Seputar Kampus

International Talk Series Waqf Management in Ottoman Empire Era

No comments

The International Talk Series recently presented the Director of ISEFAM Sakarya University, Assoc. Prof. Dr. Sulëyman KAYA. The Talk Series was utilising webinars, the seminars through the web. Irham Amir, L.c, M.Sc. opened the seminar as the moderator and the translator. Talk Series continued with a speech by Dr. Syafi’i Antonio as the chairman of the Tazkia Foundation. Sir. Syafi’i explained the general condition of Waqf in Indonesia and shows his interest to know about Waqf in Ottoman Empire such as Cash Waqf. Following this, Mr. Irham invited Prof. Sulëyman to deliver the seminar.


Prof. Sulëyman explained the Waqf system in the Ottoman Empire. The Ottoman Waqf institution managed most of Ottoman lands at that time. Not only land, property and money (Dinars and Dirhams) are also used as objects of Waqf. Qardhul hasan and ba’I istighlal were the most used contract for Waqf in this empire. These had a profound effect on the state. The professor also discussed the legal endowments with goods containing elements of usury. The institution ensured that the goods used were halal in term of Islam perspective. Some Ottoman scholars said that endowments with items with usury are not permitted while others allowed if the element of unavoidably usury less than 15 per cent. After the collapse of the Ottoman Empire, Waqf management was dramatically felling down. Turkish welfare was threatened. Some of the existing Waqf land has turned into a church.

Even now there are many mosques built by individuals not by the institution. As such, the Turkish government now seeks to restore the function and role of Waqf institution in order to return the Glory of Ottoman Waqf Management.

The next session is question and answer guided by the moderator. The first questioner asked about the Waqf application system. Prof. Sulëyman said that no application nowadays is used yet. The Turkish Waqf system still utilises conventional method by sending administrators from branch offices to inhabitants collect Waqf assets and manage Waqf. The second questioner asked the contribution of Waqf to the country’s income, and the professor stated that Waqf in Ottoman empire did not contribute to state’s income, so that the profits obtained were directly managed by the Waqf institution.

The third questioner asked is Waqf in Turkey spread in Turkey only or abroad? Prof. Sulëyman answered that Waqf was also distributed to Sudan, Nigeria and Palestine in which more focused on daily needs funds. The question and answer session ended up after the Asr Athan, and the moderator closed the seminar.

Watch the live video of this event:

Rizqi ZakiyaInternational Talk Series Waqf Management in Ottoman Empire Era
read more

International Talk Series With Assoc. Prof. Suleyman Kaya

No comments

Seminar ini dilakukan melalui video call langsung dari Turki

seminar ini diikuti oleh Dosen & Mahasiswa Program International

International Talk Series With Assoc. Prof. Suleyman Kaya ~ Director of Research Center of Islamic Economics and Finance (ISEF) Sakarya University, Turkey
.
.
#steitazkia #kampusekonomiislamterbaik #wisuda #hafidz #tahfidz #quran #skaryauniversity #isef #turkey #kampuspeloporekonomiislam #monday #mondaymotivation #mondayforum #mondayforumtazkia #halal #kampustazkia #ekonomi #ekonomiislam #bisnis #akuntansi #islam #kampus #bogor #indonesia #jawabarat #tazkiatv
.
.

Follow Us On:

https://www.youtube.com/watch?v=tSc6P5ATyLE
https://spmb.tazkia.ac.id/
https://www.instagram.com/?hl=id

Miftahul AnwarInternational Talk Series With Assoc. Prof. Suleyman Kaya
read more

Wisuda STEI Tazkia ke-14, Sebagian Hapal Alquran

No comments

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI Tazkia) melaksanakan Wisuda ke-14. Wisuda untuk jenjang Diploma, Sarjana dan Pascasarjana ini digelar di gedung kampus Tazkia Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21//11/2018).

