Aktivitas Mahasiswa

Menghadirkan Pakar Digital Marketing Kemenbekraf Menginspirasi Pebisnis Muda

No comments

Rabu, 5 Mei 2021 / 23 Ramadhan 1442 H, Kementrian Bisnis dan Ekonomi Kreatif BEM REMA IAI Tazkia mengadakan Webinar Bincang Serius Tapi Asik (BISIK).


Dengan tema “How to Thrive Your Business During Pandemic” menjadi bekal sendiri bagi mahasiswa untuk membuka wawasan potensi pengembangan bisnis di masa pandemi. Menghadirkan Mas Ivan Anwar sebagai Internet Marketer dan juga sekaligus CEO PT Nasional Yunior Sportindo Media agenda berlangsung menarik dengan sharing yang menarik dan inspiratif dari pembicara. Aditya sebagai moderator membawakan acara dengan baik serta mendorong mahasiswa untuk proaktif dan mengambil sebanyak mungkin ilmu aplikatif dari pembicara.


Agenda ditutup dengan pembagian sertifikat dan penentuan penerima dorprize bagi peserta teraktif. Agenda BISIK merupakan realisasi ide kreatif dari kemenbekraf sebagai kementerian baru di REMA 2020/2021 tahun ini, sebagai upaya pengembangan potensi bisnis mahasiswa dengan mengundang narasumber berpengalaman dengan ilmu “daging” yang sangat berguna bekal softskill dunia bisnis rill bagi mahasiswa.

Rizqi ZakiyaMenghadirkan Pakar Digital Marketing Kemenbekraf Menginspirasi Pebisnis Muda
read more

Ekonomi Islam di Indonesia

No comments

INDONESIA  merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yaitu 87,2 % dari total penduduk di Indonesia. Dengan hal ini, tidak asing lagi bagi Indonesia terhadap ekonomi Islam. Dari segi perkembangannya, ekonomi Islam di Indonesia masih jauh di bawah ekonomi konvensional. Akan tetapi, umat Islam terus berusaha dalam mengembangkan ekonomi Islam, khususnya di Indonesia.

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai ekonomi Islam, terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari berdirinya ekonomi Islam. Ekonomi dalam Islam, bersumber dari Alquran dan sunnah rasulullah. Hal ini tentu berbeda dengan ekonomi konvensional yang memiliki prinsip untuk memaksimalkan profit, sedangkan ekonomi Islam lebih mementingkan mashlahah. Dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992, praktik ekonomi Islam di Indonesia terus bertumbuh pesat. Tidak hanya di sektor perbankan, ekonomi Islam juga berkembang di berbagai sektor yang salah satunya pada asuransi syariah seperti PT Asuransi Takaful, PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, dan lain sebagainya. Selain itu, ekonomi Islam juga berkembang di sektor Pasar Modal Syariah, Pegadaian Syariah, Obligasi Syariah, Reksadana Syariah, dan lain sebagainya.

Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu faktornya yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang ekonomi Islam, hal ini sangat berpengaruh karena ekonomi konvensional dinilai memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan ekonomi Islam. Pada dasarnya, keuntungan yang diperoleh dalam ekonomi Islam sebenarnya sama saja dengan ekonomi konvensional. Hanya saja, dalam ekonomi Islam tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh Allah Swt, contohnya seperti riba. Dalam ekonomi Islam lebih mementingkan terhadap akad-akad ketika melakukan transaksinya. Meskipun sudah mengetahui ekonomi Islam secara mendalam, para nasabah banyak yang enggan berpindah ke bank syariah dengan alasan hilangnya penghasilan tetap dari bunga karena sistem bagi hasil dinilai kurang menguntungkan. Dan juga kurangnya minat masyarakat dalam memahami ilmu ekonomi Islam karena sudah terlalu nyaman dengan apa yang telah diberikan oleh ekonomi konvensional.

Permodalan juga menjadi salah satu permasalahan yang serius dalam mendirikan suatu usaha. Sebagai contoh, setiap rencana untuk mendirikan bank syariah sering tidak terwujud karena tidak adanya modal. Hal ini tidak terlepas dari kaitan dengan pihak pemilik dana. Para pemilik dana belum mempunyai keyakinan yang kuat akan keberhasilan bank syariah tersebut dan takut bahwa dana tersebut akan hilang. Ekonomi Islam juga mengalami hambatan di bidang SDM. Untuk bersaing dengan ekonomi konvensional, ekonomi Islam harus memiliki SDM yang tidak kalah dengan ekonomi konvensional.

