Pengumuman

MoU dengan BPJPH, STEI Tazkia Luncurkan Pusat Studi Halal!

No comments

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia resmi meluncurkan Pusat Studi Halal (PSH), Senin (17/6/2019). Peresmian ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tentang jaminan produk halal dan pengembangan kelembagaan.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Kepala BPJPH, Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D dan Ketua STEI Tazkia, Dr. Muniarti Mukhlisin, M.Acc. Turut hadir menyaksikan, Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Direktur Pusat Studi Halal STEI Tazkia, Dr. Indra, M.Si.

Pada kesempatan ini, STEI Tazkia juga mengadakan acara Monday Forum STEI Tazkia bertema “Urgensi Sertifikasi Halal dalam Mendukung Industri Halal di Indonesia”.

Dalam sambutannya, Muniarti Mukhlisin mengatakan salah satu fokus dari PSH ini adalah pengembangan keilmuan seputar industri halal dan kompetensi pelaku industri halal. Selain itu, PSH diharapkan menjadi kontribusi nyata dari STEI Tazkia dalam mendukung implementasi sistem jaminan halal di Tanah Air.

Sementara, Sukoso menyambut baik adanya kerjasama ini. Ia menyebut kerjasama ini sebagai sebuah refleksi untuk proses sertifikasi halal sekaligus mempersiapkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna memenuhi standard halal.

“Harapannya Pusat Studi Halal ini nantinya ikut berperan dalam pembinaan, bimbingan, dan pendampingan dalam sertifikasi halal. Jadi ke depannya, STEI Tazkia ini punya hak untuk memberikan penjelasan kepada pelaku UMKM tentang halal. Kenapa harus halal, standard halal itu apa, dan sebagainya,” ujarnya.

Sukoso menambahkan, setelah MoU ini, STEI Tazkia berhak mengajukan calon auditor halal untuk ditraining atas biaya dari Negara. BPJPH, kata dia, sudah memberikan training kepada hampir 120 orang dalam empat batch yang dilaksanakan guna menyiapkan calon auditor halal.

“Persyaratan di UU ini ada tiga komponen institusi yakni BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). LPH ini, isinya auditor halal. Auditor harus dilakukan pembekalan oleh BPJPH. Kemudian akan diuji kompetensi dan diputuskan bersama MUI apakah layak menjadi auditor halal,” jelasnya.

Di sisi lain, yang masih menjadi prinsip, ketika melakukan proses produksi halal, harus ada namanya Penyelia Halal. Perusahaan besar wajib memiliki Penyelia Halal. “Lalu bagaimana dengan UMKM? Itu jawabannya diekspresikan dengan harus adanya Halal Center di Perguruan Tinggi atau Yayasan Islam yang menjadi pendamping untuk proses produksi halal (PPH),” ungkapnya. (gontornews.com)

Miftahul AnwarMoU dengan BPJPH, STEI Tazkia Luncurkan Pusat Studi Halal!
read more

Nuzulul Qur’an Tazkia Grup, Implementasi Ilmu dan Amal Ekonomi Syariah

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada 19 Mei 2019 bertepatan dengan 14 Ramadhan 1440 H, Tazkia Grup mengadakan tabligh Akbar Nuzulul Quran. Tabligh akbar ini dilaksanakan di Masjid Andalusia Islamic Center STEI TAZKIA.

Dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, tabligh akbar menghadirkan tausyiah dari Pembina Yayasan Tazkia Dr Muhammad Syafii Antonio, Ustadz Derry Sulaiman, dan Ummi Irene Handono. Selain Taushiah tentang hikmah Hidayah Islam dan berkah Nuzulul Qur’an, Momen Nuzulul Qur’an ini juga dimeriahkan dengan Simbolisasi Santunan 1200 Anak Yatim dan Dhu’afa, Pembagian Sembako untuk 2100 Binaan Baitul Mal Tazkia Madani (BTTM), dan buka bersama lebih dari 2.000 paket buka bersama.

Hadir sebagai donatur santunan anak Yatim & Dhuafa dari Ikatan Notaris Indonesia, Majlis Muslimah Andalusia, dan Majlis Ta’lim Sabilina, juga donatur lain Agenda Ramadhan Masjid Andalusia 1440 H. Juga penandatanganan MoU dengan Baitul Mal Muamalah untuk pemberian beasiswa 10 Mahasiswa berprestasi.

