Program Internasional Institut Tazkia lakukan inisiasi kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Afghanistan untuk Indonesia

No comments

Oleh : Ria Marsella, S.H

JAKARTA – Dalam rangka mencapai visi World Class University dengan menghadirkan mahasiswa yang berasal dari mancanegara, IAI Tazkia melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia di Jakarta pada Rabu, 9 Juni 2021/28 Syawal 1442H. Pihak IAI Tazkia diwakili oleh Rektor, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, Direktur Internasional Program, Anita Priantina, M.Ec, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah, Dr. Achmad Firdaus, M.Si, Kepala Bagian Humas, Melvina Syahnum Lubis, M.E.Sy dan tim. Kunjungan ini disambut langsung oleh Duta Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia H.E Faizullah Zaki dan segenap jajaran.

Pertemuan ini merupakan silaturahmi dan penjajakan kerjasama perguruan tinggi antara kedua belah pihak, khususnya dibidang pertukaran pelajar antara mahasiswa dari Tazkia dan mahasiswa dari Afghanistan. “Kami sangat mendukung IAI Tazkia menerima banyak mahasiswa dari Afghanistan untuk studi di kampus IAI Tazkia”, tukas Dubes Afghanistan. Senada dengan Dubes Afghanistan, Rektor IAI Tazkia mengatakan “Tazkia sudah siap untuk menerima mahasiswa Afghanistan untuk melanjutkan studi di IAI Tazkia pada tahun ajaran 2021/2022, Agustus mendatang”

IAI Tazkia juga menawarkan program beasiswa bagi mahasiswa Afghanistan untuk melanjutkan studi di kampus Tazkia. Inisiasi kerjasama lainnya yang usulkan, yakni penelitian industri halal di Afghanistan yang nantinya akan dilakukan oleh mahasiswa dan dosen IAI Tazkia. Hal ini disambut dengan baik oleh Pihak Kedutaan Afghanistan. Dubes Afghanistan menjelaskan bahwa industri halal di Afghanistan tumbuh dengan baik dalam 20 tahun terakhir dan siap menjadi bagian dari industri halal dunia.

Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan antara dua belah pihak. Pertemuan sebelumnya dilakukan oleh Kedubes Afghanistan yang hadir ke kampus IAI Tazkia pada tanggal 3 Juni 2021/22 Syawal 1442 H. Hasil dari pertemuan hari ini akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani antara para pihak. (Anwar)

Miftahul AnwarProgram Internasional Institut Tazkia lakukan inisiasi kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Afghanistan untuk Indonesia
read more

Institut Tazkia Melatih Para Karyawan untuk Sertifikasi Halal

No comments

Bogor, 30 Mei 2021

“Institut Tazkia – Kampus Halal, Kampus Syariah, Allahu Akbar”, begitulah gema suara para karyawan yang mengikuti pelatihan sertifikasi halal pada hari Sabtu. 29 Mei 2021 yang dilaksanakan di kampus matrikulasi Dramaga Institut Agama Islam Tazkia. Pelatihan tersebut diberikan untuk mensosialisasikan halal para karyawan dapur kampus matrikulasi Institut Agama Islam Tazkia. Dihadiri oleh direktur Pusat Studi Halal Tazkia, Dr. Indra, M.Si. serta Bapak H. Syaripudin, direktur Andalusia Islamic Center Sentul City yang merupakan penyelia halal resmi tersertifikasi oleh LSP-MUI. Dan diikuti oleh tiga orang staf kantor matrikulasi, lima belas juru masak matrikulasi, dan vendor pengadaan bahan untuk produksi dapur matrikulasi Institut Agama Islam Tazkia.

Acara tersebut berlangsung selama enam jam, dari pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB di aula Ibnu Khaldun, Institut Agama Islam Tazkia.Para karyawan dibekali pengetahuan tentang sertifikasi halal. Mulai dari pengenalan tentang halal, standar halal untuk dapur, sistem jaminan halal, hingga pemantauan dan evaluasi langsung kondisi dapur matrikulasi Institut Agama Islam Tazkia. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai prasyarat pendaftaran sertifikasi halal ke BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia.

