Serah Terima Jabatan Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah, Ekonomi Syariah, Pengukuhan Tim Publikasi Ilmiah dan InformasI Strategis dan Tim Pendirian Program S3

No comments

Tepat pada hari Selasa, tanggal 5 Juli 2022 dilakukan pelantikan sekaligus serah terima jabatan Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah. Ibu Putri Syifa Amalia, S.E., M.Sc. sebagai Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah menggantikan Bapak Grandis Imama Hendra, M.Sc. Acc dan sebagai Koordinator Program Studi Ekonomi Syariah Bapak Sebastian Herman, M.Ec menggantikan Bapak Nashr Akbar, M.Ec. Pelantikan ini di hadiri oleh seluruh dosen dan Karyawan IAI Tazkia. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Rektor IAI Tazkia Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP., IFP. Secara Online dan di wakilkan offline oleh Wakil Rektor II Bidang Keuangan, SDM,IT dan Umum Ibu Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Buss(Acc), CMA.  Acara berjalan hikmat dan lancar hingga selesai.

Setelah dilakukan serah terima jabatan ini, masing-masing Koordinator Program Studi yang baru dilantik memberikan sambutan dan ucapan terima kasih serta harapan kedepan bagi masing-masing program studi yang akan dipimpinnya. Ketua Program Studi terpilih ini sama-sama menyampaikan ingin lebih meningkatkan kekompakan seluruh sivitas akademika untuk mewujudkan visi dan misi masing-masing program studi.

Selain itu dikukuhkan juga Bapak Bayu Taufiq Possummah, Ph.D  menjadi Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis dengan tim terpilih Bapak Fajar Nugraha, M.I.Kom, Ibu Aminah Nuriyah, S.E.I., M.E dan Ibu Shofi Arofatul Marits, M.E. Serta pengukukuhan Bapak Wiku Suryomurti, Ph.D menjadi Ketua Tim Pendirian Program Doktor dengan dengan timnya Ibu Dr. Rochania Ayu Yunanda, S.E.I, M.Sc (Acc), Ibu Sitty Rabia Mutia Amali. S.H., M.E, Ibu Ana Eka Fitriani, S.H., M.H, dan Ibu Rina Nur Shabrina, M.E.

Melvina SyahnumSerah Terima Jabatan Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah, Ekonomi Syariah, Pengukuhan Tim Publikasi Ilmiah dan InformasI Strategis dan Tim Pendirian Program S3
read more

Pemerintah Siak Ingin Badan Usaha Milik Kampung Jauh Dari Riba

No comments

Wakil Bupati Siak Husni Merza menginginkan badan usaha milik desa di Kabupaten Siak bisa di syariahkan.

“Kita akan buat bagaimana badan usaha milik desa yang ada di Kabupaten Siak ini sebanyak mungkin kita syariahkan dalam hal simpan pinjam dan jual beli yang jauh dari riba,” kata Husni saat membuka secara resmi rapat kerja regional FoSSEI (SUMBAGTENG) ke-16 tahun 2022 di Gedung Tengku Maharatu Kecamatan Siak, Sabtu (12/2/2022).

Acara itu sekaligus seminar nasional bertema Peran Generasi Millenial Dalam Menggunakan Digitalisasi Demi Pengoptimalan Ekonomi Syari’ah yang Inklusif.

“Saya sangat tertarik dengan tema seminar ini, maka mari kita dorong bagaimana bermitra dengan perbankan yang syariah jika tidak kita yang mulai siapa lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, ini merupakan kajian tentang ekonomi syariah dan edukasi kepada masyarakat.

Turut hadir disana mendampingi Wabup Ketua STAI, Ketua Baznas , Kepala Bank Riau Kepri, Kepala Bank Syari’ah Indonesia, Ketua lembaga MUI.

Disisi lain Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Siak Iwan Agus Supriono menyampaikan bahwa pihaknya telah dua periode ini menamatkan wisudawan dan wisudawati yang berbasis ekonomi syariah, ini proses yang panjang selama 2 tahun.

Dia sangat mendukung kegiatan itu dan disini mahasiswi diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari sebuah FoSSEI.

Sementara itu Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin yang datang langsung dari Bogor menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.

Dia menjelaskan peranan mahasiswa milenial memang sangat diharapkan yaitu pertama mendukung dan mengembangkan program ekonomi syariah yang berbasis digital.

