengan apa? Kemudian ia melanjutkan dan berkata:” ajarkan adab dan ilmu kepada mereka!” Dalam kitab ‘Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Imam Malik bin Anas mengatakan bawah ibunya memerintahkan kepadanya untuk belajar adab sebelum ilmunya. Selanjutnya, Al-Jazari seorang ulama Damaskus ahli qiraat al-Qur’an diAbad ke-14 dalam kitabnya ’Ghayat al-Nihaya fi Thabaqat al-Qurra’ mengatakan bahwa Imam Abdullah bin Mubarak Radiyallah ’anhu mengatakan tentang pentingnya adab sebelum ilmu yaitu para ulama mempelajari adab 30 tahun dan ilmu 20 tahun, dan mereka mencari adab sebelum ilmu.

Apa yang diakukan Tazkia perlu diapresiasi ditengah krisis adab yang tengah menghampiri umat saat ini. Prof Dr. S.M. Al-Attas dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah mencetak manusia yang baik (beradab). Maka sudah seyogyanya perguruan tinggi Islam itu harus mengedepankan adab sebelum ilmu. Para orang tua mahasiswa yang hadir pun sepakat dengan itu, sehingga mereka berharap bagaimana akhlak para mahasiswa dapat dijaga diantaranya dengan program tahfidz, sistem asrama 24 jam dan mentoringnya oleh para pembina. Sesungguhnya bangsa yang beradab akan menghasilkan peradaban yang tingggi, dan Islam telah mencontohkan itu 1400 tahun lalu. Karena peradaban itu sendiri berasal dari kata adab. Selamat datang para mahasiswa baru calon pemimpin bisnis dan intelektual Muslim di Institut Agama Islam Tazkia.

Miftahul AnwarTazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu
read more

Institut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM

No comments

Selasa, 27 Agustus 2019 M. 26 Dzulhijjah 1440 H. Jajaran Manajemen Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM), Jogyakarta, mengunjungi Institut Tazkia untuk mengadakan Studi Banding pengembangan kurikulum Magister Akuntansi Syariah

Rombongan UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Halim MBA, Ak, CA selaku ketua Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM. Ketua Departemen Akuntansi FEB UGM, yaitu Bapak Sony Warsono, MAFIS, Ak, CA, Ph.D, dan Dr. Aprilia Beta Sunadi, SE., M.Ec. Dosen Departemen Akuntasi FEB UGM serta Bapak M. Luthfi Ansori, SE selaku Koordinator Bidang IT dan Akademik Magister Akuntasi FEB UGM.

Dari Institut Tazkia hadir menyambut rombongan; Dr. Sugiarti Fatma Laela, M.Buss. Acc. CMA. CIBA. Selaku Wakil Rektor 2, Dr. Muhammad Yasid, M.Si. selaku Direktur Pascasarjana, Muhammad Maulana Hamzah, M.M. selaku Sekretaris Pascasarjana, dan Afif Zaerofi, M.M. selaku Direktur SPMI Institut Tazkia.

Pertemuan berlangsung kurang lebih 2 jam, membahas terkait integrasi keilmuan dan Profil Lulusan. Tindak lanjut dari  pertemuan ini diantaranya adalah pengiriman dosen fiqih muamalat dan maqoshid syariah Tazkia ke Magister Akuntansi FEB UGM   juga sepakat untuk selalu bersinergi dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya di bidang Akuntansi Syariah. (Rizqi Z)

