kerjasama

Riau dan Tazkia Lanjutkan Kerja Sama Sarjana Hafizpreneur

No comments

PEKANBARU — Institut Agama Islam Tazkia melakukan silaturrahim dengan Pemerintah Provinsi Riau sekaligus melakukan diskusi kelanjutan kerja sama. Salah satunya, terkait dengan kelanjutan kerja sama sarjana hafizpreneur.

Silaturrahim dan diskusi ini dihadiri oleh Gubernur Riau Syamsuar, Kepala Dinas Pendidikan Zul Ikram, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Zulkifli Syukur dan jajaran masing-masing. Sedangkan dari IAI Tazkia dihadiri oleh Rektor IAI Tazkia Murniati Mukhlisin, Wakil Rektor 3 Faried Kurnia Rahman dan Asisten Rektor Bagian Kerjasama Ahmad Abdullah Rahil.

Dalam diskusi tersebut Pemprov Riau dan IAI Tazkia membahas kelanjutan kerja sama yang selama ini sudah berjalan. Dan tahun ini, akan ada lagi putra/i terbaik daerah Riau yang akan diberikan beasiswa oleh Pemprov RIAU untuk Program Sarjana Hafidzpreneur di IAI Tazkia. Dalam proses seleksi tahap pertama ada kurang lebih 400 peserta yang telah mengikuti seleksi.

“Dengan ramainya peminat program beasiswa ini semoga banyak pula putra/i daerah Riau yang bisa berkuliah dan menghafalkan Alquran. Sehingga, bisa kembali ke Riau dan membangun Riau menjadi lebih baik,” kata Gubernur Riau Syamsuar.

Kerja sama Pemerintah Provinsi Riau dengan Institut Agama Islam Tazkia sudah memasuki tahun kedua. Rektor IAI Tazkia Murniati  mengatakan, pihaknya terus berusaha meningkatkan dan memaksimalkan pelayanan agar mahasiswa bisa maksimal dalam studinya.

“Alhamdulillah kondisi mahasiswa/i Riau di Kampus Tazkia sangat baik. Semoga tahun ini makin banyak putra/i Riau yang bisa berkuliah di IAI Tazkia, kami sangat senang bisa membantu merealisasikan program Pak Gubernur terutama dalam penigkatan kualitas SDM,” ujar Murniati.

Saat ini sedang dilakukan seleksi untuk Beasiswa Utusan Daerah Riau tahun kedua di IAI Tazkia. Asisten Rektor bagian kerja sama Ahmad Abdullah Rahil yang juga menjadi ketua tim seleksi menyampaikan, sedang melakukan seleksi untuk tahun kedua.

“Saat ini sedang dilakukan seleksi online bagi yang tidak bisa mengikuti seleksi secara langsung yang sudah kita laksanakan beberapa waktu lalu. Sampai saat ini ada kurang lebih 400 orang yang sudah mengikuti seleksi, targetnya kami akan menyeleksi 600 orang,” ujarnya. (REPUBLIKA.CO.ID)

 

Miftahul AnwarRiau dan Tazkia Lanjutkan Kerja Sama Sarjana Hafizpreneur
read more

Tazkia Tandatangani Kerjasama Tridharma Perguruan Tinggi Dengan Pemkab Sambas

No comments

20 Januari 2020 / 6 Jumadil Akhir 1442 H

Telah ditandatangani kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Sambas dengan Institut Agama Islam Tazkia di Hotel Mercure Pontianak.

Acara penandatanganan Kesepakatan Bersama ini dilakukan oleh Bupati Kabupaten Sambas Atbah Romin Suhaili dan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin yang disaksikan oleh Asisten bagian kerjasama IAI Tazkia Fakhry Barly dan Ahmad Abdullah Rahil.