Selama acara berlangsung, antuasiasme para karyawan sangat tinggi. Sehingga banyak pertanyaan teknis mengenai standar halal di dapur yang ditanyakan oleh para karyawan utamanya juru masak dan staf penanggungjawab dapur. Materi yang disampaikan oleh para pembicara dibawa dengan penyampaian yang santai namun tepat. Sehingga para peserta pelatihan tidak merasa bosan dengan materi yang disampaikan. Materi yang disampaikan terdiri dari sepuluh modul dasar halal yang disingkat menjadi tiga sesi pelatihan, yaitu;
1. Pengenalan Sertifikasi Halal dan Urgensinya yang disampaikan oleh Staf Pusat Studi Halal Tazkia, M. Yusuf Ibrahim, S.E.
2. Regulasi dan Ketentuan Sertifikasi Halal di Indonesia yang disampaikan oleh Direktur Pusat Studi Halal Tazkia, Dr. Indra, M.Si.
3. Penerapan Sistem Jaminan Halal yang dijelaskan oleh Direktur Andalusia Islamic Center Sentul City, H. Syaripudin, S.E.

Setelah pemaparan materi selama kurang lebih empat jam, acara dilanjutkan dengan sidak dapur dan diskusi dengan para karyawan perihal pengembangan infrastruktur dapur, vendor halal, hingga menu guna persiapan menjelang pengajuan sertifikasi halal dan audit eksternal. Acara tersebut ditutup dengan sesi dokumentasi dan doa bersama.

Penyusun Press Release,
Muhammad Yusuf Ibrahim
Staf Pusat Studi Halal Tazkia
@halalcenter_tazkia
hsc.tazkia@gmail.com
(+62)888-9049-997

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Melatih Para Karyawan untuk Sertifikasi Halal
read more

Tazkia lakukan inisiasi Kerjasama dengan Bank Riau Kepri

No comments

Oleh : Ria Marsella & Miftahul Anwar

PEKANBARU – Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc melakukan kunjungan ke Bank Riau Kepri pada Jumat, 28 Mei 2021/16 Syawwal 1442 H. Kunjungan tersebut disambut oleh Direktur Operasional Bank Riau Kepri, Said Syamsuri.

Tujuan Pihak Tazkia melakukan kunjungan adalah untuk inisiasi kerjasama dibidang SDM, penelitian dan pengabdian masyarakat, sinergi kerjasama ini disambut baik oleh Pihak Bank Riau Kepri.

Rektor IAI Tazkia menawarkan program peningkatan kualitas SDM melalui training, sertifikasi dan pendidikan program Hafizpreneur. Lulusan program hafizpreneur diharapkan menjadi bankir di bank syariah termasuk di Bank Riau Kepri.

Rektor Tazkia menjelaskan “Kita perlu memiliki Bankir yang Hafiz Al-Quran dan berakhlak kharimah, agar dapat berlaku jujur dan profesional dan Tazkia siap mencetak SDM unggul hafiz Al-Qur’an tersebut. Karena pada saat ini banyaknya kasus fraud yang menimpa para bankir, yang salah satunya disebabkan oleh degradasi akhlak”.

Selain itu, Tazkia menawarkan tim khusus yang akan membantu Bank Riau Kepri mengkonversikan diri dari Bank Konvensional ke Bank Syariah sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Riau. Tawaran ini diterima dengan baik dan akan langsung dikoordinasikan oleh Pihak Bank Riau Kepri, mengingat Tazkia sebelumnya telah memiliki pengalaman mengkonversi beberapa bank, seperti Bank Syariah Mandiri (kini menjadi Bank Syariah Indonesia) dan yang terbaru adalah konversi Bank NTB Syariah.

