Berita

Tazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu

No comments

Oleh : Nurizal Ismail (Dosen Tetap Tazkia & Kabag Pemberdayaan Masyarakat LPPM)

14 September 2019/ 15 Muharram H, Rektor Institut Agama Islam Tazkia dalam sesi tanya jawab di acara silaturrahim manajemen Tazkia dengan para wali Mahasiswa baru mengatakan bahwa Tazkia dalam proses pendidikannya mengedepankan adab sebelum ilmu. Apa yang ia katakan menurut penulis telah sejalan dengan apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW dan ulama-ulama Muslim dahulu telah lakukan.

Muhammad bin Muflih al-Muqaddasi dalam kitabnya ‘Al-Adab al-Syar’iyyah’ mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata, dalam firman Allah Ta’ala Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (al-Tahrim: 6). Dengan apa? Kemudian ia melanjutkan dan berkata:” ajarkan adab dan ilmu kepada mereka!” Dalam kitab ‘Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Imam Malik bin Anas mengatakan bawah ibunya memerintahkan kepadanya untuk belajar adab sebelum ilmunya. Selanjutnya, Al-Jazari seorang ulama Damaskus ahli qiraat al-Qur’an diAbad ke-14 dalam kitabnya ’Ghayat al-Nihaya fi Thabaqat al-Qurra’ mengatakan bahwa Imam Abdullah bin Mubarak Radiyallah ’anhu mengatakan tentang pentingnya adab sebelum ilmu yaitu para ulama mempelajari adab 30 tahun dan ilmu 20 tahun, dan mereka mencari adab sebelum ilmu.

Apa yang diakukan Tazkia perlu diapresiasi ditengah krisis adab yang tengah menghampiri umat saat ini. Prof Dr. S.M. Al-Attas dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah mencetak manusia yang baik (beradab). Maka sudah seyogyanya perguruan tinggi Islam itu harus mengedepankan adab sebelum ilmu. Para orang tua mahasiswa yang hadir pun sepakat dengan itu, sehingga mereka berharap bagaimana akhlak para mahasiswa dapat dijaga diantaranya dengan program tahfidz, sistem asrama 24 jam dan mentoringnya oleh para pembina. Sesungguhnya bangsa yang beradab akan menghasilkan peradaban yang tingggi, dan Islam telah mencontohkan itu 1400 tahun lalu. Karena peradaban itu sendiri berasal dari kata adab. Selamat datang para mahasiswa baru calon pemimpin bisnis dan intelektual Muslim di Institut Agama Islam Tazkia.

Miftahul AnwarTazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu
read more

Muhammad Ikram dari Institut Tazkia Jadi Duta Besar Indonesia di MTQ Internasional

No comments

MuhammadIkram Abdul Aziz, mahasiswa tahun terakhir jurusan Akuntansi Islam, Intitut Tazkia, Bogor, saat ini terpilih sebagai Duta Besar Indonesia di MTQ Internasional di Masjidil Haram Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, 7-13 September 2019 / 7-13 Muharram 1441H.

Dengan prestasi tersebut, Ikram menjadi salah satu kebanggan yang dimiliki Institut Tazkia, kampus yang sejak awal memprioritaskan pendidikan Islami pada jurusan akuntansi, bisnis, kewirausahaan atau bidang serupa lainnya.

Melihat realita saat ini, jumlah generasi muda yang mengabaikan nilai, norma dan perilaku moral telah meningkat selama bertahun-tahun. Karena itulah, harus diyakini bahwa Al-Qur’an sebagai Asy-Syifa, Al-Furqan adalah salah satu pendorong utama untuk solusi ini.

Tazkia sebagai universitas telah berkomitmen untuk terus menawarkan program gelar ke huffaz / potensi huffaz, untuk menjaga mereka tetap dekat dengan Al-Qur’an pada saat yang sama menanamkannya dalam kegiatan ekonomi.

