Dubes RI Bahas Potensi Ekonomi Afghanistan di SDS IAI Tazkia

No comments

Solopos.com, BOGOR — Kampus penyedia pendidikan keuangan syariah IAI Tazkia menggelar Agenda Grand Opening Student Dynamic Session (SDS) Masa Akademik 2021/2022.

Acara diisi Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, Dr. Arief Rachman, yang memamaparkan tentang potensi Afghanistan sebagai wilayah strategis peta dunia yang menempati wilayah Asia Tengah sebagai jantung dunia.

Arief menyampaikan Indonesia memiliki semangat juang yang sama dengan masyarakat Afghanistan. “Semangat menjaga Kesatuan Republik Indonesia yang digaungkan oleh Presiden Pertama Soekarno menjadi pesan penting membangkitkan semangat pemuda mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers Humas IAI Tazkia, Rabu (22/9/2021).

Semangat kemerdekaan Indonesia terus diwujudkan oleh para pendahulu dan pemerintah saat ini dengan membawa misi perdamaian di Afghanistan. Dubes menyampaikan Presiden Joko Widodo dan Kementerian Luar Negeri ikut menyuarakan perdamaian Afghanistan di tingkat Internasional sejak beberapa tahun terakhir.

Dalam kesempatan ini, Ketua Pembina Tazkia, Dr. Syafi’i Antonio, menyampaikan secara daring tentang harapan Tazkia untuk bisa menjalin kerja sama dengan kedutaan besar Afghanistan. Hal ini sekaligus mendukung berbagai upaya lanjutkan perdamaian yang dilakukan, khususnya dalam bidang ekonomi syariah yang menjadi ekspertis Tazkia.

Hadir dalam acara SDS itu di antaranya, Rektor IAI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. CFP dan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Andang Heryahya. Rektor IAI Tazkia ini adalah utusan Perdamaian dari Indonesia untuk Afghanistan. Dia juga sebagai wanita satu-satunya bersama Jusuf Kalla dan utusan lainnya dari Indonesia.

Selain agenda seminar politik internasional, SDS kali ini juga menjadi sesi penghargaan bagi  mahasiswa/i terbaik dari masing-masing program studi. Agenda Grand Opening SDS ini diharapkan jadi momen membangkitkan semangat mahasiswa di tahun akademik baru. “Semoga IAI Tazkia bisa terus tumbuh dari segi akademisi, prestasi, organisasi, maupun pengembangan mindset global ikut berkontribusi membangun dunia dalam ranah Ekonomi Syariah,” ujar Rektor.

Miftahul AnwarDubes RI Bahas Potensi Ekonomi Afghanistan di SDS IAI Tazkia
read more

Peduli Isu Politik Internasional, SDS IAI Tazkia Hadirkan Duta Besar Indonesia Untuk Afghanistan

No comments

Kampus Terbaik Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Dunia IAI Tazkia mengundang Dr. Arief Rahman, Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan menjadi narasumber dalam Agenda Grand Opening Student Dynamic Session (SDS) Masa Akademik 2021/2022.  Selasa, 21 September 2021/14 Shafar 1443.

Berbicara tentang Potensi Afghanistan sebagai Wilayah Strategis Peta Dunia yang menempati wilayah Asia Tengah sebagai Jantung Dunia, Dr. Arif menyampaikan betapa Indonesia memiliki semangat juang yang sama dengan masyarakat Afghanistan. Semangat menjaga Kesatuan Republik Indonesia yang digaungkan oleh Presiden Pertama Soekarno menjadi pesan penting membangkitkan semangat pemuda mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semangat kemerdekaan Indonesia terus diwujudkan oleh para pendahulu dan pemerintah saat ini dengan membawa misi perdamaian di Afghanistan. Dr. Arif menyampaikan bagaimana Jokowi selaku Presiden Indonesia dan Retno selaku Kementerian Luar Negeri ikut menyuarakan perdamaian Afghanistan di tingkat internasional sejak beberapa tahun terakhir.

Dalam kesempatan ini, Dr. Syafi’i Antonio selaku Ketua Pembina Tazkia menyampaikan secara daring tentang besarnya harapan Tazkia untuk bisa menjalin kerjasama dengan kedutaan besar Afghanistan mendukung berbagai upaya lanjutkan perdamaian yang dilakukan, khususnya dalam bidang ekonomi syariah yang menjadi ekspertis Tazkia.

