Aktivitas Mahasiswa

Institut Tazkia Sukses Selenggarakan 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2020

No comments

BOGOR, 27 November 2020. 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF) telah sukses terselenggara pada tanggal 24 hingga 26 November 2020. Penyelenggaraan 8th AICIF merupakan wadah bertukar pikiran, ide serta gagasan dari berbagai perguruan tinggi negara-negara ASEAN yang bergerak di bidang keuangan syariah. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi lahirnya inovasi untuk pemulihan keuangan syariah global dan membangkitkan optimisme bagi pelaku keuangan syariah terutama di wilayah ASEAN.

Di tahun ini, 8th AICIF 2020 mengusung tema “Islamic Finance’s Contribution to Sustainable Human Development in ASEAN”. 8th AICIF 2020 merupakan kegiatan keuangan syariah internasional yang dihadiri oleh para ahli dan pakar keuangan syariah dari berbagai perguruan tinggi di ASEAN.

Penyelenggaraan 8th AICIF 2020 dilakukan dengan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan pembukaan pada 24 November 2020 oleh Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec (Ketua Yayasan Tazkia Cendekia yang menaungi Institut Tazkia), Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc (Rektor Institut Tazkia) dan Prof. Al Makin, MA, Ph.D (Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec. mengatakan bahwa kegiatan 8th AICIF 2020 ini adalah wujud peran negara-negara ASEAN dalam upaya untuk menciptakan pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan dengan strategi triangle of success (segitiga kesuksesan).

Saat puncak acara, 8th AICIF 2020 menghadirkan berbagai kegiatan, seperti webinar panel bersama para pakar keuangan syariah, kolokium dan konferensi virtual, rector’s talk, hingga kompetisi video ekonomi syariah.

Tahun ini, gelaran 8th AICIF 2020 dihadiri oleh lebih dari dari 300 partisipan dan 100 presenter konferensi. Selain, sejumlah pihak yang terlibat diantaranya perwakilan dari International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE), International Islamic University Malaysia, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Mindanao State University Filipina dan Universitas Darussalam Gontor.

Acara penutupan 8th AICIF 2020 dilaksanakan pada 26 November 2020 oleh Nurizal Ismail selaku ketua panitia, kemudian pengumuman pemenang kompetisi video yang dimenangkan oleh Institut Tazkia dan Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam sebagai runner up.

Selain itu diumumkan pula paper terbaik 8th AICIF 2020; (1) Ken Sudarti, Olivia Fachrunnisa (UNISSULA), (2) Nur Amirah Mohd Razin, Romzie Rosman (IIUM), (3) Bandar Mohammed Saif, Ashurov Sharofuddin, Razali Haron (IIUM), (4) M. Alfan Rumasukun, Ahmad Lukman Nugraha (UNIDA), (5) Assoc. Prof. Dr. Salina Kasim, Prof. Dr. Engku Rabiah Adawiah Engku Ali, Dr. Syed Marwan Mujahid Syed Azman, Dr. Roziha Che Haron, Norizan Satar (IIUM), (6) Abdul Qoyum, Hadri Kusuma, Ibnu Qizam (UIN SUKA), (7) Erlina Dewi, Endah Amaliyah, Sri Hartono (UNISSULA)

Dengan diberikannya penghargaan tersebut, diharapkan dapat menjadi apresiasi bagi para partisipan yang mendapatkannya dan motivasi agar lebih semangat berkontribusi untuk keuangan syariah yang lebih baik. 8th AICIF 2020 diakhiri dengan doa serta sesi foto bersama.

Rizqi ZakiyaInstitut Tazkia Sukses Selenggarakan 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2020
read more

Yuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!

No comments

Bogor, 24 November 2020. Bank Indonesia (BI) menilai, 8th AICIF merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek dari krisis ekonomi saat ini. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Prijono dalam keynote speech-nya.

