Pemerintah Siak Ingin Badan Usaha Milik Kampung Jauh Dari Riba

No comments

Wakil Bupati Siak Husni Merza menginginkan badan usaha milik desa di Kabupaten Siak bisa di syariahkan.

“Kita akan buat bagaimana badan usaha milik desa yang ada di Kabupaten Siak ini sebanyak mungkin kita syariahkan dalam hal simpan pinjam dan jual beli yang jauh dari riba,” kata Husni saat membuka secara resmi rapat kerja regional FoSSEI (SUMBAGTENG) ke-16 tahun 2022 di Gedung Tengku Maharatu Kecamatan Siak, Sabtu (12/2/2022).

Acara itu sekaligus seminar nasional bertema Peran Generasi Millenial Dalam Menggunakan Digitalisasi Demi Pengoptimalan Ekonomi Syari’ah yang Inklusif.

“Saya sangat tertarik dengan tema seminar ini, maka mari kita dorong bagaimana bermitra dengan perbankan yang syariah jika tidak kita yang mulai siapa lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, ini merupakan kajian tentang ekonomi syariah dan edukasi kepada masyarakat.

Turut hadir disana mendampingi Wabup Ketua STAI, Ketua Baznas , Kepala Bank Riau Kepri, Kepala Bank Syari’ah Indonesia, Ketua lembaga MUI.

Disisi lain Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Siak Iwan Agus Supriono menyampaikan bahwa pihaknya telah dua periode ini menamatkan wisudawan dan wisudawati yang berbasis ekonomi syariah, ini proses yang panjang selama 2 tahun.

Dia sangat mendukung kegiatan itu dan disini mahasiswi diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari sebuah FoSSEI.

Sementara itu Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin yang datang langsung dari Bogor menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.

Dia menjelaskan peranan mahasiswa milenial memang sangat diharapkan yaitu pertama mendukung dan mengembangkan program ekonomi syariah yang berbasis digital.

Kedua, mempelajari industri digital yang sudah berkembang saat ini. Literasi tentang digital syariah masih sangat minim bahkan karenanya banyak yang terjerumus ke pinjol ilegal.

Murniati yang juga Ketua Dewan Pengawas Asosiasi FinTech Syariah Indonesia ini juga mengharapkan para hadirin untuk ikut menjadi pelaku industri digital. Misalnya, berpartisipasi sebagai pedana aktif atau pelaku UMKM di FinTech Syariah.

Dia juga ikut menjelaskan tentang metaverse, NFT, robotrading, investasi kripto, dan bagaimana rambu-rambu syariah harus dipastikan di dalam semua transaksinya. (JaringNasional.net)

Miftahul AnwarPemerintah Siak Ingin Badan Usaha Milik Kampung Jauh Dari Riba
read more

Wakil Gubernur NTB dukung Literasi Keuangan Syariah terus digalakan di Pulau Lombok

No comments

Pelatihan Literasi Keuangan Syariah dan Pendampingan Sertifikasi Halal dilaksanakan kembali oleh Institut Tazkia dan Bank NTB Syariah.

Kamis, 23 Desember 2021, Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung Balai Latihan Kerja Lenek Kabupaten Lombok Timur. acara yang didukung oleh beberapa organisasi pengusaha wanita di NTB ini dihadiri kurang lebih 100 pelaku UMKM.

Wakil Gubernur NTB, Ibu Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah didampingi ketua TPKK Kabupaten Lombok Timur beserta jajaran Pemerintahan ikut hadir serta sekaligus membuka acara pelatihan pada hari ini.

Pada momentum pembukaan acara pelatihan ini, turut hadir juga Rektor Institut Tazkia Bogor, Ibu Dr. Murniati Mukhlisin yang biasa disapa Madam Ani beserta Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk bertugas menjadi narasumber literasi keuangan Syariah dan Pelatihan Sertifikasi Halal bagi UMKM di Lombok Timur dan umumnya di Nusa Tenggara Barat.

Selain membuka acara, Wakil Gubernur menyerahkan secara simbolis berkas Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Institut Tazkia tentang Tridharma Perguruan Tinggi. Kesepakatan bersama ini merupakan bentuk jalinan kerjasama yang baik antara NTB dan Tazkia.

