Pascasarjana

Saham Syariah Masih Belum Syariah

No comments

Kategori saham syariah yang digunakan oleh Jakarta Islamic Index (JII) dianggap masih jauh dari penerapan prinsip-prinsip syariah.

Hal ini terjadi karena, pemberian toleransi maksimal 10% pendapatan non halal dari total pendapatan sudah dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung di JII. Namun, masih ada hal lainnya yang perlu dipertanyakan. “Beban bunga pada perusahaan dan perusahaan yang menjadi tempat investasi perusahaan JII juga perlu dibatasi sebagai persyaratan saham berbasis syariah”, kata Dosen, Program Studi Akuntansi Islam, Grandis Imama Hendra, MSc.Acc.

Hal lainnya, menurut Grandis, ada pendapatan dari sumber non halal (bunga) yang tidak disebutkan dalam pengungkapan laporan keuangan. Selain itu, perlakuan dana non halal tidak sesuai dengan PSAK syariah yang menjadi acuan entitas yang berbasis syariah. “Penerimaan dana non halal bercampur dengan pendapatan utama, seharusnya pendapatan tersebut dilaporkan dalam laporan dana kebajikan”, kata Grandis menyimpulkan.

Analisa Grandis ini disampaikan pada Monday Forum STEI Tazkia, Senin, (7/1) di International Class, Lantai 3, kampus Tazkia, Sentul, City, Bogor.  Dalam kajian pekanan ini, Grandis mendapat kesempatan mempresentasikan penelitiannya berjudul, “Risiko Syariah dan Risiko Pelaporan: Tantangan Perusahaan Efek Syariah”.

Penelitian ini mencoba menjawab dua pertanyaan, pertama, bagaimana risiko syariah yang dihadapi oleh perusahaan yang terdaftar pada efek syariah. Kedua, bagaimana risiko pelaporan yang dihadapi oleh perusahaan yang terdaftar pada efek syariah?

Mengukur Kualitas Layanan Perbankan Syariah
Selain Grandis, peneliti STEI Tazkia lainnya yang menjadi narasumber pada Monday Forum kali ini adalah Afif Zaerofi, MM.  Afif membawakan proposal penelitian berjudul “Service Quality and Satisfaction Relationship Model in Sharia Banking: Evidence from Indonesia”.

Penelitian yang akan dilakukan Afif adalah untuk mengajukan dan memvalidasi ukuran kualitas layanan dalam konteks perbankan syariah Indonesia. Dari antaranya adalah, mendeskripsikan persepsi nasabah, kualitas fisik, kualitas proses, kualitas interaksi, dan kualitas teknologi perbankan syariah.

Termasuk, penelitian, apakah dimensi syariah berimbas secara signifikam terhadap kepuasan nasabah? Apakah kualitas teknologi perbankan syariah berimbas signifikan terhadap kepuasan nasabah?

Saksikan Live Streamingnya di Youtube Channel, Tazkia TV di bawah ini:

Monday Forum, adalah wahana olah pikiran rutin yang diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LLPM), STEI Tazkia. Monday Forum terbuka untuk umum, baik bagi pemateri ataupun audiensnya. Di Monday Forum pemateri, yang umumnya adalah para dosen Tazkia, diberi kesempatan memaparkan hasil penelitiannya atau proposal penelitiannya kepada audiens. Layaknya sebuah diskusi, Audiens pun memiliki kesempatan menanggapi paparan dari pemateri.

Diadakan tiap pekan, pada Senin pagi pukul 9.30-11.30 WIB, Monday Forum telah menjadi ajang para akademisi Kampus Tazkia untuk meningkatkan kapasitas dan kualitasnya. Ajang ini juga bisa digunakan untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti konferensi internasional.

Unduh materi Monday Forum 7 Januari 2019 di sini. Materi terdiri dari:

  1. “Risiko Syariah dan Risiko Pelaporan: Tantangan Perusahaan Efek Syariah”,  Grandis Imama Hendra, MSc.Acc.
  2. “Service Quality and Satisfaction Relationship Model in Sharia Banking: Evidence from Indonesia”, Afif Zaerofi.MM

Untuk mengunduh materi ini, mohon sedikit data Anda. Materi berbentuk PDF dan dikumpulkan dalam satu berkas terkompresi .zip dengan besaran berkas 2,3 MB.  Berkas terkompresi akan segera terunduh di perambah Anda setelah menekan “Download”.