Banyak dari SDM ekonomi syariah yang tidak benar-benar memahami ekonomi syariah karena banyaknya praktisi-praktisi ekonomi konvensional yang langsung berpindah ke ekonomi syariah, sehingga menyebabkan lemahnya pemahaman terhadap ekonomi syariah. Peran perguruan tinggi sangat penting untuk keseragaman standar ekonomi Islam. Saat ini, masih sangat terbatas perguruan tinggi yang menyediakan Jurusan Ekonomi Islam. Diperlukan SDM yang memahami dua bidang, yaitu ekonomi keuangan konvensional dan ilmu syariah. Sering dijumpai SDM yang mempelajari ekonomi Islam hanya unggul di satu bidang. Unggul pada ilmu syariah, tetapi tidak memahami ilmu ekonomi keuangan. Begitu pun sebaliknya, unggul pada ilmu ekonomi keuangan, tetapi tidak memahami ilmu syariah. Sangat sulit bagi masyarakat di pedesaan untuk mengakses bank syariah, serta sulit ditemukan ATM bank syariah di beberapa daerah. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih bank konvensional karena mudah diakses dan ada di mana saja. Memperluas jaringan kantor dan meningkatkan pelayanan akan menjadi salah satu solusi untuk membumikan ekonomi Islam pada sektor perbankan. Berbagai tantangan inilah diharapkan bisa menjadi motivasi untuk tetap memperluas ekonomi islam di Indonesia. Perlu sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat luas untuk menanamkan paham ekonomi islam. Dalam mewujudkan pemahaman yang lebih terhadap ekonomi syariah kepada masyarakat, perlu adanya iven-iven berbasis syariah yang bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat. Selain itu, diperlukan adanya tenaga pendidik sehingga bisa menciptakan SDM yang kuat pondasinya dalam memahami ekonomi Islam. Serta dibutuhkan pengelola yang benar-benar memahami prinsip-prinsip syariah dalam praktiknya dan harus mempunyai komitmen dalam penerapannya secara konsisten. Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan untuk membuat fatwa yang menjadi standar dalam menjalankan sistem ekonomi Islam.

Terdapat 138 fatwa DSN-MUI tentang ekonomi Islam yang menjadi bimbingan bagi umat.  Tetapi fatwa-fatwa ini sangat bergantung pada ekonomi klasik karena memadukan transaksi modern dengan akad-akad, sehingga fatwa hanya sebagai alat untuk membenarkan transaksi konvensional. Perlu adanya penelitian tentang perkembangan ekonomi Islam untuk menemukan kendala yang dihadapi umat Islam dalam membumikan ekonomi Islam di Indonesia, sehingga bisa menemukan solusi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Baiknya para peneliti melibatkan pakar ushul fikih dalam penelitiannya, karena ilmu ushul fikih sangat penting dalam ilmu-ilmu syariah. Melalui ilmu inilah kita dapat mengetahui maksud dalil baik dari Alquran maupun hadis, karena ilmu ushul fikih menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui hukum syariah. Pengawasan pada bank syariah sangat diperlukan agar pada praktiknya tidak hanya sebagai formalitas, tetapi benar-benar mengikuti prinsip dan sistem ekonomi Islam. Apalagi pada bank konvensional yang membuka cabang bank syariah, tidak menutup kemungkinan bahwa sistemnya juga menganut ekonomi konvensional. Bank syariah yang tidak patuh dan luput dari pengawasan akan merusak kepercayaan masyarakat pada bank syariah. Bukan hanya pengawasan, pembinaan terhadap pegawai bank syariah juga diperlukan. Sehingga ekonomi Islam hadir bukan untuk kesengsaraan umat, melainkan kesejahteraan umat.***

Nurul Azizah Surury adalah mahasiswi asal Kabupaten Siak yang kini sedang kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah  IAI Tazkia, Bogor, Jawa Barat.

Sumber: www.riaupos.jawapos.com > Opini – Ekonomi Islam di Indonesia – Nurul Azizah Surury

Link:
https://riaupos.jawapos.com/6023/opini/04/05/2021/ekonomi-islam-di-indonesia.html

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Rizqi ZakiyaEkonomi Islam di Indonesia
read more

Resmi..Institut Tazkia Luncurkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

No comments

Institut Tazkia resmi meluncurkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa pada jenjang Strata Satu (S1).

Dalam peluncuran itu juga melakukan Webbinar bersama Tokoh Ekonomi Syaffi Antonio dan Kalangan Media Massa.

