Pengumuman

Tumbuhkan Minat Riset Pada Generasi Muda, Tazkia Adakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa-Siswi SMAIT Al Kahfi Bogor

No comments

Siswa SMAIT Al Kahfi menyambangi Tazkia untuk mempelajari sistematika penulisan karya tulis ilmiah

Sentul City – Humas STEI Tazkia bekerjasma dengan LPPM STEI Tazkia yang dipimpin langsung oleh Ries Wulandari, M.Si. memberikan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah kepada siswa-siswi kelas X SMAIT Al Kahfi,Bogor. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian oleh civitas akademika STEI Tazkia untuk masyarakat. Pelatihan ini bertujuan membantu siswa dalam merancang dan menuliskan rencana penelitian atau karya ilmiah yang mendukung lomba karya ilmiah tingkat sekolah menengah atas, maupun kemampuan menulis mereka secara umum. DIharapkan dengan adanya pelatihan ini juga tumbuh minat para siswa yang mewakili generasi muda untuk terjun dang menggeluti dunia riset / penulisan karya ilmiah.

Pemberian Materi dan Motivasi tentang penyusunan Karya Tulis Ilmiah dari Tim LPPM STEI Tazkia

Salah satu materi yang diberikan adalah struktur atau sistematika penulisan karya tulis ilmiah. Sistematika dari karya tulis ilmiah sesuai paparan adalah Judul, Abstrak, Pendahuluan, Tujuan, Metode, Hasil dan Pembahasan, dan diakhiri dengan kesimpulan.
“Hal yang perlu dilakukan pertama kali saat menyusun karya ilmiah adalah menentukan tema atau topik yang akan diangkat,” sambut Ries.
Setelah itu, menurut Ries hal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi masalah-masalah terkait dengan topik karya tulis ilmiah yang akan dibuat.
“Dari identifikasi perlu dilakukan perumusan masalah yang akan dibahas. Agar penulisan karya tulis ilmiah dapat dibuat lebih jelas maka perlu dicantumkan metode penelitian yang merupakan langkah-langkah atau cara yang digunakan dalam penelitian.” Lanjut Ries.

Tim Coaching yang terdiri dari mahasiswa berprestasi Tazkia memberikan arahan langsung mengenai langkah-langkah penulisan Karya Tulis Ilmiah.

Dosen Tetap Tazkia ini juga mencontohkan bahwa diantara metode yang dijabarkan selama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah Teknik pengambilan data.
“Ada beberapa cara yakni eksperimental (percobaan), observasi (pengamatan), wawancara, kuisioner/angket/survei serta studi pustaka. Dalam penulisan karya tulis ilmiah siswa perlu menjelaskan dengan jelas mengenai hasil yang didapatkan selama penelitian sehingga pembaca akan mudah memahami hasil dari karya tulis yang dibuat.” Tutup Ries.

Selain mendapatkan materi penulisan Karya Tulis Ilmiah, para siswa juga diajak memasuki ruagan Lab Mini Bank Tazkia untuk mengetahui seperti apa sebetulnya sistem perbankan itu berjalan.

Sebelumnya, Nashir Akbar, dosen tetap sekaligus penerima penghargaan Buku Terbaik kategori Non Fiksi Dewasa pada acara Islamic Book Fair (IBF) Award 2019 Jakarta memaparkan bagaimana teknis menulis buku yang baik.
Pada akhir sesi pelatihan, tim yang terdiri dari Mahasiswa-mahasiswi berprestasi STEI Tazkia memberikan Choacing kepada para siswa dengan membentuk kelompok kecil untuk berdiskusi secara langsung tentang detail penyusunan karya tulis sampai tahap perumusan masalah. Dengan tujuan siswa dapat langsung mengaplikasikan pelatihan ini.

Selain mendapatkan materi penulisan Karya Tulis Ilmiah, para siswa juga diajak memasuki ruagan Lab Pasar Modal Syariah Tazkia untuk mengetahui seperti apa sebetulnya sistem pasar modal syariah berjalan.

