Artikel

Kajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna & Teladan Rasululllah Serta Wisuda Huffadz Rumah Quran Muliah

No comments

12 Agustus 2018 / 1 Dzhulhijjah 1439. Sentul City, Bogor. STEI Tazkia bersama Tazkia Grup kembali hadir dalam agenda rutin bulan kajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna dan teladan Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam. Kajian bulanan kali ini istimewa karena agenda Kajian Bulanan digabungkan dengan Wisuda Tahfidz dari Rumah Quran Mulia  yang dipimpin oleh K.H. Nurul Anwar. Juga kesempatan SKB ini menjadi momen Open House bagi beberapa sekolah sekitar Bogor yang dilanjutkan dengan Olimpiade Ekonomi Islam.

Tidak kurang dari 25 Santri Tahfidz diwisuda dalam acara ini. Kesemua santri tersebut telah mengkhatamkan Al Quran 30 Juz dalam program Rumah Quran Mulia. Dr. Muhammad Syafii Antonio dalam kesempatan SKB ini juga mengapresiasi upaya para santri untuk menghatamkan hafalan mereka sehingga mereka layak untuk di wisuda pada momen spesial ini. Beliau juga memaparkan bagaimana program Quran menjadi program unggulan STEI Tazkia, sehingga selanjutnya STEI Tazkia dan RQM akan menjalin kerjasama untuk semakin kuat menghidupkan Quran dan amal nya dalam kedua lembaga tersebut.

Mengutip Asma’ Allah Ta’ala Al Ghoni & Al Mughni, Dr. Muhammad Syafii Antonio mengingatkan untuk kita semua meminta kepada Allah Ta’ala untuk memiliki kekayaan setidaknya dalam lima aspek; Hati, Kawan, Ilmu, Bakti, dan Harta. Kekayaan tersebut ditujukan untuk semakin menjadi hamba Allah yang bertaqwa.

K.H. Muhammad Nurul Anwar menjadi pembicara setelah Dr. Muhammad Syafii Antonio, menyampaikan pesan kepada seluruh hadirin dan khususnya santri huffadz, agar terus meluangkan waktu untuk Al Quran. Beliau mencontohkan kota makkah dan madinah, dua kota tandus tapi memiliki keberkahan Al Quran sehingga seluruh kebutuhan dengan kualitas terbaik Allah hadirkan di sana dengan cara Allah.

Kedua lembaga sepakat untuk membangun sinergi program mengembangkan Quran di kalangan mahasiswa dengan program yang tersusun rapih untuk pengembangan karakter masing-masing mahasiswa.

Selepas Kajian Sukses Kaya bahagia, para siswa yang hadir dari berbagai sekolah mengikuti Seminar Bisnis yang diisi oleh Alumni STEI Tazkia, Gilang Hardian, S.E.I. Pemilik Anajidan Helmet, Alumni yang mengharumkan nama STEI Tazkia di kancah Global menjadi 6 terbaik pengusaha muda dunia. Kemudian agenda dilanjutkan dengan Olimpiade Ekonomi Islam yang diikuti oleh 21 tim dari berbagai sekolah sebogor. Untuk selanjutnya dipilih 10 tim yang akan masuk dalam babak selanjutnya di bulan September nanti.

Miftahul AnwarKajian Sukses Kaya Bahagia dengan Asmaul Husna & Teladan Rasululllah Serta Wisuda Huffadz Rumah Quran Muliah
read more

Titik Kebangkitan Pertanian Islam di Lembah Barbeta

No comments

Oleh: Nurizal Ismail, Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Islami STEI Tazkia dan Peneliti ISEFID

Di lembah Barbeta, Aceh pada, 3 juli 2018 telah diluncurkan gerakan wakaf 1550 pohon kurma dan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara koperasi petani kurma lembah Barbate yang diwakili oleh Bapak Azwar Muhammad dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia diwakili oleh Dr. Murniati Mukhlisin selaku ketua STEI Tazkia. Yang menjadi spesial, penandatanganan MoU ini juga disaksikan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS). UAS, memang menjadi salah satu pembina baitul mal Barbate.

Bapak Mahdi Muhammad sebagai penggagas perkebunan kurma dalam sambutan memberikan tiga poin penting.

