Berita Kampus

SHARING EXPERIENCE SESSION IN CORPORATE STRATEGY With Pambudi Sunarsihanto, Msc, MBA

No comments

Dimulai tepat pukul 10:00 WIB, seminar yang bertajuk Sharing Experience Session In Corporate Strategydengan tema “Corporate Experience and Learning Culture” pada hari Sabtu, 20 Otober 2018 M / 11 Shafar 1440 H menghadirkan pembicara yang disebut sebagai “Aset Umat” oleh rektor STEI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dalam  speech openingnya. Dipandu oleh Bapak Muchlis sebagai salah satu pengurus Yayasan Tazkia Cendekia, acara yang diselenggarakan oleh program Pasca Sarjana STEI Tazkia ini berlangsung seru dan menarik, pasalnya baik dari  pembicara  maupun para audiens turut serta aktif dan responsif bertanya dan berbagi pengalaman, alhasil Meeting Room Lt. 2 kampus utama STEI Tazkia yang berpusat di Sentul City ini pun terasa hangat dan dipenuhi semangat optimisme menuju perubahan yang lebih baik.

Acara ini menghadirkan pembicara yang sangat expert di bidangnya, yaitu Pambudi Sunarsihanto, Msc, MBA. selaku HR Director Danone Aqua yang mamiliki lebih dari 12.000 karyawan di Indonesia ini menumbuhkan antusiasme yang tinggi dari audiens ditambah pembawaanya yang terlihat sersan alias serius namun santai benar-benar menyuguhkan sajian yang epik dari mantan pimpinan HRD di Nokia Beijing, Executive Vice President (HRD) Telkomsel Indonesia, Senior Consultant di Mazars, consulting Asia Singapura, dan beberapa posisi penting lainnya.

Dalam pemaparannya beliau menuturkan 3 hal utama yang harus dipahami para audience, yakni leadership consistent, corporate performance, dan learning agilty.

Pertama. leadership consistent, “Anda bisa menyebut diri anda sebagai leader kalo ada follower, dan itu membutuhkan konsistensi. Problem yang terjadi hari ini adalah gak konsisten, hari ini bilang putih, esok lusa bisa hitam atau merah”, terangnya. Dirumuskanlah 3 poin penting dalam leadership; lead your business, lead your team, dan lead your self. Tiga hal yang menurut pria penggemar travelling  ini selaras dengan semboyan Ki Hajar Dewantara. Ing ngarsa sung tuladha ( di depan memberi contoh), ing madya mbangun karsa ( di tengah mengembangkan anggota team), tut wuri handayani ( di belakang melihat usaha berkembang).

Kedua. corporate performance, dunia bisnis saat ini sulit  diprediksi, setiap waktu mengalami perubahan. “Dunia berubah, ekonomi berubah, bisnis berubah, politik berubah, kompetisi berubah, perilaku konsumen berubah. Dan kalo anda tidak berubah, bersiaplah bahwa anda akan hilang ditelan jaman.”, tutur ayah 3 orang anak ini. Perusahaan-perusahaan besar yang berjaya di masanya seperti Kodak, Nokia, dan lain-lain tidak mampu mengikuti perubahan sehingga sekarang hanya bertitel “almarhum”.  Lantas ketidakpastian apa yang kita hadapi? Beliau menuturkan 4 kata yang disingkat dengan VUCA:

  1. Volatile (Rapuh)
  2. Uncertainty (Ketidakpastian)
  3. Complexity (Rumit)
  4. Ambiguity (rancu)

Mengutip perkataan Charles Darwin ”Makhluk yang akan terus bertahan bukan makhluk yang paling kuat, makhluk yang paling sukses adalah makhluk yang mampu bertahan dalam perubahan.” berkaitan pula dengan poin ketiga yaitu learning agilty.

             Ketiga. learning agilty, Kemampuan anda mempelajari hal baru, the ability to learn new things. Sepintar apapun anda, kemampuan anda di masa depan mungkin sudah tidak relevan kalo tidak mampu berinovasi dan mengembangkan diri.