Di akhir acara Tim Humas memberikan cenderamata kepada perwakilan guru SMAIT Al Kahfi Bogor. Diharapkan dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini, siswa dapat menulis karya ilmiah dengan baik, sistematis sesuai dengan kaidah penulisan laporan. (Joko T. & M. Anwar Guswanda)
Miftahul AnwarTumbuhkan Minat Riset Pada Generasi Muda, Tazkia Adakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa-Siswi SMAIT Al Kahfi Bogor
read more

STEI Tazkia Sentul Jajaki Kerjasama dengan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat

No comments
Senin 02 April 2019, Tim STEI Tazkia yang dipimpin oleh Bendahara Yayasan Tazkia Cendekia Bogor, Ir. Agus Siswanto, MEI,AAAIJ, AMRP dan didampingi oleh Direktur SPMI STEI Tazkia Dr(c) Afif Zaerofi, MM. menyambangi Kabupaten Sambas untuk mengadakan audiensi dan inisiasi di bidang pengembngan Sumber Daya Ekonomi Islam.
Rombongan STEI Tazkia langsung diterima Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. H. Sunaryo, M.Si beserta Staf Ahli Bupati Sambas Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr. I Ketut Sukarja. kemudian hadir juga Kabag Kesra pemda Sambas Pak Feri, Pak Marjuni Kabag Hukum, Pak Ediyan Sekretaris Bappeda dan Jajaran SKPD.
Pada saat diskusi berlangsung Agus Siswanto mengemukakan bahwa STEI Tazkia merupakan kampus pelopor dalam bidang Ekonomi Syariah yang insya Allah mempunyai segudang pengalaman dan bisa dibilang sudah sangat ahli dalam bidang tersebut.
“Tazkia adalah kampus pelopor Pendidikan Ekonomi Syariah yang sudah expert dan sarat akan pengalaman, sementara Kabupaten Sambas dikenal dengan nilai nilai Syariah yang tertulis jelas dalam Visi Kabupaten Sambas itu sendiri, sehingga ini menjadi sebuah kesempatan yang sangat baik ketika STEI Tazkia bisa bekerjasama dengan Kabupaten Sambas.” Ungkap Agus.
Hal ini ditanggapi dengan sangat baik oleh Staf Ahli Bupati Sambas Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dr. I Ketut Sukarja yang menyatakan bahwa memang Kabupaten Sambas sudah memiliki Perda Syariah tapi belum sempurna pada pengimplementasiannya.
“Hal yang disampaikan pihak STEI Tazkia memang benar, apa yang ditawarkan STEI Tazkia memang sesuai dengan keadaan pemda sambas yang sudah memiliki perda syariah. Namun kami masih memiliki kekurangan pada tataran pengimplementasiannya.”ujar Sukarja
Hal senada disampaikan Pak Marjuni Kabag Hukum dan Pak Ediyan Sekretaris Bappeda terkait rencana  pembentukan  BUMD syariah yang saat ini sedang di ajukan tapi belum dikeluarkan keputusannya oleh Pemerintah Daerah.
Sementara itu, Agus Siswanto sangat antusias dengan respon yang sangat positif yang ditunjukan pihak Kab Sambas. Dirinya berharap agar segera ada tindak lanjut ke penandatanganan MoU antara STEI Tazkia dan Kabupaten Sambas. Dirinya juga berharap rapat penindaklanjutan MoU antara Pemda Sambas dengan STEI Tazkia dapat segera terlaksana  dan berlanjut pada tahap implementasi kerjasama. (Diki)
*Editor: M. Anwar Guswanda
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Sentul Jajaki Kerjasama dengan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat
read more

STEI TAZKIA KEMBALI RAJAI AJANG TEMILREG

No comments

STEI Tazkia berhasil menjuarai ajang Temilreg Jabodetabek 2019. Prestasi ini sudah menjadi seperti Budaya untuk kampus Tazkia, karena sudah hampir satu dekade Tazkia selalu berhasil meraih juara 1 dalam setiap ajang Temilreg.

