Progres Sharia Economics Event 2021 : Wadah Pemuda Muslim Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

No comments

 

Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Progres mengadakan kegiatan Progres Sharia Economics Event 2021 sebagai event nasional yang diselenggarakan pada hari Rabu, 16 Juni 2021 sebagai Webinar Grand Opening,  dan berakhir pada hari Rabu, 23 Juni 2021 sebagai Grand Closing, pengumuman pemenang, serta webinar bersakala nasional. Acara tersebut berlangsung secara daring dengan mengusung tema “Optimizing The Role of Muslim Youth In Developing Sharia Creative Economy for The Post Pandemic Economic Recovery”. Tak hanya itu, rangkaian acara juga dilengkapi dengan diselenggarakannya 2 kategori lomba, yakni lomba olimpiade ekonomi islam serta lomba kepenulisan esai.

Antusiasme dalam acara ini sangat terasa walaupun dilakukan secara daring, bahkan sejak awal Grand Opening hingga berakhirnya acara yakni Grand Closing. Agenda webinar Grand Opening menghadirkan 2 pembicara dari sisi akademisi dan praktisi, yakni Bapak Bazari Azhar Azizi, S.E.I, M.Sc selaku principal analyst di KNEKS dan alumni KSEI Progres, serta Bapak Fahmi Hendrawan, S.KPM, MBA selaku Founder dan CEO dari Fatih Indonesia.

Webinar grand opening PRESENT 2021 mengusung tema “Ekonomi Kreatif sebagai Wadah Karya Generasi Pemuda Muslim”. Selaku pemateri dari bidang akademisi, Bapak Bazari Azhar Azizi memaparkan bahasan mengenai kebijakan ekonomi dan keuangan Syariah serta industri kreatif di Indonesia. Perkembangan ekonomi Syariah serta industri halal global dengan cakupan sektor makanan halal, modest fashion, media & kreasi, moslem friendly travel, serta farmasi dan kosmetik memacu pemerintah untuk menentukan kebijakan ekonomi melalui penguatan kegiatan usaha Syariah. Hal ini juga didukung dengan hadirnya industri kreatif  yang ditopang oleh keuangan Syariah seperti perbankan Syariah, multifinance Syariah, dan pasar modal Syariah. Selain itu, selaku praktisi bisnis, Bapak Fahmi Hendrawan membagikan sedikit kisah perjalanan beliau dalam membangun Fatih Indonesia. Faith Indonesia merupakan sebuah bisnis yang bergerak di bidang fashion muslim dengan mengkreasikan motif batik sebagai motif utamanya. Bisnis ini juga memberikan pengaruh terhadap sosial seperti menggunakan batik lokal dari Garut, merekrut beberapa anak yatim piatu sebagai pegawai, serta membuka workshop production yang mempekerjakan lebih dari 6 orang di Garut. Beliau juga membagikan tips menjadi seorang entrepereneur, seperti atur tujuan bisnis, fokus terhadap apa yang ingin dikembangkan, serta pertimbangkan segala resiko. Oleh karena itu, perjalanan bisnis yang Bapak Fahmi Hendrawan sampaikan dapat mendorong para pemuda dalam mendukung ekonomi kreatif melalui peran sebagai entrepreneur.

Pelaksanaan lomba baik itu olimpiade maupun esai diadakan dari tanggal 7 Juni 2021 sebagai pendaftaran awal hingga tanggal 19 Juni sebagai penutupan pendaftaran. Sebanyak 18 tim dari seluruh SMA di Indonesia mendaftar sebagai peserta olimpiade yang kemudian melalui proses seleksi dan hanya 10 tim yang lolos ke semifinal. Sedangkan untuk lomba esai, sebanyak 14 peserta mengirimkan karyanya namun hanya 6 peserta yang masuk ke babak final. Setelah melalui tahap semifinal, hanya 5 tim olimpiade yang terpilih menuju babak final dan dari masing-masing kategori lomba akan dipilih 3 pemenang yang diumumkan pada acara Webinar sekaligus Grand Closing PRESENT 2021

 

 