Miftahul AnwarSaham Syariah Masih Belum Syariah
read more

Tazkia Tandatangani Kerjasama Dengan Bahrain Istitute of Banking and Finance

No comments

 

Bahrain Institute of Banking and Finance adalah lembaga di bawah Central Bank of Bahrain yang didirikan 38 tahun yang lalu.

Lembaga ini menawarkan 400 lebih jenis sertifikasi dan program pelatihan untuk mahasiswa dan profesional yang fokus di lembaga perbankan dan keuangan. BIBF juga bekerjasama dengan kampus-kampus terkemuka yang menawarkan program S1 dan S2. Kampus yang telah menjalankan kerjasamanya antara lain adalah University of Bangor dan University of London, UK.

Mahasiswa yang kuliah di kampus-kampus tersebut hanya membayar sekitar BD 12,000 selama 3 tahun studi dengan memakai tempat kuliah di BIBF, Bahrain. Hal ini cukup hemat dibandingkan kalau harus ke Inggris dengan biaya yang bisa mencapai lebih dari 3 kali lipat. Setelah selesai studi, mahasiswa program ini akan dapat mengikuti wisuda di Inggris dan menerima ijazah dari kampus di Inggris.

Murniati Mukhlisin, Ketua STEI Tazkia dan Ahmed A. Hameed A. Ghani A-Shaikh sebagai Direktur BIBF pada tanggal 2 Januari yang lalu telah menandatangani memorandum kerjasama yang bertempat di Manama, ibukota Bahrain. Harapannya setelah penandatangan memorandum kerjasama ini, BIBF dan Tazkia dapat menjalankan program yang sama di Manama, Bahrain dan Bogor, Indonesia.

Murniati saat diwawancara mengatakan bahwa kerjasama dengan Bahrain sebagai negara Gulf Cooperation Council ini sangat strategis dimana keuangan syariah tumbuh pesat. Menurut Global Islamic Finance Report (GIFR) 2018, Bahrain sendiri menduduki peringkat sepuluh besar bersama-sama dengan negara teluk lainnya seperti Saudi Arabia, UAE, Qatar dan Kuwait. Dari peringkat ranking yang sama Indonesia menduduki posisi keenam pada tahun 2018 dengan jumlah aset senilai 81,8 juta dolar AS.

Dengan menambah wawasan global dan sertifikasi asal negara Teluk ini, alumni Tazkia dapat nantinya bersaing di level internasional.

Kebutuhan SDM perbankan dan keuangan syariah masih tumbuh sesuai dengan proyeksi aset keuangan syariah global yang saat ini berjumlah lebih dari 2,4 trilyun dolar AS diharapkan tumbuh menjadi 3,8 trilyun dolar AS pada tahun 2022 mendatang.

Hardiyono Kurniawan selaku First Secreta Economic Section/Head of Chancery KBRI Manama yang turut menyaksikan penandatangan kerjasama tersebut mengatakan bahwa Bahrain adalah salah satu negara yang paling banyak mendukung perkembangan keuangan syariah. Hal ini ditandai dengan telah didirikannya organisasi – organisasi arsitektur keuangan syariah seperti Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI), International Islamic Financial Market (IIFM), dan Council for Islamic Banks and Institutions (CIBAFI). Kerjasama tersebut turut disaksikan juga oleh Sutan Emir Hidayat selaku Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) yang juga dosen di University College of Bahrain. Emir yang sudah cukup lama di Bahrain ini akan berkhidmat di tanah air kendati baru saja dilantik menjadi Direktur Bidang Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah – Komite Nasional Keuangan Syariah Republik Indonesia.

Turut hadir Luqyan Tamanni dosen STEI Tazkia yang saat ini sedang menjadi dosen terbang di University of Bangor, UK dan BIBF, Alfatih Gessan Pananjung selaku Business Development Manager, Amal A. Talal Al Sorani Head of Marketing and Corporate Communication, dan Ahmad As’ad selaku Principal Lecturer Islamic Finance Centre, BIBF.