Program inisiasi kerjasama terakhir adalah dibidang industri halal, UMKM halal dan sertifikasi halal. Tazkia siap memberikan training dan sertifikasi penyelia halal, serta membantu UMKM di Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan sertifikat halal. Gayung pun bersambut, inisiasi ini disambut dengan baik, Said Syamsuri mengatakan “Bank Riau Kepri memiliki program UMKM Award, yakni penghargaan bagi UMKM binaan Bank Riau Kepri. Tazkia dapat membantu dalam mendampingi UMKM binaan tersebut”. Beliau menambahkan, program Tazkia sejalan dengan program Gubernur Riau yang ingin menjadikan Riau sebagai daerah wisata halal.

Sebelumnya, Tazkia telah bekerjasama dengan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kepri Riau. Hasil inisiasi ini akan dituangkan di dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani oleh Pihak Tazkia dan Bank Riau Kepri.

Miftahul AnwarTazkia lakukan inisiasi Kerjasama dengan Bank Riau Kepri
read more

Rektor IAI Tazkia Bogor Kunjungi Pemkab dan BAZNAS Siak

No comments

SIAK, Oketimes.com – Rektor IAI Tazkia Bogor Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. dan rombongan melakukan kunjungan ke Baznas Kabupaten Siak. Kunjungan Rektor IAI Tazkia ini disambut baik oleh Bupati Siak H Alfedri M.Si, yang didampingi Kadis Pendidikan H Lukman M.Pd, dan Komisioner Baznas Siak, Kamis (27/05/21).

Tujuan kunjungan IAI Tazkia Bogor ke Siak adalah untuk mempererat hubungan silaturrahmi dengan Pemkab Siak khususnya Baznas Kab Siak sekaligus melakukan penjajakan kerjasama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Disamping itu juga pihak Tazkia juga memberikan sosialisasi dan pelatihan Halal bagi UMKM yang ada di Siak khususnya dalam pengembangan industri halal di Indonesia dan kabupaten Siak dengan tujuan agar para UMKM yang ada di Siak mendapat sertifikasi halal.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor IAI Tazkia menyampaikan informasi mengenai kondisi di IAI Tazkia baik yang berkaitan dengan pengembangan program studi baru, tata kelola perguruan tinggi dan International Program sebagai sharing kepada Pemkab dan Baznas.

Selain itu Rektor IAI Tazkia Bogor juga menyampaikan harapan agar kerjasama yang sudah beberapa tahun berjalan dapat membantu pengembangan IAI Tazkia Bogor dan Pemkab Siak sendiri.

Terpisah, Ketua Baznas Siak H Abdul Rasyid menyampaikan bahwa Pemkab Siak dan Baznas Siak telah menjalin kerjasama dengan pihak Tazkia Bogor sejak 3 tahun terakhir, khususnya yang berkenaan dengan pengiriman anak-anak Siak untuk belajar di Tazkia.

Tahun ajaran 2019/2020 pemkab Siak melalui dinas Pendidikan dan Baznas telah membelajarkan anak Siak sebanyak 100 orang, 84 orang dari Dinas Pendidikan Siak, 14 dari Baznas Kabupaten Siak dan 2 orang dari Permodalan Siak.

“Bantuan biaya pendidikan perkuliahan dari Baznas Kabupaten Siak ini khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu yang kita biaya full sampai menamatkan pendidikan di Tazkia Bogor,” katanya.

