Aktivitas Mahasiswa

STEI Tazkia Adakan Workshop Modul Pembelajaran Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat

No comments

Bogor, 09 Desember 2017.

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu dari Tri Dharma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan khususnya oleh para dosen. Kegiatan ini adalah bentuk implementasi ilmu dan kontribusi nyata dari insan akademisi kepada masyarakat.
Urgensi Pengabdian kepada Masyarakat sangat diperhatikan oleh dosen-dosen di STEI Tazkia. Salah satunya adalah kegiatan yang dilaksanakan belum lama ini di At Taufiq Islamic School Bogor.

Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI selaku dosen STEI Tazkia menjadi narasumber utama dalam pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran pada Sekolah Islam At Taufiq Bogor.
Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 09 Desember 2017 ini dihadiri oleh kurang lebih 50 orang guru yang telah diseleksi untuk mengikuti workshop ini.

Workshop yang berlangsung sejak pukuli 08.00 dan berakhir 15.00 berjalan dengan lancar dan antusias peserta yang tinggi.
Dr. Misno memberikan tiga sesi training; Sesi pertama berisi motivasi menulis dengan tema utama Spiritual Writing,  Sessi kedua adalah Transformasi Silabus menjadi modul pembelajaran dan sessi terakhir adalah praktik membuat modul dengan Bimbingan langsung dari Ketua Prodi Hukum Bisnis STEI Tazkia ini.

Out put dari workshop ini adalah dihasilkannya modul pembelajaran bagi siswa siswi pada tingkat SD, SMP dan SMA. Kekhasan dari modul yang dihasilkan adalah memiliki karakter khas yabg sesuai dengan nilai nilai Islam. Tentu saja iSTEIa selaras dengan Tazkia Values yaitu Tauhid, Amanah, Zero Deffect dan Quality Oriented, Knowledge and Competent, Inovativ dan Istiqamah serta Achievment Through Teamwork.

“Training ini sangat menggugah saya untuk semakin bersemangat dalam menulis” ungkap Pak Makmun, Lc, M.Pd. sebagai peserta workshop yang menjadi guru di sekolah ini.
Karena kegiatan ini adalah bentuk dari pengabdian masyarakat oleh dosen maka tidak hanya berhenti sampai di sini, ia akan terus berpanjut hingga modul tersebut siap dicetak.

“Target kami tiga bulan dengan bimbingan dari Dr. Abdurrahman mudah mudahan modul kami sudah siap cetak dan digunakan oleh siswa” demikian ungkap Bapak Sholihin selaky bidang kurikullum dan panitia workshop.

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Adakan Workshop Modul Pembelajaran Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat
read more

International Conference on Islamic Economics, Finance, and Accounting (ICIEFA)

1 comment

Istilah Sustainable Development Goals (SDGs) semakin bergema. Ia menggantikan agenda Millennium Development Goals (MDGs). Pembangunan berkelanjutan muncul sebagai isu global yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat dan tentunya bagi seluruh warga negara dan dunia. Pembangunan yang tidak hanya ditujukan untuk kesejahteraan generasi saat ini, tapi juga memperhatikan kemaslahatan generasi yang akan datang. Lingkupnya tidak terbatas pada aspek ekonomi saja, tetapi mencakup aspek sosial dan lingkungan.

Semangat SDGs sangat bersinggungan dengan konsep Islam sebagai agama Rahmatanlil ‘alamin. Perhatian ekonomi Islam terhadap pembangunan berkelanjutan tidak perlu diragukan. Kewajiban berzakat menunjukkan adanya bentuk kepedulian ekonomi Islam terhadap kondisi perekonomian orang lain. Perintah Rasulullah untuk menanam bibit tanaman meskipun esok hari pembalasan tiba, menunjukkan adanya kepedulian Islam terhadap nasib generasi yang akan datang.

Atas dasar ini, STEI Tazkia bekerjasama dengan Universitas Ibnu Khaldun mengadakan sebuah konferensi internasional yang bertajuk, “Kontribusi Ekonomi, Keuangan dan Akuntansi Islam terhadap Pembangunan Berkelanjutan” (International Conference on Islamic Economics, Finance and Accounting (ICIEFA)) pada tanggal 6-7 Desember 2017 M / 17 Rabiul Awwal 1439 H di kampus STEI Tazkia, Sentul-Bogor.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Dr. M. Syafi’i Antonio, M.Ec, selaku CEO Tazkia Group dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, sebagai Rektor STEI Tazkia. Kemudian, acara dilanjutkan dengan agenda seminar oleh para tokoh Ekonomi Islam ternama, seperti Dr. Halim Alamsyah (Commissioner of Indonesia Deposit Insurance/LPS), Prof. Khaled Hussainey (Associate Editor, Jurnal of Applied Accounting, Auditing, and Performance Evaluation), dan Prof. Toseef Azid (Qassim University, Saudia Arabia) . kemudian, agenda dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian oleh para peserta.

