Aktivitas Mahasiswa

Millennials Movements Tazkia with Kemenpora

No comments

(Senin, 21 Juni 2019) STEI Tazkia bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga gelar kuliah umum kewirausahaan pemuda tahap 1 yang diberi judul “Millennials Movements”.

Acara dibuka dengan pemberian materi oleh Prof. Dr. Nurul Taufiqurrochman,  M. Eng. PhD. (Profesor di bidang nanotechnology). Taufiq memaparkan mengenai peluang Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2050 dengan mengoptimalkan economic driver yang dimiliki Indonesia, yaitu Demography, Natural Resources, Infrastructure, dan Rise of Consumer Spending Power.

Taufiq kemudian melanjutkan materi dengan menceritakan pengalaman dan hasil kerjanya tentang mengoptimalkan teknologi nano yang mampu mengubah 1 Kg kunyit dengan harga 2000 menjadi produk yang memiliki nilai Jual tinggi dengan kisaran harga 2.5 juta/kg.

Sesi kedua dilanjut dengan workshop dari Krisna Satria Gunawan selaku founder CIBO SYARFI. Perusahaan ini bergerak di bidang fintech peer to peer landing syariah yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki kelebihan dana, yang mengangkat nilai cepat, mudah, aman, halal, dan anti magrib (maysir, gharar, riba).

Mengakhiri pembicaraanya, Krisna berpesan kepada para peserta bahwa kunci kesuksesan adalah tentang bagaimana kita menemukan passion, menggali dan memaksimalkan passion tersebut.

“Tidak semua orang berbakat jadi pengusaha, jadi dosen, dan lain-lain. Untuk itu carilah passion dalam diri kita, terus gali, geluti, dalami, dan profesionalitas, Insya Allah sukses beriringan”. Tegas Krisna.

Sesi kedua diisi pula oleh Co-founfer Nussa & Rara, Aditya Triantoro. Dengan mengusung konsep yang berbeda dalam industri hiburan yang terbukti mampu menarik pasar. Hanya dengan animasi yang berdurasi tidak lebih dari 3 menit, mampu menonjolkan konten yang ever green, lifetime, dan forever. Dalam kata lain Tidak hanya bisa dinikmati saat ini, tapi bisa dinikmati kapanpun, relevan untuk anak Dan cucu kita di masa depan, itulah konsep yang memiliki nilai educating sekaligus entertaining.

Adit bepesan kepada seluruh peserta yang hadir bahwa berbisnis itu bukan hanya untuk kepentingan dunia saja tapi harus ada nilai manfaat dan keberkahan didalamnya.

“Jangan hanya berbisnis untuk tujuan dunia semata, tapi buatlah perubahan, niat lillah everlasting, bangunlah sebuah produk yang punya nilai dan manfaat”. Pesan Adit. (Isna & Anwar)

Miftahul AnwarMillennials Movements Tazkia with Kemenpora
read more

Nuzulul Qur’an Tazkia Grup, Implementasi Ilmu dan Amal Ekonomi Syariah

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada 19 Mei 2019 bertepatan dengan 14 Ramadhan 1440 H, Tazkia Grup mengadakan tabligh Akbar Nuzulul Quran. Tabligh akbar ini dilaksanakan di Masjid Andalusia Islamic Center STEI TAZKIA.

Dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, tabligh akbar menghadirkan tausyiah dari Pembina Yayasan Tazkia Dr Muhammad Syafii Antonio, Ustadz Derry Sulaiman, dan Ummi Irene Handono. Selain Taushiah tentang hikmah Hidayah Islam dan berkah Nuzulul Qur’an, Momen Nuzulul Qur’an ini juga dimeriahkan dengan Simbolisasi Santunan 1200 Anak Yatim dan Dhu’afa, Pembagian Sembako untuk 2100 Binaan Baitul Mal Tazkia Madani (BTTM), dan buka bersama lebih dari 2.000 paket buka bersama.

