AFSI Goes to Campus : “Landscape Fintech Syariah di Indonesia”…Daftar Sekarang Juga!!!

No comments

AFSI GOES TO CAMPUS

Mana nih Mahasiswa yang suka teknologi? Yuk pastikan ikut Webinar Fintech Syariah Indonesia.
Asosiasi Fintech Syariah Indonesia mengadakan Webinar Keren Kawan, ikuti Agenda nya ya,,,🥳🥳🥳

dengan Tema Landscape Fintech Syariah di Indonesia

🧕Narasumber : Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP.
(Rektor Institut Agama Islam Tazkia)

Hari/Tanggal : Kamis, 9 Desember 2021 / 4 Jumadil Awal 1443 H
Pukul : 13.00 – 15.00
Zoom Link : https://bit.ly/WebinarAFSI-BFN2021

Link Pendaftaran : https://bit.ly/WebFintechAfsi

Organized by
AFSI in collaboration with Institut Agama Islam Tazkia

☎️ Hotline IAI Tazkia : 0821 84 800 600

Hormat Kami
Panitia Webinar AFSI

Miftahul AnwarAFSI Goes to Campus : “Landscape Fintech Syariah di Indonesia”…Daftar Sekarang Juga!!!
read more

Sharing bersama Mahasiswi Wisudawati Terbaik 2021

No comments

Sebagai seorang mahasiswa yang sedang dalam proses menempuh pendidikan dan pembelajaran tentu sangat menginginkan hasil yang memuaskan selama proses menempuh pendidikan tersebut. Lulus dengan predikat cumlaude merupakan bentuk tertulis keberhasilan mahasiswa dalam pembelajarannya di perguruan tinggi. Cumlaude ini juga menjadi suatu kebanggaan dan prestasi tersendiri bagi para Mahasiswa.

Pada kategori ini Institut Tazkia telah menetapkan wisudawan terbaik tepatnya pada hari rabu 27 November 2021 / 22 Robiul Akhir 1443 di Grand Ballroom Puri Begawan, Bogor. Pada momentum bersejarah ini, Institut Tazkia menobatkan gelar wisudawan terbaik umum dengan kategori IPK 4.00 diberikan kepada Aisyah As Salafiyah sebagai Mahasiswa Terbaik Umum dalam program studi Hukum Ekonomi Syariah. Selain IPK sempurna ternyata Aisyah juga merupakan Hafidzah 30 juz, maka Institut Tazkia memberikan bentuk apresiasi kepada Aisyah berupa hadiah umrah dan beasiswa S2 di Institut Tazkia.

Bisa belajar dan berbagi pengalaman langsung dengan wisudawan terbaik merupakan suatu momen yang berharga untuk para mahasiswa. Nah, pada kesempatan kali ini Club Science of Hafidzpreneur Akhwat bisa langsung bertatap muka dan sharing bareng ka Aisyah As Salafiyah. Selain seorang mahasiswa ka Aisyah ini juga Muhafidzah dalam program Hafidzpreneur Institut Tazkia, mahasiswa biasa memanggilnya Zah Aisyah. Zah Aisyah ini juga merupakan pembina dalam Club Science of Hafidzpreneur Akhwat.

Pada kesempatan tersebut ka Aisyah menyampaikan beberapa pesan yang patut dijadikan teladan dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

  1.       Niat

Perbaiki niat, perbaiki hati hanya untuk mencari ridho ilahi. Hakikatnya hal yang kita cari di dunia ini adalah ridho Allah. Bukan harta yang berlimpah, prestasi yang banyak tapi ridho Allah lah sepatutnya kita kejar. Bukan dunia, tapi akhirat yang semestinya menjadi tujuan akhir kita. jaga hubungan sama Allah, maka Allah akan menjaga hubungan kita dengan apapun. Dahulukan Allah, karena semua yang terjadi ini berdasarkan kehendak Allah. Kalau mau hidupnya menjadi mudah Maka jagalah hubungan dengan Allah mulai dari hal hal yang kecil. Iya, Gimana Allah mau memberi amanah yang besar, kalau terhadap amanah yang kecil aja masih lalai ?

Ketika niat telah kokoh maka tekad pun akan menjadi benteng terhadap permasalahan yang akan dihadapi. Dan apabila niat kita benar, apa sih hal yang mustahil bagi Allah? Bukannya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?. Maka tidak bisa kita pungkiri lagi, niat menjadi tolak ukur utama dalam mencapai suatu keberhasilan.

  1.       Fokus pada bidang/passion

“Setiap dari kita punya bidangnya masing masing. Ka aisyah suka menulis, kalian ada yang suka melukis, publik speaking, main voli dan yang lain sebagainya. Tentunya kita juga akan memiliki kesuksesannya sendiri, Jadi fokus pada bidang kita masing masing dan berusaha kembangkan terus bidang itu”- tuturnya dalam sharing moment tersebut.

Benar sekali terkadang kita selalu mengukur diri kita dengan keberhasilan orang lain, sehingga kebanyakan dari kita susah menemukan bidang/passion masing-masing yang sebenarnya juga bisa memberikan nilai plus untuk diri kita dan melalui passion itu juga kita bisa menebar kebaikan untuk sesama.

  1.       Buat Jadwal harian

Ka Aisyah menyatakan bahwa beliau itu suka banget menyusun jadwal kegiatan sehari hari. Mulai dari yang pertahun, perbulan sampai perharinya. Bahkan kalau setiap jam itu sudah ada jadwalnya masing masing. Tapi pasti ada sebagian dari kita yang tidak suka dengan jadwal yang terlalu detail dan kadang sering kurang konsisten dalam menjalankan jadwal tersebut, boleh juga ikuti saran ini “Usahakan setiap waktu yang kita pakai itu untuk kegiatan yang bermanfaat. Tidak ada waktu yang terbuang sia sia”.