Agenda ini merupakan upaya Tazkia Grup untuk menghadirkan ilmu dan amal Ekonomi Syariah, dengan hadirnya kajian ilmu, pemberian beasiswa, santunan, dan pembagian sembako majlis binaan Tazkia menjadi bukti pengamalan Ekonomi Syariah menghidupkan suasana berbagi kepada yang membutuhkan, dan Kaderisasi Penerus Perjuangan Ekonomi Islam.

 

Sumber : https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/prr5gf396/nuzulul-quran-tazkia-grup-implementasi-ilmu-dan-amal

Rizqi ZakiyaNuzulul Qur’an Tazkia Grup, Implementasi Ilmu dan Amal Ekonomi Syariah
read more

Disaksikan Presiden RI, STEI Tazkia tanda tangan kerjasama dengan KNKS

No comments

Hari ini, 14 Mei 2019 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1440H, Rektor Kampus Tazkia, Murniati Mukhlisin menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Rahardjo Soedigno. Isi kerjasamanya adalah dalam bidang akademik dan riset ekonomi syariah.

Murniati menjelaskan bahwa penandatanganan ini sangat strategis bagi keduabelah pihak. Kampus Tazkia dapat terlibat secara langsung dalam mengembangkan ekonomi syariah secara lebih masif lagi baik di level nasional maupun internasional.

KNKS didirikan berdasarkan Keputusan Presiden No. 91/2016 dan diluncurkan pada tanggal 27 Juli 2017 di Istana Negara.

Selain Kampus Tazkia, KNKS juga mengandeng lima kampus besar lainnya yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Islam Syarif Hidayatullah, dan UIN Ar-Raniry.

Dalam sambutannya Presiden menyebutkan potensi keuangan syariah global pada tahun 2023 nanti sebesar 3 triliun dolar Amerika atau setara dengan 45 ribu triliun rupiah. Nilai yang sangat besar dibandingkan dengan nilai APBN Indonesia yang hanya sebesar 2.000 triliun rupiah.

Dengan potensi sebesar itu maka sudah jelas kebutuhan SDM ekonomi dan keuangan syariah sangat dibutuhkan. Kampus Tazkia saat ini sudah mengembangkan program studi yang lebih beragam untuk menyiapkan SDM dari bidang keuangan, digital ekonomi hingga industri halal.

Murniati menambahkan bahwa mahasiswa juga dapat kuliah di kelas-kelas internasional yang sudah bekerjasama dengan kampus-kampus di UK, Jepang, Turki, Yordania, Maroko, Bahrain, Brunei, Malaysia, dan Rusia.

Miftahul AnwarDisaksikan Presiden RI, STEI Tazkia tanda tangan kerjasama dengan KNKS
read more

Sikapi Kondisi Nasional Pasca Pemilu, ini 7 Pesan Rektor se-Bogor

No comments

Kondisi nasional yang memanas pasca perhelatan Pemilu Serentak 2019, mengundang respon dari berbagai pihak. Termasuk elemen akademisi di Bogor.

Ya, hari ini para rektor perguruan tinggi se-Bogor menyampaikan pernyataan sikap mereka terhadap kondisi nasional saat ini. Pernyataan sikap itu disampaikan pada konferensi pers di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Kamis (9/5/2019).

Ada tujuh rektor se-Bogor yang bergabung dalam pernyataan sikap itu. Di antaranya, Rektor IPB Dr. Arif Satria, Rektor Unpak Prof. Dr. Bibin Rubini, Rektor UIKA Dr. Ending Baharuddin, Rektor Unida Dr. Ir. Dede Kardaya, Rektor UNB Dr. Ir. Yunus Arifien,  Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor Dr. H. Edi Sukardi dan Ketua STEI TAZKIA Dr. Murniati Mukhlisin.

Rektor IPB Dr. Arif Satria mengatakan, Pemilu Presiden dan anggota legislatif secara serentak  2019 telah selesai dan berjalan lancar. Tinggal menunggu hasilnya, yang saat ini prosesnya sedang berjalan di KPU. Berdasarkan jadwal tahapan Pemilu 2019, KPU akan mengumumkan hasilnya secara resmi pada 22 Mei nanti.

