Pascasarjana

Institut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM

No comments

Selasa, 27 Agustus 2019 M. 26 Dzulhijjah 1440 H. Jajaran Manajemen Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM), Jogyakarta, mengunjungi Institut Tazkia untuk mengadakan Studi Banding pengembangan kurikulum Magister Akuntansi Syariah

Rombongan UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Halim MBA, Ak, CA selaku ketua Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM. Ketua Departemen Akuntansi FEB UGM, yaitu Bapak Sony Warsono, MAFIS, Ak, CA, Ph.D, dan Dr. Aprilia Beta Sunadi, SE., M.Ec. Dosen Departemen Akuntasi FEB UGM serta Bapak M. Luthfi Ansori, SE selaku Koordinator Bidang IT dan Akademik Magister Akuntasi FEB UGM.

Dari Institut Tazkia hadir menyambut rombongan; Dr. Sugiarti Fatma Laela, M.Buss. Acc. CMA. CIBA. Selaku Wakil Rektor 2, Dr. Muhammad Yasid, M.Si. selaku Direktur Pascasarjana, Muhammad Maulana Hamzah, M.M. selaku Sekretaris Pascasarjana, dan Afif Zaerofi, M.M. selaku Direktur SPMI Institut Tazkia.

Pertemuan berlangsung kurang lebih 2 jam, membahas terkait integrasi keilmuan dan Profil Lulusan. Tindak lanjut dari  pertemuan ini diantaranya adalah pengiriman dosen fiqih muamalat dan maqoshid syariah Tazkia ke Magister Akuntansi FEB UGM   juga sepakat untuk selalu bersinergi dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya di bidang Akuntansi Syariah. (Rizqi Z)

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM
read more

RESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL

No comments

Sentul City – Kampus TAZKIA beralih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut pada usia 18 tahun ini. Dengan semangat mengisi kebutuhan SDM Ekonomi Syariah, delapan belas tahun lalu Kampus Tazkia memulai programnya dari hanya 24 orang mahasiswa, kini sudah mengasuh lebih dari 2000 mahasiswa yang berasal dari 32 provinsi di wilayah nusantara Indonesia dan 6 negara yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Maroko, Yaman dan Palestina.

TAZKIA secara institusi sangat fokus pada pengembangan ekonomi syariah mulai dari teori sekaligus praktek nyata di masyarakat. Oleh karenanya, kontribusi untuk pembangunan Indonesia terus ditingkatkan khususnya dalam pengembangan Industri Ekonomi Syariah. Sampai dengan saat ini kampus Tazkia telah meluluskan sebanyak 2.087 alumni dari jenjang master, sarjana dan diploma yang berkiprah menjadi entrepreneur pada industri halal, akademisi ekonomi dan bisnis syariah, para pendamping masyarakat dan profesional diberbagai Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan non LKS baik di dalam dan luar negeri.

Prestasi kampus Tazkia juga perlu diacungi jempol karena para civitas akademika telah menorehkan berbagai macam penghargaan. Bahkan Tazkia pernah di anugerahkan award sebagai Centre of Excellent Kampus Ekonomi Syariah dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Di bidang penelitian, dosen dan mahasiswa sangat aktif di pentas akademik baik di dalam maupun luar negeri serta pengabdian masyarakat telah ditekuni bersama dengan arah perkembangan umat, bangsa dan negara. Program pemberdayaan masyarakat dhuafa di sekitar Kampus Tazkia yang beralokasi di Bogor, Jawa Barat dan beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat juga telah memberikan peningkatan yang cukup signifikan, dengan hanya puluhan anggota 10 tahun yang lalu hingga kini mencapai hampir 10,000 anggota.

Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec pada hari ini tanggal 30 Juli 2019 telah melantik Rektor, Wakil Rektor dan Direktur Program Pascasarjana Institut Tazkia. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc yang sebelumnya adalah Ketua STEI Tazkia terpilih sebagai Rektor. Perempuan lulusan S1 Akuntansi Syariah dari International Islamic University Malaysia, Magister Akuntansi Syariah Universitas Indonesia dan jebolan Doktor Akuntansi Syariah dari University of Glasgow UK ini  memiliki pengalamanya pendidikan tinggi yang cukup panjang, bahkan memiliki jaringan luar negeri yang luas. Turut hadir Kasubdit Bidang Kelembagaan, Drs. Agus Soleh, M.Ed dan Wakil Koordinator Kopertais 1 DKI Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya.