Pada akhir kegiatan atau webinar Nasional sekaligus Grand Closing yang bertemakan “Kontribusi Pemuda dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Syariah dan Pariwisata Halal Indonesia” dihadiri oleh lebih dari 200 orang partisipan dengan dua narasumber. Narasumber pertama yaitu Bapak Dr. Indra, M. Si, seorang akademisi yang juga merupakan Direktur Pusat Studi Halal IAI Tazkia menyampaikan sejak satu dekade terakhir, Indonesia telah memasuki era bonus demografi, dimana kondisi ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga 1-2 dekade ke depan. Bonus demografi berperan penting dan strategis dalam percepatan pembangunan Nasional dengan catatan perlu diimbangi peningkatan kualitas SDM yang memadai. Oleh karena itu, menjadikan bonus demografi benar-benar memiliki peran nyata untuk pembangunan Nasioanal adalah tantangan untuk kita sebagai pemuda. Pemuda memiliki peluang besar dalam proses pembangunan ekonomi nasional, melalui ekonomi/industri kreatif. Dengan adanya kekuatan (strength) yang dimiliki oleh para pemuda menjadikan terbukanya peluang (opportunity) yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru. Dalam upaya mewujudkan seluruh potensi tersebut, pemuda tentunya harus mampu berpikir kreatif serta mampu merefleksikannya dan merealisasikan kreativitasnya dalam pengembangan usaha-usaha (bisnis) baru terutama disektor ekonomi kreatif. Sementara narasumber kedua, yakni Bapak Taufan Rahmadi, seorang praktisi dan konseptor strategi kreatif yang juga dikenal sebagai penulis buku Protokol Destinasi ini mengemukakan bahwa Halal tourism adalah berbicara tentang melayani, halal tourism adalah berbicara tentang lifestyle, Keislaman dalam pariwisata adalah bagaimana memberikan yang terbaik bagi tamunya, memuliakan yang datang, tanpa harus menggadaikan agama kita. Beliau adalah salah satu contoh pemuda yang luar biasa. Berkat tangan dingin dan tangan kreatifnya di dalam mengkonsepkan pariwisata di NTB, Lombok meraih penghargaan prestisius dunia, World Best Halal Tourism Destination yang sekaligus membawa pariwisata lombok mendunia melesat menjadi destinasi pariwisata andalan Indonesia.

Penyusun Press Release,

 

Nisrina Zalfa Salsabil

Siti Khofifah

Anggota KSEI Progres serta Panitia PRESENT 2021

melvinaProgres Sharia Economics Event 2021 : Wadah Pemuda Muslim Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif
read more

Institut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau

No comments

Demi mewujudkan visi “Menghalalkan Indonesia”, Pusat Studi Halal LPPM Tazkia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak melaksanakan pelatihan sertifikasi halal kepada seratus UMKM yang memiliki beragam jenis usaha. Mulai dari restoran, katering, cemilan khas Riau, kue-kue, bahkan depot air. Acara tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 27 Mei 2021 di Balairung Datuk Empat Suku, Perumahan Komplek Abdi Praja, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Acara tersebut berlangsung secara meriah dan penuh antusias selama lima jam, mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Siak, Drs. H. Alfedri, M.Si. untuk memberikan sambutan pada acara tersebut, H. Luqman S.Sos, M.Pd selaku kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Siak, serta kepala dinas lainnya, baik dari dinas kesehatan, dinas koperasi dan umkm, kepala kantor kementerian agama Republik Indonesia, kepada bagian adm kesejahteraan masyarakat, hingga kepala Baznaz Kabupaten Siak. Dilengkapi oleh pemateri ahli, Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP yang telah tersertifikasi resmi oleh LSP-MUI sebagai penyelia halal serta perwakilan dari Pusat Studi Halal Tazkia, M. Yusuf Ibrahim, S.E.

Output dari acara tersebut adalah pengetahuan singkat para umkm mengenai sertifikasi halal, urgensinya, proses, dan sistem jaminan halal. Pelatihan yang singkat itu menyebabkan para UMKM semakin berminat untuk melakukan sertifikasi halal serta meminta pelatihan tambahan. Namun karena agenda tersebut berlangsung cukup singkat, maka materi yang disampaikan hanya sebagai pengenalan awal mengenai sertifikasi halal. Selain penyampaian materi mengenai sertifikasi halal, para pemateri pun memberikan simulasi pelatihan mengenai cara membuat nomor induk berusaha (NIB), nomor pokok wajib pajak (NPWP) pribadi, dan tata cara membuat akun SiHalal untuk pengajuan halal. Hal tersebut merupakan prasyarat wajib yang harus diketahui oleh para UMKM dalam mengajukan sertifikasi halal.