Penandatangan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilakukan oleh IAI Tazkia dan Pemerintah Kabupaten Sambas di Kantor Bupati Sambas sehari sebelumnya.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menyampaikan perlunya inovasi juga kaloborasi dalam membangun Sambas kedepan, karena itu “harapannya IAI Tazkia bisa memberikan masukan dan bantuan untuk mewujudkan Sambas yang berakhlakul karimah, unggul dan berprestasi” ucapnya.

Menanggapi hal itu Murniati Mukhlisin menyampaikan bahwa “Sambas adalah daerah perbatasan yang strategis sehingga selain perlu kuat di sektor pertahanan kawasan darat dan lautan, Sambas juga perlu kuat di sektor Keuangan dan Industri halalnya. Oleh karena itu kita insya Allah siap membantu Kabupaten Sambas.”

Setelah diskusi yang dilakukan, kedua belah pihak sepakat untuk menindak lanjutinya dalam hal pelatihan pengembangan industri halal termasuk keuangan syariah dan pengiriman beasiswa Hafizpreneur bagi putra-putri terbaik dari kabupaten tersebut ke Kampus Tazkia.

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kerjasama Tridharma Perguruan Tinggi Dengan Pemkab Sambas
read more

TAZKIA ADAKAN KUNJUNGAN & SILATURRAHMI KE PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS

No comments

19 Januari 2020 / 5 Jumadil Akhir 1442 H

Telah dilakukan silaturrahmi antara Institut Agama Islam Tazkia (IAI Tazkia) dan PemKab. Sambas.

Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Sambas Hairiah, Asisten 1 Sunaryo, dan Jajaran Lainnya dari pihak PemKab. Sambas. Dari Pihak IAI Tazkia dihadiri oleh Murniati Mukhlisin selaku Rektor, Fakhry Barly dan Ahmad Abdullah Rahil selaku Asisten Bagian Kerjasama.

Pada pertemuan ini PemKab. Sambas dan IAI Tazkia menyatakan akan melakukan kerjasama dalam pengembangan Industri Halal, Pengentasan Kemiskinan, Pemberdayaan Masyarakat, pengembangan BPRS dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

“Kami menyampaikan terima kasih atas silaturrahim yang dilakukan IAI Tazkia, semoga kerjasama antara PemKab. Sambas dan Institut Tazkia bisa segera terealisasi” ucap Hairiah selaku Wakil Bupati Kabupaten Sambas.

Murniati Mukhlisin menyatakan kesiapan IAI Tazkia bekerjasama dan berkaloborasi dalam membantu Pemerintah Kabupaten Sambas, “Sambas mempunyai potensi yang luarbiasa dan kami InsyaAllah siap berkerja sama dan berkaloborasi untuk mewujudkan Kabupaten Sambas yang lebih baik dan berakhlakul Karimah. Semoga Allah jadikan Sambas Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur” ucapnya.

Setelah pemaparan yang disampaikan Rektor IAI Tazkia dan tanggapan yang diberikan oleh pihak-pihak yang berhadir, pertemuan ini diakhiri dengan bertukar cendramata antara pihak IAI Tazkia dan Pemerintah Kabupaten Sambas sekaligus foto bersama.

Miftahul AnwarTAZKIA ADAKAN KUNJUNGAN & SILATURRAHMI KE PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS
read more

Tazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh

No comments

30 Desember 2020/15 Jumadil Awwal 1442H

Telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama dalam bidang sosial antara Institut Agama Islam Tazkia dan Baitul Mal Aceh bertempat di Banda Aceh.

Ruang lingkup kerjasama adalah antara lain pemberian beasiswa bagi putra daerah Aceh yang tergolong mustahik untuk program kelas internasional ekonomi dan keuangan syariah juga untuk program Hafizpreneur. “Beda kedua program ini adalah target hafalan semasa studi dimana untuk program internasional saat ini target hafalan Al-Qur’an adalah 2-5 juz dan wajib asrama setahun sedangkan program Hafizpreneur 30 juz wajib asrama 4 tahun” ujar Murniati.

