Tazkia Kembali Dinobatkan Sebagai Kampus Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia

No comments

Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala, pada tahun 2021 ini Institut Tazkia kembali terpilih sebagai Kampus Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia – Tazkia Islamic University College GIFA Championship Award (Education in Islamic Banking & Finance) 2021.

Semoga ini menjadi pemicu perkembangan Ekonomi Syariah Indonesia yang jauh lebih baik lagi ke depannya & Tazkia selalu menjadi garda terdepan dalam pengembangan SDM-SDM terbaik Ekonomi Syariah.


#tazkia #GIFA2021 #ekonomi #ekonomisyariah #global #dunia #indonesia #kampus #pendidikan

Miftahul AnwarTazkia Kembali Dinobatkan Sebagai Kampus Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia
read more

Pelepasan Mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah Riau tahun 2021

No comments

Pekanbaru 09 September 202, Pemeritah Provinsi Riau dan Institut Tazkia melakukan acara pelepasan Mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Riau tahun 2021. Pelepasan ini dihadiri oleh Syamsuar sekalu Gubernur Riau juga para jajaran pemerintahan lainnya dan dari Pihak Institut Tazkia dihadiri oleh Murniati Mukhlisin selaku Rektor Institut Tazkia dan rombongan. Acara ini merupakan seremonial pelepasan 75 Mahasiswa yang mendapakan Beasiswa dari Provinsi Riau untuk dikuliahkan di Institut Agama Islam Tazkia.

Zulkifli Syukur selaku Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat yang menjadi penanggung jawab acara ini melaporkan bahwa “proses seleksi ini sudah kita lakukan sejak bulan Februari hingga Mei 2021, dari total 500 orang yang diseleksi dari 12 Kabupaten/Kota di Riau ada 75 peserta yang dinyakatan lulus seluruh tahapan seleksi dan akan diberangkatkan hari Jumat 10 September 2021”.

Dalam acara ini Rektor Institut Tazkia Murniati Mukhlisin menyatakan, bahwa Institut Tazkia merasa terhormat dan juga berterima kasih atas kepercayaan Pemprov. Riau menitipkan mahasiswanya di Kampus Institut Tazkia “tahun lalu sudah diberangkat 115 dan tahun ini insya Allah berangkat 75 orang lagi. Ada satu hal yang menjadi fokus utama kami dalam program ini, selain mahasiswa diprogram untuk bisa menyelesaikan pendidikan Akademik dan hafalan Quran mahasiswa juga diarah kan untuk lebih mendahului adab sebelum ilmu.” Yang disampaikan dalam sambutannya.

Gubernur Riau Syamsuar yang ikut dalam acara pelepasan ini meyampaikan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan bentuk komitmen jajaran Pemerintah Provinsi Riau dalam mencetak Sumber Daya insani yang unggul dan berdaya saing untuk bisa membangun Provinsi Riau yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Acara ini ditutup dengan acara foto bersama dan pemberian cenderamata.

Miftahul AnwarPelepasan Mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah Riau tahun 2021
read more

Pajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?

No comments

Oleh : Murniati Mukhlisin (Rektor Institut Agama Islam Tazkia/Pendiri Sakinah Finance dan Sobat Syariah)

Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu mengumumkan tentang akan memberlakukan tarif baru Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dengan persentase yang agak mengejutkan.

Bagi negara yang sedang mengalami krisis ekonomi, hal ini wajar saja dikarenakan pungutan PPh selama ini sangat membantu keuangan negara.

Namun jangan kwatir, yang disasar adalah Pajak Orang Kaya atau High Networth Individual. Mereka adalah kelompok masyarakat yang ternyata justru memperoleh penghasilan yang lebih baik di masa pandemi saat ini.

Tarif Pajak dan Zakat 2021

Menurut Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008, tarif pajak bagi yang memiliki penghasilan:

  1. Hingga Rp. 50 juta per tahun dikenakan 5 persen;
  2. Di atas 50 juta – 250 juta per tahun, tarifnya 15 persen;
  3. Di atas Rp. 250 juta – 500 juta per tahun, tarifnya 25 persen;
  4. Di atas Rp. 500 juta per tahun, tarifnya 30 persen.