Kedua, mempelajari industri digital yang sudah berkembang saat ini. Literasi tentang digital syariah masih sangat minim bahkan karenanya banyak yang terjerumus ke pinjol ilegal.

Murniati yang juga Ketua Dewan Pengawas Asosiasi FinTech Syariah Indonesia ini juga mengharapkan para hadirin untuk ikut menjadi pelaku industri digital. Misalnya, berpartisipasi sebagai pedana aktif atau pelaku UMKM di FinTech Syariah.

Dia juga ikut menjelaskan tentang metaverse, NFT, robotrading, investasi kripto, dan bagaimana rambu-rambu syariah harus dipastikan di dalam semua transaksinya. (JaringNasional.net)

Miftahul AnwarPemerintah Siak Ingin Badan Usaha Milik Kampung Jauh Dari Riba
read more

TAZKIA ADAKAN PELATIHAN DI MANDALIKA

No comments

22/12/2021 – Lombok Tengah, NTB

Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang memiliki Sumber Daya yang begitu luar biasa, diantaranya adalah peternakan, perikanan, garam, rumput laut dan lain sebagainya. Dalam program roadshow kegiatan pendampingan UMKM untuk mendapatkan Literasi keuangan syariah dan pelatihan UMKM yang dilaksanakan oleh Bank NTB Syariah, pada hari ini Tim Institut Tazkia bergeser ke Lombok Tengah pada hari Rabu, 22/12/2021 tepatnya di Hote Sima Kuta Lombok Tengah.

Pelatihan dihadiri oleh sekitar 100 an pelaku UMKM di Lombok tengah yang terdiri dari beberapa Organisasi pengusaha Wanita. Sebagai apresiasi dan dan juga memperingati Hari Ibu, mayoritas peserta yang hadir adalah Ibu-ibu hebat pelaku usaha. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat Bank NTB Syariah, Sekda Kabupaten Lombok Tengah, juga para kepala dinas terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, dan Dinas Perindustrian.

”UMKM di Lombok tengah harus mengedepankan potensi dan target kedepannya. Selain itu kita harus mengedepankan apa yang diinginkan pasar di bidang pemasaran. Digitalisasi merupakan hal yang penting saat ini, para UMKM diharapkan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memaksimalkan digitalisasi. Ujar Sekda Lombok Tengah, Ibu Maya Firman Wijaya.

Sudah menjadi kegiatan rutin bagi Institut Tazkia memberikan Literasi keuangan Syariah dan pelatihan sertifikat halal kepada masyarakat karena ini merupakan Pemberdayaan Masyarakat yang dipersembahkan oleh para dosen-dosen Tazkia. pada kesempatan kali ini Tim Tazkia yang hadir adalah M. Dimas Anugrah, M. Yusuf Ibrahim, Syarifudin, dan Fakhry Barly Ramdhani.

Harapan besar bagi UMKM di Lombok tengah yang memiliki julukan UMKM Kuta Mandalika di NTB, sertifikasi halal merupakan hal yang harus diperhatikan oleh semua pelaku saha karena itu menjadi salah satu tolak ukur konsumen dalam membeli suatu produk.

Miftahul AnwarTAZKIA ADAKAN PELATIHAN DI MANDALIKA
read more

“Halal Itu Sehat, Halal Itu Baik”, Tazkia & Pemprov Kalimantan Timur Adakan Pelatihan Sertifikasi Halal UMKM

No comments

Produk halal memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Baik untuk produksi dalam negeri maupun ekspor.

“Ada potensi ekonomi yang tinggi dari sertifikasi halal dalam berbagai produk makanan maupun minuman,” kata Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor Prof Murniati Mukhlisin saat pembukaan Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal UMKM Provinsi Kalimantan Timur di UPTD Pelatihan Koperasi dan UMKM di Jalan DI Pandjaitan Samarinda, Kamis (9/12/2021).

Dijelaskan, saat ini masyarakat negara-negara di dunia semakin sadar pentingnya makanan dan minuman halal. Makanan halal, bukan hanya baik bagi warga muslim, tapi juga nonmuslim.