Program Hafidzpreneur (Diploma 3-30 Juz) dan Hafidznomist (Sarjana-30 Juz) telah dikembangkan oleh Tazkia secara serius dari waktu ke waktu. Minggu ini misalnya, akan ada agenda pemindahan 97 siswa di bawah dua program ini ke kampus ketiga kami di Cilember, Bogor. 400 siswa baru lainnya akan tinggal di kampus asrama kami sementara 2403 siswa yang ada akan memiliki program mereka di kampus utama Tazkia.

Upaya ini tentu saja membutuhkan dukungan dan doa kita semua sehingga Tazkia dapat berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat dan umat. (suaraislam.id)

Miftahul AnwarMuhammad Ikram dari Institut Tazkia Jadi Duta Besar Indonesia di MTQ Internasional
read more

Institut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM

No comments

Selasa, 27 Agustus 2019 M. 26 Dzulhijjah 1440 H. Jajaran Manajemen Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM), Jogyakarta, mengunjungi Institut Tazkia untuk mengadakan Studi Banding pengembangan kurikulum Magister Akuntansi Syariah

Rombongan UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Halim MBA, Ak, CA selaku ketua Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM. Ketua Departemen Akuntansi FEB UGM, yaitu Bapak Sony Warsono, MAFIS, Ak, CA, Ph.D, dan Dr. Aprilia Beta Sunadi, SE., M.Ec. Dosen Departemen Akuntasi FEB UGM serta Bapak M. Luthfi Ansori, SE selaku Koordinator Bidang IT dan Akademik Magister Akuntasi FEB UGM.

Dari Institut Tazkia hadir menyambut rombongan; Dr. Sugiarti Fatma Laela, M.Buss. Acc. CMA. CIBA. Selaku Wakil Rektor 2, Dr. Muhammad Yasid, M.Si. selaku Direktur Pascasarjana, Muhammad Maulana Hamzah, M.M. selaku Sekretaris Pascasarjana, dan Afif Zaerofi, M.M. selaku Direktur SPMI Institut Tazkia.

Pertemuan berlangsung kurang lebih 2 jam, membahas terkait integrasi keilmuan dan Profil Lulusan. Tindak lanjut dari  pertemuan ini diantaranya adalah pengiriman dosen fiqih muamalat dan maqoshid syariah Tazkia ke Magister Akuntansi FEB UGM   juga sepakat untuk selalu bersinergi dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya di bidang Akuntansi Syariah. (Rizqi Z)

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM
read more

Monitoring Evaluasi Kerjasama BUD antara Institut Tazkia dengan Pemkab. Belitung

No comments
Senin 26 Agustus 2019, Bertempat di  Ruang Pertemuan Kantor Bupati Belitung, Tazkia bekerjasama dengan PemKab. Belitung mengadakan acara Monitoring Evaluasi Kerjasama Beasiswa Utusan Daerah PemKab. Belitung.
Acara yang langsung dihadiri oleh Sekda kabupaten Belitung, Dinas pendidikan dan orang tua wali mahasiswa dan mahasiswi diawali dengan sambutan sekaligus paparan dari Rektor Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin mengenai laporan hasil akademik dan non akademik kegiatan belajar mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa utusan daerah pemerintah kabupaten belitung dengan Institut Tazkia Tahun ajaran 2018/2019.
“Belitung dengan segala keayaan alam dan keindahan pariwisata yang begitu luar biasa tentu harus di kelola oleh putra puteri daerah terbaik dari belitung, dan dikelola denga cara yang benar yang sesuai prinsip syariah. Tazkia berusaha sekuat tenaga mendidik putra putri daerah Belitung untuk menjadi SDM-SDM yang handal di bidang Ekonomi Syariah sehingga mampu memaksimalkan seluruh potensi yang ada di daerah Belitung dan memimpin daeha Belitung menuju masa kejayaan.” Papar Murniati Mukhlisin.
Senada dengan apa yang disampaikan oleh Dr. Murniati, MZ Hendra Caya, SE, M.Si selaku Sekda Kabupaten Belitung berpesan kepada seluruh mahasiswa penerima Beasiswa Utusan Daerah Belitung untuk memanfaatkan beasiswa yang diterima dengan baik, menggali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya di Institut Tazkia agar ketika kembali ke Belitung mereka bisa berkontribusi besar dalam perkembangan daerah Belitung khususnya bidang Ekonomi.
“Pariwisata tentu menjadi salah satu tulang punggung pemasukan daerah belitung yang memang kaya akan keindahan wisatanya. Manfaatkanlah beasiswa yang sudah diberikan pemda belitung untuk kalian semua, dan tentunya kami berharap kalianlah yang akan mengelola kekayaan alam di Belitung nantinya. Kami juga berterimaksih kepada Tazkia yang sudah satu tahun ini membina anak anak BUD sehingga telah banyak mengalami perubahan yang positif. Kami mendukung penuh kerjasama antara Tazkia dengan Pemkab. Belitung”. Pesan MZ Hendra. (M. Anwar)
Miftahul AnwarMonitoring Evaluasi Kerjasama BUD antara Institut Tazkia dengan Pemkab. Belitung
read more

