Aktivitas Mahasiswa

SHARING EXPERIENCE SESSION IN CORPORATE STRATEGY With Pambudi Sunarsihanto, Msc, MBA

No comments

Dimulai tepat pukul 10:00 WIB, seminar yang bertajuk Sharing Experience Session In Corporate Strategydengan tema “Corporate Experience and Learning Culture” pada hari Sabtu, 20 Otober 2018 M / 11 Shafar 1440 H menghadirkan pembicara yang disebut sebagai “Aset Umat” oleh rektor STEI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dalam  speech openingnya. Dipandu oleh Bapak Muchlis sebagai salah satu pengurus Yayasan Tazkia Cendekia, acara yang diselenggarakan oleh program Pasca Sarjana STEI Tazkia ini berlangsung seru dan menarik, pasalnya baik dari  pembicara  maupun para audiens turut serta aktif dan responsif bertanya dan berbagi pengalaman, alhasil Meeting Room Lt. 2 kampus utama STEI Tazkia yang berpusat di Sentul City ini pun terasa hangat dan dipenuhi semangat optimisme menuju perubahan yang lebih baik.

Acara ini menghadirkan pembicara yang sangat expert di bidangnya, yaitu Pambudi Sunarsihanto, Msc, MBA. selaku HR Director Danone Aqua yang mamiliki lebih dari 12.000 karyawan di Indonesia ini menumbuhkan antusiasme yang tinggi dari audiens ditambah pembawaanya yang terlihat sersan alias serius namun santai benar-benar menyuguhkan sajian yang epik dari mantan pimpinan HRD di Nokia Beijing, Executive Vice President (HRD) Telkomsel Indonesia, Senior Consultant di Mazars, consulting Asia Singapura, dan beberapa posisi penting lainnya.

Dalam pemaparannya beliau menuturkan 3 hal utama yang harus dipahami para audience, yakni leadership consistent, corporate performance, dan learning agilty.

Pertama. leadership consistent, “Anda bisa menyebut diri anda sebagai leader kalo ada follower, dan itu membutuhkan konsistensi. Problem yang terjadi hari ini adalah gak konsisten, hari ini bilang putih, esok lusa bisa hitam atau merah”, terangnya. Dirumuskanlah 3 poin penting dalam leadership; lead your business, lead your team, dan lead your self. Tiga hal yang menurut pria penggemar travelling  ini selaras dengan semboyan Ki Hajar Dewantara. Ing ngarsa sung tuladha ( di depan memberi contoh), ing madya mbangun karsa ( di tengah mengembangkan anggota team), tut wuri handayani ( di belakang melihat usaha berkembang).

Kedua. corporate performance, dunia bisnis saat ini sulit  diprediksi, setiap waktu mengalami perubahan. “Dunia berubah, ekonomi berubah, bisnis berubah, politik berubah, kompetisi berubah, perilaku konsumen berubah. Dan kalo anda tidak berubah, bersiaplah bahwa anda akan hilang ditelan jaman.”, tutur ayah 3 orang anak ini. Perusahaan-perusahaan besar yang berjaya di masanya seperti Kodak, Nokia, dan lain-lain tidak mampu mengikuti perubahan sehingga sekarang hanya bertitel “almarhum”.  Lantas ketidakpastian apa yang kita hadapi? Beliau menuturkan 4 kata yang disingkat dengan VUCA:

  1. Volatile (Rapuh)
  2. Uncertainty (Ketidakpastian)
  3. Complexity (Rumit)
  4. Ambiguity (rancu)

Mengutip perkataan Charles Darwin ”Makhluk yang akan terus bertahan bukan makhluk yang paling kuat, makhluk yang paling sukses adalah makhluk yang mampu bertahan dalam perubahan.” berkaitan pula dengan poin ketiga yaitu learning agilty.

             Ketiga. learning agilty, Kemampuan anda mempelajari hal baru, the ability to learn new things. Sepintar apapun anda, kemampuan anda di masa depan mungkin sudah tidak relevan kalo tidak mampu berinovasi dan mengembangkan diri.