Hadir sebagai donatur santunan anak Yatim & Dhuafa dari Ikatan Notaris Indonesia, Majlis Muslimah Andalusia, dan Majlis Ta’lim Sabilina, juga donatur lain Agenda Ramadhan Masjid Andalusia 1440 H. Juga penandatanganan MoU dengan Baitul Mal Muamalah untuk pemberian beasiswa 10 Mahasiswa berprestasi.

Agenda ini merupakan upaya Tazkia Grup untuk menghadirkan ilmu dan amal Ekonomi Syariah, dengan hadirnya kajian ilmu, pemberian beasiswa, santunan, dan pembagian sembako majlis binaan Tazkia menjadi bukti pengamalan Ekonomi Syariah menghidupkan suasana berbagi kepada yang membutuhkan, dan Kaderisasi Penerus Perjuangan Ekonomi Islam.

 

Sumber : https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/prr5gf396/nuzulul-quran-tazkia-grup-implementasi-ilmu-dan-amal

Rizqi ZakiyaNuzulul Qur’an Tazkia Grup, Implementasi Ilmu dan Amal Ekonomi Syariah
read more

Tumbuhkan Minat Riset Pada Generasi Muda, Tazkia Adakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa-Siswi SMAIT Al Kahfi Bogor

No comments

Siswa SMAIT Al Kahfi menyambangi Tazkia untuk mempelajari sistematika penulisan karya tulis ilmiah

Sentul City – Humas STEI Tazkia bekerjasma dengan LPPM STEI Tazkia yang dipimpin langsung oleh Ries Wulandari, M.Si. memberikan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah kepada siswa-siswi kelas X SMAIT Al Kahfi,Bogor. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian oleh civitas akademika STEI Tazkia untuk masyarakat. Pelatihan ini bertujuan membantu siswa dalam merancang dan menuliskan rencana penelitian atau karya ilmiah yang mendukung lomba karya ilmiah tingkat sekolah menengah atas, maupun kemampuan menulis mereka secara umum. DIharapkan dengan adanya pelatihan ini juga tumbuh minat para siswa yang mewakili generasi muda untuk terjun dang menggeluti dunia riset / penulisan karya ilmiah.

Pemberian Materi dan Motivasi tentang penyusunan Karya Tulis Ilmiah dari Tim LPPM STEI Tazkia

Salah satu materi yang diberikan adalah struktur atau sistematika penulisan karya tulis ilmiah. Sistematika dari karya tulis ilmiah sesuai paparan adalah Judul, Abstrak, Pendahuluan, Tujuan, Metode, Hasil dan Pembahasan, dan diakhiri dengan kesimpulan.
“Hal yang perlu dilakukan pertama kali saat menyusun karya ilmiah adalah menentukan tema atau topik yang akan diangkat,” sambut Ries.
Setelah itu, menurut Ries hal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi masalah-masalah terkait dengan topik karya tulis ilmiah yang akan dibuat.
“Dari identifikasi perlu dilakukan perumusan masalah yang akan dibahas. Agar penulisan karya tulis ilmiah dapat dibuat lebih jelas maka perlu dicantumkan metode penelitian yang merupakan langkah-langkah atau cara yang digunakan dalam penelitian.” Lanjut Ries.

Tim Coaching yang terdiri dari mahasiswa berprestasi Tazkia memberikan arahan langsung mengenai langkah-langkah penulisan Karya Tulis Ilmiah.

Dosen Tetap Tazkia ini juga mencontohkan bahwa diantara metode yang dijabarkan selama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah Teknik pengambilan data.
“Ada beberapa cara yakni eksperimental (percobaan), observasi (pengamatan), wawancara, kuisioner/angket/survei serta studi pustaka. Dalam penulisan karya tulis ilmiah siswa perlu menjelaskan dengan jelas mengenai hasil yang didapatkan selama penelitian sehingga pembaca akan mudah memahami hasil dari karya tulis yang dibuat.” Tutup Ries.

