Artikel

STEI Tazkia Emban Amanah Tingkatkan Kualiatas SDM Syariah Provinsi Riau

No comments

Penandatangan MoU antara Tazkia dan Provinsi Riau. Miftakhus Surur selaku Pembantu Ketua 3 TAzkia (samping kiri), Dr. M. Syafii Antonio selaku Ketua Pembina Yayasan Tazkia (tengah kiri), Dr. Murniati Mukhlisin selaku ketua Tazkia (tengah kanan), Dr. H. Syamsuar selaku Gubernur Provinsi Riau (samping kanan).

Kamis 28 Maret 2019, STEI Tazkia yang diwakili langsung oleh Dr. Murniati Mukhlisin (Ketua STEI Tazkia) menandatangani kesepakatan kerjasama bersama Provinsi Riau yang diwakili langsung Drs. H. Syamsuar (Gubernur Provinsi Riau).

Setelah sebelumnya telah berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah diantaranya Provinsi Bangka Belitung, NTB, Kalimantan Timur; STEI Tazkia kembali berhasil menjalin kerjasama dengan Provinsi Riau. Kerjasama yang dibangun diantara kedua belah pihak berfokus pada pengembangan SDM Syariah untuk kemajuan sektor Ekonomi Islam Provinsi Riau. Dalam keberlangsungannya, Pemerintah Provinsi Riau akan mengirimkan putra-putri terbaik daerahnya untuk belajar ilmu Ekonomi Islam dan juga penggemblengan karakter keislaman di STEI Tazkia.

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Riau sangat menyambut baik program kerjasama ini, karena menurut-Nya program-program yang ditawarkan STEI Tazkia sangat sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

“Saya sangat menyambut program kerjasama dengan Tazkia ini, karena Tazkia memiliki program-program yang sesuai dengan kebutuhan Provinsi Riau. Selain itu juga memang beberapa Program masih belum ada disini, seperti Bisnis Manajemen Islam & Ilmu Ekonomi Islam. Harapannya Tazkia dapat mendidik Putra-Putri daerah kami menjadi SDM Ekonomi Islam yang handal.” Ujar Drs. Syamsuar.

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Emban Amanah Tingkatkan Kualiatas SDM Syariah Provinsi Riau
read more

Daerah Dengan Jumlah Institusi Islam Yang Lebih Banyak Cenderung Memiliki Risiko Konflik Yang Rendah?

No comments

Indra, M.Si. salah satu dosen STEI Tazkia baru saja selesai melakukan penelitian tentang pengaruh jumlah institusi Islam di suatu daerah terhadap Tingkat/resiko terjadinya konflik fisik. Penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk melihat bagaimana sejatinya pengaruh jumlah institusi Islam dalam suatu daerah terhadap tingkat konflik fisik daerah tersebut, dimana nantinya hasil penelitian ini akan menjadi referensi penulis terhadap badan terkait dalam penentuan strategi dalam upaya menurunkan tingkat konflik fisik antar warga.

Berdasarkan Penelitian yang dilakukan ini, diperoleh kesimpulan bahwa Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah Institusi Islam lebih banyak, yang ditunjukkan oleh rasio jumlah masjid dan jumlah pondok pesantren per jumlah populasi penduduk, memiliki kecenderungan tingkat konflik yang lebih rendah.

Menurut peneliti dan dosen yang merupakan Direktur Pusat Studi Halal LPPM STEI Tazkia ini juga ditemukan adanya pengaruh yang signifikian dari beberapa variabel kontrol sosial-ekonomi dalam mengurangi dan mendorong eskalasi konflik.