Dia mengungkapkan, masyarakat dunia semakin menyadari bahwa makanan yang diolah melalui proses halal, ternyata lebih sehat dan baik untuk kesehatan. Dia memberi contoh makanan halal dari proses pengolahan makanan dari hewan yang disembelih. Mulai saat dipotong dengan pisau yang tajam, tidak boleh terlihat hewan lainnya untuk menghindari stres. Dia akan lebih sehat karena darahnya bersih keluar. Itu sangat berbeda dengan hewan yang mati karena ditembak.

“Lama kelamaan mereka menyadari. Halal itu sehat, halal itu baik,” tandas Murniati.

Sebab itu perlu terus dilakukan edukasi kepada pelaku UMKM untuk melengkapi usaha mereka dengan sertifikasi halal. Pemerintah harus terus melakukan sosialisasi, sekaligus menghapus stigma bahwa mengurus sertifikasi halal itu memakan waktu yang lama, susah dan mahal.

Sekarang semuanya sudah lebih mudah dengan keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang dibentuk pemerintah sekitar dua tahun lalu.

“Berikutnya kita harus bergerak bersama. Tidak mungkin MUI bergerak sendiri mengurusi ini, tidak mungkin juga BPJPH bekerja sendiri. Insan kampus juga harus turun memberikan sosialisasi sebagai bentuk pengabdian sosial untuk membantu UMKM kita,” sambung Murniati.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, sudah semestinya Indonesia bisa menjadi “Dapur Halal Dunia”. Tidak kalah dari Thailand yang dengan hanya 5 persen komposisi penduduk muslimnya (sekitar 3 juta jiwa), sudah berani mengkampanyekan diri sebagai “Halal Kitchen of The World”.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor diwakili Kepala UPTD Pelatihan Koperasi dan UMKM Zainuddin Fanani mengatakan UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional.

Karena itu perlu dilakukan pembinaan secara terus menerus. Salah satunya dengan sertifikasi halal produk makanan dan minuman.

“Sertifikasi halal MUI untuk makanan, kosmetika, obat-obatan dan produk lainnya harus dilakukan demi menentramkan batin konsumen untuk mengonsumsinya. Sebab itu, pelaku UMKM harus menerapkan sistem jaminan halal,” ungkap Zai, sapaan akrabnya.

Pembukaan pelatihan juga dihadiri perwakilan MUI Kaltim dan PT Sucofindo. (sul/yans/adpimprovkaltim)

 

 

Miftahul Anwar“Halal Itu Sehat, Halal Itu Baik”, Tazkia & Pemprov Kalimantan Timur Adakan Pelatihan Sertifikasi Halal UMKM
read more

Rektor Tazkia : Awas Terlilit Hutang Seperti Serial Squid Game

No comments

https://rri.co.id/bogor/warta-bogor-kiwari/1249518/rektor-tazkia-awas-terlilit-hutang-seperti-serial-squid-game?nbframe=true

KBRN, Bogor :  Sejak diliris serentak di seluruh dunia pada tanggal 17 September 2021, serial drama survival Squid Game telah menarik jutaan penonton dan menjadi salah satu serial Netflix terlaris.

Diceritakan terdapat sekelompok orang yang ingin memperbaiki hidupnya dengan mendapatkan hadiah sebesar ₩45.6 miliar (US$38,7 juta) meskipun dengan mempertaruhkan diri mereka sendiri.Sejak viralnya serial ini, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian masyarakat.

Dimana pada serial ini mencerminkan bagaimana sejumlah orang bisa terlilit utang yang merebutkan harta instan dengan taruhan nyawa. Diceritakan pemicu utang muncul karena desakan berjudi, ditipu, gaji yang tidak dibayar, biaya anak sekolah, dan gengsi konsumsi.

Rektor Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan No free lunch man! Tidak ada makan siang gratis, jadi saat mudahnya berutang maka harus menanggung akibat dari utang tersebut yaitu membayarnya dengan cara apapun. Terutama utang konsumtif dengan riba maka bukan hanya utang pokok yang harus dibayar, tapi juga riba bunga berbunga yang semakin berlipat.

“Hingga lama-kelamaan “ghalabatid dayn” ini melilit dan menyesakkan pengutang.Saat ini dengan berkembangnya teknologi, berutang bisa menjadi lebih mudah,” ujarnya, Sabtu (6/11/2021).

Fasilitas-fasilitas market place untuk membayar nanti dibelakang atau iklan pinjol dengan syarat mudah menjadikan berutang bisa menjadi daya tarik luar biasa.

