Artikel

Rektor Institut Tazkia Masuk Database Cendekiawan Kelas Dunia

No comments
Senin (19/8/2019) dibuka secara resmi Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jl. Veteran, Jakarta.
Pihak Humas Institut Tazkia mengatakan bahwa Rektor Institut, Murniati Mukhlisin mengikuti acara ini dikarenakan pernah masuk database sebagai Cendekiawan Kelas Dunia semasa berkiprah di Inggris.
Murniati pernah menjadi dosen dan peneliti di University of Essex, Colchester, UK tahun 2015-2017. Saat itu dia mengembangkan modul akuntansi dan keuangan syariah yang banyak diminati oleh mahasiswa dari berbagai negara. Dia juga menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa baik S2 maupun S3 dalam bidang akuntansi dan keuangan syariah di Inggris dan Australia.
Murniati memutuskan untuk pulang ke tanah air pada tahun 2017 untuk kembali mengembangkan Kampus Tazkia yang memang sudah diasuhnya sejak awak pendirian kampus tersebut. Dia  bersama pakar keuangan dan bisnis syariah lainnya yaitu Muhammad Syafii Antonio, Ade Ruhyana, Agus Haryadi, Mukhamad Yasid dan Mirna Rafki membesarkan kampus yang tadinya berawal dengan 25 mahasiswa sekarang telah meluluskan 2259 orang dan memiliki 2003 mahasiswa aktif di bidang ekonomi, bisnis, hukum dan pendidikan syariah.
Murniati menyampaikan bahwa dia banyak belajar dari kampus University of Glasgow dimana dia menyelesaikan S3 di bidang Akuntansi Syariah bagaimana tentang proses pembelajaran yang sangat sistematis.
Dan juga di University of Essex dimana dia sempat menjadi dosen dan peneliti tentang pengembangan kurikulum, kedisiplinan dalam mengajar, menjalankan riset dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di level internasional.
Pengalaman itulah kemudian dia bagi di Kampus Tazkia dan di berbagai kesempatan di kampus lain. Saat memutuskan untuk kembali ke Indonesia, banyak guru besar yang kenal dengan Murniati menyayangkan hal tersebut dikarenakan kesempatan karir, remunerasi dan tunjangan yang tidak seberapa dibandingkan dia dapatkan di Inggris. “Saya mengalahkan banyak pelamar dari berbagai negara waktu itu dan gaji saya sekitar 70 juta perbulan belum termasuk tunjangan dan fasilitas riset dan konferensi. Namun, berkiprah di Indonesia khususnya di Kampus Tazkia memberikan kepuasan intelektual dan pesan da’wah yang luar biasa. Tidak semua harus diukur dengan uang” imbuh Rektor yang dulu menjadi muallaf saat berusia 19 tahun.
Murniati mengikuti program 5000 Doktor yang dikelola oleh Pendidikan Tinggi Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia dan berhasil lulus S3 kurang dari tiga tahun. Dia berharap makin banyak dosen – dosen muda disekolahkan ke luar negeri dan menimba pengalaman riset di sana yang kemudian dibawa ke tanah air untuk membantu memperbaiki sistem pendidikan di sini.
Miftahul AnwarRektor Institut Tazkia Masuk Database Cendekiawan Kelas Dunia
read more

RESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL

No comments

Sentul City – Kampus TAZKIA beralih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut pada usia 18 tahun ini. Dengan semangat mengisi kebutuhan SDM Ekonomi Syariah, delapan belas tahun lalu Kampus Tazkia memulai programnya dari hanya 24 orang mahasiswa, kini sudah mengasuh lebih dari 2000 mahasiswa yang berasal dari 32 provinsi di wilayah nusantara Indonesia dan 6 negara yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Maroko, Yaman dan Palestina.

