Pengumuman

STEI Tazkia Luncurkan Program Indonesia Bertaawun untuk Indonesia Timur

No comments

STEI Tazkia, Sentul, Bogor, meluncurkan program Indonesia Berta’awun. Program yang dimulai dari Indonesia Timur ini meliputi program beasiswa putra putri daerah Indonesia Timur untuk belajar ekonomi syariah, pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Indonesia Timur berbasis syariah, beasiswa ekonomi syariah bagi difabel, proteksi takaful jiwa bagi dhuafa, dan pengadaan perpustakaan ekonomi syariah bagi dusun tertinggal.

“Paling tidak ada 122 daerah yang masuk kategori 3T; Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, dan yang paling panjang daftarnya adalah Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur. Maka dari itu, kami berpikir sudah saatnya ada usaha massive secara nasional dengan asas gotong royong memberdayakan saudara-saudara kita di sana dengan pendekatan ekonomi syariah,” ungkap Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin, saat grand launching program Indonesia Berta’awun, di Masjid Andalusia, Sentul City, Bogor, Ahad 2 Juni 2018.

Peluncuran program yang disaksikan sekitar 2500 jamaah itu juga dihadiri Muhammad Syafii Antonio, Ustaz Yusuf Mansur, dan Ustaz Fadlan Garamatan.

Murniati menjelaskan, Papua adalah daerah istimewa karena matahari menyinari Indonesia dimulai dari sana, azan pertama kali dikumandangkan dan sholat mengawali hari hari kita dimulai disana. Sayangnya, hingga saat ini daerahnya masih belum setara majunya dibandingkan dengan Indonesia Tengah dan Barat. Berbagai upaya sudah banyak dilakukan untuk Papua misalnya perbaikan pelayanan aparatur negara, fasilitas umum, beasiswa pendidikan dan bantuan langsung tunai, termasuk juga program Sejuta Rumah Murah yang diluncurkan Presiden Jokowi.

“Masyarakat 3T perlu diberdayakan, salah satunya melalui program kemandirian ekonomi untuk memastikan peningkatan taraf hidup yang sustainabel,” ungkap Murniati yang juga Koordinator Indonesia Berta’awun-Tazkia Berta’awun.

Maka dari itu, kata dia, sudah saatnya gerakan ekonomi syariah digencarkan dengan prinsipnya yang penuh keadilan, kemitraan dan tidak berorientasi kepada keuntungan semata.

Murniati menjelaskan, Indonesia Berta’awun berpijak dari seruan Allah Swt dalam QS Al-Maidah (5):2 yang menyerukan umat Islam untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tapi tidak untuk perbuatan dosa dan bermusuhan.

“Karena Islam adalah rahmat seluruh alam maka program Indonesia Berta’awun ini bermakna untuk semua saudara-saudara kita di daerah 3T walaupun bukan Muslim sekalipun,” pungkasnya.

Sumber : suaraislam.com ( http://suara-islam.com/2018/06/03/stei-tazkia-luncurkan-program-indonesia-bertaawun-untuk-indonesia-timur/ )

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Luncurkan Program Indonesia Bertaawun untuk Indonesia Timur
read more

Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an Dan Grand Launching Indonesia Berta’awun

No comments

Sabtu 02 Juni 2018, STEI Tazkia bekerjasama dengan BTTM Tazkia dan Masjid Andalusia mengadakan salah satu agenda terbesar pada bulan Ramadhan tahun ini yaitu Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an. Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati turunnya Al-Qur’an yang beretepatan dengan tanggal 17 Ramadhan ini dihadiri langsung oleh Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Fadlan Garamatan dan tentu saja Dr. Muhammad Syafii Antonio selaku tuan rumah. Selain mendatangkan tokoh-tokoh. Selain mendatangkan tamu-tamu spesial acara ini dilengkapi dengan beberapa kegiatan yang tak kalah spesialnya, diantaraya ada pemberian santunan kepada 100 guru ngaji (bekerja dengan LAZISMU), pembagian sembako murah (bekerjasama dengan BTTM) sebanyak 2050 buah paket dan terakhir adalah Grand Launching Indonesia Berta’awun (bekerjasama langsung dengan Asyqi).