 

“8th AICIF ini merupakan forum yang tepat untuk mengasilkan ide dan inovasi dalam menghadapi efek krisis setelah pandemi melalui perbaikan ekonomi dengan sudut pandang Islam, sejalan dengan Bank Indonesia yang sudah membuat blueprint berisi rencana perkembangan ekonomi Islam, keuangan Islam hingga riset dan pendidikan”, kata Prijono dalam gelaran 8th AICIF, Selasa (24/11/ 9 Rabiul Akhir 1442 H).

 

Prijono juga melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor ekonomi syariah, sehingga sangat potensial untuk terus dikembangkan.

 

Potensi besar ekonomi syariah ini juga bisa dilihat dari perkembangan industri halal di kawasan ASEAN. Dalam panel 1 dengan sub-tema “ASEAN Halal Industry and Islamic Finance in Sustainable Development Programs”, pembicara pertama yaitu Assoc. Prof. Dr. Nurul Aini Muhamed dari University Sains Islam Malaysia. Beliau menyampaikan materi tentang perkembangan industri halal dan keuangan Islam di Malaysia.

 

Industri Halal di Malaysia

Menurut Nurul Aini Muhamed, kepatuhan syariah yang menyeluruh dalam industri halal harus termasuk di dalamnya bidang bisnis, keuangan, rantai nilai halal, hingga ekosistem. “Sektor sektor halal saat ini variatif dan sangat besar, dan tidak terbatas pada negara-negara mayoritas Muslim. Pasar halal juga sangat potensial, meski keuangan syariah belum termasuk dalam sektor industri halal”, kata Nurul Aini menjelaskan.

 

Dalam Panel 1 yang dimoderatori oleh Mutia Mustafa, mahasiswi Institut Tazkia ini, Nur Aini juga menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan industri halal adalah kesadaran muslim, populasi, faktor ekonomi dan kerangka regulasi yang kuat. Tak lupa, Nur Aini mengisahkan, perkembangan sertifikasi halal di Malaysia sendiri dimulai pada tahun 1974 dan regulasinya terus mengalami perkembangan, meski pendekatan setifikasi halal masih bersifat sukarela dan belum bersifat wajib.

 

Adapun perkembangan dari perbankan Syariah di Malaysia dimulai sejak tahun 1983 dengan didirikannya Bank Negara Malaysia (BNM), regulasinya mulai dibentuk pada tahun 2013 dan diperbarui pada tahun 2019 dengan Shariah Governance Policy Document. Kepatuhan Syariah diatur dengan lisensi yang dikeluarkan oleh BNM. Nur Aini mengakhiri materinya dengan menyatakan bahwa ketika industri halal dan perbankan syariah berkolaborasi, industri syariah dan keuangan Islam dapat berkembang lebih luas lagi, Insya Allah.

 

Panel 1 ini berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live via YouTube Tazkia TV.

 

Industri Halal di Brunei

Lain di Malaysia, lain di Brunei Darussalam. Pembicara kedua, asisten profesor senior di Fakultas Ekonomi & Keuangan Islam Universitas Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam, Dr. Hakimah Yaacob berpendapat bahwa perbankan dan keuangan syariah memiliki lapisan yang berbeda dengan perbankan konvensional yang memiliki tiga lapisan: dimulai dari bank lokal kemudian bank sentral dan terakhir hukum AS, OECD dan entitas internasional.

 

“Berbeda dengan perbankan, industri halal cenderung memiliki model lain yang diusulkan, dan berisi SOP, Standar, hukum halal, halal regional/ASEAN dan standar internasional. Namun selain sistem struktural tersebut, terdapat beberapa tantangan dalam standardisasi global di bidang halal, seperti perbedaan madzhab, pemberi sertifikasi halal, islamophobia global, kampanye anti halal, isu halal dan thayyiba serta hak-hak hewan,” kata Hakimah Yaacob menjelaskan.

 

Hakimah pun menyimpulkan, halal tidak hanya sebatas produk, tetapi juga cara termasuk produksi dan pengolahannya, hal ini berkaitan dengan konsep thayyiba, dimana sertifikasi halal pada sebagian negara perlu diteliti kembali jika produk tersebut ternyata didapati tidak aman atau berkualitas rendah, karena sejatinya halal dan thayyiba harus ditetapkan dengan komprehensif di tingkat internasional.