Selain itu kedua pihak setuju untuk menjalankan keuangan mikro syariah dibalut dengan proteksi asuransi mikro syariah. Adapun pelatihan akan diadakan untuk petugas lapangan keuangan mikro yang bertujuan untuk pemberantasan rentenir dan kemiskinan di Aceh.

9 November 2020 yang lalu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melantik dan mengambil sumpah jabatan lima keanggotaan Badan Baitul Mal Aceh periode 2020-2025.

Kelima anggota tersebut adalah Prof. Dr. Nazaruddin. A. Wahid, M.A sebagai ketua, Dr. Abdul Rani Usman, M.Si sebagai anggota, Khairina, S.T sebagai anggota, Mukhlis Sya’ya S.T sebagai anggota, dan Mohammad Haikal, S.T, M.I.F.P sebagai anggota.

Baitul Mal Aceh yang setara dengan Badan Amil Zakat Nasional ini didirikan pada tahun 1973. Setelah lahirnya Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2007 tanggal 17 Januari 2008 tentang Baitul Mal sebagai turunan dari UUPA dimana dimana di dalam pasal 3 ayat 1 menyebutkan bahwa Baitul Mal adalah lembaga Daerah Non Struktural yang dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen sesuai dengan ketentuan syariat dan bertanggung jawab kepada Gubernur.

Dengan adanya ketentuan itu maka Baitul Mal Aceh menjalankan tugas-tugasnya seperti mengurus dan mengelola zakat, wakaf dan harta agama hingga membuat perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Poin inilah yang dijunjung oleh keduabelah pihak untuk memastikan ekonomi syariah yang berkeadilan dikenal dan dijalankan di kalangan para mustahik.

Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP selaku Rektor Institut Agama Islam Tazkia dan Dr. Abdul Rani Usman, M.Si selaku Anggota Komisioner mewakili Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, M.A., Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, disaksikan pleh semua wakil komisioner dan Kepala Sekretariat, Rahmad, S. Sos.

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh
read more

Rektor Tazkia Jadi Perwakilan Indonesia Bawa Misi Perdamaian & Pemberdayaan Wanita ke Afghanistan

No comments

Ada beberapa poin penting yang Dr. Murniati Mukhlisin sampaikan kepada Ulama Wanita Afghanistan pada hari ketiga kunjungan perdamaian ke Kabul, Afganistan, 25 Desember 2020/10 Jumadil Awwal 1442H, yaitu:

1. Berbagi tentang pengalaman peranan wanita saat proses perdamaian di Aceh. Kongres wanita Aceh dalam proses perdamaian dihadiri oleh 437 wanita diadakan pada bulan Februari 2000.

Kongres yang mengusung tema perempuan dan perdamaian “Krue Seumangat Ureung Inong Aceh Bak Duek Pakat Keu Aceh yang Aman, Damai ngon Ade” (Semangat bagi Perempuan Aceh yang Duduk Bersama untuk Aceh yang Aman, Damai dan Adil) dikenal sebagai Duek Pakat Inong Aceh (Kongres Perempuan Aceh Pertama).

2. Menganalisa terjadinya proses perdamaian (Peace Making) di Aceh pada tahun 2005, yang sebelumnya terjadi Tsunami tahun 2004. Akhirnya setelah 30 tahun konflik, dengan izin Allah SWT (melalui salah satu ujian yang didatangkan yaitu Tsunami yang menelan nyawa 230 ribu orang) telah membawa hati-hati bersatu. Allah SWT juga menggerakkan Jusuf Kalla yang pada waktu itu menjabat Wakil Presiden RI membantu mulusnya proses perdamaian.

3. Afghanistan yang sudah melalui 40 tahun masa konflik, diterpa Covid-19 dengan 51 ribu lebih kasus menduduki peringkat negara ke-90 terpapar Covid-19 terbanyak di dunia dari 40 juta penduduknya. Semoga hati-hati rakyat Afghanistan bersatu, menghadapi Covid-19 dan juga bersatu untuk perdamaian yang berkelangsungan (sustainable peace).