“Ke depan kita berharap kepada para peserta didik yang kita biayai dapat mengabdi di kabupaten Siak setelah selesai studynya nanti,” tutup Rasyid. (www.oketimes.com)

Miftahul AnwarRektor IAI Tazkia Bogor Kunjungi Pemkab dan BAZNAS Siak
read more

Institut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau

No comments

Demi mewujudkan visi “Menghalalkan Indonesia”, Pusat Studi Halal LPPM Tazkia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak melaksanakan pelatihan sertifikasi halal kepada seratus UMKM yang memiliki beragam jenis usaha. Mulai dari restoran, katering, cemilan khas Riau, kue-kue, bahkan depot air. Acara tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 27 Mei 2021 di Balairung Datuk Empat Suku, Perumahan Komplek Abdi Praja, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Acara tersebut berlangsung secara meriah dan penuh antusias selama lima jam, mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Siak, Drs. H. Alfedri, M.Si. untuk memberikan sambutan pada acara tersebut, H. Luqman S.Sos, M.Pd selaku kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Siak, serta kepala dinas lainnya, baik dari dinas kesehatan, dinas koperasi dan umkm, kepala kantor kementerian agama Republik Indonesia, kepada bagian adm kesejahteraan masyarakat, hingga kepala Baznaz Kabupaten Siak. Dilengkapi oleh pemateri ahli, Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP yang telah tersertifikasi resmi oleh LSP-MUI sebagai penyelia halal serta perwakilan dari Pusat Studi Halal Tazkia, M. Yusuf Ibrahim, S.E.

Output dari acara tersebut adalah pengetahuan singkat para umkm mengenai sertifikasi halal, urgensinya, proses, dan sistem jaminan halal. Pelatihan yang singkat itu menyebabkan para UMKM semakin berminat untuk melakukan sertifikasi halal serta meminta pelatihan tambahan. Namun karena agenda tersebut berlangsung cukup singkat, maka materi yang disampaikan hanya sebagai pengenalan awal mengenai sertifikasi halal. Selain penyampaian materi mengenai sertifikasi halal, para pemateri pun memberikan simulasi pelatihan mengenai cara membuat nomor induk berusaha (NIB), nomor pokok wajib pajak (NPWP) pribadi, dan tata cara membuat akun SiHalal untuk pengajuan halal. Hal tersebut merupakan prasyarat wajib yang harus diketahui oleh para UMKM dalam mengajukan sertifikasi halal.

Testimoni dari para peserta pelatihan yang terdiri dari para pemilik UMKM di sekitar Siak, bahwa mereka merasa pelatihan ini masih belum cukup. Bahkan meminta adalah pelatihan tambahan secara menyeluruh dan bukan hanya pengenalan. Meskipun harus dilaksanakan selama tujuh atau sepuluh hari berturut-turut. Bahkan beberapa diantara mereka meminta untuk segera ada pendampingan khusus untuk sertifikasi halal bagi mereka dari Pusat Studi Halal Tazkia. Hal ini menunjukkan tingkat antusiasme para peserta yang cukup tinggi. Sebagai bentuk lanjutan dari pelatihan tersebut, pihak dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Siak membuat forum diskusi online via Whatsapp yang melibatkan Pusat Studi Halal Tazkia dan para UMKM yang telah menerima pelatihan awal tersebut.

Penyusun Press Release,

Muhammad Yusuf Ibrahim

Staf Pusat Studi Halal Tazkia

@halalcenter_tazkia

hsc.tazkia@gmail.com

(+62)888-9049-997

Miftahul AnwarInstitut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau
read more

Rektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga

No comments

KBRN, Bogor :  Forum nasional FoSSEI menggelar talkshow selama dua jam mengenai Financial Planning dan Literasi Keuangan Syariah.

Acara tersebut mengundang pembicara utama, Murniati Mukhlisin yang merupakan Rektor Institut Agama Islam Tazkia sekaligus Pendiri Sakinah Finance.

Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) merupakan forum mahasiswa – mahasiswi yang belajar Ekonomi Islam di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program studi tidak terbatas pada bidang ekonomi saja tapi siapapun yang berminat untuk aktif dalam kegitan Ekonomi Islam yang diadakan baik di dalam maupun di luar kampus.

Di level kampus, FoSSEI disebut sebagai Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). Hingga akhir tahun 2017, telah ada lebih dari 160 KSEI yang tergabung dalam organisasi FoSSEI, baik KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri umum, KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri Islam maupun KSEI yang berada di perguruan tinggi swasta.

Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan ciri khas mahasiswa-mahasiswi yang aktif di KSEI adalah teguh menjalankan syariat, aktif mengadakan acara seputar Ekonomi Islam, berprestasi dalam perkuliahan serta banyak berpartisipasi dalam perlombaan Ekonomi Islam baik di level nasional dan internasional.

Talkshow yang didakan berkenaan dengan pentingnya pengaturan keuangan sejak dini dan bagaimana syariah dapat memberikan solusi kepada masalah ekonomi di level individu dan keluarga. “Bagi mahasiswa hal ini sangat penting karena mereka akan segera memasuki tahap pernikahan dan pengembangan karir” ujar Murniati, Senin (23/5/2021),

Murniati menghimbau para mahasiswa – mahasiswi FoSSEI untuk aktif menyampaikan pesan – pesan pengaturan keuangan berbasis syariah di semua komunitas karena literasi dalam bidang ini masih sangat terbatas. Hingga saat ini menurut Murniati, Sakinah Finance telah menggelar hampir 200 acara dan diikuti oleh 25000 peserta di 20 negara, dalam kurun waktu 8 tahun. Puncaknya adalah di masa pandemi tahun 2020 ketika masyarakat menyadari kesulitan ekonomi dampak pandemi.

Tidak dipungkiri permasalahan keluarga saat ini hampir 70 persen dipenuhi dengan masalah ekonomi dan keuangan yang banyak berakhir dengan perceraian. “Perceraian boleh namun dibenci agama, alasan perceraian harus syar’i, talak cerai seharusnya tidak mudah dilafazkan apalagi kalau hanya sebatas cekcok ekonomi rumah tangga.” Ungkapnya.

Saat ini sering terjadi karena tidak terciptanya manajemen ekonomi rumah tangga yang baik, seperti sumber pendapatan suami dan istri bukan berasal dari yang halal dan baik, tidak adanya transparansi, dan mengelolanya tidak dengan nilai-nilai agama. (www.rri.co.id)

Miftahul AnwarRektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga
read more

Ekonomi Islam di Indonesia

No comments

INDONESIA  merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yaitu 87,2 % dari total penduduk di Indonesia. Dengan hal ini, tidak asing lagi bagi Indonesia terhadap ekonomi Islam. Dari segi perkembangannya, ekonomi Islam di Indonesia masih jauh di bawah ekonomi konvensional. Akan tetapi, umat Islam terus berusaha dalam mengembangkan ekonomi Islam, khususnya di Indonesia.

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai ekonomi Islam, terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari berdirinya ekonomi Islam. Ekonomi dalam Islam, bersumber dari Alquran dan sunnah rasulullah. Hal ini tentu berbeda dengan ekonomi konvensional yang memiliki prinsip untuk memaksimalkan profit, sedangkan ekonomi Islam lebih mementingkan mashlahah. Dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992, praktik ekonomi Islam di Indonesia terus bertumbuh pesat. Tidak hanya di sektor perbankan, ekonomi Islam juga berkembang di berbagai sektor yang salah satunya pada asuransi syariah seperti PT Asuransi Takaful, PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, dan lain sebagainya. Selain itu, ekonomi Islam juga berkembang di sektor Pasar Modal Syariah, Pegadaian Syariah, Obligasi Syariah, Reksadana Syariah, dan lain sebagainya.

Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu faktornya yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang ekonomi Islam, hal ini sangat berpengaruh karena ekonomi konvensional dinilai memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan ekonomi Islam. Pada dasarnya, keuntungan yang diperoleh dalam ekonomi Islam sebenarnya sama saja dengan ekonomi konvensional. Hanya saja, dalam ekonomi Islam tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh Allah Swt, contohnya seperti riba. Dalam ekonomi Islam lebih mementingkan terhadap akad-akad ketika melakukan transaksinya. Meskipun sudah mengetahui ekonomi Islam secara mendalam, para nasabah banyak yang enggan berpindah ke bank syariah dengan alasan hilangnya penghasilan tetap dari bunga karena sistem bagi hasil dinilai kurang menguntungkan. Dan juga kurangnya minat masyarakat dalam memahami ilmu ekonomi Islam karena sudah terlalu nyaman dengan apa yang telah diberikan oleh ekonomi konvensional.

