Pengumuman

Kajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna & Teladan Rasululllah Serta Wisuda Huffadz Rumah Quran Muliah

No comments

12 Agustus 2018 / 1 Dzhulhijjah 1439. Sentul City, Bogor. STEI Tazkia bersama Tazkia Grup kembali hadir dalam agenda rutin bulan kajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna dan teladan Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam. Kajian bulanan kali ini istimewa karena agenda Kajian Bulanan digabungkan dengan Wisuda Tahfidz dari Rumah Quran Mulia  yang dipimpin oleh K.H. Nurul Anwar. Juga kesempatan SKB ini menjadi momen Open House bagi beberapa sekolah sekitar Bogor yang dilanjutkan dengan Olimpiade Ekonomi Islam.

Tidak kurang dari 25 Santri Tahfidz diwisuda dalam acara ini. Kesemua santri tersebut telah mengkhatamkan Al Quran 30 Juz dalam program Rumah Quran Mulia. Dr. Muhammad Syafii Antonio dalam kesempatan SKB ini juga mengapresiasi upaya para santri untuk menghatamkan hafalan mereka sehingga mereka layak untuk di wisuda pada momen spesial ini. Beliau juga memaparkan bagaimana program Quran menjadi program unggulan STEI Tazkia, sehingga selanjutnya STEI Tazkia dan RQM akan menjalin kerjasama untuk semakin kuat menghidupkan Quran dan amal nya dalam kedua lembaga tersebut.

Mengutip Asma’ Allah Ta’ala Al Ghoni & Al Mughni, Dr. Muhammad Syafii Antonio mengingatkan untuk kita semua meminta kepada Allah Ta’ala untuk memiliki kekayaan setidaknya dalam lima aspek; Hati, Kawan, Ilmu, Bakti, dan Harta. Kekayaan tersebut ditujukan untuk semakin menjadi hamba Allah yang bertaqwa.

K.H. Muhammad Nurul Anwar menjadi pembicara setelah Dr. Muhammad Syafii Antonio, menyampaikan pesan kepada seluruh hadirin dan khususnya santri huffadz, agar terus meluangkan waktu untuk Al Quran. Beliau mencontohkan kota makkah dan madinah, dua kota tandus tapi memiliki keberkahan Al Quran sehingga seluruh kebutuhan dengan kualitas terbaik Allah hadirkan di sana dengan cara Allah.

Kedua lembaga sepakat untuk membangun sinergi program mengembangkan Quran di kalangan mahasiswa dengan program yang tersusun rapih untuk pengembangan karakter masing-masing mahasiswa.

Selepas Kajian Sukses Kaya bahagia, para siswa yang hadir dari berbagai sekolah mengikuti Seminar Bisnis yang diisi oleh Alumni STEI Tazkia, Gilang Hardian, S.E.I. Pemilik Anajidan Helmet, Alumni yang mengharumkan nama STEI Tazkia di kancah Global menjadi 6 terbaik pengusaha muda dunia. Kemudian agenda dilanjutkan dengan Olimpiade Ekonomi Islam yang diikuti oleh 21 tim dari berbagai sekolah sebogor. Untuk selanjutnya dipilih 10 tim yang akan masuk dalam babak selanjutnya di bulan September nanti.

Miftahul AnwarKajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna & Teladan Rasululllah Serta Wisuda Huffadz Rumah Quran Muliah
read more

UPDATE- INFO MASUK ASRAMA MAHASISWA BARU 2018

No comments

UPDATE INFO MASUK ASRAMA
Ikhwan-Ahwat : Ahad, 09 September 2018


Registrasi bertempat di Lantai 3 Kampus Utama STEI Tazkia,
Jl. Ir. H. Juanda No. 78 Sentul City – Bogor 16810

SETELAH SELSESAI REGISTRASI LANGSNG MENUJU ASRAMA!

Perlengkapan Yang harus di bawa saat registrasi masuk asrama :

