Akuntansi Syariah

Tazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh

No comments

30 Desember 2020/15 Jumadil Awwal 1442H

Telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama dalam bidang sosial antara Institut Agama Islam Tazkia dan Baitul Mal Aceh bertempat di Banda Aceh.

Ruang lingkup kerjasama adalah antara lain pemberian beasiswa bagi putra daerah Aceh yang tergolong mustahik untuk program kelas internasional ekonomi dan keuangan syariah juga untuk program Hafizpreneur. “Beda kedua program ini adalah target hafalan semasa studi dimana untuk program internasional saat ini target hafalan Al-Qur’an adalah 2-5 juz dan wajib asrama setahun sedangkan program Hafizpreneur 30 juz wajib asrama 4 tahun” ujar Murniati.

Selain itu kedua pihak setuju untuk menjalankan keuangan mikro syariah dibalut dengan proteksi asuransi mikro syariah. Adapun pelatihan akan diadakan untuk petugas lapangan keuangan mikro yang bertujuan untuk pemberantasan rentenir dan kemiskinan di Aceh.

9 November 2020 yang lalu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melantik dan mengambil sumpah jabatan lima keanggotaan Badan Baitul Mal Aceh periode 2020-2025.

Kelima anggota tersebut adalah Prof. Dr. Nazaruddin. A. Wahid, M.A sebagai ketua, Dr. Abdul Rani Usman, M.Si sebagai anggota, Khairina, S.T sebagai anggota, Mukhlis Sya’ya S.T sebagai anggota, dan Mohammad Haikal, S.T, M.I.F.P sebagai anggota.

Baitul Mal Aceh yang setara dengan Badan Amil Zakat Nasional ini didirikan pada tahun 1973. Setelah lahirnya Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2007 tanggal 17 Januari 2008 tentang Baitul Mal sebagai turunan dari UUPA dimana dimana di dalam pasal 3 ayat 1 menyebutkan bahwa Baitul Mal adalah lembaga Daerah Non Struktural yang dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen sesuai dengan ketentuan syariat dan bertanggung jawab kepada Gubernur.

Dengan adanya ketentuan itu maka Baitul Mal Aceh menjalankan tugas-tugasnya seperti mengurus dan mengelola zakat, wakaf dan harta agama hingga membuat perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Poin inilah yang dijunjung oleh keduabelah pihak untuk memastikan ekonomi syariah yang berkeadilan dikenal dan dijalankan di kalangan para mustahik.

Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP selaku Rektor Institut Agama Islam Tazkia dan Dr. Abdul Rani Usman, M.Si selaku Anggota Komisioner mewakili Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, M.A., Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, disaksikan pleh semua wakil komisioner dan Kepala Sekretariat, Rahmad, S. Sos.

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh
read more

Rektor Tazkia Jadi Perwakilan Indonesia Bawa Misi Perdamaian & Pemberdayaan Wanita ke Afghanistan

No comments

Ada beberapa poin penting yang Dr. Murniati Mukhlisin sampaikan kepada Ulama Wanita Afghanistan pada hari ketiga kunjungan perdamaian ke Kabul, Afganistan, 25 Desember 2020/10 Jumadil Awwal 1442H, yaitu:

1. Berbagi tentang pengalaman peranan wanita saat proses perdamaian di Aceh. Kongres wanita Aceh dalam proses perdamaian dihadiri oleh 437 wanita diadakan pada bulan Februari 2000.

Kongres yang mengusung tema perempuan dan perdamaian “Krue Seumangat Ureung Inong Aceh Bak Duek Pakat Keu Aceh yang Aman, Damai ngon Ade” (Semangat bagi Perempuan Aceh yang Duduk Bersama untuk Aceh yang Aman, Damai dan Adil) dikenal sebagai Duek Pakat Inong Aceh (Kongres Perempuan Aceh Pertama).