Adapun usulan kenaikan adalah pada penghasilan di atas Rp 5 miliar per tahun, yang diusulkan tarifnya 35 persen.

Bulan Ramadhan yang lalu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2021.

Semula perhitungannya mengikuti qiyas pertanian untuk nishab dan haul (524 kg beras selama sebulan) dan emas untuk kadar zakat (2.5 persen), sekarang merujuk pada qiyas emas baik nishab dan kadarnya yaitu 85 gram emas dihasilkan selama satu tahun hijriyah, dikeluarkan per bulan.

Baznas merespon Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1503 mengenai Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif serta peraturan – peraturan yang telah ada sebelumnya.

Adapun perbedaan perhitungannya adalah sebagai berikut:

Sebelum 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021 Zakat Profesi/Penghasilan adalah setara dengan 524 kg beras dengan harga Rp 10.000 per kilo, kadar zakat 2,5 persen.

Bagi siapa yang memiliki penghasilan bruto sebesar Rp 5.240.000 per bulan atau lebih, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah 2,5 persen dari nilai tersebut. Misalnya Bapak A memiliki penghasilan Rp 6 juta per bulan maka nilai zakatnya adalah Rp 150.000 per bulan.

Sejak 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021, Zakat Profesi/Penghasilan adalah nilai akumulasi per tahun setara dengan 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen per tahun dibayar per bulan. Misalnya penghasilan Rp 79.738.415 per tahun atau Rp 6.644.868 per bulan.

Tax Amnesty Vs Zakat Amnesty

Langkah Menteri Keuangan yang memberlakukan Tax Amnesty Jilid 1 dinilai cukup efektif dalam mengejar Wajib Pajak (WP) yang mangkal.

Banyak masyarakat yang mendeklarasi daftar kekayaannya dan menyerahkan pajak yang selama ini ditunda.

Dalam APBN 2018 yang lalu dilaporkan bahwa terdapat kenaikan dari target penerimaan negara sebesar Rp 1.894,7 triliun menjadi Rp 1.896,6 triliun atau meningkat sebesar 100,1 persen.

Meski ada tax amnesty, sayangnya tidak ada Zakat Amnesty walaupun cukup banyak masyarakat muslim yang tergolong Wajib Zakat (WZ) lalai dalam kewajiban dalam menunaikan zakatnya.

Laporan para pengelola lembaga zakat menunjukkan bahwa selama ini belum target yang diharapkan belum tercapai.

Misalnya total potensi zakat nasional 2020 adalah Rp 233,84 triliun namun yang dicapai hanya Rp 8 rupiah atau 3,5 persen yang terkumpul.

Porsi terbesar terletak pada zakat penghasilan, yaitu Rp 139,07 triliun, di mana jika diadakan Zakat Amnesty pasti banyak yang akan antri.

Pemahaman Zakat Amnesty pastinya tidak sama dengan Tax Amnesty, karena kadar zakat tidak boleh ditawar. Bahkan di Malaysia bagi muzakki yang sengaja lalai menunaikan zakatnya, dikenakan denda maksimal dua kali lipat nilai zakat yang harus ditunaikan.

Zakat Amnesty dari sisi syariah tentunya melihat berbagai faktor seperti:

  • Mengingatkan muzakki akan harta yang bersih dan tumbuh setelah dikeluarkan zakatnya,
  • Mendoakan muzakki untuk ketenangan hidupnya dengan cara meningkatkan kepeduliaannya,
  • Menegur muzakki akan hak orang lain yang ada di dalam hartanya yang diminta atau tidak diminta oleh para mustahik,
  • Menunjukan muzakki cara menghitung nisab harta serta ketentuan lainnya,
  • Menyadarkan muzakki akan pentingnya menyalurkan zakat kepada lembaga zakat,
  • Mengajak muzakki untuk menjadikan lembaga zakat sebagai mitra yang kompeten dan terpercaya, dan
  • Menjelaskan perbedaan antara kewajiban zakat dan pajak.

Strategi meningkatkan kepedulian adalah cukup ampuh yang dibantu dengan penyebaran informasi melalui media sosial, seperti yang dialami umat Islam sepanjang pandemi Covid-19 ini.

