Berita Kampus

Sinergi Industri Program Study Muamalah STEI Tazkia dengan Karimsyah & Pathners

No comments

Jakarta, 17 Januari 2018.
Salah satu problem yang dihadapi oleh perguruan tinggi berkaitan dengan kemampuan mahasiswanya adalah terjadinya gap antara teori dan aplikasi suatu ilmu di masyarakat. Adanya ketidaksinkronan antara teori yang dipelajari dengan praktik yang ada di lapangan, hal ini mengakibatkan banyaknya alumni perguruan tinggi yang tidak siap untuk memasuki pasar tenaga kerja. Efeknya adalah para sarjana yang menjadi pengangguran. Fenomena ini terjadi tidak hanya pada kampus kampus swasta namun juga terjadi pada kampus negeri yang masih kurang memperhatikan penting nya link and match dalam kurikullum mereka.
STEI Tazkia sebagai satu-satunya Kampus Pioner Ekonomi Islam telah mendobrak gap tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah rekonstruksi kurikulum yang dilakukan secara rutin dengan menyesuaikannya dengan industri.
Langkah praktis selanjutnya yang dilakukan adalah menjalin kerjasama lebih erat dengan industri. Sebagai kampus yang telah lama dikenal dekat dengan industri syariah kembali STEI Tazkia membuktikan kepeloporannya dalam hal ini. Program Studi Hukum Bisnis Islam yang langsung diwakili oleh Kepala Program Studinya yaitu Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI melakukan kunjungan sekaligus usaha untuk semakin mendekatkan prodi ini ke Industri.
Kunjungan kali ini adalah ke Karimsyah and Pathners sebagai law firm terkemuka di Indonesia dalam industri ekonomi Syariah. “Kami akan terus menjalin hubungan dengan industri agar mahasiswa dan alumni kami memamahi dunia kerja yang sebenarnya” ungkap Dr. Misno. Ia menambahkan bahwa beberapa butir kesepakatan akan segera ditindaklanjuti, diantaranya adalah; pelatihan legal drafter, program magang, pemateri dalam Islamic Law Days, penelitian skripsi mahasiswa dan dosen serta kerjasama dalam sosialisasi sengketa ekonomi Syariah.
Mudah-mudahan kerjasama ini akan terus berlanjut sehingga Tazkia semakin mampu membuktikan diri sebagai kampus pelopor ekonomi syariah yang memiliki jaringan kuat ke Industri. ambp.

Rizqi ZakiyaSinergi Industri Program Study Muamalah STEI Tazkia dengan Karimsyah & Pathners
read more

Studium General Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Sejarah Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Melayu

