Interactive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia

No comments

Thanks Progres Tazkia for a very interactive session on Sandwich Generation and Islamic Economics.

We will do more sessions in the future ان شاء الله.

Nuhun Kang May for the joining us and for the gifts.

@eoagold.official @tazkiaofficial @progrestazkia #murniatimukhlisin #instituttazkia #progrestazkia

Miftahul AnwarInteractive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia
read more

Dampak Miras pada Keuangan Keluarga dan Ekonomi Syariah

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Murniati Mukhlisin dan Ratna Komalasari (Institut Agama Islam Tazkia/Sakinah Finance)

Saat ini para netizen sedang membicarakan tentang Peraturan Presiden (PP) No. 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang salah satunya mengatur soal penanaman modal untuk minuman beralkohol. Dalam PP No 10 Tahun 2021, terdapat izin permodalan untuk bidang usaha tersebut di beberapa daerah seperti Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Papua. Beragam tulisan netizen yang secara umum menggambarkan respon dari masyarakat terhadap peraturan tersebut, ada yang pro dan ada yang kontra.

Secara umum opini masyarakat memandang disahkannya kebijakan tersebut terbagi pada dua alasan. Pertama adalah tidak sesuainya dengan norma yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia dan kedua adalah dari segi hitung-hitungan keuntungan dengan disahkannya kebijakan tersebut. Tapi bagaimana respons Sakinah Finance atas kebijakan tersebut?

Miras atau minuman keras adalah salah satu wujud benda haram yang dilarang selain berjudi karena lebih banyak dosa besar dibandingkan manfaatnya (lihat QS Al-Baqarah (2): 219). Dalam Tafsir Al-Muyassar, miras dapat menjadikan seseorang kehilangan akal dan harta bendanya, bahkan dapat memicu kepada kasus kriminal lain. Misalnya permusuhan, perselisihan, penghalang zikir dan sholat, bahkan bisa memperkosa dan membunuh. Di ayat lain, QS Al-Maidah (5): 91, Allah SWT menegaskan untuk menghentikan kedua perbuatan itu.

Dari landasan syariah tersebut dapat diketahui bahwa idealnya sebagai seorang Muslim menolak unsur apapun yang dapat melegalisasi miras karena merupakan dari bagian yang dilarang dalam Islam. Lalu, apakah ada hubungannya antara di sahkannya peraturan tersebut dengan keuangan keluarga?

Minimal ada tiga aspek bagaimana miras ini dapat merusak keuangan keluarga: 1. Menganggu pendapatan keluarga. Kepala rumah tangga yang wajib mencari nafkah tapi kecanduan mengkonsumsi miras tidak akan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Penghasilannya baik dari bekerja atau berbisnis dapat terancam. Untuk Indonesia sendiri masih kurang umum ditemukan bagaiman miras mampu mempengaruhi keluarga, namun di negara seperti India misalnya isu ini merupakan hal yang serius dan telah banyak dibahas dalam penelitian. Isu tersebut merupakan analisa tentang bagaimana jika salah satu anggota keluarga khususnya yang bertugas mencari nafkah ketika memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman keras, dari berbagai studi tersebut ditemukan ada kecenderungan para pencari nafkah akan menghabiskan pendapatannya untuk minuman keras bahkan hingga mengabaikan pengeluaran rumah tangga yang seharusnya diprioritaskan.

2. Memerlukan biaya kesehatan lebih tinggi.  Secara umum diketahui bahwa miras mengakibatkan ancaman pada kesehatan. Dari beberapa sumber medis diketahui bahwa miras mengganggu sistem pencernaan, merusak hati, menurunkan fungsi otak dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Dari risiko-risiko kesehatan tersebut secara logika dapat berdampak pada peningkatan pengeluaran untuk biaya kesehatan.

3. Menganggu investasi keluarga. Investasi sendiri untuk masyarakat secara umum masih belum menjadi tren. Masyarakat masih berasumsi bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh mereka yang tergolong ‘the have’, padahal investasi bisa dilakukan dalam jumlah yang kecil. Dalam konsep Sakinah Finance, secara umum pendapatan akan dibagi pada beberapa hal pertama adalah zakat dan sumbangan, konsumsi, proteksi asuransi syariah, dan investasi syariah. Pada poin satu sebelumnya, miras dapat menyebabkan bengkaknya biaya kesehatan. Jika dari sisi pendapatan sudah berkurang maka aspek-aspek keuangan keluarga lainnya seperti investasi akan terancam.

Ekonomi Syariah

Netizen cukup gembira karena per 2 Maret kemarin, karena Presiden Jokowi telah resmi mencabut lampiran III yang mengatur investasi baru Industri Minuman Keras mengandung Alkohol.

Jelas saja kalau lampiran PP ini dibiarkan, akan sangat berlawanan dengan misi Presiden sendiri yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Kiblat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia pada tahun 2024. Semua sektor ekonomi dan keuangan syariah jelas menentang kehadiran miras di dalam semua lini bisnisnya. Misalnya, lembaga keuangan syariah dilarang menyalurkan pembiayaan untuk perusahaan miras. Sektor makanan dan minuman halal jelas tidak memasukan miras dalam bisnisnya. Pariwisata halal tidak menawarkan miras untuk tamunya. Media Islami dilarang mempromosikan miras.