2. Menganalisa terjadinya proses perdamaian (Peace Making) di Aceh pada tahun 2005, yang sebelumnya terjadi Tsunami tahun 2004. Akhirnya setelah 30 tahun konflik, dengan izin Allah SWT (melalui salah satu ujian yang didatangkan yaitu Tsunami yang menelan nyawa 230 ribu orang) telah membawa hati-hati bersatu. Allah SWT juga menggerakkan Jusuf Kalla yang pada waktu itu menjabat Wakil Presiden RI membantu mulusnya proses perdamaian.

3. Afghanistan yang sudah melalui 40 tahun masa konflik, diterpa Covid-19 dengan 51 ribu lebih kasus menduduki peringkat negara ke-90 terpapar Covid-19 terbanyak di dunia dari 40 juta penduduknya. Semoga hati-hati rakyat Afghanistan bersatu, menghadapi Covid-19 dan juga bersatu untuk perdamaian yang berkelangsungan (sustainable peace).

4. Memberikan semangat kalau bantuan Allah SWT untuk mendatangkan perdamaian adalah dekat: mataa nashrullah? Alaa, inna nahsrullahi qoriib (QS Al-Baqarah (2): 214).

5. Peace Making dan Peace Keeping penting, juga Peace Building yaitu proses dimana perdamaian yang ada dijaga dan dilestarikan dengan program-program terukur. Hal ini diperlukan untuk menghindari potensi konflik yang baru.

6. Beberapa program kerjasama Afghanistan-Indonesia yang dapat dijalankan adalah pengiriman anak-anak ke sekolah Islam atau pondok pesantren modern dan mahasiswa ke kampus Islam atas beasiswa instansi di Indonesia. Dalam hal pemberdayaan wanita, dapat juga dilakukan bagi pengusaha UMKM dan pemberdaya masyarakat untuk mengikuti pelatihan di Indonesia guna mendalami sektor-sektor industri halal dan keuangan mikro syariah berbasis teknologi.

7. Sempat mengenalkan manajemen keuangan keluarga syariah dengan buku Sakinah Finance dan 7 Prinsip Pendapatan. Sayangnya mereka tidak paham untuk baca tuntas karena berbahasa Indonesia.

Semoga suatu hari buku-buku seri Sakinah Finance dapat diterjemahkan ke bahasa Pashto. Isi buku ini cukup penting yaitu untuk praktik keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Yang memotivasi delegasi untuk Misi Perdamaian ke Afghanistan ini adalah seruan ayat berikut:

Innamal mu’minuuna ikhwatun, faashlihuu bayna akhowaykum. Wattaqullaha, la’allakum turhamuun (QS Al-Hujurat (49): 10.

Semua Muslim adalah bersaudara, nyatanya 99.9 persen rakyat Afghanistan adalah Muslim, maka jika ada perselisihan, damaikan. Semoga kita adalah golongan yang bertakwa yang akan Allah SWT limpahkan rahmatNya.

Mari kita dukung dan doakan agar perdamaian segera hadir di negara saudara-saudara kita disana.

Murniati Mukhlisin
Rektor, Institut Agama Islam Tazkia/Bidang Pemberdayaan Wanita, MUI/ Pendiri Sakinah Finance

Miftahul AnwarRektor Tazkia Jadi Perwakilan Indonesia Bawa Misi Perdamaian & Pemberdayaan Wanita ke Afghanistan
read more

Jusuf Kalla saksikan langsung penandatanganan kerja sama antara KBRI Kabul dan Tazkia

No comments

Jakarta (ANTARA) – Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Duta Besar RI di Kabul Arief Rahman dan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin.

Menurut keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat malam, kerja sama yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar RI di Afghanistan itu adalah program Hafizpreneur yang akan diikuti oleh lima mahasiswa Afghanistan di Tazkia. Hafizpreneuradalah program dengan target hafal 30 juz Al Qur’an dalam waktu empat tahun.