Bagaimana jika seorang mukmin sudah terlanjur terjerat utang? Apakah harus menyerah, kabur lari dari kewajiban membayar utang? Tidak! Utang dalam bentuk apapun tetap wajib dibayar bahkan dalam suatu hadits amalan seorang manusia akan ditangguhkan sampai dia membayar utang-utangnya. “Ruh seorang mukmin (yang sudah meninggal) terkatung-katung karena utangnya sampai utangnya dilunasi.” (HR. At Tirmidzi no. 1079, ia berkata, “(Hadits) hasan”, disahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Berikut adalah tips bagaimana merapikan administrasi utang dan cara menyelesaikannya:Berniat untuk menyelesaikannya dengan segera dengan cara melafazkan atau ikrar bersama dengan anggota keluarga, pasangan dan anak – anak.

Menurunkan gaya hidup dari yang berlebihan menjadi sederhana dan berhemat.

Memindahkan utang riba kepada transaksi akad syariah, bisa dilakukan dengan individu, koperasi atau bank syariah (takeover).

Meminta penghapusan bagian riba dari utang yang ada sebelumnya. Mengusulkan waktu yang lebih panjang (restrukturisasi) untuk pelunasan utang supaya tidak terlalu menjadi beban terlalu berat. Menjual aset yang ada dan mencari pekerjaan atau bisnis halal yang hasilnya dapat menutupi utang yang ada.Banyak sedekah dan berdoa.

Salah satu doa yang sangat baik dilantunkan setiap pagi dan petang yaitu: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia..” (HR. Abu Dawud)Selain menyuguhkan realita kehidupan berutang, serial ini juga memperlihatkan bagaimana Sebagian manusia yang mempunyai kelebihan harta bingung dengan bagaimana cara menghabiskan hartanya. Seperti yang dilakukan oleh pencipta permainan Squid Game ini, dan ia baru menyadari kekeliruan hidupnya sampai mendekati ajalnya.

Padahal banyak sekali hal kebaikan yang bisa dilakukan dengan harta seseorang jangan sampai kita disebut seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam QS At-Takatsur (102): 1-2 yang artinya: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur..” dan QS An-Nisa (4): 29 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, Jangan kamu memakan harta-harta saudaramu dengan cara yang batil, kecuali harta itu diperoleh dengan jalan dagang yang ada saling kerelaan dari antara kamu. Dan jangan kamu membunuh diri-diri kamu, karena sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepadamu”.Berutang boleh? Berlebihan harta boleh? Apapun keadaan kita pada hari ini, akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak dengan harus menjawab empat pertanyaan, dan pada bagian harta ada dua sub pertanyaan: dari mana asal harta kita dan bagaimana kita habiskan: Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.” (HR. Tirmidzi).

Oleh karena itu perlunya pengetahuan dalam bagaimana mengelola harta baik harta orang lain maupun kita sendiri baik pengelolaan harta saat terjadi defisit maupun surplus. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan secara Islami ini bisa didapatkan salah satunya dengan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Sakinah Finance. Rekamannya bisa didapatkan di berbagai media cetak atau tayangan. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarRektor Tazkia : Awas Terlilit Hutang Seperti Serial Squid Game
read more

Tazkia Kembali Dinobatkan Sebagai Kampus Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia

No comments

Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala, pada tahun 2021 ini Institut Tazkia kembali terpilih sebagai Kampus Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia – Tazkia Islamic University College GIFA Championship Award (Education in Islamic Banking & Finance) 2021.

Semoga ini menjadi pemicu perkembangan Ekonomi Syariah Indonesia yang jauh lebih baik lagi ke depannya & Tazkia selalu menjadi garda terdepan dalam pengembangan SDM-SDM terbaik Ekonomi Syariah.


#tazkia #GIFA2021 #ekonomi #ekonomisyariah #global #dunia #indonesia #kampus #pendidikan

Miftahul AnwarTazkia Kembali Dinobatkan Sebagai Kampus Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia
read more

Pelepasan Mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah Riau tahun 2021

No comments

Pekanbaru 09 September 202, Pemeritah Provinsi Riau dan Institut Tazkia melakukan acara pelepasan Mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Riau tahun 2021. Pelepasan ini dihadiri oleh Syamsuar sekalu Gubernur Riau juga para jajaran pemerintahan lainnya dan dari Pihak Institut Tazkia dihadiri oleh Murniati Mukhlisin selaku Rektor Institut Tazkia dan rombongan. Acara ini merupakan seremonial pelepasan 75 Mahasiswa yang mendapakan Beasiswa dari Provinsi Riau untuk dikuliahkan di Institut Agama Islam Tazkia.

