Berita

Institut Agama Islam (IAI) Tazkia Selenggarakan Sosialisasi Program 5000 Doktor Mora Scholarship Kementerian Agama RI Periode 2021

No comments

BOGOR, 27 November 2020. Sosialisasi Program 5000 Doktor Mora Scholarship Kementerian Agama RI Periode 2021 diselenggarakan hari ini mulai pukul 10.00 s.d 11.30 WIB di Ruang Internasional lantai 3, Kampus Institut Tazkia, Sentul. Acara ini bersamaan dengan kegiatan Tracer Study Alumni Program 5000 Doktor Luar Negeri, dimana Rektor IAI Tazkia, Dr Murniati Mukhlisin M.Acc, CFP sebagai salah satu alumni. Penyelenggaraan sosialisasi ini dilaksanakan secara offline dan online (zoom) dan dihadiri oleh Ibu Yeni Ratna Yuningsih, S.Ag., MA., P.hD. (Koordinator Project Management Unit wilayah Timur Tengah dan Asia), Ibu Dr. Yuli Yasin, MA. (Manager Project Management Unit 5000 doktor), dan Bapak Sahuri (PMU 5000 Doktor/Penanggungjawab Pencairan Beasiswa). Kegiatan ini dihadiri dosen dan alumni Pascasarjana Tazkia.

Acara sosialisasi ini merupakan salah satu program pengembangan karir dosen yang secara periodik menjadi agenda Bagian SDM IAI Tazkia. Pembukaan acara dilakukan oleh Bapak Prima Ema Delta M.PSi selaku Kepala Bagian SDM, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Tazkia. Rektor Tazkia menyampaikan bahwa program ini sangat dinantikan oleh para dosen di seluruh Indonesia terutama dosen-dosen IAI Tazkia. Harapan Ibu Rektor atas sosialisasi ini yaitu agar dosen-dosen di Tazkia well informed langsung dari sumbernya dan lebih termotivasi untuk berlomba-lomba mengikuti program 5000 doktor.

Ibu Yeni memaparkan bahwa mayoritas dosen di kalangan PTKI memiliki gelar S2 (83%), maka perlu untuk terus meningkatkan kualitas PTKI untuk pengakuan global dan daya saing lingkup ASEAN melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan PTKI. Program doktor ini diresmikan pada tahun 2014 oleh Presiden RI Joko Widodo, dan mulai dibentuk PMU 5000 Doktor pada November 2016. Saat ini merupakan awal fase kedua untuk kegiatan beasiswa 5000 doktor.

Dalam presentasi panelnya, Ibu Yuli menyampaikan bahwa skema bantuan Studi S3 Program 5000 Doktor Luar Negeri yaitu skema reguler, kerjasama, dan skema IMD (Integrated Master-Doctor). Adapun persyaratan untuk mengikuti program 5000 doktor dapat diakses melalui website resmi Kemenag RI (scholarship.kemenag.go.id). Alur proses penerimaan beasiswa dimulai dari mengisi dokumen ke website (online), seleksi tahap 1 (administratif), seleksi tahap 2 (akademik), persiapan bahasa dan akademik, orientasi pra keberangkatan sampai pada masa studi. Selain itu, terdapat juga list partnership kerjasama luar negeri dapat diakses melalui morascholarship@kemenag.go.id.

 

By : Shofi A.M

Miftahul AnwarInstitut Agama Islam (IAI) Tazkia Selenggarakan Sosialisasi Program 5000 Doktor Mora Scholarship Kementerian Agama RI Periode 2021
read more

Institut Tazkia Sukses Selenggarakan 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2020

No comments

BOGOR, 27 November 2020. 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF) telah sukses terselenggara pada tanggal 24 hingga 26 November 2020. Penyelenggaraan 8th AICIF merupakan wadah bertukar pikiran, ide serta gagasan dari berbagai perguruan tinggi negara-negara ASEAN yang bergerak di bidang keuangan syariah. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi lahirnya inovasi untuk pemulihan keuangan syariah global dan membangkitkan optimisme bagi pelaku keuangan syariah terutama di wilayah ASEAN.