Acara ini dibuka dengan pemberian motivasi dan kiat-kiat supaya ummat Muslim mampu bangkit dari kemiskinan dan melangkah menuju kesuksesan. UYM menjelaskan bahwa untuk bangkit dari kemiskinan ummat muslim harus memiliki mental orang kaya terlebih dahulu. Mental orang kaya yang dimaksud disini adalah mental yang membuat seseorang akan menghindarkan dirinya dari meminta pertolongan orang lain dan justru sebaliknya selalu bersedia dan menawarkan pertolongan terhadap orang lain (meskipun sendirinya pun sedang berada dalam kesulitan).

“Kalo ummat muslim pengen kaya, bangun dulu mental kayanya jangan dikit-dikit minta dan berharap bantuan orang lain, harusnya malu dibantuin orang lain. Justru kalo pengen jadi kaya bersikaplah seperti orang kaya, bantu orang sebanyak-banyaknya, banyakin sedekah dan bermunajat serta berdoa kepada Allah”. Papar UYM memberikan motivasi kepada jamaah yang hadir.

Pemberian Materi Ceramah dan Motivasi dari Ustadz Yusuf Mansur

Pemberian Materi Ceramah dan Motivasi dari Ustadz Yusuf Mansur

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dan santunan terhadap 100 oramg guru ngaji yang diserahkan oleh pihak Lazismu dan Tazkia Grup dan pembagian sembako murah sebanyak 2050 buah paket untuk 2050 orang anggota BTTM Tazkia dari 14 Desa dan 2 Kecamatan.

Pembagian 2050 paket sembako murah

Pembagian 2050 paket sembako murah

Penyerahan santunan dan dana apresiasi untuk 100 guru ngaji

Penyerahan santunan dan dana apresiasi untuk 100 guru ngaji

Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan pemaparan materi dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Fadlan Garamatan. beliau menghimbau kepada seluruh ummat muslim Idonesia untuk jauh lebih memperhatikan kondisi saudara-saudara muslim di Papua terutama dari aspek Ekonomi.

“Daerah timur merupakan daerah dimana peradaban Indonesia dimulai dengan fakta bahwa Papua lah tanah pertama yang mengumandangkan adzan dan melaksanakan sholat shuhub ketika daerah lain masih terlelap tidur (begitupula sholat yang lainnya), daerah Papua juga yang pertama tersentuh oleh hangatnya sinar matahari. Jadi kalo Indonesia mau membangun peradaban yang maju, mulai membangun dari daerah paling timur di Indosesia yaitu daerah Papua”. Papar Ustadz Fadlan yang disambut dengan hangat oleh jamaah yang hadir.

Penyampaian materi ceramah dan motivasi dari Ustadz Fadlan Garamatan

Penyampaian materi ceramah dan motivasi dari Ustadz Fadlan Garamatan

Acara kemudian ditutup dengan Grand Launching Indonesia Berta’awun yang dipimpin langsung oleh Dr. Syafii Antonio selaku ketua Tazkia Grup.

Grand Launching Program Indonesia Berta'awun

Grand Launching Program Indonesia Berta’awun

“Program Indonesia berta’awun ini merupakan bentuk kepedulian Tazkia Grup terhadap nasib masyarakat kecil. Program yang ditujukan untuk membantu masyarakat kecil yang tidak tersentuh asuransi agar mampu merencanakan dan mempersiapkan kehidupannya jauh lebih baik lagi”. Jelas Dr. Syafii sambil meresmikan program Indonesia Berta’awun.

Dr. Muhammad Syafii Antonio (Ketua Tazkia Grup)

Dr. Muhammad Syafii Antonio (Ketua Tazkia Grup)

“Harapannya dengan program Indonesia Berta’awun ini tidak ada lagi yang mengalami kesulitan mendapatkan dana pengobatan atau pendidikan bahkan tidak adalagi masyarakat miskin yang meninggal dalam keadaan masih mempunyai hutang. dan kedepannya Tazkia juga akan bekerjasama dengan Ustadz Fadlan Garamatan dan MyBank untuk memberikan beasiswa terhadap putra putri terbaik Papua untuk belajar di STEI Tazkia dengan program ini”. Jelas Dr. Murniati Mukhlisin selaku ketua STEI Tazkia sekaligus meresmikan peluncuran kartu Indonesia Berta’awun.

