Berita Kampus

Kajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna & Teladan Rasululllah Serta Wisuda Huffadz Rumah Quran Muliah

No comments

12 Agustus 2018 / 1 Dzhulhijjah 1439. Sentul City, Bogor. STEI Tazkia bersama Tazkia Grup kembali hadir dalam agenda rutin bulan kajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna dan teladan Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam. Kajian bulanan kali ini istimewa karena agenda Kajian Bulanan digabungkan dengan Wisuda Tahfidz dari Rumah Quran Mulia  yang dipimpin oleh K.H. Nurul Anwar. Juga kesempatan SKB ini menjadi momen Open House bagi beberapa sekolah sekitar Bogor yang dilanjutkan dengan Olimpiade Ekonomi Islam.

Tidak kurang dari 25 Santri Tahfidz diwisuda dalam acara ini. Kesemua santri tersebut telah mengkhatamkan Al Quran 30 Juz dalam program Rumah Quran Mulia. Dr. Muhammad Syafii Antonio dalam kesempatan SKB ini juga mengapresiasi upaya para santri untuk menghatamkan hafalan mereka sehingga mereka layak untuk di wisuda pada momen spesial ini. Beliau juga memaparkan bagaimana program Quran menjadi program unggulan STEI Tazkia, sehingga selanjutnya STEI Tazkia dan RQM akan menjalin kerjasama untuk semakin kuat menghidupkan Quran dan amal nya dalam kedua lembaga tersebut.

Mengutip Asma’ Allah Ta’ala Al Ghoni & Al Mughni, Dr. Muhammad Syafii Antonio mengingatkan untuk kita semua meminta kepada Allah Ta’ala untuk memiliki kekayaan setidaknya dalam lima aspek; Hati, Kawan, Ilmu, Bakti, dan Harta. Kekayaan tersebut ditujukan untuk semakin menjadi hamba Allah yang bertaqwa.

K.H. Muhammad Nurul Anwar menjadi pembicara setelah Dr. Muhammad Syafii Antonio, menyampaikan pesan kepada seluruh hadirin dan khususnya santri huffadz, agar terus meluangkan waktu untuk Al Quran. Beliau mencontohkan kota makkah dan madinah, dua kota tandus tapi memiliki keberkahan Al Quran sehingga seluruh kebutuhan dengan kualitas terbaik Allah hadirkan di sana dengan cara Allah.

Kedua lembaga sepakat untuk membangun sinergi program mengembangkan Quran di kalangan mahasiswa dengan program yang tersusun rapih untuk pengembangan karakter masing-masing mahasiswa.

Selepas Kajian Sukses Kaya bahagia, para siswa yang hadir dari berbagai sekolah mengikuti Seminar Bisnis yang diisi oleh Alumni STEI Tazkia, Gilang Hardian, S.E.I. Pemilik Anajidan Helmet, Alumni yang mengharumkan nama STEI Tazkia di kancah Global menjadi 6 terbaik pengusaha muda dunia. Kemudian agenda dilanjutkan dengan Olimpiade Ekonomi Islam yang diikuti oleh 21 tim dari berbagai sekolah sebogor. Untuk selanjutnya dipilih 10 tim yang akan masuk dalam babak selanjutnya di bulan September nanti.

Miftahul AnwarKajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna & Teladan Rasululllah Serta Wisuda Huffadz Rumah Quran Muliah
read more

Rombongan STEI Tazkia Mengunjungi International Institute of Islamic Thought (IIIT) East and South East Asia di Kuala Lumpur Malaysia

No comments

Publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian dan pemikiran adalah sebuah keniscayaan, ia adalah salah satu dari bukti nyata ilmu pengetahuan yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat. Namun jika karya ilmiah tersebut hanya dipublikasikan pada kalangan internal saja tentu juga tidak menunjukan kualitas yang baik dari para penulisnya. Solusinya adalah seleksi ketat agar setiap karya ilmiah dapat diterbitkan oleh lembaga eksternal, khususnya lembaga yang memiliki kredibilitas nasional dan internasional.