Di tahun ini, 8th AICIF 2020 mengusung tema “Islamic Finance’s Contribution to Sustainable Human Development in ASEAN”. 8th AICIF 2020 merupakan kegiatan keuangan syariah internasional yang dihadiri oleh para ahli dan pakar keuangan syariah dari berbagai perguruan tinggi di ASEAN.

Penyelenggaraan 8th AICIF 2020 dilakukan dengan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan pembukaan pada 24 November 2020 oleh Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec (Ketua Yayasan Tazkia Cendekia yang menaungi Institut Tazkia), Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc (Rektor Institut Tazkia) dan Prof. Al Makin, MA, Ph.D (Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec. mengatakan bahwa kegiatan 8th AICIF 2020 ini adalah wujud peran negara-negara ASEAN dalam upaya untuk menciptakan pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan dengan strategi triangle of success (segitiga kesuksesan).

Saat puncak acara, 8th AICIF 2020 menghadirkan berbagai kegiatan, seperti webinar panel bersama para pakar keuangan syariah, kolokium dan konferensi virtual, rector’s talk, hingga kompetisi video ekonomi syariah.

Tahun ini, gelaran 8th AICIF 2020 dihadiri oleh lebih dari dari 300 partisipan dan 100 presenter konferensi. Selain, sejumlah pihak yang terlibat diantaranya perwakilan dari International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE), International Islamic University Malaysia, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Mindanao State University Filipina dan Universitas Darussalam Gontor.

Acara penutupan 8th AICIF 2020 dilaksanakan pada 26 November 2020 oleh Nurizal Ismail selaku ketua panitia, kemudian pengumuman pemenang kompetisi video yang dimenangkan oleh Institut Tazkia dan Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam sebagai runner up.

Selain itu diumumkan pula paper terbaik 8th AICIF 2020; (1) Ken Sudarti, Olivia Fachrunnisa (UNISSULA), (2) Nur Amirah Mohd Razin, Romzie Rosman (IIUM), (3) Bandar Mohammed Saif, Ashurov Sharofuddin, Razali Haron (IIUM), (4) M. Alfan Rumasukun, Ahmad Lukman Nugraha (UNIDA), (5) Assoc. Prof. Dr. Salina Kasim, Prof. Dr. Engku Rabiah Adawiah Engku Ali, Dr. Syed Marwan Mujahid Syed Azman, Dr. Roziha Che Haron, Norizan Satar (IIUM), (6) Abdul Qoyum, Hadri Kusuma, Ibnu Qizam (UIN SUKA), (7) Erlina Dewi, Endah Amaliyah, Sri Hartono (UNISSULA)

Dengan diberikannya penghargaan tersebut, diharapkan dapat menjadi apresiasi bagi para partisipan yang mendapatkannya dan motivasi agar lebih semangat berkontribusi untuk keuangan syariah yang lebih baik. 8th AICIF 2020 diakhiri dengan doa serta sesi foto bersama.

Rizqi ZakiyaInstitut Tazkia Sukses Selenggarakan 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2020
read more

TAZKIA JALIN KERJASAMA DENGAN GLOBAL ZAKAT INDONESIA UNTUK TINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA MEMBAYAR ZAKAT

No comments

Rabu, 25 November 2020 Tazkia resmi Menjalin Kerjasama (Penandatanganan MoU Kerjasama) Dengan Global Zakat Indonesia Untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Pentingnya Membayar Zakat.

By : Anwar G

Miftahul AnwarTAZKIA JALIN KERJASAMA DENGAN GLOBAL ZAKAT INDONESIA UNTUK TINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA MEMBAYAR ZAKAT
read more

Yuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!

No comments

Bogor, 24 November 2020. Bank Indonesia (BI) menilai, 8th AICIF merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek dari krisis ekonomi saat ini. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Prijono dalam keynote speech-nya.