Zulkifli Syukur selaku Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat yang menjadi penanggung jawab acara ini melaporkan bahwa “proses seleksi ini sudah kita lakukan sejak bulan Februari hingga Mei 2021, dari total 500 orang yang diseleksi dari 12 Kabupaten/Kota di Riau ada 75 peserta yang dinyakatan lulus seluruh tahapan seleksi dan akan diberangkatkan hari Jumat 10 September 2021”.

Dalam acara ini Rektor Institut Tazkia Murniati Mukhlisin menyatakan, bahwa Institut Tazkia merasa terhormat dan juga berterima kasih atas kepercayaan Pemprov. Riau menitipkan mahasiswanya di Kampus Institut Tazkia “tahun lalu sudah diberangkat 115 dan tahun ini insya Allah berangkat 75 orang lagi. Ada satu hal yang menjadi fokus utama kami dalam program ini, selain mahasiswa diprogram untuk bisa menyelesaikan pendidikan Akademik dan hafalan Quran mahasiswa juga diarah kan untuk lebih mendahului adab sebelum ilmu.” Yang disampaikan dalam sambutannya.

Gubernur Riau Syamsuar yang ikut dalam acara pelepasan ini meyampaikan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan bentuk komitmen jajaran Pemerintah Provinsi Riau dalam mencetak Sumber Daya insani yang unggul dan berdaya saing untuk bisa membangun Provinsi Riau yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Acara ini ditutup dengan acara foto bersama dan pemberian cenderamata.

Miftahul AnwarPelepasan Mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah Riau tahun 2021
read more

Pajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?

No comments

Oleh : Murniati Mukhlisin (Rektor Institut Agama Islam Tazkia/Pendiri Sakinah Finance dan Sobat Syariah)

Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu mengumumkan tentang akan memberlakukan tarif baru Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dengan persentase yang agak mengejutkan.

Bagi negara yang sedang mengalami krisis ekonomi, hal ini wajar saja dikarenakan pungutan PPh selama ini sangat membantu keuangan negara.

Namun jangan kwatir, yang disasar adalah Pajak Orang Kaya atau High Networth Individual. Mereka adalah kelompok masyarakat yang ternyata justru memperoleh penghasilan yang lebih baik di masa pandemi saat ini.

Tarif Pajak dan Zakat 2021

Menurut Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008, tarif pajak bagi yang memiliki penghasilan:

  1. Hingga Rp. 50 juta per tahun dikenakan 5 persen;
  2. Di atas 50 juta – 250 juta per tahun, tarifnya 15 persen;
  3. Di atas Rp. 250 juta – 500 juta per tahun, tarifnya 25 persen;
  4. Di atas Rp. 500 juta per tahun, tarifnya 30 persen.

Adapun usulan kenaikan adalah pada penghasilan di atas Rp 5 miliar per tahun, yang diusulkan tarifnya 35 persen.

Bulan Ramadhan yang lalu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2021.

Semula perhitungannya mengikuti qiyas pertanian untuk nishab dan haul (524 kg beras selama sebulan) dan emas untuk kadar zakat (2.5 persen), sekarang merujuk pada qiyas emas baik nishab dan kadarnya yaitu 85 gram emas dihasilkan selama satu tahun hijriyah, dikeluarkan per bulan.

Baznas merespon Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1503 mengenai Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif serta peraturan – peraturan yang telah ada sebelumnya.

Adapun perbedaan perhitungannya adalah sebagai berikut:

Sebelum 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021 Zakat Profesi/Penghasilan adalah setara dengan 524 kg beras dengan harga Rp 10.000 per kilo, kadar zakat 2,5 persen.

Bagi siapa yang memiliki penghasilan bruto sebesar Rp 5.240.000 per bulan atau lebih, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah 2,5 persen dari nilai tersebut. Misalnya Bapak A memiliki penghasilan Rp 6 juta per bulan maka nilai zakatnya adalah Rp 150.000 per bulan.

Sejak 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021, Zakat Profesi/Penghasilan adalah nilai akumulasi per tahun setara dengan 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen per tahun dibayar per bulan. Misalnya penghasilan Rp 79.738.415 per tahun atau Rp 6.644.868 per bulan.