 

 

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kerjasama Dengan Bahrain Istitute of Banking and Finance
read more

Monday Forum Tazkia, “Kajian Produk Perbankan Syariah (Sharia Restricted Intermediary Account)”

No comments


Tepat pada hari Senin, 31 Desember 2018, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Tazkia menyelenggarakan Monday forum dengan agenda pemaparan kajian produk perbankan syariah dengan judul “Sharia Restricted Intermediary Account (SRIA)”. Kajian ini adalah hasil kerjasama penelitian dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dimulai sejak bulan Mei 2018 dan selesai pada Desember 2018. Kajian tersebut sebelumnya sudah dipresentasikan dalam kegiatan Seminar Akhir Tahun Perbankan Syariah OJK.

Penelitian produk perbankan syariah tersebut dilakukan melalui 544 responden. Dari seluruh responden tersebut dilakukan analisis yang menghasilkan beberapa produk perbankan syariah, diantaranya 1.) One to One – Mudharabah Muqayyadah ; 2.) One to One – Ijarah ; 3.) One to One – Murabahah ;  4.) One to Many,Many to Many, Many to One – Mudharabah Muqayyadah ; 5.) Many to Many, Many to One – Musyarakah.

Dalam kajian produk perbankan syariah ini, peneliti juga membahas alternatif optimalisasi pelaksanaan produk dengan melibatkan peran teknologi. Penerapan teknologi yang dapat digunakan dalam produk ini, antara lain : Shadow Investment Banking, Outsourcing Platform, Individual Development Platform, Consortium Development Platform. (Rizal N.F)

* Pembicara : Ries Wulandari, M.Si ; Yaser Taufik Syamlan, CIFP., M.E ; Aminah Nuriyah, S.E.I., M.E. ; Neti Dewi Hartati, M.E.Sy.

Miftahul AnwarMonday Forum Tazkia, “Kajian Produk Perbankan Syariah (Sharia Restricted Intermediary Account)”
read more

Research Outlook 2019 dan Diseminasi Penelitian Pengabdian Masyarakat

No comments

Senin, 31 Desember 2018 / 24 Rabiul Akhir 1440 H

Pembicara : Andang Heryahya, M.Pd., M.Pd.I. ; Dr. Mukhamad Yasid ; Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc.

Pada penghujung akhir tahun ini, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat mengadakan kegiatan seminar “Research Outlook dan Diseminasi Penelitian dan Pengabdian Masayarakat STEI Tazkia”. Kegiatan ini dilaksanakan guna memprediksi peta penelitian bagi para akademisi pada tahun 2019 mendatang.

Pada kesempatan pertama, materi disampaikan oleh Bapak Andang Heryahya selaku Pembantu Ketua 1 Bidang Akademik. Beliau memaparkan terkait pentingnya pendidikan ekonomi di Masyarakat, Menurut beliau prediksi penelitian ini penting dilaksanakan bagi para akademisi, agar mereka mendapat gambaran atas apa yang perlu dipelajari di masa yang akan datang. Beliau menerangkan bahwasanya jurnal penelitian terkait “pendidikan ekonomi” di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara lain seperti, US, UK, India, Australia. Dari hasil tersebut, beliau menyarankan agar para akademisi Ekonomi Islam dapat melihat bahwasanya masih terbuka peluang bagi peneliti baru untuk berperan dalam penelitian yang memiliki dampak ke masyarakat langsung, contohnya literasi keuangan masyarakat, kemiskinan dan pengelolalaan sumber daya, perilaku hidup sehat dan tanggung jawab, Ekonomi pendidikan dan Gizi buruk.