 

“8th AICIF ini merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek krisis setelah pandemi melalui perbaikan ekonomi dengan sudut pandang Islam, sejalan dengan Bank Indonesia yang sudah membuat blueprint berisi rencana perkembangan ekonomi Islam, keuangan Islam hingga riset dan pendidikan”, kata Prijono dalam gelaran 8th AICIF, Selasa (24/11/ 9 Rabiul Akhir 1442 H).

 

Prijono juga melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor ekonomi syariah, sehingga sangat potensial untuk terus dikembangkan.

 

Potensi besar ekonomi syariah ini juga bisa dilihat dari perkembangan industri halal di kawasan ASEAN. Dalam panel 1 dengan sub-tema “ASEAN Halal Industry and Islamic Finance in Sustainable Development Programs”, pembicara pertama yaitu Assoc. Prof. Dr. Nurul Aini Muhamed dari University Sains Islam Malaysia. Beliau menyampaikan materi tentang perkembangan industri halal dan keuangan Islam di Malaysia.

 

Industri Halal di Malaysia

Menurut Nurul Aini Muhamed, kepatuhan syariah yang menyeluruh dalam industri halal harus termasuk di dalamnya bidang bisnis, keuangan, rantai nilai halal, hingga ekosistem. “Sektor sektor halal saat ini variatif dan sangat besar, dan tidak terbatas pada negara-negara mayoritas Muslim. Pasar halal juga sangat potensial, meski keuangan syariah belum termasuk dalam sektor industri halal”, kata Nurul Aini menjelaskan.

 

Dalam Panel 1 yang dimoderatori oleh Mutia Mustafa, mahasiswi Institut Tazkia ini, Nur Aini juga menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan industri halal adalah kesadaran muslim, populasi, faktor ekonomi dan kerangka regulasi yang kuat. Tak lupa, Nur Aini mengisahkan, perkembangan sertifikasi halal di Malaysia sendiri dimulai pada tahun 1974 dan regulasinya terus mengalami perkembangan, meski pendekatan setifikasi halal masih bersifat sukarela dan belum bersifat wajib.

 

Adapun perkembangan dari perbankan Syariah di Malaysia dimulai sejak tahun 1983 dengan didirikannya Bank Negara Malaysia (BNM), regulasinya mulai dibentuk pada tahun 2013 dan diperbarui pada tahun 2019 dengan Shariah Governance Policy Document. Kepatuhan Syariah diatur dengan lisensi yang dikeluarkan oleh BNM. Nur Aini mengakhiri materinya dengan menyatakan bahwa ketika industri halal dan perbankan syariah berkolaborasi, industri syariah dan keuangan Islam dapat berkembang lebih luas lagi, Insya Allah.

 

Panel 1 ini berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live via YouTube Tazkia TV.

 

Industri Halal di Brunei

Lain di Malaysia, lain di Brunei Darussalam. Pembicara kedua, asisten profesor senior di Fakultas Ekonomi & Keuangan Islam Universitas Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam, Dr. Hakimah Yaacob berpendapat bahwa perbankan dan keuangan syariah memiliki lapisan yang berbeda dengan perbankan konvensional yang memiliki tiga lapisan: dimulai dari bank lokal kemudian bank sentral dan terakhir hukum AS, OECD dan entitas internasional.

 

“Berbeda dengan perbankan, industri halal cenderung memiliki model lain yang diusulkan, dan berisi SOP, Standar, hukum halal, halal regional/ASEAN dan standar internasional. Namun selain sistem struktural tersebut, terdapat beberapa tantangan dalam standardisasi global di bidang halal, seperti perbedaan madzhab, pemberi sertifikasi halal, islamophobia global, kampanye anti halal, isu halal dan thayyiba serta hak-hak hewan,” kata Hakimah Yaacob menjelaskan.

 

Hakimah pun menyimpulkan, halal tidak hanya sebatas produk, tetapi juga cara termasuk produksi dan pengolahannya, hal ini berkaitan dengan konsep thayyiba, dimana sertifikasi halal pada sebagian negara perlu diteliti kembali jika produk tersebut ternyata didapati tidak aman atau berkualitas rendah, karena sejatinya halal dan thayyiba harus ditetapkan dengan komprehensif di tingkat internasional.