No Perlengkapan Ikhwan Jumlah
1 Baju kemeja putih lengan panjang 1
2 Baju koko putih lengan panjang 1
3 Baju batik lengan pendek 1
4 Celana panjang bahan hitam 2
5 Baju olah raga 2
6 Training panjang 3
7 Sepatu pantofel hitam 1
8 Sepatu olah raga 1
9 Kaos Kaki min 2
10 Sarung min 2
11 Peci putih 1
12 Songkok hitam 1
No Perlengkapan Akhwat Jumlah
1 Baju tunik putih   (tidak terawang, baju panjang selutut) 2
2 Baju Gamis yang tidak ketat Min 2
3 Baju Batik (tidak terawang, panjang selutut) 1
4 Jilbab segiempat warna biru,abu-abu,coklat muda,hitam dan putih (tidak terawang) masing2 1
5 Jilbab langsungan/bergo (panjang min 1 jengkal  di bawah bahu) 2
6 Rok panjang bahan hitam (bukan Jeans) 2
7 Celana training (tidak ketat) 2
8 Baju Olahraga lengan panjang (min 1 jengkal dibawah lutut dan tidak ketat) 2
9 Sepatu pantofel hitam 1
10 Sepatu olahraga 1
11 Kaos kaki (panjang, tebal) 4
12 Manset 3
No Perlengkapan Pribadi (Ikhwan & Akhwat) Jumlah
1 Peralatan makan (Piring, gelas,sendok,garpu @ 1 buah) 1 paket
2 Peralatan mandi (handuk, Sabun, Sikat gigi,odol,sampo) (disesuaikan) 1 paket
3 Alat tulis (Buku Tulis,pensil,penghapus,penggaris,kalkulator & pulpen) 1
4 Buku : Bank Syariah dari Teori ke Praktek(Dr.M.Syafii Antonio) (Tersedia juga di kampus) 1
5 Al-Quran terjemahan 1
6 Perlengkapan Sholat
7 Kertas asturo ukuran 15×10 cm (Ikhwan: biru, akhwat: hijau) 1
8 Pas foto berwarna 4×6  (khusus akhwat foto berjilbab,ikhwan pakai kemeja) 1 lembar
9 Tali kur (untuk name tag) 1 meter (Ikhwan: biru, akhwat: hijau)
10 Obat-obatan pribadi
11 Gunting 1
12 Spidol hitam (spidol kecil) 1
13 Bantal, Sprei dan sarung bantal serta selimut 1
14 Sandal jepit (diberi nama) 1
15 Payung lipat 1
16 Lampu belajar 1
17 Membawa foto kopi Struk Pembayaran :

  • Daftar ulang tahap 1
  • Asrama Bulan.Sept 2018 = Rp 1.500.000 (Dibayarkan mulai tanggal 1-13 September 2018)
1

 

NB.

  • Khusus akhwat saat registrasi menggunakan jilbab warna gelap (Hitam/Biru tua)
  • Khusus Ikhwan menggunakan kemeja atau koko putih celana gelap (tidak diperbolehkan menggunakan kaos)
  • Semua perlengkapan di bawa saat registrasi masuk asrama
  • Tidak diperkenankan membawa celana pendek kecuali 12 cm di bawah lutut
  • Tidak diperkenankan membawa kaos yang bergambar berlebihan atau simbol partai tertentu

Berkas yang harus dikumpulkan :

  • Fotokopi Ijasah di legalisir 3 lembar,
  • Fotokopi KTP/identitas lain 1 lembar
  • foto 2×3 dan 3×4 masing-masing 3 lembar
  • Form Nimko Silahkan Download di sini Form NIRM
  • Struk/Bukti pembayaran Daftar Ulang & Asrama Bulan Sept 2018
  • Tanda Terima Pembayaran Daftar Ulang (Kirim oleh Sistem ke email yg didaftarkan)
  • Berkas paling lambat dikumpulkan saat registrasi masuk asrama

Pembayaran Asrama BUlan September :

Biaya asrama bulan September sebesar Rp. 1.500.000,-
Pembayaran melalui Rekening Bank BNI Syariah :
Kode Bank : 427
No.Rek 1100319991
A.N YAYASAN TAZKIA CENDEKIA

Bukti transfer bisa email ke spmb@tazkia.ac.id
Dengan subjek “KONFIRMASI PEMBAYARAN ASRAMA NO.PENDAFTARAN + NAMA….”

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

  • 021 – 87962291 (Hotline Kampus)
  • 08159551299 (Irma)
  • 085211464969 (Sadam)
  • 0895320102086 (Anwar)
  • 087870531285 (Arif)
  • 085320261775 (Dofir)
  • 081211620867 (Hadi)

 

Bogor, 6 Agustus 2018

 

Panitia SPMB 2018

Rizqi ZakiyaUPDATE- INFO MASUK ASRAMA MAHASISWA BARU 2018
read more

Tazkia Turut Berpartisipasi dalam Gulf Research Meeting 2018 di University of Cambridge Inggris

No comments

Tahun ini tahun ke-9 diadakannya perhelatan besar Gulf Research Meeting yang dihadiri oleh ratusan peneliti, praktisi dan politisi dari berbagai negara. Acara yang disponsori oleh perusahaan-perusahaan besar dari negara Teluk ini setiap tahun diadakan di kampus University of Cambridge, Cambridge, Inggris. Kampus tertua nomor dua di Inggris ini didirikan pada tahun 1209 yang banyak melahirkan ilmuwan terkenal seperti Isaac Newton dengan teori gravitasi, Stephen William Hawking dengan teori Big Bang yang juga kampus pilihan keluarga kerajaan seperti Pangeran Charles putra Ratu Elizabeth II.