4. Memberikan semangat kalau bantuan Allah SWT untuk mendatangkan perdamaian adalah dekat: mataa nashrullah? Alaa, inna nahsrullahi qoriib (QS Al-Baqarah (2): 214).

5. Peace Making dan Peace Keeping penting, juga Peace Building yaitu proses dimana perdamaian yang ada dijaga dan dilestarikan dengan program-program terukur. Hal ini diperlukan untuk menghindari potensi konflik yang baru.

6. Beberapa program kerjasama Afghanistan-Indonesia yang dapat dijalankan adalah pengiriman anak-anak ke sekolah Islam atau pondok pesantren modern dan mahasiswa ke kampus Islam atas beasiswa instansi di Indonesia. Dalam hal pemberdayaan wanita, dapat juga dilakukan bagi pengusaha UMKM dan pemberdaya masyarakat untuk mengikuti pelatihan di Indonesia guna mendalami sektor-sektor industri halal dan keuangan mikro syariah berbasis teknologi.

7. Sempat mengenalkan manajemen keuangan keluarga syariah dengan buku Sakinah Finance dan 7 Prinsip Pendapatan. Sayangnya mereka tidak paham untuk baca tuntas karena berbahasa Indonesia.

Semoga suatu hari buku-buku seri Sakinah Finance dapat diterjemahkan ke bahasa Pashto. Isi buku ini cukup penting yaitu untuk praktik keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Yang memotivasi delegasi untuk Misi Perdamaian ke Afghanistan ini adalah seruan ayat berikut:

Innamal mu’minuuna ikhwatun, faashlihuu bayna akhowaykum. Wattaqullaha, la’allakum turhamuun (QS Al-Hujurat (49): 10.

Semua Muslim adalah bersaudara, nyatanya 99.9 persen rakyat Afghanistan adalah Muslim, maka jika ada perselisihan, damaikan. Semoga kita adalah golongan yang bertakwa yang akan Allah SWT limpahkan rahmatNya.

Mari kita dukung dan doakan agar perdamaian segera hadir di negara saudara-saudara kita disana.

Murniati Mukhlisin
Rektor, Institut Agama Islam Tazkia/Bidang Pemberdayaan Wanita, MUI/ Pendiri Sakinah Finance

Miftahul AnwarRektor Tazkia Jadi Perwakilan Indonesia Bawa Misi Perdamaian & Pemberdayaan Wanita ke Afghanistan
read more

The Rector of Tazkia accompanied Jusuf Kalla on a peace mission to Afghanistan

No comments

President of Islamic Republic of Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani welcomed Jusuf Kalla and the delegation on the 24th December 2020 at Presidential Palace in Kabul. Jusuf Kalla, the former Vice President Republic of Indonesia acts as Chairman, Board of Indonesia Masaajid Council, and Chairman or Indonesian Red Cross Society. Members of delegation are Hamid Awaluddin, former Indonesian Ambassador for Russia Federation and former Chief Negotiator for Peace in Aceh, Muhyidin Junaidi, Vice Chairman, Indonesian Council Ulama, Sudarnoto, Foreign Affairs Section, Indonesian Council of Ulama, Murniati Mukhlisin, Rector of Tazkia Islamic University College and Women Affairs Section, Indonesian Council of Ulama, Solihin Jusuf Kalla, President of Kalla Group, Hussin Abdullah, Humanity Operation, Indonesian Red Cross Society, and Wahban, member, Indonesian Council of Ulama.

Accompanied by his cabinet ministers among others Minister of Religious and Hajj Affairs, Minister of Industry and Trade, Minister of Women Affairs, Ghani urged Jusuf Kalla and the delegation to share experiences in peace making process in Aceh as well as the role of women in peace making.

“The purpose of our trip is to see how Indonesia can help and cooperate in Afghanistan’s peace process as a great Islamic country” Jusuf Kalla said. Indonesia has good experiences in peace as a moderate Islamic country and is ready to share memorable experiences with the government of Afghanistan, he added.