Jumlah wisudawan sebanyak 325 orang, 138 orang dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, 89 orang Akuntansi Syariah, 29 orang Ekonomi Syariah, 18 orang Hukum Ekonomi Syariah, 16 orang Program Diploma sebanyak dan 44 orang dari Program Pascasarjana Ekonomi.

Tema wisuda kali ini adalah Islamic Economic for Indonesia: “Towards a Prosperous and Civilized Sociaty”.

Pembantu Ketua I Bidang Akademik Andang Heryahya berharap para wisudawan mampu berkontribusi yang terbaik untuk agama bangsa dan negara.

“Kami ingin memberikan konstribusi terbaik terhadap cita cita kemerdekaan Republik Indonesia dalam wewujudkan kecerdasan bangsa, keadilan dan kesejahteraan sosial. InsyaAllah ekonomi syariah salah satu bagian penting dalam wujudkannya,” ujarnya.

Andang mengungkapkan, pada wisuda kali ini semua civitas akademika bersyukur, bangga dan bangga dari 325 wisudawan telah meluluskan 24 wisudawan hapal Al Quran 30 Juz, 25, 10 dan 5 juz. “Dan, yang membuat terharu adalah sosok mahasiswa terbaik kami hapal 30 Juz,” begitu kata Pembantu Ketua I Bidang Akademik itu.

Berikut adalah profil lulusan terbaik:

Program Studi Ekonomi Syariah

Nira Mufidah
IPK: 3,71
Hafalan: 3 juz
prestasi:
– Juara 1 Olympiade of
Islamic Economics, Seven Shelter in University of Jendral Sudirman 2017
– Juara 1 Best Paper, DIRHAM STEI Tazkia 2016
– Juara 2 Best Speaker for Innovation Paper, The 16th Conference SECOND in University of Indonesia 2017
– Juara 3 Video Dakwah Creative Competition, Temu Ilmiah Regional Jabodetabek in University of Jakarta 2016
– Finalis for simposium TEMILNAS XVI UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta 2017
– Participant Essay of Indonesia Student Research and Summit, Indonesia 2015
– 1st Winner Scrabble competition in STEI TAZKIA

Program Studi: Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Nur Lazuardini Makmur
IPK : 3.83
Hafalan : 5 Juz
Prestasi :
1. Juara 2 Temilnas Nasional 2017
2. Juara 2 MTQ Tazkia Matrikulasi 2015
3. Juara 1 Business Action Competition HIMMAH 2015
4. The Best Diligent Student Matriculation Program 2015

Program Studi: Manajemen Bisnis Syariah

Wardatul Jannah
IPK: 3,89
Hafalan: 3,5 juz
prestasi:
Juara 1 lomba tahfidz 1juz 2015
Juara 1 komptetisi vidio kreatif telmireg 2017
Juara 1 lomba spelling bee BIMM 2014

Program Studi: Akuntansi Syariah

Astrid Auliya Qurrotainin Pramono
IPK 3.78
Hafalan 30 Juz
Prestasi:
-Best paper Asia Youth International model united nation Malaysia, 2017
– 2nd place best speaker innovation paper, 16th sharia economic days, UI, 2017
-1st place national islamic economic olympiade, seven shelter, KSeI unsoed, 2016
-1st place national islamic economic olympiade, sharia economic event, Gunadharma, 2016
-2nd place national islamic economic olympiade, UMY, 2016
-Best student of matriculation

Program Studi: Manajemen Keuangan Mikro Syariah

Ari Supriyanti
Hapalan 1 Juz
Prestasi –
Bekerja di Baitul Ikhtiar, Bogor di Bagian Accounting

Program Studi: Magister Ekonomi Syariah

Yaser Taufik Syamlan
IPK 3.89
Hafalan 2 Juz
Prestasi:
-Dosen berprestasi urutan ketiga tazkia 2018
– Presenter dalam seminar IPAFEM 2017 istanbul turkey
– Presenter dalam seminar nasional refleksi perbankan syariah yang diadakan di UMY 2017
– Presenter pada 6th AICIF Conference Manila 2018
– Penerima Research Grant dari OJK 2018 untuk mengembangkan produk perbankan syariah baru di Indonesia
– Telah menerbitkan beberapa jurnal baik nasional maupun internasional

Terbaik Umum

Astrid dari Prodi Akuntansi Syariah.