Sementara Wakil Rektor I Bidang  Akademik diamanahkan kepada Dr. (Kand) Andang Heryahya, M.Pd.I.,M.Pd. sedangkan Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Pengembangan SDI adalah Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Bus Acc, CMA, CIBA dan Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Miftahus Surur, M.Sc. (Fin), sementara Direktur Program Pascasarjana adalah Dr. Mukhamad Yasid, M.Si.

Instutut Tazkia memiliki tiga Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Hukum/Syariah dan Fakultas Pendidikan/Tarbiyah, dan satu sekolah pascasarjana dengan bidang Pascasarjana Ekonomi Syariah. Adapun program studi S1 yang ada yaitu Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, Hukum Syariah, Pendidikan Ekonomi Syariah, Diploma Mikro Keuangan Syariah. Sedangkan program studi di level  S2 adalah  Magister Ekonomi Syariah dan tidak lama lagi  akan segera dibuka Magister Akuntansi Syariah dan dalam tiga tahun ke depan program Doktor bidang Ekonomi Syariah.

Adapun konsentrasi berbasis syariah yang ditawarkan adalah sangat beragam dari program hafal quran dan wirausaha, akuntansi sektor publik, audit, kewirausahaan, perbankan, industri halal, ekonomi pembangunan, teknologi finansial, hingga agribisnis. Kampus Tazkia menyediakan fasilitas beasiswa dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga zakat, perseorangan dan instansi keuangan syariah.

“Setelah alih status menjadi Institut ini, Kampus Tazkia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, luas dan berkesinambungan terhadap ummat, bangsa dan negara, dapat tampil unggul baik di level nasional maupun internasional” demikian ujar Murniati, dalam sambutannya sebagai Rektor terpilih.

Di bidang kurikulum dan pengembangan program studi, Kampus Tazkia telah merujuk kepada sistem KKNI dan memastikan semua program studi terakreditasi dengan nilai Sangat Baik dan Unggul serta menganut sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.  “Program internasional juga sudah dikembangkan dalam dua tahun terakhir yang diharapkan kualitas pendidikan dan pengajaran dapat sejajar dengan kampus – kampus internasional” tutup Murniati.

Miftahul AnwarRESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL
read more

MoU dengan BPJPH, STEI Tazkia Luncurkan Pusat Studi Halal!

No comments

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia resmi meluncurkan Pusat Studi Halal (PSH), Senin (17/6/2019). Peresmian ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tentang jaminan produk halal dan pengembangan kelembagaan.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Kepala BPJPH, Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D dan Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. Turut hadir menyaksikan, Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Direktur Pusat Studi Halal STEI Tazkia, Dr. Indra, M.Si.

Pada kesempatan ini, STEI Tazkia juga mengadakan acara Monday Forum STEI Tazkia bertema “Urgensi Sertifikasi Halal dalam Mendukung Industri Halal di Indonesia”.

Dalam sambutannya, Murniati Mukhlisin mengatakan salah satu fokus dari PSH ini adalah pengembangan keilmuan seputar industri halal dan kompetensi pelaku industri halal. Selain itu, PSH diharapkan menjadi kontribusi nyata dari STEI Tazkia dalam mendukung implementasi sistem jaminan halal di Tanah Air.

Sementara, Sukoso menyambut baik adanya kerjasama ini. Ia menyebut kerjasama ini sebagai sebuah refleksi untuk proses sertifikasi halal sekaligus mempersiapkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna memenuhi standard halal.

“Harapannya Pusat Studi Halal ini nantinya ikut berperan dalam pembinaan, bimbingan, dan pendampingan dalam sertifikasi halal. Jadi ke depannya, STEI Tazkia ini punya hak untuk memberikan penjelasan kepada pelaku UMKM tentang halal. Kenapa harus halal, standard halal itu apa, dan sebagainya,” ujarnya.

Sukoso menambahkan, setelah MoU ini, STEI Tazkia berhak mengajukan calon auditor halal untuk ditraining atas biaya dari Negara. BPJPH, kata dia, sudah memberikan training kepada hampir 120 orang dalam empat batch yang dilaksanakan guna menyiapkan calon auditor halal.

“Persyaratan di UU ini ada tiga komponen institusi yakni BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). LPH ini, isinya auditor halal. Auditor harus dilakukan pembekalan oleh BPJPH. Kemudian akan diuji kompetensi dan diputuskan bersama MUI apakah layak menjadi auditor halal,” jelasnya.