No comments

Perkembangan Ekonomi Syariah yang terus meningkat, hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah lembaga keuangan syariah serta berbagai layanan sosial yang berbasis syariah. Kebangkitan awal dari ekonomi Islam ditandai dengan berkembangnya lembaga keuangan syariah, minimal sejak tahun 1992. Sejak tahun 2017 ekonomi syariah telah memasuki periode kedua yaitu kebangkitan ekonomi syariah pada sektor real. Hal ini ditandai dengan berkembangnya secara pesat Koperasi 212 di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai wilayah yang kaya dengan berbagai sumber daya alam, Indonesia adalah lahan subur bagi perkembangan ekonomi syariah. Selain itu, Indonesia juga kaya dengan sejarah masa lalu yang telah mencapai mercu suar kebangkitan Islam khususnya dalam masalah hukum ekonomi syariah.
Kajian dan diskusi mengenai sejarah hukum ekonomi syariah belum banyak dilakukan oleh para peneliti, seolah-olah ia hanya berita masa lalu yang tidak penting untuk dikaji. Padahal sebuah pepatah lama menyatakan “Hana Nguni Hana Mangke, Tan Hana Nguni Tan Hana Mangke”, maksudnya adalah bahwa adanya hari ini adalah karena adanya masa lalu demikian pula adanya masa depan adalah karena adanya hari ini. Maka ketika hukum ekonomi syariah saat ini sedang mengalami pertumbuhan, maka sejatinya ia juga telah mengalami masa puncak kejayaan khususnya pada masa kejayaan Kesultaan di Indonesia dan juga di dunia melayu.
Salah satu dari fakta sejarah yang ada diantaranya adalah Kesultanan Banten. Kesultanan ini telah memiliki Mata Uang Sendiri, mengangkat seorang Syahbandar sebagai Wilayah Hisbah di Pasar, menjadikan Qadhi sebagai Hakim dalam Sengketa Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Kesultanan. Maka, Gilang-gemilang Hukum Ekonomi Syariah pada masa lalu menjadi Kaca Benggala bagi generasi setelahnya.
Melihat fakta ini maka STEI Tazkia melalui Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) mengadakan Studium General yang mendiskusikan mengenai Sejarah Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Melayu). Tidak tanggung-tanggung, Studium General ini menghadirkan pakar sejarah pemikiran Islam dari Universiti Sains Malaysia yaitu Prof. Dr. Mohammad Mozzamil Mohammad Noor yang mempresentasikan mengenai pentingnya sejarah bagi generasi masa kini. Jika ekonomi Islam ingin berkembang maka mau tidak mau harus melihat bagaimana kejayaan Kesultanan Islam di Dunia Melayu khususnya dalam bidang ekonomi. Ia juga menyatakan bahwa Studium General ini sangat penting karena akan membuka mata dunia bahwa ekonomi syariah sejatinya telah ada di Nusantara ini, bahkan ia telah berjaya membawa kemakmuran wilayah ini.
Pembicara kedua yaitu Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI lebih detail menjelaskan salah satud ari bukti sejarah yang selama ini ditutup-tutupi oleh penjajah yaitu kegemilangan ekonomi Islam di Kesultanan Banten. Ketua Program Studi Muamalah ini memberikan data-data tidak terbantahkan mengenai hukum ekonomi syariah yang telah ada dan berjaya di Kesultanan Banten. Beliau juga berharap kajian mengenai Sejarah Hukum Ekonomi Syariah harus terus dilanjutkan sebagai bentuk membumikan ekonomi Syariah di dunia Melayu.
Acara yang dihadiri oleh mahasiswa STEI Tazkia, Praktisi hukum Ekonomi Syariah dan masyarakat umum berjalan dengan hangat. Kami berharap studium general seperti ini akan sering dilakukan oleh berbagai prodi yang ada di STEI Tazkia. Harapan ini langsung diamini oleh ketua panitia, Akh Sirril Wafa menyatakan bahwa Prodi Muamalah telah berazam untuk menjadi pionner dalam kajian dan studi hukum Ekonomi Syariah. Setiap pekan kami akan membuat program untuk kajian dan diskusi mengenai muamalah. Insya Allah pada tanggal 20 Januari juga akan dilaksanakan Workshop Penyelesaian Sengketa Waris, seteah itu akan berlanjut dengan workshop, training dan sosialisaisi lainya. (ambp).

Rizqi ZakiyaStudium General Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Sejarah Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Melayu
read more

Kajian Asma’ Allah “Al Afuwwu” STEI Tazkia menjadi bekal berharga untuk Civitas & Keluarga Calon Mahasiswa

No comments

STEI Tazkia, Sentul City Bogor, Ahad, 27/4/1439 H. Keluarga besar Kampus STEI Tazkia dan Masjid Andalusia kembali hadir dalam kajian rutin Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna. Kali ini kajian diisi oleh Imam Besar Masjid Andalusia, Al Ustadz Abdul Mughni, B.A., M.H.I.

Asma’ Allah ta’ala yang diangkat dalam kajian ini adalah Asma’ Allah Al ‘Afuwwu (العفو) yang memiliki Arti yang maha memaafkan. Salah satu asma’ Allah yang menunjukkan betapa Allah sangat sayang kepada Setiap hamba-Nya. Sebagai hikmah yang bisa kita ambil dari Asma’ Allah Al ‘Afuwwu ini, kita diharuskan untuk saling memaafkan dan meminta maaf atas Setiap kesalahan yang kita lakukan kepada orang lain. Sehingga Allah Ta’ala berkenan memberi kita maaf atas semua kesalahan kita dengan sikap kita saling memaafkan antar sesama.

Kajian ini, rutin diadakan pada Ahad kedua Setiap bulannya, dan terbuka untuk umum. Termasuk diantaranya orang tua calon mahasiswa baru yang hari ini hadir bersama putra-putri mereka untuk mendaftar di Kampus Pelopor Ekonomi Islam.