Permodalan juga menjadi salah satu permasalahan yang serius dalam mendirikan suatu usaha. Sebagai contoh, setiap rencana untuk mendirikan bank syariah sering tidak terwujud karena tidak adanya modal. Hal ini tidak terlepas dari kaitan dengan pihak pemilik dana. Para pemilik dana belum mempunyai keyakinan yang kuat akan keberhasilan bank syariah tersebut dan takut bahwa dana tersebut akan hilang. Ekonomi Islam juga mengalami hambatan di bidang SDM. Untuk bersaing dengan ekonomi konvensional, ekonomi Islam harus memiliki SDM yang tidak kalah dengan ekonomi konvensional.

Banyak dari SDM ekonomi syariah yang tidak benar-benar memahami ekonomi syariah karena banyaknya praktisi-praktisi ekonomi konvensional yang langsung berpindah ke ekonomi syariah, sehingga menyebabkan lemahnya pemahaman terhadap ekonomi syariah. Peran perguruan tinggi sangat penting untuk keseragaman standar ekonomi Islam. Saat ini, masih sangat terbatas perguruan tinggi yang menyediakan Jurusan Ekonomi Islam. Diperlukan SDM yang memahami dua bidang, yaitu ekonomi keuangan konvensional dan ilmu syariah. Sering dijumpai SDM yang mempelajari ekonomi Islam hanya unggul di satu bidang. Unggul pada ilmu syariah, tetapi tidak memahami ilmu ekonomi keuangan. Begitu pun sebaliknya, unggul pada ilmu ekonomi keuangan, tetapi tidak memahami ilmu syariah. Sangat sulit bagi masyarakat di pedesaan untuk mengakses bank syariah, serta sulit ditemukan ATM bank syariah di beberapa daerah. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih bank konvensional karena mudah diakses dan ada di mana saja. Memperluas jaringan kantor dan meningkatkan pelayanan akan menjadi salah satu solusi untuk membumikan ekonomi Islam pada sektor perbankan. Berbagai tantangan inilah diharapkan bisa menjadi motivasi untuk tetap memperluas ekonomi islam di Indonesia. Perlu sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat luas untuk menanamkan paham ekonomi islam. Dalam mewujudkan pemahaman yang lebih terhadap ekonomi syariah kepada masyarakat, perlu adanya iven-iven berbasis syariah yang bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat. Selain itu, diperlukan adanya tenaga pendidik sehingga bisa menciptakan SDM yang kuat pondasinya dalam memahami ekonomi Islam. Serta dibutuhkan pengelola yang benar-benar memahami prinsip-prinsip syariah dalam praktiknya dan harus mempunyai komitmen dalam penerapannya secara konsisten. Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan untuk membuat fatwa yang menjadi standar dalam menjalankan sistem ekonomi Islam.

Terdapat 138 fatwa DSN-MUI tentang ekonomi Islam yang menjadi bimbingan bagi umat.  Tetapi fatwa-fatwa ini sangat bergantung pada ekonomi klasik karena memadukan transaksi modern dengan akad-akad, sehingga fatwa hanya sebagai alat untuk membenarkan transaksi konvensional. Perlu adanya penelitian tentang perkembangan ekonomi Islam untuk menemukan kendala yang dihadapi umat Islam dalam membumikan ekonomi Islam di Indonesia, sehingga bisa menemukan solusi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Baiknya para peneliti melibatkan pakar ushul fikih dalam penelitiannya, karena ilmu ushul fikih sangat penting dalam ilmu-ilmu syariah. Melalui ilmu inilah kita dapat mengetahui maksud dalil baik dari Alquran maupun hadis, karena ilmu ushul fikih menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui hukum syariah. Pengawasan pada bank syariah sangat diperlukan agar pada praktiknya tidak hanya sebagai formalitas, tetapi benar-benar mengikuti prinsip dan sistem ekonomi Islam. Apalagi pada bank konvensional yang membuka cabang bank syariah, tidak menutup kemungkinan bahwa sistemnya juga menganut ekonomi konvensional. Bank syariah yang tidak patuh dan luput dari pengawasan akan merusak kepercayaan masyarakat pada bank syariah. Bukan hanya pengawasan, pembinaan terhadap pegawai bank syariah juga diperlukan. Sehingga ekonomi Islam hadir bukan untuk kesengsaraan umat, melainkan kesejahteraan umat.***