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM
read more

Monitoring Evaluasi Kerjasama BUD antara Institut Tazkia dengan Pemkab. Belitung

No comments
Senin 26 Agustus 2019, Bertempat di  Ruang Pertemuan Kantor Bupati Belitung, Tazkia bekerjasama dengan PemKab. Belitung mengadakan acara Monitoring Evaluasi Kerjasama Beasiswa Utusan Daerah PemKab. Belitung.
Acara yang langsung dihadiri oleh Sekda kabupaten Belitung, Dinas pendidikan dan orang tua wali mahasiswa dan mahasiswi diawali dengan sambutan sekaligus paparan dari Rektor Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin mengenai laporan hasil akademik dan non akademik kegiatan belajar mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa utusan daerah pemerintah kabupaten belitung dengan Institut Tazkia Tahun ajaran 2018/2019.
“Belitung dengan segala keayaan alam dan keindahan pariwisata yang begitu luar biasa tentu harus di kelola oleh putra puteri daerah terbaik dari belitung, dan dikelola denga cara yang benar yang sesuai prinsip syariah. Tazkia berusaha sekuat tenaga mendidik putra putri daerah Belitung untuk menjadi SDM-SDM yang handal di bidang Ekonomi Syariah sehingga mampu memaksimalkan seluruh potensi yang ada di daerah Belitung dan memimpin daeha Belitung menuju masa kejayaan.” Papar Murniati Mukhlisin.
Senada dengan apa yang disampaikan oleh Dr. Murniati, MZ Hendra Caya, SE, M.Si selaku Sekda Kabupaten Belitung berpesan kepada seluruh mahasiswa penerima Beasiswa Utusan Daerah Belitung untuk memanfaatkan beasiswa yang diterima dengan baik, menggali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya di Institut Tazkia agar ketika kembali ke Belitung mereka bisa berkontribusi besar dalam perkembangan daerah Belitung khususnya bidang Ekonomi.
“Pariwisata tentu menjadi salah satu tulang punggung pemasukan daerah belitung yang memang kaya akan keindahan wisatanya. Manfaatkanlah beasiswa yang sudah diberikan pemda belitung untuk kalian semua, dan tentunya kami berharap kalianlah yang akan mengelola kekayaan alam di Belitung nantinya. Kami juga berterimaksih kepada Tazkia yang sudah satu tahun ini membina anak anak BUD sehingga telah banyak mengalami perubahan yang positif. Kami mendukung penuh kerjasama antara Tazkia dengan Pemkab. Belitung”. Pesan MZ Hendra. (M. Anwar)
Miftahul AnwarMonitoring Evaluasi Kerjasama BUD antara Institut Tazkia dengan Pemkab. Belitung
read more

Institut Tazkia is awarded by IAEI as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country

No comments

Tazkia Campus is awarded by IAEI (The Indonesian Association of Islamic Economists) as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country. May Allah bless Tazkia founders, students, alumni, management, lecturers and staff, and guide them to contribute more to the ummah.

The award was given away by IAEI Chairman, Prof Bambang Brodjonegoro, who also serves as Minister of National Development Planning of Indonesia. Thank you to DIKTIS-Ministry of Religious Affairs RI, Kopertais I DKI Jakarta, BAN-PT Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic Indonesia and the rest of the stakeholders for their constant supervision.

Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia memberikan penghargaan kepada Institut Tazkia, Bogor sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan teraktif dalam memberikan edukasi ekonomi syariah di tanah air. Semoga Allah memberkahi segenap pendiri Kampus Tazkia, mahasiswa, alumni, manajemen, dosen dan staf, serta membimbing kami semua untuk berbuat lebih banyak lagi untuk ummat.

Penghargaan disampaikan langsung oleh Ketua Umum IAEI, Prof Bambang Brodjonegoro yang saat ini menjabat sebagai Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Terima kasih kepada DIKTIS Kementerian Agama RI, Kopertais I DKI Jakarta, BAN-PT Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dan semua pihak atas bimbingannya.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia is awarded by IAEI as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country
read more