Akan tetapi, lanjutnya, selama masa kampanye sampai dengan saat ini, telah terjadi banyak hal di berbagai daerah di seluruh Indonesia yang berpotensi menganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, para rektor perguruan tinggi di Bogor Raya memandang perlu menyampaikan tujuh pesan.

Pertama, mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga,” tutur Arif.

Pihaknya juga mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk  setelah pemilu 2019.

“Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial.

Serta, mengajak elite kedua pihak dan seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis.

“Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini,” tandasnya.

Tujuh Pernyataan Sikap Rektor se-Bogor

  1. Kami mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan;
  1. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga.
  1. Kami mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk setelah pemilu 2019;
  1. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku;
  1. Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial;
  1. Kami mengajak elite kedua pihak beserta seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis;
  1. Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini. (http://www.radarbogor.id/2019/05/09/sikapi-kondisi-nasional-pasca-pemilu-ini-7-pesan-rektor-se-bogor/)
Miftahul AnwarSikapi Kondisi Nasional Pasca Pemilu, ini 7 Pesan Rektor se-Bogor
read more

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI BEASISWA TAZKIA KALTIM TUNTAS

No comments

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pertama-tama perkenankan kami menghaturkan tahiyyah islamiyyah semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, Aamiin.

Berikut kami sampaikan hasil seleksi Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) 2019 kerjasama Pemprop. Kalimantan Timur & STEI Tazkia,Bogor :

 

NO NAMA LENGKAP ASAL SEKOLAH L/P ASAL KABUPATEN
1 Faras Rafi’i Khoilullah MAN IC Paser L Paser
2 Oktavia Nurjanah SMK Muhammadiyah P  Paser
3 M. Miftakhul Shidiq MAN IC Paser L Paser
4 Windy Puspita Sari MA As-Syifa P Balikpapan
5 Dedi Darmawan MA As-Syifa L Balikpapan
6 Tasya Tiara Krisma MA As-Syifa P Balikpapan
7 Salwa Dzulhiffah Nanda Mahwan SMA Muhammadiyah 2 Al Mujahidin P Balikpapan
8 Raynord Rasendrya .R SMAN 1 L Balikpapan
9 Vella Putri Octavia SMAN 2 P Balikpapan
10 Muhammad Murtadha SMA Muhammadiyah 1 L Balikpapan
11 Mariyanti MA Subulusssalam P Kutai Barat
12 Salwa Fadiah MAN Kutai Barat P Kutai Barat
13 Revita Aprilia N Nadya MA Subulusssalam P Kutai Barat
14 Hafizh Naufal Dany MAN Kutai Barat L Kutai Barat
15 M Dody Afriansyah MA Subulussalam L Kutai Barat
16 Harun Ibnu Renaldi SMAN 4 L Berau
17 Daysi Safitri Sari SMAIT Ash Shohwah P Berau
18 Eli Kardilla MAN Berau P Berau
19 Herlina SMA Integral Hidayatullah P Berau
20 Muhammad Syaidil Saputra SMAN 4 L Berau
21 Abi Hanif Gafur SMAIT Ash Shohwah L Berau
22 Hafidz Agil Siraj SMAIT DHBS L Bontang
23 Salsabila SMAIT Yabis P Bontang
24 Ainaiya Arum Puspita SMA YPK P Bontang
25 Risky Septian SMAN 1 Sangatta Utara L Kutai Timur
26 Siti Nailus Saidah SMAN 1 Sangatta Utara P Kutai Timur
27 Achmad Dicky Diryansyah MA Nurul Hikmah Sangatta L Kutai Timur
28 M. Luthfi MAN 2 L Samarinda
29 Faturochman SMKN 7 L Samarinda
30 Herlina SMA Madina Insani P Samarinda
31 Rismawati SMKN 3 Tenggarong P Kukar
32 Ardi Pirata Saputra SMAN 3 Tenggarong L Kukar
33 Afiqa Azra Amanina SMAN 1 Tenggarong P Kukar
34 Dahlia Ulfa SMAIT Nurul Ilmi Tenggarong P Kukar
35 Iyalatul Huda MA Ibadurrohman P  Kukar


Bagi peserta yang lolos dimohon untuk mengikuti persyaratan berikut:

  1. Batas Konfirmasi kesediaan menerima beasiswa , Hari Sabtu, 11 Mei 2019 pukul 24.00 dengan cara WA dengan format: “Nama Lengkap _ Asal Sekolah_Asal Kota/Kab _ Kesediaan (Ya/Tidak)” ke :
  • 0878 7053 1285 (wilayah Balikpapan & Paser)
  • 0858 1122 4465 (wilayah Samarinda,Kukar,Bontang,Kutim)
  • 0812 1162 0867 (wilayah Berau)
  • 0896 7050 9304 (wilayah Kutai Barat)
  1. Bagi peserta Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) yang tidak konfirmasi sampai pada batas waktu yang telah ditentukan diatas, maka dapat dinyatakan GUGUR oleh Panitia Seleksi STEI Tazkia
  2. Bagi peserta beasiswa BKT dapat melakukan Registrasi/ Daftar Ulang yang akan dipandu panitia seleksi masing2 wilayah.

Batas registrasi/daftar beasiswa BKT tanggal 14 Mei 2019.

  1. Agenda penandatanganan kontrak beasiswa bagi peserta penerima beasiswa akan di informasikan kembali.
Miftahul AnwarPENGUMUMAN HASIL SELEKSI BEASISWA TAZKIA KALTIM TUNTAS
read more

Studi Manajemen Kekayaan dalam Pandangan Pemikir Muslim Klasik

No comments

“Ulama-ulama Terdahulu sudah banyak yang meneliti tentang manajemen kekayaan, hal ini bisa dilihat dari karangan-karangan para ulama dalam kitab-kitab yang dikarangnya. Masa Kejayaan ilmu kaum muslimin yakni pada masa “Golden Age” dimana ilmu-ilmu pengetahuan dari ilmuwan muslim berkembang pesat pada era dinasti Abbasiyah” Ujar Direktur Pusat Studi Kitab Klasik LPPM STEI TAZKIA.

Dalam Monday Forum kali ini Sharing Session diisi oleh Nurizal Ismail selaku direktur pusat studi kitab klasik yang menjelaskan tentang konsep-konsep terkait manajemen kekayaan yang dikemukakan oleh ekonom muslim terdahulu.

Dalam forum mingguan akademik kali ini para peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai manajemen kekayaan yang ditelaah langsung dari kitab-kitab yang ditulis oleh ilmuwan muslim.

Ilmuwan muslim yang membahas tentang konsep manajemen kekayaan antara lain As-Syaibani yang mengarang kitab dengan judul “Al-Kasb” dimana kitab tersebut ditulis pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dinasti Abbasiyah. Dalam kitab tersebut beliau menjelaskan mengenai dasar Wealth Management, yakni Al-Iktisab (Earning/Wealth Creation) dan Al Infaq (Spending). Selain itu As-Syaibani menjelaskan bahwa pendapatan itu didapat dari 4 hal: merekrut pekerja (Ijarah), Perdagangan (al Tijarah), Agrikultur (Al Zira’ah) dan keahlian (sina’ah).

Ulama lain yang membahas tentang manajemen kekayaan yakni Ibnu Sina. Selain beliau terkenal dalam filsafat kedokteran, ternyata beliau juga membahas mengenai ‘ilm Tadbir Al Manzir yakni sebuah disiplin ilmu untuk memelihara anggota keluarga dengan cara yang benar, dimana peran keluarga mulai dari suami, istri, anak hingga pembantu sangat berperan dalam pengaturan keuangan keluarga.

Ibnu Sina juga membagi manajemen kekayaan menjadi 2, Kasb (Earning Wealth) dan Infaq. Beliau juga membagia pekerjaaan menjadi perdagangan (tijarah) dan keahlian (sina’at).

Pemikir muslim lain yakni Abu Ja’far Al Dimasqi, dimana harta menurut beliau adalah sesuatu yang banyak ataupun sedikit. Jenis harta dibagi menjadi harta diam/tidak bergerak, harga bergerak, real estate, dan merchandise. (Rizal)

Miftahul AnwarStudi Manajemen Kekayaan dalam Pandangan Pemikir Muslim Klasik
read more

STEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia

No comments
Salah satu perguruan tinggi Islam di Bogor, Jawa Barat, menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Rusia (RIU). Perguruan tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia. Kerja sama dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani di RIU, Kazan, Rabu (24/4/2019).
Perjanjian ditandatangani oleh para Rektor perguruan tinggi tersebut, yaitu Rafik Mukhametahin dari RIU dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dari STEI Tazkia.
Para pihak sepakat untuk mempromosikan, mengembangkan, dan memperkuat kerja sama pendidikan dan ilmu pengetahuan yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama antara lain pertukaran staf, pengajar dan mahasiswa, penelitian dan publikasi bersama, penyelenggaraan seminar, konferensi dan workshop bersama, serta kerja sama lainnya yang menjadi perhatian bersama.
Rektor RIU menyampaikan kegembiraannya dapat menjalin dan mengembangkan kembali kerja sama dengan perguruan tinggi Islam di Indonesia setelah beberapa tahun terakhir terhenti. Menurut Rektor RIU, kerja sama dengan Indonesia sangat penting, seperti yang telah dirintis sejak tahun 2009.
Pada tahun 2009 Rafik Mukhametshin berkunjung ke Indonesia menjalin kerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu kerja sama yang dicapai adalah pengiriman mahasiswa RIU untuk belajar di Indonesia dalam program magister, antara lain di UIN Malang. Dua orang lulusan UIN Malang tersebut saat ini bekerja sebagai pengajar di RIU.
https://1.bp.blogspot.com/-HIxpzFQrtOc/XMJZC42gEDI/AAAAAAAALqQ/AjijWnStlQU4vTx-vNPCHzzlpm1biYOvwCLcBGAs/s1600/1%2B%25285%2529.jpg
Rektor STEI Tazkia mengatakan kerja sama antar perguruan tinggi ini dilandasi pada Tridharma Pendidikan, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rektor STEI Tazkia berharap terdapat pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, bimbingan mahasiswa dan riset bersama, termasuk pendidikan ekonomi syariah.
“Kami siap menerima mahasiswa dari RIU untuk belajar di STEI Tazkia, bahkan mulai tahun pelajaran baru mendatang,” kata Rektor STEI Tazkia.
Rektor STEI Tazkia sangat terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Kazan. Menurutnya, industri halal terutama makanan halal, pakaian muslim, dan keuangan syariah sedang menjadi perhatian di Rusia. Ditambahkan bahwa selaku pionir dalam pergerakan keuangan syariah di Indonesia, STEI Tazkia siap bekerja sama dengan Rusia dalam edukasi, sosialisasi dan persiapan SDM untuk pengembangan keuangan syariah dan industri halal lebih lanjut.
RIU adalah salah satu perguruan tinggi Islam di Rusia yang didirikan tahun 1998. Saat ini RIU terdapat Fakultas Teologi yang didalamnya memiliki jurusan teologi, linguistik, jurnalistik Islam, ekonomi Islam, dan pembelajaran jarak jauh. Di RIU belajar sekitar 1.200 mahasiswa tidak hanya berasal dari Tatarstan dan berbagai wilayah Rusia, tetapi juga dari negara lain, khususnya negara pecahan Uni Soviet.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi yang hadir menyaksikan penandatanganan perjanjian ini mendorong pengembangan kerja sama antar perguruan tinggi kedua negara, termasuk perguruan tinggi Islam. Kerja sama tersebut dapat turut mendekatkan hubungan kedua bangsa yang pada gilirannya tidak hanya mencakup bidang pendidikan, tetapi juga ekonomi dan sosial budaya. Dubes Wahid menekankan pentingnya tindak lanjut dan realisasi dari kesepakatan-kesepakatan kedua pihak.

Beberapa jam sebelum penandatanganan dengan RIU, STEI Tazkia juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kazan (Volga Region) Federal University (KFU) yang diwakili oleh Linar Latypov, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional KFU.
Delegasi STEI Tazkia Republik Tatarstan, Federasi Rusia dalam rangka mengikuti “Russia Halal Expo 2019”. Expo tersebut merupakan bagian dari The XI International Economic Summit “Russia-Islamic World: KazanSummit 2019” yang berlangsung tanggal 24-26 April 2019. (hajimakbul.com)
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia
read more

Tumbuhkan Minat Riset Pada Generasi Muda, Tazkia Adakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa-Siswi SMAIT Al Kahfi Bogor

No comments

Siswa SMAIT Al Kahfi menyambangi Tazkia untuk mempelajari sistematika penulisan karya tulis ilmiah