Alhasil, Baznas berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp 385,5 miliar pada tahun 2020 naik dari Rp 296 miliar di tahun 2019. Padahal di masa pandemi konon kabarnya banyak yang mengalami masalah keuangan.

PR besar ke depan adalah harmonisasi zakat dan pajak, di mana pemerintah perlu mencoba kebijakan tax credit. Dalam hal ini zakat yang ditunaikan WP dapat mengurangi nilai pajak yang harus dibayar. (kompas.com)

Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarPajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?
read more

Peran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

No comments



Jumat, 6 Agustus 2021/ 27 Dzulhijjah 1443 H. Pusat Studi Fintech Syariah (PSFS) Hadir dalam Agenda Rapat Anggota Tahunan 2021 yang diadakan oleh Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). PSFS yang diketuai oleh Bpk. Yaser Taufik Syamlan, SE, ME, CIFP merupakan salah satu Center of Excellence dalam bidang keuangan digital di bawah Naungan Lembaga Penelitian & Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IAI Tazkia.


Acara dihadiri oleh berbagai kalangan yang memiliki satu perjuangan untuk memajukan fintech Syariah di Indonesia. Hadir dalam acara ini Bapak Dr. Adiwarman Karim & Dr. Sandiaga Uno selaku Dewan Penasihat AFSI, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP., selaku Dewan Pengawas AFSI, juga Bapak Triono Gani selaku GIKD Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketiga nya memberikan sambutan, apresiasi, dukungan serta masukan untuk AFSI sebagai Asosiasi yang memiliki peran besar mendukung perputaran keuangan syariah, khususnya di masa Pandemi.

Agenda ini merupakan langkah nyata Tazkia berperan serta dalam potensi pengembangan keuangan syariah dalam kondisi apapun, khususnya di masa Pandemi, saat banyak orang tidak banyak memiliki pilihan, diantaranya yang terbuka lebar adalah dengan memanfaatkan fintech yang ada untuk kebutuhan dan pengembangan bisnis yang diharapkan. Tanpa adanya fintech Syariah, maka jeratan rentenir online, lintah darah digital, para pelaku riba dunia maya akan semakin merebak dan menjerumuskan banyak muslim dalam jeratan riba yang merupakan salah satu dosa besar yang banyak dilupakan. Semoga Kiprah PSFS bersama AFSI dapat terus semakin besar dan membuka mata Dunia khususnya muslim untuk sadar betapa besar potensi pengembangan keuangan syariah yang ada dengan berbagai tantangan seiring kemajuan teknologi yang semakin masif belakang ini. Aamiin

Ref :
https://tazkia.ac.id/dosen/assoc-prof-dr-murniati-mukhlisin-m-acc/ https://tazkia.ac.id/dosen/yaser-taufik-syamlan-m-e-cifp/ https://fintechsyariah.id/id/about dan https://sharianews.com/posts/memupuk-semangat-idealisme-perjuangan-afsi
@afsi.id : https://www.instagram.com/p/CSWXKiFBH06/

Penulis/Kontributor: Afrad Arifin, S.IP, M.E.Sy, CIPA (AAOIFI)
https://tazkia.ac.id/dosen/afrad-arifin-m-e-sy/
https://id.linkedin.com/in/afrad-arifin-cipa-aaoifi-ba842437

Rizqi ZakiyaPeran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia
read more

Program Internasional Institut Tazkia lakukan inisiasi kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Afghanistan untuk Indonesia

No comments

Oleh : Ria Marsella, S.H

JAKARTA – Dalam rangka mencapai visi World Class University dengan menghadirkan mahasiswa yang berasal dari mancanegara, IAI Tazkia melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia di Jakarta pada Rabu, 9 Juni 2021/28 Syawal 1442H. Pihak IAI Tazkia diwakili oleh Rektor, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, Direktur Internasional Program, Anita Priantina, M.Ec, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah, Dr. Achmad Firdaus, M.Si, Kepala Bagian Humas, Melvina Syahnum Lubis, M.E.Sy dan tim. Kunjungan ini disambut langsung oleh Duta Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia H.E Faizullah Zaki dan segenap jajaran.