Rektor Institut Tazkia Masuk Database Cendekiawan Kelas Dunia

No comments
Senin (19/8/2019) dibuka secara resmi Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jl. Veteran, Jakarta.
Pihak Humas Institut Tazkia mengatakan bahwa Rektor Institut, Murniati Mukhlisin mengikuti acara ini dikarenakan pernah masuk database sebagai Cendekiawan Kelas Dunia semasa berkiprah di Inggris.
Murniati pernah menjadi dosen dan peneliti di University of Essex, Colchester, UK tahun 2015-2017. Saat itu dia mengembangkan modul akuntansi dan keuangan syariah yang banyak diminati oleh mahasiswa dari berbagai negara. Dia juga menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa baik S2 maupun S3 dalam bidang akuntansi dan keuangan syariah di Inggris dan Australia.
Murniati memutuskan untuk pulang ke tanah air pada tahun 2017 untuk kembali mengembangkan Kampus Tazkia yang memang sudah diasuhnya sejak awak pendirian kampus tersebut. Dia  bersama pakar keuangan dan bisnis syariah lainnya yaitu Muhammad Syafii Antonio, Ade Ruhyana, Agus Haryadi, Mukhamad Yasid dan Mirna Rafki membesarkan kampus yang tadinya berawal dengan 25 mahasiswa sekarang telah meluluskan 2259 orang dan memiliki 2003 mahasiswa aktif di bidang ekonomi, bisnis, hukum dan pendidikan syariah.
Murniati menyampaikan bahwa dia banyak belajar dari kampus University of Glasgow dimana dia menyelesaikan S3 di bidang Akuntansi Syariah bagaimana tentang proses pembelajaran yang sangat sistematis.
Dan juga di University of Essex dimana dia sempat menjadi dosen dan peneliti tentang pengembangan kurikulum, kedisiplinan dalam mengajar, menjalankan riset dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di level internasional.
Pengalaman itulah kemudian dia bagi di Kampus Tazkia dan di berbagai kesempatan di kampus lain. Saat memutuskan untuk kembali ke Indonesia, banyak guru besar yang kenal dengan Murniati menyayangkan hal tersebut dikarenakan kesempatan karir, remunerasi dan tunjangan yang tidak seberapa dibandingkan dia dapatkan di Inggris. “Saya mengalahkan banyak pelamar dari berbagai negara waktu itu dan gaji saya sekitar 70 juta perbulan belum termasuk tunjangan dan fasilitas riset dan konferensi. Namun, berkiprah di Indonesia khususnya di Kampus Tazkia memberikan kepuasan intelektual dan pesan da’wah yang luar biasa. Tidak semua harus diukur dengan uang” imbuh Rektor yang dulu menjadi muallaf saat berusia 19 tahun.
Murniati mengikuti program 5000 Doktor yang dikelola oleh Pendidikan Tinggi Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia dan berhasil lulus S3 kurang dari tiga tahun. Dia berharap makin banyak dosen – dosen muda disekolahkan ke luar negeri dan menimba pengalaman riset di sana yang kemudian dibawa ke tanah air untuk membantu memperbaiki sistem pendidikan di sini.
Miftahul AnwarRektor Institut Tazkia Masuk Database Cendekiawan Kelas Dunia
read more

RESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL

No comments

Sentul City – Kampus TAZKIA beralih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut pada usia 18 tahun ini. Dengan semangat mengisi kebutuhan SDM Ekonomi Syariah, delapan belas tahun lalu Kampus Tazkia memulai programnya dari hanya 24 orang mahasiswa, kini sudah mengasuh lebih dari 2000 mahasiswa yang berasal dari 32 provinsi di wilayah nusantara Indonesia dan 6 negara yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Maroko, Yaman dan Palestina.

TAZKIA secara institusi sangat fokus pada pengembangan ekonomi syariah mulai dari teori sekaligus praktek nyata di masyarakat. Oleh karenanya, kontribusi untuk pembangunan Indonesia terus ditingkatkan khususnya dalam pengembangan Industri Ekonomi Syariah. Sampai dengan saat ini kampus Tazkia telah meluluskan sebanyak 2.087 alumni dari jenjang master, sarjana dan diploma yang berkiprah menjadi entrepreneur pada industri halal, akademisi ekonomi dan bisnis syariah, para pendamping masyarakat dan profesional diberbagai Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan non LKS baik di dalam dan luar negeri.

Prestasi kampus Tazkia juga perlu diacungi jempol karena para civitas akademika telah menorehkan berbagai macam penghargaan. Bahkan Tazkia pernah di anugerahkan award sebagai Centre of Excellent Kampus Ekonomi Syariah dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Di bidang penelitian, dosen dan mahasiswa sangat aktif di pentas akademik baik di dalam maupun luar negeri serta pengabdian masyarakat telah ditekuni bersama dengan arah perkembangan umat, bangsa dan negara. Program pemberdayaan masyarakat dhuafa di sekitar Kampus Tazkia yang beralokasi di Bogor, Jawa Barat dan beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat juga telah memberikan peningkatan yang cukup signifikan, dengan hanya puluhan anggota 10 tahun yang lalu hingga kini mencapai hampir 10,000 anggota.

Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec pada hari ini tanggal 30 Juli 2019 telah melantik Rektor, Wakil Rektor dan Direktur Program Pascasarjana Institut Tazkia. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc yang sebelumnya adalah Ketua STEI Tazkia terpilih sebagai Rektor. Perempuan lulusan S1 Akuntansi Syariah dari International Islamic University Malaysia, Magister Akuntansi Syariah Universitas Indonesia dan jebolan Doktor Akuntansi Syariah dari University of Glasgow UK ini  memiliki pengalamanya pendidikan tinggi yang cukup panjang, bahkan memiliki jaringan luar negeri yang luas. Turut hadir Kasubdit Bidang Kelembagaan, Drs. Agus Soleh, M.Ed dan Wakil Koordinator Kopertais 1 DKI Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya.

Sementara Wakil Rektor I Bidang  Akademik diamanahkan kepada Dr. (Kand) Andang Heryahya, M.Pd.I.,M.Pd. sedangkan Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Pengembangan SDI adalah Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Bus Acc, CMA, CIBA dan Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Miftahus Surur, M.Sc. (Fin), sementara Direktur Program Pascasarjana adalah Dr. Mukhamad Yasid, M.Si.

Instutut Tazkia memiliki tiga Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Hukum/Syariah dan Fakultas Pendidikan/Tarbiyah, dan satu sekolah pascasarjana dengan bidang Pascasarjana Ekonomi Syariah. Adapun program studi S1 yang ada yaitu Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, Hukum Syariah, Pendidikan Ekonomi Syariah, Diploma Mikro Keuangan Syariah. Sedangkan program studi di level  S2 adalah  Magister Ekonomi Syariah dan tidak lama lagi  akan segera dibuka Magister Akuntansi Syariah dan dalam tiga tahun ke depan program Doktor bidang Ekonomi Syariah.

Adapun konsentrasi berbasis syariah yang ditawarkan adalah sangat beragam dari program hafal quran dan wirausaha, akuntansi sektor publik, audit, kewirausahaan, perbankan, industri halal, ekonomi pembangunan, teknologi finansial, hingga agribisnis. Kampus Tazkia menyediakan fasilitas beasiswa dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga zakat, perseorangan dan instansi keuangan syariah.

“Setelah alih status menjadi Institut ini, Kampus Tazkia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, luas dan berkesinambungan terhadap ummat, bangsa dan negara, dapat tampil unggul baik di level nasional maupun internasional” demikian ujar Murniati, dalam sambutannya sebagai Rektor terpilih.

Di bidang kurikulum dan pengembangan program studi, Kampus Tazkia telah merujuk kepada sistem KKNI dan memastikan semua program studi terakreditasi dengan nilai Sangat Baik dan Unggul serta menganut sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.  “Program internasional juga sudah dikembangkan dalam dua tahun terakhir yang diharapkan kualitas pendidikan dan pengajaran dapat sejajar dengan kampus – kampus internasional” tutup Murniati.

Miftahul AnwarRESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL
read more

Tingkatkan Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah, Pemprov Kaltara Gandeng Kerja Sama dengan STEI Tazkia Bogor

No comments

BOGOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. Kali ini dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Bogor. Kerja sama ditandai lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc.

Hadir dan turut menyaksikan langsung penandatanganan MoU, Ketua Yayasan atau CEO Tazkia Group, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. Sementara dari Kaltara, mendampingi gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sigit Muryono dan Kepala Bappeda – Litbang, Datu Iqra Ramadhan.

Berbeda dengan kerja sama dengan perguruan tinggi yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya, MoU kali ini bukan hanya dalam hal pendidikan formal. Namun juga terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) secara umum, serta peningkatan ekonomi, utamanya ekonomi berbasis syariah. Melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sebelum ini, kita sudah melakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Baik di dalam, maupun luar negeri. Kerja sama ini penting, sebagai bagian dari upaya kita melakukan networking. Utamanya dalam hal meningkatkan kualitas SDM di Kaltara,” kata Irianto.

Di bidang peningkatan SDM, khususnya bagi aparatur pemerintahan, kerja sama ini nanti kita tindak lanjuti dengan mengirimkan ASN kita untuk belajar di perguruan tinggi yang telah menjalin sekali. “Tadi saya secara langsung juga mengundang Bapak Muhammad Syafi’i Antonio untuk bisa ke Kaltara, untuk memberikan pencerahan kepada para ASN di Kaltara,” kata Irianto lagi.