Intinya bangun kesadaran diri terhadap tanggung jawab dan menghargai waktu yang kita miliki saat ini dengan memanfaatkan dengan sebaik mungkin, karena waktu kita yang telah kita habiskan pun juga akan dipertanggungjawabkan nantinya. Banyak sudah kisah orang sukses yang mereka sangat memanfaatkan setiap detik waktu yang mereka miliki.

  1.       Selalu Merasa Bersyukur

Bersyukur dalam kondisi apapun, ketika diberi nikmat ataupun ujian. Karena kalau kita ga punya uang susah, banyak uang juga pusing. Jadi belajarlah menjadi pribadi yang merasa cukup terhadap nikmat yang Allah beri. Bersyukur atas apa yang telah dimiliki bukan berarti pasrah terhadap takdir Allah swt. tapi rasa syukur itu merupakan bentuk wujud terimakasih atas nikmat yang telah Allah swt. curahkan dalam hidup setiap hambanya yang jarang sekali kita sadari. Bahkan Allah telah membenarkannya dan tertulis dalam Al-Qur’anul Karim “Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”.( QS. Al-Baqarah [2] : 243)  tapi disisi lain Allah juga telah menjelaskan kabar gembira bagi mereka yang mampu bersyukur sesuai dengan firmannya “Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian.” (QS. Ibrahim: 7). Jadi, yuk perbanyak syukur J walaupun kita sadar bakal banyak ujian yang akan dialami. Zah Aisyah berpesan “Dunia Ini Memang Tempat Ujian. Semakin lama kita hidup di dunia, tentunya ujian yang kita dapati akan semakin beragam. Dari mulai ujian kecil sampai yang besar. Ya itu tadi karena memang hidup ini untuk di uji, kalau mau beristirahat nanti ketika di surga.”

 

  1.       Istiqomah

Mempertahankan hal hal baik, mempertahankan kebiasaan baik, Ini perlu belajar dan bisa dimulai dari sekarang. Keberhasilan adalah buah keistiqomahan seseorang dalam perjalanannya. Memulai itu tidak susah, tapi mempertahankan itulah yang banyak tantangannya.

Itulah beberapa pesan yang disampaikan oleh ka Aisyah As Salafiyah dalam sesi sharing inspiration and motivation pada kesempatan kali itu. Penulispun teringat akan nasihat yang diberikan Zah Aisyah, beliau berucap “Kita sama-sama belajar, kita semua ingin menjadi sosok yang lebih baik menjadi muslimah yang yang sebenar-benarnya yang diinginkan Allah salah satunya dengan kita belajar bagaimana memperindah akhlak , belajar bagaimana agar tidak ada satu katapun dari lisan kita yang menyakiti sesama saudara, tidak ada satu pandangan pun yang mengarah pada sesuatu yang tidak dihalalkan. Mari kita bersama-sama belajar untuk memperdalam ilmu agama di mana keilmuan yang sangat diprioritaskan oleh Islam adalah keilmuan yang bersangkutan dengan ilmu agama, belajar bagaimana meneguhkan iman kita agar keyakinan kita pada kebenaran agama yang kita yakini sama sekali tidak diragukan itulah yang membuat kita tidak enggan untuk mengabdikan diri di jalan kebaikan supaya nantinya kita punya mindset asalkan untuk kepentingan agama kita tidak ragu untuk tampil yang pertama. kita juga belajar bagaimana memperluas pergaulan bukan menjadi pribadi yang nyaman dengan kesendirian mungkin kita semua bisa jadi ada yang introvert tapi kita bukan individualis tapi kita belajar untuk menjadi orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru mudah beradaptasi dengan siapapun”.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan acara makan-makan dan foto bareng Wisudawan sekaligus guru terbaik yang bisa dijadikan contoh dalam bertindak dan berucap. Barakallahu Fiik Ustazah Aisyah As Salafiyah.

Pada sesi acara salah satu mahasiswa menuliskan kesan dalam mengikuti kegiatan ini yaitu “MasyaAllah nikmat Allah hari ini, Sangat bermanfaat bagi kami semua yang hadir pada acara itu. Cerita dzah Aisyah sangat menginspirasi dan memotivasi. Saya sangat bersyukur berada bersama orang hebat seperti dzah Aisyah dan berkumpul bersama teman teman keren yang ambis seperti mereka mereka yang tergabung di klub sains ini”.

Dalam closing statement ka Aisyah menyampaikan “Kalau kita jaga hubungan kita dengan Allah maka Allah akan jaga hubungan kita dengan apapun itu. Jadikan tujuan kita adalah Akhirat. Jadilah orang yang elegan, bertutur kata baik, berperilaku baik, dan selalu menjadi orang orang yang berusaha memperbaiki diri”

MasyaAllah sekali ya kegiatannya, semoga bisa menjadi ibroh dan membuka wawasan baru serta memperbaiki iman dan mindset pribadi kita untuk bisa menjadi mahasiswa berkarakter pribadi muslim yang sebenar-benarnya muslim.

Semoga bermanfaat, Syukron Jazakumullah Khairan Katsir.