Pertemuan ini merupakan silaturahmi dan penjajakan kerjasama perguruan tinggi antara kedua belah pihak, khususnya dibidang pertukaran pelajar antara mahasiswa dari Tazkia dan mahasiswa dari Afghanistan. “Kami sangat mendukung IAI Tazkia menerima banyak mahasiswa dari Afghanistan untuk studi di kampus IAI Tazkia”, tukas Dubes Afghanistan. Senada dengan Dubes Afghanistan, Rektor IAI Tazkia mengatakan “Tazkia sudah siap untuk menerima mahasiswa Afghanistan untuk melanjutkan studi di IAI Tazkia pada tahun ajaran 2021/2022, Agustus mendatang”

IAI Tazkia juga menawarkan program beasiswa bagi mahasiswa Afghanistan untuk melanjutkan studi di kampus Tazkia. Inisiasi kerjasama lainnya yang usulkan, yakni penelitian industri halal di Afghanistan yang nantinya akan dilakukan oleh mahasiswa dan dosen IAI Tazkia. Hal ini disambut dengan baik oleh Pihak Kedutaan Afghanistan. Dubes Afghanistan menjelaskan bahwa industri halal di Afghanistan tumbuh dengan baik dalam 20 tahun terakhir dan siap menjadi bagian dari industri halal dunia.

Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan antara dua belah pihak. Pertemuan sebelumnya dilakukan oleh Kedubes Afghanistan yang hadir ke kampus IAI Tazkia pada tanggal 3 Juni 2021/22 Syawal 1442 H. Hasil dari pertemuan hari ini akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani antara para pihak. (Anwar)

Miftahul AnwarProgram Internasional Institut Tazkia lakukan inisiasi kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Afghanistan untuk Indonesia
read more

Institut Tazkia Melatih Para Karyawan untuk Sertifikasi Halal

No comments

Bogor, 30 Mei 2021

“Institut Tazkia – Kampus Halal, Kampus Syariah, Allahu Akbar”, begitulah gema suara para karyawan yang mengikuti pelatihan sertifikasi halal pada hari Sabtu. 29 Mei 2021 yang dilaksanakan di kampus matrikulasi Dramaga Institut Agama Islam Tazkia. Pelatihan tersebut diberikan untuk mensosialisasikan halal para karyawan dapur kampus matrikulasi Institut Agama Islam Tazkia. Dihadiri oleh direktur Pusat Studi Halal Tazkia, Dr. Indra, M.Si. serta Bapak H. Syaripudin, direktur Andalusia Islamic Center Sentul City yang merupakan penyelia halal resmi tersertifikasi oleh LSP-MUI. Dan diikuti oleh tiga orang staf kantor matrikulasi, lima belas juru masak matrikulasi, dan vendor pengadaan bahan untuk produksi dapur matrikulasi Institut Agama Islam Tazkia.

Acara tersebut berlangsung selama enam jam, dari pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB di aula Ibnu Khaldun, Institut Agama Islam Tazkia.Para karyawan dibekali pengetahuan tentang sertifikasi halal. Mulai dari pengenalan tentang halal, standar halal untuk dapur, sistem jaminan halal, hingga pemantauan dan evaluasi langsung kondisi dapur matrikulasi Institut Agama Islam Tazkia. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai prasyarat pendaftaran sertifikasi halal ke BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia.

Selama acara berlangsung, antuasiasme para karyawan sangat tinggi. Sehingga banyak pertanyaan teknis mengenai standar halal di dapur yang ditanyakan oleh para karyawan utamanya juru masak dan staf penanggungjawab dapur. Materi yang disampaikan oleh para pembicara dibawa dengan penyampaian yang santai namun tepat. Sehingga para peserta pelatihan tidak merasa bosan dengan materi yang disampaikan. Materi yang disampaikan terdiri dari sepuluh modul dasar halal yang disingkat menjadi tiga sesi pelatihan, yaitu;
1. Pengenalan Sertifikasi Halal dan Urgensinya yang disampaikan oleh Staf Pusat Studi Halal Tazkia, M. Yusuf Ibrahim, S.E.
2. Regulasi dan Ketentuan Sertifikasi Halal di Indonesia yang disampaikan oleh Direktur Pusat Studi Halal Tazkia, Dr. Indra, M.Si.
3. Penerapan Sistem Jaminan Halal yang dijelaskan oleh Direktur Andalusia Islamic Center Sentul City, H. Syaripudin, S.E.

