Artikel

Rektor Institut Tazkia dan peneliti University of Warwick Bahas Perkembangan SDM Ekonomi dan Keuangan Syariah di Sharia Economic Talk

No comments

Bismillah.

Sumber daya manusia merupakan investasi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan keuangan Syariah. SDM menjadi salah satu kunci faktor produksi untuk mencapai sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Dr. Lena Rethel, peneliti ekonomi politik di University of Warwick, telah meneliti ekonomi dan keuangan Islam selama 15 tahun, dimulai sejak tahun 2007 ketika menghadiri Global Islamic Finance Forum di Malaysia, beliau merasa tertarik untuk mempelajari lebih lanjut, terutama ketika terjadi krisis ekonomi dimana mulai dikenal sistem ekonomi Syariah yang berbeda dan mengutamakan etika dan keberlanjutan, sedangkan sistem ekonomi yang ada belum dapat menyelesaikan permasalahan ini.

Menurut Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, rektor Institut Tazkia, tantangan sumber daya manusia dalam pertumbuhan ekonomi Syariah di Indonesia adalah kurangnya kekuatan dasar Syariah dalam rangka komitmen pada tujuan mensejahterakan masyarakat yang saat ini masih berkembang. Terutama ketika kita melihat keadaan lembaga keuangan Syariah yang berperan dalam bidang komersil dan sosial dalam memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Institut Tazkia, sebagai kampus yang diketuai oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, dlam upayanya membentuk SDM yang berkualitas, banyak mengundang para stakeholder ekonomi Syariah ke kampus untuk mengajarkan mahasiswa dan berbagi pengalaman praktisnya di samping ilmu-ilmu akademis, agar para mahasiswa mengetahui peluang dan tantangan di dunia kerja. Selain itu, Institut Tazkia juga sering mengajak mahasiswa untuk mengunjungi berbagai lembaga ekonomi Syariah untuk berdiskusi langsung dengan para pelaku bisnis.

Adapun di The University of Warwick, sebagaimana disampaikan oleh Dr. Lena Rethel, kualitas yang diharapkan dari mahasiswa adalah pemahaman holistik terhadap permasalahan ekonomi Syariah, termasuk di dalamnya sejarah, politik dan hukum dari praktik ekonomi kontemporer.

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP menambahkan bahwa kita membutuhkan lulusan yang berkualitas dan tentunya harus memahami hukum Syariah, isu-isu keuangan hingga isu-isu politik ekonomi Syariah, serta tantangan dalam praktik kedepannya. Sehingga ketika lulus, para mahasiswa memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah kontemporer.

Saat ini, Inggris menjadi salah satu negara yang juga konsen dalam mengulas ekonomi Syariah, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP antusias mendapati bahwa pemerintah Inggris sangat mendukung ekonomi dan keuangan Islam, salah satunya dengan penerbitan Sukuk pada tahun 2014. Selain bermanfaat dalam pengembangan komunitas Islam, dukungan ini juga bagi pengusaha dan profesional yang ingin memasuki industri keuangan Islam di Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa Inggris merupakan salah satu negara yang sangat terbuka dalam menerima ekonomi dan keuangan Islam, tentunya menjadi harapan bersama, negara-negara lain juga akan mengikutinya.

Sepakat dengan pendapat Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, Dr. Lena Rethel menyatakan bahwa pemerintan Inggris memang sangat mendukung ekonomi Syariah dibanding negara non Muslim lainnya. Keuangan Islam sendiri telah menjadi bagian dari pusat keuangan Inggris selama 50 tahun sejak 1970 an, seiring dengan ketertarikan masyarakat terhadap ekonomi Syariah yang berkelanjutan. Aset keuangan Syariah di Inggris juga berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan permintaannya juga terus meningkan.

Ketika berbicara tentang ekonomi Syariah dalam ruang lingkup negara, Dr. Lena Rethel merasa bahwa apa yang terjadi di Indonesia sangat menarik, mengingat Indonesia merupakan negara dengan masyarakat mayoritas Muslim, dapat dikatakan Indonesia cukup terlambat dalam hal ekonomi Syariah, namun sekatang ini sudah maju pesat dan memiliki posisi dalam ekonomi Syariah global, bahkan memiliki kesempatan sebagai ketua negara G20 untuk mempromosikan dan mengambil manfaat dari para ahli ekonomi Syariah.