Namun seyogyanya pencabutan lampiran pada PP tersebut belum ideal karena masih ada ketidakjelasan dari konteks PP keseluruhan. Mengutip pernyataan Sonny Zulhuda, dosen senior bidang Hukum Islam di International Islamic University Malaysia, dia mengusulkan perubahan pasal 77 ayat 2, UU no 11/2020 tentang Cipta Kerja untuk memasukkan Bidang Usaha Minuman Keras ke dalam daftar Bidang Usaha yang Tertutup. Kedua, usulan perubahan terhadap pasal 14 huruf a, pada Perpres No 10/2021 agar tidak membatalkan Perpres No 76/2007 tentang Kriteria dan Persyaratan Penyusunan Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Semoga permasalahan ini akan mendapatkan solusi yang lebih baik dan berkepihakan kepada semua lapisan masyarakat yang sudah tidak kuat lagi menghadapi dampak miras dalam kehidupan mereka.  Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarDampak Miras pada Keuangan Keluarga dan Ekonomi Syariah
read more

(Video) Negara Dengan Jumlah Penduduk Muslim Terbesar di Dunia, Namun Tingkat Literasi Ekonomi Syariahnya Sangat Rendah??!!

No comments

TAZKIA TV Mempersembahkan:

Podcast Tazkia – Edisi Bincang Bincang Santai Seputar Kampus:

“Negara Dengan Jumlah Penduduk Muslim Terbesar di Dunia, Namun Tingkat Literasi Ekonomi Syariahnya Sangat Rendah??!!”

By: Program Studi Pendidikan Ekonomi Syariah Tazkia
___________

Miftahul Anwar(Video) Negara Dengan Jumlah Penduduk Muslim Terbesar di Dunia, Namun Tingkat Literasi Ekonomi Syariahnya Sangat Rendah??!!
read more

Thursday TEA Time (Tazkia Economist’s Analysis) dengan Tema : “Reading The Theory of Moral Sentiments”

No comments
Yuk Ikuti acara Webinar Thursday Tea Time: “Tazkia Economist’s Analysis” yang diadakan nanti sore 25 February 2021 M/ 13 Rajab 1442 H, dengan tema:
“Reading The Theory of Moral Sentiments”
Speaker : Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec, CFP (Lecturer of Islamic Economics Department)
Moderator : Nurizal Ismail, MA (Lecturer of Tazkia Islamic University College – Director of Center for Study Islamic Classical Texts)
Acara akan dimulai pada pukul 04. 00 – 05.00 PM
Zoom Meeting
Meeting ID: 987 7062 8490
Passcode: tauhid
Webinar ini juga dapat diakses secara live streming di channel YouTube Tazkia TV:
https://youtu.be/H_sCPituN9Y
____________________
Organized by:
Department of Islamic Economics
Center for Study Islamic Classical Texts
____________________
____________________
Miftahul AnwarThursday TEA Time (Tazkia Economist’s Analysis) dengan Tema : “Reading The Theory of Moral Sentiments”
read more

Workshop Dan Koordinasi Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Genap 2020-2021

No comments

Menghadapi Semester Genap 2020-2021 Prodi Tadris IPS fakultas Tarbiyah IAI Tazkia selaku Koordinator Mata kuliah Bahasa Indonesia di kampus Institut Agama Islam Tazkia melaksanakan  Workshop dan koordinasi dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia semester genap 2020-2021 secara daring melalui zoom pada hari Senin 8 Februari 2021 yang bertepatan dengan 25 Jumadil Akhir 1442 H.

Workshop ini sangat membantu para dosen pengampu mata kuliah ini karena di workshop ini para pengampu mata kuliah ini memebdah dan menganalisa Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) Bahasa Indonesia yang akan diajarkan di Institut Agama Islam Tazkia mereka menyatukan serta mempertajam  visi dan misi dalam pendidikan dan pengajaran Bahasa Indonesia agar peserta didik dan dosen pengampu mempunyai visi dan misi yang sama ketika mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia.Workshop ini dihadiri oleh seluruh pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia di kampus IAI Tazkia yang mengampu pada semester ini. Workshop yang mengusung tema Berkreasi Ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi dibuka oleh sambutan KPS Tadris IPS IAI Tazkia ustadz Asnan Purba Lc.,M.Pd.I selaku KPS Tadris IPS yang menaungi mata kuliah Bahasa Indonesia.

Workshop ini ditutup dengan foto bersama dan berdoa agar pengajaran dan pendidikan semester ini khususnya di mata kuliah berjalan dengan lancar walaupun di tengah pandemic dan dilakukan secara daring sesuai dengan tema workshop dan koordinasi dosen ini yaitu Berkreasi Ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi

Miftahul AnwarWorkshop Dan Koordinasi Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Genap 2020-2021
read more

(Video) Kematian Kian Dekat, Bencana & Pandemi Didepan Mata – Saatnya Belajar Ilmu Warits!!!

No comments

Tidak jarang permasalahan waris bisa menghancurkan sebuah hubungan keluarga.

Hal ini terjadi karena pemahaman masyarakat tentang ilmu waris yang masih sangat rendah. Waris juga menjadi hal yang tabu untuk diperbincangkan karena berhubungan dengan kematian seseorang.

Mari kita simak video berikut:

“Pentingnya Ilmu Waris, Pada Masa Bencana & Pandemi (Kematian Didepan Mata”

Miftahul Anwar(Video) Kematian Kian Dekat, Bencana & Pandemi Didepan Mata – Saatnya Belajar Ilmu Warits!!!
read more