“Tingkat Pengangguran dan rata-rata lama sekolah merupakan dua indikator yang ditemui memiliki pengaruh terhadap peningkatan konflik. Pada lain sisi, tingkat pertumbuhan PDRB perkapitah dan share PDRB pertanian ternyata berperan penting dalam menurunkan tingkat risiko konflik di wilayah kabupaten/kota.” Ujar Indra.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan struktur data cross-section tingkat kabupaten di Indonesia. Keseluruhan variabel yang digunakan oleh peneliti bersumber dari data Statistik Potensi Desa (PODES) dan publikasi yang dilakukan oleh BPS lainnya pada tahun 2014. (Rijal N. F. & M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarDaerah Dengan Jumlah Institusi Islam Yang Lebih Banyak Cenderung Memiliki Risiko Konflik Yang Rendah?
read more

Pemprov Kaltim MoU dengan STEI Tazkia

No comments
BOGOR – Pemprov Kaltim memastikan kerjasama bidang pendidikan dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Sentul City, Bogor Jawa Barat direalisasikan. Kepastian berlanjutnya MoU ke Perjanjian Kerjasama (PKS) setelah dilakukannya kunjungan silaturahmi dan rapat tindak lanjut oleh tim Kaltim ke perguruan tinggi tersebut.
Tim dipimpin Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim HM Sa’bani didampingi staf ahli gubernur Prof Dr H Zein Heflin.
Hadir pula Plt Kepala Biro Humas Setdaprov Kaltim Hj Riawati dan Kepala Bagian Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Biro Kesejahteraan Rakyat Edi Suhaedi.
Rombongan diterima Rektor STEI Tazkia Bogor Dr Murniati Mukhlisin didampingi Pembantu Ketua III Bagian Kemahasiswaan Miftakhus Surur.
Sa’bani mengemukakan kerjasama di bidang pendidikan ekonomi Syariah guna menghasilkan putra putri daerah yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan syariah. “Kerjasama kita dengan STEI guna menghasilkan generasi yang memiliki marketing skill tinggi,” katanya, Jumat (1/3).
Menurut dia, MoU berlanjut ke PKS untuk bidang ekonomi syariah guna memperdalam sekaligus memantapkan kemampuan marketing di masing-masing  individu peserta didik.
Hal senada disampaikan Heflin akan pentingnya jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang ekonomi syariah ini bagi generasi Kaltim. “Putra-putri daerah memiliki potensi dan kegiatan bisa didukung melalui program Beasiswa Kaltim Tuntas,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor STIE Tazkia Bogor Murniati Mukhlisin menyambut baik dan sangat mengapresiasi berlanjutnya MoU ke perjanjian kerjasama dengan Pemprov Kaltim. “Saya yakin komitmen pemerintah mampu membentuk sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing untuk menyukseskan pembangunan daerah,” ucapnya.
Dirinya berharap rapat penindaklanjutan PKS antara Pemprov Kaltim dengan STEI Tazkia Bogor segera berlanjut pada implementasi kerjasama. (yans/her/fat/humasprovkaltim)
Miftahul AnwarPemprov Kaltim MoU dengan STEI Tazkia
read more

Tazkia Adakan Audiensi Dengan Pemprov Kalimatan Utara

No comments

(Kiri Tengah) Gubernur Pemerintah Pemprov Kaltara Dr. Ir. H. Irianto Lambrue, M.M. (Kanan Tengah) Dr.Murniati Mukhlisin. M.Acc Rektor STEI Tazkia

Senin, 18 Maret 2018 STEI Tazkia mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi langsung sekaligus mengadakan audiensi terkait program kerjasama dengan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara yang langsung dipimpin oleh Guberur langsung Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M. Program kerjasama yang ditawarkan pengembangan sumberdaya ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat guna menanggulangi kemiskinan dan kerjasama Beasiswa untuk putra putri terbaik Kalimantan Utara.

Tidak hanya dihari langsung oleh Gubernur, audiensi ini juga dihadiri langsung oleh:

  • Disdikbud Prov. Kaltara;
  • Bappeda Prov. Kaltara;
  • Biro Pemerintahan Umum Setda Prov. Kaltara;
  • Kanwil Kemenag Prov. Kaltara;
  • Baznaz Prov. Kaltara;
  • PGRI Prov. Kaltara;
  • Dewan Pendidikan Prov. Kaltara;
  • Kepala SMA/SMK di Wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya;
  • PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PT. PKN);
  • Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (FTJSP).

Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Kampus STEI Tazkia mengawali pembicaraan dengan pemaparan singkat mengenai profil kampus STEI Tazia dan penjelasan singkat tetang Ekonomi Islam dan perkembangannya di Idonesia. Kemudia Dr. Murniati melanjutkan pembicaraan terkait peluang kerjasama yang bisa dibangun antara STEI Tazkia dengan Pemprov Kalimantan Utara terutama terkait Beasiswa untuk Putra Putri terbaik Kalimantan Utara.