Sentul City – Humas STEI Tazkia bekerjasma dengan LPPM STEI Tazkia yang dipimpin langsung oleh Ries Wulandari, M.Si. memberikan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah kepada siswa-siswi kelas X SMAIT Al Kahfi,Bogor. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian oleh civitas akademika STEI Tazkia untuk masyarakat. Pelatihan ini bertujuan membantu siswa dalam merancang dan menuliskan rencana penelitian atau karya ilmiah yang mendukung lomba karya ilmiah tingkat sekolah menengah atas, maupun kemampuan menulis mereka secara umum. DIharapkan dengan adanya pelatihan ini juga tumbuh minat para siswa yang mewakili generasi muda untuk terjun dang menggeluti dunia riset / penulisan karya ilmiah.

Pemberian Materi dan Motivasi tentang penyusunan Karya Tulis Ilmiah dari Tim LPPM STEI Tazkia

Salah satu materi yang diberikan adalah struktur atau sistematika penulisan karya tulis ilmiah. Sistematika dari karya tulis ilmiah sesuai paparan adalah Judul, Abstrak, Pendahuluan, Tujuan, Metode, Hasil dan Pembahasan, dan diakhiri dengan kesimpulan.
“Hal yang perlu dilakukan pertama kali saat menyusun karya ilmiah adalah menentukan tema atau topik yang akan diangkat,” sambut Ries.
Setelah itu, menurut Ries hal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi masalah-masalah terkait dengan topik karya tulis ilmiah yang akan dibuat.
“Dari identifikasi perlu dilakukan perumusan masalah yang akan dibahas. Agar penulisan karya tulis ilmiah dapat dibuat lebih jelas maka perlu dicantumkan metode penelitian yang merupakan langkah-langkah atau cara yang digunakan dalam penelitian.” Lanjut Ries.

Tim Coaching yang terdiri dari mahasiswa berprestasi Tazkia memberikan arahan langsung mengenai langkah-langkah penulisan Karya Tulis Ilmiah.

Dosen Tetap Tazkia ini juga mencontohkan bahwa diantara metode yang dijabarkan selama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah Teknik pengambilan data.
“Ada beberapa cara yakni eksperimental (percobaan), observasi (pengamatan), wawancara, kuisioner/angket/survei serta studi pustaka. Dalam penulisan karya tulis ilmiah siswa perlu menjelaskan dengan jelas mengenai hasil yang didapatkan selama penelitian sehingga pembaca akan mudah memahami hasil dari karya tulis yang dibuat.” Tutup Ries.

Selain mendapatkan materi penulisan Karya Tulis Ilmiah, para siswa juga diajak memasuki ruagan Lab Mini Bank Tazkia untuk mengetahui seperti apa sebetulnya sistem perbankan itu berjalan.

Sebelumnya, Nashir Akbar, dosen tetap sekaligus penerima penghargaan Buku Terbaik kategori Non Fiksi Dewasa pada acara Islamic Book Fair (IBF) Award 2019 Jakarta memaparkan bagaimana teknis menulis buku yang baik.
Pada akhir sesi pelatihan, tim yang terdiri dari Mahasiswa-mahasiswi berprestasi STEI Tazkia memberikan Choacing kepada para siswa dengan membentuk kelompok kecil untuk berdiskusi secara langsung tentang detail penyusunan karya tulis sampai tahap perumusan masalah. Dengan tujuan siswa dapat langsung mengaplikasikan pelatihan ini.

Selain mendapatkan materi penulisan Karya Tulis Ilmiah, para siswa juga diajak memasuki ruagan Lab Pasar Modal Syariah Tazkia untuk mengetahui seperti apa sebetulnya sistem pasar modal syariah berjalan.