Untuk tahun ini, kampus Tazkia diwakili oleh 3 mahasiswa terbaiknya:

1. Abdul Latif, Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah angkatan 17;

2. Raehan Fadila, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah angkatan 17;

3. Fauzi Herman, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah angkatan 17.

Fakhrudin, M.M. selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan menyatakan bahwa Ia merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih mahasiswanya ini.

“Semoga prestasi ini dapat pertahankan setiap tahunnya, dan juga mampu ditingkatkan ke tingkat Nasional bahkan Internasional. saya berharap para mahasiswa tidak cepat berpuas diri, berusaha dan belajar jauh lebih giat lagi untuk mendapatkan prestasi yang jauh lebih baik lagi.” Pesan Fakhrudin. (M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarSTEI TAZKIA KEMBALI RAJAI AJANG TEMILREG
read more

STEI Tazkia Emban Amanah Tingkatkan Kualiatas SDM Syariah Provinsi Riau

No comments

Penandatangan MoU antara Tazkia dan Provinsi Riau. Miftakhus Surur selaku Pembantu Ketua 3 TAzkia (samping kiri), Dr. M. Syafii Antonio selaku Ketua Pembina Yayasan Tazkia (tengah kiri), Dr. Murniati Mukhlisin selaku ketua Tazkia (tengah kanan), Dr. H. Syamsuar selaku Gubernur Provinsi Riau (samping kanan).

Kamis 28 Maret 2019, STEI Tazkia yang diwakili langsung oleh Dr. Murniati Mukhlisin (Ketua STEI Tazkia) menandatangani kesepakatan kerjasama bersama Provinsi Riau yang diwakili langsung Drs. H. Syamsuar (Gubernur Provinsi Riau).

Setelah sebelumnya telah berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah diantaranya Provinsi Bangka Belitung, NTB, Kalimantan Timur; STEI Tazkia kembali berhasil menjalin kerjasama dengan Provinsi Riau. Kerjasama yang dibangun diantara kedua belah pihak berfokus pada pengembangan SDM Syariah untuk kemajuan sektor Ekonomi Islam Provinsi Riau. Dalam keberlangsungannya, Pemerintah Provinsi Riau akan mengirimkan putra-putri terbaik daerahnya untuk belajar ilmu Ekonomi Islam dan juga penggemblengan karakter keislaman di STEI Tazkia.

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Riau sangat menyambut baik program kerjasama ini, karena menurut-Nya program-program yang ditawarkan STEI Tazkia sangat sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

“Saya sangat menyambut program kerjasama dengan Tazkia ini, karena Tazkia memiliki program-program yang sesuai dengan kebutuhan Provinsi Riau. Selain itu juga memang beberapa Program masih belum ada disini, seperti Bisnis Manajemen Islam & Ilmu Ekonomi Islam. Harapannya Tazkia dapat mendidik Putra-Putri daerah kami menjadi SDM Ekonomi Islam yang handal.” Ujar Drs. Syamsuar.

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Emban Amanah Tingkatkan Kualiatas SDM Syariah Provinsi Riau
read more

Tazkia Inisiasi Kerjasama Dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia

No comments

 

STEI Tazkia diwakili Ries Wulandari, M.Si. selaku Kepala LPPM (lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Tazkia, Dr. Indra, M.Si. selaku Direktur Pusat Studi Halal dan Nashr Akbar, M.Ec. selaku Direktur Pusat Studi Wakaf menyambangi kantor Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia dalam rangka Inisiasi kerjasama dalam bidang Jaminan Produk Halal dan Pengembangan Kelembagaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). (M. Anwar Guswanda)

 

 

 

 

Miftahul AnwarTazkia Inisiasi Kerjasama Dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia
read more

STEI Tazkia Kembali Raih prestasi tingkat nasional

No comments

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STEI Tazkia kembali meraih prestasi dalam event tingkat Nasional. Kali ini Tazkia berhasil menjadi juara 2 LKTI Nasional Islamic Economic Days yang diadakan di STEI SEBI Depok.