Setelah pemaparan materi selama kurang lebih empat jam, acara dilanjutkan dengan sidak dapur dan diskusi dengan para karyawan perihal pengembangan infrastruktur dapur, vendor halal, hingga menu guna persiapan menjelang pengajuan sertifikasi halal dan audit eksternal. Acara tersebut ditutup dengan sesi dokumentasi dan doa bersama.

Penyusun Press Release,
Muhammad Yusuf Ibrahim
Staf Pusat Studi Halal Tazkia
@halalcenter_tazkia
hsc.tazkia@gmail.com
(+62)888-9049-997

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Melatih Para Karyawan untuk Sertifikasi Halal
read more

Tazkia lakukan inisiasi Kerjasama dengan Bank Riau Kepri

No comments

Oleh : Ria Marsella & Miftahul Anwar

PEKANBARU – Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc melakukan kunjungan ke Bank Riau Kepri pada Jumat, 28 Mei 2021/16 Syawwal 1442 H. Kunjungan tersebut disambut oleh Direktur Operasional Bank Riau Kepri, Said Syamsuri.

Tujuan Pihak Tazkia melakukan kunjungan adalah untuk inisiasi kerjasama dibidang SDM, penelitian dan pengabdian masyarakat, sinergi kerjasama ini disambut baik oleh Pihak Bank Riau Kepri.

Rektor IAI Tazkia menawarkan program peningkatan kualitas SDM melalui training, sertifikasi dan pendidikan program Hafizpreneur. Lulusan program hafizpreneur diharapkan menjadi bankir di bank syariah termasuk di Bank Riau Kepri.

Rektor Tazkia menjelaskan “Kita perlu memiliki Bankir yang Hafiz Al-Quran dan berakhlak kharimah, agar dapat berlaku jujur dan profesional dan Tazkia siap mencetak SDM unggul hafiz Al-Qur’an tersebut. Karena pada saat ini banyaknya kasus fraud yang menimpa para bankir, yang salah satunya disebabkan oleh degradasi akhlak”.

Selain itu, Tazkia menawarkan tim khusus yang akan membantu Bank Riau Kepri mengkonversikan diri dari Bank Konvensional ke Bank Syariah sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Riau. Tawaran ini diterima dengan baik dan akan langsung dikoordinasikan oleh Pihak Bank Riau Kepri, mengingat Tazkia sebelumnya telah memiliki pengalaman mengkonversi beberapa bank, seperti Bank Syariah Mandiri (kini menjadi Bank Syariah Indonesia) dan yang terbaru adalah konversi Bank NTB Syariah.

Program inisiasi kerjasama terakhir adalah dibidang industri halal, UMKM halal dan sertifikasi halal. Tazkia siap memberikan training dan sertifikasi penyelia halal, serta membantu UMKM di Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan sertifikat halal. Gayung pun bersambut, inisiasi ini disambut dengan baik, Said Syamsuri mengatakan “Bank Riau Kepri memiliki program UMKM Award, yakni penghargaan bagi UMKM binaan Bank Riau Kepri. Tazkia dapat membantu dalam mendampingi UMKM binaan tersebut”. Beliau menambahkan, program Tazkia sejalan dengan program Gubernur Riau yang ingin menjadikan Riau sebagai daerah wisata halal.

Sebelumnya, Tazkia telah bekerjasama dengan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kepri Riau. Hasil inisiasi ini akan dituangkan di dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani oleh Pihak Tazkia dan Bank Riau Kepri.

Miftahul AnwarTazkia lakukan inisiasi Kerjasama dengan Bank Riau Kepri
read more

Rektor IAI Tazkia Bogor Kunjungi Pemkab dan BAZNAS Siak

No comments

SIAK, Oketimes.com – Rektor IAI Tazkia Bogor Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. dan rombongan melakukan kunjungan ke Baznas Kabupaten Siak. Kunjungan Rektor IAI Tazkia ini disambut baik oleh Bupati Siak H Alfedri M.Si, yang didampingi Kadis Pendidikan H Lukman M.Pd, dan Komisioner Baznas Siak, Kamis (27/05/21).

