Bekerjasama dengan Kemenpora, Tazkia Adakan Seminar Kelas ke-Wirausahaan Pemuda

No comments

Bogor, 30 September 2021 / 22 Shafar 1443. Sentul city, Bogor. Kementerian Kepemudaan dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Inkubator Bisnis Institut Agama Islam Tazkia kembali mengadakan agenda rutin tahunan penguatan jiwa wirausaha muda mahasiswa melalui Agenda Seminar Kuliah ke-Wirausahaan Pemuda (KWP) 2021.

Agenda dihadiri oleh Narasumber yang mumpuni di bidangnya dengan MC; Kang Fakhry Barly (Alumni Tazkia yang juga Terpilih Sebagai Duta Nasional Taman Nasional Gunung Halimun Salak) . Sambutan dari Kemenpora sampaikan oleh Drs. Imam Gunawan MAP selaku Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI.

Beliau memberikan motivasi untuk mengatur pola mindset kita, untuk selalu memiliki growth mindset, pola pikir bertumbuh optimis dan produktif.

Selain Bapak Drs. Imam Gunawan, Rektor IAI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, juga menyampaikan keseriusan IAITazkia untuk menjadi Center of Excellent bagi Entrepreneur Muda yang juga menguasai Al Qur’an, seusai dengan program Hafidzpreneur yang serius dijalankan oleh IAI Tazkia bekerjasama dengan berbagai Pemerintah Daerah dalam Program Beasiswa Utusan Daerah masing-masing daerah.

Pada kesempatan ini, Hadir juga menyampaikan sharing motivasi bisnis Islami bapak Dr. H.M Asrorun Ni’am Sholeh, MA selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI. Beliau memberikan sharing betapa background seseorang tidak menjamin kegagalan atau kesuksesan nya di kemudian hari, tapi motivasi, kesungguhan untuk memberi solusi, juga pandai memanfaatkan kesempatan yang ada, akan membuat ia sukses di kemudian hari.

Selain berbagai narasumber yang dihadirkan dari Pihak Kemenpora, hadir pula Alumni Alumni terbaik Tazkia yang telah menggeluti dunia wirausaha; Bang Rikza Adhia Nada Rezki, S.E.I bersama Kk Ayu Noor Laela (Founder Salvina Hijab) dan Bang Tito Ikhsan Rozak, S.E. (CEO Monitor Plan). Keduanya menjadi narasumber dalam Talkshow “Bisnis Millenial di Era Digital” yang langsung dimoderatori oleh Direktur Inkubator Bisnis IAI Tazkia Dr. Nur Hendrasto, M.Si. CPC.

Dalam Talkshow ini kedua narasumber menyampaikan betapa jiwa wirausaha harus dibangun sejak dini, meskipun kadang dengan kondisi yang terdesak, sehingga muncul situasi “the power of kepepet” namun dapat juga dikembangkan dengan memiliki mentor yang tepat untuk menggali semua potensi kita juga belajar dari lingkungan kerja yang memiliki kemiripan dengan core bisnis yang akan kita kembangkan selanjutnya. Keduanya telah banyak membuka lapangan kerja bagi banyak orang, termasuk terbuka untuk alumni IAI Tazkia yang dapat bekerja sekaligus belajar membangun bisnis bersama mereka.

Kuliah ke-Wirausahaan Pemuda ini tidak hanya diisi dengan seminar, namun juga kesempatan untuk mengikuti seleksi pendanaan bisnis yang akan disponsori oleh Kemenpora jika lolos di sesi-sesi pemaparan bisnis model selanjutnya. Di akhir sesi, acara ini menghadirkan Arya Nurfauzi yang membawakan model wakafpreneur sebagai bentuk pengembangan model bisnis yang terintegrasi dengan wakaf.