Pertama, lembah Barbate sebagai titik kebangkitan pertanian Islam. Beliau menjelaskan bahwa ada dua Barbate di dunia yaitu di Andalusia dan di Aceh. Pemberian nama lembah Barbate ini terinspirasi dari lembah Barbate yang ada di Andalusia. Kedua, kenapa kurma yang dikembangkan di lembah Barbate karena Qur’an menyebutkannya berkali-kali dan selain itu kurma itu mempunyai kelebihan menyuburkan tanah yang mati. Ketiga, baitul mal adalah lembaga keuangan Islam yang mengelola harta-harta wakaf kaum Muslimin dan ini pernah dipraktikkan dalam sejarah Islam. Adapun wakaf 1150 pohon kurma adalah inspirasi wakaf Utsman bin Affan yang sampai sekarang kemanfaatannya banyak dirasakan oleh umat Muslim.

Penulis melihat bahwa apa yang telah dilakukan oleh Bapak Mahdi dan rekan-rekannya mencoba membangkitkan pertanian aceh dengan merujuk pada aturan-aturan Syari’ah dengan mengambil inspirasi dari kegemilangan pertanian Islam baik di awal Islam sampai pada masa Andalusia. Ada tiga poin menarik yang bisa diambil dari apa yang telah dilakukan oleh petani kurma di Barbate yang dihubungkan dengan sejarah Andalusia. 

Tarik bin Ziyad
Dari sisi sejarah, Barbate adalah suatu tempat terjadinya pertempuran antara pasukan Muslim yang dipimpin oleh Tarik bin Ziyad dan pasukan Visigoth yang dipimpin oleh Roderic pada 19 Juli 711 M/ 28 Ramadhan 92 H. Kemenangan pasukan Islam dalam pertempuran di sungai Barbate itu membuka jalan bagi masuknya Thariq bin Ziyad menuju kota-kota lainnya di Spanyol.

Pemilihan lembah Barbate itu bukan tanpa alasan sebagai tempat berperang melawan pasukan Roderik. Kondisi geografis lembah yang di kanannya adalah berdiri gunung yang tinggi serta di sisi kirinya terdapat sebuah danau membuat mereka dapat konsentrasi menghadapi pasukan lawan dari arah depan tanpa takut ada serangan dari belakang.

Inspirasi ini pun terjadi di lembah Barbate, Aceh yang fisik daerahnya sama dengan yang ada di Andalusia. Spirit Tariq bin Ziyad dan pasukannya perlu menjadi contoh untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan melawan kezaliman dalam konteks ini adalah pertanian kurma di lembah Barbate, Aceh. Sudah saatnya pertanian Indonesia lepas dari sistem kapitalisme yang selama petani hanya menjadi objek eksploitasi para pemodal.

Dari sisi keilmuwan, ilmu pertanian di Andalusia sangat maju sekali. Kitab-kitab pertanian banyak lahir di Andalusia misalnya oleh Muḥammad ibn Baṣṣāl al-Andalūsī, yang dilahirkan di Toledo dengan judul diwan al-filāḥa dan Kitāb al-qaṣd wa’l-bayān. Ada juga Abū’l -Khayr al-Ishbīlī (Sevilla), yang lebih dikenal sebagai dokternya tumbuh-tumbuhan dengan kitabnya yang berjudul, Kitāb al-filāḥa, dan juga eksiklopedia biologi yang berjudul Umdat al-ṭabīb fī ma‘rifat al-nabāt li-kull labīb. Lainnya adalah Syaikh Al-Fadhil Abu Zakariyyah Yahya bin Muhammad bin Ahmad bin Awwam al-Ishbīlī dengan kitabnya  ‘Filahah’. Bahkan dalam prakteknya, sistem pertaniannya sudah sangat maju dan berkontribusi terhadap perekonomian Andalusia saat itu.

Wakaf Amal Jama’i
Terakhir adalah wakaf sebagai sarana atau wasilah dalam pembangunan pertanian Syariah dan kemaslahatan umat di Indonesia. Dalam sejarah Islam wakaf juga selalu terkait dengan pertanian selain wakaf masjid. Contohnya, tanah Khaibar yang diwakafkan Umar bin Khattab untuk pertanian dan wakaf Utsman bin Affan berupa sumur ruma juga digunakan untuk perkebunan kurma di Madinah.

Wakaf tidak hanya menjadi amal pribadi, tetapi bisa menjadi amal jama’i ketika dilakukan bersama-sama. Itu lah yang dilakukan koperasi petani kurma Barbate dan baitul malnya mengajak masyarakat untuk berwakaf melalui kurma yang nanti hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat.

Semoga apa yang tengah dilakukan di lembah Barbate Aceh menjadi semangat kebangkitan pertanian Islam di Indonesia sebagaimana yang terjadi di lembah Barbate, Andalusia ribuan tahun yang lalu.  Semangat ini harus diikuti dengan semangat pengembangan keilmuannya dan sarana pengembangannya. Menghadirkan karya-karya ulama terdahulu dibidang pertanian dan menjadikan wakaf sebagai sarananya. Wallau’alam bissawab!