Mia Sari
Mahasiswi Hafizpreneur IAI Tazkia Angkatan 20

Rizqi ZakiyaSharing bersama Mahasiswi Wisudawati Terbaik 2021
read more

Beri Apresiasi, Rektor Undang Mahasiswa Juara Temilnas Fossei XX

No comments

Selasa, 19 Oktober 2021, Rektor IAI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. Mengundang Mahasiswa IAI Tazkia yang telah menorehkan prestasi kancah nasional dalam Temu Ilmiah Nasional XX 2021 yang diadakan secara daring oleh Universitas Diponegoro. IAI Tazkia Menjadi Juara di Berbagai Bidang yang dilombakan, mulai dri Olimpiade, Bisnis Plan, Essay, Poster dan berbagai cabang lomba lainnya.
Prestasi yang diraih Tazkia dalam even Nasional berkali-kali ditorehkan oleh mahasiswa. Hal ini menjadi kesyukuran bagi Pihak Tazkia namun lebih lanjut, Rektor IAI Tazkia yang lebih akrab disapa Madam Ani men-challange mahasiswa Tazkia untuk naik level ke tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya puas dengan level Nasional tapi juga mentargetkan pencapaian global. Upaya sinergi dapat dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan PPI Dunia yang menjadi wadah organisasi mahasiswa antar kampus dari berbagai Negara.
Pada kesempatan ini, hadir pula Kemahasiswaan IAI Tazkia, Arif Sumandar dan Rizqi Zakiya yang ikut menemani sekaligus memotivasi mahasiswa agar dapat mengejar pencapaian yang menjadi PR bagi mereka selanjutnya. Kemahasiswaan IAI Tazkia tahun ini mentargetkan 100 pencapaian Prestasi Mahasiswa dalam dan Luar Negeri. Dengan perahu Tazkia Juara sebagai wadah bagi pembekalan mahasiswa yang mengikuti lomba untuk menggapai juara dengan senior mereka sebagai mentor bagi mereka. Sinergi berbagai pihak menjadi strategi utama untuk mewujudkan target besar ini, tidak hanya dengan lingkaran organisasi mahasiswa, tapi juga himpunan mahasiswa jurusan, begitu juga alumni yang telah berkiprah di berbagai profesi di masyarakat.

Rizqi ZakiyaBeri Apresiasi, Rektor Undang Mahasiswa Juara Temilnas Fossei XX
read more

Bekerjasama dengan Kemenpora, Tazkia Adakan Seminar Kelas ke-Wirausahaan Pemuda

No comments

Bogor, 30 September 2021 / 22 Shafar 1443. Sentul city, Bogor. Kementerian Kepemudaan dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Inkubator Bisnis Institut Agama Islam Tazkia kembali mengadakan agenda rutin tahunan penguatan jiwa wirausaha muda mahasiswa melalui Agenda Seminar Kuliah ke-Wirausahaan Pemuda (KWP) 2021.

Agenda dihadiri oleh Narasumber yang mumpuni di bidangnya dengan MC; Kang Fakhry Barly (Alumni Tazkia yang juga Terpilih Sebagai Duta Nasional Taman Nasional Gunung Halimun Salak) . Sambutan dari Kemenpora sampaikan oleh Drs. Imam Gunawan MAP selaku Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI.

Beliau memberikan motivasi untuk mengatur pola mindset kita, untuk selalu memiliki growth mindset, pola pikir bertumbuh optimis dan produktif.

Selain Bapak Drs. Imam Gunawan, Rektor IAI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, juga menyampaikan keseriusan IAITazkia untuk menjadi Center of Excellent bagi Entrepreneur Muda yang juga menguasai Al Qur’an, seusai dengan program Hafidzpreneur yang serius dijalankan oleh IAI Tazkia bekerjasama dengan berbagai Pemerintah Daerah dalam Program Beasiswa Utusan Daerah masing-masing daerah.

Pada kesempatan ini, Hadir juga menyampaikan sharing motivasi bisnis Islami bapak Dr. H.M Asrorun Ni’am Sholeh, MA selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI. Beliau memberikan sharing betapa background seseorang tidak menjamin kegagalan atau kesuksesan nya di kemudian hari, tapi motivasi, kesungguhan untuk memberi solusi, juga pandai memanfaatkan kesempatan yang ada, akan membuat ia sukses di kemudian hari.

Selain berbagai narasumber yang dihadirkan dari Pihak Kemenpora, hadir pula Alumni Alumni terbaik Tazkia yang telah menggeluti dunia wirausaha; Bang Rikza Adhia Nada Rezki, S.E.I bersama Kk Ayu Noor Laela (Founder Salvina Hijab) dan Bang Tito Ikhsan Rozak, S.E. (CEO Monitor Plan). Keduanya menjadi narasumber dalam Talkshow “Bisnis Millenial di Era Digital” yang langsung dimoderatori oleh Direktur Inkubator Bisnis IAI Tazkia Dr. Nur Hendrasto, M.Si. CPC.

Dalam Talkshow ini kedua narasumber menyampaikan betapa jiwa wirausaha harus dibangun sejak dini, meskipun kadang dengan kondisi yang terdesak, sehingga muncul situasi “the power of kepepet” namun dapat juga dikembangkan dengan memiliki mentor yang tepat untuk menggali semua potensi kita juga belajar dari lingkungan kerja yang memiliki kemiripan dengan core bisnis yang akan kita kembangkan selanjutnya. Keduanya telah banyak membuka lapangan kerja bagi banyak orang, termasuk terbuka untuk alumni IAI Tazkia yang dapat bekerja sekaligus belajar membangun bisnis bersama mereka.