Miftahul AnwarPeduli Isu Politik Internasional, SDS IAI Tazkia Hadirkan Duta Besar Indonesia Untuk Afghanistan
read more

Halal Center Tazkia Melatih UMKM NTB Hingga Siap Tersertifikasi Halal

No comments

Sabtu, 18 September 2021

“UMKM NTB : Unik, Halal, Mendunia”, begitulah suara teriakan penuh semangat para peserta pelatihan sertifikasi halal yang diadakan pada hari Jum’at, 17 September 2021 di hotel lombok plaza. Acara yang berlangsung meriah dengan stand bazaar yang menampilkan produk-produk UMKM khas dari pulau indah yang terkenal dengan pantainya itu. Produk yang dipajang sangat beragam, mulai dari makanan, minuman, perhiasan mutiara hingga lampu-lampu indah yang terbuat dari limbah. Keberadaan produk tersebut menandakan bahwa kreativitas warga NTB tidak terbatas.

Kreativitas dan usaha warga NTB itu harus disokong melalui banyak sektor termasuk sertifikasi halal. Karena sertifikasi halal merupakan alat penting untuk Kemajuan perekonomian NTB yang pada dasarnya mengandalkan pariwisata. Bahkan sudah sejak lama NTB menggabungkan pariwisata halal dunia, maka seharusnya seluruh sektor perekonomian mulai dari Hal Terbesar hingga hal terkecil harus tersertifikasi halal. Sebagaimana isi pembicaraan antara Rektor IAI Tazkia dan wakil gubernur NTB pada Kamis lalu, 16 September 2021 yang mengharapkan seluruh usaha h&m sektor yang mendukung industri di NTB dapat tersertifikasi halal sepenuhnya.

Sebagai bentuk dedikasi dan langkah pasti guna mencapai tujuan tersebut Institut Agama Islam Tazkia bekerjasama dengan Bank NTB Syariah mengadakan pelatihan dan pendampingan sertifikasi halal yang khususnya diberikan kepada ada 75 UMKM dari berbagai daerah di NTB. Melalui pelatihan ini diharapkan para UMKM mengetahui seluruh informasi terbaru mengenai sertifikasi halal hingga tata cara pendaftarannya.

Acara yang dibuka oleh Rektor IAI TAZKIA, Ibu Murniati Mukhlisin, DIrektur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo, dan Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah Muhamad Usman berlangsung meriah dan seru. Pelatihan tersebut meliputi dasar-dasar pengetahuan mengenai halal, pentingnya sertifikasi halal, 11 kriteria sistem jaminan halal, hingga teknis dan persyaratan pendaftaran sertifikasi halal melalui BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia. Dengan penuh antusias, para UMKM mengikuti pelatihan dari para trainer yang berasal dari halal center Tazkia, yaitu Nurizal Ismail, kepala LPPM Tazkia dan M. Yusuf Ibrahim, eksekutif halal center Tazkia.

Setelah mengikuti pelatihan ini para UMKM dipastikan memahami dasar-dasar halal hingga teknis pendaftaran sertifikasi halal dengan skema baru yaitu melalui BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia. Tak berhenti disitu sebagai langkah lanjutan an-nahl center Tazkia akan bergerak sebagai penyelia dan pendamping halal bagi para UMKM tersebut. Demi NTB sebagai destinasi halal dunia. (M. Yusuf Ibrahim & Miftahul Anwar)

Miftahul AnwarHalal Center Tazkia Melatih UMKM NTB Hingga Siap Tersertifikasi Halal
read more

Pelepasan Mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah Riau tahun 2021

No comments

Pekanbaru 09 September 202, Pemeritah Provinsi Riau dan Institut Tazkia melakukan acara pelepasan Mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Riau tahun 2021. Pelepasan ini dihadiri oleh Syamsuar sekalu Gubernur Riau juga para jajaran pemerintahan lainnya dan dari Pihak Institut Tazkia dihadiri oleh Murniati Mukhlisin selaku Rektor Institut Tazkia dan rombongan. Acara ini merupakan seremonial pelepasan 75 Mahasiswa yang mendapakan Beasiswa dari Provinsi Riau untuk dikuliahkan di Institut Agama Islam Tazkia.

Zulkifli Syukur selaku Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat yang menjadi penanggung jawab acara ini melaporkan bahwa “proses seleksi ini sudah kita lakukan sejak bulan Februari hingga Mei 2021, dari total 500 orang yang diseleksi dari 12 Kabupaten/Kota di Riau ada 75 peserta yang dinyakatan lulus seluruh tahapan seleksi dan akan diberangkatkan hari Jumat 10 September 2021”.

Dalam acara ini Rektor Institut Tazkia Murniati Mukhlisin menyatakan, bahwa Institut Tazkia merasa terhormat dan juga berterima kasih atas kepercayaan Pemprov. Riau menitipkan mahasiswanya di Kampus Institut Tazkia “tahun lalu sudah diberangkat 115 dan tahun ini insya Allah berangkat 75 orang lagi. Ada satu hal yang menjadi fokus utama kami dalam program ini, selain mahasiswa diprogram untuk bisa menyelesaikan pendidikan Akademik dan hafalan Quran mahasiswa juga diarah kan untuk lebih mendahului adab sebelum ilmu.” Yang disampaikan dalam sambutannya.