Rektor Institut Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan, kehadiran Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam ini merupakan bagian Tri Darma Perguruan Tinggi sehingga bisa menambah kekayaan ilmu pengetahuan.

Banyak keuntungan saat Mahasiswa mengikuti Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam seperti bisa melakukan publikasi berbagai tata cara pola kehidupan seperti adanya standar Halal dalam berbagai produk kehidupan masyarakat.

“Dalam pengembangan keilmuan Komunikasi dan Penyiaran Islam itu bisa memberikan wawasan kepada masyarakat untuk bisa mengenal Wajah Islam yang Indah sesuai ajaran Agama, bukan Wajah Islam yang Radikal dan Teroris,” Katanya, Rabu (31/3/2021).

Dalam Komunikasi dan Penyiaran Islam Mahasiswa akan mendapatkan pengajaran dari Dosen pengajar dari berbagai Perguruan Tinggi Nasional dan Internasional sehingga bisa menambah sumber ilmu untuk kemajuan Iptek dan Ketaqwaan Bangsa Indonesia.

Miftahul AnwarResmi..Institut Tazkia Luncurkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
read more

PODCAST TAZKIA : “ANAK MUDA HARUS PAHAM, INILAH SEJARAH PERKEMBANGAN EKONOMI YANG SESUNGGUHNYA!!!”

No comments
PODCAST TAZKIA:
“ANAK MUDA HARUS PAHAM, INILAH SEJARAH PERKEMBANGAN EKONOMI YANG SESUNGGUHNYA!!!”
(Mengenal Sejarah & Tokoh Pemikiran Ekonomi Islam)
——————————-
Please Share, Like, Comment & Subscribe!
——————————-

Miftahul AnwarPODCAST TAZKIA : “ANAK MUDA HARUS PAHAM, INILAH SEJARAH PERKEMBANGAN EKONOMI YANG SESUNGGUHNYA!!!”
read more

UBAHLAH DUNIA DENGAN TULISANMU

No comments

Kembali Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah (Tadris IPS) bersama Himpunan Mahasiswa (HIMTAS) mengadakan kegiatan yang penuh inspirasi yaitu Pelatihan Menulis Cerpen Islami Pada hari Senin 15 Maret 2021 M bertepatan dengan 1 Syaban 1442 H dengan Tema Ubahlah Dunia dengan Tulisanmu.

Dalam Sambutannya KPS Pendidikan Ekonomi Syariah Asnan Purba, Lc.M.Pd.I Mengucapkan terima kasih dan Apresiasi kepada Kang Abik atas kesediaannya berbagi pengalaman dan kisah dalam menuangkan ide dan gagasan penulisan Cerpen Islami.

Dalam Penyampaian materinya Kang Abik menegaskan Semua Penulis punya karakter dan ciri khas masing-masing, dan tidak ada penulis yang hebat kalau dia tidak menulis dan menghasilkan karya.

Lalu beliau memberikan tips beberapa langkah untuk membuat cerpen islami, yaitu:

1. Pencelupan
• Yaitu bahasa Steohen J. Spignesi mencelupkan diri kedalam subjek kita, hampir pada keseluruhan poin
• Mark Twain mengatakan dapatkan fakta-fakta kemudian kita bisa mengubahnya sebanyak yang kita inginkan
• Enam pertanyaan yang ditambah satu pertanyaan. Yaitu siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana, dan yang satu lagi adalah anehkah.

2. Catatan-catatan
• Kita harus memandu diri untuk mencatat hal-hal penting dan terpenting dari data-data yang telah didapat.
• Pilihlah yang terbaik dari semua data dan informasi kasar yang telah ditemukan

3. Tinjau ulang dan Berpikir
• Merupakan langkah baik. Kita meninjau ulang bahan-bahan dan catatan-catatan yang telah dipilih dan yang tidak dipilih.
• Kita lihat kembali, pikirkan kembali dari apa yang telah kita pelajari dan amati.
• Kemudian kita pikir ulang visi asli kita untuk produk yang akan ditulis.

4. Daftar isi
• Pada tahap ini kita mengatur kekacauan. Susun kerja kita. Buat garis besar apa yang ditulis bahkan jika bisa sampai sub-sub yang paling kecil.
• Lihat dengan seksama bagian perbagian, pembukaan, tengah, akhir. Lalu buat jadwal kerjanya.

5. Bab demi Bab
• Gabungkan bahan-bahan itu sesuai garis yang telah dibuat.
• Kemudian tulislah sesuai alur yang sudah kita susun.