Tepat pukul 11:50 WIB, acara selesai dan diakhiri dengan pembagian 3 buku kepada penanya terbaik khusus dari pembicara dan juga pemberian cinderamata dari rektor STEI Tazkia serta foto bareng. (Isna)

 

 

Miftahul AnwarSHARING EXPERIENCE SESSION IN CORPORATE STRATEGY With Pambudi Sunarsihanto, Msc, MBA
read more

Tazkia Lantik Pengurus LDK Al-Iqtishod Periode 2018-2019

No comments

Selasa, 16 Oktober 2018.  Tazkia melaksanakan Pelantikan Kader LDK masa amanah 2018-2019 yang berlokasi di Hall lantai 3 Gedung Kampus STEI Tazkia. Acara ini merupakan puncak rangkaian kegiatan Open Recruitment LDK Al-Iqtishod bagi para pengurus baru angkatan 17.

Disaksikan oleh perwakilan KSEI Progres, BEM REMA STEI Tazkia, dan 4 HMJ, pengurus angkatan 16 sukses membuat acara pelantikan ini berlangsung dengan lancar. Kegiatan dimulai pada pukul 16.00 dengan pembukaan dan tilawah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Tazkia serta sambutan.

Sesi pelantikan berlangsung kondusif, para kader angkatan 2017 yang berjumlah 57 orang berbaris rapi dengan menggunakan seragam yang telah ditentukan, kemudian masing-masing dipanggil namanya dan disebutkan divisi yang akan ditempati, divisi yang ada di LDK Al-Iqtishod terdiri dari BPH, Kaderisasi, Kajian Islam (Kalam), Usaha Mandiri (Usman), Annisa (Keakhwatan), Syiar (Media) dan DS (Dakwah Sekolah).

Setelah pembacaan ikrar pengurus baru berakhir, kader angkatan 17 resmi menjadi anggota pengurus LDK Al-Iqtishod dan siap meneruskan estafet dakwah di kampus STEI Tazkia, Insya Allah. Acara berlangsung hingga pukul 17.30 dan ditutup dengan doa bersama. (Aisyah)

 

Miftahul AnwarTazkia Lantik Pengurus LDK Al-Iqtishod Periode 2018-2019
read more

Daurah Al-Qur’an STEI Tazkia, Move On Bersama Al-Qur’an!!!

No comments

Sabtu, 13 oktober 2018 kemarin telah dilaksanakan kegiatan Daurah Al-Qur’an dengan tema “Move On dengan Al-Qur’an bersama Ustadz Zaid Muzayyan-founder Club Motor Mengaji” yang bertempat di masjid Andalusia Islamic Center. Acara ini diadakan dalam rangka magang bagi para calon pengurus LDK Al-Iqtishad angkatan 2017 dan merupakan salah satu rangkaian open reqruitmentnya.

Sekitar pukul 15:45 acara dimulai dengandiawali pembacaan ayat suci Al-Qur’anoleh Muhammad Ismailkemudian sambutan dari ketua pelaksana Ibnu Hibban Hartono dan ketua LDK Al- Iqtishad Ikhsanul Ikhwan yang dilanjutkan dengan motivasi dari pembicara yaitu Ustadz Zaid Muzayyan yang merupakan founder Club Motor Mengaji.

Mengangkat tema yang sangat unik bagi kaum millenial “Move On dengan Al-Qur’an bersama Ustadz Zaid Muzayyan-founder Club Motor Mengaji”, panitia sukses membuat acara ini berlangsung khidmat dan syahdu oleh lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari pembicara yang mengajak peserta untuk kembali bermuhasabah diri terhadap kecintaannya kepada Allah dan Rasulullah melalui Al-Qur’an.

Dengan jargon”Mushaf Bersamaku, Al-qur’an di Hidupku, Ya Kali Gak Kuy” mampu menarik peserta khususnya kaum millenial untuk merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi pembahasan, diantaranya Q.S. At-Tahrim:8 dan Q.S. Al-Ankabut:69. Inilah janji Allah yang menjadi pegangan pembicara dalam hijrahnya dari dunia gelap menuju dunia terang benderang bersama Al-Qur’an hingga mampu membawa lingkungannya yang notabene jauh dari ruhani islami menjadi club motor mengaji.

Diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh pembicara mampu menghayutkan suasana menjadi hening dalam munajat kepada-Nya. Pesan terakhir yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui move on dengan Al-Qur’an ini yaitu:

  1. Niat
  2. Shalat taubat
  3. Perbanyak dzikir pagi & sore
  4. Istiqamah
  5. Sungguh-sungguh

Ditutup pada pukul 17:30 dengan quotes pamungkas “orang yang shalih pasti baca Al-Qur’an, tapi belum tentu orang yang membaca Al-Qur’an adalah orang shalih”. (Isna)

Miftahul AnwarDaurah Al-Qur’an STEI Tazkia, Move On Bersama Al-Qur’an!!!
read more

Talk Show Nasional: Rupiah Melesu? Muslim-preneur Jadi Penentu!