Testimoni dari para peserta pelatihan yang terdiri dari para pemilik UMKM di sekitar Siak, bahwa mereka merasa pelatihan ini masih belum cukup. Bahkan meminta adalah pelatihan tambahan secara menyeluruh dan bukan hanya pengenalan. Meskipun harus dilaksanakan selama tujuh atau sepuluh hari berturut-turut. Bahkan beberapa diantara mereka meminta untuk segera ada pendampingan khusus untuk sertifikasi halal bagi mereka dari Pusat Studi Halal Tazkia. Hal ini menunjukkan tingkat antusiasme para peserta yang cukup tinggi. Sebagai bentuk lanjutan dari pelatihan tersebut, pihak dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Siak membuat forum diskusi online via Whatsapp yang melibatkan Pusat Studi Halal Tazkia dan para UMKM yang telah menerima pelatihan awal tersebut.

Penyusun Press Release,

Muhammad Yusuf Ibrahim

Staf Pusat Studi Halal Tazkia

@halalcenter_tazkia

hsc.tazkia@gmail.com

(+62)888-9049-997

Miftahul AnwarInstitut Agama Islam Tazkia Bogor Melatih Seratus UMKM di Kabupaten Siak, Provinsi Riau
read more

Menghadirkan Pakar Digital Marketing Kemenbekraf Menginspirasi Pebisnis Muda

No comments

Rabu, 5 Mei 2021 / 23 Ramadhan 1442 H, Kementrian Bisnis dan Ekonomi Kreatif BEM REMA IAI Tazkia mengadakan Webinar Bincang Serius Tapi Asik (BISIK).


Dengan tema “How to Thrive Your Business During Pandemic” menjadi bekal sendiri bagi mahasiswa untuk membuka wawasan potensi pengembangan bisnis di masa pandemi. Menghadirkan Mas Ivan Anwar sebagai Internet Marketer dan juga sekaligus CEO PT Nasional Yunior Sportindo Media agenda berlangsung menarik dengan sharing yang menarik dan inspiratif dari pembicara. Aditya sebagai moderator membawakan acara dengan baik serta mendorong mahasiswa untuk proaktif dan mengambil sebanyak mungkin ilmu aplikatif dari pembicara.


Agenda ditutup dengan pembagian sertifikat dan penentuan penerima dorprize bagi peserta teraktif. Agenda BISIK merupakan realisasi ide kreatif dari kemenbekraf sebagai kementerian baru di REMA 2020/2021 tahun ini, sebagai upaya pengembangan potensi bisnis mahasiswa dengan mengundang narasumber berpengalaman dengan ilmu “daging” yang sangat berguna bekal softskill dunia bisnis rill bagi mahasiswa.

Rizqi ZakiyaMenghadirkan Pakar Digital Marketing Kemenbekraf Menginspirasi Pebisnis Muda
read more

Ekonomi Islam di Indonesia

No comments

INDONESIA  merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yaitu 87,2 % dari total penduduk di Indonesia. Dengan hal ini, tidak asing lagi bagi Indonesia terhadap ekonomi Islam. Dari segi perkembangannya, ekonomi Islam di Indonesia masih jauh di bawah ekonomi konvensional. Akan tetapi, umat Islam terus berusaha dalam mengembangkan ekonomi Islam, khususnya di Indonesia.

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai ekonomi Islam, terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari berdirinya ekonomi Islam. Ekonomi dalam Islam, bersumber dari Alquran dan sunnah rasulullah. Hal ini tentu berbeda dengan ekonomi konvensional yang memiliki prinsip untuk memaksimalkan profit, sedangkan ekonomi Islam lebih mementingkan mashlahah. Dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992, praktik ekonomi Islam di Indonesia terus bertumbuh pesat. Tidak hanya di sektor perbankan, ekonomi Islam juga berkembang di berbagai sektor yang salah satunya pada asuransi syariah seperti PT Asuransi Takaful, PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, dan lain sebagainya. Selain itu, ekonomi Islam juga berkembang di sektor Pasar Modal Syariah, Pegadaian Syariah, Obligasi Syariah, Reksadana Syariah, dan lain sebagainya.

Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu faktornya yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang ekonomi Islam, hal ini sangat berpengaruh karena ekonomi konvensional dinilai memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan ekonomi Islam. Pada dasarnya, keuntungan yang diperoleh dalam ekonomi Islam sebenarnya sama saja dengan ekonomi konvensional. Hanya saja, dalam ekonomi Islam tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh Allah Swt, contohnya seperti riba. Dalam ekonomi Islam lebih mementingkan terhadap akad-akad ketika melakukan transaksinya. Meskipun sudah mengetahui ekonomi Islam secara mendalam, para nasabah banyak yang enggan berpindah ke bank syariah dengan alasan hilangnya penghasilan tetap dari bunga karena sistem bagi hasil dinilai kurang menguntungkan. Dan juga kurangnya minat masyarakat dalam memahami ilmu ekonomi Islam karena sudah terlalu nyaman dengan apa yang telah diberikan oleh ekonomi konvensional.

Permodalan juga menjadi salah satu permasalahan yang serius dalam mendirikan suatu usaha. Sebagai contoh, setiap rencana untuk mendirikan bank syariah sering tidak terwujud karena tidak adanya modal. Hal ini tidak terlepas dari kaitan dengan pihak pemilik dana. Para pemilik dana belum mempunyai keyakinan yang kuat akan keberhasilan bank syariah tersebut dan takut bahwa dana tersebut akan hilang. Ekonomi Islam juga mengalami hambatan di bidang SDM. Untuk bersaing dengan ekonomi konvensional, ekonomi Islam harus memiliki SDM yang tidak kalah dengan ekonomi konvensional.

Banyak dari SDM ekonomi syariah yang tidak benar-benar memahami ekonomi syariah karena banyaknya praktisi-praktisi ekonomi konvensional yang langsung berpindah ke ekonomi syariah, sehingga menyebabkan lemahnya pemahaman terhadap ekonomi syariah. Peran perguruan tinggi sangat penting untuk keseragaman standar ekonomi Islam. Saat ini, masih sangat terbatas perguruan tinggi yang menyediakan Jurusan Ekonomi Islam. Diperlukan SDM yang memahami dua bidang, yaitu ekonomi keuangan konvensional dan ilmu syariah. Sering dijumpai SDM yang mempelajari ekonomi Islam hanya unggul di satu bidang. Unggul pada ilmu syariah, tetapi tidak memahami ilmu ekonomi keuangan. Begitu pun sebaliknya, unggul pada ilmu ekonomi keuangan, tetapi tidak memahami ilmu syariah. Sangat sulit bagi masyarakat di pedesaan untuk mengakses bank syariah, serta sulit ditemukan ATM bank syariah di beberapa daerah. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih bank konvensional karena mudah diakses dan ada di mana saja. Memperluas jaringan kantor dan meningkatkan pelayanan akan menjadi salah satu solusi untuk membumikan ekonomi Islam pada sektor perbankan. Berbagai tantangan inilah diharapkan bisa menjadi motivasi untuk tetap memperluas ekonomi islam di Indonesia. Perlu sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat luas untuk menanamkan paham ekonomi islam. Dalam mewujudkan pemahaman yang lebih terhadap ekonomi syariah kepada masyarakat, perlu adanya iven-iven berbasis syariah yang bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat. Selain itu, diperlukan adanya tenaga pendidik sehingga bisa menciptakan SDM yang kuat pondasinya dalam memahami ekonomi Islam. Serta dibutuhkan pengelola yang benar-benar memahami prinsip-prinsip syariah dalam praktiknya dan harus mempunyai komitmen dalam penerapannya secara konsisten. Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan untuk membuat fatwa yang menjadi standar dalam menjalankan sistem ekonomi Islam.