 

Peran Sertifikat Halal untuk Ekonomi Bangsa

Bagaimana dengan Indonesia? Pembicara terakhir pada Panel 1 ini adalah Dr. Indra, M.Si yang merupakan ketua Halal Center dari Institut Agama Islam Tazkia, Indonesia. Dalam materinya, Indra mengulas tentang Industri halal Indonesia dan urgensi sertifikasi halal bagi UKM. “Berdasarkan data, Indonesia saat ini masuk dalam peringkat 5 besar terkait perkembangan industri halal, dan keluarnya undang-undang jaminan produk halal (UUJPH) sebagai pendukung perkembangan tersebut kemudian mengharuskan adanya sertifikasi halal untuk semua produk, namun masih ada tantangan yang kita hadapi, salah satunya adalah minimnya jumlah produk usaha kecil yang memiliki sertifikat halal, terutama UMKM yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi bangsa”, kata Indra menjelaskan.

 

Padahal menurutnya, dengan adanya sertifikasi halal, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh UMKM. Karenanya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM dengan memberikan mentoring serta menyediakan pengawas/supervisor bagi para pelaku UMKM.

 

Saat ini, Institut Tazkia di bawah LPPM Tazkia telah berinisiatif membentuk Tazkia Halal Center yang salah satu proyeknya adalah membuat kantin halal dan kedepannya berupa sosialisasi dan training terkait sertifikasi halal bagi masyarakat.

Rizqi ZakiyaYuk Ketahui Perkembangan Industri Halal dan Keuangan Islam di ASEAN!
read more

Institut Tazkia Resmi Membuka 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF)

No comments

BOGOR, 24 November 2020. Meski dunia kini tengah dilanda pandemi Covid 19, perkembangan riset dan training tentang ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat, terutama di beberapa negara ASEAN.  Meskipun masih banyak tantangannya.

 

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP., “Namun, kita masih menghadapi banyak tantangan sehingga perlu bersama-sama berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang”, kata Murniati di saat pembukaan rangkaian 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF), Selasa (24/11/ 9 Rabiul Akhir 1442 H) di Institut Tazkia, Bogor.

 

Gelaran 8th AICIF kali ini, bertema “Islamic Finance’s Contribution to Sustainable Human Development in ASEAN”. Acara dilaksanakan secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live via YouTube Tazkia TV dengan lebih dari 250 partisipan dari berbagai negara.

 

Ketua Yayasan Tazkia Cendekia yang menaungi Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec Dalam pidato pembukaan 8th AICIF ini, menjelaskan tentang triangle of success yang merupakan strategi untuk menciptakan pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan. Institut Tazkia sendiri, bertindak sebagai host untuk 8th AICIF.

 

Pidato pembukaan Muhammad Syafii Antonio ini sekaligus, secara resmi membuka rangkaian 8th AICIF.

 

Selanjutnya adalah pidato dari Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP. Bu Rektor memulai pidatonya dengan memimpin pembacaan Tazkia value.

 

Islam Selalu Diwarnai oleh Aktifitas Bisnis

Pembukaan terakhir disampaikan oleh co-host 8th AICIF, rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Al Makin, MA, Ph.D. Al Makin menceritakan tentang urgensi perdagangan dan kisah tentang jual beli dalam sejarah Islam sejak periode Makkah, di mana Islam selalu diwarnai dengan aktivitas bisnis, bahkan Islam masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Kita harus terus belajar untuk mencapai kemakmuran.

 

Gelaran 8th AICIF ini disponsori oleh Bank Maybank Syariah Indonesia dan merupakan hasil kolaborasi Institut Tazkia dengan International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE) dan beberapa perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, di antaranya yaitu International Islamic University Malaysia, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Mindanao State University Filipina serta Universitas Darussalam Gontor.

 

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB oleh moderator, Raihan Agra Dharana Kanz selaku mahasiswa Program Internasional  Institut Tazkia. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat Al-Quran oleh Tegar Iman dan Fatih Ulwan. Kemudian ditampilkan video dari 8th AICIF, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Tazkia.