Kuliah ke-Wirausahaan Pemuda ini tidak hanya diisi dengan seminar, namun juga kesempatan untuk mengikuti seleksi pendanaan bisnis yang akan disponsori oleh Kemenpora jika lolos di sesi-sesi pemaparan bisnis model selanjutnya. Di akhir sesi, acara ini menghadirkan Arya Nurfauzi yang membawakan model wakafpreneur sebagai bentuk pengembangan model bisnis yang terintegrasi dengan wakaf.

Dengan kerjasama yang terus dijalin oleh Kemenpora dengan Kampus Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Terbaik Global IAI Tazkia, jiwa semangat bisnis mahasiswa semakin terasah dan potensi pertumbuhan bisnis muda di kalangan mahasiswa diharapkan meningkat drastis untuk berkontribusi membuka banyak kesempatan kerja sebagaimana Alumni-alumni Tazkia lainnya yang telah berkiprah besar dalam dunia wirausaha memberdayakan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, dan tentunya memegang teguh Value/Nilai Tazkia yang penuh integritas dan dedikasi tinggi untuk Agama, Nusa dan bangsa. (Rizqi Z & M. Anwar)

Miftahul AnwarBekerjasama dengan Kemenpora, Tazkia Adakan Seminar Kelas ke-Wirausahaan Pemuda
read more

Kunjungan Dan Dukungan DPRD Bangka Selatan Terhadap Program Hafizpreneur Tazkia

No comments

Jum’at, 27 Agustus 2021 Institut Tazkia menerima kunjungan dari DPRD Kabupaten Bangka Selatan.

Kunjungan yang dihadiri oleh 3 anggota DPRD Bangka Selatan ini bertujuan untuk melihat & memantau langsung kondisi para Mahasiswa Penerima Beasiswa Hafizpreneur Tazkia yang berasal dari daerah Bangka Selatan. Selain itu anggota DPRD yang hadir juga berkesempatan untuk memberikan motivasi dan pengalaman mereka masing-masing tentang perjuangan dalam meraih kesuksesan.

Kunjungan & pemberian motivasi ini diharapkan dapat menambah semangat para Mahasiswa dalam menyelesaikan hafalan 30 Juz sekaligus menjadi Mahasiswa yang berprestasi selama mengikuti perkuliahan di kampus Tazkia. (Miftahul Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarKunjungan Dan Dukungan DPRD Bangka Selatan Terhadap Program Hafizpreneur Tazkia
read more

Aku dan Hafalanku

No comments

Disudut ruangan yang kosong itu, aku duduk menyendiri dengan Al-Quran yang ku genggam erat di tanganku. Aku lihat Al-Quran itu dengan seksama sambil menahan bendungan air mata. Pikiranku berkecamuk dengan hebat. Banyak pertanyaan yang terlintas di otakku, membuatku menjadi takut untuk memutuskan menjadi seorang hafidzah. Seketika dadaku mendadak menjadi sangat sesak dan tanpa disadari bendungan air mata yang tadinya kuat tertahan kini telah tumpah. Al-Quran yang ku genggam dengan erat kini telah basah akibat cucuran air mata. Aku menangis tersedu-sedu, lirih bibirku mengeluarkan pertanyaan yang membuat aku tidak yakin dengan diriku sendiri.

Ini adalah pengalaman pertama yang membuatku tak bisa menyimpan apa yang ku rasakan sendirian. Tempat mengaduku kala itu adalah Ibu. Aku ceritakan semua yang ku rasakan padanya dengan cucuran air mata yang begitu deras membasahi pipiku tanpa henti. Tetapi Ibu memberikanku motivasi luar biasa yang membuatku menjadi yakin bahwa aku mampu melewati semuanya. Ibu juga mengatakan padaku bahwa aku tidak sendiri dan Allah selalu bersamaku.

Tanpa aku sadari, air mata ibu juga mulai membasahi pipinya. Walaupun air mata itu bercucuran, tetapi Ibu tetap bisa memberikan senyum manis yang membuat hatiku tenang dan jiwaku yang berkecamuk menjadi damai. Ibu juga berhasil meyakinkanku untuk mencoba menghafal kitabullah tersebut. Memang sulit untuk  melewati setiap ujian yang datang terus menerus. Rasa ingin menyerah pun pernah datang tanpa kuundang. Tetapi setiap aku ingin menyerah, kata-kata indah ibu selalu tiba-tiba muncul di pikiranku dan membuatku kembali semangat.

Dan akhirnya yang awalnya aku hanya mencoba membaca  Al-Quran, kini aku belajar dengan intensif di kampus program Hafidznomics Institut Tazkia, menghafal Al-Quran malah menjadi candu untukku setiap saat. Yang dulunya aku rasa berat dan aku tak mampu, ternyata aku bisa. Kini rasa syukur selalu kuucapkan setiap sujud dikala aku shalat. Setiap kali tangan menengadah, lisanku selalu mengucapkan terimakasih pada Allah yang telah memberikan kesempatan kepadaku untuk menghafal ayat-ayat Nya di tempat yang sangat baik ini.

Meskipun saat ini hafalanku belum sebanyak teman-temanku yang lain, tetapi tidak ada rasa minder ataupun malu yang terbesit di benakku lagi. Aku selalu ingat dengan kata-kata “jangan pernah bandingkan dirimu dengan orang lain tetapi bandingkanlah dirimu yang sekarang dengan yang dahulu”. Tetapi bukan berarti juga aku lalai dengan hafalanku. Aku tetap terus berjuang dan berusaha semampuku karena aku yakin tidak ada usaha yang menghianati hasil. Aku pecaya bahwa setiap proses yang kita hadapi kelak hasilnya akan membuat kita rindu pada proses itu kembali.