Di sisi lain, yang masih menjadi prinsip, ketika melakukan proses produksi halal, harus ada namanya Penyelia Halal. Perusahaan besar wajib memiliki Penyelia Halal. “Lalu bagaimana dengan UMKM? Itu jawabannya diekspresikan dengan harus adanya Halal Center di Perguruan Tinggi atau Yayasan Islam yang menjadi pendamping untuk proses produksi halal (PPH),” ungkapnya. (gontornews.com)

Miftahul AnwarMoU dengan BPJPH, STEI Tazkia Luncurkan Pusat Studi Halal!
read more

STEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia

No comments
Salah satu perguruan tinggi Islam di Bogor, Jawa Barat, menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Rusia (RIU). Perguruan tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia. Kerja sama dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani di RIU, Kazan, Rabu (24/4/2019).
Perjanjian ditandatangani oleh para Rektor perguruan tinggi tersebut, yaitu Rafik Mukhametahin dari RIU dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dari STEI Tazkia.
Para pihak sepakat untuk mempromosikan, mengembangkan, dan memperkuat kerja sama pendidikan dan ilmu pengetahuan yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama antara lain pertukaran staf, pengajar dan mahasiswa, penelitian dan publikasi bersama, penyelenggaraan seminar, konferensi dan workshop bersama, serta kerja sama lainnya yang menjadi perhatian bersama.
Rektor RIU menyampaikan kegembiraannya dapat menjalin dan mengembangkan kembali kerja sama dengan perguruan tinggi Islam di Indonesia setelah beberapa tahun terakhir terhenti. Menurut Rektor RIU, kerja sama dengan Indonesia sangat penting, seperti yang telah dirintis sejak tahun 2009.
Pada tahun 2009 Rafik Mukhametshin berkunjung ke Indonesia menjalin kerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu kerja sama yang dicapai adalah pengiriman mahasiswa RIU untuk belajar di Indonesia dalam program magister, antara lain di UIN Malang. Dua orang lulusan UIN Malang tersebut saat ini bekerja sebagai pengajar di RIU.
https://1.bp.blogspot.com/-HIxpzFQrtOc/XMJZC42gEDI/AAAAAAAALqQ/AjijWnStlQU4vTx-vNPCHzzlpm1biYOvwCLcBGAs/s1600/1%2B%25285%2529.jpg
Rektor STEI Tazkia mengatakan kerja sama antar perguruan tinggi ini dilandasi pada Tridharma Pendidikan, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rektor STEI Tazkia berharap terdapat pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, bimbingan mahasiswa dan riset bersama, termasuk pendidikan ekonomi syariah.
“Kami siap menerima mahasiswa dari RIU untuk belajar di STEI Tazkia, bahkan mulai tahun pelajaran baru mendatang,” kata Rektor STEI Tazkia.
Rektor STEI Tazkia sangat terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Kazan. Menurutnya, industri halal terutama makanan halal, pakaian muslim, dan keuangan syariah sedang menjadi perhatian di Rusia. Ditambahkan bahwa selaku pionir dalam pergerakan keuangan syariah di Indonesia, STEI Tazkia siap bekerja sama dengan Rusia dalam edukasi, sosialisasi dan persiapan SDM untuk pengembangan keuangan syariah dan industri halal lebih lanjut.
RIU adalah salah satu perguruan tinggi Islam di Rusia yang didirikan tahun 1998. Saat ini RIU terdapat Fakultas Teologi yang didalamnya memiliki jurusan teologi, linguistik, jurnalistik Islam, ekonomi Islam, dan pembelajaran jarak jauh. Di RIU belajar sekitar 1.200 mahasiswa tidak hanya berasal dari Tatarstan dan berbagai wilayah Rusia, tetapi juga dari negara lain, khususnya negara pecahan Uni Soviet.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi yang hadir menyaksikan penandatanganan perjanjian ini mendorong pengembangan kerja sama antar perguruan tinggi kedua negara, termasuk perguruan tinggi Islam. Kerja sama tersebut dapat turut mendekatkan hubungan kedua bangsa yang pada gilirannya tidak hanya mencakup bidang pendidikan, tetapi juga ekonomi dan sosial budaya. Dubes Wahid menekankan pentingnya tindak lanjut dan realisasi dari kesepakatan-kesepakatan kedua pihak.