Gubernur Riau Syamsuar yang ikut dalam acara pelepasan ini meyampaikan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan bentuk komitmen jajaran Pemerintah Provinsi Riau dalam mencetak Sumber Daya insani yang unggul dan berdaya saing untuk bisa membangun Provinsi Riau yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Acara ini ditutup dengan acara foto bersama dan pemberian cenderamata.

Miftahul AnwarPelepasan Mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah Riau tahun 2021
read more

Kunjungan ke Pendahulu Tazkia, Kenang Perjuangan & Tumbuhkan Semangat Perjuangan

No comments

Bogor, 1 September 2021 / 23 Muharram 1443. Tim Humas & Kemahasiswaan IAI Tazkia di bawah Wakil Rektor III melakukan kunjungan ke makam pendahulu Tazkia yang telah wafat. Kunjungan ini sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat perjuangan serta mengambil pesan tersirat atas segala dedikasi yang telah ditorehkan oleh para pendahulu Tazkia.

 

Tahun 2020-2021 lalu menjadi tahun yang berat bagi keluarga Tazkia, tidak hanya kondisi Pandemi, tapi juga menjadi masa wafatnya beberapa keluarga Tazkia, dampak Pandemi di bawah takdir Allah Ta’ala. Bapak Dr. Mukhamad Yasid, Bu Neng Sri Hartati, Dr. Achmad Djazuli, Kang Jaisul, Bapak Noor, Bapak Kemal, adalah beberapa keluarga Tazkia yang telah wafat pada tahun ini.

Selama hidup, para Pendahulu telah melakukan yang terbaik saat menjalankan amanah di Tazkia. Mengukir berbagai pencapaian serta kontribusi yang dapat dirasakan oleh seluruh stakeholder Tazkia.

Semua perjuangan yang telah diukirkan menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar Tazkia untuk ikut berkontribusi lebih dalam menjalankan tugas di Tazkia.

Dengan langkah awal ini, tim Warek III Tazkia, mewakili segenap Keluarga Tazkia berupaya menumbuhkan semangat baru menghadapi tugas amanah masa akademik 2021-2022 untuk mewujudkan visi Tazkia menjadi rujukan global bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual sesuai perkembangan digital berkarakter T-A-Z-K-I-A.

diasmKunjungan ke Pendahulu Tazkia, Kenang Perjuangan & Tumbuhkan Semangat Perjuangan
read more

Pajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?

No comments

Oleh : Murniati Mukhlisin (Rektor Institut Agama Islam Tazkia/Pendiri Sakinah Finance dan Sobat Syariah)

Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu mengumumkan tentang akan memberlakukan tarif baru Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dengan persentase yang agak mengejutkan.

Bagi negara yang sedang mengalami krisis ekonomi, hal ini wajar saja dikarenakan pungutan PPh selama ini sangat membantu keuangan negara.

Namun jangan kwatir, yang disasar adalah Pajak Orang Kaya atau High Networth Individual. Mereka adalah kelompok masyarakat yang ternyata justru memperoleh penghasilan yang lebih baik di masa pandemi saat ini.

Tarif Pajak dan Zakat 2021

Menurut Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008, tarif pajak bagi yang memiliki penghasilan:

  1. Hingga Rp. 50 juta per tahun dikenakan 5 persen;
  2. Di atas 50 juta – 250 juta per tahun, tarifnya 15 persen;
  3. Di atas Rp. 250 juta – 500 juta per tahun, tarifnya 25 persen;
  4. Di atas Rp. 500 juta per tahun, tarifnya 30 persen.

Adapun usulan kenaikan adalah pada penghasilan di atas Rp 5 miliar per tahun, yang diusulkan tarifnya 35 persen.

Bulan Ramadhan yang lalu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2021.

Semula perhitungannya mengikuti qiyas pertanian untuk nishab dan haul (524 kg beras selama sebulan) dan emas untuk kadar zakat (2.5 persen), sekarang merujuk pada qiyas emas baik nishab dan kadarnya yaitu 85 gram emas dihasilkan selama satu tahun hijriyah, dikeluarkan per bulan.

Baznas merespon Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1503 mengenai Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif serta peraturan – peraturan yang telah ada sebelumnya.

Adapun perbedaan perhitungannya adalah sebagai berikut:

Sebelum 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021 Zakat Profesi/Penghasilan adalah setara dengan 524 kg beras dengan harga Rp 10.000 per kilo, kadar zakat 2,5 persen.

Bagi siapa yang memiliki penghasilan bruto sebesar Rp 5.240.000 per bulan atau lebih, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah 2,5 persen dari nilai tersebut. Misalnya Bapak A memiliki penghasilan Rp 6 juta per bulan maka nilai zakatnya adalah Rp 150.000 per bulan.