Source : http://mysharing.co/titik-kebangkitan-pertanian-islam-di-lembah-barbeta/

Miftahul AnwarTitik Kebangkitan Pertanian Islam di Lembah Barbeta
read more

STEI Tazkia, ACT Aceh, dan Baitul Mal Barbate Tandatangani Kerja Sama Agribisnis

No comments

Sektor agribisnis memiliki peluang yang besar di Aceh. Dalam rangka pengembangan sektor agribisnis untuk pembangunan sosial, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh bersama dengan Baitul Mal Barbate, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia, menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama di sektor tersebut.

Penandantangan ini dilaksanakan di Lembah Barbate, Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (3/7/2018). Aktivitas tersebut disaksikan oleh Ustaz Abdul Somad, yang hadir ke Lembah Barbate dalam rangka peluncuran Gerakan Wakaf 1.550 pohon kurma.

Husaini Ismail selaku Kepala Cabang ACT Aceh mengatakan, penandatanganan Nota Kesepahaman antara Baitul Mal Barbate, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia dan Perbankan ini untuk mengembangkan sektor agribisnis yang ada di Aceh, khususnya Lembah Barbate.

Pendekatan pengembangan agribisnis yang digunakan adalah sosial dan bisnis.

“Target awal akan mulai kita kembangkan komoditi kurma, serai wangi, dan ternak di kawasan Lembah Barbate, Blang Bintang, Aceh Besar dengan konsep integrated farming. Kotoran ternak akan jadi pupuk kemudian sisa ampas serai wangi dan pohon pisang akan jadi makan ternak,” papar Husaini.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku rektor Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia juga mengatakan, Aceh punya peluang yang sangat besar dalam hal mengembangkan sektor agribisnis. Contohnya seperti yang dilakukan di Lembah Barbate Blang Bintang ini.

Tazkia sendiri sudah mengambil peran jauh-jauh hari, dimulai sejak tsunami dengan menyekolahkan anak Aceh ke Tazkia dengan beasiswa penuh.

“Harapannya ketika mereka kembali ke Aceh, mereka bisa membangun Aceh dalam bidang ekonomi  khususnya ekonomi syariah. Alhamdulillah sekali hari ini kita sudah menandatangani MoU dengan Aksi Cepat Tanggap dalam hal pengembangan sektor agribisnis. Harapan ke depannya, pengembangan sektor ini bisa lebih maksimal dengan ditandatanganinya MoU ini,” ujar Murniati.

http://www.tribunnews.com/regional/2018/07/04/act-aceh-baitul-mal-barbate-dan-stei-tazkia-tandatangani-kerja-sama-agribisnis

Miftahul AnwarSTEI Tazkia, ACT Aceh, dan Baitul Mal Barbate Tandatangani Kerja Sama Agribisnis
read more

Tiga Dosen Tazkia Bentang Riset di Kyoto, Jepang

No comments

REPUBLIKA.CO.ID,JEPANG — Perhelatan tahunan Society for the Advancement of Socio-Economics (SASE) kali ini diadakan pada  23-25 Juni di Kyoto, Jepang. Bertempat di Universitas Doshisha, SASE kali ini dihadiri oleh hampir 300 peneliti dari 50 negara.

Tahun ini, ada tiga dosen dari STEI Tazkia yang terpilih untuk membentangkan hasil risetnya yaitu Murniati Mukhlisin, Rochania Ayu Yunanda, dan Faried Kurnia Rahman. Murniati membawakan topik “Do Islamic Macroeconomic and Microeconomic Exist” yang mengkritisi kontribusi publikasi internasional mengenai lintas sektoral ekonomi Islam empat tahun terakhir.

Murniati menjelaskan, penelitian yang mengambil data Malaysia menduduki peringkat pertama disusul oleh Uni Arab Emirat, dan Indonesia. Hal ini diartikan bahwa dinamika ekonomi syariah di Indonesia kurang menarik perhatian dibandingkan dengan kedua negara tersebut.

“Termasuk juga kurangnya peneliti asal Indonesia yang mempublikasikan risetnya di jurnal internasional,” katanya dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, kemarin.

Adapun Rochania menulis topik “Current reporting practices in Islamic baks: the impact of human development and national cultures”. Di satu sisi, menurutnya, bank syariah beroprasi berdasarkan aturan-aturan Islam yang universal. Di sisi lain, tiap-tiap negara memiliki country values yang berbeda dan berpengaruh terhadap perilaku.