Tepat pukul 11:50 WIB, acara selesai dan diakhiri dengan pembagian 3 buku kepada penanya terbaik khusus dari pembicara dan juga pemberian cinderamata dari rektor STEI Tazkia serta foto bareng. (Isna)

 

 

Miftahul AnwarSHARING EXPERIENCE SESSION IN CORPORATE STRATEGY With Pambudi Sunarsihanto, Msc, MBA
read more

Tazkia Lantik Pengurus LDK Al-Iqtishod Periode 2018-2019

No comments

Selasa, 16 Oktober 2018.  Tazkia melaksanakan Pelantikan Kader LDK masa amanah 2018-2019 yang berlokasi di Hall lantai 3 Gedung Kampus STEI Tazkia. Acara ini merupakan puncak rangkaian kegiatan Open Recruitment LDK Al-Iqtishod bagi para pengurus baru angkatan 17.

Disaksikan oleh perwakilan KSEI Progres, BEM REMA STEI Tazkia, dan 4 HMJ, pengurus angkatan 16 sukses membuat acara pelantikan ini berlangsung dengan lancar. Kegiatan dimulai pada pukul 16.00 dengan pembukaan dan tilawah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Tazkia serta sambutan.

Sesi pelantikan berlangsung kondusif, para kader angkatan 2017 yang berjumlah 57 orang berbaris rapi dengan menggunakan seragam yang telah ditentukan, kemudian masing-masing dipanggil namanya dan disebutkan divisi yang akan ditempati, divisi yang ada di LDK Al-Iqtishod terdiri dari BPH, Kaderisasi, Kajian Islam (Kalam), Usaha Mandiri (Usman), Annisa (Keakhwatan), Syiar (Media) dan DS (Dakwah Sekolah).

Setelah pembacaan ikrar pengurus baru berakhir, kader angkatan 17 resmi menjadi anggota pengurus LDK Al-Iqtishod dan siap meneruskan estafet dakwah di kampus STEI Tazkia, Insya Allah. Acara berlangsung hingga pukul 17.30 dan ditutup dengan doa bersama. (Aisyah)

 

Miftahul AnwarTazkia Lantik Pengurus LDK Al-Iqtishod Periode 2018-2019
read more

Daurah Al-Qur’an STEI Tazkia, Move On Bersama Al-Qur’an!!!

No comments

Sabtu, 13 oktober 2018 kemarin telah dilaksanakan kegiatan Daurah Al-Qur’an dengan tema “Move On dengan Al-Qur’an bersama Ustadz Zaid Muzayyan-founder Club Motor Mengaji” yang bertempat di masjid Andalusia Islamic Center. Acara ini diadakan dalam rangka magang bagi para calon pengurus LDK Al-Iqtishad angkatan 2017 dan merupakan salah satu rangkaian open reqruitmentnya.

Sekitar pukul 15:45 acara dimulai dengandiawali pembacaan ayat suci Al-Qur’anoleh Muhammad Ismailkemudian sambutan dari ketua pelaksana Ibnu Hibban Hartono dan ketua LDK Al- Iqtishad Ikhsanul Ikhwan yang dilanjutkan dengan motivasi dari pembicara yaitu Ustadz Zaid Muzayyan yang merupakan founder Club Motor Mengaji.

Mengangkat tema yang sangat unik bagi kaum millenial “Move On dengan Al-Qur’an bersama Ustadz Zaid Muzayyan-founder Club Motor Mengaji”, panitia sukses membuat acara ini berlangsung khidmat dan syahdu oleh lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari pembicara yang mengajak peserta untuk kembali bermuhasabah diri terhadap kecintaannya kepada Allah dan Rasulullah melalui Al-Qur’an.

Dengan jargon”Mushaf Bersamaku, Al-qur’an di Hidupku, Ya Kali Gak Kuy” mampu menarik peserta khususnya kaum millenial untuk merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi pembahasan, diantaranya Q.S. At-Tahrim:8 dan Q.S. Al-Ankabut:69. Inilah janji Allah yang menjadi pegangan pembicara dalam hijrahnya dari dunia gelap menuju dunia terang benderang bersama Al-Qur’an hingga mampu membawa lingkungannya yang notabene jauh dari ruhani islami menjadi club motor mengaji.

Diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh pembicara mampu menghayutkan suasana menjadi hening dalam munajat kepada-Nya. Pesan terakhir yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui move on dengan Al-Qur’an ini yaitu:

  1. Niat
  2. Shalat taubat
  3. Perbanyak dzikir pagi & sore
  4. Istiqamah
  5. Sungguh-sungguh

Ditutup pada pukul 17:30 dengan quotes pamungkas “orang yang shalih pasti baca Al-Qur’an, tapi belum tentu orang yang membaca Al-Qur’an adalah orang shalih”. (Isna)

Miftahul AnwarDaurah Al-Qur’an STEI Tazkia, Move On Bersama Al-Qur’an!!!
read more

Grand Launching Matriculation Language Programs

No comments

Kamis, 11 Oktober Kampus Matrikulasi STEI Tazia mengadakan “Grand Launching Matriculation Language Programs”. Program bahasa ini merupakan sebuah program yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan Arab (aktif) seluruh mahasiswa Tazkia. Program ini juga ditujukan untuk menyiapkan dan mencetak Ekonom yang mampu bersaing dalam kancah Internasional.

Dengan berlakunya Program ini setiap mahasiswa diwajibkan untuk:

1. Berbahasa Inggris atau Arab selama program matrikulasi, dan di area Matrikulasi;

2. Mereka bersedia saling mengingatkan untuk menegakkan bilingualisme;

3. Mereka bersedia membangun lingkungan bahasa yang kondusif;

4. Yang terakhir mereka mau menerima konsekuensinya jika melanggar peraturan.

“Program ini ditujukan agar mahasiswa terbiasa untuk menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam aktifitas sehari-sehari mereka. Selain itu program ini juga ditujukan sebagai bekal bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri mereka dalam persaingan dunia profesional dalam”. Papar Ustadz Hasan (Ketua program matrikulkasi) sekaligus meresmikan program.

Miftahul AnwarGrand Launching Matriculation Language Programs
read more

MONDAY FORUM, Paradox Perekonomian Global Ekonomi Islam & Perspektif Perekonomian Nasional

No comments

Senin, 08 Oktober 2018 M/  28 Muharram 1440 H

Monday Forum kali ini diisi dengan talk dari Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Politik FEM IPB, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, S.E, M.S, DEA. Acara dibuka pukul 10.00 WIB oleh Rizki Zakiya, S.E.I. dari Humas STEI Tazkia selaku pembawa acara. Tilawah Qur’an dibacakan oleh Muhammad Alwi, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah STEI Tazkia. Sebelum memulai pada acara inti, Bu Ries Wulandari, M.Si selaku kepala LPPM memberikan sambutan dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. selaku ketua STEI Tazkia dan Dr. M. Syafii Antonio selaku Pembina Yayasan Tazkia Cendekia.

Seminar Talk Series dimoderatori oleh Dr. Mukhamad Yasid, M.Si. Prof. Didin adalah salah satu orang yang memberi masukan tentang perlunya pendidikan ekonomi Islam sejak 19 tahun yang lalu. Prof. Didin beserta Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec dan Dr. Yasid telah bersama-sama membangun Tazkia dan Prof. Didin pun sempat mengajar di Tazkia hingga tahun 2012.

Prof. Didin membuka dengan pernyataan bahwa ekonomi Islam tidak hanya di ruang kosong, tetapi harus berada pada ruang yang dinamis, yang bisa merespon perkembangan yang terjadi. Prof. Didin memaparkan permasalahan saat ini, bahwa dunia modern dibangun oleh sekularisme. Sikap sekuler ini berasal dari keadaan Eropa yang miskin karena otoritas gereja yang bekerja sama dengan tuan tanah, sehingga mereka menganggap bahwa penyebab kemiskinan dan yang menghalangi perkembangan Eropa pada masa itu adalah agama. Kaum sekuler menganggap bahwa sebaiknya agama tidak ikut campur dalam kehidupan sosial. Hal ini berujung pada revolusi ilmu pengeahuan, revolusi industri dan revolusi politik. Pihak yang mengendalikan dunia bukanlah Amerika atau Eropa, melainkan para pebisnis. Karena sekuler tidak ada pengendalian dari agama, maka yang bergerak adalah nafsu duniawi.