Sejak 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021, Zakat Profesi/Penghasilan adalah nilai akumulasi per tahun setara dengan 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen per tahun dibayar per bulan. Misalnya penghasilan Rp 79.738.415 per tahun atau Rp 6.644.868 per bulan.

Tax Amnesty Vs Zakat Amnesty

Langkah Menteri Keuangan yang memberlakukan Tax Amnesty Jilid 1 dinilai cukup efektif dalam mengejar Wajib Pajak (WP) yang mangkal.

Banyak masyarakat yang mendeklarasi daftar kekayaannya dan menyerahkan pajak yang selama ini ditunda.

Dalam APBN 2018 yang lalu dilaporkan bahwa terdapat kenaikan dari target penerimaan negara sebesar Rp 1.894,7 triliun menjadi Rp 1.896,6 triliun atau meningkat sebesar 100,1 persen.

Meski ada tax amnesty, sayangnya tidak ada Zakat Amnesty walaupun cukup banyak masyarakat muslim yang tergolong Wajib Zakat (WZ) lalai dalam kewajiban dalam menunaikan zakatnya.

Laporan para pengelola lembaga zakat menunjukkan bahwa selama ini belum target yang diharapkan belum tercapai.

Misalnya total potensi zakat nasional 2020 adalah Rp 233,84 triliun namun yang dicapai hanya Rp 8 rupiah atau 3,5 persen yang terkumpul.

Porsi terbesar terletak pada zakat penghasilan, yaitu Rp 139,07 triliun, di mana jika diadakan Zakat Amnesty pasti banyak yang akan antri.

Pemahaman Zakat Amnesty pastinya tidak sama dengan Tax Amnesty, karena kadar zakat tidak boleh ditawar. Bahkan di Malaysia bagi muzakki yang sengaja lalai menunaikan zakatnya, dikenakan denda maksimal dua kali lipat nilai zakat yang harus ditunaikan.

Zakat Amnesty dari sisi syariah tentunya melihat berbagai faktor seperti:

  • Mengingatkan muzakki akan harta yang bersih dan tumbuh setelah dikeluarkan zakatnya,
  • Mendoakan muzakki untuk ketenangan hidupnya dengan cara meningkatkan kepeduliaannya,
  • Menegur muzakki akan hak orang lain yang ada di dalam hartanya yang diminta atau tidak diminta oleh para mustahik,
  • Menunjukan muzakki cara menghitung nisab harta serta ketentuan lainnya,
  • Menyadarkan muzakki akan pentingnya menyalurkan zakat kepada lembaga zakat,
  • Mengajak muzakki untuk menjadikan lembaga zakat sebagai mitra yang kompeten dan terpercaya, dan
  • Menjelaskan perbedaan antara kewajiban zakat dan pajak.

Strategi meningkatkan kepedulian adalah cukup ampuh yang dibantu dengan penyebaran informasi melalui media sosial, seperti yang dialami umat Islam sepanjang pandemi Covid-19 ini.

Alhasil, Baznas berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp 385,5 miliar pada tahun 2020 naik dari Rp 296 miliar di tahun 2019. Padahal di masa pandemi konon kabarnya banyak yang mengalami masalah keuangan.

PR besar ke depan adalah harmonisasi zakat dan pajak, di mana pemerintah perlu mencoba kebijakan tax credit. Dalam hal ini zakat yang ditunaikan WP dapat mengurangi nilai pajak yang harus dibayar. (kompas.com)

Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarPajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?
read more

Asesmen Lapangan Daring Program Studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tazkia

No comments

Program studi tadris IPS Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tarbiyah pada hari Jumat dan Sabtu di tanggal 20-21 agustus 2021 M yang bertepatan dengan tanggal 11-12 muharram 1443 H telah melaksanakan Asesmen Lapangan yang berlangsung daring dan luring menggunakan aplikasi zoom dan luring yang bertempat di Kampus Alif Tazkia Sentul. Dengan tim asesor ibu Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih,M.Si dari Universitas Diponegoro dan Bapak Dr.Wahyudi,M.Si dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Bapak Dr. Syafii Antonio, M.EC, Rektor Institut Agama Islam Tazkia ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP.,Dekan Fakultas Tarbiyah Bapak Dr. Andang Heryahya ,M.Pd., Koordinator Program Studi Tadris IPS selaku Program studi yang diasesmen Bapak Asnan Purba, Lc.,M.Pd.I, dosen Prodi Tadris IPS, Tendik Fakultas tarbiyah serta mahasiswa prodi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah IAI Tazkia dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dibuka dengan acara seremonial pembukaan di hari pertama  pada Pukul 8 pagi WIB hingga pukul 4 Sore.