Meski memiliki potensi, masih ada missing link antara kualitas dan harapan industri ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia. Menurut Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, ada dua strategi yang dapat digunakan, yaitu dosen di kampus harus terbuka dan memproyeksikan tantangan masa depan agar mahasiswa terus berkembang dan kerjasama antara akademis dan industri agar para lulusan dapat memiliki ilmu yang dapat memenuhi ekspektasi industri kedepannya.

Jika saat ini, masih banyak karyawan non Muslim dan industri keuangan Syariah, maka perlu ada pendekatan berbeda dalam menanggapinya. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP menjelaskan bahwa industri perlu dipastikan menjunjung tinggi nilai Islam, yaitu tidak hanya mengutamakan tujuan komersil, namun juga memenuhi tujuan sosial. Semua karyawan harus memahami Syariah guna memastikan pedoman utamanya yaitu mencapai kesejahteraan dan keadilan semua manusia. Barulah selanjutnya bahasan tentang produk, fitur, fasilitas, layanan usaha dan lain sebagainya dapat dilakukan.

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP juga melihat bahwa pemerintah Indonesia sangat mendukung ekonomi dan keuangan Syariah, bahkan memiliki cita-cita menjadi pusat ekonomi dan keuangan Islam dunia di tahun 2024, ditambah dengan dukungan dari regulasi yang menunjukkan dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan ekonomi Syariah. Harapan ini dapat diwujudkan dengan fokus pada seluruh sektor industri Syariah, yaitu industri halal.

Perkembangan ekonomi Syariah di Inggris lebih banyak datang dari sektor swasta dan rakyat sipil, sebagaimana disampaikan Dr. Lena Rethel. Indonesia mendapat kelebihan dengan dukungan yang lebih luas dari masyarakat dan pemerintah. Menurut beliau, tantangan Indonesia adalah memastikan koordinasi yang baik antar lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan Syariah dalam negeri dan global. Berbeda dengan Indonesia, Inggris sendiri, meski terdapat dukungan dari pemerintah, namun belum ada rencana atau harapan besar ekonomi Syariah kedepannya.

Melihat peluang besar, ini tentunya kualitas sumber daya manusia perlu dipersiapkan dengan baik. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP berpendapat bahwa antusiasme masyarakat terhadap ekonomi Syariah terus berkembang secara masif, sehingga perlu adanya kerjasama antara berbagai pihak, disertai dukungan kebijakan terhadap industri ini agar harapan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan Syariah dunia dapat tercapai. Dr. Lena Rethel juga mengafirmasi pendapat Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, menurutnya Indonesia perlu membangun pemerintahan berkapasitas global dalam ekonomi Syariah.

Pada akhirnya, Gunawan Yasni, tuan rumah acara Sharia Economic Talk menyimpulkan bahwa orang-orang terbaik dalam ekonomi dan keuangan Syariah adalah mereka yang memiliki pengetahuan dan mampu mengamalkannya dalam praktik industri halal bagi semua manusia, bukan hanya kaum Muslim. (Aisyah)

Miftahul AnwarRektor Institut Tazkia dan peneliti University of Warwick Bahas Perkembangan SDM Ekonomi dan Keuangan Syariah di Sharia Economic Talk
read more

(Video) Hikmah Positive Covid-19 Part 1 : “Pesan-Pesan Spiritual” – Dr. Muhammad Syafii Antonio

No comments

Dinyatakan positive Covid 19 merupakan sebuah hal yang sangat ditakuti oleh masyarakat saat ini.

Menjadi pertanyaan besar, apa yang harus kita lakukan ketika kita dinyatakan positive Covid 19?? Hikmah apa yang bisa kita ambil setelah dinyatakan sembuh??

Mari kita simak hikmah yang akan disampaikan langsung oleh Dr. Muhammad Syafii Antonio:

“Hikmah Positive Covid 19” | Pesan-pesan Spiritual Ep. 1 | Dr. Muhammad Syafii Antonio

Selamat Menyaksikan!!!

Miftahul Anwar(Video) Hikmah Positive Covid-19 Part 1 : “Pesan-Pesan Spiritual” – Dr. Muhammad Syafii Antonio
read more

(VIDEO) 4 ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM ???