“Jadi yang lebih membanggakan adalah Tazkia memiliki lebih dari 5 wisudawan hapal 30 Juz dan lebih dari 19 hapal Al Quran 5 sampai 25 Juz. Kami bersyukur bahagia dan bangga mereka menjadi lulusan STEI Tazkia. Semoga kita semua bisa memberikan apresiasi terbaik,” tandas Andang. (suara-islam.com)

https://suara-islam.com/wisuda-stei-tazkia-ke-14-sebagian-hapal-alquran/

Miftahul AnwarWisuda STEI Tazkia ke-14, Sebagian Hapal Alquran
read more

Wisudawan STEI Tazkia Hapal Al-Qur’an 30 Juz

No comments

Bogor, Gontornews — Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI Tazkia) melaksanakan Wisuda ke XIV. Jumlah wisudawan sebanyak 325 orang, 138 orang dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, 89 orang Akuntansi Syariah, 29 orang Ekonomi Syariah, 18 orang Hukum Ekonomi Syariah, 16 orang Program Diploma sebanyak dan 44 orang dari Program Pascasarjana Ekonomi.

Tema wisuda kali ini adalah Islamic Economic for Indonesia: “Towards a Prosperous and Civilized Sociaty”. Semoga Para Wisudawan/ti mampu memberikan konstribusi terbaik terhadap cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia dalam wewujudkan kecerdasan bangsa, keadilan dan kesejahteraan sosial” ujar Andang Heryahya selaku Wakil Ketua 1 Bidang Akademik.

Hadir dalam Pertemuan Kali ini sebagai Pembicara Gubernur Bangka Belitung Bapak DR. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M. Ketua KEIN Bapak Soetrisno Bachir, dan Direktur Keuangan dan Ekonomi Syraih Bank Indonesia Bapak M. Anwar Bashori.

Wisuda kali ini menjadi wisuda yang istimewa karena dari 325 wisudawan terdapat 24 wisudawan yang memiliki hafalan Al Quran 30 Juz, 25, 10 dan 5 juz termasuk diantaranya mahasiswa terbaik kali ini adalah Astrid Auliya Qurrotainin Pramono yang memiliki hafalan 30 Juz, nilai akademik yang mentereng, serta pencapain dalam dan luar negeri yang membanggakan.

“Bersyukur bahagia dan bangga menjadi Lulusan STEI Tazkia untuk semua wisudawan/ti yang telah diwisuda” ungkap Andang Heryahya. (gontornews.com)