Dengan adanya kajian bulanan rutin yang menjadi agenda STEI Tazkia, diharapkan seluruh civitas STEI Tazkia, mampu menjadi pribadi yang profesional dalam bekerja, serta mampu mengejawantahkan nilai-nilai Asma’ Allah Al Husna untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berkontribusi luas untuk ummat dengan orientasi akhirat. (RZ)

Rizqi ZakiyaKajian Asma’ Allah “Al Afuwwu” STEI Tazkia menjadi bekal berharga untuk Civitas & Keluarga Calon Mahasiswa
read more

Appointment of two respected Visiting Professors for International Program of Tazkia University College in Islamic Economics

No comments

STEI Tazkia has signed an agreement with Professor Toseef Azid from College of Business and Economics University of Qassim, Saudi Arabia to be visiting Professor in Islamic Economics and Finance started from first semester 2017/2018. The agreement was friendly signed in the residency of Prof Toseef Azid in Rawalpindi, a city in the Punjab province of Pakistan.

Right after the agreement was signed in Pakistan, the Rector of Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin and the Director for Tazkia International Program, Anita Priantina, M.Ec were invited to be presenters at Thematic Workshop on Enhancing Poor’s Capability and Financial Inclusion From Islamic Perspective (TWoEPC 2017) in Islamabad Pakistan from 11th to 12th December 2017.

The agreement of Visiting Professor Assignment was also signed separately by Professor Khaleed Hussainey from The University of Portsmouth, England, UK. His expertise is on Islamic Accounting and Islamic Finance.

As the mandate of the assignment, Prof Azid and Prof Hussainey will teach courses related to their related fielda. They will also provide coaching and supervision for Tazkia lecturers especially in writing academic papers so to increase the exposure in the international academic journals and other international academic publications.

Rizqi ZakiyaAppointment of two respected Visiting Professors for International Program of Tazkia University College in Islamic Economics
read more

MoU signing between Tazkia University College of Islamic Economics and International Institute of Islamic Economics, International Islamic University Islamabad, Pakistan

No comments

Tazkia University College of Islamic Economics has signed the Memorandum of Understanding with International Institute of Islamic Economics (IIIE), International Islamic University (IIU) Islamabad, Pakistan on 12 December 2017/ 23 Rabiul Awwal 1439H. The Parties, subject to the terms of this Memorandum of Understanding and the laws, rules, regulations and national policies from each country will endeavor to strengthen, promote and develop academic co-operation between the Parties on the basis of equality and mutual benefit.

The MoU was signed by Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, the Rector of Tazkia, in the presence of Deny Try Basuki, the Counselor of Socio-Cultural Affairs of Indonesian Embassy Islamabad. From IIE, the MoU was signed by Dr. Atiquzzafar Khan, the General Director of IIIE in the presence of Dr. Muhammad Khaleequzzaman, Head of Training and Seminars, School of Islamic Banking and Finance, IIU Islamabad, Pakistan.

The co-operation ranges in the following areas: exchange of staff and student, exchange of publications; research collaboration, joint seminar, conference and workshop, programs of integrated knowledge and practical training and short courses to enhance academic curriculum, sandwich program offered by IIIE and Tazkia; and any other areas of co-operation to be mutually agreed upon by the Parties. This MoU is an umbrella to be expanded by both parties to work on academic and research advancement.

The MoU signing was taken place in Faizal Masjid, old campus of IIUI Pakistan right after the closing ceremony of the Thematic Workshop on Enhancing Poor’s Capability and Financial Inclusion from Islamic Perspective (TWoEPC 2017) in Islamabad Pakistan from the 11th to 12th December 2017 which was jointly organized by IIE-IIU Islamabad in collaboration with IRTI-IDB.

On this International workshop, the Rector of Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin and the Director for Tazkia International Program, Anita Priantina, M.Ec were invited to present their research papers on enhancing poor’s capability and financial inclusion.