Pembicaraan ini disambung hangat dan antusias oleh Dr. Irianto Lambrie selaku Gubernur Kalimantan Utara. Dr. Irianto menyebutkan bahwa selama ini STEI Tazkia lah lembaga yang dicari-cari oleh Pemprov Kalimantan Utara dalam upaya untuk mendalami Ekonomi Islam dan juga lembaga yang diharapkan mampu mendidik Putra Putri terbaik Kalimantan Utara dalam upaya menghasilkan sumber daya yang tidak hanya kompeten (ahli) dalam bidangnya namun juga memiliki karakter keIslaman yang kuat dan berakhlakul karimah.

“Memang lembaga seperti ini yang selama ini kami cari, yang insya Allah mengedepankan Akhlaq.” Ungkap Dr. Irianto. (M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarTazkia Adakan Audiensi Dengan Pemprov Kalimatan Utara
read more

Seminar Kebangsaan “Islam, Pancasila, dan Karakter Bangsa”

No comments

“Sila pancasila apabila dikaji lebih dalam memiliki nilai yang selaras dengan Rukun Islam” – (Zaim Uchrowi, 2019)

Pancasila yang selama ini dikenal sebagai dasar negara memiliki sejarah panjang dalam perumusannya. Dimulai dari munculnya istilah Pancasila (Panca: lima, Sila: sendi) sampai dengan ditetapkannya dalam rumusan Piagam Jakarta. Kehadiran Pancasila menjadi grundnorm dalam setiap penyelenggaraan kegiatan berbangsa dan bernegara, dimana setiap warga negara diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 18 Maret 2019 bertempat di Kampus STEI Tazkia, diadakan Seminar Kebangsaan dengan tema “Islam, Pancasila dan Karakter Bangsa” dengan narasumber Dr. Zaim Uchrowi. Diawal pemaparannya, beliau mengungkapkan fakta menarik terkait keselarasan antara teori karakter manusia dengan karakter Rasulullah SAW. Teori Karakter Manusia yang dikemukakan oleh Hipocrates dan Galenus pada era sebelum masehi membagi 4 karakter manusia menjadi Plegmatis, Melankonis, Koleris dan Sanguinis. Pembicara yang merupakan lulusan program Doktor di Insitut Pertanian Bogor ini merelevansikan teori Hipocrates dan Galenus tersebut dengan 4 karakter Rasulullah SAW yakni :

– Fathonah = Melankolis;

– Siddiq=Plegmatis;

– Amanah=Choleric;

– Tablig=Sanguinis.

Pembahasan menarik terkait adanya keselarasan antara Pilar Karakter, Sila Pancasila, dan Rukun Islam yang kemudian disebut Framework Pilar Karakter. Framework Pilar Karakter diawali dengan Sila Ketuhanan (Pancasila) yang selaras dengan Syahadat (Rukun Islam) sebagai belief / keyakinan awal (Pilar Karakter) yang terletak dalam hati manusia. Sila Keadilan Sosial (Pancasila) yang selaras dengan Haji (Rukun Islam) sebagai Result/hasil (Pilar Karakter) dari keempat pelaksanaan karakter sebelumnya.

“Kelemahan dari sistem pendidikan  karakter yang ada saat ini adalah tidak memasukkan komponen Belief atau keyakinan sebagai dasar karakter anak, sehingga dalam perjalanannya seorang anak mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar. Berbeda dengan anak yang telah memiliki unsur belief, keyakinan kuat dalam dirinya sebagai benteng dalam menghadapi pengaruh lingkungan sekitar”. Jelas Dr. Zaim

Seminar yang dimoderatori oleh Dr. Mukhamad Yasid, M.Si ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta. (Ria Marsella & M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarSeminar Kebangsaan “Islam, Pancasila, dan Karakter Bangsa”
read more

Talkshow Special Mabit: Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an

No comments

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 9 Maret 2019 Jam’iyyatul Huffadz Tazkia bekerjasama dengan Tazkia+ dan Masjid Andalusia menyelenggarakan talkshow dan Al-Qur’an di lantai 2 Masjid Andalusia Kampus STEI Tazkia. Kajian yang dilaksanakan ini mengangkat tema ‘Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an’.