Kali ini ada 280 peserta yang hadir dari 30 negara yang terbagi di dalam 10 perbengkelan yang salah satunya membahas tentang FinTech syariah dan peranannya untuk keuangan syariah. Tazkia yang diwakili oleh Murniati Mukhlisin, dosen senior bidang akuntansi syariah sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia, membentangkan pengalaman Indonesia, Singapura dan Malaysia dalam mengembangkan FinTech syariah dan bagaimana negara-negara Teluk dapat mengambil pelajarannya.

Murniati memberikan rekomendasi bahwa FinTech crowfunding berbasis syariah pas untuk diterapkan di negara Teluk seperti Saudi Arabia, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab and Oman yang rata-rata memiliki GNI perkapita cukup tinggi (kekuatan ekonomi berdasarkan paritas daya beli per orang per tahun). Tahun 2017, Qatar merupakan negara tertinggi GNI nya yaitu USD 128,060 dan Oman terendah di antara enam negara Teluk yaitu USD 40,240.

Dengan model Musyarakah dan Mudharabah, investasi ala FinTech syariah ini dapat menjangkau negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah di sekitarnya seperti Iraq, Mesir, Sudan, Yemen, dan Somalia. Pada tahun 2017, Mesir memiliki GNI per kapita sebesar USD 11,360 sedangkan Sudan USD 4,482.

Hal ini sudah dipraktikkan oleh Singapura yang memiliki GNI per kapita sebesar USD 90,570 yang kemudian berhasil membawa ide investasi crowdfunding dibalut dengan FinTech syariah ke Indonesia. Dengan kemudahan teknologi dan pendekatan syariah ini, diharapkan dapat membantu Indonesia untuk meningkatkan GNI perkapitanya yang pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 11,900.

“Misi keuangan syariah tidak bertumpu kepada meraup keuntungan semata, yang terpenting adalah menciptakan iklim usaha yang berkeadilan, memberantas kemiskinan dan mencapai tujuan syariah. Kesemuanya itu tetap menjadi prioritas walaupun telah ditransformasi di dalam format teknologi keuangan” ujar Murniati yang disampaikan oleh pihak Humas STEI Tazkia.

 

Miftahul AnwarTazkia Turut Berpartisipasi dalam Gulf Research Meeting 2018 di University of Cambridge Inggris
read more

Welcoming to PMK Malaysiaat STEI TAZKIA

No comments

STEI Tazkia received a visit from 19 lecturers and 9 students from Politeknik Melaka (PMK), Malaysia on Tuesday, 1 August 2018. The group was chaired by Tuan Haji Abdul Aziz Bin Abu Bakar, the Rector; Puan Hilmun Binti Mohamad, Vice Rector Academic Affairs; and Puan Ati Arini Binti Salim, Head of Business Management Department. The guests arrived at STEI Tazkia Campus at 10:00 am. The first agenda was explanation on Islamic Microfinance by Mr. Abdul Haris, M.E.Sy, the manager of Baitut Tamkin Tazkia Madani, leading Islamic Microfinance Institution in Indonesia.

On 1.30 PM, the agenda continued by meeting and discussion related to potential academic collaboration.  Tazkia was represented by Mr. Andang Heryahya, Vice Rector Academic Affairs; Mr. Mukhamad Yasid, Director of post Graduate Program; Ms. Anita Priantina, Director of International Program and Partnership Office; Mr. Grandis Imama Hendra, Head of Islamic Accounting Department; and Mr. Thuba Jazil, head of Islamic Business Management Department.

The agenda was concluded by the signing of a Certificate of Collaboration (COC) between STEI Tazkia and Politeknik Melaka Malaysia. Both parties agree to continue the discussion with future curriculum mapping between both Accounting Department and Business Management Department.

__

-International Program and Partnership STEI TAZKIA-

Miftahul AnwarWelcoming to PMK Malaysiaat STEI TAZKIA
read more

MOU STEI Tazkia dan UGT Sidogiri: Dari Beasiswa Hingga Impelementasi Desa Binaan Tazkia

No comments

Implementasi Tri Dharma Perguruan adalah sebuah keniscayaan bagi insan akademisi, bukan hanya mengajar namun juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jika pengajaran berkaitan dengan proses belajar-mengajar di kelas, maka penelitian dan pengabdian lebih kepada implementasi dan kontribusi kepada masyarakat. Ketiga tugas perguruan tinggi ini sama-sama penting sehingga haruslah dilakukan secara proporsional. Hal inilah yang menjadikan STEI Tazkia terus bergerak untuk meluaskan dakwah ekonomi Islam kepada seluruh lapisan masyarakat. Salah satu dari pergerakan tersebut adalah dengan menjali kerja sama dengan berbagai lapisan masyarakat, baik kalangan praktisi lembaga keuangan syariah atau masyarakat yang berkumpul dalam sebuah komunitas.