Selain mendapatkan materi penulisan Karya Tulis Ilmiah, para siswa juga diajak memasuki ruagan Lab Mini Bank Tazkia untuk mengetahui seperti apa sebetulnya sistem perbankan itu berjalan.

Sebelumnya, Nashir Akbar, dosen tetap sekaligus penerima penghargaan Buku Terbaik kategori Non Fiksi Dewasa pada acara Islamic Book Fair (IBF) Award 2019 Jakarta memaparkan bagaimana teknis menulis buku yang baik.
Pada akhir sesi pelatihan, tim yang terdiri dari Mahasiswa-mahasiswi berprestasi STEI Tazkia memberikan Choacing kepada para siswa dengan membentuk kelompok kecil untuk berdiskusi secara langsung tentang detail penyusunan karya tulis sampai tahap perumusan masalah. Dengan tujuan siswa dapat langsung mengaplikasikan pelatihan ini.

Selain mendapatkan materi penulisan Karya Tulis Ilmiah, para siswa juga diajak memasuki ruagan Lab Pasar Modal Syariah Tazkia untuk mengetahui seperti apa sebetulnya sistem pasar modal syariah berjalan.

Di akhir acara Tim Humas memberikan cenderamata kepada perwakilan guru SMAIT Al Kahfi Bogor. Diharapkan dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini, siswa dapat menulis karya ilmiah dengan baik, sistematis sesuai dengan kaidah penulisan laporan. (Joko T. & M. Anwar Guswanda)
Miftahul AnwarTumbuhkan Minat Riset Pada Generasi Muda, Tazkia Adakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa-Siswi SMAIT Al Kahfi Bogor
read more

STEI TAZKIA KEMBALI RAJAI AJANG TEMILREG

No comments

STEI Tazkia berhasil menjuarai ajang Temilreg Jabodetabek 2019. Prestasi ini sudah menjadi seperti Budaya untuk kampus Tazkia, karena sudah hampir satu dekade Tazkia selalu berhasil meraih juara 1 dalam setiap ajang Temilreg.

Untuk tahun ini, kampus Tazkia diwakili oleh 3 mahasiswa terbaiknya:

1. Abdul Latif, Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah angkatan 17;

2. Raehan Fadila, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah angkatan 17;

3. Fauzi Herman, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah angkatan 17.

Fakhrudin, M.M. selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan menyatakan bahwa Ia merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih mahasiswanya ini.

“Semoga prestasi ini dapat pertahankan setiap tahunnya, dan juga mampu ditingkatkan ke tingkat Nasional bahkan Internasional. saya berharap para mahasiswa tidak cepat berpuas diri, berusaha dan belajar jauh lebih giat lagi untuk mendapatkan prestasi yang jauh lebih baik lagi.” Pesan Fakhrudin. (M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarSTEI TAZKIA KEMBALI RAJAI AJANG TEMILREG
read more

STEI Tazkia Kembali Raih prestasi tingkat nasional

No comments

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STEI Tazkia kembali meraih prestasi dalam event tingkat Nasional. Kali ini Tazkia berhasil menjadi juara 2 LKTI Nasional Islamic Economic Days yang diadakan di STEI SEBI Depok.

Pada event kali ini STEI Tazkia diwakili oleh tiga mahasiswa berprestasi dari program studi Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah :

1. Abid Rahmatullah (AI 17)
2. Yazid Azzam (AI 17)
3. Indah Oktaviola (ES 17)

Abid Rahmatullah sebagai salah satu perwakilan sangat bersyukur aats prestasi yang diraihnya ini dan menjadikannya sebagai motivasi untuk menjadi jauh lebih berprestasi lagi kedepannya

“saya sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang saya raih. ini saya jadikan motivasi untuk mengembangkan keilmuan saya dalam bidang Ekonomi Islam sehingga saya mampu nerkontribusi secara nyata dalam perjuangan dakwah Ekonomi Islam.” Ujar Abid.