Kemudian kerja sama lain, adalah mengenai peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pelatihan-pelatihan langsung kepada masyarakat. Termasuk program pemberdayaan masyarakat, yang dibimbing langsung oleh orang yang telah terdidik dan berpengalaman di dalamnya. Kerjasama program ini, oleh Tazkia sudah dilakukan dengan Pemprov Nusa Tenggara Barat dan telah berhasil. “Kita juga sekarang dalam progres kerja sama serupa dengan Bangka Belitung,” sambung Muhammad Syafii Antonio.

Lebih jauh Gubernur menekankan, dari kerjasama ini tidak hanya sekedar seremoni dan retorika belaka. Namun yang terpenting bagaimana implementasi setelah MoU dilakukan.

“Untuk itu, saya minta kepada Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkaitnya untuk segera menindaklanjuti, dengan intensif komunikasi bersama pihak Tazkia. Saya juga harap, mudah-mudahan dalam waktu 4 bulan ke depan, sudah ada progres tindak lanjut dari kerjasama ini,” imbuhnya. (http://korankaltara.com)

Miftahul AnwarTingkatkan Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah, Pemprov Kaltara Gandeng Kerja Sama dengan STEI Tazkia Bogor
read more

Tazkia Gelar Workshop on Integration of Knowledge

No comments

[#news #update] .
.
‘Workshop on Integration of Knowledge’ Season 1 with :
.
.
Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec (Founder of Tazkia University)

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc (Rector of Tazkia University)

Dr. Habib Chirzin [International Institute of Islamic Thought (IIIT) Representative for Indonesia]

Prof. Dato’. Dr. Ahamed Kameel Mydin Meera (Managing Director of the Z Consulting Group, Malaysia)

Prof. Dr. Maliah Sulaiman (International Islamic University of Malaysia)
————————-
@msyafiiantonio
@murniati_mukhlisin
@chirzinhabib @akameel63