Pembicara kedua yakni oleh Dr. Mukhamad Yasid selaku direktur pasca sarjana STEI Tazkia. Dalam pemaparan beliau, dikatakan bahwa fungsi Tri Darma Perguruan Tinggi harus dilakukan secara sistematis, terus menerus, dan berkesinambungan, dalam hal ini STEI Tazkia memiliki dua fungsi dalam bidang riset, yakni Riset dasar dan Riset Terapan. Beliau menerangkan pentingnya memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam setiap tahapan riset. Hal itu berhubungan untuk pembelajaran dalam memperkuat antara hukum-hukum logika dan empiris dengan wahyu/kalam ilahi,  meneladani Rasulullah dalam memadkan wahyu dan empiris, menguji teori-teori ekonomi modern dan praktik dengan Qur’an, Hadits, Pengalaman Sahabat, dan Tabi’in, menjadikan maqashid Syariah sebagai acuan dalam merumuskan tujuan organisasi, menyeimbangkan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Pada sesi terakhir, diisi oleh Dr.Murniati Mukhlisin, M.Acc. Beliau menerangkan terkait pengaruh politik pada penelitian dan pengembangan Ekonomi Islam baik di dalam negeri maupun lingkup global. Menurut beliau penting bagi para akademisi untuk mengetahui kondisi global agar dapat mendapatkan penelitian yang bagus. Beliau juga mengatakan bahwa penelitian Ekonomi Islam di Indonesia masih sedikit dikrenakan rendahnya penelitian yang dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris. Menurut Global Islamic Finance Development Indicator  (IFDI) 2018, Indonesia masih di peringkat 10, kalah dibanding dengan Malaysia yang diperingkat 1 dalam pengembangan Islamic Finance Market. Pengaruh dari Global seperti kebijakan Presiden Trump juga mempengaruhi akan perkembangan ekonomi Islam di dunia. Di Indonesia sendiri, Kebijakan yang dilakukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo antara lain mendirikan KNKS, Bank Wakaf Mikro, serta Ekonomi Pesantren. Menurut Ibu Murniati, arah penelitian 2019 mendatang akan berhubungan dengan Sustainable Development Goals dan Maqashid Syariah, beliau juga merekomendasikan riset dalam hal bisnis Financial Technology ; dari sisi akad, syarat, rukun, hukum, pajak, akuntansi serta audit, serta prospek dan tantangan (termasuk dampak sosial dan budaya) baik dalam survey pengguna maupun kasus antar negara.

Miftahul AnwarResearch Outlook 2019 dan Diseminasi Penelitian Pengabdian Masyarakat
read more

Gubernur Terpilih Riau Gandeng Tazkia Majukan Riau dengan Syariah

No comments

Hari ini telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara Kampus STEI Tazkia yang diwakili oleh Murniati Mukhlisin sebagai Ketua dengan Kabupaten Siak mengenai Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang diwakili oleh Bupati Siak Indrapura. Turut hadir Muhammad Syafii Antonio dan segenap pimpinan unit – unit Tazkia dan Ketua BAZNAS Siak, Pimpinan Bank Riau Kepri Cabang Siak serta jajaran Kepala Dinas kabupaten setempat.

Ruang lingkup kerjasama ini adalah untuk pengiriman putra – putri daerah untuk belajar menghafal Qur’an dan kemandirian berbisnis. Program Diploma dan S1 Hafidzpreneur yang telah digagas sejak tahun 2016 itu sangat menarik perhatian Bupati Siak sekaligus Gubernur Terpilih, Syamsuar.

Syamsuar mengatakan bahwa dia mentargetkan minimal ada 1000 putra – putri daerah yang hafal Qur’an selama masa jabatannya sebagai Gubernur Riau. Para penghafal Qur’an ini diharapkan juga mahir di bidang lain seperti sains, teknologi dan ekonomi. Untuk tahap awal, Tazkia diberi amanah untuk mendidik 100 putra – putri daerah asal Siak mulai awal tahun 2019 atas beasiswa BAZNAS Siak, Bumi Siak Pusako dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak. Kelak program ini akan dibawa ke level provinsi.

Kerjasama kedua, Kampus Tazkia bersama Baitut Tamkin Tazkia Madani (BTTM) Tazkia diharapkan dapat membantu membentuk program pemberdayaan ekonomi rumah tangga syariah sebagai program pemberantasan kemiskinan di Kabupaten Siak. Saat ini angka kemiskinan di sana adalah 5.4 persen yang akan terus diturunkan dengan salah satunya maksimalisasi penyaluran dana zakat, infaq, sedekah yang bersifat produktif dan kemandirian.

Menurut Bupati, sejak 10 tahun terakhir telah terjadi kenaikan pungutan zakat di Kabupaten Siak yaitu dari semula sekitar 400 juta menjadi 13.5 milyar per tahun setelah diwajibkannya pungutan zakat dari berbagai jenis seperti penghasilan dan pertanian di sana.