Beberapa jam sebelum penandatanganan dengan RIU, STEI Tazkia juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kazan (Volga Region) Federal University (KFU) yang diwakili oleh Linar Latypov, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional KFU.
Delegasi STEI Tazkia Republik Tatarstan, Federasi Rusia dalam rangka mengikuti “Russia Halal Expo 2019”. Expo tersebut merupakan bagian dari The XI International Economic Summit “Russia-Islamic World: KazanSummit 2019” yang berlangsung tanggal 24-26 April 2019. (hajimakbul.com)
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia
read more

Talkshow Special Mabit: Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an

No comments

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 9 Maret 2019 Jam’iyyatul Huffadz Tazkia bekerjasama dengan Tazkia+ dan Masjid Andalusia menyelenggarakan talkshow dan Al-Qur’an di lantai 2 Masjid Andalusia Kampus STEI Tazkia. Kajian yang dilaksanakan ini mengangkat tema ‘Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an’.

Dalam talkshow bersama Ustadz Muhammad Lutfi dan Ustadz Hilman Fauzi dibahas 3 motivasi menghafal Al-Quran:
1. Lingkungan yang mendukung
2. Guru yang selalu memotivasi
3. Yakin bahwa Allah memberikan kemudahan dalam segala hal, bahkan rezeki dan kebutuhan kita.

3 motivasi menggapai kesuksesan:
1. Doa orang tua
2. More effort
3. Dibalik kesulitan, ada kemudahan

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada pemateri dan dorprize kepada peserta serta doa oleh ustadz Hilman.

_Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah, daripada kehilangan Allah karena sesuatu._

==========
Supported By:

Tazkia TV
Instagram: *@tazkiatv*

#masjidandalusiaislamiccenter #kajianandalusia #tpaandalusia #steitazkia #tazkiatv

Miftahul AnwarTalkshow Special Mabit: Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an
read more

Tazkia Tandatangani Kesepakatan Kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Daruttauhiid

No comments

Selasa 26 Februari 2019 STEI Tazkia yang diwakili oleh Dr. Mukhamad Yasid selaku Ketua Program Pascasarjana STEI Tazkia menandatangani kerjasama tridarma pendidikan bersama Yayasan Pendidikan Daarut Tauhiid yang diwakili oleh H. Gatot Kunta Kumara selaku Ketua Yayasan Pendidikan Daarut Tauhiid.

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kesepakatan Kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Daruttauhiid
read more

Kisah Inspiratif Mogayer Gamil Yahya Dalam Perjalanannya Mencari Kebenaran Islam (Spirit Dakwah Untuk Penggiat Ekonomi)

No comments

Sang Penatap Matahari (The Sun Gazer), Begitulah karya novel yang dirilis pada bulan September 2018 oleh seorang ahli ekonomi syariah Indonesia, Novel ini bercerita mengenai kisah Mogayer Gamil Yahya yang menampilkan kepada para pembaca mengenai pengalaman tragis, dramatis, sekaligus romantis dalam sebuah narasi cerita unik yang bisa dibaca oleh kaum baby boomber hingga generasi Z.

Dalam pemaparannya di Monday Forum yang diselenggarakan oleh LPPM STEI Tazkia, Mohammad Gunawan Yasni memaparkan bahwa ia merupakan generasi dari tuanku nan biru di talago seorang panglima perang padri, Sumatera Barat, pasukan imam bonjol. Nenek moyangnya tersebut menginspirasi beliau agar menjadi seseorang yang eksklusif meskipun tak terkenal tetapi memiliki pengaruh besar dalam penyebaran Islam.

Pada acara yang dibuka oleh Ibu Ries Wulandari, selaku kepala LPPM STEI Tazkia tersebut. Penulis menceritakan kisah-kisah seorang Mogayer Gamil Yahya yang seharusnya diikuti oleh setiap insan muslim. Menurut penuturan dari Pakar Pasar Modal dan Asuransi Syariah tersebut Mogayer adalah sesosok orang yang berperilaku baik bahkan ayah hingga kakek neneknya merupakan orang yang baik, hal ini tertuang dalam QS. Al Baqarah: 195. Kemudian di QS. Ali Imran: 76, bahwa Allah cinta orang yang bertakwa hal ini juga tertuang dalam kisah di novel tersebut.