Tujuan kunjungan IAI Tazkia Bogor ke Siak adalah untuk mempererat hubungan silaturrahmi dengan Pemkab Siak khususnya Baznas Kab Siak sekaligus melakukan penjajakan kerjasama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Disamping itu juga pihak Tazkia juga memberikan sosialisasi dan pelatihan Halal bagi UMKM yang ada di Siak khususnya dalam pengembangan industri halal di Indonesia dan kabupaten Siak dengan tujuan agar para UMKM yang ada di Siak mendapat sertifikasi halal.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor IAI Tazkia menyampaikan informasi mengenai kondisi di IAI Tazkia baik yang berkaitan dengan pengembangan program studi baru, tata kelola perguruan tinggi dan International Program sebagai sharing kepada Pemkab dan Baznas.

Selain itu Rektor IAI Tazkia Bogor juga menyampaikan harapan agar kerjasama yang sudah beberapa tahun berjalan dapat membantu pengembangan IAI Tazkia Bogor dan Pemkab Siak sendiri.

Terpisah, Ketua Baznas Siak H Abdul Rasyid menyampaikan bahwa Pemkab Siak dan Baznas Siak telah menjalin kerjasama dengan pihak Tazkia Bogor sejak 3 tahun terakhir, khususnya yang berkenaan dengan pengiriman anak-anak Siak untuk belajar di Tazkia.

Tahun ajaran 2019/2020 pemkab Siak melalui dinas Pendidikan dan Baznas telah membelajarkan anak Siak sebanyak 100 orang, 84 orang dari Dinas Pendidikan Siak, 14 dari Baznas Kabupaten Siak dan 2 orang dari Permodalan Siak.

“Bantuan biaya pendidikan perkuliahan dari Baznas Kabupaten Siak ini khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu yang kita biaya full sampai menamatkan pendidikan di Tazkia Bogor,” katanya.

“Ke depan kita berharap kepada para peserta didik yang kita biayai dapat mengabdi di kabupaten Siak setelah selesai studynya nanti,” tutup Rasyid. (www.oketimes.com)

Miftahul AnwarRektor IAI Tazkia Bogor Kunjungi Pemkab dan BAZNAS Siak
read more

Institut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau

No comments

Demi mewujudkan visi “Menghalalkan Indonesia”, Pusat Studi Halal LPPM Tazkia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak melaksanakan pelatihan sertifikasi halal kepada seratus UMKM yang memiliki beragam jenis usaha. Mulai dari restoran, katering, cemilan khas Riau, kue-kue, bahkan depot air. Acara tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 27 Mei 2021 di Balairung Datuk Empat Suku, Perumahan Komplek Abdi Praja, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Acara tersebut berlangsung secara meriah dan penuh antusias selama lima jam, mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Siak, Drs. H. Alfedri, M.Si. untuk memberikan sambutan pada acara tersebut, H. Luqman S.Sos, M.Pd selaku kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Siak, serta kepala dinas lainnya, baik dari dinas kesehatan, dinas koperasi dan umkm, kepala kantor kementerian agama Republik Indonesia, kepada bagian adm kesejahteraan masyarakat, hingga kepala Baznaz Kabupaten Siak. Dilengkapi oleh pemateri ahli, Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP yang telah tersertifikasi resmi oleh LSP-MUI sebagai penyelia halal serta perwakilan dari Pusat Studi Halal Tazkia, M. Yusuf Ibrahim, S.E.

Output dari acara tersebut adalah pengetahuan singkat para umkm mengenai sertifikasi halal, urgensinya, proses, dan sistem jaminan halal. Pelatihan yang singkat itu menyebabkan para UMKM semakin berminat untuk melakukan sertifikasi halal serta meminta pelatihan tambahan. Namun karena agenda tersebut berlangsung cukup singkat, maka materi yang disampaikan hanya sebagai pengenalan awal mengenai sertifikasi halal. Selain penyampaian materi mengenai sertifikasi halal, para pemateri pun memberikan simulasi pelatihan mengenai cara membuat nomor induk berusaha (NIB), nomor pokok wajib pajak (NPWP) pribadi, dan tata cara membuat akun SiHalal untuk pengajuan halal. Hal tersebut merupakan prasyarat wajib yang harus diketahui oleh para UMKM dalam mengajukan sertifikasi halal.