Pada event kali ini STEI Tazkia diwakili oleh tiga mahasiswa berprestasi dari program studi Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah :

1. Abid Rahmatullah (AI 17)
2. Yazid Azzam (AI 17)
3. Indah Oktaviola (ES 17)

Abid Rahmatullah sebagai salah satu perwakilan sangat bersyukur aats prestasi yang diraihnya ini dan menjadikannya sebagai motivasi untuk menjadi jauh lebih berprestasi lagi kedepannya

“saya sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang saya raih. ini saya jadikan motivasi untuk mengembangkan keilmuan saya dalam bidang Ekonomi Islam sehingga saya mampu nerkontribusi secara nyata dalam perjuangan dakwah Ekonomi Islam.” Ujar Abid.

Senada dengan apa yang disampaikan Yazid, Fakhrudin, M.M. selaku kepala bagian kemahasiswaan STEI Tazkia menyampaikan bahwa ini merupakan bukti eksistensi STEI Tazkia dalam dunia pendidikan Ekonomi Islam.

“Prestasi yang kesekian kalinya ini merupakan bukti eksistensi Tazkia dalam dunia pendidikan Ekonomi Islam. Harapannya prestasi ini dapat ditingkatkan bukan hanya pada tingkat Nasional tapi juga pada tingkat Global.” Tutur Fakhrudin. (M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Kembali Raih prestasi tingkat nasional
read more

Pemprov Kaltim MoU dengan STEI Tazkia

No comments
BOGOR – Pemprov Kaltim memastikan kerjasama bidang pendidikan dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Sentul City, Bogor Jawa Barat direalisasikan. Kepastian berlanjutnya MoU ke Perjanjian Kerjasama (PKS) setelah dilakukannya kunjungan silaturahmi dan rapat tindak lanjut oleh tim Kaltim ke perguruan tinggi tersebut.
Tim dipimpin Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim HM Sa’bani didampingi staf ahli gubernur Prof Dr H Zein Heflin.
Hadir pula Plt Kepala Biro Humas Setdaprov Kaltim Hj Riawati dan Kepala Bagian Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Biro Kesejahteraan Rakyat Edi Suhaedi.
Rombongan diterima Rektor STEI Tazkia Bogor Dr Murniati Mukhlisin didampingi Pembantu Ketua III Bagian Kemahasiswaan Miftakhus Surur.
Sa’bani mengemukakan kerjasama di bidang pendidikan ekonomi Syariah guna menghasilkan putra putri daerah yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan syariah. “Kerjasama kita dengan STEI guna menghasilkan generasi yang memiliki marketing skill tinggi,” katanya, Jumat (1/3).
Menurut dia, MoU berlanjut ke PKS untuk bidang ekonomi syariah guna memperdalam sekaligus memantapkan kemampuan marketing di masing-masing  individu peserta didik.
Hal senada disampaikan Heflin akan pentingnya jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang ekonomi syariah ini bagi generasi Kaltim. “Putra-putri daerah memiliki potensi dan kegiatan bisa didukung melalui program Beasiswa Kaltim Tuntas,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor STIE Tazkia Bogor Murniati Mukhlisin menyambut baik dan sangat mengapresiasi berlanjutnya MoU ke perjanjian kerjasama dengan Pemprov Kaltim. “Saya yakin komitmen pemerintah mampu membentuk sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing untuk menyukseskan pembangunan daerah,” ucapnya.
Dirinya berharap rapat penindaklanjutan PKS antara Pemprov Kaltim dengan STEI Tazkia Bogor segera berlanjut pada implementasi kerjasama. (yans/her/fat/humasprovkaltim)
Miftahul AnwarPemprov Kaltim MoU dengan STEI Tazkia
read more