 

Selanjutnya dalam QS. Ali Imran: 146 dan 59, bahwa Allah mencintai orang-orang yang sabar dan bertawakkal. “Bahwa dalam mendakwahkan ekonomi Syariah juga harus diikuti dengan kesabaran, seperti di awal 2018 pertumbuhan market share perbankan syariah hampir menyentuh angka 6%, akan tetapi di november 2018 market share perbankan syariah masih berada di level 5,7%, padahal di awal 2018 ada bank Aceh yang melakukan konversi ke syariah akan tetapi masih stagnan dan di akhir 2018 ada bank NTB yang melakukan konversi menjadi syariah, akan tetapi perbankan syariah di Indonesia masih belum bisa unjuk gigi. Pun juga pengalamannya di Kementerian Keuangan, ia menuturkan saat awal mula munculnya Surat Berharga Syariah negara (SBSN), bahwa sukuk itu harus dinikmati oleh masyarakat Indonesia sendiri, jangan melulu mengambil investor asing, maka setelah itu muncullah sukuk ritel dan sukuk tabungan saat ini.” tutur alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut.

Mogayer juga bersifat adil sesuai QS. Al Maidah: 32, karena beliau dari kecil mengalami perjuangan yang cukup berat, mulai dari perjuangan di keluarga hingga harus merelakan seorang istri dari kehidupannya untuk menggapai cinta dari langit. Beliau menuturkan pejuang ekonomi syariah harus sufistik (tapi tidak harus miskin), dan harus mengedepankan aspek ukhrowi daripada sekedar duniawi. Selain itu Allah juga mencintai orang yang bertaubat dan membersihkan diri sesuai dalam QS. Al Baqarah: 22. Penulis pun demikian, ia harus banyak beristighfar dalam perjalanannya membuat SBSN, karena jangan sampai ada paradigma konvensional yang masih ada dalam aplikasi instrumen syariah tersebut. Beliau juga mengatakan kita harus meneladani nabi-nabi dalam beristighfar, seperti nabi Adam saat mendakwahkan islam, Nabi Nuh saat kaumnya tidak ada yang mengikuti dakwahnya, atau Nabi Yunus yang ketika berusaha mengeluarkan diri dari dalam perut ikan paus.

Pelajaran bagi aktor di bidang Ekonomi Syariah salah satunya yakni tidak terlepas dari doa-doa generasi terdahulu, dari orang tua, dan orang-orang di sekitar. Beliau terkesima saat Syafii Antonio awal mula di Jordania, kemudian bertanya bagaimana cara mendakwahkan islam dalam kegiatan bermasyarakat kepada Zainul yasni, seorang duta besar Jordania, kemudian dijawab oleh Ayah Iwan tersebut bahwa “Kita Harus mendakwahkan Islam di sendi-sendi masyarakat melalui iqtishod, kegiatan ekonomi syariah dan bermuamalah di masyarakat”. Pak Iwan sapaan akrab Gunawan Yasni pun menuturkan ia susah keluar dari lingkungan syariah juga berkat doa-doa orang terdahulunya.

Dalam jati diri mogayer ada 4 karakter orang yang tak tersentuh api neraka seperti yang tertuang seperti di H.R Tirmidzi dan Ibnu Hiban yakni Hayyin, orang-orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin, tidak mudah memaki, melaknat, serta tenang jiwa. Dalam Novel tersebut Mogayer bersifat lembut, dan memiliki ketenangan dan keteduhan batin. Berawal dari rasa minder, lalu ia berlatih bela diri dan akhirnya ia merasa yakin bahwa ia bisa mempertahankan diri dan mengendalikan emosinya. Kemudian Layyin, yakni orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur kata atau bersikap. Tidak kasar, dan tidak ikut hawa nafsu sendiri, lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia. Lalu, Qaribin, yakni akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara, murah senyum jika bertemu. Serta terakhir adalah Sahlin yakni orang yang tidak mempersulit sesuatu dan selalu ada cara untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi.