Miftahul AnwarWakil Gubernur NTB dukung Literasi Keuangan Syariah terus digalakan di Pulau Lombok
read more

TAZKIA ADAKAN PELATIHAN DI MANDALIKA

No comments

22/12/2021 – Lombok Tengah, NTB

Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang memiliki Sumber Daya yang begitu luar biasa, diantaranya adalah peternakan, perikanan, garam, rumput laut dan lain sebagainya. Dalam program roadshow kegiatan pendampingan UMKM untuk mendapatkan Literasi keuangan syariah dan pelatihan UMKM yang dilaksanakan oleh Bank NTB Syariah, pada hari ini Tim Institut Tazkia bergeser ke Lombok Tengah pada hari Rabu, 22/12/2021 tepatnya di Hote Sima Kuta Lombok Tengah.

Pelatihan dihadiri oleh sekitar 100 an pelaku UMKM di Lombok tengah yang terdiri dari beberapa Organisasi pengusaha Wanita. Sebagai apresiasi dan dan juga memperingati Hari Ibu, mayoritas peserta yang hadir adalah Ibu-ibu hebat pelaku usaha. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat Bank NTB Syariah, Sekda Kabupaten Lombok Tengah, juga para kepala dinas terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, dan Dinas Perindustrian.

”UMKM di Lombok tengah harus mengedepankan potensi dan target kedepannya. Selain itu kita harus mengedepankan apa yang diinginkan pasar di bidang pemasaran. Digitalisasi merupakan hal yang penting saat ini, para UMKM diharapkan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memaksimalkan digitalisasi. Ujar Sekda Lombok Tengah, Ibu Maya Firman Wijaya.

Sudah menjadi kegiatan rutin bagi Institut Tazkia memberikan Literasi keuangan Syariah dan pelatihan sertifikat halal kepada masyarakat karena ini merupakan Pemberdayaan Masyarakat yang dipersembahkan oleh para dosen-dosen Tazkia. pada kesempatan kali ini Tim Tazkia yang hadir adalah M. Dimas Anugrah, M. Yusuf Ibrahim, Syarifudin, dan Fakhry Barly Ramdhani.

Harapan besar bagi UMKM di Lombok tengah yang memiliki julukan UMKM Kuta Mandalika di NTB, sertifikasi halal merupakan hal yang harus diperhatikan oleh semua pelaku saha karena itu menjadi salah satu tolak ukur konsumen dalam membeli suatu produk.

Miftahul AnwarTAZKIA ADAKAN PELATIHAN DI MANDALIKA
read more

“Halal Itu Sehat, Halal Itu Baik”, Tazkia & Pemprov Kalimantan Timur Adakan Pelatihan Sertifikasi Halal UMKM

No comments

Produk halal memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Baik untuk produksi dalam negeri maupun ekspor.

“Ada potensi ekonomi yang tinggi dari sertifikasi halal dalam berbagai produk makanan maupun minuman,” kata Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor Prof Murniati Mukhlisin saat pembukaan Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal UMKM Provinsi Kalimantan Timur di UPTD Pelatihan Koperasi dan UMKM di Jalan DI Pandjaitan Samarinda, Kamis (9/12/2021).

Dijelaskan, saat ini masyarakat negara-negara di dunia semakin sadar pentingnya makanan dan minuman halal. Makanan halal, bukan hanya baik bagi warga muslim, tapi juga nonmuslim.

Dia mengungkapkan, masyarakat dunia semakin menyadari bahwa makanan yang diolah melalui proses halal, ternyata lebih sehat dan baik untuk kesehatan. Dia memberi contoh makanan halal dari proses pengolahan makanan dari hewan yang disembelih. Mulai saat dipotong dengan pisau yang tajam, tidak boleh terlihat hewan lainnya untuk menghindari stres. Dia akan lebih sehat karena darahnya bersih keluar. Itu sangat berbeda dengan hewan yang mati karena ditembak.

“Lama kelamaan mereka menyadari. Halal itu sehat, halal itu baik,” tandas Murniati.