Senada dengan apa yang disampaikan Yazid, Fakhrudin, M.M. selaku kepala bagian kemahasiswaan STEI Tazkia menyampaikan bahwa ini merupakan bukti eksistensi STEI Tazkia dalam dunia pendidikan Ekonomi Islam.

“Prestasi yang kesekian kalinya ini merupakan bukti eksistensi Tazkia dalam dunia pendidikan Ekonomi Islam. Harapannya prestasi ini dapat ditingkatkan bukan hanya pada tingkat Nasional tapi juga pada tingkat Global.” Tutur Fakhrudin. (M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Kembali Raih prestasi tingkat nasional
read more

Seminar Kebangsaan “Islam, Pancasila, dan Karakter Bangsa”

No comments

“Sila pancasila apabila dikaji lebih dalam memiliki nilai yang selaras dengan Rukun Islam” – (Zaim Uchrowi, 2019)

Pancasila yang selama ini dikenal sebagai dasar negara memiliki sejarah panjang dalam perumusannya. Dimulai dari munculnya istilah Pancasila (Panca: lima, Sila: sendi) sampai dengan ditetapkannya dalam rumusan Piagam Jakarta. Kehadiran Pancasila menjadi grundnorm dalam setiap penyelenggaraan kegiatan berbangsa dan bernegara, dimana setiap warga negara diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 18 Maret 2019 bertempat di Kampus STEI Tazkia, diadakan Seminar Kebangsaan dengan tema “Islam, Pancasila dan Karakter Bangsa” dengan narasumber Dr. Zaim Uchrowi. Diawal pemaparannya, beliau mengungkapkan fakta menarik terkait keselarasan antara teori karakter manusia dengan karakter Rasulullah SAW. Teori Karakter Manusia yang dikemukakan oleh Hipocrates dan Galenus pada era sebelum masehi membagi 4 karakter manusia menjadi Plegmatis, Melankonis, Koleris dan Sanguinis. Pembicara yang merupakan lulusan program Doktor di Insitut Pertanian Bogor ini merelevansikan teori Hipocrates dan Galenus tersebut dengan 4 karakter Rasulullah SAW yakni :

– Fathonah = Melankolis;

– Siddiq=Plegmatis;

– Amanah=Choleric;

– Tablig=Sanguinis.

Pembahasan menarik terkait adanya keselarasan antara Pilar Karakter, Sila Pancasila, dan Rukun Islam yang kemudian disebut Framework Pilar Karakter. Framework Pilar Karakter diawali dengan Sila Ketuhanan (Pancasila) yang selaras dengan Syahadat (Rukun Islam) sebagai belief / keyakinan awal (Pilar Karakter) yang terletak dalam hati manusia. Sila Keadilan Sosial (Pancasila) yang selaras dengan Haji (Rukun Islam) sebagai Result/hasil (Pilar Karakter) dari keempat pelaksanaan karakter sebelumnya.

“Kelemahan dari sistem pendidikan  karakter yang ada saat ini adalah tidak memasukkan komponen Belief atau keyakinan sebagai dasar karakter anak, sehingga dalam perjalanannya seorang anak mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar. Berbeda dengan anak yang telah memiliki unsur belief, keyakinan kuat dalam dirinya sebagai benteng dalam menghadapi pengaruh lingkungan sekitar”. Jelas Dr. Zaim

Seminar yang dimoderatori oleh Dr. Mukhamad Yasid, M.Si ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh peserta. (Ria Marsella & M. Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarSeminar Kebangsaan “Islam, Pancasila, dan Karakter Bangsa”
read more