Kerjasama ketiga, Kampus Tazkia bersama – sama unit Tazkia lainnya yaitu Tazkia Consulting akan mendampingi pembuatan kajian rencana konversi Bank Riau dan Kepri Riau menjadi penuh syariah. Kajian spin-off (berpisah unit syariah dari induknya) sudah dilakukan namun Gubernur terpilih memilih sekaligus mendapat dukungan lebih kuat untuk menjalankan konversi penuh syariah bukan spin-off.

“Bupati mengharapkan dengan menerapkan konsep syariah dan Qur’an dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan ekonomi, Kabupaten Siak dan Riau pada umumnya akan meraih keberkahan dan mengembalikan kejayaan Kerajaan Siak Indrapura” ujar Arif Sumandar, Staf Hubungan Masyarakat STEI Tazkia dari Siak Seri Indrapura, Riau.

Miftahul AnwarGubernur Terpilih Riau Gandeng Tazkia Majukan Riau dengan Syariah
read more

Bupati Siak Gandeng Kampus Tazkia Guna Kembangkan Ekonomi Syariah

1 comment

Siak, Jumat 28 Des 2018

Dalam rangka pengembangan ekonomi dan bisnis syariah, Bupati Syamsuar sebagai orang nomor satu di pemerintahan kabupaten Siak menandatangi Nota Kesepahaman (MoU) dengan kampus Tazkia yang di komandani oleh Dr. Murniati Mukhlisin selaku ketua STEI Tazkia. MoU ini disaksikan langsung oleh pakar Ekonomi Islam M Syafii Antonio selaku pimpinan Tazkia Grup dan seluruh pimpinan SKPD terkait.

Dalam sambutannya, Syamsuar menyatakan bahw dahulu Siak merupakan kerajaan Islam yang besar dan maju yang telah menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam semua lini termasuk ekonomi. Kesultanan Siak terletak di semenanjung Melayu yang terakhir kali dipimpin oleh Sutan Kasim II sebelum dilebur menjadi wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Untuk merebut kemerdekaan sultan rela menyumbangkan seluruh hartanya untuk perang melawan penjajahan.

“Kami ingin jaya dan berkah dengan ekonomi syariah seperti kejayaan dulu kesultanan Siak, untuk itulah kami gandeng kampus Tazkia sebagai pelopor ekonomi syariah”, ujar Pak Bupati.

Sementara Syafii Antonio, menyatakan bahwa untuk mendapatkan keberkahan di bumi Siak Riau ini diperlukan dua syarat yaitu keiman dan ketaqwaan para penduduk warga kabupaten Siak saat ini sembari menyitir ayat 96 surah Al – A’raf, “seandainya penduduk sebuah negeri beriman dan bertaqwa maka niscaya Allah SWT akan turunkan berbagai keberkahan dari atas langit dan dari perut bumi”.

“Bisa jadi banyaknya masalah yang terjadi di negeri ini termasuk bertubi-tubinya bencana yang melanda karena abainya umat ini terhadap perintah syariah senada dengan penutup ayat ini”, ujar Antonio.

Kerjasama Pemda kabupaten Siak dengan Tazkia meliputi konversi bank syariah, pemberdayaan ekonomi, pengembangan SDM daerah dan pengiriman putra putri daerah dalam program Beasiswa Ekonomi Syariah Tazkia (BEST) 2019. (mif)

Miftahul AnwarBupati Siak Gandeng Kampus Tazkia Guna Kembangkan Ekonomi Syariah
read more

Sharing Penulisan Kreatif Bersama Penulis Buku Sang Pencerah

No comments
Pada tanggal 22 Desember 2018 STEI Tazkia mengadakan acara sharing penulisan kreatif bersama Akmal Nasery Basral, penulis 14 buku, 3 diantaranya telah difilmkan, yaitu Batas, Nagabonar Jadi 2 dan Sang Pencerah. Acara ini dilaksanakan di ruang 3.1, Kampus STEI Tazkia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk sharing kepenulisan sekaligus bedah buku terbaru beliau, Dilarang Bercanda dengan Kenangan.
Acara ini terbuka untuk umum, para peserta yang datangpun beragam dari berbagai latar belakang; STEI Tazkia, IPB, Asy-Syafi’iyah dan lain-lain.
Dengan adanya acara ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi untuk dapat berkarya dan berdakwah melalui media karya tulis.
Kalau engkau bukan raja, maka menulislah.
Dengan tulisan, engkau telah memperpanjang umur.