Pesantren adalah satu dari komunitas pendidikan tertua di Indonesia yang telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan agama. Melihat fakta ini maka STEI Tazkia kembali memperbaharui MOU dengan berbagai lembaga pesantren di seluruh Indonesia yang sudah sekian lama terjalin. Selasa, 24 Juli 2018, STEI Tazkia kembali mengukuhkan kerjasama dengan UGT Sidogiri, dalam hal ini Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) yang dilakukan di komplek Pondok Pesantren Sidogiri berisi kesepekatan untuk bersama-sama berta’aawun dalam kebaikan khususnya dalam memperjuangkan ekonomi Syariah. Secara lebih detail, kerjasama ini meliputi pemberian beasiswa kepada santri-santri berprestasi untuk bisa melanjutkan studinya di STEI Tazkia serta sinergi dalam pemebrdayaan masyarakat.

Bapak Mifatukhusurur selaku Wakil Ketua bidang Kerjasama dan Kemahasiswaa STEI Tazkia menjelaskan bahwa saat ini STEI Tazkia telah membuka Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) dan Pendidikan Guru (Tadris) IPS dengan kekhususan Ekonomi Syariah. Prodi Muamalah fokus pada mencetak ahli fiqh dan hukum yang paham dengan dasar hukum serta metode istinbath al-ahkam fiqh muamalah serta paham peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. Sementara Tadris IPS-Ekonomi Syariah menyiapkan para guru yang siap untuk mengajarkan ekonomi Islam kepada siswa di peringkat menengah dan atas.

Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI selaku Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) yang menghadiri MOU ini menjelaskan pula bahwa saat ini kebutuhan akan sarjana yang ahli dalam bidang fiqh muamalah sekaligus dalam bidang hukum positif adalah sesuatu yang harus dipenuhi. Banyaknya kasus sengketa muamalah haruslah bisa diselesaikan oleh mereka yang paham dengan kitab kuning serta hukum di Indonesia.

Dr. M melanjutkan bahwa prodi Muamalah adalah prodi yang sangat cocok bagi para alumni Pesantren Sidogiri karena dengan bekal penguasaan kitab kuning yang telah ada akan lebih mudah untuk belajar di STEI Tazkia khusus Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah). Selain itu didiskusikan juga mengenai penyelenggaraan Qaryah Thayyibah Sidogiri yang merupakan “Desa Binaan” sebagai bentuk kontribusi nyata PP Sidogiri melalui ikatan alumninya kepada masyarakat.

Bashori Alwie menjelaskan bahwa konsep Qaryah Thayyibah dilakukan dengan menempatkan seorang operator pada setiap desa untuk dapat membina dan menggali data mengenai kebutuhan masyarakat desa tersebut. “Konsep Iqra menjadi awal bagi program ini” ungkap Kyai kharismatik ini.

Beliau menjelaskan bahwa sudah saatnya masyarakat desa mendapatkan manfaat dari keberadaan pesantren, alumni serta insan akademisi lainnya. Metode “Iqra” yang kami kembangkan adalah dengan menginventarisir kebutuhan masyarakat, setelah ditemukan baru dicarikan solusi yang tepat guna. Dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah ini menyambut baik rencan STEI Tazkia membentuk Desa Binaan karena memiliki visi dan misi yang sama dengan konsep Qaryah Thayyibah. Semoga MOU ini menjadi media perjuangan dalam berta’awun dalam kebaikan dan ketakwaan. Aamiin. drm.

Miftahul AnwarMOU STEI Tazkia dan UGT Sidogiri: Dari Beasiswa Hingga Impelementasi Desa Binaan Tazkia
read more

STEI Tazkia Tandatangani kerjasama dengan IIIT Menghasilkan SDM Handal Ekonomi Syariah

No comments

Pada hari Jum’at 13 Juli 2013, telah ditandatangani Nota Kesempahaman (MoU) antara STEI Tazkia dengan salah satu lembaga terkenal yang sangat konsen dengan program Islamisasi pengetahuan yaitu International Institution of Islamic Thought (IIIT).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dr. Murniati Mukhlisin M, Acc selaku ketua STEI Tazkia dan Prof. Emeritus Dato’ Wira Dr. Haji Jamil bin Haji Osman selaku direktur Representative of East and South East Asia, yang disaksikan oleh Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec dan Drs. Mohammed Siddiq, MA.

Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin menyebutkan butir-butir kerjasama dengan IIIT mencangkup kerjasama riset dan seminar, pengembangan sumber daya insasi melalui pemberian beasiswa, pengembangan kurikulum dan penulisan buku-buku teks ekonomi dan keuangan Syariah. Harapannya, dengan MoU ini program Islamisasi ilmu pengetahuan (Islamization of Knowledge) khususnya ekonomi dan keuangan Syariah semakin dapat dirasakan hasilnya dalam bentuk pengembangan kurikulum dan banyaknya buku-buku teks yang dihasilkan dan digunakan di kampus-kampus ekonomi Syariah

Sebelum MoU dilaksanakan, telah diadakan International Muslim Scholar Series with Prof. Emeritus Dato’ Wira Dr. Haji Jamil bin Haji Osman dengan judul ‘The Challenges and Issues of Islamization in Economics and Finance for Higher Education Institutions’. Peserta yang hadir terdiri kampus-kampus yang membuka jurusan ekonomi syariah, regulator dan praktisi.

Menurutnya, tantangan saat ini dalam Islamisasi pengetahuan di institusi pendidikan tinggi di antaranya yaitu pengetahuan dasar Islam yang kurang ditawarkan dalam proses pembelajaran mahasiswa, latar belakang pendidikan mahasiswa yang berbeda, dan riset-riset yang dihasilkan masih dalam tataran hipotesa belum menghasilkan teori ilmu-ilmu ekonomi syariah itu sendiri. “Apa yang harus dilakukan saat ini adalah program Double degree Syariah pada jurusan-jurusan lain itu sangat penting bagi saya walaupun harus menambah dua tahun dan pertukaran dosen dalam pengajaran misalnya antara fakultas Ekonomi dan Manajemen IIUM dengan STEI Tazkia untuk mengetahui perkembangan Islamisasi ekonomi dan keduanya di kedua kampus”, kata Murniati.

Pertanyaan akhir beliau menyampaikan bahwa Dr. Muhammad Syafi’i  Antonio merupakan hasil dari Islamisasi IIUM yang kepakarannya tidak hanya Syariah tetapi juga dalam bidang ekonomi dan keuangan. Beliau melihat apa yang telah dilakukan STEI Tazkia terlihat lebih baik dari IIUM dan InshaAllah akan menghasilkan SDM yang andal dalam bidang ekonomi dan keuangan Syariah.

Di sesi akhir, Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec menambahkan tentang apa yang telah dilakukan Tazkia untuk Islamisasi pengetahuan yaitu melalui empat tahapan: spiritualisasi, insersi, modifikasi, dan Islamisasi. Ditambah karakter TAZKIA yaitu Tauhid, Amanah, Zero Defect and Quality oriented, Knowledge and Kompeten, Innovative istiqomah, dan Achievement through team work. Dengan proses ini harapan Tazkia adalah menghasil lulusan yang ahli ekonomi, keuangan, dan bisnis tapi ahli Syariah dengan karakter Tazkia.

Dalam waktu dekat, Tazkia akan menindaklanjuti penulisan buku-buku teks karya dosen STEI Tazkia bekerja sama dengan IIIT. Dengan adanya sinergi dan ukhuwwah yang kuat diantara kedua lembaga inshaAllah program Islamisasi ekonomi dan keuangan akan berakselarasi dengan cepat dan baik. Dan Tazkia membuka juga kerjasama dengan kampus-kampus lain dalam pengembangan ilmu ekonomi syariah di Indonesia.

Rizqi ZakiyaSTEI Tazkia Tandatangani kerjasama dengan IIIT Menghasilkan SDM Handal Ekonomi Syariah
read more

STEI Tazkia, ACT Aceh, dan Baitul Mal Barbate Tandatangani Kerja Sama Agribisnis

No comments

Sektor agribisnis memiliki peluang yang besar di Aceh. Dalam rangka pengembangan sektor agribisnis untuk pembangunan sosial, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh bersama dengan Baitul Mal Barbate, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia, menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama di sektor tersebut.

Penandantangan ini dilaksanakan di Lembah Barbate, Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (3/7/2018). Aktivitas tersebut disaksikan oleh Ustaz Abdul Somad, yang hadir ke Lembah Barbate dalam rangka peluncuran Gerakan Wakaf 1.550 pohon kurma.

Husaini Ismail selaku Kepala Cabang ACT Aceh mengatakan, penandatanganan Nota Kesepahaman antara Baitul Mal Barbate, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia dan Perbankan ini untuk mengembangkan sektor agribisnis yang ada di Aceh, khususnya Lembah Barbate.