TAZKIA secara institusi sangat fokus pada pengembangan ekonomi syariah mulai dari teori sekaligus praktek nyata di masyarakat. Oleh karenanya, kontribusi untuk pembangunan Indonesia terus ditingkatkan khususnya dalam pengembangan Industri Ekonomi Syariah. Sampai dengan saat ini kampus Tazkia telah meluluskan sebanyak 2.087 alumni dari jenjang master, sarjana dan diploma yang berkiprah menjadi entrepreneur pada industri halal, akademisi ekonomi dan bisnis syariah, para pendamping masyarakat dan profesional diberbagai Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan non LKS baik di dalam dan luar negeri.

Prestasi kampus Tazkia juga perlu diacungi jempol karena para civitas akademika telah menorehkan berbagai macam penghargaan. Bahkan Tazkia pernah di anugerahkan award sebagai Centre of Excellent Kampus Ekonomi Syariah dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Di bidang penelitian, dosen dan mahasiswa sangat aktif di pentas akademik baik di dalam maupun luar negeri serta pengabdian masyarakat telah ditekuni bersama dengan arah perkembangan umat, bangsa dan negara. Program pemberdayaan masyarakat dhuafa di sekitar Kampus Tazkia yang beralokasi di Bogor, Jawa Barat dan beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat juga telah memberikan peningkatan yang cukup signifikan, dengan hanya puluhan anggota 10 tahun yang lalu hingga kini mencapai hampir 10,000 anggota.

Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec pada hari ini tanggal 30 Juli 2019 telah melantik Rektor, Wakil Rektor dan Direktur Program Pascasarjana Institut Tazkia. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc yang sebelumnya adalah Ketua STEI Tazkia terpilih sebagai Rektor. Perempuan lulusan S1 Akuntansi Syariah dari International Islamic University Malaysia, Magister Akuntansi Syariah Universitas Indonesia dan jebolan Doktor Akuntansi Syariah dari University of Glasgow UK ini  memiliki pengalamanya pendidikan tinggi yang cukup panjang, bahkan memiliki jaringan luar negeri yang luas. Turut hadir Kasubdit Bidang Kelembagaan, Drs. Agus Soleh, M.Ed dan Wakil Koordinator Kopertais 1 DKI Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya.

Sementara Wakil Rektor I Bidang  Akademik diamanahkan kepada Dr. (Kand) Andang Heryahya, M.Pd.I.,M.Pd. sedangkan Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Pengembangan SDI adalah Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Bus Acc, CMA, CIBA dan Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Miftahus Surur, M.Sc. (Fin), sementara Direktur Program Pascasarjana adalah Dr. Mukhamad Yasid, M.Si.

Instutut Tazkia memiliki tiga Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Hukum/Syariah dan Fakultas Pendidikan/Tarbiyah, dan satu sekolah pascasarjana dengan bidang Pascasarjana Ekonomi Syariah. Adapun program studi S1 yang ada yaitu Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, Hukum Syariah, Pendidikan Ekonomi Syariah, Diploma Mikro Keuangan Syariah. Sedangkan program studi di level  S2 adalah  Magister Ekonomi Syariah dan tidak lama lagi  akan segera dibuka Magister Akuntansi Syariah dan dalam tiga tahun ke depan program Doktor bidang Ekonomi Syariah.

Adapun konsentrasi berbasis syariah yang ditawarkan adalah sangat beragam dari program hafal quran dan wirausaha, akuntansi sektor publik, audit, kewirausahaan, perbankan, industri halal, ekonomi pembangunan, teknologi finansial, hingga agribisnis. Kampus Tazkia menyediakan fasilitas beasiswa dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga zakat, perseorangan dan instansi keuangan syariah.

“Setelah alih status menjadi Institut ini, Kampus Tazkia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, luas dan berkesinambungan terhadap ummat, bangsa dan negara, dapat tampil unggul baik di level nasional maupun internasional” demikian ujar Murniati, dalam sambutannya sebagai Rektor terpilih.

Di bidang kurikulum dan pengembangan program studi, Kampus Tazkia telah merujuk kepada sistem KKNI dan memastikan semua program studi terakreditasi dengan nilai Sangat Baik dan Unggul serta menganut sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.  “Program internasional juga sudah dikembangkan dalam dua tahun terakhir yang diharapkan kualitas pendidikan dan pengajaran dapat sejajar dengan kampus – kampus internasional” tutup Murniati.