Miftahul AnwarTazkia Gelar Workshop on Integration of Knowledge
read more

LPPM Tazkia Dukung Pengabdian Dosen

No comments
Sabtu & Minggu, 13-14 Juli 2019 Berlokasi di Aula Kampus Tazkia, Bogor, LPPM Tazkia menggelar program pengabdian dosen dengan konsep Sakinah Finance Business Clinic For Kids yakni sebuah acara sosial yang ditujukan untuk mengajarkan dan mengenalkan sedini mungkin mengenai Ekonomi Islam, Pengelolaan Keuangan dan menanamkan Jiwa Bisnis kepada anak-anak. Sebagai catatan, acara ini juga menghadirkan 110 peserta anak-anak kurang mampu yang tinggal disekitar area Kampus Tazkia, Bogor.
Pada hari pertama, acara diawali dengan pengenalan materi mengenai Ekonomi Islam dasar kepada anak-anak yang disampaikan dengan metode Fun Learning oleh Dr. Murniati Mukhlisin dan Putri Syifa Amalia, M.Sc.
Murniati mengajak anak-anak untuk mengenal sifat-sifat Rasullah SAW dalam berbisnis dan konsep halal dan haram. Anak-anak juga diajak untuk memahami pentingnya zakat, infak, sedekah, wakaf sebagai media berbagi dengan sesama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan materi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Murniati dibantu Tim Sakinah Finance mengajak anak-anak untuk mencatatkan setiap jenis pemasukan dan pengeluaran mereka sehari-hari. Kemudian anak-anak diajak untuk mencatatkan rencana dan impian mereka dalam jangka pendek dan jangka panjang dan bagaimana cara mereka mengatur keuangan mereka untuk meraih hal tersebut.
Anak-anak diajarkan bahwa untuk meraih rencana jangka pendek dan panjang mereka, ada dua hal yang bisa mereka lakukan, yang pertama menabung (menyisihkan uang jajan mereka), dan yang kedua menambah pendapatan mereka dengan cara menjalankan bisnis mereka masing-masing. Syifa juga mengenalkan lembaga keuangan syariah dan non keuangan syariah dari bank, asuransi, lembaga zakat dan wakaf.
Acara kemudian dilanjutkan dengan simulasi perencanaan bisnis yang dipandu oleh Hayyan (putra kedua Murniati). Pada sesi ini, Hayyan membagikan pengalamannya berjualan bakso buatannya sendiri selama tinggal di UK dan dilanjutkan membuka kedainya sendiri di Bogor (Tamanni Shop) sebagai inspirasi bagi anak-anak untuk mulai berani merencanakan bisnisnya sendiri. Setelah itu Anak-anak diajak untuk merencanakan bisnis mereka masing-masing, dimulai dengan estimasi biaya (modal awal), biaya produksi, sampai ke harga penjualan untuk memperoleh keuntungan.
Beranjak ke rangkaian acara selanjutnya, anak-anak diajak untuk menciptakan produk atau kreasi mereka sendiri dari barang-barang bekas seperti kardus, koran bekas, sedotan dan gelas plastik setelah sebelumnya mendapatkan materi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pemanfaatan barang-barang bekas yang dipandu oleh Layyina (putri pertama Murniati). Layyina juga menceritakan peranan Kawasan Perumahan Sentul City dalam hal penanggulangan sampah dan menjadikan kawasan itu zero waste.
Motivasinya luar biasa, diluar dugaan tanpa banyak dibimbing anak-anak bisa menciptakan kreasi-kreasi (produk) yang sangat kreatif. Mayoritas kelompok anak laki-laki menciptakan mobil-mobilan, perahu, pesawat terbang bahkan mobil tank yang semuanya berbahan kardus dan atau gelas plastik. Sedangkan anak-anak perempuan lebih memilih untuk menciptakan karya-karya yang cantik yang biasa dipergunakan sehari-hari seperti pot bunga lengkap dengan bunganya, bingkai foto, pernak-pernik, dan yang paling mengejutkan ada kelompok yang berhasil menciptakan lemari pakaian dari bahan kardus. Acara hari pertama kemudian diakhiri dengan memajang seluruh karya anak-anak pada tempat yang telah disediakan.
Pada hari kedua acara diisi dengan lebih banyak permainan dan materi ringan yang mengajak anak-anak untuk lebih banyak aktif bergerak, mengajarkan arti kepemimpinan dan kekompakan tim yang dipandu langsung oleh Tim Sakinah Finance.
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing kelompok mengenai produk-produk yang mereka hasilkan pada hari sebelumnya. Masing-masing kelompok bergantian maju kedepan untuk menjelaskan apa nama produk atau kreasi mereka, bagaimana cara membuatnya, bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan, biaya yang diperlukan untuk membuat produk tersebut, hingga berapa harga yang mereka tetapkan untuk produk yang mereka hasilkan. Masing-masing kelompok mempresentasikan produk mereka dengan cara yang unik, polos dan jenaka khas anak-anak seusia mereka yang  membuat seluruh dewan juri dan peserta yang lain tidak mampu menahan tawa.
Kemudian acara dilanjutkan dengan simulasi jual beli produk-produk yang mereka hasilkan. Masing-masing kelompok mengirimkan perwakilan mereka untuk mengisi stand jual beli yang bertugas untuk menawarkan (menjual) produk mereka agar mau dibeli oleh kelompok yang lainnya. Masing-masing kelompok mempunyai cara mereka masing-masing agar produk mereka terjual, bahkan ada yang memberikan promo-promo khusus pada produk mereka layaknya penjual profesional.
Akhirnya acara ditutup dengan pengumuman juara untuk produk-produk terbaik dan paling kreatif yang berhasil diciptakan anak-anak.
Ditemui selesai acara, Murniati menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mengajarkan dan mengenalkan sedini mungkin mengenai ekonomi Islam, pengelolaan keuuangan dan menanamkan jiwa bisnis kepada anak-anak. “Acara ini ditujukan untuk mengajarkan dan mengenalkan sedini mungkin mengenai ekonomi islam, pengelolaan keuangan dan menanamkan jiwa bisnis terhadap anak-anak, dengan harapan mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan ekonomi Islam yang kuat, mahir dalam pengelolaan keuangan dan memiliki jiwa bisnis yang mantap dan mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan yang mampu memberdayakan masyarakat”, ujar Murniati.
“Kedepannya acara-acara seperti ini akan kami adakan di daerah-daerah lain agar mampu menginspirasi anak-anak lain diluar sana”. tutupnya.
Miftahul AnwarLPPM Tazkia Dukung Pengabdian Dosen
read more