Risetnya bertujuan menguji apakah nilai-nilai budaya, human development, dan democracy index mempengaruhi tingkat transparansi pengungkapan informasi di 40 bank syariah di 8 negara. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa human development dan democracy index mempengaruhi tingkat transparancy, sedangkan nilai budaya tidak berpengaruh.

Sedangkan Faried membentangkan risetnya yang berjudul “Firm Performance and Innovation in Halal industry: the case of Indonesia”. Secara umum, menurutnya, tingkat inovasi perusahan yang terdaftar di pasar modal syariah indonesia masih relatif rendah tetapi para investor di pasar modal syariah memberikan respon positif terhadap segala usaha inovasi yang dilakukan perusahaan secara internal.

“Yang menjadi catatan adalah perusahaan yang terdaftar di pasar modal syariah harus lebih memperhatikan usaha-usaha inovasi yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan pihak external sehingga memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan,”  ujarnya.

Selain Tazkia, hadir beberapa peserta asal Indonesia lainnya yaitu Trisliadi Supriyanto dari Universitas Ibnu Khaldun, Bogor dan Raditya Sukmana dari Universitas Airlangga, Surabaya.

 

https://m.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/06/27/pazciy396-tiga-dosen-tazkia-bentang-riset-di-kyoto-jepang

Miftahul AnwarTiga Dosen Tazkia Bentang Riset di Kyoto, Jepang
read more

Research Camp Bersama Ketua STEI Tazkia

No comments
LPPM STEI Tazkia pada Hari Kamis-Jumat 3-4 Mei 2018 mengadakan program Research Camp yang berlangsung di Hotel Sofyan Betawi, menteng, Jakarta Pusat. Dalam keterangan terpisah Kepala LPPM STEI Tazkia, Ries Wulandari, MSi menegaskan beberapa tujuan program ini untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen-dosen di Indonesia sebagai bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Hadir sebagai  narasumber utama  Ketua STEI Tazkia, ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. yang juga merupakan dosen senior prodi Akuntansi Islam.  Narasumber utama memberikan bimbingan sampai dengan proses submit ke Jurnal Internasional Terindex Scopus. Selain itu pada program ini peserta juga mendapat bimbingan academic writing antara lain pengajuan proposal PhD dan naskah ilmiah yang efektif untuk conference internasional.
Narasumber lain yang hadir adalah alumni dari berbagai kampus yang berbagi tentang kehidupan selama menjadi mahasiswa di Australia, UK, dan Belanda.

Dr. Murniati Mukhlisin sedang memaparkan materi kepada peserta yang hadir.

Peserta mengikuti 18 jam sesi materi dengan antusias. Peserta luar berjumlah 12 orang terdiri dari dosen dari Universitas Haluleo Kendari, UGM Yogyakarta, Universitas Gunadharma Jakarta, Universitas Indraprasta Jakarta, STEI SEBI, UIN SUSKA Riau, UIN Syarief Jakarta, dan Praktisi Perbankan dari MayBank Jakarta.

Pesreta sedang berdiskusi dalam salah satu sesi acara

Dosen internal yang terlibat 8 orang merupakan perwakilan Prodi Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah , dan Bisnis Manajemen Syariah STEI Tazkia yang mendapat dukungan dari LPPM dan Program Studi.

 
Program serupa akan digelar sesuai dengan jadwal LPPM dan Narasumber dengan format in house training.
Miftahul AnwarResearch Camp Bersama Ketua STEI Tazkia
read more

One Day Dauroh bersama T.A.Z.K.I.A

1 comment
Dramaga, 7 Mei 2018 – Asrama Matrikulasi STEI Tazkia mengadakan program yang bertajuk “One Day Dauroh bersama T.A.Z.K.I.A” dengan mengundang beberapa siswa SMK/SMA di sekitar asrama. 23 siswa perwakilan beberapa sekolah di Bogor hadir pada hari Ahad, 6 Mei 2018 dalam acara yang dilaksanakan mulai Pukul 07.00 hingga sore hari kemarin.
Acara yang diselenggarakan hasil kerjasama Divisi Pembinaan Matrikulasi dan Tazkia Language Center serta dukungan dari Humas STEI Tazkia ini memberikan materi-materi yang menarik bagi para peserta yang hadir. Dengan tema utama yaitu menyiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan, para pembicara yang hadir menyampaikan materi diantaranya mengenai Fiqih Shaum dan I’tikaf, Perkembangan Dunia Islam, Keutamaan Bahasa Alquran, Pola Makan & Minum di bulan Ramadhan, serta sharing materi keremajaan sesuai dengan kondisi remaja saat ini.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan STEI Tazkia dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi generasi muda yang masih sangat butuh bimbingan dari pihak-pihak terkait.
“Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar, walaupun masih ada beberapa kekurangan. Semoga kedepannya kami bisa mengadakan acara yang lebih besar lagi, baik dari isi program ataupun jumlah peserta yang hadir.” Ujar Abdul Hamid selaku ketua panitia.
Miftahul AnwarOne Day Dauroh bersama T.A.Z.K.I.A
read more