https://gontornews.com/2018/11/22/wisudawan-stei-tazkia-hapal-al-quran-30-juz/

Miftahul AnwarWisudawan STEI Tazkia Hapal Al-Qur’an 30 Juz
read more

STEI Tazkia Luluskan 24 Wisudawan Hafal Al-Qur’an 30 Juz

No comments
KAB. BOGOR – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI Tazkia) melaksanakan Wisuda ke IXV. Dengan mengusung tema “Islamic Economic for Indonesia: _”Towards a Prosperous and Civilized Sociaty, bertempat di Kampus STEI Tazkia Jalan Ir. H. Djuanda No 78, Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Rabu (21/11/18).
Adapun jumlah Wisudawan sebanyak 325 orang, 138 orang dan Program Studi Managemen Bisnis Syariah, 89 orang Akuntansi Syariah, 29 orang Ekonomi Syariah. 18 orang Hukum Ekonomi Syariah, 16 orang Program Diploma sebanyak dan 44 orang dan Program Pascasarjana Ekonomi.
“Kami ingin memberikan kontribusi terbaik terhadap cita – cita kemerdekaan Republik Indonesia dalam mewujudkan kecerdasan Bangsa, keadilan dan kesejahteraan sosial. lnsyaAllah ekonomi syariah salah satu bagian penting dalam wujudnya. Oleh karena itu, kami mengundang ketua KEIN Bapak Soetrisno Bahir dan Direktur Keuangan dan Ekonomi Syariah Bank Indonesia,” tutur Ketua I Bidang Akademik Andang Heryahya.
Wisuda kali ini lanjutnya, semua civitas akademika. Bersyukur dan bangga dari 325 wisudawan meluluskan 24 wisudawan hafal Al Quran 30 Juz, 25, 10 dan 5 juz. Yang membuat terharu adalah sosok mahasiswa terbaik kami hafal 30 Juz,” ungkapnya.
Berikut adalah profile lulusan terbaik dari STEI Tazkia diantaranya : Program Studi, Ekonomi Syariah Nira Mufidah IPK: 3,71 Hafalan: 3 juz, dengan prestasi Juara 1 Olympiade of Islamic Economics, Seven Shelter to University of Jendral Sudirman 2017, Juara 1 Best Paper, DIRHAM STEI Tazkia 2016. Juara 2 Best Speaker for Innovation Paper. The 16th Conference SECOND in University of Indonesia 2017 Juara 3 Video Dakwah Creative Competition, Temu Ilmiah Regional Jabodetabek in University of Jakarta 2016. Finalis for simposium TEMILNAS XVI UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta 2017 Participant Essay of Indonesia Student Research and Summit, Indonesia 2015. 1st Winner Scrabble competition in STEI TAZKIA.
Untuk orogram studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Nur Lazuardini Makmur IPK : 3.83 Hafalan : 5 Juz dengan prestasi Juara 2 Temilnas Nasional 2017, Juara 2 MTQ Tazkia Matrikulasi 2015, Juara 1 Business Action Competition HIMMAH 2015, The Best Diligent Student Matriculation Program 2015.
Sedangkan program studi Manajemen Bisnis Syariah yakni, Wardatul Jannah IPK 3,89 hafalan 3,5 juz dengan prestasi, Juara 1 lomba tahfidz 1 juz 2015
juara 1 kompetisi Vidio kreatif Telmireg 2017, Juara 1 lomba spelling bee BIMM 2014.
Program Studi Akuntansi Syariah,
Astrid Auliya Qurrotainin Pramono
IPK 3.78, Hafalan 30 Juz dengan prestasi Best Paper Asia Youth International Model United Nation Malaysia 2017, 2nd Place Best Speaker Inovation Paper, 16th syariah economic days, Ul, 2017 -1st place national islamic economic olympiade, seven shelter, KSeI unsoed. 2016 -1st place national islamic economic olympiade, sharia economic event, Gunadharma 2016, 2nd place national islamic economic olympiade, UMY, 2016 Best student of matriculation.
Kemudian, Program Studi Manajemen Keuangan Mikro Syariah Ari Supriyanti
Hafalan 1 Juz dengan prestasi bekerja di Baitul Ikhtiar, Bogor bagian Accounting.
Program studi Magister Ekonomi Syariah, Yaser Taufik Syamlan, IPK 3.89. Hafalan 2 Juz dengan prestasi sebagai Dosen berprestasi urutan ketiga Yazkia 2018, Presenter dalam seminar IPAFEM 2017 Istanbul Turkey, Presenter dalam seminar nasional refleksi perbankan syariah yang diadakan di UMY 2017, Presenter pada 6th AICIF Conference Manila 2018, Penerima Research Grant dari OJK 2018 untuk mengembangkan produk perbankan syariah baru di Indonesia. Selain itu, Ia juga telah menerbitkan beberapa jurnal baik Nasional maupun Internasional Terbaik Utama Astrid dari Prodi Akuntansi Syariah.
Kemudian wisudawan Tahfizh Quran terbaik dan yang lebih membanggakan adalah Tazkia memiliki lebih dari 5 wisudawan hafal 30 Juz dan lebih dari 19 hapal Al Quran 5 sampai 25 Juz.
“Bersyukur, bahagia dan bangga menjadi lulusan STEI Tazkia. Semoga kita semua bisa memberikan apresiasi terbaik,” kata salah satu wisudawan kepada Redaksi 87 Online News. (http://www.87onlinenews.com)
http://www.87onlinenews.com/2018/11/stie-tazkia-laksanakan-wisuda-ke-ixv.html?m=1