6. Tinjau ulang dan Perbaikan secara menyeluruh
• Teliti kembali dan tulis ulang dengan perbaikan, revisi dan pengembangan.
• Bahkan Jika perlu pemangkasan hal-hal yang dianggap mengganggu
• Lalu saatnya mengedit naskah.

Peserta sangat bersemangat dan dengan seksama mengikuti acara demi acara dalam webinar ini, hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan dan komentar yg masuk kepada moderator melalui kolom chat diantaranya: Pertanyaan Salwa tentang bagaimana cara kita konsisten/istiqomah terhadap karya yang sudah kita buat, dikarenakan terkadang pada pertengahan jalan muncul ide membuat karya baru lagi. Padahal karya yang sebelumnya belum selesai ?

Kang Abik langsung merespon yang intinya pertama kita harus Istiqomah dengan satu judul tulisan kita. Kemudian jika ada ide baru yang tiba-tiba terpikirkan, kita filter lagi apakah ide itu sesuai dengan tema tulisan atau tidak. Jika sesuai maka ide itu bisa kita masukkan ke tulisan sebagai pendorong atau pelengkap.

Diakhir Acara Moderator Novitasari menyimpulkan pentingnya keberanian dan semangat tinggi dalam menuangkan ide dan gagasan kita sebagai mahasiswa.

Tadris IPS Aktif, Kreatif dan Amanah

Miftahul AnwarUBAHLAH DUNIA DENGAN TULISANMU
read more

(Video) Podcast Tazkia TV : “Hukum Syariah VS Hukum Positif”

No comments

Podcast Tazkia TV:

“Hukum Syariah VS Hukum Positif”

[Mengenal Lebih Dekat Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Tazkia]

—————————————–
Please Like, Comment & SUbscribe!!!

Miftahul Anwar(Video) Podcast Tazkia TV : “Hukum Syariah VS Hukum Positif”
read more

PRODI TADRIS IPS ADAKAN PELATIHAN MENULIS DI MEDIA

No comments

Mengangkat Tema Berkreasi Tanpa Batas Ditengah Pandemi Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah (Tadris IPS) bersama Himtas menyelenggarakan Pelatihan Menulis Media bersama Redaktur Senior Repubkika.co.id Pada Hari Senin tanggal 08 Maret 2021 M bertepatan dengan 24 Rajab 1442 H.

Webinar ini dimaksudkan untuk mengasah lebih baik lagi kemampuan para Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Syariah dalam menulis dan mendakwahkan ekonomi syariah. Dalam Kesempatan ini Koordinator Program Studi, Asnan Purba, Lc. M.Pd.I. menegaskan pentingnya kekuatan Media dalam mengedukasi Pendidikan Ekonomi Syariah dengan redaksi yang sederhana dan menarik pembaca, sekaligus juga berterima kasih kepada Pemateri M. Nasih Nashrulloh atas kesediaannya berbagi ilmu dalam webinar ini.

Pemateri memaparkan bahwa ada empat komponen penting dalam dunia jurnalistik yaitu: informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi dan media massa. Selain itu tidak kalah penting memperhatikan kaedah jurnalistik dalam pembuatan berita diantaranya, aktualisasi, unsur 5W +1H dan informasi yang singkat, padat dan jelas.

Selain itu pemateri juga menjelaskan perbedaan prinsip antara buzzer, wartawan infotainment dengan jurnalis yg sesungguhnya, dimana mereka dibawah perlindungan UU Pers dan Asosiasi Wartawan serta bersifat netral dalam setiap pemberitaan dengan fakta dan data yang bisa dipertanggung jawabkan.

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini dilihat dari banyak sekali pertanyaan yang masuk ke panitia diantaranya dari Dewi Sartika yang menanyakan apa hal paling menyenangkan selama menjadi Seorang jurnalistik?

Pertanyaan langsung dijawab pemateri bahwa menjadi seorang jurnalistik sangatlah menarik/menyenangkan karena jurnalistik/ wartawan adalah dunia dengan penuh wawasan dan kita bisa memiliki jaringan yang kuat kepusat sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat.

Moderator Raudhotul Jannah menutup acara webinar ini dengan doa dan harapan agar setelah ini seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi syariah mulai menulis dan menuangkan idenya.

TADRIS IPS.
Aktif, Kreatif, Amanah.

Miftahul AnwarPRODI TADRIS IPS ADAKAN PELATIHAN MENULIS DI MEDIA
read more

(Video) G.U.A – Gerebek Usaha Alumni : “Gerebek Usaha coffee shop hits di Bogor”

No comments

Tazkia TV Mempersembahkan Program Baru dengan Judul:

“G.U.A (Gerebek Usaha Alumni)”

Sebuah program yang ditujukan untuk mengapresiasi seluruh mahasiswa & alumni Tazkia yang telah sukses mendirikan atau menjalankan bisnisnya masing-masing.

