Berita Kampus

STEI Tazkia Turut Ambil Bagian Dalam Workshop SPEKTRO Dan TOT Kebanksentralan BI Institut

No comments
STEI Tazkia telah memiliki MoU dengan Bank Indonesia Institute yang deperbaharui pada tahun 2017. Salah satu kerjasama yang disepakati adalah Pengembangan Kurikulum Mata Kuliah Kebanksentralan.
Terkait hal tersebut Dosen Prodi Ekonomi Islam, yang merupakan Pengampu MK Ekonomi Moneter, Ibu Ries Wulandari, MSi mengikuti agenda Workshop Spektro dan ToT Kebanksentralan. Acara berlangsung di Jakarta, selama 3 hari (18-20 April 2018). Acara dibuka oleh Direktur BI Institute, Ibu Arlyana Abubakar.
Ries Wulandari, SP, MSi (kedua dari kiri) bersama dosen pengampu MK kebanksentralan se-Indonesia.

Ries Wulandari, SP, MSi (kedua dari kiri) bersama dosen pengampu MK kebanksentralan se-Indonesia.

Output Acara ini adalah terbentuknya jaringan 74 PT seluruh Indonesia dalam Forum SPEKTRO, BI Institute. Forum ini merupakan bentuk Community of Practise (CoP) antara Bank Indonesia dan Perguruan Tinggi, dalam rangka Knowledge Mangement Pengembangan MK Kebanksentralan dan MK terkait serta Sosialisasi dan Edukasi Peran Bank Sentral Republik Indonesia.

Agenda terdekat yang dapat diikuti oleh Mahasiswa STEI Tazkia adalah Lomba CKC BI dan Bantuan Penelitian. Semua informasi dapat diakses melalui Prodi Ekonomi Islam atau laman www.spektro-bi.com. (humas)
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Turut Ambil Bagian Dalam Workshop SPEKTRO Dan TOT Kebanksentralan BI Institut
read more

Inflasi dan Keuangan Keluarga

No comments

By Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc, ( Konsultan Sakinah Finance/Ketua STEI Tazkia )*

Hari ini ada kajian riset para dosen atau dikenal dengan “Monday Forum” di Kampus STEI Tazkia. Topiknya menarik, yaitu “Determinan Inflasi: Pembuktian Teori Al-Maqrizi” dibawakan oleh Ketua Program Studi Ekonomi Syairah dan Direktur Pusat Studi Wakaf di STEI Tazkia, Nashr Akbar MEc. Tentu saja kali ini saya tidak akan membahasnya dengan memakai bahasa akademik yang terlalu serius itu, izinkan saya menyambungkan kata inflasi ini dalam konteks keuangan keluarga.

Inflasi itu apa?

Inflasi dikenal oleh masyarakat umum dengan “kenaikan harga barang”, yang akhirnya menurunnya nilai mata uang. Menurut Badan Pusat Statistik, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai mata uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Seringkali inflasi dipicu dari kenaikan harga listrik dan Barang Bakar Minyak (BBM), yang mengakibatkan naiknya ongkos produksi dan kendaraan sehingga berujung kepada melambungnya harga suatu barang dan jasa. Akibatnya, konsumer harus membayar lebih tinggi dari harga yang biasanya.

Sejak tahun 2016 hingga saat ini tingkat inflasi di Indonesia rata–rata di bawah 4 persen (kategori inflasi ringan), pernah di atas 4 persen ketika bulan Ramadhan dan Syawal dimana memang uang THR dan tabungan biasanya digunakan untuk memeriahkan pesta ummat Islam ini. Begitu juga untuk pembayaran zakat yang meningkat drastis di bulan – bulan tersebut yang dapat juga memicu daya beli rakyat miskin untuk keperluan rumah tangganya. Dari data yang ada, nampak trend perayaan natal bulan November dan Desember serta tahun baru tidak begitu memberikan dampak inflasi.

Bukan hal baru

Inflasi adalah bukan hal baru bagi masyarakat di dunia ini termasuk Indonesia maupun dalam sejarah Islam. Jerman mengalami inflasi hiper pada tahun 1922-1923 disusul Austria pada tahun 1931, dan Perancis pada tahun 1944-1966.