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Luluskan 24 Wisudawan Hafal Al-Qur’an 30 Juz
read more

Dosen Tazkia Go ASEAN

No comments

Tiap konferensi internasional yang diikuti, menjadi peluang bagi dosen untuk berkiprah di luar negeri. Kali ini dosen Tazkia go ASEAN.

Sebanyak delapan dosen senior Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia mengikuti the 6th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (the 6th AICIF) yang diadakan oleh International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE).

Pelopor ekonomi Islam di Indonesia ini memang menjadi salah satu anggota ICIFE. Organisasi ini tiap tahun memang mengadakan konferensi internasional. Tahun ini bersama-sama dengan anggotanya yaitu dari Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Thailand, dan FIlipina mengadakan the 6th AICIF. Sebagai tuan rumah adalah Mindanau State University, acara pun diadakan di New World Makati Hotel, Manila, Filipina pada 14-15 November 2018.

Rombongan STEI Tazkia dipimpin oleh Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin, diikuti oleh delapan dosen senior yaitu: Luqyan Tamanni, Miftakhussurur, Yaser Syamlan, Rusdiana Priatna, Afif Zaerofi, Grandis Imama Hendra, Nurizal Ismail dan Rahma Wijayanti. Para dosen ini mewakili semua program studi yang ada di Tazkia yaitu Pascasarjana Ekonomi Syariah, Bisnis dan Keuangan Syariah, Muamalat, Akuntansi Syariah, Ekonomi Syariah, Diploma 3 Keuangan Mikro Syariah.

Tim peneliti ini membentangkan penelitiannya seputar tata kelola syariah, perbankan dan pasar modal syariah, sistem keuangan moneter dan asuransi syariah, serta keuangan sosial syariah.

Dengan keikutsertaan di konferensi internasional ini, Murniati mengatakan, “Untuk memberikan peluang bagi dosen mempresentasikan hasil penelitian sehingga memperkaya Tridharma pendidikan di kampus. Juga membawa Kampus Tazkia di level ASEAN melalui berbagai kerjasama dengan berbagai instansi di kawasan ini”.

Untuk itu selain membentangkan hasil risetnya pada konferensi ini, tim juga mengadakan kunjungan ke KBRI Manila dan Asian Development Bank. Bahkan, Ketua STEI Tazkia, Murniati menyampaikan tausiyah di KBRI dan salah satu anggota tim, Nurizal mengisi Khutbah Jum’at pada 16/11. Adapun agenda di Asian Development Bank di Manila adalah untuk membahas potensi kerjasama dengan kampus. Selain itu, diadakan juga penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara STEI Tazkia dan Mindanau State University.

Bagi ekonomi Islam lokal dan internasional, Murniati menilai, pengembangan ekonomi syariah di kawasan ASEAN masih didominasi oleh Malaysia dan Indonesia. Brunei sudah mulai menunjukkan geliat keuangan syariah, Filipina dan Thailand sudah mulai walau agak lamban tapi tidak terlihat di Singapura dan Myanmar. “Diharapkan dengan adanya perjumpaan pendidik bidang keuangan syariah di kawasan ASEAN dapat bersinergi untuk mengembangkan ekonomi syariah, industri halal, regulasi syariah lebih baik lagi, paling tidak dari sisi pendidikan dan penyediaan sumber daya manusia”, kata Murniati menjelaskan.