Pendekatan pengembangan agribisnis yang digunakan adalah sosial dan bisnis.

“Target awal akan mulai kita kembangkan komoditi kurma, serai wangi, dan ternak di kawasan Lembah Barbate, Blang Bintang, Aceh Besar dengan konsep integrated farming. Kotoran ternak akan jadi pupuk kemudian sisa ampas serai wangi dan pohon pisang akan jadi makan ternak,” papar Husaini.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku rektor Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia juga mengatakan, Aceh punya peluang yang sangat besar dalam hal mengembangkan sektor agribisnis. Contohnya seperti yang dilakukan di Lembah Barbate Blang Bintang ini.

Tazkia sendiri sudah mengambil peran jauh-jauh hari, dimulai sejak tsunami dengan menyekolahkan anak Aceh ke Tazkia dengan beasiswa penuh.

“Harapannya ketika mereka kembali ke Aceh, mereka bisa membangun Aceh dalam bidang ekonomi  khususnya ekonomi syariah. Alhamdulillah sekali hari ini kita sudah menandatangani MoU dengan Aksi Cepat Tanggap dalam hal pengembangan sektor agribisnis. Harapan ke depannya, pengembangan sektor ini bisa lebih maksimal dengan ditandatanganinya MoU ini,” ujar Murniati.

http://www.tribunnews.com/regional/2018/07/04/act-aceh-baitul-mal-barbate-dan-stei-tazkia-tandatangani-kerja-sama-agribisnis

Miftahul AnwarSTEI Tazkia, ACT Aceh, dan Baitul Mal Barbate Tandatangani Kerja Sama Agribisnis
read more

Tiga Dosen Tazkia Bentang Riset di Kyoto, Jepang

No comments

REPUBLIKA.CO.ID,JEPANG — Perhelatan tahunan Society for the Advancement of Socio-Economics (SASE) kali ini diadakan pada  23-25 Juni di Kyoto, Jepang. Bertempat di Universitas Doshisha, SASE kali ini dihadiri oleh hampir 300 peneliti dari 50 negara.

Tahun ini, ada tiga dosen dari STEI Tazkia yang terpilih untuk membentangkan hasil risetnya yaitu Murniati Mukhlisin, Rochania Ayu Yunanda, dan Faried Kurnia Rahman. Murniati membawakan topik “Do Islamic Macroeconomic and Microeconomic Exist” yang mengkritisi kontribusi publikasi internasional mengenai lintas sektoral ekonomi Islam empat tahun terakhir.

Murniati menjelaskan, penelitian yang mengambil data Malaysia menduduki peringkat pertama disusul oleh Uni Arab Emirat, dan Indonesia. Hal ini diartikan bahwa dinamika ekonomi syariah di Indonesia kurang menarik perhatian dibandingkan dengan kedua negara tersebut.

“Termasuk juga kurangnya peneliti asal Indonesia yang mempublikasikan risetnya di jurnal internasional,” katanya dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, kemarin.

Adapun Rochania menulis topik “Current reporting practices in Islamic baks: the impact of human development and national cultures”. Di satu sisi, menurutnya, bank syariah beroprasi berdasarkan aturan-aturan Islam yang universal. Di sisi lain, tiap-tiap negara memiliki country values yang berbeda dan berpengaruh terhadap perilaku.

Risetnya bertujuan menguji apakah nilai-nilai budaya, human development, dan democracy index mempengaruhi tingkat transparansi pengungkapan informasi di 40 bank syariah di 8 negara. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa human development dan democracy index mempengaruhi tingkat transparancy, sedangkan nilai budaya tidak berpengaruh.

Sedangkan Faried membentangkan risetnya yang berjudul “Firm Performance and Innovation in Halal industry: the case of Indonesia”. Secara umum, menurutnya, tingkat inovasi perusahan yang terdaftar di pasar modal syariah indonesia masih relatif rendah tetapi para investor di pasar modal syariah memberikan respon positif terhadap segala usaha inovasi yang dilakukan perusahaan secara internal.

“Yang menjadi catatan adalah perusahaan yang terdaftar di pasar modal syariah harus lebih memperhatikan usaha-usaha inovasi yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan pihak external sehingga memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan,”  ujarnya.

Selain Tazkia, hadir beberapa peserta asal Indonesia lainnya yaitu Trisliadi Supriyanto dari Universitas Ibnu Khaldun, Bogor dan Raditya Sukmana dari Universitas Airlangga, Surabaya.