The President added that Indonesia has the largest Muslim population in the world which can be an example of a moderate Islam (Washotiyah).

Ghani said that Indonesian experiences are not only important to the Islamic Republic of Afghanistan, but also to the Taliban group, to choose the way of moderation and stop violence. The meeting that was closed with dinner that evening also attended by Indonesian Ambassador for Afghanistan, Arief Rahman and Afghanistan Ambassador for Indonesia, Faizullah Zaki Ibrahim.
____________

Presiden Republik Islam Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani menyambut Jusuf Kalla dan rombongan pada tanggal 24 Desember 2020 di Istana Kepresidenan di Kabul. Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia bertindak sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, dan Ketua Palang Merah Indonesia. Anggota delegasi Indonesia antara lain adalah Hamid Awaluddin, mantan Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan mantan Ketua Perunding Perdamaian Aceh, Muhyidin Junaidi, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Sudarnoto, Bagian Urusan Luar Negeri – MUI, Murniati Mukhlisin, Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Solihin Jusuf Kalla, Presiden Kalla Group, Hussin Abdullah, Operasi Kemanusiaan – PMI, dan Wahban, anggota Majelis Ulama Indonesia.

Didampingi beberapa menteri di kabinetnya antara lain Menteri Agama dan Haji, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Urusan Wanita, Ghani mengajak Jusuf Kalla dan rombongan untuk berbagi pengalaman dalam proses perdamaian di Aceh. “Tujuan perjalanan kami adalah untuk melihat bagaimana Indonesia dapat membantu dan bekerja sama dalam proses perdamaian Afghanistan sebagai negara Islam yang punya banyak potensi ini” kata Jusuf Kalla. Indonesia memiliki pengalaman dalam masalah perdamaian yaitu sebagai negara dengan praktik Islam moderat dan siap untuk berbagi pengalaman dengan pemerintah Afghanistan, tambahnya. Presiden menambahkan, Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia yang bisa menjadi contoh Islam moderat (Washotiyah). Ghani mengatakan, pengalaman Indonesia tidak hanya penting bagi Republik Islam Afghanistan, tetapi juga bagi kelompok Taliban dan kelompok lainnya untuk memilih cara moderasi dan menghentikan kekerasan. Turut hadir dalam pertemuan, Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, Arief Rahman dan Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia, Faizullah Zaki Ibrahim. Pertemuan ditutup dengan makan malam bersama.

Miftahul AnwarThe Rector of Tazkia accompanied Jusuf Kalla on a peace mission to Afghanistan
read more

Jusuf Kalla saksikan langsung penandatanganan kerja sama antara KBRI Kabul dan Tazkia

No comments

Jakarta (ANTARA) – Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Duta Besar RI di Kabul Arief Rahman dan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin.

Menurut keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat malam, kerja sama yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar RI di Afghanistan itu adalah program Hafizpreneur yang akan diikuti oleh lima mahasiswa Afghanistan di Tazkia. Hafizpreneuradalah program dengan target hafal 30 juz Al Qur’an dalam waktu empat tahun.

Sebelumnya Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, mengatakan bahwa JK melakukan kunjungan ke Afghanistan sepanjang pekan ini untuk memenuhi undangan dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Dalam pertemuannya dengan JK di Istana Kepresidenan Afghanistan pada Kamis (24/12), Ghani meminta agar Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu bersedia menjadi mediator perundingan pihaknya dengan kelompok Taliban.

Menurut Ghani, pengalaman JK dalam mendamaikan sejumlah konflik di Indonesia dapat juga diterapkan di Afganistan.

Menanggapi permintaan tersebut, JK menyatakan bersedia untuk menjadi mediator perundingan damai antara kubu Pemerintah dengan Taliban demi mengakhiri kekerasan yang terjadi di negara itu.

Dalam upaya perdamaian tersebut JK akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk meminta Taliban agar bersedia berdialog dengan pemerintah Afghanistan.