 

Institut Tazkia sendiri berharap, dengan dilaksanakannya 8th AICIF ini, diharapkan dapat menjadi ajang bagi para praktisi, akademisi maupun regulator untuk terus belajar dan berinovasi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah di seluruh dunia.

Rizqi ZakiyaInstitut Tazkia Resmi Membuka 8th ASEAN International Conference on Islamic Finance (AICIF)
read more

Tazkia Tandatangani MoU Kerjasama Dengan STAI Binamadani

No comments

Kamis, 12 November 2020 Tazkia yang dipimpin langsung oleh Dr. Murniati Mukhlisin selaku Rektor menerima kunjungan dari STAI Binamadani Tanggerang.

Kunjungan yang dilakukan oleh STAI Binamadani ini ditujukan untuk bersilaturrahim dan menimba ilmu dan bimbimngan dalam hal pengelolaan lembaga pendidikan Ekonomi Islam dari Institut Agama Islam Tazkia sebagai lembaga pelopor dan terdepan dalam dakwah Ekonomi Islam.

Acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara kedua kampus mengenai tridharma perguruan tinggi. Yang diantaranya mencakup poin-poin dibwah ini:

  • Kerjasama dalam penyusunan Riset / Penelitian;
  • Kerjasama dalam program pengabdian masyarakat;
  • Pertukaran Pelajar / Mahasiswa;
  • Pertukaran Pembicara Webinar;
  • Dll.

 

By : Anwar G

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani MoU Kerjasama Dengan STAI Binamadani
read more

Dihadiri Sri Mulyani, Institut Agama Islam Tazkia Gelar Wisuda ke-16

No comments

Bogor, 28 Oktober 2020 / 11 Rabiul Awwal 1442 –  Institut Agama Islam (IAI) Tazkia menggelar wisuda ke-16 di Auditorium Institut Tazkia, Sentul City, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (28/10/2020). Prosesi acara digelar secara offline dan online dengan protokol kesehatan.

Jumlah wisudawan angkatan tahun 2019-2020 ini sebanyak 195 orang, terdiri dari program Studi Ekonomi Syariah sebanyak 17 orang wisudawan, dari program Studi Akuntansi Syariah sebanyak 47 orang, dari program Hukum Ekonomi Syariah sebanyak 22 orang, dari program Manajemen Bisnis Syariah sebanyak 84 orang, dari program Pasca Sarjana sebanyak 16 orang dan dari program diploma Keuangan Mikro Syariah sebanyak 9 orang wisudawan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendikia, Dr. Muhammad Syafii Antonio M.Ec menyampaikan bagaimana sejarah pendirian IAI Tazkia. Ia menjelaskan bahwa IAI Tazkia lahir dari suatu urgensi bagaimana memadukan nilai-nilai spiritual dengan kebutuhan majemen dan profesionalisne serta bisnis.

“Bagaimana mengaplikasikan hukum-hukum Allah yang tercermin dalam Al-Qur’an dan sunnah dalam kehidupan nyata yang diisiasi para ekonom dengan ahli syariah dan ahli fikih,” kata Syafii dalam sambutannya.

Karena itulah, kata dia, IAI Tazkia hadir untuk bisa mengintergrasikan kedua disiplin ilmu tersebut dalam suatu tatanan silabus dan prodi-prodi yang harapannya menghasilkan insan-insan bertakwa yang unggul. “IAI Tazkia hadir untuk bisa membangun bersama anak bangsa lainnya agar Indonesia menjadi negara adil, makmur dan sejahtera,” kata Syafii Antonio menjelaskan.

Syafii mengingatkan bahwa momen wisuda ini adalah akhir dari sebuah awal untuk melangkah ke tahap berikutnya. “Mudah-mudahan para wisudawan berhasil dalam kiprahnya saat terjun di tengah-tengah masyarakat, namun yang harus selalu diingat adalah nilai-nilai tauhid harus selalu hadir, karena kita semua ada dan akan kembali kepada Allah Swt,” kata Syafii menegaskan.