Inilah yang disebut paradoks, adanya Rainasance melahirkan sekularisme, dan dari sekularisme melahirkan revolusi pertanian, revolusi industri, revolusi keuangan dan revolusi ekonomi digital. Model ekonomi saat ini berdasarkan keinginan yang berakhir pada eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Kaum modal berkuasa atas kaum buruh. Model ini akan sangat sulit berubah jika masyarakat masih sekuler dan tidak menerapkan norma agama.

Prof Didin memaparkan bahwa dasar Maqoshid yang beliau gagas ada tiga: Tauhid, Adalah (keadilan) dan Kholifatu fil Ardh (kepemimpinan). Beliau juga memberikan solusi berupa ‘Asian Ways’ yaitu agama menjadi landasan proses pembangunan, full employment oriented dan extended family based social security system. Bahwasannya segala perkembangan ilmu pengetahuan perlu dilandasi dan dimasukkan nilai-nilai agama dan setiap masyarakat saling peduli satu sama lain.

Bapak Yasid selaku moderator menutup pemaparan Prof Didin dengan mengatakan bahwa masalah ekonomi adalah keserakahan yang kemudian memiliki tempat dan akhirnya mengeksploitasi. Jika kita bisa bahagia tanpa menjadi Amerika, untuk apa menjadi Amerika? Seminar talk series diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. (Istiqomah Sya’bani)

Miftahul AnwarMONDAY FORUM, Paradox Perekonomian Global Ekonomi Islam & Perspektif Perekonomian Nasional
read more

IAI DAN STEI TAZKIA MENYELENGGARAKAN USAS

No comments

Sabtu, 26 Muharram 1440 H bertepatan 06 Oktober 2018 M, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bekerjasama dengan STEI Tazkia menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah (USAS).  Sekarang, sertifikasi keahlian banyak dibutuhkan oleh industri, karena lebih langsung fokus pada keahlian tertentu. Terutama di perbankan syariah, sertifikasi akuntansi syariah merupakan suatu keahlian yang sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional perbankan syariah. USAS terdiri dari tiga level ujian, yaitu elementary, intermediate dan advanced level. Jika peserta ujian dinyatakan lulus ketiga level tersebut, mereka mendapatkan gelar profesi sertifikasi Akuntan Syariah (SAS) di belakang namanya.

Sebelum mengikuti wisuda, mahasiswa STEI Tazkia, khususnya mahasiswa program studi akuntansi syariah diwajibkan mengikuti ujian sertifikasi ini. Sebanyak 17 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa program S1 dan S2 mengikuti USAS yang diselenggarakan pertama kali di STEI Tazkia. Beberapa dosen STEI Tazkia juga turut berpartisipasi dalam ujian sertifikasi tersebut. Harapannya adalah mahasiswa tersebut mendapatkan pengakuan dari institusi eksternal atas keahliannya dalam bidang akuntansi syariah. Sehingga, ketika lulus dari STEI Tazkia langsung dapat diterima di dunia kerja secara mudah dan dapat bersaing dengan yang lain.

Miftahul AnwarIAI DAN STEI TAZKIA MENYELENGGARAKAN USAS
read more

Penandatanganan Kerjasama STEI Tazkia dan Universitas Pamulang serta Seminar Nasional Sharia Accounting Crucial To Meet Challenge of Industry 4.0

No comments

Kamis, 4 Oktober 2018 / 25 Muharram 1440 H. bertempat di Auditorium Lantai 8 Universitas Pamulang, STEI Tazkia dan Universitas Pamulang menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) kerjasama di bidang Peningkatan Aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi dan peningkatan kualitas SDM. Kerjasama ini mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat diantara kedua kampus. Adapun penandatanganan dilakukan oleh Rektor Universitas Pamulang Bapak Dr.H. Dayat Hidayat, MM dan Ketua STEI Tazkia Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc.

Penandatanganan MOU ini dilakukan bersamaan dengan diselenggakannya Seminar Nasional bertema “Sharia Accounting Crucial To Meet Challenge of Industry 4.0”, Dr. Murniati Mukhlisin menjadi narasumber dalam kegiatan ini bersama Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono, M.Ec, Ph.D., CPA.,CA yang merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Adapun peserta yang hadir pada kegiatan tersebut terdiri dari mahasiswa, dosen, dan civitas akademika program studi Akuntansi Universitas Pamulang serta tamu dari pihak mitra seperti Bursa Efek Indonesia, PT Zahir Internasional, STIE Banten, dan Desa Binaan Universitas Pamulang.