Di hari kedua asesor mengkonfirmasi data pelayanan data dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Tadris IPS fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tazkia Di akhir acara asesmen lapangan daring ini asesor memberikan catatan terhadap Fakultas Tarbiyah khususnya di Program Studi Tadris IPS IAI Tazkia diantaranya : 1. Pada Visi Misi Tujuan Strategi PS dan unit pengelola program studi sudah dirumuskan dengan jelas, saling terkait dan melibatkan stakeholder (internal dan eksternal), serta telah mencerminkan visi misi tujuan strategi institusi, IAI Tazkia. Namun demikian, rumusan VMTS akan lebih baik jika secara eksplisit secara koherensi mengandung Tri dharma PT.

  1. Pada tata pamong, kelola dan kerjasama secara umum berjalan dengan baik, setiap unsur UPTS dan UPPS berfungsi sesuai fungsi institutsi dan civitas akademika, perspektif dalam menerapkan tata pamong good governmentuntuk menyelenggaraan tugas dan fungsi pengelolaan organisasi perlu ditingkatkan, demikian dalam jejring kerjasama, penting untuk ditingkatkan cakupan dan keluasannya dalam bingkai pelaksanaan tri dharma PT. Tentu jaringan kerjasama menjadi salah satu modal sosial bagi tercapainya visi dan misi institusi baik di level PT, maupun fakultas dan prodi Tadris IPS.
  2. Pada kriteria mahasiswa prodi Tadris IPS sudah cukup kompetitif, karena masuk dengan proses persaingan yang ketat, karena tidak semua pendaftar tidak dapat diterima karena beragam alasan. Maka, terjaring mahasiswa yang dari sisi kompetensi pasti lebih baik. Ada beragam latar belakang asal daerah dan etnik yang jelas potensi akademik mahasiswa tidak sama, bahkan cenderung ada gap/benturan. Kondisi tersebut membawa konsekuensi adanya alokasi waktu untuk persiapan / matrikulasi untuk bidang tertentu dan kompetensi tertentu (pembinaan Bahasa dan al-qur’an). Kondisi tersebut perlu ada treatmentkhusus dari institusi, dalam konteks tersebut ada konsekuensi yang tidak ringan, namun demikian dalam konteks perkuliahan, mahasiswa sudah cukup puas dalam pelayanan dalam UPPS dan UPS. Ada usulan berupa Perkuliahan PPL ditingkatkan lagi, animo dan jumlah mahasiswa yang diterima juga terus ditingkatkan, agar rasio jumlah mahasiswa dan dosen membaik, mendekati dan sesuai yang ditetapkan oleh dikti. (rasio ideal mahasiswa dan dosen 30-40/dosen).
  3. Pada kriteria SDM UPPS unsur tendik secara kualitas dan kuantitas sudah baik, tetapi dalam Prodi IPS menghadapi kondisi kritikal karena jumlah SDM masih terbatas secara kualitas dan kuantitas (7 dosen tetap dengan latar belakang pendidikan S3 1 orang, dengan jabfung Asisten Ahli 3 orang). Mohon perhatian serius dari unsur pimpinan agar dalam waktu dekat ada program akselerasi dalam penambahan dosen tetap dan memacu dan memicu para dosen untuk studi lanjut serta kenaikan jenjang jabfung lebih tinggi (PR Mendesak dan komitmen luar biasa).
  4. Kriteria Keuangan, Sarana Prasarana UPPS dalam aspek jumlah sudah memadai, dalam arti dapat memenuhi kebutuhan operasional dalam kemahasiswaan, dll. Sarana dan prasarana sudah memadai (dari hasil tayangan video dan diskusi) untuk perkuliahan yang digunakan dosen, mahasiswa dan tendik. Namun demikian PS Tadris, perlu direkomendasikan: agar dalam alokasi keuangan jumlahnya perlu ditingkatkan terutama dalam pengembangan kapasitas penelitian dan publikasi (penelitian dan riset menjadi pintu masuk perubahan-perubahan signifikan secara kelembagaan).
  1. Kriteria pendidikan terkait kurikulum, pembelajaran, kompetensi lulusan sudah baik. Kurikulum sudah sesuai standar pembelajaran. Perkuliahan sudah sesuai dengan kurikulum yang dituntut dalam setiap mata kuliah dan Kebijakan pemerintah terkait dengan merdeka belajar, prodi harus meng-update kurikulum agar bisa ikut merdeka belajar, termasuk memberi peluang bagaimana mahasiswa dari PT lain juga bisa mengambil mata kuliah di Tadris IPS. mengintegrasikan kegiatan penelitian dan PKM dalam proses pendidikan terutama dalam struktur kurikulum, langkah awal sebelum penelitian dan PKM menjadi mata kuliah.