Rizqi ZakiyaMoU signing between Tazkia University College of Islamic Economics and International Institute of Islamic Economics, International Islamic University Islamabad, Pakistan
read more

Buku Maslahah Performa Sebagai Sumbangsih Tazkia Untuk Perkembangan Ekonomi Islam

No comments

Maslahah Performa adalah sistem manajemen kinerja berbasis kemaslahatan. Kebutuhan Dasar individu (maslahah daruriyah), dikembangkan menjadi konsep kebutuhan dasar organisasi. Kebutuhan dasar organisasi menurut konsep Maslaha h Daruriyah yaitu: orientasi ibadah, orientasi proses internal, orientasi pembelajaran, orientasi bakat, orientasi pelanggan, orientasi harta.

Orientasi ibadah untuk menjelaskan untk menjelaskan bagaimana organisasi berinteraksi kepada Allah, pemangku kepentingan dan lingkungan.

Orientasi proses internal untuk menjelaskan bagaimana organisasi mengelola proses2 inti, proses2 pendukung, proses kepatuhan, proses keberlanjutan, proses peningkatan, pengelolaan resiko, yg mereka miliki, untuk mencapai keberlanjutan manfaat dirinya.

Orientasi pembelajaran untuk menjelaskan bagaiamana organisasi mengeLola akal dan hati nya. Akal untuk menjangkau hal2 yg sifat nya logika dan materi, hati untk menjangkau hal yg sifatnya tdk logika dan tidak materi.

Orientasi bakat untuk menjelaskan bagaimana organisasi mengelola bakat. Bakat adalah para penerus keberlanjutan kemanfaatan organisasi. Bakat adalah para penerus yg memiliki visi misi yg sama dgn pendiri organisasi.

Orientasi pelanggan adalah utk menjelaskan bagaimana organisasi mengelola para pelanggan. Pelanggan bagi organisasi adalah media Allah untuk memberikan rizki kepadanya. Oleh karena itu, organisasi harus berinterakasi dgn pelanggan bukan sekedar karena mereka membutuhkan pelanggan tetapi karena organisasi mau beribadah kpd Allah.

Orientasi harta untuk menjelaskan bagaimana organisasi mendapatkan dan membelanjakan harta sesuai dengan tuntutan aqidah dan tuntunan syariah, yaitu berakhlak baik dan benar dalam mendapatkan harta juga dalam menbelanjakan harta.

Dari pemaparan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa maslahah performa merupakan hal yang sangat penting dalam Ekonomi Islam. Hal inilah yang mendasari Dr. Ahmad Firdaus untuk menyusun buku yang membahas secara mendalam tentang Maslahah Performa.  Menurut beliau buku ini disusun dengan harapan dapat membantu perusahaan atau organisasi untuk dapat mengelola perusahaannya dengan baik dan meningkatkan performanya sesuai dengan prinsip-prinsip Ekonomi Islam.

“Buku ini merupakan bentuk sumbangsih saya untuk perkembangan dan penerapan prinsip Ekonomi Islam pada organisasi dan perusahaan. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang banyak untuk ummat.” Ujar Firdaus,

Miftahul AnwarBuku Maslahah Performa Sebagai Sumbangsih Tazkia Untuk Perkembangan Ekonomi Islam
read more

Pengumuman Hasil Smart Test MA Husnul Khotimah

No comments

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Kami ucapkan selamat kepada seluruh peserta Smart Test yang telah dinyatakan lulus dengan gradenya masing masing.
Untuk langkah selanjutnya silahkan lakukan pendaftaran online di spmb.tazkia.ac.id atau konfirmasi ke bagian humas Tazkia (Anwar/0895320102086).

https://drive.google.com/open?id=1lC8stvkf7Vr4OB1eWrwK6IAEn3Pe3dJ0

Miftahul AnwarPengumuman Hasil Smart Test MA Husnul Khotimah
read more

STEI Tazkia Adakan Workshop Modul Pembelajaran Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat

No comments

Bogor, 09 Desember 2017.

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu dari Tri Dharma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan khususnya oleh para dosen. Kegiatan ini adalah bentuk implementasi ilmu dan kontribusi nyata dari insan akademisi kepada masyarakat.
Urgensi Pengabdian kepada Masyarakat sangat diperhatikan oleh dosen-dosen di STEI Tazkia. Salah satunya adalah kegiatan yang dilaksanakan belum lama ini di At Taufiq Islamic School Bogor.

Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI selaku dosen STEI Tazkia menjadi narasumber utama dalam pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran pada Sekolah Islam At Taufiq Bogor.
Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 09 Desember 2017 ini dihadiri oleh kurang lebih 50 orang guru yang telah diseleksi untuk mengikuti workshop ini.

Workshop yang berlangsung sejak pukuli 08.00 dan berakhir 15.00 berjalan dengan lancar dan antusias peserta yang tinggi.
Dr. Misno memberikan tiga sesi training; Sesi pertama berisi motivasi menulis dengan tema utama Spiritual Writing,  Sessi kedua adalah Transformasi Silabus menjadi modul pembelajaran dan sessi terakhir adalah praktik membuat modul dengan Bimbingan langsung dari Ketua Prodi Hukum Bisnis STEI Tazkia ini.

Out put dari workshop ini adalah dihasilkannya modul pembelajaran bagi siswa siswi pada tingkat SD, SMP dan SMA. Kekhasan dari modul yang dihasilkan adalah memiliki karakter khas yabg sesuai dengan nilai nilai Islam. Tentu saja iSTEIa selaras dengan Tazkia Values yaitu Tauhid, Amanah, Zero Deffect dan Quality Oriented, Knowledge and Competent, Inovativ dan Istiqamah serta Achievment Through Teamwork.

“Training ini sangat menggugah saya untuk semakin bersemangat dalam menulis” ungkap Pak Makmun, Lc, M.Pd. sebagai peserta workshop yang menjadi guru di sekolah ini.
Karena kegiatan ini adalah bentuk dari pengabdian masyarakat oleh dosen maka tidak hanya berhenti sampai di sini, ia akan terus berpanjut hingga modul tersebut siap dicetak.

“Target kami tiga bulan dengan bimbingan dari Dr. Abdurrahman mudah mudahan modul kami sudah siap cetak dan digunakan oleh siswa” demikian ungkap Bapak Sholihin selaky bidang kurikullum dan panitia workshop.

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Adakan Workshop Modul Pembelajaran Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat
read more

International Conference on Islamic Economics, Finance, and Accounting (ICIEFA)

1 comment

Istilah Sustainable Development Goals (SDGs) semakin bergema. Ia menggantikan agenda Millennium Development Goals (MDGs). Pembangunan berkelanjutan muncul sebagai isu global yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat dan tentunya bagi seluruh warga negara dan dunia. Pembangunan yang tidak hanya ditujukan untuk kesejahteraan generasi saat ini, tapi juga memperhatikan kemaslahatan generasi yang akan datang. Lingkupnya tidak terbatas pada aspek ekonomi saja, tetapi mencakup aspek sosial dan lingkungan.

Semangat SDGs sangat bersinggungan dengan konsep Islam sebagai agama Rahmatanlil ‘alamin. Perhatian ekonomi Islam terhadap pembangunan berkelanjutan tidak perlu diragukan. Kewajiban berzakat menunjukkan adanya bentuk kepedulian ekonomi Islam terhadap kondisi perekonomian orang lain. Perintah Rasulullah untuk menanam bibit tanaman meskipun esok hari pembalasan tiba, menunjukkan adanya kepedulian Islam terhadap nasib generasi yang akan datang.

Atas dasar ini, STEI Tazkia bekerjasama dengan Universitas Ibnu Khaldun mengadakan sebuah konferensi internasional yang bertajuk, “Kontribusi Ekonomi, Keuangan dan Akuntansi Islam terhadap Pembangunan Berkelanjutan” (International Conference on Islamic Economics, Finance and Accounting (ICIEFA)) pada tanggal 6-7 Desember 2017 M / 17 Rabiul Awwal 1439 H di kampus STEI Tazkia, Sentul-Bogor.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Dr. M. Syafi’i Antonio, M.Ec, selaku CEO Tazkia Group dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, sebagai Rektor STEI Tazkia. Kemudian, acara dilanjutkan dengan agenda seminar oleh para tokoh Ekonomi Islam ternama, seperti Dr. Halim Alamsyah (Commissioner of Indonesia Deposit Insurance/LPS), Prof. Khaled Hussainey (Associate Editor, Jurnal of Applied Accounting, Auditing, and Performance Evaluation), dan Prof. Toseef Azid (Qassim University, Saudia Arabia) . kemudian, agenda dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian oleh para peserta.