Islamic Law Days: Ajang Peningkatan Kualitas Mahasiswa Muamalah

No comments

Salah satu standar kualitas mahasiswa adalah kemampuannya dalam menguasai teori dan praktik ilmu pada bidangnya. Teori yang didapatkan di kelas haruslah diiringi dengan pemahaman praktik di lapangan, sehingga terjadi link and match atau keterhubungan antara teori yang dipelajari di kelas dengan apa yang ada di lapangan atau masyarakat.

Guna melakukan sinkronisasi ini maka Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STEI Tazkia Bogor mengadakan ajang tahunan yang diberi nama Islamic Law Days. Acara yang diadakan rutin setiap tahun ini menghadirkan beberapa tokoh nasional dan internasional yang ahli dalam bidang syariah, hukum dan ekonomi Islam.

Islamic Law Days 2018 yang berlangsung dari 04-05 Mei 2018 menghadirkan Ust. Makmun el-Thubany, Dr. Saharuddin, M.H. dari Komnas HAM Republik Indonesia serta Dr. Azhar Jaafar  Ramly. Acara yang dikelola oleh Basmalah sebagai Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah berlangsung meriah.

Acara ini diawali dengan Workshop Belajar Bahasa Arab dengan Metode Cepat. Ust. Makmun selaku pemateri memberikan beberapa tips rahasia bagaimana belajar bahasa Arab secara mudah dan cepat. Tidak hanya mahasiswa dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah namun juga dari program studi lain juga ikut memadati workshop ini.

Agenda berikutnya yaitu presentasi essay Muamalah yang diikuti oleh mahasiswa STEI Tazkia Bogor. Ada tiga nominasi yang telah lulus seleksi dan berhak untuk mempresentasikan di depan penguji yaitu Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI dan Muhammad Kowi, S. Akun. Essay yang masuk sangat menarik dan sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi penelitin lebih lanjut, misalnya essay yang ditulis oleh Raehan dengan judul Implementasi Akad Muzaraah dalam Bisnis Modern. Essay ini enjadi juara pertama dalam kompetisi ini.

Selanjutnya adalah lomba Battle of Brain, yaitu cerdas cermat yang berisi materi-materi tentang Muamalah yang diikuti oleh lima orang peserta. Agenda ini sangat meriah karena menguji kemempuan mereka dalam pengetahuan muamalah. Juara pertama dalam ajang ini adalah Adzkia dari Prodi BMS.

Acara puncak dari Islaic Law Days adalah Seminar Nasional dengan tema “Perkembangan Hukum Ekonomi Syariah di Alam Melayu”. Seminar yang diisi oleh Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI sebagai Kepala Prodi Muamalah, Dr. Saharuddin, MH. Dan Dr. Azhar Jaafar Ramly dari (University College of Yayasan Pahang (UCYP) Malaysia. Mahasiswa diberikan pemahaman lebih mengenai perkembangan Hukum Ekonomi Syariah di Alam Melayu khususnya di Indonesia dan Dunia.

Pelaksanaan Islamic Law Days 2018 sangat bermanfaat bagi mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah sehingga ke depan ia akan terus menjadi ajang tahunan prodi ini. “Agenda ini memberikan peningkatan pemahaman mahasiswa khususnya mengenai perkembangan HES (Muamalah) di dunia” demikian ungka Dr. M menutup dengan resmi agenda ini.

Miftahul AnwarIslamic Law Days: Ajang Peningkatan Kualitas Mahasiswa Muamalah
read more

STEI Tazkia inisiasi kerjasama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia

No comments
 
Dalam sesi sharing bersama manajemen STEI Tazkia, Pak Gufroni Sakaril Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia, Pak Ghufroni banyak berbagi terkait potensi penyandang disabilitas dan interaksi dengan mereka. Pak Gufroni mengingatkan bahwa Penyandang Disabilitas sama dengan Non Disabilitas. Sama-sama manusia, punya martabat, hak pendidikan, karir, keinginan biologis, keinginan pun sama; ingin menjadi siapapun yang orang lain bisa. Tidak ada yang berbeda as human being ungkap beliau.
Dalam Sharing beliau, pak gufroni mengungkapkan kendala yang terjadi bukan hanya dari sisi penyandang disabilitas, tapi yang lebih penting dari itu adalah lingkungan serta mereka yang berada di sekitar kawan-kawan difabel; apa cukup akomodatif dalam memenuhi kebutuhan kawan-kawan difable atau tidak. Mulai dari perhatian, pelayanan khusus, bantuan, hingga fasilitas yang bersahabat untuk kawan-kawan difabel.
Upaya telah banyak dilakukan, dari dunia Internasional, kita mengenal adanya Convention on the right of person with disabilities (CRPD) yang membantu menyuarakan hak penyandang disabilitas di dunia Internasional. Di dalam Negeri, Indonesia memiliki Undang-undang untuk penyandang disabilitas,  No. 8 2016.
 
Dalam sharing ini, beliau mengungkapkan bahwa dulu, hanya 5% penyandang disabilitas anak yang memiliki akses sekolah. Namun seiring berjalannya waktu, dan upaya yang terus diperjuangkan, sedikit demi sedikit jumlah tersebut semakin meningkat. Dengan fasilitas pendidikan yang baik, dan pendekatan serta fasilitas yang memadai, Penyandang Disabilitas memiliki potensi besar sebagaimana para tokoh dunia, seperti CEO GE, Thomas Alpha Edison, Stephen Hawkins, Albert Einstein, Hellen Keller adalah tokoh dunia yang masuk dalam kalangan penyandang disabilitas baik fisik maupun mental.
Dengan sama besarnya potensi yang dimiliki penyandang disabilitas, maka penting sekali memberikan hak-hak mereka dalam segala hal, termasuk dalam pendidikan. Sebagai kampus pelopor Ekonomi Islam, STEI Tazkia memiliki komitmen untuk merangkul semua kalangan, termasuk calon mahasiswa dari kalangan penyandang disabilitas. Sehingga, diharapkan dikemudian hari muncul pakar Ekonomi Islam penerus perjuangan Ekonomi Islam dari kawan-kawan difable.
Miftahul AnwarSTEI Tazkia inisiasi kerjasama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia
read more

Inflasi dan Keuangan Keluarga

No comments

By Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc, ( Konsultan Sakinah Finance/Ketua STEI Tazkia )*

Hari ini ada kajian riset para dosen atau dikenal dengan “Monday Forum” di Kampus STEI Tazkia. Topiknya menarik, yaitu “Determinan Inflasi: Pembuktian Teori Al-Maqrizi” dibawakan oleh Ketua Program Studi Ekonomi Syairah dan Direktur Pusat Studi Wakaf di STEI Tazkia, Nashr Akbar MEc. Tentu saja kali ini saya tidak akan membahasnya dengan memakai bahasa akademik yang terlalu serius itu, izinkan saya menyambungkan kata inflasi ini dalam konteks keuangan keluarga.

Inflasi itu apa?

Inflasi dikenal oleh masyarakat umum dengan “kenaikan harga barang”, yang akhirnya menurunnya nilai mata uang. Menurut Badan Pusat Statistik, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai mata uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Seringkali inflasi dipicu dari kenaikan harga listrik dan Barang Bakar Minyak (BBM), yang mengakibatkan naiknya ongkos produksi dan kendaraan sehingga berujung kepada melambungnya harga suatu barang dan jasa. Akibatnya, konsumer harus membayar lebih tinggi dari harga yang biasanya.

Sejak tahun 2016 hingga saat ini tingkat inflasi di Indonesia rata–rata di bawah 4 persen (kategori inflasi ringan), pernah di atas 4 persen ketika bulan Ramadhan dan Syawal dimana memang uang THR dan tabungan biasanya digunakan untuk memeriahkan pesta ummat Islam ini. Begitu juga untuk pembayaran zakat yang meningkat drastis di bulan – bulan tersebut yang dapat juga memicu daya beli rakyat miskin untuk keperluan rumah tangganya. Dari data yang ada, nampak trend perayaan natal bulan November dan Desember serta tahun baru tidak begitu memberikan dampak inflasi.

Bukan hal baru

Inflasi adalah bukan hal baru bagi masyarakat di dunia ini termasuk Indonesia maupun dalam sejarah Islam. Jerman mengalami inflasi hiper pada tahun 1922-1923 disusul Austria pada tahun 1931, dan Perancis pada tahun 1944-1966.