Institut Tazkia is awarded by IAEI as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country

No comments

Tazkia Campus is awarded by IAEI (The Indonesian Association of Islamic Economists) as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country. May Allah bless Tazkia founders, students, alumni, management, lecturers and staff, and guide them to contribute more to the ummah.

The award was given away by IAEI Chairman, Prof Bambang Brodjonegoro, who also serves as Minister of National Development Planning of Indonesia. Thank you to DIKTIS-Ministry of Religious Affairs RI, Kopertais I DKI Jakarta, BAN-PT Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic Indonesia and the rest of the stakeholders for their constant supervision.

Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia memberikan penghargaan kepada Institut Tazkia, Bogor sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan teraktif dalam memberikan edukasi ekonomi syariah di tanah air. Semoga Allah memberkahi segenap pendiri Kampus Tazkia, mahasiswa, alumni, manajemen, dosen dan staf, serta membimbing kami semua untuk berbuat lebih banyak lagi untuk ummat.

Penghargaan disampaikan langsung oleh Ketua Umum IAEI, Prof Bambang Brodjonegoro yang saat ini menjabat sebagai Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Terima kasih kepada DIKTIS Kementerian Agama RI, Kopertais I DKI Jakarta, BAN-PT Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dan semua pihak atas bimbingannya.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia is awarded by IAEI as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country
read more