Terdapat 138 fatwa DSN-MUI tentang ekonomi Islam yang menjadi bimbingan bagi umat.  Tetapi fatwa-fatwa ini sangat bergantung pada ekonomi klasik karena memadukan transaksi modern dengan akad-akad, sehingga fatwa hanya sebagai alat untuk membenarkan transaksi konvensional. Perlu adanya penelitian tentang perkembangan ekonomi Islam untuk menemukan kendala yang dihadapi umat Islam dalam membumikan ekonomi Islam di Indonesia, sehingga bisa menemukan solusi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Baiknya para peneliti melibatkan pakar ushul fikih dalam penelitiannya, karena ilmu ushul fikih sangat penting dalam ilmu-ilmu syariah. Melalui ilmu inilah kita dapat mengetahui maksud dalil baik dari Alquran maupun hadis, karena ilmu ushul fikih menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui hukum syariah. Pengawasan pada bank syariah sangat diperlukan agar pada praktiknya tidak hanya sebagai formalitas, tetapi benar-benar mengikuti prinsip dan sistem ekonomi Islam. Apalagi pada bank konvensional yang membuka cabang bank syariah, tidak menutup kemungkinan bahwa sistemnya juga menganut ekonomi konvensional. Bank syariah yang tidak patuh dan luput dari pengawasan akan merusak kepercayaan masyarakat pada bank syariah. Bukan hanya pengawasan, pembinaan terhadap pegawai bank syariah juga diperlukan. Sehingga ekonomi Islam hadir bukan untuk kesengsaraan umat, melainkan kesejahteraan umat.***

Nurul Azizah Surury adalah mahasiswi asal Kabupaten Siak yang kini sedang kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah  IAI Tazkia, Bogor, Jawa Barat.

Sumber: www.riaupos.jawapos.com > Opini – Ekonomi Islam di Indonesia – Nurul Azizah Surury

Link:
https://riaupos.jawapos.com/6023/opini/04/05/2021/ekonomi-islam-di-indonesia.html

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Rizqi ZakiyaEkonomi Islam di Indonesia
read more

Resmi..Institut Tazkia Luncurkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

No comments

Institut Tazkia resmi meluncurkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa pada jenjang Strata Satu (S1).

Dalam peluncuran itu juga melakukan Webbinar bersama Tokoh Ekonomi Syaffi Antonio dan Kalangan Media Massa.

Rektor Institut Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan, kehadiran Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam ini merupakan bagian Tri Darma Perguruan Tinggi sehingga bisa menambah kekayaan ilmu pengetahuan.

Banyak keuntungan saat Mahasiswa mengikuti Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam seperti bisa melakukan publikasi berbagai tata cara pola kehidupan seperti adanya standar Halal dalam berbagai produk kehidupan masyarakat.

“Dalam pengembangan keilmuan Komunikasi dan Penyiaran Islam itu bisa memberikan wawasan kepada masyarakat untuk bisa mengenal Wajah Islam yang Indah sesuai ajaran Agama, bukan Wajah Islam yang Radikal dan Teroris,” Katanya, Rabu (31/3/2021).

Dalam Komunikasi dan Penyiaran Islam Mahasiswa akan mendapatkan pengajaran dari Dosen pengajar dari berbagai Perguruan Tinggi Nasional dan Internasional sehingga bisa menambah sumber ilmu untuk kemajuan Iptek dan Ketaqwaan Bangsa Indonesia.

Miftahul AnwarResmi..Institut Tazkia Luncurkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
read more

PODCAST TAZKIA : “ANAK MUDA HARUS PAHAM, INILAH SEJARAH PERKEMBANGAN EKONOMI YANG SESUNGGUHNYA!!!”

No comments
PODCAST TAZKIA:
“ANAK MUDA HARUS PAHAM, INILAH SEJARAH PERKEMBANGAN EKONOMI YANG SESUNGGUHNYA!!!”
(Mengenal Sejarah & Tokoh Pemikiran Ekonomi Islam)
——————————-
Please Share, Like, Comment & Subscribe!
——————————-

Miftahul AnwarPODCAST TAZKIA : “ANAK MUDA HARUS PAHAM, INILAH SEJARAH PERKEMBANGAN EKONOMI YANG SESUNGGUHNYA!!!”
read more

UBAHLAH DUNIA DENGAN TULISANMU

No comments

Kembali Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah (Tadris IPS) bersama Himpunan Mahasiswa (HIMTAS) mengadakan kegiatan yang penuh inspirasi yaitu Pelatihan Menulis Cerpen Islami Pada hari Senin 15 Maret 2021 M bertepatan dengan 1 Syaban 1442 H dengan Tema Ubahlah Dunia dengan Tulisanmu.