Inflasi juga terjadi di Nigeria, Inggris, Meksiko, Amerika juga negara – negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, yang terburuk yaitu ketika krisis keuangan dan goncangnya stabilitas politik tahun 1997-1998. Semoga tahun politik kali ini tidak memicu tingkat inflasi. Sebagai gambaran, tingkat inflasi menjelang dan saat Pemilu tahun 2013-2014 sempat di atas 8 persen.

Nashr Akbar memaparkan bahwa menurut al-Thabrani inflasi pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW, 14 abad yang lalu ketika terjadinya kekeringan dasyat di Madinah yang mengakibatkan naiknya harga hewan ternak dan bahan makanan. Begitu juga pada masa Sayyidina Umar bin Khattab pernah terjadi musim penyakit menular (wabah tha’un) di Amawas pada tahun 17 Hijriah dan begitu juga selanjutanya yang terjadi di Mesir.

Al-Maqrizi mengatakan bahwa inflasi bisa terjadi karena dua hal yaitu bencana alam termasuk wabah penyakit seperti kasus di atas dan juga kesalahan manusia. Kesalahan manusia bisa karena korupsi, pajak dan pencetakan uang yang berlebihan.

Kiat jitu menghadapi inflasi

Bulan puasa atau bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, kurang dari dua bulan, yang kemudian disusul bulan Syawal atau Idul Fitri dan perayaan “Open House”. Seperti pada tahun sebelumnya, harga barang akan cenderung naik, lantas bagaimana cara keluarga untuk menghadapi inflasi musiman tersebut? Salah satunya adalah merubah gaya hidup.

Sayyidina Umar bin Khattab memberikan contoh merubah gaya hidup ketika musim kelaparan dan inflasi terjadi. Dalam kitab al-Bidayah wan Nihayah karangan Ibnu Katsir, diceritakan bahwa Sayyidina Umar bersumpah tidak mau makan daging, samin dan susu sehingga setiap hari beliau hanya makan minyak zaitun hingga akhir musim paceklik itu.

Berikut adalah beberapa kiat bagaimana keluarga dapat mengatasi inflasi:

Kendalikan nafsu

Sebenarnya bulan Ramadhan adalah bulan mengendalikan nafsu, melatih kesabaran, dan menahan banyak godaan. Namun seringkali kita membuat pembenaran karena alasan Ramadhan adalah satu – satunya bulan yang istimewa sehingga diperlukan makanan minuman istimewa. Banyak di tempat berbuka puasa kita melihat semua makanan menarik dari kolek hingga lauk pauk, namun setelah azan Maghrib berkumandang, perut tak kuasa menampung, sehingga akhirnya banyak sisa makanan dan minuman yang terbuang.

Begitu juga saat Idul Fitri, sebagian keluarga memaksakan semua harus istimewa, baru dan mahal. Rendang dan opor ayam temannya lontong dan ketupat harus ada, walau terpaksa membeli dengan harga daging, ayam, cabe yang melonjak – lonjak. Begitu juga baju dan perabot yang harus diganti.

Malangnya, banyak keluarga yang mencairkan tabungan yang awalnya disiapkan untuk keperluan yang lebih penting. Parahnya, ada yang terpaksa berhutang karena ingin keluarganya dianggap mampu.

Maka dari itu perlu sekali memasang niat sejak awal agar bulan puasa dan lebaran tahun ini kita berubah menjadi yang lebih baik, untuk dapat lebih mengendalikan nafsu.

Daur ulang

Banyak tukang jahit dan perabot yang dapat mendaur ulang hordeng dan sofa juga mengecat ulang perabot rumah tangga tanpa harus membeli baru atau daur ulang istilahnya. Bajupun demikian yang dapat dicarikan alternatif harga murah kalau memang harus baru terutama untuk anak –anak.

Tingkatkan dana tabungan

Loh koq nabung? Iya, justru dengan perkiraan akan adanya pemasukan pendapatan lebih banyak saat Ramadahan dan Syawal, contohnya THR, rencana tabungan dan investasi harus dipikirkan. Hal ini adalah upaya antisipasi untuk mengatasi inflasi yang mungkin tidak kunjung turun di beberapa bulan selanjutnya. Dalam hal ini, tabungan dan investasi dapat menjadi satu solusi.