Rektor Institut Tazkia Masuk Database Cendekiawan Kelas Dunia

No comments
Senin (19/8/2019) dibuka secara resmi Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jl. Veteran, Jakarta.
Pihak Humas Institut Tazkia mengatakan bahwa Rektor Institut, Murniati Mukhlisin mengikuti acara ini dikarenakan pernah masuk database sebagai Cendekiawan Kelas Dunia semasa berkiprah di Inggris.
Murniati pernah menjadi dosen dan peneliti di University of Essex, Colchester, UK tahun 2015-2017. Saat itu dia mengembangkan modul akuntansi dan keuangan syariah yang banyak diminati oleh mahasiswa dari berbagai negara. Dia juga menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa baik S2 maupun S3 dalam bidang akuntansi dan keuangan syariah di Inggris dan Australia.
Murniati memutuskan untuk pulang ke tanah air pada tahun 2017 untuk kembali mengembangkan Kampus Tazkia yang memang sudah diasuhnya sejak awak pendirian kampus tersebut. Dia  bersama pakar keuangan dan bisnis syariah lainnya yaitu Muhammad Syafii Antonio, Ade Ruhyana, Agus Haryadi, Mukhamad Yasid dan Mirna Rafki membesarkan kampus yang tadinya berawal dengan 25 mahasiswa sekarang telah meluluskan 2259 orang dan memiliki 2003 mahasiswa aktif di bidang ekonomi, bisnis, hukum dan pendidikan syariah.
Murniati menyampaikan bahwa dia banyak belajar dari kampus University of Glasgow dimana dia menyelesaikan S3 di bidang Akuntansi Syariah bagaimana tentang proses pembelajaran yang sangat sistematis.
Dan juga di University of Essex dimana dia sempat menjadi dosen dan peneliti tentang pengembangan kurikulum, kedisiplinan dalam mengajar, menjalankan riset dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di level internasional.
Pengalaman itulah kemudian dia bagi di Kampus Tazkia dan di berbagai kesempatan di kampus lain. Saat memutuskan untuk kembali ke Indonesia, banyak guru besar yang kenal dengan Murniati menyayangkan hal tersebut dikarenakan kesempatan karir, remunerasi dan tunjangan yang tidak seberapa dibandingkan dia dapatkan di Inggris. “Saya mengalahkan banyak pelamar dari berbagai negara waktu itu dan gaji saya sekitar 70 juta perbulan belum termasuk tunjangan dan fasilitas riset dan konferensi. Namun, berkiprah di Indonesia khususnya di Kampus Tazkia memberikan kepuasan intelektual dan pesan da’wah yang luar biasa. Tidak semua harus diukur dengan uang” imbuh Rektor yang dulu menjadi muallaf saat berusia 19 tahun.
Murniati mengikuti program 5000 Doktor yang dikelola oleh Pendidikan Tinggi Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia dan berhasil lulus S3 kurang dari tiga tahun. Dia berharap makin banyak dosen – dosen muda disekolahkan ke luar negeri dan menimba pengalaman riset di sana yang kemudian dibawa ke tanah air untuk membantu memperbaiki sistem pendidikan di sini.
Miftahul AnwarRektor Institut Tazkia Masuk Database Cendekiawan Kelas Dunia
read more

RESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL

No comments

Sentul City – Kampus TAZKIA beralih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut pada usia 18 tahun ini. Dengan semangat mengisi kebutuhan SDM Ekonomi Syariah, delapan belas tahun lalu Kampus Tazkia memulai programnya dari hanya 24 orang mahasiswa, kini sudah mengasuh lebih dari 2000 mahasiswa yang berasal dari 32 provinsi di wilayah nusantara Indonesia dan 6 negara yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Maroko, Yaman dan Palestina.

TAZKIA secara institusi sangat fokus pada pengembangan ekonomi syariah mulai dari teori sekaligus praktek nyata di masyarakat. Oleh karenanya, kontribusi untuk pembangunan Indonesia terus ditingkatkan khususnya dalam pengembangan Industri Ekonomi Syariah. Sampai dengan saat ini kampus Tazkia telah meluluskan sebanyak 2.087 alumni dari jenjang master, sarjana dan diploma yang berkiprah menjadi entrepreneur pada industri halal, akademisi ekonomi dan bisnis syariah, para pendamping masyarakat dan profesional diberbagai Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan non LKS baik di dalam dan luar negeri.

Prestasi kampus Tazkia juga perlu diacungi jempol karena para civitas akademika telah menorehkan berbagai macam penghargaan. Bahkan Tazkia pernah di anugerahkan award sebagai Centre of Excellent Kampus Ekonomi Syariah dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Di bidang penelitian, dosen dan mahasiswa sangat aktif di pentas akademik baik di dalam maupun luar negeri serta pengabdian masyarakat telah ditekuni bersama dengan arah perkembangan umat, bangsa dan negara. Program pemberdayaan masyarakat dhuafa di sekitar Kampus Tazkia yang beralokasi di Bogor, Jawa Barat dan beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat juga telah memberikan peningkatan yang cukup signifikan, dengan hanya puluhan anggota 10 tahun yang lalu hingga kini mencapai hampir 10,000 anggota.

Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec pada hari ini tanggal 30 Juli 2019 telah melantik Rektor, Wakil Rektor dan Direktur Program Pascasarjana Institut Tazkia. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc yang sebelumnya adalah Ketua STEI Tazkia terpilih sebagai Rektor. Perempuan lulusan S1 Akuntansi Syariah dari International Islamic University Malaysia, Magister Akuntansi Syariah Universitas Indonesia dan jebolan Doktor Akuntansi Syariah dari University of Glasgow UK ini  memiliki pengalamanya pendidikan tinggi yang cukup panjang, bahkan memiliki jaringan luar negeri yang luas. Turut hadir Kasubdit Bidang Kelembagaan, Drs. Agus Soleh, M.Ed dan Wakil Koordinator Kopertais 1 DKI Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya.

Sementara Wakil Rektor I Bidang  Akademik diamanahkan kepada Dr. (Kand) Andang Heryahya, M.Pd.I.,M.Pd. sedangkan Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Pengembangan SDI adalah Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Bus Acc, CMA, CIBA dan Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Miftahus Surur, M.Sc. (Fin), sementara Direktur Program Pascasarjana adalah Dr. Mukhamad Yasid, M.Si.

Instutut Tazkia memiliki tiga Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Hukum/Syariah dan Fakultas Pendidikan/Tarbiyah, dan satu sekolah pascasarjana dengan bidang Pascasarjana Ekonomi Syariah. Adapun program studi S1 yang ada yaitu Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, Hukum Syariah, Pendidikan Ekonomi Syariah, Diploma Mikro Keuangan Syariah. Sedangkan program studi di level  S2 adalah  Magister Ekonomi Syariah dan tidak lama lagi  akan segera dibuka Magister Akuntansi Syariah dan dalam tiga tahun ke depan program Doktor bidang Ekonomi Syariah.

Adapun konsentrasi berbasis syariah yang ditawarkan adalah sangat beragam dari program hafal quran dan wirausaha, akuntansi sektor publik, audit, kewirausahaan, perbankan, industri halal, ekonomi pembangunan, teknologi finansial, hingga agribisnis. Kampus Tazkia menyediakan fasilitas beasiswa dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga zakat, perseorangan dan instansi keuangan syariah.

“Setelah alih status menjadi Institut ini, Kampus Tazkia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, luas dan berkesinambungan terhadap ummat, bangsa dan negara, dapat tampil unggul baik di level nasional maupun internasional” demikian ujar Murniati, dalam sambutannya sebagai Rektor terpilih.

Di bidang kurikulum dan pengembangan program studi, Kampus Tazkia telah merujuk kepada sistem KKNI dan memastikan semua program studi terakreditasi dengan nilai Sangat Baik dan Unggul serta menganut sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.  “Program internasional juga sudah dikembangkan dalam dua tahun terakhir yang diharapkan kualitas pendidikan dan pengajaran dapat sejajar dengan kampus – kampus internasional” tutup Murniati.

Miftahul AnwarRESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL
read more

Dukung Konversi Koperasi ke Syariah, LPPM TAZKIA adakan Pendidikan dan Pelatihan Koperasi Berbasis Syariah Bersama PKP-RI Kabupaten Pandeglang

No comments
Lembaga Penelitian & Pemberdayaan Masyarakat STEI TAZKIA bekerjasama dengan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kabupaten Pandeglang telah menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Koperasi Berbasis Syariah pada 19-21 Juli 2019 M kemarin di Wisma PKP-RI Kabupaten Pandeglang.
Acara ini dihadiri oleh 55 peserta yang berasal dari pengurus koperasi pegawai di seluruh Kabupaten Pandeglang.  “Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu para pelaku koperasi dalam mengkonversi produk, jasa dan kelembagaan melalui prinsip syariah” ujar Mukhamad Yasid selaku Direktur Pusat Studi Koperasi Syariah LPPM TAZKIA.
Selama kegiatan peserta dibekali materi mulai dari prinsip-prinsip syariah, mekanisme pengelolaan koperasi berbasis syariah, langkah-langkah menuju konversi sampai kepada pembekalan bagaimana koperasi dapat bertahan mengahadapi peluang dan tantangan industri 4.0 yang berbasis digital.
Diakhir kegiatan pendidikan dan pelatihan, seluruh peserta diwakili pengurus PKP-RI mendeklarasikan diri serta berkomitmen untuk dapat melakukan konversi dari sistem konvensional yang selama ini berjalan menjadi sistem koperasi syariah yang menjunjung tinggi azas keadilan. (Rizal)
Miftahul AnwarDukung Konversi Koperasi ke Syariah, LPPM TAZKIA adakan Pendidikan dan Pelatihan Koperasi Berbasis Syariah Bersama PKP-RI Kabupaten Pandeglang
read more