Dalam novel The Sun Gazer yang akan diterbitkan segera dalam bahasa inggris ini, kisahnya dimulai saat Mogayer di Kairo di waktu Syuruq dan merasakan seolah melihat halusinasi atau bayangan matahari. Kemudian ia berdoa “Allahumma Nawwir Qulubana Bi Nuri Hidayatika kama Nawwartal Ardha Bi Nuri Syamsika abadan abada, Bi Rahmatika Ya Arhamarrahimin”. Serta saat mogayer menemukan saray sesosok orang yang dibimbing oleh Allah untuk menemaninya. (Red. Rizal Nazarudin Firli)

Miftahul AnwarKisah Inspiratif Mogayer Gamil Yahya Dalam Perjalanannya Mencari Kebenaran Islam (Spirit Dakwah Untuk Penggiat Ekonomi)
read more

Tazkia Fasilitasi Anak Yatim dari Siak, Riau

No comments

Jajaran Tazkia bersama Jajaran PT. Bumi Siak Pusako menandatangani program kerjasama beasiswa

“Bersama dunia usaha, perguruan tinggi dapat ikut mencetak ahli dan praktisi ekonomi Islam melalui program beasiswa STEI Tazkia”

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia dan PT Bumi Siak Pusako menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dalam rangka pengiriman 14 orang mahasiswa berstatus anak yatim dari Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Penandatangan dilakukan pada Rabu, 13 Februari 2019 di Kampus STEI Tazkia.

Dari STEI Tazkia diwaikili oleh Rektor Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan dari PT Bumi Siak Pusako diwakili oleh Direktur Utama, Iskandar. Menemani Iskandar, adalah jajaran manajemen, yaitu Corporate Secretary, Riky Hariansyah, Manager Umum dan CSR, Danil Firdaus, dan Kabag Legal, Lina.

Melalui kesepakatan ini, PT Bumi Siak Pusako akan mengirim mahasiswa secara bertahap. Tahap pertama akan diberangkatkan enam orang pada 14 Februari 2019. Dari enam orang tersebut, dua orang akan dibiayai oleh PT Bumi Siak Pusako dan sisanya akan dibantu pembiayaannya oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kerjasama ini juga bagian dari program Hafidzprenuer D3 STEI Tazkia, PT Bumi Siak Pusako dan kampus Tazkia juga akan bekerja sama dalam pengiriman guru mengaji dalam program Imam Saqu yang diprakarsai oleh pondok pesantren Wadi Mubarak, Bogor.

*Sekilas tentang STEI Tazkia*
STEI Tazkia didirikan dibawah pengelolaan Yayasan Tazkia Cendekia yang didirikan berdasarkan Akta No.5 Notaris Syarif Tanudjaja tanggal 11 Maret 1999.

STEI Tazkia meyakini bahwa hanya sistem ekonomi yang dipandu oleh hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah SWT-lah yang mampu mensejahterakan masyarakat secara adil. Sesuai dengan namanya yaitu Tazkia (Tazkiyyah), STEI Tazkia berusaha mendorong perekonomian umat untuk tumbuh (growth) secara bersih (purification).

Upaya ini dilakukan melalui inovasi-inovasi yang produktif, efektif, dan efisien diiringi dengan upaya menyuburkan zakat dan sedekah sehingga membuahkan hasil yang berlipat ganda untuk kesejahteraan masyarakat.

Miftahul AnwarTazkia Fasilitasi Anak Yatim dari Siak, Riau
read more

Meneladani Kedermawan Utsman bin ‘Affan

No comments

Oleh: Nurizal Ismail (Direktur Pusat Studi Kitab Islami STEI Tazkia & Peneliti ISEFID)

Dalam sebuah kuliah umum di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia bertajuk Muslim Youth Contribution in Islamic Economic History: Past and Present, Ustadz Bachtiar Natsir (UBN), yang didaulat sebagai salah satu pembicara, menjelaskan bagaimana sosok kedermawanan salah satu Khulafāu al-Rāshīdin, Utsman bin ‘Affan Raḍiyallāhu ‘Anhu yang sering membantu serta memperjuangkan Islam dan Muslimin di zaman Rasulullah SAW.

Sontak, kami pun bertanya dalam hati, apa yang dilakukan oleh Utsman bin ‘Affan sehingga kita tidak mengetahui kenapa beliau dikategorikan sebagai seorang dermawan? Peran besar apa yang pernah dirinya lakukan terhadap Islam? Seberapa kaya Utsman bin Affan sehingga ia bisa sebegitu dermawannya terhadap Islam?

Belum selesai kami bergumam, UBN menjelaskan bahwa figur kedermawanan Ustman bin Affan adalah ketika ia memberikan pinjaman terbaik kepada Allah SWT. UBN lantas merujuk ucapannya tentang ‘Utsman bin ‘Affan tersebut dengan membaca surat Al-Baqarah ayat 245 yang memiliki terjemahan sebagai berikut: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Qs Al-Baqarah: 245).