Sebelumnya Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, mengatakan bahwa JK melakukan kunjungan ke Afghanistan sepanjang pekan ini untuk memenuhi undangan dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Dalam pertemuannya dengan JK di Istana Kepresidenan Afghanistan pada Kamis (24/12), Ghani meminta agar Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu bersedia menjadi mediator perundingan pihaknya dengan kelompok Taliban.

Menurut Ghani, pengalaman JK dalam mendamaikan sejumlah konflik di Indonesia dapat juga diterapkan di Afganistan.

Menanggapi permintaan tersebut, JK menyatakan bersedia untuk menjadi mediator perundingan damai antara kubu Pemerintah dengan Taliban demi mengakhiri kekerasan yang terjadi di negara itu.

Dalam upaya perdamaian tersebut JK akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk meminta Taliban agar bersedia berdialog dengan pemerintah Afghanistan.

JK juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, mengingat program perdamaian ini merupakan gagasan dari pemerintah RI.

Turut ikut bersama JK dalam rombongan tersebut, antara lain Ketua Juru Runding Helsinki untuk Perdamaian Aceh Hamid Awaluddin, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. (antaranews.com)

Miftahul AnwarJusuf Kalla saksikan langsung penandatanganan kerja sama antara KBRI Kabul dan Tazkia
read more

Rektor Tazkia Akan Bicara Pemberdayaan Perempuan di Afghanistan

No comments

Dengan misi menyampaikan dukungan perdamaian rombongan delegasi Indonesia tiba di Kabul, Afghanistan, Rabu (23/12/2020). Rencananya rombongan yang dipimpin oleh Jusuf Kalla ini akan melakukan serangkaian pertemuan dengan pihak Pemerintah Republik Islam Afghanistan.

“Biidznillah saya salah satu dari delapan delegasi Indonesia dengan misi menyampaikan dukungan perdamaian telah tiba di Kabul Afghanistan. Alhamdulillah aman dan sehat,” jelas Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin, Ph.D.

Diperoleh keterangan rombongan yang dipimpin oleh Jusuf Kalla sebagai ketua delegasi ini dijadwalkan akan melakukan serangkaian pertemuan dengan Kementerian Haji dan Agama, Majelis Ulama, Majelis Tinggi Rekonsiliasi, Kementerian Luar Negeri, Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kamar Dagang Afghanistan, dan Presiden Republik Islam Afghanistan.

“Saya sendiri satu-satunya delegasi wanita, dengan jabatan Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Bogor akan berbicara tentang pemberdayaan perempuan dengan pendekatan ekonomi syariah serta prospek dan tantangan industri halal,” katanya.

“Mari kita doakan Afghanistan supaya dapat mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pendidikan dan menegakkan keadilan sosial supaya dapat menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Biidznillahsuatu saat Afghanistan akan menjadi negeri idaman Baldatun thayyibatun wa robbun ghafur,” paparnya. (gontornews.com)

Miftahul AnwarRektor Tazkia Akan Bicara Pemberdayaan Perempuan di Afghanistan
read more

Institut Tazkia Kembali Dipercaya Pemprov Kalimantan Timur Untuk Mendidik Putra-Putri Terbaik Daerahnya

No comments

Bogor, Jum’at 02 September 2020, bertempat di Gedung Aula Kampus Utama, Institut Tazkia mengadakan acara pelepasan dan serah terima mahasiswa beasiswa utusan daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah tahun sebelumnya mendapat kepercayaan untuk mendidik putra/i terbaik daerah Kaltim, tahun ini Tazkia kembali mendapatkan kepercayaan untuk menerima angkatan kedua yang kelak akan menjadi ahli Ekonomi Syariah yang mampu membantu perkembangan sektor-sektor industri halal di Provinsi Kalimantan Timur.

Acara pelepasan dan serah terima ini langsung dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi dan Ketua Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas Iman Hidayat beserta jajaran staff nya.

Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Iman Hidayat kemudian Murniati Mukhlisin selaku rektor Institut Tazkia yang menekankan kepada seluruh mahasiswa/i penerima beasiswa untuk bersungguh-sungguh dan mengerahkan usaha yang maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran selama di Tazkia baik di dalam kelas maupun di luar kelas sebagai bentuk syukur atas beasiswa yang telah diberikan oleh Pemprov Kaltim.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa utusan daerah Kalimantan Timur agar bersungguh-sungguh dan mengerahkan usaha yang maksimal dalam mengikuti proses pembelajaran selama di Tazkia baik di dalam kelas maupun di luar kelas sebagai bentuk syukur atas beasiswa yang telah diberikan oleh Pemprov Kaltim. Sehingga ketika nanti kalian lulus dan kembali ke daerah masing-masing, kalian mampu menjadi agen terdepan dalam dakwah Ekonomi Syariah dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya (Kalimantan Timur)” Tegas Murniati.

“Kampus Tazkia insya Allah akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mahasiswa baik dalam pendidikan keilmuan maupun pendidikan karakter (keislaman) agar seluruh mahasiswa dapat menjadi pribadi yang santun, tangguh dan siap berkontribusi dalam perkembangan Ekonomi Indonesia (terutama Provinsi Kaltim).” Lanjut Murniati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi. Beliau mengucap terima kasih banyak kepada Institut Tazkia yang sudah kembali berkenan menerima dan mendidik putra putri utusan daerah Kalimantan Timur. Hadi juga berjanji akan berusaha mengirimkan kembali 145 mahasiswa dari Kalimantan Timur ke Institut Tazkia pada tahun depan sebagai bentuk kepercayaan akan kualitas dan komitmen Tazkia dalam pendidikan dan penyiapan SDM dalam bidang ekonomi syariah.

“Saya berpesan kepada 55 putra/i terbaik daerah yang hadir disini, tentang 3 hal yang harus adik-adik pegang selama mengikuti perkuliahan di Tazkia, yaitu kerja keras, cinta, dan doa. Kerja keras yang dimaksud adalah kerja keras yang didasari rasa tulus, ikhlas, profesional dan memiliki cita-cita jauh kedepan. Kemudian, cinta yang mendeskripsikan bagaimana setiap mahasiswa/i dapat selalu mencintai apa yang dikerjakan. Terakhir, berdoa terutama doa dan restu dari orangtua (ibu) kita, karena doa itulah yang menjadikan Allah ridho atas segala kerja keras dan usaha yang kita lakukan berbuah manfaat dan kesuksesan.” Pesan Hadi kepada seluruh mahasiswa utusan daerah.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak sebagai tanda program ini mulai berjalan untuk pertama kali bagi kedua institusi ini dan juga motivasi dan doa yang secara spesial langsung disampaikan oleh Muhammad Syafii Antonio selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia.

“Beasiswa ini adalah sebuah hal yang harus sangat disyukuri oleh para mahasiswa dengan cara mengikuti proses pembalajaran di Tazkia dengan maksimal. Bapak doakan semua mahasiswa dapat mengemban amanah beasiswa ini dengan baik dan kedepannya para mahasiswa dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi dan menjadi insan yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat (khususnya dalam bidang Ekonomi Islam).” Pesan dan doa Syafii sebagai penutup acara. (Miftahul Anwar)

 

By : Anwar G

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Kembali Dipercaya Pemprov Kalimantan Timur Untuk Mendidik Putra-Putri Terbaik Daerahnya
read more

Terpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia

No comments

Alhamdulillah, Institut Agama Islam (IAI) Tazkia berhasil mendapatkan penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarTerpilih Sebagai Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia, Bukti Nyata Kontribusi Tazkia
read more

Institut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, PAKISTAN — Institut Agama Islam (IAI) Tazkia mendapat penghargaan Istimewa karena terpilih sebagai kampus penyedia pendidikan keuangan syariah terbaik di dunia. Prestasi IAI Tazkia ini mengungguli berbagai lembaga pendidikan yang tersebar lebih dari 60 Negara. Penghargaan ini diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) yang berpusat di UK.