Guna mencapai publikasi karya ilmiah bertaraf internasional, maka pada 9 Agustus 2018/ 27 Dzulqa’dah 1439 H, STEI Tazkia melakukan kunjungan ke kantor International Institute of Islamic Thought (IIIT) East and South East Asia di Kuala Lumpur Malaysia. Rombongan kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua STEI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc diterima langsung oleh Datuk Jamil selaku pejabat IIIT di kantornya komplek International Islamic University Malaysia (IIUM).
Kunjungan ini mendiskusi kerjasama penerbitan antara Tazkia Press (STEI Tazkia) dengan pihak IIIT . Pihak STEI Tazkia mengajukan 10 Judul buku yang nantinya akan diseleksi untuk diterbitkan di lembaga penerbitan bertaraf internasional ini. Dr. Jamil menyebutkan bahwa proses penerbitan di lembaganya dilakukan dengan seleksi yang sangat ketat, khsususnya untuk isu-isu Islamisasi ilmu pengetahuan. Hal ini karena banyak akrya ilmiah yang ada tidak memiliki ruh dan islamic worldview yang jelas. Beliau berharap STEI Tazkia selalu istiqamah dalam upaya melakukan islamisasi ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang ekonomi Islam. Salah satunya adalah dengan menerbitkan karya ilmiah dan buku para dosennya.


Dr. Murniati Mukhlisin menyampaikan bahwa penulisan buku teks khususnya bagi para dosen di STEI Tazkia terus digalakkan. “Kami sangat mendorong para dosen untuk menghasilkan karya yang nantinya akan menjadi buku daras tidak hanya bagi mahasiswa Tazkia namun juga bagi kampus lainnya”. Hal ini diaminkan oleh Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI, selaku Kepala Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) yang juga menjadi anggota dalam kunjungan ini. Ia mengungkapkan bahwa publikasi yang baik diawali dengan riset mendalam serta seni dalam menyusun sebuah karya ilmiah.
Hasil dari kunjungan ini adalah dilakukan kerjasama untk terus meningkatkan publikasi artikel dan buku para dosen dan civitas akademika STEI Tazkia tidak hanya bagi internal namun juga untuk pihak eksteral dan bertaraf international. Inilah cita-cita STEI Tazkia untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia yang memiliki spesialisasi dalam bidang ekonomi Islam. Drm.

Rizqi ZakiyaRombongan STEI Tazkia Mengunjungi International Institute of Islamic Thought (IIIT) East and South East Asia di Kuala Lumpur Malaysia
read more

International Muslim Scholar with Dr. Mustafa Desuki Kasbah, Al-Azhar University

No comments

STEI Tazkia received a visit from Dr. Mustafa Desuki Kasbah, a world-leading expert of Waqf, from Al-Azhar University, Cairo, Egypt and Ust. Nur Khasan From Tazakka on Monday, 6 August 2018,. The guests arrived at STEI Tazkia Campus at 08:00 am.  Dr. M. Syafii Antonio, founder of Tazkia group, and Dr. Murniati Mukhlishin M.Acc., the Rector of Tazkia University College on Islamic Economics, were welcoming the guests in Campus. Warm friendship happened during the meeting and discussion.

On 9.00 am, the agenda continued by talk series related to contemporary issues and challenges in zakat and waqf application. Dr. Musthafa began his talk by explaining the establishment of Waqf that are consisted of four periods. Furthermore,  he discussed contemporer issues regarding waqf and zakat. This talk uncovered audience  mindset.

The agenda was ended by the giving of a souvenir from STEI Tazkia to Dr. Musthafa and photo session. Hopefully this agenda will be continued with MoU as a gate of collaboration between STEI TAZKIA and two leading universities in Egypt, Al Azhar University and Ain Shams University.

__

-International Program and Partnership STEI TAZKIA-

Rizqi ZakiyaInternational Muslim Scholar with Dr. Mustafa Desuki Kasbah, Al-Azhar University
read more

Magister Ekonomi Syariah STEI Tazkia dan INCEIF Malaysia Menyelenggarakan Islamic Wealth Planning and Management Course.

No comments

Selangor, Senin 26 Maret 2018. Program Magister Ekonomi Syariah STEI TAZKIA bekerja sama dengan International Centre For Education In Islamic Finance (INCEIF) Malaysia mengadakan Islamic Wealth Planning and Management Course. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya diselenggarakan oleh kedua institusi. Kegiatan terdiri atas 3 proses pembelajaran yaitu online learning. Kegiatan dilakukan sejak tanggal 19 Februari hingga 24 April 2018. Pembelajaran dilakukan melalui perkuliahan jarak jauh melalui fasilitas online yang dimiliki oleh INCEIF. Dalam kegiatan ini, peserta dapat mengakses seluruh resources tentang Islamic Wealth planning and management.