Dr. Murniati Mukhlisin (Ketua STEI Tazkia)

Dr. Murniati Mukhlisin (Ketua STEI Tazkia)

Penyerahan Beasiswa Tazkia untuk Putra-Putri Indonesia Timur

Penyerahan Beasiswa Tazkia untuk Putra-Putri Indonesia Timur

Penutupan acara juga diiringi dengan pemberian santunan dan beberapa hadiah khusus terhadap anak-anak yatim (bekerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia) dan juga peresmian program beasiswa Tazkia untuk peyandang disabilitas yang berprestasi (bekerjasama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia).

Perwakilan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Perwakilan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Penyerahan Santunan Untuk Anak-anak Yatim

Penyerahan Santunan Untuk Anak-anak Yatim

Miftahul AnwarTabligh Akbar Nuzulul Qur’an Dan Grand Launching Indonesia Berta’awun
read more

STEI Tazkia Turut Ambil Bagian Dalam Persiapan Acara The 3rd Annual Islamic Finance Conference

No comments
STEI Tazkia diundang ke Focus Group Discussion oleh Kementerian Keuangan dalam rangka persiapan acara The 3rd Annual Islamic Finance Conference yang akan diadakan oleh Kementerian Keuangan tanggal 4-5 Juli 2018 di Makassar
Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc mendorong semua dosen dan mahasiswa untuk berperan aktif dalam konferensi ini.
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Turut Ambil Bagian Dalam Persiapan Acara The 3rd Annual Islamic Finance Conference
read more

Edutrip (Educational Trip) HMJ Ekonomi Syariah STEI Tazkia

No comments

HMJ T-smart telah melaksanakan Edutrip (Educational Trip) yang merupakan program kerja tahunan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Ilmu Ekonomi Syariah STEI Tazkia divisi Smart-Education. Edutrip kali ini melakukan kunjungan ke dua tempat yaitu: BI Institut dan Perpusnas (Perpustakaan Nasional), keduanya bertempat di Jakarta Pusat. Kegiatan ini diikuti oleh 54 peserta yang terdiri dari mahasiswa/i semester 6 dan 4 jurusan Ilmu Ekonomi Syariah dan pembimbing. Jumlah peserta ikhwan 33 orang, akhwat 20 orang, dan 1 orang pembimbing yang diwakili oleh ketua prodi Ilmu Ekonomi Syariah yaitu Bapak. Nashr Akbar, M.Ec..

Kunjungan pertama edutrip ini yaitu kunjungan ke BI ( Bank Indonesia) Institut. Rombongan peserta edutrip ini tiba di BI pukul 09.20 WIB. Kedangan kami di BI sangat disambut hangat dan meriah, penyambutannya, persiapan tempatnya, maupun jamuannya. Pengenalan pertama disampaikan oleh Bapak. Usep Sukarya sebagai kepala bidang perpustakaan dan Public Exposure Bank Indonesia, menjelaskan gambaran tentang BI Institut. Secara umum BI Institut lembaga yang bertugas dalam mengembangkan dan peningkatan kualitas SDM internal Bank Indonesia dalam bidang riset maupun akademik lainnya. BI Institut berdiri pada tanggal 1 Juli 2015, di BI Institut terdapat 4 pilar dalam pelaksanaannya yaitu: 1. Learning, 2. Research, 3. Partnership, 4. Public Exposure. Kunjungan kedua edutrip ini tidak jauh lokasinya dari Bank Indonesia (BI) yaitu kunjungan ke Perpusnas (Perpustakaan Nasional). Di Perpusnas kita dijelaskan mengenai jumlah lantai beserta fungsi setiap lantai dari gedung perpusnas. Peserta edutrip diberikan waktu sampai pukul 15.30 untuk berada di perpusnas oleh panitia. Ada yang mengunjungi perpustakaan umum, mengunjungi pameran, dan ada juga yang mengunjungi lantai 2 untuk pembuatan serta pencetakan kartu anggota perpustakaan nasional.