Tax Amnesty Vs Zakat Amnesty

Langkah Menteri Keuangan yang memberlakukan Tax Amnesty Jilid 1 dinilai cukup efektif dalam mengejar Wajib Pajak (WP) yang mangkal.

Banyak masyarakat yang mendeklarasi daftar kekayaannya dan menyerahkan pajak yang selama ini ditunda.

Dalam APBN 2018 yang lalu dilaporkan bahwa terdapat kenaikan dari target penerimaan negara sebesar Rp 1.894,7 triliun menjadi Rp 1.896,6 triliun atau meningkat sebesar 100,1 persen.

Meski ada tax amnesty, sayangnya tidak ada Zakat Amnesty walaupun cukup banyak masyarakat muslim yang tergolong Wajib Zakat (WZ) lalai dalam kewajiban dalam menunaikan zakatnya.

Laporan para pengelola lembaga zakat menunjukkan bahwa selama ini belum target yang diharapkan belum tercapai.

Misalnya total potensi zakat nasional 2020 adalah Rp 233,84 triliun namun yang dicapai hanya Rp 8 rupiah atau 3,5 persen yang terkumpul.

Porsi terbesar terletak pada zakat penghasilan, yaitu Rp 139,07 triliun, di mana jika diadakan Zakat Amnesty pasti banyak yang akan antri.

Pemahaman Zakat Amnesty pastinya tidak sama dengan Tax Amnesty, karena kadar zakat tidak boleh ditawar. Bahkan di Malaysia bagi muzakki yang sengaja lalai menunaikan zakatnya, dikenakan denda maksimal dua kali lipat nilai zakat yang harus ditunaikan.

Zakat Amnesty dari sisi syariah tentunya melihat berbagai faktor seperti:

  • Mengingatkan muzakki akan harta yang bersih dan tumbuh setelah dikeluarkan zakatnya,
  • Mendoakan muzakki untuk ketenangan hidupnya dengan cara meningkatkan kepeduliaannya,
  • Menegur muzakki akan hak orang lain yang ada di dalam hartanya yang diminta atau tidak diminta oleh para mustahik,
  • Menunjukan muzakki cara menghitung nisab harta serta ketentuan lainnya,
  • Menyadarkan muzakki akan pentingnya menyalurkan zakat kepada lembaga zakat,
  • Mengajak muzakki untuk menjadikan lembaga zakat sebagai mitra yang kompeten dan terpercaya, dan
  • Menjelaskan perbedaan antara kewajiban zakat dan pajak.

Strategi meningkatkan kepedulian adalah cukup ampuh yang dibantu dengan penyebaran informasi melalui media sosial, seperti yang dialami umat Islam sepanjang pandemi Covid-19 ini.

Alhasil, Baznas berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp 385,5 miliar pada tahun 2020 naik dari Rp 296 miliar di tahun 2019. Padahal di masa pandemi konon kabarnya banyak yang mengalami masalah keuangan.

PR besar ke depan adalah harmonisasi zakat dan pajak, di mana pemerintah perlu mencoba kebijakan tax credit. Dalam hal ini zakat yang ditunaikan WP dapat mengurangi nilai pajak yang harus dibayar. (kompas.com)

Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarPajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?
read more

Peran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

No comments



Jumat, 6 Agustus 2021/ 27 Dzulhijjah 1443 H. Pusat Studi Fintech Syariah (PSFS) Hadir dalam Agenda Rapat Anggota Tahunan 2021 yang diadakan oleh Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). PSFS yang diketuai oleh Bpk. Yaser Taufik Syamlan, SE, ME, CIFP merupakan salah satu Center of Excellence dalam bidang keuangan digital di bawah Naungan Lembaga Penelitian & Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IAI Tazkia.


Acara dihadiri oleh berbagai kalangan yang memiliki satu perjuangan untuk memajukan fintech Syariah di Indonesia. Hadir dalam acara ini Bapak Dr. Adiwarman Karim & Dr. Sandiaga Uno selaku Dewan Penasihat AFSI, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP., selaku Dewan Pengawas AFSI, juga Bapak Triono Gani selaku GIKD Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketiga nya memberikan sambutan, apresiasi, dukungan serta masukan untuk AFSI sebagai Asosiasi yang memiliki peran besar mendukung perputaran keuangan syariah, khususnya di masa Pandemi.