No comments

Bisnis & Perniagaan merupakan salah satu pintu terbaik dalam mencari nafkah / rezeki.

Namun pertanyaan besarnya, sudahkah Bisnis / Perniagaan yang kita lakukan sesuai dengan etika & aturan Islam???

Mari kita kaji bersama dalam video dibawah ini:

“ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM”

Bersama: Ustadz Asnan Purba, Lc. M. Pd.I.QWP

 

Miftahul Anwar(VIDEO) 4 ETIKA & PANDUAN BERBISNIS DALAM ISLAM ???
read more

(Video) Hikmah Dibalik Wafatnya Ulama Besar ‘Syekh Ali Jaber’ : “Hilangnya Keberkahan & Awal Kehancuran Sebuah Negeri???”

No comments

Innalillahi waa inna ilaihi rojiun telah berpulang ke rahmatullah, ulama besar Syekh Ali Jaber

“Sungguh, Allah tidak mencabut ilmu dari (hati) menusia dengan mengangkatnya ke langit, tapi Ia mencabut ilmu melalui kematian ulama. Hingga ketika tidak lagi ada seorang alim pun, orang-orang mengangkat orang-orang jahil sebagai pemimpin. Mereka kemudian ditanya lalu mereka memberi fatwa tanpa ilmu. Mereka pun tersesat dan menyesatkan,”
(HR. Bukhari Muslim)

“Kematian ulama adalah musibah yang tak tergantikan, sebuah kebocoran yang tidak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagiku daripada meninggalnya satu orang ulama.” (HR Al-Baihaqi) 🙏🏻

Mari kita simak video dibawah ini..Semoga banyak manfaat & hikmah yang dapat diambil..aamiin.

Miftahul Anwar(Video) Hikmah Dibalik Wafatnya Ulama Besar ‘Syekh Ali Jaber’ : “Hilangnya Keberkahan & Awal Kehancuran Sebuah Negeri???”
read more

Tazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh

No comments

30 Desember 2020/15 Jumadil Awwal 1442H

Telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama dalam bidang sosial antara Institut Agama Islam Tazkia dan Baitul Mal Aceh bertempat di Banda Aceh.

Ruang lingkup kerjasama adalah antara lain pemberian beasiswa bagi putra daerah Aceh yang tergolong mustahik untuk program kelas internasional ekonomi dan keuangan syariah juga untuk program Hafizpreneur. “Beda kedua program ini adalah target hafalan semasa studi dimana untuk program internasional saat ini target hafalan Al-Qur’an adalah 2-5 juz dan wajib asrama setahun sedangkan program Hafizpreneur 30 juz wajib asrama 4 tahun” ujar Murniati.

Selain itu kedua pihak setuju untuk menjalankan keuangan mikro syariah dibalut dengan proteksi asuransi mikro syariah. Adapun pelatihan akan diadakan untuk petugas lapangan keuangan mikro yang bertujuan untuk pemberantasan rentenir dan kemiskinan di Aceh.

9 November 2020 yang lalu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melantik dan mengambil sumpah jabatan lima keanggotaan Badan Baitul Mal Aceh periode 2020-2025.

Kelima anggota tersebut adalah Prof. Dr. Nazaruddin. A. Wahid, M.A sebagai ketua, Dr. Abdul Rani Usman, M.Si sebagai anggota, Khairina, S.T sebagai anggota, Mukhlis Sya’ya S.T sebagai anggota, dan Mohammad Haikal, S.T, M.I.F.P sebagai anggota.

Baitul Mal Aceh yang setara dengan Badan Amil Zakat Nasional ini didirikan pada tahun 1973. Setelah lahirnya Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2007 tanggal 17 Januari 2008 tentang Baitul Mal sebagai turunan dari UUPA dimana dimana di dalam pasal 3 ayat 1 menyebutkan bahwa Baitul Mal adalah lembaga Daerah Non Struktural yang dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen sesuai dengan ketentuan syariat dan bertanggung jawab kepada Gubernur.

Dengan adanya ketentuan itu maka Baitul Mal Aceh menjalankan tugas-tugasnya seperti mengurus dan mengelola zakat, wakaf dan harta agama hingga membuat perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Poin inilah yang dijunjung oleh keduabelah pihak untuk memastikan ekonomi syariah yang berkeadilan dikenal dan dijalankan di kalangan para mustahik.

Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP selaku Rektor Institut Agama Islam Tazkia dan Dr. Abdul Rani Usman, M.Si selaku Anggota Komisioner mewakili Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, M.A., Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, disaksikan pleh semua wakil komisioner dan Kepala Sekretariat, Rahmad, S. Sos.

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh
read more

Gemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta

No comments

Tahun 2020 ini dibatasi dengan pandemi, meski begitu banyak produk fashion yang launching di tahun ini. Beberapa diantaranya adalah produk yang cukup viral sehingga menyedot banyak perhatian.

Seperti produk fashion Zaemerci yang menggunakan bahana dasar kain denim ini banyak disoroti oleh kalangan millenial.

Zaki CEO Zaemerci mengatakan, bahwa selama pandemi covid 19 menggunakan promosi lewat sosial media.

“Alhamdulillah kita dimasa pandemi ini mendapat keberkahan, yang biasa kita omset hanya puluhan juta, namun dimasa pandemi omset kita bisa mencapai ratusan juta, ini sebabnya karena banyak millenial yang berbelanja dengan cara online,” ucap Zaki ketika diwawancara Budi Mawardi dalam sebuah acara Podcast Siaran Santri di Bandung.

Pria yang sempat menjadi santri di Pondok Gontor selama 4 Tahun dan Pondok Alumni Gontor Al Ikhlash Kuningan ini mungungkapkan, bahwa kehidupan kita di Pesantren sangat berharga.

“Saat pandemi ini kita diuji kesabaran, ilmu sabar yang saya dapati di Gontor dan Al Ikhlas saya terapkan dalam berbisnis,” ucap Zaki.

Zaki mengatakan dalam 5 Bulan terakhir selalu menarapkan membaca tilawah Al Quran pada awal jam kerja.

“Kita selalu baca Al Quran dahulu agar pekerjaan kita selalu diberkahi dan pastinya kita tidak hanya mencari dunia saja, namun akhirat juga,” ungkap Zaki.

Zaki mengatakan, di tengah pandemi, Zaemerci terus eksis melakukan produksi. Brandnya, hadir di industri denim lokal dengan memberikan pesona baru.

Ada hal yang beda dengan denim lainya dibanding dengan Zaemerci.

Salah satu keunikan yang diangkat dalam denimnya adalah kearifan lokal Indonesia.

Ia menggabungkan, desain denim yang selama ini polos dengan corak batik maupun tenun khas Indonesia. Ia juga menamai produknya Denim Nusantara.

“Ada formula dan teknis khusus yang kami lakukan sehingga mampu menghasilkan corak motif di atas kain denim,” ujar Zaki.

Teknik tersebut dinamai cabut warna. Yakni proses mengurangi warna dasar denim, sehingga efeknya lebih permanen. Berbeda dengan sablon, yang ditempelkan di atas kain.

Motif yang diangkat pun beragam, dari mulai parang hingga corak dayak.

Ada pula motif yang terinspirasi dari bangunan cagar budaya di Jawa Barat, Gedung Sate atau Jembatan Pasupati Bandung.

“Sampai sekarang sudah ada 30 artikel, ada kemeja denim, jaket denim kimono denim, outer denim, blazer, kaos denim, masker denim all about denim,” ucap zaki yang pengurus pusat Forum Bisnis (Forbis) Alumni Gontor ini dan Hipmi Kota Bandung.

Produk Zaemerci dapat dibeli langsung dengan mengunjungi web.

“Kita menggunakan promosi lewat digital (Medsos, website & marketplace) Web www.zaemerci.com dan Instgram @zaemerci,” katanya.

Kabar kembira juga bagi keluarga Pondok Modern Gontor dan Pondok Al Ikhlash Kuningan.