Pembiayaan syariah

Untuk menjaga tidak terpuruknya keadaaan keuangan kita saat inflasi adalah dengan memastikan semua pembiayaan kita dengan pihak bank adalah berbentuk tetap atau tidak naik turun, karena jika inflasi terjadi, pembayaran cicilan bank akan tetap stabil. Hal ini hanya ditemukan di lembaga keuangan syariah baik perbankan maupun koperasi dengan akad produk dan jasanya yang menjaga kestabilan kondisi keuangan keluarga. Tentu saja lebih menenangkan. Untuk keluarga yang sudah terlanjur mendapatkan kredit dan bank konvensional dapat segera memindahkan pinjamannya ke bank syariah dengan sistem “take over”.

Demikian pesan–pesan inflasi ini disampaikan, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

*) Motivator Sakinah Finance/Ketua STEI Tazkia

Miftahul AnwarInflasi dan Keuangan Keluarga
read more

Kerjasama IAI dan Tazkia

No comments

Pada hari Selasa, 10 april 2018, telah diselenggarakan acara penandatanganan nota kesepahaman antara STEI Tazkia dan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) tentang Pelaksanaan USAS (Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah) & CAFB (Certified in Accounting, Finance and Business) bagi mahasiswa STEI Tazkia. Acara ini dihadiri oleh Ibu Dr. Khomsiyah, M.M., Ak., CA., FCMA., CGMA. selaku anggota Dewan Pengurus Nasional IAI, Bapak Yakub, S.E., Ak., M.Ak., CA. selaku Direktur Pengembangan Kompetensi & Implementasi Standar Akuntansi Keuangan IAI, dan Bapak Reza Fauzi yang menjabat sebagai Koordinator Komunikasi dan Pemasaran IAI.

Acara diwali dengan sambutan dari Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, Rektor STEI Tazkia, yang menyampaikan harapan besarnya kepada mahasiswa/i jurusan akuntansi syariah agar bersemangat dalam menuntut ilmu dan menambah keahlian dengan mengikuti berbagai ujian sertifikasi yang diadakan oleh lembaga profesional semacam IAI. Dengan memiliki keahlian yang tersertifikasi, insya Allah lulusan STEI Tazkia akan lebih percaya diri dalam menghadapi persaingan di dunia kerja nanti. Selain itu, beliau juga menyampaikan niatnya untuk membuka program Magister Akuntansi Syariah di STEI Tazkia. Menurut beliau, belum ada universitas yang menawarkan program tersebut, sehingga hal ini tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi STEI Tazkia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Dr. Khomsyiah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sedikit sejarah IAI yang pada tahun ini telah berusia 60 tahun dan kiprah IAI dalam dunia akuntansi di Indonesia. Beliau juga memberikan motivasi kepada mahasiswa Akuntansi Syariah STEI Tazkia agar kelak dapat menjadi pioneer dalam mendirikan Kantor Jasa Akuntansi Syariah yang saat ini belum ada di Indonesia.

Penjelasan materi dari IAI mengenai SAS dan CA

Selanjutnya, Bapak Yakub dari IAI mempresentasikan materi terkait dengan ujian sertifikasi USAS dan CAFB. Poin penting yang beliau tekankan diantaranya adalah bahwa ahli akuntansi syariah juga harus memiliki basic yang kuat dalam bidang akuntansi konvensional. Hal ini erat kaitannya dengan pencatatan dalam akuntansi syariah yang pada dasarnya mengacu pada akuntansi konvensional. Selain itu, seorang akuntan yang baik tidak hanya harus ahli dalam menyusun laporan keuangan, namun juga harus memiliki kemampuan analitis dan dapat mengikuti perkembangan di dunia keuangan yang selalu berubah. Oleh karena itu, memiliki sertifikasi dalam bidang akuntansi syariah maupun akuntansi konvensional akan memberi nilai tambah bagi mahasiswa yang ingin berkarir sebagai akuntan profesional, baik di perusahaan, lembaga non-profit, maupun menjadi seorang akademisi.

Mahasiswa/i jurusan Akuntansi Syariah dari angkatan 15 dan 16 yang menghadiri acara ini terlihat antusias dengan pemaparan yang diberikan oleh Bapak Yakub. Beberapa di antara mahasiswa/i tersebut mengajukan pertanyaan terkait dengan sistem pelaksanaan ujian sertifikasi dan juga perbedaan antara akuntan profesional di Indonesia dengan negara-negara lainnya.