 

7 dan 8. Kriteria Penelitian dan pengabdian, kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa UPPS sudah cukup memadai dengan luaran yang dapat memenuhi ke arah pencapaian SN Dikti. Beberapa hal yang harus ditingkatkan diantaranya meningkatkan penelitian kompetitif baik yang bersumber dari Dalam Negeri dan Luar Negeri, dari institusi pemerintah maupun swasta (Toyota Foundation, dll untuk sumber pendanaan) dan  luaran penelitian dalam jurnal ilmiah reputasi nasional dan internasional perlu terus ditingkatkan, demikian juga untuk luaran dalam penetapan HAKI dan hak paten sederhana dan hak paten serta peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen (kualitas dan kuantitas) dan mengintegrasikan kegiatan penelitian dalam proses perkuliahan.

  1. Sedangkan Kriteria luaran dan capaian tri dharma Asesor memberikan rekomendasi: animo jumlah mahasiswa, harus ditambah., jumlah dosen secara kualitas dan kuantitas harus ditingkatkan, jumlah publikasi dosen dan mahasiswa pada jurnal ilmiah, kalo perlu prodi Tadris IPS membuat jurnal secara online, Luaran penelitian PKM dan penelitian dosen diupayakan hak haknya.

Semoga sukses dan barokah, amin

diasmAsesmen Lapangan Daring Program Studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tazkia
read more

Aku dan Hafalanku

No comments

Disudut ruangan yang kosong itu, aku duduk menyendiri dengan Al-Quran yang ku genggam erat di tanganku. Aku lihat Al-Quran itu dengan seksama sambil menahan bendungan air mata. Pikiranku berkecamuk dengan hebat. Banyak pertanyaan yang terlintas di otakku, membuatku menjadi takut untuk memutuskan menjadi seorang hafidzah. Seketika dadaku mendadak menjadi sangat sesak dan tanpa disadari bendungan air mata yang tadinya kuat tertahan kini telah tumpah. Al-Quran yang ku genggam dengan erat kini telah basah akibat cucuran air mata. Aku menangis tersedu-sedu, lirih bibirku mengeluarkan pertanyaan yang membuat aku tidak yakin dengan diriku sendiri.

Ini adalah pengalaman pertama yang membuatku tak bisa menyimpan apa yang ku rasakan sendirian. Tempat mengaduku kala itu adalah Ibu. Aku ceritakan semua yang ku rasakan padanya dengan cucuran air mata yang begitu deras membasahi pipiku tanpa henti. Tetapi Ibu memberikanku motivasi luar biasa yang membuatku menjadi yakin bahwa aku mampu melewati semuanya. Ibu juga mengatakan padaku bahwa aku tidak sendiri dan Allah selalu bersamaku.

Tanpa aku sadari, air mata ibu juga mulai membasahi pipinya. Walaupun air mata itu bercucuran, tetapi Ibu tetap bisa memberikan senyum manis yang membuat hatiku tenang dan jiwaku yang berkecamuk menjadi damai. Ibu juga berhasil meyakinkanku untuk mencoba menghafal kitabullah tersebut. Memang sulit untuk  melewati setiap ujian yang datang terus menerus. Rasa ingin menyerah pun pernah datang tanpa kuundang. Tetapi setiap aku ingin menyerah, kata-kata indah ibu selalu tiba-tiba muncul di pikiranku dan membuatku kembali semangat.

Dan akhirnya yang awalnya aku hanya mencoba membaca  Al-Quran, kini aku belajar dengan intensif di kampus program Hafidznomics Institut Tazkia, menghafal Al-Quran malah menjadi candu untukku setiap saat. Yang dulunya aku rasa berat dan aku tak mampu, ternyata aku bisa. Kini rasa syukur selalu kuucapkan setiap sujud dikala aku shalat. Setiap kali tangan menengadah, lisanku selalu mengucapkan terimakasih pada Allah yang telah memberikan kesempatan kepadaku untuk menghafal ayat-ayat Nya di tempat yang sangat baik ini.

Meskipun saat ini hafalanku belum sebanyak teman-temanku yang lain, tetapi tidak ada rasa minder ataupun malu yang terbesit di benakku lagi. Aku selalu ingat dengan kata-kata “jangan pernah bandingkan dirimu dengan orang lain tetapi bandingkanlah dirimu yang sekarang dengan yang dahulu”. Tetapi bukan berarti juga aku lalai dengan hafalanku. Aku tetap terus berjuang dan berusaha semampuku karena aku yakin tidak ada usaha yang menghianati hasil. Aku pecaya bahwa setiap proses yang kita hadapi kelak hasilnya akan membuat kita rindu pada proses itu kembali.

Hal terberat yang aku rasakan selama aku menghafal Al-Quran sejauh ini adalah bagian muroja’ah. Masya Allah, ternyata mempertahankan itu lebih sulit daripada mendapatkan. Sehari saja hafalan yang sudah kita dapat tidak di murojaah, hafalan itu bakalan macet seperti kendaraan yang mudik. Nah, bayangkan kalau kita tidak murojaahnya berhari-hari. Hmmm Allahu A’lam hafalannya akan seperti apa. Jadi aku mengambil hikmah bahwa, selain menghafal, kita juga harus bisa meluangkan waktu kita untuk murojaah. Kalau kita bisa tekun melakukan hal itu, Insya Allah hafalan yang kita dapat bisa makin Mutqin (kuat).