Pemaparan disampaikan oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc diawali dengan perkembangan Ekonomi Syariah dibeberapa negara termasuk negara non-muslim baik di Eropa maupun Asia, pemaparan dilanjutkan dengan pengenalan Fintech termasuk keunggulan dan kelemahan serta tantangan Fintech di Indonesia. Dr. Murniati Mukhlisin menjabarkan bahwa Fintech sangat diperlukan dikarenakan penyebaran kredit Syariah saat ini hanya berpusat di Pulau Jawa dengan persentase 60%, diharapkan adanya Fintech dapat membantu perkembangan kredit Syariah hingga ke pelosok-pelosok nusantara. Pengembangan Fintech, tambah Murniati, dapat dilakukan dalam sektor ekonomi kreatif seperti halal fashion, game, dan lain sebagainya dengan tetap memperhatikan unsur Syariat Islam.

Sesi pemaparan disajikan lebih menarik oleh Murniati atau yang lebih akrab di sapa dengan Madam Ani dengan adanya hadiah bagi peserta yang dapat menjawab kuis yang diajukan beliau. Selain itu, antusiasme peserta terhadap isu hangat Fintech ini dibuktikan banyaknya pertanyaan yang masuk dari kalangan mahasiswa. Seminar ini ditutup dengan pemberian hadiah diberikan oleh Madam Ani kepada 6 orang penanya terbaik serta penjawab kuis dengan jawaban terbaik sekaligus foto bersama.

 

Rizqi ZakiyaPenandatanganan Kerjasama STEI Tazkia dan Universitas Pamulang serta Seminar Nasional Sharia Accounting Crucial To Meet Challenge of Industry 4.0
read more

LPPM STEI Tazkia berkolaburasi dengan Maybank Syariah mengadakan Exclusive Research Camp 2

No comments

Hari Kamis-Jumat 27-28 September 2018, LPPM STEI Tazkia berkolaburasi dengan Maybank Syariah Indonesia mengadakan program Exclusive Research Camp 2 yang berlangsung di Hotel Salak The Herritage, Bogor, Jawa Barat. Dalam keterangan terpisah Kepala LPPM STEI Tazkia, Ries Wulandari, MSi menegaskan beberapa tujuan program ini untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen-dosen di Indonesia sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Hadir sebagai narasumber utama Ketua STEI Tazkia, Ibu Murniati Mukhlisin yang juga merupakan dosen senior prodi Akuntansi Islam. Narasumber utama memberikan bimbingan penulisan paper sampai dengan proses submit ke Jurnal Internasional Terindex Scopus. Selain itu, peserta juga mendapat bimbingan academic writing antara lain pengajuan proposal PhD dan naskah ilmiah yang efektif untuk conference internasional.
Narasumber lain yang hadir adalah alumni dari berbagai kampus yang berbagi tentang kehidupan selama menjadi mahasiswa di Australia, UK, dan Jepang.

Peserta mengikuti 18 jam sesi materi dengan antusias. Peserta luar berjumlah 18 orang terdiri dari dosen dari Universitas Muhammadiyah Magelang, UGM Yogyakarta, Universitas Trisakti Jakarta, STEI SEBI, Universitas Indonesia, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pamulang dan Praktisi Perbankan dari Maybank Syariah Indonesia.

Dosen internal yang terlibat 6 orang merupakan perwakilan Prodi Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah , dan Bisnis Manajemen Syariah STEI Tazkia. Acara ini mendapat dukungan penuh dari Maybank Syariah Indonesia sebagai sponsor utama dan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) STEI Tazkia. Program serupa akan digelar di bulan Oktobesr 2018 ujar Ade Juraynaldi sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Rizqi ZakiyaLPPM STEI Tazkia berkolaburasi dengan Maybank Syariah mengadakan Exclusive Research Camp 2
read more

Dosen Terbaik Tazkia Terpilih Mengikuti Short Course Research Methodology International (SCMRI) Di Belanda

No comments

Short Course Research Methodology International (SCMRI) adalah program hibah kompetitif yang dilaksakan setiap tahun untuk Para Dosen ber NIDN di bawah Kementerian Agama RI.