“Insyallah saya berikan discount 10 Persen bagi keluarga besar IKPM Gontor seluruh dunia dan keluarga besar Pesantren Al Ikhlash Kuningan dengan menghubungi customer service di 081908812742,” ucap Zaki. (kataindonesia.com)

Miftahul AnwarGemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta
read more

Rektor Tazkia Jadi Perwakilan Indonesia Bawa Misi Perdamaian & Pemberdayaan Wanita ke Afghanistan

No comments

Ada beberapa poin penting yang Dr. Murniati Mukhlisin sampaikan kepada Ulama Wanita Afghanistan pada hari ketiga kunjungan perdamaian ke Kabul, Afganistan, 25 Desember 2020/10 Jumadil Awwal 1442H, yaitu:

1. Berbagi tentang pengalaman peranan wanita saat proses perdamaian di Aceh. Kongres wanita Aceh dalam proses perdamaian dihadiri oleh 437 wanita diadakan pada bulan Februari 2000.

Kongres yang mengusung tema perempuan dan perdamaian “Krue Seumangat Ureung Inong Aceh Bak Duek Pakat Keu Aceh yang Aman, Damai ngon Ade” (Semangat bagi Perempuan Aceh yang Duduk Bersama untuk Aceh yang Aman, Damai dan Adil) dikenal sebagai Duek Pakat Inong Aceh (Kongres Perempuan Aceh Pertama).

2. Menganalisa terjadinya proses perdamaian (Peace Making) di Aceh pada tahun 2005, yang sebelumnya terjadi Tsunami tahun 2004. Akhirnya setelah 30 tahun konflik, dengan izin Allah SWT (melalui salah satu ujian yang didatangkan yaitu Tsunami yang menelan nyawa 230 ribu orang) telah membawa hati-hati bersatu. Allah SWT juga menggerakkan Jusuf Kalla yang pada waktu itu menjabat Wakil Presiden RI membantu mulusnya proses perdamaian.

3. Afghanistan yang sudah melalui 40 tahun masa konflik, diterpa Covid-19 dengan 51 ribu lebih kasus menduduki peringkat negara ke-90 terpapar Covid-19 terbanyak di dunia dari 40 juta penduduknya. Semoga hati-hati rakyat Afghanistan bersatu, menghadapi Covid-19 dan juga bersatu untuk perdamaian yang berkelangsungan (sustainable peace).

4. Memberikan semangat kalau bantuan Allah SWT untuk mendatangkan perdamaian adalah dekat: mataa nashrullah? Alaa, inna nahsrullahi qoriib (QS Al-Baqarah (2): 214).

5. Peace Making dan Peace Keeping penting, juga Peace Building yaitu proses dimana perdamaian yang ada dijaga dan dilestarikan dengan program-program terukur. Hal ini diperlukan untuk menghindari potensi konflik yang baru.

6. Beberapa program kerjasama Afghanistan-Indonesia yang dapat dijalankan adalah pengiriman anak-anak ke sekolah Islam atau pondok pesantren modern dan mahasiswa ke kampus Islam atas beasiswa instansi di Indonesia. Dalam hal pemberdayaan wanita, dapat juga dilakukan bagi pengusaha UMKM dan pemberdaya masyarakat untuk mengikuti pelatihan di Indonesia guna mendalami sektor-sektor industri halal dan keuangan mikro syariah berbasis teknologi.

7. Sempat mengenalkan manajemen keuangan keluarga syariah dengan buku Sakinah Finance dan 7 Prinsip Pendapatan. Sayangnya mereka tidak paham untuk baca tuntas karena berbahasa Indonesia.

Semoga suatu hari buku-buku seri Sakinah Finance dapat diterjemahkan ke bahasa Pashto. Isi buku ini cukup penting yaitu untuk praktik keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Yang memotivasi delegasi untuk Misi Perdamaian ke Afghanistan ini adalah seruan ayat berikut:

Innamal mu’minuuna ikhwatun, faashlihuu bayna akhowaykum. Wattaqullaha, la’allakum turhamuun (QS Al-Hujurat (49): 10.

Semua Muslim adalah bersaudara, nyatanya 99.9 persen rakyat Afghanistan adalah Muslim, maka jika ada perselisihan, damaikan. Semoga kita adalah golongan yang bertakwa yang akan Allah SWT limpahkan rahmatNya.

Mari kita dukung dan doakan agar perdamaian segera hadir di negara saudara-saudara kita disana.