Prof. Khaled sedang menyampaikan materinya tentang bagaimana cara tembus Jurnal Internasional

Prof. Khaled sedang menyampaikan materinya tentang bagaimana cara tembus Jurnal Internasional

Konferensi ini mengundang para peneliti, pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk menyampaikan gagasan dan hasil penelitiannya. Tercatat bahwa lebih kurang terdapat 100 laporan penelitian yang masukpa dalaman registrasi web resmi ICIEFA (iciefa.tazkia.ac.id). Kemudian, setelah proses seleksi oleh para reviewer, terdapat 71 laporan penelitian yang akan dipresentasikan dalam sesi parallel. Para peserta yang hadir bukan hanya berasal dari Negara di kawasan Asia (Indonesia, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Bangladesh), namun juga dari belahan benua lainnya seperti Negara Inggris dan Tunisa.

Salah satu peserta sedang menyampaikan hasil penelitiannya

Salah satu peserta sedang menyampaikan hasil penelitiannya

Selain itu, untuk memperluas dakwah perjuangan Ekonomi Islam melalui bidang akademis, ICIEFA juga mengagendakan Workshop Publikasi Hasil Penelitian pada Jurnal yang Bereputasi. Pelatihan ini akan langsung dibimbing olehDr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, (Editorial AdvesoryBoard, Journal of Islamic Accounting and Business Research) dan Dr. Akhmad Affandi Mahfudz, CPIF (Editorial Advesory Board, Humanomics, The International Journal of Systems and Ethics).

Kami sangat berharap konferensi ini dapat menjadi media untuk memperkuat peran dan kontribusi Ekonomi Islam terhadap pembangunan berkelanjutan di dunia melalui pembahasan ide dan gagasan para ilmuwan yang ada di berbagai negara. (Anwar G)

Miftahul AnwarInternational Conference on Islamic Economics, Finance, and Accounting (ICIEFA)
read more

STEI Tazkia Get 2nd Best Paper Presentation On Shariah Business Solution Competition

No comments

Assalamualaikum. Wr. Wb  [Sabtu, 21 Oktober 2017]
Allhamdulillah usaha dan kerjasama 3 mahasiswa perwakilan STEI TAZKIA ini mendapatkan juara _*2nd Best Paper and Presentation*_ pada acara kompetisi _Shariah Business Solution_ . Yang diselengarakan di Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM). 3 mahasiswa tersebut yaitu: – Rizal Alfath, BMI-15
– Riko Rizky Hadinata, BMI-15
– M. Alif Givali, BMI-15

Terimakasih banyak yang sebesar-besarnya untuk semua pihak atas doa dan dukungannya.

Tetap semangat dan tetap berjuang… Jadikan ini acuan untuk menjadi lebih baik lagi lagi dan lagi… Jangan pantang menyerah.

#HIMMAHJAYA
#STEITAZKIA
#SEMANGAT

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Get 2nd Best Paper Presentation On Shariah Business Solution Competition
read more

STEI Tazkia Berada Pada Garda Terdepan Menolak Ketidak Adilan Pemerintahan

No comments

Ahad, 24 September 2017. Badan Eksekutif Mahasiswa STEI Tazkia Kabinet Beraksi bersama dengan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia ( BEM-SI )  mengunjungi  Kampung Aquarium yang berlokasi di Penjaringan,Jakarta Utara. Agenda kali ini bertujuan untuk menilik fakta dan realita yang terjadi di lapangan selama masa pemerintahan presiden Joko Widodo.

Kegiatan dilokasi diisi dengan bincang-bincang bersama warga sekitar tentang keadaan mereka, pembuatan video documentasi kehidupan mereka yang masih bertahan di tempat penggusuran serta menyerap aspirasi dari warga kampung aquarium. Pembuatan video ini bertujuan untuk membuka mata dan kepedulian seluruh warga Indonesia tentang apa yang terjadi di lokasi tersebut.

“Bohong kalau pemerintah bilang rakyat itu sejahtera, yang ada kami malah semakin tercekik selama ini ” ujar salah satu warga kampung aquarium.

Perwakilan BEM STEI Tazkia bersama warga sekitar

Pemerintahan era presiden Joko Widodo sudah hampir memasuki tahun ketiga masa jabatannya, tetapi permasalahan negara semakin bertambah. Kebijakan-kebijan yang beliau keluarkan sampai saat ini masih jauh dari Pro Rakyat. Kampung aquarium hanyalah satu dari sekian banyak rakyat Indonesia yang tertindas. Lalu masihkah kita hanya diam diri melihat ketidakadilan itu? (BEM STEI Tazkia / Anwar G)

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Berada Pada Garda Terdepan Menolak Ketidak Adilan Pemerintahan
read more