Dengan kerjasama yang terus dijalin oleh Kemenpora dengan Kampus Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik Global IAI Tazkia, jiwa semangat bisnis mahasiswa semakin terasah dan potensi pertumbuhan bisnis muda di kalangan mahasiswa diharapkan meningkat drastis untuk berkontribusi membuka banyak kesempatan kerja sebagaimana Alumni-alumni Tazkia lainnya yang telah berkiprah besar dalam dunia wirausaha memberdayakan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, dan tentunya memegang teguh Value/Nilai Tazkia yang penuh integritas dan dedikasi tinggi untuk Agama, Nusa dan bangsa. (Rizqi Z & M. Anwar)

Miftahul AnwarBekerjasama dengan Kemenpora, Tazkia Adakan Seminar Kelas ke-Wirausahaan Pemuda
read more

Tazkia Kembali Dinobatkan Sebagai Kampus Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia

No comments

Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala, pada tahun 2021 ini Institut Tazkia kembali terpilih sebagai Kampus Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia – Tazkia Islamic University College GIFA Championship Award (Education in Islamic Banking & Finance) 2021.

Semoga ini menjadi pemicu perkembangan Ekonomi Syariah Indonesia yang jauh lebih baik lagi ke depannya & Tazkia selalu menjadi garda terdepan dalam pengembangan SDM-SDM terbaik Ekonomi Syariah.


#tazkia #GIFA2021 #ekonomi #ekonomisyariah #global #dunia #indonesia #kampus #pendidikan

Miftahul AnwarTazkia Kembali Dinobatkan Sebagai Kampus Ekonomi Syariah Terbaik di Dunia
read more

Pajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?

No comments

Oleh : Murniati Mukhlisin (Rektor Institut Agama Islam Tazkia/Pendiri Sakinah Finance dan Sobat Syariah)

Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu mengumumkan tentang akan memberlakukan tarif baru Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dengan persentase yang agak mengejutkan.

Bagi negara yang sedang mengalami krisis ekonomi, hal ini wajar saja dikarenakan pungutan PPh selama ini sangat membantu keuangan negara.

Namun jangan kwatir, yang disasar adalah Pajak Orang Kaya atau High Networth Individual. Mereka adalah kelompok masyarakat yang ternyata justru memperoleh penghasilan yang lebih baik di masa pandemi saat ini.

Tarif Pajak dan Zakat 2021

Menurut Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008, tarif pajak bagi yang memiliki penghasilan:

  1. Hingga Rp. 50 juta per tahun dikenakan 5 persen;
  2. Di atas 50 juta – 250 juta per tahun, tarifnya 15 persen;
  3. Di atas Rp. 250 juta – 500 juta per tahun, tarifnya 25 persen;
  4. Di atas Rp. 500 juta per tahun, tarifnya 30 persen.

Adapun usulan kenaikan adalah pada penghasilan di atas Rp 5 miliar per tahun, yang diusulkan tarifnya 35 persen.

Bulan Ramadhan yang lalu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2021.

Semula perhitungannya mengikuti qiyas pertanian untuk nishab dan haul (524 kg beras selama sebulan) dan emas untuk kadar zakat (2.5 persen), sekarang merujuk pada qiyas emas baik nishab dan kadarnya yaitu 85 gram emas dihasilkan selama satu tahun hijriyah, dikeluarkan per bulan.

Baznas merespon Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1503 mengenai Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif serta peraturan – peraturan yang telah ada sebelumnya.

Adapun perbedaan perhitungannya adalah sebagai berikut:

Sebelum 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021 Zakat Profesi/Penghasilan adalah setara dengan 524 kg beras dengan harga Rp 10.000 per kilo, kadar zakat 2,5 persen.

Bagi siapa yang memiliki penghasilan bruto sebesar Rp 5.240.000 per bulan atau lebih, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah 2,5 persen dari nilai tersebut. Misalnya Bapak A memiliki penghasilan Rp 6 juta per bulan maka nilai zakatnya adalah Rp 150.000 per bulan.

Sejak 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021, Zakat Profesi/Penghasilan adalah nilai akumulasi per tahun setara dengan 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen per tahun dibayar per bulan. Misalnya penghasilan Rp 79.738.415 per tahun atau Rp 6.644.868 per bulan.

Tax Amnesty Vs Zakat Amnesty

Langkah Menteri Keuangan yang memberlakukan Tax Amnesty Jilid 1 dinilai cukup efektif dalam mengejar Wajib Pajak (WP) yang mangkal.

Banyak masyarakat yang mendeklarasi daftar kekayaannya dan menyerahkan pajak yang selama ini ditunda.