Inflasi juga terjadi di Nigeria, Inggris, Meksiko, Amerika juga negara – negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, yang terburuk yaitu ketika krisis keuangan dan goncangnya stabilitas politik tahun 1997-1998. Semoga tahun politik kali ini tidak memicu tingkat inflasi. Sebagai gambaran, tingkat inflasi menjelang dan saat Pemilu tahun 2013-2014 sempat di atas 8 persen.

Nashr Akbar memaparkan bahwa menurut al-Thabrani inflasi pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW, 14 abad yang lalu ketika terjadinya kekeringan dasyat di Madinah yang mengakibatkan naiknya harga hewan ternak dan bahan makanan. Begitu juga pada masa Sayyidina Umar bin Khattab pernah terjadi musim penyakit menular (wabah tha’un) di Amawas pada tahun 17 Hijriah dan begitu juga selanjutanya yang terjadi di Mesir.

Al-Maqrizi mengatakan bahwa inflasi bisa terjadi karena dua hal yaitu bencana alam termasuk wabah penyakit seperti kasus di atas dan juga kesalahan manusia. Kesalahan manusia bisa karena korupsi, pajak dan pencetakan uang yang berlebihan.

Kiat jitu menghadapi inflasi

Bulan puasa atau bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, kurang dari dua bulan, yang kemudian disusul bulan Syawal atau Idul Fitri dan perayaan “Open House”. Seperti pada tahun sebelumnya, harga barang akan cenderung naik, lantas bagaimana cara keluarga untuk menghadapi inflasi musiman tersebut? Salah satunya adalah merubah gaya hidup.

Sayyidina Umar bin Khattab memberikan contoh merubah gaya hidup ketika musim kelaparan dan inflasi terjadi. Dalam kitab al-Bidayah wan Nihayah karangan Ibnu Katsir, diceritakan bahwa Sayyidina Umar bersumpah tidak mau makan daging, samin dan susu sehingga setiap hari beliau hanya makan minyak zaitun hingga akhir musim paceklik itu.

Berikut adalah beberapa kiat bagaimana keluarga dapat mengatasi inflasi:

Kendalikan nafsu

Sebenarnya bulan Ramadhan adalah bulan mengendalikan nafsu, melatih kesabaran, dan menahan banyak godaan. Namun seringkali kita membuat pembenaran karena alasan Ramadhan adalah satu – satunya bulan yang istimewa sehingga diperlukan makanan minuman istimewa. Banyak di tempat berbuka puasa kita melihat semua makanan menarik dari kolek hingga lauk pauk, namun setelah azan Maghrib berkumandang, perut tak kuasa menampung, sehingga akhirnya banyak sisa makanan dan minuman yang terbuang.

Begitu juga saat Idul Fitri, sebagian keluarga memaksakan semua harus istimewa, baru dan mahal. Rendang dan opor ayam temannya lontong dan ketupat harus ada, walau terpaksa membeli dengan harga daging, ayam, cabe yang melonjak – lonjak. Begitu juga baju dan perabot yang harus diganti.

Malangnya, banyak keluarga yang mencairkan tabungan yang awalnya disiapkan untuk keperluan yang lebih penting. Parahnya, ada yang terpaksa berhutang karena ingin keluarganya dianggap mampu.

Maka dari itu perlu sekali memasang niat sejak awal agar bulan puasa dan lebaran tahun ini kita berubah menjadi yang lebih baik, untuk dapat lebih mengendalikan nafsu.

Daur ulang

Banyak tukang jahit dan perabot yang dapat mendaur ulang hordeng dan sofa juga mengecat ulang perabot rumah tangga tanpa harus membeli baru atau daur ulang istilahnya. Bajupun demikian yang dapat dicarikan alternatif harga murah kalau memang harus baru terutama untuk anak –anak.

Tingkatkan dana tabungan

Loh koq nabung? Iya, justru dengan perkiraan akan adanya pemasukan pendapatan lebih banyak saat Ramadahan dan Syawal, contohnya THR, rencana tabungan dan investasi harus dipikirkan. Hal ini adalah upaya antisipasi untuk mengatasi inflasi yang mungkin tidak kunjung turun di beberapa bulan selanjutnya. Dalam hal ini, tabungan dan investasi dapat menjadi satu solusi.

Pembiayaan syariah

Untuk menjaga tidak terpuruknya keadaaan keuangan kita saat inflasi adalah dengan memastikan semua pembiayaan kita dengan pihak bank adalah berbentuk tetap atau tidak naik turun, karena jika inflasi terjadi, pembayaran cicilan bank akan tetap stabil. Hal ini hanya ditemukan di lembaga keuangan syariah baik perbankan maupun koperasi dengan akad produk dan jasanya yang menjaga kestabilan kondisi keuangan keluarga. Tentu saja lebih menenangkan. Untuk keluarga yang sudah terlanjur mendapatkan kredit dan bank konvensional dapat segera memindahkan pinjamannya ke bank syariah dengan sistem “take over”.