No comments

Sentul, 6 Oktober 2018, 26 Muharram 1440 H, Pada 5 September 2018 lalu, rupiah melesu hingga mendekati angka 15 ribu rupiah dan terus menurun hingga sekarang di nilai Rp15.152,-. Peristiwa ini tentu tidak belalu begitu saja. Perbincangan demi perbincangan terjadi di dalam masyarakat karena panasnya peristiwa memprihatinkan ini tidak hanya memberikan pengaruh buruk terhadap negara, tapi juga masyarakat yang menempatinya.


Melihat keadaan ini, para calon pengurus baru angkatan 17 KSEI Progres STEI Tazkia dalam salah satu rangkaian kegiatan Open Recruitment-nya menghadirkan kegiatan talkshow nasional bertemakan “Rupiah Melesu? Muslim-preneur Jadi Penentu!” dengan harapan untuk memberikan solusi dari permasalahan yang ada ini.
KSEI Progres menghadirkan dua narasumber yang masing-masing adalah seorang yang ahli di bidangnya, untuk mengupas permasalahan melesunya rupiah ini baik dari kacamata praktisi maupun pakar keilmuan. Kedua nasasumber ini tak lain ialah Bapak Agung Prasetyo Utomo, owner dari “Ayam Geprek Juara” yang sukses menjalankan bisnisnya dengan berlandaskan syariah, serta Bapak Hendri Tanjung MM.,M.Ag.,M.Phil.,Ph.D. yang saat ini berkarir sebagai seorang penulis sekaligus dosen pasca sarjana di UIKA.


Dalam perbincangan yang santai dengan moderator talkshow ini, Hendri Tanjung menjelaskan bahwa ada 5 hal yang membuat rupiah menjadi melesu, yaitu:
Selera masyarakat akan produk dalam negeri yang rendah. Banyak dari masyarat Indonesia sendiri yang lebih memilih untuk membeli barang-barang bermerk yang berasal dari luar negeri, sehingga terjadilah peningkatan impor. Suku bunga.
Pemicunya adalah karena seringnya pembelian dollar, terutama dalam transaksi impor. Ketika inflasi naik, nilai mata uang rupiah pun secara otomatis akan menjadi tidak seimbang, Utang luar nergi, Spekulasi.
Sebagai anggota masyarakat, kita bisa turut membantu dalam pemulihan rupiah dengan mengurangi pembeli barang luar negri. Tidak hanya mengaku mencintai produk sendiri, tapi juga harus membeli dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Agung Prasetyo dalam kesempatannya berbicara, mengutarakan bahwa dalam hidup setiap orang harus memiliki prinsip agar mencapai kesuksesan. Prinsip yang ia pegang dengan kuat adalah “Harta Dibawa Mati”, karena baginya dengan harta lah kita bisa beribadah. Harta membawa kita untuk bersedekah, berinfak, dan sebagainya.
Untuk menjadi orang sukses bukanlah hal yang mudah. Agung Prasetyo menceritakan bahwa perjalanannya sejak ia mengundurkan diri dari PT. Toyota Astra Motor hingga ia bisa mengembangkan bisnis ke tingkat sekarang ini penuh dengan lika-liku. Kebangkrutan adalah salah satu rintangan yang pernah menghampiri usaha bisnisnya.
Pemilik dari rumah makan Ayam Geprek Juara ini menyatakan bahwa rumah makannya tidak menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang ingin menambah penghasilan. Lapangan pekerjaan ini disediakan untuk yang orang-orang lebih membutuhkan, seperti para pemuda tamatan SD atau SMP yang kesulitan mencari pekerjaan di tempat-tempat lain.
Setiap orang bisa memberdayakan masyarakat dengan cara membantu mereka yang kekurangan dan memperbaiki perekonomiannya. Layaknya Hendri Tanjung, Agung Prasetyo juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan menggunakan produk-produknya sendiri.
Bisnis rumah makan Ayam Geprek Juara memiliki tiga pilar usaha yang menyokong tegaknya bisnis ini, yaitu: berjamaah (Partial Ownership), bagi hasil (Profit Sharing), dan pemberdayaan masyarakat (Community Empowerment). Dengan pilar-pilar itulah diharapkan makna dari kata JUARA (Jaringan Usaha, Amanah, Ridho, Allah) dapat terwujud.
Prinsip-prinsip dasar kerjasama yang diterapkan dalam usaha ini disesuaikan pula dengan ketiga pilar usaha tersebut. Sehingga bisnis Ayam Geprek Juara berjalan dengan cara-cara yang sesuai dengan syariat islam.
Agung Prasetyo mengatakan bahwa sebagai seorang muslim-preneur, kita tidak boleh menyalahkan siapun jika muncul suatu permasalahan. Tapi mula-mula lakukanlah sesuatu dengan mengatur mindset kita. Jika ingin menyikapi permasalahan melemahnya rupiah, maka yang harus dilakukan adalah:
Mengadakan program cinta rupiah. Misalnya memberikan tawaran ambil makan sepuasnya dengan harga yang murah dan terjangkau.