Penandatanganan MoU oleh Tazkia dan IAI

Acara inti berupa penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dilakukan pada pukul 14.30 WIB oleh Ibu Dr. Murniati Mukhlisin selaku perwakilan dari STEI Tazkia dan Ibu Dr. Khomsiyah selaku perwakilan dari IAI. Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan mahasiswa/i STEI Tazkia khususnya jurusan Akuntansi Syariah dapat mengembangkan keahlian dan kompetensi yang dimiliki serta memperoleh ilmu yang kelak diamalkan agar menjadi manfaat bagi umat.

Program Studi Akuntansi IslamKerjasama IAI dan Tazkia
read more

Fintech Syariah Butuh Fatwa yang Mendesak

No comments

Kebutuhan akan fatwa fintech syariah dinilai mendesak karena fatwa akan menjadi panduan. Wakil Ketua STEI Tazkia yang menginisiasi Pusat Kajian Fintech Syariah di STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin, menjelaskan bahwa bersama DSN MUI, pihaknya tengah mengawal fatwa fintech syariah.

Karena masih wacana, selama fatwa belum keluar, panduan fintech syariah masih belum jelas. Keberadaan sandbox oleh regulator belum cukup dan tetap harus ada panduan fatwa. “Produk konvensional mudah dijual dan mudah diakadsyariahkan, tapi itu harus dipandu fatwa,” ungkap Murniati di sela-sela penganugerahan Tokoh Perubahan Republika 2017 di Jakarta, Selasa (10/4).

Pihaknya sudah rapat bersama DSN pada Februari lalu dan menargetkan fawa tersebut bisa diluncurkan pada Maret. Melihat kondisi saat ini, Murniati menduga kemungkinan fatwa fintech syariah akan DSN munculkan pada April ini.

“Saya sempat mengusulkan adanya alur-alur panduan bagi fintech dalam fatwa itu sehingga audit syariah internal fintech pun jalan sejak awal karena ada beberapa hal yang sensitif. Apagi fatwa harus tetap merujul pada fatwa sebelumnya,” ujar Murniati.

Mewakili Indonesia, Murniati juga diundang di Cambrige University, Inggris, untuk memberi masukan model fintech yang cocok untuk GCC. Ia optimistis masukan-masukan dari Indonesia bisa didengar. Yang ia tawarkan adalah model urun dana (crowd fund) atau pembiayaan antar individu (P2P).

Model fintech syariah Singapura adalah urun dana dengan pasar Indonesia. Sementara itu, model fintech sendiri lebih cocok P2P karena jarak antar kota yang jauh dan penduduk yang besar. “Misalnya, Saudi bisa dicoba seperti model fintech syariah Singapura. Mereka sudah mulai, tapi sifatnya sosial. Fintech bisa membuat daya ungkitnya lebih besar,” kata Murniati.

Di Indonesia, fintech syariah asing tidak boleh beroperasi kalau tidak mendapat izin otoritas. Ketegasan BI dan OJK sudah berjalan. Jika ada fintech kecil yang mengumpulkan dana masyarakat, OJK akan kesulitan menangani itu. Karena itu, Murniati menyarankan agar OJK merelaksasi aturan dengan membuat pelevelan fintech seperti di perbankan.

Miftahul AnwarFintech Syariah Butuh Fatwa yang Mendesak
read more

LPPM-Tazkia Hadirkan BI dalam acara Monday Forum

No comments

Senin, 09 April 2019 M/ 22 Rajab 1439 H, Kepala LembagaPenelitiandanPengabdianMasyarakat (LPPM) STEI Tazkia, Ibu Ries Wulandari mengundang salah satu peneliti Departemen Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) yaitu Ibu Siti Rahmawati untuk sharing terkait Kebijakan Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah pada acara rutin Monday Forum.

Saat ini, Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar belum dapat menjadi benchmark dalam perkembangan ekonomi syariah. Menurut Global Islamic Economics,  Indonesia masuk kedalam sepuluh besar pada tiga kategori industri halal yaitu, keuangan, farmasi & kosmetik halal serta travel. Ibu Siti memberikan gambaran kunci sukses keuangan syariah dari beberapa negara benchmark seperti Malaysia, Sudan dan Dubai yaitu dengan mencanangkan keuangan syariah sebagai program nasional. Hal ini sejalan denganharapan BI mengenai pengembangan keuangan syariah ke depan yaitudengan membuat otoritas khusus keuangan syariah.