Tazkia Adakan Audiensi Dengan Pemprov Kalimatan Utara

No comments

(Kiri Tengah) Gubernur Pemerintah Pemprov Kaltara Dr. Ir. H. Irianto Lambrue, M.M. (Kanan Tengah) Dr.Murniati Mukhlisin. M.Acc Rektor STEI Tazkia

Senin, 18 Maret 2018 STEI Tazkia mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi langsung sekaligus mengadakan audiensi terkait program kerjasama dengan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara yang langsung dipimpin oleh Guberur langsung Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M. Program kerjasama yang ditawarkan pengembangan sumberdaya ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat guna menanggulangi kemiskinan dan kerjasama Beasiswa untuk putra putri terbaik Kalimantan Utara.

Tidak hanya dihari langsung oleh Gubernur, audiensi ini juga dihadiri langsung oleh:

  • Disdikbud Prov. Kaltara;
  • Bappeda Prov. Kaltara;
  • Biro Pemerintahan Umum Setda Prov. Kaltara;
  • Kanwil Kemenag Prov. Kaltara;
  • Baznaz Prov. Kaltara;
  • PGRI Prov. Kaltara;
  • Dewan Pendidikan Prov. Kaltara;
  • Kepala SMA/SMK di Wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya;
  • PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PT. PKN);
  • Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (FTJSP).

Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Kampus STEI Tazkia mengawali pembicaraan dengan pemaparan singkat mengenai profil kampus STEI Tazia dan penjelasan singkat tetang Ekonomi Islam dan perkembangannya di Idonesia. Kemudia Dr. Murniati melanjutkan pembicaraan terkait peluang kerjasama yang bisa dibangun antara STEI Tazkia dengan Pemprov Kalimantan Utara terutama terkait Beasiswa untuk Putra Putri terbaik Kalimantan Utara.

Pembicaraan ini disambung hangat dan antusias oleh Dr. Irianto Lambrie selaku Gubernur Kalimantan Utara. Dr. Irianto menyebutkan bahwa selama ini STEI Tazkia lah lembaga yang dicari-cari oleh Pemprov Kalimantan Utara dalam upaya untuk mendalami Ekonomi Islam dan juga lembaga yang diharapkan mampu mendidik Putra Putri terbaik Kalimantan Utara dalam upaya menghasilkan sumber daya yang tidak hanya kompeten (ahli) dalam bidangnya namun juga memiliki karakter keIslaman yang kuat dan berakhlakul karimah.

“Memang lembaga seperti ini yang selama ini kami cari, yang insya Allah mengedepankan Akhlaq.” Ungkap Dr. Irianto. (M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarTazkia Adakan Audiensi Dengan Pemprov Kalimatan Utara
read more

Seminar Kebangsaan “Islam, Pancasila, dan Karakter Bangsa”

No comments

“Sila pancasila apabila dikaji lebih dalam memiliki nilai yang selaras dengan Rukun Islam” – (Zaim Uchrowi, 2019)

Pancasila yang selama ini dikenal sebagai dasar negara memiliki sejarah panjang dalam perumusannya. Dimulai dari munculnya istilah Pancasila (Panca: lima, Sila: sendi) sampai dengan ditetapkannya dalam rumusan Piagam Jakarta. Kehadiran Pancasila menjadi grundnorm dalam setiap penyelenggaraan kegiatan berbangsa dan bernegara, dimana setiap warga negara diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 18 Maret 2019 bertempat di Kampus STEI Tazkia, diadakan Seminar Kebangsaan dengan tema “Islam, Pancasila dan Karakter Bangsa” dengan narasumber Dr. Zaim Uchrowi. Diawal pemaparannya, beliau mengungkapkan fakta menarik terkait keselarasan antara teori karakter manusia dengan karakter Rasulullah SAW. Teori Karakter Manusia yang dikemukakan oleh Hipocrates dan Galenus pada era sebelum masehi membagi 4 karakter manusia menjadi Plegmatis, Melankonis, Koleris dan Sanguinis. Pembicara yang merupakan lulusan program Doktor di Insitut Pertanian Bogor ini merelevansikan teori Hipocrates dan Galenus tersebut dengan 4 karakter Rasulullah SAW yakni :

– Fathonah = Melankolis;

– Siddiq=Plegmatis;

– Amanah=Choleric;

– Tablig=Sanguinis.