Miftahul AnwarSharing Penulisan Kreatif Bersama Penulis Buku Sang Pencerah
read more

Grand Launching Tazkia Business Incubator

No comments
STEI Tazkia proudly presents:
 
Grand Launching Tazkia Business Incubator and Big Seminar with:
– Ust Nasrullah (Penulis Buku Magnet Rejeki)
– Luke Syamlan (Founder of Tetra X Change)
– Andreas Sanjaya (Founder of I-Grow)
 
session 1:
“Digital Business for Digital Generation”, Seminar Promoting Selling and Profitable
Date: 27 December 2018
Time : 08.30 – 12.00 WIB
Venue: STEI Tazkia Campus
Jl. Ir. H. Juanda No. 78, Sentul City, Bogor 16810
 
Session 2:
Workshop Team collaboration with Bukalapak
Date: 27 December 2018
Time : 13.00 – 15.00
Venue: STEI Tazkia Campus
Jl. Ir. H. Juanda No. 78, Sentul City, Bogor 16810
.
.
#steitazkia #kampusekonomiislamterbaik #wisuda #hafidz #tahfidz #quran #beasiswa #beasiswaekonomisyariah #ekonomisyariah #beasiswatazkia #best #besttazkia #kampustazkia #ekonomi #ekonomiislam #bisnis #akuntansi #islam #kampus #bogor #indonesia #jawabarat #tazkiatv #seminar #business #entrepeneur #pengusaha #bisnis #wirausaha
.
.
www.tazkia.ac.id
https://spmb.tazkia.ac.id/
https://www.instagram.com/?hl=id

Miftahul AnwarGrand Launching Tazkia Business Incubator
read more

International Talk Series With Assoc. Prof. Suleyman Kaya

No comments

Seminar ini dilakukan melalui video call langsung dari Turki

seminar ini diikuti oleh Dosen & Mahasiswa Program International

International Talk Series With Assoc. Prof. Suleyman Kaya ~ Director of Research Center of Islamic Economics and Finance (ISEF) Sakarya University, Turkey
.
.
#steitazkia #kampusekonomiislamterbaik #wisuda #hafidz #tahfidz #quran #skaryauniversity #isef #turkey #kampuspeloporekonomiislam #monday #mondaymotivation #mondayforum #mondayforumtazkia #halal #kampustazkia #ekonomi #ekonomiislam #bisnis #akuntansi #islam #kampus #bogor #indonesia #jawabarat #tazkiatv
.
.

Follow Us On:

https://www.youtube.com/watch?v=tSc6P5ATyLE
https://spmb.tazkia.ac.id/
https://www.instagram.com/?hl=id

Miftahul AnwarInternational Talk Series With Assoc. Prof. Suleyman Kaya
read more

Wisuda STEI Tazkia ke-14, Sebagian Hapal Alquran

1 comment

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI Tazkia) melaksanakan Wisuda ke-14. Wisuda untuk jenjang Diploma, Sarjana dan Pascasarjana ini digelar di gedung kampus Tazkia Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21//11/2018).

Jumlah wisudawan sebanyak 325 orang, 138 orang dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, 89 orang Akuntansi Syariah, 29 orang Ekonomi Syariah, 18 orang Hukum Ekonomi Syariah, 16 orang Program Diploma sebanyak dan 44 orang dari Program Pascasarjana Ekonomi.

Tema wisuda kali ini adalah Islamic Economic for Indonesia: “Towards a Prosperous and Civilized Sociaty”.

Pembantu Ketua I Bidang Akademik Andang Heryahya berharap para wisudawan mampu berkontribusi yang terbaik untuk agama bangsa dan negara.