Murniati menambahkan, STEI Tazkia juga berminat untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional ini di lain waktu. Menurutnya, kampus Tazkia sudah diminta oleh beberapa peserta untuk menjadi tuan rumah tahun depan namun karena ikut harus ikut antri, maka Kampus Tazkia akan menjadi tuan rumah tiga tahun lagi.

Miftahul AnwarDosen Tazkia Go ASEAN
read more

STEI Tazkia Jalin Kerjasama dengan Lembaga Riset Malaysia

No comments

Gaung STEI Tazkia semakin menggema di negeri Jiran Malaysia. Pada hari Selasa, 13 November 2018, telah dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara STEI Tazkia dan International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia. Lembaga ini merupakan lembaga penelitian tentang keagamaan Islam yang didukung penuh oleh pemerintah Malaysia.

Kerjasama meliputi bidang penelitian, seminar, publikasi dan praktik magang untuk mahasiswa Tazkia.
Kerjasama ini ditandangani oleh Prof. Mohammad Hashim Kamali (Founding CEO IAIS) dan Dr. Mukhammad Yasid (direktur Pascasarjana Tazkia).


Menariknya, kerjasama ini disaksikan langsung oleh menteri Agama Malaysia, Dr. Mujahid Yusof Rawa.
Seremoni ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan 10 tahun IAIS. Diperkirakan 150 orang baik akademisi, praktisi dan pemerintah yang turut hadir dalam acara ini.

Rizqi ZakiyaSTEI Tazkia Jalin Kerjasama dengan Lembaga Riset Malaysia
read more

Pinjaman Online Makan Korban, Saatnya Menerapkan Ekonomi Syariah!

No comments

Di belum lengkapnya regulasi pinjaman online (pinjol) yang dilakukan oleh perusahaan Financial Technology (Fintech), peluang bermain bagi pinjol terbuka, termasuk memakan korban, akibat ribanya.

Baru-baru ini publik dikagetkan oleh berita seputar pinjaman online yang terus memakan korban. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, seorang Ibu berinisial L (40) di Jakarta sampai mencoba bunuh diri setelah tak sanggup membayar cicilannya ke pinjol dari sebuah Fintech.

Bukan hanya Ibu L yang menanggung bunga hingga 67%, nasabah pinjol lain bahkan diancam dan dilecehkan karena tidak sanggup membayar cicilannya di sebuah Fintech.

Mulai dari kasus kekerasan fisik psikis hingga bunuh diri, kasus jeratan pinjol terus meningkat. Menurut data Lembaga Batuan Hukum (LBH) Jakarta, hingga saat ini sudah ada 283 korban dari kalangan menengah ke atas maupun menengah ke bawah yang mengadukan keluhan terhadap berbagai aplikasi Fintech. Beberapa perusahaan yang dikeluhkan bahkan sudah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengamat Ekonomi Syariah yang juga Kepala Program Studi Manajemen Binsis Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Tuba Jazil, M.Fin, banyak pinjaman online yang tak ubahnya rentenir digital. Dan, sebenarnya, tidak perlu menunggu kasus besar hingga transaksi pinjaman online berbasis riba ini baru disoroti.

Karena menurutnya, larangan riba baik dari Alquran maupun Injil sudah cukup menjadi dasar untuk melarang praktik pinjaman ribawi. Apalagi jika berkembang melalui online, karena riba membawa kezaliman. “Pinjaman Online berbasis riba ini adalah kezaliman yang nyata, maka haruslah dijauhi, agar Allah SWT melindungi kita dari adzab-Nya.”