Pemaparan dilanjutkan dengan diskusi dengan dosen-dosen STEI Tazkia. Diskusi ini membahasbagaimana mengembangkan sumber daya manusia yang dibutuhkan bagi keuangan syariah dengan harapan STEI Tazkia dapat berkontribusi dalam riset serta sumber daya manusia syariah yang berkualitas.

Monday Forum dilanjutkan dengan presentasi proposal penelitian dari dua dosen Tazkia yaitu Nashr Akbar dengan judul penelitian ‘Determinan Inflasi: Pembuktian Teori AL-MAQRIZI.’ Pemaparan selanjutnya tentang ‘Analisis Rantai: Pendekatan dalam Merancang Produk Keuangan Syariah. (Studi Kasus Pada Perajin Sepatu yang tergabung pada Koperasi Pengrajin Sepatu Ciomas Bogor)’ oleh Mukhamad Yasid.

 

Miftahul AnwarLPPM-Tazkia Hadirkan BI dalam acara Monday Forum
read more

Ukhuwah dan Berjamaah Kunci Kejayaan Ekonomi Syariah

No comments
Ekonomi Syariah bukanlah hanya milik perbankan,  asuransi, pasar modal, dan lembaga keuangan modern lainnya. Ia adalah milik umat Islam, bahkan jika merujuk pada fungsi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, maka sejatinya ekonomi Islam adalah ekonomi yang selaras dengan fitrah manusia tanpa melihat agama dan kepercayaannya. Merujuk pada fakta ini maka ekonomi syariah haruslah terus disebarkan ke seluruh pelosok negeri bahkan ke setiap sudut jagad raya.
Salah satu dari kunci sukses penyebaran ekonomi syariah adalah Dakwah Ekonomi Syariah yang harus terus digaungkan oleh para dai dan seluruh umat Islam. Tentu saja ia melibatkan seluruh komponen umat Islam untuk memanfaatkan seluruh moment yang ada sebagai masa untuk mengenalkan dan mensosialisasikan ekonomi yang adiluhung ini.
Perayaan Hari Besar Islam adalah moment yang sangat special karena pada hari tersebut umat Islam berkumpul dan telah siap dengan tausiah Islamiyah. Sehingga moment ini tidak boleh disia-siakan untuk menyebarkan, mengenalkan, dan memahamkan umat mengenai ekonomi Islam.
Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI sebagai Kepala Prodi Hukum Ekonomi Syariah sangat memahami hal ini, sehingga saat diundang untuk menyampaikan tausiah Islamiyah selalu memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan dan mensosialisasikan ekonomi syariah. “Kalau kita betul-betul taat Allah dan RasulNya, dan kita juga mencintai Umat Islam dan Indonesia maka satu-satunya cara adalah dengan melaksanakan ekonomi Syariah” demikian ujar Dr. M dengan lantang di hadapkan Jamaah Masjid Nuruzaman Bogor Tengah.
Tausiah yang dihadiri oleh ibu-ibu, bapak-bapak, remaja masjid dan anak-anak yang berada di Bogor Tengah berlangsung sangat meriah. Bahkan hadirin yang hadir rela duduk di teras masjid dan jalan raya di depan masjid.
Dalam tausiahnya Dr. M menyatakan bahwa ekonomi Islam tidak akan bisa berjaya tanpa adanya ukhuwah Islamiyah yang kokoh, salah satu yang bisa diaplikasikan dengan mudah adalah dengan membeli dari saudara muslim. Selain itu menurut dosen STEI Tazkia ini bahwa *Berjama’ah* adalah kunci sukses berikutnya. Tidak akan maju umat ini jika masih berkutat dalam perselisihan furuiyyah, merasa benar sendiri dan mudah menyalahkan orang lain. Maka berjamaah adalah kita bersama memajukan ekonomi syariah dengan membentuk berbagai lembaga bisnis yang berbasis umat.
Doktor bidang Islamic Law dari UIN Sunan Gunung Djati ini juga menyatakan bahwa saat ini masa di mana kita harus berjihad, jihad yang sangat urgen dan kontekstual adalah Jihad Ekonomi Syariah. Saat ini umat Islam tengah dijajah secara ekonomi, maka melawan kapitalisme dengan santun adalah solusi mulia.
Maka, Ukhuwah dan Berjamaah adalah salah satu kunci sukses bagi berjayanya ekonomi syariah. Sehingga sudah saatnya kampus dan akademisi terus menyebarkan ekonomi Syariah, salah satu medianya adalah momen di mana umat Islam berkumpul yaitu hari-hari besar Islam. Mari Jalin Ukhuwah dan Sentiasa Berjamaah.
Miftahul AnwarUkhuwah dan Berjamaah Kunci Kejayaan Ekonomi Syariah
read more