Kesempatan ini sangat tepat untuk para dosen untuk meningkatkan kualitas tulisan ilmiahnya, demikian disampaikan oleh Ries Wulandari, MSi , dosen Prodi Ekonomi Syariah. Tahun ini beliau lolos seleksi bersama 8 orang dosen lain dari PTKIN maupun PTKIS seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Ibu Ries menyampaikan manfaat yang diperoleh dari program ini :

1. Meningkatkan academic writing skill /publikasi ilmiah.

2. Membuka peluang riset kolaboratif.

3. LoA untuk Program Doktor.

4. Memperluas jejaring keilmuan di Belanda. Banyak alumni SCRMI yang selanjutnya memiliki kesempatan luas lulus seleksi beasiswa Doktor.

Tahun ini MORA / Kementerian Agama RI bekerjasama dengan LUCIS Leiden University yang berada di Kota Leiden, Belanda. Target Short Course adalah peserta memiliki paper ilmiah yang dipresentasikan di forum Seminar kampus Leiden. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan topik terkait Crypto currency yang mendapat apresiasi dari dewan dosen dan peserta.

Ke depan semoga lebih banyak dosen tetap STEI Tazkia yang memperoleh kesempatan berkompetisi untuk hibah penelitian Kemenag atau hibah penelitian lain.

Informasi terkait dapat diperoleh di website LPPM Stei Tazkia.

(contributor Ries Wulandari)

Miftahul AnwarDosen Terbaik Tazkia Terpilih Mengikuti Short Course Research Methodology International (SCMRI) Di Belanda
read more

Sharing STEI Tazkia pada Event UNDP (United Nations Development Program) Indonesia.

No comments

Jakarta, 25 September 2018 M / 15 Muharram 1440 H, United Nations Development Program (UNDP) Indonesia mengadakan Roundtable Discussion dengan Tema : “Leveraging Innovative Financing for Development: Islamic Banking & Finance for SDGs” mengundang Tazkia untuk berbagi pengalaman penerapan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia. Murniati Mukhlisin, Ketua STEI Tazkia, hadir menyampaikan betapa Maqashid Syariah memilki tujuan yang sama dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dituju oleh UNDP. Murniati juga menjelaskan besarnya potensi keuangan syariah di dunia. Berbagai negara di Eropa seperti Perancis, Jerman, Luxembourg, UK terlebih lagi negara Muslim seperti Iran, Malaysia, UAE, Arab Saudi dan Indonesia memiliki perhatian besar terhadap perkembangan keuangan syariah yang nampak dari pertumbuhan aset. Dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah, lembaga pemerintah bekerjasama untuk meningkatkan market share keuangan syariah. Walaupun termasuk penyumbang tertinggi, perbankan syariah yang saat ini masih dalam posisi 5,7% dibandingkan market share perbankan konvensional.

Inisiatif masyarkat juga muncul dalam memberikan kontribusi pada perkembengan keuangan syariah, diantaranya kontribusi Tazkia untuk mendukung konversi tidak kurang dari 15 Bank Syariah di Indonesia, memberdayakan lebih dari 10.000 kepala keluarga di Jawa Barat & NTB dengan konsep ZISWaf.
Imam Teguh Saptono (Ketua BWI), Rifki Islmail (Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia), Abdullah Rahman Wibowo (Dirut BNI Syariah), Ibrahim Ali Shoukry (Resident Representative dari Islamic Development Bank). Ronald Yusuf Wijaya (Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) juga hadir berbagi pengalaman penerapan keuangan syariah dalam ranah yang berbeda. Kombinasi ini menjadi masukan agar keuangan syariah di Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi.

Dengan dukungan dari UNDP, regulator, perbankan syariah, FinTech, dunia pendidikan, dan lembaga sosial, diharapkan tujuan mulia ekonomi syariah yang juga senada dengan SDGs dapat tercapai dengan sebaik mungkin, ujar Murniati.

Rizqi ZakiyaSharing STEI Tazkia pada Event UNDP (United Nations Development Program) Indonesia.
read more