Dalam talkshow bersama Ustadz Muhammad Lutfi dan Ustadz Hilman Fauzi dibahas 3 motivasi menghafal Al-Quran:
1. Lingkungan yang mendukung
2. Guru yang selalu memotivasi
3. Yakin bahwa Allah memberikan kemudahan dalam segala hal, bahkan rezeki dan kebutuhan kita.

3 motivasi menggapai kesuksesan:
1. Doa orang tua
2. More effort
3. Dibalik kesulitan, ada kemudahan

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada pemateri dan dorprize kepada peserta serta doa oleh ustadz Hilman.

_Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah, daripada kehilangan Allah karena sesuatu._

==========
Supported By:

Tazkia TV
Instagram: *@tazkiatv*

#masjidandalusiaislamiccenter #kajianandalusia #tpaandalusia #steitazkia #tazkiatv

Miftahul AnwarTalkshow Special Mabit: Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an
read more

Tazkia Tandatangani Kesepakatan Kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Daruttauhiid

No comments

Selasa 26 Februari 2019 STEI Tazkia yang diwakili oleh Dr. Mukhamad Yasid selaku Ketua Program Pascasarjana STEI Tazkia menandatangani kerjasama tridarma pendidikan bersama Yayasan Pendidikan Daarut Tauhiid yang diwakili oleh H. Gatot Kunta Kumara selaku Ketua Yayasan Pendidikan Daarut Tauhiid.

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kesepakatan Kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Daruttauhiid
read more

Dosen Tazkia Raih Penghargaan Buku Terbaik Pada Islamic Book Award 2019

No comments

Islamic Book Award merupakan salah satu rangkaian acara dalam Islamic Book Fair 2019 yang memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para insan terbaik yang bergelut di dunia literasi. Selain sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, Islamic Book Award juga diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan kepada para penulis untuk lebih bersemangat lagi dalam menghasilkan karya-karya terbaik dan juga mampu merangsang minat generasi muda untuk mulai menulis dan terjun dalam dunia literasi

Pada tahun ini, ada 8 nominasi yang diperebutkan, yaitu Fiksi Anak Terbaik, Fiksi Dewasa Terbaik, Non Fiksi Anak Terbaik, Non Fiksi Dewasa Terbaik, Terjemahan, Ilustrasi, Desain Sampul, Penyuntingan, dan Tata Letak Terbaik.

Sejumlah penulis dengan karyanya berhasil meraih penghargaan itu. salah satunya adalah Abdul Wahid Al Faizin dan Nashr Akbar yang meraih penghargaan untuk kategori Non Fiksi Dewasa Terbaik dengan bukunya yamg berjudul “Tafsir Ekonomi Kontemporer; Menggali Teori Ekonomi dan Ayat-Ayat Al-Quran” terbitan Gema Insani.

Ditemui setelah menerima penghargaan, Nashr Akbar yang merupakan dosen dari kampus Tazkia Bogor mengaku terkejut, bangga sekaligus terharu atas penghargaan yang ia terima. Sebab buku yang membuatnya meraih capaian itu, merupakan buku pertama yang beliau hasilkan.

Ia menganggap penghargaan yang ia terima sebagai sebuah motivasi dan juga dorongan semangat untuk terus menghasilkan karya yang jauh lebih baik lagi.

“ketika diumumkan bahwa saya dan Wahid berhasil meraih penghargaan dalam Islamic Book Award tahun ini, saya sangat terkejut, bangga sekaligus terharu. Karena ini merupakan buku pertama yang saya hasilkan. Meskipun saya memang punya mimpi untuk mendapatkan penghargaan dalam ajang Islamic Book Award ini, tapi mimpi itu untuk tahun 2030 nanti. tapi Alhamdulillah Allah SWT mengabulkan doa saya begitu cepat sehingga pada tahun ini saya dapat mewujudkan mimpi saya dan terasa begitu spesial karena ini juga merupakan karya pertama saya” ujar Nashr. (Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarDosen Tazkia Raih Penghargaan Buku Terbaik Pada Islamic Book Award 2019
read more