Testimoni dari para peserta pelatihan yang terdiri dari para pemilik UMKM di sekitar Siak, bahwa mereka merasa pelatihan ini masih belum cukup. Bahkan meminta adalah pelatihan tambahan secara menyeluruh dan bukan hanya pengenalan. Meskipun harus dilaksanakan selama tujuh atau sepuluh hari berturut-turut. Bahkan beberapa diantara mereka meminta untuk segera ada pendampingan khusus untuk sertifikasi halal bagi mereka dari Pusat Studi Halal Tazkia. Hal ini menunjukkan tingkat antusiasme para peserta yang cukup tinggi. Sebagai bentuk lanjutan dari pelatihan tersebut, pihak dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Siak membuat forum diskusi online via Whatsapp yang melibatkan Pusat Studi Halal Tazkia dan para UMKM yang telah menerima pelatihan awal tersebut.

Penyusun Press Release,

Muhammad Yusuf Ibrahim

Staf Pusat Studi Halal Tazkia

@halalcenter_tazkia

hsc.tazkia@gmail.com

(+62)888-9049-997

Miftahul AnwarInstitut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau
read more

Rektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga

No comments

KBRN, Bogor :  Forum nasional FoSSEI menggelar talkshow selama dua jam mengenai Financial Planning dan Literasi Keuangan Syariah.

Acara tersebut mengundang pembicara utama, Murniati Mukhlisin yang merupakan Rektor Institut Agama Islam Tazkia sekaligus Pendiri Sakinah Finance.

Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) merupakan forum mahasiswa – mahasiswi yang belajar Ekonomi Islam di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program studi tidak terbatas pada bidang ekonomi saja tapi siapapun yang berminat untuk aktif dalam kegitan Ekonomi Islam yang diadakan baik di dalam maupun di luar kampus.

Di level kampus, FoSSEI disebut sebagai Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). Hingga akhir tahun 2017, telah ada lebih dari 160 KSEI yang tergabung dalam organisasi FoSSEI, baik KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri umum, KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri Islam maupun KSEI yang berada di perguruan tinggi swasta.

Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan ciri khas mahasiswa-mahasiswi yang aktif di KSEI adalah teguh menjalankan syariat, aktif mengadakan acara seputar Ekonomi Islam, berprestasi dalam perkuliahan serta banyak berpartisipasi dalam perlombaan Ekonomi Islam baik di level nasional dan internasional.

Talkshow yang didakan berkenaan dengan pentingnya pengaturan keuangan sejak dini dan bagaimana syariah dapat memberikan solusi kepada masalah ekonomi di level individu dan keluarga. “Bagi mahasiswa hal ini sangat penting karena mereka akan segera memasuki tahap pernikahan dan pengembangan karir” ujar Murniati, Senin (23/5/2021),

Murniati menghimbau para mahasiswa – mahasiswi FoSSEI untuk aktif menyampaikan pesan – pesan pengaturan keuangan berbasis syariah di semua komunitas karena literasi dalam bidang ini masih sangat terbatas. Hingga saat ini menurut Murniati, Sakinah Finance telah menggelar hampir 200 acara dan diikuti oleh 25000 peserta di 20 negara, dalam kurun waktu 8 tahun. Puncaknya adalah di masa pandemi tahun 2020 ketika masyarakat menyadari kesulitan ekonomi dampak pandemi.

Tidak dipungkiri permasalahan keluarga saat ini hampir 70 persen dipenuhi dengan masalah ekonomi dan keuangan yang banyak berakhir dengan perceraian. “Perceraian boleh namun dibenci agama, alasan perceraian harus syar’i, talak cerai seharusnya tidak mudah dilafazkan apalagi kalau hanya sebatas cekcok ekonomi rumah tangga.” Ungkapnya.

Saat ini sering terjadi karena tidak terciptanya manajemen ekonomi rumah tangga yang baik, seperti sumber pendapatan suami dan istri bukan berasal dari yang halal dan baik, tidak adanya transparansi, dan mengelolanya tidak dengan nilai-nilai agama. (www.rri.co.id)

Miftahul AnwarRektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga
read more