Dalam kenyataannya, belum ada regulasi soal pembatasan bunga/ marjin pinjaman dan apakah boleh menggunakan debt collector dalam penagihan. Regulator baru mendata legalitas Fintech. Per September lalu, Satgas Waspada Investasi menemukan sekitar 227 fintech ilegal yang menjalankan bisnis P2P lending. Lebih dari separuhnya berasal dari China dan sebagian lainnya berasal dari Indonesia dan Eropa Timur.

Pengamat dari Pusat Kajian Fintech Syariah STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc, merekomendasikan urjensinya riset bisnis Fintech. Riset mencakup, “Dampaknya terhadap sisi akad, syarat, rukun, hukum, administrasi pajak, akuntansi, dan audit”, kata Murniati. Termasuk, tambahnya riset mengenai prospek dan tantangan termasuk dampak sosial dan budaya. Riset terakhir ini perlu dipertajam dengan mengadakann survei pengguna atau perbandingan kasus antarnegara.

Fintech Syariah

Murniati pun menyinggung bedanya Fintech konvensional dengan syariah. Hal ini perlu untuk menunjukkan bahwa Fintech syariah sejatinya lebih berkelanjutan. Untuk menjaga keberlanjutan Fintech syariah, menurut Murniati, setiap pelaku Fintech syariah harus memahami dan memastikan bisnisnya tidak melanggar hukum positif dan hukum islam. Untuk itu, Fintech syariah harus memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS), menerapkan akuntansi yang benar yaitu dengan mematuhi PSAK Syariah, dan tentunya ada audit syariah secara berkala.

“Tata Kelola, menjadi sangat penting. Di situ ada Transparancy, Accountability, Responsibility, Independency, dan Fairness, disingkat TARIF. Selain itu Fintech syariah juga harus menerapkan e-KYC (know your customer), e-KYI (know your investor), dan etika Islami”, kata Murniati menegaskan.

Miftahul AnwarPinjaman Online Makan Korban, Saatnya Menerapkan Ekonomi Syariah!
read more

Tingkatkan Kualitas Dosen, Tazkia ke Manila Pekan Depan

No comments

Sebanyak tujuh dosen STEI Tazkia akan berangkat ke Manila pekan depan mengikuti ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF).

Salah satu event bergengsi tingkat Asia Tenggara, ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) akan memasuki tahun ke-6 tahun ini. Kampus pelopor ekonomi Islam, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia akan mengirimkan tujuh dosen terbaiknya untuk mengikuti even ini.

Ketujuh dosen akan mempresentasikan penelitiannya di Manila, Filipina. Dalam rangka persiapan sebelum mengikuti AICIF yang akan diadakan pada 13 November 2018, sebanyak tiga dosen STEI Tazkia mempresentasikan penelitiannya dalam forum presentasi dosen (Monday Forum), Senin (5/11). Presentasi akan dilanjutkan oleh tiga dosen lagi di pekan depan pada jam dan tempat yang sama.

STEI Tazkia mendorong dosennya untuk mengikuti konferensi nasional dan internasional untuk memacu semangat melakukan penelitian. Tidak melulu waktunya habis untuk mengajar mahasiswa. Dosen yang aktif dalam penelitian diharapkan dapat menularkan wawasan dan semangatnya kepada mahasiswa.

Forum presentasi dosen khas STEI Tazkia, Monday Forum kali ini tidak hanya diisi oleh presentasi calon delegasi AICIF ke-6, juga menghadirkan presentasi dari laporan penelitian yang disampaikan oleh Rochania Ayu Yunanda, M.Sc (Acc) dan Pak Faried Kurnia Rahman, M.Sc (Fin).