Sebab itu perlu terus dilakukan edukasi kepada pelaku UMKM untuk melengkapi usaha mereka dengan sertifikasi halal. Pemerintah harus terus melakukan sosialisasi, sekaligus menghapus stigma bahwa mengurus sertifikasi halal itu memakan waktu yang lama, susah dan mahal.

Sekarang semuanya sudah lebih mudah dengan keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang dibentuk pemerintah sekitar dua tahun lalu.

“Berikutnya kita harus bergerak bersama. Tidak mungkin MUI bergerak sendiri mengurusi ini, tidak mungkin juga BPJPH bekerja sendiri. Insan kampus juga harus turun memberikan sosialisasi sebagai bentuk pengabdian sosial untuk membantu UMKM kita,” sambung Murniati.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, sudah semestinya Indonesia bisa menjadi “Dapur Halal Dunia”. Tidak kalah dari Thailand yang dengan hanya 5 persen komposisi penduduk muslimnya (sekitar 3 juta jiwa), sudah berani mengkampanyekan diri sebagai “Halal Kitchen of The World”.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor diwakili Kepala UPTD Pelatihan Koperasi dan UMKM Zainuddin Fanani mengatakan UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional.

Karena itu perlu dilakukan pembinaan secara terus menerus. Salah satunya dengan sertifikasi halal produk makanan dan minuman.

“Sertifikasi halal MUI untuk makanan, kosmetika, obat-obatan dan produk lainnya harus dilakukan demi menentramkan batin konsumen untuk mengonsumsinya. Sebab itu, pelaku UMKM harus menerapkan sistem jaminan halal,” ungkap Zai, sapaan akrabnya.

Pembukaan pelatihan juga dihadiri perwakilan MUI Kaltim dan PT Sucofindo. (sul/yans/adpimprovkaltim)

 

 

Miftahul Anwar“Halal Itu Sehat, Halal Itu Baik”, Tazkia & Pemprov Kalimantan Timur Adakan Pelatihan Sertifikasi Halal UMKM
read more

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL UMKM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

No comments

Kerjasama Institut Agama Islam Tazkia dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM Provinsi Kalimantan Timur

🗓️ Kamis, 9 Desember 2021 M / 4 Jumadil Awal 1443 H
📍 UPTD Pelatihan Koperasi & UMKM Kalimantan Timur

Keynote Speaker :
Bapak H. Hadi Mulyadi, S.Ssi, M.Si
Wakil Gubernur Kalimantan Timur

Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc, CFP
Rektor Institut Agama Islam Tazkia

Narasumber :
🗣️ Nurizal Ismail, MA
“Dasar Dasar Halal & Perkembangan dan Regulasi Halal di Indonesia”

🗣️ Faried Kurnia Rahman, M.Sc (Fin)
Kriteria Sistem Jaminan Produk Halal bagi UMKM

Penyelenggara :
LPPM Institut Tazkia
Disperindakop Kalimantan Timur

☎️ 0821-1528-6212 (Fakhry Barly)

Follow Instagram:
@tazkiofficial
@pemprov.kaltim

Miftahul AnwarPELATIHAN DAN PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL UMKM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
read more

Halal Center Tazkia Melatih UMKM NTB Hingga Siap Tersertifikasi Halal

No comments

Sabtu, 18 September 2021

“UMKM NTB : Unik, Halal, Mendunia”, begitulah suara teriakan penuh semangat para peserta pelatihan sertifikasi halal yang diadakan pada hari Jum’at, 17 September 2021 di hotel lombok plaza. Acara yang berlangsung meriah dengan stand bazaar yang menampilkan produk-produk UMKM khas dari pulau indah yang terkenal dengan pantainya itu. Produk yang dipajang sangat beragam, mulai dari makanan, minuman, perhiasan mutiara hingga lampu-lampu indah yang terbuat dari limbah. Keberadaan produk tersebut menandakan bahwa kreativitas warga NTB tidak terbatas.