Dalam Sambutannya KPS Pendidikan Ekonomi Syariah Asnan Purba, Lc.M.Pd.I Mengucapkan terima kasih dan Apresiasi kepada Kang Abik atas kesediaannya berbagi pengalaman dan kisah dalam menuangkan ide dan gagasan penulisan Cerpen Islami.

Dalam Penyampaian materinya Kang Abik menegaskan Semua Penulis punya karakter dan ciri khas masing-masing, dan tidak ada penulis yang hebat kalau dia tidak menulis dan menghasilkan karya.

Lalu beliau memberikan tips beberapa langkah untuk membuat cerpen islami, yaitu:

1. Pencelupan
• Yaitu bahasa Steohen J. Spignesi mencelupkan diri kedalam subjek kita, hampir pada keseluruhan poin
• Mark Twain mengatakan dapatkan fakta-fakta kemudian kita bisa mengubahnya sebanyak yang kita inginkan
• Enam pertanyaan yang ditambah satu pertanyaan. Yaitu siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana, dan yang satu lagi adalah anehkah.

2. Catatan-catatan
• Kita harus memandu diri untuk mencatat hal-hal penting dan terpenting dari data-data yang telah didapat.
• Pilihlah yang terbaik dari semua data dan informasi kasar yang telah ditemukan

3. Tinjau ulang dan Berpikir
• Merupakan langkah baik. Kita meninjau ulang bahan-bahan dan catatan-catatan yang telah dipilih dan yang tidak dipilih.
• Kita lihat kembali, pikirkan kembali dari apa yang telah kita pelajari dan amati.
• Kemudian kita pikir ulang visi asli kita untuk produk yang akan ditulis.

4. Daftar isi
• Pada tahap ini kita mengatur kekacauan. Susun kerja kita. Buat garis besar apa yang ditulis bahkan jika bisa sampai sub-sub yang paling kecil.
• Lihat dengan seksama bagian perbagian, pembukaan, tengah, akhir. Lalu buat jadwal kerjanya.

5. Bab demi Bab
• Gabungkan bahan-bahan itu sesuai garis yang telah dibuat.
• Kemudian tulislah sesuai alur yang sudah kita susun.

6. Tinjau ulang dan Perbaikan secara menyeluruh
• Teliti kembali dan tulis ulang dengan perbaikan, revisi dan pengembangan.
• Bahkan Jika perlu pemangkasan hal-hal yang dianggap mengganggu
• Lalu saatnya mengedit naskah.

Peserta sangat bersemangat dan dengan seksama mengikuti acara demi acara dalam webinar ini, hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan dan komentar yg masuk kepada moderator melalui kolom chat diantaranya: Pertanyaan Salwa tentang bagaimana cara kita konsisten/istiqomah terhadap karya yang sudah kita buat, dikarenakan terkadang pada pertengahan jalan muncul ide membuat karya baru lagi. Padahal karya yang sebelumnya belum selesai ?

Kang Abik langsung merespon yang intinya pertama kita harus Istiqomah dengan satu judul tulisan kita. Kemudian jika ada ide baru yang tiba-tiba terpikirkan, kita filter lagi apakah ide itu sesuai dengan tema tulisan atau tidak. Jika sesuai maka ide itu bisa kita masukkan ke tulisan sebagai pendorong atau pelengkap.

Diakhir Acara Moderator Novitasari menyimpulkan pentingnya keberanian dan semangat tinggi dalam menuangkan ide dan gagasan kita sebagai mahasiswa.

Tadris IPS Aktif, Kreatif dan Amanah

Miftahul AnwarUBAHLAH DUNIA DENGAN TULISANMU
read more

(Video) Podcast Tazkia TV : “Hukum Syariah VS Hukum Positif”

No comments

Podcast Tazkia TV:

“Hukum Syariah VS Hukum Positif”

[Mengenal Lebih Dekat Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Tazkia]

—————————————–
Please Like, Comment & SUbscribe!!!