Hal terberat yang aku rasakan selama aku menghafal Al-Quran sejauh ini adalah bagian muroja’ah. Masya Allah, ternyata mempertahankan itu lebih sulit daripada mendapatkan. Sehari saja hafalan yang sudah kita dapat tidak di murojaah, hafalan itu bakalan macet seperti kendaraan yang mudik. Nah, bayangkan kalau kita tidak murojaahnya berhari-hari. Hmmm Allahu A’lam hafalannya akan seperti apa. Jadi aku mengambil hikmah bahwa, selain menghafal, kita juga harus bisa meluangkan waktu kita untuk murojaah. Kalau kita bisa tekun melakukan hal itu, Insya Allah hafalan yang kita dapat bisa makin Mutqin (kuat).

Tanpa aku sadari, sudah hampir setahun aku kecanduan dengan menghafal kitabullah, aku sudah berada di semester kedua jenjang perkuliahan di Institut Tazkia, dan selama itu pula, aku selalu dekat dengan Al-Qur’an, sehingga hati rasanya menjadi damai dan tenang. Setiap masalah yang datang Insya Allah lebih mudah terselesaikan. Sebegitu indahnya rasa kecanduan menghafal Al-Quran. Apalagi jika kita menggap Al-Quran sebagai sahabat sejati kita.

Kalau kita sudah bisa menjadikan Al-Quran sebagai sahabat kita, pastinya tidak akan ada rasa bosan ataupun jenuh pada saat dekat dengannya. Tanpa kita duga, Allah akan selalu memberi solusi untuk setiap masalah yang sedang kita alami. Allah tidak akan pernah memberikan sesuatu yang sia-sia untuk hamba Nya, sungguh ini adalah hal yang sangat luar biasa harus aku syukuri.

Dulu, karena berfikir sulit maka aku menganggap hal itu tidak akan bisa aku lakukan. Ternyata aku salah. Aku harus mencoba hal itu dahulu baru aku bisa menyimpulkan bahwa aku bisa atau tidak. Kalau dalam melakukan sesuatu ada perasaan  sulit hingga membuat capek dan ingin berhenti, jangan pernah berhenti dahulu. Jangan buat dirimu nantinya menyesal. Karena sejatinya Allah ingin melihat kesungguhan dan proses yang sedang kamu lalui. Allah tidak akan pernah menguji hamba Nya diluar kemampuan hamba itu sendiri.

Untuk para penghafal Al-Quran, jangan menyerah ya. Yuk semangat terus. Aku, kamu dan kita semua pasti bisa melewati setiap ujian yang datang dari Allah. Tetaplah menghafal apapun keadaannya. Karena sekali lagi, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Menangis boleh saja, tapi jangan sering-sering ya. Ada waktu untuk hapus air mata dan mulai kembali menghafal Al-Quran kita. Hafidzah 30 juz sedang menunggu kita, insya Allah.

Dan untuk teman-teman yang tertarik untuk menjalani kuliah sambil menghafal Al-Quran sepertiku, sekarang bisa ikut juga dengan mendaftar program Hafidznomic Institut Agama Islam Tazkia, Bogor. Nah, kabar gembiranya lagi, di kampus ini kita juga akan belajar Ekonomi Syariah. Masya Allah dapat ilmu dunia akhiratnya. Untuk jurusannya juga banyak pilihan dan cocok untuk milenial seperti. Jadi yuk teman-teman yang mau menghafal Al-Quran sambil kuliah, mari bergabung dengan kampus Institut Agama Islam Tazkia, Bogor.

Aku tunggu ya.

Oleh: Ardhita Fitri (Mahasiswi Hafidzpreneur IAI Tazkia Semester 2)

Editor: Aisyah As-Salafiyah (Muhafidzah Hafidzpreneur IAI Tazkia)

Rizqi ZakiyaAku dan Hafalanku
read more

Progres Sharia Economics Event 2021 : Wadah Pemuda Muslim Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

No comments

 

Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Progres mengadakan kegiatan Progres Sharia Economics Event 2021 sebagai event nasional yang diselenggarakan pada hari Rabu, 16 Juni 2021 sebagai Webinar Grand Opening,  dan berakhir pada hari Rabu, 23 Juni 2021 sebagai Grand Closing, pengumuman pemenang, serta webinar bersakala nasional. Acara tersebut berlangsung secara daring dengan mengusung tema “Optimizing The Role of Muslim Youth In Developing Sharia Creative Economy for The Post Pandemic Economic Recovery”. Tak hanya itu, rangkaian acara juga dilengkapi dengan diselenggarakannya 2 kategori lomba, yakni lomba olimpiade ekonomi islam serta lomba kepenulisan esai.

Antusiasme dalam acara ini sangat terasa walaupun dilakukan secara daring, bahkan sejak awal Grand Opening hingga berakhirnya acara yakni Grand Closing. Agenda webinar Grand Opening menghadirkan 2 pembicara dari sisi akademisi dan praktisi, yakni Bapak Bazari Azhar Azizi, S.E.I, M.Sc selaku principal analyst di KNEKS dan alumni KSEI Progres, serta Bapak Fahmi Hendrawan, S.KPM, MBA selaku Founder dan CEO dari Fatih Indonesia.