 

https://m.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/06/27/pazciy396-tiga-dosen-tazkia-bentang-riset-di-kyoto-jepang

Miftahul AnwarTiga Dosen Tazkia Bentang Riset di Kyoto, Jepang
read more

STEI Tazkia Luncurkan Program Indonesia Bertaawun untuk Indonesia Timur

No comments

STEI Tazkia, Sentul, Bogor, meluncurkan program Indonesia Berta’awun. Program yang dimulai dari Indonesia Timur ini meliputi program beasiswa putra putri daerah Indonesia Timur untuk belajar ekonomi syariah, pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Indonesia Timur berbasis syariah, beasiswa ekonomi syariah bagi difabel, proteksi takaful jiwa bagi dhuafa, dan pengadaan perpustakaan ekonomi syariah bagi dusun tertinggal.

“Paling tidak ada 122 daerah yang masuk kategori 3T; Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, dan yang paling panjang daftarnya adalah Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur. Maka dari itu, kami berpikir sudah saatnya ada usaha massive secara nasional dengan asas gotong royong memberdayakan saudara-saudara kita di sana dengan pendekatan ekonomi syariah,” ungkap Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin, saat grand launching program Indonesia Berta’awun, di Masjid Andalusia, Sentul City, Bogor, Ahad 2 Juni 2018.

Peluncuran program yang disaksikan sekitar 2500 jamaah itu juga dihadiri Muhammad Syafii Antonio, Ustaz Yusuf Mansur, dan Ustaz Fadlan Garamatan.

Murniati menjelaskan, Papua adalah daerah istimewa karena matahari menyinari Indonesia dimulai dari sana, azan pertama kali dikumandangkan dan sholat mengawali hari hari kita dimulai disana. Sayangnya, hingga saat ini daerahnya masih belum setara majunya dibandingkan dengan Indonesia Tengah dan Barat. Berbagai upaya sudah banyak dilakukan untuk Papua misalnya perbaikan pelayanan aparatur negara, fasilitas umum, beasiswa pendidikan dan bantuan langsung tunai, termasuk juga program Sejuta Rumah Murah yang diluncurkan Presiden Jokowi.

“Masyarakat 3T perlu diberdayakan, salah satunya melalui program kemandirian ekonomi untuk memastikan peningkatan taraf hidup yang sustainabel,” ungkap Murniati yang juga Koordinator Indonesia Berta’awun-Tazkia Berta’awun.

Maka dari itu, kata dia, sudah saatnya gerakan ekonomi syariah digencarkan dengan prinsipnya yang penuh keadilan, kemitraan dan tidak berorientasi kepada keuntungan semata.

Murniati menjelaskan, Indonesia Berta’awun berpijak dari seruan Allah Swt dalam QS Al-Maidah (5):2 yang menyerukan umat Islam untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tapi tidak untuk perbuatan dosa dan bermusuhan.

“Karena Islam adalah rahmat seluruh alam maka program Indonesia Berta’awun ini bermakna untuk semua saudara-saudara kita di daerah 3T walaupun bukan Muslim sekalipun,” pungkasnya.

Sumber : suaraislam.com ( http://suara-islam.com/2018/06/03/stei-tazkia-luncurkan-program-indonesia-bertaawun-untuk-indonesia-timur/ )

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Luncurkan Program Indonesia Bertaawun untuk Indonesia Timur
read more

Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an Dan Grand Launching Indonesia Berta’awun

No comments

Sabtu 02 Juni 2018, STEI Tazkia bekerjasama dengan BTTM Tazkia dan Masjid Andalusia mengadakan salah satu agenda terbesar pada bulan Ramadhan tahun ini yaitu Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an. Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati turunnya Al-Qur’an yang beretepatan dengan tanggal 17 Ramadhan ini dihadiri langsung oleh Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Fadlan Garamatan dan tentu saja Dr. Muhammad Syafii Antonio selaku tuan rumah. Selain mendatangkan tokoh-tokoh. Selain mendatangkan tamu-tamu spesial acara ini dilengkapi dengan beberapa kegiatan yang tak kalah spesialnya, diantaraya ada pemberian santunan kepada 100 guru ngaji (bekerja dengan LAZISMU), pembagian sembako murah (bekerjasama dengan BTTM) sebanyak 2050 buah paket dan terakhir adalah Grand Launching Indonesia Berta’awun (bekerjasama langsung dengan Asyqi).

Acara ini dibuka dengan pemberian motivasi dan kiat-kiat supaya ummat Muslim mampu bangkit dari kemiskinan dan melangkah menuju kesuksesan. UYM menjelaskan bahwa untuk bangkit dari kemiskinan ummat muslim harus memiliki mental orang kaya terlebih dahulu. Mental orang kaya yang dimaksud disini adalah mental yang membuat seseorang akan menghindarkan dirinya dari meminta pertolongan orang lain dan justru sebaliknya selalu bersedia dan menawarkan pertolongan terhadap orang lain (meskipun sendirinya pun sedang berada dalam kesulitan).