 

Peran Sertifikat Halal untuk Ekonomi Bangsa

Bagaimana dengan Indonesia? Pembicara terakhir pada Panel 1 ini adalah Dr. Indra, M.Si yang merupakan ketua Halal Center dari Institut Agama Islam Tazkia, Indonesia. Dalam materinya, Indra mengulas tentang Industri halal Indonesia dan urgensi sertifikasi halal bagi UKM. “Berdasarkan data, Indonesia saat ini masuk dalam peringkat 5 besar terkait perkembangan industri halal, dan keluarnya undang-undang jaminan produk halal (UUJPH) sebagai pendukung perkembangan tersebut kemudian mengharuskan adanya sertifikasi halal untuk semua produk, namun masih ada tantangan yang kita hadapi, salah satunya adalah minimnya jumlah produk usaha kecil yang memiliki sertifikat halal, terutama UMKM yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi bangsa”, kata Indra menjelaskan.

 

Padahal menurutnya, dengan adanya sertifikasi halal, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh UMKM. Karenanya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM dengan memberikan mentoring serta menyediakan pengawas/supervisor bagi para pelaku UMKM.

 

Saat ini, Institut Tazkia di bawah LPPM Tazkia telah berinisiatif membentuk Tazkia Halal Center yang salah satu proyeknya adalah membuat kantin halal dan kedepannya berupa sosialisasi dan training terkait sertifikasi halal bagi masyarakat.

Rizqi ZakiyaYuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!
read more

The 8th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (8th AICIF) 2020

No comments

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dear Participants,

The 8th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (8th AICIF) 2020. AICIF is a collaborative effort among host organizer Tazkia Islamic University College, Bogor Indonesia and co-organizers, University of Darussalam (UNIDA) Gontor Indonesia, IIiBF International Islamic University Malaysia, Mindanao State University (MSU) Philippines, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang and Sultan Sharif Ali Islamic University, Brunei Darussalam. The 8th AICIF 2020 will be held on 24 – 26 November 2020 M/ 9 -11 Rabiul Akhir 1442 H.

Please register your participation on the AICIF 2020 as soon as possible before 22 November 2020/ 7 Rabiul Akhir 1442 H.

https://forms.gle/TeER6vTFtvNreufT8

More information please kindly send your feeback to aiciftazkia@gmail.com or
+62 82292380489 (THIA)

Jazakumullah khairan katsiran

dofirfauziThe 8th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (8th AICIF) 2020
read more

Tazkia adakan Sosialiasi UMKM Halal Dengan Tema “Mewujudkan UMKM Bersatu, Halal, Dan Profesional”

No comments

Minggu, 15 November 2020 / 29 Rabi’ul Awal 1442 H, Tazkia adakan Sosialiasi UMKM Halal Dengan Tema “Mewujudkan UMKM Bersatu, Halal, Dan Profesional”.

Acara dimulai pada pukul 08:00-12:00 dengan sambutan oleh Dr. Indra, M.Si selaku Direktur Pusat Studi halal Tazkia.

Kemudaian acara dilanjutkan dengan pemberian materi “URGENSI SERTIFIKASI HALAL BAGI UMKM” yang akan di bawakan oleh para mentor yang sebelumnya telah mendapaykan pelatihan dari tim Tazkia.

Para mentor terdiri dari beberapa perwkilan Tazkia Grup. Diantaranya :

  • Amril Aham ( Andalusia Islamic center )
  • Siti syarifah ( Andalusia Islamic Center)
  • Derry ( Institut Agama Islam Tazkia )
  • Usnaeni ( Institut Agama Islam Tazkia )
  • Jhonson Abdul hadi ( Institut Agama Islam Tazkia )
  • Usnaeni ( Institut Agama Islam Tazkia )
  • Juheri ( Fakultas Institut Agama Islam Tazkia )
  • Sahlan ( Fakultas Institut Agama Islam Tazkia )
  • Farhan ( Fakultas Institut Agama Islam Tazkia )
  • Gunawan ( Fakultas Institut Agama Islam Tazkia )

Dalam proses penyampaian materi para peserta dibagi kedalam beberapa kelompok disesuaikan dengan bisnisnya masing-masing, yang setiap kelompoknya akan dibina oleh 1 mentor.