Inti dari Edutrip ini diharapkan menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa/i prodi Ekonomi Syariah STEI Tazkia khususnya mengenai kelembagaan pemerintah dan lembaga lain dalam menjalankan tugas dan fungsinya serta pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia.

Miftahul AnwarEdutrip (Educational Trip) HMJ Ekonomi Syariah STEI Tazkia
read more

Mahasiswa Muamalah Tazkia Mendapat Kuliah dan Motivasi Akademik dari Prof. Hikmahanto Juwana, LL.M., Ph.D

No comments
Rutinitas dalam aktifitas perkuliahan terkadang memunculkan rasa penat dan bosan dalam diri mahasiswa,  apalagi jika metode pembelajaran yang digunakan monoton. Maka yang terjadi adalah mahasiswa menjadi malas berangkat kuliah, sering datang terlambat dan memiliki motivasi belajar yang rendah. Motivasi belajar yang rendah akan memunculkan kualitas mahasiswa yang rendah juga, akibat buruknya adalah sarjana yang dihasilkan adalah sarjana minimalis.
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah  (Muamalah) sangat memahami hal ini, penggunaan metode pembelajaran _student center learning_ menjadi satu langkah menjadikan mahasiswa memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar untuk meraih masa depan.
Lebih dari itu suasana baru dengan menghadirkan tokoh masyakarat, praktisi dan profesor di bidang Hukum Ekonomi Syariah menjadi metode lainnya untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Muamalah.
Sabtu, 26 Mei 2018 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) menghadirkan seorang profesor bidang hukum dari Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, LL.M., Ph.D menjadi dosen tamu dalam kegiatan yang dilaksanakan di ruang exc. 2 kampus STEI Tazkia Sentul City.
Beliau memberikan motivasi tingkat tinggi kepada para mahasiswa yang mendengarkan dengan penuh antusias. Beliau mengawali dengan menyampaikan fakta-fakta mengenai masa depan Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia dan Dunia. “Perkembangan ekonomu syariah yang sangat cepat membutuhkan adanya ahli hukum di bidang ekonomi syariah” kata Profesor yang mengambil spesialisasi Hukum Internasional ini. Beliau mengisahkan beberapa kantor hukum konvensional yang berlomba-lomba belajar hukum ekonomi syariah untuk mengantisipasi berbagai sengketa bisnis muamalah yang akan terjadi. Maka posisi mahasiswa prodi Muamalah yang akan menjadi ahli dalam bidang hukum ekonomi syariah menjadi sangat penting di masa yang akan datang.
Guna mencapai harapan tersebut beliau memberikan pesan kepada para mahasiswa agar ke depan menjadi ahli dalam bidangnya:
Pertama, Milikilah “GBHN” sebagai pedoman dan arah dalam menentukan masa depan. Artinya setiap mahasiswa hendaknya sudah menyiapkan masa depannya dari sekarang. Milikilah cita-cita dan plan hidup untuk masa yang akan datang.
Kedua,  Jangan menjadi mahasiswa minimalis. Jadilah mahasiswa yang melakukan segala sesuatu dengan maksimal, membuat makalah haruslah secara maksimal dan melebihi ekspektasi dosen.
Ketiga, Bangunlah jaringan ( _networking_ ). Mahasiswa harus sejak sekarang membangun jaringan baik dalam dan luar negeri. Bukan lagi zamannya hanya jago kandang, saatnya sekarang menjadi mahasiswa global.
Beliau juga membakar semangat mahasiswa untuk terus belajar dan mengoptimalkan kemampuannya. Beliau memberikan tantangan bagi mahasiswa untuk bisa maju dengan beberapa tips:
Pertama, Mahasiswa Muamalah harus siap berkompetisi dengan mahasiswa dari kampus lain. Caranya dengan meningkatkan kualitas diri melalui peningkatan diri dengan banyak membaca dan diskusi.
Kedua, Gunakan sumber-sumber ilmu dari Luar Negeri. Memperluas pemahaman tidak hanya sumber-sumber lokal tapi dari luar negeri.
Ketiga, hadiri seminar dan temu ilmiah baik dalam skala nasional ataupun internasional.
Keempat, Mengoptimalkan program magang untuk membangun jaringan.
Kelima, Cari beasiswa untuk S2 dan S3 dari sekarang.
Acara yang dihelat akhir pekan ini mendpatkan respon sangat positif daei mahasiswa. Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI selaku Kepala Program Studi Hukum Ekonomi Syariah menutup acara ini dengan mengutip misi dari Prodi ini dengan ucapannya yang menggelegar “Siapkan diri untuk menjadi pemimpin bisnis dan intelektual Dunia berkarakter T.A.Z.K.I.A”. DRM
Miftahul AnwarMahasiswa Muamalah Tazkia Mendapat Kuliah dan Motivasi Akademik dari Prof. Hikmahanto Juwana, LL.M., Ph.D
read more