Miftahul AnwarRESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL
read more

Bekerjasma Dengan Manulife, LPPM TAZKIA Selenggarakan Training Investasi Syariah

No comments


Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) STEI Tazkia bekerjasama dengan PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) selenggarakan
Training Investasi Syariah bagi para pelaku dan analis investasi di PT. Taspen dan PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu-minggu (29-30) Juli 2019 lalu di hotel Aston Lake Sentul City, Bogor.

Kegiatan kali ini dibuka langsung oleh Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., dan disambung dengan sepatah kata dari Ibu Justitia Tripurwasani selaku Direktur & Chief Legal, Risk Management and Compliance PT. MAMI dan Ibu Ries Wulandari selaku Direktur LPPM STEI TAZKIA.

Hari pertama berlangsung kegiatan dari pukul 9 pagi hingga 9.30 malam. Kemudian dilanjut esok harinya dari pukul 8 hingga pukul 12 siang dan diakhiri dengan foto bersama. Acara kali ini disambut antusias oleh para peserta. Banyak peserta yang mengemukakan pertanyaan di setiap sesi yang dibimbing oleh pemateri berbeda setiap sesinya.

Pada training kali ini pemateri berasal dari dosen-dosen dan praktisi di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA. materi yang disuguhkan yakni mulai dari pengantar dan jenis investasi, aspek syariah, saham syariah dan reksadana syariah, pasar modal syariah, perencanaan keuangan hingga sharia online trading system yang dipraktikkan langsung oleh praktisi pasar modal syariah.

Miftahul AnwarBekerjasma Dengan Manulife, LPPM TAZKIA Selenggarakan Training Investasi Syariah
read more

Disaksikan Presiden RI, STEI Tazkia tanda tangan kerjasama dengan KNKS

No comments

Hari ini, 14 Mei 2019 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1440H, Rektor Kampus Tazkia, Murniati Mukhlisin menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Rahardjo Soedigno. Isi kerjasamanya adalah dalam bidang akademik dan riset ekonomi syariah.

Murniati menjelaskan bahwa penandatanganan ini sangat strategis bagi keduabelah pihak. Kampus Tazkia dapat terlibat secara langsung dalam mengembangkan ekonomi syariah secara lebih masif lagi baik di level nasional maupun internasional.

KNKS didirikan berdasarkan Keputusan Presiden No. 91/2016 dan diluncurkan pada tanggal 27 Juli 2017 di Istana Negara.

Selain Kampus Tazkia, KNKS juga mengandeng lima kampus besar lainnya yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Islam Syarif Hidayatullah, dan UIN Ar-Raniry.

Dalam sambutannya Presiden menyebutkan potensi keuangan syariah global pada tahun 2023 nanti sebesar 3 triliun dolar Amerika atau setara dengan 45 ribu triliun rupiah. Nilai yang sangat besar dibandingkan dengan nilai APBN Indonesia yang hanya sebesar 2.000 triliun rupiah.

Dengan potensi sebesar itu maka sudah jelas kebutuhan SDM ekonomi dan keuangan syariah sangat dibutuhkan. Kampus Tazkia saat ini sudah mengembangkan program studi yang lebih beragam untuk menyiapkan SDM dari bidang keuangan, digital ekonomi hingga industri halal.

Murniati menambahkan bahwa mahasiswa juga dapat kuliah di kelas-kelas internasional yang sudah bekerjasama dengan kampus-kampus di UK, Jepang, Turki, Yordania, Maroko, Bahrain, Brunei, Malaysia, dan Rusia.

Miftahul AnwarDisaksikan Presiden RI, STEI Tazkia tanda tangan kerjasama dengan KNKS
read more

Sikapi Kondisi Nasional Pasca Pemilu, ini 7 Pesan Rektor se-Bogor

No comments

Kondisi nasional yang memanas pasca perhelatan Pemilu Serentak 2019, mengundang respon dari berbagai pihak. Termasuk elemen akademisi di Bogor.