‘Festival Gerakan Mengajar’ Dari Tazkia Untuk Perbaikan Kualitas Pendidikan Anak Bangsa

No comments

Minggu 1 April 2018 Mahasiswa STEI TAZKIA mengadakan kegiatan“Festival Gerakan Mengajar (FGM)”. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diadakan untuk  melihat dan mengevaluasi kinerja dan keberhasilan dalam pengajaran, serta bertujuan untuk mengapresiasi kemampuan anak-anak didik, menjalin silaturahmi dan membimbing mereka untuk menjadi anak yang berhasil di Jalan Allah SWT, sesuai  dengan yel-yel dari Gerakan Tazkia Mengajar (GTM) itu sendiri “Mari Berbagi Untuk Mencari Ridho Illahi”

Pembukaan kegiatan  festival gerakan mengajar dimulai pada pukul 08:00 di Loby Kampus STEI TAZKIA, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an  yang dibacakan oleh “Buna”selaku panitia dan pengajar dari kegiatan festival gerakan mengajar (FGM). Dalam kegiatan Festival Gerakan Mengajar, dihadiri dari 4 (empat) Madrashah yaitu Cadas Ngampar, Jampang 1, Bojogoneng, dan Cicadas. Kegiatan selanjutnya yaitu lomba-lomba  yang telah diadakan oleh panitia pelaksana seperti lomba Azan yang diwakili oleh 8 orang, lomba MHQ 7 orang, lomba Mewarnai 8 orang, lomba puisi 8 orang serta lomba cerdas cermat yang diwakili oleh 12 orang. Dalam penilaian lomba, panitia memberikan penilian yang berbeda-beda pada setiap lomba yang diadakan. Penilaian setiap lomba juga diwakili oleh dewan juri yang merupakan mahasiswa Tazkia yang kompeten dibidangnya.

“Allhamdulillah dari kegiatan Festival Gerakan Mengajar ini kami bisa dipertemukan dengan adik-adik dari setiap madrashah, sehingga kami bisa menjalin silaturahmi antar sesama, bisa saling mengenal dan bisa lebih dekat dengan adik-adik dan pengurus Gerakan Tazkia Mengajar (GTM) yang lain, dan Allhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kami dan bisa memberikan  yang terbaik serta menularkan semangat kepada anak-anak didik kami.” Ungkap Try Setyo Widiarto Selaku Ketua keseluruhan Gerakan Tazkia Mengajar (GTM).

Tiba di penghujung acara, tepat pada pukul 12:00 acara ditutup dengan pembacaan do’a bersama untuk mengakhiri seluruh rankaian acara dan kegiatan.

syifa amalia‘Festival Gerakan Mengajar’ Dari Tazkia Untuk Perbaikan Kualitas Pendidikan Anak Bangsa
read more

How To Be Naked Delegates

No comments
Rabu, 4 April 2018 bertepat di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Alhamdulillah telah terlaksana acara “Seminar dan Talkshow dengan Tema “How to be naked delegates”
Kegiatan ini di inisiasi oleh Divisi Lingkungan Hidup MAPALA HAIHATA dengan mengundang mahasiswa Stei Tazkia Dan Mapala Sebogor, Terimakasih Yang sudah hadir kepada :
Bem, Himmah, Impust, Pasca, Progress, Dpm,T-smart,dan Mapala sebogor.
Terimakasih ke pada Rimpala, MKPL, Mapala djuanda, Mapar, Kowala,Angsana, Makupela, Fahutan.
Kegiatan di mulai pukul 15.30 sore dan berakhir pada pukul 18.00 sore mendapat apresiasi terhadap Mahasiswa Tazkia dan Mapala sebogor. Kegiatan dimulai dari seminar dan talk show dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab berakhir dengan pemberian Sertifikat kepada pembicara yang di berikan oleh Ketua Umum Mapala Haihata dilanjutkan sesi berfoto bersama doa dan penutup.
Dengan tujuan agar menyadari terkadang kita terjebak dengan rutinitas sehari-hari tanpa menyadari, dengan traveling kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, kita bisa dapat mengenal saudara sesama muslim kita lebih banyak lagi. Dan yang terpenting kita bisa sadar bahwa nikmat Allah SWT memang sudah sepatutnya untuk selalu disyukuri.
syifa amaliaHow To Be Naked Delegates
read more