Agenda ini merupakan langkah nyata Tazkia berperan serta dalam potensi pengembangan keuangan syariah dalam kondisi apapun, khususnya di masa Pandemi, saat banyak orang tidak banyak memiliki pilihan, diantaranya yang terbuka lebar adalah dengan memanfaatkan fintech yang ada untuk kebutuhan dan pengembangan bisnis yang diharapkan. Tanpa adanya fintech Syariah, maka jeratan rentenir online, lintah darah digital, para pelaku riba dunia maya akan semakin merebak dan menjerumuskan banyak muslim dalam jeratan riba yang merupakan salah satu dosa besar yang banyak dilupakan. Semoga Kiprah PSFS bersama AFSI dapat terus semakin besar dan membuka mata Dunia khususnya muslim untuk sadar betapa besar potensi pengembangan keuangan syariah yang ada dengan berbagai tantangan seiring kemajuan teknologi yang semakin masif belakang ini. Aamiin

Ref :
https://tazkia.ac.id/dosen/assoc-prof-dr-murniati-mukhlisin-m-acc/ https://tazkia.ac.id/dosen/yaser-taufik-syamlan-m-e-cifp/ https://fintechsyariah.id/id/about dan https://sharianews.com/posts/memupuk-semangat-idealisme-perjuangan-afsi
@afsi.id : https://www.instagram.com/p/CSWXKiFBH06/

Penulis/Kontributor: Afrad Arifin, S.IP, M.E.Sy, CIPA (AAOIFI)
https://tazkia.ac.id/dosen/afrad-arifin-m-e-sy/
https://id.linkedin.com/in/afrad-arifin-cipa-aaoifi-ba842437

Rizqi ZakiyaPeran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia
read more

Program Internasional Institut Tazkia lakukan inisiasi kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Afghanistan untuk Indonesia

No comments

Oleh : Ria Marsella, S.H

JAKARTA – Dalam rangka mencapai visi World Class University dengan menghadirkan mahasiswa yang berasal dari mancanegara, IAI Tazkia melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia di Jakarta pada Rabu, 9 Juni 2021/28 Syawal 1442H. Pihak IAI Tazkia diwakili oleh Rektor, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, Direktur Internasional Program, Anita Priantina, M.Ec, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah, Dr. Achmad Firdaus, M.Si, Kepala Bagian Humas, Melvina Syahnum Lubis, M.E.Sy dan tim. Kunjungan ini disambut langsung oleh Duta Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia H.E Faizullah Zaki dan segenap jajaran.

Pertemuan ini merupakan silaturahmi dan penjajakan kerjasama perguruan tinggi antara kedua belah pihak, khususnya dibidang pertukaran pelajar antara mahasiswa dari Tazkia dan mahasiswa dari Afghanistan. “Kami sangat mendukung IAI Tazkia menerima banyak mahasiswa dari Afghanistan untuk studi di kampus IAI Tazkia”, tukas Dubes Afghanistan. Senada dengan Dubes Afghanistan, Rektor IAI Tazkia mengatakan “Tazkia sudah siap untuk menerima mahasiswa Afghanistan untuk melanjutkan studi di IAI Tazkia pada tahun ajaran 2021/2022, Agustus mendatang”

IAI Tazkia juga menawarkan program beasiswa bagi mahasiswa Afghanistan untuk melanjutkan studi di kampus Tazkia. Inisiasi kerjasama lainnya yang usulkan, yakni penelitian industri halal di Afghanistan yang nantinya akan dilakukan oleh mahasiswa dan dosen IAI Tazkia. Hal ini disambut dengan baik oleh Pihak Kedutaan Afghanistan. Dubes Afghanistan menjelaskan bahwa industri halal di Afghanistan tumbuh dengan baik dalam 20 tahun terakhir dan siap menjadi bagian dari industri halal dunia.

Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan antara dua belah pihak. Pertemuan sebelumnya dilakukan oleh Kedubes Afghanistan yang hadir ke kampus IAI Tazkia pada tanggal 3 Juni 2021/22 Syawal 1442 H. Hasil dari pertemuan hari ini akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani antara para pihak. (Anwar)

Miftahul AnwarProgram Internasional Institut Tazkia lakukan inisiasi kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Afghanistan untuk Indonesia
read more