Kegiatan kedua berbentuk webinar session. Dalam kegiatan ini, nara sumber memberikan pembelajaran tatap muka jarak jauh. Mahasiswa dapat berinteraksi secara langsung dengan cara memberikan tanggapan maupun pertanyaan kepada nara sumber. Kegiatan dilakukan selama 4 kali pertemuan yaitu 1, 15, 29 Maret dan 19 April 2018.

Kegiatan ketiga berbentuk pembelajaran melalui tatap muka langsung dengan nara sumber. Kegiatan dilakukan di Kampus INCEIF Jln. Lorong Universiti Kualalumpur, Malaysia. Kegiatan dilakukan mulai tanggal 26 – 29 Maret 2018. Pada hari pertama, kedua dan ketiga para peserta mendapatkan materi pembelajaran tentang Wealth and its Management from the Islamic Perspective, Wealth Management Proces, Investment in Real Estate, The Credit Financing Proces, Islamic Insurance (Takaful), Estate Planning, Faraid (Mirath), Retirement Planning, Tax Planning and Managemen, Zakat, The Credit Financing Waqf, Issues Related to Wealth Planning and Managemen. Pada hari keempat, peserta mendapatkan pembelajaran melalui kunjungan perusahaan di beberapa lembaga wealth management di Malaysia.

Untuk memastikan pencapaian hasil pembelajaran, kegiatan dievaluasi dengan 4 metode yaitu kuis, tugas, dan  ujian pertengahan. Peserta dievaluasi dengan mengunggah material uji dengan waktu yang terbatas. Evaluasi akhir dilakukan melalui ujian akhir dimana peserta harus mengerjakan proyek pengelolaan kekayan Islam secara tertulis. Ujian akhir diadakan di Kampus Pascasarjana Magister Ekonomi Syariah STEI TAZKIA Sentul City Bogor.

aqsalMagister Ekonomi Syariah STEI Tazkia dan INCEIF Malaysia Menyelenggarakan Islamic Wealth Planning and Management Course.
read more

STEI Tazkia Meriahkan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Reg. Sumatera

No comments

 

Bandar Lampung, 3 Agustus 2018 / 21 Dzulqa’dah 1439 H. STEI Tazkia berkontribusi dalam Even Akbar FESyar (Festival Ekonomi Syariah) Regional Sumatera sebagai bagian dari Road to ISEF (International Shariah Economic Forum) yang akan diadakan kembali tahun ini di Surabaya, Jawa Timur Desember nanti.

Dalam kesempatan ini STEI Tazkia berkontribusi dalam bentuk Pemberian Beasiswa untuk juara lomba Olimpiade Ekonomi Islam dengan Pemberian Beasiswa Pendidikan Kader Ekonomi Syariah full Study di STEI Tazkia.

Putri Utami dan Sephia sebagai siswi kelas akhir yang mendapat kesempatan Beasiswa mengungkapkan kebahagiannya mendapat Study di STEI Tazkia sebagai kampus Pelopor Ekonomi Syariah.

STEI Tazkia juga mendapat kesempatan memberi presentasi peran Tazkia dalam mendukung persiapan generasi Remaja saat ini untuk menjadi ahli ekonomi syariah. Dengan semakin tinggi nya kesadaran masyarakat akan Ekonomi Syariah, STEI Tazkia semakin semangat berperan untuk menyambut antusiasme masyarakat untuk semakin mengenal Ekonomi Syariah.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk terwujudnya lima program Study di STEI Tazkia yang memfasilitasi tenaga pendidik (S.Pd.), Bisnisman, praktisi, dan peneliti (S.E.), akuntan serta auditor (S.Akun), serta Ahli Hukum Ekonomi Islam (S.H.). Besar harapan dengan semua Program Study tersebut, STEI Tazkia mampu menjembatani Gap antara teori Ekonomi Islam dan praktik nyata di kancah Nasional maupun Global.