Selanjutnya peserta UMKM dari sabang sampai maruke akan disaring menjadi 50 UMKM terpilih untuk mendapatkan pelatihan tahap berikutnya.

 

By : Anwar G

Miftahul AnwarTazkia adakan Sosialiasi UMKM Halal Dengan Tema “Mewujudkan UMKM Bersatu, Halal, Dan Profesional”
read more

Tazkia Tandatangani MoU Kerjasama Dengan STAI Binamadani

No comments

Kamis, 12 November 2020 Tazkia yang dipimpin langsung oleh Dr. Murniati Mukhlisin selaku Rektor menerima kunjungan dari STAI Binamadani Tanggerang.

Kunjungan yang dilakukan oleh STAI Binamadani ini ditujukan untuk bersilaturrahim dan menimba ilmu dan bimbimngan dalam hal pengelolaan lembaga pendidikan Ekonomi Islam dari Institut Agama Islam Tazkia sebagai lembaga pelopor dan terdepan dalam dakwah Ekonomi Islam.

Acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara kedua kampus mengenai tridharma perguruan tinggi. Yang diantaranya mencakup poin-poin dibwah ini:

  • Kerjasama dalam penyusunan Riset / Penelitian;
  • Kerjasama dalam program pengabdian masyarakat;
  • Pertukaran Pelajar / Mahasiswa;
  • Pertukaran Pembicara Webinar;
  • Dll.

 

By : Anwar G

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani MoU Kerjasama Dengan STAI Binamadani
read more

Dihadiri Sri Mulyani, Institut Agama Islam Tazkia Gelar Wisuda ke-16

No comments

Bogor, 28 Oktober 2020 / 11 Rabiul Awwal 1442 –  Institut Agama Islam (IAI) Tazkia menggelar wisuda ke-16 di Auditorium Institut Tazkia, Sentul City, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (28/10/2020). Prosesi acara digelar secara offline dan online dengan protokol kesehatan.

Jumlah wisudawan angkatan tahun 2019-2020 ini sebanyak 195 orang, terdiri dari program Studi Ekonomi Syariah sebanyak 17 orang wisudawan, dari program Studi Akuntansi Syariah sebanyak 47 orang, dari program Hukum Ekonomi Syariah sebanyak 22 orang, dari program Manajemen Bisnis Syariah sebanyak 84 orang, dari program Pasca Sarjana sebanyak 16 orang dan dari program diploma Keuangan Mikro Syariah sebanyak 9 orang wisudawan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendikia, Dr. Muhammad Syafii Antonio M.Ec menyampaikan bagaimana sejarah pendirian IAI Tazkia. Ia menjelaskan bahwa IAI Tazkia lahir dari suatu urgensi bagaimana memadukan nilai-nilai spiritual dengan kebutuhan majemen dan profesionalisne serta bisnis.

“Bagaimana mengaplikasikan hukum-hukum Allah yang tercermin dalam Al-Qur’an dan sunnah dalam kehidupan nyata yang diisiasi para ekonom dengan ahli syariah dan ahli fikih,” kata Syafii dalam sambutannya.

Karena itulah, kata dia, IAI Tazkia hadir untuk bisa mengintergrasikan kedua disiplin ilmu tersebut dalam suatu tatanan silabus dan prodi-prodi yang harapannya menghasilkan insan-insan bertakwa yang unggul. “IAI Tazkia hadir untuk bisa membangun bersama anak bangsa lainnya agar Indonesia menjadi negara adil, makmur dan sejahtera,” kata Syafii Antonio menjelaskan.

Syafii mengingatkan bahwa momen wisuda ini adalah akhir dari sebuah awal untuk melangkah ke tahap berikutnya. “Mudah-mudahan para wisudawan berhasil dalam kiprahnya saat terjun di tengah-tengah masyarakat, namun yang harus selalu diingat adalah nilai-nilai tauhid harus selalu hadir, karena kita semua ada dan akan kembali kepada Allah Swt,” kata Syafii menegaskan.