“Kalo ummat muslim pengen kaya, bangun dulu mental kayanya jangan dikit-dikit minta dan berharap bantuan orang lain, harusnya malu dibantuin orang lain. Justru kalo pengen jadi kaya bersikaplah seperti orang kaya, bantu orang sebanyak-banyaknya, banyakin sedekah dan bermunajat serta berdoa kepada Allah”. Papar UYM memberikan motivasi kepada jamaah yang hadir.

Pemberian Materi Ceramah dan Motivasi dari Ustadz Yusuf Mansur

Pemberian Materi Ceramah dan Motivasi dari Ustadz Yusuf Mansur

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dan santunan terhadap 100 oramg guru ngaji yang diserahkan oleh pihak Lazismu dan Tazkia Grup dan pembagian sembako murah sebanyak 2050 buah paket untuk 2050 orang anggota BTTM Tazkia dari 14 Desa dan 2 Kecamatan.

Pembagian 2050 paket sembako murah

Pembagian 2050 paket sembako murah

Penyerahan santunan dan dana apresiasi untuk 100 guru ngaji

Penyerahan santunan dan dana apresiasi untuk 100 guru ngaji

Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan pemaparan materi dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Fadlan Garamatan. beliau menghimbau kepada seluruh ummat muslim Idonesia untuk jauh lebih memperhatikan kondisi saudara-saudara muslim di Papua terutama dari aspek Ekonomi.

“Daerah timur merupakan daerah dimana peradaban Indonesia dimulai dengan fakta bahwa Papua lah tanah pertama yang mengumandangkan adzan dan melaksanakan sholat shuhub ketika daerah lain masih terlelap tidur (begitupula sholat yang lainnya), daerah Papua juga yang pertama tersentuh oleh hangatnya sinar matahari. Jadi kalo Indonesia mau membangun peradaban yang maju, mulai membangun dari daerah paling timur di Indosesia yaitu daerah Papua”. Papar Ustadz Fadlan yang disambut dengan hangat oleh jamaah yang hadir.

Penyampaian materi ceramah dan motivasi dari Ustadz Fadlan Garamatan

Penyampaian materi ceramah dan motivasi dari Ustadz Fadlan Garamatan

Acara kemudian ditutup dengan Grand Launching Indonesia Berta’awun yang dipimpin langsung oleh Dr. Syafii Antonio selaku ketua Tazkia Grup.

Grand Launching Program Indonesia Berta'awun

Grand Launching Program Indonesia Berta’awun

“Program Indonesia berta’awun ini merupakan bentuk kepedulian Tazkia Grup terhadap nasib masyarakat kecil. Program yang ditujukan untuk membantu masyarakat kecil yang tidak tersentuh asuransi agar mampu merencanakan dan mempersiapkan kehidupannya jauh lebih baik lagi”. Jelas Dr. Syafii sambil meresmikan program Indonesia Berta’awun.

Dr. Muhammad Syafii Antonio (Ketua Tazkia Grup)

Dr. Muhammad Syafii Antonio (Ketua Tazkia Grup)

“Harapannya dengan program Indonesia Berta’awun ini tidak ada lagi yang mengalami kesulitan mendapatkan dana pengobatan atau pendidikan bahkan tidak adalagi masyarakat miskin yang meninggal dalam keadaan masih mempunyai hutang. dan kedepannya Tazkia juga akan bekerjasama dengan Ustadz Fadlan Garamatan dan MyBank untuk memberikan beasiswa terhadap putra putri terbaik Papua untuk belajar di STEI Tazkia dengan program ini”. Jelas Dr. Murniati Mukhlisin selaku ketua STEI Tazkia sekaligus meresmikan peluncuran kartu Indonesia Berta’awun.

Dr. Murniati Mukhlisin (Ketua STEI Tazkia)

Dr. Murniati Mukhlisin (Ketua STEI Tazkia)

Penyerahan Beasiswa Tazkia untuk Putra-Putri Indonesia Timur

Penyerahan Beasiswa Tazkia untuk Putra-Putri Indonesia Timur

Penutupan acara juga diiringi dengan pemberian santunan dan beberapa hadiah khusus terhadap anak-anak yatim (bekerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia) dan juga peresmian program beasiswa Tazkia untuk peyandang disabilitas yang berprestasi (bekerjasama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia).

Perwakilan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Perwakilan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Penyerahan Santunan Untuk Anak-anak Yatim

Penyerahan Santunan Untuk Anak-anak Yatim

Miftahul AnwarTabligh Akbar Nuzulul Qur’an Dan Grand Launching Indonesia Berta’awun
read more