Dalam kesempatan ini pula STEI Tazkia bekerjasama dengan Tazkia Grup lainnya untuk hadir pada booth yang dapat dikunjungi oleh para pengunjung FESyar untuk lebih jauh mengenal tentang STEI Tazkia dan Tazkia Grup. Booth ini dapat dikunjungi selama masa pameran berlangsung mulai dari tanggal 3-5 Agustus berlokasi di Lampung Walk, Bandar Lampung.

Rizqi ZakiyaSTEI Tazkia Meriahkan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Reg. Sumatera
read more

Tazkia Turut Berpartisipasi dalam Gulf Research Meeting 2018 di University of Cambridge Inggris

No comments

Tahun ini tahun ke-9 diadakannya perhelatan besar Gulf Research Meeting yang dihadiri oleh ratusan peneliti, praktisi dan politisi dari berbagai negara. Acara yang disponsori oleh perusahaan-perusahaan besar dari negara Teluk ini setiap tahun diadakan di kampus University of Cambridge, Cambridge, Inggris. Kampus tertua nomor dua di Inggris ini didirikan pada tahun 1209 yang banyak melahirkan ilmuwan terkenal seperti Isaac Newton dengan teori gravitasi, Stephen William Hawking dengan teori Big Bang yang juga kampus pilihan keluarga kerajaan seperti Pangeran Charles putra Ratu Elizabeth II.

Kali ini ada 280 peserta yang hadir dari 30 negara yang terbagi di dalam 10 perbengkelan yang salah satunya membahas tentang FinTech syariah dan peranannya untuk keuangan syariah. Tazkia yang diwakili oleh Murniati Mukhlisin, dosen senior bidang akuntansi syariah sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia, membentangkan pengalaman Indonesia, Singapura dan Malaysia dalam mengembangkan FinTech syariah dan bagaimana negara-negara Teluk dapat mengambil pelajarannya.

Murniati memberikan rekomendasi bahwa FinTech crowfunding berbasis syariah pas untuk diterapkan di negara Teluk seperti Saudi Arabia, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab and Oman yang rata-rata memiliki GNI perkapita cukup tinggi (kekuatan ekonomi berdasarkan paritas daya beli per orang per tahun). Tahun 2017, Qatar merupakan negara tertinggi GNI nya yaitu USD 128,060 dan Oman terendah di antara enam negara Teluk yaitu USD 40,240.

Dengan model Musyarakah dan Mudharabah, investasi ala FinTech syariah ini dapat menjangkau negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah di sekitarnya seperti Iraq, Mesir, Sudan, Yemen, dan Somalia. Pada tahun 2017, Mesir memiliki GNI per kapita sebesar USD 11,360 sedangkan Sudan USD 4,482.

Hal ini sudah dipraktikkan oleh Singapura yang memiliki GNI per kapita sebesar USD 90,570 yang kemudian berhasil membawa ide investasi crowdfunding dibalut dengan FinTech syariah ke Indonesia. Dengan kemudahan teknologi dan pendekatan syariah ini, diharapkan dapat membantu Indonesia untuk meningkatkan GNI perkapitanya yang pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 11,900.

“Misi keuangan syariah tidak bertumpu kepada meraup keuntungan semata, yang terpenting adalah menciptakan iklim usaha yang berkeadilan, memberantas kemiskinan dan mencapai tujuan syariah. Kesemuanya itu tetap menjadi prioritas walaupun telah ditransformasi di dalam format teknologi keuangan” ujar Murniati yang disampaikan oleh pihak Humas STEI Tazkia.

 

Miftahul AnwarTazkia Turut Berpartisipasi dalam Gulf Research Meeting 2018 di University of Cambridge Inggris
read more

Welcoming to PMK Malaysiaat STEI TAZKIA

No comments

STEI Tazkia received a visit from 19 lecturers and 9 students from Politeknik Melaka (PMK), Malaysia on Tuesday, 1 August 2018. The group was chaired by Tuan Haji Abdul Aziz Bin Abu Bakar, the Rector; Puan Hilmun Binti Mohamad, Vice Rector Academic Affairs; and Puan Ati Arini Binti Salim, Head of Business Management Department. The guests arrived at STEI Tazkia Campus at 10:00 am. The first agenda was explanation on Islamic Microfinance by Mr. Abdul Haris, M.E.Sy, the manager of Baitut Tamkin Tazkia Madani, leading Islamic Microfinance Institution in Indonesia.