Sementara itu, Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin MAcc CFP mengungkapkan bahwa visi misi Tazkia akan mengalami perubahan. “Kita sedang merencanakan mengubah visi misi menuju perguruan kelas dunia berbais digital dengan karakter Tazkia,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Murniati memaparkan kerjasama Tazkia dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah di berbagai wilayah di Indonesia, dengan lembaga keuangan hingga lembaga pendidikan internasional di berbagai negara.

Selama ini, kata Murniati, sudah banyak prestasi mahasiswa yang membanggakan baik dari level nasional maupun internasioanal. “Sementara dari tenaga pengajar, saat ini sudah 22 dosen Institut Tazkia sudah bergelar doktor dan 17 sedang menempuh pendidikan doktor, dan ada dua orang (Muhammad Syafii Antonio dan Murniati Mukhlisin) yang akan menjadi guru besar Institut Agama Islam Tazkia,” kata Murniati menjelaskan.

Institut Tazkia selama ini juga banyak menerima penghargaan dari berbagai pihak, yang terakhir Institut Tazkia menjadi kampus keuangan syariah terbaik di dunia.

Meski demikian, kata Murniati, dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih, sikap akhlakul kharimah dengan program karakter yang dibangun oleh Institut Tazkia harus selalu menjadi landasan dalam bersikap.

Dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani

Wisuda IAI Tazkia tahun ini menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D yang memberikan sambutan sekaligus orasi ilmiah secara online.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani mengucapkan selamat atas keberhasilan para wisudawan dalam menempuh jenjang pendidikan di IAI Tazkia. Ia berharap wisudawan bisa sukses dalam karir dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat dalam membangun bangsa.

Saat ini, kata dia, pandemi wabah Covid-19 mengubah kehidupan masyarakat di seluruh dunia, pandemi menyebabkan dampak yang luar biasa, khususnya aspek kesehatan dan ekonomi. Bangsa Indonesia sendiri telah melalui berbagai tantangan di masa lalu, dan tantangan saat ini salah satunya adalah bagaimana kemampuan mengelola keuangan.

Sri Mulyani berharap, alumni Institut Tazkia akan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusinya sebagai ikhtiar kita bersama dalam rangka mewujudkan Indonesia yang maju. “Kompetensi Anda dalam keuangan Islam bisa dikembangkan dan ditingkatkan secara luas karena pemerintah juga terus melakukan inovasi dalam bidang keuangan syariah,” jelasnya.

“Saya berharap alumni Institut Tazkia menjadi mutiara-mutiara yang mampu membangun bangsa dan memperkuat pondasi ekonomi Indonesia termasuk ekonomi Islam,” tandas Sri Mulyani. [ ]

Rizqi ZakiyaDihadiri Sri Mulyani, Institut Agama Islam Tazkia Gelar Wisuda ke-16
read more

Pelantikan Pengurus Himtas 2020/2021

No comments

Senin (12/10) berlangsung Kegiatan Pelantikan Ketua, Wakil dan Struktur Kepengurusan Baru HIMTAS (Himpunan Mahasiswa Tadris) periode 2020-2021 yang dilaksanakan secara Online melalui Google meet. Acara pelantikan tersebut dihadiri Oleh Pak fadhili Suko Wiryanto, M. Si selaku perwakilan dari Koordinator Program Studi Tadris IPS, Delegasi dari Organisasi T-Smart dan Himmah serta Mahasiswa Tadris IPS.

Acara Pelantikan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara utama berupa pembacaan SK dan dilanjutkan dengan pelantikan Ketua dan wakil oleh Kaprodi serta pengambilan sumpah pengurus baru Himpunan Mahasiswa Tadris IPS.

Sahlan Abbas selaku ketua HIMTAS yang dilantik dalam sambutannya menyampaikan bahwa akan berusaha menjalankan amanahnya sebaik mungkin dengan membangun kerjasama yang solid dengan semua pengurus HIMTAS.

Dengan dilantiknya pengurus HIMTAS periode 2020/2021 diharapkan akan membawa perubahan bagi Prodi Tadris IPS untuk menjadi lebih baik kedepannya. Lewat HIMTAS, mahasiswa/mahasiswi Tadris IPS mampu menyalurkan minat, bakat, serta menambah pengalaman dalam berorganisasi.
Meskipun dalam masa pandemi ini kegiatan akan sangat terbatas, tapi Himtas akan bersinergi secara maksimal dalam melaksanakan program-programnya.