Rektor Institut Tazkia Dr Murniati Mukhlisin MAcc CFP, langsung yang menerima penghargaan tersebut. Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19, penyelenggara mengadakan even daring bagi peserta di mancanegara.

“Komitmen kami adalah untuk mencapai visi 2025 yaitu menjadi rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T-A-Z-K-I-A (Tauhid-Amanah-Zero Defect-Knowledge Competence-Innovative Istiqamah-Achievement Through Team Work (red). Penghargaan GIFA 2020 ini tentunya memberikan motivasi bahwa kami harus terus bergerak lebih cepat,” kata Murniati dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/9)

Dikatakan Murniati, penghargaan ini adalah buah dari kontribusi tulus Kampus Tazkia. Tidak kurang dari 20 Tahun, Tazkia telah ikut menghadirkan nuansa ekonomi syariah di tanah air. “Tazkia menjadi pelopor dengan memperjuangkan hadirnya Sekolah Tinggi Ekonomi Islam yang kini telah alih status menjadi Institut Agama Islam Tazkia,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, melalui payung Tazkia Consulting, dosen dan peneliti Kampus Tazkia membantu proses konversi banyak bank konvensional menjadi syariah. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia itu juga memberikan kontribusi untuk bank milik pemerintah daerah menjadi Unit Usaha Syariah dan Bank Umum Syariah seperti Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah, dan akan menyusul bank-bank daerah  dengan program kerja sama yang terus dikembangkan oleh Kampus Tazkia. Begitu juga sektor lainnya seperti asuransi, entitas bisnis, koperasi dan UMKM syariah.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui Baitul Tamkin Tazkia Madani (sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu) yang telah sukses diadopsi oleh Pemprov NTB dan juga dikembangkan di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Dosen dan peneliti Kampus Tazkia juga terus menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Kementerian Keuangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berkontribusi dalam pencapaian Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di level mancanegara.

Dikatakan Murniati, Kampus Tazkia telah menghadirkan kelas internasional yang bekerja sama dengan kampus-kampus di lebih dari 10 negara yang ikut mendorong kurikulum ekonomi dan keuangan syariah. Di antaranya adalah kampus di Yordania, Maroko, Jepang, Inggris, Spanyol, Turki, Rusia.

Manajemen Institut Tazkia juga menyediakan program hafizpreneur dan hafiznomist, program hafalan 30 juz kombinasi program sarjana ekonomi/bisnis. Diharapkan Alquran bisa hadir di setiap kegiatan termasuk ketika mengimplementasikan ekonomi dan bisnis para mahasiswa dan alumni.

“Upaya peningkatan kualitas dosen selalu rutin dilakukan bukan hanya di level nasional tapi juga di level internasional,” ujarnya. Termasuk di antaranya pengiriman dosen ke KBRI/KJRI luar negeri untuk memberikan pencerahan tentang peranan syariah di tataran keluarga dan industri.

Semua upaya yang Institut Tazkia lakukan, tidak hanya berbuah kontribusi real di masyarakat, tapi juga penghargaan yang dicapai oleh Institut Tazkia kali ini sebagai Lembaga Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik di Dunia (The Best Islamic Finance Education Provider). Dengan pencapaian ini, Institut Tazkia semakin yakin menyongsong masa depan menggapai visi global dan menghadirkan solusi Ekonomi syariah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia, Kampus Keuangan Syariah Terbaik di Dunia
read more