Pembahasan menarik terkait adanya keselarasan antara Pilar Karakter, Sila Pancasila, dan Rukun Islam yang kemudian disebut Framework Pilar Karakter. Framework Pilar Karakter diawali dengan Sila Ketuhanan (Pancasila) yang selaras dengan Syahadat (Rukun Islam) sebagai belief / keyakinan awal (Pilar Karakter) yang terletak dalam hati manusia. Sila Keadilan Sosial (Pancasila) yang selaras dengan Haji (Rukun Islam) sebagai Result/hasil (Pilar Karakter) dari keempat pelaksanaan karakter sebelumnya.

“Kelemahan dari sistem pendidikan  karakter yang ada saat ini adalah tidak memasukkan komponen Belief atau keyakinan sebagai dasar karakter anak, sehingga dalam perjalanannya seorang anak mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar. Berbeda dengan anak yang telah memiliki unsur belief, keyakinan kuat dalam dirinya sebagai benteng dalam menghadapi pengaruh lingkungan sekitar”. Jelas Dr. Zaim

Seminar yang dimoderatori oleh Dr. Mukhamad Yasid, M.Si ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta. (Ria Marsella & M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarSeminar Kebangsaan “Islam, Pancasila, dan Karakter Bangsa”
read more

Tazkia Plus Award, Ajang Penghargaan Bagi Insan Terbaik Tazkia

No comments
Salah satu pembina Tazkia Plus sedang memberikan sambutan acara

Salah satu pembina Tazkia Plus sedang memberikan sambutan acara

Sabtu, 16 Maret 2019 Tazkia Plus menyelenggarakan sebuah kegiatan yang diberi judul Tazkia Plus Award 2019 bertempat di Kampus STEI Tazkia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan penghargaan kepada beberapa anggota Tazkia Plus yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa atas kontribusi dan prestasi mereka baik di bidang akademik maupun non akademik.
Beberapa kategori penghargaan yang diberikan pada Tazkia Plus Award 2019 adalah :
1. IPK Terbaik (Ikhwan dan Akhwat)
2. Tahfidz (Ikhwan dan Akhwat)
3. Teraktif (Ikhwan dan Akhwat)
4. Prestasi Lomba (Ikhwan dan Akhwat)
5. Mahasiswa Terbaik (Ikhwan dan Akhwat)
Salah satu penerima penghargaan kategori IPK Terbaik (Aisyah)

Salah satu penerima penghargaan kategori IPK Terbaik (Aisyah)

Ditemui setelah menerima penghargaan Aisyah Salafiyah sebagai salah satu penerima penghargaan kategori IPK Terbaik mengaku sangat bangga dengan penghargaan yang diraih.
“Saya sangat bangga sekali dengan penghargaan yang saya raih. Saya jadikan penghargaan ini sebagai motivasi tambahan bagi saya agar lebih rajin lagi dalam menuntut ilmu dan juga mencari pengalaman sebanyak mungkin untuk mengembangkan potensi yang saya.” Ujar Aisyah
Dengan diberikannya penghargaan Tazkia Plus Award 2019, selain sebagai bentuk apresiasi diharapkan dapat menjadi Motivasi bagi anggota yang mendapatkannya untuk terus mengmbangkan potensi masing-masing dan juga memberikan dorongan mahasiswa lain yang belum mendapatkan penghargaan agar lebih semangat memberikan kontribusi dan prestasi. (Aisyah & M. A. Guswanda)
Miftahul AnwarTazkia Plus Award, Ajang Penghargaan Bagi Insan Terbaik Tazkia
read more