Webinar grand opening PRESENT 2021 mengusung tema “Ekonomi Kreatif sebagai Wadah Karya Generasi Pemuda Muslim”. Selaku pemateri dari bidang akademisi, Bapak Bazari Azhar Azizi memaparkan bahasan mengenai kebijakan ekonomi dan keuangan Syariah serta industri kreatif di Indonesia. Perkembangan ekonomi Syariah serta industri halal global dengan cakupan sektor makanan halal, modest fashion, media & kreasi, moslem friendly travel, serta farmasi dan kosmetik memacu pemerintah untuk menentukan kebijakan ekonomi melalui penguatan kegiatan usaha Syariah. Hal ini juga didukung dengan hadirnya industri kreatif  yang ditopang oleh keuangan Syariah seperti perbankan Syariah, multifinance Syariah, dan pasar modal Syariah. Selain itu, selaku praktisi bisnis, Bapak Fahmi Hendrawan membagikan sedikit kisah perjalanan beliau dalam membangun Fatih Indonesia. Faith Indonesia merupakan sebuah bisnis yang bergerak di bidang fashion muslim dengan mengkreasikan motif batik sebagai motif utamanya. Bisnis ini juga memberikan pengaruh terhadap sosial seperti menggunakan batik lokal dari Garut, merekrut beberapa anak yatim piatu sebagai pegawai, serta membuka workshop production yang mempekerjakan lebih dari 6 orang di Garut. Beliau juga membagikan tips menjadi seorang entrepereneur, seperti atur tujuan bisnis, fokus terhadap apa yang ingin dikembangkan, serta pertimbangkan segala resiko. Oleh karena itu, perjalanan bisnis yang Bapak Fahmi Hendrawan sampaikan dapat mendorong para pemuda dalam mendukung ekonomi kreatif melalui peran sebagai entrepreneur.

Pelaksanaan lomba baik itu olimpiade maupun esai diadakan dari tanggal 7 Juni 2021 sebagai pendaftaran awal hingga tanggal 19 Juni sebagai penutupan pendaftaran. Sebanyak 18 tim dari seluruh SMA di Indonesia mendaftar sebagai peserta olimpiade yang kemudian melalui proses seleksi dan hanya 10 tim yang lolos ke semifinal. Sedangkan untuk lomba esai, sebanyak 14 peserta mengirimkan karyanya namun hanya 6 peserta yang masuk ke babak final. Setelah melalui tahap semifinal, hanya 5 tim olimpiade yang terpilih menuju babak final dan dari masing-masing kategori lomba akan dipilih 3 pemenang yang diumumkan pada acara Webinar sekaligus Grand Closing PRESENT 2021

 

 

Pada akhir kegiatan atau webinar Nasional sekaligus Grand Closing yang bertemakan “Kontribusi Pemuda dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Syariah dan Pariwisata Halal Indonesia” dihadiri oleh lebih dari 200 orang partisipan dengan dua narasumber. Narasumber pertama yaitu Bapak Dr. Indra, M. Si, seorang akademisi yang juga merupakan Direktur Pusat Studi Halal IAI Tazkia menyampaikan sejak satu dekade terakhir, Indonesia telah memasuki era bonus demografi, dimana kondisi ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga 1-2 dekade ke depan. Bonus demografi berperan penting dan strategis dalam percepatan pembangunan Nasional dengan catatan perlu diimbangi peningkatan kualitas SDM yang memadai. Oleh karena itu, menjadikan bonus demografi benar-benar memiliki peran nyata untuk pembangunan Nasioanal adalah tantangan untuk kita sebagai pemuda. Pemuda memiliki peluang besar dalam proses pembangunan ekonomi nasional, melalui ekonomi/industri kreatif. Dengan adanya kekuatan (strength) yang dimiliki oleh para pemuda menjadikan terbukanya peluang (opportunity) yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru. Dalam upaya mewujudkan seluruh potensi tersebut, pemuda tentunya harus mampu berpikir kreatif serta mampu merefleksikannya dan merealisasikan kreativitasnya dalam pengembangan usaha-usaha (bisnis) baru terutama disektor ekonomi kreatif. Sementara narasumber kedua, yakni Bapak Taufan Rahmadi, seorang praktisi dan konseptor strategi kreatif yang juga dikenal sebagai penulis buku Protokol Destinasi ini mengemukakan bahwa Halal tourism adalah berbicara tentang melayani, halal tourism adalah berbicara tentang lifestyle, Keislaman dalam pariwisata adalah bagaimana memberikan yang terbaik bagi tamunya, memuliakan yang datang, tanpa harus menggadaikan agama kita. Beliau adalah salah satu contoh pemuda yang luar biasa. Berkat tangan dingin dan tangan kreatifnya di dalam mengkonsepkan pariwisata di NTB, Lombok meraih penghargaan prestisius dunia, World Best Halal Tourism Destination yang sekaligus membawa pariwisata lombok mendunia melesat menjadi destinasi pariwisata andalan Indonesia.

Penyusun Press Release,

 

Nisrina Zalfa Salsabil

Siti Khofifah

Anggota KSEI Progres serta Panitia PRESENT 2021

melvinaProgres Sharia Economics Event 2021 : Wadah Pemuda Muslim Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif
read more

Institut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau

No comments

Demi mewujudkan visi “Menghalalkan Indonesia”, Pusat Studi Halal LPPM Tazkia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak melaksanakan pelatihan sertifikasi halal kepada seratus UMKM yang memiliki beragam jenis usaha. Mulai dari restoran, katering, cemilan khas Riau, kue-kue, bahkan depot air. Acara tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 27 Mei 2021 di Balairung Datuk Empat Suku, Perumahan Komplek Abdi Praja, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Acara tersebut berlangsung secara meriah dan penuh antusias selama lima jam, mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Siak, Drs. H. Alfedri, M.Si. untuk memberikan sambutan pada acara tersebut, H. Luqman S.Sos, M.Pd selaku kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Siak, serta kepala dinas lainnya, baik dari dinas kesehatan, dinas koperasi dan umkm, kepala kantor kementerian agama Republik Indonesia, kepada bagian adm kesejahteraan masyarakat, hingga kepala Baznaz Kabupaten Siak. Dilengkapi oleh pemateri ahli, Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP yang telah tersertifikasi resmi oleh LSP-MUI sebagai penyelia halal serta perwakilan dari Pusat Studi Halal Tazkia, M. Yusuf Ibrahim, S.E.