Ahmad Muṣṭafā bin Muhammad bin Abdul Mun’im Al-Maraghi dalam karya monumentalnya, Tafsir Al-Marāghī, menjelaskan bahwa pinjaman terbaik yang dimaksud adalah berinfaq di jalan Allah SWT sesuai dengan kebutuhan dan niat yang baik untuk dapat dimanfaatkan bagi seluruh Muslim dan dilakukan dengan cara-cara yang disyariatkan Islam. Sedangkan Imam Al-Qurṭūbī dalam karyanya, Jāmi’ li Aḥkāmi al-qur’ān, menjelaskan jika ayat tersebut merupakan perintah Allah SWT kepada umatnya untuk senantiasan berinfaq di jalan Allah SWT.

Fakta sejarah pun berkata demikian. Utsman bin ‘Affan disebut-sebut sebagai sosok di belakang pembangunan Sumur Rumata, mendanai pasukan ‘Usrah serta sosok di balik perluasan Masjid Nabawi. Kesemuanya, ‘Utsman bin ‘Affan lakukan bukan atas perintah Rasulullah secara langsung melainkan keyakinannya kepada apa yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Karena keyakinannya dalam memberikan pinjaman yang terbaik kepada Allah SWT beliau ‘dinobatkan’ oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu sahabat yang dijanjikan oleh Allah SWT masuk ke dalam Surga.

Dalam riwayat yang berhasil kami himpun dikisahkan bahwa Rasulullah telah bersabda: “Siapa saja yang menggali Sumur Rumata maka untuknya surga.” Maka sumur tersebut digali oleh Utsman.

Rasulullah SAW kembali bersabda: “Barangsiapa yang mendanai pasukan ‘Usrah maka untuknya surga.” Maka menurut penuturan Abdurrahman bin ‘Auf, Utsman bin ‘Affan mendatangi Rasulullah SAW dengan membawa 700 gantang emas yang diperuntukkan bagi pasukan ‘Usrah.

Pun ketika kapasitas Masjid Nabawi tidak mampu menampung lagi jamaah Muslim yang semakin bertambah, Rasulullah SWT bersabda: ““Barangsiapa membeli lokasi milik keluarga fulan lalu menambahkan untuk perluasan masjid dengan kebaikan maka ia kelak di surga.” Lagi-lagi, Utsman membeli lokasi tersebut dengan uang pribadi dan lantas diwakafkan kepada pihak masjid.

Teladan yang diberikan ‘Utsman bin ‘Affan seharusnya menjadi pelecut semangat setiap umat Muslim di seluruh dunia. Karena apa yang diperagakan oleh ‘Utsman bin Affan hadir dengan semangat kedermawanan hati untuk terus berinfaq di jalan Allah SWT. Dengan kedermawanan, anasir pemahaman kapitalis seperti sikap materialistis, hedonis, boros, berlebih-lebihan akan terkikis dan hilang dengan sendirinya.

Selain itu, untuk menjadi seorang dermawan, Anda tidak perlu menunggu untuk kaya terlebih dahulu. Al-Mawardī dalam kitabnya Adabu al-dunyā wa al-dīn menjelaskan bahwa kedermawanan dapat lahir dari pemberian sesuatu kebutuhan yang diperlukan oleh mereka yang berhak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Artinya, jika Anda mampu melaksanakan instrumen-instrumen seperti zakat, infaq, sedekah dan wakaf, maka Anda sudah dapat dikategorikan sebagai seorang yang dermawan.

Andai sikap kedermawanan ‘Utsman bin ‘Affan sudah terlaksana, saya yakin ekonomi keumatan berbasis kedermawanan ‘Utsman akan terbentuk. Dalam skala makro, andai sebuah negara bersikap dermawan, maka Allah SWT berjanji akan menjadikan negara tersebut sebagai negara yang baldatun ṭayyibatun wa rabbun ghafūr. Wallāhu a’lam bi al-ṣawāb.

https://gontornews.com/2019/02/13/meneladani-kedermawan-utsman-bin-affan/

Miftahul AnwarMeneladani Kedermawan Utsman bin ‘Affan
read more

Saham Syariah Masih Belum Syariah

No comments

Kategori saham syariah yang digunakan oleh Jakarta Islamic Index (JII) dianggap masih jauh dari penerapan prinsip-prinsip syariah.