Tazkia Fasilitasi Anak Yatim dari Siak, Riau

No comments

Jajaran Tazkia bersama Jajaran PT. Bumi Siak Pusako menandatangani program kerjasama beasiswa

“Bersama dunia usaha, perguruan tinggi dapat ikut mencetak ahli dan praktisi ekonomi Islam melalui program beasiswa STEI Tazkia”

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia dan PT Bumi Siak Pusako menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dalam rangka pengiriman 14 orang mahasiswa berstatus anak yatim dari Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Penandatangan dilakukan pada Rabu, 13 Februari 2019 di Kampus STEI Tazkia.

Dari STEI Tazkia diwaikili oleh Rektor Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan dari PT Bumi Siak Pusako diwakili oleh Direktur Utama, Iskandar. Menemani Iskandar, adalah jajaran manajemen, yaitu Corporate Secretary, Riky Hariansyah, Manager Umum dan CSR, Danil Firdaus, dan Kabag Legal, Lina.

Melalui kesepakatan ini, PT Bumi Siak Pusako akan mengirim mahasiswa secara bertahap. Tahap pertama akan diberangkatkan enam orang pada 14 Februari 2019. Dari enam orang tersebut, dua orang akan dibiayai oleh PT Bumi Siak Pusako dan sisanya akan dibantu pembiayaannya oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kerjasama ini juga bagian dari program Hafidzprenuer D3 STEI Tazkia, PT Bumi Siak Pusako dan kampus Tazkia juga akan bekerja sama dalam pengiriman guru mengaji dalam program Imam Saqu yang diprakarsai oleh pondok pesantren Wadi Mubarak, Bogor.

*Sekilas tentang STEI Tazkia*
STEI Tazkia didirikan dibawah pengelolaan Yayasan Tazkia Cendekia yang didirikan berdasarkan Akta No.5 Notaris Syarif Tanudjaja tanggal 11 Maret 1999.

STEI Tazkia meyakini bahwa hanya sistem ekonomi yang dipandu oleh hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah SWT-lah yang mampu mensejahterakan masyarakat secara adil. Sesuai dengan namanya yaitu Tazkia (Tazkiyyah), STEI Tazkia berusaha mendorong perekonomian umat untuk tumbuh (growth) secara bersih (purification).

Upaya ini dilakukan melalui inovasi-inovasi yang produktif, efektif, dan efisien diiringi dengan upaya menyuburkan zakat dan sedekah sehingga membuahkan hasil yang berlipat ganda untuk kesejahteraan masyarakat.

Miftahul AnwarTazkia Fasilitasi Anak Yatim dari Siak, Riau
read more

Meneladani Kedermawan Utsman bin ‘Affan

No comments

Oleh: Nurizal Ismail (Direktur Pusat Studi Kitab Islami STEI Tazkia & Peneliti ISEFID)

Dalam sebuah kuliah umum di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia bertajuk Muslim Youth Contribution in Islamic Economic History: Past and Present, Ustadz Bachtiar Natsir (UBN), yang didaulat sebagai salah satu pembicara, menjelaskan bagaimana sosok kedermawanan salah satu Khulafāu al-Rāshīdin, Utsman bin ‘Affan Raḍiyallāhu ‘Anhu yang sering membantu serta memperjuangkan Islam dan Muslimin di zaman Rasulullah SAW.

Sontak, kami pun bertanya dalam hati, apa yang dilakukan oleh Utsman bin ‘Affan sehingga kita tidak mengetahui kenapa beliau dikategorikan sebagai seorang dermawan? Peran besar apa yang pernah dirinya lakukan terhadap Islam? Seberapa kaya Utsman bin Affan sehingga ia bisa sebegitu dermawannya terhadap Islam?

Belum selesai kami bergumam, UBN menjelaskan bahwa figur kedermawanan Ustman bin Affan adalah ketika ia memberikan pinjaman terbaik kepada Allah SWT. UBN lantas merujuk ucapannya tentang ‘Utsman bin ‘Affan tersebut dengan membaca surat Al-Baqarah ayat 245 yang memiliki terjemahan sebagai berikut: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Qs Al-Baqarah: 245).