Murniati Mukhlisin
Rektor, Institut Agama Islam Tazkia/Bidang Pemberdayaan Wanita, MUI/ Pendiri Sakinah Finance

Miftahul AnwarRektor Tazkia Jadi Perwakilan Indonesia Bawa Misi Perdamaian & Pemberdayaan Wanita ke Afghanistan
read more

The Rector of Tazkia accompanied Jusuf Kalla on a peace mission to Afghanistan

No comments

President of Islamic Republic of Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani welcomed Jusuf Kalla and the delegation on the 24th December 2020 at Presidential Palace in Kabul. Jusuf Kalla, the former Vice President Republic of Indonesia acts as Chairman, Board of Indonesia Masaajid Council, and Chairman or Indonesian Red Cross Society. Members of delegation are Hamid Awaluddin, former Indonesian Ambassador for Russia Federation and former Chief Negotiator for Peace in Aceh, Muhyidin Junaidi, Vice Chairman, Indonesian Council Ulama, Sudarnoto, Foreign Affairs Section, Indonesian Council of Ulama, Murniati Mukhlisin, Rector of Tazkia Islamic University College and Women Affairs Section, Indonesian Council of Ulama, Solihin Jusuf Kalla, President of Kalla Group, Hussin Abdullah, Humanity Operation, Indonesian Red Cross Society, and Wahban, member, Indonesian Council of Ulama.

Accompanied by his cabinet ministers among others Minister of Religious and Hajj Affairs, Minister of Industry and Trade, Minister of Women Affairs, Ghani urged Jusuf Kalla and the delegation to share experiences in peace making process in Aceh as well as the role of women in peace making.

“The purpose of our trip is to see how Indonesia can help and cooperate in Afghanistan’s peace process as a great Islamic country” Jusuf Kalla said. Indonesia has good experiences in peace as a moderate Islamic country and is ready to share memorable experiences with the government of Afghanistan, he added.

The President added that Indonesia has the largest Muslim population in the world which can be an example of a moderate Islam (Washotiyah).

Ghani said that Indonesian experiences are not only important to the Islamic Republic of Afghanistan, but also to the Taliban group, to choose the way of moderation and stop violence. The meeting that was closed with dinner that evening also attended by Indonesian Ambassador for Afghanistan, Arief Rahman and Afghanistan Ambassador for Indonesia, Faizullah Zaki Ibrahim.
____________

Presiden Republik Islam Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani menyambut Jusuf Kalla dan rombongan pada tanggal 24 Desember 2020 di Istana Kepresidenan di Kabul. Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia bertindak sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, dan Ketua Palang Merah Indonesia. Anggota delegasi Indonesia antara lain adalah Hamid Awaluddin, mantan Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan mantan Ketua Perunding Perdamaian Aceh, Muhyidin Junaidi, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Sudarnoto, Bagian Urusan Luar Negeri – MUI, Murniati Mukhlisin, Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Solihin Jusuf Kalla, Presiden Kalla Group, Hussin Abdullah, Operasi Kemanusiaan – PMI, dan Wahban, anggota Majelis Ulama Indonesia.

Didampingi beberapa menteri di kabinetnya antara lain Menteri Agama dan Haji, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Urusan Wanita, Ghani mengajak Jusuf Kalla dan rombongan untuk berbagi pengalaman dalam proses perdamaian di Aceh. “Tujuan perjalanan kami adalah untuk melihat bagaimana Indonesia dapat membantu dan bekerja sama dalam proses perdamaian Afghanistan sebagai negara Islam yang punya banyak potensi ini” kata Jusuf Kalla. Indonesia memiliki pengalaman dalam masalah perdamaian yaitu sebagai negara dengan praktik Islam moderat dan siap untuk berbagi pengalaman dengan pemerintah Afghanistan, tambahnya. Presiden menambahkan, Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia yang bisa menjadi contoh Islam moderat (Washotiyah). Ghani mengatakan, pengalaman Indonesia tidak hanya penting bagi Republik Islam Afghanistan, tetapi juga bagi kelompok Taliban dan kelompok lainnya untuk memilih cara moderasi dan menghentikan kekerasan. Turut hadir dalam pertemuan, Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, Arief Rahman dan Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia, Faizullah Zaki Ibrahim. Pertemuan ditutup dengan makan malam bersama.

Miftahul AnwarThe Rector of Tazkia accompanied Jusuf Kalla on a peace mission to Afghanistan
read more