Dalam APBN 2018 yang lalu dilaporkan bahwa terdapat kenaikan dari target penerimaan negara sebesar Rp 1.894,7 triliun menjadi Rp 1.896,6 triliun atau meningkat sebesar 100,1 persen.

Meski ada tax amnesty, sayangnya tidak ada Zakat Amnesty walaupun cukup banyak masyarakat muslim yang tergolong Wajib Zakat (WZ) lalai dalam kewajiban dalam menunaikan zakatnya.

Laporan para pengelola lembaga zakat menunjukkan bahwa selama ini belum target yang diharapkan belum tercapai.

Misalnya total potensi zakat nasional 2020 adalah Rp 233,84 triliun namun yang dicapai hanya Rp 8 rupiah atau 3,5 persen yang terkumpul.

Porsi terbesar terletak pada zakat penghasilan, yaitu Rp 139,07 triliun, di mana jika diadakan Zakat Amnesty pasti banyak yang akan antri.

Pemahaman Zakat Amnesty pastinya tidak sama dengan Tax Amnesty, karena kadar zakat tidak boleh ditawar. Bahkan di Malaysia bagi muzakki yang sengaja lalai menunaikan zakatnya, dikenakan denda maksimal dua kali lipat nilai zakat yang harus ditunaikan.

Zakat Amnesty dari sisi syariah tentunya melihat berbagai faktor seperti:

  • Mengingatkan muzakki akan harta yang bersih dan tumbuh setelah dikeluarkan zakatnya,
  • Mendoakan muzakki untuk ketenangan hidupnya dengan cara meningkatkan kepeduliaannya,
  • Menegur muzakki akan hak orang lain yang ada di dalam hartanya yang diminta atau tidak diminta oleh para mustahik,
  • Menunjukan muzakki cara menghitung nisab harta serta ketentuan lainnya,
  • Menyadarkan muzakki akan pentingnya menyalurkan zakat kepada lembaga zakat,
  • Mengajak muzakki untuk menjadikan lembaga zakat sebagai mitra yang kompeten dan terpercaya, dan
  • Menjelaskan perbedaan antara kewajiban zakat dan pajak.

Strategi meningkatkan kepedulian adalah cukup ampuh yang dibantu dengan penyebaran informasi melalui media sosial, seperti yang dialami umat Islam sepanjang pandemi Covid-19 ini.

Alhasil, Baznas berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp 385,5 miliar pada tahun 2020 naik dari Rp 296 miliar di tahun 2019. Padahal di masa pandemi konon kabarnya banyak yang mengalami masalah keuangan.

PR besar ke depan adalah harmonisasi zakat dan pajak, di mana pemerintah perlu mencoba kebijakan tax credit. Dalam hal ini zakat yang ditunaikan WP dapat mengurangi nilai pajak yang harus dibayar. (kompas.com)

Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarPajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?
read more

Interactive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia

No comments

Thanks Progres Tazkia for a very interactive session on Sandwich Generation and Islamic Economics.

We will do more sessions in the future ان شاء الله.

Nuhun Kang May for the joining us and for the gifts.

@eoagold.official @tazkiaofficial @progrestazkia #murniatimukhlisin #instituttazkia #progrestazkia

Miftahul AnwarInteractive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia
read more

Workshop Dan Koordinasi Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Genap 2020-2021

No comments

Menghadapi Semester Genap 2020-2021 Prodi Tadris IPS fakultas Tarbiyah IAI Tazkia selaku Koordinator Mata kuliah Bahasa Indonesia di kampus Institut Agama Islam Tazkia melaksanakan  Workshop dan koordinasi dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia semester genap 2020-2021 secara daring melalui zoom pada hari Senin 8 Februari 2021 yang bertepatan dengan 25 Jumadil Akhir 1442 H.