Gawangi Kaum Milenial dengan Pendidikan Akhlak Kampus

No comments
Baituzzakah Pertamina (BAZMA) Dumai, Provinsi Riau menyampaikan amanah pemberian beasiswa kepada Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia.

Baituzzakah Pertamina (BAZMA) Dumai, Provinsi Riau menyampaikan amanah pemberian beasiswa kepada Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia.

Kerjasama Pemberian Beasiswa ditandatangani oleh Murniati Mukhlisin selaku Ketua STEI Tazkia dengan Soenardi sebagai Ketua BAZMA. Ruang lingkup kerjasama adalah pengiriman 25 mahasiswa dari Dumai ke Tazkia dalam kurun waktu lima tahun.

Dalam sambutannya, Soenardi menekankan pentingnya pembinaan akhlak bagi mahasiswa-mahasiswi yang akan diutus. Baginya prestasi akademik adalah nomor dua, akhlaqul karimah yang terpenting.

Murniati Mukhlisin, Ketua STEI Tazkia menerima amanah ini walau katanya hal ini merupakan perkara yang berat. “Belasan tahun para mahasiswa-mahasiswi ini dididik di lingkungan keluarga yang beragam, dari sekolah yang berlainan metode pendidikan, tentu saja merupakan sebuah tanggung jawab yang berat untuk melakukan pembinaan akhlak” ujar Murniati.

Arif Sumandar, alumni STEI Tazkia yang turut mendampingi tim Tazkia ke Dumai menjelaskan bahwa metode pendidikan di STEI Tazkia menerapkan sistem pembinaan mahasiswa di kampus Tazkia.

Misalnya pada tahun pertama di mana mahasiswa pada tahap awal ini akan dibina di kampus matrikulasi. Selama program, mereka akan dibekali program bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Aab, kemudian program hafalan Al-qur’an, shaum sunnah, character building dan akhlaqul karimah. Program pembinaan generasi milenial ini dilanjutkan pada tahun kedua hingga ke empat dengan pendekatan yang akrab dengan pengawasan dosen wali.

Dengan adanya program pembinaan ini diharapkan para mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan kecerdasan secara intelektual, akan tetapi kuat secara spiritual. Hal ini sesuai dengan tujuan Tazkia menciptakan insan SPK2 (Shaleh, Pandai, Kaya, Keren) pungkasnya.