Sementara itu, Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin MAcc CFP mengungkapkan bahwa visi misi Tazkia akan mengalami perubahan. “Kita sedang merencanakan mengubah visi misi menuju perguruan kelas dunia berbais digital dengan karakter Tazkia,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Murniati memaparkan kerjasama Tazkia dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah di berbagai wilayah di Indonesia, dengan lembaga keuangan hingga lembaga pendidikan internasional di berbagai negara.

Selama ini, kata Murniati, sudah banyak prestasi mahasiswa yang membanggakan baik dari level nasional maupun internasioanal. “Sementara dari tenaga pengajar, saat ini sudah 22 dosen Institut Tazkia sudah bergelar doktor dan 17 sedang menempuh pendidikan doktor, dan ada dua orang (Muhammad Syafii Antonio dan Murniati Mukhlisin) yang akan menjadi guru besar Institut Agama Islam Tazkia,” kata Murniati menjelaskan.

Institut Tazkia selama ini juga banyak menerima penghargaan dari berbagai pihak, yang terakhir Institut Tazkia menjadi kampus keuangan syariah terbaik di dunia.

Meski demikian, kata Murniati, dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih, sikap akhlakul kharimah dengan program karakter yang dibangun oleh Institut Tazkia harus selalu menjadi landasan dalam bersikap.

Dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani

Wisuda IAI Tazkia tahun ini menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D yang memberikan sambutan sekaligus orasi ilmiah secara online.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani mengucapkan selamat atas keberhasilan para wisudawan dalam menempuh jenjang pendidikan di IAI Tazkia. Ia berharap wisudawan bisa sukses dalam karir dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat dalam membangun bangsa.

Saat ini, kata dia, pandemi wabah Covid-19 mengubah kehidupan masyarakat di seluruh dunia, pandemi menyebabkan dampak yang luar biasa, khususnya aspek kesehatan dan ekonomi. Bangsa Indonesia sendiri telah melalui berbagai tantangan di masa lalu, dan tantangan saat ini salah satunya adalah bagaimana kemampuan mengelola keuangan.

Sri Mulyani berharap, alumni Institut Tazkia akan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusinya sebagai ikhtiar kita bersama dalam rangka mewujudkan Indonesia yang maju. “Kompetensi Anda dalam keuangan Islam bisa dikembangkan dan ditingkatkan secara luas karena pemerintah juga terus melakukan inovasi dalam bidang keuangan syariah,” jelasnya.

“Saya berharap alumni Institut Tazkia menjadi mutiara-mutiara yang mampu membangun bangsa dan memperkuat pondasi ekonomi Indonesia termasuk ekonomi Islam,” tandas Sri Mulyani. [ ]

Rizqi ZakiyaDihadiri Sri Mulyani, Institut Agama Islam Tazkia Gelar Wisuda ke-16
read more

Selamat Jalan Pejuang Sejati Kebanggaan Umat: Gurunda KH Abdullah Syukri Zarkasi

No comments

Institut Tazkia sebagai Kampus Terbaik Ekonomi Syariah tidak lepas dari Kontribusi Alumni Gontor, banyak alumni nya melanjutkan studi di Tazkia dan menorehkan tinta emas membawa harum nama besar Tazkia di Manapun berada. Maka wafatnya Ayahanda, Gurunda Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasi menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Institut Tazkia.

Semoga alumni-alumni Gontor yang telah berkiprah dimanapun, menjadi untaian amal jariyah menghiasi alam qubur dan akhirat beliau selanjutnya. Tinggal tanggung jawab kita yang masih hidup untuk melanjutkan perjuangan beliau sebagaimana pesan beliau : “Hidup adalah Perjuangan”

Kami yang Berduka
*Keluarga Besar Institut Tazkia*

Rizqi ZakiyaSelamat Jalan Pejuang Sejati Kebanggaan Umat: Gurunda KH Abdullah Syukri Zarkasi
read more