Semua program atau kegiatan tidak akan berjalan baik tanpa dukungan dari semua pihak khususnya Mahasiswa Prodi Tadris IPS itu sendiri. Oleh karena itu semua pihak harus bekerjasama dan bersinergi demi Prodi Tadris IPS yang lebih baik.

Rizqi ZakiyaPelantikan Pengurus Himtas 2020/2021
read more

Tazkia Sambut Tahun Ajaran Baru Dengan Raihan Prestasi Tingkat Regional dan Nasional

No comments

Menyambut Tahun Akademik 2020/2021, Mahasiswa Institut Tazkia kembali menorehkan Prestasi Regional & Nasional, yaitu:

🏆 Juara Nasional Inovasi Investasi Keuangan Haji:
1. Juara 2 ; Abdul Latif ( Akuntansi Syariah – 17 – Tazkia Plus )
2. Juara 3 ; Aisyah As Salafiyah ( Hukum Ekonomi Syariah – 17 – Tazkia Plus)

🏆 Juara Nasional Foreks Islamic Economics Week :
1. Juara 1 Essay Competition : Nafisatul Hidayah (Akuntansi Syariah-IP-18 – Tazkia Plus) & Evania Herindar ( Akuntansi Syariah-IP-18 -Tazkia Plus )
2. Juara 2 Poster Competition; Abdullah Haidar (Manajemen Bisnis Syariah 17 – Tazkia Plus)

🏆 Juara Temu Ilmiah Nassional FoSSEI
1. Juara 2 Olimpiade Ekonomi Syariah: Abdul Latif (Akuntansi Syariah-IP-17, Tazkia Plus) , Muhammad Syamsul Bahri (Akuntansi Syariah-IP-18) , Ach Rizalul Fitri (Ekonomi Syariah-IP-18)

🏆 Juara Temu Ilmiah Regional :
1. Juara 2 atas nama Abdullah Haidar (Manajemen Bisnis Syariah 17 – Tazkia Plus )

Alhamdulillah, mereka adalah juara yang menjadi Inspirasi Seluruh Mahasiswa Institut Tazkia yang akan meraih juara-juara selanjutnya.

We are Proud of You, The Winners & All of Tazkia Students as The Next Winner Candidates. 😎

بارك الله فيكم

Salam Salut Kami
Keluarga Besar Civitas Akademika Institut Tazkia

Miftahul AnwarTazkia Sambut Tahun Ajaran Baru Dengan Raihan Prestasi Tingkat Regional dan Nasional
read more

Bersama KIFEZ, Kemahasiswaan Institut Tazkia mengadakan Lomba di Masa PJJ

No comments

Kamis, 10 September 2020 / 24 Muharram 1442 H. Masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai penyesuaian pembelajaran perkuliahan kondisi Pandemi Covid-19 dioptimalkan oleh Kemahasiswaan Institut Tazkia bersinergi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di Bidang Photography yang bernama KIFEZ untuk Mengadakan lomba bertema PJJ.

Lomba ini tidak hanya untuk mahasswa, tapi untuk seluruh civitas Institut Tazkia sebagai wadah ekspresi aktivitas online selama masa pandemi.

Lomba ini juga sebagai dukungan pihak Tazkia mengembangkan kreativitas mahasiswa selama pandemi, juga memfasilitasi hadiah yang bisa menjadi suplement PJJ masa pandemi.

Program ini juga menjadi komitmen awal sinergitas Kemahasiswaan bersama Organisasi Mahasiswa Institut Tazkia untuk terus menjalankan prinsip I dalam Fundamental TAZKIA yaitu Innovative & Istiqomah.

Lomba ini diadakan hingga Tanggal 15 September 2020, sangat baik diikuti untuk menjadi media eksplorasi Soft Skill yang berguna sebagai bekal di kondisi New Normal ini.