Tazkia Plus Award, Ajang Penghargaan Bagi Insan Terbaik Tazkia

No comments
Salah satu pembina Tazkia Plus sedang memberikan sambutan acara

Salah satu pembina Tazkia Plus sedang memberikan sambutan acara

Sabtu, 16 Maret 2019 Tazkia Plus menyelenggarakan sebuah kegiatan yang diberi judul Tazkia Plus Award 2019 bertempat di Kampus STEI Tazkia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan penghargaan kepada beberapa anggota Tazkia Plus yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa atas kontribusi dan prestasi mereka baik di bidang akademik maupun non akademik.
Beberapa kategori penghargaan yang diberikan pada Tazkia Plus Award 2019 adalah :
1. IPK Terbaik (Ikhwan dan Akhwat)
2. Tahfidz (Ikhwan dan Akhwat)
3. Teraktif (Ikhwan dan Akhwat)
4. Prestasi Lomba (Ikhwan dan Akhwat)
5. Mahasiswa Terbaik (Ikhwan dan Akhwat)
Salah satu penerima penghargaan kategori IPK Terbaik (Aisyah)

Salah satu penerima penghargaan kategori IPK Terbaik (Aisyah)

Ditemui setelah menerima penghargaan Aisyah Salafiyah sebagai salah satu penerima penghargaan kategori IPK Terbaik mengaku sangat bangga dengan penghargaan yang diraih.
“Saya sangat bangga sekali dengan penghargaan yang saya raih. Saya jadikan penghargaan ini sebagai motivasi tambahan bagi saya agar lebih rajin lagi dalam menuntut ilmu dan juga mencari pengalaman sebanyak mungkin untuk mengembangkan potensi yang saya.” Ujar Aisyah
Dengan diberikannya penghargaan Tazkia Plus Award 2019, selain sebagai bentuk apresiasi diharapkan dapat menjadi Motivasi bagi anggota yang mendapatkannya untuk terus mengmbangkan potensi masing-masing dan juga memberikan dorongan mahasiswa lain yang belum mendapatkan penghargaan agar lebih semangat memberikan kontribusi dan prestasi. (Aisyah & M. A. Guswanda)
Miftahul AnwarTazkia Plus Award, Ajang Penghargaan Bagi Insan Terbaik Tazkia
read more

Stadium General Mahasiswa; Belajar Dakwah Millenial dari Ust. Fadhlan Garamatan

No comments

Selasa. 12 Maret 2019 / 5 Rajab 1440 H. Mahasiswa STEI Tazkia mendapatkan sharing pengalaman yang sangat berharga. Ust. Fadhlan Garamatan sebagai “ayah” dari 27 Mahasiswa Indonesia Timur yang mendapat beasiswa STEI Tazkia sekaligus Dai Nasional berbagi pengalaman bagaimana beliau menyampaikan Indahnya Islam ke berbagai suku pedalaman di Papua. “Papua adalah Tanah yang menghantarkan Adzan pertama ke Seluruh Indonesia, baru kemudian 1 Jam kemudian daerah WITA, 2 Jam Kemudian daerah WIB lalu wilayah dunia lainnya” sebagaimana diungkapkan oleh Ust. Fadhlan menggambarkan betapa Pentingnya Dakwah di Tanah Papua.

Mulai dari mendapat ancaman pembunuhan karena dakwah di pedalaman, hingga merangkul pencuri yang taubat, menjadi bagian mewarnai dakwah beliau dalam menyebarkan hidayah Islam di tanah Papua.

Pengalaman Ust. Fadhlan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh mahasiswa untuk membawa dakwah penuh kesabaran dan merangkul tantangan sebagai bagian dari dakwah Ekonomi Islam Khususnya. Di akhir sesi Ust. Fadhlan memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk lebih aktif lagi dalam berdakwah walau hanya 1 ayat. Tanpa harus menunggu lulus kuliah atau mapan keadaan di kemudian hari.

Rizqi ZakiyaStadium General Mahasiswa; Belajar Dakwah Millenial dari Ust. Fadhlan Garamatan
read more

Talkshow Special Mabit: Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an

No comments

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 9 Maret 2019 Jam’iyyatul Huffadz Tazkia bekerjasama dengan Tazkia+ dan Masjid Andalusia menyelenggarakan talkshow dan Al-Qur’an di lantai 2 Masjid Andalusia Kampus STEI Tazkia. Kajian yang dilaksanakan ini mengangkat tema ‘Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an’.