Tingkatkan Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah, Pemprov Kaltara Gandeng Kerja Sama dengan STEI Tazkia Bogor

No comments

BOGOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. Kali ini dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Bogor. Kerja sama ditandai lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc.

Hadir dan turut menyaksikan langsung penandatanganan MoU, Ketua Yayasan atau CEO Tazkia Group, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. Sementara dari Kaltara, mendampingi gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sigit Muryono dan Kepala Bappeda – Litbang, Datu Iqra Ramadhan.

Berbeda dengan kerja sama dengan perguruan tinggi yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya, MoU kali ini bukan hanya dalam hal pendidikan formal. Namun juga terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) secara umum, serta peningkatan ekonomi, utamanya ekonomi berbasis syariah. Melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sebelum ini, kita sudah melakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Baik di dalam, maupun luar negeri. Kerja sama ini penting, sebagai bagian dari upaya kita melakukan networking. Utamanya dalam hal meningkatkan kualitas SDM di Kaltara,” kata Irianto.

Di bidang peningkatan SDM, khususnya bagi aparatur pemerintahan, kerja sama ini nanti kita tindak lanjuti dengan mengirimkan ASN kita untuk belajar di perguruan tinggi yang telah menjalin sekali. “Tadi saya secara langsung juga mengundang Bapak Muhammad Syafi’i Antonio untuk bisa ke Kaltara, untuk memberikan pencerahan kepada para ASN di Kaltara,” kata Irianto lagi.

Kemudian kerja sama lain, adalah mengenai peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pelatihan-pelatihan langsung kepada masyarakat. Termasuk program pemberdayaan masyarakat, yang dibimbing langsung oleh orang yang telah terdidik dan berpengalaman di dalamnya. Kerjasama program ini, oleh Tazkia sudah dilakukan dengan Pemprov Nusa Tenggara Barat dan telah berhasil. “Kita juga sekarang dalam progres kerja sama serupa dengan Bangka Belitung,” sambung Muhammad Syafii Antonio.

Lebih jauh Gubernur menekankan, dari kerjasama ini tidak hanya sekedar seremoni dan retorika belaka. Namun yang terpenting bagaimana implementasi setelah MoU dilakukan.

“Untuk itu, saya minta kepada Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkaitnya untuk segera menindaklanjuti, dengan intensif komunikasi bersama pihak Tazkia. Saya juga harap, mudah-mudahan dalam waktu 4 bulan ke depan, sudah ada progres tindak lanjut dari kerjasama ini,” imbuhnya. (http://korankaltara.com)

Miftahul AnwarTingkatkan Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah, Pemprov Kaltara Gandeng Kerja Sama dengan STEI Tazkia Bogor
read more

Tazkia Gelar Workshop on Integration of Knowledge

No comments

[#news #update] .
.
‘Workshop on Integration of Knowledge’ Season 1 with :
.
.
Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec (Founder of Tazkia University)

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc (Rector of Tazkia University)

Dr. Habib Chirzin [International Institute of Islamic Thought (IIIT) Representative for Indonesia]

Prof. Dato’. Dr. Ahamed Kameel Mydin Meera (Managing Director of the Z Consulting Group, Malaysia)

Prof. Dr. Maliah Sulaiman (International Islamic University of Malaysia)
————————-
@msyafiiantonio
@murniati_mukhlisin
@chirzinhabib @akameel63

Miftahul AnwarTazkia Gelar Workshop on Integration of Knowledge
read more