Webinar series – partisipasi perempuan dalam kesejahteraan keluarga

No comments

Situasi pademi yang melanda seluruh dunia saat ini ternyata tidak menghalangi semangat belajar dan berkolaborasi di mana-mana. Tidak mau ketinggalan, kolaborasi dilakukan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis Syariah Institut Agama Islam Tazkia dengan FEBI UIN Sumatera Utara. Selama beberapa minggu terakhir kedua lembaga ini telah mengadakan Webinar Series dengan menghadirkan narasumber dari kedua kampus tersebut yang dapat dinikmati oleh siapa saja melalui platform Zoom meeting maupun youtube live streaming. Pada tanggal 20 Mei 2020, bertepatan dengan tanggal 27 Ramadhan 1441 H, kedua kampus mengadakan webinar yang bertemakan Partisipasi Perempuan dalam Kesejahteraan Keluarga. Narasumber dari webinar ini adalah Ibu Dr. Hj. Yenni Samri J. Nasution, MA yang merupakan Sekretaris Program Doktor Ekonomi Syariah FEBI UIN SU, dan dimoderatori oleh Ibu Putri Syifa Amalia, M.Sc. yang merupakan Dosen Program Studi Akuntansi Syariah IAI Tazkia.

Webinar yang dimulai pada pukul 09.45 WIB ini diikuti oleh puluhan peserta yang mayoritas merupakan perempuan. Pada kesempatan ini, Ibu Dr. Yenni memberikan paparan yang menarik terkait dengan posisi perempuan di dalam keluarga, pandangan Islam mengenai perempuan yang bekerja, alasan dan motivasi yang mendorong perempuan untuk bekerja, serta indicator kesejahteraan keuarga. Selain itu, Dr. Yenni juga memberikan pemaparan terkait hasil penelitian beliau bersama beberapa rekan dosen yang dilakukan di 4 Universitas di Sumatera Utara. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pola partisipasi perempuan dalam pemenuhan kesejahteraan keluarga dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu istri yang berkontribusi lebih dari 50%, sama dengan 50% dan kurang dari 50% dalam pemenuhan kesejahteraan keluarga. Dari 3 kelompok ini, mayoritas responden berada pada kelompok kedua, di mana partisipasi istri seimbang dengan suami dalam pemenuhan kesejahteraan keluarga.

Selain sesi pemaparan, sesi diskusi dan tanya jawab dengan peserta webinar juga berjalan dengan seru karena banyak dari peserta yang ikut memberikan pandangan terkait dengan tema yang dibahas dan beberapa pertanyaan yang terinspirasi dari kejadian nyata di dunia kerja.  Diantaranya adalah permasalahan yang kerap dihadapi oleh perempuan Ketika bekerja, yaitu kesulitan pengaturan waktu antara pekerjaan dengan keluarga, tuntutan pekerjaan, serta fasilitas di tempat kerja yang kurang memadai bagi ibu hamil dan menyusui.

Webinar ditutup pada pukul 11.15 dengan komitmen dari kedua institusi agar terus melaksanakan kolaborasi yang insya Allah akan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat pada umumnya dan umat Islam pada khususnya.

Berikut adalah link webinar melalui youtube: https://www.youtube.com/watch?v=RopMdaGodAU

dofirfauziWebinar series – partisipasi perempuan dalam kesejahteraan keluarga
read more

Webinar Tazkia Spesial Live On Youtube, Instagram, Facebook & Google Meet…Sore Ini Pukul 16.00 WIB

No comments

Ikuti Webinar Tazkia Spesial Live On Youtube, Instagram, Facebook & Google Meet Sore Ini Pukul 16.00 WIB

Bersama Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Buss. Acc., CMA. (Dosen Prodi Akuntansi Syariah Institut Tazkia) dengan tema:

“Covid-19 Outbreak & Accounting Practices: Islamic Perspective Strategy and Control”

>> Yuk Ikuti Webinarnya dengan cara klik link google meet dibawah ini:

https://meet.google.com/rgb-tvio-voo

>> Atau Teman-teman juga bisa mengikuti sesi webinar ini pada live Youtube Tazkia TV:

>> Live Instagram nya bisa disimak di Instagram @tazkiaofficial atau langsung klik link ini:

http://www.instagram.com/tazkiaofficial

>> dan Juga Live Facebooknya di:

https://www.facebook.com/institut.tazkia

Miftahul AnwarWebinar Tazkia Spesial Live On Youtube, Instagram, Facebook & Google Meet…Sore Ini Pukul 16.00 WIB
read more