Tanpa aku sadari, sudah hampir setahun aku kecanduan dengan menghafal kitabullah, aku sudah berada di semester kedua jenjang perkuliahan di Institut Tazkia, dan selama itu pula, aku selalu dekat dengan Al-Qur’an, sehingga hati rasanya menjadi damai dan tenang. Setiap masalah yang datang Insya Allah lebih mudah terselesaikan. Sebegitu indahnya rasa kecanduan menghafal Al-Quran. Apalagi jika kita menggap Al-Quran sebagai sahabat sejati kita.

Kalau kita sudah bisa menjadikan Al-Quran sebagai sahabat kita, pastinya tidak akan ada rasa bosan ataupun jenuh pada saat dekat dengannya. Tanpa kita duga, Allah akan selalu memberi solusi untuk setiap masalah yang sedang kita alami. Allah tidak akan pernah memberikan sesuatu yang sia-sia untuk hamba Nya, sungguh ini adalah hal yang sangat luar biasa harus aku syukuri.

Dulu, karena berfikir sulit maka aku menganggap hal itu tidak akan bisa aku lakukan. Ternyata aku salah. Aku harus mencoba hal itu dahulu baru aku bisa menyimpulkan bahwa aku bisa atau tidak. Kalau dalam melakukan sesuatu ada perasaan  sulit hingga membuat capek dan ingin berhenti, jangan pernah berhenti dahulu. Jangan buat dirimu nantinya menyesal. Karena sejatinya Allah ingin melihat kesungguhan dan proses yang sedang kamu lalui. Allah tidak akan pernah menguji hamba Nya diluar kemampuan hamba itu sendiri.

Untuk para penghafal Al-Quran, jangan menyerah ya. Yuk semangat terus. Aku, kamu dan kita semua pasti bisa melewati setiap ujian yang datang dari Allah. Tetaplah menghafal apapun keadaannya. Karena sekali lagi, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Menangis boleh saja, tapi jangan sering-sering ya. Ada waktu untuk hapus air mata dan mulai kembali menghafal Al-Quran kita. Hafidzah 30 juz sedang menunggu kita, insya Allah.

Dan untuk teman-teman yang tertarik untuk menjalani kuliah sambil menghafal Al-Quran sepertiku, sekarang bisa ikut juga dengan mendaftar program Hafidznomic Institut Agama Islam Tazkia, Bogor. Nah, kabar gembiranya lagi, di kampus ini kita juga akan belajar Ekonomi Syariah. Masya Allah dapat ilmu dunia akhiratnya. Untuk jurusannya juga banyak pilihan dan cocok untuk milenial seperti. Jadi yuk teman-teman yang mau menghafal Al-Quran sambil kuliah, mari bergabung dengan kampus Institut Agama Islam Tazkia, Bogor.

Aku tunggu ya.

Oleh: Ardhita Fitri (Mahasiswi Hafidzpreneur IAI Tazkia Semester 2)

Editor: Aisyah As-Salafiyah (Muhafidzah Hafidzpreneur IAI Tazkia)

Rizqi ZakiyaAku dan Hafalanku
read more

Institut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau

No comments

Demi mewujudkan visi “Menghalalkan Indonesia”, Pusat Studi Halal LPPM Tazkia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak melaksanakan pelatihan sertifikasi halal kepada seratus UMKM yang memiliki beragam jenis usaha. Mulai dari restoran, katering, cemilan khas Riau, kue-kue, bahkan depot air. Acara tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 27 Mei 2021 di Balairung Datuk Empat Suku, Perumahan Komplek Abdi Praja, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Acara tersebut berlangsung secara meriah dan penuh antusias selama lima jam, mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Siak, Drs. H. Alfedri, M.Si. untuk memberikan sambutan pada acara tersebut, H. Luqman S.Sos, M.Pd selaku kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Siak, serta kepala dinas lainnya, baik dari dinas kesehatan, dinas koperasi dan umkm, kepala kantor kementerian agama Republik Indonesia, kepada bagian adm kesejahteraan masyarakat, hingga kepala Baznaz Kabupaten Siak. Dilengkapi oleh pemateri ahli, Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP yang telah tersertifikasi resmi oleh LSP-MUI sebagai penyelia halal serta perwakilan dari Pusat Studi Halal Tazkia, M. Yusuf Ibrahim, S.E.