Gawangi Kaum Milenial dengan Pendidikan Akhlak Kampus

Miftahul AnwarGawangi Kaum Milenial dengan Pendidikan Akhlak Kampus
read more

Praktik Pengadilan Semu Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

No comments
Penguasaan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui metode mendengarkan pemaparan dari dosen, ia akan lebih efektif apabila dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa. Hasil riset menunjukan bahwa porsi ingatan paling besar pada manusia terbentuk dari melakukan praktik (60%), mendengarkan hanya membentuk 30 persen ingatan, sedangkan melihat hanya membentuk 40 persen. Apabila hasilnya ingin maksimal maka kombinasi dari pendekatan tersebut akan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap suatu subjek pembelajaran.
Metode pembelajaran dengan multi pendekatan ini telah dilakukan di STEI Tazkia, dimana setiap mahasiswa diberikan pemaparan materi secara mendalam kemudian mempraktikannya dalam simulasi yang dilakukan secara berkelompok.
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) setiap tahun melaksanakan praktik peradilan semu sebagai wujud bagi peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah Hukum Acara Perdata dan Peradilan Agama. Pada semester ini Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI kembali mengadakan peradilan semu bagi mahasiswa semester 5. Praktik peradilan yang berlangsung di ruang Eksekutif 3 lt. 2 STEI Tazkia Bogor berlangsung khidmat. Dua kelompok mahasiswa melakukan praktik dengan kasus yang berkaitan dengan sengketa Muamalah.
“Saya memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk menetapkan kasus dan berperan sesuai dengan bakat dan minat mereka” tutur Dr. M saat ditemui usai pelaksanakan Smooth Court (Peradilan Semu). Menurutnya dengan praktik ini mahasiswa berlatih memahami bagaimana mekanisme penanganan perkara di Pengadilan Agama. Sehingga diharapkan ketika mereka sudah masuk ke dunia industri sudah terbiasa dan tidak canggung lagi.
Kegiatan praktik ini berlangsung selama dua kali pertemuan dengan dua kasus yang berbeda, “Kami merasa senang dapat bermain peran dalam mata kuliah ini, Dr. M memang best lah” ucap Harry mahasiswa Program Studi Muamalah semester 5. Ia juga menyatakan bahwa kegiatan seperti ini memberikan pemahaman lebih kepada kami, sebelumnya perwakilan dari Pengadilan Agama Kota Bogor juga telah memaparkan mengenai cara beracara di Pengadilan Agama. Kunjungan ke Pengadilan Agama juga dilakukan untuk semakin memantapkan mahasiswa terhadap mata kuliah ini.
Miftahul AnwarPraktik Pengadilan Semu Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
read more

Grand Launching Pusat Studi Bisnis dan Kewirausahaan Syariah( BKS)

No comments
LPPM STEI Tazkia pada Hari Selasa, 08  Mei 2018/ 22 Sya’ban 1439 H menyelenggarakan acara “Grand Launching Pusat Studi Bisnis dan Kewirausahaan Syariah( BKS) yang berlangsung di Aula Al-Hambra Andalusia Islamic Centre STEI Tazkia. Kepala LPPM STEI Tazkia, Ries Wulandari, MSi membuka acara ini dengan memberikan sambutan yang menyampaikan tujuan LPPM mendirikan Pusat studi BKS untuk memberi ruang pada dosen dan civitas akademika membaktikan ilmu pada masyarakat, khususnya di bidang bisnis dan kewirausahaan. Hasil kajian dan penelitian  yang dilakukan di Pusat Bisnis dan Kewirausahaan Syariah dapat diakses oleh masyarakat untuk dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas bisnis dan kewirausahaan.
Sambutan kedua dibawakan oleh Bunda Ir.Mirna Rafki, MM selaku pendiri Tazkia Global Islamic School (TGIS) dan juga merupakan tuan rumah keluarga besar Tazkia. Beliau memaparkan bahwa sebagai seorang perempuan atau khadijah zaman now, kita tetap harus dapat berkarya disamping berkewajiban menjadi ibu rumah tangga dan juga sebagai seorang istri. Perempuan diciptakan dengan kemampuan multitasking yang luar biasa dimana kita bisa menjadi seorang Direktur dan staf selama 24 jam dalam keluarga. Oleh karena itu dengan hadirnya Pusat Studi BKS ini akan menambah kesempatan bagi para muslimah untuk dapat berkontribusi dalam bidang bisnis dan juga wirausaha.
Acara inti dibawakan oleh Moderator yang juga merupakan Direktur Pusat Studi BKS yaitu Ibu Teti Haryati, M,Si. Talk-Show”Bincang-Bincang Santai: Step to Succeed”Inspiration from Womenpreneurs” menampilkan delapan pembicara pengusaha wanita di Kota Bogor dengan berbagai bidang usaha. Sesi pertama sharing dengan Ina Rose Owner Pashtan(pashmina instan), Atika Shihah Owner Warung Batik, Rida Owner Ridcol, dan Maria Ulfah Owner Gallinaceous. Setelah bincang-bincang mengenai kiat-kiat sukses mereka dalam berbisnis, Teti Haryati yang juga merupakan Owner  Brand Kamila Hijab menampilkan koleksi busananya melalui Fashion Show yang diperagakan oleh mahasiswi-mahasiswi STEI Tazkia.
Acara dilanjutkan kembali dengan talk-show dari Owner Travel, Anggi yang masih berprofesi sebagai mahasiswi pascasarjana. selanjutnya Lela sebagai Pendiri Komunitas Bejubel, Fitri Owner Rendang Taboki dan terakhir oleh Ovie Wu Brand Ambassador Meidah Kosmetik.
Acara ini diselingi oleh pembagian hadiah bagi penanya yang beruntung dan disponsori oleh TK  FATMA KENANGA Bengkulu, Meidah Kosmetik, Wardah, Bejubel.com, dan Syariah Mandiri Bank.
Sesi terakhir yang ditunggu-tunggu yaitu Launching Pusat Studi Bisnis dan Kewirausahaan Syariah yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pembina Yayasan Bunda Mirna, Kepala LPPM, Direktur Pusat Studi, Ketua IWAPI Pusat, serta para narasumber. Acara ini ditutup dengan pembacaan doa. Semoga acara ini dapat memberikan inspirasi dan juga motivasi agar kaum hawa dapat terus berkarya dan berkontibusi positif dalam dunia bisnis saat ini.
Miftahul AnwarGrand Launching Pusat Studi Bisnis dan Kewirausahaan Syariah( BKS)
read more