Ya, hari ini para rektor perguruan tinggi se-Bogor menyampaikan pernyataan sikap mereka terhadap kondisi nasional saat ini. Pernyataan sikap itu disampaikan pada konferensi pers di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Kamis (9/5/2019).

Ada tujuh rektor se-Bogor yang bergabung dalam pernyataan sikap itu. Di antaranya, Rektor IPB Dr. Arif Satria, Rektor Unpak Prof. Dr. Bibin Rubini, Rektor UIKA Dr. Ending Baharuddin, Rektor Unida Dr. Ir. Dede Kardaya, Rektor UNB Dr. Ir. Yunus Arifien,  Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor Dr. H. Edi Sukardi dan Ketua STEI TAZKIA Dr. Murniati Mukhlisin.

Rektor IPB Dr. Arif Satria mengatakan, Pemilu Presiden dan anggota legislatif secara serentak  2019 telah selesai dan berjalan lancar. Tinggal menunggu hasilnya, yang saat ini prosesnya sedang berjalan di KPU. Berdasarkan jadwal tahapan Pemilu 2019, KPU akan mengumumkan hasilnya secara resmi pada 22 Mei nanti.

Akan tetapi, lanjutnya, selama masa kampanye sampai dengan saat ini, telah terjadi banyak hal di berbagai daerah di seluruh Indonesia yang berpotensi menganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, para rektor perguruan tinggi di Bogor Raya memandang perlu menyampaikan tujuh pesan.

Pertama, mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga,” tutur Arif.

Pihaknya juga mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk  setelah pemilu 2019.

“Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial.

Serta, mengajak elite kedua pihak dan seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis.

“Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini,” tandasnya.

Tujuh Pernyataan Sikap Rektor se-Bogor

  1. Kami mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan;
  1. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga.
  1. Kami mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk setelah pemilu 2019;
  1. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku;
  1. Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial;
  1. Kami mengajak elite kedua pihak beserta seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis;
  1. Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini. (http://www.radarbogor.id/2019/05/09/sikapi-kondisi-nasional-pasca-pemilu-ini-7-pesan-rektor-se-bogor/)
Miftahul AnwarSikapi Kondisi Nasional Pasca Pemilu, ini 7 Pesan Rektor se-Bogor
read more

Studi Manajemen Kekayaan dalam Pandangan Pemikir Muslim Klasik

No comments

“Ulama-ulama Terdahulu sudah banyak yang meneliti tentang manajemen kekayaan, hal ini bisa dilihat dari karangan-karangan para ulama dalam kitab-kitab yang dikarangnya. Masa Kejayaan ilmu kaum muslimin yakni pada masa “Golden Age” dimana ilmu-ilmu pengetahuan dari ilmuwan muslim berkembang pesat pada era dinasti Abbasiyah” Ujar Direktur Pusat Studi Kitab Klasik LPPM STEI TAZKIA.

Dalam Monday Forum kali ini Sharing Session diisi oleh Nurizal Ismail selaku direktur pusat studi kitab klasik yang menjelaskan tentang konsep-konsep terkait manajemen kekayaan yang dikemukakan oleh ekonom muslim terdahulu.

Dalam forum mingguan akademik kali ini para peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai manajemen kekayaan yang ditelaah langsung dari kitab-kitab yang ditulis oleh ilmuwan muslim.

Ilmuwan muslim yang membahas tentang konsep manajemen kekayaan antara lain As-Syaibani yang mengarang kitab dengan judul “Al-Kasb” dimana kitab tersebut ditulis pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dinasti Abbasiyah. Dalam kitab tersebut beliau menjelaskan mengenai dasar Wealth Management, yakni Al-Iktisab (Earning/Wealth Creation) dan Al Infaq (Spending). Selain itu As-Syaibani menjelaskan bahwa pendapatan itu didapat dari 4 hal: merekrut pekerja (Ijarah), Perdagangan (al Tijarah), Agrikultur (Al Zira’ah) dan keahlian (sina’ah).