Prof. Khaled sedang menyampaikan materinya tentang bagaimana cara tembus Jurnal Internasional

Prof. Khaled sedang menyampaikan materinya tentang bagaimana cara tembus Jurnal Internasional

Konferensi ini mengundang para peneliti, pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk menyampaikan gagasan dan hasil penelitiannya. Tercatat bahwa lebih kurang terdapat 100 laporan penelitian yang masukpa dalaman registrasi web resmi ICIEFA (iciefa.tazkia.ac.id). Kemudian, setelah proses seleksi oleh para reviewer, terdapat 71 laporan penelitian yang akan dipresentasikan dalam sesi parallel. Para peserta yang hadir bukan hanya berasal dari Negara di kawasan Asia (Indonesia, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Bangladesh), namun juga dari belahan benua lainnya seperti Negara Inggris dan Tunisa.

Salah satu peserta sedang menyampaikan hasil penelitiannya

Salah satu peserta sedang menyampaikan hasil penelitiannya

Selain itu, untuk memperluas dakwah perjuangan Ekonomi Islam melalui bidang akademis, ICIEFA juga mengagendakan Workshop Publikasi Hasil Penelitian pada Jurnal yang Bereputasi. Pelatihan ini akan langsung dibimbing olehDr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, (Editorial AdvesoryBoard, Journal of Islamic Accounting and Business Research) dan Dr. Akhmad Affandi Mahfudz, CPIF (Editorial Advesory Board, Humanomics, The International Journal of Systems and Ethics).

Kami sangat berharap konferensi ini dapat menjadi media untuk memperkuat peran dan kontribusi Ekonomi Islam terhadap pembangunan berkelanjutan di dunia melalui pembahasan ide dan gagasan para ilmuwan yang ada di berbagai negara. (Anwar G)

Miftahul AnwarInternational Conference on Islamic Economics, Finance, and Accounting (ICIEFA)
read more

STEI Tazkia Resmikan Program Kelas Internasional

No comments

Selasa, 5 Desember 2017. STEI Tazkia menggelar grand launching program kelas Internasional yang akan mulai berjalan pada awal semester genap bulan Februari 2018.

Sebagai lembaga pelopor Ekonomi Islam, STEI Tazkia terus berusaha meningkatkan kualitasnya dalam dunia pendidikan dan dakwah Ekonomi Islam. Hal itu dibuktikan dengan kembali dibukanya program baru yang kali ini bertaraf Internasional.

Murniati Mukhlisin selaku Ketua STEI Tazkia yang didampingi timnya langsung  meresmikan Program Kelas Internasional Tazkia. Dimana kedepannya program yang akan dijalankan pada bulan Februari 2018 ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk STEI Tazkia membuktikan eksistensinya dalam dunia pendidikan dan dakwah Ekonomi Islam tingkat Dunia.

Dalam sambutannya Murniati menyampaikan bahwa program ini merupakan sebuah langkah besar bagi STEI Tazkia untuk mencapai Visinya pada 2025 nanti. Murniati berharap kesempatan ini dapat disambut baik oleh mahasiswa maupun calon mahasiswa yang akan bergabung bersama Tazkia untuk meningkatkan kualitas diri demi tercapainya SDM Ekonomi Islam yang berkualitas Dunia.

Pada acara grand opening kali ini juga dihadiri oleh Prof. Tossef Azid selaku peneliti Ekonomi Islam dan pengajar di Qassim University, Saudi Arabia. Dalam kesempatan kali ini, Prof. Tossef secara khusus memberikan motivasi kepada mahasiswa Tazkia untuk lebih giat lagi dalam mendalami Ilmu Ekonomi Islam, karena kedepannya mahasiswa Tazkia lah selaku generasi muda yang akan memperjuangkan nasib perekonomian Islam dunia. Prof Tossef juga menyampaikan bahwa kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di luar Negeri sangat terbuka lebar untuk mereka yang mau berusaha dengan sungguh-sunguh. (Anwar G)

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Resmikan Program Kelas Internasional
read more