Output dari acara tersebut adalah pengetahuan singkat para umkm mengenai sertifikasi halal, urgensinya, proses, dan sistem jaminan halal. Pelatihan yang singkat itu menyebabkan para UMKM semakin berminat untuk melakukan sertifikasi halal serta meminta pelatihan tambahan. Namun karena agenda tersebut berlangsung cukup singkat, maka materi yang disampaikan hanya sebagai pengenalan awal mengenai sertifikasi halal. Selain penyampaian materi mengenai sertifikasi halal, para pemateri pun memberikan simulasi pelatihan mengenai cara membuat nomor induk berusaha (NIB), nomor pokok wajib pajak (NPWP) pribadi, dan tata cara membuat akun SiHalal untuk pengajuan halal. Hal tersebut merupakan prasyarat wajib yang harus diketahui oleh para UMKM dalam mengajukan sertifikasi halal.

Testimoni dari para peserta pelatihan yang terdiri dari para pemilik UMKM di sekitar Siak, bahwa mereka merasa pelatihan ini masih belum cukup. Bahkan meminta adalah pelatihan tambahan secara menyeluruh dan bukan hanya pengenalan. Meskipun harus dilaksanakan selama tujuh atau sepuluh hari berturut-turut. Bahkan beberapa diantara mereka meminta untuk segera ada pendampingan khusus untuk sertifikasi halal bagi mereka dari Pusat Studi Halal Tazkia. Hal ini menunjukkan tingkat antusiasme para peserta yang cukup tinggi. Sebagai bentuk lanjutan dari pelatihan tersebut, pihak dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Siak membuat forum diskusi online via Whatsapp yang melibatkan Pusat Studi Halal Tazkia dan para UMKM yang telah menerima pelatihan awal tersebut.

Penyusun Press Release,

Muhammad Yusuf Ibrahim

Staf Pusat Studi Halal Tazkia

@halalcenter_tazkia

hsc.tazkia@gmail.com

(+62)888-9049-997

Miftahul AnwarInstitut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau
read more

Menghadirkan Pakar Digital Marketing Kemenbekraf Menginspirasi Pebisnis Muda

No comments

Rabu, 5 Mei 2021 / 23 Ramadhan 1442 H, Kementrian Bisnis dan Ekonomi Kreatif BEM REMA IAI Tazkia mengadakan Webinar Bincang Serius Tapi Asik (BISIK).


Dengan tema “How to Thrive Your Business During Pandemic” menjadi bekal sendiri bagi mahasiswa untuk membuka wawasan potensi pengembangan bisnis di masa pandemi. Menghadirkan Mas Ivan Anwar sebagai Internet Marketer dan juga sekaligus CEO PT Nasional Yunior Sportindo Media agenda berlangsung menarik dengan sharing yang menarik dan inspiratif dari pembicara. Aditya sebagai moderator membawakan acara dengan baik serta mendorong mahasiswa untuk proaktif dan mengambil sebanyak mungkin ilmu aplikatif dari pembicara.


Agenda ditutup dengan pembagian sertifikat dan penentuan penerima dorprize bagi peserta teraktif. Agenda BISIK merupakan realisasi ide kreatif dari kemenbekraf sebagai kementerian baru di REMA 2020/2021 tahun ini, sebagai upaya pengembangan potensi bisnis mahasiswa dengan mengundang narasumber berpengalaman dengan ilmu “daging” yang sangat berguna bekal softskill dunia bisnis rill bagi mahasiswa.

Rizqi ZakiyaMenghadirkan Pakar Digital Marketing Kemenbekraf Menginspirasi Pebisnis Muda
read more

Ekonomi Islam di Indonesia

No comments

INDONESIA  merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yaitu 87,2 % dari total penduduk di Indonesia. Dengan hal ini, tidak asing lagi bagi Indonesia terhadap ekonomi Islam. Dari segi perkembangannya, ekonomi Islam di Indonesia masih jauh di bawah ekonomi konvensional. Akan tetapi, umat Islam terus berusaha dalam mengembangkan ekonomi Islam, khususnya di Indonesia.

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai ekonomi Islam, terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari berdirinya ekonomi Islam. Ekonomi dalam Islam, bersumber dari Alquran dan sunnah rasulullah. Hal ini tentu berbeda dengan ekonomi konvensional yang memiliki prinsip untuk memaksimalkan profit, sedangkan ekonomi Islam lebih mementingkan mashlahah. Dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992, praktik ekonomi Islam di Indonesia terus bertumbuh pesat. Tidak hanya di sektor perbankan, ekonomi Islam juga berkembang di berbagai sektor yang salah satunya pada asuransi syariah seperti PT Asuransi Takaful, PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, dan lain sebagainya. Selain itu, ekonomi Islam juga berkembang di sektor Pasar Modal Syariah, Pegadaian Syariah, Obligasi Syariah, Reksadana Syariah, dan lain sebagainya.

Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu faktornya yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang ekonomi Islam, hal ini sangat berpengaruh karena ekonomi konvensional dinilai memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan ekonomi Islam. Pada dasarnya, keuntungan yang diperoleh dalam ekonomi Islam sebenarnya sama saja dengan ekonomi konvensional. Hanya saja, dalam ekonomi Islam tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh Allah Swt, contohnya seperti riba. Dalam ekonomi Islam lebih mementingkan terhadap akad-akad ketika melakukan transaksinya. Meskipun sudah mengetahui ekonomi Islam secara mendalam, para nasabah banyak yang enggan berpindah ke bank syariah dengan alasan hilangnya penghasilan tetap dari bunga karena sistem bagi hasil dinilai kurang menguntungkan. Dan juga kurangnya minat masyarakat dalam memahami ilmu ekonomi Islam karena sudah terlalu nyaman dengan apa yang telah diberikan oleh ekonomi konvensional.

Permodalan juga menjadi salah satu permasalahan yang serius dalam mendirikan suatu usaha. Sebagai contoh, setiap rencana untuk mendirikan bank syariah sering tidak terwujud karena tidak adanya modal. Hal ini tidak terlepas dari kaitan dengan pihak pemilik dana. Para pemilik dana belum mempunyai keyakinan yang kuat akan keberhasilan bank syariah tersebut dan takut bahwa dana tersebut akan hilang. Ekonomi Islam juga mengalami hambatan di bidang SDM. Untuk bersaing dengan ekonomi konvensional, ekonomi Islam harus memiliki SDM yang tidak kalah dengan ekonomi konvensional.

Banyak dari SDM ekonomi syariah yang tidak benar-benar memahami ekonomi syariah karena banyaknya praktisi-praktisi ekonomi konvensional yang langsung berpindah ke ekonomi syariah, sehingga menyebabkan lemahnya pemahaman terhadap ekonomi syariah. Peran perguruan tinggi sangat penting untuk keseragaman standar ekonomi Islam. Saat ini, masih sangat terbatas perguruan tinggi yang menyediakan Jurusan Ekonomi Islam. Diperlukan SDM yang memahami dua bidang, yaitu ekonomi keuangan konvensional dan ilmu syariah. Sering dijumpai SDM yang mempelajari ekonomi Islam hanya unggul di satu bidang. Unggul pada ilmu syariah, tetapi tidak memahami ilmu ekonomi keuangan. Begitu pun sebaliknya, unggul pada ilmu ekonomi keuangan, tetapi tidak memahami ilmu syariah. Sangat sulit bagi masyarakat di pedesaan untuk mengakses bank syariah, serta sulit ditemukan ATM bank syariah di beberapa daerah. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih bank konvensional karena mudah diakses dan ada di mana saja. Memperluas jaringan kantor dan meningkatkan pelayanan akan menjadi salah satu solusi untuk membumikan ekonomi Islam pada sektor perbankan. Berbagai tantangan inilah diharapkan bisa menjadi motivasi untuk tetap memperluas ekonomi islam di Indonesia. Perlu sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat luas untuk menanamkan paham ekonomi islam. Dalam mewujudkan pemahaman yang lebih terhadap ekonomi syariah kepada masyarakat, perlu adanya iven-iven berbasis syariah yang bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat. Selain itu, diperlukan adanya tenaga pendidik sehingga bisa menciptakan SDM yang kuat pondasinya dalam memahami ekonomi Islam. Serta dibutuhkan pengelola yang benar-benar memahami prinsip-prinsip syariah dalam praktiknya dan harus mempunyai komitmen dalam penerapannya secara konsisten. Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan untuk membuat fatwa yang menjadi standar dalam menjalankan sistem ekonomi Islam.

Terdapat 138 fatwa DSN-MUI tentang ekonomi Islam yang menjadi bimbingan bagi umat.  Tetapi fatwa-fatwa ini sangat bergantung pada ekonomi klasik karena memadukan transaksi modern dengan akad-akad, sehingga fatwa hanya sebagai alat untuk membenarkan transaksi konvensional. Perlu adanya penelitian tentang perkembangan ekonomi Islam untuk menemukan kendala yang dihadapi umat Islam dalam membumikan ekonomi Islam di Indonesia, sehingga bisa menemukan solusi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Baiknya para peneliti melibatkan pakar ushul fikih dalam penelitiannya, karena ilmu ushul fikih sangat penting dalam ilmu-ilmu syariah. Melalui ilmu inilah kita dapat mengetahui maksud dalil baik dari Alquran maupun hadis, karena ilmu ushul fikih menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui hukum syariah. Pengawasan pada bank syariah sangat diperlukan agar pada praktiknya tidak hanya sebagai formalitas, tetapi benar-benar mengikuti prinsip dan sistem ekonomi Islam. Apalagi pada bank konvensional yang membuka cabang bank syariah, tidak menutup kemungkinan bahwa sistemnya juga menganut ekonomi konvensional. Bank syariah yang tidak patuh dan luput dari pengawasan akan merusak kepercayaan masyarakat pada bank syariah. Bukan hanya pengawasan, pembinaan terhadap pegawai bank syariah juga diperlukan. Sehingga ekonomi Islam hadir bukan untuk kesengsaraan umat, melainkan kesejahteraan umat.***

Nurul Azizah Surury adalah mahasiswi asal Kabupaten Siak yang kini sedang kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah  IAI Tazkia, Bogor, Jawa Barat.

Sumber: www.riaupos.jawapos.com > Opini – Ekonomi Islam di Indonesia – Nurul Azizah Surury

Link:
https://riaupos.jawapos.com/6023/opini/04/05/2021/ekonomi-islam-di-indonesia.html

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Rizqi ZakiyaEkonomi Islam di Indonesia
read more