JK juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, mengingat program perdamaian ini merupakan gagasan dari pemerintah RI.

Turut ikut bersama JK dalam rombongan tersebut, antara lain Ketua Juru Runding Helsinki untuk Perdamaian Aceh Hamid Awaluddin, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. (antaranews.com)

Miftahul AnwarJusuf Kalla saksikan langsung penandatanganan kerja sama antara KBRI Kabul dan Tazkia
read more

Rektor Tazkia Akan Bicara Pemberdayaan Perempuan di Afghanistan

No comments

Dengan misi menyampaikan dukungan perdamaian rombongan delegasi Indonesia tiba di Kabul, Afghanistan, Rabu (23/12/2020). Rencananya rombongan yang dipimpin oleh Jusuf Kalla ini akan melakukan serangkaian pertemuan dengan pihak Pemerintah Republik Islam Afghanistan.

“Biidznillah saya salah satu dari delapan delegasi Indonesia dengan misi menyampaikan dukungan perdamaian telah tiba di Kabul Afghanistan. Alhamdulillah aman dan sehat,” jelas Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin, Ph.D.

Diperoleh keterangan rombongan yang dipimpin oleh Jusuf Kalla sebagai ketua delegasi ini dijadwalkan akan melakukan serangkaian pertemuan dengan Kementerian Haji dan Agama, Majelis Ulama, Majelis Tinggi Rekonsiliasi, Kementerian Luar Negeri, Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kamar Dagang Afghanistan, dan Presiden Republik Islam Afghanistan.

“Saya sendiri satu-satunya delegasi wanita, dengan jabatan Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Bogor akan berbicara tentang pemberdayaan perempuan dengan pendekatan ekonomi syariah serta prospek dan tantangan industri halal,” katanya.

“Mari kita doakan Afghanistan supaya dapat mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pendidikan dan menegakkan keadilan sosial supaya dapat menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Biidznillahsuatu saat Afghanistan akan menjadi negeri idaman Baldatun thayyibatun wa robbun ghafur,” paparnya. (gontornews.com)

Miftahul AnwarRektor Tazkia Akan Bicara Pemberdayaan Perempuan di Afghanistan
read more

Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor Jadi Delegasi Perdamaian di Afganistan, Ini yang Dilakukan!

No comments


 

Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Bogor, Dr. Murniati Mukhlisin, M.acc, CFP salah satu dari delapan delegasi Indonesia dengan misi menyampaikan dukungan perdamaian di Kabul, Afghanistan.

Bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK),  mereka mengunjungi Afghanistan. Mereka hadir atas undangan dari Pemerintah Afghanistan untuk dimintai pendapatnya guna menyelesaikan konflik di negara tersebut.

“Biidznillah saya Dengan Jusuf Kalla sebagai ketua delegasi kami dijadwalkan akan melakukan serangkaian pertemuan dengan Kementerian Haji dan Agama, Majelis Ulama, Majelis Tinggi Rekonsiliasi, Kementerian Luar Negeri, Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kamar Dagang Afghanistan, dan Presiden Republik Islam Afghanistan,” jelasnya.

Murniati Mukhlisin, menjadi satu-satunya delegasi wanita. Di sana dirinya akan berbicara tentang pemberdayaan perempuan dengan pendekatan ekonomi syariah serta prospek dan tantangan industri halal.

“Saya sendiri sebagai satu-satunya delegasi wanita, dengan jabatan Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Bogor akan berbicara tentang pemberdayaan perempuan dengan pendekatan ekonomi syariah serta prospek dan tantangan industri halal,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia meminta doa agar dapat mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan. “Mari kita doakan Afghanistan supaya dapat mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pendidikan dan menegakkan keadilan sosial supaya dapat menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Biidznillah suatu saat Afghanistan akan menjadi negeri idaman, Baldatun thayyibatun wa robbun ghafur,” tuturnya.