Gaung STEI Tazkia dalam Kampanye World Quran Hour di Malaysia

No comments

Jumat, 30 Maret 2018.
Malaysia. #worldwuranhour merupakan _hashtag_ yang diprakarsai oleh Yayasan Warisan Malaysia sebagai bentuk _campaign_ untuk mengajak umat Muslim kembali kepada Al Quran; membacanya, memahaminya, dan mengamalkan isinya. Tahun ini, tema yang diangkat adalah surah Al Hujarat, yang didalmnya terkandung bagaimana bergaul dengan sesama Muslim dan non Muslim.

Bermula dari lantunan adzan yang merupakan syiar Islam, panggilan yang paling mulia dari Rabb semesta alam, yang selalu silih berkumandang dengan merdu nan syahdu di Bumi Allah tanpa henti. Dimulai dari ujung timur Indonesia hingga ke _Baitullah_ di Makkah, dan kembali lagi di timur Indonesia. Semangat ini lah yang melandasi kampanye untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al Quran.
Adapun hasil yang ingin dicapai adalah minimum setiap Muslim senantiasa bersama (membaca) Al Quran satu jam setiap harinya.

Yayasan Warisan Malaysia bekerja sama dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai panitia sejak tahun 2016 telah melakukan kampanye #worldquranhour di lingkup Malaysia. Namun, kampanye ini lebih luas mencakup negara-negara lainnya pada tahun 2017. Pada tahun ini, #worldquranhour akan dilaksanakan pada 22 Ramadhan 1429H.

Beberapa mahasiswa internasional dari Indonesia, Yaman, Arab Saudi, Thailand, Nigeria, India, Suriah, China dilibatkan dalam #worldquranhour tahun ini untuk menyebarkan semangat dan turut serta. Lebih lanjut, STEI Tazkia secara khusus diundang untuk turut ambil andil dalam kampanye ini.

Dalam kesempatan ini juga, STEI Tazkia memaparkan bahwa memiliki visi yang sama. Gerakan kampanye ini sudah dimulai sejak awal 2018 ditandai dengan telah dimulainya wakaf Al Quran, Al Quran tersedia di setiap kelas, dan mahasiswa senantiasa membacanya sebelum kelas dimulai.

Adapun teknis #worldquranhour pada 22 Ramadhan tahun ini adalah bertempat di Masjid utama IIUM, dimulai pukul 09.00 hingga 10.30 (waktu setempat). Sedangkan, untuk negara belahan lainnya diharapkan juga melakukan kegiatan membaca dan mentadabburi Al Quran di hari yang sama (waktu disesuaikan).

Sebagai penutup,
عَنْ عُثْمَانَ – رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

Artinya: “Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” Hadits riwayat Bukhari.

Rizqi ZakiyaGaung STEI Tazkia dalam Kampanye World Quran Hour di Malaysia
read more

STEI Tazkia Kembali Mendulang Prestasi Dalam Ajang Temilnas 2018

No comments
Alhamdulillah, puji syukur atas karunia Allah… Mahasiswa STEI Tazkia kembali berprestasi dalam ajang TEMILNAS (Temu Ilmiah NASIONAL) 2017 🏆🏆🏆
1. Juara 3 BUSINESS PLAN
Nurhuda Abdullah (16103033)
– Farras Syafiqah (16101116)
– Muhammad Ghifariyadi (16101035)
2. Juara 3 Olimpiade Eksyar
– Thufeil Muhammad Tyansah (16101036)
– M. Wahyudi Pranata (1519274)
– Via Sifa Athul Jannah (1519047)
3. Juara 3 Video kreatif
– M. Imaduddin (1519234
– Amalia Zulfa Salsabila (1519034)
– Desi Permata Sari (1519113)
Barakallah fikum para Ekonom Rabbani..
#KampusPeloporEkonomiIslam
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Kembali Mendulang Prestasi Dalam Ajang Temilnas 2018
read more