On 1.30 PM, the agenda continued by meeting and discussion related to potential academic collaboration.  Tazkia was represented by Mr. Andang Heryahya, Vice Rector Academic Affairs; Mr. Mukhamad Yasid, Director of post Graduate Program; Ms. Anita Priantina, Director of International Program and Partnership Office; Mr. Grandis Imama Hendra, Head of Islamic Accounting Department; and Mr. Thuba Jazil, head of Islamic Business Management Department.

The agenda was concluded by the signing of a Certificate of Collaboration (COC) between STEI Tazkia and Politeknik Melaka Malaysia. Both parties agree to continue the discussion with future curriculum mapping between both Accounting Department and Business Management Department.

__

-International Program and Partnership STEI TAZKIA-

Miftahul AnwarWelcoming to PMK Malaysiaat STEI TAZKIA
read more

MOU STEI Tazkia dan UGT Sidogiri: Dari Beasiswa Hingga Impelementasi Desa Binaan Tazkia

No comments

Implementasi Tri Dharma Perguruan adalah sebuah keniscayaan bagi insan akademisi, bukan hanya mengajar namun juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jika pengajaran berkaitan dengan proses belajar-mengajar di kelas, maka penelitian dan pengabdian lebih kepada implementasi dan kontribusi kepada masyarakat. Ketiga tugas perguruan tinggi ini sama-sama penting sehingga haruslah dilakukan secara proporsional. Hal inilah yang menjadikan STEI Tazkia terus bergerak untuk meluaskan dakwah ekonomi Islam kepada seluruh lapisan masyarakat. Salah satu dari pergerakan tersebut adalah dengan menjali kerja sama dengan berbagai lapisan masyarakat, baik kalangan praktisi lembaga keuangan syariah atau masyarakat yang berkumpul dalam sebuah komunitas.

Pesantren adalah satu dari komunitas pendidikan tertua di Indonesia yang telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan agama. Melihat fakta ini maka STEI Tazkia kembali memperbaharui MOU dengan berbagai lembaga pesantren di seluruh Indonesia yang sudah sekian lama terjalin. Selasa, 24 Juli 2018, STEI Tazkia kembali mengukuhkan kerjasama dengan UGT Sidogiri, dalam hal ini Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) yang dilakukan di komplek Pondok Pesantren Sidogiri berisi kesepekatan untuk bersama-sama berta’aawun dalam kebaikan khususnya dalam memperjuangkan ekonomi Syariah. Secara lebih detail, kerjasama ini meliputi pemberian beasiswa kepada santri-santri berprestasi untuk bisa melanjutkan studinya di STEI Tazkia serta sinergi dalam pemebrdayaan masyarakat.

Bapak Mifatukhusurur selaku Wakil Ketua bidang Kerjasama dan Kemahasiswaa STEI Tazkia menjelaskan bahwa saat ini STEI Tazkia telah membuka Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) dan Pendidikan Guru (Tadris) IPS dengan kekhususan Ekonomi Syariah. Prodi Muamalah fokus pada mencetak ahli fiqh dan hukum yang paham dengan dasar hukum serta metode istinbath al-ahkam fiqh muamalah serta paham peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. Sementara Tadris IPS-Ekonomi Syariah menyiapkan para guru yang siap untuk mengajarkan ekonomi Islam kepada siswa di peringkat menengah dan atas.

Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI selaku Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) yang menghadiri MOU ini menjelaskan pula bahwa saat ini kebutuhan akan sarjana yang ahli dalam bidang fiqh muamalah sekaligus dalam bidang hukum positif adalah sesuatu yang harus dipenuhi. Banyaknya kasus sengketa muamalah haruslah bisa diselesaikan oleh mereka yang paham dengan kitab kuning serta hukum di Indonesia.

Dr. M melanjutkan bahwa prodi Muamalah adalah prodi yang sangat cocok bagi para alumni Pesantren Sidogiri karena dengan bekal penguasaan kitab kuning yang telah ada akan lebih mudah untuk belajar di STEI Tazkia khusus Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah). Selain itu didiskusikan juga mengenai penyelenggaraan Qaryah Thayyibah Sidogiri yang merupakan “Desa Binaan” sebagai bentuk kontribusi nyata PP Sidogiri melalui ikatan alumninya kepada masyarakat.