Miftahul Anwar(Video) Podcast Tazkia TV : “Hukum Syariah VS Hukum Positif”
read more

PRODI TADRIS IPS ADAKAN PELATIHAN MENULIS DI MEDIA

No comments

Mengangkat Tema Berkreasi Tanpa Batas Ditengah Pandemi Prodi Pendidikan Ekonomi Syariah (Tadris IPS) bersama Himtas menyelenggarakan Pelatihan Menulis Media bersama Redaktur Senior Repubkika.co.id Pada Hari Senin tanggal 08 Maret 2021 M bertepatan dengan 24 Rajab 1442 H.

Webinar ini dimaksudkan untuk mengasah lebih baik lagi kemampuan para Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Syariah dalam menulis dan mendakwahkan ekonomi syariah. Dalam Kesempatan ini Koordinator Program Studi, Asnan Purba, Lc. M.Pd.I. menegaskan pentingnya kekuatan Media dalam mengedukasi Pendidikan Ekonomi Syariah dengan redaksi yang sederhana dan menarik pembaca, sekaligus juga berterima kasih kepada Pemateri M. Nasih Nashrulloh atas kesediaannya berbagi ilmu dalam webinar ini.

Pemateri memaparkan bahwa ada empat komponen penting dalam dunia jurnalistik yaitu: informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi dan media massa. Selain itu tidak kalah penting memperhatikan kaedah jurnalistik dalam pembuatan berita diantaranya, aktualisasi, unsur 5W +1H dan informasi yang singkat, padat dan jelas.

Selain itu pemateri juga menjelaskan perbedaan prinsip antara buzzer, wartawan infotainment dengan jurnalis yg sesungguhnya, dimana mereka dibawah perlindungan UU Pers dan Asosiasi Wartawan serta bersifat netral dalam setiap pemberitaan dengan fakta dan data yang bisa dipertanggung jawabkan.

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini dilihat dari banyak sekali pertanyaan yang masuk ke panitia diantaranya dari Dewi Sartika yang menanyakan apa hal paling menyenangkan selama menjadi Seorang jurnalistik?

Pertanyaan langsung dijawab pemateri bahwa menjadi seorang jurnalistik sangatlah menarik/menyenangkan karena jurnalistik/ wartawan adalah dunia dengan penuh wawasan dan kita bisa memiliki jaringan yang kuat kepusat sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat.

Moderator Raudhotul Jannah menutup acara webinar ini dengan doa dan harapan agar setelah ini seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi syariah mulai menulis dan menuangkan idenya.

TADRIS IPS.
Aktif, Kreatif, Amanah.

Miftahul AnwarPRODI TADRIS IPS ADAKAN PELATIHAN MENULIS DI MEDIA
read more

(Video) G.U.A – Gerebek Usaha Alumni : “Gerebek Usaha coffee shop hits di Bogor”

No comments

Tazkia TV Mempersembahkan Program Baru dengan Judul:

“G.U.A (Gerebek Usaha Alumni)”

Sebuah program yang ditujukan untuk mengapresiasi seluruh mahasiswa & alumni Tazkia yang telah sukses mendirikan atau menjalankan bisnisnya masing-masing.

Selain itu program ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada seluruh penonton terutama mahasiswa Tazkia untuk berani memulai bisnisnya sendiri (menumbuhkan jiwa entrepreneur)
——————————————–
Hope You Enjoy This Video…Salam Tazkia TV!!!
——————————————–
Kritik & Saran boleh langsung tulis dikolom komentar ya!!! atau kalo kalian ada masukan usaha atau bisnis apalagi yang harus digerebek Tazkia TV, tulis d kolom komentar juga ya!!!
___________________________
Please Follow & Subscribe:
YouTube : https://www.youtube.com/channel/UCgYgEX95uEHoljswnmiDvYA

Official Website: https://tazkia.ac.id/
Instagram: https://www.instagram.com/tazkiaofficial/
Facebook : https://www.facebook.com/institut.tazkia

Miftahul Anwar(Video) G.U.A – Gerebek Usaha Alumni : “Gerebek Usaha coffee shop hits di Bogor”
read more