Adapun rombongan delegasi perdamaian tiba pada Rabu, 23 Desember 2020 waktu Kabul. “Kami tiba pagi ini, Rabu, 23 Desember 2020 waktu Kabul, Alhamdulillah aman dan sehat, akan berada di sini hingga Jumat, 26 Desember 2020,” ujarnya.

“Mohon doa agar kami semua berada dalam perlindungan Allah, fii amanillah,” tukasnya.

Untuk diketahui, dalam pertemuan di Istana Haram Sarai, Kabul, rombongan dari Indonesia disambut Menteri Agama dan Haji Republik Islam Afghanistan Mohammad Qasim Halimi bersama Majelis Ulama Afghanistan.

Indonesia dan Afghanistan akan melakukan pendekatan agama dalam penyelesaian konflik dan perdamaian di tengah konflik, dengan melibatkan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam wasathiyah. (radarbogor.id)

Miftahul AnwarRektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor Jadi Delegasi Perdamaian di Afganistan, Ini yang Dilakukan!
read more

Perkuat Kurikulum Ekonomi Syariah, STEI Ar Risalah Belajar ke Institut Tazkia

No comments

Kamis, 17 Desember 2020/ 2 Jumadil Awwal 1442. Bogor. Institut Tazkia kembali mendapat tamu daring melalu aplikasi zoom untuk studi banding terkait pengembangan kurikulum ekonomi syariah.

Pada kali ini yang mengajukan studi banding adalah Kampus STEI Ar Risalah Sumatera Barat. Pertemuan diadakan melalui aplikasi zoom dengan dihadiri oleh Manajemen Ar Risalah terdiri dari:

  • Ketua STEI Ar Risalah Bapak H. Ulyadi, Lc., M.A., Puket I
  • Bapak Doni Eka Putra, S.E.I., M.E
  • Puket III Bu Radia Fitri, S.E.I., M.E.
  • Ketua Prodi Ekonomi Islam Bu Afriyanti, S.H.I., M.E.

Dari Institut Tazkia hadir dalam studi banding online ini beberapa perwakilan Manajemen Institut Tazkia terdiri dari:

  • Rektor Institut Tazkia Bu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP.;
  • Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Andang Heryahya, M.Pd;
  • Wakil Rektor III Bidang Humas, Kemahasiswaan dan Alumni Bapak Faried Kurnia Rahman, M.Sc. (Fin);
  • Dekan FEBI Bapak Dr. Afif Zaerofi, MM,;
  • Koordinator Prodi Ekonomi Syariah Bapak Nashr Akbar, M.Ec.;
  • Serta Kabag Kemahasiswaan & Alumni Bapak Rizqi Zakiya, M.E.

STEI Ar Risalah yang baru memiliki 2 angkatan hingga saat ini, meminta nasihat kepada Institut Tazkia sebagai Kampus Terbaik Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Global dalam pengembangan kurikulum Ekonomi Syariah di STEI Ar Risalah. Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pengalaman yang bisa menjadi informasi berharga bagi STEI Ar Risalah dalam melangkah ke depan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kurikulum serta persiapan kebutuhan proses akreditasi maupun pengembangan program lainnya.

Studi banding ini merupakan studi banding kesekian kalinya bagi Institut Tazkia, setelah sebelumnya dari awal Tazkia berdiri menjadi rujukan dan Inspirasi bagi kampus Negeri maupun swasta untuk pengembangan kurikulum maupun Implementasi Ekonomi Islam baik kancah nasional maupun global. Semoga peran ini dapat terus ditingkatkan oleh Institut Tazkia sehingga Visi Tazkia dapat tercapai di 2025 sebagai kampus rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual tingkat Global berkarakter T-A-Z-K-I-A ( Tauhid, Amanah, Zero Defect Quality, Knowledge & Competence, Innovative Istiqomah, Achievement Through Teamwork).

Rizqi ZakiyaPerkuat Kurikulum Ekonomi Syariah, STEI Ar Risalah Belajar ke Institut Tazkia
read more