Mencetak pengusaha tanpa modal dan mengajak masyarakat yang tidak berpendidikan untuk mulai menjadi pengusaha.
Berhenti membayar royalty.
Dengan penjelasan dan solusi-solusi yang diberikan oleh kedua narasumber, diharapkan seluruh warga Indonesia khususnya para muslim-preneur untuk turut berkontribusi dalam terwujudnya Indonesia yang lebih baik, yang salah satu caranya adalah dengan menaikkan nilai rupiah kembali.

Rizqi ZakiyaTalk Show Nasional: Rupiah Melesu? Muslim-preneur Jadi Penentu!
read more

Grand Launching Matriculation Language Programs

No comments

Kamis, 11 Oktober Kampus Matrikulasi STEI Tazia mengadakan “Grand Launching Matriculation Language Programs”. Program bahasa ini merupakan sebuah program yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan Arab (aktif) seluruh mahasiswa Tazkia. Program ini juga ditujukan untuk menyiapkan dan mencetak Ekonom yang mampu bersaing dalam kancah Internasional.

Dengan berlakunya Program ini setiap mahasiswa diwajibkan untuk:

1. Berbahasa Inggris atau Arab selama program matrikulasi, dan di area Matrikulasi;

2. Mereka bersedia saling mengingatkan untuk menegakkan bilingualisme;

3. Mereka bersedia membangun lingkungan bahasa yang kondusif;

4. Yang terakhir mereka mau menerima konsekuensinya jika melanggar peraturan.

“Program ini ditujukan agar mahasiswa terbiasa untuk menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam aktifitas sehari-sehari mereka. Selain itu program ini juga ditujukan sebagai bekal bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri mereka dalam persaingan dunia profesional dalam”. Papar Ustadz Hasan (Ketua program matrikulkasi) sekaligus meresmikan program.

Miftahul AnwarGrand Launching Matriculation Language Programs
read more

MONDAY FORUM, Paradox Perekonomian Global Ekonomi Islam & Perspektif Perekonomian Nasional

No comments

Senin, 08 Oktober 2018 M/  28 Muharram 1440 H

Monday Forum kali ini diisi dengan talk dari Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Politik FEM IPB, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, S.E, M.S, DEA. Acara dibuka pukul 10.00 WIB oleh Rizki Zakiya, S.E.I. dari Humas STEI Tazkia selaku pembawa acara. Tilawah Qur’an dibacakan oleh Muhammad Alwi, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah STEI Tazkia. Sebelum memulai pada acara inti, Bu Ries Wulandari, M.Si selaku kepala LPPM memberikan sambutan dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. selaku ketua STEI Tazkia dan Dr. M. Syafii Antonio selaku Pembina Yayasan Tazkia Cendekia.

Seminar Talk Series dimoderatori oleh Dr. Mukhamad Yasid, M.Si. Prof. Didin adalah salah satu orang yang memberi masukan tentang perlunya pendidikan ekonomi Islam sejak 19 tahun yang lalu. Prof. Didin beserta Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec dan Dr. Yasid telah bersama-sama membangun Tazkia dan Prof. Didin pun sempat mengajar di Tazkia hingga tahun 2012.