Bashori Alwie menjelaskan bahwa konsep Qaryah Thayyibah dilakukan dengan menempatkan seorang operator pada setiap desa untuk dapat membina dan menggali data mengenai kebutuhan masyarakat desa tersebut. “Konsep Iqra menjadi awal bagi program ini” ungkap Kyai kharismatik ini.

Beliau menjelaskan bahwa sudah saatnya masyarakat desa mendapatkan manfaat dari keberadaan pesantren, alumni serta insan akademisi lainnya. Metode “Iqra” yang kami kembangkan adalah dengan menginventarisir kebutuhan masyarakat, setelah ditemukan baru dicarikan solusi yang tepat guna. Dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah ini menyambut baik rencan STEI Tazkia membentuk Desa Binaan karena memiliki visi dan misi yang sama dengan konsep Qaryah Thayyibah. Semoga MOU ini menjadi media perjuangan dalam berta’awun dalam kebaikan dan ketakwaan. Aamiin. drm.

Miftahul AnwarMOU STEI Tazkia dan UGT Sidogiri: Dari Beasiswa Hingga Impelementasi Desa Binaan Tazkia
read more

PENERIMAAN MAHASISWA BARU MAGISTER EKONOMI SYARIAH ANGKATAN XIII

No comments
*Dibuka Pendaftaran Perkuliahan Magister Ekonomi Syariah STEI Tazkia Kelas Eksekutif & Reguler Ang. XIII*
Program Magister Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA membuka pendaftaran untuk mahasiswa Magister dengan pilihan konsentrasi :
📋 _Bisnis Manajemen Syariah_
📋 _Manajemen Harta Syariah_
📋 _Akuntansi Syariah_
Dengan Dosen dan Pengajar yang berpengalaman :
✅ Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec.
✅ Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc.
✅ Dr. Muhammad Yasid, M.Si.
✅ Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.
✅ Dr. Ascarya, M.B.A., M.Sc.
✅ H. Hendri Tanjung, M.B.A., M.Phil., Ph.D
✅ Irfan Syauqi Beik, Ph.D.
✅ Mahbubi Ali, Ph.D.
Dan para pakar Ekonomi & Keuangan Syariah lainnya.
Dengan Pilihan Perkuliahan :
👉🏽 *Kelas Eksekutif* :
Sabtu : 07.00 – 18.00
👉🏽 *Kelas Reguler* :
Kamis : 13.00 – 18.30
Jumat : 13.00 – 18.30
🌐 Segera Daftar Online :
📋 Dan lengkapi persyaratan berikut :
1. Mengisi Formulir Pendftaran Online
2. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 500.000
3. Menyerahkan Foto Copy Ijazah & Transkip Nilai S1 atau D4/S1 Terapan sudah dilegalisir ( 5 salinan )
4. Menyerahkan Foto Copy KTP
5. Menyerahkan Pas Photo 3×4 ( 5 Lembar )
6. Mendapatkan Surat Rekomendasi.
Daftar & ikuti Ujian Masuk nya :
📝 Waktu Ujian :
Setiap Hari / dengan Janji
📌 Lokasi :
Kampus Utama STEI Tazkia, Sentul City, Bogor.
Materi Ujian :
TPA, Bahasa Inggris & Wawancara
Daftar segera dan bergabung bersama Magister STEI Tazkia.
Tersedia juga Program Islamic Wealth Planning & Management Certification Kerjasama dengan INCEIF Malaysia :
✅ Kuliah Online
✅ Kuliah Tatap Muka di Kuala Lumpur
✅ Assignment Online
✅ Test Online
✅ Final Test di STEI Tazkia
CP : Sadam : 085884205153
Panitia Penerimaan Mahasiswa Pasca STEI Tazkia
———————————-
IG – Fb : steitazkia
aqsalPENERIMAAN MAHASISWA BARU MAGISTER EKONOMI SYARIAH ANGKATAN XIII
read more

STEI Tazkia Tandatangani kerjasama dengan IIIT Menghasilkan SDM Handal Ekonomi Syariah

No comments

Pada hari Jum’at 13 Juli 2013, telah ditandatangani Nota Kesempahaman (MoU) antara STEI Tazkia dengan salah satu lembaga terkenal yang sangat konsen dengan program Islamisasi pengetahuan yaitu International Institution of Islamic Thought (IIIT).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dr. Murniati Mukhlisin M, Acc selaku ketua STEI Tazkia dan Prof. Emeritus Dato’ Wira Dr. Haji Jamil bin Haji Osman selaku direktur Representative of East and South East Asia, yang disaksikan oleh Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec dan Drs. Mohammed Siddiq, MA.

Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin menyebutkan butir-butir kerjasama dengan IIIT mencangkup kerjasama riset dan seminar, pengembangan sumber daya insasi melalui pemberian beasiswa, pengembangan kurikulum dan penulisan buku-buku teks ekonomi dan keuangan Syariah. Harapannya, dengan MoU ini program Islamisasi ilmu pengetahuan (Islamization of Knowledge) khususnya ekonomi dan keuangan Syariah semakin dapat dirasakan hasilnya dalam bentuk pengembangan kurikulum dan banyaknya buku-buku teks yang dihasilkan dan digunakan di kampus-kampus ekonomi Syariah

Sebelum MoU dilaksanakan, telah diadakan International Muslim Scholar Series with Prof. Emeritus Dato’ Wira Dr. Haji Jamil bin Haji Osman dengan judul ‘The Challenges and Issues of Islamization in Economics and Finance for Higher Education Institutions’. Peserta yang hadir terdiri kampus-kampus yang membuka jurusan ekonomi syariah, regulator dan praktisi.

Menurutnya, tantangan saat ini dalam Islamisasi pengetahuan di institusi pendidikan tinggi di antaranya yaitu pengetahuan dasar Islam yang kurang ditawarkan dalam proses pembelajaran mahasiswa, latar belakang pendidikan mahasiswa yang berbeda, dan riset-riset yang dihasilkan masih dalam tataran hipotesa belum menghasilkan teori ilmu-ilmu ekonomi syariah itu sendiri. “Apa yang harus dilakukan saat ini adalah program Double degree Syariah pada jurusan-jurusan lain itu sangat penting bagi saya walaupun harus menambah dua tahun dan pertukaran dosen dalam pengajaran misalnya antara fakultas Ekonomi dan Manajemen IIUM dengan STEI Tazkia untuk mengetahui perkembangan Islamisasi ekonomi dan keduanya di kedua kampus”, kata Murniati.

Pertanyaan akhir beliau menyampaikan bahwa Dr. Muhammad Syafi’i  Antonio merupakan hasil dari Islamisasi IIUM yang kepakarannya tidak hanya Syariah tetapi juga dalam bidang ekonomi dan keuangan. Beliau melihat apa yang telah dilakukan STEI Tazkia terlihat lebih baik dari IIUM dan InshaAllah akan menghasilkan SDM yang andal dalam bidang ekonomi dan keuangan Syariah.

Di sesi akhir, Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec menambahkan tentang apa yang telah dilakukan Tazkia untuk Islamisasi pengetahuan yaitu melalui empat tahapan: spiritualisasi, insersi, modifikasi, dan Islamisasi. Ditambah karakter TAZKIA yaitu Tauhid, Amanah, Zero Defect and Quality oriented, Knowledge and Kompeten, Innovative istiqomah, dan Achievement through team work. Dengan proses ini harapan Tazkia adalah menghasil lulusan yang ahli ekonomi, keuangan, dan bisnis tapi ahli Syariah dengan karakter Tazkia.

Dalam waktu dekat, Tazkia akan menindaklanjuti penulisan buku-buku teks karya dosen STEI Tazkia bekerja sama dengan IIIT. Dengan adanya sinergi dan ukhuwwah yang kuat diantara kedua lembaga inshaAllah program Islamisasi ekonomi dan keuangan akan berakselarasi dengan cepat dan baik. Dan Tazkia membuka juga kerjasama dengan kampus-kampus lain dalam pengembangan ilmu ekonomi syariah di Indonesia.

Rizqi ZakiyaSTEI Tazkia Tandatangani kerjasama dengan IIIT Menghasilkan SDM Handal Ekonomi Syariah
read more