Ulama lain yang membahas tentang manajemen kekayaan yakni Ibnu Sina. Selain beliau terkenal dalam filsafat kedokteran, ternyata beliau juga membahas mengenai ‘ilm Tadbir Al Manzir yakni sebuah disiplin ilmu untuk memelihara anggota keluarga dengan cara yang benar, dimana peran keluarga mulai dari suami, istri, anak hingga pembantu sangat berperan dalam pengaturan keuangan keluarga.

Ibnu Sina juga membagi manajemen kekayaan menjadi 2, Kasb (Earning Wealth) dan Infaq. Beliau juga membagia pekerjaaan menjadi perdagangan (tijarah) dan keahlian (sina’at).

Pemikir muslim lain yakni Abu Ja’far Al Dimasqi, dimana harta menurut beliau adalah sesuatu yang banyak ataupun sedikit. Jenis harta dibagi menjadi harta diam/tidak bergerak, harga bergerak, real estate, dan merchandise. (Rizal)

Miftahul AnwarStudi Manajemen Kekayaan dalam Pandangan Pemikir Muslim Klasik
read more

STEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia

No comments
Salah satu perguruan tinggi Islam di Bogor, Jawa Barat, menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Rusia (RIU). Perguruan tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia. Kerja sama dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani di RIU, Kazan, Rabu (24/4/2019).
Perjanjian ditandatangani oleh para Rektor perguruan tinggi tersebut, yaitu Rafik Mukhametahin dari RIU dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dari STEI Tazkia.
Para pihak sepakat untuk mempromosikan, mengembangkan, dan memperkuat kerja sama pendidikan dan ilmu pengetahuan yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama antara lain pertukaran staf, pengajar dan mahasiswa, penelitian dan publikasi bersama, penyelenggaraan seminar, konferensi dan workshop bersama, serta kerja sama lainnya yang menjadi perhatian bersama.
Rektor RIU menyampaikan kegembiraannya dapat menjalin dan mengembangkan kembali kerja sama dengan perguruan tinggi Islam di Indonesia setelah beberapa tahun terakhir terhenti. Menurut Rektor RIU, kerja sama dengan Indonesia sangat penting, seperti yang telah dirintis sejak tahun 2009.
Pada tahun 2009 Rafik Mukhametshin berkunjung ke Indonesia menjalin kerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu kerja sama yang dicapai adalah pengiriman mahasiswa RIU untuk belajar di Indonesia dalam program magister, antara lain di UIN Malang. Dua orang lulusan UIN Malang tersebut saat ini bekerja sebagai pengajar di RIU.
https://1.bp.blogspot.com/-HIxpzFQrtOc/XMJZC42gEDI/AAAAAAAALqQ/AjijWnStlQU4vTx-vNPCHzzlpm1biYOvwCLcBGAs/s1600/1%2B%25285%2529.jpg
Rektor STEI Tazkia mengatakan kerja sama antar perguruan tinggi ini dilandasi pada Tridharma Pendidikan, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rektor STEI Tazkia berharap terdapat pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, bimbingan mahasiswa dan riset bersama, termasuk pendidikan ekonomi syariah.
“Kami siap menerima mahasiswa dari RIU untuk belajar di STEI Tazkia, bahkan mulai tahun pelajaran baru mendatang,” kata Rektor STEI Tazkia.
Rektor STEI Tazkia sangat terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Kazan. Menurutnya, industri halal terutama makanan halal, pakaian muslim, dan keuangan syariah sedang menjadi perhatian di Rusia. Ditambahkan bahwa selaku pionir dalam pergerakan keuangan syariah di Indonesia, STEI Tazkia siap bekerja sama dengan Rusia dalam edukasi, sosialisasi dan persiapan SDM untuk pengembangan keuangan syariah dan industri halal lebih lanjut.
RIU adalah salah satu perguruan tinggi Islam di Rusia yang didirikan tahun 1998. Saat ini RIU terdapat Fakultas Teologi yang didalamnya memiliki jurusan teologi, linguistik, jurnalistik Islam, ekonomi Islam, dan pembelajaran jarak jauh. Di RIU belajar sekitar 1.200 mahasiswa tidak hanya berasal dari Tatarstan dan berbagai wilayah Rusia, tetapi juga dari negara lain, khususnya negara pecahan Uni Soviet.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi yang hadir menyaksikan penandatanganan perjanjian ini mendorong pengembangan kerja sama antar perguruan tinggi kedua negara, termasuk perguruan tinggi Islam. Kerja sama tersebut dapat turut mendekatkan hubungan kedua bangsa yang pada gilirannya tidak hanya mencakup bidang pendidikan, tetapi juga ekonomi dan sosial budaya. Dubes Wahid menekankan pentingnya tindak lanjut dan realisasi dari kesepakatan-kesepakatan kedua pihak.