Rizqi ZakiyaBersama KIFEZ, Kemahasiswaan Institut Tazkia mengadakan Lomba di Masa PJJ
read more

Musyawarah Besar & LPJ HIMTAS 2019-2020 serta Pemilihan Ketua HIMTAS 2020-2021

No comments

Jumat, 4 September dan Selasa 8 september 2020 / 16 dan 20 Muharram 1442 H

Musyawarah Besar kali ini sangat spesial dan berbeda karena dilaksanakan dengan daring, tetapi tidak mengurangi antusias peserta yang hadir baik angkatan 18 maupun 19 dihari jumat yg penuh berkah, diskusi dan sharing dalam LPJ pengurus berjalan seru dan dinamis.

Setelah diterima LPJ pengurus masa bhakti 2019-2020 secara mutlak maka penjaringan bakal calon dilakukan dgn penuh antusias dan semangat. Karena serunya kampanye bakal calom Himtas, pemilihan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya tepatnya hari Selasa, terdapat dua kandidat yang dicalonkan sebagai ketua dalam hal ini saudara Sahlan yang merupakan mahasiswa semester 5 dan saudara Beni yang merupakan mahasiswa semester 3.

Dalam penyampaian visi misi dan hasil wawancara oleh panitia kemudian diadakan voting untuk memilih 1 yang terbaik diantara kedua kandidat.

Voting menghasilkan kandidat Sahlan sebagai ketua Himtas terpilih periode 2020-2021. Mubes yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa Tadris IPS dan Pembina dari Prodi berjalan dengan lancar, diakhir Mubes kandidat terpilih menyampaikan harapan besar untuk Himtas kedepan menjadi lebih baik lagi.

Mari bersama kita bersatu memberikan yang terbaik untuk Himtas, buktikan bahwa walau kita baru 2 generasi kita mampu bersaing dengan Himpunan Jurusan lainnya.

#Tadris IPSAktifKreatifAmanah#

Rizqi ZakiyaMusyawarah Besar & LPJ HIMTAS 2019-2020 serta Pemilihan Ketua HIMTAS 2020-2021
read more

Tazkia Adakan Dialog Ringan Dengan Bupati Bogor Terkait Dunia Perkuliahan Pada Masa New Normal

No comments

Kamis, 02 Juli 2020 Institut Tazkia yang diwakili oleh Rektor dan jajaran manajemen kampus melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Bogor untuk bertemu langsung bersama Ibu Ade Yasin (Bupati Bogor).

Kunjungan Tazkia kali ini ditujukan untuk konsultasi dan pengajuan permohonan ijin langsung kepada Bupati agar Tazkia dapat segera memulai kembali kegiatan perkuliahan secara normal mulai bulan September. Dengan catatan bahwa yang dimulai pada bulan september adalah kegiatan perkuliahan untuk program Hafidznomic dan juga program reguler khusus tahun pertama yang kebetulan mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk tinggal di asrama (seluruh kegiatan perkuliahan dilaksanakan d dalam area asrama kampus).

Hal ini ditanggapi positif oleh Bupati Ade Yasin.

“kalau memang kegiatan perkuliahan kampus Tazkia bisa dipusatkan seluruhnya di dalam kawasan kampus (asrama) dan tetap menjaga prosedur kesehatan, insya Allah pihak Kabupaten Bogor akan senantiasa mendukung dan memberikan ijin kegiatan perkuliahan Tazkia segera dilaksanakan kembali. Hal ini kami sesuaikan dengan kebijakan terkait pemberian ijin pelaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk Pondok Pesantren dan lembaga sejenis”. Sambut Ade Yasin

Hal ini tentu menjadi kabar bahagia untuk seluruh elemen kampus Tazkia. Kedepannya hal ini akan dirapatkan kembali pada level manajemen Tazkia sampe akhirnya dikeluarkan keputusan resmi terkait dimulainya kembali jadwal perkuliahan Tazkia terutama program Hafiznomic dan Matrikulasi.

Miftahul AnwarTazkia Adakan Dialog Ringan Dengan Bupati Bogor Terkait Dunia Perkuliahan Pada Masa New Normal
read more