Prof. Didin membuka dengan pernyataan bahwa ekonomi Islam tidak hanya di ruang kosong, tetapi harus berada pada ruang yang dinamis, yang bisa merespon perkembangan yang terjadi. Prof. Didin memaparkan permasalahan saat ini, bahwa dunia modern dibangun oleh sekularisme. Sikap sekuler ini berasal dari keadaan Eropa yang miskin karena otoritas gereja yang bekerja sama dengan tuan tanah, sehingga mereka menganggap bahwa penyebab kemiskinan dan yang menghalangi perkembangan Eropa pada masa itu adalah agama. Kaum sekuler menganggap bahwa sebaiknya agama tidak ikut campur dalam kehidupan sosial. Hal ini berujung pada revolusi ilmu pengeahuan, revolusi industri dan revolusi politik. Pihak yang mengendalikan dunia bukanlah Amerika atau Eropa, melainkan para pebisnis. Karena sekuler tidak ada pengendalian dari agama, maka yang bergerak adalah nafsu duniawi.

Inilah yang disebut paradoks, adanya Rainasance melahirkan sekularisme, dan dari sekularisme melahirkan revolusi pertanian, revolusi industri, revolusi keuangan dan revolusi ekonomi digital. Model ekonomi saat ini berdasarkan keinginan yang berakhir pada eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Kaum modal berkuasa atas kaum buruh. Model ini akan sangat sulit berubah jika masyarakat masih sekuler dan tidak menerapkan norma agama.

Prof Didin memaparkan bahwa dasar Maqoshid yang beliau gagas ada tiga: Tauhid, Adalah (keadilan) dan Kholifatu fil Ardh (kepemimpinan). Beliau juga memberikan solusi berupa ‘Asian Ways’ yaitu agama menjadi landasan proses pembangunan, full employment oriented dan extended family based social security system. Bahwasannya segala perkembangan ilmu pengetahuan perlu dilandasi dan dimasukkan nilai-nilai agama dan setiap masyarakat saling peduli satu sama lain.

Bapak Yasid selaku moderator menutup pemaparan Prof Didin dengan mengatakan bahwa masalah ekonomi adalah keserakahan yang kemudian memiliki tempat dan akhirnya mengeksploitasi. Jika kita bisa bahagia tanpa menjadi Amerika, untuk apa menjadi Amerika? Seminar talk series diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. (Istiqomah Sya’bani)

Miftahul AnwarMONDAY FORUM, Paradox Perekonomian Global Ekonomi Islam & Perspektif Perekonomian Nasional
read more

IAI DAN STEI TAZKIA MENYELENGGARAKAN USAS

No comments

Sabtu, 26 Muharram 1440 H bertepatan 06 Oktober 2018 M, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bekerjasama dengan STEI Tazkia menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah (USAS).  Sekarang, sertifikasi keahlian banyak dibutuhkan oleh industri, karena lebih langsung fokus pada keahlian tertentu. Terutama di perbankan syariah, sertifikasi akuntansi syariah merupakan suatu keahlian yang sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional perbankan syariah. USAS terdiri dari tiga level ujian, yaitu elementary, intermediate dan advanced level. Jika peserta ujian dinyatakan lulus ketiga level tersebut, mereka mendapatkan gelar profesi sertifikasi Akuntan Syariah (SAS) di belakang namanya.

Sebelum mengikuti wisuda, mahasiswa STEI Tazkia, khususnya mahasiswa program studi akuntansi syariah diwajibkan mengikuti ujian sertifikasi ini. Sebanyak 17 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa program S1 dan S2 mengikuti USAS yang diselenggarakan pertama kali di STEI Tazkia. Beberapa dosen STEI Tazkia juga turut berpartisipasi dalam ujian sertifikasi tersebut. Harapannya adalah mahasiswa tersebut mendapatkan pengakuan dari institusi eksternal atas keahliannya dalam bidang akuntansi syariah. Sehingga, ketika lulus dari STEI Tazkia langsung dapat diterima di dunia kerja secara mudah dan dapat bersaing dengan yang lain.