Kreativitas dan usaha warga NTB itu harus disokong melalui banyak sektor termasuk sertifikasi halal. Karena sertifikasi halal merupakan alat penting untuk Kemajuan perekonomian NTB yang pada dasarnya mengandalkan pariwisata. Bahkan sudah sejak lama NTB menggabungkan pariwisata halal dunia, maka seharusnya seluruh sektor perekonomian mulai dari Hal Terbesar hingga hal terkecil harus tersertifikasi halal. Sebagaimana isi pembicaraan antara Rektor IAI Tazkia dan wakil gubernur NTB pada Kamis lalu, 16 September 2021 yang mengharapkan seluruh usaha h&m sektor yang mendukung industri di NTB dapat tersertifikasi halal sepenuhnya.

Sebagai bentuk dedikasi dan langkah pasti guna mencapai tujuan tersebut Institut Agama Islam Tazkia bekerjasama dengan Bank NTB Syariah mengadakan pelatihan dan pendampingan sertifikasi halal yang khususnya diberikan kepada ada 75 UMKM dari berbagai daerah di NTB. Melalui pelatihan ini diharapkan para UMKM mengetahui seluruh informasi terbaru mengenai sertifikasi halal hingga tata cara pendaftarannya.

Acara yang dibuka oleh Rektor IAI TAZKIA, Ibu Murniati Mukhlisin, DIrektur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo, dan Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah Muhamad Usman berlangsung meriah dan seru. Pelatihan tersebut meliputi dasar-dasar pengetahuan mengenai halal, pentingnya sertifikasi halal, 11 kriteria sistem jaminan halal, hingga teknis dan persyaratan pendaftaran sertifikasi halal melalui BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia. Dengan penuh antusias, para UMKM mengikuti pelatihan dari para trainer yang berasal dari halal center Tazkia, yaitu Nurizal Ismail, kepala LPPM Tazkia dan M. Yusuf Ibrahim, eksekutif halal center Tazkia.

Setelah mengikuti pelatihan ini para UMKM dipastikan memahami dasar-dasar halal hingga teknis pendaftaran sertifikasi halal dengan skema baru yaitu melalui BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia. Tak berhenti disitu sebagai langkah lanjutan an-nahl center Tazkia akan bergerak sebagai penyelia dan pendamping halal bagi para UMKM tersebut. Demi NTB sebagai destinasi halal dunia. (M. Yusuf Ibrahim & Miftahul Anwar)

Miftahul AnwarHalal Center Tazkia Melatih UMKM NTB Hingga Siap Tersertifikasi Halal
read more

Institut Tazkia Sukses Dampingi Para UKM Hingga Terbit Sertifikat Halal

No comments

 

 

 

 

Pusat Studi Halal Tazkia atau lebih dikenal sebagai Halal Center Tazkia terus aktif dalam mendampingi UKM lokal utamanya di sekitar Jabodetabek sejak pertama kali berdiri. Didukung oleh BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia dan Bank Indonesia, Halal Center Tazkia berkomitmen untuk membantu para UKM dalam mendapatkan sertifikat halal. Dan setelah melewati proses dan perjuangan yang cukup panjang, secara resmi BPJPH Kementerian Agama menerbitkan sertifikat halal bagi beberapa UKM binaan Tazkia. Hal itu adalah pencapaian yang cukup besar bagi IAI Tazkia sebagai perguruan tinggi yang berhasil mendampingi para UKM dalam sertifikat halal. Dan kegiatan tersebut terus berlanjut secara masif di tengah keterbatasan pandemi ini.

Sebagai rasa syukur atas keberhasilan para UKM dalam mendapatkan sertifikat halal, IAI Tazkia mengadakan ceremony serah-terima SH kepada para UKM binaan yang dilaksanakan melalui platform zoom pada Sabtu, 10 Juli 2021. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tamu kehormatan. Mulai dari Dr. Diana Yumanita selaku Deputi Direktur Departmen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, kepala BPJPH Kementerian Agama RI, Dr. H. Mastuki, M.Ag. Direktur Komersial PT. Sucofindo, Bpk. Darwin Abas, Kepala Bagian Sertifikasi Halal PT. Suconfindo, Bpk. Adisam ZN, Kepala Bagian UKM Kota Bogor, Bpk. R Medi Sandora dan para UKM binaan Tazkia.