Demikian pesan–pesan inflasi ini disampaikan, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

*) Motivator Sakinah Finance/Ketua STEI Tazkia

Miftahul AnwarInflasi dan Keuangan Keluarga
read more

Kerjasama IAI dan Tazkia

No comments

Pada hari Selasa, 10 april 2018, telah diselenggarakan acara penandatanganan nota kesepahaman antara STEI Tazkia dan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) tentang Pelaksanaan USAS (Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah) & CAFB (Certified in Accounting, Finance and Business) bagi mahasiswa STEI Tazkia. Acara ini dihadiri oleh Ibu Dr. Khomsiyah, M.M., Ak., CA., FCMA., CGMA. selaku anggota Dewan Pengurus Nasional IAI, Bapak Yakub, S.E., Ak., M.Ak., CA. selaku Direktur Pengembangan Kompetensi & Implementasi Standar Akuntansi Keuangan IAI, dan Bapak Reza Fauzi yang menjabat sebagai Koordinator Komunikasi dan Pemasaran IAI.

Acara diwali dengan sambutan dari Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, Rektor STEI Tazkia, yang menyampaikan harapan besarnya kepada mahasiswa/i jurusan akuntansi syariah agar bersemangat dalam menuntut ilmu dan menambah keahlian dengan mengikuti berbagai ujian sertifikasi yang diadakan oleh lembaga profesional semacam IAI. Dengan memiliki keahlian yang tersertifikasi, insya Allah lulusan STEI Tazkia akan lebih percaya diri dalam menghadapi persaingan di dunia kerja nanti. Selain itu, beliau juga menyampaikan niatnya untuk membuka program Magister Akuntansi Syariah di STEI Tazkia. Menurut beliau, belum ada universitas yang menawarkan program tersebut, sehingga hal ini tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi STEI Tazkia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Dr. Khomsyiah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sedikit sejarah IAI yang pada tahun ini telah berusia 60 tahun dan kiprah IAI dalam dunia akuntansi di Indonesia. Beliau juga memberikan motivasi kepada mahasiswa Akuntansi Syariah STEI Tazkia agar kelak dapat menjadi pioneer dalam mendirikan Kantor Jasa Akuntansi Syariah yang saat ini belum ada di Indonesia.

Penjelasan materi dari IAI mengenai SAS dan CA

Selanjutnya, Bapak Yakub dari IAI mempresentasikan materi terkait dengan ujian sertifikasi USAS dan CAFB. Poin penting yang beliau tekankan diantaranya adalah bahwa ahli akuntansi syariah juga harus memiliki basic yang kuat dalam bidang akuntansi konvensional. Hal ini erat kaitannya dengan pencatatan dalam akuntansi syariah yang pada dasarnya mengacu pada akuntansi konvensional. Selain itu, seorang akuntan yang baik tidak hanya harus ahli dalam menyusun laporan keuangan, namun juga harus memiliki kemampuan analitis dan dapat mengikuti perkembangan di dunia keuangan yang selalu berubah. Oleh karena itu, memiliki sertifikasi dalam bidang akuntansi syariah maupun akuntansi konvensional akan memberi nilai tambah bagi mahasiswa yang ingin berkarir sebagai akuntan profesional, baik di perusahaan, lembaga non-profit, maupun menjadi seorang akademisi.

Mahasiswa/i jurusan Akuntansi Syariah dari angkatan 15 dan 16 yang menghadiri acara ini terlihat antusias dengan pemaparan yang diberikan oleh Bapak Yakub. Beberapa di antara mahasiswa/i tersebut mengajukan pertanyaan terkait dengan sistem pelaksanaan ujian sertifikasi dan juga perbedaan antara akuntan profesional di Indonesia dengan negara-negara lainnya.

Penandatanganan MoU oleh Tazkia dan IAI

Acara inti berupa penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dilakukan pada pukul 14.30 WIB oleh Ibu Dr. Murniati Mukhlisin selaku perwakilan dari STEI Tazkia dan Ibu Dr. Khomsiyah selaku perwakilan dari IAI. Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan mahasiswa/i STEI Tazkia khususnya jurusan Akuntansi Syariah dapat mengembangkan keahlian dan kompetensi yang dimiliki serta memperoleh ilmu yang kelak diamalkan agar menjadi manfaat bagi umat.

Program Studi Akuntansi IslamKerjasama IAI dan Tazkia
read more