Miftahul AnwarIAI DAN STEI TAZKIA MENYELENGGARAKAN USAS
read more

Tazkia Menyambut Mahasiswa Baru Dengan Kegiatan Qur’an Camp

No comments
Kegiatan Qur'an Campo dilmulai dengan sharing Session dari Pembina

Kegiatan Qur’an Campo dilmulai dengan sharing Session dari Pembina

Tazkia memberlakukan hal yang berbeda dalam menyambut mahasiswa baru tahun ini (mahasiswa angkatan 2018/2019). Pada kegiatan masa orientasi mahasiswa baru tahun ini STEI Tazkia memasukan program Qur’an Camp dalam rentetan acaranya. Kegiatan yang berlngsung selama 10 hari ini membagi mahasiswa kedalam 3 kelompok besdasarkan konsentrasinya masing-masing:

Pertama, Kelompok Tajwid. Kelompok ini bertujuan untuk memperbaiki bacaan bagi mahasiswa yang belum lancar dalam membaca Qur’an;

Salah satu mahasiswa (asal Papua) tengah fokus mempelajari Tajwid

Salah satu mahasiswa (asal Papua) tengah fokus mempelajari Tajwid

Kedua, Kelompok Tahsin. Kelompok ini bertujuan untuk memperbaiki bacaan bagi mahasiswa yang sudah lancar dalam membaca Qur’an, tapi masih memiliki kekurangan dari segi tahsinnya;

Perbaikan bacaan Al Qur'an yang dibimbing oleh pembina

Perbaikan bacaan Al Qur’an yang dibimbing oleh pembina

Ketiga, Kelompok Tahfidz. Kelompok ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa yang sudah bagus dari segi tajwid dan tahsinnya untuk emlangkah kepada tahap hafalan atau murojaah bagi mahasiswa yang telah hafal 30 Juz.

Proses setoran hafalan kepada pembina

Proses setoran hafalan kepada pembina

Kegiatan ini disambut baik oleh semua pihak yang terlibat, baik Manajemen, Orang Tua dan mahasiswa langsung.

“Kegiatan ini diberlakukan untuk mendekatkan semua elemen kmpus terhadap Al Qur’an terutama para mahasiswa yang baru bergabung. Kegiatan ini juga sengaja diberlakukan diawal agar menjadi suplemen, asupan positif, dan menjadi dasar dalam seluruh kegiatan mahasiswa (belajar mengajar) untuk meraih keberkahan Ilmu dan kesuksesan”. Papar Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Tazkia.

Mahasiwa tengah fokus menghafalkan Al Qur'an

Mahasiwa tengah fokus menghafalkan Al Qur’an

“Saya sangat menyambut baik dengan program Qur’an Camp ini. Saya sangat bahagia karena anak saya diarahkan untuk memperdalam dan senantiasa berinteraksi dengan Al Qur’an. Besar harapan saya semoga kepribadian anak saya juga dapat berubah menjadi jauh lebih baik setelah ini dan sukses menimba ilmu di Tazkia. Besar harapan semoga kegiatan ini dapat terlaksana setiap tahunnya dan jauh lebih baik lagi kedepannya”. Tutur Ibu Siti selaku Wali / Orang Tua dari salah satu mahasiswa Tazkia.

 

 

Miftahul AnwarTazkia Menyambut Mahasiswa Baru Dengan Kegiatan Qur’an Camp
read more

STEI Tazkia Perkenalkan Ekonomi Digital Islam ke Siswa SMA

No comments

Program Studi Ekonomi Syariah STEI Tazkia bekerjasama dengan SMAIT As-Shof menyelengarakan kegiatan talkshow untuk meningkatkan literasi siswa-siswi SMA tentang ekonomi Islam.
Seminar yang diadakan pada hari Senin, 10 September 2018 mengangkat tema Ekonomi Digital Islam. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah sekolah dari berbagai sekolah di Depok.
“Ekonomi Digital Islam adalah hal baru yang perlu dikenalkan kepada siswa-siswi kami”, terang ibu Dyah, kepala Sekolah SMAIT As-Shof.
Acara berlangsung meriah dengan ditandai berbagai pertanyaan yang muncul. Berharap ke depannya bisa lebih intens diadakan acara sejenis dengan melibatkan lebih banyak audiens sehingga manfaatnya membuka cakrawala pengetahuan siswa siswi SMA.

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Perkenalkan Ekonomi Digital Islam ke Siswa SMA
read more

STEI Tazkia Kembali Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

No comments

Adittia Rizki Kurniawan dan Dila Pujanah Herman – Program Studi Ekonomi Syariah – Juara 3 Lomba Sharia Paper Economic Competition 9 (SPACE 9) – Universitas Diponegoro- 28 Agustus -2 September 2018

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Kembali Torehkan Prestasi Tingkat Nasional
read more