Halal Center Tazkia adalah perguruan tinggi pertama yang berhasil mendampingi UKM dalam sertifikasi halal. Keberhasilan ini bukan semata dari pihak IAI Tazkia saja, namun didorong oleh dukungan dan bantuan Bank Indonesia, BPJPH Kementerian Agama, dan PT. Sucofindo sebagai mitra LPH (Lembaga Pemeriksa Halal) sebagaimana yang disampaikan oleh Rektor IAI Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. Bahkan kepala BPJPH, Dr. H. Mastuki, M.Ag. merasa Halal Center Tazkia sudah sangat siap sebagai tim penyelia halal dan meminta agar memperluas cakupannya secara internasional terutama Australia.

“Bapak ibu sekalian para civitas akademika dari Institut Tazkia dan juga para penerima sertifikat halal, para pelaku usaha yang merupakan binaan dari Tazkia… Tazkia bisa bergandengan tangan juga dengan lembaga halal luar negeri atau halal sertifikasi terutama dari Australia yang banyak kawan-kawan kita Muslim”, Ucap Dr. H. Mastuki, M.Ag. dalam sambutannya.

Acara tersebut ditutup dengan simbolis serah terima sertifikat halal bagi delapan UKM binaan yang telah berhasil dan lolos pendaftaran sertifikasi halal. Dan hal serupa akan terus menyusul bagi UKM binaan Tazkia yang lain. Sertifikat halal yang diterimapun tampil berbeda, karena yang menerbitkan langsung adalah BPJPH Kemeterian Agama RI. Dengan logo garuda sebagai simbol resmi dokumen negara, kode seri guna mencegah duplikasi dokumen, nomor sertifikat yang diawali dengan kode ID sebagai tanda resmi diterbitkan langsung oleh negara, dan masa berlaku yang tercatat selama empat tahun. Bahkan pada serifikat tersebut terdapat QR khusus dari BPJPH untuk melacak keabsahan dari sertifikat halal tersebut. Tampilan model SH terbaru yang diterbitkan oleh BPJPH adalah seperti ini;

 

 

Dokumen-dokumen tersebut adalah sertifikat halal dari UKM binaan Tazkia yang lolos pendaftaran SH. Diantaranya adalah empat usaha di bidang minuman dan bahan minuman, yaitu Kunyit Asam Sri Katon 79 (No. ID00110000080450121), Tamkin Coffee – bubuk dan biji kopi khas Wangun Kabupaten Bogor (No. ID00110000080420121), Teh Tarik Jelly Tjap Tiga Daun (No. ID00110000080470121),  MB Sirup Markisa Bogor produksi Harisma Home Industri (No. ID00110000080460121). Kemudian dua usaha di bidang kue dan roti; Andien Cake milik mahasiswi aktif IAI Tazkia dibawah naungan inkubator bisnis IAI Tazkia (No. ID00110000080500121) dan Rini’s Cake (No. ID00110000080401220). Satu usaha di bidang rempah, bumbu dan kondimen khususnya sambal pecel merk SL SlamLil (No. ID00110000080490121) serta makanan kategori tumbuhan dan  produk tumbuhan olahan khas durian produksi Serba Duren Lezatoss (No. ID00120000080381220).

Pencapaian ini adalah awal dari perjuangan Halal Center Tazkia demi mencapai visinya menghalalkan UKM Indonesia. Seperti yang dikatakan Direktur Halal Center Tazkia, Dr. Indra, M.Si., “kami akan terus berkomitmen mendampingi UKM dalam mencapai sertifikasi halal”. IAI Tazkia pun tidak melepas para UKM setelah tersertifikasi halal. Direktur Halal Center Tazkia mengatakan bahwa produk-produk tersebut dapat dijual di Kantin Halal Tazkia yang berlokasi di dekat pintu keluar tol Sentul Selatan, tepatnya di Masjid Andalusia Islamic Center, Sentul City Bogor.  

Melvina SyahnumInstitut Tazkia Sukses Dampingi Para UKM Hingga Terbit Sertifikat Halal
read more