Dalam talkshow bersama Ustadz Muhammad Lutfi dan Ustadz Hilman Fauzi dibahas 3 motivasi menghafal Al-Quran:
1. Lingkungan yang mendukung
2. Guru yang selalu memotivasi
3. Yakin bahwa Allah memberikan kemudahan dalam segala hal, bahkan rezeki dan kebutuhan kita.

3 motivasi menggapai kesuksesan:
1. Doa orang tua
2. More effort
3. Dibalik kesulitan, ada kemudahan

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada pemateri dan dorprize kepada peserta serta doa oleh ustadz Hilman.

_Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah, daripada kehilangan Allah karena sesuatu._

==========
Supported By:

Tazkia TV
Instagram: *@tazkiatv*

#masjidandalusiaislamiccenter #kajianandalusia #tpaandalusia #steitazkia #tazkiatv

Miftahul AnwarTalkshow Special Mabit: Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an
read more

International Class Gathering, Start Your Future With Us

No comments

Dalam mewujudkan visi misi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI)Tazkia sebagai perguruan tinggi pilihan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual kelas dunia berkarakter T.A.Z.K.I.A. pada tahun 2025, STEI Tazkia membuka International Program untuk tiga departemen, yaitu Akuntansi Islam, Ekonomi Islam dan Manajemen Bisnis Syariah. Dan pada hari selasa, 19 februari 2019/ 14 jumadil akhir 1440 H International Program mengadakan acara yang bertajuk Islamic Class Gathering Fun Game And Sharing Session With Head Of  Department dengan tema “the future depends on what you do today”.

Dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh saudara Yusuf dari angkatan 16 EI (Ekonomi Islam), acara yang dikemas dengan fun game ini dihadiri oleh mahasiswa yang tergabung dalam program international class angkatan 16 dan 17. Dilanjut dengan game ranking satu yang dimenangkan oleh saudari Zahra dari angkatan 17 EI. Lalu saudari Dewi Rabbani membagikan pengalamannya selama berada di international class yang merupakan angkatan pertama yang dijadikan Pilot Project untuk program ini, namun Alhamdulillah dengan kegigihan dan komitmen yang kuat untuk mampu menjadi manusia yang lebih baik, masa-masa sulit awal perkuliahan di mana segala proses perkuliahan menggunakan bahasa inggris terlewati sudah.

Tujuan diselenggarakannya acara ini yakni untuk meningkatkan antusiasme, motivasi dan orientasi ulang kepada mahasiswa kelas internasional dengan agenda utamanya adalah sharing session dengan para kaprodi (kepala departemen) di STEI Tazkia. Mereka adalah Grandis Imama H, M. Sc (Acc) Kepala Departemen Akuntansi Islam, Nashr Akbar, M. Ec Kepala Departemen Ekonomi Islam dan ThubaJazil, M. Sc (Fin) Kepala Departemen Manajemen Bisnis Syariah. Dipandu oleh Miss Anita selaku head of international class, ketiga kaprodi yang merupakan jebolan IIUM ini berbagi pengalaman ketika menimba ilmu di negeri jiran Malaysia, yang mana bahasa sangat diperlukan dalam berkomunikasi dengan dosen dan mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Tidak hanya itu, Mr. Grandis mengatakan bahwa kita harus mempunyai komitmen dalam belajar bahasa. bagitu pun Mr. Nashr memberikan wejangan “learning language is the key for success in the future, so we must up-grading our language especially english language, don’t be shy to practice english and afraid with the grammar, but just talk what you have in your mind. Dan pamungkas Mr. Thuba menutup dengan motivasi yang sangat dalam “ketika kita merasa putus asa dan benar-benar sedang jatuh ingatlah wajah ibumu, so don’t giving up! find your mentor!

 

Miftahul AnwarInternational Class Gathering, Start Your Future With Us
read more