Output dari acara tersebut adalah pengetahuan singkat para umkm mengenai sertifikasi halal, urgensinya, proses, dan sistem jaminan halal. Pelatihan yang singkat itu menyebabkan para UMKM semakin berminat untuk melakukan sertifikasi halal serta meminta pelatihan tambahan. Namun karena agenda tersebut berlangsung cukup singkat, maka materi yang disampaikan hanya sebagai pengenalan awal mengenai sertifikasi halal. Selain penyampaian materi mengenai sertifikasi halal, para pemateri pun memberikan simulasi pelatihan mengenai cara membuat nomor induk berusaha (NIB), nomor pokok wajib pajak (NPWP) pribadi, dan tata cara membuat akun SiHalal untuk pengajuan halal. Hal tersebut merupakan prasyarat wajib yang harus diketahui oleh para UMKM dalam mengajukan sertifikasi halal.

Testimoni dari para peserta pelatihan yang terdiri dari para pemilik UMKM di sekitar Siak, bahwa mereka merasa pelatihan ini masih belum cukup. Bahkan meminta adalah pelatihan tambahan secara menyeluruh dan bukan hanya pengenalan. Meskipun harus dilaksanakan selama tujuh atau sepuluh hari berturut-turut. Bahkan beberapa diantara mereka meminta untuk segera ada pendampingan khusus untuk sertifikasi halal bagi mereka dari Pusat Studi Halal Tazkia. Hal ini menunjukkan tingkat antusiasme para peserta yang cukup tinggi. Sebagai bentuk lanjutan dari pelatihan tersebut, pihak dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Siak membuat forum diskusi online via Whatsapp yang melibatkan Pusat Studi Halal Tazkia dan para UMKM yang telah menerima pelatihan awal tersebut.

Penyusun Press Release,

Muhammad Yusuf Ibrahim

Staf Pusat Studi Halal Tazkia

@halalcenter_tazkia

hsc.tazkia@gmail.com

(+62)888-9049-997

Miftahul AnwarInstitut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau
read more

Rektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga

No comments

KBRN, Bogor :  Forum nasional FoSSEI menggelar talkshow selama dua jam mengenai Financial Planning dan Literasi Keuangan Syariah.

Acara tersebut mengundang pembicara utama, Murniati Mukhlisin yang merupakan Rektor Institut Agama Islam Tazkia sekaligus Pendiri Sakinah Finance.

Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) merupakan forum mahasiswa – mahasiswi yang belajar Ekonomi Islam di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program studi tidak terbatas pada bidang ekonomi saja tapi siapapun yang berminat untuk aktif dalam kegitan Ekonomi Islam yang diadakan baik di dalam maupun di luar kampus.

Di level kampus, FoSSEI disebut sebagai Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). Hingga akhir tahun 2017, telah ada lebih dari 160 KSEI yang tergabung dalam organisasi FoSSEI, baik KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri umum, KSEI yang berada di perguruan tinggi negeri Islam maupun KSEI yang berada di perguruan tinggi swasta.

Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan ciri khas mahasiswa-mahasiswi yang aktif di KSEI adalah teguh menjalankan syariat, aktif mengadakan acara seputar Ekonomi Islam, berprestasi dalam perkuliahan serta banyak berpartisipasi dalam perlombaan Ekonomi Islam baik di level nasional dan internasional.

Talkshow yang didakan berkenaan dengan pentingnya pengaturan keuangan sejak dini dan bagaimana syariah dapat memberikan solusi kepada masalah ekonomi di level individu dan keluarga. “Bagi mahasiswa hal ini sangat penting karena mereka akan segera memasuki tahap pernikahan dan pengembangan karir” ujar Murniati, Senin (23/5/2021),

Murniati menghimbau para mahasiswa – mahasiswi FoSSEI untuk aktif menyampaikan pesan – pesan pengaturan keuangan berbasis syariah di semua komunitas karena literasi dalam bidang ini masih sangat terbatas. Hingga saat ini menurut Murniati, Sakinah Finance telah menggelar hampir 200 acara dan diikuti oleh 25000 peserta di 20 negara, dalam kurun waktu 8 tahun. Puncaknya adalah di masa pandemi tahun 2020 ketika masyarakat menyadari kesulitan ekonomi dampak pandemi.

Tidak dipungkiri permasalahan keluarga saat ini hampir 70 persen dipenuhi dengan masalah ekonomi dan keuangan yang banyak berakhir dengan perceraian. “Perceraian boleh namun dibenci agama, alasan perceraian harus syar’i, talak cerai seharusnya tidak mudah dilafazkan apalagi kalau hanya sebatas cekcok ekonomi rumah tangga.” Ungkapnya.

Saat ini sering terjadi karena tidak terciptanya manajemen ekonomi rumah tangga yang baik, seperti sumber pendapatan suami dan istri bukan berasal dari yang halal dan baik, tidak adanya transparansi, dan mengelolanya tidak dengan nilai-nilai agama. (www.rri.co.id)

Miftahul AnwarRektor Tazkia Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Rumah Tangga
read more