Beberapa jam sebelum penandatanganan dengan RIU, STEI Tazkia juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kazan (Volga Region) Federal University (KFU) yang diwakili oleh Linar Latypov, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional KFU.
Delegasi STEI Tazkia Republik Tatarstan, Federasi Rusia dalam rangka mengikuti “Russia Halal Expo 2019”. Expo tersebut merupakan bagian dari The XI International Economic Summit “Russia-Islamic World: KazanSummit 2019” yang berlangsung tanggal 24-26 April 2019. (hajimakbul.com)
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia
read more

STEI Tazkia Emban Amanah Tingkatkan Kualiatas SDM Syariah Provinsi Riau

No comments

Penandatangan MoU antara Tazkia dan Provinsi Riau. Miftakhus Surur selaku Pembantu Ketua 3 TAzkia (samping kiri), Dr. M. Syafii Antonio selaku Ketua Pembina Yayasan Tazkia (tengah kiri), Dr. Murniati Mukhlisin selaku ketua Tazkia (tengah kanan), Dr. H. Syamsuar selaku Gubernur Provinsi Riau (samping kanan).

Kamis 28 Maret 2019, STEI Tazkia yang diwakili langsung oleh Dr. Murniati Mukhlisin (Ketua STEI Tazkia) menandatangani kesepakatan kerjasama bersama Provinsi Riau yang diwakili langsung Drs. H. Syamsuar (Gubernur Provinsi Riau).

Setelah sebelumnya telah berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah diantaranya Provinsi Bangka Belitung, NTB, Kalimantan Timur; STEI Tazkia kembali berhasil menjalin kerjasama dengan Provinsi Riau. Kerjasama yang dibangun diantara kedua belah pihak berfokus pada pengembangan SDM Syariah untuk kemajuan sektor Ekonomi Islam Provinsi Riau. Dalam keberlangsungannya, Pemerintah Provinsi Riau akan mengirimkan putra-putri terbaik daerahnya untuk belajar ilmu Ekonomi Islam dan juga penggemblengan karakter keislaman di STEI Tazkia.

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Riau sangat menyambut baik program kerjasama ini, karena menurut-Nya program-program yang ditawarkan STEI Tazkia sangat sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

“Saya sangat menyambut program kerjasama dengan Tazkia ini, karena Tazkia memiliki program-program yang sesuai dengan kebutuhan Provinsi Riau. Selain itu juga memang beberapa Program masih belum ada disini, seperti Bisnis Manajemen Islam & Ilmu Ekonomi Islam. Harapannya Tazkia dapat mendidik Putra-Putri daerah kami menjadi SDM Ekonomi Islam yang handal.” Ujar Drs. Syamsuar.

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Emban Amanah Tingkatkan Kualiatas SDM Syariah Provinsi Riau
read more

Daerah Dengan Jumlah Institusi Islam Yang Lebih Banyak Cenderung Memiliki Risiko Konflik Yang Rendah?

No comments

Indra, M.Si. salah satu dosen STEI Tazkia baru saja selesai melakukan penelitian tentang pengaruh jumlah institusi Islam di suatu daerah terhadap Tingkat/resiko terjadinya konflik fisik. Penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk melihat bagaimana sejatinya pengaruh jumlah institusi Islam dalam suatu daerah terhadap tingkat konflik fisik daerah tersebut, dimana nantinya hasil penelitian ini akan menjadi referensi penulis terhadap badan terkait dalam penentuan strategi dalam upaya menurunkan tingkat konflik fisik antar warga.