Pemberdayaan Ekonomi Pesantren – DINAR Tazkia

No comments

Pesantren Talk yang diadakan kemarin, 12 Mei 2018 dalam rangkaian acara Days of Economic Revival (DINAR) 2018 di Kampus Tazkia ini mengusung tema “Ekonomi Pesantren untuk awal lebih baik”. Tema ini sangat pas yang mana akhir akhir ini publik dihangatkan dengan isu ekonomi pesantren bisa menaikkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Mengutip dari perkataan presiden Jokowi “Satu segmen yang belum dilakukan pemerintah secara terencana dan terintegritasi adalah pemberdayaan ekonomi pesantren.” karena statemen yang di utarakan oleh presiden Jokowi, maka dapat di ketahui bahwasanya pesantren bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu agama tetapi pesantren juga bisa menjadi bangkitnya ekonomi nasional secara merata.

Seperti yang kita ketahui bahwa pesantren umumnya mempunyai dana pemasukan dari dana bulanan santri dan hasil dari kelolaan aset waqaf. Meski dengan minimnya sumber dana beberapa pesantren telah sukses menggunakan uang tersebut menjadi produktif dan membuktikan bahwa ekonomi pesantren merupakan salah satu segmen yang dapat menunjang ekonomi kerakyatan.

Maka dari itu panitia yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam STEI Tazkia yang tergabung dalam rangkaian acara DINAR 2018 mengundang beberapa pesantren yang telah sukses dalam mengelola dana pesantren dan menumbuhkan ekonomi pesantren antara lain Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. H. Sofwan Manaf M. Si, Direktur BMT Pondok Pesantren Sidogiri Ustadz Abdul Majid Umar, dan Direktur BMT Pondok Pesantren Al-Idrisiyah Ustadz Aka Bonanza.

Di akhir acara, Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc membacakan deklarasi Forum Ekonomi Pesantren 2019/1440 H yang akan bertempat di Kampus Tazkia bulan Mei tahun depan. Adapun agendanya adalah ajang penandatanganan sinergi produk dan jasa lintas pesantren, pelatihan inovasi dan administrasi akuntasi pesantren, penyediaan beasiswa santri penghafal Qur’an untuk bidang ekonomi syariah (Hafidzpreneur), dan penyediaan platform FinTech Syariah sebagai pusat ekonomi digital lintas pesantren.

Turut hadir pakar ekonomi syariah sekaligus pimpinan Tazkia Group, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec yang sangat mendukung penuh inisiatif forum tersebut.

Semoga dengan diadakan pertemuan akbar pesantren setiap tahun nanti akan dapat memicu ekonomi pesantren agar dapat diterapkan dengan lebih baik sehingga memicu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

 

Miftahul AnwarPemberdayaan Ekonomi Pesantren – DINAR Tazkia
read more