Rochania Ayu Yunanda, M.Sc (Acc) atau yang akrab disapa Ibu Anda, berbicara tentang kesiapan perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia dalam mengadopsi dan mengimplementasi VBI (Value Base Implementation). VBI adalah nilai bahwa bank syariah mampu memberikan pengaruh berkelanjutan bagi ekonomi dan lingkungan. Anda menyebutkan, bahwa perbankan syariah Malaysia akan mengimplementasikan VIB dilihat dari laporan keuangan tahun 2017. Sedangkan, melihat dari laporan keuangan Perbankan Syariah Indonesia tahun 2017 menunjukkan bahwa VIB sudah diterapkan walaupun tidak menggunakan istilah tersebut.

Presenter delegasi AICIF keenam hari ini adalah Grandis Imamahendra, M.Sc (Fin); Miftakhus Surur, M.Sc.; dan Nurizal Ismail, M.A. Grandis berbicara tentang perbedaan kualitas pendapatan dan tingkat kebangkrutan Perbankan Syariah Indonesia dan Malaysia antara sebelum dengan sesudah menggunakan International Financial Reporting Standard (IFRS). Hasilnya, Grandis menyebutkan bahwa ada perbedaan kualitas pendapatan pada Perbankan Syariah Malaysia antara sebelum menggunakan IFRS dengan sesudahnya sedangkan tidak ada perbedaan pada Perbankan Syariah Indonesia.

Monday Forum ke depan akan lebih banyak menghadirkan presentasi hasil presentasi dosen. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku ketua STEI Tazkia terus mendorong dosen-dosen untuk mengirimkan penelitiannya pada jurnal dan konferensi internasional guna meningkatkan kualitas wawasan dan pengalaman.

Miftahul AnwarTingkatkan Kualitas Dosen, Tazkia ke Manila Pekan Depan
read more

Hadir di Masjid Andalusia Kampus Tazkia Ustadz Abdul Somad Serukan Implementasi Ekonomi Syariah Secara Total

No comments

Bogor, Jumat, 2 November 2018 / 24 Shafar 1440. Masjid Andalusia Kampus Tazkia kehadiran Tamu Istimewa. Al Ustadz Abdul Somad, LC, M.A. hadir mengisi tabligh Akbar bersama Dr. Muhammad Syafii Antonio (Pakar Ekonomi Syariah dan Pembina Tazkia Group) dengan moderator Dai Muda Hilman Fauzi, S.E.I, M.E.Sy (Alumni Kampus Tazkia S1 & S2). Hadir ribuan jama’ah memadati acara yang disponsori oleh Jama’ah Pengajian Andalusia, Tazkia Group dan Sentul City ini.

Mengusung tema Menuju Indonesia Baru dengan Kekuatan Ekonomi Ummat. Dr. Syafi’i Antonio mengawali dengan mengungkapkan data-data penting bahwa ummat muslim Indonesia mampu bangkit jika bersatu padu bersama menghidupkan Ekonomi Syariah untuk menyokong Ekonomi Ummat. 87% ummat muslim masih mayoritas menjadi konsumen dari 13% konglomerat yang menguasai produk pokok nasional. Al Ustadz Abdul Somad pun melanjutkan pentingnya belanja di toko sekitar, milik ummat serta mempersiapkan generasi ummat yang akan memperjuangkan Ekonomi Ummat dengan Ekonomi Syariah.

Beliau juga menyerukan kepada seluruh petinggi pemerintah, yang memilki kekuasaan untuk memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan ummat, memperkuat praktik keuangan syariah, mendukung ekonomi masyarakat sekitar dan kebijakan positif lain yang memberikan manfaat besar untuk ummat meskipun sudah lepas dari jabatan nanti.

Kampus Tazkia berkali kali disebut oleh Al Ustadz menjadi lembaga yang siap membekali generasi muda yang akan memperjuangkan Ekonomi Syariah di masa depan. Sehingga Ummat Islam mampu menjadi tuan di Negeri sendiri dengan Ekonomi Syariah sebagai solusinya.

 

Rizqi ZakiyaHadir di Masjid Andalusia Kampus Tazkia Ustadz Abdul Somad Serukan Implementasi Ekonomi Syariah Secara Total
read more