Nurul Azizah Surury adalah mahasiswi asal Kabupaten Siak yang kini sedang kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah  IAI Tazkia, Bogor, Jawa Barat.

Sumber: www.riaupos.jawapos.com > Opini – Ekonomi Islam di Indonesia – Nurul Azizah Surury

Link:
https://riaupos.jawapos.com/6023/opini/04/05/2021/ekonomi-islam-di-indonesia.html

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Rizqi ZakiyaEkonomi Islam di Indonesia
read more

DAFTAR SEGERA!!! PELATIHAN ILMU WARIS : “Serba Serbi Hukum Waris di Indonesia dan Hukum Waris Islam”

No comments

🎉 KABAR GEMBIRA 🎉
PELATIHAN ILMU WARIS

🔷 Serba Serbi Hukum Waris di Indonesia dan Hukum Waris Islam 🔷

📝 Tujuan Pelatihan Ilmu Waris

1. Mengenalkan berbagai jenis hukum waris yang ada di Indonesia kepada peserta, yang difokuskan pada praktik hukum waris Islam (faraidh), contoh kasusnya, dan cara pendistribusian harta waris;

2. Memberikan bekal agar lebih cerdas dalam perencanaan keuangannya dan kaitannya dengan hukum waris di Indonesia dan hukum faraidh;

3. Mengupas kasus sengketa dan solusinya untuk menjadi bahan rujukan bagi peserta dan keluarga.

⏰ Setiap Sabtu dan Ahad pukul 08.00 – 12.00 WIB

Catat tanggal dan waktunya

🔅 11 April 2021 M/ 28 Sya’ban 1442 H
🔅 17 – 18 April 2021 M/ 5- 6 Ramadhan 1442 H
🔅 24- 25 April 2021 M/ 12- 13 Ramadhan 1442 H

🔍 Narasumber
💡 Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP
(Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Founder Sakinah Finance)
💡 Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec, CFP
(Dosen Institut Agama Islam Tazkia, Founder Sakinah Finance)
💡 Ust. Muhammad Isa Mustafa, M.E.I
(Direktur Pusat Studi Waris Tazkia)
💡 Dr (C) Rochania Ayu Yunanda, S.E.I., M.Sc. Acc, CFP
(Direktur Pusat Studi Manajemen Harta Islam Tazkia)
💡 Naning Humaida, CFP
(Edukator Keuangan Syariah/Alumni Sakinah Finance)

👨🏻‍🏫 Pembicara Tamu
💫 Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
💫 Tri Djoko Santoso, CFP
(Chairman, FPSB Indonesia)
💫 Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec
(Pakar Ekonomi Syariah)
💫 Dr. Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.Hum., M.M.
(Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia)

📍LINK PENDAFTARAN
*http://bit.ly/FormPelatihanWaris*

☎️ Informasi lebih lanjut
CP: wa.me/6285781350559 (Nuie)

Organized by:
💠 Pusat Studi Harta Waris, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Tazkia dan Sakinah Finance

Miftahul AnwarDAFTAR SEGERA!!! PELATIHAN ILMU WARIS : “Serba Serbi Hukum Waris di Indonesia dan Hukum Waris Islam”
read more