“Kami ingin memberikan konstribusi terbaik terhadap cita cita kemerdekaan Republik Indonesia dalam wewujudkan kecerdasan bangsa, keadilan dan kesejahteraan sosial. InsyaAllah ekonomi syariah salah satu bagian penting dalam wujudkannya,” ujarnya.

Andang mengungkapkan, pada wisuda kali ini semua civitas akademika bersyukur, bangga dan bangga dari 325 wisudawan telah meluluskan 24 wisudawan hapal Al Quran 30 Juz, 25, 10 dan 5 juz. “Dan, yang membuat terharu adalah sosok mahasiswa terbaik kami hapal 30 Juz,” begitu kata Pembantu Ketua I Bidang Akademik itu.

Berikut adalah profil lulusan terbaik:

Program Studi Ekonomi Syariah

Nira Mufidah
IPK: 3,71
Hafalan: 3 juz
prestasi:
– Juara 1 Olympiade of
Islamic Economics, Seven Shelter in University of Jendral Sudirman 2017
– Juara 1 Best Paper, DIRHAM STEI Tazkia 2016
– Juara 2 Best Speaker for Innovation Paper, The 16th Conference SECOND in University of Indonesia 2017
– Juara 3 Video Dakwah Creative Competition, Temu Ilmiah Regional Jabodetabek in University of Jakarta 2016
– Finalis for simposium TEMILNAS XVI UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta 2017
– Participant Essay of Indonesia Student Research and Summit, Indonesia 2015
– 1st Winner Scrabble competition in STEI TAZKIA

Program Studi: Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Nur Lazuardini Makmur
IPK : 3.83
Hafalan : 5 Juz
Prestasi :
1. Juara 2 Temilnas Nasional 2017
2. Juara 2 MTQ Tazkia Matrikulasi 2015
3. Juara 1 Business Action Competition HIMMAH 2015
4. The Best Diligent Student Matriculation Program 2015

Program Studi: Manajemen Bisnis Syariah

Wardatul Jannah
IPK: 3,89
Hafalan: 3,5 juz
prestasi:
Juara 1 lomba tahfidz 1juz 2015
Juara 1 komptetisi vidio kreatif telmireg 2017
Juara 1 lomba spelling bee BIMM 2014

Program Studi: Akuntansi Syariah

Astrid Auliya Qurrotainin Pramono
IPK 3.78
Hafalan 30 Juz
Prestasi:
-Best paper Asia Youth International model united nation Malaysia, 2017
– 2nd place best speaker innovation paper, 16th sharia economic days, UI, 2017
-1st place national islamic economic olympiade, seven shelter, KSeI unsoed, 2016
-1st place national islamic economic olympiade, sharia economic event, Gunadharma, 2016
-2nd place national islamic economic olympiade, UMY, 2016
-Best student of matriculation

Program Studi: Manajemen Keuangan Mikro Syariah

Ari Supriyanti
Hapalan 1 Juz
Prestasi –
Bekerja di Baitul Ikhtiar, Bogor di Bagian Accounting

Program Studi: Magister Ekonomi Syariah

Yaser Taufik Syamlan
IPK 3.89
Hafalan 2 Juz
Prestasi:
-Dosen berprestasi urutan ketiga tazkia 2018
– Presenter dalam seminar IPAFEM 2017 istanbul turkey
– Presenter dalam seminar nasional refleksi perbankan syariah yang diadakan di UMY 2017
– Presenter pada 6th AICIF Conference Manila 2018
– Penerima Research Grant dari OJK 2018 untuk mengembangkan produk perbankan syariah baru di Indonesia
– Telah menerbitkan beberapa jurnal baik nasional maupun internasional

Terbaik Umum

Astrid dari Prodi Akuntansi Syariah.

“Jadi yang lebih membanggakan adalah Tazkia memiliki lebih dari 5 wisudawan hapal 30 Juz dan lebih dari 19 hapal Al Quran 5 sampai 25 Juz. Kami bersyukur bahagia dan bangga mereka menjadi lulusan STEI Tazkia. Semoga kita semua bisa memberikan apresiasi terbaik,” tandas Andang. (suara-islam.com)

https://suara-islam.com/wisuda-stei-tazkia-ke-14-sebagian-hapal-alquran/

Miftahul AnwarWisuda STEI Tazkia ke-14, Sebagian Hapal Alquran
read more