Selain itu program ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada seluruh penonton terutama mahasiswa Tazkia untuk berani memulai bisnisnya sendiri (menumbuhkan jiwa entrepreneur)
——————————————–
Hope You Enjoy This Video…Salam Tazkia TV!!!
——————————————–
Kritik & Saran boleh langsung tulis dikolom komentar ya!!! atau kalo kalian ada masukan usaha atau bisnis apalagi yang harus digerebek Tazkia TV, tulis d kolom komentar juga ya!!!
___________________________
Please Follow & Subscribe:
YouTube : https://www.youtube.com/channel/UCgYgEX95uEHoljswnmiDvYA

Official Website: https://tazkia.ac.id/
Instagram: https://www.instagram.com/tazkiaofficial/
Facebook : https://www.facebook.com/institut.tazkia

Miftahul Anwar(Video) G.U.A – Gerebek Usaha Alumni : “Gerebek Usaha coffee shop hits di Bogor”
read more

Interactive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia

No comments

Thanks Progres Tazkia for a very interactive session on Sandwich Generation and Islamic Economics.

We will do more sessions in the future ان شاء الله.

Nuhun Kang May for the joining us and for the gifts.

@eoagold.official @tazkiaofficial @progrestazkia #murniatimukhlisin #instituttazkia #progrestazkia

Miftahul AnwarInteractive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia
read more

Pelatihan Media Sosial Pendidikan Ekonomi Syariah Dan Himtas

No comments

Program studi Tadris IPS Pendidikan ekonomi syariah bekerjasama dengan Himpunan Mhasiswa Tadris IPS (HIMTAS) IAI Tazkia mengadakan pelatihan media sosial pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2021 M yang bertepatan dengan tanggal 13 Rajab 1442 H secara daring melalui aplikasi zoom pada pukul 20.00 WIB bertemakan mengasah kompetensi, mengukir prestasi dan mengokohkan jati diri pelatihan ini diadakan guna memberikan bekal kepada para mahasiswa/i Tadris IPS dalam bermedia sosial di era 4.0, acara yang dihadiri oleh mahasiswa serta stakeholder Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah ini dibuka oleh Koordinator Program Studi Tadris IPS IAI Tazkia ustadz Asnan Purba.,Lc., M.Pd.I. Beliau menerangkan bahwa kita di Prodi Tadris IPS sebagai guru harus bisa menjadi guru yang milenial dan juga diharapkan setelah acara ini mahasiswa bisa menggunakan media sosialnya untuk berdakwah dan mempromosikan prodinya.

Selanjutnya acara diserahkan ke moderator yang merupakan mahasiswa angkatan 2018 Prodi Tadris Ananda Sahdan Rabbo yang memandu acara yang diisi oleh founder Tazkia TV dan juga pengelola media sosial Institut Agama Islam Tazkia Kang Miftahul anwar S.E.I, dalam materinya kang anwar menjelaskan bahwa memasuki bonus demografi mahasiswa harus melek media sosial dan jika ingin menjadi konten kreator yang handal harus membuat konten yang sesuai passion serta menjadi diri sendiri ketika membuat konten. Selain itu Seorang konten kreator harus konsisten dan selalu mengupdate informasi pengetahuan yang dimiliki.

Dalam kesempatan ini juga, Prodi Tadris IPS memberikan Apresiasi kepada Mahasiswa berprestasi dengan Indeks Prestasi Semester (IPS) tertinggi pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 yang diraih oleh Ananda salwa mahasiswi angakatan 2019 dengan nilai IPS 3.90. Sebelumnya juga telah diberikan Apresiasi kepada IPS tertinggi Semester Ganjil 2019/2020 Ananda Gunawan angkatan 2018 dengan nilai IPS 3,80 dan pada Semester Genap 2019-2020 diraih oleh Ananda Ayu Astiani angkatan 18 dengan nilai IPS 3,84. Mereka yang berprestasi setiap semesternya mendapatkan apresiasi dari prodi berupa Sertifikat dan Buku.

Prodi Tadris akan selalu memberikan apresiasi untuk mahasiswa yang berprestasi di Prodi Tadris IPS tiap tahunnya sesuai dengan Motto prodi tadris Aktif Kreatif Amanah.

Miftahul AnwarPelatihan Media Sosial Pendidikan Ekonomi Syariah Dan Himtas
read more