Workshop ini sangat membantu para dosen pengampu mata kuliah ini karena di workshop ini para pengampu mata kuliah ini memebdah dan menganalisa Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) Bahasa Indonesia yang akan diajarkan di Institut Agama Islam Tazkia mereka menyatukan serta mempertajam  visi dan misi dalam pendidikan dan pengajaran Bahasa Indonesia agar peserta didik dan dosen pengampu mempunyai visi dan misi yang sama ketika mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia.Workshop ini dihadiri oleh seluruh pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia di kampus IAI Tazkia yang mengampu pada semester ini. Workshop yang mengusung tema Berkreasi Ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi dibuka oleh sambutan KPS Tadris IPS IAI Tazkia ustadz Asnan Purba Lc.,M.Pd.I selaku KPS Tadris IPS yang menaungi mata kuliah Bahasa Indonesia.

Workshop ini ditutup dengan foto bersama dan berdoa agar pengajaran dan pendidikan semester ini khususnya di mata kuliah berjalan dengan lancar walaupun di tengah pandemic dan dilakukan secara daring sesuai dengan tema workshop dan koordinasi dosen ini yaitu Berkreasi Ditengah Pandemi Meraih Ridho Ilahi

Miftahul AnwarWorkshop Dan Koordinasi Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Genap 2020-2021
read more

(VIDEO) 4 ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM ???

No comments

Bisnis & Perniagaan merupakan salah satu pintu terbaik dalam mencari nafkah / rezeki.

Namun pertanyaan besarnya, sudahkah Bisnis / Perniagaan yang kita lakukan sesuai dengan etika & aturan Islam???

Mari kita kaji bersama dalam video dibawah ini:

“ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM”

Bersama: Ustadz Asnan Purba, Lc. M. Pd.I.QWP

 

Miftahul Anwar(VIDEO) 4 ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM ???
read more

Tazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh

No comments

30 Desember 2020/15 Jumadil Awwal 1442H

Telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama dalam bidang sosial antara Institut Agama Islam Tazkia dan Baitul Mal Aceh bertempat di Banda Aceh.

Ruang lingkup kerjasama adalah antara lain pemberian beasiswa bagi putra daerah Aceh yang tergolong mustahik untuk program kelas internasional ekonomi dan keuangan syariah juga untuk program Hafizpreneur. “Beda kedua program ini adalah target hafalan semasa studi dimana untuk program internasional saat ini target hafalan Al-Qur’an adalah 2-5 juz dan wajib asrama setahun sedangkan program Hafizpreneur 30 juz wajib asrama 4 tahun” ujar Murniati.

Selain itu kedua pihak setuju untuk menjalankan keuangan mikro syariah dibalut dengan proteksi asuransi mikro syariah. Adapun pelatihan akan diadakan untuk petugas lapangan keuangan mikro yang bertujuan untuk pemberantasan rentenir dan kemiskinan di Aceh.

9 November 2020 yang lalu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melantik dan mengambil sumpah jabatan lima keanggotaan Badan Baitul Mal Aceh periode 2020-2025.

Kelima anggota tersebut adalah Prof. Dr. Nazaruddin. A. Wahid, M.A sebagai ketua, Dr. Abdul Rani Usman, M.Si sebagai anggota, Khairina, S.T sebagai anggota, Mukhlis Sya’ya S.T sebagai anggota, dan Mohammad Haikal, S.T, M.I.F.P sebagai anggota.

Baitul Mal Aceh yang setara dengan Badan Amil Zakat Nasional ini didirikan pada tahun 1973. Setelah lahirnya Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2007 tanggal 17 Januari 2008 tentang Baitul Mal sebagai turunan dari UUPA dimana dimana di dalam pasal 3 ayat 1 menyebutkan bahwa Baitul Mal adalah lembaga Daerah Non Struktural yang dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen sesuai dengan ketentuan syariat dan bertanggung jawab kepada Gubernur.

Dengan adanya ketentuan itu maka Baitul Mal Aceh menjalankan tugas-tugasnya seperti mengurus dan mengelola zakat, wakaf dan harta agama hingga membuat perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Poin inilah yang dijunjung oleh keduabelah pihak untuk memastikan ekonomi syariah yang berkeadilan dikenal dan dijalankan di kalangan para mustahik.

Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP selaku Rektor Institut Agama Islam Tazkia dan Dr. Abdul Rani Usman, M.Si selaku Anggota Komisioner mewakili Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, M.A., Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, disaksikan pleh semua wakil komisioner dan Kepala Sekretariat, Rahmad, S. Sos.

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh
read more