Di akhir acara Tim Humas memberikan cenderamata kepada perwakilan guru SMAIT Al Kahfi Bogor. Diharapkan dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini, siswa dapat menulis karya ilmiah dengan baik, sistematis sesuai dengan kaidah penulisan laporan. (Joko T. & M. Anwar Guswanda)
Miftahul AnwarTumbuhkan Minat Riset Pada Generasi Muda, Tazkia Adakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa-Siswi SMAIT Al Kahfi Bogor
read more

STEI Tazkia Sentul Jajaki Kerjasama dengan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat

No comments
Senin 02 April 2019, Tim STEI Tazkia yang dipimpin oleh Bendahara Yayasan Tazkia Cendekia Bogor, Ir. Agus Siswanto, MEI,AAAIJ, AMRP dan didampingi oleh Direktur SPMI STEI Tazkia Dr(c) Afif Zaerofi, MM. menyambangi Kabupaten Sambas untuk mengadakan audiensi dan inisiasi di bidang pengembngan Sumber Daya Ekonomi Islam.
Rombongan STEI Tazkia langsung diterima Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. H. Sunaryo, M.Si beserta Staf Ahli Bupati Sambas Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr. I Ketut Sukarja. kemudian hadir juga Kabag Kesra pemda Sambas Pak Feri, Pak Marjuni Kabag Hukum, Pak Ediyan Sekretaris Bappeda dan Jajaran SKPD.
Pada saat diskusi berlangsung Agus Siswanto mengemukakan bahwa STEI Tazkia merupakan kampus pelopor dalam bidang Ekonomi Syariah yang insya Allah mempunyai segudang pengalaman dan bisa dibilang sudah sangat ahli dalam bidang tersebut.
“Tazkia adalah kampus pelopor Pendidikan Ekonomi Syariah yang sudah expert dan sarat akan pengalaman, sementara Kabupaten Sambas dikenal dengan nilai nilai Syariah yang tertulis jelas dalam Visi Kabupaten Sambas itu sendiri, sehingga ini menjadi sebuah kesempatan yang sangat baik ketika STEI Tazkia bisa bekerjasama dengan Kabupaten Sambas.” Ungkap Agus.
Hal ini ditanggapi dengan sangat baik oleh Staf Ahli Bupati Sambas Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dr. I Ketut Sukarja yang menyatakan bahwa memang Kabupaten Sambas sudah memiliki Perda Syariah tapi belum sempurna pada pengimplementasiannya.
“Hal yang disampaikan pihak STEI Tazkia memang benar, apa yang ditawarkan STEI Tazkia memang sesuai dengan keadaan pemda sambas yang sudah memiliki perda syariah. Namun kami masih memiliki kekurangan pada tataran pengimplementasiannya.”ujar Sukarja
Hal senada disampaikan Pak Marjuni Kabag Hukum dan Pak Ediyan Sekretaris Bappeda terkait rencana  pembentukan  BUMD syariah yang saat ini sedang di ajukan tapi belum dikeluarkan keputusannya oleh Pemerintah Daerah.
Sementara itu, Agus Siswanto sangat antusias dengan respon yang sangat positif yang ditunjukan pihak Kab Sambas. Dirinya berharap agar segera ada tindak lanjut ke penandatanganan MoU antara STEI Tazkia dan Kabupaten Sambas. Dirinya juga berharap rapat penindaklanjutan MoU antara Pemda Sambas dengan STEI Tazkia dapat segera terlaksana  dan berlanjut pada tahap implementasi kerjasama. (Diki)
*Editor: M. Anwar Guswanda
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Sentul Jajaki Kerjasama dengan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat
read more

STEI TAZKIA KEMBALI RAJAI AJANG TEMILREG

No comments

STEI Tazkia berhasil menjuarai ajang Temilreg Jabodetabek 2019. Prestasi ini sudah menjadi seperti Budaya untuk kampus Tazkia, karena sudah hampir satu dekade Tazkia selalu berhasil meraih juara 1 dalam setiap ajang Temilreg.

Untuk tahun ini, kampus Tazkia diwakili oleh 3 mahasiswa terbaiknya:

1. Abdul Latif, Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah angkatan 17;

2. Raehan Fadila, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah angkatan 17;

3. Fauzi Herman, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah angkatan 17.

Fakhrudin, M.M. selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan menyatakan bahwa Ia merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih mahasiswanya ini.

“Semoga prestasi ini dapat pertahankan setiap tahunnya, dan juga mampu ditingkatkan ke tingkat Nasional bahkan Internasional. saya berharap para mahasiswa tidak cepat berpuas diri, berusaha dan belajar jauh lebih giat lagi untuk mendapatkan prestasi yang jauh lebih baik lagi.” Pesan Fakhrudin. (M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarSTEI TAZKIA KEMBALI RAJAI AJANG TEMILREG
read more