Hal ini terjadi karena, pemberian toleransi maksimal 10% pendapatan non halal dari total pendapatan sudah dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung di JII. Namun, masih ada hal lainnya yang perlu dipertanyakan. “Beban bunga pada perusahaan dan perusahaan yang menjadi tempat investasi perusahaan JII juga perlu dibatasi sebagai persyaratan saham berbasis syariah”, kata Dosen, Program Studi Akuntansi Islam, Grandis Imama Hendra, MSc.Acc.

Hal lainnya, menurut Grandis, ada pendapatan dari sumber non halal (bunga) yang tidak disebutkan dalam pengungkapan laporan keuangan. Selain itu, perlakuan dana non halal tidak sesuai dengan PSAK syariah yang menjadi acuan entitas yang berbasis syariah. “Penerimaan dana non halal bercampur dengan pendapatan utama, seharusnya pendapatan tersebut dilaporkan dalam laporan dana kebajikan”, kata Grandis menyimpulkan.

Analisa Grandis ini disampaikan pada Monday Forum STEI Tazkia, Senin, (7/1) di International Class, Lantai 3, kampus Tazkia, Sentul, City, Bogor.  Dalam kajian pekanan ini, Grandis mendapat kesempatan mempresentasikan penelitiannya berjudul, “Risiko Syariah dan Risiko Pelaporan: Tantangan Perusahaan Efek Syariah”.

Penelitian ini mencoba menjawab dua pertanyaan, pertama, bagaimana risiko syariah yang dihadapi oleh perusahaan yang terdaftar pada efek syariah. Kedua, bagaimana risiko pelaporan yang dihadapi oleh perusahaan yang terdaftar pada efek syariah?

Mengukur Kualitas Layanan Perbankan Syariah
Selain Grandis, peneliti STEI Tazkia lainnya yang menjadi narasumber pada Monday Forum kali ini adalah Afif Zaerofi, MM.  Afif membawakan proposal penelitian berjudul “Service Quality and Satisfaction Relationship Model in Sharia Banking: Evidence from Indonesia”.

Penelitian yang akan dilakukan Afif adalah untuk mengajukan dan memvalidasi ukuran kualitas layanan dalam konteks perbankan syariah Indonesia. Dari antaranya adalah, mendeskripsikan persepsi nasabah, kualitas fisik, kualitas proses, kualitas interaksi, dan kualitas teknologi perbankan syariah.

Termasuk, penelitian, apakah dimensi syariah berimbas secara signifikam terhadap kepuasan nasabah? Apakah kualitas teknologi perbankan syariah berimbas signifikan terhadap kepuasan nasabah?

Saksikan Live Streamingnya di Youtube Channel, Tazkia TV di bawah ini:

Monday Forum, adalah wahana olah pikiran rutin yang diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LLPM), STEI Tazkia. Monday Forum terbuka untuk umum, baik bagi pemateri ataupun audiensnya. Di Monday Forum pemateri, yang umumnya adalah para dosen Tazkia, diberi kesempatan memaparkan hasil penelitiannya atau proposal penelitiannya kepada audiens. Layaknya sebuah diskusi, Audiens pun memiliki kesempatan menanggapi paparan dari pemateri.

Diadakan tiap pekan, pada Senin pagi pukul 9.30-11.30 WIB, Monday Forum telah menjadi ajang para akademisi Kampus Tazkia untuk meningkatkan kapasitas dan kualitasnya. Ajang ini juga bisa digunakan untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti konferensi internasional.

Unduh materi Monday Forum 7 Januari 2019 di sini. Materi terdiri dari:

  1. “Risiko Syariah dan Risiko Pelaporan: Tantangan Perusahaan Efek Syariah”,  Grandis Imama Hendra, MSc.Acc.
  2. “Service Quality and Satisfaction Relationship Model in Sharia Banking: Evidence from Indonesia”, Afif Zaerofi.MM

Untuk mengunduh materi ini, mohon sedikit data Anda. Materi berbentuk PDF dan dikumpulkan dalam satu berkas terkompresi .zip dengan besaran berkas 2,3 MB.  Berkas terkompresi akan segera terunduh di perambah Anda setelah menekan “Download”.

Miftahul AnwarSaham Syariah Masih Belum Syariah
read more