Ahmad Muṣṭafā bin Muhammad bin Abdul Mun’im Al-Maraghi dalam karya monumentalnya, Tafsir Al-Marāghī, menjelaskan bahwa pinjaman terbaik yang dimaksud adalah berinfaq di jalan Allah SWT sesuai dengan kebutuhan dan niat yang baik untuk dapat dimanfaatkan bagi seluruh Muslim dan dilakukan dengan cara-cara yang disyariatkan Islam. Sedangkan Imam Al-Qurṭūbī dalam karyanya, Jāmi’ li Aḥkāmi al-qur’ān, menjelaskan jika ayat tersebut merupakan perintah Allah SWT kepada umatnya untuk senantiasan berinfaq di jalan Allah SWT.

Fakta sejarah pun berkata demikian. Utsman bin ‘Affan disebut-sebut sebagai sosok di belakang pembangunan Sumur Rumata, mendanai pasukan ‘Usrah serta sosok di balik perluasan Masjid Nabawi. Kesemuanya, ‘Utsman bin ‘Affan lakukan bukan atas perintah Rasulullah secara langsung melainkan keyakinannya kepada apa yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Karena keyakinannya dalam memberikan pinjaman yang terbaik kepada Allah SWT beliau ‘dinobatkan’ oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu sahabat yang dijanjikan oleh Allah SWT masuk ke dalam Surga.

Dalam riwayat yang berhasil kami himpun dikisahkan bahwa Rasulullah telah bersabda: “Siapa saja yang menggali Sumur Rumata maka untuknya surga.” Maka sumur tersebut digali oleh Utsman.

Rasulullah SAW kembali bersabda: “Barangsiapa yang mendanai pasukan ‘Usrah maka untuknya surga.” Maka menurut penuturan Abdurrahman bin ‘Auf, Utsman bin ‘Affan mendatangi Rasulullah SAW dengan membawa 700 gantang emas yang diperuntukkan bagi pasukan ‘Usrah.

Pun ketika kapasitas Masjid Nabawi tidak mampu menampung lagi jamaah Muslim yang semakin bertambah, Rasulullah SWT bersabda: ““Barangsiapa membeli lokasi milik keluarga fulan lalu menambahkan untuk perluasan masjid dengan kebaikan maka ia kelak di surga.” Lagi-lagi, Utsman membeli lokasi tersebut dengan uang pribadi dan lantas diwakafkan kepada pihak masjid.

Teladan yang diberikan ‘Utsman bin ‘Affan seharusnya menjadi pelecut semangat setiap umat Muslim di seluruh dunia. Karena apa yang diperagakan oleh ‘Utsman bin Affan hadir dengan semangat kedermawanan hati untuk terus berinfaq di jalan Allah SWT. Dengan kedermawanan, anasir pemahaman kapitalis seperti sikap materialistis, hedonis, boros, berlebih-lebihan akan terkikis dan hilang dengan sendirinya.

Selain itu, untuk menjadi seorang dermawan, Anda tidak perlu menunggu untuk kaya terlebih dahulu. Al-Mawardī dalam kitabnya Adabu al-dunyā wa al-dīn menjelaskan bahwa kedermawanan dapat lahir dari pemberian sesuatu kebutuhan yang diperlukan oleh mereka yang berhak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Artinya, jika Anda mampu melaksanakan instrumen-instrumen seperti zakat, infaq, sedekah dan wakaf, maka Anda sudah dapat dikategorikan sebagai seorang yang dermawan.

Andai sikap kedermawanan ‘Utsman bin ‘Affan sudah terlaksana, saya yakin ekonomi keumatan berbasis kedermawanan ‘Utsman akan terbentuk. Dalam skala makro, andai sebuah negara bersikap dermawan, maka Allah SWT berjanji akan menjadikan negara tersebut sebagai negara yang baldatun ṭayyibatun wa rabbun ghafūr. Wallāhu a’lam bi al-ṣawāb.

https://gontornews.com/2019/02/13/meneladani-kedermawan-utsman-bin-affan/

Miftahul AnwarMeneladani Kedermawan Utsman bin ‘Affan
read more