Berdasarkan Penelitian yang dilakukan ini, diperoleh kesimpulan bahwa Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah Institusi Islam lebih banyak, yang ditunjukkan oleh rasio jumlah masjid dan jumlah pondok pesantren per jumlah populasi penduduk, memiliki kecenderungan tingkat konflik yang lebih rendah.

Menurut peneliti dan dosen yang merupakan Direktur Pusat Studi Halal LPPM STEI Tazkia ini juga ditemukan adanya pengaruh yang signifikian dari beberapa variabel kontrol sosial-ekonomi dalam mengurangi dan mendorong eskalasi konflik.

“Tingkat Pengangguran dan rata-rata lama sekolah merupakan dua indikator yang ditemui memiliki pengaruh terhadap peningkatan konflik. Pada lain sisi, tingkat pertumbuhan PDRB perkapitah dan share PDRB pertanian ternyata berperan penting dalam menurunkan tingkat risiko konflik di wilayah kabupaten/kota.” Ujar Indra.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan struktur data cross-section tingkat kabupaten di Indonesia. Keseluruhan variabel yang digunakan oleh peneliti bersumber dari data Statistik Potensi Desa (PODES) dan publikasi yang dilakukan oleh BPS lainnya pada tahun 2014. (Rijal N. F. & M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarDaerah Dengan Jumlah Institusi Islam Yang Lebih Banyak Cenderung Memiliki Risiko Konflik Yang Rendah?
read more

Pemprov Kaltim MoU dengan STEI Tazkia

No comments
BOGOR – Pemprov Kaltim memastikan kerjasama bidang pendidikan dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Sentul City, Bogor Jawa Barat direalisasikan. Kepastian berlanjutnya MoU ke Perjanjian Kerjasama (PKS) setelah dilakukannya kunjungan silaturahmi dan rapat tindak lanjut oleh tim Kaltim ke perguruan tinggi tersebut.
Tim dipimpin Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim HM Sa’bani didampingi staf ahli gubernur Prof Dr H Zein Heflin.
Hadir pula Plt Kepala Biro Humas Setdaprov Kaltim Hj Riawati dan Kepala Bagian Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Biro Kesejahteraan Rakyat Edi Suhaedi.
Rombongan diterima Rektor STEI Tazkia Bogor Dr Murniati Mukhlisin didampingi Pembantu Ketua III Bagian Kemahasiswaan Miftakhus Surur.
Sa’bani mengemukakan kerjasama di bidang pendidikan ekonomi Syariah guna menghasilkan putra putri daerah yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan syariah. “Kerjasama kita dengan STEI guna menghasilkan generasi yang memiliki marketing skill tinggi,” katanya, Jumat (1/3).
Menurut dia, MoU berlanjut ke PKS untuk bidang ekonomi syariah guna memperdalam sekaligus memantapkan kemampuan marketing di masing-masing  individu peserta didik.
Hal senada disampaikan Heflin akan pentingnya jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang ekonomi syariah ini bagi generasi Kaltim. “Putra-putri daerah memiliki potensi dan kegiatan bisa didukung melalui program Beasiswa Kaltim Tuntas,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor STIE Tazkia Bogor Murniati Mukhlisin menyambut baik dan sangat mengapresiasi berlanjutnya MoU ke perjanjian kerjasama dengan Pemprov Kaltim. “Saya yakin komitmen pemerintah mampu membentuk sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing untuk menyukseskan pembangunan daerah,” ucapnya.
Dirinya berharap rapat penindaklanjutan PKS antara Pemprov Kaltim dengan STEI Tazkia Bogor segera berlanjut pada implementasi kerjasama. (yans/her/fat/humasprovkaltim)
Miftahul AnwarPemprov Kaltim MoU dengan STEI Tazkia
read more